WINDY

Kisah kisah ini merupakah kisah nyata yang aku alami. Kisah yang berlataar belakang percintaan dengan pacar-pacarku, sejak aku kehilangan keperjakaan hingga hubungan dengan pacar terakhirku. setiap judul, akan berkisah tentang satu orang pacarku.
Pacar pertama : Windy
Sebagaimana layaknya anak remaja yang lulus SMA, tentunya aku pun mempunyai cita-cita untuk kuliah. Kota Jogja, merupakan cita-citaku meneruskan pendidikan. Mengingat kota ini dikenal sebagai kota pelajar, dan banyak pemuda di kampungku yang kuliah di kota tersebut.
Cita-cita ini terus tertanam, meski pun aku tidak lolos ujian seleksi masuk perguruan negeri. Untunglah, aku masih bisa diterima di perguruan tinggi negeri, untuk program Diploma. Tak apalah, yang penting aku bisa kuliah di jurusan yang aku sukai.
Seorang diri, aku berangkat ke kota yang masih asing itu. Tidak ada yang perlu ditangisi, karena statusku sebagai jomblo dan belum pernah berpacaran, sehingga hanya perlu pamit pada orang tua. Bukan berarti, aku termasuk golongan yang kurang laku. Namun, selama sekolah, waktuku habis tersita untuk kegiatan sepulang sekolah, seperti olahraga bersama kawan-kawan di kampung atau berorganisasi di sekolah. Itulah mengapa, alasan fisik bukan sebuah penyebab aku tidak mempunyai pacar sampai lulus sekolah. Bahkan bisa dibilang, tubuhku sendiri cukup atletis karena hampir setiap sore selalu diajak berlari mengejar bola atau bulu tangkis.
Jogja, petualangan pun dimulai. Meski banyak kawan di sini, aku tak terbiasa bergantung pada orang lain. Semua kebutuhan untuk persiapan kuliah pun kupenuhi sendiri. Sehingga ketika aktivitas di kampus dimulai, aku pun dengan gagah melangkah.
Sebagaimana lazimnya, setiap mahasiswa baru akan mengikuti orientasi kampus yang dipandu oleh para senior. Aku pun melalui proses itu. Dalam orientasi ini para mahasiswa baru dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Dalam kelompok itu nantinya akan didampingi oleh seorang senior yang membantu mahasiswa baru dalam mengikuti setiap acara dalam orientasi tersebut.

jilbab hot toge besar (2)
Kelompokku sendiri, terdiri dari 10 orang mahasiswa baru, dengan pendamping senior yang kemudian memperkenalkan diri dengan nama mbak Windy. Entah mengapa, aku cukup senang mendapat pendamping mbak Windy.Terlebih jika melihat pendamping kelompok lain yang didampingi oleh senior cowok, atau jika pun didampingi senior cewek, penampilan mereka tidak cukup menarik.

Berbeda dengan mbak Windy. Dengan tubuhnya yang tinggi semampai, senyum selalu menghiasi wajahnya yang putih, nampak anggun dengan baju yang agak ketat dan kerudung hijau yang sangat modis. Sekilas, wajahnya mirip dengan artis Mona Ratuliu. Apalagi, saat mendengar suaranya yang merdu mengarahkan kami untuk berbaris dan diberikan pengarahan.
Ketika pemilihan ketua kelompok, entah mengapa mbak Windy menunjukku sebagai ketua kelompok. Tentu saja aku senang,karena hal ini akan membuatku memiliki banyak kesempatan berdekatan dengan mbak Windy.
Akhirnya, aku dan mbak Windy pun saling bertukar nomor telepon dengan alasan memudahkan komunikasi kami. Mbak Windy pun memintaku menuliskan alamat kosku, dan diapun memberikan alamat kosnya. Ternyata, kos kami berdua tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dalam lima menit dengan menggunakan sepeda motor.

jilbab hot toge besar (3)
Selama masa orientasi, mbak Windy cukup banyak membantu kami. Mbak Windy orangnya cukup ramah, dan tidak sombong sehingga kami nyaman berbincang-bincang dengannya. Apalagi, dengan posisiku sebagai ketua kelompok menjadikan kesempatan untuk berlama-lama berduaan dengan mbak Windy cukup banyak tercipta.
Entah mengapa, setiap kali berdekatan dengan mbak Windy, ada semacam rasa ingin berlama-lama ngobrol. Apalagi, tak jarang mbak Windy menggunakan pakaian yang ketat, sehingga cukup menampakkan lekuk tubuh dan juga betapa membusungnya kedua dadanya. Nampaknya hal ini tak lain disebabkan karena mbak Windy berasal dari Manado. Banyak yang mengatakan, gadis Manado memiliki tubuh yang indah, karena banyak yang berasal dari keturunan Portugis. Benar atau salah, aku tak pernah tahu. Yang aku tahu, mbak Windy berasal dari Manado, dan memiliki tubuh seperti gitar dengan tonjolan-tonjolan di bagian tubuh yang tepat untuk menarik mata lelaki.
Pasca orientasi
Setelah seminggu, acara orientasi pun usai. Seluruh mahasiswa baru dan panitia mengadakan pesta perpisahan. Semua larut dalam suasana haru, karena merupakan masa dimana kami akan memulai sebuah kehidupan baru di perguruan tinggi. Di akhir acara, semua peserta dan panitia oerientasi, saling bergandengan tangan. Saat itulah, untuk pertama kalinya aku berkesempatan menggenggam tangan mbak Windy, karena posisiku sebagai ketua kelompok memungkinkan untuk berdekatan dengannya sebagai pendamping kelompok kami.

jilbab hot toge besar (4)
Seminggu setelah kegiatan orientasi usai, aku pun mulai sibuk dengan kegiatan perkuliahan. Nama mbak Windy sedikit lenyap dari ingatanku, sebab di kampus kami memang sudah tak pernah lagi bertemu. Aku pun malu untuk memulai menegurnya, walau hanya melalui pesan singkat di telepon. Sampai kemudian suatu sore setelah aku selesai mandi,telepon genggamku berbunyi tanda sebuah pesan masuk.
Saat kulihat, aku terkejut karena nama mbak Windy tertera sebagai pengirim pesan. Segera saja kubuka dan kulihat pesan “woey kemana aja, ntar malam makan bareng yuk. Kutunggu di kos jam 7”. Meski kaget, aku segera menjawab singkat “ok mbak. Makan dimana?” dan segera kukirimkan pesan itu. Namun, hingga malam menjelang, tidak ada lagi pesan yang masuk sehingga aku ragu, apakah ajakan makan malam itu serius atau tidak.
Namun aku tidak peduli,jam setengah tujuh malam aku sudah bersiap dan berangkat menuju kos mbak Windy. Tak sulit menemukan kos itu, karena berada di pinggir jalan dan cukup menyolok karena besar dan luasnya rumah kos. Aku sempat ragu, sehingga kembali berkirim pesan singkat pada mbak Windy bahwa aku sudah di depan kosnya.
tak lama, teleponku berdering kali ini nada telepon masuk, nama mbak Windy ada pada layar. Segera kuangkat dan terdengar suara merdu dibalik telepon. “ Masuk aja Roy, kamarku ada di ujung sebelah kanan sebelum tangga. Nomor tujuh ya” perintah mbak Windy. Aku pun segera menuntun motorku masuk ke dalam gerbang dan meletakkannya di deretan motor yang terparkir. Cukup heran juga, sebab banyak motor cowok namun suasana kos cukup sepi. Dimana para tamu dan pemilik motor-motor ini, pikirku.

jilbab hot toge besar (4)
Namun, aku tak mau berpusing ria. Segera saja aku melangkah menuju ujung kos dan mencari kamar nomor tujuh sesuai perintah mbak Windy. Ketemu. Kamar itu tertutup rapat, di bagian depan ada rak yang dipenuhi sepatu. Di sebelahnya, terdapat gantungan handuk yang juga diisi beberapa pakaian dalam yang kupikir itu milik mbak Windy.
Segera kuketuk pintu kamar dan mbak Windy pun dengan cepat membuka pintu itu. “masuk dulu” katanya. Sedikit heran dan bingung, aku pun masuk ke kamarnya. Seumur-umur baru kali ini aku masuk ke kamar perempuan, orang lain pula. Setelah aku masuk, mbak Windy menutup pintu kamar dan menyuruhku duduk serta memintaku menunggunya selesai berdandan.
Saat itu, mbak Windy mengenakan kaos lengan panjang dan celana jeans ketat. Semetara kerudung yang biasanya menutupi kepalanya belum dikenakan sehingga aku bisa melihat betapa cantik rambut mbak Windy yang tergerai panjang hampir mendekati pinggul. Sekitar lima menit aku menunggunya berdandan sambil mengajaknya ngobrol untuk membuang rasa grogiku.

jilbab hot toge besar (6)
Ya, aku merasa grogi karena aku belum pernah berduaan dengan perempuan. Dan yang paling membuat aku merasa gelisah adalah, di atas kasur aku melihat dua buah celana dalam yang bentuknya sangat sexy dan transparan serta sebuah g string yang tergeletak di dekat pintu kamar mandi. Pemandangan itulah yang membuat pikiranku melayang tak tentu arah.
Setelah selesai berdandan dan mengenakan kerudung warna pink, mbak Windy mengajakku untuk berangkat. Sebuah tempat makan yang sangat nyaman dengan konsep lesehan dipilihnya. Aku merasa bangga bisa makan malam dengan perempuan secantik mbak Windy, karena banyak lelaki yang menatapku iri. Pasti mereka mengira kami sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara, dan sebenarnya keinginan itu pun mulai ada sejak saat itu.
Sambil makan kami banyak ngobrol kesana kemari sehingga menjadikan suasana semakin akrab. Mbak Windy akhirnya bercerita bahwa dirinya di kota ini memang tidak memiliki pacar. Entah mengapa, mendengar pengakuan itu aku seperti memiliki keinginan untuk menjadikannya sebagai pacar pertamaku. Meski sedikit aneh, sebab mbak Windy sebenarnya adalah seniorku.
Kami mengobrol sampai larut malam. Setelah makan, kami memutuskan untuk segera pulang karena besok aku harus kuliah jam 7 pagi. Sebagai mahasiswa baru, tentunya aku belum memiliki cukup nyali untuk terlambat ataupun membolos. Untunglah, mbak Windy memahami alasanku. Namun kami berjanji, besok-besok akan sering ketemu dan berkomunikasi.

jilbab hot toge besar (7)
Sejak saat itu, hubunganku dengan mbak Windy semakin dekat. Kami semakin sering pergi berdua, atau pun saling mengunjungi ke kos masing-masing. Entah mengapa, semacam ada rasanya nyaman bila berdua bersama mbak Windy. Meski secara umur, mbak Windy lebih tua setahun namun aku merasa bahwa mbak Windy seumuran denganku.
Terlebih, mbak Windy memintaku untuk memanggilnya tanpa embel-embel “mbak”, agar lebih akrab katanya. Tak jarang, jika sedang berdua makan atau menonton film di kamar kos, mbak Windy atau Windy mengelendot manja di lenganku. Aku pun merasa semakin sayang pada Windy, namun untuk menyatakan perasaan itu, keberanian itu tak pernah ada. Mungkin karena inilah pertama kalinya aku merasa jatuh cinta. Apalagi status Windy sebagai senior di kampus

jilbab hot toge besar (8)
Selama sebulan, aku dan Windy sering pergi bersama –sama. Hubungan kami pun makin dekat. Bisa dikatakan, dimana ada Windy, pasti ada aku dan sebaliknya. Namun demikian, antara kami berdua belumlah ada ikatan pasti.
Sampai kemudian pada suatu hari, aku dan Windy pulang dari kampus bersama. Kami sepakat untuk makan siang di daerah yang agak jauh dari kampus. Aku tidak menolak ajakan Windy, karena akan menambah pengetahuanku tentang tempat makan yang enak di Jogja.
Saat kami sedang asyik makan, cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba saja berubah menjadi gelap. Cuaca memang tidak bisa ditebak. Akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang karena kebetulan motor Windy tidak ada jas hujannya. Terlebih, tempat kami makan jaraknya cukup jauh dari kos kami.
Malang. Mendekati kosku, hujan tiba tiba mengguyur dengan deras. Air hujan yang jumlahnya tidak lagi terhitung, berlomba meluncur dan menghantam tubuh kami yang tidak terlindung jas hujan. Tidak ada tempat yang bisa kami gunakan untuk berteduh. Akhirnya kuputuskan untuk terus melajukan motor menuju kosku yang hanya berjarak beberapa ratus meter lagi saja.

jilbab hot toge besar (9)
Dengan sedikit ugal-ugalan, sampailah aku di kost. Namun apa daya, seluruh baju sudah basah kuyup. Untungnya, buku-buku yang ada di dalam tas selamat karena tasku terbuat dari parasut. Rupanya, Windy pun tidak jauh berbeda. Meski berada di boncengan, namun derasnya hujan membuat pakaian yang dikenakannya pun tak luput dari basah.
Setelah membuka pintu kamar, kami berdua segera masuk dan aku pun langsung menuju kamar mandi. Aku segera melepas semua pakaian yang kukenakan, termasuk celana dalam. Saat sudah bugil, tiba-tiba pintu kamar mandi digedor. Windy berteriak menyuruhku untuk segera keluar karena dirinya pun basah kuyup dan kedinginan.
Aku segera menyambar handuk dan melilitkannya di pinggang. Pakaianku yang basah, segera kumasukkan ke dalam ember dan aku membuka pintu kamar mandi. Rupanya, Windy sudah menunggu di depan pintu kamar mandi dengan pakaian yang basah meski tidak separah pakaianku.
Melihat aku keluar hanya memakai handuk, Windy tersenyum penuh arti sambil melihat ke arah bawah. Tentu saja, aku merasa malu diperhatikan seperti itu. Segera saja aku keluar kamar mandi dan setelah Windy masuk ke kamar mandi, aku segera mengambil pakaian.

jilbab hot toge besar (10)
Pas selesai mengenakan celana, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Kepala Windy terlihat keluar dan berkata “pinjem handuk donk”. Aku pun segera mengulurkan handuk yang barusan aku pakai pada Windy yang selanjutnya kembali menutup pintu kamar mandi.
Aku pun melanjutkan memakai kaos dan membereskan tas yang tadi hanya sekedar aku lemparkan saja. tiba-tiba pintu kamar mandi kembali terbuka dan Windy kembali memunculkan kepalanya. Kerudung biru mudanya, sudah tidak lagi dikenakan. “Pinjem celana pendek ama kaos donk, basah semua nih” kata Windy.
Aku bingung mendengar permintaan Windy. Sebab, aku tidak tahu harus memberikan pakaian yang mana dan pas untuknya. Koleksi celana pendekku rata-rata bermodel ¾ yang biasa aku gunakan untuk bermain basket. Selain itu, celana pendek yang ada hanyalah celana untuk sepak bola yang kebetulan masih ada di tempat laundry. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan celana basket dan sebuah kaos T-shirt pada Windy.
Namun, rupanya pilihanku tidak disukai oleh Windy. Katanya “kalau aku pakai celana ini, bisa bisa kakiku hilang donk. Yang bener aja ah. Mang gk ada celana pendek yang lain apa?” kata Windy. “ada sih tapi celana renang, mau?”tanyaku dengan sedikit ragu. Sebab, celana renang itu selain modelnya yang ketat, juga sangat pendek jika digunakan karena bagian bawahnya sejajar dengan pangkal paha.

jilbab hot toge besar (11)
Diluar dugaanku, Windy justru mengiyakan tawaranku. “yaudah gak papa daripada aku gk pakai celana hihihihi” kata Windy sambil tersenyum nakal. Aku pun segera mencari celana renang itu di tumpukan lemari dan menyerahkannya pada Windy yang kemudian segera menghilang di balik pintu kamar mandi.
Tak berapa lama, pintu kamar mandi terbuka dan Windy keluar dari kamar mandi. Suara hujan yang deras, rasanya kalah dengan degub jantungku saat melihat Windy berjalan dari kamar mandi. Betapa tidak, selama ini aku selalu melihat Windy dengan pakaian yang tertutup sempurna dari ujung kepala dengan kerudung dan celana panjangnya. Meski ketat, namun aku belum pernah melihat kulit tubuh Windy, kecuali kulit kepala dan telapak tangannya.
Namun kali ini, pemandangan yang belum pernah terbayang muncul di hadapanku. Celana renangku, tidak mampu menutupi paha mulus Windy dan T-Shirt yang aku pinjamkan pun tidak cukup panjang untuk menutupi paha tersebut. Namun dengan penampilannya itu, Windy tidak nampak malu atau risih meski pun aku berada tepat di depannya. Bahkan Windy dengan santai duduk di depanku sambil tersenyum.
“Ujannya gila ya, untung udah de….” belum sampai Windy menyelesaikan ucapannya, tiba tiba listrik padam yang disusul dengan suara petir menggelegar. Windy yang nampak kaget, reflek melompat den mendekapku. Entah mengapa, ada rasa aneh saat itu. Rasa yang belum pernah aku ketahui.
Windy nampak benar-benar takut dengan suara petir itu, dan memelukku erat sekali. Aku sendiri merasa nyaman dan damai karena baru kali ini memeluk seorang perempuan yang diam-diam aku menyukainya. Tiba-tiba, tanpa aku duga, Windy mengendurkan pelukannya dan cuup..dia menciumku.
Aku yang masih terkejut, tidak bereaksi apapun atas ciuman yang tiba tiba itu. Sebelum aku benar-benar sadar dan yakin itu bukan mimpi, kembali Windy mendaratkan ciumannya. Kali ini, aku segera tanggap dan membalas ciuman Windy. Kami pun berpagutan,meski aku sendiri merasa bingung karena belum pernah melakukannya.
Namun,lambat laun aku mulai bisa mengimbangi gelora Windy yang nampaknya begitu membara. Saat Windy memainkan lidahnya, aku pun mulai membuka mulut dan memagutkan lidah kami. Aliran nafas Windy, terdengar jelas dan aku bisa merasakan hembusan angin yang begitu hangat serta cepat.
Saat kedua tangan Windy melingkar di tubuhku, aku pun membiarkan serta mengikuti gerakan yang semakin mendekatkan kedua badan kami.saat tubuh kami mulai berdekatan, aku merasakan ada dua benda lunak yang semakin menempel ke tubuhku. Benda itu terasa kenyal dan membuat aliran darahku mengalir semakin cepat. Bagian bawah tubuhku pun terasa ada perubahan, terutama di bagian yang biasa aku gunakan untuk buang air kecil.
Windy nampaknya tahu bahwa aku masih hijau dalam masalah perempuan. Itulah mengapa, Windy nampak lebih agresif dengan mulai meraba bagian punggungku dan kemudian berlanjut ke arah selangkanganku.
Sebagai manusia normal, aku merasa apa yang dilakukan Windy kepadaku membuat pikiran dan akal sehatku mati. Aku tidak berpikir lama, dan segera saja aku rebahkan tubuh Windy ke atas kasur untuk kemudian menindihnya.

jilbab hot toge besar (12)
Sementara itu, tangan kanan Windy semakin agresif bergerak. Dari bagian atas celanaku, Windy memasukkan tangannya untuk menuju ke bawah pusat. Dan ketika tangan halus Windy berhasil menyentuh pusat kejantananku, aku benar-benar merasa seperti mendapat sengatan listrik yang sangat besar. Belum pernah ada tangan lain selain tanganku yang menyentuh bagian tubuh terlarang itu. Namun kini, Windy, senior kuliahku, menjadi orang pertama yang menyentuh bahkan menggenggamnya.
Pelan pelan, aku merasa Windy mengocok kenjantananku dengan halus. Aku pun semakin tidak tahan dan kehilangan kesadaran. Tanganku bergerak ke atas, menyingkapkan T- Shirt putih yang dikenakan Windy. Semakin ke atas, jantungku semakin berdegup kencang menunggu pemandangan yang pertama kali aku lihat secara langsung.
Dan ketika T-shirt putih itu sudah tersingkap hingga bagian pundak, aku segera mengangkat tubuhku. Pemandangan yang sebelumnya hanya kulihat di layar film biru atau gambar porno, kini bisa kulihat secara langsung. Dua buah payudara Windy yang bulat dan membusung ke atas, benar-benar menyajikan kesempurnaan yang sangat dahsyat. Sebuah bra warna hitam, menjadi satu-satunya penghalang yang tidak mampu menutupi keindahan tersebut. Sebab, bra itu seakan tidak mampu menampung kedua bongkahan payudara Windy yang nampak berlomba ingin keluar.
Tiba tiba, Windy menarik tangan kanannya dari dalam celanaku. Rupanya, Windy bermaksud melepaskan T-shirt yang dikenakannya. Setelah T Shirt itu terlepas, tangan Windy bergerak ke belakang untuk melepaskan kait bra tersebut. Namun, Windy tidak melepaskan bra yang dikenakannya itu dan sebaliknya, kedua tangannya meluncur ke bawah dan menarik celana yang ku kenakan .
Aku membantu Windy dengan mengangkat pinggulku sehingga celanaku terlepas. Hanya celana dalam saja yang masih tersisa di pinggulku. Namun, Windy pun segera menarik celana dalam itu dan menurunkannya ke kakiku. Setelah semua celanaku terlepas, Windy segera menggenggam kembali batang kejantananku dan mengocoknya perlahan.
Tak mau ketinggalan, aku segera menyingkapkan bra hitam yang dikenakan Windy ke atas. Sehingga aku bisa menyaksikan, betapa kedua payudara yang selama ini sering membusung di balik semua pakaian Windy, bisa aku saksikan dengan utuh. Putingnya yang merah, nampak menonjol dan mengeras, menandakan Windy tengah terangsang hebat.
Tangan kananku segera meremas payudara kiri Windy, sedangkan payudara kanannya aku hisap dan jilat. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan, saat berhasil melumat payudara Windy sedangkan Windy menimpalinya dengan rintihan nikmat serta remasan pada bagian kejantananku.
Entah berapa lama aku menikmati kedua payudara Windy, sampai kemudian kepalaku dipegang oleh Windy. Sambil berbisik, Windy memintaku untuk turun ke selangkangannya. Aku pun menurutinya dengan menarik tubuhku ke bawah sambil menjilati bagian perut Windy yang mulus dan rata tanpa ada lemak menempel.

jilbab hot toge besar (13)
Windy semakin menggelinjang saat aku menjilati bagian perutnya. Sementara tangan kanannya berusaha menggapai batang kejantananku yang terlepas karena posisiku berubah. Aku pun segera memutar dan membuat bentuk 69. Belum sempurna posisiku tersebut, aku merasakan batang kejantananku sudah diremas dan berlanjut pada rasa hangat. Rupanya, Windy sudah mengulum batang kejantananku tersebut dengan rakus.
Aku tak mau kalah, dengan beringas kuturunkan celana renang yang dikenakan Windy. Begitu celana itu tersingkap, aku melihat celana dalam warna merah berenda dengan beberapa bagian terlihat transparan, menjadi benteng terakhir Windy di bagian vitalnya tersebut.
Tak sabar aku segera melolos kedua celana tersebut bersamaan. Windy membantu memudahkanaku melepaskan celana itu dengan mengagkat pinggulnya. Damn! Belum sempurna celana itu lepas dari kaki Windy, pandangan mataku sudah terpaku pada gundukan di pangkal paha Windy yang dipenuhi oleh rambut hitam dan lebat.
Sebuah bau yang belum pernah aku cium, dengan cepat meresap ke dalam indra penciumanku. Inilah bau vagina yang sedang terangsang, yang sering aku baca pada cerita seru di internet. Sangat khas dan menggodaku untuk segera mendekatkan mulutku pada sumber bau tersebut. aku pun merunduk dan kedua tanganku merenggangkan paha Windy.
Begitu kedua paha itu teranggang, nampak bagian kemerahan yang basah ada di balik rerimbunan rambut hitam itu.sebuah bagian, terlihat menonjol. Mungkin inilah yang dinamakan klitoris itu, pikirku.
Aku julurkan lidahku, menyapu bagian kemerahan tersebut. saat lidahku mengenai bagian yang menonjol, aku merasakan tubuh Windy menggelepar, nampaknya Windy mengalami kenikmatan. Segera saja, aku sapu bagian tersebut sebagaimana yang aku baca di berbagai cerita seru. Windy semakin menggelinjang. Hisapannya pada batang kejantananku semakin kuat kurasakan.

jilbab hot toge besar (14)
Sementara, vagina Windy yang basah, terasa semakin basah. Beberapa kali, Windy mengangkat pinggulnya saat aku menghisap klitorisnya. Kukumpulkan ingatanku tentang trik membuat wanita orgasme yang pernah aku baca sebelumnya. Salah satunya adalah, memainkan klitoris ini dengan stabil. Aku coba praktekkan itu, dan nampaknya berhasil.
Sekitar lima menit, aku merasakan Windy semakin kuat menggelinjang. Kedua pahanya, beberapa kali menjepit kepalaku. Sampai kemudian, aku merasakan tangan Windy memegang kepalaku dan menekan ke bawah dengan kuat. Di satu sisi, aku merasa Windy mengangkat pinggulnya sehingga aku sulit bernafas. Aku menduga, inilah saat puncak Windy.
Benar saja, tiba tiba Windy menggelinjang dengan hebat. Pinggulnya melenting ke atas, pahanya dijepitkan pada kepalaku. Begitu pula, tangannya yang menekan kepalaku ke bawah dengan kuat. Sejenak aku tak bisa bernafas, sementara dari vagina Windy seperti banjir oleh cairan vaginanya.
Sekitar dua menit, Windy menikmati puncak kenikmatannya tersebut. kemudian, ketika puncak itu mulai berlalu, Windy dengan terengah-engah, berkata “ tunggu bentar ya, nanti kamu boleh masukin kontolmu itu”.
“beneran Wind? Kamu yakin?” tanyaku memastikan.
Windy mengangguk. “Aku dah gk perawan kok. Masukin aja, keluarin di dalam juga boleh. Ini bukan masa suburku” ujar Windy sambil tersenyum.
Mendengar itu, aku cukup terkejut. Karena di balik penampilannya yang selalu tertutup, dengan kerudung yang tak pernah lepas dari kepala, rupanya Windy sudah tidak perawan. Sebagai seorang perjaka dari desa, tentu pengakuan itu membuatku kaget.
Namun karena nafsu yang sudah menguasai diri, aku seperti lupa diri. Aku lepas kaos satu-satunya yang masih menempel di badan. Sehingga kini aku dan Windy sudah sama-sama bertelanjang bulat. Aku putar tubuhku, kini aku memposisikan menindih tubuh Windy yang masih basah oleh keringat. Tubuhnya putihnya terlihat sangat seksi dengan leleran keringat yang ada di sekujur badannya.
“rangsang aku dulu, biar memekku basa” pinta Windy dengan mata yang sayu merayu.

jilbab hot toge besar (15)
Aku segera mendekatkan bibirku dan mengatupkan kedua bibir kami. Selanjutnya kami saling beradu bibir dan lidah, sambil tanganku sibuk meremas payudara dan sesekali meremas pantat Windy yang bulat padat. Saat berada di payudaranya, jemarik memainkan puting susu Windy seperti sedang memindahkan gelombang radio. Hal ini cukup efektif dalam memacu birahi Windy. Terbukti, setiap kali putinnya kumainkan, Windy mendesah nikmat dan semakin mempererat pelukannya. Sementara satu tangan Windy sudah erat menggenggam batang kejanjtananku yang menunggu saat tepat untuk pertama kali memasuki liang vagina.
Aku dan Windy semakin liar dalam bercumbu. Sesekali, Windy menggulingkan tubuhnya sehingga aku berada di bawah. Beberapa kali pula, kami keluar dari kasur karena dorongan nafsu yang membara. Sampai kemudian Windy berbisik “masukin sekarang, pelan pelan ya, kontolmu gede banget” Jujur saja, ada rasa bangga saat batang kejantananku dipuji oleh Windy. Sebagai gambaran, batangku memiliki panjang 19 cm dengan lingkaar 12 cm saat ereksi.
Mendengar permintaan Windy, aku mulai mengarahkan batang kejanjtananku. Tangan kanan Windy, masih belum terlepas dari batang itu dan mulai menuntuku pada jalan yang benar. Setelah berada di tempat yang tepat, Windy berbisik lagi “ayo dorong pelan-pelan”.
Aku pun mulai mendorong pinggulku ke depan. Benar-benar sensasi yang sulit digambarkan. Seorang perjaka, sedang berusaha menikmati masa-masa pertama memasuki lubang kenikmatan wanita. Saat aku mulai merasakan ada hambatan, saat itu pula aku melihat Windy mendesah dan mengagkat kepalanya.
“terus sayang, pelan-pelan” pinta Windy.
Aku pun kembali mendorong kejantananku lebih dalam. Windy terlihat seperti menahan sesuatu. Kedua pahanya direntangkan lebar-lebar. Aku yang belum tahu harus berbuat apa, hanya bingung dan diam. Untungnya, Windy segera paham. Dimintany a aku mendorong lebih dalam lagi batang kejantananku. Pelan-pelan sampai kemudian Windy berteriak “ahhhh udah yang, udah mentok”.
Mendengar perkataan Windy, sejenak aku berdiam diri. Terus terang, saat itu aku merasa seperti hendak meraih puncak saja. maklum, baru pertama kali, batang kejantananku berada di tempat yang seharusny tersebut. namun aku berusaha menahannya.
Nampaknya, Windy mengerti kebingunganku. Dia kemudian membimbingku dan memintaku menarik keluar batang kejanjtananku. Aku pun menurutinya dan menarik perlahan lahan. Sebelum benar-benar keluar, Windy memintaku untuk mendorong nya lagi ke dalam.

jilbab hot toge besar (16)
Begitulah seterusnya, aku segera bisa mengontrol diri. Aku berusaha rileks agar tidak cepat mengalami orgasme. Setelah merasa rileks, aku segera bergerak menaik turunkan pinggulku di atas pinggul Windy.
Windy yang merasakan nikmat, menggeleng gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Tanganku pun, bergantian meremas payudara Windy yang bulat dan ranum tersebut. tiba-tiba, Windy memintaku berhenti dan mengeluarkan batang kejantananku.
Setelah batang kejantananku kucabut, Windy kemudian beranjak dari kasur. Kemudian dia membalikkan badan dan mulai membungkuk. Rupanya, Windy ingin berganti gaya yaitu Doggy style. Lagi-lagi, aku sediikit mengalami kesulitanuntuk menembus liang vagina Windy karena belum pernah mengalaminya.
Namun, akhirnya berhasil juga setelah Windy membantuku membuka lebar-lebar liang vaginanya. Dengan posisi doggy style ini, aku bisa dengan leluasa menikmati keindahan pantan Windy yang bulat dan padat serta punggungnya yang mulus serta putih seperti pualam.
Kemudian, masi dengan posisi doggy style, Windy menarik kedua tanganku. Dibawanya tanganku ke bawah badannya. Rupanya, Windy menginginkan aku meremas kedua payudaranya. Akhirnya aku berusaha keras untuk bisa meremas kedua payudaranya sekaligus memainkan vagina Windy dengan batang kejantananku.
Rupanya, Windy sudah tidak tahan lagi atas rangsangan yang diterimanya. Windy memintaku untuk lebih cepat menyodok vaginanya. Dan benar saja, tiba-tiba saja, Windy berteriak “aaarrghhhhhh oouhghhhh Royy……………aaaakkkk… …….uuuuuuuu daa….peeeeeeeeeeeeeeeetttttt tt”.
Saat itu pula aku merasakan jepitan yang sangat kuat pada bagian batang kejantananku. Akibatnya aku tak mampu lagi untuk menahan keluarnya cairan kenikmatan itu. Sebelum Windy selesai menikmati kenikmatannya, aku segera menyusulnya. Kusemburkan seluruh cairan itu di dalam vagina Windy yang sedang menungging dengan kepala tergeletak di kasur,
Entah berapa banyak semburan sperma yang aku ledakkan di dalam vagian Windy. Sebab, rasa nikmat yang aku rasakan, karena untuk pertama kalinya bisa orgasme di dalam vagina seorang perempuan mengalahkan segala akal sehatku. Termasuk, ketika menyadari bahwa Windy bukanlah siapa-siapaku saat itu. Wiindy masih seorang teman tanpa ikatan kasih.
Namun semua itu, seperti tak muncul di otakku. Yang ada hanyalah, ingin merasakan kenikmatan seksual secara nyata. Bukan sekedar berfantasi menggunakan cerita-cerita porno di berbagai media.
Setelah semua tumpukan sperma berhasil kukeluarkan, aku segera mencabut batang kejantananku dari vagina Windy. Saat itu pula, cairan putih kental turut mengalir dari vagina Windy. Ada rasa penyesalan dan takut bila Windy marah atas apa yang aku lakukan padanya.
Saat itu, Windy masih memejamkan mata dengan posisi menungging. Aku pun terdiam dalam posisiku, menunggu reaksi Windy atas apa yang baru saja kami lakukan. Aku siap, apabila Windy hendak menamparku atau memukulku. Namun aku salah.
Beberapa saat kemudian, aku melihat Windy membuka matanya dan merebahkan tubuhnya sehingga terlentang. Seulas senyum, tersungging dari bibirnya yang sexy. “makasih ya, kamu hebat. Bisa membuatku kelojotan dua kali. Maaf, aku merenggung keperjakaanmu ya” kata Windy.
“he, makasih juga kamu mau mengajariku. Beneran nih kamu gk marah aku keluarin di dalam?’ tanyaku khawatir.
“Gak papa. Aku lagi gk subur sekarang. Tenang aja”.
Windy kemudian bangkit dan mengenakan T-Shirtnya. Aku pun turut mengenakan pakaianku.
“Win, boleh tanya gak? Sejak kapan kamu gk perawan? Maaf kalau kamu gk mau jawab gak papa” tanyaku.
“He, gak papa kale… ehmm..aku dulu melakukannya pas kelas dua SMA. “ jawab Windy
“Dengan pacar?” selidikku
“iyalah. Dan kamu orang kedua yang melakukannya padaku” jawab Windy.
Hening. Hanya suara hujan yang masih tersisa memenuhi ruangan kamarku.
“udah gk usah dipikirin. Anggap aja menghangatkan badan. Yuk anter aku pulang” ujar Windy memecah kesunyian sambil tersenyum. “yaudah yuk” kataku.
Next day
Jam 06.00 pagi, aku bergegas mengambil motor. Sebuah keputusan harus diambil. Kuarahkan motor kesayangangku, menuju kost putri yang berlantai dua dengan pohon cemara di bagian depan. Suasana kos masih sepi, seperti biasa. Kuparkirkan motor, dan menuju ke ujung bangunan. Kamar nomor tujuh yang menjadi arah langkahku.
Kamar itu masih gelap. Aku yakin penghuni kamar itu belum bangun. Setelah mengetuk beberapa kalli, baru terdengar suara serak tanda mengantuk dari penghuni kamar. “Klik…” suara anak kunci diputar yang diiringi pintu kamar dibuka.
“eh kamu..masuk” sesosok wajah dengan muka mengantuk dan rambut khas orang bangun tidur, terlihat dari balik pintu dan menyuruhku masuk. Aku pun segera masuk ke kamar dan menutup pintu itu. Sementara, sang pemilik kamar sudah hilang di balik pintu kamar mandi.
Kurang dari lima menit, pemilik kamar itu keluar dari kamar mandi. Wajahnya nampak terlihat lebih segar. Dia berjalan menghampiriku, tanpa merasa risih meski pun hanya menggunakan lingerie berwarna merah transparan. Sehingga aku bisa tahu bahwa pada saat itu, di balik lingerie merah dia tidak lagi mengenakan bra dan membiarkan kedua payudaranya yang indah terlihat olehku. Hanya g string merah yang menutupi bagian paling rahasianya.
“ngapain pagi-pagi kesini? Kangen pengen lagi?” tanya Windy, si pemilik kamar.
“enak aja. Aku mau minta maaf atas kejadian kemarin Wind. Sumpah aku gk bisa menahan diri.” Ungkapku.
“Yaelah Roy, kek anak kecil aja. Biasa aja kale. Toh kita sama-sama menikmatinya kan” ucap Windy sambil tertawa.
“ya udah apapun pendapatmu, aku kesini Cuma mau minta maaf”
“Cuma itu? Ah, gangguin tidur aja kamu” kata Windy dengan muka yang dibuat seperti marah.
“ya selain itu, sebagai bentuk penyesalanku, kamu mau gak jadi pacarku?” tanyaku dengan keberanian yang entah tiba-tiba saja datang.
“hahahaha yang bener? Jadi kamu pengenpacaran ama aku hanya karena menyesal udah meniduriku? “
“ya enggaklah. Dari pertama aku udah suka ama kamu. Cuma aku gk berani ngomong. Maklum, aku belum pernah pacaran. Apalagi sampai melakukan yang kita lakukan kemarin. Sekarang, aku berani ngomong”
“kamu nggak nyesel? Aku kan dah gak perawan?” tanya Windy sedikit serius.

jilbab hot toge besar (1)
“Nggak, buatku kejujuranmu jauh lebih penting” tegasku.
“Ya udah aku mau jadi pacarmu. Tapi ada syaratnya” kata Windy, kali ini disertai senyum misterius.
“apa syaratnya?”
“ehhhmmmm kapanpun aku pengen melakukan seperti yang kemarin, kamu harus siap. Gimana” ujar Windy dengan nakal
“haahh…kalau Cuma itu sih, aku siap banget”ujarku dengan semangat
“buktikan donk!” ucap Windy dengan cepat
“Buktikan gimana?” tanyaku dengan heran.
“ya masak, aku dah pake lingerie gini gak kamu apa apain. Lebih baik kita putus!” Windy pura pura marah.
“whattsss…ayo dah…” dan pagi itu, hari jadian kami bukan ditandai dengan malam pertama. Namun, menjadi pagi pertama. Setelah menjalani hubungan beberapa waktu, barulah aku tahu, bahwa Windy memiliki selera sex yang sangat tinggi. Hampir setiap hari, Windy mengajakku bercinta. Kami hanya berhenti bercinta, pada saat Windy mendapatkan tamu rutinnya saja. Dan yang aku sukai dari Windy adalah, dirinya tidak memaksaku menggunakan kondom. Sebagai pelindung, Windy selalu rajin meminum pil KB dan memintaku tidak orgasme di dalam vaginanya apabila sedang masa subur. Sebagai gantinya, Windy merelakan mulutnya sebagai tempatku memuntahkan cairan kenimmatanaku.
Sayangnya, hubungan kami tidak berlangsung lama. Karena, setelah wisuda, Windy diminta kembali ke Manado dan tidak melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Perpisahan kami lakukan dengan baik-baik. bahkan, kami membuat pesta perpisahan yang sangat mengesankan, yang akan aku ceritakan lain waktu. Karena sekarang ini, sedang dalam edisi kisah pacar-pacarku saja.