INTAN

Intan merupakan seorang mahasiswi kedokteran dari sebuah universitas swasta di Yogyakarta yang terkenal memiliki banyak mahasiswi cantik-cantik serta seksi. Tidak hanya itu saja, disana juga banyak mahasiswi yang katanya bisa di-booking, walaupun dengan harga mahal tentunya. Intan sendiri merupakan mahasiswi kedokteran yang sebentar lagi akan melakukan praktek di daerah terpencil di daerah Purwokerto, Jawa Tengah.

Intan mempunyai seorang pacar yang bernama Rangga, dia hanyalah seorang buruh pabrik, walaupun begitu tekad kerja keras untuk menjadi tulang punggung keluarganya-lah yang membuat Intan jatuh hati dan akhirnya bersedia menjadi pacarnya. Intan sendiri memakai hijab modern ketika keluar rumah, tapi tidak ketika bersama Rangga, seperti sore itu di kontrakan Rangga.

“Aaahh.. uuhh.. Ranggaaa.. nikmatnya, sayangg!” teriakan dan desahan nikmat berasal dari bibir seorang calon dokter yang sehari-harinya berhijab, Intan. Dia sedang mendaki bukit kenikmatan bersama kekasihnya, Rangga. Seperti biasa, sore itu ketika semua teman Rangga pulang ke kampung halamannya masing-masing, dia mengayuh perahu birahi bersama Intan.

“Uuuhh.. memek kamu enak banget ngejepit kontol aku, sayangg.. uuhh!” Rangga hampir tidak tahan untuk menyemprotkan isi testisnya ketika Intan berkata, “Iya, kontol kamu juga nusuk banget ke dalem memek aku, bebbb!”

Intan yang saat itu hanya tinggal memakai bra, masih menggoyang pantatnya di atas pangkuan Rangga. “Uuuhh.. kamu kuat banget sih, sayangg? Udah 15 menit belum keluar juga! Uuuhh!” Rambutnya yang tergerai panjang membuat kesan menggairahkan bagi Rangga.

“Aku udah mau keluar, Yang! Uuuhh.. aku harus keluar dimana nih?” Rangga sudah sangat ingin mengeluarkan spermanya dari tadi pagi ketika melihat foto-foto selfie telanjang Intan yang dikirim via Line.

“Di luar, Sayangg! Uhh.. aku masih masa subur soalnya nih. Uuhh.. bareng-bareng ya, sayangg!” Intan mengingatkan.

Crott! Crott! Hampir lima kali semprotan sperma dari penis Rangga akhirnya jatuh ke atas perutnya sendiri ketika penisnya dikeluarkan dari vagina sempit Intan. Intan pun membantu dengan mengocok penis Rangga agar semua isinya keluar, serta sesekali mengulumnya juga.

“Uuuhh.. sayangku Intan, makasih ya buat ngentot sore ini. Uuuhh.. aku keluar banyak banget nih!” Rangga tidak sadar bahwa Intan hampir klimaks tapi belum mencapai puncak orgasme. Oleh karena itu, dia seolah tidak peduli ketika jatuh tertidur dan Intan mengocok vaginanya sendiri dengan dua jari tangannya sendiri.

“Uuuhh.. uuhh.. Rangga, kontol kamu enak banget. Uuhh.. memekku bakal selalu kangen kontol kamu kalo aku udah di Purwokerto! Uuuhh.. kontol kamu boleh aku bawa gak? Uuuhh!” Itulah kebiasaan Intan untuk menaikkan birahinya, bicara kotor. Dan akhirnya, Crott! Crott! Intan mencapai puncak orgasmenya dan ikut tidur di sebelah Rangga yang sudah terlelap lebih dulu. Intan tidak tersenyum.

***

Keesokan harinya..

Intan terbangun dan memakai sebuah kemeja putih polos yang terlalu besar ukurannya karena itu punya Rangga, dan di dalamnya ia tidak memakai daleman. Dia menuju dapur dan mengambil minum ketika ada suara pintu diketuk.

Tok! Tok! Tok!

Intan sempat mengintip dari jendela, dan itu ternyata adalah Pak Jarwo, ketua RT disini. Intan mengenakan hotpants dan mengancingkan kemejanya sampai atas, dia lalu membuka pintu.

“Iya, Pak Jarwo kan? Ada apa ya, Pak?”

“Eh, ada mbak Intan. Begini, mbak, ada sesuatu yang harus dibicarakan. Boleh saya masuk? Mas Rangga-nya ada? Atau teman-temannya yang lain?”

Bingunglah Intan untuk menjawab pertanyaan tersebut, kalau dibilang ada maka teman-teman Rangga akan dipanggil. Tapi kalau dijawab tidak ada, maka Intan dan Rangga akan langsung diarak keliling desa karena dituduh berbuat asusila. Mata Pak Jarwo pun tak pernah lepas dari paha putih milik Intan, wanita yang selama ini tertutup dan memakai hijab ternyata bisa menjadi binal juga, begitulah pikir Pak Jarwo.

“Tidak ada, Pak.” akhirnya Intan menjawab dengan jujur.

Pak Jarwo tersenyum licik. “Ah, begini… tadi malam ada laporan dari warga bahwa mbak Intan menginap berdua disini dengan mas Rangga. Sudah menjadi etika moral disini bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan, bisa jadi fitnah bahkan bisa kita arak keliling desa.” Pak Jarwo menjelaskan duduk permasalahan dengan santai.

“Iya, Pak, saya minta maaf. Lain kali tidak akan saya ulangi lagi.” Intan berusaha memilih kata-kata dengan hati-hati agar tidak salah ucap dan supaya kejadian kali ini tidak menjadi buah bibir masyarakat desa. “Oh ya, bapak mau minum apa? Saya bikinkan kopi ya,” Intan berusaha mengalihkan bahan pembicaraan.

“Tapi ada beberapa syarat ketika mbak Intan ingin kejadian ini tidak menjadi besar, mungkin mbak Intan bisa buatkan saya kopi terlebih dahulu.” ujar ketua RT ini dengan begitu santainya.

Intan pun berjalan menuju dapur diikuti ekor mata Pak Jarwo yang sudah sangat lapar untuk menyantap belahan pantat montok kepunyaannya. Diam-diam Pak Jarwo mengikuti Intan ke dapur, dan seketika itu pula mendekap Intan dari belakang dan menutup mulutnya.

“Ini syarat pertama, saya mau kopi susu dan… susunya langsung dari sini.” Pak Jarwo mengelus pelan payudara Intan yang tidak ditutupi bra dan hanya dilapisi oleh kemeja tipis.

Seketika Intan berusaha berontak, tapi apalah daya Intan melawan kekuatan Pak Jarwo. Intan juga takut Rangga terbangun dan memergoki mereka.

“Hmm.. kamu memang binal, pagi-pagi sudah menggoda saya dengan tidak memakai bra dan celana pendek.” ujar Pak Jarwo.

“Intan baru bangun tidur, Pak Jarwo.” Intan sudah memahami maksud dari Pak Jarwo yang mendekapnya saat ini dan mencoba santai. “Pak Jarwo mau pakai susu? Yang kanan apa yang kiri? Aahh..” kata Intan manja. Seketika itu juga Intan berubah menjadi sangat binal dengan harapan permainan ini cepat selesai.

Mendengar Intan yang dipikirnya susah ditaklukan lalu menjadi seperti pelacur, tak ayal penis Pak Jarwo pun menegang kuat bahkan hampir keluar dari celana bahannya karena saking panjangnya.

“Intan, Intan… kamu luarnya saja berhijab, mahasiswi kedokteran, tapi dalamnya tidak beda dengan para perek yang saya temui di jalanan. Kalau begitu langsung masuk ke syarat kedua, kamu harus menjadi budak seks saya.” kata Pak Jarwo sambil tangannya terus menerus meremas payudara besar milik Intan.

“A-apa, Pak? Budak seks? Intan siap memberikan semuanya buat Pak Jarwo kok, Pak Jarwo bisa entot Intan dimanapun dan kapanpun. Uuuhh.. remas terus tetek Intan dong, Pak. Intan yakin kontol Pak Jarwo lebih bisa muasin memek Intan daripada kontol Rangga.. uuhh.. uuhh..” Intan semakin tidak bisa mengontrol kata-katanya ketika dia merasakan kerasnya penis Pak Jarwo yang sengaja digesekkan ke belahan pantatnya.

“Oke, bawa kopi dan susunya ke ruang tamu. Kamu harus telanjang, hanya pakai handuk dan temui saya. Bisa?” Pak Jarwo dengan sangat jumawa memerintah Intan.

Intan pun berbalik dan mengemuti jari-jari tangan Pak Jarwo sambil berkata dengan suara manja, “Apa pun yang Pak Jarwo mau dengan tubuh Intan, Intan akan berusaha muasin Pak Jarwo dan membuat Pak Jarwo setia sama memek Intan. Uuuhh.. Pak Jarwo tunggu aja di ruang tamu, yaa..”

Usai berkata begitu, Pak Jarwo pun akhirnya meninggalkan Intan di dapur dan menuju ruang tamu. Intan sendiri masih merenung di dapur, dia bingung kenapa dia mau mengiyakan permintaan Pak Jarwo untuk melayaninya pagi ini padahal Rangga, kekasihnya yang tampan, masih tidur nyenyak di kamarnya. Tapi Intan tak ingin dia dan Rangga pada akhirnya dituduh berbuat asusila dan diarak keliling desa, mau ditaruh dimana harga diri dan nama baik keluarganya? Padahal sehari-harinya Intan memakai hijab.

Banyak pertanyaan muncul di kepalanya saat itu. Satu hal yang membuat Intan akhirnya mantap menjadi budak seks Pak Jarwo mulai pagi ini adalah ukuran penis Pak Jarwo yang tadi digesekkan ke pantatnya, seakan membelai vagina dan lubang pantatnya. Intan seketika itu juga tersenyum dan membawa kopi panas ke ruang tamu.

“Ini, Pak, kopinya. Intan mau siap-siap dulu, Pak Jarwo tunggu ya..”

Sambil mengelus pantat Intan, Pak Jarwo berkata, “Iya, pelacur, jangan lama-lama ya.. saya tidak punya waktu banyak.” Pak Jarwo tersenyum menjijikkan.

Intan pun berjalan menuju kamar tidur sambil menggoyangkan pantat, mempertontonkan kemontokan tubuhnya pada Pak Jarwo. Sampai di depan pintu, ia menengok ke belakang dan dengan kerlingan mata nakal, Intan menjilat bibirnya sendiri. Uuuh! Penis milik Pak Jarwo sudah tidak tahan ingin segera mencoblos vagina Intan saat itu juga, tapi Pak Jarwo masih bersabar.

Tak berapa lama kemudian, Intan keluar hanya dengan memakai handuk. Ia berjalan menuju ruang tamu dan duduk menyamping di pangkuan Pak Jarwo. “Pejantannya Intan, nih maunya udah diturutin. Sekarang Pak RT cabul ini mau apalagi?” Intan berusaha menjadi pelacur yang baik walau dalam hatinya masih ada sedikit keraguan.

Pak Jarwo yang ditanya seperti itu malah semakin memuncak birahinya, tapi memang beliau adalah pria yang sudah sangat matang, tidak mau terburu-buru. Maka sambil mengelus lengan Intan yang terbuka, ia berkata, “Sekarang berdiri di hadapan saya, buka handuknya, terus rentangkan sambil kamu duduk di pangkuan saya sekarang. Ayo lakukan!!”

Intan segera berdiri, membuka lipatan handuknya dan memperlihatkan vaginanya yang tercukur rapi serta payudaranya yang montok dengan putingnya yang berwarna pink mencuat ke atas, tanda dia sendiri pun sebenarnya dalam kondisi terangsang. Perlahan-lahan dengan menyunggingkan senyum nakal, Intan duduk di pangkuan Pak Jarwo.

“Hmm.. bapak ini banyak maunya deh, aku juga paham kok caranya muasin tua bandot mesum kayak bapak. Bapak tenang aja ya..” Sehabis berkata begitu, Intan perlahan mendekatkan bibirnya yang ranum ke telinga Pak Jarwo, “Jangan selesai terlalu cepat ya, suamiku sayang.” Intan berbisik dengan begitu mesra dan itu membuat jantung Pak Jarwo semakin berdetak kencang.

Intan mengulum telinga Pak Jarwo dengan pelan dan mesra, dengan tangan masih memegang handuk dan memeluk leher Pak Jarwo, seakan-akan mereka tak ingin terlihat orang lain. Pak Jarwo pun tersenyum licik, menyadari ketidakpercayaannya bagaimana begitu mudah ia menaklukkan mahasiswi kedokteran yang sehari-harinya berjilbab ini. Dengan tangannya yang kasar, Pak Jarwo mengelusi buah dada Intan yang hanya bisa dibayangkannya selama ini.

“Uuuhh.. Pak Jarwo nakal ya tangannya. Kok cuma dielus sih, Pak? Diremes juga dong, ini kan punya bapak sekarang. Hihi,” Intan pun mulai terbawa arus birahi ketika bibirnya menyentuh bibir Pak Jarwo yang kental dengan bau tembakau, tapi itu malah menambah gairahnya untuk mengulum bibir pejantan tuanya.

“Uuhh.. hmm.. mmhh.. hmm.. uuhh.. Pak Jarwo lebih aktif dong! Uuuhh.. hmm.. mmhh..” Lidah mereka berdua saling bertautan, beradu seakan saling mendorong keluar. Kecipak suara mereka juga sangat keras karena Pak Jarwo sangat menyukai seks yang sedikit kasar dan berisik, maka dia coba meludahi mulut Intan dan Intan dengan sangat setia menelan semua air liur Pak Jarwo.

Pak Jarwo meremas payudara Intan dengan sedikit kasar, membuat Intan melenguh nikmat. Jari-jari tua itu mulai memilin puting mahasiswi kedokteran tersebut, pegangan tangan Intan pada handuk pun lepas karena Intan tidak tahan dengan sentuhan-sentuhan tangan Pak RT tersebut. Tangan Intan mengelus rambut Pak Jarwo yang sudah memutih dengan penuh rasa sayang.

“Uuuhh.. Pak Jarwooo.. bapak pasti udah lama gak ngerasain tubuh montok kayak Intan ya? Intan pagi ini jadi istri bapak deh, Intan akan bikin bapak ngerasain surga dunia ya.. uuhh..” Intan menarik kepala Pak Jarwo menuju payudaranya, berharap putingnya diemut bibir tua namun menggairahkan tersebut.

“Hmm.. umm.. mmm.. puting kamu memang manis, sama seperti orangnya. Hihi..” Pak Jarwo mencolek dagu Intan sehingga pipi Intan pun semakin memerah mendengar pujian tersebut.

Pak Jarwo terus mengemuti puting Intan dan akhirnya.. mencupang payudara Intan dengan keras dan berisik. “Auuuww!! Pak Jarwo, pelan-pelan dong ah. Intan gak mau Rangga sampe bangun, nanti Intan gak ngerasain kontol Pak Jarwo pagi ini..”

Pak Jarwo melempar handuk yang tadi dipakai Intan, meremas pantat gadis itu dan menciumi lehernya. Pak Jarwo berubah menjadi beringas karena ia sebenernya sudah tidak tahan dengan segala kata-kata yang keluar dari mulut Intan saat ini.

Intan melenguh menahan desahannya yang sebenarnya sudah tidak tertahankan, ia baru ingat bahwa ia lupa mengunci pintu kamarnya dan Rangga bisa keluar sewaktu-waktu. Tapi rasa takut ketahuan malah membuat birahinya makin meningkat. Intan berusaha melepaskan kancing-kancing kemeja Pak Jarwo saat lidah laki-laki itu semakin ganas melumuri lehernya dengan air liur. Intan melempar kemeja Pak Jarwo entah kemana, ia begitu kagum melihat dada bidang Pak Jarwo yang sedikit berbulu.

“Aaaahh.. Pak Jarwo, biarkan saya yang bekerja melayani bapak ya..” Intan tersenyum manja dan turun dari pangkuan Pak Jarwo secara perlahan sambil menciumi leher lelaki tua itu.

“Aaahh.. Intan, kamu memang pintar sekali memainkan lidahmu di kulit bapak, uuhh!” Pak Jarwo baru kali ini dimanjakan oleh lidah seorang perempuan, apalagi ketika ciuman Intan turun menuju putingnya. Gadis itu mencium, menjilat dan sedikit menggigit puting Pak Jarwo.

Birahi Intan sudah tak tertahankan lagi, ia sudah bertransformasi menjadi layaknya pelacur jalanan yang menghamba pada kenikmatan seksual. Ciumannya kembali turun menuju perut Pak Jarwo yang sudah sedikit membuncit, walau begitu sisa-sisa hasil fitness zaman dulu masih terlihat samar. Hmm.. dengan sedikit tergesa-gesa, Intan mencoba melepas ikat pinggang dan celana panjang milik Pak Jarwo, ia sendiri tidak sabar untuk memanjakan kontol yang tadi digesekkan ke belahan pantatnya.

“Pak Jarwo..” Intan memanggil nama ketua RT tersebut sambil mendesah dan mengerlingkan matanya dengan nakal, tangannya meremas penis Pak Jarwo sambil menciuminya dari luar celana dalam.

Ah, bagai mimpi jadi kenyataan bagi Pak Jarwo sendiri, ia bisa mengelusi rambut seorang Intan yang sedang membuka celana dalamnya dan akhirnya mengelus penisnya. Kulit bertemu kulit.

Bagaikan adegan film slow motion, Intan mengecup pelan kepala penis Pak Jarwo. Cup! Lalu ia mulai menjilati pinggiran penis Pak Jarwo, masih dengan gerakan yang lambat karena Intan ingin meresapi rasa penis yang mungkin akan menjadi penis favoritnya untuk selamanya. Intan menjilat penis Pak Jarwo senti demi senti, sambil menutup matanya bagaikan mencoba pertama kali es krim coklat kesukaannya saat SD.

“Hmm.. mmhh.. umm.. Intan suka rasa Pak Jarwo, mulut ini bakal selalu kangen disentuh kontol Pak Jarwo, hmm.. mmm..” Penis Pak Jarwo makin tegang mendengar Intan berkata kotor seperti itu.

Mulailah Intan memasukkan semua bagian penis Pak Jarwo setelah dirasa cukup basah oleh liurnya. Perlahan, sangat pelan, Intan memasukkan semua ke dalam mulutnya, ia ingin penis tersebut menyentuh ujung tenggorokannya. Lalu juga dengan pelan sekali, Intan melepaskan penis tersebut. Cup! Penis tersebut sudah begitu tegang ketika pada akhirnya Intan menghisapnya, dari pelan perlahan menjadi semakin cepat, cepat dan semakin cepat.

“Uhh.. hmm.. mmhh.. hmm.. Pak Jarwo.. hmm.. mmhh!!”

“Iya, mbak Intan? Kontol saya sepertinya jodoh sama mulut mbak, hehe..”

Tapi Pak Jarwo tetaplah seorang pria tua, ia tak akan tahan kalau begini terus. Maka dari itu sebelum spermanya keluar, segera ia membangunkan Intan dan menyuruh gadis itu kembali dipangku olehnya untuk mulai memasukkan penis ke dalam liang vagina Intan yang sudah begitu basah. Intan juga berpikir kalau lama-lama, Rangga bisa bangun dan memergokinya bergumul mesra dengan Pak Jarwo. Maka Intan pun naik dan duduk di pangkuan Pak Jarwo, tangannya yang lembut memegang dan mengarahkan penis Pak Jarwo ke dekat bibir vaginanya.

“Uuuhh.. Pak Jarwo.. puaskan saya ya, Pak.. cup!” Intan mencium pipi keriput Pak Jarwo dan menurunkan tubuhnya perlahan-lahan supaya penis Pak Jarwo bisa masuk secara sempurna ke dalam lorong vaginanya.

“Hhhh… saya tidak menyangka bisa ngentot sama mbak Intan. Tenang aja, bukan Jarwo namanya kalau gak bisa muasin memek perempuan, hehe..” Pak Jarwo membantu dengan menaikkan pinggulnya guna menyambut pantat Intan yang semakin turun menyelimuti penisnya dengan kehangatan liang vaginanya.

“Uuhh.. hhh.. mmhh.. uuhh!!” Intan mulai mendesah ketika ia mulai memompa penis Pak Jarwo dengan vagina sempitnya yang bak perawan. Sambil menggenjot, ia meremas rambut Pak Jarwo dan menciumi pipinya.

“Aahh.. mbak Intan! Uuhh.. uuhh.. memek mbak enak banget, belum pernah saya menikmati memek seperti ini, uuhh!” Darah tua Pak Jarwo mulai berganti menjadi darah muda kembali, tangannya mengelus punggung dan pantat Intan yang sedikit demi sedikit mulai berkeringat. Kecipak pertemuan penis dan vagina perempuan dan lelaki berbeda usia ini begitu berisik, untung saja Rangga memang terbiasa bangun siang karena ini hari Minggu. Intan yang mengetahui hal itu menerima saja tumbukan penis di vagina yang sehari-harinya hanya diisi oleh penis kekasihnya.

“Uuuhh.. teruusshh, Pak Jarwoo.. kontol bapak memang tidak ada duanyaaa!!” Selesai berkata seperti itu, bibir Intan mencium, mengulum bahkan seperti akan memakan bibir Pak Jarwo, begitu ganas, liar dan beringas. Intan terbiasa menerima perlakuan seksual yang lembut dari Rangga, tapi sekarang ia menjadi liar karena kenikmatan yang kelewat batas.

“Uuuhh.. uuuhh.. mbak Intan! Ayo ganti gaya, saya mau mbak nungging, saya mau doggy style! Uuhh.. hhhh!” Pak Jarwo merasa bahwa ia harus mengeluarkan spermanya di vagina Intan, kalau bisa menghamilinya.

Intan akhirnya turun dari pangkuan Pak Jarwo dan dengan berpegangan pada sofa, ia menunggingkan pantatnya yang montok ke arah Pak Jarwo.

Pak Jarwo berdiri dan mencoba memasukkannya ke vagina Intan saat tiba-tiba ia berkata, “Mbak Intan yang binal, rayu kontol saya biar mau masuk ke memek mbak dong, hehe..” Dia tersenyum menjijikkan.

“Uuhh.. Pak Jarwo.” Intan mendesah sambil menggoyangkan pantatnya seakan menyambut penis Pak Jarwo yang semakin mendekat ke liang vaginanya. “Ayo dong kontolku sayang, masuk ke memek aku. Aku udah gak tahan banget pengen disodok sama kamu, terus disemprot pake peju, uuhh!” Intan berkata dengan manja sambil memperlihatkan muka sayu, menggigit jarinya sendiri dan itu cukup membuat Pak Jarwo kembali menusukkan penisnya ke vagina Intan dengan ganas!

“Uuuhh.. uuhh.. dasar perek nakal! Mahasiswi emang semuanya bisa dipake! Uuhh.. uuhh! Ini bapak entot! Uuuhh!” Pak Jarwo menggenjot vagina Intan dengan ganas, sambil menampar pantat gadis itu sampai memerah.

”Uhh! Uhh! Uuhh! Uuhh!” desahan mereka saling bersahutan tetapi tetap berusaha untuk tidak terlalu keras. Intan juga ikut menggoyangkan pantatnya dan mencari kenikmatan dengan menggosok kelentitnya sendiri menggunakan jari-jarinya.

“Uuuhh.. uuuhh.. terus, Pak Jarwooo!! Sudah hampir setengah jam berlalu, bapak belum keluar juga! Uuhhh!” Intan terus mendesah, sebentar lagi ia akan mencapai klimaksnya!

“Aaahhh.. Pak Jarwoo!! Saya keluaarrrrr!! Aaahhhhh!!” Intan mendorong pantatnya ke belakang dengan keras, ia ingin penis Pak Jarwo menyentuh ujung rahimnya.

“Aaaahhhhh.. nikmatnya, Pak Jarwo.. aahhh.. bapak belum keluar ya? Yuk keluarin aja, Pak, di dalem juga gak papa. Hehe..” Kata-kata Intan yang menggoda membuat Pak Jarwo tidak sabar menyirami vagina mahasiswi kedokteran ini dengan spermanya.

“Aaahh.. aahhh!” Pak Jarwo semakin ganas menusuk vagina Intan sampai suara tumbukan antara pantat Intan dan pinggul Pak Jarwo semakin berisik, untung saja tidak berapa lama kemudian Pak Jarwo merasa bahwa spermanya telah berada di ujung penis dan siap untuk ditembakkan.

“Aaahh.. aaahhh! Memek mbak enak banget! Sumpah saya ndak bohong! Aaahhh.. uuuhh.. saya keluar yaaa.. aaaaaaaaahhhhhhhhh!!!” Dengan satu lolongan kuat dan dorongan yang kuat akhirnya sperma Pak Jarwo meluncur masuk ke dalam rahim Intan.

“Aaaahhh.. akhirnya saya bisa puas ngentot sama memek perempuan kayak kamu, uuhh..” Jatuhlah tubuh tua namun masih bertenaga milik Pak Jarwo ke sofa, ia masih menutup mata dan terengah-engah. Belum benar-benar bangun dari kenikmatan surgawi yang baru ia rasakan.

Intan sendiri juga ikut menyusul merebahkan dirinya di atas tubuh Pak Jarwo, ia bersandar pada dada bidang laki-laki itu sambil memainkan penis Pak Jarwo yang masih sedikit tegang namun sangat basah.

“Hmm.. saya puas banget bisa main sama Pak Jarwo.. hmm, kontol bapak sekarang bebas keluar masuk memek saya deh.. oke pejantanku sayang?” Intan sekarang benar-benar manja dan terlihat tidak mau melepas penis milik Pak Jarwo, ia sudah takluk dan menghamba pada kenikmatan seksual yang diberikan oleh Pak Jarwo.

“Iya, mbak, saya juga puas banget. Hhmm.. ya sudah, pokoknya mbak harus janji selalu sedia memek setiap kali saya sange ya, mbak.. hehe, cup!” Pak Jarwo mengecup kening Intan, membuat perempuan itu semakin terbang melayang.

Akhirnya Pak Jarwo memakai kembali pakaiannya dan pergi dari kontrakan Rangga sebelum hari makin siang dan Rangga kembali terbangun. Sebelumnya, Pak Jarwo dan Intan sempat bertukar liur sebelum mereka berpisah.

Ah, hari yang indah! Intan akhirnya mandi dan pulang meninggalkan Rangga yang sebenarnya.. berpura-pura tidur!!

MBAK IDA

Gan perkenalin ane Ian sekarang ane kerja di kota terbesar kedua di Jatim (you know lah..), ini cerita ane beberapa tahun lalu. Waktu itu ane lagi magang di Jakarta selama disini ane tinggal di rumah om ane. Tapi lebaran ne ane ndak bisa pulang coz mahalnya tiket pp n banyaknya kerjaan.

akademi perawat bugil - uthipoenya (4)

nah, dirumah om ane ne ada anak yang ngekos sebut saja namanya mbak Ida. Dia uda dianggap keluarga sendiri jadi uda dipercaya ma keluarga om ane. Ida ne kerja di rumah sakit deket sini sebagai suster. dia juga ndak bisa pulang coz dia g dapet cuti.. anaknya sih lumayan imut, item manis (kesukaan ane ne). tapi badannya lebih kecil daripada ane tapi toketnya ukuran 34b ma bokongnya juga lumayan montok. Selama di rumah dia tetep pakai jilbab walaupun Cuma pake kaos lengan pendek sama celana panjang. Pernah dia make kaos ketat n clana training, maaak bikin ane selalu curi2 pandang ke dia.
well selama ane disini ane uda mulai akrab ma dia n dia uda anggep ane adiknya (katanya dia sih gitu, emang sih dia lebih tua 3 tahun) jadi kita sering bencanda2 gitu.. awalnya sih cuma bcanda biasa tapi akhir2 ne dia mulai berani nyentuh2 ane duluan mulai nggenggam tangan ane sampe mbelai kepala ane. nah beberapa waktu kemaren ane iseng ne tidur di pundaknya trus turun di pangkuannya dia, eh dia ngebiarin n malah mbelai2 rambut ane.. pokoknya manjain ane banget dah gan cowok mana tu yang g seneng?? otomatis ane jadi mikir yang aneh-aneh juga
nah lebaran pasti identik dengan mudik g terkecuali om ane sekeluarga bakal mudik so ane bakal beduaan ma dia dirumah om ane.. Wah kesempatan banget ne pikirku..
setelah beberapa hari setelah lebaran ane ajak aja si Ida buat jalan2 ke mall makan malam bareng sekalian nonton dan dia ngeiyain. Kebetulan besok dia dapet shift pagi, jadi sorenya jadwa dia kosong. Ane jemput dia pake motor V-xion kesayangan ane. Sampai di RS ane sms dia
“mbak, aku di depan”

akademi perawat bugil - uthipoenya (3)
G lama dia bales “ok, langsung berangkat ne?”“iya, males kalau balik ke rumah”
5 menit setelah itu dia keluar, tapi dia da ganti baju. Memang sih biasanya dia berangkat pakai baju bebas tapi di kantor dia ganti baju seragamnya yang putih2 itu. Hari itu dia pakai jilbab putih, kaos lengan panjang lumayan ketat, n clana jins. Hmmm sopan, tapi ******
Waktu mau naik dia ngrasa kesulitan, otomatis ane langsung sodorin tangan ane buat pegangannya dia. Mulus gan tangannya.. langsung kita cabut ke salah satu mall, makan bareng di resto fastfood jepang. Trus nonton, waktu itu genre filmnya drama-action cukup lah buat curi2 kesempatan. Dia emang ga bawa jaket so ane tawarin buat ngasih jaket ane dia mau.. dapet bonus gan, dia meluk lengan ane trus nyenderin kepalanya ke pundak ane. Hmmm lengan ane nempel ke dadanya gan. Huft clana ane langsung sempit ne..
Perawat Berjilbab Imut Anak Kost Om Ku
Pulang dari mall kita langsung pulang coz takut kemaleman. Nyampe rumah jam 9 ane langsung rebahan di sofa depan TV. Ida pun protes “iiih jorok, ayo mandi dulu adekq cayaang.” Ane heran juga dipanggil gitu, ane pun ngelunjak “g mau ah, males.” “ayo mandi.. aku mandiin loh.” “ah, mbak jangan becanda ah.” Batinku bilang mulai nakal ni orang. “yauda sih.. mbak mandi dulu ya, ntar klo aku da mandi gantian.” Dia pun langsung ke kamar, ambil peralatan mandi trus ke kamar mandi. Pikiranku langsung melayang mikirin gimana kulit sawo matangnya mengkilat terkena air. Ah, bangun lagi kan si otong.. yauda lah ane buat tidur aja daripada mupeng tapi g bisa disalurin hasratnya. Mana acara di TV g ada yang menarik.
Ane pun tertidur di sofa. Bangun2 ane liat di jam dinding uda jam 11 malem ne, tapi ane ngrasa ada seseorang di sebelahku. Mbak Ida ikutan nimbrung, dia bilang lagi g bisa tidur n lagi bete. Malem itu dia pakai jilbab pendek hitam, n baju tidur warna kuning. Tiba2 dia bilang ”Ian, boleh pinjem tangannya g?” aq jawab ”buat apa?” ”gpp biar tenang dikit” wah pikiranku mulai macem2 neh ”ywda pegang aja. Tapi di karpet yuk biar aq bisa tiduran” dia pun setuju
aq pura-pura tidur di samping kanannya. Nah waktu pura-pura tidur ane miringin badan ane trus meluk pinggangnya dari belakang pke tangan kanan ane. Tapi dia diem aja sambil tetep genggam tangan kiri ane pke tangan kanannya n tangan kirinya belai-belai rambutku. 5 menit kemudian aq melek trus ane tanya ”emang masalah apa sih?” ” gpp g usah dibahas ya,, btw tadi kamu meluk aku loh,, kamu kira aku guling? Nakal ya” ujarnya sambil nyubit tanganku. Ane pura2 ngrasa bersalah ”ah masa sih? Ya maaf klo kamu g suka” ” gpp kk, aku jadi lebih tenang” jawabnya sambil tersenyum.
Wah ada kesempatan nih pikirku. ”Aku isengin lagi ah” ujarku dalam hati. ”ywda mau ku peluk lagi?” ”emm gimana ya.. Iy deh”
wuih kesempatan emas neh. Lalu ane duduk dibelakangnya trus meluk dia dari belakang sambil ngajak dia ngobrol. Uda hampir setengah jam ane diposisi gini. Mulai bosen ane iseng masukin tangan ke bajunya jadi tangan kanan ane meluk langsung ke kulit perutnya yang mulus itu dia diem aja, tangan kiriku pun g mau ketinggalan kasih serangan ngelus2 pahanya. Ane rasa nafasnya mulai g teratur. Lalu ane bilang ke dia, “mbak kamu sayang aku g?” “iya ian.. mbak sayang kamu, selama ne mbak ngrasa punya seseorang yang bisa ngelindungin mbak…” ane langsung ngelus2 pipinya trus nyium pipinya, dia diem aja. Ane coba langsung ngecup bibirnya, dia awalnya diem tapi akhirnya dia membalas.

akademi perawat bugil - uthipoenya (2)
Tanganku kananku mulai naik ngelus2 dada 34b nya yang masih tertutup BH dan yang kiri tetep mbelai pahanya n semakin dekat ke mrs. V nya. “ian.. jangan..” ucapnya lirih menahan nafsu. “mbak, jujur aku slama ne slalu terbayang sama dadamu ini. boleh kan aku nyentuh sebentar.. aja” “emmmf terserah kamu sayang..” tangang langsung masuk ke dalam BH nya, “kenyal banget sih..” dia Cuma bisa melenguh saat aku putar2 dada kanannya. Ku buka BH nya pakai tangan kiriku, tess langsung ku putar2 kedua payudaranya pakai kedua tanganku. Dia menggelinjang seperti tersengat oleh listrik watt saat tangan ane terus meremas, dan sesekali menyentuh dengan lembut puting payudara mbak ida dengan jariku. lalu aq tarik badannya agar bersandar di dadaku lalu aku menciumi bukit indah itu, lidahku mengulum dan menggigit kecil puting susu Ida yang masih berwarna coklat tua itu. “enak mbak??” “enak sayaang.. teruuus”
Lalu tangan kiriku langsung mengusap mrs. Vnya dengan lembut bibir vagina tersebut sampai akhirnya aku tak sabar dan segera memasukkan tanganku ke dalam celana dalamnya dan memainkan permukaan mrs. Vnya. Dia langsung menjambak rambutku, tak ku hiraukan, aku menikmati reaksinya yang menggelinjang hebat. Aku semakin liar menciumi payudaranya.. jariku mulai memasuki liang vaginanya.
“aaaah.. iaaaan emmmmmf” Ida semakin liar dan jilbabnya pun berantakan. Tangan ane g merasakan ada halangan apapun. “mbak, kamu da pernah ML ya?” “emmmf iya ian, sama mantan mbak waktu sma. Sudah lama banget mbak g ngrasain kenikmatan ini.” ah tak masalah dia g perawan, yang penting dapet.. “kamu juga uda pernah ya ian?” “iya mbak.” “pantes pinter bangeet.. emmf terus ian…” ucapnya memohon.
Perawat Berjilbab Imut Anak Kost Om Ku
Aku pun mulai menggerakkannya keluar masuk secara perlahan-lahan, ane melakukannya dengan lembut sambil sesekali mengulum bibirnya dan dadanya bergantian. “argh …. ian.” kata Ida terbata-bata. Ia lalu mulai meraba2 isi celanaku dan bergerak ke sisi kanan dengan tetap membiarkan tanganku mengobok2 mrs. Vnya. Dikeluarkanlah si otong yang uda on banget dan mulai mengelus2nya. Kepala si otong uda mulai keluar cairan pelumasnya lalu dikocoknya dengan tangannya yang lembut. Ukuran panjang otongku normal sih.. 13 cm dengan tebal 4 cm. “ian, gede juga ya kontolmu.” Ia lalu mengocoknya perlahan sesekali diemutnya. “aaaaaahh mbak.. enaaaaak” ida pun tersenyum dan langsung menggarap otongku dengan ganas. Ane g mau kalah dengan makin cepat mengocok Mrs. Vnya.
Lalu dia pun berhenti mengocok otongku. “Ian, masukin kontolmu ya.. plisss mbak kangen pengen ML.” “iya,, g sabaran amat sih say..” jawab ane sambil meremas dadanya. “jilbabmu jangan dilepas ya.” “iya ian..” lalu ane mlorotin celananya dan kini dia Cuma memakai jilbab dan kaosnya yang suda ane singkap ke atas. Meninggalkan pemandangan indah, seorang gadis berjilbab dengan kulit sawo matang terhampar di depan ane. Lalu ane bertumpu dengan lututku dan pelan2 aku menggesek2an si otong ke mrs. Vnya “mmmf gelii” ujar mbak Ida terbata “ahhhh …. pelan2 ian.. mbak uda lama g ML.” “Iya mabk, tahan ya…” jawab Toni penuh perhatian.. aku pun pelan2 masukin kepala si otong ke dalam mrs. V mbak Ida. Mrs. V mbak ida rapet banget gan mungkin karena dia da lama g maen sama cowok kali ya.. “emmmmf… memekk mu rapet banget sih mbak…..” sambil pelan2 ane masukin si otong ke dalam liang kenikmatan itu.

akademi perawat bugil - uthipoenya (1)
“arghhh… ian…” Ida mendesis pelan sambil memejamkan matanya menahan rasa nikmat itu. Ane diemin dulu aja, biar dia nikmati rasa yang sudah lama g dia rasain. Lalu ane pelan2 gerakin pinggul ane, maju mundur semakin lama semakin cepat. Sesekali aku sodok sampai mentok “ah ah ah iiaaaan… mmmf sssh..” “enak mbak?” “enaaak bangeet” jawabnya terbata2 mrs. Vnya pun semakin becek.. mbak Ida pun akhirnya ikut menggerakkan pinggulnya.
Setelah 10 menit ane Bosan gaya ini, ane angkat kakinya dan ane letakkan di pundak ane supaya sodokanku bisa lebih dalam. Terbukti mbak ida makin liar mendesah. “aaaahh.. iaaan nikmat yaan..” 10 menit kemudian rasanya aku mau mencapai puncak kenikmatan “mbak, kayaknya aku da mau keluar ini..” “yauda keluarin aja yan.. mbak juga da mau kluar ne.. kluarin didalem aja.. mbak kemaren baru selesai dapet kok.. jadi gpp.. ahhh…”
Benar saja tak lama ane n mbak ida mencapai puncaknya “ian…. aku mau keluar.. geli bangeeeett aaaahhhhhghh.. “ teriak mbak Ida lalu badan mbak Ida kejang, dan aku pun mengeluarkan semburan spermaku ke dalam liang kenikmatan itu “arghhhh…..”
Hah.. hah.. hah.. kami berdua sama2 ngos2an setelah bertempur.. benar2 kenikmatan yang tiada tara. Lalu aku pun mengajak mbak ida untuk tidur berdua di kamarku, sama2 telanjang tapi aku suruh dia agar ga melepaskan jilbabnya. Esoknya kami ga kemana2 , mandi, makan, tidur2an kami lakukan berdua tanpa pakaian, hanya dia yang menggunakan jilbabnya. Benar2 pengalaman yang gila dan tak terlupakan. Kini aku kembali ke Jatim dan bekerja disini sementara dia masih di Jakarta. Kami pun masih berhubungan baik sampai sekarang dan setiap aku ke jakarta pasti aku sempatkan memuaskan nafsu birahiku dengannya..

MBAK AYU

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (1)

Mbak Ayu dalam keadaan terikat, tangannya diikat di pojok sebuah dangau ditengah sawah. membuat posisi Gadis alim berjilbab itu terlentang dengan kaki terbuka. Ia masih mengenakan gamis cremnya, namun sudah tersibak sampai ke pinggang memperlihatkan celana dalam putihnya. bra berwarna biru muda yang ia pakai juga terlihat, karena jilbabnya sudah disibak kelehernya dan kancing gamisnya dibagian dada sudah dibuka lebar. mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Mbak Ayu yang putih mulus meronta-ronta di atas dangau itu seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm…ehmmm… seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (24)

Gadis berjilbab itu menyesali tindakannya berhenti untuk jajan mie ayam, membiarkan rekan2 pengajiannya berangkat meninggalkannya menuju ke acara mnginap di sebuah desa. Dia sudah merasa curiga dengan tatapan 2 orang pembeli mie ayam tadi, yang menatap tubuhnya yang tertutup gamis dan jilbab namun masih menampakkan kesekalan samar. Ia segera pergi dari kedai mie ayam sepi di sudut desa itu dan bergegas menyusul rekan2nya, namun tak begitu jauh ternyata ban motornya bocor. Terpaksalah gadis cantik lugu berjilbab semester 8 di sebuah kampus itu menuntun motornya. Ketika itu pula tiba2 ada motor datang dan dua orang pria bertopeng itu meringkusnya, menyeretnya ke sebuah dangau sepi di temgah sawah itu, menyumpal mulutnya dengan kain dan matanya.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (23)

Seorang penyerangnya segera membuka bajunya melihat korbannya yang manis dan berjilbab itu sudah tak berdaya. Ia hanya tinggal menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Dadanya yang bertato tuyul terlihat naik turun menahan nafsu, tidak tahan lagi menikmati tubuh sekal seorang gadis muda berjilbab yang mulus. Si tato tuyul menyeringai sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.

Si tato tuyul segera mendekati Mbak Ayu yang terikat. Ia berlutut di antara kaki Mbak Ayu sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Mbak Ayu yang masih memakai sepatu dan kaus kaki putih, yeng membuat kaki gadis alim berjilbab itu semakin menggiurkan. Mbak Ayu memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.

“Eit.. eit… percuma mbak… lebih baik mbak nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..,” ejek Si tato tuyul dengan seringai mesumnya.

Si tato tuyul terus meraba Mbak Ayu mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu yang masih terbungkus bra. Mbak Ayu terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.

kini tangan Si tato tuyul mencabik paksa bra gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu itu hingga tanggal. Payudara montok Mbak Ayu sampai tergoncang-goncang. Pemandangan itu membuat Si tato tuyul makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Gadis alim berjilbab itu, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.

“Ehmmhhkk… ehmhkkk…jangan!!” Mbak Ayu terus meronta berusaha melawan, tapi Si tato tuyul tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara gadis alim berjilbab itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (22)

“Eihh.. tenang aja mbak.. nanti juga wenak..,” kata Si tato tuyul menyeringai seram.

“Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih…, cucu mamah gede sih,” kata si penyerang yang lain, yang Nampak memiliki tompel besar di tangannya. Nampak jelas bagaimana lidah Si tato tuyul bermain di putting susu Mbak Ayu, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.terlihat jelas juga bagaimana putting susu Mbak Ayu perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Si tato tuyul. Si tangan tompel Nampak belum maju, mungkin karena dia tidak mau mengganggu rekannya sedang menikmati tubuh sang gadis alim berjilbab yang lugu itu.

Sementara itu tangan kiri Si tato tuyul yang mulai menggerayangi CD Mbak Ayu. pinggul Gadis alim berjilbab itu bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Si tato tuyul, namun percuma. Jemari-jemari kekar Si tato tuyul mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Mbak Ayu, sementara di bagian atas Si tato tuyul makin bergairah menghisapi susu Mbak Ayu. Si tato tuyul bergerak membuka penutup mata Mbak Ayu, lalu ia mencabik CD Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu dan menjilatinya beberapa kali.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (21)

“Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, mbak pasti suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya,” Si tato tuyul menghisap celana dalam Mbak Ayu di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke sawah. Gadis alim berjilbab itu melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.

“Waduh.. si mbak makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita..,” Si tangan tompel menyemangati Si tato tuyul.

“Santai aja bleh.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin,,”

Si tato tuyul meremas susu Mbak Ayu dan menjawil dagunya, Mbak Ayu semakin marah, lalu ia mengarahkan kepalanya ke selangkangan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Jemari Si tato tuyul membelai-belai vagina Mbak Ayu yang sudah telanjang penuh, sementara Mbak Ayu tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Gadis alim berjilbab itu direngkah dua jemari Si tato tuyul hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Si tato tuyul.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (20)

“Ini itil namanya frend.. makin digosok, mbak berjillbab ini makin kenikmatan… nggak tahan.. ha ha ha…,”suara Si tato tuyul bergairah. jempolnya menekan dan menguyak klitoris Mbak Ayu.

Bibir Si tato tuyul kemudian mendekat ke vagina Mbak Ayu, lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Gadis alim berjilbab itu yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.

“Hmmm.. sedep bener nih mbak. Wangi…nggak ada bau terasinya memeknya nih, ga kaya lonte-lonte di gang itu…he he..” Si tato tuyul kembali menjilati vagina Mbak Ayu, kali ini sambil dihisap-hisap.

Sekejap itu ekspresi Mbak Ayu berubah. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (19)

“Ehmmhh.. ehmmmhhpp.,” suara Mbak Ayu melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Si tato tuyul makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Si tato tuyul di vagina Gadis alim berjilbab itu membuat tubuhnya tidak bisa menahan kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan. Tubuhnya yang selalu ia jaga dengan baju gamis lebar dan jilbab panjang tidak tahan menerima kenikmatan ini. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak tak terkira, yang selama ini ia menganggapnya dosa yang sangat besar..

“Ehmm.. kenapa mbak? Nikmat ya?,”  Si tangan tompel bertanya sambil menghina mendekati wajah Mbak Ayu. Mbak Ayu melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha berteriak lagi.Si tato tuyul dan Si tangan tompel terus mengerjai gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu.

Si tangan tompel tiba-tiba melepaskan sapu tangan penutup bibir Mbak Ayu. Tapi Gadis alim berjilbab itu justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (18)

“Ayo mbak.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?,” suara Si tangan tompel meledek Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

“Ehmm.. jangan… amphuunnn.. amphunnn,” suara Mbak Ayu memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang. Matanya mulai mencucurkan air mata, namun tubuhnya bergetar hebat tak mampu menakan kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan.

“Ampun kenapa mbak..?,” suara Si tangan tompel kembali menggoda.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (17)

“Akhhss.. amphuunnnn… oughhh… mmpphh..,” mata Mbak Ayu kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Ternyata di bagian bawah Si tato tuyul terus menjilati vagina Gadis alim berjilbab itu. Kepala Si tato tuyul seakan terbenam di selangkangan Mbak Ayu, Nampak vagina Gadis alim berjilbab itu sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Si tato tuyul. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Si tato tuyul.

“Oughh.. ampphhhuuunnn… akhhsss..,” suara Mbak Ayu terdengar.

“nah lihat nih.. mbak udah nggak tahan mau dientotin nih..,” kata Si tato tuyul sambil jemarinya membuka bibir vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (16)

vagina Mbak Ayu yang terkuak oleh jemari Si tato tuyul Nampak basah. Terlihat jelas dinding vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Si tato tuyul masih menahan vagina Mbak Ayu dengan jarinya, lalu Si tato tuyul yang ternyata sudah membuka CDnya segera mengarahkan penisnya yang sudah tegang mengacung mendekati bibir vagina Gadis alim berjilbab itu.

“Eh bro.. aku entotin dulu nih mbak, ntar habis aku selesai, baru kamu.. ha ha..,” Si tato tuyul menyeringai. Si tangan topel hanya bisa menggerutu karma nampaknya si tato tuyul ini lebih senior daripada dia.

Si tato tuyul mengambil posisi tepat di tengah kaki Mbak Ayu, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

“Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. saya masih perawan.. ini dosa paak.. tolong jangan lakukan” Mbak Ayu memelas pasrah, sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi oleh pria yang bahkan ia tidak kenal.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (15)

“Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Rud turuti mbak ini, lepas ikatan kakinya Rud, cepat…,” Si tato tuyul tetap pada posisi siap menindih Mbak Ayu, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Gadis alim berjilbab itu yang merekah.

“Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..,” Mbak Ayu memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya.

Si tangan tompel segera melepas ikatan di kaki Mbak Ayu. Dari posisi itu nampak jelas penis Si tato tuyul sudah menempel di bibir vagina Gadis alim berjilbab itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (14)

“Sudah siap mbaakkhh.. ouh.. akan kuperawani kamu, mbak jilbab lonthekuu.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..,” Si tato tuyul menindih tubuh Mbak Ayu dan memegang kedua pipi Mbak Ayu agar wajah Gadis alim berjilbab itu menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Mbak Ayu.

“Tahan yah mbakk, agak sakit, tapi nantinya bakal enak deh.. saya ga bakal kasar kok kalo mbak nurut, siap yah..!” sahut Si tato tuyul lalu dia mulai menekan kepala penisnya yang sudah menempel di bibir vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu..

*****************

“Aahh…sakit…!! Oohh…tolong hentikan !” rintih Mbak Ayu menahan sakit sampai tubuhnya menggeliat dan dadanya terangkat hingga makin membusung, keringat mengucur membasahi tubuhnya.

“Sabar yah Non, sabar heheheh..” si tangan tompel sok menenangkannya sambil terkeheh.

“Sempit oi, enak banget bro!” teriak si tato tuyul sambil terus mendorong-dorongkan penisnya ke vagina Mbak Ayu.
Kepala penis yang seperti jamur itu sudah menancap di vagina Mbak Ayu, lalu Si tato tuyul mendorong lebih dalam lagi.
“Aakkhh…aaaahhh !” jerit Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu mengakhiri keperawanannya dengan tubuh makin mengejang.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (13)

“Pheeww…masuk juga akhirnya, asoy banget memek perawan nih !” kata Si tato tuyul sambil menghembuskan nafas panjang.
preman itu membiarkan sebentar penisnya menancap di sana merasakan eratnya himpitan vagina Gadis alim berjilbab itu yang baru sekali ini dimasuki benda itu. Terlihat sedikit darah menetes dari pinggir bibir kemaluannya, darah dari selaput daranya yang dia selama ini sangat dijaga oleh gadis berjilbab itu. Air mata yang meleleh dari matanya semakin banyak, dia merasa dirinya telah begitu kotor, saat itu juga terbayang wajah rekan2nya di pengajian, apakah dirinya yang telah ternoda itu masih pantas ada di pengajian itu,

. Sekarang Si tato tuyul memulai gerakan memompanya.

“Uuuhh…asyik baget memeknyahh.. uhh.. seret bangett.. !” komentar Si tato tuyul sambil terus menggenjot Gadis alim berjilbab itu.
“Ngghhh… amphuunnn.. jangahhnnn…tolong janganhhh… engghhhmmm… ouuhhhhggghhh… akhhhssss,” suara Mbak Ayu yang memekik menjerit dan memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Si tato tuyul mulai lancar memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (11)

Sangat terlihat jelas bagaimana tubuh mulus gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu menggelinjang setiap sentakan pinggul Si tato tuyul terjadi. Mbak Ayu mendesah tak karuan ditindih tubuh Si tato tuyul yang kekar. Perawakan Si tato tuyul agak pendek Tapi penis hitam Si tato tuyul jauh lebih panjang, gemuk dan lebih tegar dari tubuhnya. Bibir vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu sampai monyong-monyong didera penis Si tato tuyul. Si tato tuyul menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.

“Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh…,” Mbak Ayu terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan karena terangsang . kaki mulus Mbak Ayu kini justru merangkul pinggul Si tato tuyul yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.

“Ougghhh… argghhh… huh… nikmat sekalih tubuhmuuhh  mbak jilbabbhhh… ouhhh.. aaahhhhhkkkk…ouhhh nikhhhmmaaathhhh….,” Si tato tuyul mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Mbak Ayu dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Gadis alim berjilbab itu. Si tato tuyul mencapai puncaknya.

“Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuaskan si mbak” Si tangan tompel memposisikan diri diantara selakangan Lalila yang sudah basah kuyup oleh ludah si tato tuyul dan cairan cinta sang gadis alim berjilbab itu, menggantikan posisi Si tato tuyul.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (10)

Segera  Si tangan tompel sudah bugil menindih tubuh Mbak Ayu. Penis Si tangan tompel sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Si tangan tompel menggambarkan keperkasaan,

“Sudahhh… amphuunnn… jangan lagihh.. amphunnnhhh…,” pinggul Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu bergerak ingin menghindari penis Si tangan tompel yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.

“Tenang mbak sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar mbak puas..,” Si tangan tompel tiba-tiba menindih Mbak Ayu, ia melumat bibir ranum Mbak Ayu, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Mbak Ayu mulai mendesah, gerakan Si tangan tompel membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Si tato tuyul tadi. Terlihat bagaimana gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang menikmati vaginyanya, yangs elama ini ia anggap sebagai suatu dosa besar. Mbak Ayu terpejam dengan bibir terus dilumat Si tangan tompel, malah Gadis alim berjilbab itu nampak membalas lumatan-lumatan Si tangan tompel, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.

“Goyang yang keras bleh.. si mbak dah mau sampai puncak tuh…,” kata Si tato tuyul menyemangati temannya.
Sementara itu Mbak Ayu dan Si tangan tompel terus berpagutan bibir. Si tangan tompel menggocok semakin kencang, kaki Gadis alim berjilbab itu merangkul pinggul Si tangan tompel seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya.
“Oughh… ghimmana mbak jilbaabbhhh… enakkhhhss…??,” Si tangan tompel melepas pagutannya dan terus menggenjot Mbak Ayu sambil mengeluarkan obrolan nakal.

Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Mbak Ayu semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Si tangan tompel yang kekar.
“Gimana mak jilbabbhh… jawabbbhhh aghhh…,”

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (9)

“Ngghhhmm ahhsss….,” Mbak Ayu mendesis. Si tangan tompel menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu.

“Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,”

“Apa mbaakk??? Yang keras bilang…,”

“Ughhh… ssstnnikkhhmmmaatt… ssshhh aaahhh… ihhh…,”

“Enakh digoyanghhh… ayo bilang…,” Si tangan tompel terus memancing Mbak Ayu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (8)

Mbak Ayu menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes,mebasahi gamis Mbak Ayu yang masih terpakau, walau sudah tidak mampu menutup tubuh sekal sang gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Mbak Ayu dapat merasakan urat-urat penis Si tangan tompel yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Vaginanya yang perawan langsung diberi kenikmatan yang tiada tara oleh Benda panjang yang demikian keras dan perkasa itu hingga mampu memabukkanya dalam birahi, sebuah sensasi yang baru kali ini sang gadis alim berjilbab lugu itu rasakan.

“Apanya yang nikmat mbakhh? Apanya hah? Omong yang jelas!”

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (2)

“aahh.. sstthh.. peenniishhh..” desis Mbak Ayu penuh brahi..

“Kontol, gitu! Cepet, bilang!”

“Ssttt.. ahhgg.. konthhh… tholll… assttt  oughhh…,” Mbak Ayu menjawab refleks di luar kendalinya.

“Yahhkk begithuu mbak jilbab aliiimmhh… akhhhsss… nihhhh.. ouh…memekmu juga enakhh loh” Si tangan tompel semakin liar menggenjot Gadis alim berjilbab itu.

Kini kaki kanan Mbak Ayu diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Mbak Ayu kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi gadis alim berjilbab itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (7)

“Hajar terus bro!” Si tato tuyul terdengar terus menyemangati temannya.

“mbak jilbab enakhh diapainnn hahh..??,” Si tangan tompel memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Mbak Ayu menandakan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu hampir klimaks.

Terlihat wajah Mbak Ayu memareah dengan mata yang terpejam, sementara Si tangan tompel menggenjot Mbak Ayu sambil terus bertanya nakal. Si tato tuyul berusaha melepaskan ikatan tangan Mbak Ayu karena mengetahui gadis yang mereka nikmati itu sudah dalam kekuasaan mereka.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (3)

“Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss… ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt… akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm,”desah Gadis alim berjilbab itu.

“Diperkosa ini mbaakk.. enakhss diperkosaaa..??,”

“Yeahhh… akhhsss eeehhhnnn…naaakkhhh.. perkohhssaa…aahhhsss…,” Mbak Ayu menceracau mengukuti pertanyaan Si tangan tompel.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (6)

Tangan Mbak Ayu yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Si tangan tompel tapi justru merangkul leher Si tangan tompel dan meremasi rambut Si tangan tompel dari belakang. Gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu sudah mencapai klimaksnya, suara Mbak Ayu terdengar sangat menggairahkan saat itu. Tanpa sadar penis Rahmat mulai tegang, sungguh tak disangka, gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu terlihat begitu menikmati hubungan badan dengan pria yang telah memperkosanya.

“Ayooo.. mbak.. ahhh.. ayohh…,” Si tangan tompel juga hampir mencapai klimaks, secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Mbak Ayu.

Tubuh Mbak Ayu mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Si tangan tompel yang terus bergoyang di atas tubuhnya.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (6)

“Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm… emmphhhhpppp,” pertahanan Mbak Ayu akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Si tangan tompel, dan kepalanya terangkat meraih wajah pria itu. Saat klimaksnya membludak, Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu justru melumat bibir Si tangan tompel, memeluk Si tangan tompel kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.

“Akhhh… ouhh.. yeahhh.. yeahhhh… ouhhh… yeaaahhhhh…,” Si tangan tompel melenguh kejang melepas lumatan Mbak Ayu. Si tangan tompel juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Mbak Ayu, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (4)

Setelah puas, Si tangan tompel mencabut penisnya. Air sperma Si tangan tompel terhujam di dalam vagina Mbak Ayu perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Mbak Ayu. Si tangan tompel berbaring di sisi Mbak Ayu, sementara Si tato tuyul mengangkangkan kaki Mbak Ayu dan menguak vagina Mbak Ayu dengan tangan kirinya. Terlihat vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu masih berkedut-kedut.

Selanjutnya setelah kedua pemerkosa gadis alim berjilbab itu beristirahat sebentar, kedua pria itu mulai lagi menggarap Mbak Ayu yang sudah lemas secara threesome, Si tangan tompel duduk selonjoran sambil bersandar pada sebuah tiang dangau dan memaksa Mbak Ayu mengulum penisnya yang masih berlepotan cairan cinta mbak ayu dan spermanya, sementara dari belakangnya Si tato tuyul menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Si tato tuyul menyibak kembali gamis mbak ayu yang sesekali turun, dan juga menepuk pantat Gadis alim berjilbab itu yang semok itu. Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Si tangan tompel meleleh di bibir vagina gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (5)

Akhirnya mbak ayu yang alim dan berjilbab itu malam itu dibolak balik di dangau itu, diperkosa oleh dua orang prema n itu. Gadis alim berjilbab itu pingsan berkali-kali karena kelelahan setelah orgasme berkali-kali. Jilbab dan gamisnya yang berlepotan sperma dan cairan cintanya menjadi saksi bisu perkosaan itu.

NANING

Pada suatu hari, aku yang memutuskan untuk tinggal agak lama disebuah daerah diselatan jawa, aku melihat tiga sosok gadis berjilbab putih yang sedang berjalan ditrotoar. Melihat baju seragam smu yang mereka kenakan, pastilah mereka sedang bolos, karena saat itu masih pukul 10 pagi. Wah, anak gak baik-baik nih, kataku. Langsung otak nakalku bekerja. Dari belakangan mereka, memencet klakson motor, dan langsung berteriak, “ceeeeweeek!” pada mereka, dan langsung kabur. Mereke terlihat kaget bercampur kesal di kaca spion.

Hanya beberapa ratus meter berjalan, tiba-tiba aku merasakan motorku goyah. Wah, ban bocor nih, pikirku. Dan ternyata benar. Sial, pikirku. Terpaksalah aku turun dan menuntun motorku menuju tambal ban.

Sembari menunggu proses penambalan ban selesai, aku membeli mi ayam didepan tukang tambal ban. Ketika menunggu mi ayam yang kupesan matang, tiba-tiba datang tiga siswi sma yang tadi kugoda, masuk ke warung mi ayam yang sepi itu.

“hayoooo!! Ini dia tadi nih, yang goda kita!” kata seorang siswi berjilbab tadi. Aku hnya tersenyum simpul. :habisnya kalian cantik sih, jadi ya kugoda.” Kataku santai. Langsung aku mempersilahkan mereka duduk didekatku. Siswi yang tadi berbicara padaku mengambil tepat disisiku, sementara dua orang siswi berjilbab temannya berada didepanku, duduk berhadapan. Akhirnya aku berkenalan dengan ketiganya, sembari berbaik hati memntarktir mereka mi ayam, sekedar permohonan maaf diriku atas tingkahku menggoda mereka. Otak ngeres hunterku mulai bekerja. Aku jadi mulai horny, dan mulai membayangkan mereka bertiga ini merintih dan mendesah ketika memeknya kusodok memakai kontol besarku.

Oh ya, sekedar untuk gambaran, tiga orang gadis tadi adalah siswi sebuah sma islam didaerah itu. yang satu bernama Naning, yang cerewat tapi manis, yang tadi mengajakku berbicara, lalu Maya, si gadis berjilbab pendiam lagi pemalu yang sekal dengan kulit kuning langsat berdada montok, lalu yang terakhir adalah Sari, gadis berjilbab pendiam yang masih lugu dan manis berlesung pipit. Akhirnya percakapan kami ditutup dengan saling bertukar nomor handphone. Ketika mereka berlalu dan aku sudah kembali diatas motor binter kesayanganku, aku mulai berpikir untuk mencicipi tubuh ranum mereka.

Beberapa hari kemudian, tepatnya seminggu setelah pertemuanku dengan tiga gadis berjilbab itu, iseng kumisscall Naning, si gadis manis berjilbab yang ceriwis. Kontolku berdiri ketika kubayangkan mulutnya yang indah menyepong-nyepong kontolku. Eh, tiba-tiba ia misscall balik. Langsung naluriku berkata kalo ini waktu yang tepat. Ku sms dia. “boring nih. Kamu lagi bolos gak? Jalan2 yuk.” Tulisku. Karena memang waktu masih menunjukkan jam 09.10 pagi, jadi pastilah dia masih disekolah. Tak beberapa lama siswi berjilbab yang manis itu membalas. “sama boringnya. Ayuk. Kutunggu jam 0945 didepan sekolah ya.” Katanya. Wah, kesempatan nih. Langsung aku keluar dari hotel, naik motor, tarik gas ke smanya.

Sesampai didepan smanya, terlihat dia sedang berdiri didepan gerbang, terlihat cantik dengan jilbab putih dan sragam abu-abu putih panjang longgarnya. Ketika ia melihatku, langsung ia tersenyum. Segera aku berhenti disampingnya, langsung ia naik keboncengan motorku dan segera kami pergi dari tempat itu.

“kemana nih?” tanyaku, masih diatas sepeda motor yang melaju. “Naning manut aja mas, ikut mas.” Kata naning. Kulirik kaca spion, terlihat wajahnya yang cantik terbungkus jilbab lebar. Duduknya yang miring karena memakai rok membuatku hanya bisa melihat sesisi wajahnya, namun tetap dia cantik. Tiba2 ia menyadari pandanganku. Dengan wajah yang bersemu merah ia mencubitku kecil. “hayoo! Gak boleh lirik2! Liat depan!” katanya. Senyum malunya semakin membuat birahiku meninggi. Akhirnya setelah kutanya daerah sekitar situ yang cocok untuk berduaan, sambil malu2 ia menyebutkan beberapa tempat. Akhirnya kuputuskan ke sebuah pantai disebelah selatan kota yang memang tidak jauh dari sekolah Naning. Sekitar 20 menit perjalanan.

Sesampainya disana, langsung aku memarkirkan motorku disebuah tempat parkir yang sepi. Memang situasi pantai itu sepi, karena selain hari itu bukan hari libur dan masih pagi, kami memang memilih pantai yang tidak ramai, jadi bukan pas di pantainya yang terkenal, namun agak kebarat, disebuah pantai tak bernama.

Segera kami berdua berjalan-jalan dipinggir laut, bercerita dan bercanda. Semakin lama kami berjalan semakin menjauh dari penitipan motor dan gubug makan yang ada dipinggir pantai itu. Kami sampai dipinggir pantai, dimana dibelakang kami hanya ada hutan cemara yang pendek dan rimbun.

“emm…naning sudah punya pacar?” tanyaku memancing. Naning memandangku sambil wajahnya bersemu merah. Gadis ceriwis manis yang ebrjilbab itu hari ini wajahnya sering terlihat bersemu merah karena kugoda. Ia menggeleng. “lagi gak punya mas.” Katanya. Ia berjalan agak masuk kedalam hutan cemara menghindari sinar matahari lalu duduk ditanah yang terselimuti daun cemara yang tebal. Aku segera duduk disamping kirinya. “lagi gak punya, berarti pernah punya? Putus ya? Kenapa?” tanyaku lagi. “pacar Naning suka nakal.” Katanya. Wajahnya kembali bersemu merah. “nakalnya kenapa? Apa kayak gini…” tanyaku memancing, sambil tangan kiriku meraih tangan gadis berjilbab itu, lalu membelai dan meremasnya lembut. Ia memandangku. Tatapannya sayu, setengah ingin menolak, namun tak bisa. Tapi segera ia mengangguk. “atau kayak gini?” tanyaku lagi. Tangan kiriku berpindah ke pahanya yang masih tertutup rok abu-abu panjang, lalu meremasnya dari luar roknya. Ia mengangguk lagi. Wajah ayu terbungkus jilbab osis itu semakin memerah. Tatapannya sayu. Gadis manis berjilbab ini sudah dalam genggamanku.

“dia juga maksa megang-megang dada Naning…” bisik Naning lirih. Pemberitahuannya itu seolah meminta aku untuk meraba dadanya yang ranum, tertutup baju osis dan jilbab. Sementara itu tubuhku sudah merapat. Dadaku sudah rapat dengan sisi tubuh Naning. Tangan kananku mmemeluk pundaknya tanpa dia memberikan perlawanan.

“mantan pacar Naning nakal ya… ntar biar mas kasih pelajaran.” Bisikku ketelinga Naning. Naning tersenyum simpul. Tak tahan lagi, aku mencium pipinya yang putih mulus. Siswi berjilbab itu mendesah, sambil matanya terpejam. Namun langsung ia sedikit berontak. “jangan mas…” bisiknya. Hanya sekedar rontaan tak berarti, untuk menjaga harga dirinya, pikirku. Aku sudah berpengalaman dengan itu. Sedikit rayuan pasti menyelesaikan segalanya.

“ssstt…” bisikku. Lalu menciumnya lagi dengan lebih lembut. Kembali dia mendesah dengan mata terpejam. Rontaannya masih tersisa, namun hanya sedikit perbedaannya dengan geliat birahi seorang gadis belia yang sudah terangsang. Dengan tangan kananku, kutolehkan wajahnya yang manis kearahku. Kutatap matanya dalam-dalam. Aku ebrusaha mendapat kepercayaannya, dan berhasil. Tatapannya semakin sayu, pasrah.

Dengan pelan dan lembut kukecup bibirnya yang merah ranum, ia kembali mendesah. Ciumanku terus kulanjutkan, sembari kutingkatkan menjadi pagutan-pagutan dan kuluman kuluman. Akhirnya mulutnya mulai membuka, sembari matanya terpejam, mempersilahkan lidahku masuk dan membelit lidahnya. Tanpa basa-basi kami sudah larut dalam ciuman yang sangat panjang. Tanganku pelan2 mulai turun meraba kedua buah dadanya yang padat, dan tangan satunya membelai kepalanya yang masih terbalut jilbab putih. Merasa sesuatu ada yang menyentuh buah dadanya, Naning sedikit meronta. Namun karena pelan dan lembutnya aku memainkan tempo, akhirnya rontaannya erangsur-angsur hilang. Dari bibirnya mulai keluar suara yang kurasa adalah kenikmatannya. Aku tidak berhenti melakukan gerilya di sekujur tubuhnya. Kusampirkan ujung ujung jilbabnya kepundaknya, lalu kubuka satu persatu kancing hem osisnya. Dari baju kubuka terlihat buah dada yang padat berisi ditutupi oleh kutang berwarna merah muda, kedua tanganku beralih ke belakang tubuhnya untuk melepas BH-nya, karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menjilati buah dadanya. “jaangan masshh…”dari bibirnya yang terlepas dari kulumanku terbisikkan kata itu. Kata yang tak berbarti, karena terlihat tubuhnya sudah pasrah.

Setelah aku sanggup melepas BHnya, aku hanya bergumam dalam hati, wah ini baru namanya buah dada, putingnya yang merah muda kecil yang seperti buah cerry langsung kulumat. Naning langsung merintih dan mendesah. Aku berani bertaruh ia belum pernah merasakan seperti itu, dan perasaannya sekarang seakan terbang ke awan. Wajahku bergantian ke kanan dan ke kiri untuk melumat buah dadanya. Ketika aku mencuri pandang kewajahnya yang ayu, dara muda cantik berjilbab putih ini terlihat semakin cantik. Tergambarkan perasaan yang campur aduk diwajahnya. Antara menolak, bingung, malu, tapi juga kenikmatan. Itu semua membuat gadis belia berjilbab ini semakin cantik, dan membuat birahiku semagin memuncak.

Sampai akhirnya aku memutuskan untuk bermain dengan memeknya. Aku tahu gadis ini sudah tak berkutik. Segera tanganku yang satu turun dan membelai pahanya dari luar rok panjanynga, lalu pelan-pelan masuk ke pangkal pahanya, menyentuh memeknya. Ia menggelinjang pelan. Rintihan gadis berjilbab itu semakin kerah. Segera aku sedikit mendorong bidadari sma berjilbab yang sudah birahi dan pasrah ini telentang beralaskan daun-daun cemara yang berguguran. Terasa empuk tanah tempat kami bercumbu. Segera kusibakkan roknya kepinggangnya, dan langsung kupelorotkan celana dalam putih berendanya. Gadis berjilbab itu memejamkan matanya rapat. Kedua tangannya ia gunakan untuk menutup mulutnya, seolah berusaha menahan rintihan dan desahan birahi.

Jantungku berhenti sejenak untuk menyaksikan kulit putih yang ada di hadapanku, sekali lagi aku bergumam, aduh mulusnya tubuh putih gadis smu berjilbab ini. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka ikat pinggang dan retsletingku,. Nafasnya yang terputus-putus menandakan dia sudah tidak tahan lagi. Aku sedikit tergesa-gesa membuka celanaku, tidak ingin kehilangan kesempatan emas.segera aku menindihkan tubuhku di tubuhnya. “maassss…jangaanhh..” desis Naning walau tanpa daya.

Dimulai dengan mengecup bibir mungilnya, aku mulai kembali melakukan agresi ke bagian kemaluannya yang berbulu tipis lembut. Jariku mulai mengarah ke rerumputan di sekitarnya dan kulihat matanya merem melek menahan nikmat yang dirasakan. Beberapa saat ia memandangku. Ttapannya bercampur antara marah, malu, tapi juga birahi. “jangan maasss… ini dosaa…” katanya. Aku tersenyum. Tenang Ning.. mas sayang sama kamu.. gak akan sakit.. dinikmati aja yah sayaang…” kataku merayu, sambil beberapa kali mencium bibir, pipi, mata dan keningnya. Wajahnya yang berjilbab sudah berkeringat. Keringat birahi, pikirku.

Pelan-pelan, seiring dengan pandainya jariku membelai dan menggaruk memeknya, Pinggulnya mulai bergoyang ke kiri dan ke kanan seakan ingin mengarahkan jari-jariku untuk masuk ke tempat yang lebih dalam. Begitu jariku mulai meniti ke arah yang lebih dalam, kurasakan jariku basah oleh cairan itulah yang keluar bila seorang wanita mulai terangsang. Semakin lama aku bermain, semakin gadis alim berjilbab itu bergerak lebih agresif dengan mengepitkan kedua pahanya dan tanganku kurasakan tak dapat bergerak oleh hempitan kedua pahanya yang sangat mulus. Hingga saat yang tak kuduga dia mengeluarkan suara tersendat-sendat dengan seluruh tubuh mengejang. Naning berkata, “Akh.. Mass.. mmhh..naniiiingg…pipiiiiissshhh….” dengan ucapan yang tak ada hentinya dan kata terakhir yang panjang, “Aaahh..” dan seluruh tubuhnya mulai melemah, tergolek lemas ditanah beralas dedaunan cemara, dipinggir pantai yang sepi itu.

Aku tak mau kalah dengan situasi seperti ini, karena akulah yang ingin sekali merasakan kenikmatan tubuh mulusnya itu. Dengan senjataku yang telah siap untuk mencari mangsa dan siap untuk diberi tugas. Dengan mata yang tegang dia melihat ke arah kontol-ku, seperti ingin melahap apa yang ada di hadapannya. Naning bergumam, “Mas.. jangan maasss… ntar sakiiit…”katanya.aku agak bingung, darimana dia tahu kalau sakit. Tapi tetap langsung kutancap gas saja, secara perlahan mulai kuarahkan kontol-ku ke kemaluannya, tapi aku susah sekali untuk memulai karena mungkin baru pertama kali ini dia melakukan berhubungan layaknya suami istri. Kubuka kedua belah kakiputih gadis smu berjilbab itu sehingga tampaklah memeknya yang indah, merah muda dan ranum, ditumbuhi bulu halus.

Akhirnya kontolku mulai menemukan lubang sempit memek gadis berjilbab itu. Sedikit demi sedikit kutekan secara perlahan dan dia mengeluarkan desisan yang membuat badanku seperti bersemangat. Dengan bibir digigit dia menahan rasa, entah sakit atau kenikmatan tapi yang kutahu dia mengeluarkan kata “Sstt.. aakkhh..Mass..sakiit…mmmhhh…” aku tahu, pastilah saat pertama akan sakit, tapi birahiku sudah tinggi sehingga aku tak mau ambil pusing. Langsung kugenjot saja kontolku kedalam memeknya. Jeritannya terdengar ketika aku dengans edikit memaksa berhasil menembus selaput perawannya, membuat air mata terlihat muncul menetes kesamping kiri kanan matanya. Tapi genjotanku yang tetap kuteruskan, sembari kutambah dengan rangsangan di buah dada ranumnya juga ciuman disejukur penjuru tubuhnya membuat rintihan dan erangan kesakitannya pelan-pelan berubah menjadi desahan birahi dan kenikmatan. “hhh…mmhh..heegghh.. oohh..oh..oh..ah..” bibirnya sedikit terbuka dengan mata yang tertutup, basah dengan airmata. Siswi smu yang berjilbab itu merintih2 kugenjot memeknya dibawah rimbunnya hutan cemara dipinggir pantai yang sepi itu.

Kuangkat kedua tangannya dan kutaruh agar memeluk punggungku. Wajahnya yang berjilbab ebrkeringat. Aku makin bersemangat bergerak maju dan mundur secara perlahan-lahan, semakin terasa kontol-ku mudah melakukan gerakan maju-mundur di dalam vaginanya, maka semakin kencang dan nikmat aku beradu untuk mencapai kenikmatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Setelah beberapa saat aku merubah gaya bermainku dengan kedua kakinya kuangkat tinggi di bahuku. Dan permainan berlanjut dengan desahan-desahan nikmat. Kuperhatikan wajahnya yang cantik berjilbab epperti menahan sakit atau apa, kedua tangannya mencengkeram erat kakinya sendiri yang terangkat dikiri kanan pundakku dan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil mengeluarkan kata-kata yang tak menentu, “Aaakkhh.. Mass.. aduuhh..udahh..mmhh.. Mass.. aahhkk.. akuu.. udahh.. gaakk.. tahaann nihh.. aduhh.. Mass.. enakk Mas..” gadis siswa sma yang berjilbab itu meracau tidak karuan antara menolak dan menikmati permainanku.. Keringat mulai keluar di sekujur tubuh kami dan sudah tak terhitung berapa kali kontolku keluar masuk ke vaginanya. Tanganku yang tak pernah berhenti memutar, menekan dan meremas buah dadanya bahkan sekali-kali aku melumatnya dengan nafsu yang membara, dia pun setengah berteriak, “Aahk.. Maass.. uuhggk.. Mass.. eemmhh..” begitu seterusnya.

Dan aku merasakan ada sesuatu yang menjepit keras di kemaluanku, rupanya gadis belia berjilbab itu sudah akan mencapai puncaknya. “Aaahhkk.. Mas.. aku.. pipisss lagiihhhh… Mas.. aahhkk.. uughh.. Maas..!” sambil memeluk erat tubuhku dan terasa kuku-kukunya mencabik pundakku. Aku hanya mendesis sejenak, setelah dia sudah keluar, aku mulai dengan kegiatanku semula. Secara perlahan aku mulai menggoyangkan pinggulku maju-mundur secara teratur, dia merasakan kesakitan atau kenikmatan aku tak tahu, yang jelas tubuhnya terasa mengikuti ritme goyanganku. Kemudian aku berganti posisi. Aku duduk selonjor bersandar pada batang cemara. Kedua kakiku kuluruskan, lalu kutarik tubuh Naning keatasku. Gadis sma berjilbab itu membengkangkan kedua pahanya dan tangannya meraih kontol-ku dan memasukkan ke dalam vaginanya. “ahh..kamu sudah mulai pintar, sayaang…” bisikku ketelinganya. Langusng kusibakkan jilbabnya keatas,s ehingga buah dadanya yang tadi tertutup kembali terlihat. Kusedot dan kujilat-jilat, menanti masuknya kontolku kememeknya. “Blep..” begitulah kira-kira antara pertemuan dua kemaluan yang sangat cocok sekali seperti mur dan baut.

Dengan perlahan dia menggoyangkan pinggulnya ke atas dan bawah, “Aaahhkk.. eemmhh.. enak Mas..oouugghh…” sambil kedua tanganku terus membelai dan melumat salah satu dari buah dadanya itu. Rupanya murid baru yang berjilbab di mata pelajaran seksku ini benar-benar pandai. dia semakin pandai menggoyangkan pinggulnya yang indah bagaikan body gitar, membuat kontolku terasa dipelintir-pelintir. Aku mulai tidak tahan dengan irama permainannya yang sungguh nikmat sekali. Mulutku semakin gencar menikmati buah dadanya yang ranum. Goyangan kami berdua semakin cepat. Aku tahu gadis berjilbab ini akan meraih orgasmenya yang ketiga, dan sepertinya kontolku juga akan menyemprotkan laharnya.

“Ssst.. aahk.. Mas…. aku mau pipis lagiihhh.. teruss.. Mas cium teruss.. Mass.. aahhkk..”
Sambil aku berhitung, “Satu..”
“Aaahkk..” ucapnya.
“Dua..””Uuughh Mass.. iiyaa.. Mass.. aakuu.. aakkhh..””Tii.. gaa..”
Kami bersama-sama mengeluarkan kata, “Aaahkkggk..” dan berpelukan erat sekali seperti tak ingin menyiakannya, kontolku memuntahkan laharnya. Naning masih terus menggoyangkan pinggulnya, sambil tubuhnya mengejat-kejat.

Sampai akhirnya kami lemas terkulai berdua ditanah itu. Setelah beberapa saat kulirik keadaannya. Gadis siswi sma itu terlentang. Bajunya awut2an. Dadanya yang terbuka memperlihatkan buah dada yang penuh air liur dan cupanganku. Jilbabnya sudah tersingkap kelehernya, basah oleh keringat kami berdua. Roknya yang tersingkap tanpa memakai celana dalam memperlihatkan memek yang sudah basah oleh air cintanya, spermaku dan bercak-bercak darah keperawanannya. Terdengar isak tangis tertahannya. Kudekati wajahnya, dan kucium dengan penuh rasa sayang. “maafin mas yah… mas lepas kendali..” bisikku. Padahal sebenarnya memang menikmati tubuhnyalah rencanaku. Ia mengangguk pelan. “nggak papa mas.. Naning juga salah… naning cuman takut hamil..” katanya lagi, masih terisak-isak kecil. “tenang sayang…mas sayang kamu… nanti mas belikan obat anti hamil yang manjur…” bisikku ketelinganya yang masih memakai jilbab. Nikmat sekali gadis alim berjilbab ini.

TIA

Nasib itu ada di tangan Tuhan. Seringkali aku memikirkan kalimat ini. Rasanya ada benarnya juga. Tapi apakah ini nasib yang digariskan Tuhan aku tidak tau mungkin lebih tepat ini adalah godaan dari setan. Seperti pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor aku duduk di sebelah akhwat cantik dengan jilbab dengan tinggi 150 cm, umur sekitar 27 tahun, bertubuh sekal dan berkulit putih (keliatan dari kulit wajah dan telapak tangannya).

 Mula-mula aku tidak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika ketika akhwat berjilbab di sebelahku menarik tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yang berdering. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yang dipakainya. Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku menjadi bangkit. Aku lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari informasi. Sepertinya sudah alamnya ketika kita kepepet seringkali ada ide yang keluar.

 Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku sudah meluncur ucapan ,”Wachhh… hobinya sama juga yach !”

 Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich

 “Hobi apaan ?” tanyanya.

 “Itu nitip absen”, sahutku dan dia tertawa kecil.

 “Tau aja kamu. Dasar tukang nguping”, sahutnya.

 Akhirnya obrolan bergulir. Selama percakapan aku tidak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu.

 Sampai akhirnya dia ngomong “kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.”

 “Maksud kamu ?” tanyaku lagi.

 “Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon.”

 Setelah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, biasa dipanggil Tia. Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. Dua hari kemudian aku bertemu dia lagi. Akhwat manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia Hari itu punya banyak cerita konyol. Pagi itu kami menjadi lebih akrab.

 Sambil bercanda tiba-tiba dia berkata “Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kamu jago ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yang kamu pacarin”

 Sumpah mati aku kaget sekali denger omongan dia. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung aku ceritain aja ke dia kalo aku sudah beristri dan punya anak. Ech rupanya dia biasa aja, justru aku yang jadi kaget karena ternyata dia sudah nggak perawan lagi karena pernah MBA waktu lulus sekolah dulu. Sekarang dia sudah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda. Selanjutnya sudah bisa ditebak. Obrolan sudah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex sudah di depan mata.

 Sampai suatu sore setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami sudah akrab dan menempel. Bahkan Tia tidak sungkan lagi mencubit aku setiap dia menahan tawa atau tidak tahan aku goda. Beberapa kali ketika dia mencubit aku tahan tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan ketika akhirnya tangan kirinya aku tumpangkan di pahaku dan aku elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol.

 Akhirnya dia sadar dan berbisik, “Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho.”

 “Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kamu,” sahutku sambil nyengir.

 “Dasar gila kamu,” katanya sambil menyubit pahaku.

 Serrrrrr…, pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang. Aku lihat bangku sekelilingku sudah kosong sementara suasana gelap malam membuat suasana di dalam bis agak remang-remang. Aku angkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. Akhhhhh… sudah ada lampu hijau pikirku.

 Akhirnya aku teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya dia menikmati sensasi hisapan di jarinya. Wajahnya yang dihiasi jilbab itu tampak sendu terlihat cantik sekali. Dan akhirnya dia menyender ke samping pundakku

 Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku sudah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan terasa bertambah panjang beberapa mili.

 Sementara itu tangannya juga tidak tinggal diam mulai mengelus-ngelus kontolku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas kontolku yang sudah tegang. Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. Aku tidak dapat berbuat banyak karena posisinya tidak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan birahi kami merapikan pakaian masing-masing. Turun dari bis aku bilang mau anter dia sampai dekat rumahnya.

 Aku tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan aku sudah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di daerah itu. Tampaknya janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya. Dan ketika kita melewati jalan yang sepi tersebut secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut jilbab merah muda model modis dan langsung mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula akhwat berjilbab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Tangannya langsung beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt… aku tarik kasar cdnya…, jariku langsung menyelusup masuk ke memeknya terasa hangat dan licin. Rupanya dia sangat terangsang sejak di bis tadi. Di tengah deru nafasnya

 Tia berdesah : “Ayo mas… masukin aja… aku kepengen banget nech. Hhhhhh…

 “Sebentar sayang”, sahutku, “Kita cari tempat yang aman.”

 Aku tarik dia melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon aku senderkan dia dan setelah menarik rok panjang model ketatnya itu sampai sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan kontolku ke memeknya tapi cukup sulit juga. Akhirnya dia menuntun kontolku memasuki memeknya.

 ?Emmhhh…!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung kontolku mulai penetrasi kedalam memeknya.

 Luar biasa, itulah sensasi yang aku rasakan ketika kontolku mulai menyeruak memasuki memeknya yang sudah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru mobil yang melintasi jalan tol aku memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat mencapai pangkal kontolku. Tia menyambut dengan menggigit pundakku setiap aku menghentak kontolku masuk kedalam memeknya.

 “Ooochhhh… auchhhh… Masssss… oochhh…”, desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar suara orang melintasi jalan dibalik pagar.

 Namun lokasi kami cukup aman karena gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat. Bahkan mungkin orang yang berjalan itu tidak akan berpikir ada sepasang manusia yang cukup gila untuk ber cinta di pinggir jalan tol tersebut.

 “Gantian mas… aku cape”, katanya

 Aku lantas duduk menyandar dan perempuan muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yang kusingkap tadi agar tidak jatuh kebawah. Kemudian Tia mulai berjongkok mengarahkan memeknya. Ketika kontolku kembali menyeruak diantara daging lembut memeknya yang sudah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, dia mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju mundur sambil sesekali memutar. Kenikmatan itu kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya ketika aku membantu dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik pantatnya. Desahan suaranya makin keras setiap kali kemaluan kami bergesekan, “uchhhhh… ssshhh… uchhhhh…”.

 Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yang tercipta dari pergesekan bulu kemaluan kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya.

 “Terus sayang… ayo terus”, desahku.

 Keringat sudah membasahi punggungnya dan gerakan kami sudah mulai melambat namun tekanan semakin ditingkatkan untuk mengimbangi rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami. Berdenyut dan ujung kontolku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan memeknya lebih keras lagi.

 “Hegghhhhhh… hhhegghhhh… heghhh… terus mas… sodok… sodok terussss… mas… yachhh… disitu… terus… terussss… ooocchhhhhhh”, dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab.

 Tia menekan dan menjepit keras kontolku sementara memeknya terus berdenyut-denyut.

 ?Mass…mmhh…oouuccchh…?, pekiknya tertahan sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab itu tatkala mencapai puncaknya. Aku hanya bisa terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu dia selesai orgasme

 Ketika jepitannya mulai mengendur aku langsung bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam memeknya. Aku sodokan kontolku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang menikmati aliran rasa yang menerjang keluar dari tubuhku itu. Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang… akhirnya tersenyum dan tertawa.

 “Kamu memang bener-bener gila, tapi jujur aku sangat menyukai bercinta dengan cara seperti ini. Aku belum pernah senikmat ini bercinta.” akunya.

 “He.. he.. he.. sama donk”, kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis itu sementara kemaluanku mulai mengendur di dalam memeknya.

 Setelah itu kami merapikan pakaian masing dan berjanji untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari mendatang.

KISAH KELABU HANIFAH

Hanifah menangis tak berdaya menahan gejolak nafsunya. Tejo mulai menggerakkan kepala Hanifah yang tertutup jilbab naik turun, mengocok penisnya dengan mulutnya, sambil tangan kanannya mulai menggerayangi..

Tubuhnya yang langsing, padat dan dapat dibilang cukup menggiurkan untuk anak seusianya selalu tertutup oleh pakaian longgar. Rambutnya yang pendek ala Demi Moore selalu tertutup dengan jilbab lebar. Ia sangat menjaga penampilannya karena dia tahu, wajahnya yang cantik pastilah mengundang banyak laki2, dan sangat berbahaya jika dia tidak menjaganya. Apalagi usianya yang baru menginjak 17 tahun adalah usia dimana seorang gadis sedang ranum-ranumnya. Namun ternyata justru usahanya dalam menjaga dirinya malah membuat banyak laki2 penasaran untuk menyetubuhinya. Salah satunya adalah tetangganya, Tejo.

Hanifah, walaupun selalu berusaha menjaga dirinya, memang cukup supel dalam bergaul. Suatu malam Hanifah pulang dari menghadiri suatu acara rohani di sekolahnya dan ketika menunggu bis, Tejo muncul dan menawarkan diri untuk mengantarnya. Tejo, yang sudang mengintai mangsanya sejak seminggu lalu, tahu inilah kesempatan terbaiknya. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk obat perangsang yang sangat kuat, dan sebuah tustel. Karena takut kehabisan bis dan karena paksaan halus dari Tejo, jadilah Hanifah pulang bersama Tejo. Tejo sengaja mengambil jalan memutar lewat pinggiran kota yang sepi. Saat itu Tejo juga sudah sangat terangsang melihat baju hitam longgar dan rok hitam panjang yang dipadukan dengan jilbab lebar putih. Nuansa hitam yang dikenakan Hanifah membuat dirinya tampak misterius, sehingga Tejo semakin bernafsu untuk mengetahui lekuk tubuh yang tersembunyi itu.

Hanifah terkejut merasakan sesuatu terjadi dalam tubuhnya. Ia merasa terangsang, sangat terangsang. Hanifah tak tahu Tejo sudah mencampur minuman yang tadi ditawarkan Tejo dan diminum gadis berjilbab itu dengan obat perangsang dosis tinggi. Lelaki itu tersenyum melihat Hanifah gelisah. Tiba-tiba Tejo menghentikan mobilnya ditepi jalan yang sepi.

“Hanifah, kau mau ini??” Tejo tiba-tiba menurunkan retsletingnya, mengeluarkan penisnya yang talah mengeras dan membesar. Hanifah yang selama ini belum pernah melihat penis laki2 secara langsung menatapnya terkejut, tubuhnya lemas tak berdaya, “J.. Jaangan. Tejo. Aku.. Harus balik.”

Tejo menarik kepala Hanifah yang terbungkus jilbab lebar, menundukkan gadis itu, menghadapkannya pada penisnya. Hanifah tak bisa menguasai dirinya, langsung membuka mulutnya dan segera saja Tejo mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Hanifah yang masih perawan.

“Akhh..enak sekali mulut cewek berjilbab…..” Tejo mengerang nikmat.

Hanifah menangis tak berdaya menahan gejolak nafsunya. Tejo mulai menggerakkan kepala Hanifah yang tertutup jilbab naik turun, mengocok penisnya dengan mulutnya, sambil tangan kanannya mulai menggerayangi pantat Hanifah yang tertututup rok panjang dan meremas-remasnya. Suara berdecak-decak liur Hanifah terdengar jelas. Tiba-tiba Tejo mengangkat kepala Hanifah hingga Hanifah tersandar kembali ke jok.

“Sudah..! Tejo!! Sudah..!” Hanifah menangis sesenggukan, terengah-engah. Air liurnya yang berlepotan menetes sampai membasahi jilbabnya.

Tubuhnya lemas. Tejo dengan cepat menyibakkan jilbab lebar Hanifah dan menyampirkannya ke pundak Hanifah sehingga terlihat dua bukit payudara gadis berjilbab itu yang menggunduk di balik baju longgar hitam yang Hanifah pakai.

Dengan penuh nafsu Tejo meremas-remas payudara gadis berjibab itu dari balik baju hitamnya dan segera membuka kancingnya. Lalu disibakkan baju longgar hitam yg sudah terbuka kancingnya itu, sehingga terlihatlah bh putih yang dikenakan gadis bercadar itu membungkus dua bukit indahnya yang besar menantang kencang menculat keluar. Kemudian ia membuka kancing rok panjang Hanifah dengan tak sabar, memelorotkannya hingga lepas. Tubuh Hanifah yang langsing dan sintal itu kini bawahannya hanya dibalut baju yang sudah terbuka, bra dan celana dalam katun hitamnya. Jilbab yang masih dikenakan Hanifah membuat Tejo semakin bernafsu.

“Oii Hanifah, kau ni bahenol nian. Aku ingin menyetubuhimu…..”

Tejo menarik Hanifah yang sudah lemas karena pengaruh obat perangsang dan melentangkannya di jok belakang kijang itu. Hanifah hanya mampu manangis sambil terengah engah. Tejo menarik celana dalam Hanifah dengan cepat, kemudian melepas paksa baju hitamnya dan menarik putus branya. Hanifah telanjang bulat dengan hanya jilbab yang menutupi bagian kepalanya. Kemudian Tejo mengambil sebuah tustel dan memfoto Hanifah beberapa kali. Tejo membukai pakaiannya sendiri dengan bernafsu. Melihat gadis yang masih mengenakan jilbabnya, namun bagian tubuh bawahnya telanjang, Joni menjadi semakin bernafsu.

Hanifah terus menangis tak berdaya melihat kemaluan Tejo yang besar dan panjang. Tejo mulai mengangkangkan kaki gadis itu kemudian menindihi Hanifah dengan bernafsu. Payudara Hanifah yang putih, kejal dan kencang disedot sedotnya hingga tubuh gadis berjilbab itu menggeliat geliat tak menentu.

“Ahh.. R.. Tejo.. S.. Sudahh.. Jangan..”

Melihat Hanifah menggeliat-geliat, menangis tak berdaya antara menikmati dan ingin berontak membuat Tejo semakin bernafsu. Sementara mulutnya sibuk mengulum mulut Hanifah, Tejo mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Hanifah. Hanifah menjerit ketika tiba-tiba Tejo menekan pinggulnya keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam tubuh Hanifah, merobek selaput daranya, yang ia jaga untuk suaminya kelak. Tejo mulai menggenjot gadis itu. Kedua tangan Hanifah ditekannya di atas kepala Hanifah di atas jok, sementara ia mengayun, menyetubuhi Hanifah dengan kasar dan bersemangat.

“Ohhs.. Shh. Oh. Hanifah…enak nian… Memek gadis berjilbab… Ssh..” Tejo mendesis desis nikmat.

Hanifah hanya bisa menangis tak berdaya, tubuhnya terguncang-guncang kasar, kijang itu terasa ikut berderit-derit bergerak mengikuti gerakan mereka berdua. Lama-kelamaan rasa sakit yang dirasakan gadis berjilbab itu berkurang, tergantikan dengan rasa nikmat. Tiba-tiba Hanifah yang sudah terpengaruh obat perangsang merasakan seluruh tubuhnya mengejang dalam kenikmatan. Hanifah mengerang dan menjerit keras, kemudian lemas. Ia orgasme. Sementara Tejo tidak peduli terus menggenjot Hanifah dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina dan darah perawan Hanifah yang mengalir deras.

Tejo berhenti bergerak kemudian membalik Hanifah, menengkurapkankannya.

“Sss.. Sudah Tejo. Sss sudah.. Jangan.”

Hanifah hanya bisa memohon dan menangis pasrah.

Tejo tidak peduli, ia mulai membukai lubang anus Hanifah dengan jari-jarinya.

“Aku ingin nyodomi kau Hanifah.. Tahan.” Tejo terengah-engah bernafsu.

Hanifah menahan nafas ketika dirasakannya kepala penis Tejo yang besar mulai memaksa membuka lubang duburnya yang sempit.

“AAKKHH!! Ampunn. R.. Tejo.. AkhhH!! SAKIT!!” Hanifah meronta hingga Tejo terjatuh dari jok.

Secara reflek Hanifah membuka pintu mobil dan berlari keluar, namun perih di selangkangannya membuatnya limbung dan tersungkur di semak belukar. Mereka berada dipinggiran kota ******* yang gelap dan penuh belukar. Tejo segera menyergap dari belakang, memiting tangan Hanifah kemudian mengikatnya. Kemudian menyusul kedua kakinya. Hanifah tertelungkup tak berdaya, menangis memohon,

“Ampun Tejo.. Jangan..”

Tanpa menunggu lagi Tejo kembali menindih punggung gadis berjilbab itu, kemudian memaksakan penisnya masuk ke lubang dubur Hanifah.

“AKHH!!” Hanifah menjerit kesakitan ketika Tejo mendesak masuk, senti demi senti. “Nikmati ajalah…. Hanifahn.. ssssshhH!” Tiba-tiba Tejo menekan dengan keras, membuat seluruh batang penisnya masuk ke dubur gadis itu.

Tubuh Hanifah mengejang kesakitan. Pandangannya berkunang-kunang menahan sakit. Walaupun penis Tejo sudah dibasahi cairan vaginanya, masih tetap terasa seret dan kesat. Kini Tejo mulai mengeluar masukkannya, dan setiap ia bergerak tubuh Hanifah mengejang kesakitan. Hanifah menangis dan mengerang kesakitan, namun hal itu malah membuat Tejo semakin bernafsu menyodominya dengan kasar. Ia semakin bernafsu melihat jilbab yang masih dikenakan Hanifah. Akhirnya Hanifah lemas dan hanya bisa merintih kesakitan. Hanifah, gadis berjilbab itu di sodomi ditepi jalan, diatas semak belukar.

Tiba-tiba sekelebat cahaya senter membuat Tejo yang tengah bernafsunya berhenti.

“Hei! Lagi ngapain itu!!” Tiga orang bertubuh tegap muncul.

Tejo segera mencabut penisnya kemudian berdiri. Hanifah ambruk kesakitan. Hanifah hanya dapat melihat keempat lelaki itu berbicara tak jauh darinya, menunjuk-nunjuk dirinya sambil tersenyum-senyum. Tiba-tiba Tejo menarik tubuh Hanifah, mendudukannya, sementara ketiga orang tadi tiba-tiba membuka celana masing-masing.

“Tolong Pak. Aku diperkosa dia!!”Hanifah memohon sambil menunjuk kearah Tejo….

Tapi salah seorang dari orang itu tiba-tiba mencengkeram kepalanya yang masih tertutup jilbab, meludahinya kemudian mengarahkan penisnya kemulut Hanifah.

“Aku dak peduli! Sekarang kulum ini! kalau tidak kutembak pepekmu…!!”

Gadis berjilbab itu menangis ketakutan, ketiga orang itu malah minta jatah. Dengan terpaksa Hanifah mulai mengulum dan mengemut batang penis milik orang itu, sementara dua rekannya dan Tejo mendekatinya.

Orang itu menarik kepala Hanifah lepas dari penisnya. Penisnya sudah menegang penuh, besar dan panjang. Mereka membentang terpal ditepi jalan, kemudian orang itu melentangkan tubuhnya. Temannya mengangkat tubuh Hanifah dan mengangkangkannya diatas rekannya tadi. Ketika penisnya tepat berada di vagina Hanifah, mereka menarik tubuh Hanifah hingga penis orang itu masuk dengan lancar ke selangkangan gadis berjilbab itu.

Hanifah menangis ngilu dan perih. Hanifah ditengkurapkan. Sementara vaginanya terus dipompa dari bawah, seseorang dari mereka memaksa Hanifah membuka mulutnya dan mengulum penisnya. Kepalanya dipegang erat-erat kemudian digerakkan maju mundur dengan kasar. Jilbab putihnya sudah lusuh dan kotor, terkena tanah dan air liurnya sendiri, yang mengalir deras saat dia dipaksa mengulum penis orang-orang tadi. yang satu lagi meremas remas kedua payudara Hanifah, memilin-milin putingnya yang coklat dan runcing. Tejo tiba-tiba berlutut di belakang Hanifah, kemudian kembali memaksa masuk ke dubur Hanifah. Tubuh Hanifah menegang dan mengejang kesakitan. Jeritan gadis berjilbab itu tertahan karena mulutnya tersumbat penis.

Gadis berjilbab itu hanya bisa menangis dan mengerang merintih tertahan, meratapi nasibnya dalam hati. Tejo mulai memompa dubur Hanifah dengan bernafsu. Bergiliran dengan orang yang memompa vaginanya dari bawah. Tiba-tiba Tejo mengerang, mencengkeram pantat Hanifah yang putih sekal itu, dan menekankan penis sedalam-dalamnya ke dalam anus Hanifah, bersamaan dengan itu Hanifah dapat merasakan semburan spermanya mengisi duburnya. Belum sempat Hanifah bernafas normal, seorang yang tadi sibuk dengan payudaranya menggantikan posisi Tejo, menduburinya dengan kasar, dengan bantuan sisa sperma Tejo di anusnya. Peluh sebesar jagung mengalir disekujur tubuh Hanifah, bercampur dengan peluh pemerkosanya.

Tejo mengambil tustel di mobilnya kemudian memfoto adegan Hanifah yang diperkosa tiga lelaki bersamaan, disemua lubang ditubuhnya, vagina, anus dan mulutnya. Hanifah yang telanjang bulat dan tinggal mengenakan jilbab lusuh yang menutupi kepalanya tengkurap diatas pemerkosanya yang memeluknya erat, sementara seorang lagi yang tengah mengerjai duburnya dengan semangat mencengkeram pinggulnya, dan seorang lagi mencengkeram kepala Hanifah yang terbungkus jilbab dan memaju mundurkannya, memaksa gadis berjilbab itu mengulum penisnya.

Hingga tiba-tiba kepala Hanifah dipegang erat, penis dimulutnya dimasukkan hingga ke tenggorokannya, kemudian cairan sperma mengalir deras mengisi rongga mulutnya, dan karena saking banyaknya meluber sampai membasahi jilbab putihnya.

“Telenn!! Semua! Cepat! Aakhh!” Hanifah gelagapan tak bisa bernafas terpaksa menelan semua cairan kental yang masih tersisa dimulutnya. Kemudian lagi-lagi cairan sperma memuncrat mengisi dubur dan vaginanya. Hanifah pingsan. Ketika sadar ia sudah didalam mobil, berpakaian lengkap, Tejo menyeringai disebelahnya.

Setelah dirasa cukup salah seorang dari mereka mulai berlutut dibelakang Hanifah tepat dibelahan pantatnya. Gadis berjilbab itu hanya dapat melolong dan menangis tak berdaya ketika dirasakannya batang kemaluan itu melesak perlahan ke duburnya, masuk senti demi senti.

Seminggu setelah kejadian di pinggiran kota itu, Hanifah tengah menunggu rumahnya sendirian. Seluruh isi rumah pergi menginap di Krian karena ada acara keluarga, kecuali 2 keponakannya yang masih berumur 5 tahun. Jam 9 malam ketika tiba-tiba pintu diketuk. Segera ia memakai jilbab rumah yang berbahan kaus berwarna pituh, dan bergegas membuka pintu. Tejo tiba-tiba muncul di balik pintu itu.

“Pergi dari sini!” Hanifah berusaha mengusir Tejo.

Namun dengan santai Tejo mengeluarkan beberap lembar foto dan diletakkannya di atas meja. Gadis ini miliknya, dan entah mengapa ia sangat terangsang jika melihat Hanifah tersiksa. Wajah putih gadis berjilbab itu memucat melihat foto-foto yang diletakkan Tejo diatas meja. Itu foto telanjangnya dan foto-foto adegan ketika ia digagahi beramai-ramai oleh orang malam itu.

“Nah, Hanifah sekarang nurut aja.. Tenang aja, aku janji tidak maen kasar.” Tejo menyeringai sambil mengelus paha Hanifah yang tertutup rok panjang biru.

Hanifah memang disuruh menjaga rumah itu sendirian bersama kedua ponakannya yang masih kecil yang sudah tidur. Hujan turun deras membuat udara malam itu dingin menggigit. Hanifah diam pasrah ketika Tejo menariknya ke belakang.

“Tenang …, kalau tidak nurut fotomu, kusebarkan di kampung kau. Biar tahu kalau gadis berjilbab kayak kamu bisa dientot.” Tejo menarik Hanifah kedapur, pintu depan belum ditutup. Hanifah mendesis tak berdaya. “Tenang ….., Hanifah. Aku cuma sebentar..”

Tejo mulai meraba-raba payudara Hanifah yang masih tertutup t shirt dan jilbab. Hanifah memang sudah bersiap tidur hanya mengenakan t shirt lengan panjang longgar tanpa BH dan rok panjang yang juga longgar. Puting susu Hanifah yang runcing tampak menonjol keluar ketika Tejo menyampirkan jilbab Hanifah ke bahu sambil terus menggerayangi dada Hanifah. Gadis berjilbab itu menggigil ketika baju kaosnya disibakkan ke atas dan ditarik lepas oleh Tejo sehingga bagian atas tubuh gadis berjilbab itu tinggal menyisakan jilbab putihnya. Dengan tangannya Tejo menarik tangan Hanifah yang berusaha menutupi dadanya yang telanjang kemudian mulai menggerayangi payudara gadis itu dengan mulut dan lidahnya.

Hanifah hanya dapat tersandar ketembok yang dingin sambil meringis-ringis ngilu ketika Tejo menggigiti putingnya sementara tangannya dengan leluasa memelorotkan rok panjang longgar Hanifah hingga jatuh ke lantai. Tejo terbelalak melihat celana dalam sutra Hanifah yang berwarna putih dengan motif bunga itu begitu mini dan seksi. Ia tidak pernah berpikir kalau gadis berjilbab lebar seperti Hanifah mau memakai celana dalam seseksi itu. Tanpa menunggu lagi jilatan Tejo turun ke perut Hanifah yang rata, pusarnya, kemudian lambat laun celana dalam Hanifah menyusul jatuh ke lantai. Tejo melempar semua busana Hanifah jauh ke sudut. Dengan sedikit paksaan Tejo membentang paha Hanifah kemudian menjilati vagina gadis berjilbab itu.

“Ohkk..”

Hanifah terdongak merintih-rintih ngilu, antara rasa nikmat, marah dan malu menguasai dirinya ketika kedua tangan Tejo mencengkeram pantat sekalnya, membuka lebar vaginanya kemudian menjilatinya dengan bernafsu. Nafas gadis berjilbab itu terengah-engah tak terkendali mencoba menahan dirinya agar tidak terangsang.

Tejo berdiri kemudian membuka baju dan celananya, hingga pakaian dalamnya, kemudian memegang penisnya yang panjang dan besar.

“Isep Hanifah, ayo. Kalau tidak ingin dikasari.”

Hanifah terpaksa berlutut dihadapan Tejo, kemudian mulai menjilati batang penis Tejo. Hanifah memejamkan matanya kemudian mulai mengocok Tejo dengan mulut dan lidahnya. Tejo mencengkeram kepala Hanifah yang masih terbalut jilbab kemudian menggerakan kepala Hanifah maju mundur, menyetubuhi mulut gadis berjilbab itu. Suara berdecak-decak terdengar jelas disela deras air hujan. Hanifah berusaha semampunya agar Tejo puas dan berhenti, ia menjilat, mengulum, mengocok sebisanya. Tejo mengerang-erang nikmat, tubuhnya sampai tersandar ke meja dapur, “Ahh. Ohh. Hanifahh… Kau memang gadis alim yang pintar.. Ohh..”

Tiba-tiba Tejo menarik tubuh Hanifah kemudian mendudukkannya di atas meja pantry. Hanifah hanya diam sambil terengah-engah ketika Tejo mengangkangkan kedua pahanya kemudian mulai menekan pinggulnya. Gadis berjilbab itu meringis ngilu dan merintih panjang ketika penis Tejo yang keras dan besar itu menerobos vaginanya. Tejo mulai menyetubuhi Hanifah, memperkosanya dengan bertubi-tubi. Hanifah hanya mendengus-dengus dan merintih-rintih menahan diri. Kedua tangannya mencengkeram pinggiran meja dengan kencang. Peluh membasahi tubuh mereka berdua. Hanifah memejamkan matanya berharap Tejo selesai, sementara lelaki itu terus menyentak-nyentak, mengeluar masukkan rudalnya ke dalam tubuh Hanifah yang padat dan langsing, semakin bernafsu melihat gadis alimn yang masih memakai jilbab putihnya, dengan muka merah menahan dirinya agar larut dalam kenikmatan. Tejo semakin cepat menggenjot gadis itu, dan akhirnya Hanifah tidak dapat menahannya lagi. Diiringi seringai kemenangan Tejo, gadis berjilbab itu memekik lirih sambil memejamkan mata. Seluruh tubuhnya mengejang dalam kenikmatan, diiringi mengalir derasnya cairan vagina Hanifah. Tubuh putihnya terguncang-guncang selama beberapa saat.

Beberapa saat kemudian Hanifah terperanjat ketika membuka matanya, Ada lima lelaki bertubuh besar telanjang bulat di dapur itu! Ternyata Tejo membawa teman-temannya dan mereka menunggu di mobil.

” Apa-apaan ini, Tejo!!” Gadis berjilbab itu berontak melepaskan diri. Tapi ia tersudut disudut ruangan. Keenam lelaki itu mengepungnya.

“Sudahlah Hanifah. Mereka cuma temen yang pengen ngerasain memeknya cewek berjilbab. Kalau kau njerit tidak akan ada yang dengar juga. Paling ponakanmu aja yang bisa dengar……. Pintu depan udah kami kunci, lampupun udah kami matikan. Kamu pasti dikira sudah tidur.. He.. He. Nurut aja.., aku janji tidak kasar, …………..!”

Tejo dan kelima temannya menyeringai bernafsu. Tubuh Hanifah lemas, ia tak dapat melakukan apa-apa lagi selain pasrah. Tak terasa air telah tergenang di pelupuk matanya. Tangannya ditarik ketengah ruangan, kemudian disuruh berjongkok.

“Ayo! Sedot punya kami ramai ramai….!”

Enam batang penis disodorkan diwajah Hanifah. Dan sambil menangis Hanifah terpaksa mulai meng’karaoke’nya bergantian.

“Ohh.. Hebat amat…….., gadis ini Joooo…”!!” “Akhh. Aku.. Nak. Keluarr..” Srett.. Srrtt.. Kepala Hanifah yang masih terbalut jilbab dipegangi beramai-ramai sehingga ia terpaksa menelan sperma mereka satu demi satu, bahkan sampai mengalir ke jilbab putih yang masih ia kenakan. “Katamu segala lubang cewek ini bisa dimasukin..??” Tejo hanya tersenyum sambil mengangguk…… “yuuuk kita coba nusuk rame…rame……!!”

Hanifah menangis mendengarnya, “Jangann.. Ampun.. Sakit..”

Dengan cepat mereka menarik tubuh putih Hanifah yang langsing dan padat itu dan menengkurapkannya di lantai. Kelima lelaki itu mengeroyoknya, ada yang memegangi tangannya, menahan kakinya dan menunggingkan pantatnya, ada yang menahan kepalanya hingga Hanifah benar-benar tak dapat bergerak. Air mata terus deras mengalir dari matanya. Salah seorang dari mereka mengambil botol minyak goreng di dekat kompor.

“Kami baik kok, Hanifah, biar tidak sakit, kami minyaki dulu.”

Yang lain tertawa tawa, Hanifah dapat merasakan minyak goreng itu dituangkan dibelahan pantat putihnya yang sekal, kemudian terasa jari jemari mereka mengusap-ngusap pantatnya, membukai lubang anusnya kemudian menusuk-nusuknya beramai-ramai. Hanifah menangis dan merintih nyeri ketika lubang anusnya dibuka paksa oleh jari-jari itu. Setelah dirasa cukup salah seorang dari mereka mulai berlutut dibelakang Hanifah tepat dibelahan pantatnya. Gadis berjilbab itu hanya dapat melolong dan menangis tak berdaya ketika dirasakannya batang kemaluan itu melesak perlahan ke duburnya, masuk senti demi senti.

Hanifah mulai disodomi dilantai dapur itu. Sebuah penis yang berbau menjijikkan disodorkan diwajahnya.

“Isep dulu Hanifah, kalau tidak kami sodomi serempak ………berlima!”

Hanifah terpaksa mulai mengulum-ngulum penis lelaki yang berlutut dihadapannya, berusaha menahan diri agar tidak muntah. Sementara lelaki yang dengan kasar menyodominya terus menyentak-nyentak. Hanifah melihat sekilas salah seorang dari mereka mengambil sebuah terong panjang besar berwarna ungu dari kulkas. Tiba-tiba gadis berjilbab itu merasakan sesuatu yang dingin dan keras menerobos vaginanya.

“Nghh..!!”

Hanifah hanya mampu melenguh perih karena mulutnya tersumpal sebuah penis yang terus bergerak maju mundur. Seorang lelaki mengeluar masukkan terong itu ke vaginanya sementara duburnya disodomi.

“Biar terpake semua lubangnya….!!”

Mereka tertawa-tawa puas. Tiba-tiba lelaki yang sedang menyodominya mengerang dan menyodok dengan keras. Hanifah dapat merasakan cairan sperma yang hangat tumpah di anusnya. Kemudian rekannya segera mengambil alih posisinya menyodomi Hanifah. Tiba tiba lelaki yang dari tadi di’karaoke’ oleh Hanifah berbaring terlentang, dengan isyarat ia meminta teman-temannya menarik Hanifah ke atas tubuhnya. Kemudian menarik tubuh gadis berjilbab itu hingga penisnya masuk ke vagina gadis itu. Bless.

“Aarhh..!!” Hanifah mengerang kesakitan, sebelum sebuah penis lagi menyumbat mulutnya.

Hanifah kembali diperkosa tiga orang sekaligus. Payudaranya diremas-remas dengan kasar hingga Hanifah merasakan sakit bukan hanya dari dubur dan vaginanya yang dikocok paksa tapi juga dari buah-dadanya yang dipilin dan diremas dengan kasar. Jilbab putih yang masih dikenakannya malah membuat keenam orang itu semakin bernafsu memperkosanya. Tiba-tiba kedua tangannya ditarik kemudian dilumuri minyak sayur. Kemudian dipegangkan pada penis dua lelaki lain. Hanifah tertelungkup, dipeluk erat dari bawah, sementara vaginanya dipompa dengan kasar, seorang lagi menyodomi gadis berjilbab itu seperti binatang, seorang lagi memaksanya menghisap penisnya, menyetubuhi mulut Hanifah dengan mencengkeram kepalanya yang masih memakai jilbab, sedangkan dua lagi minta dikocok dengan kedua tangan Hanifah.

Dan setiap salah seorang mencapai kepuasan, yang lain segera menggantikan posisinya, hingga pagi menjelang. Matahari mulai muncul ketika Tejo menyentak-nyentak dubur Hanifah dengan keras dan

“Oohh..”

Ia menyemburkan spermanya dipantat Hanifah. Hanifah pingsan. Ia tertelungkup telanjang diatas lantai. Sperma berlepotan di perut, punggung dan wajah dan jilbabnya, satu-satunya pakaian yang masih dipakainya, yang malah membuat para pemerkosanya semakin bernafsu menggagahinya.

Mereka tidak sadar jendela terbuka dengan lampu menyala. Beberapa pemuda di rumah sebelah menyaksikan semuanya. Bahkan mereka memfoto dan memfilmkan kejadian itu. Bahkan dengan aneh, Tejo membiarkan pintu dapur terbuka ketika pulang.

Keenam pemuda itu menggilir Hanifah di pantatnya. Cairan sperma kental mengalir keluar dari duburnya, bahkan ketika pemuda terakhir mencabut penisnya, gadis berjilbab tak sadar mengeluarkan kotorannya. Muncrat bersamaan dengan sperma pemerkosanya..

Keenam pemuda berandal itu segera bergegas ke rumah Hanifah. Hanifah baru saja sadar. Dubur dan vaginanya perih. Ia tertelungkup di lantai dapurnya, telanjang. Sperma kering berceceran di sekujur tubuhnya. Ia tersentak ketika lampu blits menyala. Betapa terkejut Hanifah melihat enam pemuda tetangganya berdiri mengelilinginya, sibuk memfoto tubuh telanjangnya sambil menyeringai. Mereka tersenyum mesum sambil menatap tubuh Hanifah. “Ternyata kamu memang hebat….Hanifah…..” Gadis berjilbab itu menangis tak berdaya ketika mereka membopong tubuh putihnya yang berlepotan sperma kering ke kamar tidurnya. Tubuhnya masih lemas. Dengan mudah tubuhnya ditelungkupkan diatas ranjangnya. Jilbab putih yang sudah penuh noda sperma tadi tetap dibiarkan terpakai di kepala Hanifah. Rupanya sama seperti Tejo dan kawan-kawan, para berandalan itu juga tambah bernafsu melihatnya.

“Jangann…… ponakan aku nanti bangun.. Jangan..” Hanifah menangis tak berdaya.

Ia tahu mereka tak segan-segan menyebarkan fotonya. Jika itu terjadi entah bagaimana nasibnya di kampung itu.

“Diem Hanifah, biarkan kami melakukannya dengan enak…jadi nurut aja……”

Seseorang dari keenam pemuda itu membuka celananya. Menunggingkan pantat putih Hanifah. Kemudian mulai menyodomi anus Hanifah.

“Uhh uhh! Uhh!” seperti binatang ia mulai menyentak-nyentak dubur gadis berjilbab itu.

Wajah Hanifah terbenam diatas kasur, meringis dan menangis tak berdaya, sementara kelima pemuda lain telah membuka celana masing-masing sambil mengocok kemaluannya memperhatikan Hanifah yang terengah engah tak berdaya. Anusnya perih dan kesat. Hingga tiba-tiba pemuda itu menekan keras. Hanifah menggigit seprei menahan sakit. Sperma pemuda itu muncrat mengisi anus Hanifah, bertubi tubi.

“Aaahh.. sssssshhhhhhhh……enak…..bennnerrr.”

Ia terkulai lemas. Menarik penisnya dari anus Hanifah. Begitu pemuda pertama selesai, yang kedua segera mengganti posisinya. Menyodomi Hanifah dengan brutal. Hanifah hanya bisa melolong tertahan. Tertelungkup sambil menggigit sepreinya kencang. Keenam pemuda itu menggilir Hanifah di pantatnya. Cairan sperma kental mengalir keluar dari duburnya, bahkan ketika pemuda terakhir mencabut penisnya, gadis berjilbab tak sadar mengeluarkan kotorannya. Muncrat bersamaan dengan sperma pemerkosanya.

Mereka berenam tertawa. Hanifah lemas ketika dilentangkan. Kemudian lelaki yang selesai meyodominya tiba-tiba duduk didada Hanifah,

“Ayo suruh ngisep ………!” penisnya yang berlumuran kotorannya yang kental kuning dan bau itu disodokkan ke mulut Hanifah. Sementara rekannya yang lain memegangi kepalanya. Hanifah terbelalak dan meronta ronta. Lelaki itu menyetubuhi mulutnya. Dan Hanifah dapat merasakan cairan asam, pait dan busuk itu memenuhi mulutnya. Hanifah meringis menahan muntah. Tapi mereka tak peduli. Hanifah tergeletak tak berdaya di atas ranjangnya. Keenam pemuda itu segera keluar. Diluar suasana mulai ramai.

“Hanifah, ingat yah kalu kami kepengen kamu harus melayani kami………..!! ……..Setiap kami ingin!”……. Ancam mereka. Dan Hanifah hanya sanggup menangis. Sejak kejadian malam itu Hanifah tak berdaya……….ia betul betul kehabisan tenaga…dan dia hanya bisa diam terpaku dirumah sambil merenungi nasibnya…… Dan Hanifah tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

****

Di suatu pagi yang dingin, Hanifah berangkat berjalan kaki menuju halte bis. Disana ada bis yang akan mengantarkannya ke sekolahnya SMA ***** yang jauh dari rumahnya. Baju seragam putih lengan panjang, rok abu-abu panjang dan jilbab putih bersih membalut tubuhnya ketika tiba-tiba lengannya dicekal. Tono, salah seorang yang memegang fotonya dan yang pernah memperkosanya rame rame bersama Tejo……… Tono menarik Hanifah ke balik pagar seng kumuh.

“Jangan Kak. ………..” Hanifah menangis ketika melihat Tono sudah memelorotkan celananya. “Terserah, kalau kamu nolak……, foto mu akan tersebar dikampung sini…” gadis berjilbab itu dipaksa berjongkok. ahirnya iapun kembali pasrah….. “Ayo, isep.”

Hanifah dipaksa mengoral Tono. Tempat itu adalah bekas pembuangan sampah yang sudah dipagari seng. Hanifah dengan jengah memasukkan penis Tono ke mulutnya, kemudian mulai menyedot dengan cepat, berharap Tono segera ejakulasi. Air liur gadis berjilbab itu meleleh ke dagunya, turun membasahi jilbab putih yang ia kenakan. Tono mencengkeram kepala Hanifah yang berjilbab itu kemudian menyetubuhi mulutnya. Baju seragam SMA dan jilbab putih yang Hanifah pakai malah semakin membuat Tono terangsang.

“lepas rok mu, Hanifah..”

kata Tono sambil menarik Hanifah berdiri, dan menggerayangi tubuh Hanifah yang masih terbungkus BH, seragam sekolah dan jilbab. Hanifah menangis, tapi ia tahu percuma membantah. Perlahan ia membuka kancing rok panjang abu-abunya kemudian menurunkan retsletingnya. Tono menelan ludah ketika rok itu merosot ke mata kaki. Gadis berjilbab itu mengenakan celana dalam mini berenda.

“Ayo, nunduk! Cepat.”

Hanifah dipaksa berpegangan pada sebuah bekas meja. Kemudian celana dalamnya dipelorotkan menyusul roknya. Tono telah ngaceng berat. Tanpa ba bi Bu lagi ia menyodokkan penisnya ke vagina Hanifah dari belakang.

“Ukhhnnghh. Nghh!” Hanifah merasa ngilu di selangkangannya. Tono merasakan vagina Hanifah yang kering dan kesat menjepit penisnya, menimbulkan kenikmatan.

“Jeritlah kalau berani Hanifah. Uh! Uh! Uh!”

Tono mulai menyetubuhi Hanifah. Menyodok nyodok gadis berjilbab itu hingga tubuhnya tersentak sentak. Hanifah mencengkeram pinggiran meja itu keras, menggigit bibirnya menahan jeritan kesakitan. Di samping seng terdengar beberapa orang lewat. Hanifah mati-matian menahan jangan sampai bersuara. Tono yang melihat itu semakin bernafsu memperkosa Hanifah. Tangannya bahkan telah menyusup kedalam baju gadis berjilbab itu setelah membuka kancing seragam putih Hanifah. Ia meremas remas payudara Hanifah yang bundar menggantung. Bahkan Tono mencabut penisnya dan memindahkannya ke lubang dubur Hanifah.

“Ngngkh!! Nghh!!” Hanifah menggigit bibirnya.

Hampir terjerit. Dan Tono menunggangi gadis berjilbab itu seperti anjing. Hingga, croott.. Crrt.. Crrt. Spermanya memancar mengisi dubur Hanifah. Tono meremas buah pantat Hanifah yang putih dengan keras. Ia mencabutnya perlahan.

“Ohh.. Nikmat Hanifah. Besok lagi ya he he he.” Tono membenarkan celananya sambil menyeringai. Meninggalkan Hanifah yang terduduk lemas.

Hanifah kembali termangu…….sampai kapan penderitaan ini berahir?……

BU ASIH 2: BUNGA

besoknya setelah aku menikmati tubuh Bu Asmi yang putih montok itu, aku menuju sekolah dimana bu Asmi mengajar. Bukan untuk menemuinya, namun untuk menemui pak Roy, guru yang melakukan hubungan intim dengan Bu Asmi. Bukannya aku butuh uang dan mau memerasnya, tapi kalau benar pak Roy itu playboy, kali aja aku bisa dibagi koleksi perempuannya. Heheheheh.

jilbab hot novita ningsih (2)

Siang menjelang sore itu sekolah sepi karena memang murid-murid udah pulang. Pukul 2 aku memasuki lorong sekolah, menuju ruang guru. Ketika kutengok ke ruang guru, ternyata ruang itu sudah kosong dari guru. Segera aku berjalan dan mencari-cari meja dari pak Roy. Beberapa saat segera aku menemukannya, dengan nama meja diatasnya. Ada foto juga dipajang dimeja itu, seorang laki-laki bertubuh atletis dengan celana training panjang dan kaus putih ketat dengan stopwatch dan peluit tergantung di lehernya. Aku menebak dia adalah pak Roy itu sendiri. Ketika hendak keluar, aku melihat ada seorang cleaning service yang sedang menyapu lantai diluar pintu.

jilbab hot novita ningsih (1)
“pak roy sudah pulang, pak?” tanyaku.
Cleaning service tadi melihat kearahku. “pak roy? Ooh, tadi kayaknya ke belakang sekolah pak. Mau ke kamar kecil, mungkin.” Jawabnya.
“kalo mau segera ktemu, lewat mana yah pak, ke belakang sekolah?” tanyaku. Sedikit curiga karena jelas-jelas disudut ruangan guru ada kamar kecil.
Sang cleaning service tadi memberitahukan jalannya, lalu segera aku menuju ketempat itu, yang memang tempatnya tersembunyi dari hiruk pikuk sekolah.

Ketika aku sudah mendekati tempat yang dimaksud, aku mendengar suara-suara yang aneh. Segera aku melambatkan langkah dan mengintip dari sebuah jendela kecil yang tertutup kaca gelap kusam, sehingga tidak memungkinkan orang yang ada di lapangan kecil disudut sekolah sepi itu melihatku. Lapangan badminton yang sudah tidak terpakai itu nampaknya menjadi semacam gudang besar dimana dipinggirnya banyak ditaruh bangku, almari dan berbagai macam inventaris sekolah yang sudah rusak. Apa yang aku curigai ternyata benar. Aku melihat Pak Roy ada ditengah lapangan sedang bercumbu dengan seseorang. Dan terpananya lagi, ternyata yang ia cumbu adalah seorang gadis muda yang masih mengenakan baju seragam abu-abu putih berjilbab, walaupun sudah berantakan karena cumbuannya. Seragam OSIS putihnya sudah terbuka semua kancingnya, menampakkan buah dada ranum putih sekal yang tidak tertutup lagi oleh BH yang sudah diturunkan kebawah. Gadis itu cantik dan berwajah lugu. Kulitnya yang putih dan seragam SMA serta jilbab putih panjangnya membuatnya terlihat semakin cantik. Pak Roy sambil agak membungkuk mengulum-ngulum putting siswi berjibab itu yang sudah tampak pasrah dan hanya bisa merintih dan mendesah sambil tubuhnya sesekali bergetar merasakan rangsangan yang diberikan oleh guru olah raga itu. Dibelakang, seorang lelaki yang memakai baju safari serta kopiah dikepala menonton adegan panas kedua orang itu.

jilbab hot novita ningsih (3)

Setelah puas merangsang sang siswi itu, pak Roy berdiri didepan siswi berjilbab yang sudah lemas dan pasrah itu sambil mengelus-elus kejantanannya yang sudah mengacung, keluar dari celananya yang memang sudah diturunkan retsletingnya. Dengan tangan satunya Pak Roy menekan pundak sang siswi canti berjilbab itu turun, sampai bagian bawah perut Pak Roy persis berada di depan wajah siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu sepertinya sudah tahu apa yang pak Roy mau. Ada sedikit perlawanan, namun tenaga guru olah raga terlalu kuat dibanding tenaga siswi itu. segera gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu bersimpuh ditengah lapangan kecil kotor itu yang sudah dialasi tikar lusuh yang mungkin memang sudah disiapkan oleh pak Roy dan temannya, lalu perlahan-lahan pak Roy mendekatkan batang kemaluannya ke wajah sang siswi berjilbab itu yang memejamkan matanya.

jilbab hot novita ningsih (4)

Pak Roy kemudian menggesek-gesekkan kontolnya ke pipi siswi itu sambil mendesah-desah. Tak lupa ia tampar-tamparkan pelan kontolnya ke wajah putih bersih siswinya. Beberapa saat, pak Roy membungkuk meraih tangan kiri siswi berjilbab yang sekal itu lalu dipegangkan ke kejantanannya itu. Penis Pak Roy bergetar dalam genggaman siswi berjilbab berparas lugu itu. Tangan siswi cantik berjilbab itu tidak cukup untuk menggengam penisPak Roy yang besar itu. Perlahan-lahan siswi berjilbab itu mengocok-kocok batangPak Roy itu keatas dan kebawah.
‘emmmhh…iyaahhh..enaakk, bungaaa… kamu pintarrrr… nanti bapak kasih nilai bagusshhh…” Pak Roy menatap siswi berjilbab yang ternyata bernama Bunga sambil mendesah-desah dan meracau. Seorang gadis muda yang cantik, sedang mengelus-elus penisnya.

“ayo sayaaangghh…sekarang dikulum-kulum yaahh…” kata pak Roy sambil terus menyorong-nyorongkan batang kerasnya ke wajah siswi berjilbab cantik itu. Pelan-pelan siswi berjilbab berparas lugu itu mengarahkan mulutnya ke penis pak Roy. Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu siswi berjilbab itu mengulum sekalian alat vital pak Roy ke dalam mulutnya hingga membuat lelaki itu melek merem keenakan. Benda seperti pentungan satpam itu dikulum dan dijilati. “Oh.. Bungaa…enaakk.. sayaaangghh… enaak muridkuu….” kata pak Roy sambil mendesah-desah kenikmatan. “Ehm..ehmm…”hanya itu yang keluar dari mulut siswi cantik berjilbab itu. Selain menyepong, pak Roy juga mengajari siswinya yang cantik berjilbab itu turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.

jilbab hot novita ningsih (5)

Pak Guru berkopiah yang dari tadi hanya melihat, lalu mendekati mereka. Dia membuka retsleting celana panjangnya, mengeluarkan penisnya yang hitam, lalu meraih tangan siswi berjilbab berparas lugu itu untuk menggengam kemaluannya. Siswi berjilbab itu meraih penis hitam itu lalu secara perlahan-lahan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mengocok. Secara bergantian mulut dan tangan siswi berjilbab itu melayani kedua penis yang sudah menegang itu. Tapi siswi cantik berjilbab itu lebih sering mengoral punya Pak Roy, sedangkan penis Pak Guru berkopiah lebih sering dikocok pakai tangan siswi berjilbab berparas lugu itu. Tidak puas hanya menikmati tangan siswi berjilbab itu, sesaat kemudian Pak Guru berkopiah meminta ke pak Roy untuk merubah posisi. Tubuh siswi berjilbab itu tanpa perlawanan yang berarti dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi cantik berjilbab itu diposisikan doggy style sambil mengulum penis Pak Roy, sementara Pak Guru berkopiah itu mengambil tempat dibelakang sisiwi berjilbab yang sudah pasrah itu, dan langsung menyibakkan rok panjang gadis manis siswi SMA itu keatas pinggul dan memelorotkan Cdnya.

“eeemmhh…jjaanngaaannn…jangaannn..” Siswi berjilbab berparas lugu itu berhenti mengulum penis pak Roy dan merintih ketika jari Pak Guru berkopiah itu mulai merenggangka vagina siswi berjilbab itu.

jilbab hot novita ningsih (6)

“udah diem!” bentak pak guru berkopiah. Pak Roy juga segera mencengkeram kepala sang siswi berjilbab dan kembali menjejalkan penisnya ke mulut siswi pelajar SMA itu untuk menghentikan rintihannya. Kembali pak Roy mendesah dan memaju mundurkan pinggulnya, menggenjot mulut siswi berjilbab itu. Siswi berjilbab bertubuh mengkal itu memekik tertahan ketika penis hitam pak guru berkopiah menyeruak masuk kedalam liang vaginanya yang sempit. mulut siswi berjilbab berparas lugu itu yang masih tersumpal penis Pak Roy mengeluarkan desahan tertahan berbarengan dengan amblasnya penis pak guru berkopiah memasuki vagina siswi cantik berjilbab itu. Kening siswi berjilbab itu berkerut menahan sakit karena memang ukuran penis Pak Guru berkopiah memang lumayan besar. Tapi Pak Guru berkopiah justru merasakan nikmatnya jepitan vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu di penisnya. Ditariknya penisnya keluar, lalu kembali didorongnya penisnya itu lebih kedalam hingga kembali amblas semuanya ditelan rongga siswi berjilbab berparas lugu itu. Kontan tubuh siswi berjilbab itu bergetar hebat.

“Ooohh.. Pak.. ngghh”erang siswi cantik berjilbab itu sambil melepas penis Pak Roy dari mulut siswi berjilbab itu. Pak Guru berkopiah perlahan-lahan menggenjot vagina itu, tapi makin lama makin cepat sehingga desahan siswi berjilbab berparas lugu itu menjadi erangan panjang. Pak Roy tidak menyia-nyiakan mulut gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu yang terbuka lebar, diatancapkannya penisnya kemulut siswi berjilbab itu, sehingga siswi cantik berjilbab itu tidak bisa berteriak lagi.

Siswi berjilbab berparas lugu itu disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepala Pak Guru berkopiah merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada payudara siswi berjilbab itu yang sudah tak tertutup apa-apa lagi karena kemeja OSISnya sudah terbuka semuanya dan Bhnya juga sudah dilolosi. siswi berjilbab berparas lugu itu menggelinjang tak karuan waktu puting kanan siswi berjilbab itu digigitnya dengan gemas, kocokan dan kulumann siswi cantik berjilbab itu pada penis Pak Roy makin bersemangat.

jilbab hot novita ningsih (7)

Rupanya gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu telah membuat Pak Roy ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulut Bunga dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepala siswi berjilbab berparas lugu itu pun dipeganginya dengan erat. Bahakan sesekali dia ikut menampar pantat sekal mulus siswi berjilbab itu ketika siswi cantik berjilbab itu menggigit pelan batangnya. Penisnya yang besar itu memenuhi mulut siswi berjilbab itu yang mungil, malah masih ada sisaanya diluar. Hal itu membuat gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu susah bernafas. Akhirnya siswi berjilbab berparas lugu itu hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka dilapangan sepi sudut sekolah yang kotor itu. Sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuh Bunga. siswi cantik berjilbab itu terlihat semakin menikmati permainan brutal Pak Roy dan temannya hingga akhirnya tubuh siswi berjilbab itu mengejang dan mata siswi berjilbab berparas lugu itu membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Roy. Bersamaan dengan itu pula genjotan Pak Guru berkopiah terasa makin bertenaga.

jilbab hot novita ningsih (8)

“mmhhh…Bungaaahhhh… bapak mau keluar nih !” erangnya panjang sambil meringis. Mereka pun terlihat mengejat-ngejat mencapai orgasme bersamaan. Dari selangkangan siswi berjilbab itu meleleh cairan hasil persenggamaan. gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu melepaskan penis Pak Roy dan jatuh telungkup dilantai kotor beralas tikar lusuh itu. Siswi cantik berjilbab itu terlihat sangat lemas. Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuh Bunga berkeringat sangat banyak. “bapak tusuk sekarang ya bunga sayaaangg…? udah ga tahan dari tadi belum rasain memeknya bunga… tahan ya bunga sayaaaang…” kata Pak Roy sambil membalikkan tubuh siswi berjilbab berparas lugu itu. siswi berjilbab itu tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan dia sudah tak mampu melawan ketika Pak Roy yang sudah dibakar api birahi membalik tubuhnya terlentang. Rok panjang gadis SMA itu yang kembali turun dinaikkannya lagi keatas pinggul. Jilbab yang menutupi buah dada mengkal sang gadis dililitkan ke lehernya.

“Pelan-pelan paak….”kata siswi cantik berjilbab itu setengah merintih sambil menatap ngeri ke penis pak Roy yang besar. Air matanya sudah mengalir dipipinya. Pak Roy terlihat semakin bernafsu. Lalu dia mengambil posisi berlutut di depan siswi berjilbab itu. dibukanya paha siswi berjilbab berparas lugu itu lalu diarahkan penisnya yang panjang dan keras itu ke vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir kemaluan siswi cantik berjilbab itu sehingga Bunga berkelejotan.

jilbab hot novita ningsih (9)

“Suka ga Bunga, memeknya bapak ginikan?”Tanya Pak Roy sambil terus menggesek-gesek.Dia nampaknya tidak mau buru-buru. Dia terlihat menikmati melihat siswi berjilbab berparas lugu itu tersiksa seperti ini.

“Aahh.. iya…senang…” desah siswi cantik berjilbab itu tak tertahankan.

Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vagina siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab itu memejamkan mata, meringis, dan merintih akibat gesekan benda itu pada milik siswi cantik berjilbab itu yang masih sempit. Air mata siswi berjilbab itu kembali mengalir. Penis Pak Roy tampaknya susah sekali menerobos vagina siswi berjilbab itu walaupun sudah dilumasi oleh lendir siswi cantik berjilbab itu. dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi.

jilbab hot novita ningsih (10)

“Wah.. Bunga.. hhh… sempit banget memeknya…” ceracaunya. Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihan siswi berjilbab berparas lugu itu mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vagina Bunga, semakin cepat dan semakin dalam, hingga masuk semua. Kini vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu telah terisi oleh benda hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk. Sepertinya siswi berjilbab berparas lugu itu merasa sakit bukan main karena kemudian siswi cantik berjilbab itu kembali merintih-rintih menyuruh Pak Roy berhenti sebentar, namun Pak Roy yang sudah kalap ini tidak mendengarkan siswi berjilbab itu, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. siswi cantik berjilbab itu terlihat mulai terhanyut sensasi itu. rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh mereka.

jilbab hot novita ningsih (12)

“Oh..oh…”hanya itu yang keluar dari mulut Bunga. Mata siswi berjilbab berparas lugu itu terlihat terbelalak seolah merasakan kenikmatan yang tiada tara. Malah kini siswi berjilbab itu juga ikut menggoyang-goyangkn pantatnya secara aktif. Melihat siswi cantik berjilbab itu sudah `in` Pak Roy makin bersemangat. Dia lalu berganti posisi. Pak Roy melepas penisnya lalu duduk berselonjor dan menaikkan tubuh gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu ke penisnya. Pak Roy ingin memberi siswi berjilbab itu kepuasan lebih dengan cara siswi berjilbab itu yang memegang kendli. siswi cantik berjilbab itu terlihat sudah sangat pasrah dan terhanyut birahinya. Dengan refleks siswi berjilbab berparas lugu itupun menggenggam penis Pak Roy sambil menurunkan tubuhnya yang sintal itu hingga benda perlahan-lahan itu amblas ke dalam memeknya. Jilbab putihnya turun menutupi buah dadanya yang sudah terbuka, namun pak Roy tidak peduli. Justru sang gadis semakin cantik, dengan jilbab yang masih ia pakai, merintih-rintih sambil mengikuti naluri hewaniahnya, menggenjot penis Pak Roy .

jilbab hot novita ningsih (11)

“aiihh…sakiit paak…” kata siswi cantik berjilbab itu merintih kesakitan sebentar kala penis Pak Roy makin dalam menyentuh liang siswi berjilbab itu. Tapi setelah berhenti sebentar siswi cantik berjilbab itu pelan-pelan mulai menaik turunkan tubuh gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu perlahan-lahan. Pak Roy memegangi kedua bongkahan pantat siswi cantik berjilbab itu yang padat berisi itu, secara bersamaan mereka mulai menggoyangkan tubuh mereka. Desahan mereka bercampur baur, tubuh Bunga tersentak-sentak tak terkendali, kepala siswi cantik berjilbab itu digelengkan kesana-kemari. Jilbabnya sudah basah oleh keringat ketiga orang itu.

Semakin lama, terlihat gadis berjilbab berbuah dada sekal itu semakin bernafsu. siswi berjilbab berparas lugu itu menggoyangkan pinggulnya semakin cepat diatas tubuh Pak Roy, bahkan siswi cantik berjilbab itu dengan kedua belah telapak tangannya meremasi payudaranya sendiri yang bergoyang-goyang.

Pak Guru berkopiah menonton adegan siswi berjilbab itu sambil mengelus-elus penisnya, dia ingin memncing adik kecilnya untuk `bangun`.

jilbab hot novita ningsih (13)

“Ayo…goyang sayaaanghh…oohh!” Pak Roy sepertinya ketagihan dengan goyangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. Tangannya tetap meremas-remas dada Bunga, bahkan sesekali dicondongkannya wajahna untuk melumat payudara siswi berjilbab itu. Kontan siswi cantik berjilbab itu menjerit-jerit makin kuat. Jeritan siswi berjilbab berparas lugu itu membuat Pak Roy makin bernafsu begitu juga Pak Guru berkopiah, dia tidak tahan hanya menonton saja. Dia mendekat dan berdiri di sebelah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, penisnya mengacung di depan muka siswi berjilbab itu. Pak Guru berkopiah itu mengelus-elus pipi siswi cantik berjilbab itu yang putih mulus. “Emut Bungaa…ayo buka mulutnya!” sambil mengarahkan batangnya kemulut siswi berjilbab itu yang mendesah-desah. Dengan setengah memaksa Pak Guru berkopiah itu menjejalinya ke mulut siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu yang tak punya pilihan lain langsung memasukkan penis itu kemulutnya. Siswi cantik berjilbab itu menyambut batangnya dengan kuluman dan jilatan. Seperti tak perduli pada bau sperma pada benda itu, lidah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, mungkin karena sudah sangat birahi, siswi berjilbab itu tidak merasa jijik. Malah siswi berjilbab berparas lugu itu mepakai ujung lidah siswi cantik berjilbab itu untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya. Hal itu membuat Pak Guru berkopiah blingsatan sambil meremas-remas kepala siswi berjilbab itu yang masih memakai jilbab putih. Bunga melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Roy.

jilbab hot novita ningsih (14)

“ah uh ah..ah..uh..auuhh…mmhh..”suara-suara itu membahana disudut sekolah itu, suara nista lenguhan dua orang guru yang sedang menggagahi siswiny ayang berjilbab. Sang siswi berjilbab bernama bunga juga akhirnya pasrah dan dipaksa menikmati persetubuhan nista itu. Aku masih terpaku disudut jendela kusam tempatku mengintip. Hpku sudah kugunakan dari tadi, merekam persetubuhan itu.

Dengan tetap bergoyang, siswi berjilbab berparas lugu itu juga mengisap-ngisap penis Pak Guru berkopiah makin keras. Tangan Pak Guru berkopiah merayap ke bawah menggerayangi payudara siswi cantik berjilbab itu. Dia sangat pandai meremas-remas titik sensitif gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, sehingga siswi berjilbab itu dibuatnya terpekik-pekik penuh kenikmatan.

“auugghhh..oohhhmm…paaakkk…bungaaa….mauuu..mauuu…”, siswi cantik berjilbab itu meracau terpekik-pekik bahwa sebentar lagi dia orgasme.
“mmmhhh..tahan sayaaaangghhh…bapak juga sudah maauuu….” Pak Roy terus menggenjot dari bawah, ebrusaha segera meraih kenikmatan.

jilbab hot novita ningsih (16)
Sampai akhirnya dia meremas pantat Bunga erat-erat dan memberitahu siswi cantik berjilbab itu akan segera keluar, perasaan yang ditahan-tahan itu pun dicurahkan juga. “Aaaahhhhh….!!” jeritan panjang tertahan keluar dari mulut siswi berjilbab berparas lugu itu, kepala siswi berjilbab itu mendongak ke atas menatap langit sore. Mereka orgasme bersamaan dan Pak Roy menumpahkan sperma kentalnya di dalam vagina sempit siswi cantik berjilbab itu. Sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu.

Penis Pak Guru berkopiah yang sudah tegang benar dilepaskan lalu Bunga ambruk ke depan, ke dalam pelukan Pak Roy. Dia peluk tubuh siswi cantik berjilbab itu sambil penisnya tetap dalam vagina siswi berjilbab berparas lugu itu, mereka berdua basah kuyup keringat yang mengucur.

jilbab hot novita ningsih (17)

Pak Roy lalu melepas tubuh Bunga yang sangat lemas. Dia mengambil air minum kemasan miliknya di sudut lapangan untuk minum. Penisnya sudah tidak setegang yang tadi. siswi cantik berjilbab itu kini telentang terengah-engah kehabisan tenaga menghadap Pak Guru berkopiah yang sedang mendekat kearah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi berjilbab itu menggeleng lemah ke Pak Guru berkopiah yang sudah bersiap-siap ingin mengagahi siswi cantik berjilbab itu. Ar matanya terlihat masih mengalir di pipinya. Tapi sepertinya air mata dan keadaan sang gadis berjilbab itu yang sudah sangat lemas tidak bisa menyurutkan birahi Pak Guru berkopiah itu yang sudah on fire. Pak Guru berkopiah mengambil handuk kecil kotor di sudut lapangan dan membersihkan vagina Bunga yang belepotan sperma. Usapan ujung handuk di vagina siswi berjilbab berparas lugu itu cukup membuat siswi berjilbab itu bergetar.

kemudian tubuh siswi cantik berjilbab itu oleh Pak Guru berkopiah dipaksa dibalikkan dalam posisi menungging lalu kembali menyibakkan rok gadis berjilbab ityu yang kembali turun menutupi paha dan betisnya. Dia menepuk-nepuk pantat gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu yang montok. Puas menepuk sekarang giliran lidah Pak Guru berkopiah yang merasakan kelembutan kulit pantat siswi berjilbab berparas lugu itu. Mulutnya dengan rakus menciumi pantat siswi berjilbab itu. Lidahnya menelusuri vagina Bunga dari atas kebawah. siswi berjilbab itu semakin menggelinjang ketika lidah Pak Guru berkopiah memjilati anus siswi cantik berjilbab itu. Pak Guru berkopiah tanpa perasaan jijik masih terus menjulurkan lidahnya ke anus siswi cantik berjilbab itu sehingga memberi siswi berjilbab berparas lugu itu terus menggelinjang.

jilbab hot novita ningsih (18)

Puas merasakan nikmatnya vagina dan anus gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, dia kemudian meludahi bagian dubur siswi berjilbab itu beberapa kali. lalu digosok-gosokkan dengan jarinya ke daerah itu. siswi cantik berjilbab itu terlihat memejamkan mata pasrah. Bunga terlihat terkejut ketika Pak Guru berkopiah mulai menggesekkan penis hitamnya dibibir lubang anus siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu kontan menarik pantat siswi berjilbab itu. Tapi Pak Guru berkopiah menarik gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi berjilbab itu terkejut dan mencoba berontak “Jangan pak…jangan di situ…. sakit” iba siswi cantik berjilbab itu. “Tahan dikit sayang, masih baru emang sakit, tapi ntar pasti enak kok” katanya dengan tenang. Pak Guru berkopiah itu perlahan-lahan mendorong penisnya masuk ke anus siswi berjilbab berparas lugu itu. Anus siswi berjilbab itu kontan mengerut. Pak Guru berkopiah itu terlihat kesulitan memasukkan penisnya kedalam dubur sempit Bunga. Siswi berjilbab itu merintih menahan rasa perih akibat tusukan benda tumpul pada dubur siswi cantik berjilbab itu yang lebih sempit dari vaginanya. Air mata gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu kembali meleleh keluar.

“Aduuhh… Sudah Pak… Bunga nggak tahan” rintih siswi berjilbab berparas lugu itu kesakitan. Tapi Pak Guru berkopiah itu tidak menghiraukannya. Dengan paksa terus dimasukkannya penisnya ke anus siswi berjilbab itu.

“Uuhh… Sempit banget nih anus kamu…” Pak Guru berkopiah itu mengomentari siswi berjilbab itu dengan wajah meringis menahan nikmat.

Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Pekikan Bunga semakin keras. Pak Guru berkopiah itu mendiamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga dipakai bunga untuk membiasakan diri dan mengambil nafas.

“Auhhh….sakit…” Siswi cantik berjilbab itu menjerit keras saat Pak Guru berkopiah itu mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga tubuh Bunga pun ikut terhentak-hentak. gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mengerang dan memekik keras merasakan perih. Tanpa menghiraukan siswi berjilbab berparas lugu itu dia tetap mengentot dubur siswi berjilbab itu. Untuk merangsang siswi cantik berjilbab itu, tangannya kedepan meraih kedua payudara siswi berjilbab itu yang bergoyang dan diremas-remasnya dengan lembut.

“pak..u..da..ah….Bunga..sa..kit” jerit gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu panjang. Keringat dan air mata siswi berjilbab itu terus bercucuran. Jeritan Bunga itu tampaknya justru membuat Pak Guru berkopiah itu makin bernafsu. Dengan keras dia sodok-sodokan penisnya dan payudara siswi berjilbab berparas lugu itu yang menggantung diremas-remas dengan brutal. Suara rintihan siswi cantik berjilbab itu saling beradu dengan lenguhan Lambat laun jerit kesakitan gadis SMA berjilbab itu berjurang, walaupun begitu air mata gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu tetap bercucuran. Siswi berjilbab itu mengaduh setiap kali Pak Guru berkopiah itu mengirim hentakan dan remasan keras, namun terkadang terlihat siswi berjilbab itu mengimbangi goyangan Pak Guru berkopiah. Terkadang Bunga harus menggigit bibir untuk meredam jeritannya.

Pelan-pelan terdengar pekikan kesakitan sang gadis berjilbab karena sodokkan penis Pak Guru berkopiah mulai berkurang, berganti dengan rintihan nikmat, apalagi waktu Pak Guru berkopiah itu menarik wajah siswi berjilbab berparas lugu itu dan memagut bibir siswi cantik berjilbab itu, diciumnya gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu dengan lembut. Sungguh suatu perpaduan keras-lembut yang fantastis, dia perlakukan anus dan dada siswi berjilbab itu dengan kasar, tapi di saat yang sama dia perlakukan mulut siswi cantik berjilbab itu dengan lembut.

jilbab hot novita ningsih (19)

Akhirnya setelah Pak Guru berkopiah semakin cepat menggoyang pinggulnya menggagahi anus siswi berjilbab itu, sang gadis berjilbab itu mengerang panjang dan mengejat-ngejat, siswi berjilbab itu mengalami orgasme panjang dengan cara kasar seperti ini, tubuh siswi berjilbab berparas lugu itu menegang beberapa saat lamanya hingga akhirnya lemas seperti tak bertulang. Pak Guru berkopiah sendiri menyusul siswi berjilbab itu tak lama kemudian, dia menggeram dan makin mempercepat genjotannya. Kemudian dengan nafas masih memburu dia mencabut penisnya dari gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu dan membalikkan tubuh siswi cantik berjilbab itu. Spermanya muncrat dengan derasnya dan berceceran di sekujur dada dan perut siswi berjilbab itu, mengenai BH dan seragam OSISnya.

Siswi berjilbab berparas lugu itu terlihat lemas sekali. Ia hanya terbaring pasrah di tikar lusuh. Bajunya sangat berantakan. Terdengar sisa isak tangisnya. Nafasnya masih menderu karena orgasme-orgasme yang ia alami. Pak Roy kembali merapikan bajunya, semntara Pak Guru berkopiah rekannya masih duduk beristirahat sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri. beberapa saat kemudian dari arah aku datang (aku sudah bersembunyi di ruang gelap sebelah jalan yang penuh kursi-kursi rusak sehingga cukup aman) datang lagi seorang yang berjenggot dan juga memakai baju safari.

“wah, kalian mainnya kok ninggal-ninggal aku.” Kata Pak Guru berjenggot itu. Dia langsung membuka retsleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang terlihat berurat.. Segera ia mendekati lagi sang gadis berjilbab yang masih terbaring lemah.

“jangaaan…sudaaah….sakiiitt…” Bunga, gadis berjilbab bertubuh sekal itu kembali merintih namun tak bisa berbuat apa-apa ketika Pak Guru berjenggot itu kembali membentangkan kaki Bunga dan langsung menjejalkan penis berburatnya kedalam vagina yang masih berlumuran sperma milik siswi cantik berjilbab itu.. “eemmmhhh….” Bunga yang sudah sangat lemas hanya bisa mendesah ketika penis Pak Guru berjenggot itu melesak kedalam dan mulai digenjot pelan. Pak Guru berkopiah dan Pak Roy hanya tersenyum melihat birahi rekannya yang baru datang . Pak Guru berkopiah masih beristirahat sambil terus mengelus-elus kontol hitamnya, sementara pak Roy segera beranjak meninggalkan tempat itu. Aku segera mematikan rekamanku karena merasa cukup, dan mengikuti Pak Roy dari belakang, meninggalkan Bunga sang siswi berjilbab itu merintih-rintih karena memeknya kembali digenjot kontol untuk kesekian kalinya, jilbab putihnya yang sudah basah karena keringat masih terpakai rapi membungkus kepalanya.