LISNA

Aku Andre ingin menceritakan petualangan dengan si nyokap. Siang itu, aku dan mama berada di minimarket kami. Aku tidak kuliah. Seperti biasa mama berpakaian jilbab, kemeja putih tangan panjang dan celana hitam. Karena jilbabnya yang juga warna putih hanya menutupi sampai leher. Nampak bayangan BH putih mama dan perutnya.

Jam 1-an, pak RT datang untuk meminta uang kebersihan dan mengurus perpanjangan ktp mama.

“Nak Andre.. mamanya ada..”

“Oh ada pak sebentar saya panggilkan” jawabku sambil menyuruhnya duduk di depan kasier.

Aku memanggil mama di lantai2. Aku melihat mama sedang asyik nonton film bokep yang ada di laptopku sambil tangannya mengelus selakangannya dari luar celana.

“Ma.. ada pak RT tuh di bawah mau ngurus perpanjangan ktp sama uang kebersihan.”

“Eh… kamu bikin kaget mama aja… Ndre main yuk.. dah 5 hari kita gak main..”

“Main aja sama pak RT tuh..”jawabku.

“Yang betul.. bolehkah..”

“Ya udah asal mama puas.. ntar malem baru sama Andre..”

“Tapi Andre harus liatin mama sama pak RT main ya sayang.” kata mama.

Aku hanya mengiakanya.

“Pak RT.. kata mama diatas aja..”

“Oh iya.”.

Lalu aku menyuruhnya duduk di bangku yang ada di samping kamar mama. Lalu mama keluar.

“Eh.. pak RT..” sapa mama.

Lalu aku masuk ke kamarku yang ada di pintu kamar mama. Karena diatas pintu kamarku ada ventilasi yang ditutupi kaca. Aku dapat meliha apa yang mereka lakukan. Pak RT yang berkumis tebal dan tangannya yang coklat yang sedikit di tumbuhi bulu tapi badannya bisa dibilang sedkit kurus. Setelah membayar uang kebersihan. Pak RT kembali memasukkan berkasnya ke dalam tasnya dan hendak pergi. Mama bersalaman dengan pak RT. Mama mengenggam erat tangan pak RT. Pak RT sepertinya sudah mengerti. Langsung saja dijatuhkanya tasnya dan tangan kanannya meraba kepala mama dari luar jilbabnya.

Mama melemparkan senyum nakal pada pak RT. Permainan pun di mulai. Pak RT langsung mengenggam kepala mama sambil mencipok bibir merah mama. Ciuman ganas pun terjadi. Ciuman ganas antara mama dengan pak RT sangat menggairahkan bagi siapa yang melihatnya. Pak RT menyandarkan tubuh mama ke didinding. Tangan kiri pak RT membuka jilbab mama, lalu tangan kanan mama membuka kaitan celana dinas pak RT. Secara bersamaan jilbab mama dan celana pak RT lepas. Rambut panjang hitam terurai. Lalu bibir pak RT turun ke leher. Dicium, dijilat dan dicupangnya leher mama. Mama menggelengkan kepalanya sambil berdesah kecil menikmati. Tangan kanan mama mengeluarkan kontol pak RT dari CD coklat. Mama mengocoknya pelan-pelan.

Pak RT semakin tidak tahan nampaknya. Tangan coklat pak RT membuka 1 per 1 kancing kemeja putih mama. Setelah kemejanya sudah terbuka kedua tangan pak RT langsung meremas tetek mama dari luar BH 36bnya. Lalu lidah pak RT bermain di pinggiran tetek mama. Tangan mama masih memegang dan sekali-kali mengocok titit pak RT dengan lembut. Setelah puas menjilati pinggiran tetek mama, pak RT tidak membuka BH mama melainkan membuka celana hitam mama. Wow… nampak bulu-bulu halus ditutupi CD yang juga berwarna putih. Lalu pak RT menelentangkan mama di lantai.

Mama menurut saja. Lalu tangan pak RT menarik BH mama ke bawah, dengan tarikan yang sangat kuat, copotlah BH mama. Tetek mama yang berwarna putih padat dan kenyal itu menyembul dengan ujung puting warna hitam kecoklatan.

“Kamu memang cantik Lisna… seharusnya dari dulu kita begini…” kata pak RT memuja mamaku.

Pak RT langsung melumat habis tetek mama. Mama sempat teriak lalu diiringi dengan desahan nafas yang tidak beraturan. Tetek mama dilumat sambil diremas sama pak RT. Nampaknya pak RT sudah lama tidak dijamah oleh istrinya yang kata orang sekitar selingkuh dengan adiknya pak RT. Wajah mama memerah sambil tetesan air dijidatnya. Setelah puas dengan tetek mama, pak RT menarik CD ke bawah, lalu dijilatnya jembut mama sampai pada lubang anus mama. Tangan sekali-kali menusuk vagina mama sambil lidahnya menjilati itil mama.

“Oh.. ah… akhhhhhh” desah mama sambil meremas teteknya.

Kulihat lidah pak RT sangat lincah bermain di vagina mama. Dihisapnya vagina mama yang telah basah. Setelah itu pak RT menyodorkan kontolnya ke mulut mama. Tangan mama mengocok dan mulut mama menjilati senjata pak RT yang hitam itu.

“Ooohhhg trus Lis… enak banget oh….” desah pak RT.

Kulihat mama sangat bernafsu mengoral penis pak RT. Lama kelamaan penis pak RT kelihatanya bertambah sedikit panjang. Setelah puas mengoral penis pak RT, mama langsung mengarahkan penis pak RT ke liang vaginanya.

“Pelan-pelan.. pak..” kata mama.

Dengan posisi mama terlentang, pak RT menggesekkan kepala penisnya ke mulut vagina mama yang telah basah.

“Oh…” desah mama ketika kepala penis hitam itu masuk ke memeknya.

“Ooh… akh….” teriak mama ketika seluruh batang zakar milik pak RT itu masuk seluruhnya di vagina.

Langsung saja pak RT menggoyangnya. Dengan tempo pompaan yang sedang, mama mendesah sambil menggelengkan wajahnya ke kanan-kiri. Cantik sekali wajah mama ketika dikentot. Melihat adegan itu, penisku tegang hingga keluar dari CDku. Pak RT keliahatannya semakin bernafsu. Dengan gaya doggy style, dipompanya mama dengan sekuat tenaga. Mama hanya bisa mendesah. Tetek mama bergoyang-goyang yang semakin membuat nafsuku bangkit.

“Entar malem bakal habis neeh sih mami gua pompa hingga KO” pikirku.

Badan mama sudah penuh dengan keringat.

“Pak… su..dah… mao… kluar neh.. oh..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mama teriak dan pak RT menghentikan goyangannya tanda mama mencapai orgasme. Mereka kembali ganti posisi. Pak RT duduk di bangku lalu mama naik di atas paha pak RT. Pak RT kembali memasukan rudalnya ke vagina mama.

“Oooh…” desah mama.

Dengan posisi seperti itu pak RT dengan bebas meraba tetek mama sambil lidahnya menjilati leher mama. Mama mencium bibir pak RT. Pak RT pun membalas dengan ciuman. Kulihat goyangannya tidak terlalu cepat. Beberapa saat kemudian.

“Pak kluar lagi neeh.. ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” kata mama diiringi dengan orgasmenya yang kedua.

Dengan posisi pak RT yang masih duduk, mama mengoral penis pak RT. Dikocoknya penis pak RT dengan teteknya.

“Ooh… ah… Lis.. ah..” desah pak RT ketika menembakkan sperma di pipi mama.

Lalu mama menimpa pak RT yang sedang duduk.

“Permainan yang hebat… ah..” kata pak RT.

“Ya… kapan-kapan kita main lagi ya.”

“Iya deh Lis.. seharusnya dari dulu kita begini… istriku sudah jarang melayaniku dan tidak seenak ini..”

“Ooh…” jawab mama.

Lalu pak RT kembali memakai bajunya dan dibantu sama mama. Mama masih bertelanjang bulat.

“Lis… main lah ke kantor saya.. kita main disana….ya…”

“Ya deh pak RT..” kata mamaku.

Lalu pak RT turun pulang. Setelah melihat pak RT sudah turun. Mama langsung masuk ke kamraku.

“Enak ya mah..”

“Enak dong..” kata mama.

Mama langsung menarik celanaku.

“Ayo ma dah gak tahan..” kataku.

Mama langsung mengemut penisku. Wah..enak banget rasanya. Mama mengemut penisku layaknya es krim. Karena sudah tak tahan kutembakan saja maniku di mulut mama.

“Uh… enak banget manimu…” kata mama yang mempercayai bahwa mani itu bikin awet muda cewek.

Jam 4 aku mandi bersama mama. Keesokan harinya, aku dirumah sendirian. Karena gak ada kerjaan aku ke ruko. Aku melihat mobil pak Djoko, dosenku terpakir di depannya.

Pagi itu suasana memang tampak sepi. Hanya 3 orang pelanggan dirukoku. Aku naik ke lantai 2. Lalu aku mengintip dari celah rahasiaku. Kamar mama berantakan, baju mama berserakan dilantai. Pak Djoko sedang memilih baju untuk mama. Setelah 15 menit memilih pakaian, Pak Djoko menyuruh mama memakai jubah hijau tanpa BH dan jilbab hijau muda. Mama juga tidak memakai CD.

“Dah cantik.. ayo kita pergi..” kata pak Djoko sambil memeluk tubuh ibuku.

Pak Djoko sempat berciuman sebelum turun. Seperti dugaanku, tonjolan mama tidak terlalu nampak karena jubahnya agak tebal. Mereka juga tidak tahu ada aku. Kuikuti kemana mereka. Dengan mobil civicnya, pak Djoko membawa ibuku ke gedung basket kampusku. Keadaannya sangat sepi. Tidak ada satpam, petugas kebersihan dan semacamnya diarea itu. Setelah menyembunyikan keretaku di halaman, aku bergegas masuk. Aku bersembunyi ditumpukan bangku disamping pintu belakang. Hanya ada mama dan pak Djoko ditengah lapangan. Pak Djoko membasahi vagina mama dengan sebuah cairan yang aku tidak tahu. Beberapa saat kemudian terdengar suara mesin mobil pak rektor.

“Ayo rapikan bajunya, pak Luhmin datang bersama penjabatnya…” kata pak Djoko.

Pak Djoko langsung menuju pintu membukakan pintu pak Luhmin sang rektor, pak Luhmin yang berumur 57 tahun, tinggi tegap layaknya tentara dan mempunyai ukuran penis sekitar 22 cm diameter 5 cm. Mama sibuk merapikan pakaiannya dan berdiri pas ditengah lap basket. Lalu pak Luhmin dan pak Andi, kaki tangannya masuk. Pak Andi berbadan gelap, tegap, dia berpangkat mayor.

Mereka bertiga menghampiri mama ditengah lapangan.

“Ini pak rektor dan pak mayor… perkenalkan diri nona..” kata pak Djoko.

Dengan tenang mama memperkenalkan dirinya.

“Saya Akmal Lisna.. panggil saja saya nona..” kata mama.

“Saya pak Luhmin.. panggil saja mas Min… saya rektor disini..” kata pak Luhmin sambil bersalaman dengan mama.

“Saya Mayor Andi.. panggil saja Mayor..” kata Andi.

Wajah pak Andi berbinar-binar memandangi mama yang berdiri dihadapannya. Mamaku sungguh cantik. Lalu mama duduk dilingkari oleh pak Luhmin, Andi dan Djoko. Pak luhmin duduk pas di depan mama, mama sedikit malu.

“Non.. sudah menikah.. umur berapa..”

“Sudah pak.. saya punya 1 anak.. jarang dirumah.. umur saya 48 tahun..” jawab mama.

“Huh panas ya mas..” goda mama sambil mengipasi lehernya yang tertutup jilbab dengan tangannya.

Pak Luhmin mendekati tubuh mama.

“Nona manis..” kata pak Luhmin sambil memegang kedua tangan mama, badanya semakin dekat.

“Non..” katanya lagi.

Dia mulai menyorong pelan badan mama untuk tidur dilantai. Dan cupphhh… Luhmin berciuman dengan mama. Badan mama sudah terlentang dilantai dengan mulut yang melekat pada bibir Luhmin. Tangan pak Rektor itu langsung meremas tetek mama dari luar jubahnya. Sementara Andi berusaha melepas pakaiannya semua, pak Djoko merekam aksi rektor berciuman dengan mama. Tangan mama berhasil membuka celana hitam Luhmin, dikocoknya pelan penis yang panjang itu. Setelah Andi bertelanjang bulat, Luhmin langsung menarik keatas jubah hijau itu, nampaklah tetek mama yang montok itu dan vaginanya yang tertutup bulu-bulu halus.

“Aakh..” desah mama ketika bibir Luhmin mengulum puting susunya.

Lalu dari kanan, Andy mencium bibir mama. Mama yang hanya memakai jilbab, berhasil meraih penis Andy. Kemudian mama menggulum penis Andy yang berukuran normal. Luhmin semakin bernafsu setelah mencupang tetek mama, kini lidahnya membasahi bulu vagina mama.

“Wangi sekali vaginamu Lis..” katanya sambil lidahnya menusuk-nusuk memek ibu.

Dengan lahapnya ia menaik turunkan lidahnya, mama mengenjang sambil tangan dan mulutnya bermain di penis Andy.

“Oough.. nikmat.. nona Akmal… ough..” kata Andi berulang-ulang.

Kulihat penis rektor tegang dengan sendirinya. Lalu Luhim memasukkan tiga jarinya ke vagina mama.

“Oough…” desah mama menghentikan kocokannya dan memejamkan matanya.

Lalu pak Luhmin mengocokkan vagina mama dengan ketiga jarinya. Kocokan Luhmin membuat mama tak berdaya. Beberapa kali mama menghentikan kuluman mulutnya dari penis Andy.

“Oough.. pak.. aku.. keluar..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mengucur air dari vagina mama. Setelah itu mereka berganti posisi. Mama merubah posisinya. Mama berada diatas pak rektor. Lalu pak rektor menancapkan penisnya ke dalam memek mama.

“Oough.. pelan pak.. oh.. akh…” kata mama.

Setelah masuk seluruhnya, pak Luhmin mulai memompanya dengan penuh semangat. Mamaku terus memejamkan matanya. Tiba-tiba Andy bangkit, dia menahan gerakan kepala ibuku yang tertutup jilbab dan mengecup bibirnya.

Setelah itu, lidahnya bermain dipunggung mama hingga pas dianus mama.

“Pak..oh…kelu.a..pak..” kata mama.

Mama menjerit panjang. Setelah itu, gantian kini Andy menancapkan penisnya yang berukaran 18 cm itu ke dalam liang mama. Posisinya kini mama dipangku oleh Andy. Mama kembali mendesah. Andy memompa mama sambil menciumi leher mama dari balik jilbabnya. Pak Luhmin menancapkan penisnya dimulut mama. Kemudian mama menggulumnya. Wajah pak Andy dan Luhmin berbinar-binar menikmati alat seks mama yang masih seret. Keringat terus mengucur dari badan mama, Andy dan pak Luhmin. Jilbab mama juga sudah sangat basah. Setelah pompaan Andy, kini mama kembali mengganti posisi. Mama dengan posisi terlentang diatas Andy. Kemudian Luhmin menbuka kaitan jilbabnya, terurailah rambut panjang mama.

“Kamu semakin cantik nona Akmal..” kata pak Luhmin.

Kemudian kontol Luhmin menancap pas di vagina mama.

“Oouh… trus.. pak.. trus.. ough.” desah mama.

Lalu Andy meremas payudara mama dan menjilati kuping mama. Sementara pak Djoko, sang cameramen mereka adegan itu sambil meraba penisnya. Pak Luhmin semakin mempercepat gerakannya. Mama pun semakin mendesah cepat.

“Pak.. ough.. ouh.. akhhhhh…” desah mama orgasme kedua kalinya.

PAk Luhmin menyorong penisnya dalam-dalam di vagina mama. Lalu Andy menancapkan kontolnya di anus mama.

“Ooh… pak… sakit.. oh..” desah mama.

Lalu andy menggoyang pelan diiringi oleh pak Luhmin. Mama terus memejamkan matanya. Keringat terus mengucur. Badan mereka bertiga telah basah. Pak luhmin menggoyang agak cepat. Mama terus mendesah dan memejamkan matanya. Tangan pak Luhmin memeluk erat pinggang mama. Pak Andy menggoyangkan dengan cepat. Mama semakin memejamkan matanya. Pak Andy mencabut kontolnya dan menyemprotkan maninya di punggung mama. Mama menjatuhkan kepalanya didada pak Luhmin. Nafas mama tak beraturan. Pak Luhmin mengelus lembut kepala mama. Setelah itu ia kembali memompa mama. Pak Luhmin terus menahan kepala mama di dadanya. Goyangan yang bisa dibilang lambat itu membuat pak Djoko semakin tak tahan.

Diserahkanya kemera kepada Andy, lalu mama disuruhnya menggulumnya. Pak Luhmin langsung melepaskan pelukannya. Mulut mama langsung bermain dengan penis pak Djoko. Nikmat sekali kayaknya. Ternyata pak Djoko langsung menyemprotkan maninya dimulut mama croot.. croot…

Beberapa tetes maninya keluar dari mulut mama. Setelah itu, pak Djoko kembali membenamkan kepala mama didadanya.

“Aakh… pak.. saya.. gak.. tahan.. lagi.. nih.. shssh” kata mama.

Pak Djoko mempercepat gerakanya.

“Aakh.. oh.. pak.” desah mama.

Beberapa saat kemudian mama mendesah panjang.

“Aakhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. pak…” desah mama.

Pak Djoko juga menyemprotkan benih-benihnya di dalam vagina. Terlihat 2 tetes mani keluar dari sela-sela vagina mama. Kemudian pak Djoko menelentangkan badan mama dilantai. Setelah mencabut penisnya dari vagina mama, diselimutinya badan mama dengan jilbab hijau muda mama. Pak Djoko bergabung dengan pak Andy dan Joko yang asyik memandangi mama yang kecapaian dengan sebatang rokok. 5 menit kemudian,

“Ko.. ambil tas dibagasi mobil saya..” kata pak Luhmin menyuruh pak Djoko.

Pak djoko kembali dengan membawa tas.

“Kita mandiin dulu di belakang..” kata pak Andy.

Lalu pak Djoko mengeluarkan semua isi tasnya yang berisi handuk, BH, CD dan jubah putih yang indah. Kemudian pak Luhmin mendekati mama. Lalu pak Luhmin menggendong mama ke ruang ganti. Dengan sangat hati-hati aku mengikuti mereka.

“Cerrrrr..” suara air shower.

Pak Djoko mendudukan mama di sebuah bangku. Pak Andy menyiram badan mama. Sedangkan pak Djoko menyabuninya. Mama sadar dan hanya diam saja. Pak Djoko menyabuni memek dan tetek mama. Setelah mandi. Mama disuruh duduk dan diam oleh pak Luhmin. Lalu tangan pak Luhmin memakaikan BH dan CD mama. Setelah itu mama memakai jubahnya sendiri. Melihat mereka bergegas. Aku langsung keluar. Mama diantar naik mobil civic pak Luhmin. Pak Djoko juga ikut. Kuikuti dari belakang. Sampai dirumah aku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Malamnya aku tidur disamping mama. Aku sempat mengobok-obok vagina mama dengan jariku. Rasanya makin asin aja. Mungkin karena sperma pak Luhmin tadi.

“Ma..”

“Apa sayang..” jawab mama.

“Mama sebenernya bisa punya anak lagi gak sih..” tanyaku.

“Mama udah periksa ke dokter… katanya kalau spermanya cocok dengan rahim mama ya mama hamil donk..” jawab mama.

“Sperma aku bisa gak ma..”

“Gak bisa dong.. spermamu kan sperma muda… masih segar..” jawab mama.

Lalu tanganku meremas tetek mama dari balik kimino mama.

“Jangan sekarang..mama capek nak..” jawab mama.

Semenjak kejadian itu, aku selalu tidur disamping mama. Kadang kami bermain sampai lupa waktu dan mandi bersama. Seminggu setelah kejadian itu, aku dan Eno memperkenalkan mama dengan dosen kami, sebutlah pak Djoko. Kami menyuruh mama berdandan yang cantik. Di dalam perjalanan ke kampus, Eno menyuruh mama sedikit gatal karna ini jumat sore, tak ada yang kuliah jadi sepi banget. Sampai di kampus, kami parkir di depan ruang dosen, benar dugaan kami sepi sekali, hanya ada pak Djoko di ruangan itu.

Aku memperkenalkan mama dengan pak Djoko.

“Pak ini mama saya..” kataku sambil mama tersenyum.

Wajah pak Djoko yang killer diiringi dengan tangannya yang dipenuhi bulu lebat. Pak Djoko mempersilakan mamaku duduk dan aku disuruh tunggu diluar dan menutup pintu kantor. Aku dan Eno ngintip dari jendela dengan sangat hati-hati. Wajah pak Djoko dan mama saling berhadapan. Aku tidak dapat mendengar jelas perkataan mereka. Kulihat pak djoko menerawangi badan mama yang memakai jilbab sebahu, baju tangan panjang dan rok jeans sebetis. Kulihat mama merubah posisi duduknya, sekarang mereka duduk bersebelahan. Mama mendekatkan badannya. Sepertinya pak Djoko sudah masuk perangkap, dia mencoba mengelus tangan mamaku, mama tidak melakukan perlawanan.

“Jangan disini gak aman..” kata mama.

“Tunggu saya dilantai 2 kelasnya Andre” kata pak Djoko.

“Duluan bu, saya cari kuncinya dulu” tambahnya.

Mama langsung keluar dari ruangan guru. Aku dan Eno menyamperi mama.

“Bagus ma, mama memang cantik deh,” pujiku.

“Tan, puasin aja tuh dosen, biar mukanya seger dikit” kata Eno.

Lalu kudengar suara kaki pak Djoko. Aku dan Eno berlari menuju tangga di ujung. Kulihat pak Djoko datang dengan gagah.

Cetek.. pintu terbuka dan mama disuruh masuk duluan.

Pak Djoko mengamati sekitarnya, setelah dirasanya aman dia pun masuk. Aku dan Eno menuju ke depan pintu. Kami ambil kursi lalu kami manjat dan ngintip dari lubang angin. Kulihat pak Djoko melepaskan kemejanya dan mama duduk dihadanpanya sambil meremas payudaranya. Lalu pak Djoko yang hanya tinggal singlet dan kolor putih mendekati mama yang berpakaian lengkap. Lalu mereka berciuman, kulihat lidah pak Djoko bermain di mulut mama. Tangan pak Djoko menarik jilbab mama dan menarik resleting baju mama yang ada di blakang. Pak Djoko begitu agresif, dengan sekejap baju dan BH hitam mama telah tidak berada di tempatnya lagi. Kemudian lidah dan tangannya bermain di payudara mama yang kenyal. Diremas dan diplintirnya tetek mama. Sedangkan mama meraba penis pak Djoko dari luar CD karena permainan pak Djoko yang sangat agresif.

Sembari lidah pak Djoko bermain di tetek mama, tangan pak Djoko membuka kaitan rok mama. Dilemparnya rok mama, kemudian ditusuknya vagina mama dari luar CD biru gelap itu. Lalu diduduknya mama di atas meja dan ditarinya CD mama. Tanpa basa-basi langsung dijilatinya memek mama dengan penuh nafsu. Dihisapnya sambil tangannya menusuk-nusuk vagina mama. Sedangkan mama menikmatinya sambil meremas teteknya. Kulihat jelas badan mama yang berkeringat nikmat karena dicumbu dosen killerku.

“Oh.. akh.” kata itu yang kluar dari mulut mama.

Oh.. akh… ih… tiba-tiba tubuh mama mengenjang, ternyata mama orgasme. Lalu, dosen itu menelentangkan mama di atas meja. Dicopotnya kolornya, penis hitam panjang ditumbuhi bulu lebat kriting mengacung di depan muka mama. Lalu mama menggenggam kontol itu dan dijilatnya kepala kontol itu. Mama menyepong kontol itu dengan penuh gairah. Melihat permainan panas itu nafsuku bangkit. Kontolku yang juga menegang rasanya ingin keluar dari sarangnya, kulihat Eno telah meraba kontolnya dari tadi.

“Ooh…” desah pak Djoko.

Mata pak Djoko merem melek menikmati isapan mulut mama. Mama trus menjilati kontol dosenku, dikocoknya, diisap dan dijilatinya seperti menjilat ice cream. Setelah puas dijilati mama, dosen itu siap untuk mencumbu.

“Pelan-pelan pak dosen… akh..” kata mamaku.

Kontol pak Djoko yang telah dilapisi kondom itu menempel di mulut vagina mama.

“Oh. akh……” desah mama ketika kontol hitam itu menembus liang peranakannya.

Di pompanya mama sambil tangannya meremas pantat mama. Dipukulnya pantat mama sekali. Kulihat mama merem melek menikmati pompaan pak Djoko sambil desahan kecil keluar dari mulutnya.

“Oh… akh.. ih.. ohhhhh”.

Kontolku yang juga ingin menyalurkan hasratnya, trus ku genggam. Kulihat Eno sudah tidak memakai celana lagi, dia juga memegang kontolnya sambil mengocoknya.

“Nyak lu memang top… the old white’s bitch abizzz..” bisiknya.

Aku juga terpana melihat keindahan tubuh nyokap diusianya yang menginjak 50 tahun. Kemudian dosen killer itu merubah posisinya, didudukannya mama di atas pahanya. Ia kembali memompa,

“Ooh… akh… pak… akh..” desah mama.

Pak Djoko memompa mama dengan penuh nafsu sambil tangannya yang meremas pantat mama, mulut bermain di payudara mama dan sesekali mencium bibir mama. Badan mama basah kuyup, rambut panjang sebahu itu berantakan. Mama bagaikan bidadari sex yang luar biasa.

“Pak… oh.. sa..ya.. kluar.. akhhhhhhh” kata mama diiringi dengan teriakan.

Lalu pak Djoko memeluk mama. Di nunggingkannya pantat mama.

“Ayolah… sedikit lagi…” katanya pada mama.

Kulihat nafas mama yang tidak beraturan, ia kembali melayani pak Djoko dengan penuh nafsu. Dengan gaya doggy style, mama memegang meja sambil kembali melayani pak Djoko. Kulihat mama memaju-mundurkan pantatnya, teteknya turut bergoyang sesuai irama tubuhnya. Pak Djoko memompa dengan sekuat tenaga.

“Oh….. yes.. ah..” desah mamaku.

“Oh… akh..” desah mama lagi ketika pak Djoko mengeluar masukan kontolnya dari vagina mama.

Tiba-tiba pak Djoko mengeluarkan kontolnya dan membuang kondom yang melekat di kontolnya. Mama langsung memutar tubuhnya dan tangannya mengocok telur pak Djoko.

“Aakh… nik..mat.. bu.. oh.” kata pak Djoko sesaat setelah menyemprotkan maninya di mulut mama.

Semua sperma pak Djoko ditelan mama. Kemudian mama dan dosenku duduk

di lantai.

“Permainan yang nikmat.. sungguh nikmat..” kata pak Djoko.

“Besok-besok datang lagi bu… kalau bisa Rabu sore.. keadaannya seperti ini juga sepi.. ntar saya ajak dosen yang lain” katanya.

“Baik pak dosen” jawab mamaku dengan kalem.

Kontolku masih tegang berdiri. Kulihat mama masih terlentang, sedangkan pak Djoko sudah berpakaian lengkap. Lalu pak DJoko mengambil pakaian mama 1 per 1 dan dibantunya mama memakai pakaiannya. Tapi, ada sedikit keanehan, mama tidak memakai BH dan CD lagi, jadi hanya luarnya menutupi. Lalu aku dan Eno menunggu di mobil.

“Wah, Tante keren banget permainannya..” kata Eno.

Di mobil dalam perjalan pulang, tanganku dan tangan Eno dengan bebas meraba mama. Mama tidak keberatan melepas baju lengan panjangnya. Dia kini tinggal jilbab dan rok jeansnya. Eno meraba teteknya dan memeknya dari kolong jeansnya. Sampai digarasi mobil, nyokap kembali memakai pakaiannya. Lalu masuk ke kamarnya. Ketika hendak mengantarkan Eno pulang, mama manggil aku dan Eno dari dalam kamarnya. Aku dan Eno masuk ke kamar mama.

Di dalam, badan mama sudah dililit handuk.

“Ayo. Kawanin mama mandi donk honey..” aku dan Eno langsung membuka pakaian kami.

Mama sudah menunggu di depan pintu kamar mandi. Lalu mama masuk dan melempar handuknya keluar.

“Ayo.. masuk.. tunggu apa…” kami langsung masuk.

Kulihat di bathup mama sudah terbenam dalam air busa. Lalu aku duluan masuk baru Eno. Kami sabuni mama sambil merasakan halusnya tubuh mama. Tangan mama juga menyambuni kontol kami sambil mengurutnya. Lalu, tanganku menyabuni bulu memek mama sambil menusuk-nusuk ke lubangnya. Sementara Eno menusuk lubang anus mama.

“Aakh… kalian nakal deh..” kata mama.

Lama kelamaan, kami mengoral mama. Mama hanya mendesah kecil. Lalu Eno mengarahkan kontolnya ke anus mama. Aku juga mengarahkan kontolku ke vagina mama. Secara bersamaan kami memasukannya.

“Aakh… sa..kit.. akh.. le..paskan. oh..” teriaknya ketika kontolku dan kontol Eno bergoyang.

Aku pompa tititku mengimbangi goyangan Eno. Kulihat mama trus memeramkan matanya sambil mulutnya mendesah. Lama kelamaan Eno bergoyang semakin cepat, semakin cepat pula goyanganku.

“Aahhhhhhhhhh… ohhhhhhh.. akh………” desah mama panjang sambil membuka matanya sekali-kali.

Eno menjambak rambut nyokap. Lama kelaaman Mama orgasme begitu pula aku. Aku tembakan spermaku di perut mama. Eno istirahat sebentar. Lalu Eno mencabut penisnya dari anus mama. Kulihat ada sedikit darah dipenis Eno. Lalu Eno mendudukan mama di samping bathup dan menaruh penisnya di belahan tetek mama. Lalu dikocoknya dengan tetek mama.

“Oh…” kata Eno.

Aku duduk di lantai sambil melihat kocokan Eno di tetek mama. Lalu Eno tembakan maninya di leher mama. Mama langsung ditelentangkannya di bathup. Eno bilang darah yang keluar dari anus mama itu karena anusnya jarang dikentot masih sempit. Lalu, kami siram mama dengan air hangat. Mama bilang dia sangat senang dengan permainan kami. Lalu dia bilangg papa masih gak bisa pulang selama 3 bulan ke depan karena belum bisa cuti.

“Kan gak papa gak ada papa.. kan ada Andre dan Eno yang servis mama.. belum lagi dosen dan kawan-kawan Eno ntar Eno suruh layanin dech..” kataku.

Mama hanya senyum mendengarkanya. Lalu aku ngantar Eno pulang. Besok paginya hari Sabtu. Hari itu aku ada janji main basket, sedangkan mama hendak pergi ke fitnes. Karena aku males bawa mobil, mama mengantarkanku ke kampus.

“Entar jemput ya mah..”

“Ia sayang…” jawab mama sambil tersenyum.

Lalu aku menuju lapangan basket. Karena menunggu kawan-kawanku datang. Iseng-iseng aku jalan-jalan naik sepeda motor kawanku. Aku berkeliling kampus. Tiba-tiba aku mendapat sms dari 4 orang kawanku dia gak datang.

“Aah.. sial neeh..” gumamku.

Karena jalan menuju ke lapangan basket lagi macet dipenuhi mobil yang lagi parkir. Aku melewati jalan pintas yaitu dari belakang fakultas. Tempat gudang-gudang, jorok dan kotor. Tiba-tiba motor kawanku mati.

“Ah.. damn” kataku.

Akhirnya aku harus berjalan sambil memegang kereta itu. Tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari salah 1 gudang.

“Ooh… ashh… oh..”

Dengan sedikit keberanian akhirnya aku mendapat celah untuk ngeten.

Oh.. ternyata nyokap sedang asyik dengan pak Djoko. Pak Djoko sedang asyik menjilati memek mama. Mereka berdua sudah bugil. Wah… payah mama gak bilang-bilang. Wajah mama penuh dengan keringat, teteknya juga basah ada bekas cupangan dilehernya. Tangan mama menjambak rambut dosenku. Dosenku amat bernafsu, lidahnya yang bermain di vagina mama membuat mama terus mendesah.

“Aakhhhhhhh..” desah mama ketika pak Djoko menghisap dengan kuat vagina mama.

Selanjutnya mama memegang batang zakar pak Djoko. Dengan cepat seluruh batang zakar pak Djoko masuk ke dalam mulut mama. Oh..nikmatnya. Isapan mama membuat pak Djoko merem sambil mengelus rambut mama. Setelah batang zakar pak Djoko basah, mama mengarahkan rudal dosenku itu ke dalam lubang memeknya.

“Oughhhh…” desah mama.

Penis pak Djoko masuk seluruhnya di vagina mama. Lalu pak Djoko memompanya.

“Aahkkk…. mas… ahhhhh….” begitulah desahan mama.

Pak Djoko memompa mama dengan cepat. Mata mama merem melek menikmati sodokan pak Djoko. Leher mama dibasahi dengan keringat kenikmatan. Setelah puas, mereka berganti posisi. Pak Djoko mendudukan badan mama diatas meja yang kotor. Tangan mama melilit di leher pak Djoko. Pak Djoko memasukan penisnya kembali.

“Ooh….” desah mama.

Sebelum menggoyangkan penisnya, pak Djoko berciuman dengan mama.

“Ohhhhh…. ahhhhh..” lagi mama berdesah.

Pak Djoko menggoyangkan dengan tempo yang lumayan cepat. Sekitar 25 x goyangan, pak Djoko memperlambat goyangannya, diciumnya mama dari jidat sampai leher yang telah basah. Lalu tangannya meremas tetek mama.

“Ouhhh… ohhhhha. shhhh.. ah…” desah mama.

“Aah…. mas aku… kelu..ar.. Ah….” kata mama untuk orgasme yang pertama.

Mama memeluk pak Djoko. Lalu pak Djoko menggendong mama dan menelungkupkannya di atas meja. Lalu diciuminya leher mama belakang sampai pada punggung mama yang basah. Tangan kanannya mengarahkan penisnya ke dalam lubang anus.

“Aakh….” teriak mama ketika penis hitam itu masuk ke dalam anus.

“Sak..it.. pak…” kata mama.

Kedua tangan pak Djoko memeluk mama. Pak Djoko yang tak menghiraukan mama memompa mama. Kayaknya mama semakin tak berdaya dengan pompaan pak Djoko, begitu juga aku yang tak tahan melihat adegan mereka berdua. Wajah mama yang merem melek dan rambutnya berantakan. Tangan pak Djoko dengan leluasa meraba mama, kadang diremasnya tetek mama. Mereka berdua seperti suami istri.

“Mas…. ak..u.. kl..luar…”

“Bentar… sayang…” kata pak Djoko.

Kulihat mama seperti menahan sesuatu.

“Sekarang sayang.” kata pak Djoko.

“Oohhhhhhhh…..” mama berdesah panjang.

Tangan pak Djoko menjambak rambut mama ketika mereka klimaks. Lalu lidah pak Djoko menjilati seluruh leher mama, lalu ia mencambut penisnya dari lubang anus mama.

“Kontol pak Djoko… enak aja dia main sama mama gak permisi sama gua…” gumamku.

Mama masih telungkup di atas meja. Pak Djoko bangkit dan memakai CD dan singlet, lalu dia menyalakan rokoknya sambil memandang ke arah mama, diselimutinya mama dengan kain jilbab mama. Mama keliatan sangat kecapaian. Bagaimana tidak, kemarin dia main sama pak Djoko, lalu aku dan Eno dirumah.

Tiba-tiba pintu yang depan yang ada didepan mama terbuka.

Oh… Mr Gulam ternyata.

“Sory.. Mr Djoko… saya tadi dipanggil pak rektor… wah.. mulus amet neeh… mamak-mamak bispak..” katanya.

Mr Gulam adalah guru dari Arab yang bekerja di fakultas bahasa, badan Mr Gulam yang berisi yang ditumbuhi bulu-bulu halus khas orang Arab, wajahnya yang sangar membuat orang takut, tapi sebenarnya Mr. Gulam baik. Tanpa basa-basi Mr Gulam langsung membuka bajunya. Badannya sispeck coy. Sepertinya mama belum mengetahui kedatangan Mr Gulam. Dia masih telungkup kecapaian. Wow…penis Mr Gulam panjang amet sekitar 21 cm dan diameter sekitar 5-6 cm. Mama masih telentang.

“Habis loh…” kata Mr Gulam.

Lalu Mr Gulam melempar kain yang menyelimuti mama. Mama masih diam dan tak tahu. Lalu tangan kanan hitam Mr Gulam mengelus paha mama dan diciuminya. Adegan itu berhenti ketika mama membalikkan badannya, tapi mama masih belum sadar. Lalu Mr Gulam naik ke atas meja dan meremas tetek mama sambil menjilati belahannya. Mama hanya menggelengkan kepalanya. Lalu bibirnya pindah ke mulut mamaku, dicipoknya dengan ganas. Mama tidak melakukan perlawanan dan sepertinya belum sadar. Sambil mencipok mama, tangannya menusuk vagina mama yang telah basah. Karena sudah tidak sabar, Mr Gulam langsung mengarahkan penisnya ke vagina mama. Sangking besarnya, Mr Gulam kesusahan memasukan penisnya. Dengan sedikit dorongan akhirnya masuk.

“Aakh..” desah mama yang masih terlentang tak sadarkan diri.

Lalu Mr Gulam memompanya dengan cepat sambil memukul pantat mama dengan tangan hitamnya itu. Mama masih diam tak sadarkan diri.

“Ha.. ha…” begitulah desahan nafas Mr Gulam.

Sepertinya vagina mama memang nikmat. Buktinya Mr Gulam sampai merem melek memompa mama dan keringat langsung mengucur di ronde pertama ini. Beberapa saat kemudian Mr Gulam menompa mama yang terlentang, penisnya masih berada di dalam vagina mama. Kemudian, dengan bantuan pak Djoko, Mr Gulam mendogy style mama. Mr Gulam kembali memasukan penisnya kembali tanpa kesusahan, sementara pak Djoko menikmati bibir mama dengan cara menciuminya dan tangannya meremas tetek mama.

Dup… dup… begitu suara pompaan Mr Gulam terhadap mama. Mama belum sadarkan diri.

“Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh..” teriak Mr Gulam.

Ternyata Mr Gulam menembakkan maninya di dalam memek mama. Lalu dikecupnya pantat mama yang berbercak merah bekas pukulan tangan Arabnya. Lalu pak Djoko menelentangkan mama di lantai kemudian dijilatinya tetek mama. Sementara Mr Gulam memakai baju kembali. Kemudian pak Djoko berhenti dan memakai pakaian dosennya kembali. Mama masih terlentang dengan keringat di sekujur tubuhnya. Lalu pak Djoko membangunkannya.

“Bangun bu…” katanya sambil mengecup bibirnya.

Kemudian mama memakai kembali jilbab, jaket fitnes dan celana pendek tanpa memakai BH di balik jaketnya dan CD di balik celananya. Kemudian pak Djoko menuntunnya keluar. Aku segera menaruh motor kawanku di lapangan basket. Beberapa saat setelah menaruh motor kawanku, mama datang. Di dalam mobil, mama bersikap biasa seperti tidak ada yang terjadi. Pelan-pelan kuraba paha mama.

“Sayang…” kata mama.

Lama-lama rabaanku ke arah vagina mama yang berada dibalik celana sportnya. Kucolok-colok dengan telunjukku. Lalu kucium, bau sperma.

“Ma kok bau sperma” tanyaku.

“Masak.. oh mungkin si pembantu gak benar bersihinnya..” kata mama mengelak.Jam 1-an, pak RT datang untuk meminta uang kebersihan dan mengurus perpanjangan ktp mama.

“Nak Andre.. mamanya ada..”

“Oh ada pak sebentar saya panggilkan” jawabku sambil menyuruhnya duduk di depan kasier.

Aku memanggil mama di lantai2. Aku melihat mama sedang asyik nonton film bokep yang ada di laptopku sambil tangannya mengelus selakangannya dari luar celana.

“Ma.. ada pak RT tuh di bawah mau ngurus perpanjangan ktp sama uang kebersihan.”

“Eh… kamu bikin kaget mama aja… Ndre main yuk.. dah 5 hari kita gak main..”

“Main aja sama pak RT tuh..”jawabku.

“Yang betul.. bolehkah..”

“Ya udah asal mama puas.. ntar malem baru sama Andre..”

“Tapi Andre harus liatin mama sama pak RT main ya sayang.” kata mama.

Aku hanya mengiakanya.

“Pak RT.. kata mama diatas aja..”

“Oh iya.”.

Lalu aku menyuruhnya duduk di bangku yang ada di samping kamar mama. Lalu mama keluar.

“Eh.. pak RT..” sapa mama.

Lalu aku masuk ke kamarku yang ada di pintu kamar mama. Karena diatas pintu kamarku ada ventilasi yang ditutupi kaca. Aku dapat meliha apa yang mereka lakukan. Pak RT yang berkumis tebal dan tangannya yang coklat yang sedikit di tumbuhi bulu tapi badannya bisa dibilang sedkit kurus. Setelah membayar uang kebersihan. Pak RT kembali memasukkan berkasnya ke dalam tasnya dan hendak pergi. Mama bersalaman dengan pak RT. Mama mengenggam erat tangan pak RT. Pak RT sepertinya sudah mengerti. Langsung saja dijatuhkanya tasnya dan tangan kanannya meraba kepala mama dari luar jilbabnya.

Mama melemparkan senyum nakal pada pak RT. Permainan pun di mulai. Pak RT langsung mengenggam kepala mama sambil mencipok bibir merah mama. Ciuman ganas pun terjadi. Ciuman ganas antara mama dengan pak RT sangat menggairahkan bagi siapa yang melihatnya. Pak RT menyandarkan tubuh mama ke didinding. Tangan kiri pak RT membuka jilbab mama, lalu tangan kanan mama membuka kaitan celana dinas pak RT. Secara bersamaan jilbab mama dan celana pak RT lepas. Rambut panjang hitam terurai. Lalu bibir pak RT turun ke leher. Dicium, dijilat dan dicupangnya leher mama. Mama menggelengkan kepalanya sambil berdesah kecil menikmati. Tangan kanan mama mengeluarkan kontol pak RT dari CD coklat. Mama mengocoknya pelan-pelan.

Pak RT semakin tidak tahan nampaknya. Tangan coklat pak RT membuka 1 per 1 kancing kemeja putih mama. Setelah kemejanya sudah terbuka kedua tangan pak RT langsung meremas tetek mama dari luar BH 36bnya. Lalu lidah pak RT bermain di pinggiran tetek mama. Tangan mama masih memegang dan sekali-kali mengocok titit pak RT dengan lembut. Setelah puas menjilati pinggiran tetek mama, pak RT tidak membuka BH mama melainkan membuka celana hitam mama. Wow… nampak bulu-bulu halus ditutupi CD yang juga berwarna putih. Lalu pak RT menelentangkan mama di lantai.

Mama menurut saja. Lalu tangan pak RT menarik BH mama ke bawah, dengan tarikan yang sangat kuat, copotlah BH mama. Tetek mama yang berwarna putih padat dan kenyal itu menyembul dengan ujung puting warna hitam kecoklatan.

“Kamu memang cantik Lisna… seharusnya dari dulu kita begini…” kata pak RT memuja mamaku.

Pak RT langsung melumat habis tetek mama. Mama sempat teriak lalu diiringi dengan desahan nafas yang tidak beraturan. Tetek mama dilumat sambil diremas sama pak RT. Nampaknya pak RT sudah lama tidak dijamah oleh istrinya yang kata orang sekitar selingkuh dengan adiknya pak RT. Wajah mama memerah sambil tetesan air dijidatnya. Setelah puas dengan tetek mama, pak RT menarik CD ke bawah, lalu dijilatnya jembut mama sampai pada lubang anus mama. Tangan sekali-kali menusuk vagina mama sambil lidahnya menjilati itil mama.

“Oh.. ah… akhhhhhh” desah mama sambil meremas teteknya.

Kulihat lidah pak RT sangat lincah bermain di vagina mama. Dihisapnya vagina mama yang telah basah. Setelah itu pak RT menyodorkan kontolnya ke mulut mama. Tangan mama mengocok dan mulut mama menjilati senjata pak RT yang hitam itu.

“Ooohhhg trus Lis… enak banget oh….” desah pak RT.

Kulihat mama sangat bernafsu mengoral penis pak RT. Lama kelamaan penis pak RT kelihatanya bertambah sedikit panjang. Setelah puas mengoral penis pak RT, mama langsung mengarahkan penis pak RT ke liang vaginanya.

“Pelan-pelan.. pak..” kata mama.

Dengan posisi mama terlentang, pak RT menggesekkan kepala penisnya ke mulut vagina mama yang telah basah.

“Oh…” desah mama ketika kepala penis hitam itu masuk ke memeknya.

“Ooh… akh….” teriak mama ketika seluruh batang zakar milik pak RT itu masuk seluruhnya di vagina.

Langsung saja pak RT menggoyangnya. Dengan tempo pompaan yang sedang, mama mendesah sambil menggelengkan wajahnya ke kanan-kiri. Cantik sekali wajah mama ketika dikentot. Melihat adegan itu, penisku tegang hingga keluar dari CDku. Pak RT keliahatannya semakin bernafsu. Dengan gaya doggy style, dipompanya mama dengan sekuat tenaga. Mama hanya bisa mendesah. Tetek mama bergoyang-goyang yang semakin membuat nafsuku bangkit.

“Entar malem bakal habis neeh sih mami gua pompa hingga KO” pikirku.

Badan mama sudah penuh dengan keringat.

“Pak… su..dah… mao… kluar neh.. oh..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mama teriak dan pak RT menghentikan goyangannya tanda mama mencapai orgasme. Mereka kembali ganti posisi. Pak RT duduk di bangku lalu mama naik di atas paha pak RT. Pak RT kembali memasukan rudalnya ke vagina mama.

“Oooh…” desah mama.

Dengan posisi seperti itu pak RT dengan bebas meraba tetek mama sambil lidahnya menjilati leher mama. Mama mencium bibir pak RT. Pak RT pun membalas dengan ciuman. Kulihat goyangannya tidak terlalu cepat. Beberapa saat kemudian.

“Pak kluar lagi neeh.. ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” kata mama diiringi dengan orgasmenya yang kedua.

Dengan posisi pak RT yang masih duduk, mama mengoral penis pak RT. Dikocoknya penis pak RT dengan teteknya.

“Ooh… ah… Lis.. ah..” desah pak RT ketika menembakkan sperma di pipi mama.

Lalu mama menimpa pak RT yang sedang duduk.

“Permainan yang hebat… ah..” kata pak RT.

“Ya… kapan-kapan kita main lagi ya.”

“Iya deh Lis.. seharusnya dari dulu kita begini… istriku sudah jarang melayaniku dan tidak seenak ini..”

“Ooh…” jawab mama.

Lalu pak RT kembali memakai bajunya dan dibantu sama mama. Mama masih bertelanjang bulat.

“Lis… main lah ke kantor saya.. kita main disana….ya…”

“Ya deh pak RT..” kata mamaku.

Lalu pak RT turun pulang. Setelah melihat pak RT sudah turun. Mama langsung masuk ke kamraku.

“Enak ya mah..”

“Enak dong..” kata mama.

Mama langsung menarik celanaku.

“Ayo ma dah gak tahan..” kataku.

Mama langsung mengemut penisku. Wah..enak banget rasanya. Mama mengemut penisku layaknya es krim. Karena sudah tak tahan kutembakan saja maniku di mulut mama.

“Uh… enak banget manimu…” kata mama yang mempercayai bahwa mani itu bikin awet muda cewek.

Jam 4 aku mandi bersama mama. Keesokan harinya, aku dirumah sendirian. Karena gak ada kerjaan aku ke ruko. Aku melihat mobil pak Djoko, dosenku terpakir di depannya.

Pagi itu suasana memang tampak sepi. Hanya 3 orang pelanggan dirukoku. Aku naik ke lantai 2. Lalu aku mengintip dari celah rahasiaku. Kamar mama berantakan, baju mama berserakan dilantai. Pak Djoko sedang memilih baju untuk mama. Setelah 15 menit memilih pakaian, Pak Djoko menyuruh mama memakai jubah hijau tanpa BH dan jilbab hijau muda. Mama juga tidak memakai CD.

“Dah cantik.. ayo kita pergi..” kata pak Djoko sambil memeluk tubuh ibuku.

Pak Djoko sempat berciuman sebelum turun. Seperti dugaanku, tonjolan mama tidak terlalu nampak karena jubahnya agak tebal. Mereka juga tidak tahu ada aku. Kuikuti kemana mereka. Dengan mobil civicnya, pak Djoko membawa ibuku ke gedung basket kampusku. Keadaannya sangat sepi. Tidak ada satpam, petugas kebersihan dan semacamnya diarea itu. Setelah menyembunyikan keretaku di halaman, aku bergegas masuk. Aku bersembunyi ditumpukan bangku disamping pintu belakang. Hanya ada mama dan pak Djoko ditengah lapangan. Pak Djoko membasahi vagina mama dengan sebuah cairan yang aku tidak tahu. Beberapa saat kemudian terdengar suara mesin mobil pak rektor.

“Ayo rapikan bajunya, pak Luhmin datang bersama penjabatnya…” kata pak Djoko.

Pak Djoko langsung menuju pintu membukakan pintu pak Luhmin sang rektor, pak Luhmin yang berumur 57 tahun, tinggi tegap layaknya tentara dan mempunyai ukuran penis sekitar 22 cm diameter 5 cm. Mama sibuk merapikan pakaiannya dan berdiri pas ditengah lap basket. Lalu pak Luhmin dan pak Andi, kaki tangannya masuk. Pak Andi berbadan gelap, tegap, dia berpangkat mayor.

Mereka bertiga menghampiri mama ditengah lapangan.

“Ini pak rektor dan pak mayor… perkenalkan diri nona..” kata pak Djoko.

Dengan tenang mama memperkenalkan dirinya.

“Saya Akmal Lisna.. panggil saja saya nona..” kata mama.

“Saya pak Luhmin.. panggil saja mas Min… saya rektor disini..” kata pak Luhmin sambil bersalaman dengan mama.

“Saya Mayor Andi.. panggil saja Mayor..” kata Andi.

Wajah pak Andi berbinar-binar memandangi mama yang berdiri dihadapannya. Mamaku sungguh cantik. Lalu mama duduk dilingkari oleh pak Luhmin, Andi dan Djoko. Pak luhmin duduk pas di depan mama, mama sedikit malu.

“Non.. sudah menikah.. umur berapa..”

“Sudah pak.. saya punya 1 anak.. jarang dirumah.. umur saya 48 tahun..” jawab mama.

“Huh panas ya mas..” goda mama sambil mengipasi lehernya yang tertutup jilbab dengan tangannya.

Pak Luhmin mendekati tubuh mama.

“Nona manis..” kata pak Luhmin sambil memegang kedua tangan mama, badanya semakin dekat.

“Non..” katanya lagi.

Dia mulai menyorong pelan badan mama untuk tidur dilantai. Dan cupphhh… Luhmin berciuman dengan mama. Badan mama sudah terlentang dilantai dengan mulut yang melekat pada bibir Luhmin. Tangan pak Rektor itu langsung meremas tetek mama dari luar jubahnya. Sementara Andi berusaha melepas pakaiannya semua, pak Djoko merekam aksi rektor berciuman dengan mama. Tangan mama berhasil membuka celana hitam Luhmin, dikocoknya pelan penis yang panjang itu. Setelah Andi bertelanjang bulat, Luhmin langsung menarik keatas jubah hijau itu, nampaklah tetek mama yang montok itu dan vaginanya yang tertutup bulu-bulu halus.

“Aakh..” desah mama ketika bibir Luhmin mengulum puting susunya.

Lalu dari kanan, Andy mencium bibir mama. Mama yang hanya memakai jilbab, berhasil meraih penis Andy. Kemudian mama menggulum penis Andy yang berukuran normal. Luhmin semakin bernafsu setelah mencupang tetek mama, kini lidahnya membasahi bulu vagina mama.

“Wangi sekali vaginamu Lis..” katanya sambil lidahnya menusuk-nusuk memek ibu.

Dengan lahapnya ia menaik turunkan lidahnya, mama mengenjang sambil tangan dan mulutnya bermain di penis Andy.

“Oough.. nikmat.. nona Akmal… ough..” kata Andi berulang-ulang.

Kulihat penis rektor tegang dengan sendirinya. Lalu Luhim memasukkan tiga jarinya ke vagina mama.

“Oough…” desah mama menghentikan kocokannya dan memejamkan matanya.

Lalu pak Luhmin mengocokkan vagina mama dengan ketiga jarinya. Kocokan Luhmin membuat mama tak berdaya. Beberapa kali mama menghentikan kuluman mulutnya dari penis Andy.

“Oough.. pak.. aku.. keluar..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mengucur air dari vagina mama. Setelah itu mereka berganti posisi. Mama merubah posisinya. Mama berada diatas pak rektor. Lalu pak rektor menancapkan penisnya ke dalam memek mama.

“Oough.. pelan pak.. oh.. akh…” kata mama.

Setelah masuk seluruhnya, pak Luhmin mulai memompanya dengan penuh semangat. Mamaku terus memejamkan matanya. Tiba-tiba Andy bangkit, dia menahan gerakan kepala ibuku yang tertutup jilbab dan mengecup bibirnya.

Setelah itu, lidahnya bermain dipunggung mama hingga pas dianus mama.

“Pak..oh…kelu.a..pak..” kata mama.

Mama menjerit panjang. Setelah itu, gantian kini Andy menancapkan penisnya yang berukaran 18 cm itu ke dalam liang mama. Posisinya kini mama dipangku oleh Andy. Mama kembali mendesah. Andy memompa mama sambil menciumi leher mama dari balik jilbabnya. Pak Luhmin menancapkan penisnya dimulut mama. Kemudian mama menggulumnya. Wajah pak Andy dan Luhmin berbinar-binar menikmati alat seks mama yang masih seret. Keringat terus mengucur dari badan mama, Andy dan pak Luhmin. Jilbab mama juga sudah sangat basah. Setelah pompaan Andy, kini mama kembali mengganti posisi. Mama dengan posisi terlentang diatas Andy. Kemudian Luhmin menbuka kaitan jilbabnya, terurailah rambut panjang mama.

“Kamu semakin cantik nona Akmal..” kata pak Luhmin.

Kemudian kontol Luhmin menancap pas di vagina mama.

“Oouh… trus.. pak.. trus.. ough.” desah mama.

Lalu Andy meremas payudara mama dan menjilati kuping mama. Sementara pak Djoko, sang cameramen mereka adegan itu sambil meraba penisnya. Pak Luhmin semakin mempercepat gerakannya. Mama pun semakin mendesah cepat.

“Pak.. ough.. ouh.. akhhhhh…” desah mama orgasme kedua kalinya.

PAk Luhmin menyorong penisnya dalam-dalam di vagina mama. Lalu Andy menancapkan kontolnya di anus mama.

“Ooh… pak… sakit.. oh..” desah mama.

Lalu andy menggoyang pelan diiringi oleh pak Luhmin. Mama terus memejamkan matanya. Keringat terus mengucur. Badan mereka bertiga telah basah. Pak luhmin menggoyang agak cepat. Mama terus mendesah dan memejamkan matanya. Tangan pak Luhmin memeluk erat pinggang mama. Pak Andy menggoyangkan dengan cepat. Mama semakin memejamkan matanya. Pak Andy mencabut kontolnya dan menyemprotkan maninya di punggung mama. Mama menjatuhkan kepalanya didada pak Luhmin. Nafas mama tak beraturan. Pak Luhmin mengelus lembut kepala mama. Setelah itu ia kembali memompa mama. Pak Luhmin terus menahan kepala mama di dadanya. Goyangan yang bisa dibilang lambat itu membuat pak Djoko semakin tak tahan.

Diserahkanya kemera kepada Andy, lalu mama disuruhnya menggulumnya. Pak Luhmin langsung melepaskan pelukannya. Mulut mama langsung bermain dengan penis pak Djoko. Nikmat sekali kayaknya. Ternyata pak Djoko langsung menyemprotkan maninya dimulut mama croot.. croot…

Beberapa tetes maninya keluar dari mulut mama. Setelah itu, pak Djoko kembali membenamkan kepala mama didadanya.

“Aakh… pak.. saya.. gak.. tahan.. lagi.. nih.. shssh” kata mama.

Pak Djoko mempercepat gerakanya.

“Aakh.. oh.. pak.” desah mama.

Beberapa saat kemudian mama mendesah panjang.

“Aakhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. pak…” desah mama.

Pak Djoko juga menyemprotkan benih-benihnya di dalam vagina. Terlihat 2 tetes mani keluar dari sela-sela vagina mama. Kemudian pak Djoko menelentangkan badan mama dilantai. Setelah mencabut penisnya dari vagina mama, diselimutinya badan mama dengan jilbab hijau muda mama. Pak Djoko bergabung dengan pak Andy dan Joko yang asyik memandangi mama yang kecapaian dengan sebatang rokok. 5 menit kemudian,

“Ko.. ambil tas dibagasi mobil saya..” kata pak Luhmin menyuruh pak Djoko.

Pak djoko kembali dengan membawa tas.

“Kita mandiin dulu di belakang..” kata pak Andy.

Lalu pak Djoko mengeluarkan semua isi tasnya yang berisi handuk, BH, CD dan jubah putih yang indah. Kemudian pak Luhmin mendekati mama. Lalu pak Luhmin menggendong mama ke ruang ganti. Dengan sangat hati-hati aku mengikuti mereka.

“Cerrrrr..” suara air shower.

Pak Djoko mendudukan mama di sebuah bangku. Pak Andy menyiram badan mama. Sedangkan pak Djoko menyabuninya. Mama sadar dan hanya diam saja. Pak Djoko menyabuni memek dan tetek mama. Setelah mandi. Mama disuruh duduk dan diam oleh pak Luhmin. Lalu tangan pak Luhmin memakaikan BH dan CD mama. Setelah itu mama memakai jubahnya sendiri. Melihat mereka bergegas. Aku langsung keluar. Mama diantar naik mobil civic pak Luhmin. Pak Djoko juga ikut. Kuikuti dari belakang. Sampai dirumah aku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Malamnya aku tidur disamping mama. Aku sempat mengobok-obok vagina mama dengan jariku. Rasanya makin asin aja. Mungkin karena sperma pak Luhmin tadi.

“Ma..”

“Apa sayang..” jawab mama.

“Mama sebenernya bisa punya anak lagi gak sih..” tanyaku.

“Mama udah periksa ke dokter… katanya kalau spermanya cocok dengan rahim mama ya mama hamil donk..” jawab mama.

“Sperma aku bisa gak ma..”

“Gak bisa dong.. spermamu kan sperma muda… masih segar..” jawab mama.

Lalu tanganku meremas tetek mama dari balik kimino mama.

“Jangan sekarang..mama capek nak..” jawab mama.

Semenjak kejadian itu, aku selalu tidur disamping mama. Kadang kami bermain sampai lupa waktu dan mandi bersama. Seminggu setelah kejadian itu, aku dan Eno memperkenalkan mama dengan dosen kami, sebutlah pak Djoko. Kami menyuruh mama berdandan yang cantik. Di dalam perjalanan ke kampus, Eno menyuruh mama sedikit gatal karna ini jumat sore, tak ada yang kuliah jadi sepi banget. Sampai di kampus, kami parkir di depan ruang dosen, benar dugaan kami sepi sekali, hanya ada pak Djoko di ruangan itu.

Aku memperkenalkan mama dengan pak Djoko.

“Pak ini mama saya..” kataku sambil mama tersenyum.

Wajah pak Djoko yang killer diiringi dengan tangannya yang dipenuhi bulu lebat. Pak Djoko mempersilakan mamaku duduk dan aku disuruh tunggu diluar dan menutup pintu kantor. Aku dan Eno ngintip dari jendela dengan sangat hati-hati. Wajah pak Djoko dan mama saling berhadapan. Aku tidak dapat mendengar jelas perkataan mereka. Kulihat pak djoko menerawangi badan mama yang memakai jilbab sebahu, baju tangan panjang dan rok jeans sebetis. Kulihat mama merubah posisi duduknya, sekarang mereka duduk bersebelahan. Mama mendekatkan badannya. Sepertinya pak Djoko sudah masuk perangkap, dia mencoba mengelus tangan mamaku, mama tidak melakukan perlawanan.

“Jangan disini gak aman..” kata mama.

“Tunggu saya dilantai 2 kelasnya Andre” kata pak Djoko.

“Duluan bu, saya cari kuncinya dulu” tambahnya.

Mama langsung keluar dari ruangan guru. Aku dan Eno menyamperi mama.

“Bagus ma, mama memang cantik deh,” pujiku.

“Tan, puasin aja tuh dosen, biar mukanya seger dikit” kata Eno.

Lalu kudengar suara kaki pak Djoko. Aku dan Eno berlari menuju tangga di ujung. Kulihat pak Djoko datang dengan gagah.

Cetek.. pintu terbuka dan mama disuruh masuk duluan.

Pak Djoko mengamati sekitarnya, setelah dirasanya aman dia pun masuk. Aku dan Eno menuju ke depan pintu. Kami ambil kursi lalu kami manjat dan ngintip dari lubang angin. Kulihat pak Djoko melepaskan kemejanya dan mama duduk dihadanpanya sambil meremas payudaranya. Lalu pak Djoko yang hanya tinggal singlet dan kolor putih mendekati mama yang berpakaian lengkap. Lalu mereka berciuman, kulihat lidah pak Djoko bermain di mulut mama. Tangan pak Djoko menarik jilbab mama dan menarik resleting baju mama yang ada di blakang. Pak Djoko begitu agresif, dengan sekejap baju dan BH hitam mama telah tidak berada di tempatnya lagi. Kemudian lidah dan tangannya bermain di payudara mama yang kenyal. Diremas dan diplintirnya tetek mama. Sedangkan mama meraba penis pak Djoko dari luar CD karena permainan pak Djoko yang sangat agresif.

Sembari lidah pak Djoko bermain di tetek mama, tangan pak Djoko membuka kaitan rok mama. Dilemparnya rok mama, kemudian ditusuknya vagina mama dari luar CD biru gelap itu. Lalu diduduknya mama di atas meja dan ditarinya CD mama. Tanpa basa-basi langsung dijilatinya memek mama dengan penuh nafsu. Dihisapnya sambil tangannya menusuk-nusuk vagina mama. Sedangkan mama menikmatinya sambil meremas teteknya. Kulihat jelas badan mama yang berkeringat nikmat karena dicumbu dosen killerku.

“Oh.. akh.” kata itu yang kluar dari mulut mama.

Oh.. akh… ih… tiba-tiba tubuh mama mengenjang, ternyata mama orgasme. Lalu, dosen itu menelentangkan mama di atas meja. Dicopotnya kolornya, penis hitam panjang ditumbuhi bulu lebat kriting mengacung di depan muka mama. Lalu mama menggenggam kontol itu dan dijilatnya kepala kontol itu. Mama menyepong kontol itu dengan penuh gairah. Melihat permainan panas itu nafsuku bangkit. Kontolku yang juga menegang rasanya ingin keluar dari sarangnya, kulihat Eno telah meraba kontolnya dari tadi.

“Ooh…” desah pak Djoko.

Mata pak Djoko merem melek menikmati isapan mulut mama. Mama trus menjilati kontol dosenku, dikocoknya, diisap dan dijilatinya seperti menjilat ice cream. Setelah puas dijilati mama, dosen itu siap untuk mencumbu.

“Pelan-pelan pak dosen… akh..” kata mamaku.

Kontol pak Djoko yang telah dilapisi kondom itu menempel di mulut vagina mama.

“Oh. akh……” desah mama ketika kontol hitam itu menembus liang peranakannya.

Di pompanya mama sambil tangannya meremas pantat mama. Dipukulnya pantat mama sekali. Kulihat mama merem melek menikmati pompaan pak Djoko sambil desahan kecil keluar dari mulutnya.

“Oh… akh.. ih.. ohhhhh”.

Kontolku yang juga ingin menyalurkan hasratnya, trus ku genggam. Kulihat Eno sudah tidak memakai celana lagi, dia juga memegang kontolnya sambil mengocoknya.

“Nyak lu memang top… the old white’s bitch abizzz..” bisiknya.

Aku juga terpana melihat keindahan tubuh nyokap diusianya yang menginjak 50 tahun. Kemudian dosen killer itu merubah posisinya, didudukannya mama di atas pahanya. Ia kembali memompa,

“Ooh… akh… pak… akh..” desah mama.

Pak Djoko memompa mama dengan penuh nafsu sambil tangannya yang meremas pantat mama, mulut bermain di payudara mama dan sesekali mencium bibir mama. Badan mama basah kuyup, rambut panjang sebahu itu berantakan. Mama bagaikan bidadari sex yang luar biasa.

“Pak… oh.. sa..ya.. kluar.. akhhhhhhh” kata mama diiringi dengan teriakan.

Lalu pak Djoko memeluk mama. Di nunggingkannya pantat mama.

“Ayolah… sedikit lagi…” katanya pada mama.

Kulihat nafas mama yang tidak beraturan, ia kembali melayani pak Djoko dengan penuh nafsu. Dengan gaya doggy style, mama memegang meja sambil kembali melayani pak Djoko. Kulihat mama memaju-mundurkan pantatnya, teteknya turut bergoyang sesuai irama tubuhnya. Pak Djoko memompa dengan sekuat tenaga.

“Oh….. yes.. ah..” desah mamaku.

“Oh… akh..” desah mama lagi ketika pak Djoko mengeluar masukan kontolnya dari vagina mama.

Tiba-tiba pak Djoko mengeluarkan kontolnya dan membuang kondom yang melekat di kontolnya. Mama langsung memutar tubuhnya dan tangannya mengocok telur pak Djoko.

“Aakh… nik..mat.. bu.. oh.” kata pak Djoko sesaat setelah menyemprotkan maninya di mulut mama.

Semua sperma pak Djoko ditelan mama. Kemudian mama dan dosenku duduk

di lantai.

“Permainan yang nikmat.. sungguh nikmat..” kata pak Djoko.

“Besok-besok datang lagi bu… kalau bisa Rabu sore.. keadaannya seperti ini juga sepi.. ntar saya ajak dosen yang lain” katanya.

“Baik pak dosen” jawab mamaku dengan kalem.

Kontolku masih tegang berdiri. Kulihat mama masih terlentang, sedangkan pak Djoko sudah berpakaian lengkap. Lalu pak DJoko mengambil pakaian mama 1 per 1 dan dibantunya mama memakai pakaiannya. Tapi, ada sedikit keanehan, mama tidak memakai BH dan CD lagi, jadi hanya luarnya menutupi. Lalu aku dan Eno menunggu di mobil.

“Wah, Tante keren banget permainannya..” kata Eno.

Di mobil dalam perjalan pulang, tanganku dan tangan Eno dengan bebas meraba mama. Mama tidak keberatan melepas baju lengan panjangnya. Dia kini tinggal jilbab dan rok jeansnya. Eno meraba teteknya dan memeknya dari kolong jeansnya. Sampai digarasi mobil, nyokap kembali memakai pakaiannya. Lalu masuk ke kamarnya. Ketika hendak mengantarkan Eno pulang, mama manggil aku dan Eno dari dalam kamarnya. Aku dan Eno masuk ke kamar mama.

Di dalam, badan mama sudah dililit handuk.

“Ayo. Kawanin mama mandi donk honey..” aku dan Eno langsung membuka pakaian kami.

Mama sudah menunggu di depan pintu kamar mandi. Lalu mama masuk dan melempar handuknya keluar.

“Ayo.. masuk.. tunggu apa…” kami langsung masuk.

Kulihat di bathup mama sudah terbenam dalam air busa. Lalu aku duluan masuk baru Eno. Kami sabuni mama sambil merasakan halusnya tubuh mama. Tangan mama juga menyambuni kontol kami sambil mengurutnya. Lalu, tanganku menyabuni bulu memek mama sambil menusuk-nusuk ke lubangnya. Sementara Eno menusuk lubang anus mama.

“Aakh… kalian nakal deh..” kata mama.

Lama kelamaan, kami mengoral mama. Mama hanya mendesah kecil. Lalu Eno mengarahkan kontolnya ke anus mama. Aku juga mengarahkan kontolku ke vagina mama. Secara bersamaan kami memasukannya.

“Aakh… sa..kit.. akh.. le..paskan. oh..” teriaknya ketika kontolku dan kontol Eno bergoyang.

Aku pompa tititku mengimbangi goyangan Eno. Kulihat mama trus memeramkan matanya sambil mulutnya mendesah. Lama kelamaan Eno bergoyang semakin cepat, semakin cepat pula goyanganku.

“Aahhhhhhhhhh… ohhhhhhh.. akh………” desah mama panjang sambil membuka matanya sekali-kali.

Eno menjambak rambut nyokap. Lama kelaaman Mama orgasme begitu pula aku. Aku tembakan spermaku di perut mama. Eno istirahat sebentar. Lalu Eno mencabut penisnya dari anus mama. Kulihat ada sedikit darah dipenis Eno. Lalu Eno mendudukan mama di samping bathup dan menaruh penisnya di belahan tetek mama. Lalu dikocoknya dengan tetek mama.

“Oh…” kata Eno.

Aku duduk di lantai sambil melihat kocokan Eno di tetek mama. Lalu Eno tembakan maninya di leher mama. Mama langsung ditelentangkannya di bathup. Eno bilang darah yang keluar dari anus mama itu karena anusnya jarang dikentot masih sempit. Lalu, kami siram mama dengan air hangat. Mama bilang dia sangat senang dengan permainan kami. Lalu dia bilangg papa masih gak bisa pulang selama 3 bulan ke depan karena belum bisa cuti.

“Kan gak papa gak ada papa.. kan ada Andre dan Eno yang servis mama.. belum lagi dosen dan kawan-kawan Eno ntar Eno suruh layanin dech..” kataku.

Mama hanya senyum mendengarkanya. Lalu aku ngantar Eno pulang. Besok paginya hari Sabtu. Hari itu aku ada janji main basket, sedangkan mama hendak pergi ke fitnes. Karena aku males bawa mobil, mama mengantarkanku ke kampus.

“Entar jemput ya mah..”

“Ia sayang…” jawab mama sambil tersenyum.

Lalu aku menuju lapangan basket. Karena menunggu kawan-kawanku datang. Iseng-iseng aku jalan-jalan naik sepeda motor kawanku. Aku berkeliling kampus. Tiba-tiba aku mendapat sms dari 4 orang kawanku dia gak datang.

“Aah.. sial neeh..” gumamku.

Karena jalan menuju ke lapangan basket lagi macet dipenuhi mobil yang lagi parkir. Aku melewati jalan pintas yaitu dari belakang fakultas. Tempat gudang-gudang, jorok dan kotor. Tiba-tiba motor kawanku mati.

“Ah.. damn” kataku.

Akhirnya aku harus berjalan sambil memegang kereta itu. Tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari salah 1 gudang.

“Ooh… ashh… oh..”

Dengan sedikit keberanian akhirnya aku mendapat celah untuk ngeten.

Oh.. ternyata nyokap sedang asyik dengan pak Djoko. Pak Djoko sedang asyik menjilati memek mama. Mereka berdua sudah bugil. Wah… payah mama gak bilang-bilang. Wajah mama penuh dengan keringat, teteknya juga basah ada bekas cupangan dilehernya. Tangan mama menjambak rambut dosenku. Dosenku amat bernafsu, lidahnya yang bermain di vagina mama membuat mama terus mendesah.

“Aakhhhhhhh..” desah mama ketika pak Djoko menghisap dengan kuat vagina mama.

Selanjutnya mama memegang batang zakar pak Djoko. Dengan cepat seluruh batang zakar pak Djoko masuk ke dalam mulut mama. Oh..nikmatnya. Isapan mama membuat pak Djoko merem sambil mengelus rambut mama. Setelah batang zakar pak Djoko basah, mama mengarahkan rudal dosenku itu ke dalam lubang memeknya.

“Oughhhh…” desah mama.

Penis pak Djoko masuk seluruhnya di vagina mama. Lalu pak Djoko memompanya.

“Aahkkk…. mas… ahhhhh….” begitulah desahan mama.

Pak Djoko memompa mama dengan cepat. Mata mama merem melek menikmati sodokan pak Djoko. Leher mama dibasahi dengan keringat kenikmatan. Setelah puas, mereka berganti posisi. Pak Djoko mendudukan badan mama diatas meja yang kotor. Tangan mama melilit di leher pak Djoko. Pak Djoko memasukan penisnya kembali.

“Ooh….” desah mama.

Sebelum menggoyangkan penisnya, pak Djoko berciuman dengan mama.

“Ohhhhh…. ahhhhh..” lagi mama berdesah.

Pak Djoko menggoyangkan dengan tempo yang lumayan cepat. Sekitar 25 x goyangan, pak Djoko memperlambat goyangannya, diciumnya mama dari jidat sampai leher yang telah basah. Lalu tangannya meremas tetek mama.

“Ouhhh… ohhhhha. shhhh.. ah…” desah mama.

“Aah…. mas aku… kelu..ar.. Ah….” kata mama untuk orgasme yang pertama.

Mama memeluk pak Djoko. Lalu pak Djoko menggendong mama dan menelungkupkannya di atas meja. Lalu diciuminya leher mama belakang sampai pada punggung mama yang basah. Tangan kanannya mengarahkan penisnya ke dalam lubang anus.

“Aakh….” teriak mama ketika penis hitam itu masuk ke dalam anus.

“Sak..it.. pak…” kata mama.

Kedua tangan pak Djoko memeluk mama. Pak Djoko yang tak menghiraukan mama memompa mama. Kayaknya mama semakin tak berdaya dengan pompaan pak Djoko, begitu juga aku yang tak tahan melihat adegan mereka berdua. Wajah mama yang merem melek dan rambutnya berantakan. Tangan pak Djoko dengan leluasa meraba mama, kadang diremasnya tetek mama. Mereka berdua seperti suami istri.

“Mas…. ak..u.. kl..luar…”

“Bentar… sayang…” kata pak Djoko.

Kulihat mama seperti menahan sesuatu.

“Sekarang sayang.” kata pak Djoko.

“Oohhhhhhhh…..” mama berdesah panjang.

Tangan pak Djoko menjambak rambut mama ketika mereka klimaks. Lalu lidah pak Djoko menjilati seluruh leher mama, lalu ia mencambut penisnya dari lubang anus mama.

“Kontol pak Djoko… enak aja dia main sama mama gak permisi sama gua…” gumamku.

Mama masih telungkup di atas meja. Pak Djoko bangkit dan memakai CD dan singlet, lalu dia menyalakan rokoknya sambil memandang ke arah mama, diselimutinya mama dengan kain jilbab mama. Mama keliatan sangat kecapaian. Bagaimana tidak, kemarin dia main sama pak Djoko, lalu aku dan Eno dirumah.

Tiba-tiba pintu yang depan yang ada didepan mama terbuka.

Oh… Mr Gulam ternyata.

“Sory.. Mr Djoko… saya tadi dipanggil pak rektor… wah.. mulus amet neeh… mamak-mamak bispak..” katanya.

Mr Gulam adalah guru dari Arab yang bekerja di fakultas bahasa, badan Mr Gulam yang berisi yang ditumbuhi bulu-bulu halus khas orang Arab, wajahnya yang sangar membuat orang takut, tapi sebenarnya Mr. Gulam baik. Tanpa basa-basi Mr Gulam langsung membuka bajunya. Badannya sispeck coy. Sepertinya mama belum mengetahui kedatangan Mr Gulam. Dia masih telungkup kecapaian. Wow…penis Mr Gulam panjang amet sekitar 21 cm dan diameter sekitar 5-6 cm. Mama masih telentang.

“Habis loh…” kata Mr Gulam.

Lalu Mr Gulam melempar kain yang menyelimuti mama. Mama masih diam dan tak tahu. Lalu tangan kanan hitam Mr Gulam mengelus paha mama dan diciuminya. Adegan itu berhenti ketika mama membalikkan badannya, tapi mama masih belum sadar. Lalu Mr Gulam naik ke atas meja dan meremas tetek mama sambil menjilati belahannya. Mama hanya menggelengkan kepalanya. Lalu bibirnya pindah ke mulut mamaku, dicipoknya dengan ganas. Mama tidak melakukan perlawanan dan sepertinya belum sadar. Sambil mencipok mama, tangannya menusuk vagina mama yang telah basah. Karena sudah tidak sabar, Mr Gulam langsung mengarahkan penisnya ke vagina mama. Sangking besarnya, Mr Gulam kesusahan memasukan penisnya. Dengan sedikit dorongan akhirnya masuk.

“Aakh..” desah mama yang masih terlentang tak sadarkan diri.

Lalu Mr Gulam memompanya dengan cepat sambil memukul pantat mama dengan tangan hitamnya itu. Mama masih diam tak sadarkan diri.

“Ha.. ha…” begitulah desahan nafas Mr Gulam.

Sepertinya vagina mama memang nikmat. Buktinya Mr Gulam sampai merem melek memompa mama dan keringat langsung mengucur di ronde pertama ini. Beberapa saat kemudian Mr Gulam menompa mama yang terlentang, penisnya masih berada di dalam vagina mama. Kemudian, dengan bantuan pak Djoko, Mr Gulam mendogy style mama. Mr Gulam kembali memasukan penisnya kembali tanpa kesusahan, sementara pak Djoko menikmati bibir mama dengan cara menciuminya dan tangannya meremas tetek mama.

Dup… dup… begitu suara pompaan Mr Gulam terhadap mama. Mama belum sadarkan diri.

“Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh..” teriak Mr Gulam.

Ternyata Mr Gulam menembakkan maninya di dalam memek mama. Lalu dikecupnya pantat mama yang berbercak merah bekas pukulan tangan Arabnya. Lalu pak Djoko menelentangkan mama di lantai kemudian dijilatinya tetek mama. Sementara Mr Gulam memakai baju kembali. Kemudian pak Djoko berhenti dan memakai pakaian dosennya kembali. Mama masih terlentang dengan keringat di sekujur tubuhnya. Lalu pak Djoko membangunkannya.

“Bangun bu…” katanya sambil mengecup bibirnya.

Kemudian mama memakai kembali jilbab, jaket fitnes dan celana pendek tanpa memakai BH di balik jaketnya dan CD di balik celananya. Kemudian pak Djoko menuntunnya keluar. Aku segera menaruh motor kawanku di lapangan basket. Beberapa saat setelah menaruh motor kawanku, mama datang. Di dalam mobil, mama bersikap biasa seperti tidak ada yang terjadi. Pelan-pelan kuraba paha mama.

“Sayang…” kata mama.

Lama-lama rabaanku ke arah vagina mama yang berada dibalik celana sportnya. Kucolok-colok dengan telunjukku. Lalu kucium, bau sperma.

“Ma kok bau sperma” tanyaku.

“Masak.. oh mungkin si pembantu gak benar bersihinnya..” kata mama mengelak.

Jam 1-an, pak RT datang untuk meminta uang kebersihan dan mengurus perpanjangan ktp mama.

“Nak Andre.. mamanya ada..”

“Oh ada pak sebentar saya panggilkan” jawabku sambil menyuruhnya duduk di depan kasier.

Aku memanggil mama di lantai2. Aku melihat mama sedang asyik nonton film bokep yang ada di laptopku sambil tangannya mengelus selakangannya dari luar celana.

“Ma.. ada pak RT tuh di bawah mau ngurus perpanjangan ktp sama uang kebersihan.”

“Eh… kamu bikin kaget mama aja… Ndre main yuk.. dah 5 hari kita gak main..”

“Main aja sama pak RT tuh..”jawabku.

“Yang betul.. bolehkah..”

“Ya udah asal mama puas.. ntar malem baru sama Andre..”

“Tapi Andre harus liatin mama sama pak RT main ya sayang.” kata mama.

Aku hanya mengiakanya.

“Pak RT.. kata mama diatas aja..”

“Oh iya.”.

Lalu aku menyuruhnya duduk di bangku yang ada di samping kamar mama. Lalu mama keluar.

“Eh.. pak RT..” sapa mama.

Lalu aku masuk ke kamarku yang ada di pintu kamar mama. Karena diatas pintu kamarku ada ventilasi yang ditutupi kaca. Aku dapat meliha apa yang mereka lakukan. Pak RT yang berkumis tebal dan tangannya yang coklat yang sedikit di tumbuhi bulu tapi badannya bisa dibilang sedkit kurus. Setelah membayar uang kebersihan. Pak RT kembali memasukkan berkasnya ke dalam tasnya dan hendak pergi. Mama bersalaman dengan pak RT. Mama mengenggam erat tangan pak RT. Pak RT sepertinya sudah mengerti. Langsung saja dijatuhkanya tasnya dan tangan kanannya meraba kepala mama dari luar jilbabnya.

Mama melemparkan senyum nakal pada pak RT. Permainan pun di mulai. Pak RT langsung mengenggam kepala mama sambil mencipok bibir merah mama. Ciuman ganas pun terjadi. Ciuman ganas antara mama dengan pak RT sangat menggairahkan bagi siapa yang melihatnya. Pak RT menyandarkan tubuh mama ke didinding. Tangan kiri pak RT membuka jilbab mama, lalu tangan kanan mama membuka kaitan celana dinas pak RT. Secara bersamaan jilbab mama dan celana pak RT lepas. Rambut panjang hitam terurai. Lalu bibir pak RT turun ke leher. Dicium, dijilat dan dicupangnya leher mama. Mama menggelengkan kepalanya sambil berdesah kecil menikmati. Tangan kanan mama mengeluarkan kontol pak RT dari CD coklat. Mama mengocoknya pelan-pelan.

Pak RT semakin tidak tahan nampaknya. Tangan coklat pak RT membuka 1 per 1 kancing kemeja putih mama. Setelah kemejanya sudah terbuka kedua tangan pak RT langsung meremas tetek mama dari luar BH 36bnya. Lalu lidah pak RT bermain di pinggiran tetek mama. Tangan mama masih memegang dan sekali-kali mengocok titit pak RT dengan lembut. Setelah puas menjilati pinggiran tetek mama, pak RT tidak membuka BH mama melainkan membuka celana hitam mama. Wow… nampak bulu-bulu halus ditutupi CD yang juga berwarna putih. Lalu pak RT menelentangkan mama di lantai.

Mama menurut saja. Lalu tangan pak RT menarik BH mama ke bawah, dengan tarikan yang sangat kuat, copotlah BH mama. Tetek mama yang berwarna putih padat dan kenyal itu menyembul dengan ujung puting warna hitam kecoklatan.

“Kamu memang cantik Lisna… seharusnya dari dulu kita begini…” kata pak RT memuja mamaku.

Pak RT langsung melumat habis tetek mama. Mama sempat teriak lalu diiringi dengan desahan nafas yang tidak beraturan. Tetek mama dilumat sambil diremas sama pak RT. Nampaknya pak RT sudah lama tidak dijamah oleh istrinya yang kata orang sekitar selingkuh dengan adiknya pak RT. Wajah mama memerah sambil tetesan air dijidatnya. Setelah puas dengan tetek mama, pak RT menarik CD ke bawah, lalu dijilatnya jembut mama sampai pada lubang anus mama. Tangan sekali-kali menusuk vagina mama sambil lidahnya menjilati itil mama.

“Oh.. ah… akhhhhhh” desah mama sambil meremas teteknya.

Kulihat lidah pak RT sangat lincah bermain di vagina mama. Dihisapnya vagina mama yang telah basah. Setelah itu pak RT menyodorkan kontolnya ke mulut mama. Tangan mama mengocok dan mulut mama menjilati senjata pak RT yang hitam itu.

“Ooohhhg trus Lis… enak banget oh….” desah pak RT.

Kulihat mama sangat bernafsu mengoral penis pak RT. Lama kelamaan penis pak RT kelihatanya bertambah sedikit panjang. Setelah puas mengoral penis pak RT, mama langsung mengarahkan penis pak RT ke liang vaginanya.

“Pelan-pelan.. pak..” kata mama.

Dengan posisi mama terlentang, pak RT menggesekkan kepala penisnya ke mulut vagina mama yang telah basah.

“Oh…” desah mama ketika kepala penis hitam itu masuk ke memeknya.

“Ooh… akh….” teriak mama ketika seluruh batang zakar milik pak RT itu masuk seluruhnya di vagina.

Langsung saja pak RT menggoyangnya. Dengan tempo pompaan yang sedang, mama mendesah sambil menggelengkan wajahnya ke kanan-kiri. Cantik sekali wajah mama ketika dikentot. Melihat adegan itu, penisku tegang hingga keluar dari CDku. Pak RT keliahatannya semakin bernafsu. Dengan gaya doggy style, dipompanya mama dengan sekuat tenaga. Mama hanya bisa mendesah. Tetek mama bergoyang-goyang yang semakin membuat nafsuku bangkit.

“Entar malem bakal habis neeh sih mami gua pompa hingga KO” pikirku.

Badan mama sudah penuh dengan keringat.

“Pak… su..dah… mao… kluar neh.. oh..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mama teriak dan pak RT menghentikan goyangannya tanda mama mencapai orgasme. Mereka kembali ganti posisi. Pak RT duduk di bangku lalu mama naik di atas paha pak RT. Pak RT kembali memasukan rudalnya ke vagina mama.

“Oooh…” desah mama.

Dengan posisi seperti itu pak RT dengan bebas meraba tetek mama sambil lidahnya menjilati leher mama. Mama mencium bibir pak RT. Pak RT pun membalas dengan ciuman. Kulihat goyangannya tidak terlalu cepat. Beberapa saat kemudian.

“Pak kluar lagi neeh.. ohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” kata mama diiringi dengan orgasmenya yang kedua.

Dengan posisi pak RT yang masih duduk, mama mengoral penis pak RT. Dikocoknya penis pak RT dengan teteknya.

“Ooh… ah… Lis.. ah..” desah pak RT ketika menembakkan sperma di pipi mama.

Lalu mama menimpa pak RT yang sedang duduk.

“Permainan yang hebat… ah..” kata pak RT.

“Ya… kapan-kapan kita main lagi ya.”

“Iya deh Lis.. seharusnya dari dulu kita begini… istriku sudah jarang melayaniku dan tidak seenak ini..”

“Ooh…” jawab mama.

Lalu pak RT kembali memakai bajunya dan dibantu sama mama. Mama masih bertelanjang bulat.

“Lis… main lah ke kantor saya.. kita main disana….ya…”

“Ya deh pak RT..” kata mamaku.

Lalu pak RT turun pulang. Setelah melihat pak RT sudah turun. Mama langsung masuk ke kamraku.

“Enak ya mah..”

“Enak dong..” kata mama.

Mama langsung menarik celanaku.

“Ayo ma dah gak tahan..” kataku.

Mama langsung mengemut penisku. Wah..enak banget rasanya. Mama mengemut penisku layaknya es krim. Karena sudah tak tahan kutembakan saja maniku di mulut mama.

“Uh… enak banget manimu…” kata mama yang mempercayai bahwa mani itu bikin awet muda cewek.

Jam 4 aku mandi bersama mama. Keesokan harinya, aku dirumah sendirian. Karena gak ada kerjaan aku ke ruko. Aku melihat mobil pak Djoko, dosenku terpakir di depannya.

Pagi itu suasana memang tampak sepi. Hanya 3 orang pelanggan dirukoku. Aku naik ke lantai 2. Lalu aku mengintip dari celah rahasiaku. Kamar mama berantakan, baju mama berserakan dilantai. Pak Djoko sedang memilih baju untuk mama. Setelah 15 menit memilih pakaian, Pak Djoko menyuruh mama memakai jubah hijau tanpa BH dan jilbab hijau muda. Mama juga tidak memakai CD.

“Dah cantik.. ayo kita pergi..” kata pak Djoko sambil memeluk tubuh ibuku.

Pak Djoko sempat berciuman sebelum turun. Seperti dugaanku, tonjolan mama tidak terlalu nampak karena jubahnya agak tebal. Mereka juga tidak tahu ada aku. Kuikuti kemana mereka. Dengan mobil civicnya, pak Djoko membawa ibuku ke gedung basket kampusku. Keadaannya sangat sepi. Tidak ada satpam, petugas kebersihan dan semacamnya diarea itu. Setelah menyembunyikan keretaku di halaman, aku bergegas masuk. Aku bersembunyi ditumpukan bangku disamping pintu belakang. Hanya ada mama dan pak Djoko ditengah lapangan. Pak Djoko membasahi vagina mama dengan sebuah cairan yang aku tidak tahu. Beberapa saat kemudian terdengar suara mesin mobil pak rektor.

“Ayo rapikan bajunya, pak Luhmin datang bersama penjabatnya…” kata pak Djoko.

Pak Djoko langsung menuju pintu membukakan pintu pak Luhmin sang rektor, pak Luhmin yang berumur 57 tahun, tinggi tegap layaknya tentara dan mempunyai ukuran penis sekitar 22 cm diameter 5 cm. Mama sibuk merapikan pakaiannya dan berdiri pas ditengah lap basket. Lalu pak Luhmin dan pak Andi, kaki tangannya masuk. Pak Andi berbadan gelap, tegap, dia berpangkat mayor.

Mereka bertiga menghampiri mama ditengah lapangan.

“Ini pak rektor dan pak mayor… perkenalkan diri nona..” kata pak Djoko.

Dengan tenang mama memperkenalkan dirinya.

“Saya Akmal Lisna.. panggil saja saya nona..” kata mama.

“Saya pak Luhmin.. panggil saja mas Min… saya rektor disini..” kata pak Luhmin sambil bersalaman dengan mama.

“Saya Mayor Andi.. panggil saja Mayor..” kata Andi.

Wajah pak Andi berbinar-binar memandangi mama yang berdiri dihadapannya. Mamaku sungguh cantik. Lalu mama duduk dilingkari oleh pak Luhmin, Andi dan Djoko. Pak luhmin duduk pas di depan mama, mama sedikit malu.

“Non.. sudah menikah.. umur berapa..”

“Sudah pak.. saya punya 1 anak.. jarang dirumah.. umur saya 48 tahun..” jawab mama.

“Huh panas ya mas..” goda mama sambil mengipasi lehernya yang tertutup jilbab dengan tangannya.

Pak Luhmin mendekati tubuh mama.

“Nona manis..” kata pak Luhmin sambil memegang kedua tangan mama, badanya semakin dekat.

“Non..” katanya lagi.

Dia mulai menyorong pelan badan mama untuk tidur dilantai. Dan cupphhh… Luhmin berciuman dengan mama. Badan mama sudah terlentang dilantai dengan mulut yang melekat pada bibir Luhmin. Tangan pak Rektor itu langsung meremas tetek mama dari luar jubahnya. Sementara Andi berusaha melepas pakaiannya semua, pak Djoko merekam aksi rektor berciuman dengan mama. Tangan mama berhasil membuka celana hitam Luhmin, dikocoknya pelan penis yang panjang itu. Setelah Andi bertelanjang bulat, Luhmin langsung menarik keatas jubah hijau itu, nampaklah tetek mama yang montok itu dan vaginanya yang tertutup bulu-bulu halus.

“Aakh..” desah mama ketika bibir Luhmin mengulum puting susunya.

Lalu dari kanan, Andy mencium bibir mama. Mama yang hanya memakai jilbab, berhasil meraih penis Andy. Kemudian mama menggulum penis Andy yang berukuran normal. Luhmin semakin bernafsu setelah mencupang tetek mama, kini lidahnya membasahi bulu vagina mama.

“Wangi sekali vaginamu Lis..” katanya sambil lidahnya menusuk-nusuk memek ibu.

Dengan lahapnya ia menaik turunkan lidahnya, mama mengenjang sambil tangan dan mulutnya bermain di penis Andy.

“Oough.. nikmat.. nona Akmal… ough..” kata Andi berulang-ulang.

Kulihat penis rektor tegang dengan sendirinya. Lalu Luhim memasukkan tiga jarinya ke vagina mama.

“Oough…” desah mama menghentikan kocokannya dan memejamkan matanya.

Lalu pak Luhmin mengocokkan vagina mama dengan ketiga jarinya. Kocokan Luhmin membuat mama tak berdaya. Beberapa kali mama menghentikan kuluman mulutnya dari penis Andy.

“Oough.. pak.. aku.. keluar..” kata mama.

Beberapa saat kemudian mengucur air dari vagina mama. Setelah itu mereka berganti posisi. Mama merubah posisinya. Mama berada diatas pak rektor. Lalu pak rektor menancapkan penisnya ke dalam memek mama.

“Oough.. pelan pak.. oh.. akh…” kata mama.

Setelah masuk seluruhnya, pak Luhmin mulai memompanya dengan penuh semangat. Mamaku terus memejamkan matanya. Tiba-tiba Andy bangkit, dia menahan gerakan kepala ibuku yang tertutup jilbab dan mengecup bibirnya.

Setelah itu, lidahnya bermain dipunggung mama hingga pas dianus mama.

“Pak..oh…kelu.a..pak..” kata mama.

Mama menjerit panjang. Setelah itu, gantian kini Andy menancapkan penisnya yang berukaran 18 cm itu ke dalam liang mama. Posisinya kini mama dipangku oleh Andy. Mama kembali mendesah. Andy memompa mama sambil menciumi leher mama dari balik jilbabnya. Pak Luhmin menancapkan penisnya dimulut mama. Kemudian mama menggulumnya. Wajah pak Andy dan Luhmin berbinar-binar menikmati alat seks mama yang masih seret. Keringat terus mengucur dari badan mama, Andy dan pak Luhmin. Jilbab mama juga sudah sangat basah. Setelah pompaan Andy, kini mama kembali mengganti posisi. Mama dengan posisi terlentang diatas Andy. Kemudian Luhmin menbuka kaitan jilbabnya, terurailah rambut panjang mama.

“Kamu semakin cantik nona Akmal..” kata pak Luhmin.

Kemudian kontol Luhmin menancap pas di vagina mama.

“Oouh… trus.. pak.. trus.. ough.” desah mama.

Lalu Andy meremas payudara mama dan menjilati kuping mama. Sementara pak Djoko, sang cameramen mereka adegan itu sambil meraba penisnya. Pak Luhmin semakin mempercepat gerakannya. Mama pun semakin mendesah cepat.

“Pak.. ough.. ouh.. akhhhhh…” desah mama orgasme kedua kalinya.

PAk Luhmin menyorong penisnya dalam-dalam di vagina mama. Lalu Andy menancapkan kontolnya di anus mama.

“Ooh… pak… sakit.. oh..” desah mama.

Lalu andy menggoyang pelan diiringi oleh pak Luhmin. Mama terus memejamkan matanya. Keringat terus mengucur. Badan mereka bertiga telah basah. Pak luhmin menggoyang agak cepat. Mama terus mendesah dan memejamkan matanya. Tangan pak Luhmin memeluk erat pinggang mama. Pak Andy menggoyangkan dengan cepat. Mama semakin memejamkan matanya. Pak Andy mencabut kontolnya dan menyemprotkan maninya di punggung mama. Mama menjatuhkan kepalanya didada pak Luhmin. Nafas mama tak beraturan. Pak Luhmin mengelus lembut kepala mama. Setelah itu ia kembali memompa mama. Pak Luhmin terus menahan kepala mama di dadanya. Goyangan yang bisa dibilang lambat itu membuat pak Djoko semakin tak tahan.

Diserahkanya kemera kepada Andy, lalu mama disuruhnya menggulumnya. Pak Luhmin langsung melepaskan pelukannya. Mulut mama langsung bermain dengan penis pak Djoko. Nikmat sekali kayaknya. Ternyata pak Djoko langsung menyemprotkan maninya dimulut mama croot.. croot…

Beberapa tetes maninya keluar dari mulut mama. Setelah itu, pak Djoko kembali membenamkan kepala mama didadanya.

“Aakh… pak.. saya.. gak.. tahan.. lagi.. nih.. shssh” kata mama.

Pak Djoko mempercepat gerakanya.

“Aakh.. oh.. pak.” desah mama.

Beberapa saat kemudian mama mendesah panjang.

“Aakhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. pak…” desah mama.

Pak Djoko juga menyemprotkan benih-benihnya di dalam vagina. Terlihat 2 tetes mani keluar dari sela-sela vagina mama. Kemudian pak Djoko menelentangkan badan mama dilantai. Setelah mencabut penisnya dari vagina mama, diselimutinya badan mama dengan jilbab hijau muda mama. Pak Djoko bergabung dengan pak Andy dan Joko yang asyik memandangi mama yang kecapaian dengan sebatang rokok. 5 menit kemudian,

“Ko.. ambil tas dibagasi mobil saya..” kata pak Luhmin menyuruh pak Djoko.

Pak djoko kembali dengan membawa tas.

“Kita mandiin dulu di belakang..” kata pak Andy.

Lalu pak Djoko mengeluarkan semua isi tasnya yang berisi handuk, BH, CD dan jubah putih yang indah. Kemudian pak Luhmin mendekati mama. Lalu pak Luhmin menggendong mama ke ruang ganti. Dengan sangat hati-hati aku mengikuti mereka.

“Cerrrrr..” suara air shower.

Pak Djoko mendudukan mama di sebuah bangku. Pak Andy menyiram badan mama. Sedangkan pak Djoko menyabuninya. Mama sadar dan hanya diam saja. Pak Djoko menyabuni memek dan tetek mama. Setelah mandi. Mama disuruh duduk dan diam oleh pak Luhmin. Lalu tangan pak Luhmin memakaikan BH dan CD mama. Setelah itu mama memakai jubahnya sendiri. Melihat mereka bergegas. Aku langsung keluar. Mama diantar naik mobil civic pak Luhmin. Pak Djoko juga ikut. Kuikuti dari belakang. Sampai dirumah aku pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Malamnya aku tidur disamping mama. Aku sempat mengobok-obok vagina mama dengan jariku. Rasanya makin asin aja. Mungkin karena sperma pak Luhmin tadi.

“Ma..”

“Apa sayang..” jawab mama.

“Mama sebenernya bisa punya anak lagi gak sih..” tanyaku.

“Mama udah periksa ke dokter… katanya kalau spermanya cocok dengan rahim mama ya mama hamil donk..” jawab mama.

“Sperma aku bisa gak ma..”

“Gak bisa dong.. spermamu kan sperma muda… masih segar..” jawab mama.

Lalu tanganku meremas tetek mama dari balik kimino mama.

“Jangan sekarang..mama capek nak..” jawab mama.

Semenjak kejadian itu, aku selalu tidur disamping mama. Kadang kami bermain sampai lupa waktu dan mandi bersama. Seminggu setelah kejadian itu, aku dan Eno memperkenalkan mama dengan dosen kami, sebutlah pak Djoko. Kami menyuruh mama berdandan yang cantik. Di dalam perjalanan ke kampus, Eno menyuruh mama sedikit gatal karna ini jumat sore, tak ada yang kuliah jadi sepi banget. Sampai di kampus, kami parkir di depan ruang dosen, benar dugaan kami sepi sekali, hanya ada pak Djoko di ruangan itu.

Aku memperkenalkan mama dengan pak Djoko.

“Pak ini mama saya..” kataku sambil mama tersenyum.

Wajah pak Djoko yang killer diiringi dengan tangannya yang dipenuhi bulu lebat. Pak Djoko mempersilakan mamaku duduk dan aku disuruh tunggu diluar dan menutup pintu kantor. Aku dan Eno ngintip dari jendela dengan sangat hati-hati. Wajah pak Djoko dan mama saling berhadapan. Aku tidak dapat mendengar jelas perkataan mereka. Kulihat pak djoko menerawangi badan mama yang memakai jilbab sebahu, baju tangan panjang dan rok jeans sebetis. Kulihat mama merubah posisi duduknya, sekarang mereka duduk bersebelahan. Mama mendekatkan badannya. Sepertinya pak Djoko sudah masuk perangkap, dia mencoba mengelus tangan mamaku, mama tidak melakukan perlawanan.

“Jangan disini gak aman..” kata mama.

“Tunggu saya dilantai 2 kelasnya Andre” kata pak Djoko.

“Duluan bu, saya cari kuncinya dulu” tambahnya.

Mama langsung keluar dari ruangan guru. Aku dan Eno menyamperi mama.

“Bagus ma, mama memang cantik deh,” pujiku.

“Tan, puasin aja tuh dosen, biar mukanya seger dikit” kata Eno.

Lalu kudengar suara kaki pak Djoko. Aku dan Eno berlari menuju tangga di ujung. Kulihat pak Djoko datang dengan gagah.

Cetek.. pintu terbuka dan mama disuruh masuk duluan.

Pak Djoko mengamati sekitarnya, setelah dirasanya aman dia pun masuk. Aku dan Eno menuju ke depan pintu. Kami ambil kursi lalu kami manjat dan ngintip dari lubang angin. Kulihat pak Djoko melepaskan kemejanya dan mama duduk dihadanpanya sambil meremas payudaranya. Lalu pak Djoko yang hanya tinggal singlet dan kolor putih mendekati mama yang berpakaian lengkap. Lalu mereka berciuman, kulihat lidah pak Djoko bermain di mulut mama. Tangan pak Djoko menarik jilbab mama dan menarik resleting baju mama yang ada di blakang. Pak Djoko begitu agresif, dengan sekejap baju dan BH hitam mama telah tidak berada di tempatnya lagi. Kemudian lidah dan tangannya bermain di payudara mama yang kenyal. Diremas dan diplintirnya tetek mama. Sedangkan mama meraba penis pak Djoko dari luar CD karena permainan pak Djoko yang sangat agresif.

Sembari lidah pak Djoko bermain di tetek mama, tangan pak Djoko membuka kaitan rok mama. Dilemparnya rok mama, kemudian ditusuknya vagina mama dari luar CD biru gelap itu. Lalu diduduknya mama di atas meja dan ditarinya CD mama. Tanpa basa-basi langsung dijilatinya memek mama dengan penuh nafsu. Dihisapnya sambil tangannya menusuk-nusuk vagina mama. Sedangkan mama menikmatinya sambil meremas teteknya. Kulihat jelas badan mama yang berkeringat nikmat karena dicumbu dosen killerku.

“Oh.. akh.” kata itu yang kluar dari mulut mama.

Oh.. akh… ih… tiba-tiba tubuh mama mengenjang, ternyata mama orgasme. Lalu, dosen itu menelentangkan mama di atas meja. Dicopotnya kolornya, penis hitam panjang ditumbuhi bulu lebat kriting mengacung di depan muka mama. Lalu mama menggenggam kontol itu dan dijilatnya kepala kontol itu. Mama menyepong kontol itu dengan penuh gairah. Melihat permainan panas itu nafsuku bangkit. Kontolku yang juga menegang rasanya ingin keluar dari sarangnya, kulihat Eno telah meraba kontolnya dari tadi.

“Ooh…” desah pak Djoko.

Mata pak Djoko merem melek menikmati isapan mulut mama. Mama trus menjilati kontol dosenku, dikocoknya, diisap dan dijilatinya seperti menjilat ice cream. Setelah puas dijilati mama, dosen itu siap untuk mencumbu.

“Pelan-pelan pak dosen… akh..” kata mamaku.

Kontol pak Djoko yang telah dilapisi kondom itu menempel di mulut vagina mama.

“Oh. akh……” desah mama ketika kontol hitam itu menembus liang peranakannya.

Di pompanya mama sambil tangannya meremas pantat mama. Dipukulnya pantat mama sekali. Kulihat mama merem melek menikmati pompaan pak Djoko sambil desahan kecil keluar dari mulutnya.

“Oh… akh.. ih.. ohhhhh”.

Kontolku yang juga ingin menyalurkan hasratnya, trus ku genggam. Kulihat Eno sudah tidak memakai celana lagi, dia juga memegang kontolnya sambil mengocoknya.

“Nyak lu memang top… the old white’s bitch abizzz..” bisiknya.

Aku juga terpana melihat keindahan tubuh nyokap diusianya yang menginjak 50 tahun. Kemudian dosen killer itu merubah posisinya, didudukannya mama di atas pahanya. Ia kembali memompa,

“Ooh… akh… pak… akh..” desah mama.

Pak Djoko memompa mama dengan penuh nafsu sambil tangannya yang meremas pantat mama, mulut bermain di payudara mama dan sesekali mencium bibir mama. Badan mama basah kuyup, rambut panjang sebahu itu berantakan. Mama bagaikan bidadari sex yang luar biasa.

“Pak… oh.. sa..ya.. kluar.. akhhhhhhh” kata mama diiringi dengan teriakan.

Lalu pak Djoko memeluk mama. Di nunggingkannya pantat mama.

“Ayolah… sedikit lagi…” katanya pada mama.

Kulihat nafas mama yang tidak beraturan, ia kembali melayani pak Djoko dengan penuh nafsu. Dengan gaya doggy style, mama memegang meja sambil kembali melayani pak Djoko. Kulihat mama memaju-mundurkan pantatnya, teteknya turut bergoyang sesuai irama tubuhnya. Pak Djoko memompa dengan sekuat tenaga.

“Oh….. yes.. ah..” desah mamaku.

“Oh… akh..” desah mama lagi ketika pak Djoko mengeluar masukan kontolnya dari vagina mama.

Tiba-tiba pak Djoko mengeluarkan kontolnya dan membuang kondom yang melekat di kontolnya. Mama langsung memutar tubuhnya dan tangannya mengocok telur pak Djoko.

“Aakh… nik..mat.. bu.. oh.” kata pak Djoko sesaat setelah menyemprotkan maninya di mulut mama.

Semua sperma pak Djoko ditelan mama. Kemudian mama dan dosenku duduk

di lantai.

“Permainan yang nikmat.. sungguh nikmat..” kata pak Djoko.

“Besok-besok datang lagi bu… kalau bisa Rabu sore.. keadaannya seperti ini juga sepi.. ntar saya ajak dosen yang lain” katanya.

“Baik pak dosen” jawab mamaku dengan kalem.

Kontolku masih tegang berdiri. Kulihat mama masih terlentang, sedangkan pak Djoko sudah berpakaian lengkap. Lalu pak DJoko mengambil pakaian mama 1 per 1 dan dibantunya mama memakai pakaiannya. Tapi, ada sedikit keanehan, mama tidak memakai BH dan CD lagi, jadi hanya luarnya menutupi. Lalu aku dan Eno menunggu di mobil.

“Wah, Tante keren banget permainannya..” kata Eno.

Di mobil dalam perjalan pulang, tanganku dan tangan Eno dengan bebas meraba mama. Mama tidak keberatan melepas baju lengan panjangnya. Dia kini tinggal jilbab dan rok jeansnya. Eno meraba teteknya dan memeknya dari kolong jeansnya. Sampai digarasi mobil, nyokap kembali memakai pakaiannya. Lalu masuk ke kamarnya. Ketika hendak mengantarkan Eno pulang, mama manggil aku dan Eno dari dalam kamarnya. Aku dan Eno masuk ke kamar mama.

Di dalam, badan mama sudah dililit handuk.

“Ayo. Kawanin mama mandi donk honey..” aku dan Eno langsung membuka pakaian kami.

Mama sudah menunggu di depan pintu kamar mandi. Lalu mama masuk dan melempar handuknya keluar.

“Ayo.. masuk.. tunggu apa…” kami langsung masuk.

Kulihat di bathup mama sudah terbenam dalam air busa. Lalu aku duluan masuk baru Eno. Kami sabuni mama sambil merasakan halusnya tubuh mama. Tangan mama juga menyambuni kontol kami sambil mengurutnya. Lalu, tanganku menyabuni bulu memek mama sambil menusuk-nusuk ke lubangnya. Sementara Eno menusuk lubang anus mama.

“Aakh… kalian nakal deh..” kata mama.

Lama kelamaan, kami mengoral mama. Mama hanya mendesah kecil. Lalu Eno mengarahkan kontolnya ke anus mama. Aku juga mengarahkan kontolku ke vagina mama. Secara bersamaan kami memasukannya.

“Aakh… sa..kit.. akh.. le..paskan. oh..” teriaknya ketika kontolku dan kontol Eno bergoyang.

Aku pompa tititku mengimbangi goyangan Eno. Kulihat mama trus memeramkan matanya sambil mulutnya mendesah. Lama kelamaan Eno bergoyang semakin cepat, semakin cepat pula goyanganku.

“Aahhhhhhhhhh… ohhhhhhh.. akh………” desah mama panjang sambil membuka matanya sekali-kali.

Eno menjambak rambut nyokap. Lama kelaaman Mama orgasme begitu pula aku. Aku tembakan spermaku di perut mama. Eno istirahat sebentar. Lalu Eno mencabut penisnya dari anus mama. Kulihat ada sedikit darah dipenis Eno. Lalu Eno mendudukan mama di samping bathup dan menaruh penisnya di belahan tetek mama. Lalu dikocoknya dengan tetek mama.

“Oh…” kata Eno.

Aku duduk di lantai sambil melihat kocokan Eno di tetek mama. Lalu Eno tembakan maninya di leher mama. Mama langsung ditelentangkannya di bathup. Eno bilang darah yang keluar dari anus mama itu karena anusnya jarang dikentot masih sempit. Lalu, kami siram mama dengan air hangat. Mama bilang dia sangat senang dengan permainan kami. Lalu dia bilangg papa masih gak bisa pulang selama 3 bulan ke depan karena belum bisa cuti.

“Kan gak papa gak ada papa.. kan ada Andre dan Eno yang servis mama.. belum lagi dosen dan kawan-kawan Eno ntar Eno suruh layanin dech..” kataku.

Mama hanya senyum mendengarkanya. Lalu aku ngantar Eno pulang. Besok paginya hari Sabtu. Hari itu aku ada janji main basket, sedangkan mama hendak pergi ke fitnes. Karena aku males bawa mobil, mama mengantarkanku ke kampus.

“Entar jemput ya mah..”

“Ia sayang…” jawab mama sambil tersenyum.

Lalu aku menuju lapangan basket. Karena menunggu kawan-kawanku datang. Iseng-iseng aku jalan-jalan naik sepeda motor kawanku. Aku berkeliling kampus. Tiba-tiba aku mendapat sms dari 4 orang kawanku dia gak datang.

“Aah.. sial neeh..” gumamku.

Karena jalan menuju ke lapangan basket lagi macet dipenuhi mobil yang lagi parkir. Aku melewati jalan pintas yaitu dari belakang fakultas. Tempat gudang-gudang, jorok dan kotor. Tiba-tiba motor kawanku mati.

“Ah.. damn” kataku.

Akhirnya aku harus berjalan sambil memegang kereta itu. Tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari salah 1 gudang.

“Ooh… ashh… oh..”

Dengan sedikit keberanian akhirnya aku mendapat celah untuk ngeten.

Oh.. ternyata nyokap sedang asyik dengan pak Djoko. Pak Djoko sedang asyik menjilati memek mama. Mereka berdua sudah bugil. Wah… payah mama gak bilang-bilang. Wajah mama penuh dengan keringat, teteknya juga basah ada bekas cupangan dilehernya. Tangan mama menjambak rambut dosenku. Dosenku amat bernafsu, lidahnya yang bermain di vagina mama membuat mama terus mendesah.

“Aakhhhhhhh..” desah mama ketika pak Djoko menghisap dengan kuat vagina mama.

Selanjutnya mama memegang batang zakar pak Djoko. Dengan cepat seluruh batang zakar pak Djoko masuk ke dalam mulut mama. Oh..nikmatnya. Isapan mama membuat pak Djoko merem sambil mengelus rambut mama. Setelah batang zakar pak Djoko basah, mama mengarahkan rudal dosenku itu ke dalam lubang memeknya.

“Oughhhh…” desah mama.

Penis pak Djoko masuk seluruhnya di vagina mama. Lalu pak Djoko memompanya.

“Aahkkk…. mas… ahhhhh….” begitulah desahan mama.

Pak Djoko memompa mama dengan cepat. Mata mama merem melek menikmati sodokan pak Djoko. Leher mama dibasahi dengan keringat kenikmatan. Setelah puas, mereka berganti posisi. Pak Djoko mendudukan badan mama diatas meja yang kotor. Tangan mama melilit di leher pak Djoko. Pak Djoko memasukan penisnya kembali.

“Ooh….” desah mama.

Sebelum menggoyangkan penisnya, pak Djoko berciuman dengan mama.

“Ohhhhh…. ahhhhh..” lagi mama berdesah.

Pak Djoko menggoyangkan dengan tempo yang lumayan cepat. Sekitar 25 x goyangan, pak Djoko memperlambat goyangannya, diciumnya mama dari jidat sampai leher yang telah basah. Lalu tangannya meremas tetek mama.

“Ouhhh… ohhhhha. shhhh.. ah…” desah mama.

“Aah…. mas aku… kelu..ar.. Ah….” kata mama untuk orgasme yang pertama.

Mama memeluk pak Djoko. Lalu pak Djoko menggendong mama dan menelungkupkannya di atas meja. Lalu diciuminya leher mama belakang sampai pada punggung mama yang basah. Tangan kanannya mengarahkan penisnya ke dalam lubang anus.

“Aakh….” teriak mama ketika penis hitam itu masuk ke dalam anus.

“Sak..it.. pak…” kata mama.

Kedua tangan pak Djoko memeluk mama. Pak Djoko yang tak menghiraukan mama memompa mama. Kayaknya mama semakin tak berdaya dengan pompaan pak Djoko, begitu juga aku yang tak tahan melihat adegan mereka berdua. Wajah mama yang merem melek dan rambutnya berantakan. Tangan pak Djoko dengan leluasa meraba mama, kadang diremasnya tetek mama. Mereka berdua seperti suami istri.

“Mas…. ak..u.. kl..luar…”

“Bentar… sayang…” kata pak Djoko.

Kulihat mama seperti menahan sesuatu.

“Sekarang sayang.” kata pak Djoko.

“Oohhhhhhhh…..” mama berdesah panjang.

Tangan pak Djoko menjambak rambut mama ketika mereka klimaks. Lalu lidah pak Djoko menjilati seluruh leher mama, lalu ia mencambut penisnya dari lubang anus mama.

“Kontol pak Djoko… enak aja dia main sama mama gak permisi sama gua…” gumamku.

Mama masih telungkup di atas meja. Pak Djoko bangkit dan memakai CD dan singlet, lalu dia menyalakan rokoknya sambil memandang ke arah mama, diselimutinya mama dengan kain jilbab mama. Mama keliatan sangat kecapaian. Bagaimana tidak, kemarin dia main sama pak Djoko, lalu aku dan Eno dirumah.

Tiba-tiba pintu yang depan yang ada didepan mama terbuka.

Oh… Mr Gulam ternyata.

“Sory.. Mr Djoko… saya tadi dipanggil pak rektor… wah.. mulus amet neeh… mamak-mamak bispak..” katanya.

Mr Gulam adalah guru dari Arab yang bekerja di fakultas bahasa, badan Mr Gulam yang berisi yang ditumbuhi bulu-bulu halus khas orang Arab, wajahnya yang sangar membuat orang takut, tapi sebenarnya Mr. Gulam baik. Tanpa basa-basi Mr Gulam langsung membuka bajunya. Badannya sispeck coy. Sepertinya mama belum mengetahui kedatangan Mr Gulam. Dia masih telungkup kecapaian. Wow…penis Mr Gulam panjang amet sekitar 21 cm dan diameter sekitar 5-6 cm. Mama masih telentang.

“Habis loh…” kata Mr Gulam.

Lalu Mr Gulam melempar kain yang menyelimuti mama. Mama masih diam dan tak tahu. Lalu tangan kanan hitam Mr Gulam mengelus paha mama dan diciuminya. Adegan itu berhenti ketika mama membalikkan badannya, tapi mama masih belum sadar. Lalu Mr Gulam naik ke atas meja dan meremas tetek mama sambil menjilati belahannya. Mama hanya menggelengkan kepalanya. Lalu bibirnya pindah ke mulut mamaku, dicipoknya dengan ganas. Mama tidak melakukan perlawanan dan sepertinya belum sadar. Sambil mencipok mama, tangannya menusuk vagina mama yang telah basah. Karena sudah tidak sabar, Mr Gulam langsung mengarahkan penisnya ke vagina mama. Sangking besarnya, Mr Gulam kesusahan memasukan penisnya. Dengan sedikit dorongan akhirnya masuk.

“Aakh..” desah mama yang masih terlentang tak sadarkan diri.

Lalu Mr Gulam memompanya dengan cepat sambil memukul pantat mama dengan tangan hitamnya itu. Mama masih diam tak sadarkan diri.

“Ha.. ha…” begitulah desahan nafas Mr Gulam.

Sepertinya vagina mama memang nikmat. Buktinya Mr Gulam sampai merem melek memompa mama dan keringat langsung mengucur di ronde pertama ini. Beberapa saat kemudian Mr Gulam menompa mama yang terlentang, penisnya masih berada di dalam vagina mama. Kemudian, dengan bantuan pak Djoko, Mr Gulam mendogy style mama. Mr Gulam kembali memasukan penisnya kembali tanpa kesusahan, sementara pak Djoko menikmati bibir mama dengan cara menciuminya dan tangannya meremas tetek mama.

Dup… dup… begitu suara pompaan Mr Gulam terhadap mama. Mama belum sadarkan diri.

“Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh..” teriak Mr Gulam.

Ternyata Mr Gulam menembakkan maninya di dalam memek mama. Lalu dikecupnya pantat mama yang berbercak merah bekas pukulan tangan Arabnya. Lalu pak Djoko menelentangkan mama di lantai kemudian dijilatinya tetek mama. Sementara Mr Gulam memakai baju kembali. Kemudian pak Djoko berhenti dan memakai pakaian dosennya kembali. Mama masih terlentang dengan keringat di sekujur tubuhnya. Lalu pak Djoko membangunkannya.

“Bangun bu…” katanya sambil mengecup bibirnya.

Kemudian mama memakai kembali jilbab, jaket fitnes dan celana pendek tanpa memakai BH di balik jaketnya dan CD di balik celananya. Kemudian pak Djoko menuntunnya keluar. Aku segera menaruh motor kawanku di lapangan basket. Beberapa saat setelah menaruh motor kawanku, mama datang. Di dalam mobil, mama bersikap biasa seperti tidak ada yang terjadi. Pelan-pelan kuraba paha mama.

“Sayang…” kata mama.

Lama-lama rabaanku ke arah vagina mama yang berada dibalik celana sportnya. Kucolok-colok dengan telunjukku. Lalu kucium, bau sperma.

“Ma kok bau sperma” tanyaku.

“Masak.. oh mungkin si pembantu gak benar bersihinnya..” kata mama mengelak.

p style=”text-align:justify;”

WINDY

Kisah kisah ini merupakah kisah nyata yang aku alami. Kisah yang berlataar belakang percintaan dengan pacar-pacarku, sejak aku kehilangan keperjakaan hingga hubungan dengan pacar terakhirku. setiap judul, akan berkisah tentang satu orang pacarku.
Pacar pertama : Windy
Sebagaimana layaknya anak remaja yang lulus SMA, tentunya aku pun mempunyai cita-cita untuk kuliah. Kota Jogja, merupakan cita-citaku meneruskan pendidikan. Mengingat kota ini dikenal sebagai kota pelajar, dan banyak pemuda di kampungku yang kuliah di kota tersebut.
Cita-cita ini terus tertanam, meski pun aku tidak lolos ujian seleksi masuk perguruan negeri. Untunglah, aku masih bisa diterima di perguruan tinggi negeri, untuk program Diploma. Tak apalah, yang penting aku bisa kuliah di jurusan yang aku sukai.
Seorang diri, aku berangkat ke kota yang masih asing itu. Tidak ada yang perlu ditangisi, karena statusku sebagai jomblo dan belum pernah berpacaran, sehingga hanya perlu pamit pada orang tua. Bukan berarti, aku termasuk golongan yang kurang laku. Namun, selama sekolah, waktuku habis tersita untuk kegiatan sepulang sekolah, seperti olahraga bersama kawan-kawan di kampung atau berorganisasi di sekolah. Itulah mengapa, alasan fisik bukan sebuah penyebab aku tidak mempunyai pacar sampai lulus sekolah. Bahkan bisa dibilang, tubuhku sendiri cukup atletis karena hampir setiap sore selalu diajak berlari mengejar bola atau bulu tangkis.
Jogja, petualangan pun dimulai. Meski banyak kawan di sini, aku tak terbiasa bergantung pada orang lain. Semua kebutuhan untuk persiapan kuliah pun kupenuhi sendiri. Sehingga ketika aktivitas di kampus dimulai, aku pun dengan gagah melangkah.
Sebagaimana lazimnya, setiap mahasiswa baru akan mengikuti orientasi kampus yang dipandu oleh para senior. Aku pun melalui proses itu. Dalam orientasi ini para mahasiswa baru dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Dalam kelompok itu nantinya akan didampingi oleh seorang senior yang membantu mahasiswa baru dalam mengikuti setiap acara dalam orientasi tersebut.

jilbab hot toge besar (2)
Kelompokku sendiri, terdiri dari 10 orang mahasiswa baru, dengan pendamping senior yang kemudian memperkenalkan diri dengan nama mbak Windy. Entah mengapa, aku cukup senang mendapat pendamping mbak Windy.Terlebih jika melihat pendamping kelompok lain yang didampingi oleh senior cowok, atau jika pun didampingi senior cewek, penampilan mereka tidak cukup menarik.

Berbeda dengan mbak Windy. Dengan tubuhnya yang tinggi semampai, senyum selalu menghiasi wajahnya yang putih, nampak anggun dengan baju yang agak ketat dan kerudung hijau yang sangat modis. Sekilas, wajahnya mirip dengan artis Mona Ratuliu. Apalagi, saat mendengar suaranya yang merdu mengarahkan kami untuk berbaris dan diberikan pengarahan.
Ketika pemilihan ketua kelompok, entah mengapa mbak Windy menunjukku sebagai ketua kelompok. Tentu saja aku senang,karena hal ini akan membuatku memiliki banyak kesempatan berdekatan dengan mbak Windy.
Akhirnya, aku dan mbak Windy pun saling bertukar nomor telepon dengan alasan memudahkan komunikasi kami. Mbak Windy pun memintaku menuliskan alamat kosku, dan diapun memberikan alamat kosnya. Ternyata, kos kami berdua tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dalam lima menit dengan menggunakan sepeda motor.

jilbab hot toge besar (3)
Selama masa orientasi, mbak Windy cukup banyak membantu kami. Mbak Windy orangnya cukup ramah, dan tidak sombong sehingga kami nyaman berbincang-bincang dengannya. Apalagi, dengan posisiku sebagai ketua kelompok menjadikan kesempatan untuk berlama-lama berduaan dengan mbak Windy cukup banyak tercipta.
Entah mengapa, setiap kali berdekatan dengan mbak Windy, ada semacam rasa ingin berlama-lama ngobrol. Apalagi, tak jarang mbak Windy menggunakan pakaian yang ketat, sehingga cukup menampakkan lekuk tubuh dan juga betapa membusungnya kedua dadanya. Nampaknya hal ini tak lain disebabkan karena mbak Windy berasal dari Manado. Banyak yang mengatakan, gadis Manado memiliki tubuh yang indah, karena banyak yang berasal dari keturunan Portugis. Benar atau salah, aku tak pernah tahu. Yang aku tahu, mbak Windy berasal dari Manado, dan memiliki tubuh seperti gitar dengan tonjolan-tonjolan di bagian tubuh yang tepat untuk menarik mata lelaki.
Pasca orientasi
Setelah seminggu, acara orientasi pun usai. Seluruh mahasiswa baru dan panitia mengadakan pesta perpisahan. Semua larut dalam suasana haru, karena merupakan masa dimana kami akan memulai sebuah kehidupan baru di perguruan tinggi. Di akhir acara, semua peserta dan panitia oerientasi, saling bergandengan tangan. Saat itulah, untuk pertama kalinya aku berkesempatan menggenggam tangan mbak Windy, karena posisiku sebagai ketua kelompok memungkinkan untuk berdekatan dengannya sebagai pendamping kelompok kami.

jilbab hot toge besar (4)
Seminggu setelah kegiatan orientasi usai, aku pun mulai sibuk dengan kegiatan perkuliahan. Nama mbak Windy sedikit lenyap dari ingatanku, sebab di kampus kami memang sudah tak pernah lagi bertemu. Aku pun malu untuk memulai menegurnya, walau hanya melalui pesan singkat di telepon. Sampai kemudian suatu sore setelah aku selesai mandi,telepon genggamku berbunyi tanda sebuah pesan masuk.
Saat kulihat, aku terkejut karena nama mbak Windy tertera sebagai pengirim pesan. Segera saja kubuka dan kulihat pesan “woey kemana aja, ntar malam makan bareng yuk. Kutunggu di kos jam 7”. Meski kaget, aku segera menjawab singkat “ok mbak. Makan dimana?” dan segera kukirimkan pesan itu. Namun, hingga malam menjelang, tidak ada lagi pesan yang masuk sehingga aku ragu, apakah ajakan makan malam itu serius atau tidak.
Namun aku tidak peduli,jam setengah tujuh malam aku sudah bersiap dan berangkat menuju kos mbak Windy. Tak sulit menemukan kos itu, karena berada di pinggir jalan dan cukup menyolok karena besar dan luasnya rumah kos. Aku sempat ragu, sehingga kembali berkirim pesan singkat pada mbak Windy bahwa aku sudah di depan kosnya.
tak lama, teleponku berdering kali ini nada telepon masuk, nama mbak Windy ada pada layar. Segera kuangkat dan terdengar suara merdu dibalik telepon. “ Masuk aja Roy, kamarku ada di ujung sebelah kanan sebelum tangga. Nomor tujuh ya” perintah mbak Windy. Aku pun segera menuntun motorku masuk ke dalam gerbang dan meletakkannya di deretan motor yang terparkir. Cukup heran juga, sebab banyak motor cowok namun suasana kos cukup sepi. Dimana para tamu dan pemilik motor-motor ini, pikirku.

jilbab hot toge besar (4)
Namun, aku tak mau berpusing ria. Segera saja aku melangkah menuju ujung kos dan mencari kamar nomor tujuh sesuai perintah mbak Windy. Ketemu. Kamar itu tertutup rapat, di bagian depan ada rak yang dipenuhi sepatu. Di sebelahnya, terdapat gantungan handuk yang juga diisi beberapa pakaian dalam yang kupikir itu milik mbak Windy.
Segera kuketuk pintu kamar dan mbak Windy pun dengan cepat membuka pintu itu. “masuk dulu” katanya. Sedikit heran dan bingung, aku pun masuk ke kamarnya. Seumur-umur baru kali ini aku masuk ke kamar perempuan, orang lain pula. Setelah aku masuk, mbak Windy menutup pintu kamar dan menyuruhku duduk serta memintaku menunggunya selesai berdandan.
Saat itu, mbak Windy mengenakan kaos lengan panjang dan celana jeans ketat. Semetara kerudung yang biasanya menutupi kepalanya belum dikenakan sehingga aku bisa melihat betapa cantik rambut mbak Windy yang tergerai panjang hampir mendekati pinggul. Sekitar lima menit aku menunggunya berdandan sambil mengajaknya ngobrol untuk membuang rasa grogiku.

jilbab hot toge besar (6)
Ya, aku merasa grogi karena aku belum pernah berduaan dengan perempuan. Dan yang paling membuat aku merasa gelisah adalah, di atas kasur aku melihat dua buah celana dalam yang bentuknya sangat sexy dan transparan serta sebuah g string yang tergeletak di dekat pintu kamar mandi. Pemandangan itulah yang membuat pikiranku melayang tak tentu arah.
Setelah selesai berdandan dan mengenakan kerudung warna pink, mbak Windy mengajakku untuk berangkat. Sebuah tempat makan yang sangat nyaman dengan konsep lesehan dipilihnya. Aku merasa bangga bisa makan malam dengan perempuan secantik mbak Windy, karena banyak lelaki yang menatapku iri. Pasti mereka mengira kami sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara, dan sebenarnya keinginan itu pun mulai ada sejak saat itu.
Sambil makan kami banyak ngobrol kesana kemari sehingga menjadikan suasana semakin akrab. Mbak Windy akhirnya bercerita bahwa dirinya di kota ini memang tidak memiliki pacar. Entah mengapa, mendengar pengakuan itu aku seperti memiliki keinginan untuk menjadikannya sebagai pacar pertamaku. Meski sedikit aneh, sebab mbak Windy sebenarnya adalah seniorku.
Kami mengobrol sampai larut malam. Setelah makan, kami memutuskan untuk segera pulang karena besok aku harus kuliah jam 7 pagi. Sebagai mahasiswa baru, tentunya aku belum memiliki cukup nyali untuk terlambat ataupun membolos. Untunglah, mbak Windy memahami alasanku. Namun kami berjanji, besok-besok akan sering ketemu dan berkomunikasi.

jilbab hot toge besar (7)
Sejak saat itu, hubunganku dengan mbak Windy semakin dekat. Kami semakin sering pergi berdua, atau pun saling mengunjungi ke kos masing-masing. Entah mengapa, semacam ada rasanya nyaman bila berdua bersama mbak Windy. Meski secara umur, mbak Windy lebih tua setahun namun aku merasa bahwa mbak Windy seumuran denganku.
Terlebih, mbak Windy memintaku untuk memanggilnya tanpa embel-embel “mbak”, agar lebih akrab katanya. Tak jarang, jika sedang berdua makan atau menonton film di kamar kos, mbak Windy atau Windy mengelendot manja di lenganku. Aku pun merasa semakin sayang pada Windy, namun untuk menyatakan perasaan itu, keberanian itu tak pernah ada. Mungkin karena inilah pertama kalinya aku merasa jatuh cinta. Apalagi status Windy sebagai senior di kampus

jilbab hot toge besar (8)
Selama sebulan, aku dan Windy sering pergi bersama –sama. Hubungan kami pun makin dekat. Bisa dikatakan, dimana ada Windy, pasti ada aku dan sebaliknya. Namun demikian, antara kami berdua belumlah ada ikatan pasti.
Sampai kemudian pada suatu hari, aku dan Windy pulang dari kampus bersama. Kami sepakat untuk makan siang di daerah yang agak jauh dari kampus. Aku tidak menolak ajakan Windy, karena akan menambah pengetahuanku tentang tempat makan yang enak di Jogja.
Saat kami sedang asyik makan, cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba saja berubah menjadi gelap. Cuaca memang tidak bisa ditebak. Akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang karena kebetulan motor Windy tidak ada jas hujannya. Terlebih, tempat kami makan jaraknya cukup jauh dari kos kami.
Malang. Mendekati kosku, hujan tiba tiba mengguyur dengan deras. Air hujan yang jumlahnya tidak lagi terhitung, berlomba meluncur dan menghantam tubuh kami yang tidak terlindung jas hujan. Tidak ada tempat yang bisa kami gunakan untuk berteduh. Akhirnya kuputuskan untuk terus melajukan motor menuju kosku yang hanya berjarak beberapa ratus meter lagi saja.

jilbab hot toge besar (9)
Dengan sedikit ugal-ugalan, sampailah aku di kost. Namun apa daya, seluruh baju sudah basah kuyup. Untungnya, buku-buku yang ada di dalam tas selamat karena tasku terbuat dari parasut. Rupanya, Windy pun tidak jauh berbeda. Meski berada di boncengan, namun derasnya hujan membuat pakaian yang dikenakannya pun tak luput dari basah.
Setelah membuka pintu kamar, kami berdua segera masuk dan aku pun langsung menuju kamar mandi. Aku segera melepas semua pakaian yang kukenakan, termasuk celana dalam. Saat sudah bugil, tiba-tiba pintu kamar mandi digedor. Windy berteriak menyuruhku untuk segera keluar karena dirinya pun basah kuyup dan kedinginan.
Aku segera menyambar handuk dan melilitkannya di pinggang. Pakaianku yang basah, segera kumasukkan ke dalam ember dan aku membuka pintu kamar mandi. Rupanya, Windy sudah menunggu di depan pintu kamar mandi dengan pakaian yang basah meski tidak separah pakaianku.
Melihat aku keluar hanya memakai handuk, Windy tersenyum penuh arti sambil melihat ke arah bawah. Tentu saja, aku merasa malu diperhatikan seperti itu. Segera saja aku keluar kamar mandi dan setelah Windy masuk ke kamar mandi, aku segera mengambil pakaian.

jilbab hot toge besar (10)
Pas selesai mengenakan celana, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Kepala Windy terlihat keluar dan berkata “pinjem handuk donk”. Aku pun segera mengulurkan handuk yang barusan aku pakai pada Windy yang selanjutnya kembali menutup pintu kamar mandi.
Aku pun melanjutkan memakai kaos dan membereskan tas yang tadi hanya sekedar aku lemparkan saja. tiba-tiba pintu kamar mandi kembali terbuka dan Windy kembali memunculkan kepalanya. Kerudung biru mudanya, sudah tidak lagi dikenakan. “Pinjem celana pendek ama kaos donk, basah semua nih” kata Windy.
Aku bingung mendengar permintaan Windy. Sebab, aku tidak tahu harus memberikan pakaian yang mana dan pas untuknya. Koleksi celana pendekku rata-rata bermodel ¾ yang biasa aku gunakan untuk bermain basket. Selain itu, celana pendek yang ada hanyalah celana untuk sepak bola yang kebetulan masih ada di tempat laundry. Akhirnya aku putuskan untuk memberikan celana basket dan sebuah kaos T-shirt pada Windy.
Namun, rupanya pilihanku tidak disukai oleh Windy. Katanya “kalau aku pakai celana ini, bisa bisa kakiku hilang donk. Yang bener aja ah. Mang gk ada celana pendek yang lain apa?” kata Windy. “ada sih tapi celana renang, mau?”tanyaku dengan sedikit ragu. Sebab, celana renang itu selain modelnya yang ketat, juga sangat pendek jika digunakan karena bagian bawahnya sejajar dengan pangkal paha.

jilbab hot toge besar (11)
Diluar dugaanku, Windy justru mengiyakan tawaranku. “yaudah gak papa daripada aku gk pakai celana hihihihi” kata Windy sambil tersenyum nakal. Aku pun segera mencari celana renang itu di tumpukan lemari dan menyerahkannya pada Windy yang kemudian segera menghilang di balik pintu kamar mandi.
Tak berapa lama, pintu kamar mandi terbuka dan Windy keluar dari kamar mandi. Suara hujan yang deras, rasanya kalah dengan degub jantungku saat melihat Windy berjalan dari kamar mandi. Betapa tidak, selama ini aku selalu melihat Windy dengan pakaian yang tertutup sempurna dari ujung kepala dengan kerudung dan celana panjangnya. Meski ketat, namun aku belum pernah melihat kulit tubuh Windy, kecuali kulit kepala dan telapak tangannya.
Namun kali ini, pemandangan yang belum pernah terbayang muncul di hadapanku. Celana renangku, tidak mampu menutupi paha mulus Windy dan T-Shirt yang aku pinjamkan pun tidak cukup panjang untuk menutupi paha tersebut. Namun dengan penampilannya itu, Windy tidak nampak malu atau risih meski pun aku berada tepat di depannya. Bahkan Windy dengan santai duduk di depanku sambil tersenyum.
“Ujannya gila ya, untung udah de….” belum sampai Windy menyelesaikan ucapannya, tiba tiba listrik padam yang disusul dengan suara petir menggelegar. Windy yang nampak kaget, reflek melompat den mendekapku. Entah mengapa, ada rasa aneh saat itu. Rasa yang belum pernah aku ketahui.
Windy nampak benar-benar takut dengan suara petir itu, dan memelukku erat sekali. Aku sendiri merasa nyaman dan damai karena baru kali ini memeluk seorang perempuan yang diam-diam aku menyukainya. Tiba-tiba, tanpa aku duga, Windy mengendurkan pelukannya dan cuup..dia menciumku.
Aku yang masih terkejut, tidak bereaksi apapun atas ciuman yang tiba tiba itu. Sebelum aku benar-benar sadar dan yakin itu bukan mimpi, kembali Windy mendaratkan ciumannya. Kali ini, aku segera tanggap dan membalas ciuman Windy. Kami pun berpagutan,meski aku sendiri merasa bingung karena belum pernah melakukannya.
Namun,lambat laun aku mulai bisa mengimbangi gelora Windy yang nampaknya begitu membara. Saat Windy memainkan lidahnya, aku pun mulai membuka mulut dan memagutkan lidah kami. Aliran nafas Windy, terdengar jelas dan aku bisa merasakan hembusan angin yang begitu hangat serta cepat.
Saat kedua tangan Windy melingkar di tubuhku, aku pun membiarkan serta mengikuti gerakan yang semakin mendekatkan kedua badan kami.saat tubuh kami mulai berdekatan, aku merasakan ada dua benda lunak yang semakin menempel ke tubuhku. Benda itu terasa kenyal dan membuat aliran darahku mengalir semakin cepat. Bagian bawah tubuhku pun terasa ada perubahan, terutama di bagian yang biasa aku gunakan untuk buang air kecil.
Windy nampaknya tahu bahwa aku masih hijau dalam masalah perempuan. Itulah mengapa, Windy nampak lebih agresif dengan mulai meraba bagian punggungku dan kemudian berlanjut ke arah selangkanganku.
Sebagai manusia normal, aku merasa apa yang dilakukan Windy kepadaku membuat pikiran dan akal sehatku mati. Aku tidak berpikir lama, dan segera saja aku rebahkan tubuh Windy ke atas kasur untuk kemudian menindihnya.

jilbab hot toge besar (12)
Sementara itu, tangan kanan Windy semakin agresif bergerak. Dari bagian atas celanaku, Windy memasukkan tangannya untuk menuju ke bawah pusat. Dan ketika tangan halus Windy berhasil menyentuh pusat kejantananku, aku benar-benar merasa seperti mendapat sengatan listrik yang sangat besar. Belum pernah ada tangan lain selain tanganku yang menyentuh bagian tubuh terlarang itu. Namun kini, Windy, senior kuliahku, menjadi orang pertama yang menyentuh bahkan menggenggamnya.
Pelan pelan, aku merasa Windy mengocok kenjantananku dengan halus. Aku pun semakin tidak tahan dan kehilangan kesadaran. Tanganku bergerak ke atas, menyingkapkan T- Shirt putih yang dikenakan Windy. Semakin ke atas, jantungku semakin berdegup kencang menunggu pemandangan yang pertama kali aku lihat secara langsung.
Dan ketika T-shirt putih itu sudah tersingkap hingga bagian pundak, aku segera mengangkat tubuhku. Pemandangan yang sebelumnya hanya kulihat di layar film biru atau gambar porno, kini bisa kulihat secara langsung. Dua buah payudara Windy yang bulat dan membusung ke atas, benar-benar menyajikan kesempurnaan yang sangat dahsyat. Sebuah bra warna hitam, menjadi satu-satunya penghalang yang tidak mampu menutupi keindahan tersebut. Sebab, bra itu seakan tidak mampu menampung kedua bongkahan payudara Windy yang nampak berlomba ingin keluar.
Tiba tiba, Windy menarik tangan kanannya dari dalam celanaku. Rupanya, Windy bermaksud melepaskan T-shirt yang dikenakannya. Setelah T Shirt itu terlepas, tangan Windy bergerak ke belakang untuk melepaskan kait bra tersebut. Namun, Windy tidak melepaskan bra yang dikenakannya itu dan sebaliknya, kedua tangannya meluncur ke bawah dan menarik celana yang ku kenakan .
Aku membantu Windy dengan mengangkat pinggulku sehingga celanaku terlepas. Hanya celana dalam saja yang masih tersisa di pinggulku. Namun, Windy pun segera menarik celana dalam itu dan menurunkannya ke kakiku. Setelah semua celanaku terlepas, Windy segera menggenggam kembali batang kejantananku dan mengocoknya perlahan.
Tak mau ketinggalan, aku segera menyingkapkan bra hitam yang dikenakan Windy ke atas. Sehingga aku bisa menyaksikan, betapa kedua payudara yang selama ini sering membusung di balik semua pakaian Windy, bisa aku saksikan dengan utuh. Putingnya yang merah, nampak menonjol dan mengeras, menandakan Windy tengah terangsang hebat.
Tangan kananku segera meremas payudara kiri Windy, sedangkan payudara kanannya aku hisap dan jilat. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan, saat berhasil melumat payudara Windy sedangkan Windy menimpalinya dengan rintihan nikmat serta remasan pada bagian kejantananku.
Entah berapa lama aku menikmati kedua payudara Windy, sampai kemudian kepalaku dipegang oleh Windy. Sambil berbisik, Windy memintaku untuk turun ke selangkangannya. Aku pun menurutinya dengan menarik tubuhku ke bawah sambil menjilati bagian perut Windy yang mulus dan rata tanpa ada lemak menempel.

jilbab hot toge besar (13)
Windy semakin menggelinjang saat aku menjilati bagian perutnya. Sementara tangan kanannya berusaha menggapai batang kejantananku yang terlepas karena posisiku berubah. Aku pun segera memutar dan membuat bentuk 69. Belum sempurna posisiku tersebut, aku merasakan batang kejantananku sudah diremas dan berlanjut pada rasa hangat. Rupanya, Windy sudah mengulum batang kejantananku tersebut dengan rakus.
Aku tak mau kalah, dengan beringas kuturunkan celana renang yang dikenakan Windy. Begitu celana itu tersingkap, aku melihat celana dalam warna merah berenda dengan beberapa bagian terlihat transparan, menjadi benteng terakhir Windy di bagian vitalnya tersebut.
Tak sabar aku segera melolos kedua celana tersebut bersamaan. Windy membantu memudahkanaku melepaskan celana itu dengan mengagkat pinggulnya. Damn! Belum sempurna celana itu lepas dari kaki Windy, pandangan mataku sudah terpaku pada gundukan di pangkal paha Windy yang dipenuhi oleh rambut hitam dan lebat.
Sebuah bau yang belum pernah aku cium, dengan cepat meresap ke dalam indra penciumanku. Inilah bau vagina yang sedang terangsang, yang sering aku baca pada cerita seru di internet. Sangat khas dan menggodaku untuk segera mendekatkan mulutku pada sumber bau tersebut. aku pun merunduk dan kedua tanganku merenggangkan paha Windy.
Begitu kedua paha itu teranggang, nampak bagian kemerahan yang basah ada di balik rerimbunan rambut hitam itu.sebuah bagian, terlihat menonjol. Mungkin inilah yang dinamakan klitoris itu, pikirku.
Aku julurkan lidahku, menyapu bagian kemerahan tersebut. saat lidahku mengenai bagian yang menonjol, aku merasakan tubuh Windy menggelepar, nampaknya Windy mengalami kenikmatan. Segera saja, aku sapu bagian tersebut sebagaimana yang aku baca di berbagai cerita seru. Windy semakin menggelinjang. Hisapannya pada batang kejantananku semakin kuat kurasakan.

jilbab hot toge besar (14)
Sementara, vagina Windy yang basah, terasa semakin basah. Beberapa kali, Windy mengangkat pinggulnya saat aku menghisap klitorisnya. Kukumpulkan ingatanku tentang trik membuat wanita orgasme yang pernah aku baca sebelumnya. Salah satunya adalah, memainkan klitoris ini dengan stabil. Aku coba praktekkan itu, dan nampaknya berhasil.
Sekitar lima menit, aku merasakan Windy semakin kuat menggelinjang. Kedua pahanya, beberapa kali menjepit kepalaku. Sampai kemudian, aku merasakan tangan Windy memegang kepalaku dan menekan ke bawah dengan kuat. Di satu sisi, aku merasa Windy mengangkat pinggulnya sehingga aku sulit bernafas. Aku menduga, inilah saat puncak Windy.
Benar saja, tiba tiba Windy menggelinjang dengan hebat. Pinggulnya melenting ke atas, pahanya dijepitkan pada kepalaku. Begitu pula, tangannya yang menekan kepalaku ke bawah dengan kuat. Sejenak aku tak bisa bernafas, sementara dari vagina Windy seperti banjir oleh cairan vaginanya.
Sekitar dua menit, Windy menikmati puncak kenikmatannya tersebut. kemudian, ketika puncak itu mulai berlalu, Windy dengan terengah-engah, berkata “ tunggu bentar ya, nanti kamu boleh masukin kontolmu itu”.
“beneran Wind? Kamu yakin?” tanyaku memastikan.
Windy mengangguk. “Aku dah gk perawan kok. Masukin aja, keluarin di dalam juga boleh. Ini bukan masa suburku” ujar Windy sambil tersenyum.
Mendengar itu, aku cukup terkejut. Karena di balik penampilannya yang selalu tertutup, dengan kerudung yang tak pernah lepas dari kepala, rupanya Windy sudah tidak perawan. Sebagai seorang perjaka dari desa, tentu pengakuan itu membuatku kaget.
Namun karena nafsu yang sudah menguasai diri, aku seperti lupa diri. Aku lepas kaos satu-satunya yang masih menempel di badan. Sehingga kini aku dan Windy sudah sama-sama bertelanjang bulat. Aku putar tubuhku, kini aku memposisikan menindih tubuh Windy yang masih basah oleh keringat. Tubuhnya putihnya terlihat sangat seksi dengan leleran keringat yang ada di sekujur badannya.
“rangsang aku dulu, biar memekku basa” pinta Windy dengan mata yang sayu merayu.

jilbab hot toge besar (15)
Aku segera mendekatkan bibirku dan mengatupkan kedua bibir kami. Selanjutnya kami saling beradu bibir dan lidah, sambil tanganku sibuk meremas payudara dan sesekali meremas pantat Windy yang bulat padat. Saat berada di payudaranya, jemarik memainkan puting susu Windy seperti sedang memindahkan gelombang radio. Hal ini cukup efektif dalam memacu birahi Windy. Terbukti, setiap kali putinnya kumainkan, Windy mendesah nikmat dan semakin mempererat pelukannya. Sementara satu tangan Windy sudah erat menggenggam batang kejanjtananku yang menunggu saat tepat untuk pertama kali memasuki liang vagina.
Aku dan Windy semakin liar dalam bercumbu. Sesekali, Windy menggulingkan tubuhnya sehingga aku berada di bawah. Beberapa kali pula, kami keluar dari kasur karena dorongan nafsu yang membara. Sampai kemudian Windy berbisik “masukin sekarang, pelan pelan ya, kontolmu gede banget” Jujur saja, ada rasa bangga saat batang kejantananku dipuji oleh Windy. Sebagai gambaran, batangku memiliki panjang 19 cm dengan lingkaar 12 cm saat ereksi.
Mendengar permintaan Windy, aku mulai mengarahkan batang kejanjtananku. Tangan kanan Windy, masih belum terlepas dari batang itu dan mulai menuntuku pada jalan yang benar. Setelah berada di tempat yang tepat, Windy berbisik lagi “ayo dorong pelan-pelan”.
Aku pun mulai mendorong pinggulku ke depan. Benar-benar sensasi yang sulit digambarkan. Seorang perjaka, sedang berusaha menikmati masa-masa pertama memasuki lubang kenikmatan wanita. Saat aku mulai merasakan ada hambatan, saat itu pula aku melihat Windy mendesah dan mengagkat kepalanya.
“terus sayang, pelan-pelan” pinta Windy.
Aku pun kembali mendorong kejantananku lebih dalam. Windy terlihat seperti menahan sesuatu. Kedua pahanya direntangkan lebar-lebar. Aku yang belum tahu harus berbuat apa, hanya bingung dan diam. Untungnya, Windy segera paham. Dimintany a aku mendorong lebih dalam lagi batang kejantananku. Pelan-pelan sampai kemudian Windy berteriak “ahhhh udah yang, udah mentok”.
Mendengar perkataan Windy, sejenak aku berdiam diri. Terus terang, saat itu aku merasa seperti hendak meraih puncak saja. maklum, baru pertama kali, batang kejantananku berada di tempat yang seharusny tersebut. namun aku berusaha menahannya.
Nampaknya, Windy mengerti kebingunganku. Dia kemudian membimbingku dan memintaku menarik keluar batang kejanjtananku. Aku pun menurutinya dan menarik perlahan lahan. Sebelum benar-benar keluar, Windy memintaku untuk mendorong nya lagi ke dalam.

jilbab hot toge besar (16)
Begitulah seterusnya, aku segera bisa mengontrol diri. Aku berusaha rileks agar tidak cepat mengalami orgasme. Setelah merasa rileks, aku segera bergerak menaik turunkan pinggulku di atas pinggul Windy.
Windy yang merasakan nikmat, menggeleng gelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Tanganku pun, bergantian meremas payudara Windy yang bulat dan ranum tersebut. tiba-tiba, Windy memintaku berhenti dan mengeluarkan batang kejantananku.
Setelah batang kejantananku kucabut, Windy kemudian beranjak dari kasur. Kemudian dia membalikkan badan dan mulai membungkuk. Rupanya, Windy ingin berganti gaya yaitu Doggy style. Lagi-lagi, aku sediikit mengalami kesulitanuntuk menembus liang vagina Windy karena belum pernah mengalaminya.
Namun, akhirnya berhasil juga setelah Windy membantuku membuka lebar-lebar liang vaginanya. Dengan posisi doggy style ini, aku bisa dengan leluasa menikmati keindahan pantan Windy yang bulat dan padat serta punggungnya yang mulus serta putih seperti pualam.
Kemudian, masi dengan posisi doggy style, Windy menarik kedua tanganku. Dibawanya tanganku ke bawah badannya. Rupanya, Windy menginginkan aku meremas kedua payudaranya. Akhirnya aku berusaha keras untuk bisa meremas kedua payudaranya sekaligus memainkan vagina Windy dengan batang kejantananku.
Rupanya, Windy sudah tidak tahan lagi atas rangsangan yang diterimanya. Windy memintaku untuk lebih cepat menyodok vaginanya. Dan benar saja, tiba-tiba saja, Windy berteriak “aaarrghhhhhh oouhghhhh Royy……………aaaakkkk… …….uuuuuuuu daa….peeeeeeeeeeeeeeeetttttt tt”.
Saat itu pula aku merasakan jepitan yang sangat kuat pada bagian batang kejantananku. Akibatnya aku tak mampu lagi untuk menahan keluarnya cairan kenikmatan itu. Sebelum Windy selesai menikmati kenikmatannya, aku segera menyusulnya. Kusemburkan seluruh cairan itu di dalam vagina Windy yang sedang menungging dengan kepala tergeletak di kasur,
Entah berapa banyak semburan sperma yang aku ledakkan di dalam vagian Windy. Sebab, rasa nikmat yang aku rasakan, karena untuk pertama kalinya bisa orgasme di dalam vagina seorang perempuan mengalahkan segala akal sehatku. Termasuk, ketika menyadari bahwa Windy bukanlah siapa-siapaku saat itu. Wiindy masih seorang teman tanpa ikatan kasih.
Namun semua itu, seperti tak muncul di otakku. Yang ada hanyalah, ingin merasakan kenikmatan seksual secara nyata. Bukan sekedar berfantasi menggunakan cerita-cerita porno di berbagai media.
Setelah semua tumpukan sperma berhasil kukeluarkan, aku segera mencabut batang kejantananku dari vagina Windy. Saat itu pula, cairan putih kental turut mengalir dari vagina Windy. Ada rasa penyesalan dan takut bila Windy marah atas apa yang aku lakukan padanya.
Saat itu, Windy masih memejamkan mata dengan posisi menungging. Aku pun terdiam dalam posisiku, menunggu reaksi Windy atas apa yang baru saja kami lakukan. Aku siap, apabila Windy hendak menamparku atau memukulku. Namun aku salah.
Beberapa saat kemudian, aku melihat Windy membuka matanya dan merebahkan tubuhnya sehingga terlentang. Seulas senyum, tersungging dari bibirnya yang sexy. “makasih ya, kamu hebat. Bisa membuatku kelojotan dua kali. Maaf, aku merenggung keperjakaanmu ya” kata Windy.
“he, makasih juga kamu mau mengajariku. Beneran nih kamu gk marah aku keluarin di dalam?’ tanyaku khawatir.
“Gak papa. Aku lagi gk subur sekarang. Tenang aja”.
Windy kemudian bangkit dan mengenakan T-Shirtnya. Aku pun turut mengenakan pakaianku.
“Win, boleh tanya gak? Sejak kapan kamu gk perawan? Maaf kalau kamu gk mau jawab gak papa” tanyaku.
“He, gak papa kale… ehmm..aku dulu melakukannya pas kelas dua SMA. “ jawab Windy
“Dengan pacar?” selidikku
“iyalah. Dan kamu orang kedua yang melakukannya padaku” jawab Windy.
Hening. Hanya suara hujan yang masih tersisa memenuhi ruangan kamarku.
“udah gk usah dipikirin. Anggap aja menghangatkan badan. Yuk anter aku pulang” ujar Windy memecah kesunyian sambil tersenyum. “yaudah yuk” kataku.
Next day
Jam 06.00 pagi, aku bergegas mengambil motor. Sebuah keputusan harus diambil. Kuarahkan motor kesayangangku, menuju kost putri yang berlantai dua dengan pohon cemara di bagian depan. Suasana kos masih sepi, seperti biasa. Kuparkirkan motor, dan menuju ke ujung bangunan. Kamar nomor tujuh yang menjadi arah langkahku.
Kamar itu masih gelap. Aku yakin penghuni kamar itu belum bangun. Setelah mengetuk beberapa kalli, baru terdengar suara serak tanda mengantuk dari penghuni kamar. “Klik…” suara anak kunci diputar yang diiringi pintu kamar dibuka.
“eh kamu..masuk” sesosok wajah dengan muka mengantuk dan rambut khas orang bangun tidur, terlihat dari balik pintu dan menyuruhku masuk. Aku pun segera masuk ke kamar dan menutup pintu itu. Sementara, sang pemilik kamar sudah hilang di balik pintu kamar mandi.
Kurang dari lima menit, pemilik kamar itu keluar dari kamar mandi. Wajahnya nampak terlihat lebih segar. Dia berjalan menghampiriku, tanpa merasa risih meski pun hanya menggunakan lingerie berwarna merah transparan. Sehingga aku bisa tahu bahwa pada saat itu, di balik lingerie merah dia tidak lagi mengenakan bra dan membiarkan kedua payudaranya yang indah terlihat olehku. Hanya g string merah yang menutupi bagian paling rahasianya.
“ngapain pagi-pagi kesini? Kangen pengen lagi?” tanya Windy, si pemilik kamar.
“enak aja. Aku mau minta maaf atas kejadian kemarin Wind. Sumpah aku gk bisa menahan diri.” Ungkapku.
“Yaelah Roy, kek anak kecil aja. Biasa aja kale. Toh kita sama-sama menikmatinya kan” ucap Windy sambil tertawa.
“ya udah apapun pendapatmu, aku kesini Cuma mau minta maaf”
“Cuma itu? Ah, gangguin tidur aja kamu” kata Windy dengan muka yang dibuat seperti marah.
“ya selain itu, sebagai bentuk penyesalanku, kamu mau gak jadi pacarku?” tanyaku dengan keberanian yang entah tiba-tiba saja datang.
“hahahaha yang bener? Jadi kamu pengenpacaran ama aku hanya karena menyesal udah meniduriku? “
“ya enggaklah. Dari pertama aku udah suka ama kamu. Cuma aku gk berani ngomong. Maklum, aku belum pernah pacaran. Apalagi sampai melakukan yang kita lakukan kemarin. Sekarang, aku berani ngomong”
“kamu nggak nyesel? Aku kan dah gak perawan?” tanya Windy sedikit serius.

jilbab hot toge besar (1)
“Nggak, buatku kejujuranmu jauh lebih penting” tegasku.
“Ya udah aku mau jadi pacarmu. Tapi ada syaratnya” kata Windy, kali ini disertai senyum misterius.
“apa syaratnya?”
“ehhhmmmm kapanpun aku pengen melakukan seperti yang kemarin, kamu harus siap. Gimana” ujar Windy dengan nakal
“haahh…kalau Cuma itu sih, aku siap banget”ujarku dengan semangat
“buktikan donk!” ucap Windy dengan cepat
“Buktikan gimana?” tanyaku dengan heran.
“ya masak, aku dah pake lingerie gini gak kamu apa apain. Lebih baik kita putus!” Windy pura pura marah.
“whattsss…ayo dah…” dan pagi itu, hari jadian kami bukan ditandai dengan malam pertama. Namun, menjadi pagi pertama. Setelah menjalani hubungan beberapa waktu, barulah aku tahu, bahwa Windy memiliki selera sex yang sangat tinggi. Hampir setiap hari, Windy mengajakku bercinta. Kami hanya berhenti bercinta, pada saat Windy mendapatkan tamu rutinnya saja. Dan yang aku sukai dari Windy adalah, dirinya tidak memaksaku menggunakan kondom. Sebagai pelindung, Windy selalu rajin meminum pil KB dan memintaku tidak orgasme di dalam vaginanya apabila sedang masa subur. Sebagai gantinya, Windy merelakan mulutnya sebagai tempatku memuntahkan cairan kenimmatanaku.
Sayangnya, hubungan kami tidak berlangsung lama. Karena, setelah wisuda, Windy diminta kembali ke Manado dan tidak melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Perpisahan kami lakukan dengan baik-baik. bahkan, kami membuat pesta perpisahan yang sangat mengesankan, yang akan aku ceritakan lain waktu. Karena sekarang ini, sedang dalam edisi kisah pacar-pacarku saja.

IDA ZULAIKHA

Namanya Ida Zulaikha, wanita muda berwajah teramat cantik dan alim berjilbab. Baju panjang muslimah, senantiasa menutupi sekujur tubuhnya yg putih mulus. Ya … walau hanya wajah dan telapak tangannya saja yang terlihat, saya tahu kulit tubuhnya tentulah seputih dan semulus wajahnya. wanita muda idaman setiap pria, itulah sosok Ida Zulaikha. alim berjilbab lebar anggun, cantik, sopan, alim, sungguh menawan. Bibirnya yang bibir sexy, berdagu lancip dan….cantik deh pokoknya. Dia alumnus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Fakultas Hukum. Beruntunglah Budiman, wakilku di perusahaan milikku, yang berhasil memperistrinya. Seringkali aku menatapi wajahnya yang lembut dan anggun setiap kali aku ke rumahnya kalau ada urusan dengan Budiman. Wah …. betapa enaknya ini tubuh wanita muda alim berjilbab. Sudah cantik, anggun, lembut, sopan, rapi, alim … pokoknya segudang pujian dan sanjungan pantas kuberikan padanya. Namun karena sifatnya yang alim dan sangat menghragaiku sebagai atasan suaminya, membuatku tak berani menggodanya, ya … mengingat dia sangat alim, juga posisinya sebagai istri dari pegawaiku sendiri. Sering setiap aku bertandang ke rumahnya, Ida Zulaikha ikut duduk menemani suaminya ngobrol denganku. Nah … seringpula mata nakalku mencoba menatapi dan mencuri-curi pandang ke istri Budiman ini. Betapa cantik dan anggunnya wanita muda ini, wah wah wah …. bagaimana ya nikmatnya kalo aku bisa menelanjangi tubuhnya yang selalu tertutup jilbab dan baju panjang ini … bahkan lebih jauh menidurinya?. Bulan Juli 2004 Pameran berskala internasional diselenggarakan di Jakarta, sudah menjadi kebiasaan perusahaanku ikut berpartisipasi.

jilbab-toge-0137

Perencanaan harus matang, agar tak membuat malu. Dari persiapan mengurus stand, ijin, dan berbagai sarana harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Ya … akhirnya Budiman selaku wakilku, kutugaskan untuk mengurus semuanya itu. Senin pagi berangkatlah Budiman bersama 5 orang pegawai kami ke Jakarta.

Tepat jam 08.00 WIB, kereta api senja utama meluncur meninggalkan stasiun Tugu Yogyakarta … dan nampak Ida Zulaikha mengantarkan kepergian suaminya. Rona muka kemerahan, ah … barangkali ia merasa sedih dan berat ditinggal suaminya. “Mbak Ida … udah, nggak usah sedih … sebentar juga pulang” ucapku menghibur. “Ah…,iya Pak.” ia tersenyum. Nggak papa kok Pak, mari Pak kita pulang”.

Mobil sedan susuki Baleno warna biru metalik yang kukemudikan, perlahan bergerak meninggalkan stasium tugu menuju komplek perumahan elit di Yogya utara, ya … aku hendak mengantarkan mbak Ida yang cantik ini pulang ke rumahnya. Deg-degan juga hatiku, baru sekarang aku duduk bersandingan berduaan di dalam mobil bersama wanita muda yang selama ini aku kagumi. Jilbab putih bersih terjuntai hingga hampir ke perut, dipadu baju muslimah panjang warna ungu kembang-kembang, sangat indah dan serasi dengan kecantikannya. “Mbak Ida mau langsung pulang?” tanyaku. “Ya Pak…”, jawabnya. Rasanya deg2an semakin kuat. Aku bingung bagaimana mengakrabkan diriku dengan mbak Ida ku ini. “Wah … mbak Ida asli Indonesia nggak sih?” tanyaku sambil mencari-cari akal bagaimana mencairkan suasana. ”Iya, Memangnya kenapa Pak” “Nggak, kok kayak orang Indo Arab?” “Kok…?” “Iya … hidung mancung, alis item, kulit kuning, dan…cantik lagi.” jawabku mencoba menggoda.. “Hehehehhe..”, ia tertawa renyah sekali. Hatiku bersorak gembira, rupanya suasana makin akrab dan ia sudah tidak kaku lagi. “Masak sih Pak?” Iya, beruntung ya dik Budiman dapet istri kayak mbak Ida. Cantik, alim berjilbab, alim, sopan, wah wah … kalo aku punya istri kayak mbak, nggak bakal aku tinggalin deh satu detikpun.” “Hahahahhaha” ia kembali tertawa. Sesekali ia sampirkan jilbab putihnya ke pundak. Wow….cantik sekali segala gerak dan gayanya. “Iya lho mbak…bagi saya, cewek cantik alim berjilbab sangat menarik dan … sangat sempurna., apalagi cantik seperti mbak.” Emang pacar bapak siapa sih, alim berjilbab juga ya?” “Hehe…belum punya” ”cariin dong mbak Ida yang kayak mbak Ida.” Kulirik Ida, ia tersenyum sungguh cantik sekali. “Kenapa sih Bapak suka wanita muda alim berjilbab?” “Sebab wanita muda alim berjilbab, sangat menjaga jarak dengan lawan jenis, sangat menjaga, kealiman dan kesuciannya. Dan karenanya, kalau bercinta … tentu sangat hot, hehehhe….!” “Ah bapak bisa aja”. “Iya lho mbak, walau saya orangnya metal gini, saya sangat menyukai wanita muda alim berjilbab.” Penampilanku saat ini memang metal, kaos ketat, celana jeans, dan memakai ikat kepala warna biru.

toge

Akhirnya sampailah di rumah nomor 158, sebuah rumah mewah warna krem bersih dan genting warna merah. “Masuk dulu Pak” tawar Ida. “Ya…makasih.” Jantungku semakin deg-degan. Dalam hati aku sudah tak tahan lagi menelanjangi dan menggauli wanita muda cantik alim berjilbab ini. Sambil melangkah masuk ke dalam rumah, kubetulkan ikat kepala yang melilit di kepalaku sambil mata nakalku tak lepas menatap pantat Ida yang kelihatan montok. Celana dalamnya kadang tercetak jelas di balik bongkahan pantatnya. Ouww….ingin sekali aku mencolek dan meremas pantat bahenol tersebut wanita muda alim berjilbab ini. Sampai di dalam rumah, ia persilahkan aku duduk, ”Pak….duduk dulu ya, mau bikin minum”. Tanganku cepat menarik tangannya. “Nggak usah Mbak” jawabku sambil menggenggam tangannya. Ia memandangku dengan tenang. Wow…..betapa lembut tatapan mata itu. Ia nampak tak menolak saat tangannya berada dalam genggamanku. “Mbak Ida … kamu cantik sekali.” kataku merayunya. Aku sungguh tak tahan dengan kecantikan mbak. Akhirnya kebaranikan diri, kupeluk tubuhnya yang masih mengenakan jilbab putih dan baju panjangnya itu. “Mbak Ida … kamu cantik sekali …” kuciumi wajahnya, pipinya….dan kupeluk kuat2 tubuhnya yang sangat menggiurkan itu. jilbab putih segara kuangkat di bagian dadanya. Wajahku menciumi buah dadanya yang masih tertutup baju jubah panjang. Ida menggeliat-geliat kegelian. “Pak….jangan…”, ia merintih. Aku tak peduli lagi. Semuanya sudah terlanjur basah. Kugenggam kain jilbab di belakangnya punggungnya … sambil tanganku yang satunya turun ke bawah … meraih pantatnya … meremasnya … dan mengusap-usapnya…dan meremas-remasnya. Mulutku terus menciumi buah dadanya, pipinya, bibirnya, lehernya, sambil tanganku terus bergerilya membelai, mengusap, meraba. dan merenmas-remas pantatnya. wanita muda alim berjilbab ini menggelinjang, tubuhnya menggeliat-geliat, rupanya ia telah mulai bernafsu. Tanganku kini mengelus-elus selangkangannya yang tertutup jubah panjang itu. Ida Zulaikha … wanita muda alim berjilbab ini akhirnya pasrah dan tak menolak perlakuanku. Kulepaskan semua pakaianku. Aku sudah tak tahan lagi ingin mengentot wanita muda alim berjilbab ini. Aku ingin mengentotnya…sambil kubiarkan ia tetap memakai jilbab dan baju muslimahnya. Wow….Ida…..aku ingin merasakan vagina wanita muda alim berjilbab … “Ida … aku suka kecantikanmu.” “Aku telah lama mendambakan yang seperti ini.” Kuangkat tubuhnya ke atas meja, hingga posisinya kini Ida Zulaikha duduk di atas meja. Dengan begitu kemaluannya tepat sejajar dengan kontolku yang telah mengacung tegak ini.

jilbab-toge-0259

Dengan bersandar dan duduk di atas meja,aku semakin mudah memandangi kecantikan wajahnya. Mata wanita muda cantik alim berjilbab ini meredup, menahan gejolak birahi. Namun sesekali bibirnya tersenyum, menandakan iapun menikmati permainan sex dari lelaki brutal sepertiku. jilbab putih semakin membuatku bernafsu, sungguh suatu pemandangan yang erotis sekali. Seorang wanita muda cantik, alim berjilbab, kini duduk mengangkang di atas meja, berhadapan dengan tubuhku yang telah bugil dan polos..

Akhirnya … kusibakkan ke atas jubah panjang muslimahnya … kutarik ke bawah celana dalamnya yang berwarna hitam, kupeluk erat tubuhnya, … dan segera kuarahkan kontolku ke dalam kemaluannya. Dengan gerakan yang lembut daan pelan, kuarahkan kontol ku yang telah tegang ini ke dalam vagina Ida Zulaikha. Sementara tanganku terus memompa buah dadanya yang masih terlindungi jilbab dan baju panjangnya … bibirku tiada henti mengecup bibirnya … menyedotnya dengan mesra. Dan saat itu kini datang, vagina Ida Zulaikha telah basah oleh lendir birahi yang melanda. Kini kudorong kontolku masuk ke vaginanya … bles … kepala kontolku menyeruak ke dalam liang kewanita mudaan wanita muda alim berjilbab ini. Kutarik dan kudorong lagi kontolku secara berulang-ulang, dengan pelan-pelan, hingga akhirnya aku mempercepat gerakanku.

Ida Zulaikha., istri temanku yang alim berjilbab itu kini tak mampu lagi berkata-kata. Hanya desahan dan geliatan tubuh saja yang dapat dilakukan, karena gejokak nafsu birahi telah membakar jiwanya. Bagiku, gerakan tubuhnya yang menggeliat-geliat dan expresi wajahnya yang cantik dalam balutan jilbab putih … membuatku semakin merasakan sensasi yang luar biasa nikmatnya. Terus terang aku telah biasa bermain perempuan.Tak terhitung lagi perempuan yang pernah kutiduri. Dari gadis2 toko, teman2 kuliah, sampai gadis2 nakal di komplek2 pelacuran. Namun mengentotin seorang wanita muda yang cantik dan alim berjilbab, baru sekarang ini aku lakukan. Betul2 nikmat … erotis … sensasional. Apalagi wanita muda alim berjilbab secantik Ida Zulaikha, benar2 membuatku ingin memuncratkan sperma sebanyak mungkin kedalam vaginanya.

Sekitar 15 menit aku menyetubuhi Ida Zulaikha dalam posisi di atas meja seperti ini. Keringat birahi telah membasahi tubuhku dan juga tubuh Ida Zulaikha. Jilbab putih yang dikenakannya nampak kusut dan awut-awutan, namun aku tetap konsisten membiarkan jilbab putihnya itu tetap membalut wajah dan kepala Ida Zulaikha. Sementara baju panjang warna ungu yang dikenakan Ida Zulaikha juga nampak kian amburadul. Gerakan maju mundur kontolku yang panjang menimbulkan bunyi yang sensasional.

Ida Zulaikha nampak sangat bernafsu menikmatu gerakan-gerakan ini. Ya….nikmat sekali rasanya … Bunyi yang ditimbulkan oleh gerakan kontolku yang mengobrak-abrik seisi liang kewanita mudaannya yang dipadu dengan denyut-denyut nikmat otot di vaginanya menimbulkan gejolak dan nafsu yang membakar jiwa. Dan aku memang sengaja ingin menunjukkan segala daya dan kekuatan sexku. Aku ingin Ida Zulaikha mengakui kejantananku, kebrutalanku … ya … aku tak mau kalah dibanding suaminya dalam memuaskan wanita muda. Aku ingin membuat kesan yang sangat mendalam pada diri wanita muda alim berjilbab ini. Setidaknya aku ingin membuatnya ketagihan bercinta denganku.

Bukankah akan menyenangkan jika ternyata wanita muda alim berjilbab ini ketagihan dan merengek-rengek minta bermain seks denganku? Di tengah-tengah kami berdua menikmati percintaan yang heboh ini, tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi. Thing..thong..!!! “Assalamu’alaikum……”. Suara seorang wanita muda mengucapkan salam mengagetkan sekaligus menghentikan gerakan erotis kami berdua. Ida Zulaikha nampak agak gugup, karena ada seorang tamu datang. Ya…wajar, ia nampak kuatir kalau skandal ini terungkap dan diketahui tetangga. “SSSSttt…..tenang nggak usah gugup, siapa sih itu?”, tanyaku mencoba menenangkan. “Itu Bu Siti Maesaroh tetangga sebelah”, jawab Ida Zulaikha. “Sekarang betulkan dulu jilbab dan pakaianmu, kamu boleh keluar dan temui tamu kamu itu, bersikaplah seolah tak ada apa2. Tenangkan hatimu sayang….”, pintaku.

jilbab-toge-0260

Ida Zulaikha membetulkan jilbab dan baju muslimahnya lalu melangkah keluar membuka pintu. Aku mengintip dari dalam, wow rupanya wanita muda yang bernama Siti Maesaroh ini seorang wanita muda cantik yang juga mengenakan jilbab. Baju panjang merah hati dipadu jilbab warna merah pula. “Eh … Bu Maesaroh, silahkan masuk Bu’. ”’Makasih Bu Ida Zulaikha, saya Cuma mau ngasih undangan Pengajian nanti malam kok. Dan…kebetulan nanti malam Bu Ida Zulaikha yang mendapat jatah mengisi ceramah pengajian. Aku lihat wanita muda cantik yang juga alim berjilbab itu menyodorkan secarik kertas kepada Ida Zulaikha, yang rupanya undangan untuk menghadiri pengajian yang biasa diselenggarakan rutin di komplek perumahan tempat Ida Zulaikha tinggal. Namun itu tak terlalu menarik bagiku, tubuhku yang masih telanjang bulat dengan kontol mengacung tegak lebih tertarik memelototi Maesaroh yang tak kalah cantik dengan Ida Zulaikha. Wow … tangan kananku mengocok kontol sambil memandangi wanita muda cantik alim berjilbab yang bernama Siti Maesaroh itu.

Aku menghayalkan bagaimana indahnya sendainya Maesaroh turut serta dalam percintaanku dengan Ida Zulaikha ini. Ya … dua wanita muda cantik alim berjilbab kuembat sekaligus … tentu nikmat sekali. Namun akhirnya Bu Maesaroh itupun pulang, kini Ida Zulaikha kembali menutup pintu dan melangkah masuk ke dalam. Langsung aku memeluk tubuhnya. Kembali menciuminya, menggelutinya dan membawa tubuhnya ke dalam kamar. Namun tiba2 Ida Zulaikha memandangku. “Pak…..aku ingin di atas, bapak tiduran saja di karpet lantai.” bisik Ida Zulaikha. Belum juga sadar menangkap maksudnya ,ia telah mendorongku hingga terdoromg ke belakang hingga tertidur di lantai.

Wah … wah … wah … rupanya Ida Zulaikha benar2 buas Juga. Aku terlentang di lantai, segera Ida Zulaikha mengangkangiku dan kini ia berdiri mengangkang persis di atas tubuhku yang terlentang di lantai. Ida Zulaikha meraih kain bawah baju panjangnya, disingkapkan dan ditariknya ke atas sampai ke perutnya dan ia kini berjongkok mengarahkan kontol tegakku agar tepat menuju lobang vaginanya. Wow … benar2 nikmatnya seorang wanita muda cantik yang masih mengenakan jilbab dan baju panjang kini rela mempertontonkan keindahan pahanya, tubuhnya, vaginanya, jembutnya, bahkan ikhlas membiarkan kontol lelaki lain selain suaminya menerobos dan mendobrak dan mengobrak-abrik liang kemaluannya. Aku menunggu saat2 indah vaginanya menyentuh kontolku, aku menunggu dengan jantung berdebar-debar sambil mata nakalku terus memandangi wajah cantik Ida Zulaikha, wanita muda alim berjilbab ini. Akhirnya … kontolku yang tegang menelusupi lobang vagina wanita muda alim berjilbab ini. Nampak Ida Zulaikha menggigit bibir bawahnya dengan desahan dan rintihan. Ida Zulaikha tak mampu menyembunyikan perasaan nikmat tiada tara ini. Dengan gerakan2 yang semakin cepatdan cepat, Ida Zulaikha naik turun … naik turun … dengan sangat erotis sekali. Kepalanya oleng ke sana ke mari mengikuti geliatan tubuh dan mengimbangi gerakan maju mundur kontolku ke dalam vaginanya. jilbab putih itu kini sungguh sangat menawan bergetar-getar, berkibar-kibar, sungguh suatu pemandangan indah dan sensasional.

Wanita muda cantik alim berjilbab kini bergerak naik turun dengan bersemangat, mengeluar masukkan kontolku ke dalam vaginanya … wow …aku tak ingin semua ini cepat selesai. Ya … aku ingin menikmati pemandangan indah ini selama mungkin … di mana Ida Zulaikha adalah seorang wanita muda cantik alim berjilbab kini naik turun di atas tubuhku yang bugil, dan wanita muda alim berjilbab yang sangat cantik itu tengah memompa seluruh isi kemaluannya dengan kontolku yang besar ini.

Naik…..turun…dengan berulang-ulang. Begitulah gerakan kontinyu terus dilakukan wanita muda alim berjilbab ini. Hingga sampailah pada saatnya, kontolku terasa sangat tegang, sangat kuat, ya … tekanan dan denyutan di kontolku kurasakan sangat kuat … dan akhirnya cairan sperma itu muncrat dengan deras dan kuat … memancar dan membanjiri seluruh isi lobang vagina Ida Zulaikha.

jilbab-toge-0261

Seiring dengan menyemburnya spermaku ke dalam vaginanya … Ida Zulaikha menjerit sangat kuat …. begitupun diriku …. “Aaaaahhhhhh …… ooouwww ……… Ahhhhhhhhhh.!!!!!!…Ida Zulaikha….Oouuhh….”’Pak…..Enaaaaaakkkk…!!!!! Oouuuhh…!!!”, teriakan histeris mengiringi semburan sperma dan cairan kenikmatan kami berdua.