DIANA DAN ATIKA

Pada suatu hari di sekolah tempat istriku mengajar sedang diadakan Perkemahan Sabtu Minggu atau yang biasa disingkat Persami. Saat itu aku iseng-iseng menyusul istriku di perkemahan yang kebetulan diadakan di halaman sekolah, karena pesertanya adalah anak usia dini yaitu kelas 3-6 SD. Aku berfikir gak mungkin bisa cuci mata karena semuanya anak-anak, untuk itu aku hanya memakai celana pendek, Tshirt dan sandal jepit. Tapi setelah sampai di sekolah, aku terkejut sekaligus bahagia karena yang kemah adalah ibu-ibu. Bagaimana Tidak, siswa kelas 3 dan 4 boleh di dampingi orang tuanya, maka dipastikan separuh pesertanya adalah tante-tante yang berusia antara 30-35 tahun.

Karena sudah terlanjur, aku cuek saja nyelonong masuk untuk mencari istriku tetapi ternyata sedang sibuk karena memang dia yang bertanggung jawab pada kegiatan ini. Alhasil, aku malah disuruh pulang dan menjemputnya minggu sore jam 3an. Aku menurut saja dan berjalan menuju ke parkiran, tapi saat aku hendak menyalakan mobil mendadak HPku berbunyi dan itu dari istriku. Dengan nada tergesa aku disuruh menjemput kepala Yayasan yang mobilnya rusak ditengah jalan karena menabrak sebuah becak. Aku iyakan saja permintaanya walau dalam hati aku sangat kesal. Setelah berjalan hampir 20 menit akupun tiba di lokasi kejadian, setelah memperkenalkan diri aku langsung memintanya agar ikut denganku karena sudah ditunggu.

“Mari Pak, saya antar ke perkemahan! Kataku

‘maaf Mas saya tidak bisa menghadiri acara api unggun saya mau mengantar korban ke RSU, biar ibu Diana saja yang kesana. Jawab kepala yayasan yang aku sendiri tidak tahu namanya

“tapi….saya…. jawabku heran

‘sama saja Mas, ibu Diana adalah wakil saya! Jawabnya menjelaskan

“iya Pak, dimana Ibu Diana?! Tanyaku

‘itu yang memakai baju pramuka… jawabnya sambil menunjuk ke arah kerumunan orang

Wow….ibu Diana ternyata orangnya masih muda, mungkin seumuran istriku sekitar 24 tahun, tinggi sekitar 170, toket 36B serta body yang sangat bohay kalau artis seperti bodinya Sarah Azhari yang padat berisi dan yang pasti penuh gizi. Di perjalanan Diana terlalu sibuk dengan Hpnya sehingga kamipun mengobrol secukupnya meskipun sebenarnya itu tidak cukup untuk mengenalnya lebih jauh. Entah apa yang dialami Diana, wajahnya begitu panik!

Hanya sekitar 10 menit Diana memberikan sambutan dan membuka acara, kemudian kembali ke mobilku dan meminta tolong supaya mengantarnya kerumah karena anaknya sedang demam tinggi.

Diperjalanan pulang Diana tetap sibuk dengan Hpnya dan mencuekin aku, bahkan belum apa-apa sudah menyuruhku mengantar anaknya sekalian ke dokter seakan menganggap aku adalah sopirnya. Semua sudah aku lakukan, termasuk mengantar anaknya. Saat aku berpamitan pulang, ucapan terima kasih pun tidak ada. Benar-benar malam yang sial!

Tapi anehnya semua ini tidak membuatku marah, pantat diana selalu terlintas di otak kotorku dan menghipnotis. Dengan berat hati aku kembali dan iseng-iseng aku menuju sekolahan dengan harapan dapat mencuci mata melihat tante-tante muda yang kedinginan. Ternyata parkiranya semakin penuh, padahal sudah menunjukkan pukul 21:45 WIB sehingga memaksaku untuk memarkir mobil agak jauh dari area perkemahan.

Semoga aku mendapat obat atas rasa kesal dan sesal yang baru saja aku rasakan, itulah doaku dalam hati. Saat memasuki area sekolah aku sengaja menepikan langkah kaki di tempat yang gelap dan sepi karena memang niatku untuk mencuci mata dan aman dari istri. Mendadak aku ingin pipis dan dengan cuek aku acungkan kont*lku di sebuah taman di depan kelas karena keadaan di tempatku berdiri sangat gelap dan sepi jadi aku pikir aman. Cuuuuuuuuurrrrrrrr…………tanpa rasa berdosa aku kencingi bunga yang kebetulan paling tinggi dan lebat, tapi sebelum kencingku selesai mendadak berdiri sesosok orang dari balik bunga tersebut. Aku yang terkejut spontan memasukkan kont*lku kedalam celana alhasil, ngompol deh. Tapi aku tidak sendirian, orang yang ada di depanku juga mengompol karena sebenarnya dia juga sedang duduk berjongkok dan kencing dibalik bunga serta mendadak berdiri sesaat setelah aku kencing. Samar-samar terlihat jelas air kencingnya mengalir di kakinya saat kedua tangannya masih menjinjing rok. Kami sama-sama merasa malu dan salah tingkah, harus berkata apa atau bersikap bagaimana karena kami memang tidak saling kenal. Mendadak terdengar seseorang berjalan menuju tempat kami, karena takut ketahuan dan disangka aneh-aneh akupun meloncat disebelah wanita tersebut dan menutup mulutnya.

“please, aku mohon jangan bersuara nanti ketahuan orang! Bisikku lirih

Wanita itu hanya mengangguk pertanda mengerti dan dengan respek mendekatkan tubuhnya ke tubuhku hingga untuk beberapa menit kami seperti saling berpelukan. Sepeninggat orang yang lewat aku sempatkan meminta maaf dan menawarkan pakaian ganti yang rencananya aku bawakan untuk istriku. Karena butuh dia yang ternyata bernama Atika mengiyakan tawaranku. Aku kembali berjalan menuju mobil untuk mengambil rok panjang istriku dan meminta Atika untuk tetap bersembunyi. Untuk kali ini aku tidak tahu harus kesal atau senang, sempat muncul dalam otakku untuk merayu dan mencumbunya tapi buru-buru aku menepisnya karena selain ramai juga sangat sulit merayu wanita berjilbab dalam satu malam. Kecuali kalau terpaksa seperti tadi, pikirku licik. Dengan membawa rok, aku menghampiri Atika dan mengantarnya ke kamar mandi.

“enggak Pak, aku takut kata orang-orang tempatnya angker makanya aku tadi di taman! Kata Atika menjelaskan

‘udah gak apa, sebagai permintaan maaf aku akan mengantarmu! Kataku menawarkan kebaikan, padahal jauh dalam hatiku ada niat untuk membuat keadaan menjadi terpaksa.

Akhirnya Atika mau dan segera menuju kamar mandi yang jauh berada di belakang, sungguh seram memang apalagi tempatnya dibawah rimbunnya pohon bambu. Tapi, apa mungkin sesama setan saling mengganggu?! Heheheee, tawaku dalam hati. Atika pun masuk kamar mandi dan aku cepat-cepat mencari celah untuk mengintipnya dan ternyata ada. Dengan berdiri diatas tumpukan kayu aku mengintip Atika dari celah angin-angin, jantungku serasa ingin berhenti sesaat setelah tahu ternyata Atika yang berjilbab memakai CD bikini dan tato di pinggulnya. Aku semakin bernafsu dan dengan cepat mendorong paksa pintu kamar mandi tersebut yang ternyata kuncinya hanya sebuah kayu kecil yang di silangkan. Pintu itupun terbuka dan aku langsung menerobos masuk, sengaja agar Atika tidak sempat menutupi keseksiannya dan berpakaian.

‘Apa-apaan Pak?! Tanya Atika terkejut sambil menyilangkan kedua tangan di CDnya

“Maaf, ada penjaga malam yang menuju kemari! Kataku berbohong

‘ngapain masuk, kan bisa sembunyi diluar…. bantahnya dengan wajah marah

“ssssssssssttttttt….jangan bicara lagi, orangnya di depan. Kamu mau semua orang mengetahui kita berduan dikamar mandi dengan keadaan kamu setengah bugil begini?! Bisikku lirih dan ternyata membuat Atika larut dalam kepanikan yang aku ciptakan.

Tak mau membuang waktu, aku mencoba memaksimalkan kesempatan ini. Aku tarik kedua tali simpul CDnya dengan kedua tanganku secara bersamaan dan tanpa sempat dicegah, aku berhasil membugili setengah bagian bawah tubuhnya.

“coba aja kamu teriak biar kita ketahuan dan sama-sama malu, keluargamu malu dan kamu pasti diceraikan suamimu!! Ancamku sambil mendorong tubuh Atika ke sudut kamar mandi. Tetes air matanya tidak mampu memadamkan nafsu dan niatku untuk menikmati tubuhnya. Aku langsung mendekapnya erat-erat, mencium dan melumat bibirnya yang pasrah tidak berdaya. Lidahku menggelitik bibirnya, menyusuri rongga mulutnya dan memilin lidahnya, sementara tanganku langsung menuju selangkangan yang sudah tidak berCD. Aku elus jembutnya yang lembut, aku raba pahanya dan terus merangsangnya.

Aku tahu Atika sudah mulai terangsang, hal ini terlihat dari nafasnya yang semakin memburu, perlawanan tangannya mereda dan yang paling membuatku yakin adalah memeknya sudah licin tapi dia terus berusaha menutupinya. Aku semakin bersemangat mencumbunya, bibirku kini mulai menuruni lehernya yang masih tertutup jilbab, kebawah menuju toketnya, kebawah lagi di perutnya dan aku hentikan jilatanku di memeknya.

Lirih desahan nafsunya mulai terdengar, pertanda Atika sudah ikhlas aku perkosa dan benar saja kedua pahanya semakin merenggang mempersilahkan aku menjilati memeknya. Lidahku meliuk dan menari memutari bibir memeknya. Sementara jari telunjukku mengelus dan menekan pelan di lubang memeknya.

“SSSSSSSSSSSSSTTTTTTTTT………AAAAAAAAAAAAAAAAAA A….AAAAAAHHHHHHH……….. desahan Atika terdengar jelas saat aku mulai memaju-mundurkan jariku. Aku pijit dan putar-putar klitorisnya memaksa Atika menggerakkan pinggulnya ke kiri dan kanan. Orgasme pertamanya begitu cepat terjadi,… lendir di memeknya telah mengalir di jari telunjukku.

“Tika….sayaaaaaaaaaaanng….masukin ya?? Pintaku

Atika ternyata masih ragu dan malu, ada pertentangan dalam hatinya. Aku arahkan badannya ke tembok dan menunggingkan pantatnya. Aku langsung keluarkan senjata andalanku dari dalam CD dan langsung mengambil ancang-ancang menyerang tapi ternyata lendir orgasmenya tidak mampu melicinkan kont*lku yang terlalu gede. Aku ludahi palkon dan aku tekan-tekan ke memeknya, aku masukkan aku cabut, aku masukkan lebih dalam dan aku cabut lagi…. terus dan terus. Desahan dan erangan Atika yang tertahan membuatku semakin ingin cepat-cepat menggoyangnya. Setelah sepertiga kont*lku masuk, aku memaksa dengan sekuat tenaga mendorongnya.

AAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUHHHHHHHHHHHH….ADUH SAKIIIIIIIIIIITTTTTTTTTT….. rintihnya sambil mengigit bibir, untung suara sound system acara api unggun berdentang keras jadi bisa menutup suara parau Atika.

‘aduh…gede banget Pak….sakiiiiiiiiiitttttt…. rengeknya sambil menengok ke arahku

“panggil yang mesra dong,… sebentar lagi pasti sakitnya berganti nikmat! Jawabku sambil berjongkok memeluk tubuhnya dari belakang.

Pelan-pelan aku goyangkan pantatku maju-mundur dan ke kiri-kanan sambil memberi ciuman dan rangsangan di belakang telinganya dengan sesekali tiupan dan desahan memanja. Atika semakin terangsang dan melayang, pantatnya meliuk mengimbangi goyanganku. Kini entotanku sudah tidak terlihat seperti perkosaan tapi kemesraan dua kekasih yang dilanda kerinduan. Aku semakin mempercepat goyanganku, sepasang toketnya bergelantungan kedepan belakang seirama dengan goyangan pinggulnya.

MMM……HEMMMMMMM……..UUUUUHHHHHHHH……….O OOOOO….ayo sayaaaaaang puaskan nafsuku. Ayooo….mainlah yang kasar, aku suka kamu perkosa! Rengek Atika terbata-bata

Aku sangat terkejut mendengarnya, wanita berjilbab yang binal! Gumamku dalam hati. Aku mulai meremas dan memukul pantatnya seirama dengan dentuman sound di depan. Terlihat jelas wajahnya begitu puas saat aku pukul pantatnya. Aku terus berusaha bermain kasar, jari telunjukku aku tusukkan ke anusnya…Blesssssssss……..blessssssssss……. …

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUHHHHHHHHHHH…..jangan di anus sayang, ampuuuuuuunnnn! Rengeknya memelas, tapi aku tidak menghiraukannya dan terus mengobok-obok anusnya dengan jari tangan kananku sementara tangan kiriku meremas gemas toketnya.

Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh….memeknya benar-benar nikmat, disepanjang goyangan aku rasakan himpitan, pijitan dan hisapan dari memeknya. Jujur memeknya lebih berasa di bandingkan dengan memek istriku, pujiku penuh kemenangan. Sesaat aku hentikan goyanganku dan memintanya menyepong kont*lku yang sudah berlumuran lendir memek. Awalnya dia menolak tapi aku terlanjur menikmati permainan kasar yang dimintanya, dengan menutup hidungnya aku memaksanya membuka mulut dan segera aku masukkan kont*lku.

HLEEBBBBBBBBBBBBBBBB…..kont*lku hanya separuh yang bisa masuk dan aku belum puas! Aku paksakan terus dengan mendorongnya kuat-kuat hingga berasa menthok di tenggorokannya. Begitu becek dan berlendir rongga dimulutnya, begitu hangat dan dahsyat. Apalagi saat Atika mengambil nafas dengan mulutnya sambil melotot terengah-engah, aku sangat puas melihat ekspresi wajah yang beberapa menit lalu meminta bermain kasar tapi kini tampak menyerah kalah.

Uhuk…uhukkkk….Atika tersedak dan mencabut kont*lku dari mulutnya!

‘kamu benar-benar nakal sayang, aku suka permainanmu! Pujinya dengan mulut mengeluarkan lendir dan ludah. Dengan nafas yang masih terengah, Atika duduk di bibir bak mandi dan membuka pahanya lebar-lebar memintaku segera menuntaskan permainan ini karena sudah hampir 2 jam dia meninggalkan tenda anaknya. Dengan senang hati aku hujamkan kont*lku hingga mentok di dinding memeknya, aku genjot dengan semangat 45, lebih cepat, lebih cepat, terus dan teruuuuussss sambil berciuman penuh hasrat,

Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh…………aaaaaaaaaaahh hhhhhhhhhhhh………..oooooooooooooooooohhhhhhhhh hhhhh………..hhhhhhhmmmmmmmmmmmmmmmmmm……uuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuugggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ………..mantap banget kont*lmu, aku mau sepanjang hidup diperkosa kont*lmu. Puji Atika sambil menjambak dan mencubit dadaku.

Lima belas menit dalam posisi ini, detik-detik orgasmeku terasa semakin dekat. Kakiku gemetar tak kuasa menyangga beban nikmat yang tersaji, keringatpun bercucuran seperti hujan dan puncaknya sekujur tubuhku seakan mengejang.

“ayo sayaaaaaaaaaaang….aku hampir sampai…aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh….aaaayo semprotin brengggg………uuuuuuuuuuuuugggggggggghhhhhhhhhh hhhhh………… pintaku!

‘iyaaaaaaaaa….satu dua tigaaaaaaaaaaaaa…….aaaaaaaahhhhhhhhhhhh…. sahutnya!

CROT……CROT…CROT……..CROOOOOOOOOOTTTTTTTTT …….. spermaku memenuhi ruang di memeknya, entah mengapa dia menahan kont*lku saat akan aku tarik keluar. Kamipun berpelukan erat penuh nikmat. Sejenak kami bermanja-manja berdua dan saling memuji , tapi sesaat sebelum pergi Atika berpesan: AKU SANGAT MENIKMATI APA YANG TERJADI, AKU TIDAK MENYESAL DAN AKU TIDAK AKAN MELUPAKANNYA…. TAPI TOLONG, JANGAN PERNAH HADIR LAGI DI DEPANKU! AKU TAKUT TIDAK BISA MENAHAN NAFSUKU MEMILIKIMU… SAYANGI ISTRIMU! Satu kecupan di bibir menandai perpisahanku dengannya. Aku membisu dibuatnya!!

Pagi itu aku bangun agak kesiangan, badanku terasa letih dan lesu seakan tenagaku telah terkuras dalam sensasi perkosaan semalam. Tapi yang sangat mengherankan, begitu aku terbangun yang ada diotakku adalah Diana bukan Atika yang memberiku kenikmatan. Entahlah, mungkin karena masih penasaran bagaimana rasanya ngentot tubuh bohaynya.

Akupun pergi mandi agar bayang-bayang Diana terhapus dari otakku, tapi ternyata percuma bayangan Diana seakan sebuah benih yang kian bersemi tersiram air. Aku minum sebutir obat kuat untuk mengembalikan staminaku, bukan seperti biasanya saat akan ngentot karena hari ini aku tidak ada niat untuk bercinta. Aku keluarkan motor ninja yang baru 2 hari aku beli, dengan niat test drive aku menyusuri jalanan yang terik dan berdebu. Benar juga kata orang-orang, jangan ngaku kaya kalau belum punya ninja! Heheee maaf melenceng dari cerita. Aku hentikan raungan knalpotku di depan sebuah Cafe dan memesan sebuah kopi. Entah setan mana yang berbisik ditelingaku, saat mendengar percakapan seseorang yang bilang anaknya sakit karena tidak dibelikan mobil remote control tiba-tiba terngiang dalam telingaku untuk membeli RC sebagai bahan pendekatan pada Diana. Tanpa menunggu lagi aku tinggalkan selembar uang diatas meja untuk secangkir kopi yang baru di buat, aku melaju menuju sebuah toko RC membeli miniatur Hammer H3 berwarna orange dan membawanya ke RSU tempat Rafel, anaknya Diana dirawat.

Sesampainya disana, aku melihat Rafel ditemani oleh seorang suster bukan orang yang aku impikan. Dengan berat hati aku menyerahkan mobil RC dan berpamitan pulang. Rafel sangat senang dengan RC yang aku berikan, semoga saja ibunya juga demikian! Harapanku dalam hati. Disaat jalan menuju parkiran aku bertemu seorang teman yang menunggui anaknya yang sedang sakit, karena sungkan akupun berbasa-basi dan menengok anaknya yang sedang sakit. Tak terasa satu jam telah berlalu dan aku mohon diri untuk pulang. Sesampainya di parkiran, aku mendengar ada suara yang memanggil namaku dan itu adalah Diana.

“Terima kasih ya Mas, atas perhatiannya pada Rafel. Kata Diana

‘gak apa Mbak, semoga bisa membuatnya senang dan cepat sembuh! Jawabku sok cool

“kalau gak keberatan, kita ngobrol di dalam ya? Rafel sendirian susternya pamit pulang! Tawar Diana yang langsung aku iyakan.

Sesampainya dikamar kami bercanda dan tertawa mengakrabkan diri, hingga suara Rafel menyela dan mengejutkan aku dan Diana.

‘Mah, aku mau Papah yang seperti Om Adith! Kata Rafel lugu

‘iya-iya, ayo diterusin mainnya….jangan nakal! Kata Diana dengan nada agak gugup

‘enggak mau, aku mau sama Om… kata Rafel sambil duduk dipangkuanku, padahal tangannya masih di infus.

“Rafel jangan nakal ya, turuti kata mamah… kataku sambil membelai rambunya.

Akhirnya Rafel kembali ketempat tidur dan meninggalkan aku dan Diana dalam kebisuan. Kami jadi salah tingkah dengan wajah yang memerah. Hanya menebarkan senyuman dan tatapan mata yang menerawang kata hati masing-masing.

‘udah berapa wanita yang sudah kamu tiduri? Tanya Diana dengan telak

“maksud kamu… tanyaku terkejut

‘udah, jangan sok cool gitu….aku yakin kamu pasti banyak koleksi wanita? Katanya memvonis aku

“iya Mbak, naluri lelaki…. jawabku pelan

‘kamu pasti suka wanita yang agresif kan? Tanya Diana sambil membuka 2 kancing bajunya

“suka banget Mbak! Jawabku sambil menelan ludah, aku lihat lehernya yang jenjang dan bagian atas dadanya yang begitu putih seakan sengaja memancing aku.

‘heheee…tuh, lihat aku lagi kegerahan aja udah bangun! Ngebet banget ya pengen ngentot aku? Tanya Diana dengan Vulgar dan nada memanja

Diana mendadak beranjak dari tempat tempat duduknya menghampiri Rafel yang ternyata sudah tertidur, sambil menatapku manja dan lidah yang menggoda diana mengajakku masuk kedalam kamar mandi. Tanpa berpikir ulang aku langsung menuju kamar mandi dengan penuh nafsu. Begitu aku membuka pintu, di depan mataku sudah terpampang pemandangan yang sangat-sangat menggiurkan tubuh bohay Diana hanya tertutup CD dan BH. Kalau begini Sarah Azhari yang asli kalah sexy deh, pikirku dalam hati sambil menelan ludah. Diana langsung menarik tanganku dan mengarahkanya ke dua bongkahan togenya yang menantang. Aku langsung meremasnya dan mencium bibirnya yang sensual. Kami berciuman dengan penuh nafsu, lidah kami saling memilin, menghisap dan menggigit bibir sambil tangan aktif membelai, meraba dan merangsang bagian-bagian sensitif.

Ooooooooohhhh….kont*lmu boleh juga, aku suka yang begini! Kata Diana saat mengeluarkan kont*Lku dari celah resleting. Kini jari-jarinya mulai mengelus dan mengocok kont*lku dengan lembut. Aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh….aku tidak tahan dibuatnya, dengan tergesa aku membuka baju dan memelorotkan celanaku. Tingga akhirnya tampak sepenuhnya! Sambil terus mencium dan menggigit leherku Diana mempercepat kocokannya.

‘dalam waktu satu jam kamu harus membuatku puas, bahkan kalau bisa sampai puas sebelum perawat datng! Ungkapnya sambil menjongkokkan tubuhnya. Dengan rakus Diana langsung melahap kont*l yang ada di depanya, menghisap dan menggigitnya pelan sambil mengocok pangkal kont*lku .

AAAAAAAAAAAAAAAGGGGGGGHHHHHHH……aku dibuat mengejang olehnya, hisapannya begitu kuat dan yang pasti penuh dengan kenikmatan hingga kont*lku terasa sangat ngilu. Untuk mengimbangi agresifnya, aku menjambak rambutnya dan mendorongnya hingga menthok ke tembok dengan posisi masih menyepong kont*lku.

HAEEMMMMMMMMM………..OUHMMMMMM……suara desahannya saat menyepong kont*lku.

Sekitar 10 menit aku menahan posisi ini dan dengan mata merem melek aku menggoyangkan pantat maju-mundur semakin dalam. Mendadak aku teringat deadline 1 jam yang diberikanya, akupun langsung menyuruhnya menungging sambil berpegang pada bibir bak mandi. Aku sengaja tidak memaksimalkan rangsangan disekitar memeknya karena aku ingin merasakan memek kesednya. Aku langsung menekan palkon ke lubang memeknya, maju mundur dengan setengah memaksa.

AAAAAAAAAAAHHHHHHHH….sakiiiiiiiiiiiiiiiiittt…. perih Mas, aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh

BLES..BLESSSSSSSSS….BLESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS SSS! rintihan panjangnya menandakan kont*lku sudah ambles kedalam memeknya! Dengan sepenuh tenaga aku ayunkan kontl’ku maju-mundur secara teratur. Ah…ah….ah….ahhhhh……hemmmmmm…..bibir Diana tak henti-hentinya melenguh penuh nikmat, membuatku kian bernafsu menjejali memek gembulnya dengan kont*l. Aku cengkeram kedua belahan pantatnya dengan kuat, sambil mempercepat goyangan maju mundurku tanpa henti.

“aaaahhhhhhhhh…..Massssss….aku sudah sampai Mas, aku keluaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr

“OOOOOOOOOOOOOuuuuhhhhhhhhhhhhhhh……kont*lmu enak banget mas! Puji Diana bersamaan dengan keluarnya lendir orgasme! Ternyata Diana tidak setangguh penampilannya, begitu cepat orgasme dan mendadak lemas. Ngentot di ruangan berAC tidak mampu mendinginkan tubuh bohaynya, dengan bermandi peluh Dia terus mengaduh dan mengeluh kont*lku kegedean padahal sudah licin. Aku tarik tubuhnya ke belakang, menjauhi tembok dan bak mandi memaksa tubuhnya menungging dengan tangan menyangga dari lantai. Tubuhnya semakin bergerak tak menentu, kakinya semakin goyah menopang tubuhnya dan erangan kenikmatan terus mengalun dari mulutnya.

Aaaaaaaaaah…..mass…aku gak kuat…aaaaaaaaaaaaaaaaagggggghhhhhhhhhhhhhhhhh… ..

Mendadak tubuh Diana terjatuh ke lantai dan terlepaslah kont*lku dari dalam memeknya. Dengan nafas terengah Diana mencoba untuk berdiri namun aku melarangnya dan menyuguhi kont*l agar diemut. Dipegangnya kont*lku yang berlumuran lendir memeknya dan mengocoknya degan kedua tangannya, lidahnya menjulur mengelus palkon dan mulai mengulumnya sedikit demi sedikit. Sempat aku utarakan untuk ngentotin anusnya tapi Diana menolaknya dengan alasan, memek aja penuh sesak apalagi anus! Sebentar lagi susternya pasti datang aku harus cepat-cepat memandikan Diana dengan spermaku, gumamku dalam hati.

Akupun duduk dengan kaki lurus dilantai dan tanpa diminta Diana duduk diatas paha menghadap kearahku dan langsung mencium dan menghisap leherku dengan penuh nafsu. Tangan kanan Diana langsung memegang dan mengelus kont*lku sambil menggesek-gesekkan di memeknya. Begitu geli ujung palkonku, hingga kakiku berasa seperti kesemutan.

“aaaaaahhhhhh……Ayo sayang, buruan masukin keburu ada yang datang….bisikku saambil meremas pantat dan toketnya

‘iya sayaaaang! Jawabnya sambil memasukkan kont*lku kedalam memeknya

BLEEEEEESSSSSSSSSSSSSSSSSS………BLEEEEEEEEEEEEE SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS…….. seluruh kont*lku ambles memasuki memek nya, sungguh sangat berasa nikmatnya dan jujur baru kali ini kont*lku bisa masuk seluruhnya kedalam memek, biasanya selalu menyisakan 3-5cm diluar. Ternyata selain tembem, memek Diana juga lebih dalam. Dengan semangat baru aku meladeni nafsu Diana yang semakin menggebu, aku rebahkan tubuhku dilantai dan memberikan ruang untuk Diana menggoyangkan pantat bohaynya.

AAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH……HEMMMMMMMM……….OOO OOOUUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHH……………AAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH….. desahan panjang langsung aku suarakan sesaat setelah Diana mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur. Semakin cepat dan cepat dengan selingan goyangan memutar yang dahsyat, layaknya inul kaalau sedang ngebor.

‘enak kan mas goyanganku, gak kalah dengan inul! Katanya memuji diri sendiri sambil tersenyum manja

“mantap banget say, baru kali ini aku merasakan nikmat yang teramat….aku genjot jangan berhenti! Pintaku sambil mencubit dan meremas toket gedenya.

Begitu lama kami berML ria dengan gaya ini, hingga kami dikejutkan dengan suara seseorang yang memasuki kamar rawat inap Rafel. Sejenak Diana menghentikan hentakan pantatnya, memandangku dengan wajah panik. Sempat terlihat Diana berusaha mencabut kont*lku tapi aku buru-buru memegang pantatnya dan memaju mundurkan.

‘ayo lanjutin, yang penting jangan bersuara! Kataku lirih

Diana hanya mengangguk setuju dan kembali memanjakan kont*lku dengan goyangan mautnya. Rasa geli bercampur nikmat tidak dapat aku ungkapkan, hanya bisa menahan sambil menutup rapat mulutku. Aaaaaaahhhhhhhhhh….semalam memperkosa, gantian sekarang diperkosa. Teriakku dalam hati. Dari celah bawah pintu kamar mandi aku melihat ada sepasang sepatu putih yang sedang berhimpit menempel di pintu, mungkin ada yang mengintip atau mencuri dengar dari lubang kunci. Ah masa bodoh sajalah! Sanggahku dalam hati, bahkan iseng-iseng aku mulai mendesah lembut, semakin keras hingga akhirnya mendesah lepas. Diana yang sedang birahi tinggi tidak lagi memperdulikan desahanku, Dia terus menggenjot hingga kurasakan palkonku semakin cenat-cenut hendak menyemprot!

“Ooooooooooooooooohhhhh….nikmat banget say…aku hampir keluar nih! Rengekku manja

Mendengar itu Diana semakin mempercepat goyangannya, lebih cepat dan cepat hingga beberapa detik kemudian aku tidak dapat menahannya.

CROT…CROOOOOOOTTTTTTTTTTTTTTTTT…….CROOOOOTTT TTTTTTTTT…………AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHH…..

Ternyata sedetik sebelum aku nyemprot Diana telah terlebih dahulu menyemburkan lendir orgasmenya yang ketiga. Goyangan Diana tetap berlanjut walaupun memeknya sudah penuh terisi sperma, seakan sengaja ingin menyedot tenagaku. Bagaimana tidak saat menyemprot sperma, seluruh tubuhku mengejang terangsang dan sensitif tapi Diana terus memberi rangsangan yang bertubi-tubi. Kami terengah dan bersusah payah menghirup udara….. lendir kami yang telah tercampur perlahan mengalir menuruni belahan pantatku. Hingga akhirnya tubuh Diana melunglai diatas tubuhku. Satu ciuman mesra mendarat dibibirku menutup pergulatan kami.

Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian, Diana membuka pintu sedikit-deki sedikit dan setelah dirasa aman Diana menyuruhku bergegas keluar. Entah sengaja atau tidak, sesaat kami keluar dari kamar Mandi tiba-tiba ada suster yang membuka pintu dan masuk. Entah apa maksud dan tujuannya, yang pasti sepatu putihnya menunjukkan bahwa Dialah yang berada di depan pintu kamar mandi tadi. Aku putuskan untuk berpamitan pada Diana dan pulang menuju sekolah untuk menjemput istriku. Akhirnya rasa penasaranku pada tubuh Diana terhapuskan bahkan setelah kejadian itu gantian Diana yang mengajak ngentot, tapi aku tidak selalu menurutinya hanya saat aku sedang free saja.

ANITA

Namaku Andi. Aku seorang pria dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan berat badan 75 kg. Aku termasuk orang yang pemalu. Aku berasal dari keluarga yang sangat menjunjung tinggi nilai agama.Hampir semua saudara wanita sepupuku menggunakan jilbab, karena aku membaca cerita2 porno, gambar porno dan akhirnya berujung pada masturbasi. Aku punya kebiasaan ini semenjak aku mengenal internet karena pengaruh kawan-kawanku di kampus dulu.Kebiasaan jelek ini tidak bisa aku hilangkan meski aku sudah beristri sekalipun. Dari sekian banyak cerita porno, aku paling terangsang ketika membaca cerita hubungan sedarah. Dan di saat sekarang, aku langsung teringat akan Anit. Aku jadi terobsesi ingin mempraktekkan apa yang ada di cerita-cerita tersebut pada diriku. Tapi apa daya, aku seorang pemalu, Anit juga seorang yang sangat sholehah, bahkan di hadapanku masih juga menjaga jaraknya. Aku memutar otak bagaimana caranya bisa dekat dengan Anit tapi tetap tak bisa sampai aku putus asa.

Sampai pada satu hari yang sangat tak diduga,aku sampai di rumah pada siang hari. Hal ini jarang terjadi karena aku biasanya pulang paling cepat jam 6 sore. Tapi hari itu, semua karyawan dipulangkan lebih awal. Aku sampai ke rumah sekitar pukul satu siang. Kuketuk berkali-kali pintu rumah, tak ada jawaban. Mungkin karena rumah kami sangat panjang hingga ketukan tak terdengar. Akhirnya aku buka pintu, ternyata tidak dikunci. Kudengar suara televisi lumayan keras dan aku pun langsung menuju ke kamarku yang melewati ruang tamu. Alangkah terkejutnya aku melihat sesosok tubuh wanita berpakaian sexy terhampar di hadapanku. Aku melihat Anit sedang tertidur di atas karpet dan Anit mengenakan daster tipis.Mungkin ia mengenakan itu karena hari yang sangat panas siang itu. Tangannya memegang remote yang hampir terlepas.

Dan yang paling indah, sebuah payudaranya nongol keluar karena dia lagi menyusui anaknya yang paling kecil. Dua anak yang lainnya sedang tertidur di kamar yang lain. Aku tercengang melihat kejadian tersebut. Saat-saat yang kuimpikan akhirnya terjadi juga. Aku bisa melihat wajahnya yang putih tanpa jilbab ditambah bonus sebuah payudaranya yang indah dengan ukuran sekitar 36B. Woww..indahnya. Aku terdiam sejenak di hadapannya. Dengan segenap keberanian aku dekatkan diriku menuju Anit.Aku dengan malu malu mau menggerakkan tanganku menyentuh putingnya sedikit saja. Ternyata Anit sama sekali tak bergerak, mungkin saking lelap tidurnya. Akhirnya aku beranikan diri, aku angkat anaknya yang paling kecil dan kupindahkan ke kamar dengan hati-hati. Akhirnya tinggal Anit sendirian tertinggal di ruang tamu. Aku dekati tubuh Anit, kemudian aku ulangi sekali lagi perbuatanku dengan menyentuh putingnya. Kumainkan putingnya dan lama-lama putingnya tegak berdiri. Aku yang pemalu tapi lebih tak tahan lagi menahan napsuku, akhirnya aku beranikan mulutku menyusui putingnya yang sudah menegang. Ohhh nikmatnya puting susu Anit…ada ASInya lagi. Ohhh..enak banget. Suara desahan pun terdengar sedikit-sedikit, aku perhatikan wajah Anit,ternyata matanya masih tertutup rapat. Aku makin menggila, kubuka semua pakaianku sehingga aku sekarang telanjang. Aku dekati lagi Anit dan kubuka perlahan lahan daster tipisnya.

Sekarang keadaan sudah seimbang. Anit dan aku sudah sama sama tidak berpakaian.Aku yang pemalu sepertinya sudah hilang kemaluanku, tapi “kemaluanku” yang lain justru tambah membesar menyaksikan tubuh polos yang sudah lama kuidam-idamkan. Anit masih tertidur dengan pulasnya.Aku dekati lagi wilayah yang cukup lebat untuk area Miss-V nya.Meskipun lebat, tetapi bulunya tipis2. Aku sangat suka sekali dengan bulu2 ini.Kujilati vaginanya,kucari klitorisnya..oh enak banget..asin2 seperti punya istriku. Semakin lama kusedot-sedot vaginanya, tubuh Anit makin mengelinjang-gelinjang. Akupun semakin bersemangat, aku mainkan juga kedua payudaranya sambil terus menyedot-nyedot vaginanya.Semakin lama tubuh Anit semakin bergerak tak beraturan dan akhirnya vaginanya mengeluarkan cairan2 bening yang cukup banyak. Terdengar suara lenguhan kecil olehku, sepertinya Anit sudah mencapai orgasmenya yang pertama. Kulihat lagi wajah Anit, dadanya turun naik seperti telah mandaki gunung yang tinggi.

Pelan-pelan matanya terbuka dan alangkah kagetnya dia melihat seorang lelaki di hadapannya tanpa memakai busana sehelai pun. Dan yang lebih mengagetkannya ternyata lelaki di hadapannya adalah adik iparnya sendiri yaitu aku. Seperti langsung tersadar, dia menjerit tak terlalu keras kepadaku. “Andi, teganya kamu berbuat itu kepada kakak!”. Anit langsung pergi berlari menuju ke kamar anak-anaknya yang sedang tertidur. Aku pun melongo seperti kehilangan akal. Pikiranku pun mulai kembali normal. Yah kepalaku langsung pusing memikirkan apa yang barusan terjadi.Aku takut sekali kalau Anit melaporkan apa yang terjadi barusan apalagi melaporkannya kepada istriku yang sangat pencemburu berat.

Aku terdiam beberapa saat dan pelan-pelan kukenakan kembali pakaianku dan menuju ke kamarku. Di dalam kamar, aku tidak bisa tenang. AKu bingung bagaimana berhadapan dengan Anit lagi.Akhirnya aku membulatkan tekad untuk menuju ke kamarnya. Aku akan meminta maaf. Sambil kubawa segelas air putih menuju kamarnya.
AKu ketuk pintu kamar Anit. “Kak, bisa bicara sebentar. Aku mohon maaf atas kejadian tadi, aku khilaf Kak.”.
Tidak ada jawaban dari kamarnya untuk sejenak. Kembali aku berucap kepada Anit. “Kak,sekali lagi aku mohon maaf atas kekhilafanku tadi. Entah setan mana yang menggodaku tadi.”
Akhirnya kudengar sahutan dalam kamar walaupun sangat pelan.
“Kakak akan memaafkan dengan satu syarat” terdengar suara serak Anit.
“Iya Kak, apapun syaratnya akan kupenuhi asal Kak Anit memaafkan aku. Tapi please keluar sebentar, aku ingin berbicara langsung dengan Kakak disini untuk menunjukkan penyesalanku.”
Terdengar suara pintu kamar terbuka, kulihat Anit sudah berpakaian lengkap seperti biasa dengan jilbab besarnya.
“Tega kamu Andi, kenapa kamu melakukan ini kepada Kakak. Kamu kan tahu Kakak sudah punya suami dan yang penting Kak Anit adalah kakak istri kamu. Apa kamu tidak kasihan kepada istri kamu, kepada suami kakak dan kepada kakak sendiri?” pertanyaan Anit mencecar bertubi-tubi datang kepadaku.
“Iya Kak, aku sekali lagi menyesal,maafkan kelakuan bodohku tadi.Sekarang aku mau tanya. Apa syarat kakak Anit tadi?” aku mengajukan pertanyaan kepada Anit. Anit masih terpaku seakan masih tidak percaya hal yang barusan terjadi kepadanya. “Satu syarat yang ingin kakak ajukan adalah jangan kamu ceritakan hal yang terjadi barusan!”
Seperti mendapat durian runtuh, syarat itu memang sangat mudah kulakukan karena siapa yang mau menceritakan aibnya kepada keluarga apalagi istriku.
“Pasti Kak,itu akan kulakukan. Terjun dari gunung pun akan aku lakukan demi menebus dosa aku tadi. Sekarang Kak Anit sudah tenang Kan?”. Anit pun sepertinya masih shock dengan kejadian tadi. Aku pun lalu menyodorkan segelas air putih yang kubawa tadi untuk menenangkan Anit. “Minumlah Kak, supaya Kakak tenang. Anggap ini permohonan maaf sekali lagi dari aku”. Anit pun menerima segelas air putih yang kusodorkan dan meminumnya seperti kehausan sekali. Sekilas senyum muncul di bibirku karena ternyata rencanaku sebenarnya bukan untuk menenangkannya, tetapi melanjutkan kenikmatan yang tertunda.

Tanpa Anit sadari, segelas air putih itu sudah aku taburkan obat perangsang. Aku pun dengan cepat memohon diri kepada Anit untuk kembali ke kamarku dengan alasan ingin mandi dan tidur. Aku berjalan dengan perasaan sudah menang. Aku yakin sekali tidak lama lagi Anit akan gelisah dan mencari pelampiasan. Ya siapa lagi kalau bukan aku..hahahah. Di kamar, aku buka bajuku kembali dan menuju kamar mandi bertelanjang bulat.

Kenikmatan yang tertunda tadi aku teruskan di kamar mandi dengan bermasturbasi. Sengaja aku buka pintu kamarku dan kamar mandiku dengan harapan Anit datang ke kamarku dan mendapati aku sedang bertelanjang.Dengan khayalan yang belum menjadi kenyataan, aku bermasturbasi mengkhayalkan kembali tubuh Anit yang sexy yang baru kurasakan hanya sejenak. Tepat seperti dugaanku, samar-samar kulihat sesosok tubuh berjilbab mendekati kamarku.
Seperti salah tingkah, Anit memanggil-manggil namaku.
“Andi, keluar sebentar, ada yang mau kakak bicarakan lagi.”. Aku sebetulnya mendengar apa yang Anit bicarakan, tapi aku ingin memancing Anit seperti rencanaku.
” Masuk lah Kak ke kamar, pintunya kan terbuka, tanggung aku lagi mandi” jawabku.

Anit pun masuk ke kamarku yang terbuka dan ia semakin gelisah mendapatiku sedang bertelanjang bulat di kamar mandi. Aku yang sudah merencanakan hal ini langsung pura-pura keluar dari kamar mandi dengan sabun yang banyak menyelimuti badanku terutama kontolku yang sudah kukocok-kocok dari tadi. Anit terhentak sejenak dan menjerit, tetapi tidak seperti jeritan sebelumnya, tapi sedikit terdengar suara jeritan yang genit.
” Maaf ya Kak,aku begini,apa yang mau kakak bicarakan?”. Anit yang salah tingkah akhirnya mendekatiku dengan malu-malu tetapi terlihat obat perangsang yang sepertinya sudah sangat bekerja dengan baik.
“Ini lho Andi, air di wc kakak kecil airnya, boleh kakak numpang mandi disini?’ Hahaha..dengan tanpa malu-malu lagi menatapku,Anit melontarkan permintaannya dan memang itu yang kuharapkan.
“Ooo gitu Kak, sekalian saja mandi bareng ya Kak, aku juga kan lagi mandi seperti yang Kakak lihat” itulah jawaban beraniku sambil terus memainkan burungku yang cukup besar ini.

Seperti tidak sabar, akhirnya Anit melepaskan semua pakaiannya dan bertelanjang bulat dan akhirnya masuk ke kamar mandi. Aku sangat girang sekali mendapatinya dalam keadaan ini. Akhirnya ia pun mandi dan tanpa menunggu aku pun membantunya mandi dengan mengusapkan sabun yang ada di tanganku.
“Ini Kak, aku bantu sabuni yah, biar bersih” Anit tidak menjawab, ia hanya menikmati saja apa yang terjadi.

Akhirnya aku sentuh badannya, aku sabuni perutnya, payudaranya yang montok dan vaginanya yang halus. Anit hanya mendesah-desah mendapatkan perlakuan seperti itu. Aku pun semakin menjadi, kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan respon dari Anit pun semakin menjadi. Tubuhnya menggelinjang menggila. AKu pun sudah tak tahan. Kubaringkan ia di Bath Tub, kubuka lebar kakinya. Dan seperti sudah tidak tahan, Anit pun turut membantu melebarkan kakinya.

Akhirnya saat yang dinanti pun tiba. Kugesek-gesek penisku di lubang vaginanya, anit makin tak tahan.
“Masukkan aja cepat Andi, Kakak sudah gak tahan!”
“Pasti Kak..Kakak cantik sekali seperti bidadari Kak..aku suka ama Kakaka..apalagi ternyata memek kakak masih sempit”
Oooooh..kumasukkan sedikit-sedikit kontolku yang menegang dan akhirnya masuk juga menerobos memeknya Anit.


“OOOOooooh..Andi..terus ..Andi..ayo cepat..aahhhh..”
Kupacu semakin cepat gerakanku berirama dan Anit pun mengikuti gerakanku dan akhirnya akan samapai juga pada puncak kenikmatan.
“Ooooh..Andi Kakak mau keluar..oohhh…” ceracau Anit.
“Andi juga mau nyampe kak..dikeluarin dalem atau di luar Kak…Ooooohhh?”
” Teruss Andi goyang Andi..dalem aja biar nikmat..ohhhhh..terus”

Dan akhirnya Anit pun mengejang keras sekali mencapai puncak kenikmatan. Tubuhnya mengejang sejenak terdiam dan kontolku merasakan sekali sensasi ini. Memeknya mengurut-urut keras kontolku yang juga akan menyemburkan lahar panasnya. “Oooh..Andi..Kakak nyampe…ohhh..ayo keluarin aja di dalam..”
Aku pun terus berpacu dan akhirnya keluarlah peluru-peluru pamungkasku di dalam memeknya yang sempit ini. Sekali lagi tubuh Anit tergetar hebat bersamaan dengan badanku yang mengejang hebat merasakan sensasi ini. Akhirnya kami pun terdampar lemas di Bath tub sejarah percintaan kami.

Setelah beberapa saat, kami pun lanjutkan di atas kasur dengan berbagai gaya dan cara. Saat itu adalah saat yang sangat menyenangkan sekaligus menegangkan dalam hidupku. Bisa-bisanya aku yang cukup alim (di pandangan keluargaku) bermain sex dengan Anit yang justru berjilbab besar.

Akhirnya waktu berlalu. Kejadian aku dengan Anit pun hanya menjadi rahasia kami berdua. Anit sepertinya menyesal telah melakukan hal tersebut, karena terlihat ia sering menghindariku saat berdua. Mungkin ia sadar kalau ia melakukan sex denganku dalam keadaan minum obat perangsang alias ia tidak sadar. Dan akhirnya peristiwa itupun hanya jadi kenangan kami berdua saja. Aku barharap kejadian seperti ini bisa berulang walau aku tak tahu kapan hal seperti ini terjadi lagi.