GITA

Pagi itu Gita Natarina bangun dengan badan segar serta bersemangat. Hari ini rencananya Gita akan memenuhi panggilan casting oleh sebuah rumah produksi yang kabarnya sedang berencana merilis sinetron-sinetron bernuansa religi. Pedangdut berjilbab pemenang sebuah kontes dangdut di televisi swasta nasional itu memang amat menantikan hal tersebut, mengingat sebelumnya dia telah sukses membintangi dua buah sinetron. Apalagi kabarnya sederetan artis ternama rencananya akan ikut membintangi sinetron itu.
Mandi pagi telah membuat tubuh gadis berjilbab yang biasa dipanggil Gita KDI itu segar, ia segera berdandan secantik dan seanggun mungkin. Gita bertekad akan membuat para peng-castingnya kagum akan aktingnya. Soalnya untuk peran utama wanita dalam sinetron itu, Gita harus bersaing dengan Zaskia Adya Mecca. Ya, artis muda berjilbab lainnya yang sedang meroket karirnya dalam dunia sinetron. Untuk itu gadis berjilbab asal Garut ini amat serius mempersiapkan diri. Apalagi katanya sang produser akan datang melihat langsung casting hari ini.

Gita bercermin dan untuk sesaat nampak tersenyum puas akan penampilannya yang dianggap cukup memukau. Tubuh serta pinggul yang ramping, ditopang sepasang kaki yang indah serta sepasang buah dada berukuran 34C, rasanya cukup untuk menambah nilainya sebagai pesinetron baru.
Untuk urusan pakaian, ia memilih baju lengan panjang berbahan satin yang mengkilap seperti sutra berwarna pink dipadu rok panjang sebahan dan sewarna dengan bajunya. Jilbab pendek seleher yang dikenakannya juga berbahan satin berwarna merah hingga membuat paras kecantikan gadis muda berjilbab ini terpancar sempurna.
Tak lama kemudian jemputan tiba. Setelah berpamitan dengan orang tuanya Gita bergegas menuju kendaraan yang terparkir di luar rumahnya. Baru kali ini artis berjilbab itu berangkat sendirian untuk urusan casting tanpa ditemani salah satu anggota keluarganya. Dikarenakan production house yang memberinya tawaran job tersebut mengajukan syarat Gita harus datang sendirian. Dan demi menunjukkan bahwa artis berjilbab itu memang seorang profesional, ia menyanggupinya.
Tempat dimana casting akan dilaksanakan ternyata di sebuah villa yang lokasinya berjauhan dengan villa-villa lainnya. Lingkungan dimana villa itu berada nampak sepi. Suhu udara yang dingin disertai hembusan udara yang sejuk membuat Gita agak kedinginan tatkala melangkah keluar dari kendaraan yang menjemputnya.
Dengan langkah santai artis berjilbab itu berjalan menuju ke dalam villa. Sejenak diperhatikannya ruangan bangunan yang sebagian ruangannya telah dirombak menjadi sebuah studio untuk keperluan shooting. Dalam hati Gita seperti mengenal ruangan ini, karena tempat ini memang sering dipakai sebagai setting sinetron yang banyak ditayangkan di televisi.
Namun raut wajah Gita sedikit berubah bingung tatkala disuruh masuk ke dalam sebuah kamar di villa itu karena hanya ada beberapa orang disana. Tidak satupun wajah yang dikenalnya. Hanya sang produser yang pernah ditemuinya. Lagipula disitu hanya ada segelintir kru film. Sekilas perasaan was-was menghinggapi hati artis berjilbab ini karena di ruangan itu yang ada lelaki semua!
Namun suasana hati Gita yang sedang was-was itu sejenak mencair kala sosok yang dikenalnya menyapa seraya mendekatinya. Seorang pria paruh baya berwajah lumayan tampan dengan tubuh atletis itu bernama Sony. Dialah sutradara yang ditunjuk untuk menangani sinetron ini. Dan konon kabarnya berkat usaha sang sutradara pula Gita mendapat prioritas pertama untuk casting peran utama sinetron tersebut.
“Hai Gita, apa kabar? Gimana perjalanan tadi? Lancar khan?” sapa sang sutradara itu tersenyum.
“Syukurlah semua lancar-lancar aja, Pak Sony.” balas Gita dengan tersenyum manis.
“Gimana? Siap untuk casting sekarang?” tanya Sony lagi.
“Siap. Tapi emm…” jawab Gita lagi dengan nada bimbang. “koq, yang ada disini keliatannya cuma kru film sama sutradara aja sih, Pak?” selidik Gita lebih lanjut.
“Ohh… itu. Begini, Git, artis-artis pendukung lain yang akan dicasting kebetulan datangnya agak siangan dikit. Sedangkan calon lawan main kamu lagi ada masalah di jalan tol. Tadi dia udah calling ke handphone-ku ngasih tau kalo dia bakalan telat dating. Begitu loh ceritanya. Kebetulan aja kamu duluan yang nyampe disini.” jawab si sutradara.
“Oh, begitu…” sahut Gita manggut-manggut mengerti.
Lalu singkat cerita Jilbaber juara Kontes Dangdut tersebut diperkenalkan kepada sang produser sekaligus sang pemilik rumah produksi.
“Git, kenalkan ini Pak Harry, produser kita yang akan menyaksikan langsung casting kamu hari ini,” ujar Sony memperkenalkan Gita pada si produser.
“Apa kabar, Pak? Saya Gita,” ujar artis cantik berjilbab itu seraya mengulurkan tangan.
Sambil tersenyum misterius pria yang disapa itu membalas sapaan Gita seraya menjabat tangan halus si artis berjilbab itu, “Ah ya, saya Harry.” Pria bersosok tubuh sedang namun tidak kalah atletis dari Sony nampak memandangi Gita dari atas ke bawah seakan matanya sedang mengagumi keindahan lekuk tubuh Gita yang dibalut pakaian tertutup namun agak ketat, payudara Gita menonjol dengan indahnya.
“Wah-wah-wah, aku nggak menyangka, penampilan kamu beda banget sama yang di tivi. Lebih cantik kalo melihat langsung!” puji si produser.
“Ah, bapak! Biasa aja koq,” sahut Gita tersenyum malu dengan wajah merah merona mendapat pujian seperti itu.
“Ok, deh! Untuk menyingkat waktu, coba Gita mulai casting sekarang. Son, kasih dia script,” titah Herry pada Sony. Lalu seraya sang sutradara menyerahkan naskah kepada artis berjilbab itu Herry berujar, “Ok, sekarang coba kamu baca, mainkan perannya.”
“Ya, pak!” sahut Gita sumringah kala menerima script itu ditangannya.
Namun saat sang artis berjilbab mulai membaca naskah itu nampak raut wajahnya yang cantik itu sedikit mengernyit. Herry yang melihat perubahan pada mimik muka Gita seakan sudah menduganya segera berujar, “Kenapa, Gita? Kamu keberatan? Memang dalam naskah itu ceritanya kamu baru saja diculik dan hendak diperkosa oleh para penjahat. Dan memang akan ada adegan dimana nanti kamu diikat di ranjang sebelah sana. Nah, pada saat shoot dimulai kamu harus bisa menampilkan ekspresi dan akting yang meyakinkan kala kamu menangis dan memohon untuk dilepaskan. Paham?”
Gita sang artis berjilbab itu nampak menunjukkan wajah ragu dengan adegan seperti itu. Ia tidak menyangka jika test castingnya langsung akan ada adegan yang berat seperti ini. Gadis berjilbab tersebut nampak tercenung sesaat.
“Git? Lho koq malah bengong. Apa kamu nggak sanggup dengan peran ini?” sergah sang produser tak sabar. “Kalo kamu nggak sanggup, ya udah kita batalin aja casting hari ini dan biar kita casting artis lain yang sanggup.” sergah Herry lebih lanjut seakan memojokkan Gita yang sedang berpikir ulang.
Sesaat kemudian artis cantik berjilbab itu nampak menganggukkan kepalanya tanda setuju. Gita kemudian beringsut menuju ranjang lalu berbaring di tempat tidur yang berada di ruangan itu. Kru film yang berada disitu segera bekerja mengikat tangan dan kaki artis berjilbab itu ke ujung tempat tidur membentuk huruf X. Wajahnya yang cantik berbalutkan jilbab merah satin itu terlihat cemas dan was-was saat kemudian mulutnya disumpal.
“Rileks dong, Git! Adegannya cuma sebentar aja koq. Saya yakin begitu kamera rolling kamu akan enjoy. So, coba sedikit tenang. Ok?” ujar Sony berusaha menenangkan Gita.
Lalu Gita mengangguk pelan dan ia nampak jadi sedikit lebih tenang.
“Ok! Kamera roll. Action!” seru Sony. Adegan pun dimulai dan nampak seorang pria yang diplot sebagai si penjahat memasuki set melangkah mendekati Gita dan membuka sempal mulut gadis berjilbab itu.
“Tolong lepaskan saya! Jangan apa-apakan saya!” seru Gita kala mulai berakting.
Namun tiba-tiba, “Cuuttttt…!! Aduh, Gita! Nggak ok akting kamu, kurang meyakinkan! Ulangi lagi…!!!” teriak Sony yang tak puas dengan adegan itu. Mulut Gita pun kembali disumpal dan adegan diulang.
“Cuutt…!!! Ya ampón, Gita! Kamu ini bisa akting nggak sih? Ulang!!!” seru Sony kesal karena tak puas, sementara Gita merasa mulai tak nyaman dengan semua ini. Jika harus diulang sekali lagi, ia berpikir untuk menyudahi semua ini dan segera pulang saja.
Adegan kembali diulang, Gita bersiap menunggu sang pemeran penjahat untuk masuk, namun kali ini ia sangat terkejut. Kali ini yang mendatanginya bukanlah sang pemeran penjahat tadi, melainkan Herry sang produser bersama Sony si sutradara! Dengan wajah ketakutan mata Gita melotot kala melihat sang produser dan sutradara yang sudah bertelanjang dada mendekatinya. Panik, sang artis berjilbab yang sedang terikat di ranjang itu segera menoleh ke sekeliling ruangan itu. Kosong! Ruangan itu telah ditinggalkan oleh para kru film tadi. Sekarang yang ada tinggal mereka bertiga plus seorang jurukamera yang nampak serius sedang mengambil gambar mereka.
Bagaikan tersadar dari alam mimpi, Gita pun segera bergerak berontak dan meronta- ronta berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kakinya. Namun ikatan tersebut terlalu kuat. Sadar akan bahaya yang menghampirinya, artis berjilbab itu nampak tidak berdaya, air mata mulai meleleh membasahi pipinya.
Herry kemudian naik ke ranjang seraya mengelus-elus paha mulus Gita dari luar rok panjang merah satin miliknya. Perlahan gerakan tangannya terus naik ke atas pangkal pahanya. Lalu jemarinya bergerak halus menggesek-gesek selangkangan Gita dari luar rok panjang satinnya. Artis berjilbab itu sontak berontak meronta-ronta dengan kala mendapat perlakuan tersebut.
“Mmmphh… hhhhmmm…!!” jeritannya tertahan oleh sumpalan kain di mulutnya. Wajahnya yang cantik terbalut jilbab merah satin itu menampakkan amarah yang amat sangat. Namun apa daya semua itu sia-sia akibat ikatan yang kuat di kedua kaki dan tangannya.
Sejurus kemudian Herry berpindah ke atas ranjang seraya menduduki kedua betis Gita yang telentang dengan kedua pangkal betis kakinya. Kini praktis rontaan kedua kaki artis berjilbab itu terhenti karenanya. Dengan air mata berlinang tak berdaya, ditatapnya pria yang berada di ujung ranjang itu sedang asyik menyingkap rok panjang merah satinnya sepinggang. Bulu kuduknya merinding ketika merasakan tangan kekar seorang pria yang bukan muhrimnya itu menyentuh kulit pahanya dengan halus tatkala menyingkap rok panjang satin miliknya. Sekarang terpampanglah gundukan kemaluan nan halus terbungkus celana dalam berwarna krem.
Gita hanya bisa menutup mata dengan tubuh tergetar menahan tangis kesedihan yang mendalam. Dia tahu, kalau hari ini akan menjadi sejarah kelam dalam kehidupannya. Karena itulah pedangdut berjilbab itu hanya bisa diam pasrah membiarkan sang produser dan sutradara melucuti celana dalam serta kancing-kancing baju lengan panjang satinnya.
Herry sang produser yang berada persis di depan selangkangannya yang telanjang itu menatap penuh birahi kemaluannya yang gundul. (Gita ternyata rajin mencukur bulu kemaluannya). Kemudian dengan jemarinya pria itu menelusuri gundukan vagina gita dengan lembut.
Sony sang sutradarapun tidak ketinggalan beraksi. Pakaian lengan panjang Gita yang telah terbuka kancingnya hingga menyembulkan sepasang buah dada nan ranum itu sekarang menjadi bulan-bulanan permainan tangan Sony. Dengan gemas diremas dan dipilin-pilinnya buah dada dan puting artis muda berjilbab itu. Tubuh Gita hanya menggeliat pelan dengan mata terpejam kala mendapat perlakuan tersebut. Hanya isak tangis yang tertahan saja yang keluar dari mulutnya yang tersumpal.
Untuk beberapa saat tubuh indah Gita menjadi hiburan yang mengasyikan bagi kedua pria bejat itu. Buah dadanya diremas, dijilati dan dihisap oleh mulut Sony. Begitu juga vaginanya, Herry dengan rakusnya menguak, menjilati serta menghisap liang surgawi bintang dangdut tersebut. Tak ada bagian tubuh Gita yang lolos dari jamahan tangan dan mulut jahil kedua pria tersebut. Artis berjilbab itu hanya bisa mengutuk dalam hati atas tindakan bejat kedua pria tersebut terhadap dirinya yang masih suci ini.
Namun sebagai seorang manusia biasa yang juga punya kelemahan lama kelamaan perlakuan yang awalnya dianggap sebagai sebuah siksaan itu perlahan berubah menjadi suatu sensasi yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Nafas si artis berjilbab itu perlahan mendengus naik turun tidak beraturan. Kemaluannya juga semakin lama semakin basah mengeluarkan cairan kewanitaannya. Secara naluri, tubuh Gita kini mulai terangsang. Dalam hati, artis cantik berjilbab itu mengutuk tubuhnya yang tidak dapat menahan rangsangan birahi kedua pria bejat itu.
Kini kedua lelaki bejat itu telah tahu kalau artis cantik berjilbab korban kegiatan mereka mulai terangsang birahinya. Sejenak mereka hentikan aksinya masing-masing. Sesaat Gita menarik nafas lega kala pria-pria yang menjamahi tubuhnya itu berhenti beraksi. Namun mata artis cantik berjilbab itu tiba-tiba terbelalak ngeri ketakutan kala kedua lelaki itu membuka celana masing masing. Penis-penis yang nampak tegak mengacung itu seketika membuatnya kembali meronta-ronta ketakutan, namun sia sia.
“Hei, Son, pegangin kaki Gita! Gua mo lepasin nih roknya!” titah Herry. Sony segera memegangi kedua kaki Gita. Setelah melepaskan kedua ikatan kaki si artis itu, Herry kemudian memelorotkan rok panjang satin yang tersingkap sepinggang tadi. Gita si pedangdut berjilbab itu kini hanya mengenakan rok dalaman merah muda serta blus satin lengan panjang yang terbuka kancingnya.
Kemudian sang produser yang telah telanjang bulat itu naik lagi ke atas ranjang dan duduk bersimpuh tepat di depan selangkangan Gita. Sambil tertawa mengejek, Herry mulai menggosok-gosokkan penisnya tepat di ujung bibir vagina Gita seraya menikmati ekspresi ketakutan gadis berjilbab itu. Gita yang seumur hidup belum pernah mengalami hal ini, menjerit tertahan di balik sumpalan mulutnya ketika akhirnya penis besar berurat itu perlahan membelah bibir serta memasuki liang vaginanya.
“Ough, Gita…memekmu emang sempit, sayangg… ugghh!” racau Herry yang sedang berjuang merobek keperawanan Gita. Wajah cantik Gita yang terbalut oleh jilbab ketat merah satin itu nampak mengernyit seraya kepalanya mendongak ke belakang menahan sakit. Dan beberapa saat kemudian penis produser itupun akhirnya sukses membobol keperawanan artis cantik berjilbab itu. Nampak darah keperawanan Gita mengalir dari pangkal pahanya.
Sesaat kemudian Gita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan frustasi saat penis itu bergerak maju mundur di vaginanya. Rasa sakit, malu, marah dan menyesal bercampur aduk di dadanya. Sambil menyodok-nyodok kemaluan artis berjilbab itu, Herry membuka sumpalan mulutnya.
“Aakkhh!! S-sudahh… s-sakkitt… ookkhh!” pekik mohon Gita agar Herry berhenti memperkosanya.
Namun semua teriakan, tangisan dan rontaan Gita, malah makin membuat pria itu semakin brutal mendorong masuk penisnya, sehingga tubuh gadis berjilbab merah satin itu terguncang-guncang di ranjang.
Sony yang sedari tadi berdiri di samping ranjang sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri tanpa basa-basi memaksa masuk penisnya yang besar ke mulut Gita yang sedang kepayahan menahan sakitnya disodok-sodok oleh penis Herry.
“Isap!! Kulum!! Awas kalo berani gigit!!!” ancam Sony seraya menjambak jilbab pendek merah satin Gita.
Penis yang besar, panas, serta asin itu memenuhi rongga mulut dan bibir Gita, membuat gadis berjilbab itu tersedak-sedak kala penis itu mencapai tenggorokannya. Menghalangi jalan masuknya udara. Sambil memaju mundurkan penisnya di mulut si artis cantik berjilbab itu, dengan kasar Sony mencengkeram jilbab dan kepalanya.
“Ookkhh… emmphh…” hanya bunyi itu yang keluar dari mulut Gita kala penis Sony maju mundur di dalam mulutnya. Artis dan pedangdut berjilbab itu hampir saja kehabisan nafas, beruntung sekali penis di mulutnya itu tidak terlalu lama berada dalam mulutnya.
Tak lama kemudian, “Akkhh… Gittahh… nniihhh…!!” seru Sony yang telah mencapai klimaksnya seraya menyemburkan sperma dari ujung penisnya. Cairan putih dan hangat mengisi langsung mulut dan tenggorokannya, membuat Gita tersedak-sedak serta merasa jijik. Namun akhirnya artis berjilbab itu bisa bernafas lega saat penis Sony ditarik dari dalam mulutnya.
Kini hanya tinggal Herry yang masih bertahan menyetubuhinya. Dengan penuh semangat genjotan pria pemerkosa itu semakin lama semakin cepat sehingga mulut gadis berjilbab ini hanya mampu mengeluarkan lenguhan-lenguhan menahan sakit serta birahi yang entah darimana datangnya.
“Oohh… iihh… oohh… iihh…” begitulah lenguhan Gita kala menahan gempuran dan genjotan Herry terhadap vaginanya.
Hampir sepuluh menit lamanya Gita digenjot oleh Herry dengan posisi terlentang. Tiba-tiba pria itu menghentikan genjotannya. Lalu dengan tubuh Gita yang lunglai itupun dibaliknya hingga tengkurap. Diangkat bokong bulat nan padat itu hingga menungging keatas. Dengan gemas diusap-usap dan diremasnya bongkahan pantat bulat milik Gita. Lalu seraya mencengkeram Herry mulai menyodok-nyodok liang surgawinya dari belakang.
“Oouhh… aaakkhh…!” teriak artis berjilbab itu tatkala hentakan keras penis pria pemerkosanya menghujam keras dari belakang. Wajahnya yang manis terbalut jilbab merah satin itu nampak mendongak dan merintih kesakitan sekaligus nikmat. Lalu disela-sela genjotannya, Herry meremas-remas buah dadanya seraya melepaskan baju satin merah lengan panjang Gita.
Sony yang telah kembali tegang segera ikut beraksi, kali ini dia duduk mengangkang di depan wajah cantik Gita seraya kembali memaksanya untuk mengoral penisnya lagi. Dan dengan memegangi kepala Gita didorongnya penis itu maju mundur.
“Shhh… oooohhhhh… ooohhhhh… enak banget kamu, Gittaaaa…” racau kedua pria yang sedang asyik memperkosa mulut dan vagina artis berjilbab itu dari depan dan belakang.
Gita yang tak berdaya lagi hanya bisa melenguh, “Emmhhh… uummhhhh…” suara yang tertutup oleh derasnya hujaman penis Sony di mulutnya. Matanya terpejam seraya kedua tangannya mencengkeram pangkal paha Sony erat.
Betapa pemandangan yang menggairahkan! Bagaimana tidak? Artis cantik berjilbab pendek itu sudah telanjang hanya rok dalamannya yang berwarna pink tersingkap sepinggang sedang menungging. Dua orang pria sedang sibuk menyetubuhinya dari depan dan belakang.
Tubuh Gita yang sudah amat kepayahan menghadapi serangan penis pemerkosanya mendadak bergetar hebat. Nampaknya Gita telah mencapai puncak orgasmenya. Dan bersamaan dengan itu pula, “Aaahh… Giittaahh… nniihhh!!” teriak Herry kala mencapai puncak orgasmenya sembari menyodok dalam-dalam penis ke dalam liang surga Gita.
Crrooottt… crooot… crottt… sperma sang produser itupun menyembur ke dalam rahim sang artis berjilbab. Dan tak lama kemudian Sony pun menyusul dengan memuncratkan spermanya di wajah Gita. Sebagian muncratan sperma Sony nampak membasahi jilbab pendek merah satin yang dikenakan oleh Gita.
Mereka bertiga pun tersungkur lemas di atas ranjang itu dengan Herry menindih tubuh Gita yang sedang tengkurap sedangkan Sony nampak terduduk lemas mengangkang di depan kepala artis berjilbab itu.
Satu setengah jam kemudian kedua pria itu kembali melampiaskan hasrat birahinya yang terpendam selama ini terhadap Gita sang artis berjilbab. Nampak Sony sedang duduk dibangku yang ada samping ranjang sedang memangku Gita yang diposisikan duduk membelakanginya. Sedangkan Herry sang produser sinetron itu nampak berdiri diatas ranjang asyik memaju mundurkan penisnya ke dalam mulut Gita seraya memegangi kepala yang terbalut jilbab merah satin itu.
Hampir seharian mereka memperkosa tubuh sintal milik Gita si artis dangdut berjilbab itu sepuas-puasnya tanpa memberi kesempatan pada anak buah mereka untuk ikut mencicipi juga. Yah maklumlah, namanya juga bos. Masa yang enak mau dibagi-bagi?
Gita yang telah dinodai seharian oleh si produser dan sutradara sinetron bejat itu, tidak dapat berbuat banyak setelah menerima ancaman mereka. Apabila ia buka mulut, rekaman perkosaan itu akan mereka sebarluaskan. Klise, namun ampuh.
Gita, artis berjilbab itu akhirnya pulang dengan membawa kisah kelam yang tak akan dapat diceritakannya. Bukannya job sinetron yang ia dapat melainkan sex job!

ANITA

Anita Agustina, gadis keturunan tanah rencong, berusia 18 tahun adalah seorang finalis Pemilihan Putri Indonesia 2004.Gadis cantik jelita yang selalu mengenakan jilbab ini penampilannya tidaklah kalah dengan gadis-gadis lainnya, terbukti dalam kontes itu dia terpilih sebagai juara favorit. Baju-baju muslimah yang dikenakan Anita selalu modis, dengan mengambil ukuran baju yang body fit atau ketat sehingga menonjolkan keindahan lekuk-lekuk tubuh Andinda, dada yang menonjol pinggulnya yang ramping serta pantatnya yang padat menambah nilai tersendiri bagi keindahan tubuh gadis ini.

abg berjilbab (1)

Wajahnya yang putih bersih selalu dipoles dengan kosmetik sehingga nampak semakin cantik apalagi ditambah dengan senyuman yang selalu tersungging ramah dari bibirnya yang sensual itu, Anita bukan saja seorang gadis yang cantik tetapi juga ramah.

Hari ini Anita memenuhi tawaran Frans, seorang photografer, yang kemarin menghubunginya untuk pemotretan model sebuah baju muslimah karya seseorang perancang busana. Sebetulnya Anita agak malas untuk memenuhi panggilan itu karena dia masih memiliki kegiatan lainnya yang setumpuk. Namun kebetulan jadwal pemotretan yang ditawarkan itu adalah pagi hari maka setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya untuk memenuhi panggilan sang photografer itu, thoh juga itung-itung untuk menambah pengalaman dan pergaulan pikirnya.

Singkat cerita, sampailah sang putri ini ditempat pemotretan yaitu sebuah rumah besar yang terletak disebuah kawasan antara Jakarta dan Bogor. Areal disekitar rumah itu agak sepi dan jauh dari keramaian, mungkin sebagai seseorang yang berjiwa seni Frans memerlukan tempat tinggal yang tenang seperti ini pikir Anita.

Setelah memarkirkan mobil sedannya Anita memasuki halaman rumah tersebut, tak lama kemudian keluarlah sosok lelaki bertubuh tinggi besar, kepalanya plontos wajahnya dengan wajah khas orang chinesse.

“Ah ini dia Putri Indonesia yang pertama kali berjilbab, selamat datang….”, sambut lelaki itu.

Dengan senyum ramah dia kemudian memperkenalkan dirinya “Perkenalkan saya Frans alias Aliong, kamu boleh panggil saya Frans atau Aliong…”, ujar lelaki itu dengan tersenyum.

abg berjilbab (2)

“Saya Anita….”, balas Anita sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Oouuhh…cantik nian kamu Anita…tanganmupun mulus sekali”, ujar Frans sambil menyambut uluran tangan Anita.

Dan…“CUP….” sebuah kecupan bibir Frans tiba-tiba mendarat dipunggung tangan Anita, membuat Anita agak terkejut karena baru kali ini diperlakukan bak seorang putri dari daratan eropah.

“Mari silahkan masuk” Frans mempersilahkan Anita memasuki rumah sang fotographer itu. Sesampainya didalam Anita tertegun melihat suasanya didalam rumah itu, ruangannya besar-besar namun gelap dan sepi, seperti rumah yang tidak berpenghuni. “Pemotretannya dimana mas…”, Tanya Anita.

“Mari kita kedalam…”, ajak Frans mempersilahkan Anita berjalan melalui lorong-lorong gelap didalam rumah tersebut.

“Gimana tawaran pembayarannya ?”, Tanya Frans sambil berjalan memandu Anita.

“ Masih 500.0000 rupiah pershot kan ?”, balas Anita.

“Iya…iya…kamu akan saya ambil 5 shot aja koq dan masih ada tip-nya, jadi jumlah yang akan kamu terima nanti akan lebih banyak dari jumlah yang kamu perhitungkan”, jawab Frans sambil tersenyum melirik Anita.

Dan tibalah mereka disebuah ruangan dibagian belakang rumah tersebut, ruangan tersebut nampaknya sudah di set-up untuk pemotretan. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10 meter dan terdapat sebuah sofa besar untuk sarana pemotretan dan sebuah bilik untuk berganti baju.

“Ini dia studio pemotretannya, silahkan masuk Anita”.

“Terimakasih mas… Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina”, ujar Anita.

“Beres…semua udah diatur”, balas Frans.

” Nah, Anita ini baju yang musti kamu kenakan untuk pemotretan ini”, ujar Frans sambil menyodorkan sebuah gaun muslimah panjang.

“Bajunya cuman ini aja mas dan saya ngga perlu di make-up lagi mas ?” Tanya Anita.

“Nda perlu…wajah kamu udah cantik koq, nda perlu make-up lagi, baju untuk pemotretan ya cuma itu aja” ujar Frans.

“Sekarang kamu silahkan ganti baju diruangan itu” Frans menunjuk satu bilik kecil didalam ruangan itu.

Beberapa menit kemudian Anita keluar dengan busana panjang muslimah berwarna merah tua dipadukan dengan jilbab merah muda. Bahannya terbuat dari sutera tipis dan ukurannya ketat menjadikan tubuh Anitapun terlihat sexy.

“Waw cantik sekali….”, Frans terpesona dengan kemolekan tubuh Anita.

abg berjilbab (8)

“Duduk di sofa itu”, perintah Frans sambil menutup pintu kamar pemotretan itu.

“Koq sendirian aja sih mas ?”, Tanya Anita

Frans hanya diam saja, dia nampak sibuk menyetel kameranya

“Ok mulai berpose….”,

Dan kilatan-kilatan blits mulai memancar didalam ruang itu mengiringi pemotretan Frans, Anita pun berganti-ganti gaya diatas sofa itu. Tidak ada setengah jam, pemotretanpun usai.

“Selasai…!” Frans mengacungkan jempolnya.

“Hihihi…engga terasa udah selesai ya mas….”, ucap Anita sambil bangkit dari sofa.

“Tunggu dulu, jangan bergerak dari sofa”, ujar Frans

Wajah Frans tiba-tiba berubah menjadi serius, digantinya kamera yang menggantung di treeport dengan sebuah handycam.

Kemudian Frans bersiul beberapa kali seperti memberi tanda sesuatu.

“Lho…ada apa lagi mas…? Koq masang handycam segala ?” Tanya Anita yang mulai kebingungan.

“Masih ada satu lagi yang ingin gue ambil dari kamu”, kata Frans.

Anitapun terkejut sambil bertanya “Apa mas…?”.

“Sebuah adegan….yang bakal membuat kamu lebih terkenal daripada sekedar putri-putri-an”, balas Frans sambil memasukkan film didalam hadycamnya.

Belum lagi hilang rasa bingung didalam diri Anita tiba-tiba masuklah beberapa orang lelaki kedalam ruangan itu.

“Ah ini dia, jagoan-jagoan kita…” ujar Frans sambil tersenyum.

abg berjilbab (3)

“Anita, perkenalkan ini lawan main kamu didalam adegan nanti. Yang tinggi besar berambut botak ini namanya Ayung, yang kurus dan berambut gondrong ini namanya Paulus dan yang berbadan tegap dan kekar ini namanya Martinus”.

“Siapa mereka ? mau apa mereka ? mas mau adegan apa lagi ?” Tanya Anita yang mulai gugup melihat suasana yang tidak menguntungkan itu.

“Anita, gue sebenarnya mau bikin Blue Film alian BF alias Bokep dan kamu adalah pemeran utamanya !”, Frans menjelaskan.

Sontak penjelasan Frans ini membuat diri Anita bagai tersambar petir, dia mulai sadar bahwa dirinya telah dijebak oleh Frans.

“Tenang…tenang kamu tetap akan kami bayar Anita, tapi setelah film ini laku…” lanjut Frans.

“Themanya tergantung dari kamu…kalo kamu rela bersedia disyuting kita bisa pilih tema perselingkuhan saja, sepeti antara bos dan karyawannya. Tetapi…kalo kamu menolak syuting ini, yaaah…terpaksa mau tidak mau thema yang aku pilih adalah PEMERKOSAAN…hahahaha….”.

Wajah Anita nampak menjadi pucat pasi, hatinya menjadi ciut, aliran darahnya serasa berhenti mendengar penjelasan Frans tadi.

“Tidak…tidak…aku tidak sudi….!!”, teriak Anita sambil bangkit dari sofa seraya berlari menuju pintu untuk meninggalkan ruangan itu.

Namun belum lagi tangan Anita menyentuh handle pintu tiba-tiba sebuah tangan kekar dan besar milik Martinus dengan cekatan memegang tangan Anita.

“Ahh..lepaskan…lepaskan aku…kalian bajingan setan semua !!!”, Anita menjerit-jerit sambil berontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Martinus.

abg berjilbab (9)

“AHA…jelaslas sudah berarti thema film kita adalah PEMERKOSAAN !”, teriak Frans sambil menghidupkan handycamnya.

“Kita langsung mulai saja pengambilan gambarnya…”.

“Action….mulai !!!!”, perintah Frans sambil menghidupkan kameranya dan mengarahkan ke adegan Martinus yang tengah meringkus Anita.

“Hebat sungguh hebat,…kejadiannya sangat alami…benar-benar ini akan menjadi sebuah filem pemerkosaan yang hebat”, ujar Frans sambil terus membidikkan kamerannya kearah pergumulan antara Martinus dan Anita.

“Lepaskan…lepaskan saya….”, teriak Anita sambil meronta-ronta.

Tubuh Anita diseret ketengah ruangan oleh Martinus serta Paulus yang kemudian datang membantu. Anita tiada henti meronta-ronta dan berteriak menyumpah-nyumpah serapah namun dua orang lelaki kekar itu dengan mudah mematahkan perlawanan Anita.

“Tenang sayangku….kamu akan jadi terkenal”, ujar Paulus sambil menyeret Anita.

Kemudian Martinus dan Paulus meletakkan tubuh Anita ke sofa, Paulus yang mengambil posisi dibelakang sofa memegangi kedua tangan Anita dengan kuat. Sementara Martinus memegangi kedua kaki Anita.

Ayung, sang lelaki botak yang sedari tadi hanya mengamati kejadian diruangan itu dengan senyum-senyum simpul mulai melepaskan pakaiannya hingga telanjang bulat. Bentuk tubuh lelaki berusia 40-an ini jelek sekali sejelek roman mukanya. Ayung adalah seorang sex maniak sejati. Perutnya buncit badannya penuh dengan tatto, dan yang mengerikan dia memiliki sebuah penis yang berukuran besar yang sepertinya sangat terlatih didalam mengaduk-aduk lubang kemaluan wanita.

Perlahan-lahan dihampirinya tubuh Anita yang meronta-ronta ketakutan, Anita sangat menyadari akan apa-apa yang bakal terjadi terhadap dirinya.

“J…ja..ngan paakk…jjangann..perkosaa saya…”,pinta Anita dengan suara yang tergetar.

Apalah arti dari permintaan itu, dihadapan para lelaki yang telah kerasukan setan itu Anita ibaratnya hanyalah seonggok daging mentah yang siap dimangsa oleh anjing-anjing budukan yang kelaparan.

abg berjilbab (10)

Dengan santai tangan Ayung menjamah tubuh Anita, diremasnya kedua buah payudara Anita. seketika tubuh Anita menggeliat sebagai tanda penolakan atas perlakuan lelaki kurang ajar ini.

Tangan-tangan Ayung mulai melucuti pakaian Anita, gaun panjang yang dikenakan Anita sangatlah mudah untuk dilepas bagai menguliti buah pisang saja. Sekali tarik saja gaun yang melilit ditubuh Anita itu terlucuti.

“Waaahh…indah sekali tubuhmu sayang…”, bisik Ayung sambil menyeringai.

Diberinya kesempatan kepada Frans untuk membidikkan kamera hendycam-nya keseluruh tubuh Anita yang hanya dibalut bh dan celana dalam warna putih serta jilbab yang masih menutupi rambutnya.

Airmata mulai meleleh membasahi wajah ayu Anita keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang indah itu. Ketegangan dan kengerian luar biasa menyelimuti sang juara favorit Putri Indonesia ini. Matanya terpejam erat tubuhnya bergetar disaat kembali tangan-tangan Ayung menyentuh tubuhnya.

Tangan trampil Ayung kemudian beraksi kembali dengan melepaskan bh yang dikenakan Anita. Sesaat kemudian apa yang ada didada Aninda menjadi pusat perhatian dari para lelaki itu, mereka pun berdesah kagum atas keindahan dua gundukan buah dada Aninda itu. Ukurannya tidak besar tetapi proporsional dengan tubuh Aninda dan kencang. Dengan tangan-tangan kasarnya diraihnya kedua gundukan payudara itu oleh Ayung. Diusap-usap dan diremas-remas….dengan sesekali dipilin-pilinnya kedua puting yang berwarna merah muda itu.

Karuan saja ini membuat tubuh Anita menggeliat-geliat, mulutnya sesekali menganga mengeluarkan desahan-desahan.

Puas mempermainkan payudara Anita kedua tangan Ayung merayap turun kearah pinggung dan akhirnya dengan sekali tarikan dia melorotkan celana dalam putih Anita.

abg berjilbab (4)

Suasana diruangan itupun semakin erotis, empat pasang mata kembali terbelalak tertuju ke sebuah gundukan indah di selangkangan sang putri. Sebuah kemaluan wanita yang benar-benar terawat, bersih dengan susunan rambut kemaluan yang berjajar rapih mengelilingi liang kemaluannya.

Anita terisak-isak menangis tubuhnya seolah pasrah menerima keadaan namun matanya masih terpejam erat.

“Oh sang putri cantik….,beberapa hari yang lalu aku lihat engkau berdiri tegar disebuah panggung pemilihan Putri Indonesia. Aku masih ingat kau mengucapkan bahwa kau adalah satu-satunya Putri Indonesia yang berjilbab. Aku sangat mengagumimu, tak kusangka kini kau berada didepanku….aku siap mewujudkan impianku untuk menikmati tubuhmu”, ujar Ayung sambil mengusap-usap kemaluan Anita.

“Ja..jangann…pakkk…ammpunnn…jangann…”, pinta Anita sambil menagis.

Tiba-tiba tubuh Anita mengejang…mulutnya menganga seperti mengucap huruf A, rupanya jari tengah Ayung bagai cacing tanah menyeruak masuk kedalam bibir vagina Anita.

“Aaaahhhh…..”, Anita menjerit ketika jari tengah Ayung itu mulai menusuk-nusuk kemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat bagai cacing kepanasan sementara keringatnya terus mengucur deras membasahi tubuhnya yang masih memancarkan harum wewangian bunga melati itu.

CEP…CEP…CEP…begitulah suara yang keluar dari selangkangan Anita akibat dari cairan kewanitaan Anita yang dengan derasnya mengucur keluar akibat dikobel-kobel oleh jari tengan Ayung. Mata Anita terpejam begitu pula dengan mulutnya yang tertutup rapat berusaha menahan rintihan-rintihan yang akan keluar dari mulutnya.

Berdasarkan pengalaman Ayung, inilah cara yang sering dipakai Ayung untuk menguras tenaga dari sang gadis pada saat memperkosa gadis itu. Dan setelah tenaga gadis tersebut habis terkuras maka dia dapat dengan mudahnya menyetubuhi gadis tersebut tanpa perlawanan yang berarti lagi.

Beberapa saat lamanya jari tengah Ayung mengocok-ngocok liang vagina Anita sampai akhirnya badan Anita terlihat melemah, wajahnya memerah menahan rasa ngilu dikemaluannya.

Setelah mencabut jari tengah Ayung dari liang vagina Anita, Ayung merapatkan wajahnya ketubuh Anita tepatnya dibagian selangkangan Anita. Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Anita. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Anita, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Anita itu.

“Aaakkhhh….” mulut Anita menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya. “Ssshhh…eeehhh…aaahhh….hhhmmmhh….”, Anita merintih-rintih tubuhnya menggeliat-geliat semakin keras akibat lidah Ayung yang terus menjilat-jilat liang kemaluannya dengan rakus.

Puas menikmati kemaluan Anita kini Ayung dengan lidah yang masih terjulur menyapu tubuh Anita hingga sampai dibagian dada. Kembali lidah Ayung bergerilya didua bukit indah Anita itu, kali ini dibantu dengan kedua tangannya yang ikut meremas-remas keduaaa payudara itu. Dijilat-jilat, dihisap-hisap, digigit-gigit kedua payudara indah yang malang itu oleh mulut Ayung yang rakus itu hingga memerah warnanya.

Setelah itu serangan berganti sasaran lagi, kini wajah Ayung telah sejajar dengan wajah Anita yang membuang muka dari tatapan wajah Ayung.

Diraihnya kepala Anita yang masih mengenakan jilbab itu dan dipalingkannya wajah Anita hingga berhadapan dengan wajahnya.

“Hhhhhmmmm…hhmmmppp”, Anita gelagapan ketika bibir Ayung mendarat dibibir Anita. Dengan rakusnya dikulumnya bibir Anita yang merah mereka itu.

Lama Ayung menikmati bibir Anita, dikecup-kecup bibir gadis cantik itu, dikulum-kulum dengan sesekali memainkan lidahnya didalam rongga mulut Anita.

abg berjilbab (11)

Anita nampak semakin gelagapan karena kehabisan nafas, betapa tidak ada sekitas 30 menit lamanya Ayung mencumbu bibir Anita.

Terkuras sudah tenaga Anita oleh perlakuan yang diterimanya, apalagi Ayung seolah tak mau memberi ruang nafas kepada Anita. Anita menghela nafas panjang ketika Ayung memberi kecupan terakhir dibibirnya, setelah itu Ayung berdiri.

Nafas Anita mendesah-desah tak karuan antara nafas kelelahan dan nafas kengerian bercampur baur menjadi satu, keringat ditubuhnya deras mengucur membasahi tubuh indahnya yang masih harum mewangi itu.

Tubuh telanjang Anita itu tergeletak lunglai diatas sofa, dadanya kembang kempis meraup udara mengisi oksigen ditubuhnya yang habis terkuras sementara matanya masih terpejam erat.

Ayung kembali menganbil posisi dan merapat ketubuh Anita. Direntangkannya kedua kaki Anita selebar bahu dan setelah itu tiba-tiba…..”Aaaaakkkhhhhhhh……..”, Anita melengking histeris, matanya yang terpejam seketika menjadi terbelalak ketika dirasakan olehnya sebuah benda keras berotot menusuk lobang vaginanya. Ya, batang penis Ayung yang sedari tadi tegak gagah mengacung mulai melakukan penetrasi. Batang penis itu mulai menunjukkan kegarangannya di kemaluan Anita, dengan perlahan-lahan mulai menyusup masuk keliang vagina Anita.

“Ooooogghhhh…..sss…ssakkitt…..aaaaakkhhh…” ,Anita menggeliat-geliat menahan rasa sakit diselangkangannya. Sebuah mahkota kehormatan yang selama ini dijaga dan dirawat secara baik dan akan dipersembahkan kepada seseorang pria pilihannya kelak pada malam pertama setelah menikah ternyata pada saat ini tengah dikoyak oleh seseorang yang sama sekali bukan idaman atau tambatan hatinya bahkan tidak dikenalnya.

Mata Anita merem melek mengeiringi geliatan tubuhnya yang semakin keras, tapi Paulus yang sedari tadi memegangi tangan Anita masih cukup kuat untuk mengatasinya.

abg berjilbab (5)

Ayung yang menindih tubuh Anita terus berusaha melesakkan batang kemaluannya didalam liang vagina Anita untuk merobek selaput keperawanannya. Tangan kiri Ayung memegangi batang kemaluannya untuk membantu menekan penisnya kedalam liang itu dan tangan kanannya menekan pinggul Anita agar dibagian itu tidak terlalu banyak bergerak.

Dan akhirnya mengucurlah darah segar dari liang kemaluan Anita, pertanda bahwa Ayung berhasil membobol keperawanan Anita. “Aaaaaaahhhh…..”, Anita mengerang keras airmatanya kembali mengucur deras dari sudut-sudut matanya, matanya terbelalak menengadah kearah langit-langit kamar yang menjadi saksi akan hilangnya sebuah keperawanan dari sang putri cantik itu.

Sejenak Ayung membiarkan batang kemaluannya terbenam keseluruhannya didalam liang vagina Anita, dinikmatinya kehangatan dinding-dinging liang vagina Anita yang berdenyut-denyut itu. “Ohh..nikmat sekali kau….”, desah Ayung sambil mengatur posisinya diatas tubuh Anita kedua tangan Ayung memegangi pinggang Anita yang ramping itu.

Mulailah kemudian Ayung menggenjot tubuh Anita, dipompanya batang kemaluannya keluar masuk didalam liang vagina Anita secara perlahan-lahan penuh dengan perasaan.

Sambil menyetubuhi Anita dinikmatinya wajah Anita yang meringis-ringin serta tubuhnya yang bergetar, sejenak kemudian gelora nafsu Ayungpun semakin memuncak wajah Anita yang sedemikian rupa memancing birahi Ayung untuk lebih agresif. Ayung mulai mempercepat irama persetubuhannya atas Anita

“Aaakkhh….oohhh…ooouuhh…ooohhh…ooouugghhh. ..”, Anita merintih-rintih seiring dengan gerakan tubuh Ayung yang memompa kemaluannya keluar masuk diliang vaginanya. Gerakannya semakin lama semakin cepat sampai-sampai tubuh Anita terbanting-banting, Ayung pun mulai merintih-rintih mengiringi rintihan dan desahan yang keluar dari mulut Anita, rintihan mereka berdua bersaut-sautan menggema didalam ruang itu dan tentu saja kamera Frans tidak melewatkan adegan ini.

Beberapa menit kemudian Ayung nampaknya akan berejakulasi, tubuhnya menegang keras serta kepalanya menegadah keatas dan “CCRROTT….CCCRRROTT…CCRROOOTT…”, cairan putih kental kemudian muntah dari batang penis Ayung mengisi liang vagina Anita hingga meluber keluar.

“Aaaahhhhhh….”, Ayung melolong , tubuhnya mengejan menikmati puncak kenikmatan yang tiada tara itu. Entah Anita gadis yang keberapa yang telah berhasil dikoyak keperawanannya.

Setelah menyemburkan tetes terakhir didalam liang vagina Anita, tubuh Ayung melemas tinggal nafasnya saja yang berderu-deru berpacu dengan nafas Anita yang terdengar bercampur dengan isak tangisnya.

Ayungpun bangkit dari tubuh Anita, dicabutnya batang penis dari lobang vagina Anita. Puas sudah Ayung melampiaskan nafsu syahwatnya di tubuh Anita.

abg berjilbab (12)

Entah apa yang terjadi kemudian, tidak ada dalam hitungan menit Martinus tiba-tiba telah berdiri dihadapan tubuh Anita yang lunglai tergeletak disofa tanpa sehelai pakaianpun yang melekat ditubuhnya kecuai jilbabnya yang masih melilit dikepalanya. Rupanya dia sudah mengantri sedari tadi, tubuhnya hitam legam berotot begitupun dengan batang kemaluannya yang sudah mengacung dengan gagahnya.

Tanpa memberi kesempatan buat Anita untuk beristirahat Martinus langsung menindih tubuh Anita.

Dikulumnya bibir Anita dengan ganas, sementara itu kedua tangannya mulai sibuk meremas-remas kedua payudara gadis yang malang itu.

“Hhhmmm…cup…mmmpphh…mmmmhh…cup..cup..mmmph h..”, suara desahan Anita terdengar bercampur dengan bunyi kecupan-kecupan yang berdecak-decak.

“Ooookkhhh…..”, suara Anita melengking tubuhnya yang kembali tersentak akibat liang kemaluannya mulai dijejali kembali dengan batang kemaluan yang kali ini milik Martinus. Dalam sekejap tubuh Anita mulai digenjot, hentakan demi hentakan dari gerakan persetubuhan mengiringi desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut Anita “Ooohhh…ooohh…eegghh…hhooohhh…oouuhhh…”.

Keringat mebanjiri kedua tubuh yang berlainan perasaan itu, dimana yang satu dengan penuh gairah yang membara terus melampiaskan birahinya kepada lawannya sementara yang satu lagi dengan perasaan putus asa dan tubuh lemah, pasrah menerima penetrasi dari sang lawan.

Beberapa menit kemudian kembali liang vagina Anita dibanjiri oleh cairan-cairan sperma yang meluap hingga membasahi kedua pahanya. Martinus meregang menggelinjang merasakan butir-butir kenikmatan menjalar disekujur tubuhnya, tubuhnya kemudian melemah lunglai.

Tibalah kini giliran si rambut gondrong, Paulus. Lagi-lagi rintihan-rintihan Anita mulai menggema diruangan itu, tubuhnya kembali diperkosa disetubuhi oleh lelaki yang berumur 40-an ini. Setengah jam sudah Paulus menyetubuhi Anita hingga akhirnya kembali cairan-cairan kental itu mengisi rongga kemaluan Anita.

Anita lemas tubuhnya dibasahi oleh keringatnya bercampur dengan keringat-keringat para lelaki yang memperkosanya tadi sementara selangkangannya penuh dengan cairan-cairan kental hingga kepahanya.

abg berjilbab (6)

Frans sang kameramen rupanya tak mau ketinggalan, dia nampak ingin melakukan adegan penutup dari filem ini. Setelah menyerahkan kamerenya kepada Martinus kemudian dia melepaskan baju yang dikenakannya hingga telanjang bulat. Tubuh lelaki yang berkulit kuning langsat itu nampak dipenuhi dengan hiasan tatto, sebuah kalung salib emas terlihat melintang dilehernya. Wajahnya menyeringai melihat tubuh Anita yang tergeletak lemah diatas sofa.“Sekarang giliranku….”, ujarnya.

Anita hanya bisa menatap Frans dengan tatapan mata yang sendu. Lelaki yang juga aktifis partai politik yang lambang partainya berwarna dasar ungu ini nampak dengan gagahnya berdiri dihadapan tubuh Anita.

Dengan sebuah lap yang telah dibasahi, Paulus membersihkan selangkangan Anita yang tadinya penuh dengan cairan-cairan yang mengental dan kering.

“Ok kamera siap bos”, ujar Martinus sambil mengambil posisi serta mengaktifkan kameranya.

“Silahkan tancap bos….”, ujar Paulus setelah membersihkan tubuh Anita. Frans mulai action.Diraihnya tubuh Anita yang lemah tergeletak di sofa.

“Ayo sayang kita main lagi…. Ini akan menjadi filem yang hebat”, bisik Frans sambil membopong memindahkan tubuh Anita kelantai.

Diterlungkupkan tubuh Anita, setelah itu diangkatnya pinggang gadis itu hingga posisinya seperti orang yang sedang bersujud.

Frans mengambil posisi dibelakang tubuh Anita.

Nafas Anita terdengar tersengal-sengal tubuhnya bergetar disaat tangan Frans mengelus-elus punggung Anita yang halus dan lembut itu.

“Kulitmu halus sekali dan putih bersih, kau cantik Anita…., pasti kau tak mau kalau kupersunting menjadi istriku. Makanya kita lakukan saja ini seperti suami istri ya…”, rayu Frans.Kedua tangan Frans kemudian memegang pinggang Anita.

“Aaaaaakkkkhhh……..ooouuuuuhhhh…..”, sekonyong-konyong Anita melolong keras, tubuhnya yang tadi lemas bersujud seketika langsung menegang keras, kepalanya mendongak keatas disertai dengan matanya yang terbelalak. Rupanya Frans mulai melesakkan batang kemaluannya kedalam anus Anita.

Frans menyodomi Anita.

BLESSSS…dalam waktu yang relatif singkat penis Frans tertanam seluruhnya didalam anus Anita. Setelah itu Frans mulai dengan gerakan menyodok-nyodok kemaluannya didalam anus Anita.

“Oogghh….oohh…aagghh….”, Anita menjerit-jerit kesakitan dengan tubuh menggelepar-gelepar dan mulut yang menganga sementara Frans dengan sekuat tenaga terus menyodomi Anita.

“Wah rapet sekali bo’ol kamu Anita, rasanya enaaakkk…”, ujar Frans sambil terus menyodomi Anita.

Tubuh Anita semakin lunglai lemas, keringat dingin mengucur deras kembali membasahi tubuhnya.

Setelah puas menyodomi Anita. Frans mencabut penisnya dan setelah itu langsung membalikkan tubuh Anita hingga terlentang.

Frans mengarahkan penisnya kewajah Anita dan setelah itu penis Frans yang besar dan perkasa itu disumpalkan didalam mulut Anita.

“Hhmmmppp…..”, Anita kembali tersentak disaat Frans berusaha melesakkan penisnya didalam rongga mulut Anita. Namun apa dayanya tubuhnya telah lemas setelah sekian kali digenjot rame-rame. Anita hanya pasrah disaat kemaluan Frans masuk kedalam mulutnya.

Kedua tangan Frans memegang erat kepala Anita yang masih berjilbab itu, kemudian digerakkannya kepala Anita naik turun untuk mengurut-urut batang penisnya didalam rongga mulut Anita. “Waww..lembut sekali mulutmu, dingin sekali rasanya….aahhh…nikmaattt…”, desah Frans yang sangat menikmati perkosaan itu.

Namun tidak demikian dengan Anita, dengan nafasnya yang tersengal-sengal dia terpaksa mengulum batang kemaluan Frans, mulutnya terlihat penuh dijejali kemaluan Frans sampai-sampai kedua pipinya menggelembung akibat batang penis Frans yang besar itu menjejali mulutnya.

“Ooookkhh…haaahhhhkkhh…”, Frans mengejang keras, wajahnya menyeringai menengadah kelangit-langit ruangan itu, tubuhnya bergetar ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan-cairan sperma didalam rongga mulut Anita.

“HHmmmppphh…mmmhhh….”, Anita berusaha melepaskan diri namun sia-sia kedua tangan Frans dengan kuatnya memegang kepala Anita. CRRROOTT…CCRROOT…batang penis Frans terus memuntahkan sperma didalam mulut Anita mengalir deras membasahi tenggorokannya hingga meluber keluar disela-sela bibir Anita yang masih disumpal oleh batang kemaluan Frans.

“Aaahhh…nikmat sekali”, Frans mendesah lega.

abg berjilbab (7)

Dicabutnya batang penisnya dari mulut Anita, seketika itu Anita terbatuk-batuk dan seperti akan muntah, mulutnya penuh dengan cairan kental sperma bercampur dengan airliurnya sendiri sesekali cairan itu mengalir keluar dari sela-sela bibirnya membasahi pipinya.

Belum puas seratus persen, Frans kembali mengambil posisi diatas tubuh Anita dia akan menyetubuhi gadis itu. Ditekuknya kedua kaki Anita hingga bagian paha menyentuh dada.

“Uuugghh….”, Anita mendesah pelan, mulutnya meringis ketika vaginanya kembali diterobos batang kemaluan lelaki. Frans mulai menyetubuhi Anita.

Mulut Anita hanya mengeluarkan desahan-desahan lemah, tubuhnya lungalai dan lemas bak seonggok daging tak bertulang ketika dia harus terbanting-banting dan tersodok-sodok akibat perkosaan yang dilakukan oleh Frans. Dengan tenaga yang masih perkasa Frans terus menyetubuhi Anita hingga akhirnya berejakulasi untuk yang kedua kalinya. Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Anita.

Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan pembuatan filem porno itu. Anitapun kemudian tak sadarkan diri.

Rasa puas didalam diri Frans tak bisa dilukiskan, filem yang bertemakan pemerkosaan ini pastilah akan laris manis karena bintangnya adalah seorang Juara Harapan Putri Indonesia. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Anita yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi.

HENI

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (6)

Malam itu, jam sebelas lebih, cuaca sangat tidak bersahabat. Sejak jam sebelasan tadi hujan sudah turun dengan derasnya disertai guruh dan petir. Di tempat yang sepi depan pintu kamar periksa itulah dokter Maman, dokter jaga di rumah sakit itu menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Maman (37 tahun), dalam usia sekian itu masih tampak ganteng dan gagah dengan tinggi badan 175 cm. Sudah hampir sepuluh tahun dia bekerja sebagai dokter di rumah sakit ini, istrinya masih muda (29 tahun) dengan 2 anak. Kesepian dan suasana sepi sudah menjadi temannya sehari-hari apabila dia dapat tugas jadi dokter jaga, maka mendengar suara-suara aneh dan cerita-cerita seram lainnya sudah tidak membuatnya merinding lagi, istilahnya sudah kebal dengan hal-hal seperti itu. Sungguh, malam itu menjadi malam panjang baginya, suasana hujan dengan angin yang dingin mudah membuai orang hingga ngantuk.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (1)

Pak dokter Maman masih terus juga membaca buku yang sengaja dia bawa dari rumah. Hening sekali suasana di sana, bunyi yang terdengar hanya bunyi rintik hujan, angin. Tak lama kemudian terdengar bunyi lain di lorong itu, sebuah suara orang melangkah, suara itu makin mendekat sehingga mengundang perhatian dokter itu.
“Siapa tuh ya, malem-malem ke sini ?” tanya dokter maman dalam hati.

Suara langkah makin terdengar, dari tikungan lorong muncul lah sosok itu, ternyata seorang gadis cantik berpakaian perawat dan berjilbab. Di luar seragamnya dia memakai jaket cardigan abu-abu berbahan wol untuk menahan udara dingin malam itu. Suster itu ternyata berjalan ke arahnya.

“Permisi, Pak” sapanya pada Maman dengan tersenyum manis.

“Malam Sus, lagi ngapain nih malem-malem ke sini” balas Maman.

“Ohh…hehe…anu Pak abis jaga malam sih, tapi belum bisa tidur, makannya sekalian mau keliling-keliling dulu”

Dokter Maman bingung sebab tidak tahu kalau suster itu juga jaga. Maka Maman bertanya, “Oh iya kok saya rasanya baru pernah liat Sus disini yah ?” tanya Maman.

“Iya Pak, saya baru pagi tadi sampai disini, pindahan dari rumah sakit *****” jawabnya, “jadi sekalian mau ngenal keadaan disini juga”

“Oo…pantes saya baru liat, baru toh” kata Pak dokter Maman.

“Emang bapak kira siapa ?” tanyanya lagi sambil menjatuhkan pantatnya pada bangku panjang dan duduk di sebelah Maman.

“Wow, hoki gua” kata pria itu dalam hati kegirangan.

“Dikirain suster ngesot yah, hahaha” timpal dokter Maman mencairkan suasana. “Hehehe dikira suster ngesot, nggak taunya suster cantik” sambung Maman lagi tertawa untuk menghangatkan suasana.

“Kalau ternyata memang iya gimana Pak” kata gadis itu dengan suara pelan dan kepala tertunduk yang kembali membuat pria itu merasa aneh.

Tiba-tiba gadis itu menutup mulutnya dengan telapak tangan dan tertawa cekikikan.
“Hihihi…bapak dokter ini lucu ah, sering jaga malam kok digituin aja takut” tawanya.

“Wah-wah suster ini kayanya kebanyakan nonton film horror yah, daritadi udah dua kali bikin kita nahan napas aja” kata Pak Maman.

“Iya nih, suster baru kok nakal ya, awas Bapak laporin loh” kata Maman menyenggol tubuh samping gadis itu. Sebentar kemudian suster itu baru menghentikan tawanya, dia masih memegang perutnya yang kegelian.

“Hihi…iya-iya maaf deh pak, emang saya suka cerita horror sih jadi kebawa-bawa deh” katanya.

“Sus kalau di tempat gini mending jangan omong macem-macem deh, soalnya yang gitu tuh emang ada loh” sahut dakter Maman dengan wajah serius.

“Iya Pak, sori deh” katanya “eh iya nama saya Heni Puspita, panggil aja Heni, suster baru disini, maaf baru ngenalin diri…emmm Bapak dokter siapa yah?” sambil melihat ke dokter itu.

“Kalau saya Suherman, tapi biasa dipanggil Maman aja, saya yang jadi dokter jaga di sini malam” pria setengah baya itu memperkenalkan diri.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (2)

“Omong-omong Sus ini sudah lama di RS ini?” tanya si dokter.

“Ya belum sih” kata Suter Heni.

“Pantas baru saya lihat, saya sudah lihat namanya dalam jadwal tapi baru inilah saya lihat orangnya. Cantik!” kata Maman sambil memandang wajah cantik yang sedang mengobrol dengannya itu.

Malam itu dokter Maman merasa beruntung sekali mendapat teman ngobrol seperti suster Heni, biasanya suster-suster lain paling hanya tersenyum padanya atau sekedar memberi salam basa-basi. Maklumlah mereka semua tahu kalau dokter Maman sudah beristri dan punya dua anak.

Mereka pun terlibat obrolan ringan, pria itu tidak lagi mempedulikan buku bacaannya dan mengalihkan perhatiannya pada suster Hena yang ayu itu. Sejak awal tadi dokter Maman sudah terpesona dengan gadis ini. Pria normal mana yang tidak tertarik dengan gadis berkulit putih mulus berwajah kalem seperti itu, rambut hitamnya disanggul ke belakang tampak terbayang walau tertutup dengan jilbab panjangnya yang putihnya, tubuhnya yang padat dan montok itu lumayan tinggi (168 cm), pakaian perawat dengan bawahan rok panjang itu menambah pesonanya.

Suster Heni sendiri baru berusia 24 tahun dan belum menikah. Untuk gadis secantik Heni sebenarnya tidak begitu susah mendapat pasangan ditambah lagi dengan bodinya yang montok dan padat, tentu banyak lelaki yang mau dengannya. Tapi sejauh ini belum ada pria yang cocok di hati Suster Heni. Sebagai wanita alim berjilbab dia sangat menjaga pergaulannya dengan lawan jenis. Namun malam ini dia gelisah juga melihat dokter Maman yang tampan dan gagah itu. Sayang dia sudah beristri, keluh Suster Heni dalam hati. Namun hati kecilnya tidak dapat dibohongi bahwa dia suka pada dokter Maman itu.

Maman, si dokter, makin mendekatkan duduknya dengan gadis itu sambil sesekali mencuri pandang ke arah belahan dadanya membayang di balik baju panjang dan jilbab panjangnya. Suasana malam yang dingin membuat nafsu pria itu mulai bangkit, apalagi Pak Maman sudah seminggu tidak ngentot istrinya karena lagi datang bulan dan walaupun istri Maman lebih cantik dari Suster Heni, tapi dalam hal bodinya tentu saja kualitasnya kalah dengan suster muda di sebelahnya ini. Semakin lama dokter Maman semakin berani menggoda suster muda yang alim itu dengan guyonan-guyonan nakal dan obrolan yang menjurus ke porno. Suster Heni sendiri sepertinya hanya tersipu-sipu dengan obrolan mereka yang lumayan jorok itu.
“Terus terang deh Sus, sejak Sus datang kok disini jadinya lebih hanget ya” kata Maman sambil meletakkan tangannya di lutut Heni dan mengelusnya ke atas sambil menarik rok panjang suter berjilbab itu sehingga pahanya mulai sedikit tersingkap.

“Eh…jangan gitu dong Pak, mau saya gaplok yah ?!” Heni protes tapi kedua tangannya yang dilipat tetap di meja tanpa berusaha menepis tangan pria itu yang mulai kurang ajar.

“Ah, Sus masa pegang gini aja gak boleh, lagian disini kan sepi gini, dingin lagi” katanya makin berani, tangannya makin naik dan paha yang mulus itupun semakin terlihat.

“Pak saya marah nih, lepasin gak, bapak kan sudah punya istri, saya itung sampai tiga” wajah Heni kelihatannya BT, matanya menatap tajam si dokter yang tersenyum mesum.

“Jangan marah dong Sus, mendingan kita seneng-seneng, ya?” sahut Dokter Maman, entah sejak kapan tiba-tiba saja pria tidak tau malu itu sudah di sebelahnya .
Dokter jaga itu dengan berani merangkul bahu Heni dan tangan satunya menyingkap rok suster muda itu di sisi yang lain. Suster itu tidak bergeming, tidak ada tanda-tanda penolakan walau wajahnya masih terlihat marah.

“Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (3)

Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti itu. Si pria yang sudah kerasukan nafsu itu menganggapnya sandiwara untuk meninggikan harga diri sehingga dia malah semakin nafsu.

“Tig…” sebelum suster Heni menyelesaikan hitungannya dan bergerak, si dokteritu sudah lebih dulu mendekapnya dan melumat bibirnya yang tipis.

“Mmm…mmhh !” suster itu berontak dan mendorong-dorong Maman berusaha lepas dari dekapannya namun tenaganya tentu kalah darinya, belum lagi dokter Maman juga mendekapnya serta menaikkan rokknya lebih tinggi lagi. Heni merasa hembusan angin malam menerpa paha mulusnya yang telah tersingkap, juga tangan kasar dokter itu mengelusinya yang mau tak mau membuatnya terangsang.

“Aahh…jangan…mmhh !” Heni berhasil melepaskan diri dari cumbuan si dokter tapi cuma sebentar, karena ruang geraknya terbatas bibir mungil itu kembali menjadi santapan Maman.

Lalu tangan Pak Maman mulai meremas-remas dadanya yang masih tertutup seragam suster dan jilbab lebarnya – Maman dapat merasakan kalau tetek suster alai mini masih kencang dan padat pertanda belum pernah dijamah lelaki lain – sementara tangan satunya tetap mengelus paha indahnya yang menggiurkan. Heni terus meronta, tapi sia-sia malah pakaian bawahnya semakin tersingkap dan jilbab lebar perawat itu nyaris copot. Pak Maman melepaskan jaket cardigan pinknya suster Heni sehingga tinggal baju seragam perawatnya yang terlihat. Lama-lama perlawanan suster Heni melemah, sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifnya telah meruntuhkan pertahanannya. Birahinya bangkit dengan cepat apalagi suasananya sangat mendukung dengan hujan yang masih mengguyur dan dinginnya malam. Ditambah lagi hati kecil suka dengan dokter Maman. Bulu kuduk Heni merinding merasakan sesuatu yang basah dan hangat di lehernya. Ternyata dokter Maman itu sedang menjilati lehernya yang jenjang dengan menyingkapkan jilbab panjang suster alim itu, lidah itu bergerak menyapu daerah itu sehingga menyebabkan tubuh Heni menggeliat menahan nikmat. Mulut Heni yang tadinya tertutup rapat-rapat menolak lidah Maman kini mulai membuka. Lidah kasap si doketr itu langsung menyeruak masuk ke mulut suster berjilbab itu dan meraih lidahnya mengajaknya beradu lidah. Heni pun menanggapinya, lidahnya mulai saling jilat dengan lidah pria itu, liur mereka saling tertukar. Sementara Pak Maman mulai melucuti kancing bajunya dari atas dan sekaligus mencopot jilbab panjang suster Heni, tangan perkasa dokter itu menyusup ke dalam cup branya, begitu menemukan putingnya benar-benar masih kencang dan padat, belum terjamah lelaki lain lalu langsung dimain-mainkannya benda itu dengan gemasnya.

Di tengah ketidak-berdayaannya melawan dokter brengsek itu, Heni semakin pasrah membiarkan tubuhnya dijarah. Tangan doketr Maman menjelajah semakin dalam, dibelainya paha dalam gadis itu hingga menyentuh selangkangannya yang masih tertutup celana dalam. Sementara baju atasan Heni juga semakin melorot sehingga terlihatlah bra biru di baliknya.

“Kita ke dalam aja biar lebih enak” kata Pak Maman.

“Kamu emang kurang ajar yah, kita bisa dapet masalah kalau gak lepasin saya !” Heni masih memperingatkan dokter itu.

“Udahlah Sus, kurang ajar- kurang ajar, kan lu juga suka ayo !” Maman narik lengan suster itu bangkit dari kursi. “Sus, seneng-seneng dikit napa? Dingin-dingin gini emang enaknya ditemenin cewek cantik kaya Sus” lanjut Pak Maman.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (4)
Dokter Maman menggelandang suster alim itu ke ruang periksa pasien tempat mereka berjaga. Heni disuruh naik ke sebuah ranjang periksa yang biasa dipakai untuk memeriksa pasien. Selanjutnya pria itu langsung menggerayangi tubuh Virna yang terduduk di ranjang. Maman menarik lepas celana dalam gadis alim itu hingga terlepas, celana itu juga berwarna biru, satu stel dengan branya. Kemudian ia berlutut di lantai, ditatapnya kemaluan suster alim itu yang ditumbuhi bulu-bulu yang lebat, bulu itu agaknya rajin dirawat karena bagian tepiannya terlihat rapi sehingga tidak lebat kemana-mana. Hena dapat merasakan panasnya nafas pria itu di daerah sensitifnya. Pak Maman mempreteli kancing baju atasnya yang tersisa, lalu bra itu disingkapnya ke atas. Kini terlihatlah payudara suster Heni yang berukuran sedang sebesar bakpao dengan putingnya berwarna coklat.

“Uuuhh…Pak!” desah Henia ketika lidah Pak Maman menelusuri gundukan buah dadanya. Lidah itu bergerak liar menjilati seluruh payudara yang kencang dan padat itu tanpa ada yang terlewat, setelah basah semua, dikenyotnya daging kenyal itu, puting mungil itu digigitinya dengan gemas.

“Aahh !” tubuh Heni tiba-tiba tersentak dan mendesah lebih panjang ketika dirasakannya lidah panas Maman mulai menyapu bibir vaginanya lalu menyusup masuk ke dalam. Maklum Maman sudah pengalaman merangsang wanita. Heni sebagai gadis alim sebenarnya jijik melakukan hal ini dengan dokter Maman ini, tapi rupanya libidonya membuatnya melupakan perasaan itu sejenak. Mulut Pak Maman kini merambat ke atas menciumi bibirnya, sambil tangannya tetap menggerayangi payudaranya. Kemudian dokter itu kembali menghisap memek suster ini, si dokter makin membenamkan wajahnya di selangkangan Heni, lidahnya masuk makin dalam mengais-ngais liang kenikmatan suster muda itu menyebabkan Heni menggelinjang dan mengapitkan kedua paha mulusnya ke kepalanya Maman.

“Nah, sekarang tinggal kita mulai Sus” kata Pak Maman membuka pakaiannya “pokoknya malam ini Bapak bakal muasin Sus hehehe!”

Heni tertegun melihat pria gagah itu sudah telanjang bulat di hadapannya, tubuhnya terbilang kekar, penisnya yang sudah menegang itu lumayan besar juga dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat. Dia naik ke ranjang ke atas tubuh gadis alim itu, wajah mereka saling bertatapan dalam jarak dekat. Kali tanpa penghalang sebab jilbab panjang suster alim itu sudah dicopot dokter Maman. Pak Maman begitu mengagumi wajah cantik Heni, dengan bibir tipis yang merah merekah, hidung bangir, dan sepasang mata indah yang nampak sayu karena sedang menahan nafsu.

“Pak, apa ga pamali main di tempat ginian ?” tanya Heni.

“Ahh…iya sih tapi masabodo lah, yang penting kita seneng-seneng dulu hehehe” habis berkata dia langsung melumat bibir gadis itu. Mereka berciuman dengan penuh gairah, Heni yang sudah tersangsang berat itu melingkarkan tangannya memeluk tubuh Pak dokter Maman. Ia masih memakai seragam susternya yang sudah terbuka dan tersingkap di mana-mana, bagian roknya saja sudah terangkat hingga pinggang sehingga kedua belah pahanya yang jenjang dan mulus sudah tidak tertutup apapun. Pak Maman sudah seminggu lamanya tidak menikmati kehangatan tubuh wanita sebab istrinya lagi datang bulan sehingga dia begitu bernafsu berciuman dan menggerayangi tubuh Heni. Mendapat kesempatan bercinta dengan gadis seperti Heni bagaikan mendapat durian runtuh, belum pernah dia merasakan yang sesintal dan montok ini, bahkan istrinya pun tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengannya meskipun lebih cantik dari pada Suster Heni.

Setelah lima menitan berciuman sambil bergesekan tubuh dan meraba-raba, mereka melepas bibir mereka dengan nafas memburu. Pak Maman mendaratkan ciumannya kali ini ke lehernya. Kemudian mulutnya merambat turun ke payudaranya, sebelumnya dibukanya terlebih dulu pengait bra yang terletak di depan agar lebih leluasa menikmati dadanya.

“Eemmhh…aahhh…aahh !” desahnya menikmati hisapan-hisapan dokter jaga itu pada payudaranya, tangannya memeluk kepala yang rambutnya lebat dan hitam itu.
Heni merasakan kedua putingnya semakin mengeras akibat rangsangan yang terus datang sejak tadi tanpa henti. Sambil menyusu, pria itu juga mengobok-obok vaginanya, jari-jarinya masuk mengorek-ngorek liang senggamanya membuat daerah itu semakin basah oleh lendir.

“Bapak masukin sekarang yah, udah ga tahan nih !” katanya di dekat telinga Heni.
Suster Heni hanya mengangguk. Pak Maman langsung menempelkan penisnya ke mulut vagina gadis alim itu. Terdengar desahan sensual dari mulut gadis itu ketika Pak Maman menekan penisnya ke dalam.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (5)

“Uuhh…sempit banget Sus, masih perawan ga sih ?” erang pria itu sambil terus mendorong-dorongkan penisnya.

Heni mengerang kesakitan dan mencengkram kuat lengan pria itu setiap kali penis itu terdorong masuk ke dalam memeknya yang masih rapet itu. Setelah beberapa kali tarik dorong akhirnya penis itu tertancap seluruhnya dalam vagina suster alim itu. Darah mengalir dari memek suter alim itu.

“Weleh-weleh, enaknya, legit banget Sus kalau masih perawan” komentar pria itu, “Belum pernah ngentot ya Sus sebelumnya, kalo boleh tau ?”

Sebagai jawabannya Heni menarik wajah pria itu mendekat dan mencium bibirnya, agaknya dia tidak berniat menjawab pertanyaan itu.

Pak Maman mulai menggoyangkan pinggulnya memompa vagina gadis itu. Desahan tertahan terdengar dari mulut Heni yang sedang berciuman. Pria itu memulai genjotan-genjotannya yang makin lama makin bertenaga. Lumayan juga sudah seusia hampir kepala empat tapi penisnya masih sekeras ini dan sanggup membuat gadis alim itu menggelinjang. Dia mahir juga mengatur frekuensinya agar tidak terlalu cepat kehabisan tenaga. Sambil menggenjot mulutnya juga bekerja, kadang menciumi bibir gadis itu, kadang menggelitik telinganya dengan lidah, kadang mencupangi lehernya. Suster Heni pun semakin terbuai dan menikmati persetubuhan beda jenis ini. Dia tidak menyangka pria seperti dokter itu sanggup membawanya melayang tinggi. Pria itu semakin kencang menyodokkan penisnya dan mulutnya semakin menceracau, nampaknya dia akan segera orgasme.

“Malam masih panjang Pak, jangan buru-buru, biar saya yang gerak sekarang !” kata gadis perawat itu tanpa malu-malu lagi.

Pak Maman tersenyum mendengar permintaan suster itu. Merekapun bertukar posisi, Pak Maman tiduran telentang dan Heni menaiki penisnya. Batang itu digenggam dan diarahkan ke vaginanya, Heni lalu menurunkan tubuhnya dan desahan terdengar dari mulutnya bersamaan dengan penis yang terbenam dalam vaginanya. Mata Pak Maman membeliak saat penisnya terjepit diantara dinding kemaluan Heni yang sempit. Ia mulai menggerakkan tubuhnya naik turun dengan kedua tangannya saling genggam dengan pria itu untuk menjaga keseimbangan.

“Sssshhh…oohh…yah…aahh !” Heni mengerang sambil menaik-turunkan tubuhnya dengan penuh gairah.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (7)

Tangannya meraih ujung roknya lalu ditariknya ke atas seragam yang berupa terusan itu hingga terlepas dari tubuhnya. Seragam itu dijatuhkannya di lantai sebelah ranjang itu, tidak lupa dilepaskannya pula bra yang masih menyangkut di tubuhnya sehingga kini tubuhnya yang sudah telanjang bulat terekspos dengan jelas. Sungguh suster Heni memiliki tubuh yang sempurna, buah dadanya montok dan proporsional, perutnya rata dan kencang, pahanya juga indah dan mulus, sebuah puisi kuno melukiskannya sebagai kecantikan yang merobohkan kota dan meruntuhkan negara.
Kembali Heni dan dokter jaga itu memacu tubuhnya dalam posisi woman on top. Heni demikian liar menaik-turunkan tubuhnya di atas penis Pak dokter Maman, dia merasakan kenikmatan saat penis itu menggesek dinding vagina dan klitorisnya.
“Ayo manis, goyang terus…ahh…enak banget !” kata Pak Maman sambil meremasi payudara gadis itu.

Wajah Heni yang bersemu merah karena terangsang berat itu sangat menggairahkan di mata Pak Maman sehingga dia menarik kepalanya ke bawah agar dapat mencium bibirnya.

Akhirnya Heni tidak tahan lagi, ia telah mencapai orgasmenya, mulutnya mengeluarkan desahan panjang. Pak Maman yang juga sudah dekat puncak mempercepat hentakan pinggulnya ke atas dan meremasi payudara itu lebih kencang. Ia merasakan cairan hangat meredam penisnya dan otot-otot vagina suster alim itu meremas-remasnya sehingga tanpa dapat ditahan lagi spermanya tertumpah di dalam dan membanjir, maklum sudah seminnggu gak dikeluarkan. Setelah klimaksnya selesai tubuh Heni melemas dan tergolek di atas tubuh dokter itu. Virna yang baru berusia 24 tahun itu begitu kontras dengan pria di bawahnya yang lebih pantas menjadi bapaknya, yang satu begitu ranum dan segar sementara yang lain sudah agak tua.

“Asyik banget Sus, udah selama seminggu saya gak ginian loh !” ujar Pak Maman dengan tersenyum puas.

“Gile nih malem, ga nyangka bisa dapet yang ginian” dia seperti masih belum percaya hal yang dialaminya itu.

Ketika sedang asyik memandangi Heni, tiba-tiba Pak Maman nafsunya bangkit lagi dan minta jatah sekali lagi. Tangan Maman terus saja menggerayangi tubuh Heni, kadang diremasnya payudara atau pantatnya dengan keras sehingga memberi sensasi perih bercampur nikmat bagi gadis itu. Sedangkan Pak Maman sering menekan-nekan kepala gadis itu sehingga membuat Heni terkadang gelagapan.
“Gila nih doketer, barbar banget sih” kata Heni dalam hati.

Walau kewalahan diperlakukan seperti ini, namun tanpa dapat disangkal Heni juga merasakan nikmat yang tak terkira. Tak lama kemudian Maman menyiorongkan penisnya lalu berpindah ke mulut Heni. Heni kini bersimpuh di depan pria yang senjatanya mengarah padanya menuntut untuk diservis olehnya. Heni menggunakan tangan dan mulutnya bergantian melayani penis itu hingga akhirnya penis Maman meledak lebih dulu ketika ia menghisapnya.

Sperma si doketr langsung memenuhi mulut gadis itu, sebagian masuk ke kerongkongannya sebagian meleleh di bibir indah itu karena banyaknya. Pria itu melenguh dan berkelejotan menikmati penisnya dihisap gadis itu. Tak lama kemudian Pak Maman pun menyemburkan isi penisnya dalam kocokan Heni, cairan itu mengenai wajah samping dan sebagian rambutnya. Tubuh Heni pun tak ayal lagi penuh dengan keringat dan sperma yang berceceran.

“Sus hebat banget, sepongannya dahsyat, saya jadi kesengsem loh” puji Maman ketika beristirahat memulihkan tenaga.

“Sering-sering main sini yah Sus, saya kalau malem kan sering kesepian hehehe” goda Pak Maman.

Heni tersenyum dengan hanya melihat pantulan di cermin, katanya, “Kenapa nggak, saya puas banget malem ini, mulai sekarang saya pasti sering mendatangi dokter”
Jam telah menunjukkan pukul setengah dua kurang, berarti mereka telah bermain cinta selama hampir satu setengah jam. Heni pun berpamitan setelah memakai jaket pinknya dan memakai kembali jilbab putih panjangnya. Sebelum berpisah ia menghadiahkan sebuah ciuman di mulut. Manam membalas ciuman itu dengan bernafsu, dipeluknya tubuh padat dan montok itu sambil meremas pantatnya selama dua menitan.

“Nakal yah, ok saya masuk dulu yah !” katanya sebelum membalik badan dan berlalu.
Lelah sekali Maman setelah menguras tenaga dengan perawat alim yang cantik itu sehingga selama sisa waktu itu agak terkantuk-kantuk. Setelah pagi mereka pun pulang dan tertidur di tempat masing-masing dengan perasaan puas.

Setiap kali kalau ada jadwal piket bersama, mereka selalu ngentot. Dokter Maman bermaksud menjadikan Suster Heni yang alim berjilbab sebagai istri keduanya, oleh sebab itu dokter Maman tidak memakai alat kontrasepsi apa pun jika ngentot dengan Suster Heni. Maman ingin wanita alim itu hamil, hingga terpaksa mau menikah dengannya sebagai istri keduanya. Hebat Dokter Maman!

NAFISAH

Sudahkah ****-**** tahu,kalo ternyata syahwat para akhwat itu sangat besar.Dibalik balutan jilbab dan jubah nan anggun,tersimpan syahwat nan besar yang terpendam.Dan kalo bisa membuka potensi itu ***** akan merasakan sensasi ngentot yang sangat sangat lezat dan nikmat.Kepuasan agung yang akan didapat dan berlipat melebihi ngentot dengan siapa pun.Apa lagi dapet yang perawan.Seperti kisahku ini.

jilbab toket (13)
Pernikahanku dengan seorang akhwat cantik bernama Nida terbilang cukup bahagia.Kami menikah ketika kami masih kuliah.Ya istilah kerennya pacaran sambil nikah.Hubungan sexsual kami sangat hot dan kehidupan kami sangat harmonis.Maklum masih 3 bulan menikah.Boleh dibilang masih bulan madu.Kehidupan kami membuat iri teman2ku di kampus.Mereka sangat mengagumi kehidupan kami.Salah satu yang mengaguminya adalah Nafisah teman dekat istriku.Satu kampus tapi beda jurusan.Nah akan kuceritakan kisah ngentotku sama Nafisah ini.Setelah nikah kami langsung berpisah dan tinggal di rumah kontrakan.Ya biar bisa bebas dan hitung2 belajar mandiri.

jilbab toket (2)
Nafisah ini orangnya cantik juga.Sebanding sama istriku Nida.Cuma dia agak pendekan aja.Bahkan dalam hati ada keinginan untuk polygami sama dia.Hehehe.Padahal masih bulan madu loh.Ya emang dah sifat laki2.***** juga pasti sama lah.Di depan dia kami suka mengumbar kemesraan.Bahkan sampe peluk cium.Kadang istriku suka bercandain dia.Nafisah,cepetan nikah,entar nyesel loh.Katanya.Dan Nafisah cuman tersenyum aja.Gila juga ya.Kalo cewek dah nikah,gak canggung ovenbar tentang nikmatnya menikah.Bahkan aku suka mendengar,istriku suka bercerita tentang nikmatnya bercinta dan kegagahanku dalam memberi nafkah bathin.Nafisah ini sudah seperti saudara sendiri.Bahkan dia gak canggung dan sungkan kalo maen ke rumah.Cukup salam,langsung masuk ke rumah tanpa mendengar jawaban salam dulu,tau2 dah masuk rumah aja.Dan aku juga gak merasa keberatan.Toh dia dah seperti saudara sendiri.Kadang dia juga suka nginap di rumahku sambil ngerjain tugas.Biasa minjam komputer.Enak kan kalo gratis.

jilbab toket (3)
Pagi itu hari rabu pas libur kuliah sehari.Sekitar jam 8 pagi,kami sedang asyik masyuk bercinta dengan istriku setelah kami lebih dulu nonton BF.Karena dah kebelet,kami langsung ngelanjutin ngentotan di kamar tanpa lebih dulu mematikan DVD player.Pintu rumah juga gak dikunci.Lagian siapa yang mau dateng pagi2 pas liburan.

Cukup lama aku ngentot sama istriku.Kami melakukan berbagai macam gaya.Sampe kami merasa puas dan kelelahan.Bahkan istriku Nida sampe pulas tertidur karena kecapekan.Sampe2 digoyang2 badannya gak bangun.Mungkin saking lelahnya.Padahal aku pengen nambah loh.Karena haus,aku keluar dari kamar yang lupa kututup.Ketika nyampe ruang tengah aku kaget.Lho kok DVD sama TV mati?Siapa yang matiin ya?Batinku.Aku telanjang loh pas itu.

Ketika aku mau ke dapur,aku mendengar suara desahan dan rintihan dari kamar belakang.Lho,kok sepertinya aku mengenal suaranya.Tapi bagen lah.Karena semakin erotis,membuatku jadi penasaran.Siapa gerangan ya?Lalu dengan perlahan aku mendekati kamar yang pintunya terbuka sedikit.

jilbab toket (4)
Subhanallaah!!!Maa ajmalahaa.Alangkah indahnya.Kulihat Nafisah gak telanjang sih,cuman naekin jubahnya ke atas sebatas payudaranya.Kulihat dia lagi meluk guling.Tangan kanannya maenin memeknya.Tangan kirinya ngeremasin toketnya sendiri.Kadang dia meluk2 guling.Aku berdiri terpana melihat pemandangan indah ini.Kulihat memek Nafisah merekah merah nan indah dihiasi lebatnya bulu nan hitam.Payudaranya yang putih dan pentilnya yang berwarna pink.Ukurannya sekitar 36D.Tampak dia sangat menikmati yang dia lakukan tanpa menyadari aku yang berdiri mematung menyaksikan yang dia lakukan.Tak terasa kontolku jadi bangun dan berdiri kokoh.Sekitar 10 menitan aku menyaksikan Nafisah yang lagi asyik tanpa dia sadari.Perlahan aku dorong pintunya ke dalam untuk melihat lebih dekat dan jelas.

Nafisah tidak menyadari kalo aku dah masuk dan ada dekat dia.Maklum,disamping dia lagi horny berat dan asyik masturbasi,wajah dia ditutupi bantal.Entah apa maksudnya.Kutatap dan kulihat dengan jelas.Memek nafisah dah basah oleh lendir.Kulihat paha nafisah sangat putih mulus.Pantat dia tampak bergoyang2.Perlu diketahui,pantat Nafisah lebih bohay dari pantat istriku.

jilbab toket (5)

Kulihat jemari Nafisah menggesek2 memeknya dan memainkan itilnya.Mulutku jadi ngiler ngelihatnya.Jakunku naik turun.Aku berusaha mengatur nafas.Terasa kontolku semakin keras dan menegan.Dengan perlahan kututup pintu biar rapat.
Jantungku dagdigdug gak jelas.Karena aku sudah gak kuat dan horni berat melihat Nafisah yang lagi ngangkang dan maenin memek dan itilnya,maka dengan perlahan aku mendekatkan kepalaku diantara kedua paha nafisah yang mengangkang lebar.Tercium bau cairan khas yang keluar dari memek.Kepalaku semakin mendekati pangkal pahanya. Ambo….y!!!Seger banget!!!Gila gan!Memeknya merekah indah.Aku semakin mendekatkan kepalaku.Nafisah belum nyadar juga kalo kepalaku sejengkal depan memek dia.Telunjuk Nafisah asyik gesek2 itilnya.Asli sampe ngiler gan.Memek sempit dengan lobang kecil ditumbuhi bulu lebat hitam nan tertata rapi.

Gila gan,pahanya tuh!Putih dan muluz banget.Bikin gemez aja.Aku sampe ngiler dan ngaceng berat melihat memek indah Nafisah.Karena sudah gak kuat,aku langsung memegang erat kedua paha Nafisah dan mulutku langsung nyosor memeknya yang sudah sangat basah oleh lendir kenikmatan.

jilbab toket (6)
Nafisah tampak sangat kaget. “A…..w!!!” Teriak dia mendapat perlakuan begitu.Dia berontak dan meronta2.Tapi pegangan tanganku di pahanya sangat kuat dan mulutku dah aktif nyosor dan jilatin memeknya.Kusedot2 itilnya dan kusapu lobang memeknya dengan lidahku.Kuhisap habis cairan yang keluar dari memek Nafisah.Sekarang Nafisah gak meronta2 lagi malah ganti dengan desahan dan rintihan erotis. “A…..h,uo….h,sshhh a….h!!!.Terus A….!Teru….s!!!”. Dengan rakusnya aku jilatin dan nyedot2 memeknya.Tiba2 Nafisah mengapitkan kedua pahanya dan menjambak rambutku sehingga aku hampir sulit bernafas. “A…..h!” Nafisah berteriak merasakan kenikmatan.Dari memeknya keluar lagi cairan kenikmatan yang habis kusapu dan kuhisap sampe habis.

Aku langsung menaiki tubuh Nafisah.Dia tampak pasrah dan menantikan yang kulakukan selanjutnya.Kuremas payudaranya dengan kedua tanganku.Kadang kujilat dan kuhisap puting susunya.Sehingga Nafisah semakin merintih dan mendesah.Aku dah lupa diri terhanyut dalam buaian nafsu syahwat yang melandaku.Akal sehatku dah hilang sudah.

Kutarik dan kulepas jubah dan jilbab Nafisah ke atas.Kutarik BH-nya di atas dadanya sampe terlepas.Kini dalam dekapanku terbujur sesosok akhwat yang telanjang bulat dengan body yang sangat aduhai.Pantat semok dan payudara putih mengkal dengan puting berwarna pink.Kira2 gedenya sekitar 36D.Lehernya yang putih jenjang habis kujilat dan kucupangi.Sehingga nampak bekas tanda merah sisa cupanganku.

 Nafisah semakin pasrah aja.Dia menatapku nanar dan tidak menolak.Ketika ku kiz bibirnya,dia malah membalasnya dengan ganas.Tangan dia mencari2 sesuatu dan hinggap di kontolku.Dia tampak kaget memegang kontolku yang super tegang gede dan panjang.Tapi selanjutnya malah dia mengocok2 dan meremas2 kontolku.Kujilati telinga dia hingga dia tambah merintih.Lalu jilatanku beralih ke payudaranya yang putih mengkal.Tak luput aku mencupangnya juga dengan ganas.

jilbab toket (7)

“A Eggy,Nafisah sayang kamu A”. Kata dia dengan desahnya yang erotis.
Lalu aku bersiap mengarahkan dan membimbing kontolku ke arah lobang memek Nafisah.Kedua pahanya semakin kubuka lebar.Tampak mata Nafisah merem melek dan dia menggigit2 bibir bawahnya karena saking nikmatnya kala kontolku kuusap2 tepat di lobang memeknya. “A….h,uo….h,ssshhh a….kh!Cepet masukin kontolna A.Cepet ewe memek Nafisah”. Desahnya.Nafsu syahwat telah membuat Nafisah lupa kalo dia seorang akhwat.Seorang perempuan yang menjaga dan menutupi semua auratnya.Dia malah ngomong jorok pengen cepet2 kuentot.

jilbab toket (12)

“Aa masukin ya sayang?” Nafisah cuma mengangguk tanda setuju.Lalu aku semakin menggesek2 kontolku di lobang memeknya.Memek dia semakin basah dan licin aja.Maka dengan perlahan kutekan masuk kontolku ke dalam memeknya.Blep,kontolku masuk helemnya doang.Terasa sangat hangat dan nikmat.Memeknya meremas dengan kuat dan terasa ngempot2 mau nyedot kontolku kedalam.Karena sudah basah dan licin,tak sulit aku dalam mendorong masuk kontolku.Tampaknya memek nafisah dah bener2 siap untuk dimasukin kontol.Ketika kutekan lagi kedalam,terasa ada sesuatu yang mengganjal.Tapi dengan memompa secara perlahan dan disertai hentakan agak kuat,slep,pret blez!! “.A….kh!” Nafisah berteriak merasakan sedikit perih di memeknya tatkala kontolku berhasil masuk seluruhnya kedalam memek Nafisah Aku membiarkan sejenak kontolku didalam memek Nafisah merasakan sensasi nikmat yang tak terlukiskan.Kontolku terasa terjepit dan diremas memek Nafisah.Memeknya seperti menyedot kontolku.Kala aku mulai memompa keluar masuk kontolku,Nafisah mulai mendesah erotis lagi.Kami bermain bibir sama dia.Kadang kujilati telinganya dan ini semakin membuat Nafisah mendesah.

jilbab toket (8)

Ketika aku memompa dengan ritme cepat,tiba2 dia memeluk aku dan menghimpitkan kedua kakinya di pinggangku dan berteriak, “a…..h,A Eggy….!!!” Mungkin dia orgasme.Terasa memeknya berkedut2.Kubiarkan sejenak.Setelah itu aku memompa kontolku lagi.Walau terasa licin,tapi jepitan memeknya terasa kuat.Aku merasakan ngilu bercampur nikmat tiada tara.Aneh juga,aku belum mau keluar juga.Mungkin ini karena sebelumnya aku maen dulu sama istriku Nida.Pantat Nafisah tak berhenti bergoyang mengimbangi setiap sodokan kontolku.Mulut Nafisah tak berhenti mendesah.Kadang bercampur ucapan jorok.Membuat aku semakin mempercepat setiap sodokan kontolku.Sekitar 40 menitan aku memompa kontolku di memek Nafisah.Dan aku merasakan sesuatu mau keluar dari kontolku.Semakin kupercepat sodokanku. “Sayang,aa mau keluar ne!!!” Dan ketika pada hentakan terakhir,ser,crot crot crot,kontolku memuntahkan laharnya dengan banyak.Disertai teriakan Nafisah sambil mencakar punggungku dan menggigit pundakku. “A…..h,a Eggy….!!!” Lalu aku terkulai lemas diatas tubuh Nafisah.Dia memelukku dengan erat.Kami merasakan sisa2 orgasme kami.Setelah itu aku jatuh disamping tubuh Nafisah.Tiba2 setelah itu,Nafisah mengambil bantal dan menutupi memek dan teteknya dengan cara mendekap bantal itu.Dia terisak dan memalingkan mukanya.Aku juga seperti tersadar.Kulihat Nafisah memunggungiku.Kupegang dan kuusap pundaknya,tapi dia melepaskannya.Dia seperti ingin menangis dengan keras,tapi dia menahannya.

jilbab toket (9)

“Nafisah,maafin A Eggy ya!!!Aa bener2 khilaf.Sungguh aa sangat menyesal”. Kutarik tubuh dia dan memeluknya sambil membelai rambutnya.Dia terisak dan membenamkan wajahnya di dadaku.”Gak apa2 A.Lagian salah Nafisah juga.Datang ke rumah Aa tanpa memberi tahu dulu.Tadi Nafisah dah salam sampe beberapa kali,tapi gak ada jawaban.Tapi TV terus nyala.Nafisah masuk aja sapa tau Aa dan Nida gak dengar karena sibuk.Pas masuk ke rumah,liat film begitu.Terus ada suara Aa sama Nida di kamar.Pas diliat,lagi gituan.Ya udah,karna gak kuat,aku masuk kamar belakang.Tau2 pas sadar,kita dah ngelakuin begini”. Babarnya disertai isakan. “Sekali lagi maafin Aa ya!” “Gak apa2 a.Toh dah terjadi.Mau gimana lagi.Toh aku juga sama2 menikmatinya.Cuman aku gak enak sama Nida aja A”.

jilbab toket (11)
Aku langsung terperanjat.Sambil bilang tunggu sebentar,aku mengendap2 pergi ke kamar depan.Kulihat Nida masih tertidur pulas.Mungkin karena capek banget.Alhamdulillaah.Untung saja dia gak bangun.Kalo dia tahu,bisa kiamat nanti.

jilbab toket (10)

Lalu aku menutup pintu kamarku pelan2 sampe rapat.Lalu berjingkat2 kembali ke kamar belakang nyamperin Nafisah lagi.Kulihat dia duduk termenung dan matanya sembab.Kuhampiri dia dan duduk disampingnya.Kubelai rambutnya lalu kukecup keningnya.Dia diam saja.Dan pandangan matanya kosong kedepan.Sambil kubelai rambutnya,aku ngomong sama dia. “Nafisah,maafin Aa ya.Aa akan tanggung jawab dengan menikahimu.Walau secara siri dulu.Aa gak mau sampe Nida tahu dulu.Dan aa harap,kamu bisa mengerti”. “Beneran yang aa bilang?” “Bener Nafisah.Aa gak mau jadi lelaki yang gak bertanggung jawab.Aa gak mau rumah tangga aa yang baru 3bulan sama Nida hancur berantakan.Kuharap kamu mengerti”. Nafisah cuma mengang tanda mengerti.Aku memeluk dia sambil mengelus2 punggung dia.Kulihat dibekas CD dia yang dipake membersihkan sisa2 hubungan kami terlihat ada bercak darah kemerahan.Aku telah merenggut keperawanan Nafisah.Lalu kuusap2 payudaranya.Dia mendesah lagi. “Sudah a,nanti Nida bangun.Bisa gawat nanti”. Kata Nafisah. “Tenang aja sayang,dia lagi pules tidur”. Jawabku. “Jangan a,Nafisah takut” “.Takut apa sayang?Tenang aja.Kita maennya pelan2 ya”. Langsung kupeluk dan kutindih dia.Kami bermain cinta lagi walau disertai degdegan takut Nida bangun.Tapi sensasinya sangat luar biasa.Bahkan kalo Nafisah mendesah agak keras,lalu kulumat bibirnya.Ya takut Nida bangun dan ketahuan.Bisa gawat nanti.Kami melakukan dengan berbagai macam gaya.Terasa lebih nikmat karena terkejar waktu.Kami melakukannya hampir 1 jam.Kadang kami berhenti sambil melihat situasi.Setelah dirasa aman,kami lanjut lagi.Aku merasa sangat puas.Karena dapat menikmati seluruh lekuk tubuh Nafisah dengan sempurna gak seperti main yang pertama.Setelah puas,Nafisah membersihkan badannya dengan handuk.Lalu setelah merapikan pakaiannya kembali,dia pamit pulang.Ya takut ketauan Nida.Beruntung dia datang pake motor beatnya.Setelah pulang,aku kembali ke kamar tidurku dan tidur pulas.Tau2 aku dibangunin Nida. “Abi,bangun,cepet mandi gih.Kita sholat jamaah ya.Katanya.Lalu setelah mandi,aku sholat berjamaah sama istriku ini.Dilanjutkan dengan makan siang”.

jilbab toket (1)

Begitulah kisahku *****.Selanjutnya hubunganku sama Nafisah tetap berlanjut.Aku belum menikahinya,toh Nafisah juga gak menuntut.Kadang kami bercinta dengan Nafisah pas ada istriku loh,di dapur,di kamar mandi lah.Pokoknya setiap ada kesempatan dan memungkinkan kami lakukan.Tapi ya gak bisa sambil telanjang.Cukup singkap rok ke atas sama pelorotin celdam lalu nungging,jadi deh.Pokoknya sangat nikmat.
Percaya atau tidak,akhirnya aku menikahi Nafisah.Tentu dengan seizin istriku.Setelah melalui pendekatan Nafisah ke Nida melalui curhat dan sharing pendapat.Dalam jamaah kami,polygami adalah sesuatu yang wajar.

NIDA

Namaku sebut aja Reggy.Saat ini kuliah di salah satu PTS Islam di kotaku.Aku pindah kuliah dari salah satu PTN di ibukota propinsi Jabar karena dah banyak kasus narkoba.Ya karena atas alasan ini dan supaya pergaulanku gak terjerumus dalam jurang nista,akhirnya ortuku memindahkanku ke tempat kuliah sekarang.Tentu setelah melalui proses rehabilitasi narkoba dulu.Setelah aku dinyatakan waras,akhirnya aku kuliah di kampusku yang baru di kota tempat tinggalku.Mungkin alasan orang tua biar lebih gampang mengawasi. Apa lagi di kampus ini,salah satu pamanku adalah pembantu rektor satu.Belum lagi aku masih kerabat yang punya yayasan kampus ini.Namanya kuliah di kampus Islam,tentu dandanan mahasiswanya pun harus Islami.Semua berdandan seperti ikhwan dan akhwat.Cuma aku sendiri yang lain, kadang suka pake jeans kalo kuliah.Tapi tetep pake kemeja.Biar dibilang sopan.

 Di kelasku ada salah satu gadis cantik. Sebut saja namanya Nida.Anaknya cukup tinggi sekitar 165cm.Kulit kuning langsat kalo lihat dari tangan dan mukanya.Kan dia pake jilbab gitu,hehehe.

JILBAB MODIS MANIS (1)

 Yang aku suka hidungnya mancung,alisnya tebel,bulu matanya lentik,bibirnya tipis merah tanpa lipstik,e…h punya lesung pipit.Ajib dah.Dah gitu pinter lagi.Aku sendiri paling oon.Apa lagi kalo pas mata kuliah yang ada hubungannya dengan agama.Mampus gua.Hehehe.Kan beda ekonomi konvensional sama ekonomi islam. Aku kadang jadi olok2an cewek2 kelasku kalo pas ditanya dosen jawabnya ngawur.Tapi cuek aja dah,emang gua gak ngarti.Tapi menyenangkan juga,temen2 baik laki or cowok,mau bantuin aku.Mungkin mereka dah dapet amanat dar pamanku yang pembantu rektor itu supaya bantuin aku dan mengarahkanku pada kebaikan.Biar gua gak balik ke narkoba lagi keknya.

 Walau aku dandan nyelenah dibanding mereka,aku dapet pengecualian.Fikir dosen sama temen2 mungkin nanti juga aku bisa terpengaruh lingkungan.

 Aku sering godain Nida,tapi ampu….n!!!.Dia ketus banget.Dan mungkin gak demen cowok kek aku ini.Tapi temen2 cowok pada dukung aku sama si bintang kampus ini.Entah karena mengolok2 ato apa gak penting.Yang jelas gue demen same die.Hehehe.

 Sering aku godain dia,eh malah dia tambah benci keknya.Pernah juga nembak dia didepan kelas kek ceramah pas dosen gak masuk,eh malah dia ngelempar pake penghapus.Dah gitu dapet sorak sorai temen2.Tapi bagen dah.Tambah bikin penasaran aja.

JILBAB MODIS MANIS (2)

 Suatu waktu pas dia lagi baca2 dibawah pohon sendirian aku samperin. “Assalamuallaikum bu haji.Ane temenin ya?” Aku basa basi.Dia cuma ngebales salaam.Lalu nyuekin.Bangzat zuga ne cewek.Bikin penazaran aza.Pas aku bilang, “Nid,kamu cantik banget” .Dia bilang makasih doank.Lalu nyuekin lagi.Anzing,pengen gue perkosa aze keknya.Apa lagi pas aku bilang, “Nid,bibirmu indah banget,mau donk ngesun!!!” Tiba2 plak,pla…k!!!Aku ditampar.Terus diludahin.Setan alaz.Dah gitu nyeramahin lagi.Ampyu….n,jdi :mumet: jadi pengen :takdung: dech.

 Aku makin penasaran aja.Tapi si Nida keknya tambah gedek aja sama diriku.Pernah saking kesel,aku liatin gambar orang lagi ngentot.Dia cuman istighfar doang plus dapet ludah lagi dah.Ini yang membuatku makin menggebu pengen dapetin dia.

 Suatu saat aku terus ngikutin dia tanpa disadarinya.Waktu itu dia ke perpustakaan.Terus dia duduk sambil buka2 hp.Mo OL keknya.Tapi aku liatin,dia serius banget.Dah gitu nafasnya kek berat gitu.Pas aku ngendap2 deketin tanpa dia sadarin dan berada dibelakang dia.Pas aku lihat,astaghfir e….h alhamdulillaah.Dia lagi liat video bokef bo.Anjri….t!!!.Ternyata cewek akhwat nan alim ini demen liat bokef.

 Aku liatin terus.Pas kebetulan perpus lagi sepi.Dan dia di ruangan sebelah sendiri sama aku yang gak dia sadarin.Pas dia lagi khusyuk liat bokef di HP-nya,aku ngendap2,lalu aku samber tuh hp dia diambil sama gue.Hehehehe.Dia kaget banget.Kataku: “Assalaamu’alaikum Nida,khusyuk banget.Lagi ngapain?” Kataku sambil cengengesan.Muka Nida langsung berubah merah.”Eggi kembalikan hendphon ku”. Katanya membentak.”Ei….t nanti dulu”.Kataku.”Wa….h!!Bisa jadi berita besar ne.Kampus bisa geger”. Kataku sambil ngeliatin hp dia yang lagi on film bokef.Wajah Nida tambah merah.Nida ngancam.”Reggy,kembalikan hp ku.Kalo enggak saya teriak kalo kamu ngerampas hp saya” .Katanya.”Ei…t,hehehehe.Tereak aja sayang.Biar Eggi teriak Nida cewek alim demen liat bokef”. Kataku penuh kemenangan.Akhirnya Nida diem.”Plis Reggy kembalikan hp ku”. Katanya memelas.

JILBAB MODIS MANIS (3)

 Tapi aku malah cengar cengir.”Nida sayang,kalo kamu mau hp mu kembali,ambil sendiri nanti sore ke tempat kost ku ya.Dada….h.Assalaamu’alaikum” kataku sambil ngeloyor ninggalin dia.

 Aku ketawa2 penuh kemenangan.Awas lo nanti batinku.Kebetulan hari itu dosen gak masuk.Aku pulang aja ke kostan.Jaraknya cukup dekat dengan kampusku sekitar 400 meteran dah.Walau banyak saudara,aku gak mau tinggal sama saudara.Gak bebas.Sesampainya di kamar,kubukain isi fail hp Nida.Anjri….t!!!Isinya banyak fail porno.Bener2 gak nyangka dech.Dan yang lebih mengagetkan sekaligus bikin senang,di dalamnya banyak foto2 dia pas lagi gak pake jubah ma jilbab.Anjri…t!Cantik bener.Rambutnya panjang lagi.Dan yang paling heppy,ada foto2 semi nude dia.Langsung aku copy ke laptopku semua fail otrehnya.

 Aku tunggu sorenya,si Nida gak dateng2.Besoknya pas hari minggu juga gak dateng.Kemana dia ya?Apa dia takut sama gua?Fikirku.Bagen dah.Yang penting aku dah punya kunci dia.Besok seninnya pas masuk kuliah,aku bersikap sebagaiman biasanya.Kek gak punya masalah.Tapi kulihat Nida murung banget gak ada semanget.Sebelum dosen dateng,aku maju ke depan kelas mo kultum gitu.”Assalaamu’alaikum Wr.Wb.Temen2 Reggy semua yang baik hati dikarenakan Reggy yang baik hati ini lagi senang karena dapet rizqi yang banyak.Sebagai tanda syukur,maka nanti istirahat antum semua Reggy traktir di kantin.Perorang jatah ceban.Kecuali wat Nida 100rebu juga gak apa2 dah.Lebih juga boleh”. Kataku.

JILBAB MODIS MANIS (4)

 Temen2 semuA bersorak. “Beneran Gi….!” Katanya kompak. “Kalo boleh bersumpah,demi Nida dah”. Jawabku. “Hu….h” ,temen2 menyorakiku. “Beneran temen2.Masa Reggy boong.Boong kan dosa” .Jawabku.

 Lalu pas istirahat semua aku traktir.Temenku si Rifky nanyain, “gi dapet apa kamu sampe nraktir begini?” “Ada deh.Yang penting halal” .Kataku.

 Nida juga ikut.Tapi dia diem terus.Gak kugodain.Sampe temen2 cewek bilang.”Nid,kalo kamu sakit,kenapa masuk?” .Jawab Nida.”Aku gak apa2 kok” .”Udah pulang aja kamu,jangan maksain”. Kata temen2 cewek.Aku seh cengar cengir aja.Tau rasa dia.

 Pas di kelas,aku sms Nida.Coz dia punya hp dua.Satunya yang Cdma.Nida,kalo gak kamu ambil sendiri,tunggu aja,foto2mu akan beredar di dunia maya.Dan inget,kampus akan geger melihat foto2 kamu.Bakal Reggy liatin juga isi hp kamu ke temen2 sekampus.Inget hp kamu masih sama aku.Pulangnya sesampe di kamar,aku liat2 foto2 dia dan rekaman video dia.Du…kh,bikin horny euy.Lagi khusuknya liatin laptop,tiba2 hp berdering,eh dari nida ternyata.”Wa allaikum salam sayang nida,pa kabar” candaku.”Udah deh gy.Jangan basa basi,kembalikan hp ku” kata Nida. “Ei…t,ambil sendiri ke kost ku”. Jawabku. “Gak mau….!” Jawab Nida. “Ya sudah,tunggu geger aja Nid.Bakal Reggy kasih kalo kamu ambil sendiri sama mau jadi pacar Reggy”. Kataku lagi.

JILBAB MODIS MANIS (5)

 Akhirnya setelah banyak diplomasi,Nida mau juga datang.Janjinya jam 4 dia mo dateng.Perlu diketahui,aku mengontrak rumah kecil buat tempat kostku.Lokasinya cukup sepi.Dan orang2 sekitar pada sibuk kerja.Pulangnya sorean jam limaan.Pas jam setengah empat Nida sms.gy,aku di jalan anu.”Udah jemput aku.Aku gak mau ngedatangin tempat tinggal cowok sendirian”. Yes,yes yes.Akhirnya aku bergegas menjemput dia pake vixionku.Kulihat nida pake jilbab kurung merah berpadu jubah ungu.Setelan akhwat dah.Pake sepatu plus stoking.Cantik banget. “Udah gy buruan”  kata Nida, “aku mau ngambil hp ku”. Kata nida ketus.”Sabar dong sayang”. Jawabku.Akhirnya dia mau aku bonceng.Tapi gila bo.Dadanya dihalangin tas.Terus tangannya pegangan sama behel.Gila amat tuh.Tapi gak apa2,tunggu sebentar lagi sayang.Sesampainya di rumah kontrakanku,aku persilahkan masuk.Eh Nida malah nyolot. “Sudah,sini mana hp ku.Cepet kembalikan!” katanya. “Du du du du…h.Masa bu haji gak salam sih”. Godaku.Tapi Nida malah ngejawab.”Gak perlu salam sama binatang kek kamu”. Awas lo bentar lagi batinku.Nida aku suruh duduk di kursi tamu.”Sebentar sayang,aku ambil di kamar”. Lalu aku menuju kamar dan keluar membawa laptop.Sengaja aku ulur2 dan dah disiapin nyetel rekaman dia mandi. “Udah gy,mana hp ku?” Kata Nida nyolot. “Sebentar donk sayang”. Kutaruh laptop di meja,aku ngeloyor ngunci pintu.Nida teriak, “apa apaan ne?Mau aku teriak?” Ancam Nida. “Teriak aja,orang2 lagi pada gak ada”. Jawabku. “Lagian orang2 sini mah nafsu2 sayang”. Jawabku cengengesan. “Sudah tenang aja.Reggy gak bakal ngapa2in.Tenang aja neng”. Kataku.Kuambil minuman dari kulkas.Kutawari Nida.Tapi dia gak mau.Takut dikasih obat kali.”Gy,buruan kembalikan hp ku!” Kata Nida. “Tenang sayang.Egy cuman mo ngomong bentar.Sayang,kamu mau gak jadi yayang Reggy?” Cui…h,nida ngeludahin lagi.”Naji…s”. Jawab Nida.”Ya sudah kalo gak mau.Temenin Reggy liat video kamu dulu ya”. Kataku sambil mengarahkan monitor laptop ke arah Nida.Aku duduk samping Nida,eh malah dia pindah ke kusi satunya.Ya sudah aku tarik.Sebenarnya bisa saja kuperkosa saat itu.Tapi itu gak menarik.

 “Sudah Nid.Aku bisa aja macam2 sama kamu sekarang.Kamu teriak aja gak bakal ada yang nolongin.Udah temenin Reggy bentar liat rekaman video kamu aja.Sumpah Demi Gusti Reggy gak bakal macam2″. Akhirnya walau terpaksa,Nida mau juga.Tapi duduknya dihalangin bantal.Kuputar video Nida lagi mandi.Muka Nida langsung merah padam.Malu kali ya. “Sayang,kamu cantik dah kalo telanjang”. Nida cuman menunduk aja.Lalu kupindah ke film bokef.Karena dah ku program tinggal klik.Nida malah membalikan badan.Kukerasin suaranya.Di film si cowok lagi masukin kontol ke memek ceweknya. “Sudah lah Nid,aku tau kamu jug senang nonton ginian”. Walau dia gak ngeliat,tapi nafas nida dah keliatan berat.Apa lagi mendengar suara2 erotis filem bokef.Pas dia lagi nengok kesamping,aku sun pipinya.Eh nida langsung nampar.Tapi kutangkis dan kupegang tangannya.Lalu kutarik biar duduk disampingku.Kupegangin biar dia gak bisa gerak.nida berontak,tapi apa daya,tenaga cewek men.Kupaksa Nida melihat film itu.Walaupun dia terus nunduk,tapi nafas dia berat banget.Ada sedikit merangsang mungkin gara2 liat film dan denger desahan dan rintihan erotis dari film itu.

JILBAB MODIS MANIS (6)

 Kupeluk dia dan kuremas toketnya.Sayang sekali dia pake baju kurung.Coba pake kaos.Dah kugasak tuh toketnya.Walaupun begitu,aku masih bisa meremas toketnya.Cukup besar juga rupanya. “Reggy,jangan gy”. Nida memelas.Tapi mana mau gua dengar.Dah nafsu.Aku tindih Nida di kursi,dan kupaksa nyiumin wajah nida.Nida berusaha berontak,tapi gak bisa.Kedua tangan dia dah dipegang kuat,dan dia dah ditindih sama aku.Kutarik jilbab dia dan kulemparkan.Maka tergerailah rambut dia yang panjang. “Reggy,jangan kurang ajar kamu”. Kata Nida terisak sambil berusaha berontak.Tapi mana menang tenaga cewek ma cowok gagah kek aku.Kusosor lehernya dan kucupang.Nida berusaha meronta biar gak bisa dicupang.Apa daya.Kucupang dan kusosor lehernya yang jenjang.Walau dia berusaha menghindar.Kuremas2 payudaranya dari balik jubahnya.Walau dia berusaha melawan,tapi dia rupanya agak terangsang juga.

 Apa lagi pas kusingkap jubahnya dan kukodok memeknya dari bawah,dia agak mengelinjang. “Jangan Reggy,nyebut gy”. Kata Nida memelas.Boro2 inget tuhan.Yang ada mah horny we.Ternyata Nida pake stoking alias kaos kaki panjang.Pake Cd tebel juga.Tapi yang jelas,kerasa dari luar,jembutnya lebat banget.Pas kuremas memeknya,dia mendesah,a…h, “jangan Reggy”. Dan dia sudah gak begitu meronta.Tanganku menelusup ke balik cd dia dan hinggap di memek dia.Kukobel itilnya dengan jari,tiba2 Nida mendesah, “ah,a…h,jangan Reggy”. Dengan nafas berat.Tapi terus aja kuremas2 memeknya.Sekarang Nida malah menggoyangkan pantatnya.Aku makin bernafsu.Lalu kutarik jubahnya.Nida seperti sadar.Tapi tetap kupaksa.Akhirnya lepas juga jubahnya.Nida ternyata memakai daleman kaos tangan panjang.

 Tapi kini nida tinggal memake kaos,cd dan stoking.Nida duduk ndeprok di pojok kursi. “Reggy jangan Reggy”. Sambil menangis.Tapi aku malah ketawa. “Rasain Nid,kamu dah sering ngeludahin aku”. Kutarik dan kutindih Nida.Tiba2 dia teriak “tolooooong….” Langsung kutampar. “Diam kamu.Percuma teriak juga.Nikmatin aja”. Nida menangis terisak.Kutarik kaosnya keatas menutupi wajahnya.Kulihat payudara nida indah membusung putih mulus dalam BH.Langsung kutarik Bh nya sehingga copot dan kusambar langsung lalu kusedot putingnya, “Reggy,janga….n!” Nida teriak.Kutarik kaosnya dari kepala Nida dan kulempar kesamping.Wajah nida tampak ketakutan.Kubiarkan dulu dia duduk menikmati ketakutannya.Dia duduk sambil menutup payudaranya dengan kedua tangannya.Lalu dengan tergesa,aku melepaskan kaosku,celanaku hingga tinggal memake cd saja.Dengan mendekati Nida kukeluarkan kontolku yang cukup besar.”Sayang,ini apa?” Kataku.”Hi….y”, katanya.Tapi kulihat mata Nida agak melotot.Kusamperin dia,duduk disampingnya dan menarik tangannya biar memegang kontolku.Nida ketakutan.Tapi kutarik tangannya dan langsung kubuat dia megang kontolku.Lalu setelah itu kutarik Nida ke kamarku.Nida gak mau dan melawan.Tapi kupaksa hingga dia ikut masuk ke kamar.Ku kunci dan melemparkannya ke kolong ranjang.Kupelorotkan cd ku dan melemparkannya ke muka Nida. “Reggy,jangan Reggy,pli….s”. Nida memohon.Tapi gak aku dengerin.Kukocok dan kumainkan kontolku depan Nida.”Apa namanya ini Nid?Jawab?” Bentakku.Nida malah menggeleng, “apa namanya?” Plak aku tampar.”Ampun gy….!” “Cepet,apa namanya?” Bentakku lagi. “Kontol gy”. Jawabnya ketakutan.Dengan penuh kemenangan kuhampiri dia. “Sekarang buka cd dan stoking kamu” “Ampun Reggy,janga….n!” Langsung kutampar dia. “Cepet buka.Jangan membuat kamu lebih menderita.Ngelawan gak ngelawan,kamu bakal Reggy ewe”. “Janga….n,jangan gy!” Katanya memelas sambil berlinang air mata.Karena gak sabar,kutarik dan kudorong Nida hingga terjengkang di kasur.Lalu dengan paksa,kutarik cd dan stokingnya.

 Kini Nida dah telanjang bulat.Badannya sungguh mulus gak ada cacat.Kulitnya kuning langsat.Rambutnya tergerai acak2kan.Toketnya kutaksir 34c.Bulat kek apel dengan puting berwarna pink.Sambil menyeringai kutatap seluruh tubuhnya.Nida nampak sangat ketakutan.Kuhampiri dan langsung kutindih dia.nida meronta2.Belum kuperkosa.Aku ingin nida juga menikmati perkosaanku.Kuremas teteknya dan kusedot puting susunya.Lehernya habis aku cupangin.Begitu juga toketnya.Tangan kananku meremas pantat Nida yang cukup semok.Lalu meremas2 memeknya yang penuh dengan jembut.Ternyata sekarang nida agak pasrah.Malah mendesah dan merintih lagi.Kubuka pahanya dan langsung kulumat memeknya.Baunya wangi sabun sirih.Ternyata nida pandai merawat barangnya.Tiba2 Nida menjambank rambutku,dan dari memeknya keluar cairan anyir dan asin.Kulumat dan kujilati semua.Akhirnya sekarang Nida pasrah.Dadanya naik turun.Dan matanya malah terpejam.Tampak dia menggigit bibirnya seakan menikmati setiap yang aku lakukan.Bahkan ketika kurenggangkan kedua pahanya,dia tak melawan sama sekali.Ketika pahanya terbuka lebar,kulihat lobang memeknya begitu indah.Lobangnya begitu sempit dan kecil.Tampak merah merekah indah.Langsung kucipok dan kujilatin lagi.”A….h,a…..h,a…..h…..” Kudengar nida mendesah.Dan ketika itilnya kusedot dan kugigit halus,dia orgasme lagi.Memeknya keluar air kenikmatan lagi.Aku telah bersiap.Kutaruh kontolku di mulut memeknya.Nida seakan pasrah dan siap menanti hujaman kontolku.Kugesek2 dan pantat nida bergoyang2 kekiri dan kekanan.Mata dia tetap terpejam tapi mulutnya tak berhenti mendesah dan merintih.Sambil menggesekan kontolku di memeknya,kadang kuremas dan kusedot teteknya.Tangan Nida kutarik,dan telapak tangannya kuarahkan ke kontolku.Sekarang Nida malah meremas dan mengelus2 kontolku. “Namanya apa sayang?” Tanyaku. “Kontol Reggy!” Katanya sambil tetep terpejam.Ternyata nida cewek akhwat bintang kampusku yang pinter dan banyak hafalannya bisa ngomong jorok juga kalo lagi horny.Ketika kugesek2 kontolku di lobang memeknya,kutanya lagi. “Sayang,Reggy masukin ya?” Nida cuma mengangguk pelan.Lalu dengan perlahan kutekan masuk.Memek Nida sudah basah dari tadi,sehingga tak begitu sulit untuk memasukkan kontolku sampe helmnya aja. “A…..h,mmmhhh,sssHHHH,A….h…” Desah Nida. “Sayang,memeknya lagi diapain sama kontol Reggy sayang?” “Lagi diewe gy”. Jawabnya.Gila ngomong jorok lagi. “Enak sayang?” “Enak gy….!A….h,ssshhh o….h.”. Kutarik kutekan,begitu terus.Sampe nida merintih2.Mau kutekan lagi sampe batas kepala kontolku seperti terhalang,ternyata Nida bener2 perawan.Aku gak ingin membuat Nida terlalu sakit ketika kujebol keperawanannya.Maka sambil kumainkan itilnya dengan tangan kiriku,aku juga meremas payudaranya.Terkadang sambil kusedot putingnya.

JILBAB MODIS MANIS (7)

 Ketika aku kecup bibirnya,tiba2 dengan penuh gairah ida melumat dan melahap bibirku Bener2 ganas.Aku sampe gak nyangka.Aku pun membalas lumatan bibirnya.Sambil kuremas payudaranya aku tetap memaju mundurkan kontolku dengan perlahan di memeknya.Ketika memek Nida semakin aku sodok dengan kuat,slep blez.”A….kh!” Nida menjerit.Kontolku berhasil menembus pertahanan terakhir Nida.Langsung kusosor bibir Nida.Dan kami berpagutan lagi.Sejenak kubiarkan kontolku dalam memek Nida.Terasa dipijat dan diremas2 dengan kuat.Memeknya berkedut.Lalu nida memelukku dengan erat sambil berciuman bibir denganku.Setelah agak lama kupompa kontolku naik turun. “Ah….Ah ah ah ah,uo…..h ssshhh ah ah”. Nida mendesah dan merintih keenakan.Nida gak sadar kalo aku rekam.Segalanya dah kupersiapkan semenjak aku mendapat hp Nida. “Sayang,enak gak?Ena…K,sshhh a….h”. “Nikmat gak ngewe ma Reggy?” “Nikmat gy,a….h”. Kugenjot dan kupompa dengan cepat,tiba2 Nida berteriak, “a…..h” dan merangkulku dengan kuat.Nida dah mencapai orgasme.Aku belum,karena sebelumnya aku dah minum obat kuat.Karena aku dah ada rencana mau merkosa Nida.Kudiamkan sejenak biar Nida merasakan orgasmenya dulu.Lalu kugenjot lagi.Nida merintih dan mendesah2 lagi. “Sayang,kita lagi ngapain?”  “Ewean Reggy”. “Mau gak ewean terus ma Reggy?” “Mau gy.Ah ah ah ssshh terus Reggy…..!A…..h”. Nida berteriak keenakan.Pantat Nida bergoyang2 membuat kontolku diremas2 dan disedot kuat.Sekitar 20 menitan aku menggenjot,sesuatu mau muntah dari kontolku.Maka semakin kupercepat genjotanku.Dan rintihan Nida pun semakin keras.Lalu ser,crot crot crot.Kontolku mengeluarkan laharnya dengan banyak dalam memek Nida.Nida memelukku dengan erat.Kedua kakinya diapitkan dipinggangku.Aku terkulai lemas diatas tubuh Nida.Kami orgasme secara bersamaan.Kubiarkan kontolku dalam memek Nida.Memek Nida berkedut2.Sungguh sangat nikmat.Setelah kontolku keluar dengan sendirinya dari memek Nida,aku mencium kening Nida.Kami terbaring lemas.Sungguh sangat nikmat.Perkosaan berakhir kepasrahan berujung kenikmatan.Ketika kuelus payudara Nida,tiba2 dia tersadar.Langsung dia menangis dan memukul2 tubuhku. “Reggy,kamu beja….t,kamu merkosa aku”  tangisnya.Aku pegangin tangan dia sambil kukecup keningnya. “Sudahlah Nida.Kata siapa Reggy merkosa kamu?” “Iya kamu merkosa Nida!Hiks hiks hiks”. Tangis Nida. “Sebentar sayang”. Lalu kuambil hp yang merekam kami ngentotan dan memutarnya sambil mengelus2 rambut nida. “Ini buktinya sayang”. Melihat rekaman itu,tangis Nida berhenti dan menunduk lesu.Ya dia terpukul melihat rekaman itu.Apa lagi lihat keganasan dia pas ngentot tadi.

 “Sudah sayang,kamu jangan kuatir,Reggy bakal tanggung jawab kalo terjadi sesuatu ma kamu”. Nida tiba2 nangis di dadaku.Kuusap dan kubelai rambutnya. “Tenang sayang,Reggy beneran bakal tanggung jawab.Kamu juga kan tahu,Reggy suka sama kamu semenjak aku kenal kamu”. Ya mau apa lagi,nasi dah jadi bubur. Kehormatan dia dah hilang sama aku.Walau dengan terpaksa,mau gimana lagi.Ternyata cewek akhwat itu bernafsu besar dibalik anggunnya balutan jubah dan jilbab.Setelah agak reda tangisnya,dan mendapat janji tanggung jawab,dengan rangsangan lagi,kami ngentot lagi sampe puas dengan berbagai macam gaya.Dan Nida sungguh pandai dalam bermain cinta.Hasil dari sering ngeliat bokef di hp.Hehehe.

 Jam setengah tujuh setelah kami mandi dan makan,aku mengantarkan Nida ke rumahnya.Sesampainya di rumahnya,aku disambut kecut orang tua nida.Dan menanyakan dari mana jam segini baru pulang.Nida berbohong dan menjawab ada rapat BEM di kampus.Padahal tidak. Dalam budayanya yang religius,aib wanita akhwat diantar cowok.

 Ortunya nanya aku.Walau agak kecut,dibantu Nida aku ngasih alasan sama bokap Nida bahwa aku temen Nida.Sekalian nganter Nida karena khawatir di jalan,juga pengen silaturrahmi.Aku beralasan,Nida bisa membuat perubahan besar dalam hidupku dan membimbing ke jalan yang baik.Aku juga menceritakan keluargaku.So akhirnya mereka mengerti.Ya walo bokis,kan yang penting selamat.

 Tapi yang jelas sekarang Nida dah jadi istriku.Hehehehe

RIKA

Hari itu hawa terasa sangat panas dikampus islam itu . matahari yang bersinar terik membuat semua orang ebrusaha menghindari panasnya. Kebanyakan berteduh dikantin, ada yang tinggal didalam gedung dan beberapa b erusaha menutupi diri mereka dengan jaket dan sapu tangan.

Dari sebuah gedung fakultas ekonomi islam, keluar seorang wanita cantik. Jilbab lebar berwarna coklat muda, kemeja longgar putih dan rok yang juga berwarna coklat muda tidak dapat menutupi kecantikan wajahnya. Bibirnya yang tipis dan lesung pipit yang kentara menimbulkan hasrat semua lelaki untuk menikmatinya. Namun Rika, nama gadis itu berusaha untuk menjaga dirinya, dengan tidak terlalu menjalin hubungan dekat dengan lelaki.

MBAK SANTI

MBAK SANTI

Ketika langkahnya sampai di parkiran motor, tiba-tiba HP nokia miliknya berdering. Ia ambil dari dalam tasnya dan ia lihat. Nomor asing. Segera ia memencet tombol ANSWER.
“Halo, Assalamu alaikum?” kata gadis cantik berjilbab itu.
“waalaikum salam. Rika ya?” kata sebuah suara laki2 yang sepertinya sudah bapak2.
“iya. Siapa yah?” tanya Rika.
“ini pakdhe Mitro.” Kata suara itu. Jantung Rika seakan berhenti untuk beberapa detik. Sebuah pengalaman yang menakutkan namun juga nikmat yang dulu pernah pakdhe Mitro ajarkan pada gadis alim itu bertahun2 yang lalu kembali terbersit.
“aa…ada apa nggih Pakdhe?” tanya Rika, berusaha untuk tenang.
“Pakdhe mau ke kota. Mungkin pakdhe akan mampir ke kostmu sebentar, diminta bapakmu. Ada titipan. Cuma mau ngabari itu.” Kata pakdhe Mitro.
“oh.. nggih pakdhe.” Kata Rika. Suaranya masih terdengar sedikit bergetar.
“Si otong juga rindu sama remesanmu.” Kata pakdhe, datar saja seolah tidak bermaksud apa-apa, namun hati Rika kembali terasa berhenti. Perasaan bingung menderanya. Sebagian marah oleh perbuatan pakdhenya yang telah menghancurkan kegadisannya bertahun2 yang lalu, namun hasrat biologisnya bereaksi mendengar kata rangsangan dari pakdhenya tadi. Rika terdiam, tak mampu berkata apa2.
“ya sudah, besok kalau pakdhe sampai di terminal, tolong dijemput nggih. Assalamu alaikum.” Ujar pakdhe menyudahi pembicaraan.
Rika pun menutup teleponnya tanpa berkata apa2. Segera ia naik ke motornya, pulang dengan hati yang bimang dan bingung. Dalam perjalanan, ingatannya kembali kemasa saat ia masih SMA, ketika ia masih menjadi seorang gadis alim yang sangat lugu, saat ia berlibur ke rumah Pakdhenya.

**************************
pada suatu hari ketika liburan, Rika yang saat itu masih kelas 2 SMA berlibur selama dua pekan dirumah pakdhe Mitro di desa. Pakdhe Mitro adalah kakak dari bapaknya yang sudah menduda 0setelah ditinggal mati istrinya, budhe Murni setahun yang lalu. Sekarang ia tinggal bersama anaknya, Rika memanggilnya Mbak Santi, seorang gadis cantik yang berjilbab dan punya senyum manis, lulusan SMEA berumur 20 tahun yang bekerja di kelurahan. Rika memandang mbak Santi sebagai seorang yang cantik, berjilbab dan solehah, aktif di remaja masjid di desanya. Dia juga supel dan manis juga berkulit putih, membuat banyak lelaki di desa tersebut jatuh hati padanya. Namun dengan lembut mbak Santi menolaknya. Mbak Santi tidak mau pacaran yang tidak jelas, begitu alasannya.

Kejadian mengejutkan Rika adalah ketika suatu malam ketika Rika masih liburan dirumah pakdhe Mitro, Rika terbangun dan tidak menjumpai Mbak Santi disampingnya. Dengan pelan Rika bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar. Sebenarnya bukan untuk mencari mbak Santi, namun untuk mencari air minum karena haus. Rika mengira mbak Santi hanya ke kamar mandi. Rika kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamar Pakdhe Mitro yang setengah terbuka. Rika dengar suara Mbak Santi mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. Dengan langkah mengendap-endap Rika dekati pintu kamarnya dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Astaga!! Rika benar-benar kaget!! Ternyata di kamar Rika ada Mbak Santi dan Pakdhe. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan.

Saat itu pakaian bagian atas Mbak Santi sudah terbuka sama sekali, begitu pula dengan Pakdhe Mitro. Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur. Pakdhe hanya mengenakan sarung dan kain yang menutupi tubuh Mbak Santi hanyalah celana dalam dan jilbab coklat saja. Kacamata mbak santi masih bertengger diwajahnya.

Apa yang Rika lihat benar-benar membuat hati Rika tercekat. Rika lihat Pakdhe dengan rakus meneteki payudara Mbak Santi kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan Mbak Santi, wanita berjilbab yang Rika anggap alim itu meremas-remas rambut Pakdhe yang sudah mulai memutih. Kepala Mbak Santi yang tertutup jilbab coklat bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dengan Pakdhe yang dengan lahap terus menetek kedua payudara Mbak Santi secara bergantian. jilbab Mbak Santi yang menutupi disibak keatas.

Rika yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. Tubuh Rika gemetar dan lututnya lemas. Hampir saja kepala Rika terbentur daun pintu saat Rika berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian Rika lihat Pakdhe menarik celana dalam yang melekat di tubuh Mbak Santi dan melemparkannya ke lantai. Kini hanya jilbab satu2nya kain yang masih melekat ditubuh Mbak Santi di bawah dekapan tubuh bapaknya sendiri yang kelihatan masih berotot walau usianya sudah kepala lima.

Erangan Mbak Santi semakin keras saat Rika lihat wajah Pakdhe menyuruk ke selangkangan Mbak Santi yang terbuka. Tangan Mbak Santi yang memegang kepala Bapaknya sendiri lihat semakin kuat menekan ke arah kemaluannya yang sedang diciumi Pakdhe. Rika yang baru kali ini melihat pemandangan seperti itu menjadi terangsang. Rika membayangkan seolah-olah tubuhnya yang sedang digumuli Pakdhe.

Kedua kaki Mbak Santi melingkar di leher Pakdhe. Suara napas Pakdhe terdengar sangat keras seperti kerbau. Mbak Santi semakin keras mengerang dan tubuh sintalnya Rika lihat melonjak-lonjak saat Rika lihat wajah Pakdhe menggesek-gesek bagian selangkangan Mbak Santi. Beberapa saat kemudian tubuh Mbak Santi, aktifis mesjid berjilbab itu mulai melemas dan terdiam.

Kemudian Rika lihat Pakdhe melepas sarungnya. Dan astaga! Rika lihat batang kemaluan Pakdhe yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit. Pakdhe langsung mengangkangi wajah Mbak Santi dan mengosek-ngosekan batang kemaluannya yang dipeganginya ke wajah Mbak Santi, yang terlihat sangat cantik dengan jilbab yang masih ia pakai.

Mbak Santi yang masih lemas Rika lihat mulai memegang batang kemaluan Pakdhe dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu. Pakdhe pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan Mbak Santi. Kini posisi mereka saling menjilati selangkangan lawan dengan posisi terbalik.

Pakdhe yang mengangkangi wajah Mbak Santi menjilati selangkangan Mbak Santi yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka. Tubuh Rika mulai meriang. Vagina dan buah dadanya terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau vaginanya sedang diciumi Pakdhe. Tanpa sadar tangan Rika bergerak ke arah vaginanya sendiri yang tertutup rok panjang dan mulai menggaruk-garuk. tangan Rika yang lain menyusup ke balik jilbab putih dan kaosnya, meremas2 buah dadanya sendiri, mendesah2 sambil terus mengintip perbuatan zina mbak santi, aktifis pengajian di masjid yang berjilbab yang sedang dirangsang oleh ayahnya sendiri.

Kejadian yang Rika lihat berikutnya membuat hatinya semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, tubuh Pakdhe berbalik lagi sejajar dengan Mbak Santi. Mereka saling berhadap-hadapan dengan tubuh Pakdhe menindih Mbak Santi. mbak santi masih terus medesah seperti kepedasan.

Kemudian Rika lihat Pakdhe menempatkan diri di antara kedua paha Mbak Santi yang mengangkang. Lalu dengan memegang batang kemaluannya Pakdhe menggosok-gosokkan ujung batang kemaluannya ke selangkangan Mbak Santi. Rika lihat kepala Mbak Santi yang nasih terlilit jilbab mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas payudaranya sendiri saat Pakdhe mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan Mbak Santi. Mereka terdiam beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain.

Mbak Santi mulai merintih dan mengerang saat Pakdhe mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Rika lihat pantat Mbak Santi bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Pakdhe. Dan setiap kali tulang kemaluan Mbak Santi dan Pakdhe beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan dipan tidur Rika pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka.

Tubuh Mbak Santi menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya yamh terbungkus jilbab yang sudah mulai basah oleh keringatpun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang. Akhirya Rika dengar Mbak Santi merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Pakdhe. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Mbak Santi mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.

Pakdhe lalu menarik pantatnya dan Rika lihat dari arah Rika yang persis di samping kirinya, batang kemaluan Pakdhe yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Pakdhe menarik tubuh Mbak Santi agar merangkak di kasur. Dengan bertumpu pada lututnya, Pakdhe menempatkan diri di belakang pantat Mbak Santi yang menungging. Pakdhe memegang batang kemaluannya dan mengarahkannya ke belahan pantat Mbak Santi.

Rika lihat kepala Mbak Santi terangkat saat Pakdhe mulai mendorong pantatnya. Kembali Rika lihat pantat Pakdhe mengayun dari depan ke belakang dengan posisi Mbak Santi merangkak dan Pakdhe berlutut di belakang pantat Mbak Santi. Batang kemaluan Pakdhe kelihatan dari tempat Rika berdiri saat Pakdhe menarik pantatnya dan hilang dari penglihatan Rika saat ia mendorong pantatnya. Rika yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tangan Rika secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang vaginanya dan meremas-remasnya. Vagina Rika mulai basah oleh cairan. Jari tangahnya Rika tekankan pada daerah sensitifnya dan Rika gerakkan memutar.

MBAK SANTI

MBAK SANTI

Rika dengar Pakdhe mulai menggeram. Tangan pakdhe meremas payudara anaknya sendiri yang berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Pakdhe yang menyodok-nyodok. Gerakan Pakdhe semakin cepat dan geramannya semakin keras. Mbak Santi pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Pakdhe dengan memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun Rika dengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.

Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu tubuh Pakdhe ambruk dan menindih Mbak Santi yang ambruk tengkurap di kasur. Rika pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutnya. Tubuhnya seperti melayang dan akhirnya Rika merasa lemas.

Rika yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan kembali kekamarnya, berpura-pura tidur. Paginya Rika pura-pura bersikap seperti biasa. Rika bersikap seolah-olah tidak mengetahui perbuatan Mbak Santi dan bapaknya tadi malam. Selama beberapa hari itu pikiran Rika selalu terganggu dengan bayangan apa yang dilakukan Mbak Santi dengan Bapaknya sendiri di kamar itu.

Tepat satu pekan setelah kejadian itu, Rika harus berada sendirian di rumah dengan Pakdhe. Mbak Ningsih mengikuti acara kenaikan tingkat di tempatnya bekerja. Rika yang sedang liburan dirumah pakdhenya diminta menggantikan Mbak Santi. Rika sedang menyapu halaman ketika pakdhe memanggilnya. Ternyata pakdhe sudah membuatkan the untuknya dan untuk akdhe sendiri.

RIKA

RIKA

Rika menyempatkan diri meminum tehnya sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang Rika minum rasanya agak lain, tapi Ia tidak begitu curiga. Saat mandi itulah Rika merasa ada yang agak aneh dengan tubuhnya. Tubuh Rika terasa panas dan jantungnya berdebar-debar. Rasa aneh menyergapnya. Memek Gadis alim itu terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu dirinya. Tubuhnya terasa gerah sekali.

Rika menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin agar rasa gerahnya hilang. Apa yang Rika lakukan ternyata cukup menolong. Tubuh Rika merasa segar sekali. Lalu Rika menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun. Rasa aneh itu kembali menyerang dirinya, apalagi saat Rika menyabuni daerah selangkangannya yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Rika merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Rika tidak tahu mengapa ini terjadi. Tiba-tiba angan Rika melayang pada apa yang Ia lihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Ningsih dan Pakdhe Marto bergumul di kamarnya.

Cepat-cepat Rika membuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi paginya. Hanya dengan tubuh terbalut handuk, Rika lari masuk kamarnya. Rika selalu berganti pakaian di kamarnya sambil mematut-matut dirinya di depan cermin. Kali ini jilbab biru muda dengan baju terusan berwarna senada dengan bordir bunga2 kuning dan putih ia kenakan. Dada Rika yang mulai tumbuh dengan puting yang sebesar kacang kedelai dengan warna merah muda mulai terlihat bentuknya walaupun ia menggunakan jilbab lebar dan jubah terusan. Pinggulnya mulai tumbuh membesar. Banyak teman2nya yang mulai suka melirik Rika, namun karena ia takut jatuh pada zina, Rika mengabaikan pandangan mereka.

Baru saja Rika selesai berpakaian, Rika dikejutkan dengan pelukan tangan yang kokoh menyergapnya. Rika tidak sempat menjerit karena tiba-tiba sosok yang memeluknya langsung membekap mulutnya dengan tangannya yang kokoh. Belum hilang terkejutnya, jilbab biru muda lebar yang dipakai Rika disingkap orang itu, bagian depannya dililitkan ke leher Rika sehingga dada Rika yang tertutup bra dan jubah terbuka. Rika benar-benar kaget sehingga bingung mau berbuat apa.

Kembali rasa aneh yang menyerang Rika semakin menggelora. Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam dirinya. Rika tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutnya sementara tangan satu lagi memeluk tubuh ranumnya. Mata Rika semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi Rika rasakan sentuhan tubuh kekar menempel hangat di punggungnya. Pantat sekal Rika yang terbalut jubah dan celana dalam pink terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis.

Rika semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam dirinya saat terasa tangan kasar menyingkap bagian belakang jilbabnya, lalu dengan perlahan menurunkan retsleting hubah Rika sampai mentog. Sesaat kemudian jubah yang Rika kenakan teronggok dilantai dibawah kaki Rika tanpa ada perlawanan berarti darti Rika, membuat sang gadis abg alim itu tinggal memakai jilbab lebar biru muda yang telah tersingkap, bra, dan celana dalam. Mulailah sapuan-sapuan lidah panas menyerbu tengkuk Rika yang terbuka. Rika menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri lehernya.. pundaknya.. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggung Rika, jilatan itu berhenti hanya untuk memberi waktu orang itu membuka kancing bra Rika, melepasnya, lalu melemparkannya kesudut kamar. Rika semakin menggelinjang, merasa payudara ranumnya tidak tertutup apa2 lagi. Lidah itu lalu meneruskan petualangannya ditubuh ranum Rika, merayap ke bawah dan pinggang Rika mulai dijilati, sembari sepasang tangan memelorotkan celana dalam pinknya. Kaki Rika serasa lemah tak bertenaga. Kini hanya jilbab biru muda yang sudah tersingkap yang masih melekat ditubuh ranumnya. Rika hanya pasrah saat tubuhnya didorong ke tempat tidurnya dan dijatuhkan hingga Rika tengkurap di tempat tidurnya. Tubuh Rika lalu ditindih oleh sesosok tubuh yang sangat berat.

Kaki Rika mulai memberontak liar karena geli. Apalagi lidah itu dengan rakus mulai menjilati pinggulnya. Pantat sekal Rika terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatnya dengan gemas. Pantat sekal gadis manis yang selalu berjilbab itu terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatnya dan mulai menjilati lubang anusnya. Rika benar-benar seperti terbang mengawang. Rika belum tahu siapa yang memeluknya dari belakang dan menggerayangi seluruh tubuhnya. Rika hanya bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatnya saat lidah itu mulai menjilati lubang anusnya.

Rika tercekik kaget saat tubuhnya dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurnya. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuli Rika adalah Pakdhe Mitro. Rika tak tak mampu berteriak karena mulutnya langsung dibekap dengan bibir Pakdhe. Lidah Rika didorong dorong dan digelitik. Gadis alim yng cantik itu terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi tubuh Rika terasa agak aneh. Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan.

Tubuh Rika menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Lalu kedua kaki Rika dipentangkan oleh Pakdhe Mitro lebar-lebar, lalu Pakdhe menindih tubuh ranum Rika yang sudah telanjang bulat di antara kedua paha Rika yang terkangkang. Gadis belia berjilbab iitu merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit kemaluan Rika di balik kain sarung yang dikenakan Pakdhe.

Mulut dan lidah Pakdhe tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian tubuhnya. Dari mulut Rika, bibir Pakdhe bergeser turun ke dua belah payudaranya. Tubuh Gadis alim itu semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya payudara Rika hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Pakdhe Mitro. Rika sangat terangsang dan sudah tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawah Gadis manis lugu berjilbab iitu.

Lidah Pakdhe terus merayap semakin ke bawah. Perut Rika menjadi sasaran jilatan lidah Pakdhe. Tubuh Gadis belia berjilbab iitu semakin menggelinjang hebat. Akal sehat Rika sudah benar-benar hilang. Kobaran napsu sudah menjerat Gadis alim itu. Pantat sekal Rika terangkat tanpa dapat Rika cegah saat lidah Pakdhe terus merayap dan menjliati gundukan bukit kemaluan di selangkangan Gadis manis lugu berjilbab iitu yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Rika merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkangannya.

RIKA

RIKA

Tubuh Rika serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Pakdhe mulai menyelusup ke dalam bukit kemaluan Rika dan menggelitik kelentit Gadis alim yng cantik itu. Lubang memek Rika semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidah Pakdhe yang panas. Rika hanya mampu menggigit bibir Rika sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkangan Gadis belia berjilbab iitu. Tubuh Rika semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat.

Rika tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutnya. Pantat sekal gadis alim itu terangkat seperti menyongsong wajah Pakdhe yang menekan bukit kemaluannya. Lalu tubuh Gadis alim itu seperti terhempas ke tempat kosong. Rika merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahnya. Tubuh Rika menggelepar dan tanpa sadar Gadis belia berjilbab iitu mejepit kepala Pakdhe dengan kedua kaki Rika untuk menekannya lebih ketat menempel selangkangannya.

Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba mulut Gadis manis lugu berjilbab iitu sudah disodori batang kontol Pakdhe Mitro yang tanpa Rika tahu sejak kapan sudah melepas sarungnya dan sudah telanjang bulat mengangkangi wajahnya. Batang kontol Pakdhe yang besar, hitam panjang dan tampak mengkilat mengacung di depan wajah Rika seperti hendak menggebuk Rika kalau Gadis alim itu menolak menciuminya.

Dengan rasa jijik Rika terpaksa menjulurkan lidah Rika dan mulai menjilati ujung topi baja Pakdhe yang mengkilat. Rika hampir muntah saat lidah Rika menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang memek Pakdhe. Namun jepitan kedua paha Pakdhe di sisi wajah Rika tidak memberi Gadis alim itu kesempatan lain.

Rika hanya mampu pasrah dengan tetap menjilati batang kontol Pakdhe. Lalu dengan paksa Pakdhe membuka mulut Rika dan menjejalkan batang kontolnya ke dalam mulutnya. Rika menjadi gelagapan karena susah bernapas. Batang kontol Pakdhe yang besar memenuhi mulut Gadis alim yng cantik itu yang masih kecil.

Rika dengar Pakdhe menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantat Pakdhe digerak-gerakannya hingga batang kontol Pakdhe yang masuk ke dalam mulut Gadis alim itu mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutnya. Rika hampir tersedak saat ujung kemaluan Pakdhe menyentuh-nyentuh kerongkongannya. Rika hanya mampu melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tangan Gadis belia berjilbab iitu mencengkeram pantat Pakdhe Mitro.

Setelah puas “mengerjai” mulut Rika dengan batang kontolnya, Pakdhe menggeser tubuhnya dan menindih Rika lagi dengan posisi sejajar. Kedua paha Gadis manis lugu berjilbab iitu dikuak Pakdhe dan dengan tangannya, dicucukannya batang kontolnya ke arah bukit kemaluannya. Gadis alim itu merasa geli saat ujung kemaluan Pakdhe mulai menggesek-gesek pintu lubang memek Rika yang sudah basah.

Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba Rika merasa perih di selangkangan Rika saat Pakdhe mulai menurunkan pantatnya sehingga batang kontol Pakdhe mulai menerobos ke dalam lubang memek Gadis alim itu yang masih perawan. Rika merintih kesakitan dan air mata Gadis alim itu mulai mengalir. Rika tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Pakdhe yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mungkin mau berhenti. Ia hanya sejenak menghentikan gerakannya. Ia merayu Rika dan mengatakan kalau sakit Rika hanya sebentar dan berganti rasa nikmat yang tidak terkira.

Pakdhe menarik pantatnya ke atas hingga batang kontolnya yang terjepit di dalam lubang memek Rika tertarik keluar. Gesekan batang kontol Pakdhe yang besar di dalam dinding lubang memek Gadis alim yng cantik itu menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Rika mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin karena pengaruh teh yang Rika minum sehingga Rika benar-benar belum sadar akan bahaya yang Rika hadapi. Yang Rika inginkan hanya satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam dirinya.

Rika kembali merintih kesakitan saat Pakdhe mulai menekan pantatnya lagi yang membuat batang kontolnya menerobos lebih dalam ke dalam lubang memeknya. Lagi-lagi Pakdhe membisiki Rika kalau rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar.. Rasa sakit itu berganti nikmat saat batang kontol Pakdhe ditarik keluar hingga hanya ujung kepalanya saja yang masih terjepit dalam lubang memeknya.

Lubang memek Rika yang sudah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kontol Pakdhe dalam jepitan lubang memeknya. Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kontol Pakdhe menerobos semakin dalam ke dalam lubang memeknya. Pakdhe terus menarik dan mendorong pantatnya dengan pelan dan teratur. Hingga suatu saat Rika menggigit bibir Rika keras-keras saat selangkangan Rika terasa perih sekali. Selangkangan Rika terasa robek saat Pakdhe menekan pantatnya hingga batang kontol Pakdhe hampir masuk separuh ke dalam lubang memeknya.

Rika sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkangannya. Pakdhe segera menghentikan gerakannya dan memberi Gadis alim yng cantik itu kesempatan untuk bernapas. Rika merasa lega saat Pakdhe menghentikan gerakannya. Kini Rika dapat merasakan lubang memek Rika seperti terganjal benda keras dan hangat. Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan lubang memeknya.

Kembali rasa sakit yang tadi menyentak Rika berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kontol Pakdhe yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan lubang memeknya. Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar Rika menggoyangkan pantat sekal Rika untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi.

Rika seperti gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan. Pakdhe semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan batang kontolnya. Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantat Gadis alim itu terangkat saat Pakdhe menarik pantatnya.

Berkali-kali Pakdhe mengulang gerakannya hingga perut Rika terasa kejang. Tubuh Gadis alim itu mulai melayang. Tangan Rika semakin kuat mencengkeram punggung Pakdhe untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangnya. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang Rika dengar bergemuruh di telinganya.

Mata Rika semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahnya. Gadis belia berjilbab iitu hampir menjerit saat ada sesuatu yang Rika rasa pecah di dalam sana. Namun bibir Pakdhe yang tiba-tiba melumat bibir Rika menghentikan teriakannya. Pakdhe melumat dengan rakus kedua belah bibirnya. Rika merasa tubuh ranum Rika seolah-olah terhempas di awan. Tubuh ranum Rika mengejat-ngejat saat Gadis alim itu mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Pakdhe yang bibirnya masih melumat bibir Rika pun mulai berkelojotan di atas perutnya. Lalu ia menggeram dengan dahsyat..

Dan akhirnya Rika rasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kontol Pakdhe yang terjepit dalam lubang memeknya. Batang kontol Pakdhe berkedut-kedut dalam jepitan lubang memeknya. Tubuh Pakdhe masih bergerak dengan liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihnya. Napas Rika hanya tinggal satu-satu. Napas Pakdhe pun Rika dengar menggemuruh di telinganya.

RIKA

RIKA

Air mata Rika mengalir saat Gadis alim itu sadari segalanya telah terlambat baginya. Kegadisan Rika telah terenggut oleh Pakdhe.

peristiwa itu terulang malam harinya. bahkan Rika digagahi berkali2 oleh pakdhe mitro sejak malam sampai pagi. setelah liburan itu, Rika tidak lagi mau berlibur dirumah pakdhe Mitro, meski terkadang ia merindukan batang kontol besar pakdhe Mitro menyodok2 lubang memeknya.

—–

Akhirnya hari itu tiba. Rika terlihat menunggu dengan resah di terminal. Sudah satu jam ia menunggu, namun bus yang ditumpangi pakdhe belum terlihat. Akhirnya, setelah lima belas menit ia menunggu, gadis alim berjilbab yang manis itu melihat bus yang membawa pakdhenya maemasuki terminal.

” pakdhe.” Kata Rika menyambut sang bapak yang ada dihadapannya. Rasa canggung berusaha ia tutupi, namun pandangannya secara refleks melihat selangkangan pakdhe, dimana terdapat benda yang dulu pernah membuatnya mabuk kepayang. Ia berusaha menghilangkan pikiran itu namun tidak sanggup. Segera gadis alim itu mencium tangan pakdhenya, dan memimpinnya ke parkiran. Hujan rintik mulai turun.

Sesampainya di parkiran, hujan turun semakin deras. Rika yang tidak mau basah kuyub segera membuka mantel hujannya dan mengenakannya. Segera dia memboncengkan pakdhe pergi dari terminal itu. Sebersit terlintas senyum samar pakdhe yang penuh arti, namun sang gadis manis berjilbab itu tidak mampu menerkanya.

Tiba-tiba ditengah perjalanan, Rika tersentak merasakan sentuhan pada buahdadanya yang tertutup baju biru langit longgar, jilbab putih dan jaket. Ternyata pakdhe nekat merangsang dirinya ditengah hujan itu, tertutup oleh mantel hujan yang tebal. Terus tangan pakdhe menelusup masuk kedalam jaket dan jilbab lebarnya, lalu sekali sentil terbukalah satu kancing bagian dadanya. Gadis manis berjilbab itu mendesah tertahan saat ia merasakan tangan kekar dan kasar pakdhe menyentuh buahdadanya, lalu meremas-remasnya lembut. Ternyata pakdhe Mitro sudah tidak tahan dengan kemolekan tersembunyi dari keponakannya yang cantik namun alim ini, dan merangsangnya agar nanti lebih mudah mendapatkan tubuh sekal sang mahasiswi berjilbab lebar itu. Rika memekik pelan ketika ia merasa tangan pakdhe yang satunya turun lalu meremas memeknya. Ia menggigit bibirnya, agar pekikan dan rintihannya tidak terdengar. Perasaan malu, marah, takut namun juga terangsang membuatnya bingung dan tak mampu berbuat apa-apa, sampai mereka tiba di kontrakan.

Didepan kontrakan, ternyata Rika melihat salah satu teman dari Mbak Laras sedang menunggu di teras. Memang Laras sedang pergi kuliah, sementara Tata belum kembali dari kampung, jadi Rika sekarang dikontrakan sendiri bersama dua orang pria. Yang satu adalah pakdhenya, yang satu adalah William, teman Laras. Tanpa diketahui Rika, sebenarnya William sudah tahu kalau Laras sedang kuliah, William sengaja datang ketika Rika sendirian di kontrakan, untuk menikmati tubuhnya. Lelaki ambon itu kecewa melihat Rika pulang bersama seorang lelaki, namun di atidak bisa berbuat apa-apa, begitu pula ketika Gadis manis berjilbab lebar itu, yang dengan wajah masih merah padam karena birahi, mengenalkan sang pakdhe, lalu mempersilahkan William masuk ke ruang depan, sementara ia dan pakdhenya masuk ke ruang dalam. Rika mempersilahkan pakdhe duduk diruang tengah, didepan televisi dimana dulu tanpa sepengetahuan Rika, pernah digunakan William untuk menyetubuhi Laras yang montok. Rika yang masih agak syok dengan perlakuan pakdhe segera pergi tanpa permisi menuju kamar mandi. Namun tanpa Rika ketahui, pelan-pelan pakdhe yang sudah tidak tahan oleh kecantikan dan kesekalan tubuh keponakannya yang alim dan berjilbab lebar itu mengikutinya ke kamar mandi dari belakang.

Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Rika tidak sempat berteriak karena tiba-tiba pakdhe sudah memeluk Rika. Tubuh pakdhe yang kekar berpakaian lengkap sudah basah penuh keringat nafsu, memeluk Rika erat-erat. Gadis manis berjilbab lebar itu tidak berani berteriak karena malu terhadap William. Dengan air mata yang Rika tahan Gadis manis berjilbab lebar itu pasrah akan apa yang dilakukan pakdhe pada Rika.

Tanpa membuang waktu pakdhe segera melepas seluruh bajunya dan telanjang bulat. Batang kemaluan pakdhe yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai, namun tetap membuat Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu berdebar-debar. Kemudian pakdhe duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh Rika yang masih berpakaian lengkap ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibir Gadis alim yang manis itu dengan rakusnya.

Mulut Rika masih tertutup saat lidah pakdhe mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulut Rika. Karena tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidah pakdhe yang mendesak-desak bibir Rika, akhirnya bibir Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu pun terbuka. pakdhe segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Rika dan mendorong-dorong lidah Rika. Mula-mula Rika diam saja, namun lama-kelamaan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu jadi terangsang juga. Apalagi batang kemaluan pakdhe yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perut Rika yang nasih tertutup baju dan jilbab. Rika mulai bereaksi. Lidah Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu tanpa sadar membalas dorongan lidah pakdhe.

Tubuh Rika mulai menggerinjal dalam pelukan pakdhe saat tangan pakdhe mulai menggerayangi buah pantat Gadis manis alim itu dari luar rok panjangnya. Tangan pakdhe dengan gemas meremas dan memijat buah pantat Rika lalu ditariknya tubuh Gadis alim yang manis itu hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.

Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulut Rika, tangan pakdhe menekan kepala Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. Batang kemaluan pakdhe yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajah Rika yang putih dan halus itu. Ditariknya wajah Rika ke selangkangannya dan disuruhnya mulut Rika menciumi batang kemaluannya itu. Awalnya Rika berusaha menolak, namun karena cengkeraman tangan pakdhe begitu kua, Gadis lugu yang berjilbab lebar itu tak bisa menghindar. Apalagi akdhe terus menepuk-nepukkan batang kontolnya yang besar dan coklat juga keras itu kewajah Rika sehingga membuat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu semakin terangsang. Dengan pelan Rika membuka mulutnya dan mulai menciumi batang kemaluan pakdhe yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.

RIKA

RIKA

Kepala Rika didorong maju mundur oleh tangan pakdhe yang mencengkeram kepala Akhwat manis alim itu yang masih terbungkus jilbab hingga batang kemaluannya mulai bergeser keluar masuk dalam mulut Rika. Kerongkongan Rika tersodok-sodok ujung kepala kemaluan pakdhe yang keluar masuk dalam mulut Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Rika dengar napas pakdhe mulai menggebu. Batang kemaluan pakdhe semakin mengeras dalam kuluman mulut Gadis alim yang manis itu.

Mungkin karena tak tahan, pakdhe segera menarik tubuh Rika agar berdiri lalu mendudukan Gadis manis alim itu di sisi bak mandi. Tangan pakdhe dengan kasar menyampirkan jilbab lebar Rika kesamping, membuka baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, dan memelorotkan bra Rika kebawah, membuat payudara putih bersih kenyal milik Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu terpampang jelas. pakdhe langsung membuka Mulutnya dan segera mencecar payudara Rika kanan dan kiri silih berganti. Rika menggelinjang hebat manakala mulut pakdhe dengan rakusnya mempermainkan kedua puting payudara Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tangan pakdhe pun tak tinggal diam. Tangan pakdhe mulai merayap ke selangkangan Rika yang masih tertutup rok hitam dan mulai meremas gundukan bukit kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Lalu dengan kasar pakdhe menyingkap rok Rika ke pinggang dan merenggut lepas celana dalam Gadis alim yang manis itu, dan kembali meremas gundukan bukit kemaluan Rika.

Rika sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Gadis manis alim itu semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut pakdhe lalu merayap menyusuri perut Rika dan mulai menjilati gundukan bukit kemaluan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Dikuakkanya kedua bibir kemaluan Rika dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu.

Tubuh Akhwat manis alim itu yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh karena menggelinjang saat lidah pakdhe mulai menggesek-gesek dinding lubang kemaluan Rika. Tanpa sadar tangan Rika mencengkeram rambut pakdhe dan menekankan kepala pakdhe agar lebih ketat menekan bukit kemaluan Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.

Rika semakin blingsatan menahan rangsangan yang dibeRikan pakdhe di selangkangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu. Tanpa sadar mulut Rika mendesis-desis dan duduk Gadis alim yang manis itu bergeser tak karuan. Perut Rika mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuh Rika terasa mulai mengawang dan pandangan mata Gadis mahasiswi santun berjilbab itu nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang Rika mencapai orgasme Rika.

Belum sempat Rika mengatur napas tiba-tiba pakdhe sudah berdiri di hadapan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu. Batang kemaluan pakdhe yang keras dicocokkan ke bibir kemaluan Rika dan digesek-gesekkannya ujung kepala kemaluannya ke bibir kemaluan Gadis manis alim itu yang sudah basah dan licin. Rika menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir kemaluan Rika. Bibir pakdhe Mitro dengan rakusnya mulai melumat bibir Rika sambil mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya semakin melesak ke dalam jepitan bibir kemaluan Rika.

Rika masih duduk di bibir bak mandi sementara pakdhe Mitro menggenjot lubang kemaluan Rika sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kemaluannya dari jepitan bibir kemaluan Rika. Tubuh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu lalu diturunkan dari bibir bak mandi. Dengan kasar pakdhe melepas semua baju Rika, tanpa ada perlawanan yang berarti dari Rika yang sudah sangat terangsang. Akhirnya terlepas semualah baju longgar Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu, kecuali jilbab yang memang dibiarkan pakdhe tetap dipakai Rika. Segera pakdhe membalik tubuh Rika hingga Gadis manis alim itu berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu pakdhe menempatkan diri di belakang Rika dan mulai mencoba memasukan batang kemaluannya ke dalam bibir kemaluan Rika dari celah bongkahan pantat Gadis manis alim itu.

Punggung Rika didorong pakdhe agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kaki Gadis alim yang manis itu lebar-lebar lalu dicucukannya batang kemaluannya ke gundukan bukit kemaluan Rika. Setelah arahnya tepat, pakdhe mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kemaluannya menerobos masuk dalam jepitan bibir kemaluan Rika.

Kembali Rika mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang kemaluan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu. Dinding-dinding lubang kemaluannya serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan pakdhe yang terjepit ketat dalam lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut. pakdhe yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kemaluan pakdhe pada dinding lubang kemaluan Akhwat manis alim itu semakin cepat.

Pinggul Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu yang dipegang pakdhe terasa agak sakit karena jari-jari pakdhe mulai mencengkeram. Pinggul Rika ditarik dan didorong oleh tangan kuat pakdhe seiring dengan ayunan pantatnya. Tubuh Rika mulai terhentak dan Rika mulai limbung. Kembali Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak. pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napas pakdhe semakin menderu.

RIKA

RIKA

Pantat Rika yang ditarik dan didorong pakdhe maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari pakdhe semakin terasa di pinggul Rika. Gerakan ayunan pantat pakdhe semakin tak terkendali. Tak lama kemudian Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu kembali mencapai orgasme Rika. pakdhe pun Rika kira mencapai puncak kenikmatannya karena Rika merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan pakdhe ke dalam lubang kemaluan Rika dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut pakdhe.

pakdhe tetap membiarkan batang kemaluannya terjepit dalam lubang kemaluan Rika selama beberapa saat. Napas pakdhe yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipi Gadis mahasiswi santun berjilbab itu. Tulang kemaluan pakdhe menekan kuat di bukit buah pantat Rika. Rika merasa sedikit geli karena rambut kemaluan pakdhe menempel ketat dan menggesek buah pantat Rika. Batang kemaluan pakdhe yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.

Tubuh Gadis alim yang manis itu sudah terasa lemas tak bertenaga. Rika hanya memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya Gadis manis alim itu berhasil digagahi pakdhe Rika sendiri. Rika membiarkan saja saat pakdhe memandikan Rika seperti bayi. Tangan pakdhe yang kokoh menyibak lepas jilbab Rika, membuat rambut lurus sebahu Rika tergerai lepas terlihat indah. segera pakdhe menyabuni seluruh lekuk tubuh Gadis manis alim itu. Tubuh Rika kembali menggerinjal saat tangan pakdhe yang kokoh mulai menyabuni payudara Rika yang baru mulai tumbuh. Puting Gadis manis alim itu yang mencuat dipermainkan pakdhe dengan gemas.

Tubuh Rika semakin menggelinjang saat tangan pakdhe mulai menyentuh perut Rika lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit kemaluan Rika yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jari pakdhe menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit kemaluan Rika dan berlama-lama menyabuni daerah itu.

Rika tak berani memandang pakdhe saat ia mengangsurkan sabun ke tangan Rika dan menyuruh Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu menyabuninya. Dengan agak kaku tangan Rika mulai menyabuni punggung pakdhe yang kekar. Tangan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu bergerak hingga seluruh punggung pakdhe Rika gosok merata dengan sabun. Lalu pakdhe membalikkan tubuhnya menghadap Rika. Tangan pakdhe mengelus-elus kedua payudara Rika sementara Rika disuruhnya menyabuni tubuh bagian depannya.

Tangan Rika bergerak dari dada terus turun ke arah perut. Napas pakdhe mulai memburu saat tangan Rika yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang kemaluan pakdhe yang tadi kendur sudah mulai mengembang. Tangan Gadis lugu yang berjilbab lebar itu yang agak ragu dipegang pakdhe dan diarahkan untuk menyabuni daerah kemaluan pakdhe. Rambut kemaluan pakdhe sangat lebat tumbuh di pangkal batang kemaluannya yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras.

jilbab toket gede memek basah (4)

pakdhe yang sudah mulai terangsang segera menyuruh Rika menyelesaikan acara saling memandikan. Hanya dengan berbalut handuk, tubuh Rika yang masih agak basah ditarik pakdhe dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Rika. pakdhe pun hanya mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga batang kemaluan pakdhe yang sudah setengah keras tampak membusung di balik kolornya.

Baru saja pintu ditutup, tubuh Akhwat manis alim itu sudah langsung disergap pakdhe. Diloloskannya handuk yang melilit tubuh Rika hingga Gadis alim yang manis itu telanjang bulat. pakdhe segera melepas kolornya dan bugil dihadapan Rika. Mulut pakdhe segera menyergap bibir Rika dan melumatnya dengan rakus. Kedua payudara Rika segera menjadi bulan-bulanan remasan tangan pakdhe hingga tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu menggelinjang dalam dekapannya.

Tangan Rika segera dibimbing pakdhe dan dipegangkannya ke batang kemaluan pakdhe yang sudah semakin mengembang. Bibir pakdhe yang rakus meulai bergeser turun dari bibir Rika ke dagu, lidahnya menjilat-jilat dagu Rika terus turun ke leher Rika hingga Gadis mahasiswi santun berjilbab itu semakin menggelinjang karena kumis pakdhe yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leher Rika.

Rika semakin mendesis karena kini bibir pakdhe sudah mulai melumat kedua puting payudara Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kanan dan kiri secara bergantian. Tangan Rika secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas batang kontol pakdhe. Napas pakdhe pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua payudara Rika. Jilatan pakdhe semakin liar di seluruh bukit payudara Gadis manis alim itu tanpa terlewatkan sejengkalpun.

Batang kemaluan pakdhe yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tangan Rika. Sementara tangan pakdhe mulai bergerak liar menyusuri penggung Rika dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantat Rika dan meremas-remas kedua buah pantat Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu dengan gemasnya. Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sangat terangsang. Ya.. Mungkin daerah kelemahan Rika adalah pada buah pantat Rika dan pada kedua puting payudara Rika. Tubuh Gadis manis alim itu sudah mulai mengawang dan sudah pasrah bersandar dalam pelukan pakdhe.

Mengetahui kalau tubuh Rika sudah tersandar sepenuhnya dalam pelukan pakdhe, pakdhe segera mendorong tubuh Rika ke kasurnya hingga Gadis alim yang manis itu berbaring telentang. Ditindihnya tubuh telanjang Rika oleh tubuh kekar pakdhe. Dibentangkannya kedua kaki Rika lebar-lebar dan Rika kembali digumuli pakdhe Rika. Lidah pakdhe kembali menyerbu bibir Rika lalu bergeser ke leher Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu.

batang kontol pakdhe yang sudah sangat keras mengganjal di perut bagian bawah Rika. Rambut kemaluan pakdhe yang gombyok sangat terasa menggesek-gesek perut Rika menimbulkan rasa geli.

Lidah pakdhe menjilat-jilat seluruh batang leher Rika hingga Gadis manis alim itu mendesis-desis kegelian. Tubuh Rika semakin menggelinjang menahan geli saat lidah pakdhe mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit payudara Rika di sekitar puting Rika. Tubuh Rika semakin menggerinjal saat lidah pakdhe yang panas mulai menyapu-nyapu puting payudara Rika. Tubuh Gadis lugu yang berjilbab lebar itu serasa semakin melayang.

Lidah pakdhe terus bergeser ke bawah. Pusar Rika dijilatnya dengan rakus lalu lidah pakdhe mulai bergerak turun ke perut bagian bawah Rika. Otot-otot perut Rika terasa seperti ditarik-tarik saat bibir pakdhe menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawah Rika di atas pangkal paha Rika. Geli sekali rasanya, apalagi kumis pakdhe yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perut Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang halus.

RIKA

RIKA

pakdhe lalu membalik tubuhnya. Wajah pakdhe menghadap selangkangan Rika sementara batang kontol pakdhe dihadapkan ke wajah Rika. Diturunkannya pantat pakdhe hingga batang kemaluannya menempel bibir Gadis alim yang manis itu. Dibimbingnya batang kontolnya ke mulut Rika. Rika tahu Rika harus membuka mulut Rika menyambut batang kontol pakdhe yang dijejalkan ke dalam mulut Rika. Dengan terpaksa Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu mulai mengulum batang kontol pakdhe dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat.

Tubuh Rika terhentak saat mulut pakdhe mulai melumat bibir kemaluan Rika. Kedua tangan pakdhe menarik kedua bibir lubang kemaluan Rika dan membukanya lebar-lebar lalu lidah pakdhe yang panas didorong keluar masuk kedalam lubang kemaluan Rika. Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas pakdhe yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup lubang kemaluan Rika yang terbuka lebar.

Tanpa sadar pantat Rika terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah pakdhe yang menggesek-gesek kelentit Rika. Gerakan lidah pakdhe yang liar seolah membuat Rika semakin gila. Tanpa dapat Rika cegah lagi, mulut Gadis mahasiswi santun berjilbab itu merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kemaluan pakdhe yang menyumpal mulut Rika tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulut Akhwat manis alim itu.

Mata Gadis lugu yang berjilbab lebar itu kembali nanar. Perut Rika terasa kejang.. Dorongan gejolak liar yang mendesak di perut bagian bawah Rika sudah hampir tak dapat Rika tahan lagi. Lalu dengan diiringi rintihan panjang tubuh Rika menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih. Tubuh Gadis manis alim itu lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya tubuh Rika terdiam beberapa saat. Rika telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu.

Tubuh Rika terasa lemas tak bertenaga. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu hanya pasrah saat pakdhe yang telah mencabut batang kemaluannya dari kuluman mulut Rika bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat tubuh Rika dan mendudukan Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu di pangkuannya. Tubuh Rika dihadapkan pakdhe ke dirinya dan kaki Rika dipentangkannya hingga Gadis alim yang manis itu terduduk mengangkang dipangkuan pakdhe dengan saling berhadapan. Kemudian tangan pakdhe mengarahkan batang kemaluannya ke celah bukit kemaluan di selangkangan Rika.

Bless!! Rika terhenyak saat pantat Rika diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di lubang kemaluan Rika. Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding lubang kemaluan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu terasa berdenyut-denyut. Kelentiti Rika yang sudah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kemaluan pakdhe. Lain sekali rasanya bersetubuh dengan posisi begini. Rika merasa sangat terangsang! Kelentit Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu serasa tergesek penuh pada batang kemaluan pakdhe.

Dengan dibantu kedua tangan pakdhe yang menyangga kedua buah pantat Rika tubuh Rika bergerak naik turun di pangkuan pakdhe. Payudara Rika yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dengan naik turunnya tubuh Gadis manis alim itu di pangkuan pakdhe. Batang kemaluan pakdhe yang menancap ketat dalam jepitan lubang kemaluan Rika terasa menggesek nikmat seluruh dinding lubang kemaluan Rika yang terus berdenyut-denyut meremas apa saja yang menyumpalnya.

Tubuh Rika terasa menggigil bergetar saat mulut pakdhe tak tinggal diam. Mulut pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudara Rika bergantian. Mulut pakdhe menyedot buah dada Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu sepenuhnya. Gerakan Rika menjadi kian liar. Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Rika mempercepat gerakan Rika naik turun dengan diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kemaluan pakdhe masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika.

RIKA

RIKA

Karena tak tahan lagi tanpa sadar Rika dorong tubuh pakdhe hingga terbaring telentang di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke lantai. Tubuh Rika yang tadi di pangku pakdhe menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dengan menduduki pakdhe yang berbaring telentang. Gerakan Rika kian bebas. Dengan tangan bertumpu pada dada pakdhe yang bidang Rika terus menggerakan pantat Rika memutar dan maju mundur. Kelentiti Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu kian ketat tergesek batang kemaluan pakdhe. Gadis yang biasanya alim dan santun itu berubah liar dan binal, disetubuhi pakdhe.

Tangan pakdhe yang memegang kedua pantat Rika semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakan Rika. Rika merasa tubuh Rika kembali mulai mengawang. Gerakan Gadis mahasiswi santun berjilbab itu kian tak terkendali. Mata Rika mulai membeliak dan mulut Rika menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat..

Dan akhirnya dengan merintih panjang tubuh Gadis alim yang manis itu berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik. Lubang kemaluan Rika berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana.. Tubuh Rika berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut pakdhe. Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu benar-benar tak bertenaga. Ya akibat batang kontol pakdhe Rika mencapai orgasme yang kesekian kalinya. Luar biasa pakdhe Rika ini. Walaupun sudah tua namun mampu membuat Rika yang masih muda bertekuk lutut.

pakdhe yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan tubuh Rika dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya yang masih menancap dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Sekarang tubuh Gadis santun berjilbab bertubuh sekal itu yang telentang gantian digenjot pakdhe. Rika yang sudah tak bertenaga hanya pasrah. pakdhe dengan semangat juang terus menggenjot selangkangan Rika dengan tusukan-tusukan batang kemaluan pakdhe. Batang kontol pakdhe tanpa ampun menghajar lubang kemaluan Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu.

Perlahan-lahan napsu Rika mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan batang kontol pakdhe. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada Rika berusaha menyambut setiap tusukan batang kontol dengan menggoyangkan pantat Rika ke kanan dan kiri.

Napas pakdhe semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke payudara Rika yang dilumat bibir rakus pakdhe. Genjotan pakdhe semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam tubuh Gadis manis alim itu semakin menguat. Rika sudah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. Tubuh Akhwat manis alim itu kembali mengejang. Pantat Rika terangkat dan dengan merintih panjang Rika mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.

Tubuh Rika terhempas di tempat kosong dan pandangan mata Gadis berkulit putih berjilbab lebar itu makin nanar. Rika merasa betapa di saat-saat itu tubuh pakdhe yang menindih perut Rika mulai bergetar. Mulut pakdhe menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan batang kontolnya ke dalam jepitan lubang kemaluan Rika. Tubuh pakdhe berkejat-kejat lalu Rika merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam lubang kemaluan Rika. Ada rasa berdesir menyergap Rika saat semprotan itu menyembur ke liang rahim Mahasiswi berjilbab berwajah cantik itu. Tubuh pakdhe tersentak-sentak lalu ambruk di atas perut Rika.

Sungguh melelahkan pergumulan di hari itu. Akhirnya pakdhe tertidur karena terlalu lelah, sementara Rika segera berpakaian dan memakai jilbabnya lalu keluar kamar dan masuk ke kamar mandi, membersihkan lubang memeknya yang berlepotan sperma pakdhe. sementara itu William sudah pulang dengan perasaan menang karena mendapat mangsa baru, sembari menimang2 handphone berkameranya yang tadi ia gunakan untuk merekam adegan ranjang Rika dan pakdhenya.

RAME-RAME : FINAL

Pemandangannya pasti heboh sekali. Aku menggandeng seorang gadis cantik, hitam manis, berkacamata dan berjilbab. Tetapi, selain jilbab tak ada lagi sehelai kainpun di tubuhnya.
Henny tampak cemas ketika mendekati sekumpulan lelaki yang tengah merubung istriku. Kelihatannya mereka telah selesai memperkosa mulut Tari tapi belum berhenti mempermainkan alat-alat vitalnya. Henny makin cemas ketika perhatian mereka beralih kepadanya.
Tetapi aku juga cemas kalau-kalau Tari melihatku. Namun, begitu dekat, kulihat wajah Tari memang betul-betul belepotan sperma. Matanya terpejam dan di lekukan kelopak matanya menumpuk banyak sperma. Mulut Tari setengah terbuka dan dari dalam mengalir sperma.
Kusuruh Henny merangsang Tari yang terikat di meja dengan menjilati vaginanya. Para lelaki langsung merubungnya. Sebagian langsung meremas-remas payudaranya yang menggantung. Sebagian lagi menjilati vagina Henny. Sebagian lagi cukup puas menusuk-nusuk vagina Henny dengan jari. Ada juga yang bermain-main dengan klitoris Tari.

TARI

TARI

Kulihat Tari mulai bereaksi. Kepalanya menggeleng-geleng. Keningnya berkerut. Giginya menggigit bibirnya. Kunikmati saat Tari mulai terangsang. Kukeluarkan penisku, kusentuhkan ke pipinya. Lalu, kupegangi kepala Tari dan kupaksa ia mengulum penisku…
Uhhh… gila… Tari mengerang-erang. Aku tahu persis ia terangsang. Ia memang tak pernah bisa bertahan bila vaginanya dijilati. Ditambah lagi, tanganku kini bermain-main dengan kedua putingnya…
Aku ingin mendengar desahan Tari ketika mencapai orgasme. Kulepas penisku dan beralih ke Henny. Kini Henny kuminta menjilati dan mengulum puting Tari. Sementara para lelaki kuminta melanjutkan menjilati vagina Tari.
Dari belakang, kusetubuhi Henny. Vaginanya sudah basah kuyup. Tak terlalu sulit. Henny mengerang. Tapi tak sekeras erangan Tari yang vaginanya dijilati seorang lelaki. Kubiarkan saja para lelaki itu menusukkan jari mereka ke dalam vaginanya. Bahkan, kuberi kode kepada seorang dari mereka agar memasukkan dua jari dalam posisi menekuk, lalu menggaruk-garuk dinding bagian dalam vaginanya.
Betul saja, begitu seorang dari mereka menggaruk bagian belakang klitoris Tari dengan dua jari, Tari langsung terlihat melonjak dan mengerang panjang. Ia tampaknya tak kuasa menahan gairah.
“Ouuhhhh….eengghhh… aaauhhhh….” Tari terus meracau. Kepalanya menggeleng-geleng.
Lelaki yang menjilati klitorisnya sambil menusukkan jari ke dalam vaginanya makin bersemangat. Seorang lelaki lagi malah kini mengulum puting Tari. Itu membuat Tari makin terangsang. Kulihat Bob pun bergabung, memaksa Tari mengoral penisnya.
Erangan Tari makin menjadi-jadi. Kulihat ia menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti rangsangan di vaginanya. Aku jadi makin terangsang. Kupindahkan penisku ke anus Henny. Tak terlalu sulit karena penisku sudah basah kuyup. Tapi tak urung Henny memekik juga. Apalagi aku kemudian menyodominya dengan kasar.
Kulihat Tari mencapai klimaks. Tubuhnya tampak kelojotan. Lelaki yang mempermainkan vaginanya menarik keluar dua jarinya yang betul-betul basah berlendir. Aku tak tahan lagi. Kutumpahkan spermaku ke anus Henny. Aku kemudian beralih ke sisi Bob. Bob membiarkanku memaksa istriku mengulum penisku yang tadi menyodomi Henny.
***
Para lelaki tampak mulai berbaris di belakang Henny untuk menggilirnya. Bob kini malah menempatkan diri di tengah-tengah kaki Tari yang mengangkang. Tanpa minta persetujuanku, ia langsung memperkosa Tari.
Anehnya, aku biarkan saja lelaki gendut itu menyetubuhi istriku. Malah, melihat Tari yang kelelahan setelah diterjang orgasme dan kini disetubuhi lelaki lain, aku justru kembali bergairah. Sambil melihat penis Bob keluar masuk vagina istriku, kurangsang Tari dengan sentuhan pada payudara dan kedua putingnya.
Tari terlihat kembali terangsang. Ia kembali menggeliat-geliat sambil mendesah-desah. Saat Bob menyodok-nyodokkan penisnya dengan gerak cepat, desahan Tari makin menjadi-jadi. Saat itulah timbul keinginanku untuk menyakitinya. Kujepit kuat-kuat kedua putingnya sambil kutarik menjauh.
“Auuhhh… mmmmff…. ouhhh…. aaakkhh…. adduuhhh…. sakkkiiiittt…” rintihan nikmat bercampur kesakitan Tari sungguh membangkitkan gairahku.
Kulihat Bob merengkuh pinggul Tari dan menariknya ke arah dirinya kuat-kuat. Tubuhnya bergetar. Dari mulutnya terdengar suara menggereng.
“Grrrhhhh…. memekmu hebat… Tari…. ggrrhhhh…” kata Bob di sela nafas tersengal-sengal. Perlahan ia menarik keluar penisnya.
Kulihat vagina istriku setengah membuka dan perlahan menutup kembali. Bersamaan dengan itu, dari dalam rongga vaginanya yang kemerahan, mengalir cairan putih kental.
Penisku sudah sangat tegang. Tari memekik ketika kubalikkan tubuhnya dan kubuat posisinya menungging. Sperma Bob tampak mengalir dari celah vaginanya ke kedua belah pahanya yang mulus.
Tari merintih waktu dua jariku kutusukkan ke dalam vaginanya. Rintihannya makin keras waktu dua jariku yang sudah berlumur sperma Bob kutusukkan ke anusnya dan kugerakkan berputar-putar. Kini penisku pun menusuk vagina istriku yang baru saja disirami oleh sperma Bob. Amat licin dan basah, tetapi tetap ‘menggigit’.
Tari merintih-rintih pelan. Lalu, segera saja jadi pekik-pekik kecil saat penisku kupindahkan ke anusnya. Dalam keadaan biasa, Tari tak mungkin mau melayaniku anal sex. Itu sebabnya, ia amat tersiksa dengan perlakuan atas anusnya.
Aku tak peduli ketika beberapa lelaki yang baru saja memperkosa Henny berkerumun di sekelilingku. Kubiarkan saja mereka mempermainkan payudara Tari yang berayun-ayun. Malah, ada yang memaksa Tari mengulum penisnya yang basah kuyup sehabis dipakai menyetubuhi Henny.
Bahkan, aku jadi kian bernafsu mengaduk-aduk anusnya. Rintihan Tari kian lama berubah menjadi jeritan putus asa. Sampai akhirnya, kutumpahkan lagi sperma ke dalam anusnya.
Tari tersungkur, telungkup di lantai. Isakannya terdengar memilukan. Beberapa lelaki masih berkerumun di sekelilingnya. Seorang di antaranya membalikkan tubuhnya dan langsung menempatkan diri di tengah-tengah kakinya yang terentang.
“Hei… ngapain kamu ?” tegur Bob.
“Pengen, bos…” sahut lelaki itu. Penisnya yang tegang terlihat sudah menyentuh vagina Tari.
“Nggak boleh. Cewek ini harus istirahat dulu,” kata Bob sambil menggamit tanganku. “Jangan khawatir, nggak ada yang berani menyetubuhi istrimu tanpa izinku,” bisik Bob kepadaku.
Kulihat, Henny masih digilir sejumlah lelaki. Tari menggeliat-geliat di lantai. Sejumlah lelaki terus saja menjamah tubuhnya.

TARI

TARI

“Bos, teman-teman berani bayar untuk nidurin Mbak Tari,” tiba-tiba seorang anak buah Bob masuk ke ruangan tempat aku dan Bob ngobrol.
Bob menoleh kepadaku. Aku tahu ia minta persetujuan.
“Berapa ?” iseng saja aku tanya.
“Lima puluh ribu satu orang, masing-masing setengah jam,” sahutnya.
“Ah gila lu. Masak cewek secakep itu cuman lu hargain gocap ?” kataku.
“Terus, berapa dong bos ? Nanti saya sampaikan ke teman-teman,” ujarnya.
“Kalau sepuluh kali lipat, mungkin gue pikir-pikir,” kataku lagi, masih sambil iseng. Kupikir, mereka nggak akan berani.
Lelaki itu ngeloyor pergi. Rundingan dulu dengan teman-teman, katanya.
Tak kusangka, 5 menit kemudian, dia balik lagi.
“Bos, kalau 300 tapi 24 jam, teman-teman mau,” ia mengajukan tawaran baru. Sebelumnya sudah kupastikan ke Bob bahwa mereka tak tahu aku adalah suami perempuan yang sedang mereka tawar itu.
“15 orang, jadi 4,5 juta. Itu udah banyak banget, bos,” kata lelaki itu kepadaku.
Aku mulai tergiur. 4,5 juta dalam waktu 24 jam ! Tapi aku masih coba jual mahal.
“Nggak… 500 ribu 24 jam. Itu sudah nggak bisa ditawar,” kataku.
Lelaki itu terlihat kecewa. Ia sudah mau keluar ruangan.
“Tunggu dulu,” kata Bob. “Kalian bisa kumpulkan 4,5 juta ?” katanya. Lelaki itu mengangguk.
“Anda minta 500 ribu kali 15 orang, pak ?” kata Bob, kali ini kepadaku.
Aku makin tergiur. “Ya, 7,5 juta,” sahutku.
Bob terdiam sebentar.
“Ya sudah, yang 200 ribu per orang aku bayarin,” katanya. Lelaki itu sontak tertawa dan menjabat tangan Bob lalu mengabari teman-temannya.
“Pak Bob serius ?” kataku masih sambil bengong.
“Lho, apa saya pernah main-main ?” katanya sambil mengeluarkan buku cek dan menuliskan angka Rp 7,5 juta.
“Yuk, kita lihat 15 kontol ngaduk-ngaduk memek istri bapak,” katanya.
***
Aku masih sulit mempercayai keputusanku menjual istriku untuk acara pesta seks gila itu. Lebih sulit lagi untuk mempercayai kenyataan bahwa aku menikmatinya.
Kini, dari sudut yang tak terlihat, kusaksikan Tari dikerumuni 15 lelaki bugil, digiring ke kolam renang. Ia tampak sangat jengah. Di dalam kolam renang, terdengar berulangkali pekiknya. Jelas itu lantaran organ-organ vitalnya dijamah 15 pasang tangan yang seringkali berebut.
Kulihat, mereka kemudian memandikan Tari di shower terbuka di tepi kolam. Sensasi aneh menjalari tubuhku melihat tubuh telanjang istriku disabuni belasan lelaki.
Seusai mandi, pemandangan aneh terlihat. Tari sudah kembali berpakaian lengkap. Jubah panjang hitam berbunga putih kecil-kecil, jilbab putih lebar dan sepasang kaus kaki krem. Aneh, karena perempuan alim itu berjalan di depan barisan lelaki telanjang.
Tari tampak jengah. Berkali-kali ia terlihat menepis tangan-tangan yang menjawil bokong, payudara atau selangkangannya. Tapi ia juga sudah tahu persis kondisinya. Ia adalah budak mereka. Jika menolak perintah, artinya ia bisa diperlakukan kasar atau bahkan tak bisa pulang lagi ke rumah. Tentu saja ia tak ingin selamanya jadi budak. Ia ingin pulang.
Maka, meski dengan tubuh gemetar, ia tak berusaha melepaskan diri waktu salah seorang dari mereka menariknya mendekat dan memeluknya erat.
Tiba-tiba, lelaki itu mencium bibir Tari dengan bernafsu. Tari meronta-ronta tetapi pelukan lelaki itu begitu erat.
Tari terengah-engah ketika lelaki itu melepaskan bibirnya. Ia memalingkan wajahnya saat lelaki itu tahu-tahu berbaring terlentang di lantai sambil memegangi penisnya yang mengacung.
“Angkat bajumu. Aku mau lihat memekmu,” katanya sambil menunjuk pangkal paha Tari.
Tari memekik ketika bagian bawah jubahnya diangkat sejumlah lelaki yang mengerumuninya sampai ke pinggang. Ternyata di balik itu ia tak mengenakan apapun. Vagina istriku terlihat tanpa rambut, putih kemerahan.
Lagi-lagi Tari memekik. Sebab, lelaki bertubuh besar di belakangnya mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua pahanya. Akibatnya, kini kedua pahanya mengangkang. Sejumlah tanganpun berebut menyentuh pangkal pahanya.
Rupanya lelaki itu kini menurunkan tubuh Tari tepat di atas temannya yang berbaring. Langsung terdengar erangan kesakitan Tari saat penis lelaki yang berbaring di bawahnya menusuk vaginanya.
“Lepaskan…. biar dia sendiri yang memasukkan kontolku ke memeknya,” kata lelaki itu yang sepertinya semacam pimpinan kelompok pekerja itu.
Kulihat Tari menggigit bibirnya, bersusah payah mengepaskan posisinya. Seseorang di belakangnya mengangkat jubahnya sampai ke pinggang, sehingga semua bisa melihat masuknya penis ke vaginanya.
Kelihatan penis lelaki itu sudah masuk sampai pangkalnya. “Ayo, sudah banyak kontol masuk situ kan ? Kamu pasti tahu yang seharusnya kamu lakukan,” kata lelaki itu sambil meremas kedua payudara istriku yang masih tertutup jilbab lebarnya.
Tari terisak-isak. Tapi tak urung, ia mulai menggerakkan pinggulnya berputar-putar. Ia juga menaikturunkan pinggulnya.
Seorang lelaki terlihat menyampirkan jilbabnya ke pundak. Di bagian muka jubah Tari ada ritsleting panjang. Ristleting itu pun ditarik turun, hingga kini bagian dadanya terbuka lebar. Ternyata istriku no bra. Tak bosan-bosannya mereka menjamah, meremas-remasnya. Memilin-milin dan mengulum putingnya.
Tari kini betul-betul jadi permainan mereka. Kedua tangannya dipaksa mengocok dua penis di kanan kirinya. Sementara seorang lelaki memaksanya mengulum penisnya.
Sekitar seperempat jam posisi itu berjalan sampai akhirnya lelaki di bawah Tari mengerang keras. Pinggulnya terangkat tinggi ke atas. Sedang tangannya merengkuh pinggang Tari.
“Hihhhh…. bunting…. ayo bunting !!!” maki lelaki itu saat ia mencapai orgasme. Tiba-tiba saja, ia juga menampar kedua payudara Tari keras-keras berkali-kali sampai terlihat memerah.
Tari mengerang keras. Tetapi mulutnya terbungkam penis. Itupun tak lama, sebab beberapa saat kemudian lelaki itu menggeram. Ditahannya belakang kepala istriku yang berjilbab hingga penisnya terbenam jauh di dalam mulutnya. Pasti ia sedang menumpahkan sperma.
“Ayo telan spermaku…. lonte ! Kamu suka itu kan ?” kata lelaki itu. Dicengkeramnya dagu Tari ketika ia terlihat seperti hendak memuntahkan sperma di mulutnya.
***
Rupanya mereka bukan hanya suka menyetubuhi istriku. Tetapi, seperti bos mereka, juga suka melecehkan korban-korbannya. Anehnya, aku terangsang berat melihat istriku dipermainkan 15 lelaki kasar ini.
Kulihat kini Tari dipaksa berdiri mengangkang sambil mengangkat jubahnya sampai ke pinggang. Jilbabnya tersampir ke belakang. Bagian muka jubahnya terbuka sampai ke perut. Sungguh pemandangan yang mendebarkan. Seorang ibu muda cantik dan alim, memperlihatkan sepasang payudaranya yang putih dan montok. Dari sela bibirnya masih menetes sisa sperma. Sementara dari celah vaginanya menetes-netes cairan yang sama.
“Istrimu memang menggairahkan. Rintihannya justru membangkitkan nafsu…” kata Bob sambil kami menonton Tari yang kini disuruh merangkak seperti anjing.

TARI

TARI

Dari ruangan Bob, kami bisa menyaksikan dan mendengar dengan jelas segala detil peristiwa itu. Tari memang merintih-rintih sepanjang pemerkosaan. Kadang, tersengar seperti rintih dan jerit kesakitan. Kadang seperti perempuan jalang yang mendekati orgasme.
Jerit melengking, aku tahu itu pasti jerit kesakitan, kali ini terdengar lagi. Kulihat seseorang menyerangnya dari belakang. Tari sampi mendongakkan kepalanya. Pasti anusnya yang jadi sasaran. Sebab, reaksinya selalu seperti itu jika ia disodomi. Apalagi, kulihat lelaki yang menyodominya bertubuh tinggi besar.
Betul saja, lelaki itu kemudian mengangkat tubuh Tari dengan bertumpu pada pahanya. Terlihat jelas penisnya melesak ke dalam anus Tari. Sementara vagina Tari yang lebam terlihat merekah.
“Aaaakhh…. auuhhh…. ampuuunn…. sakiiiit… ,” Tari meronta-ronta.
Terlihat seseorang malah menusukkan dua jarinya ke vagina Tari. “Memek Mbak cantik sekaliii….:” katanya sambil mengaduk-aduk vagina Tari.
Mulanya, Tari terdengar merintih-rintih kesakitan. Tetapi, rintihan itu sekejap saja berubah jadi desahan saat lelaki itu mulai menyerang vaginanya dengan mulut.
Lelaki yang menyodomi Tari kemudian berbaring terlentang dengan penisnya masih menancap di anus Tari. Lelaki yang menjilati vagina Tari makin ganas menyerang. Akibatnya desahan Tari berubah menjadi seperti desahan perempuan jalang yang tengah dilanda gairah.
Vagina Tari adalah titik terlemahnya. Ia bisa orgasme hanya dengan jilatan intens di klitorisnya. Makin cepat lagi bila klitoris itu disedot-sedot. Tampaknya itulah yang terjadi saat ini. Tari terlihat menggigit bibirnya, memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Itulah detik-detik menjelang puncaknya…
“Sssh…hah….ssshh…hah…ssshhh…hahhh !!!” desahan seperti orang kepedasan terdengar jelas dari mulut Tari. Dan tiba-tiba ia terlonjak dan matanya melotot saat dua putingnya dikulum dua lelaki secara bersamaan.
Tubuhnya langsung terlonjak-lonjak diterpa badai orgasme. Belasan lelaki itu tertawa terbahak-bahak melihat istriku yang alim menggeliat-geliat di tengah kepuasannya. Aku tahu, beberapa saat lagi ia akan tampak sangat tersiksa jika telah terlepas dari terpaan orgasme.
Betul saja. Wajahnya terlihat merah padam ketika tubuhnya mulai tenang.
“Tampang aja ustadzah… memeknya perek juga. Nih… gua kasih kontol !” kata lelaki yang tadi menjilati vagina istriku.
Tari langsung menjerit melolong. Kali ini pasti karena kesakitan. Bayangkan, anusnya masih disesaki penis. Kini vaginanya juga.
Istriku pasti sangat tersiksa. Ia tak henti menjerit sepanjang perkosaan ala hotdog itu. Tetapi jeritannya tak lama, sebab lagi-lagi ada yang menyumpal mulutnya dengan penis.
Antara kasihan dan nafsu, aku terus menonton istriku diperkosa belasan lelaki ini. Satu persatu akhirnya menumpahkan sperma ke dalam vagina, anus dan mulutnya. Malah, lelaki terakhir kencing di dalam vagina Tari. Lalu, para lelaki itu memaksa Tari berdiri mengangkang dan cairan kencing lelaki itu mengucur deras dari dalam vagina Tari bercampur sperma mereka. Dan tiba-tiba tubuh Tari pun lunglai, pingsan…
***
Beberapa saat mereka membiarkan Tari tergolek pingsan di lantai. Beberapa di antaranya masih saja ada yang mempermainkan organ-organ vital Tari.
“Bawa cewek itu ke kamar. Bersihin badannya. Biar dia istirahat dulu 3-4 jam,” kata Bob lewat interkom kepada anak buahnya.
Dari salah satu pintu, dua lelaki berkulit hitam, bertubuh tegap dan berambut keriting keluar dan langsung menggotong Tari.

Entah mengapa, aku ingin sekali melihat apa yang akan dilakukan dua lelaki itu terhadap tubuh istriku. Bob sepertinya tahu yang kupikirkan.
“Yuk kita lihat Mbak Tari dimandiin lagi,” katanya.
“Lho, katanya mau disuruh istirahat ?” kataku.
“Ya dimandiin dulu. Baru istirahat. Waktunya baru 3 jam dari bookingan yang 24 jam,” kata Bob.
Kuikuti saja kemana Bob melangkah. Rupanya Tari dibawa ke sebuah ruangan dengan ranjang yang bersih dan besar. Di ranjang sudah tersedia baju panjang Tari yang berwarna unggu kembang-kembang, serta sehelai jilbab lebar berwarna biru tua.
Kulihat dua lelaki tadi menggotong Tari ke kamar mandi. Gila betul. AKu terangsang hebat melihat Tari yang masih pingsan kembali ditelanjangi. Jilbabnya pun dilepas, sehingga rambutnya yang sepinggul terurai lepas.
Dua lelaki itu lalu memandikan Tari. Mereka juga terlihat menikmati tugas itu. Sambil tertawa-tawa mereka mengomentari tubuh istriku.
“Gila…memeknya tebel banget,” kata salah satu dari mereka. Kulihat jarinya mengaduk-aduk vagina istriku.
“Bos… boleh nggak kita ngentot cewek ini…sekali aja…” ujar lelaki itu. Tangannya kini menyabuni payudara istriku. Jelas bukan menyabuni, tapi meremas-remas dan menarik-narik putingnya.
“Boleh nggak ?” Bob malah bertanya kepadaku. “Anggap aja bonus..” tambahnya.
Gilanya, aku langsung mengangguk. Nafsuku sudah sampai ubun-ubun, ingin melihat Tari yang sedang pingsan diperkosa dua lelaki item dan keriting itu.
Begitu aku mengangguk, mereka langsung membaringkan Tari di lantai. Seorang di antaranya langsung merenggangkan kaki Tari dan…ia tampak kasar sekali menyetubuhi Tari..
TIba-tiba Tari bangun dan menjerit keras. Kaget, aku cepat keluar kamar, khawatir istriku melihatku. Dari luar kudengar mereka susah payah menguasai Tari. Sampai akhirnya terdengar Tari merintih-rintih lagi.
“Ampun pak… sudah… saya nggak kuat…aduh… aduhhhh… aaaakkhhh….” tiba-tiba terdengar Tari menjerit keras sekali dan setelah itu tak terdengar lagi suaranya.
Kuintip ke kamar mandi. Rupanya Tari pingsan lagi. Kali ini dalam posisi nungging dan si keriting tampaknya menyodomi istriku. Tak lama kemudian ia selesai. Anus Tari tampak menganga sebelum akhirnya perlahan menguncup kembali bersamaan mengalirnya sperma si keriting dari dalamnya.

jilbab maniak seks (10)
Tari tergeletak tak berdaya di lantai, tetapi itu tak mengurungkan niat si keriting satunya untuk menyetubuhinya. Diangkatnya sebelah kaki Tari, lalu dengan posisi menyamping ia menusukkan penisnya ke vagina Tari.
Tari benar-benar tak siuman meski lelaki itu memperkosanya dengan sangat kasar. Bahkan, tangannya yang besar tak henti mencengkeram payudaranya yang lembut. Ketika klimaks, lelaki itu menyemprotkan spermanya ke wajah Tari.
Dari tempat tersembunyi kulihat dua lelaki itu kemudian mengencingi sekujur tubuh istriku. Saat pancuran air kencing mengenai wajahnya, Tari siuman dan langsung menjerit-jerit minta ampun. Tetapi keduanya cuma tertawa-tawa sebelum akhirnya melanjutkan memandikan Tari.
***
Tak lama kemudian kulihat mereka menyeret Tari dan menghandukinya dengan kasar. Tari sampai memekik-mekik waktu handuk dilewatkan bawah selangkangannya dan digerakkan maju mundur.
Tetapi itu belum selesai. Di ranjang, Tari ditelentangkan, dan kakinya direnggangkan.
“Bos bilang, jembutmu harus dicukur…” kata salah satu dari si keriting.
“Aaaawww…” Tari menjerit. Rupanya lelaki itu mencabut beberpa helai rambut kemaluannya.
Cuma sekali. Selepas itu, pisau cukurnya yang bekerja membersihkan vagina Tari. Istriku terus terisak-isak. Apalagi selama mencukur, keduanya terus melecehkannya dengan kata-kata.
Tapi akhirnya mereka menyelesaikan juga tugas enak tersebut.
“Udah ya Mbak…. makasih udah minjemin memeknya,” kata salah satu lelaki sambil menampar vagina Tari lumayan kuat. Tari sampai memekik keras sebelum akhirnya menekuk tubuhnya dan tidur dengan posisi miring.
***
“Tunggu di sini sebentar, Pak,” kata Bob sambil masuk ke kamar.
Dari celah pintu kulihat ia duduk di tepi ranjang. Tari terkejut dan langsung beringsut ke sudut yang berseberangan. Tangannya meraih seprei untuk menutup ketelanjangannya.
“Jangan takut…. saya nggak akan menyakitimu,” kata Bob. “Saya malah mau memberikan pakaianmu,” lanjut Bob sambil menyodorkan baju panjang berwarna unggu kembang-kembang, serta sehelai jilbab lebar berwarna biru tua.
Istriku langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil baju itu. Tapi Bob menariknya lagi. “Tunggu dulu, aku mau ngobrol dulu sebentar. Kamu duduk di sebelahku sini,” katanya. “Ayo cepat, habis ini Mbak Tari boleh pakai baju,” lanjutnya.
Tari tampak ragu. Tapi akhirnya ia mau juga duduk di tepi ranjang di sebelah Bob. Kedua tangannya masih menutupi dada dan pangkal pahanya.
“Nggak usah ditutupi gitu…. aku toh sudah lihat semuanya. Aku sudah pernah menghisap putingmu itu, menjilat memekmu. Aku juga sudah masukkan kontolku ke memekmu….. Nggak usah malu-malu lagi,” rayu Bob sambil menarik tangan istriku. Tapi Tari tetap menyilangkan tangan di depan dadanya.
“OK kalau kamu malu. Supaya adil, aku juga telanjang nih….” lanjut Bob. Sialan, lelaki gendut itu membuka bajunya dan kini dia telanjang dan duduk di sebelah Tari. Tari melengos.
“Ayo… daripada megangin tetek gitu, mending pegang kontol gue !” kali ini Bob berpura-pura galak.
Tari tampak pucat. Tangan kanannya ditarik Bob ke arah selangkangannya. Lalu, Bob memaksa Tari menggenggam penisnya yang kecil itu.
“Nah gitu dong…. aku kan jadi leluasa melihat tetekmu yang indah ini,” kata Bob sambil mencubit puting kanan istriku.
“Besar mana kontolku sama kontol suamimu?” tanya Bob. Tari menggigit bibirnya. Tiba-tiba Bob memperkeras jepitannya di puting Tari.
“Aduh… duh…. besar punya suamiku….” sahut Tari sambil meringis.
“Kamu suka yang besar apa kecil ?”
“…. aduh…. sakit…. besar…. besar…..”
Kulihat Bob melirik ke arahku. Tangannya merenggangkan paha Tari.
“Lebarin pahamu…. aku mau lihat memekmu yang gundul itu. Kamu suka dicukur memekmu ya ?” kata Bob sambil mencubiti bibir vagina istriku.
Tari menggigit bibirnya sambil mengangguk……… Kulihat jari Bob menyusuri celah vagina istriku. Bahkan terlihat tangannya mulai bergerak-gerak seperti sedang menusuk vgina istriku dengan jarinya.
“Kamu takut hamil gak? Sperma puluhan cowok sudah masuk ke memekmu ini lho” Sekarang aku lihat tenryata 2 jari Bob sedang menusuk-nusuk vagina istriku. Tari memejamkan mata dan mengangguk.
“Mau aku kasih pil anti hamil ?” Tari mengangguk lagi. Bob kemudian menuntunnya berlutut di hadapannya. Entah apa yang akan dilakukannya. Tetapi terlihat ia mengeluarkan sebutir pil kecil.
Gila, Bob menyelipkan pil itu di lubang penisnya !
“Emut kontolku. Nanti kusemprotkan pil antihamil ini…. ” kata Bob.
Tari mengernyitkan keningnya. Tapi begitu Bob menjepit lagi putingnya dengan keras dan membentaknya, istriku mulai mengulum penis Bob. Sialan, lelaki gendut itu betul-betul menikmati kuluman istriku. Ia terlihat merem melek. Kedua tangannya memegangi belakang kepala Tari. Jari kakinya kulihat menyenggol-nyenggol vagina istriku.
Sampai akhirnya tubuh Bob terlihat tegang. Kedua tangannya tiba-tiba menahan kepala Tari. Rupanya ia betul-betul mendorong penisnya ke kerongkongan Tari. Istriku terlihat meronta-ronta. Tapi sia-sia saja.
Begitu Bob usai menyemprotkan spermanya berikut pil anti hamil di ujung penisnya, Bob menghempaskan tubuh istriku begitu saja di lantai. Lalu, dilemparkannya jubah dan jilbab Tari.
Kulihat istriku menangis terisak-isak sambil menyeka sperma Bob yang berlepotan di bibirnya. Perlahan ia memakai jubahnya, lalu jilbabnya. Bob sambil memakai bajunya kembali memencet tombol di dinding kamar. Seorang lelaki tergopoh masuk.
“Kasih dia minum yang biasa….” kata Bob.
Lelaki itu segera berbalik dan tak lama kemudian membawa sebotol air mineral dan disodorkannya ke istriku yang duduk di tepi ranjang. Sialan, sempat-sempatnya dia menjawil payudara istriku.
“Kamu pengen ngentot dia ?” tanya Bob
“Wah…. jelas pengen bos !”

TARI

TARI

“Kamu lihat dulu memek dia. Siapa tahu habis lihat memek dia kamu jadi nggak nafsu,” kata Bob. “Mbak Tari, kasih dia lihat memek kamu,” lanjutnya.
Tari yang sudah berjubah dan berjilbab terpana mendengar kata-kata Bob. Tapi, ia tak sempat bengong berlama-lama. Si pembantu bos tahu-tahu mendorong tubuhnya hingga terlentang di kasur. Lalu, dengan cepat ia menyingkapkan jubah Tari sampai ke pinggang.
Kulihat paha istriku direnggangkannya. Dan jongos itu bersorak gembira melihat vagina telanjang istriku. Tari terlihat melengos ketika tangan kasar lelaki itu meremas-remas vaginanya. Tapi tak urung ia terpekik juga waktu dua jari lelaki itu menusuk vaginanya. Lalu, menyusul lidah lelaki itu menjilati vaginanya.
Lelaki itu tiba-tiba bangkit dan memelorotkan celananya. Penisnya terlihat mengacung dan mulai menyentuh vagina istriku. Dan tanpa basa-basi lagi pembantu Bob itu mulai menyetubuhi istriku. Tubuh Tari terguncang-guncang. Tapi anehnya dia diam saja. Bob menengok ke arahku dan memanggilku.
“Sini Mas, istrimu sudah kubius. Biar dia istirahat barang 3-4 jam. Tapi biarin si Bejo ini ngentot dia ya. Kasihan, dia belum pernah dapet memek secantik punya istri Mas,” katanya.
Aku mendekat, kulihat mata Tari terpejam. Bejo masih menggenjot tubuh istriku. Penisnya yang lumayan besar kulihat keluar masuk vagina Tari. Bejo juga menyingkap jubah Tari sampai ke dada. Lalu dengan penuh nafsu Bejo meremas-remas kedua payudara istriku. Bahkan, ia seperti menjadikan payudara Tari sebagai tali kendali.
Tari memang terpejam, tapi bisa kulihat keningnya berkerut. Mungkin alam bawah sadarnya merasakan dirinya tengah disetubuhi.
Bejo tahu-tahu menggeram. Lalu, pinggulnya menghentak-hentak ke depan. Suara beradunya pangkal paha Bejo dan pangkal paha istriku saat Bejo menusukkan jauh-jauh penisnya ke dalam vagina istriku membuatku terangsang hebat. Kubiarkan Bejo menumpahkan spermanya ke dalam vagina istriku.
Bejo memeluk erat-erat istriku. Mulutnya menciumi payudaranya dan menyedot-nyedot putingnya. Sementara gerakan di pinggulnya sesekali menyentak dan akhirnya melemah. Perlahan, Bejo kemudian berdiri sambil meremas sekali lagi kedua payudara istriku dan menarik kedua putingnya.
“Wah…. enak banget bos memeknya…..” kata Bejo masih sambil tersengal-sengal.
Dari vagina istriku kulihat menetes sperma Bejo. Kulit vaginanya terlihat putih kemerahan.
“Bersihin memeknya Jo. Masih banyak yang mau pake memeknya,” kata Bob.
Bejo kulihat ke kamar mandi dan keluar membawa segayung air. Terangsang juga aku melihat Bejo mula-mula menguakkan bibir vagina istriku lalu membersihkan bagian dalamnya dengan kain handuk. Bejo juga memasukkan lagi dua jari ke vagina Tari. Sepertinya berusaha mengeluarkan spermanya dari situ. Terakhir, Bejo menyeka vagina istriku dengan lap basah.
Tari masih tetap tertidur lelap…..
“Gimana Mas, mau terus nungguin istri Mas digarap orang banyak ?” tanya Bob kepadaku.
“eh…. ya… aku pulang saja. Besok dia sudah dipulangkan kan ?” sahutku, nggak enak hati. Sudah terima 7,5 juta kok masih seperti nggak rela.
“Ya mas, besok Mbak Tari kita antar pulang,” jawab Bob.
Kusempatkan merapikan kembali jubah Tari, menutupi tubuhnya yang terbuka dari dada ke bawah.
“He he… kok repot-repot Mas. Sebentar lagi juga dibuka lagi sama anak-anak,” kata Bob. Aku juga tertawa getir. Ada sebersit rasa kasihan melihat istriku tertidur. Wajahnya yang cantik terlihat sendu.
Sialnya, Bob tampaknya paham pergulatan batinku. Dia duduk di tepi ranjang, di sebelah Tari yang masih berbaring terlentang tak sadarkan diri dengan kedua kaki menjuntai ke bawah ranjang.
“Istri Mas memang menggairahkan. Dia pantas dihargai Rp 7,5 juta sehari semalam,” katanya sambil membelai paha istriku dari luar busananya. “Saya bisa bantu Mas menjual memek Mbak Tari…. Mas bisa kaya,” lanjut Bob. Tangannya kini meremas-remas pangkal paha istriku. Terlihat sesekali ia menjumput tundun vagina Tari.
“Ah nggak Bos….. aku nggak niat menjual istriku. Sekarang ini pun cuma keputusan selintas aja,” sahutku.
“Ok… itu hakmu. Tapi aku tahu Mas juga terangsang saat melihat istri Mas disetubuhi dan digerayangi banyak lelaki. Betul kan ?” kata Bob. Sialan, dia membuka lagi ritsleting di bagian muka jubah Tari. Lalu, dengan enaknya dia menggenggam kedua payudara istriku. Mulutnya dengan penuh nafsu menciumi payudara Tari dan mengulum kedua putingnya.

TARI

TARI

“Aku pulang deh,” sahutku, berlagak membantah kata-katanya. Padahal, Bob benar. Itulah fantasiku selama ini. Membayangkan istriku yang alim dijamah banyak lelaki, ditelanjangi, dipermainkan tubuhnya, disetubuhi, diperkosa, disiksa….
“Eh, itu di meja ada vcd rekaman waktu saya dan anak-anak main-main sama Mbak Tari di rumah tadi. Ambil aja. Mas pasti suka,” katanya. Bob betul. Aku memang ingin tahu apa yang tadi terjadi di rumah. Sebab, aku tak sempat memasang hidden cam.
“Jangan khawatir Mas. Besok Mbak Tari saya kembalikan. Hari ini saya mau habiskan sperma saya di memek, anus dan mulut istri Mas,” lanjut Bob. Sialan, jarinya sudah masuk lagi ke vagina Tari……
Setelah kejadian itu, suahari Tari dating padaku mengabarkan bahwa diapositif hamil, aku senang luar biasa, aku beri tahu Bob DLL, mereka mengerti dan mengucapkan selamat padaku.
Setelah bulan ke-7 kehamilan istriku, aku kangen sekali, aku telp Tari dirumah
“Halo saying..” sapaku setelah Tari mengangkat telpon.
“Iyah… Halooh sayang… adah apahh??” Jawabnya. Gila… Istriku disetubuhi orang lain lagi…