BU AMELIYA

Sebelum aku mulai cerita ini, aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Iwan dan Aku adalah seorang pegawai negeri yang ditempatkan disebuah kota di Jawa Barat sekitar sepuluh tahun yang lalu. Aku merasa nyaman kerja di kota ini, karena teman-teman sekantorku orangnya ramah-ramah dan mengayomi bagi para pegawai muda yang masih mentah dalam pengalaman kerja Aku sangat berterima kasih pada rekan-rekan kerjaku yang tanpa pamrih membimbingku dalam berbagai hal.

Diantara rekan-rekan kerjaku ini, ada seorang wanita yang cantik keibuan dan umurnya 8 tahun diatasku. Namanya Amelia. Pada saat pertama kali aku bertemu dengannya dia belum menunaikan ibadah haji dan belum mengenakan jilbab, sehingga aku bisa melihat putih dan mulusnya kulit betis sebagian pahanya pada saat dia duduk. Tapi yang membuat aku tertarik padanya adalah banyaknya bulu-bulu yang tumbuh di betis dan lengannya yang membuat dirinya semakin seksi dimataku. Karena dalam imajinasiku jika seorang wanita mempunyai bulu-bulu yang lebat di betis dan lengan, terbayang olehku pastilah dia akan sangat menggairahkan dan mampu memberikan kenikmatan pada lelaki di tempat tidur. Maka aku selalu membayangkan dan menghayalkan betapa nikmatnya bila aku dapat menggaulinya. Obsesiku untuk dapat menggaulinya tidak pernah hilang, walaupun aku telah menikah dua tahun setelah aku bekerja. Dan dia selalu ada dalam hayalanku pada saat aku dan istriku sedang melakukan hubungan suami istri.

Tapi sebagai yunior, tentu saja aku tidak berani macam-macam padanya. Apalagi dia adalah seorang istri pejabat Pemda di daerahku. Oh ya, Dia sudah menikah selama 10 tahun dan baru dikaruniai putra berumur 2 tahun. Rupanya rumah tangganya termasuk yang cukup lama untuk mendapatkan momongan. Dari rekan-rekanku, kuketahui bahwa pada awal pernikahan mereka, suaminya pernah mendapat masalah dalam urusan vitalitas, itulah sebabnya dia lambat mendapatkan momongan. Disamping itu kuketahui pula bahwa perbedaan usia antara dirinya dan suaminya cukup jauh, yaitu sekitar 15 tahun.

Aku sering mendekatinya untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul, orangnya enak diajak ngobrol, ramah pada setiap orang. Itulah sebabnya rekan-rekan lelaki ditempat kerjaku senang menggodanya, dan dia tidak marah jika godaan-godaan itu tidak terlalu bersifat pelecehan. Namun aku tidak pernah menggodanya, karena selain usiaku jauh lebih muda darinya, aku tidak ingin ia menganggapku macam-macam. Aku selalu bertindak sebagai seorang yunior yang memerlukan petunjuk dari seniornya sehingga aku bisa semakin dekat dengannya, karena dia merasa bahwa aku sangat menghormati dan mengaguminya.

Lima tahun setelah aku bekerja, dia menunaikan ibadah haji dengan suaminya dan sejak saat itu dia selalu mengenakan jilbab untuk menutup seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangannya. Namun jilbab yang ia kenakan tidak mampu menyembunyikan keseksian tubuhnya, dan bahkan membuat dirinya semakin cantik dan keibuan, ditambah lagi dengan gaun dan jilbab yang ia kenakan selalu serasi dengan model-model yang gaul. Sehingga dia semakin menjadi objek hayalanku pada saat aku sedangkan melakukan hubungan suami istri dengan istriku.

Aku selalu konsisten menjaga sikapku dihadapannya, karena tidak ingin dia benci atau menjauh dariku. Maka dengan sabar aku selalu menjaga kedekatanku dengan dirinya sehingga aku dapat menikmati kecantikan, keanggunan dan keseksian tubuhnya dari dekat.

Kesabaranku itu kujalani hingga saat ini setelah 10 tahun mengenalnya dan dia merasa aku sebagai sahabat baik dan sekaligus bagaikan adik baginya, sehingga tidak segan-segan menceritakan berbagai masalah dengan diriku, bahkan meminta bantuanku untuk hal-hal yang tak dapat dia kerjakan. Bahkan kami sering duduk berdampingan dalam mengerjakan sesuatu sehingga aku bisa merasakan lembutnya buah dadanya yang montok. Dan pernah aku menggeser-geserkan bahuku yang menempel dengan buah dadanya, tapi dia hanya berkomentar “jangan nakal ach…, Wan !” sambil tersenyum dan tidak ada nada marah sama sekali. Sehingga hal itu sering aku lakukan bila kami duduk berdampingan pada saat mengerjakan sesuatu

Pada suatu hari ia datang padaku dan mengkonsultasikan laptop miliknya yang terasa lambat dan juga minta diajari bagaimana caranya mengkoneksikan laptop dengan internet. Setelah kuperiksa, ternyata banyak virus yang mengerogoti sistem di laptopnya sehingga mengakibatkan kinerja laptopnya menjadi terganggu. Dan aku bilang untuk membersihkan semua virus di laptopnya diperlukan waktu yang cukup lama, sedangkan agar bisa dikoneksikan ke internet, harus ada jalur telepon. Lalu dia menyarankan agar untuk menangani laptopnya dikerjakan di rumah kost miliknya yang ada di dekat kantor kami. Rumah kost itu terdiri dari 10 kamar dan diisi oleh para pelajar yang bersekolah di sekitar daerah itu. Dan aku menyanggupinya.

Sepulang dari kantor, aku dan dia menuju rumah kost miliknya dan kebetulan, hari itu adalah hari sabtu, sehingga semua penghuni kost pada pulang ke kampungnya masing-masing dan rumah kost tersebut kosong. Begitu tiba di sana, dia langsung membawaku ke ruang tamu dan aku mulai melakukan pembersihan virus dengan software yang aku bawa.

Sambil menunggu anti virus bekerja, kami ngobrol berbagai hal diselingi dengan minum dan makan camilan yang ia sediakan. Dari obrolan itu kuketahui, bahwa setiap malam minggu dia suka tidur di rumah kost ini pada saat para penghuni kost pulang ke kampung halamannya masing-masing. Oleh sebab itu di rumah ini ada kamar khusus untuk dirinya. Aku merasa heran, apakah suaminya tidak apa-apa ditinggal tidur sendiri di rumah sementara dia menunggu di rumah kost. Dia menjawab tidak ada masalah dengan hal itu, bahkan katanya di rumah pun dia jarang tidur sekamar dengan suaminya. Karena sejak suaminya pensiun, suaminya lebih sering ingin tidur sendiri. Aku heran dengan kenyataan ini, kenapa ada rumah tangga seperti ini, tapi aku mau bertanya lebih lanjut, takut dia merasa aku akan semakin jauh mengetahui privasi rumah tangganya.

Hari semakin gelap, tetapi anti virus masih bekerja, karena banyak sekali virus yang menyerang laptopnya dan kami terus melanjutkan obrolan. Tanpa disadari atau seolah-olah tanpa disadari, kami telah duduk berdampingan di ruang tamu yang sepi ini. Sambil mengobrolkan hal-hal yang bersifat pribadi. Perlahan-lahan aku mulai terangsang terhadapnya, tapi aku masih merasa takut untuk memulainya, walaupun bisikan-bisikan di kepalaku mengatakan bahwa inilah saatnya yang tepat untuk mewujudkan obsesi yang selama ini ada dalam khayalanku.

Akhirnya dengan hati-hati aku berkata padanya “Apakah, bapak tidak sayang meninggalkan ibu tidur sendiri ? Uhh… kalau saya jadi bapak, tidak akan saya biarkan ibu tidur sendiri satu malampun. Sayang dong…., membiarkan tubuh seksi dan cantik seperti ibu ini sendirian….. mubazir ”

“Ach… Iwan bisa aja ! Masak sih… tubuh peot dan wajah keriput ini disebut seksi dan cantik ?” katanya tersenyum dan tampaklah ekspresi kebanggaan diwajahnya mendengar pujianku. Dan aku merasa gembira karena dia tidak marah dengan ucapanku.

Dan kembali aku lanjutkan rayuanku “ bener lho, Bu! Saya ‘ngga bohong… , Di mata saya ibu adalah wanita yang paling cantik dan seksi di kantor kita..!”

“Udah ach… , jangan dilanjutkan rayuannya nanti saya bisa terbang… !” jawabnya samibil tersenyum semakin tersanjung.

“Ngomong-ngomong… , Bu..! Boleh ‘nggak saya minta sesuatu, nggak macam-macam kok, swear !” kataku

“Minta apaan sich.. ? kalau nggak macam-macam akan saya penuhi ! “ katanya

“Sebelumnya maaf ya, bu ! Boleh ngga saya membelai bulu kaki yang ada di betis dan bulu tangan yang ada di lengan ibu yang dulu sering saya lihat. Saya benar-benar terobsesi dengan bulu-bulu yang dimiliki ibu ?” kataku memberanikan diri.

Dia memandangku heran “Kok, Iwan tahu kalau saya memiliki bulu di kaki dan lengan…? Rupanya Iwan sering ngintipin ibu ya ?” Katanya menggodaku.

Aku tergagap mendapat godaannya “Ti…tidak bu…, saya tidak pernah ngintip.. khan dulu ibu ngga pake jilbab..” jawabku membela diri

“Apa sich.. istimewanya bulu-bulu itu ? saya justru merasa risih” katanya lagi

“Justru bagi saya hal itu sangat istimewa dan menggairahkan….., boleh kan bu, saya membelainya !”

“Ya.. dech …” Dia mengalah dan menyingsingkan ujung lengan bajunya hingga sebatas siku. Mataku terbelalak melihat putih dan mulusnya kulit lengan yang dihiasi dengan bulu-bulu lengan yang cukup panjang, aku semakin terangsang namun masih bisa mengendalikan diri. Dengan tangan gemetar aku membelai lengan halus tersebut. Darahku berdesir ketika tanganku mengusap dan membelai langan halus nan berbulu itu. Dari sudut mataku terlihat dia merasa bangga atas keterpanaanku pada kemulusan dan keindahan kulit lengannya. Aku tak tahu apakah dia merasakan desiran-desiran rangsangan pada saat telapak tanganku membelai lengannya.

Setelah puas membelai lengannya, kembali aku berkata “kakinya belum bu ? “. Namun dia menjawab tidak serius “udah ach…, cukup .”. Lalu rayuku lagi “Akh… Ibu, khan tadi saya mintanya lengan dan kaki !”

Lalu dengan gaya seperti yang terpaksa dia mengangkat rok panjangnya sebatas lutut sehingga terlihat betis indah yang putih mulus dihiasi oleh bulu-bulu yang cukup panjang dan merangsang. Kembali tanganku bergetar membelai betih indah tersebut, mataku terpejam dan darahku semakin berdesir memberikan rangsangan-rangsangan yang sangat kuat padaku. Cukup lama tanganku membelai dan mengusap betis indah milik Hj Amelia ini. Aku sangat menikmati apa yang kulakukan. Betis kiri dan kanannya secara bergantian aku belai dan usap, terlihat mata Hj. Amelia terpejam menikmati belai tanganku “Oh..mmmnn .. “ mulutnya berguman tidak jelas.

Melihat itu aku tak mau berhenti, tanganku terus membelai betis indah itu dan dengan sangat hati-hati arah belaian semakin ke atas di sekitar lutut . Mata Hj Amelia semakin rapat terpejam. Dengan hati-hati kedua betis Hj Amelia aku naikkan ke atas jok kursi panjang yang kami duduki dan aku duduk di lantai menghadap betis indah dan sebagian paha disekitar lutut yang terbuka”

Dengan suara bergetar dan suara yang sedikit memburu dia berkata “Kok jadi duduk dibawah ?”

“Ngga apa-apa bu, supaya lebih jelas “ jawabku beralasan ”Awas lho… jangan macam-macam !” ancamnya dengan nada yang tidak yakin.

Kembali tanganku melanjutkan belaian dan usapan pada betis berbulu yang merangsangku ini, tanganku dengan lembut membelai betis kiri dan kanan secara bergantian . Kembali matanya terpejam menikmati belaian tanganku pada betisnya. Kuberanikan diri untuk mencium lembut ujung kakinya. Matanya terbuka dan berkata “Kok..?” hanya kata itu yang keluar. Akhirnya kedua tangan dan bibirku membelai betis hingga lutut dan paha di sekitar lutut. Ciumanku dan tanganku semakin naik ke atas, ciumanku sudah mencapai lututnya dan kedua tanganku sudah membelai kedua pahanya. Dia semakin terlena, napasnya semakin memburu dan mulutnya semakin sering mengguman sesuatu yang tidak jelas. Sedangkan aku semakin terangsang penisku sudah mulai mengeras. Tapi aku masih berhati-hati agar dia tidak menghentikan usahku ini.

Tanganku semakin aktif membelai paha bagian bagian dalam dan mulutku menciumi lututnya yang kiri dan kanan secara bergantian. Duduknya sudah mulai gelisah, pinggulnya sudah bergoyang-goyang dan dari mulutnya sudah mulai memperdengarkan erangan-erangan nikmat dan terangsang. Ku hentikan gerakanku, matanya terbuka memandangku sayu, terlihat bahwa dia sudah sangat terangsang, kuberanikan diri wajahku mendekati wajahnya, dia memejamkan matanya kembali dengan mulut yang terbuka menantang, lagsung bibirku menciumi bibirnya yang seksi. Dia tidak marah, bahkan menyambut ciumanku dengan hangat dan sangat bergairah. Kami berciuman dengan sangat bergairah. Kedua tangannya meraih kepalaku dan mencium bibirku dengan sangat panas, bibirnya menghisap-hisap bibirku dan lidahnya menari-nari dengan lidahku seperti seorang wanita yang sudah sangat lama tidak bermesraan, tentu saja aku semakin melayang nikmat dan bersemangat. Tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang montok, dia diam saja bahkan semakin bergairah dan mengerang nikmat. Tanganku mulai mencopoti kancing bajunya satu-persatu dan menyusupkan tangan kananku ke dadanya yang sudah terbuka, kemudian menarik cup bh-nya ke atas, sehingga kedua buah dadanya yang putih montok terbuka bebas. Tanganku langsung meremas buah dada montok itu yang kiri dan kanan.

Dia menghentikan ciumannya dan memegang tangan kananku, sambil memandang padaku dengan sayu. Aku terkejut, takut dia marah dan menghentikan usaha yang telah dengan sabar aku lalui. Namun dengan suara bergetar dan napas memburu dia berkata “Jangan disini Wan..! bahaya kalau ada tamu datang… Di kamar saya aja.., biar tenang!” Plong… dadaku terasa lapang, ketakutanku ternyata tidak terbukti. Dia kemudian berdiri dan mengunci pintu tamu dan menarik diriku menuju kamarnya.

Tak kuperhatikan lagi anti virus yang masih bekerja pada laptop. Dengan tergesa-gesa kami menuju kamarnya yang cukup luas. Begitu tiba di dalam kamar, dia langsung menutup pintu kamar dan menarikku ketempat tidur. Aku langsung menindihnya dan bibirku kembali mencium bibirnya dengan gemas. Ciumannya kali ini semakin panas dan bergairah dan dia sudah tidak segan-segan lagi mengeluarkan lenguhan dan erangan nikmat.

Tanganku kembali merayap ke buah dadanya yang masih terbuka dan meremas-remasnya dengan nikmat, Dia membantu mencopoti sisa kancing yang masih terkait sehingga semua kancing bajunya terlepas dan melepaskan kaitan tali bh-nya. Kemudian dia duduk dan melepaskan baju dan bh dari tubuhnya. Tampaklah dihadapanku tubuh seorang wanita matang yang masih mengenakan jilbab dan rok panjang, namun sudah tidak mengenakan baju dan bh.

Aku kembali menubruknya dan mendorong tubuhnya hingga telentang diatas kasur, bibirku menciumi seluruh bagian buah dadanya baik bagian kiri maupun bagian kanan sedangkan tangan meremas-remas buahdada yang tidak aku ciumi. Aku begitu bernafsu menciumi buah dada Bu Hj Amelia ini. Walaupun dia sudah berumur, namun buah dadanya masih montok dan sekal, tidak mengelayut dan kendor. Kuhisap dan kujilati setiap mili bagian buah dada menggairahkan ini. Dan akhirnya bibirku dengan asyiknya menghisap dan menjilati putting susu yang tegak menantang. Dia semakin mengerang nikmat “Akhhhh… wan… euh … euh….!” Badannya bergelinjang-gelinjang menahan nikmat yang menderanya.

Setalah cukup lama bermain-main di buah dadanya, kedua tanganku berusaha melepaskan pengait rok panjang yang masih dikenakannya dan menariknya hingga lepas sekaligus dengan celana dalam nilon yang dia kenakan, dia hanya diam saja dengan tatapan mata yang semakin sayu, kembali mataku nanar melihat pemandangan merangsang yang ada dihadapanku. Sungguh luar biasa Bu Hj Amelia ini, walaupun sudah berusia 45 tahun, tapi tubuhnya masih sangat sempurna, perutnya masih ramping tanpa ada timbunan lemak, paha masih padat dan mulus dan yang paling luar biasa adalah jembut yang menutup vaginanya demikian lebat dan hitam menutupi hampir seluruh bagian antara kedua paha hingga keatas mendekati pusat

Beberapa saat aku terpana menatap pemandangan indah ini, Dia bangun dan meraih bajuku sambil berkata “Buka bajunya Wan… , ngga fair dong…, saya udah telanjang sementara Iwan masih berpakaian lengkap..” Dengan bantuannya aku mencopoti bajuku yang sudah basah oleh keringat dan sekaligus aku membuka celana panjangku sekaligus dengan cd yang aku kenakan. Dia terpana memandang penisku yang tegak menjulang, Tangannya mendorong tubuhku hingga aku telentang , kemudian dengan gemetar tangannya meraih penisku dan mengocoknya dengan gemas, aku melayang nikmat merasakan kocokan tangannya pada penisku, kemudian bibirnya dengan lembut menciumi penisku dan lidahnya menjilati kepala penisku. Aku semakin melayang.. “Ouhhh…. “ aku melenguh nikmat. Cukup lama lidah dan bibirnya bermain di kepala penisku membuat aku melayang-layang nikmat, kemudian mulutnya semakin terbuka lebar untuk memasukkan penis tegangku kedalam mulutnya sambil lidahnya terus-menerus menjilati kepala penisku. Mataku semakin terbeliak-beliak menahan nikmat “Ouh…ouh… aduhh….aduh… “ erangan nikmatku keluar tanpa dapat kucegah.

Dia begitu gemas dengan penis tegangku, bagaikan seorang wanita yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan penis yang tegang. Tanpa memperdulikan diriku yang terengah-engah menahan nikmat, mulut dan lidahnya terus menerus memberikan kenikmatan pada diriku. Aku tak tahan, ku geserkan kepalaku mendekati lututnya yang sedang menungging. Aku posisikan kepalaku diantara kedua lututnya yang terbuka, sehingga posisi kami menjadi posisi 69. Aku mulai menjilati jembut hitam yang menutupi vagina yang ada dihadapanku. Kedua tanganku membelai pantat montok, sementara lidahku terus mencari celah vagina yang tertutup jembut yang lebat, kusibakkan jembut lebat tersebut, terlihatlah vagina yang sudah sangat basah, lidahku terjulur menjilati celah vagina tersebut, badannya tergetar setiap kali lidahku menyentuh klentitnya. Aku semakin semangat menjilati dan menghisap vaginanya, dia semakin sering bergetar dan mengerang nikmat, sehingga mulutnya berhenti mempermainkan penisku. Aku tak peduli, lidah dan mulutku semakin lincah bermain di vaginanya, badannya semakin bergetar dan menekan-nekankan vaginanya dengan keras ke arah mulut dan hidungku sambil menjerit-jerit nikmat “Ouh.. ouh… ouh… euh…euh…”

Gerakannya semakin keras dan jeritannya semakin tak terkendali, hingga akhirnya pantatnya dia tekankan dengan keras ke arah mukaku hingga mulut dan hidungku tertekan vagina dengan sangat rapat sehingga aku sulit bernapas dan terdengar dia menjerit keras “Aaaakkkhhhh……..” kemudian terlihat olehku vaginana mengempot-ngempot dengan sangat keras.

Tak lama kemudian badannya ambruk menindih tubuhku. Beberapa saat kemudia dia menggulingkan tubuhnya hingga tidur telentang. Kubangunkan tubuhku dan memposisikan tubuhku agar tidur berdampingan. Kemudian matanya terbuka memandangku. Dengan napas yang masih tersengal-sengal dia berkata “kalau Iwan percaya…, Sudah 4 tahun saya tidak pernah melakukan hubungan suami istri, bukannya saya tidak ingin, tapi si bapak sudah tidak sanggup lagi. Sebagai wanita normal, tentu saja saya merasa sangat tersiksa denga keadaan ini…” Aku tidak mengomentari ucapannya, hanya dalam hati aku berkata pantas saja dia terlihat sangat gemas memandang penisku yang sangat tegang.

Karena aku belum apa-apa, maka badanku bangkit dan tanganku meremas-remas buah dadanya serta memilin-milin putting susunya yang perlahan-lahan mulai kembali tegak menjulang. Kembali badanku menindih tubuhnya dan bibirku mencium bibirnya, bibirnya menyambut bibirku dengan gairah yang kembali bangkit. Tangannya merayap ke arah penisku dan meremas-remas dengan gemas, kemudia berkata “Sekarang aja Wan! Saya sudah nggak tahan…”

Aku mengangkat pinggulku memberi jarak dengan selangkangannya, kemudian pahanya terbuka lebar dan tangannya menuntun penis tegangku agar tepat berada liang vaginanya. Dia sibakkan jembut lebat yang menghalangi liang vagina dengan kepala penisku, hingga akhirnya kepala penisku tepat berada di mulut liang vagina yang sangat basah. Kemudian kedua tangannya merengkuh pantatku dan menariknya.

Aku mengerti apa yang dia inginkan. Ku dorong pantatkudan Blessh…. Perlahan-lahan batang penisku menyusuri liang vagina hangat yang basah berlendir yang disertai kedutan-kedutan yang memijit batang penisku selama aku memasukinya. Jepitan dan kedutan vaginanya pada penisku memberikan sensasi nikmat yang luar biasa. Perjalanan masuk ini kulakukan perlahan-lahan, karena aku ingin menikmati setiap mili pergeseran antara batang penisku dan veginanya yang selama 10 tahun ini menjadi obsesi dan khayalanku. Aku tidak ingin obsesi yang menjadi kenyataan ini berlangsung cepat.

Setelah seluruh batang penisku amblas hingga ke pangkalnya, kudiamkan sejenak untuk menikmati sensasi nikmat yang diberikan oleh vaginanya pada diriku. Kemudian kutarik secara perlahan hingga menyisakan ujung kepalanya dan kudorong kembali masuk hingga amblas. Gerakan ini terus kulakukan dengan sabar sambil menikmati deraan nikmat yang datang bertubi-tubi.

Nampaknya Bu Hj Amelia ini sudah tidak sabar, pantat terangkat setiap aku mendorong masuk, dan tangannya memberikan bantuan kecepatan pada pantatku agar aku melakukan dengan lebih cepat dan keras. Aku tidak terpengaruh dengan gerakan pantatnya yang semakin bergelinjang dan tangannya yang semakin menarik-narik keras pantatku agar bergerak lebih cepat. Aku hanya menambah sedikit kecepatan pada gerakan mengocokku.

Pinggulnya semakin bergelinjang, kepalanya terlempar ke kiri dan kanan sambil mulut yang kembali mengerang-ngerang nikmat “Auh…auh….euh… euh…..” Gelinjang tubuhnya semakin keras dan hebat. Berputar, kekiri kekanan dan ke atas ke bawah, hingga akhirnya gerakannya semakin tak beraturan, badannya terlonjak-lonjak, tangannya menarik punggungku hingga tubuhnya terangkat dan kepalanya terdongak dengan mata terbeliak dia menjerit keras “Aaaaaakkkhhhhhh……. “ kakinya terjulur kaku, tak lama kemudian badanya terhempas lemas dan tangannya terlepas dari punggungku dan jatuh ke samping tubuhnya. Kurasakan vagina berkontraksi sangat keras memijit-mijit dan menghisap-hisap penisku sehingga akupun terbeliak menahan sensasi nikmat yang teramat sangat.

Kubiarkan batang penisku amblas di dalam vaginanya menikmati sensasi orgasme yang kembali dialaminya. Kutopang tubuhku dengan kedua tangan yang menahan di pinggir bahunya. Perlahan-lahan matanya terbuka dan berkata dengan napas tersengal-sengal menahan lelah “Makasih.. Wan.., barusan betul-betul nikmat…uuhhhh..” Aku hanya menjawab dengan mencium bibirnya dengan nafsu yang menggelora.

Dia menyambut lemah ciumanku. Dengan sabar aku berusaha membangkitkan kembali gairahnya. Kuciumi lehernya dari balik jilbab yang masih dikenakannya namun telah basah oleh keringat, kujilati dadanya yang juga basah oleh keringat. Ketelusuri hingga ke bawah hingga akhirnya mulutku kembali memilin-milin putting susunya untuk membangkitkan gairahnya. Sambil perlahan-lahan kukocok penisku yang masih terbenam divaginanya yang semakin basah, namun tetap masih terasa sempit dan memijit-mijit.

Perlahan-lahan gairahnya bangkit kembali, hal ini terasa dengan ciumannya yang semakin hangat dan pinggulnya yang bergerak membalas setiap gerakan pinggulku. Makin lama gerakan pinggulnya semakin erotis dan bersemangat dan erangan nikmat kembali terdengar dari mulutnya.

Kuhentikan gerakanku dan kucabut penisku yang masih tegang. Dia menatapku kecewa sambil berkata “Ada apa Wan? “. Aku tersenyum lalu berkata “Kita nungging bu!” Dia mengerti apa yang kuinginkan. Lalu dia bangun dan membuat posisi merangkak. Aku posisikan selangkanganku pada tengah-tengah pantatnya. Sebelum kumasukkan penisku, kembali aku terpana melihat keseksian tubuhnya dalam posisi menungging, kulit punggung yang begitu putih kekuning-kuningan, mengkilap oleh basahnya keringat yang keluar dari pori-pori tubuhnya. Hanya ada satu kata untuk mengomentari keadaan itu, yaitu “Sempurna..!” tanpa terasa bibirku berguman.

“Ada apa ..Wan..?” tanyanya padaku. Aku segera menjawab “Tubuh ibu betul-betul sempurna.”. Dia tidak menjawab mungkin dia merasa bangga dengan pujianku. Tangannya hanya menggapai-gapai meraih penisku untuk diarahkan vaginanya yang sudah menanti. Lalu kuarahkan penisku ke liang vaginanya dan Bleshhhh……

Kembali penisku menyusuri liang vagina basah yang masih tetap sempit dan memijit-mijit. Pantatku memulai bergoyang maju mundur agar penisku mengocok-ngocok vaginanya. Tanganku meraih buah dadanya yang bergantungan bebas dan kuremas-remas dengan gemas untuk menambah sensasi nikmat yang kembali mendera sekujur tubuhku. Tubuhnya bereaksi dengan apa yang kulakukan, mulutnya mengerang nikmat “Auh… auh… euh …. Euh… “, dan pinggulnya bergerak-gerak semakin liar. Kudiamkan gerakan pinggulku, namun pinggul dan pantatnya menghentak-hentakkan selangkanganku sehingga penisku semakin dalam mengocok dan mengaduk-aduk vaginanya. Kepalanya tidak bisa diam menggeleng-geleng sambil mulut yang tak henti-hentinya mengerang nikmat.

Gerakan pinggul dan pantatnya semakin liar tak terkendali, jeritan nikmatnya semakin keras, dan kedutan dan pijatan vaginanya pada penisku semakin keras. Hingga akhirnya badannya kaku, tangannya mencengkram kasur dengan sangat keras dan menjerit “Aaaakkhhhh…..” kembali kepala terdongak dengan mata yang terbeliak. Setelah itu kembali kontraksi keras terjadi pada vaginanya yang memelintir dan menghisap-hisap penis membuat aku terbeliak-beliak menahan nikmat. Tak lama kemudian… BRUK.. badannya jatuh tertelungkup hingga penisku yang masih tegang lepas dari vaginanya.

Kubiarkan dia istirahat menikmati sensasi orgasme yang kembali menderanya. Lalu mendekati punggungnya yang basah, kubelaikan tangan kiriku dari punggung hingga pantatnya, dan kuremas-remas pantat seksi itu. Tangan kananku menyibakkan jilbab yang sudah sangat basah dan akhirnya kulepaskan jilbab itu. Bibir dan mulutku menciumi tengkuk dan lehernya yang putih mulus tiada kerut. Mulutku menyusuri tengkuk dan punggung sedangkan tanganku meremas-remas pantatnya. Akhirnya gairahnya bangkit kembali. Dia membalikkan tubuhnya hingga telentang dan tangannya meraih tubuhku hingga menindih tubuhnya bibirnya mencium bibirku dengan ganas, kemudian tangannya mencari-cari penisku dan mengarahkan ke vaginanya.

Blesshh…. Untuk kesekian kalinya kembali penisku menjelajahi liangvagina yang semakin basah dan berdenyut. Aku menggerakkan pantatku untuk mengocok penisku di dalam vaginanya, dia menyambut dengan erangan dan gerakan pinggul yang bisa memelintir-melintir batang penisku dengan liarnya. Semakin lama gerakanku semakin cepat dan gerakannyapun semakin cepat dan liar.

Lenguhan nikmatku dan erangan nikmatnya bersatu padu membangun suatu komposisi musik penuh gairah dan merangsang, semakin lama suara erangan dan lenguhan nikmat semakin riuh rendah. Hingga akhirnya pantatku bergerak sangat keras dan liar tak terkendali demikian pula gerakan pinggulnya. Gerakan kami sudah menjadi hentakan-hentakan nikmat yang keras dan liar. Hingga akhirnya aku merasa gelombang yang maha dahsyat keluar dari dalam diriku melalui penis yang semakin keras dan kaku dan akhirnya tanpa dapat kukendalikan tubuhku menegang kaku dan badanku melenting ke atas serta menjerit melepas nikmat yang tak tertahankan “Akhhh….” Dan secara bersamaanpun dia menjerit nikmat “Akhhhh… “ dengan badan yang kaku dan tangan yang mencengkram punggungku dengan sangat keras.

Tak lama kemudian, tubuh kami ambruk kelelahan seperti orang yang baru saja berlari cepat dalam jarak yang sangat jauh. Aku menggulingkan tubuhku agar tidak menindih tubuhnya. Dan kami telentang berdampingan sambil menikmati sensasi kenikmatan orgasme yang masih datang menghampiri kami.

Setelah beberapa menit kami terdiam menikmati sensasi orgasme dan napas yang perlahan-lahan mulai pulih, Dia memiringkan badannya menghadapku, sambil tangannya membelai-belai dadaku dia berkata “Wan… kamu memang luar biasa… Dulu saja waktu si Bapak masih sehat. Belum pernah saya merasakan sepuas ini dalam berhubungan badan. Sebagai lelaki kamu mampu bermain cukup lama dan memberikan beberapa kali orgasme pada pasangan kamu. Pantas saja, istrimu sangat sayang padamu..”

“Ahh… jangan begitu ach… Bu! Saya jadi malu…” Sahutku sambil merasa bangga dipuji seperti itu.

Setelah cukup lama beristirahat kembali kami berpakaian, dan aku terlebih dahulu ke ruang tamu untuk memeriksa laptop yang masih menyala. Ternyata laptop sudah lama mati, karena hampir 1,5 jam aku tinggalkan. Tak lama kemudian Bu Hj. Amelia menghampiriku dan duduk disampingku sambil menggelayut mesra dan bertanya “bagaimana Wan , beres ?”. “Belum saya periksa bu…, keburu mati..” jawabku

“Ok dech , kamu lanjutin aja dulu, saya mau nyiapkan makan malam.

Akhirnya malam itu, aku menelepon istriku untuk memberitahukan pada iatriku bahwa aku tidak bisa pulang, karena ada pekerjaan yang belum selesai. Akhirnya sepanjang malam itu hingga mendekati subuh, kami isi dengan persetubuhan yang sangat bergairah. Kami hanya istirahat untuk minum dan makan memulihkan tenaga. Malam itu kami bagaikan sepasang pengantin baru yang menghabiskan malam pertamnya. Hal ini terjadi barangkali karena Bu Hj Amelia ini merupakan Wanita yang menjadi obsesi saya yang selama 10 tahun menjadi khayalan dan impian. Sedangkan bagi Bu Hj. Amelia, malam itu merupakan malam pertama selama 4 tahun dia tidak mendapatkan kehangatan tubuh laki-laki.

Akhirnya sampai saat ini aku dan Bu Hj Amelia berselingkuh, tanpa seorang temanpun yang tahu. Kami berusaha menjaga perselingkuhan ini serapih mungkin. Entah sampai kapan….

TAMAT

BU ENDAR

Akhwat cantik berjilbab,kadang justru membuat penasaran dan punya daya tarik tersendiri.Apalagi jika bertubuh montok,kadang tercetak jelas di balik kain jilbabnya.Ia cenderung alim, namun di balik semua itu ia tetaplah seorang wanita yang punya hasrat, nafsu, dan gejolak birahi yang siap menyerang kapanpun dan di manapun.

Bu Endar Faizah, ibu guru cantik sensual yang berjilbab, adalah guru bahasa inggris di sebuah SMU di xxxx Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus gamis panjang, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya.

Sungguh anggun sosok akhwat berjilbab ini. Bu Endar berkulit kuning langsat bertampang Jawa, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit putih bersih, tinggi badan sekitar 165 cm, potongan muka manis, agak memanjang dengan dibalut jilbab yang sangat menawan hati.

Di balik baju muslimnya..,tercetak tonjolan teteknya yang montok, sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat.Wow…indahnya….Walau berjilbab, saat berjalan kain panjangnya tertiup angin …menampakkan cetakan tungkai pahanya dan kakinya terlihat panjang serasi dengan bentuk badannya..walau tertutup gamis panjang dan jilbab yang rapat, langkahnya terlihat sangat seksi dan gemulai.

Pembawaan Bu Endar dengan jilbabnya terlihat sangat kalem dan malu-malu. Hal ini rupanya menarik perhatian Pak Imam, sang kepala sekolah. Pak Imam sangat terkesan dengan penampilan Bu Endar, karena Bu Endar yang berumur 28 tahun, adalah seorang gadis yang sangat cantik,berjilbab anggun, alim dan sopan.

Sebagai akhwat berjilbab yang sopan dan alim Bu Endar agak risih juga terhadap Pak Imam, karena setiap kali Pak Imam lewat depan ruangannya, Pak Imam selalu melirik dan melempar senyum kepada Bu Endar. Kalau kebetulan Bu Endar tidak melihat keluar, maka Pak Imam akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Bu Endar akan terpancing untuk melihat keluar. Agak ngeri juga melihat tampang Pak Imam yang berewokan itu dengan badannya yang gelap dan tinggi besar. Bu Endar telah mempunyai pacar, yang orang Jawa juga dan badan pacarnya agak ceking dan tidak terlalu tinggi, kurang lebih sama tingginya dengan Bu Endar.

Di sekolah tempat Bu Endar mengajar, setiap jam pulang sekolah, yaitu jam 13 para karyawan termasuk para guru dan staff pulang semuanya, kecuali guru yang akan mengajar ekstra kurikuler.

Hari itu hari Kamis,Bu Endar dapat jatah mengajar ekstra kurikuler, hingga ia harus menunggu dari jam 13 sampai jam 14.30. Dengan jilbab kerudung warna biru tua ,mengenakan baju panjang terusan berbahan kain halus yang jatuh, berwarna merah muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut,ia kelihatan teramat cantik dan manis, apalagi kulitnya yang putih kuning bersih.

Karena memang sudah jam pulang, suasana di lantai 2 sangat sepi, hanya ditunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar dekat lift. Untuk menghilangkan lelah setelah sejak pagi mengajar,Bu Endar istirahat sambil makan makanan yang dibawanya dari rumah.

Tiba-tiba Pak Imam melintas di depan ruangan dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Pak Imam memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Pak Imam kembali menuju ke ruangan Bu Endar . Secara perlahan-lahan Pak Imam mendekati ruangan Bu Endar, dan mengintip ke dalam. Bu guru berjilbab itu sedang berdandan membetulkan kerudungnya, merapikan gamis panjangnya yang mewah, menghadap ke cermin yang memang disediakan di ruangannya.

Mendengar suara pintu terkunci Bu Endar menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. berbalik sambil berkata, “Pak, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi Pak Imam hanya memandang Bu Endar dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa.

Bu Endar semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.

Tapi dengan kalem Pak Imam berkata, “silakan saja nona manis.., apabila kamu mau bikin skandal dan setiap orang di sekolah ini akan menggosipkan kamu selama-lamanya”.

Mendengar itu Bu Endar yang pada dasarnya pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal. Kala akhwat cantik berjilbab itu berada dalam keraguan, dengan cepat Pak Imam berjalan medekat ke arah Bu Endar. Karena ruangan kerja yang sempit , begitu dirinya mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Apalagi dengan gamis panjangnya yang melilit tubuhnya, ia tak bisa bebas bergerak.

Dengan cepat kedua tangan Pak Imam yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Bu Guru berjilbab yang montok itu dan mendekapkan ke tubuhnya. Dalam sekejap badan bu Endar yang sangat halus dan ranum, telah sepenuhnya berada dalam pelukan lelaki tua itu.

Imam memegang kedua lengan bagian atas Bu Endar dekat bahu, sambil mendorong badan Bu guru berjilbab itu hingga tersandar pada meja, Pak Imam mengangkat badan Bu Endar dan mendudukkannya di atas meja kerja Bu Endar yang penuh buku-buku bahasa inggris itu. Kedua tangan Endar diletakan di belakang badan dan dipegang dengan tangan kirinya.

Dengan beringas Pak Imam menciEndar wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu. Nampak Imam seperti anjing kelaparan menyosor-nyosor wajah ayu Bu Endar, sementara akhwat cantik berjilbab itu hanya bisa meronta-ronta.

Tangan kanan Pak Imam tiba-tiba turun kebagian bawah tubuh Bu Endar dan meraih ujung kain panjang di bagian bawah, sejurus kemudian diangkatnya baju panjang itu tinggi-tinggi hingga tersingkaplah apa yang selama ini tersembunyi. Pak Imam berhasil menyaksikan akhwat itu dari ujung kaki, betis, sampai pangkal paha. Lalu tangannya meremas-remas bokong kenyal akhwat ayu itu.

Badan Pak Imam dirapatkan diantara kedua kaki Bu Endar yang tergantung di tepi meja dan paha Pak Imam yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Bu Endar terbuka. Ia sengaja tidak melepas gamis dan kerudung akhwat ayu itu. Ia ingin menyetubuhi akhwat itu dengan membiarkan gamis dan jilbabnya tetap terpakai. Ia merasakan sensasi yang luar biasa bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.

Tangan kiri Pak Imam yang memegang kedua tangan akhwat berjilbab itu di belakang badan Bu Endar dan ditekankan pada pantat ke depan, sehingga badan akhwat berjilbab yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Bu Endar melekat rapat pada paha sebelah kiri Pak Imam yang berdiri menyamping.

Tangan kanan Pak Imam yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju panjang terusan yang dikenakan Bu Endar sementara Bu Endar hanya bisa menggeliat-geliat.

“Jangan…,AAAAAAAAAAAHHHHH… jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Pak Imam tetap melanjutkan aksinya itu.

Sebentar saja baju bagian depan Bu Endar telah terbuka sampai sebatas perut, sehingga kelihatan teteknya yang montok itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Tetek yang kuning dan kenyal itu seolah ingin lepas dari BH nya.Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat merangsang. Dengan lincah tangan kanan Pak Imam bergerak ke belakang badan Bu Endar dan membuka pengait BH . Kemudian Pak Imam menarik ke atas BH Nu Endar hingga terpampang kedua tetek Bu Endar Faizah yang montok sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda mencuat naik turun dengan cepat karena nafas yang tidak teratur.

“Oooohh…, OOOOOOUUUUGGHHHH….ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”.

Erangan akhwat cantik berjilbab itu tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah Imam menyingkapkan kerudungnya hingga terlihat kupingnya mulut Pak Imam mulai menciEndar belakang telinga Bu Endar dan lidahnya bermain-main di dalam kuping bu guru berjilbab itu. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan perempuan berjilbab itu menggeliat-geliat hingga tanpa terasa Endar Faizah mulai terangsang oleh permainan Pak Imam ini.

Mulut Pak Imam berpindah dan melumat bibir Bu Endar dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut dan menggelitik-gelitik lidah Bu Endar.

“aahh…,AAAAAGGHHHHHH….UUHHH……AAAAAAAAAHHHHHHHHHH……UOUUUUUEHHMMM hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Bu Endar yang tersumbat oleh mulut Pak Imam.

Badan Bu Endar yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Pak Imam sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu turun ke leher, kepala Bu Endar tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Pak Imam, teteknya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki tua tersebut.

Pak Imam langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah tetek Bu Endar mulutnya menciEndar dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya tetek yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Pak Imam. Tetek yang kenyal itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Pak Imam yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting hingga tetek Endar segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak nafas akhwat alim ini menerima permainan Pak Imam yang lihai itu. Badan nya terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,

“Sssshh…, ssssshh..SSSSSHHHHHHHH……OOOOOHHHHH…AAUUUHH…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”,

Mulut Pak Imam terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting tetek akhwat itu secara bergantian selama kurang lebih lima menit. Bu Endar Faizah guru cantik berjilbab itu kini benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badannya tersentak, karena dia merasakan tangan Pak Imam mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena baju gamis panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Bu Endar mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci oleh Pak Imam, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan adalah hanya mengerang,

“Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.

Melihat kondisi seperti itu, Pak Imam yang telah berpengalaman, yakin bahwa akhwat ayu berjilbab ini telah berada dalam genggamannya. Aktivitas tangan Pak Imam makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha mulus akhwat itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas. Tiba-tiba jarinya menyentuh bibir memek Bu Endar.

Segera badan akhwat itu tersentak , “aahh…, jaannggaan!”

Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Pak Imam yang mengelus-elus bibir memek Bu Endar yang tertutup celana dalam, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Pak Imam menarik celana dalam itu dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Bu Guru berjilbab itu. Sesekali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjang yang kian kusut itu.

Bu Endar Faizah tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan Pak Imam ini. Sekarang dirinya dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam dan kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka nya yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.Imam benar-benar semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati memeknya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.

Sebentar-sebentar Imam menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan memek akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Endar hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.

Melihat ekspresi muka akhwat cantik yang masih memakai jilbab duduk mengangkang,kain gamisnya terangkat tinggi dan telah telanjang di tubuh bagian bawah ini.. yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut. Pak. Imam melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 13.30, berarti dia masih punya waktu kurang lebih satu jam untuk menuntaskan nafsunya itu. Pada saat itu Pak. Imam sudah yakin bahwa dia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.

Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Pak Imam, dengan tetap mengunci kedua tangan Bu Endar, tangan kanannya mulai membuka kancing dan retsliting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan celana dalam-nya. Pada saat celana dalam-nya terlepas, maka kontol Pak Imam yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Pak Imam agak merenggangkan badannya, hingga terlihat oleh Bu Endar kontol yang sedang mengangguk-angguk itu, badan akhwat berjilbab itu tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki Tua itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar…., sangat panjang…, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti jamur. Tak terasa dari mulut Bu guru berjilbab itu terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding.

Dia belum pernah melihat kontol sebesar itu. Bu Endar merasa ngeri. “Bisa jebol memekku dimasuki kontolnya”, gumannya dalam hati. Namun ia tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu. Pak Imam menatap muka cantik yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Endar…gumam Pak Imam mengagEndar kecantikan akhwat itu.

Kemudian dengan lembut Pak Imam menarik tubuh yang cantik itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Pak Imam berdiri menghadap langsung ke arah Bu Endar dan karena yakin bahwa Endar telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan akhwat cantik ini, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki bu Endar, bahkan dengan gemas ia merentangkan kedua belah paha lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan akhwat berjilbab itu Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Bu Endar tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Pak Imam yang besar, Bu Endar sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang menggila, apalagi melihat tubuh Pak Imam yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang di tumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.

Gejolak birahi kedua manusia itu semakin membara…Imam semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati tubuhnya .Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan baju panjang muslimnya. Sebentar-sebentar Imam menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Endar hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.

Sambil memegang kedua paha Bu Endar dan merentangkannya lebar-lebar, Pak Imam membenamkan kepalanya di antara kedua paha Endar. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Bu Endar hanya bisa memejamkan mata,

“Ooohh..OOOOHHHH…., nikmatnya…,AAAUUUGGHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAHHHH… ooohh!”, ia menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.

“Ooooohh..AAAAAAAAAAA ….HHHH…OOOHH…OOWWWW…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.

“Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Bu Endar memelas sambil menggigit bibir.

Bu Endar Faizah….guru bahasa anggris yang cantik berjilbab itu….. tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi,perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang Tua yang kasar itu dengan gampang dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Pak Imam yang telah bepengalaman itu.

Namun rupanya lelaki Tua itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Bu Endar sudah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Bu Endar kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek dengan sangat bernafsu.

Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Pak Imam ini, Bu Endar benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Paakkk…, aakkhh…AAAAAAAAAKKKKHHHH….EENNNAAAAAAKK…..ENAAAAKKK…..TERUUUUUUUUUSSSSSSSSS…TERUUUUUUSS………, aakkkhh!”, akhwat ayu berjilbab itu mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Pak Imam untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Pak Imam keras-keras. Kini ia tak peduli lagi akan bayangan pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki Tua itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Akhwat ayu berjilbab…yang lemah lembut ini… benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki Tua yang dapat membangkitkan gairahnya.

Imam makin gemas menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini menggeliat-geliat menahan nikmat.Sebentar-sebentar Imam menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Endar hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda.Ya…Bu Endar Faizah benar-benar berada dalam Birahi yang membakar sukmanya.

Tiba-tiba Pak Imam melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Bu Endar yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya akhwat cantik itu dari atas meja dan kemudian Pak Imam gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Bu Endar ke bawah, sehingga sekarang posisi akhwat berjilbab itu berjongkok di antara kedua kaki berbulu Pak Imam dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Bu Endar Faizah…tahu apa yang diingini lelaki itu..tanpa sempat berpikir lagi, tangan Pak Imam meraih belakang kepala Endar dan dibawa mendekati kontol Pak Imam, yang sungguh luar biasa itu. kepala kontol Pak Imam telah terjepit di antara kedua bibir mungil BU Endar…., dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Bu Endar Faizah mulai mengulum alat vital Pak Imam ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki Tua itu melek merem keenakan. OOoooohhhhhh..TERUUUUUUSSS…….Bu Endar……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Endar Faizah……Endar Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……

Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut yang sensual, itupun …hampir sesak nafas dibuatnya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang Kelihatan bu guru berjilbab yang cantik itu, menghisap…, mengulum serta mempermainkan batang kontol keluar masuk ke dalam mulutnya.

Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah bu Endar menyapu kepalanya. Rupanya akhwat cantik berjilbab itu mahir juga bermain oral sex…Bibirnya yang seksi dan wajahnya yang cantik….begitu memukau hati Pak Imam.TERUUUUUUSSS…….Bu Endar……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Endar Faizah……Endar Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww……

.Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……

Beberapa saat kemudian Pak Imam melepaskan diri, ia mengangkat badan Bu Endar yang jilbab dan baju panjang terusannya masih terpakai itu….diangkatnya baju kurung yang halus itu ke atas hingga pangkal pahanya yang putih berrsih …..membaringkan di atas meja dengan pantat terletak di tepi meja, kaki kiri guru berjilbab itu diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Pak Imam mulai berusaha memasuki tubuh bu Endar…… Tangan kanan Pak Imam menggenggam batang kontolnya yang besar …dan kepala kontolnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris dan bibir kemaluan akhwat itu……Oooohhhh…sssshhhhh…SSHHHH…..AUUUUWW……OOOOOUUUHHHH……AAAAHHHH..EEENNAAAAAKK…….ENAAAAAAK……AAAAAAAAAUUUUUWWW….TERUUUUUUUSSSSS….YEAH…..UUUUHHOOOOOHHHH…. AH…ENAAAAKKK……akhwat berjilbab itu mengerang…mendesis nikmat…, hingga merintih-rintih melawan badai birahi yang menerpa, kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Pak Imam terus berusaha menekan kontolnya ke dalam kemaluan Bu Endar yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran kontol Pak Imam yang besar .

Sementara denyut-denyut kemaluan Bu Endar Faizah semakin liar menggoyang dan memilin-nilin kontol Imam.Imam hanya bisa berteriak….oooh…enaaaakkkkk….TERUUUUUUSSS. ……Bu Endar……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Endar Faizah……Endar Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..Endar Faizaaahh…Endar Faizaahhh….Endar FAIZAHHHHH..Endar FAIZAAAAHHHH…..ENAAAAKKKK….teruuuusssss……ooooggghhh……

Sesekali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Pelahan-lahan kepala kontol Pak Imam itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan akhwat itu… Ketika kepala kontol lelaki Tua itu menempel pada bibir kemaluannya, bu guru berjilbab itu mendesis ooohh…..ough….aahhh……teruuusssssss……saluran memeknya ternyata panas dan basah.

Ia berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, ketika lelaki itu memainkan kepala kontolnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan gamang dan gelisah itu, dengan kasar Pak. Imam tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Bu Endar, rambut lebat pada pangkal kontol lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Bu Endar yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang kontolnya amblas ke dalam liang memek akhwat berjilbab itu.

Tak kuasa menahan diri, dari mulut Bu Endar terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”,ooouuww……enaakkk…….sshhh……..enaaaaaaa aaaakkkkk….aku suka kontolmuuu…….ENNNNNAAAAAAKKKK…..ENAAAAAAK……OOOHHHH……AUUUUUWW ….Imam TERUUUUUUUSSSS…..ENTOT AKU TERUUUUUSS……MASUKKAN KONTOOLMU…..YA…ENAAAAAAAAKKK……AAAAAAAAAAAGGHHHH…. mulutnya meracau tak menentu disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Bu Endar mencengkeram dengan kuat pinggang Pak Imam. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik.

Akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah dilanda birahi yang menggelegak Lagi-lagi Imam menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sesekali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Sementara Bu Endar hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari,kerudungnya kian kusut karena lonjakan kepala menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya aduuuuhh….OOhh…..auhhh…..augghh…ennaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk…..AAHHHHHHHHHHH….AAAAAAAAAAAAUUUUUUHHHHHHHH…..teruuuuuuusssssss..bibir Bu Endar meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.

Teteknya yang besar terguncang ke sana ke mari mengikuti hentakan tubuh Pak Imam…akhwat itu benar-benar berada dalam lautan BIRAHI. Pak Imam cukup mengerti keadaan akhwat cantik ini, ketika dia selesai memasukkan seluruh batang kontolnya, dia memberi kesempatan kemaluan Bu Endar untuk bisa menyesuaikan dengan kontolnya yang besar itu.Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat anggun yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang . . Beberapa saat kemudian Pak Imam mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki Tua itu bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Bu guru cantik berjilbab ini berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan kontol lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Bu Endar mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajah gelap lelaki Tua yang sedang menatapnya, dengan takjub. Akhwat ayu ini berusaha bernafas dan … :” “Paak…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.

Bu Endar Faizah….guru bahasa inggris yang cantik itu….sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Pak Imam menggerakkan tubuhnya, ohhhhhhhhhhhhhh….. AAAHHHHHH…. ENAAAAAKK… TERUUUUUUUSIIN…. GENJOT TERUUS…………enaaaaaaaakkkk……teruuuuusss……..oouuww……. gesekan demi gesekan di dinding liang memeknya, sungguh membuat nya melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kali Pak Imam menarik kontolnya keluar, Bu Endar merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Pak Imam menekan masuk kontolnya ke dalam memek nya, maka klitoris nya terjepit pada batang kontol Pak Imam dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang kontol Pak. Imam yang berurat itu. OOoooohhhhhhhhhh…..aduuuuhhh….enaaaakkk….mulut cantik itu benar-benar sudah tak terkontrol….

Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan akhwat cantik itu menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.Hanya rintihan…..desis nafas….dan keringat yang membanjiri tubuh bu Endar…..Sesekali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu….

Lelaki tersebut terus menyetubuhi Bu Endar dengan cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian dada Endar dan meremas-remas kedua tetek Bu Endar secara bergantian. ..ia dapat merasakan puting susunya sudah sangat mengeras, runcing dan kaku.

Akhwat ayu berjilbab ini bisa melihat bagaimana batang kontol yang hitam besar dari lelaki Tua itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Bu Endar selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran kontol Pak Imam yang super besar itu. Akhwat ayu berjilbab itu menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki Tua itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Pak Imam terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.

Bu Endar semakin tak seimbang tubuhnya,kepalanya tergoyang ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya Ohh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaak kkkkkkkkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss..mulut cantikr Bu Endar meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.

Ooooooooouuuuuuuuuuhhhhhhhh…………… tiba-tiba Bu Endar …guru bahasa Inggris yang cantik berjilbab itu ..merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan ketika bersetubuh dengan pacarnya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. .. merasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dengan gleiser di dalam memeknya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu dia tahu dengan pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya. Ia ingin menangis karena tidak ingin itu terjadi dalam suatu persetubuhan yang sebenarnya ia tidak rela, yang merupakan suatu perkosaan itu. Ia yakin sebentar lagi ia akan ditaklukan secara total oleh monster Tua itu. Jari-jarinya dengan keras mencengkeram tepi meja, ia menggigit bibirnya, memohon akal sehatnya yang sudah kacau balau untuk mengambil alih dan tidak membiarkan memeknya menyerah dalam suatu penyerahan total.

Bu Endar Faizah…guru manis berjilbab itu…..berusaha untuk tidak menanggapi lagi. Ia memiringkan kepalanya, berjuang untuk tidak memikirkan percumbuan lelaki tersebut yang luar biasa. Akan tetapi…, tidak bisa, ini terlalu nikmat…, proses menuju klimaks rasanya tidak dapat terbendung lagi. Orgasmenya tinggal beberapa detik lagi, dengan sisa-sisa kesadaran yang ada akhwat ayu ini masih mencoba mengingatkan dirinya bahwa ini adalah suatu pemerkosaan yang brutal yang sedang dialaminya dan tak pantas kalau dia turut menikmatinya, akan tetapi bagian dalam memeknya menghianatinya dengan mengirimkan signal-signal yang sama sekali berlawanan dengan keinginannya itu, Bu Endar merasa sangat tersiksa karena harus menahan diri.

Akhirnya sesuatu melintas pada pikirannya, buat apa menahan diri?, Supaya membuat laki-laki ini puas atau menang?, persetan, akhirnya ia membiarkan diri terbuai dan larut dalam tuntutan badannya dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…AAAAAAAAAAAAhhhhhhhhh………OOOOOOOOUUUGHHHHHHH.. ,akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Akhwat berjilbab itu terkulai lemas tak berdaya di atas meja dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana kontol hitam besar Pak Imam tetap terjepit di dalam liang memeknya.

Selama proses orgasme yang dialami Bu Endar.. memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Pak Imam, dimana kontolnya yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang memek dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang kontolnya serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha kontolnya, terlebih-lebih pada bagian kepala kontolnya setiap terjadi kontraksi pada dinding memek NBu Endar, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. perasaan Pak Imam seakan-akan menggila melihat akhwat berjilbab yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang kontolnya yang hitam besar itu.OOOhhhh….. aghhh…..ssshhhh……..oouugghh……rintihan dan desis kenikmatan keluar dari mulut akhwat itu…. beberapa menit kemudian Pak Imam membalik tubuh yang telah lemas itu hingga sekarang Bu Endar setengah berdiri tertelungkup di meja dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah Pak Imam. Pak Imam ingin melakukan doggy style rupanya.

Tangan lelaki Tua itu kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah tetek Bu Endar yang montok..Sesekali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya bu Umu Faizah kian kusut itu…. yang kini menggantung ke bawah.

Dengan kedua kaki setengah tertekuk, ia menyingkapkan kain gamis panjang yang menghalangi pandangannya.secara perlahan-lahan lelaki tersebut menggosok-gosok kepala kontolnya yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam memek Bu Endar pada permukaan lubang kemudian menempatkan kepala kontolnya pada bibir kemaluan Bu Endar dari belakang.

Dengan sedikit dorongan, kepala kontol tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan ….Aaaaahhhhhhh………….ooohhhh……Bu Endar meracau…..Kedua tangan Pak Imam memegang pinggul Bu Endar dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan bu guru itu tidak terletak pada meja lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada meja. Kedua kaki bug guru berjilbab itu dikaitkan pada paha laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut menarik pinggul Bu Endar ke arahnya, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Endar…ooohhhhhhh …..Oooooooh!”, kontol laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang memeknya dan Pak Imam terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang bebulu lebat itu menempel ketat pada pantat Bu Endar yang setengah terangkat. Selanjutnya dengan ganasnya Pak Imam memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kontolnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang memek guru berjilbab yang ketat itu. Sebagai seorang akhwat Jawa yang se tiap hari minum jamu, Bu Endar Faizah…guru cantik berjilbab itu memiliki daya tahan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan kini i kewalahan menghadapi Pak Imam yang ganas dan kuat itu. Laki-laki itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir setengah jam ia melakukan aktivitasnya dengan tempo permainan yang masih tetap tinggi dan semangat tetap menggebu-gebu. OOOhhhhh….yeeesss……oohhhh…..aduuuuhhh…..agghhh…………..ennaaaaaaaaaaakkkkkk…….

Pak Imam merubah posisi permainan, dengan duduk di kursi yang tidak berlengan dan ditariknya akhwat berjilbab itu duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuan Pak Imam. Pak Imam mengangkat kain gamis/jilbab baju panjang Bu Endar…..menempatkan kontolnya pada bibir kemaluan nya dan mendorongnya sehingga kepala kontolnya masuk terjepit dalam liang memek akhwat berjilbab itu…, sedangkan tangan kiri

Pak Imam memeluk pinggul Bu Endar dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kontol Pak Imam menerobos masuk ke dalam kemaluan nya Tangan kanan Pak Imam memeluk punggung Bu Endar dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan akhwat ayu melekat pada badan Pak Imam. Kedua tetek nya terjepit pada dada Pak. Imam yang berambut lebat itu dan menimbulkan perasaan geli yang amat sangat pada kedua puting susunya setiap kali bergesekan dengan rambut dada Pak Imam. Bu Endar Faizah merintih… ooooohhhh…….aouuuwwww……. Kepalanya tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulut Pak Imam bisa melumat bibir akhwat ayu yang agak basah terbuka itu.

Bu Endar semakin aktif……..mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga kontol yang besar itu seakan mengaduk-aduk dalam memeknya sampai terasa di perutnya. Tak berselang kemudian, Bu Endar merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus………, terus……., bu guru berjilbab itu tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih aooooooooouh…..oohh……yesss….ssshhhhh…….aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………eennaaaaaaakkk ANAAAAAAAKKKKK….OOOUUUHH………………menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, akhwat ayu itu tak peduli lagi, “Aaduuuh..ADDDUUUUHHHH………oooh…..aaauuwwww…..,eehgghghhhh..AUUUUWWW….ENNNNAAKKK…..NIKMAAAAAATTT…..”, akhwat berjilbab itu memekik lirih sambil menjambak rambut laki-laki yang memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuan Pak Imam.Bu Endar hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanyaOOhh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss…..Bu Endar meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi seekor kuda betina yang liar dan ganas, buas dan galak.

Sungguh hebat rasa kenikmatan orgasme kedua yang melanda dirinya. Sungguh ironi memang, gadis ayu yang lemah gemulai..sopan….. alim dan berjilbab… kini mendapatkan kenikmatan maksimal justru bukan dengan kekasihnya, akan tetapi dengan orang asing yang sedang memperkosanya.

Kemudian laki-laki itu menggendong dan meletakkan akhwat berjilbab itu di atas meja dengan pantat terletak pada tepi meja dan kedua kakinya terjulur ke lantai. Pak Imam mengambil posisi diantara kedua paha akhwat cantik berjilbab itu…yang ditariknya mengangkang, dan dengan tangan kanannya menuntun kontolnya ke dalam lubang memek yang telah siap di depannya. Kembali Pak Imam membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya dengan kain baju terusan panjang yang kian kusut itu….

Laki-laki itu mendorong kontolnya masuk ke dalam dan menekan badannya setengah menindih tubuh Bu Endar yang telah pasrah oleh kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh lelaki tersebut. Pak Imam memacu keras untuk mencapai klimaks. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Bu Endar yang terkapar lemas di atas meja.

Sementara lelaki Tua itu terus berpacu diantara kedua paha akhwat cantik BERJILBAB itu, badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan kontol lelaki tersebut. Akhwat ini benar-benar telah KO dan dibuat permainan sesukanya oleh si Tua yang perkasa itu. Endar Faizah kini benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu oooohhh……aagghh…….uuuhhh….EEENNAAAK.. KONMTOLMU ENAAAAAAK…AKU SUKA KONTOLOMUUU………..OOOHHHH….oohhhh…….aahhhh……oouuugghh…….ennnaaakkkk……oo ohhh…………….yeesss……egghhhh………ooohhh…….aaahhhhhhhhhhh……., kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Lelaki itu melihat ke arah jam yang terletak di dinding ruangan kerja tersebut, jam telah menunjukan pukul 14.oo berarti telah 1 jam dia menggarap gadis ayu berjilbab tersebut dan sekarang dia merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam kontolnya yang menimbulkan perasaan geli pada ujung kontolnya. Akhwat ayu dengan jilbab dan baju panjangnya yang kian kusut itu kini telah menikmati birahi yang menggelegak Lagi-lagi Imam menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Endar hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan birahi dann nafsu yang melanda dirinya.OOoouuuughhhh………auhhh…..au gghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk rintihnya.Tiba-tiba Lelaki tersebut mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…AAAAAAHHHHHHHHH…., terus”, dan disertai dengan suatu dorongan kuat, pinggulnya menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirnya menempel ketat pada lubang anus Bu Endar….dan batang kontolnya yang besar dan panjang itu terbenam seluruhnya di dalam liang memek akhwat berjilbab itu….Dengan suatu lenguhan panjang,

“Sssh…, ooooh! EndarIIII…ENNNAAK……Endar FAIZAAAH…..MEMEKMU ENAAAK….Endar FAIZAAAAHH….Endar FAIZAAAAAAAAHHHH…EndarIII…Endar FAIZAAAHH….”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, lelaki Tua tersebut merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam memek Bu Endar. Ada kurang lebih lima detik lelaki tersebut tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Bu Endar yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat lelaki tersebut yang menyiram ke seluruh rongga memeknya. Tubuh lelaki Tua itu bergetar hebat di atas tubuh gadis ayu itu.

Setelah kurang lebih 3 menit keduanya memasuki masa tenang dengan posisi tersebut, secara perlahan-lahan Pak Imam bangun dari atas badan Bu Endar…, mengambil tissue yang berada di samping meja kerja dan mulai membersihkan ceceran air maninya yang mengalir keluar dari bibir kemaluan Bu Endar.Setelah bersih Pak Imam menarik tubuh Bu Endar yang masih terkapar lemas di atas meja untuk berdiri dan memasang kembali kancing-kancing bajunya yang terbuka….merapikan gamis panjangnya….membetulkan jilbab yang acak-acakan… Setelah merapikan baju dan celananya, Pak Imam menarik badan akhwat cantik itu dengan lembut ke arahnya dan memeluk dengan mesra sambil berbisik ke telinga Bu Endar, “Maafkan saya manis…, terima kasih atas apa yang telah kau berikan tadi, biarpun kudapat itu dengan sedikit paksaan!”, kemudian dengan cepat Pak Imam keluar dari ruangan kerja Bu Endar dan membuka pintu keluar yang tadinya dikunci, setelah itu cepat-cepat kembali ke lantai 3.Jam menunjukan 14.15

Sepeninggalan Pak Imam, bu guru cantik berjilbab itu terduduk lemas di kursinya, seakan-akan tidak percaya atas kejadian yang baru saja dialaminya. Seluruh badannya terasa lemas tak bertenaga, terbesit perasaan malu dalam dirinya, karena dalam hati kecilnya dia mengakui turut merasakan suatu kenikmatan yang belum pernah dialami serta dibayangkannya. Kini hal yang diimpikannya benar-benar menjadi kenyataan. Dalam pikirannya timbul pertanyaan apakah bisa? sepuas tadi bila dia berhubungan dengan suaminya kelak, setelah mengalami persetubuhan yang sensasional itu. Tepat jam 14.30, ia bergegas masuk ke kelas untuk mengajar pelajaran bahasa inggris…tanpa ada seorangpun tahu apa yang telah terjadi pada dirinya.tak seorangpun tahu ia baru saja lepas dari BIRAHI yang dahsyat.

BU ASIH 2: BUNGA

besoknya setelah aku menikmati tubuh Bu Asmi yang putih montok itu, aku menuju sekolah dimana bu Asmi mengajar. Bukan untuk menemuinya, namun untuk menemui pak Roy, guru yang melakukan hubungan intim dengan Bu Asmi. Bukannya aku butuh uang dan mau memerasnya, tapi kalau benar pak Roy itu playboy, kali aja aku bisa dibagi koleksi perempuannya. Heheheheh.

jilbab hot novita ningsih (2)

Siang menjelang sore itu sekolah sepi karena memang murid-murid udah pulang. Pukul 2 aku memasuki lorong sekolah, menuju ruang guru. Ketika kutengok ke ruang guru, ternyata ruang itu sudah kosong dari guru. Segera aku berjalan dan mencari-cari meja dari pak Roy. Beberapa saat segera aku menemukannya, dengan nama meja diatasnya. Ada foto juga dipajang dimeja itu, seorang laki-laki bertubuh atletis dengan celana training panjang dan kaus putih ketat dengan stopwatch dan peluit tergantung di lehernya. Aku menebak dia adalah pak Roy itu sendiri. Ketika hendak keluar, aku melihat ada seorang cleaning service yang sedang menyapu lantai diluar pintu.

jilbab hot novita ningsih (1)
“pak roy sudah pulang, pak?” tanyaku.
Cleaning service tadi melihat kearahku. “pak roy? Ooh, tadi kayaknya ke belakang sekolah pak. Mau ke kamar kecil, mungkin.” Jawabnya.
“kalo mau segera ktemu, lewat mana yah pak, ke belakang sekolah?” tanyaku. Sedikit curiga karena jelas-jelas disudut ruangan guru ada kamar kecil.
Sang cleaning service tadi memberitahukan jalannya, lalu segera aku menuju ketempat itu, yang memang tempatnya tersembunyi dari hiruk pikuk sekolah.

Ketika aku sudah mendekati tempat yang dimaksud, aku mendengar suara-suara yang aneh. Segera aku melambatkan langkah dan mengintip dari sebuah jendela kecil yang tertutup kaca gelap kusam, sehingga tidak memungkinkan orang yang ada di lapangan kecil disudut sekolah sepi itu melihatku. Lapangan badminton yang sudah tidak terpakai itu nampaknya menjadi semacam gudang besar dimana dipinggirnya banyak ditaruh bangku, almari dan berbagai macam inventaris sekolah yang sudah rusak. Apa yang aku curigai ternyata benar. Aku melihat Pak Roy ada ditengah lapangan sedang bercumbu dengan seseorang. Dan terpananya lagi, ternyata yang ia cumbu adalah seorang gadis muda yang masih mengenakan baju seragam abu-abu putih berjilbab, walaupun sudah berantakan karena cumbuannya. Seragam OSIS putihnya sudah terbuka semua kancingnya, menampakkan buah dada ranum putih sekal yang tidak tertutup lagi oleh BH yang sudah diturunkan kebawah. Gadis itu cantik dan berwajah lugu. Kulitnya yang putih dan seragam SMA serta jilbab putih panjangnya membuatnya terlihat semakin cantik. Pak Roy sambil agak membungkuk mengulum-ngulum putting siswi berjibab itu yang sudah tampak pasrah dan hanya bisa merintih dan mendesah sambil tubuhnya sesekali bergetar merasakan rangsangan yang diberikan oleh guru olah raga itu. Dibelakang, seorang lelaki yang memakai baju safari serta kopiah dikepala menonton adegan panas kedua orang itu.

jilbab hot novita ningsih (3)

Setelah puas merangsang sang siswi itu, pak Roy berdiri didepan siswi berjilbab yang sudah lemas dan pasrah itu sambil mengelus-elus kejantanannya yang sudah mengacung, keluar dari celananya yang memang sudah diturunkan retsletingnya. Dengan tangan satunya Pak Roy menekan pundak sang siswi canti berjilbab itu turun, sampai bagian bawah perut Pak Roy persis berada di depan wajah siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu sepertinya sudah tahu apa yang pak Roy mau. Ada sedikit perlawanan, namun tenaga guru olah raga terlalu kuat dibanding tenaga siswi itu. segera gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu bersimpuh ditengah lapangan kecil kotor itu yang sudah dialasi tikar lusuh yang mungkin memang sudah disiapkan oleh pak Roy dan temannya, lalu perlahan-lahan pak Roy mendekatkan batang kemaluannya ke wajah sang siswi berjilbab itu yang memejamkan matanya.

jilbab hot novita ningsih (4)

Pak Roy kemudian menggesek-gesekkan kontolnya ke pipi siswi itu sambil mendesah-desah. Tak lupa ia tampar-tamparkan pelan kontolnya ke wajah putih bersih siswinya. Beberapa saat, pak Roy membungkuk meraih tangan kiri siswi berjilbab yang sekal itu lalu dipegangkan ke kejantanannya itu. Penis Pak Roy bergetar dalam genggaman siswi berjilbab berparas lugu itu. Tangan siswi cantik berjilbab itu tidak cukup untuk menggengam penisPak Roy yang besar itu. Perlahan-lahan siswi berjilbab itu mengocok-kocok batangPak Roy itu keatas dan kebawah.
‘emmmhh…iyaahhh..enaakk, bungaaa… kamu pintarrrr… nanti bapak kasih nilai bagusshhh…” Pak Roy menatap siswi berjilbab yang ternyata bernama Bunga sambil mendesah-desah dan meracau. Seorang gadis muda yang cantik, sedang mengelus-elus penisnya.

“ayo sayaaangghh…sekarang dikulum-kulum yaahh…” kata pak Roy sambil terus menyorong-nyorongkan batang kerasnya ke wajah siswi berjilbab cantik itu. Pelan-pelan siswi berjilbab berparas lugu itu mengarahkan mulutnya ke penis pak Roy. Gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu siswi berjilbab itu mengulum sekalian alat vital pak Roy ke dalam mulutnya hingga membuat lelaki itu melek merem keenakan. Benda seperti pentungan satpam itu dikulum dan dijilati. “Oh.. Bungaa…enaakk.. sayaaangghh… enaak muridkuu….” kata pak Roy sambil mendesah-desah kenikmatan. “Ehm..ehmm…”hanya itu yang keluar dari mulut siswi cantik berjilbab itu. Selain menyepong, pak Roy juga mengajari siswinya yang cantik berjilbab itu turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.

jilbab hot novita ningsih (5)

Pak Guru berkopiah yang dari tadi hanya melihat, lalu mendekati mereka. Dia membuka retsleting celana panjangnya, mengeluarkan penisnya yang hitam, lalu meraih tangan siswi berjilbab berparas lugu itu untuk menggengam kemaluannya. Siswi berjilbab itu meraih penis hitam itu lalu secara perlahan-lahan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mengocok. Secara bergantian mulut dan tangan siswi berjilbab itu melayani kedua penis yang sudah menegang itu. Tapi siswi cantik berjilbab itu lebih sering mengoral punya Pak Roy, sedangkan penis Pak Guru berkopiah lebih sering dikocok pakai tangan siswi berjilbab berparas lugu itu. Tidak puas hanya menikmati tangan siswi berjilbab itu, sesaat kemudian Pak Guru berkopiah meminta ke pak Roy untuk merubah posisi. Tubuh siswi berjilbab itu tanpa perlawanan yang berarti dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi cantik berjilbab itu diposisikan doggy style sambil mengulum penis Pak Roy, sementara Pak Guru berkopiah itu mengambil tempat dibelakang sisiwi berjilbab yang sudah pasrah itu, dan langsung menyibakkan rok panjang gadis manis siswi SMA itu keatas pinggul dan memelorotkan Cdnya.

“eeemmhh…jjaanngaaannn…jangaannn..” Siswi berjilbab berparas lugu itu berhenti mengulum penis pak Roy dan merintih ketika jari Pak Guru berkopiah itu mulai merenggangka vagina siswi berjilbab itu.

jilbab hot novita ningsih (6)

“udah diem!” bentak pak guru berkopiah. Pak Roy juga segera mencengkeram kepala sang siswi berjilbab dan kembali menjejalkan penisnya ke mulut siswi pelajar SMA itu untuk menghentikan rintihannya. Kembali pak Roy mendesah dan memaju mundurkan pinggulnya, menggenjot mulut siswi berjilbab itu. Siswi berjilbab bertubuh mengkal itu memekik tertahan ketika penis hitam pak guru berkopiah menyeruak masuk kedalam liang vaginanya yang sempit. mulut siswi berjilbab berparas lugu itu yang masih tersumpal penis Pak Roy mengeluarkan desahan tertahan berbarengan dengan amblasnya penis pak guru berkopiah memasuki vagina siswi cantik berjilbab itu. Kening siswi berjilbab itu berkerut menahan sakit karena memang ukuran penis Pak Guru berkopiah memang lumayan besar. Tapi Pak Guru berkopiah justru merasakan nikmatnya jepitan vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu di penisnya. Ditariknya penisnya keluar, lalu kembali didorongnya penisnya itu lebih kedalam hingga kembali amblas semuanya ditelan rongga siswi berjilbab berparas lugu itu. Kontan tubuh siswi berjilbab itu bergetar hebat.

“Ooohh.. Pak.. ngghh”erang siswi cantik berjilbab itu sambil melepas penis Pak Roy dari mulut siswi berjilbab itu. Pak Guru berkopiah perlahan-lahan menggenjot vagina itu, tapi makin lama makin cepat sehingga desahan siswi berjilbab berparas lugu itu menjadi erangan panjang. Pak Roy tidak menyia-nyiakan mulut gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu yang terbuka lebar, diatancapkannya penisnya kemulut siswi berjilbab itu, sehingga siswi cantik berjilbab itu tidak bisa berteriak lagi.

Siswi berjilbab berparas lugu itu disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepala Pak Guru berkopiah merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada payudara siswi berjilbab itu yang sudah tak tertutup apa-apa lagi karena kemeja OSISnya sudah terbuka semuanya dan Bhnya juga sudah dilolosi. siswi berjilbab berparas lugu itu menggelinjang tak karuan waktu puting kanan siswi berjilbab itu digigitnya dengan gemas, kocokan dan kulumann siswi cantik berjilbab itu pada penis Pak Roy makin bersemangat.

jilbab hot novita ningsih (7)

Rupanya gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu telah membuat Pak Roy ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulut Bunga dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepala siswi berjilbab berparas lugu itu pun dipeganginya dengan erat. Bahakan sesekali dia ikut menampar pantat sekal mulus siswi berjilbab itu ketika siswi cantik berjilbab itu menggigit pelan batangnya. Penisnya yang besar itu memenuhi mulut siswi berjilbab itu yang mungil, malah masih ada sisaanya diluar. Hal itu membuat gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu susah bernafas. Akhirnya siswi berjilbab berparas lugu itu hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka dilapangan sepi sudut sekolah yang kotor itu. Sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuh Bunga. siswi cantik berjilbab itu terlihat semakin menikmati permainan brutal Pak Roy dan temannya hingga akhirnya tubuh siswi berjilbab itu mengejang dan mata siswi berjilbab berparas lugu itu membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Roy. Bersamaan dengan itu pula genjotan Pak Guru berkopiah terasa makin bertenaga.

jilbab hot novita ningsih (8)

“mmhhh…Bungaaahhhh… bapak mau keluar nih !” erangnya panjang sambil meringis. Mereka pun terlihat mengejat-ngejat mencapai orgasme bersamaan. Dari selangkangan siswi berjilbab itu meleleh cairan hasil persenggamaan. gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu melepaskan penis Pak Roy dan jatuh telungkup dilantai kotor beralas tikar lusuh itu. Siswi cantik berjilbab itu terlihat sangat lemas. Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuh Bunga berkeringat sangat banyak. “bapak tusuk sekarang ya bunga sayaaangg…? udah ga tahan dari tadi belum rasain memeknya bunga… tahan ya bunga sayaaaang…” kata Pak Roy sambil membalikkan tubuh siswi berjilbab berparas lugu itu. siswi berjilbab itu tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan dia sudah tak mampu melawan ketika Pak Roy yang sudah dibakar api birahi membalik tubuhnya terlentang. Rok panjang gadis SMA itu yang kembali turun dinaikkannya lagi keatas pinggul. Jilbab yang menutupi buah dada mengkal sang gadis dililitkan ke lehernya.

“Pelan-pelan paak….”kata siswi cantik berjilbab itu setengah merintih sambil menatap ngeri ke penis pak Roy yang besar. Air matanya sudah mengalir dipipinya. Pak Roy terlihat semakin bernafsu. Lalu dia mengambil posisi berlutut di depan siswi berjilbab itu. dibukanya paha siswi berjilbab berparas lugu itu lalu diarahkan penisnya yang panjang dan keras itu ke vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir kemaluan siswi cantik berjilbab itu sehingga Bunga berkelejotan.

jilbab hot novita ningsih (9)

“Suka ga Bunga, memeknya bapak ginikan?”Tanya Pak Roy sambil terus menggesek-gesek.Dia nampaknya tidak mau buru-buru. Dia terlihat menikmati melihat siswi berjilbab berparas lugu itu tersiksa seperti ini.

“Aahh.. iya…senang…” desah siswi cantik berjilbab itu tak tertahankan.

Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vagina siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab itu memejamkan mata, meringis, dan merintih akibat gesekan benda itu pada milik siswi cantik berjilbab itu yang masih sempit. Air mata siswi berjilbab itu kembali mengalir. Penis Pak Roy tampaknya susah sekali menerobos vagina siswi berjilbab itu walaupun sudah dilumasi oleh lendir siswi cantik berjilbab itu. dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi.

jilbab hot novita ningsih (10)

“Wah.. Bunga.. hhh… sempit banget memeknya…” ceracaunya. Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihan siswi berjilbab berparas lugu itu mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vagina Bunga, semakin cepat dan semakin dalam, hingga masuk semua. Kini vagina gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu telah terisi oleh benda hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk. Sepertinya siswi berjilbab berparas lugu itu merasa sakit bukan main karena kemudian siswi cantik berjilbab itu kembali merintih-rintih menyuruh Pak Roy berhenti sebentar, namun Pak Roy yang sudah kalap ini tidak mendengarkan siswi berjilbab itu, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. siswi cantik berjilbab itu terlihat mulai terhanyut sensasi itu. rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh mereka.

jilbab hot novita ningsih (12)

“Oh..oh…”hanya itu yang keluar dari mulut Bunga. Mata siswi berjilbab berparas lugu itu terlihat terbelalak seolah merasakan kenikmatan yang tiada tara. Malah kini siswi berjilbab itu juga ikut menggoyang-goyangkn pantatnya secara aktif. Melihat siswi cantik berjilbab itu sudah `in` Pak Roy makin bersemangat. Dia lalu berganti posisi. Pak Roy melepas penisnya lalu duduk berselonjor dan menaikkan tubuh gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu ke penisnya. Pak Roy ingin memberi siswi berjilbab itu kepuasan lebih dengan cara siswi berjilbab itu yang memegang kendli. siswi cantik berjilbab itu terlihat sudah sangat pasrah dan terhanyut birahinya. Dengan refleks siswi berjilbab berparas lugu itupun menggenggam penis Pak Roy sambil menurunkan tubuhnya yang sintal itu hingga benda perlahan-lahan itu amblas ke dalam memeknya. Jilbab putihnya turun menutupi buah dadanya yang sudah terbuka, namun pak Roy tidak peduli. Justru sang gadis semakin cantik, dengan jilbab yang masih ia pakai, merintih-rintih sambil mengikuti naluri hewaniahnya, menggenjot penis Pak Roy .

jilbab hot novita ningsih (11)

“aiihh…sakiit paak…” kata siswi cantik berjilbab itu merintih kesakitan sebentar kala penis Pak Roy makin dalam menyentuh liang siswi berjilbab itu. Tapi setelah berhenti sebentar siswi cantik berjilbab itu pelan-pelan mulai menaik turunkan tubuh gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu perlahan-lahan. Pak Roy memegangi kedua bongkahan pantat siswi cantik berjilbab itu yang padat berisi itu, secara bersamaan mereka mulai menggoyangkan tubuh mereka. Desahan mereka bercampur baur, tubuh Bunga tersentak-sentak tak terkendali, kepala siswi cantik berjilbab itu digelengkan kesana-kemari. Jilbabnya sudah basah oleh keringat ketiga orang itu.

Semakin lama, terlihat gadis berjilbab berbuah dada sekal itu semakin bernafsu. siswi berjilbab berparas lugu itu menggoyangkan pinggulnya semakin cepat diatas tubuh Pak Roy, bahkan siswi cantik berjilbab itu dengan kedua belah telapak tangannya meremasi payudaranya sendiri yang bergoyang-goyang.

Pak Guru berkopiah menonton adegan siswi berjilbab itu sambil mengelus-elus penisnya, dia ingin memncing adik kecilnya untuk `bangun`.

jilbab hot novita ningsih (13)

“Ayo…goyang sayaaanghh…oohh!” Pak Roy sepertinya ketagihan dengan goyangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. Tangannya tetap meremas-remas dada Bunga, bahkan sesekali dicondongkannya wajahna untuk melumat payudara siswi berjilbab itu. Kontan siswi cantik berjilbab itu menjerit-jerit makin kuat. Jeritan siswi berjilbab berparas lugu itu membuat Pak Roy makin bernafsu begitu juga Pak Guru berkopiah, dia tidak tahan hanya menonton saja. Dia mendekat dan berdiri di sebelah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, penisnya mengacung di depan muka siswi berjilbab itu. Pak Guru berkopiah itu mengelus-elus pipi siswi cantik berjilbab itu yang putih mulus. “Emut Bungaa…ayo buka mulutnya!” sambil mengarahkan batangnya kemulut siswi berjilbab itu yang mendesah-desah. Dengan setengah memaksa Pak Guru berkopiah itu menjejalinya ke mulut siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu yang tak punya pilihan lain langsung memasukkan penis itu kemulutnya. Siswi cantik berjilbab itu menyambut batangnya dengan kuluman dan jilatan. Seperti tak perduli pada bau sperma pada benda itu, lidah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, mungkin karena sudah sangat birahi, siswi berjilbab itu tidak merasa jijik. Malah siswi berjilbab berparas lugu itu mepakai ujung lidah siswi cantik berjilbab itu untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya. Hal itu membuat Pak Guru berkopiah blingsatan sambil meremas-remas kepala siswi berjilbab itu yang masih memakai jilbab putih. Bunga melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Roy.

jilbab hot novita ningsih (14)

“ah uh ah..ah..uh..auuhh…mmhh..”suara-suara itu membahana disudut sekolah itu, suara nista lenguhan dua orang guru yang sedang menggagahi siswiny ayang berjilbab. Sang siswi berjilbab bernama bunga juga akhirnya pasrah dan dipaksa menikmati persetubuhan nista itu. Aku masih terpaku disudut jendela kusam tempatku mengintip. Hpku sudah kugunakan dari tadi, merekam persetubuhan itu.

Dengan tetap bergoyang, siswi berjilbab berparas lugu itu juga mengisap-ngisap penis Pak Guru berkopiah makin keras. Tangan Pak Guru berkopiah merayap ke bawah menggerayangi payudara siswi cantik berjilbab itu. Dia sangat pandai meremas-remas titik sensitif gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, sehingga siswi berjilbab itu dibuatnya terpekik-pekik penuh kenikmatan.

“auugghhh..oohhhmm…paaakkk…bungaaa….mauuu..mauuu…”, siswi cantik berjilbab itu meracau terpekik-pekik bahwa sebentar lagi dia orgasme.
“mmmhhh..tahan sayaaaangghhh…bapak juga sudah maauuu….” Pak Roy terus menggenjot dari bawah, ebrusaha segera meraih kenikmatan.

jilbab hot novita ningsih (16)
Sampai akhirnya dia meremas pantat Bunga erat-erat dan memberitahu siswi cantik berjilbab itu akan segera keluar, perasaan yang ditahan-tahan itu pun dicurahkan juga. “Aaaahhhhh….!!” jeritan panjang tertahan keluar dari mulut siswi berjilbab berparas lugu itu, kepala siswi berjilbab itu mendongak ke atas menatap langit sore. Mereka orgasme bersamaan dan Pak Roy menumpahkan sperma kentalnya di dalam vagina sempit siswi cantik berjilbab itu. Sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakangan gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu.

Penis Pak Guru berkopiah yang sudah tegang benar dilepaskan lalu Bunga ambruk ke depan, ke dalam pelukan Pak Roy. Dia peluk tubuh siswi cantik berjilbab itu sambil penisnya tetap dalam vagina siswi berjilbab berparas lugu itu, mereka berdua basah kuyup keringat yang mengucur.

jilbab hot novita ningsih (17)

Pak Roy lalu melepas tubuh Bunga yang sangat lemas. Dia mengambil air minum kemasan miliknya di sudut lapangan untuk minum. Penisnya sudah tidak setegang yang tadi. siswi cantik berjilbab itu kini telentang terengah-engah kehabisan tenaga menghadap Pak Guru berkopiah yang sedang mendekat kearah gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi berjilbab itu menggeleng lemah ke Pak Guru berkopiah yang sudah bersiap-siap ingin mengagahi siswi cantik berjilbab itu. Ar matanya terlihat masih mengalir di pipinya. Tapi sepertinya air mata dan keadaan sang gadis berjilbab itu yang sudah sangat lemas tidak bisa menyurutkan birahi Pak Guru berkopiah itu yang sudah on fire. Pak Guru berkopiah mengambil handuk kecil kotor di sudut lapangan dan membersihkan vagina Bunga yang belepotan sperma. Usapan ujung handuk di vagina siswi berjilbab berparas lugu itu cukup membuat siswi berjilbab itu bergetar.

kemudian tubuh siswi cantik berjilbab itu oleh Pak Guru berkopiah dipaksa dibalikkan dalam posisi menungging lalu kembali menyibakkan rok gadis berjilbab ityu yang kembali turun menutupi paha dan betisnya. Dia menepuk-nepuk pantat gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu yang montok. Puas menepuk sekarang giliran lidah Pak Guru berkopiah yang merasakan kelembutan kulit pantat siswi berjilbab berparas lugu itu. Mulutnya dengan rakus menciumi pantat siswi berjilbab itu. Lidahnya menelusuri vagina Bunga dari atas kebawah. siswi berjilbab itu semakin menggelinjang ketika lidah Pak Guru berkopiah memjilati anus siswi cantik berjilbab itu. Pak Guru berkopiah tanpa perasaan jijik masih terus menjulurkan lidahnya ke anus siswi cantik berjilbab itu sehingga memberi siswi berjilbab berparas lugu itu terus menggelinjang.

jilbab hot novita ningsih (18)

Puas merasakan nikmatnya vagina dan anus gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu, dia kemudian meludahi bagian dubur siswi berjilbab itu beberapa kali. lalu digosok-gosokkan dengan jarinya ke daerah itu. siswi cantik berjilbab itu terlihat memejamkan mata pasrah. Bunga terlihat terkejut ketika Pak Guru berkopiah mulai menggesekkan penis hitamnya dibibir lubang anus siswi cantik berjilbab itu. siswi berjilbab berparas lugu itu kontan menarik pantat siswi berjilbab itu. Tapi Pak Guru berkopiah menarik gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu. siswi berjilbab itu terkejut dan mencoba berontak “Jangan pak…jangan di situ…. sakit” iba siswi cantik berjilbab itu. “Tahan dikit sayang, masih baru emang sakit, tapi ntar pasti enak kok” katanya dengan tenang. Pak Guru berkopiah itu perlahan-lahan mendorong penisnya masuk ke anus siswi berjilbab berparas lugu itu. Anus siswi berjilbab itu kontan mengerut. Pak Guru berkopiah itu terlihat kesulitan memasukkan penisnya kedalam dubur sempit Bunga. Siswi berjilbab itu merintih menahan rasa perih akibat tusukan benda tumpul pada dubur siswi cantik berjilbab itu yang lebih sempit dari vaginanya. Air mata gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu kembali meleleh keluar.

“Aduuhh… Sudah Pak… Bunga nggak tahan” rintih siswi berjilbab berparas lugu itu kesakitan. Tapi Pak Guru berkopiah itu tidak menghiraukannya. Dengan paksa terus dimasukkannya penisnya ke anus siswi berjilbab itu.

“Uuhh… Sempit banget nih anus kamu…” Pak Guru berkopiah itu mengomentari siswi berjilbab itu dengan wajah meringis menahan nikmat.

Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Pekikan Bunga semakin keras. Pak Guru berkopiah itu mendiamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga dipakai bunga untuk membiasakan diri dan mengambil nafas.

“Auhhh….sakit…” Siswi cantik berjilbab itu menjerit keras saat Pak Guru berkopiah itu mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga tubuh Bunga pun ikut terhentak-hentak. gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu mengerang dan memekik keras merasakan perih. Tanpa menghiraukan siswi berjilbab berparas lugu itu dia tetap mengentot dubur siswi berjilbab itu. Untuk merangsang siswi cantik berjilbab itu, tangannya kedepan meraih kedua payudara siswi berjilbab itu yang bergoyang dan diremas-remasnya dengan lembut.

“pak..u..da..ah….Bunga..sa..kit” jerit gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu panjang. Keringat dan air mata siswi berjilbab itu terus bercucuran. Jeritan Bunga itu tampaknya justru membuat Pak Guru berkopiah itu makin bernafsu. Dengan keras dia sodok-sodokan penisnya dan payudara siswi berjilbab berparas lugu itu yang menggantung diremas-remas dengan brutal. Suara rintihan siswi cantik berjilbab itu saling beradu dengan lenguhan Lambat laun jerit kesakitan gadis SMA berjilbab itu berjurang, walaupun begitu air mata gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu tetap bercucuran. Siswi berjilbab itu mengaduh setiap kali Pak Guru berkopiah itu mengirim hentakan dan remasan keras, namun terkadang terlihat siswi berjilbab itu mengimbangi goyangan Pak Guru berkopiah. Terkadang Bunga harus menggigit bibir untuk meredam jeritannya.

Pelan-pelan terdengar pekikan kesakitan sang gadis berjilbab karena sodokkan penis Pak Guru berkopiah mulai berkurang, berganti dengan rintihan nikmat, apalagi waktu Pak Guru berkopiah itu menarik wajah siswi berjilbab berparas lugu itu dan memagut bibir siswi cantik berjilbab itu, diciumnya gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu dengan lembut. Sungguh suatu perpaduan keras-lembut yang fantastis, dia perlakukan anus dan dada siswi berjilbab itu dengan kasar, tapi di saat yang sama dia perlakukan mulut siswi cantik berjilbab itu dengan lembut.

jilbab hot novita ningsih (19)

Akhirnya setelah Pak Guru berkopiah semakin cepat menggoyang pinggulnya menggagahi anus siswi berjilbab itu, sang gadis berjilbab itu mengerang panjang dan mengejat-ngejat, siswi berjilbab itu mengalami orgasme panjang dengan cara kasar seperti ini, tubuh siswi berjilbab berparas lugu itu menegang beberapa saat lamanya hingga akhirnya lemas seperti tak bertulang. Pak Guru berkopiah sendiri menyusul siswi berjilbab itu tak lama kemudian, dia menggeram dan makin mempercepat genjotannya. Kemudian dengan nafas masih memburu dia mencabut penisnya dari gadis SMA berjilbab bertubuh putih mulus itu dan membalikkan tubuh siswi cantik berjilbab itu. Spermanya muncrat dengan derasnya dan berceceran di sekujur dada dan perut siswi berjilbab itu, mengenai BH dan seragam OSISnya.

Siswi berjilbab berparas lugu itu terlihat lemas sekali. Ia hanya terbaring pasrah di tikar lusuh. Bajunya sangat berantakan. Terdengar sisa isak tangisnya. Nafasnya masih menderu karena orgasme-orgasme yang ia alami. Pak Roy kembali merapikan bajunya, semntara Pak Guru berkopiah rekannya masih duduk beristirahat sambil mengocok-ngocok penisnya sendiri. beberapa saat kemudian dari arah aku datang (aku sudah bersembunyi di ruang gelap sebelah jalan yang penuh kursi-kursi rusak sehingga cukup aman) datang lagi seorang yang berjenggot dan juga memakai baju safari.

“wah, kalian mainnya kok ninggal-ninggal aku.” Kata Pak Guru berjenggot itu. Dia langsung membuka retsleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang terlihat berurat.. Segera ia mendekati lagi sang gadis berjilbab yang masih terbaring lemah.

“jangaaan…sudaaah….sakiiitt…” Bunga, gadis berjilbab bertubuh sekal itu kembali merintih namun tak bisa berbuat apa-apa ketika Pak Guru berjenggot itu kembali membentangkan kaki Bunga dan langsung menjejalkan penis berburatnya kedalam vagina yang masih berlumuran sperma milik siswi cantik berjilbab itu.. “eemmmhhh….” Bunga yang sudah sangat lemas hanya bisa mendesah ketika penis Pak Guru berjenggot itu melesak kedalam dan mulai digenjot pelan. Pak Guru berkopiah dan Pak Roy hanya tersenyum melihat birahi rekannya yang baru datang . Pak Guru berkopiah masih beristirahat sambil terus mengelus-elus kontol hitamnya, sementara pak Roy segera beranjak meninggalkan tempat itu. Aku segera mematikan rekamanku karena merasa cukup, dan mengikuti Pak Roy dari belakang, meninggalkan Bunga sang siswi berjilbab itu merintih-rintih karena memeknya kembali digenjot kontol untuk kesekian kalinya, jilbab putihnya yang sudah basah karena keringat masih terpakai rapi membungkus kepalanya.

SHAIMA

sebelumnya kenalan dulu yach, namaku Shaima, kulitku putih, tinggiku 167cm, keturunan aceh, sunda, sama ada turunan arab dikit dari kakekku almarhum. Ukuran Bra? nggak gede-gede amat sich..tapi tetep seksi koq, pas sama ukuran tubuhku. Semua temenku bilang aku cantik, imoet, trus lincah nggak bisa diem aku anak ke tujuh dari sembilan bersaudara, tinggal di L A (Lentenk Agoeng) di jalan Joe (dilarang nyantronin rumahku ya..) abi sama umi ku udah pada sepuh, jadi beliau berdua sering dirumah.. aku kuliah di kampus terkenal di Depok, lagi nulis skripsi sekarang.. udah gitu dulu aja.

nita-bigboobs hijab (11)
==============

Waktu di SMA dulu, aku udah deket sama anak-anak Rohis yang sering dikenal anak Musholla, mbak-mbak nya baik banget sich, peratian dan keibuan gitu. Salah satu seniorku namanya Mbak Afifah, dia udah alumni. Orangnya tinggi, putih, cantik banget dan berkacamata. Keliatan banget bersahajanya. Suaminya, bang Azis namanya, ganteng banget lhoo..cuma agak pendek, tinggian Mbak Afifah. Pas aku ikutan MOS di SMA ada promosi eks-kul, nah Mbak Afifah dateng ke sekolahan sama suami dan anaknya yang masih kecil. Presentasi Rohis bagus banget, singkatnya aku ikutan daftar. Jadilah aku anak Rohis. Setelah sekian bulan, aku diajak ikut mentoring, dan kebetulan Mbak Afifah yang jadi mentorku. Acara mentoring biasanya dilakukan habis pulang sekolah, antara jam 2 sampai jam 5 sore. Rumah Mbak Afifah dekat dengan sekolahku. Acara mentoring teryata akan menjadi pengalaman tak terlupakan. Waktu itu, kami berlima udah jalan mentoring setahun lebih, dan biasa mondar-mandir dari sekolah ke rumah Mbak Afifah. Rumahnya jadi Base Camp anak-anak Rohis. Kami seneng juga main kesana, anaknya yang balita (Zahra) lucu banget. Lama-kelamaan, suami Mbah Afifah dan tetangga sekitarnya udah menganggap biasa kalo kami dateng dan kumpul-kumpul sampai sore di rumah Mbak Afifah.

nita-bigboobs hijab (1)

Aku inget banget tanggalnya, 10 Februari 2000, pas aku kelas 2. Siang itu kami main ke rumah Mbak Afifah, karena besoknya anak-anak Rohis mau ada acara Mabit (bermalam di Musholla sekolah) dan rencananya kami bareng-bareng Mbak Afifah mau belanja ke pasar buat beli cemilan malam. Bang Azis, suami Mbak Afifah juga ada di rumah, belakangan aku tau dia lagi cuti. Zahra kecil juga ada. Pas Dzuhur, Bang azis ke Masjid, sementara teman-temanku shalat di rumahnya. Aku lagi “dapet”, tapi di hari -hari terakhir. Aku ragu, berentinya hari ini apa besok, jadi tetep nggak shalat untuk jaga-jaga. Karena paling kecil dan nggak kuat panas, aku memilih untuk tinggal di rumah Mbak Afifah. Sofie, temanku juga nggak ikut ke pasar karena lebih seneng main sama Zahra. “Itung-itung jagain anak sambil latian jadi ummahat” katanya. Rumah Mbak Afifah berlantai 2, sejuk dan luas untuk ukuran rumah komplek deket sekolahku. Karena Kecapean, aku naik ke atas di lantai 2. Nggak lama suami Mbak Afifah pulang.
Dia nanya ke Sofie yang lagi main sama Zahra di ruang tamu “Umi Zahra kemana?”
“Ke Pasar Bang” jawab Sofie.

Aku pernah sempet mengkhayal, enak kali ya jadi Mbak Afifah, punya suami ganteng, sholeh kaya lagi. Dia punya bengkel mobil yang cukup besar dan terkenal di daerah Otista. Eh, nggak lama Bang aziz muncul, dia kaget ngeliat aku ada di lantai dua, duduk di sofa, deket kipas angin besar, buka jilbab pula !. Maklum udra diluar panas banget. Aku kaget banget waktu itu, trus lari masuk kamar di dekatku, trus kututup pintunya. Abis itu, buru-buru aku pakai jilbabku dan segera keluar, tapi Bang Azis ada di depan pintu kamar.

nita-bigboobs hijab (2)

“Shaima, sini sebentar.. abang mau bicara” panggilnya sopan, tapi nadanya tegas.
“Afwan Bang, ana nggak sengaja masuk kamar Abang” jawabku menyadari kesalahanku

Aku menghampiri Bang Azis sambil nunduk, malu. Dia duduk di sofa, aku duduk melipat kakiku di karpet. Bang Azis menasehatiku dengan lembut banget (sumpah!) singkat tapi padat, soal adab bertamu, adab berhijab de-el-el sampai aku terenyuh, merasa bersalah.. Nggak sadar aku nangis.. Bang Azis menenangkan, dan (wow) punggung tangannya menyeka airmataku (padahal campur sama ingus bening dari hidungku).

“Udah shaima sayang, jangan nangis gitu..” nadanya betul-betul kebapakan. Abi ku aja nggak pernah segitunya.

Nggak tau gimana, aku jadi tambah nangis, dan bersandar di dada kirinya dekat bahunya.. eh, Bang azis malah mendekapku dan mengelus punggungku.. Ehm, aroma tubuh Bang Azs wangi, seger banget banginya. Brangkali karena habis shalat, sisa parfumnya masih ada. Para Ikhwan memang biasa mengoleskan parfum non alkohol ke bajunya kalo mau shalat.

Setelah aku agak tenang, Bang Azis minta maaf kalo kata-katanya menyakitiku. Akhirnya aku tambah rileks, nggak lama kami ngobrol, dan dia nanya apa aku sudah shalat?

“Lagi nggak bang, ana lagi dapet giliran kedatangan tamu” jawabku sopan.

nita-bigboobs hijab (3)

Bang Azis ngangguk, dan dia minta aku supaya jaga betul kebersihan pribadi. Dia juga cerita, kalo Mbak Afifah sedang hamil lagi, jadi dia udah lama “nggak masuk kekamar yang ukhti masukin tadi” katanya. Makanya Bang Azis agak tersinggung waktu aku masuk ke kamar itu. Kamar bagi suami-istri adalah tempat paling rahasia, katanya.

Aku kembali nangis, minta maaaaaf banget. Eh, Bang Azis malah mendekapku lagi. kali ini dia mengeluarkan saputangan putih yang harumnya sama dengan parfum di bajunya. Bang Azis menarikku perlahan dari dekapannya dan menyeka air mataku, sambil merapikan jilbabku yang belum terpasang sempurna.

Bang Azis menatapku dengan sayu dan tersenyum. Aku terkesiap, karena tatapannya itu lhooo nggak kulupakan. Mataku sembab, bibirku juga jadi basah. Eh bang Azis mendekatkan mukanya ke wajahku. Dia mengecup keningku. Aku diam dan memejamkan mata.

Bang Azis kembali mengecup keningku, trus turun ke pipiku, dan sambil terpejam, kurasakan kecupannya makin turun ke bawah, ke bibirku, ke dagu, trus naik lagi ke bibirku (aku masih terpejam, badanku panas dingin). Ada sensasi aneh. Bang Azis turun dari sofa, merengkuh diriku.

Agak lama Bang Azis mengecup bibirku, dan menghisapnya lembut. Bibir atas dan bawahku jadi agak renggang, trus kurasakan gigi depanku dijilati oleh lidah pelan dan lembut yang menari-nari menjelajahi bagian dalam bibir atas dan bibir bawahku. Entah naluri apa, aku pelan pelan memuka mulutku dan menjulurkan lidahku yang mungil. Akhirnya lidah kami bertemu, dan saling hisap, saling membelitpun terjadilah.

nita-bigboobs hijab (4)

Nafas Bang Azis yang segar membuatku semangat, sementara mulutku mungkin masih ada aroma Somay kantin (hihihi). Perlahan namun pasti, tarikan nafas Bang azis seperti berpacu dengan detak jantungnya. Tangan Bang azis juga nggak diam ternyata. Mula mula punggungku dibelainya, trus turun ke pantatku (remasannya lembut namun dalam), trus turun lagi ke pahaku. Tubuhku memang kecil, dia membelainya, pantatku bisa direngkuh telapak tangannya. Aku makin panas dingin dan nafasku nggak bisa kuatur lagi.

Karena rabaan dan belaiannya disekujur tubuhku mulai punggung, paha, perut dan dadaku, pakaia seragamku jadi berantakan. Tapi sepertinya setan sudah menguasai kami berdua. Kubiarkan bang Azis yang ganteng, sopan, kebapakan dan wangi itu perlahan menyingkap rok-ku. Kakiku yang masih berbalut kaus kaki satin panjang yang nyaris mencapai lutut, ditariknya dan kakiku pun dijilatinya. Sela-sela kakiku dijilati, betisku, dan dengan gerakan meluncur cepat kebelakang pahaku. (ouwh.. sensasinya luar biasa!) kaus kakiku yang kiri nggak dilepasnya, tapi tetap dijilati cuma nggak merata seperti kaki kananku. Kedua belah pahaku basah oleh jilatanyya. Sensasi dingin kurasakan dipahaku saat angin semilir dari kipas angin yang masih meyala itu menerpa pahaku.

nita-bigboobs hijab (6)

Pas Bang Azis mau menarik celana dalamku kebawah (waktu itu aku masih pakai celana dalam katun bergambar Hello Kitty di bagian belakangnya, hihihi, lucu lho!) tiba-tiba aku tersadar.

“Jangan bang” pekikku pelan diantara deru nafasku yang tidak teratur sambil menahan tangannya, meski separih pantatku yang kanan kurasa sudah tersibak. Mukaku panas bukan main.

Bang Azis seolah tersadar, saat kubilang aku “lagi dapet”. Namun t****nya tetap menarik celana dalamku hingga melorot ke paha. Pembalutku jatuh, tapi koq nggak ada noda darahnya ya..yang ada malah vaginaku yang agak basah (aku malu banget saat itu) dan bang azis juga memeriksa lipatan paha, dan membuka labia mayora ku. “Udah bersih koq” katanya. Vaginaku memang kurawat dengan baik, terutama saat tamu bulanan datang. Pembalut cadngan pasti kubawa di tas ku, dan memang kami diajari saat mentoring bahwa kamiperlu merapikan dan lebih baiknya mencukur bulu-bulu vagina kami. Sunnahnya tiap hari kamis, kata Mbak Afifah, dan maksimal nggak dicukur adalah 40 hari (idiih joroknya!). Jadi nggak ada bulu-bulu di vaginaku, kecuali titik-ttik hitam bekas cukuran. kami juga diajari mengoleskan minyak wangi di lipatan-lipatan paha dan sekitar vadina seusai membersihkan darah kotor.

nita-bigboobs hijab (7)

Mungkin melihat vaginaku yang kecil, putih permukaan atasnya (bagian pubis) dan berwarna pink di bagian dalamnya, (wangi strawberry lagi..) bang Azis langsung menjilati permukaan vaginaku (awh, rasanyaaa seperti…wah pokoknya gimanaaa gitu!) dan perlahan disertai hisapan hisapan ditempat pipisku itu. Tubuhku gemetar dan nafasku makin nggak teratur. Aku merasa mau mengeluarkan pipis, maka kodorong kepala Bang Azis, tapi susah banget, mana rambutnya licin lagi! Akhirnya karena nggak kuat kutahan lagi, aku buang pipisku biarin deh nyiprat ke muka Bang Azis. Eh, nggak taunya malah pipisku yang aneh itu (agk kental dan lumayan banyak keluarnya, tapi abis itu aku merasa legaa banget) ditelan dan disruput oleh Bang Azis.. idih, jijik banget, pikirku.

Sesudah vagina, gantian pahaku dijilati lagi dan naik ke pantatku yang bulat kecil. Bang Azis mengecup keras dan kuat sekali, sampai aku meronta. Sakit!

Trus dia beralih ke perutku, pusarku dijilatinya.. aku kegelian (sumpah, geli bangedd) tapi ada sensasi nikmat. Trus jilatan dan kecupoannya naik ke atas, mengarak ke Payudaraku. Bra ku ditariknya ke atas, dan belahan diantara dua payudaraku jadi sasaran jilatan dan kecupannya. Payudaraku yang kecil itu diciumi, dijilati bahkan ditelannya. Maklumlah, ukurannya masih kecil dibanding punyaku yang sekarang (yag juga nggak gede tapi montok). Payudaraku yang kanan betul-betul masuk semuanya ke mulut Bang Azis. Aku kembali gemetaran. Nikmaat sekali rasanya.

nita-bigboobs hijab (8)

Waktu itu jilbabku masih menutup leher dan kepalaku (kalo dibuka, malu, soalnya rambutku pendek dan belum keramas, maklum lagi “dapet”) namun kurasa bentuknya pasti sudah nggak karuan dan acak-acakan. Bang Azis melanjutkan ke payudaraku yang satunya lagi. Aku menggelinjang hebat, karena kurasakan ada dorongan di s*****kangan dan vagimnaku, ada desakan mau pipis, jangan-jangan pipis aneh itu keluar lagi, pikirku.

Tapi Bang Azis cepat-cepat melepas kulumannya atas payudara kiriku, dan beralih kembali ke vaginaku. Rasanya luaaar biasa. Vaginaku dikecup dan dijilati. Lidah bang Azis menyeruak dan menari di dalam vaginaku, masuk sampai mencapai klitirisku dan lidahnya berputar-putar disitu.

nita-bigboobs hijab (9)

Aku cuma bisa terpejam dan menggigit bibir bawahku merasakan sensasi luar biasa ini, sampai akhirnya aku tak tahan lagi, dan rasanya aku mau pipis aneh lagi seperti tadi. Aku tersentak saat Bang Azis menghisap kuat klitoris dan vaginaku yang barangkali ukurannya lebih kecil dari mulut bang Azis. Akibatnya, pinggulku kuangkat tinggi persis gerakan Kahyang dan pipis aneh itu kembali keluar, tapi lebih deras, dan seluruh badanku bergetar hebat. “Uuuuh…mmmmm….aaaaahh” aku mendesah tak kusadari. Pinggulku yang terangkat keatas tiba-tiba itu agak mengejutkan Bang Azis, tapi ia dengan cekatan memeluk pinggangku dan menjilati semua caran yang keluar. Saking banyaknya, kurasakan cairan itu meleler sanpai ke kakiku, meluncur melewati paha dan betisku. Semuanya dijilat, dihisap dan (mungkin) ditelan Bang Azis tanpa sisa. Aku terbaring lemas dengan nafas yang menderu sat-satu. Pas kubuka mataku, bang Azis tersenyum. Senyum yang khas, tetapi memancaran ekspresi kepuasan. Kulihat sekilas, bagian s*****kangan celananya melembung dan agak mengkilat, terlihat basah. Dia memakai celana biru muda, sehingga kalau kena cairan pasti nampak jelas. Kemudian dia menurunkan celananya, hingga aku melihat celana dalamnya yang bermerk Rider itu seolah sesak tak mampu menampung penghuninya.

“Abiiiii” suara panggilan Mbak Afifah memecah lamunanku. Mereka sudah pulang dari pasar. Serta merta bang Azis menaikkan celananya kembali dan menggendongku ke kamar tamu di sebelah kamar tidurnya. Dia membantuku merapikan bajuku, menarik rok-ku ke bawah, dan mengambilkan kaos kakiku yang tertinggal di dekat sofa tadi, dan menutup pintu kamar, memintaku bersih bersih badan di dalam kamar mandi yang ada di kamar itu serta mengunci pintunya. “Shaima Jangan keluar ya kalo belum rapi” katanya. “Iya bang” jawabku gugup.

nita-bigboobs hijab (10)

“Abiii” panggil Mbak Afifah, yang segera disahut “Ya Umi” oleh Bang Azis. Selanjutnya aku nggak tau lagi, namun aku terduduk lemas di kloset kamar mandi itu. Pelan-pelan kubasuh vaginaku, dan aku mandi di shower dengan air hangat sambil pikiranku menerawang tak percaya atas apa yang baru saja kami lakukan. Ya Allah.. ampuni aku. Kulihat jam tanganku, sudah jam 16.30, padahal tadi aku naik ke atas sini dan menyalakan kipas angin sekitar jam 12.30 atau 12.40, pokoknya belum jam 1 siang, karena jamaah Masjid dekat situ mulai shalat jam 12 lewat menj***** jam setengah satu dan bubaran Dzuhurnya menj***** jam satu siang. Aku juga tahut, jangan-jangan desahan (atau tepatnya jeritanku) yang terakhir tadi terdengar oleh Sofie.

Tapi ternyata kekhawatiranku tidak terjadi, karena Sofie mengajak Zahra bermain di halaman belakang rumah, sementara aku dan Bang azis ada di lantai 2 bagian depan. Sorenya aku dan teman-teman pamit pulang. Kondisiku yang paling segar, meski aku sendiri sebenarnya letih luar biasa. Aku tersenyum untuk pamit pada Bang azis yang sudah memberiku pengalaman luar biasa..Itulah teman-teman, pengalaman pertamaku.

MEYDA DAN OKI

Season I
Kenalkan namaku adalah Suparno, jabatanku sekarang adalah supir…, hehehe.. kalo supir bukan jabatan kali ya…, ya sekarang telah dua tahun menjadi supir pribadi dari Meyda Sefira. Sebenarnya waktu di kampung dulu aku adalah seorang dukun. Tapi karena kampungku terkena musibah banjir bandang maka aku pun mencari nafkah lain.
Malam itu selepas acara peluncuran film KCB II, aku mengantar Meyda Sefira pulang ke apartemennya. Meyda Sefira tampak cantik dalam balutan jilbab merah dan kaos merahnya. Ya Meyda Sefira memang tampak sekali keanggunannya, apalagi di usianya yang baru 21 tahun (20 Mei 1988).
“Emmhh cape banget nih mang…!!, kita sekarang langsung pulang saja ya.. sudah ingin istirahat nih…” sahut Meyda kepadaku.
“Baik non…”, sahutku sambil melihat ke belakang lewat spion. “Cantik sekali Meyda, coba dia mau jadi istriku…”, kataku dalam hati. Memang aku sangat menyukai Meyda Sefira selain cantik dia juga selalu baik hati. “Emmhh, kayanya malam ini, malam yang tepat untuk menggunakan gundamku untuk memiliki Meyda”. Kataku dalam hati lagi.

Sepanjang perjalanan aku sering melirik kebelakang memuji kesintalan tubuh dari Meyda yang begitu sempurna dan sambil melafalkan gundamku yang akan ku pergunakan buat Meyda. Meyda sendiri tidak mengetahuinya, dia tampak capek dan sambil melihat ke jalanan.
Akhirnya kami memasuki apartemennya, “Mang, nanti ke atas ya…, aku ada sedikit rezeki buat abang…”. setelah itu Meyda turun dari mobil dan langsung naik ke lantai 11 tempat apartemennya.
Kemudian aku menyusul ke apartemennya, setelah dipersilahkan masuk oleh Meyda akupun duduk di sofa. “Ini, Mang…, aku punya baju buat Mamang, sama sedikit uang…”, kata Meyda sambil menyerahkan satu kantong kertas dan amplop kepadaku. Kesempatan nih dapat menjabat tangan dan mempergunakan gundamku.
“Aduh, terima kasih banyak Non, atas pemberiannya “, sambil menjabat tangan Meyda yang halus dan mempergunakan gundamku. “Ayo, sekarang mintalah sesuatu kepadaku, Meyda supaya biar gundamku bekerja dengan baik”. Kataku dalam hati.
“ Mang, Mamang bisa pijat aku ngak…!!, pundakku pegel-pegel nih…”, kata Meyda, tapi dia sendiri tidak mengerti mengapa dia mau buat di pijit ma diriku.
“Bisa, non…!!, silahkan non duduk…”, aku mulai memijitnya, di pundaknya tercium oleh diriku wangi tubuh dari Meyda yang cantik ini, menambah naik libido diriku. “sekarang, Meyda akan menjadi miliku”, aku pun mulai melafalkan gundamku yang terakhir untuk dapat memiliki Meyda. Sambil terus memijit pundaknya…, tangan ku mulai beraksi di belakang jilbabnya sambil terus memijitnya.
“Emmhh, terus Mang.., enak sekali pijitan mu..”, kata Meyda sambil matanya terpejam.
“Kamu cantik Meyda sayang …!!” , kataku sambil terus memijit, tanganku mulai meremas buah dadanya. Meyda tampak kaget tapi dia tidak dapat berbuat banyak. Membiarkan diriku meremas-remas bongkahan dada sang Artis berjilbab.
“Tubuh kamu wangi sekali Meyda….!!!”, tangan ku mulai masuk lewat sebelah atas kaos merahnya…, ku gerayangi dan ku remas payudara.
“Emmhh.., Mamang… Enak…”, kata Meyda yang sudah berada dalam pengaruh gundamku.
“Meyda, sudah pernah melihat kontol”, kataku sambil setengah berbisik di telinganya. Meyda tampak kaget mendengarnya. Tapi dirinya tampak sudah termakan hipnotis. Meski wajahnya memerah dia hanya menggelengkan kepala.
“Meyda, mau melihat kontolku…!!, kamu akan menyukainya sayang…!!” kataku selanjutnya. Meyda tampak mengangguk dan wajahnya memerah karena malu. “Sekarang, Meyda buka celanaku, dan kolorku…”, perintahku pada Meyda.
Meyda tampak patuh dia mulai bersimpuh didepan ku dan mepelorotkan celana dan celana dalamku. Tiba-tiba penisku menyembul dan memang penisku sudah mulai keras dari tadi. Meyda tampak kaget, karena penis hitamku yang telah tegak ada di depan mukanya.
“Sekarang, raih kontolku, Meyda sayang…, kamu belai, ciumin dan jilatin kontolku”, perintahku selanjutnya pada Meyda. Meyda yang tampak ragu tapi sudah mulai dalam pengaruh gundam. Mulai melaksakan perintahku. Mula-mula tangannya mengocok penisku. Bibirnya yang tipis mendekati penisku. Dia mulai mencium ujung penis ku. Meyda tampak belum biasa terhadap bau tak sedap penisku.
“Ayo Meyda…, jilat dan kulum kontolku…”, perintahku pada Meyda, yang di lanjutkan dengan anggukan dari Meyda. Meyda mulai menjilati penisku. Mulai dari ujung penis sampai ke pelirku. Sekarang Meyda sudah mulai terbiasa dengan bau tak sedap dari penisku.
“Ah…, ya begitu Meyda sayang…, terus jilatan mu enak sekali…, sekarang mulai masukan kontolku ke mulutmu dan jangan di gigit”, kataku sambil memegangi jilbab merah milik sang artis. Meyda melanjutkan mengulum penisku.
“sruupp….,ahh… enak sekali…. sruupp”, Meyda tampak menikmati oral pertamanya. Meski agak sedikit canggung.
“Ahh…. Bagus enak sekali Meyda…..”, kataku sambil menjambak jilbab yang di kenakannya. “ Ahh… kamu cepat belajar….seponganmu enak sekali… , kamu menyukainya sayang“, tanyaku kepada artis berjilbab itu.
Meyda mengangguk dan sambil terus mengulum penisku…., aku menggerakan pantatku seolah sedang melakukan penetrasi. Meyda tampak kelabakan, karena jilbabnya di jambak dan aku memaju mundurkan pantatku. Sampai mentok wajah Meyda di selangkanganku. Tampaknya penisku sampai di rongga kerongkongannya…, meyda tampak pucat. Aku menarik lagi jilbabnya. Kemudian aku hentakkan kembali. Aku senggamai mulut sang artis berjilbab itu.
“srrruuuuppp…. Aacchh”, Meyda yang mulai terbiasa, dan malah menikmati oral pertamanya. Meyda terus melakukan emutan di penisku.
“Ahh… Meyda sayang, enak sekali seponganmu…, aku sebentar lagi keluar…, kamu harus meminum semua pejuku….” Kataku kepada Meyda. Disertai anggukan Meyda yang terus melakukan oral terhadap penisku.
“Acckkhhh….keluar sayang…., minum pejuku…..”, Meyda hampir tersedak ketika pejuku meluncur dengan deras dan banyak. Tapi sang artis tampak rakus meminum semua pejuku. Ada sedikit yang tertumpah di jilbab merah sang artis. Meyda mulai menjilati sisa peju yang masih menempel di penisku.
“Acchh … ya begitu sayang…., kamu telah meminum pejuku…., sekarang kamu adalah milikku…, Meyda kamu adalah budak diriku, budak nafsu diriku….”, memang yang telah terkena gundam dan meminum pejuku maka wanita itu akan menjadi budak setiaku.
“sekarang Meyda harus mulai berikrar kepadaku, untuk menjadi budakku…” perintahku pada Meyda. Seperti seorang budak yang patuh terhadap tuannya. Meyda mulai berikrar di depan ku.
“Saya…., Meyda Sefira mulai detik ini akan menjadi budak tuan…, budak yang patuh terhadap perintah tuan, semua lubang yang ada di tubuhku boleh dimasuki oleh kontol tuan…”, kata meyda sefira.
“Emmhh … Lubang apa aja yang ditubuhmu Meyda…..” tanyaku kepada meyda.
“Mulut, Vagina dan Dubur saya tuan….”, Jawab Meyda. Yang sudah tampak horny.
“Mulut, Memek sama Bool…, begitu ngucapnya…, dan kamu bersedia jadi lonteku…, dan melayani orang-orang yang aku suruh untuk menikmati tubuh mu dan kamu harus bersedia di gambang oleh banyak laki-laki yang aku perintahkan”, kataku yang langsung masuk sebagai perintah kepada sang artis berjilbab itu.
“Iya, Mulut, Memek dan Boolku boleh di masuki oleh kontol tuan, dan Meyda bersedia untuk menjadi lonte tuan, dan Meyda bersedia untuk di gambang tuan…., tubuh Meyda seutuhnya milik tuan”, begitulah Meyda yang sudah 100% dalam pengaruhku. Meyda Sefira yang cantik, berjilbab, anggun akan segera berubah menjadi wanita binal.
“Bagus…. Sekarang kamu memohon kepada diriku, supaya aku mau ngentot sama lonte kaya kamu…”, perintahku kepada Meyda.
“Tuan…., maukah tuan memakai tubuhku, memekku masih perawan tuan, belum pernah di masukin sama kontol… Tuan…., Meyda ingin tuan mengambil keperawananku…, ngentot memek Meyda yang belum pernah di jamah kontol…., silahkan Tuan…”, jawab artis berjilbab itu manja. Sambil tangannya terus mengocokin penisku yang mulai tegak lagi.
“Sekarang kamu lonteku, buka semua bajumu dan celanamu… kamu telanjang…. Dan sisakan jilbab yang kamu pakai….”, perintahku kepada Meyda.
Meyda mulai membuka semua bajunya…., sehingga yang tersisa hanya jilbab. Payudara sang artis terlihat tampak montok meskipun tidak terlalu besar tapi sangat menggairahkan, vagina sang artis berjilbab tampak terawat dengan bulu-bulu tipis di sekitar vaginanya. Meyda sekarang sudah tanpa busana kecuali jilbab yang dikenakannya.
“Mendekatlah kemari lonteku…..”, perintahku kepada meyda.
Meyda mulai mendekatiku….., ku remas-remas bongkahan payudaranya…. Dan aku pun mulai menyusu pada payudara sang artis berjilbab tersebut.
“Emmhhh, tubuhmu wangi sayang…., kamu pantas buat di entot sama aku”, kata-kata ku meluncur. Sambil terus menete pada payudara sang artis berjilbab. Sementara tanganku mulai memasuki selangkangan Meyda dan mulai memasuki vagina sang gadis berjilbab sambil mencari klitoris Meyda Sefira.
“EEmmhhh……”, Meyda tampak melenguh ketika klitoris nya mulai ketemu oleh aku. Aku mulai memainkan klitoris Meyda sang artis berjilbab. Semakin lama vagina sang artis makin basah tubuh Meyda tampak melemah, dia mulai terjatuh di atas sofa.
“Ahhh….. enakk……. Tuan….. “, Meyda tampak menikmatinya. Aku mulai mendekatkan bibirku di vagina sang artis. “Emmhhh…. Wangi sekali memek kamu sayang……”, kataku sambil terus menjilat vagina sang artis berjilbab tersebut. Lidahku bermain liar di vaginanya. Kadang sambil aku masukan dua jariku kedalam vagina sang artis tersebut.

Meyda makin menggelinjang, dan kakinya menjepit kepalaku…, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya. Seolah tidak mau berhenti untuk terus di jilat vagina sang artis berjilbab tersebut dan diriku pun semakin liar menjilat, dan menyedot vagina sang artis berjilbab tersebut.
“srruuppp….. sruuuppppp…..”, terus aku menjilati vagina Meyda.
“Acckkkhhh…… Meyda pengen pipis……, Ackkhhhh enak….. ooohhh….”, ucap Meyda, yang tidak ku hiraukan ucapan Meyda. Aku terus menyedot liang vagina sang artis berjilbab tersebut.

Dan akhirnya “acckkkkhhhhh………. Enak…… nikmat…….”, cairan cinta Meyda yang sudah teransang berat keluar…., dan memenuhi mukaku….
“Ackkhhh Meyda…. Memek kamu enak sekali…., kamu memang lonte yang ingin di entot…”, sekarang penisku sudah mendekati lubang vagina sang artis berjilbab, yang sudah kelelahan setelah orgasme pertamanya.
“Sekarang…. Nikmatilah kontolku ini lonteku….”, penisku ku gesek kan diatas vagina meyda… “emmhhh….”, meyda tampak sayu dan sendu, sedangkan diriku sudah ingin memerawani vagina sang artis berjilbab…
Penetrasi pertama aku meleset, penisku tidak masuk ke vagina meyda, aku terus berusaha…., kubuka lebar vagina Meyda dan ku dorongkan penisku… setengah kepala penisku sekarang sudah masuk di dalam Vagina Meyda…. Sulit sekali memang….

“AAccckkhh….. sakit……!!!”, Meyda tampak meringis ketika setengah penisku sudah masuk ke dalam Vaginany…. “Acckkhhh…… Ampun ….. sakit sekali….Sudah… sudah…ammpunn tuuaann!!!”, Meyda mulai menangis.. menahan perih dan ngilu di vaginanya.
“Diam kamu lonte….., kamu yang minta di entot sama aku, sekarang kamu rasakan kontolku”, dengan kasar aku sentakan penisku sekuat-kuatnya ke dalam vagina Meyda…. dan amblas semua penisku ke dalam vagina Meyda. “Accckkkkkhhhh…….. Ammmpppuuunn”, Meyda berteriak, kepalanya terdongak kebelakang, tangannya meremas sofa menahan ngilu bahwa vaginanya telah dimasuki penis miliku.
Namun aku seperti orang kesetanan, aku genjot tubuh Meyda yang sedang menahan sakit itu, sampai Meyda meringis, kepalanya membanting-banting ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas-remas sofa. “Acckkkhhh…… perih…. Ssaakkiitt…. Oooohhh….. ammppuunnn tuann….”, Meyda terus berteriak.
“Bukan kah , ini yang kau mau Meyda Lonteku sayang….???”, Kataku sambil berhenti sejenak menggenjot vagina sang artis berjilbab.
Dengan lembut aku mencium kening, hidung, pipi dan sambil menghembuskan nafasku mencium telinga Meyda yang membuat gairah dalam tubuhnya kembali berkobar dan seluruh bulu-bulu halus di tubuhku berdiri.
“Bibir Meyda indah..” itu yang terdengar sebelum oleh Meyda sebelum diriku melumat kedua belah bibir sensualnya, Meyda tampak menikmat sekali rasanya dicumbui
Lalu aku mulai menggerakan pantatku dan mulai mengobok-obok isi liang vagina Meyda.
“Ohh.. Meyda.. nikmat sekali.. Kau.. kau.. begitu rapat..” kataku terus mengocok vagina Meyda maju dan mundur dan Meydapun semakin menikmatinya, hilang rasanya rasa pedih dan sakit tadi terobati dengan kenikmatan yang tiada taranya. Mulut Meyda mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.
“Akhh.. Tuan.. Aduuh.. ohh..” lama aku memacu birahinya dan Meydapun mengimbanginya dengan menggelora, sampai akhirnya tubuh Meyda mengejang dan sambil memeluk erat tubuhku kembali menyemprotkan cairan yang meledak dari dalam rahim Meyda, Meydapun orgasme untuk yang kedua. Untuk beberapa saatku menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuh Meyda sambil melumat bibirnya. Meyda benar-benar menikmati orgasme yang kedua ini, matanya terpejam sambil melingkarkan kedua kakinya kepadaku. Sementara jilbab Meyda sudah tampak tak karuan. Kulepaskan penisku dari vaginanya. Tampak darah segar keluar dari vagina sang artis berjilbab itu.
“Bagaimana kamu masih mau lagi sayang…???”, tanyaku kepada Meyda dan dia yang telah diliputi oleh nafsu birahi hanya mengangguk.
Kini kuperintahkan Meyda menaiki penisku. Tidak terlalu sulit penisku memasuki vagina itu karena sudah basah dan licin. Erangan Meyda turut mengiringi proses penetrasi itu hingga akhirnya penisku itu tertancap seluruhnya.
“Mmhhh…enak Meyda, memekmu legit sekali !” gumamku merasakan himpitan dinding vagina Meyda terhadap penisku.
Tanpa menghiraukan ocehanku, Meyda mulai menggoyangkan tubuhnya naik-turun. Sesekali ia meliukkan pinggulnya sehingga aku merasa penisnya seperti dipelintir. Secara refleks tangannya yang saling genggam dengan tanganku itu membimbingnya ke salah satu payudaranya seolah meminta meremasinya. Aku mulai memainkan payudara Meyda dan tangan satunya menelusuri tubuh yang molek milik Meyda Sefira, merasakan kulitnya yang halus dan lekuk tubuhnya yang indah. Meyda sudah semakin hanyut dalam persetubuhan.
“Yah…terus Meyda, enak…terushh !” desahku itu seiring genjotan Meyda yang semakin liar karena semakin dikuasai birahi. Dari bawah diriku juga ikut menggerakkan pinggul, sehingga tumbukkan diriku dan Meyda saling berlawanan arah dan menyebabkan penis itu menusuk lebih dalam. Meyda tidak menghiraukan yang lain lagi selain birahinya yang menuntut pemuasan.
“Gimana Meyda ? Enak ga kontol saya ?” tanya diriku yang telah menaklukkan seorang gadis berjilbab.
“Aahh…ahhh…enak Tuaann…terus…goyang terus Tuaann!” erang Meyda.
Tidak sampai lima menit setelah itu, Meyda mulai sampai ke puncak, otot-otot vaginanya berkontraksi dengan cepat dan makin basah. Dia menambah kecepatan goyangannya sehingga aku juga makin mendesah.
“Oohhh !” Meyda menggelinjang dahsyat di atas tubuhku.
Selama beberapa saat tubuhnya menegang tak terkendali, dinding vaginanya makin meremasi penisku yang masih perkasa meski Meyda sudah untuk ketiga kalinya orgasme.
“Meyda masih mau kan?” tanyaku dekat telinganya, “mau kan lonte, jawab dong!” tanyanya lagi, kali ini sambil meremas payudaranya.
“Iya…hhhsshh…mau Tuuaann mau!” karena tak kuat menahan keinginan untuk orgasme untuk yang kesekian kalinya, Meyda menjawab terengah-engah.
Kembaliku menjejali vagina Meyda dengan penisku yang masih tegak dan keras. Sambil bepegangan pada pinggang ramping Meyda akupun terus menyodok-nyodokan penisnya. Sentakan-sentakan kuat itu menyebabkan tubuh Meyda ikut bergoncang-goncang, diatas sofa tempat tangan meyda menahan sodokanku, Desahan-desahan nikmat keluar dari mulutnya, matanya setengah terpejam. Tanganku merambat ke atas hingga menjambak jilbab merahnya. Meyda semakin tak sanggup menahan gelombang birahinya, ia semakin melenguh-lenguh dan nafasnya semakin memburu, sebentar lagi puncak kenikmatan itu akan dicapainya. Namun pada saat Meyda akan orgasme aku menghentikan genjotan, aku memang sedang mempermainkan birahi sang artis berjilbab ini.
Meyda terpaksa menggerakkan sendiri pinggulnya agar tetap bergesekan dengan penis diriku.
. “Oohh…ayo Ttuuaann, puasin saya…saya…saya gak tahan lagi…mmhh!” Meyda akhirnya memohon supaya diantar ke puncak kenikmatan oleh diriku.memang Meyda sudah tak sanggup lagi menahan keinginan untuk orgasme.
Tubuh Meyda tersentak-sentak dan makin terdesak ke sofa, payudaranya yang montok itu kini tertekan pada sofa. Desahan Meyda semakin menjadi ketika gelombang orgasme itu kembali menerpanya, tubuhnya menggelinjang dahsyat seakan melepaskan segala nikmat yang tadi tertunda. Akhirnya Meyda mendesah panjang dan seluruh otot-otot tubuhnya mengejang, yang datang kali ini adalah multiorgasme sehingga tubuhnya berkelejotan tak terkendali, sungguh luar biasa seperti melayang ke surga saja rasanya, dari pengalaman seks selama dua tahun dengan kekasihnya saja. Matanya merem-melek dan pandangannya seperti berkunang-kunang selama terhempas gelombang orgasme itu, sensasi itu berlangsung selama 2-3 menit lamanya hingga akhirnya tubuhnya melemas seperti tak bertulang, dan tubuh Meyda pun ambruk sofa.
Saat itu aku belum mencapai klimaks, aku melanjutkan hujaman-hujamannya terhadap liang vagina gadis itu. Lima menit kemudian barulah penisku menumpahkan lahar panas di dalam vagina Meyda.
“Uuggghh…asyiknya…. Eemmhhh nikmat!” lenguh diriku sambil menekan dalam-dalam penis yang menyemburkan sperma.
Penisku masih menyodok vaginanya namun kecepatannya kian menurun. Di paha dalam Meyda nampak cairan kewanitaannya yang bercampur dengan sperma pria itu meleleh keluar dari selangkangannya. Setelah genjotan aku berhenti, aku mendekap tubuh gadis itu. Dipeluk tubuh Meyda dengan penis masih menancap di vaginanya walau sudah mulai kendor karena mulai menyusut. Aku memeluknya sambil memijat pelan payudaranya. Meyda merasakan betapa banyak cairan orgasme yang keluar dan spermaku yang tertumpah di dalam sana hingga sebagian meleleh keluar dan terasa basah. Perlahan-lahan penisku mulai melembek dan akhirnya keluar dari vagina Meyda.
Aku tersenyum puas setelah selesai menyetubuhi tubuh cantik Meyda Sefira. dan Meyda pun mulai tertidur diatas sofa. Sementara aku mengambil sebatang rokok sambil kembali melafalkan gundamku. Karena mulai sekarang Meyda sudah dalam pengaruhku dan akan menuruti semua keinginanku.

Meyda Sefira On The Villa (Meyda Gangbang)
Sudah hampir dua minggu semenjak gundamku lontarkan kepada Meyda Sefira, dikeseharian Meyda tetap disibukan dengan jadwal-jadwal syuting dan promosi. Meski di tengah kesibukannya Meyda tetap harus melayani nafsuku, semakin hari Meyda menjadi lebih lihai dalam melakukan persetubuhan baik sex kilat maupun di apartemennya. Di kesehariannya Meyda tetap tampak bersahaja dan anggun dengan Jilbab yang selalu menutupi kepalanya, tetapi diluar itu Meyda sudah menjadi semakin binal.
Malam sudah menunjukan jam 9 lewat, scene shooting hari itu sudah selesai, “Mang, kita pulang yu..”, kata Meyda mengajakku untuk segera pergi. Sekarang Meyda tidak pernah duduk di kursi belakang lagi, atas perintahku sekarang Meyda selalu duduk disampingku dengan begitu aku bisa mengerayangi tubuh Meyda yang sintal di balik baju dan kerudungnya itu.
Mobi pun mulai meluncur, tetapi arahnya ku rubah bukan menuju ke apartemen, melainkan kearah puncak, tak lama kemudian mobil yang sedangku kendarai berhenti karena lampu perempatan jalan berwarna merah, perempatan yang sepi aku mengeluarkan penis kesayanganku, kemudian tanganku meremas payudara Meyda yang tertutup bajunya dengan lembut. “Emmhhh…..”, meyda bergumam ketika toketnya ku remas-remas.
Lampu jalan telah menunjukan warna hijau. Mobil yang ku kendarai juga ikut meluncur seiring “Sepong kontol ku Meyda…., sekalian bersihin dulu tadi aku sudah kencing belum di bersihkan!!”, tangan meyda langsung meraih batang penisku, “Tuan pengen di sepong..??, Meyda sepong ya….”, dengan nada bicara yang genit dan manja Meyda mendekatkan kepalanya ke kontolku. Meyda langsung menjilati penisku terutama liang kencingku dimainkan dengan lidahnya kemudian Meyda memasukan batang penisku ke dalam mulutnya. Bibir Meyda sampai mentok ke selangkangan ku. Meyda memaju mundurkan kepalanya, dia terus nengulum penisku yang semakin membesar.
“Ahh, kamu hebat Meyda…., kamu tambah pintar nyepong…”, kataku sambil aku terus mengendarai mobil.
“srrrruuuppp….. srruuuppp….. enak sekali kontol Tuan….”, ucap Meyda sambil meneruskan kembali mengulum penisku batangku disedot sedot dalam mulutnya. dengan sangat rakusnya Meyda terus melakukan kuluman demi kuluman, kuluman yang rakus dan buas, hampir selama 7 menit Meyda terus mengulum penisku dan aku pun sudah ingin mengeluarkan pejuku.

“Oooooooh .. bentaaaar aaaaaaaaaaaaaaaaah .. maaaaaaaaaaaauuuu aaaaaaaaaaaaaaaaah Sekaaaraaaaaaaaaaaaaanggg aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ aku tidak kuat lagi, beberapa menit kemudian memuntahkan lahar putih ke tenggorokan Meyda.
“Croooooooooot … croooooooooooooooot .. crooooooooooooot .. croooooooooot “
Isi dalam mulut Meyda penuh dengan pejuku, ditelannya spermaku itu dalam2 dan ditariknya penisku serta dikocok logi, muncratan spermaku sampai berlepotan di wajah Meyda Sefira dan sebagian mengenai jilbabnya.
“Emmhh gurih sekali peju Tuan….”, kata Meyda manja. “Tuan Kita akan kemana….????”, Tanya Meyda kepadaku ketika dia mengetahui tujuanku bukanlah ke Apartemennya. “Kita menuju villa Mr. Robert di puncak”, kataku pendek.
“Emmhh….. Tuan akan ngentot Meyda disana…???”, Tanya Meyda manja. “Bukan kamu dah aku jual buat memuaskan nafsu bule-bule tamunya Mr. Robert. Mungkin nanti kamu akan di gambang oleh bule-bule itu…. Kamu maukan…???”, jawabku kepada Meyda.
Meyda terdiam, tapi kemudian dia tersenyum “Tubuhku ini milik tuan…, Meyda bersedia di jual dan menjadi lonte tuan…, selama tuan menyukainya….”.
Jam sepuluh malam mobil yang ku bawa memasuki sebuah villa, ya villa Mr. Robert. Mr. Robert adalah seorang pengusaha asing, dulu dia pernah aku bantu waktu dia mau membuka pabrik baru di kawasan Semarang. Ya biasa membantu dengan menggunakan ilmuku supaya masyarakat disitu mau menjual tanahnya kepada Mr. Robert dan Mr. Robert pun sudah fasih berbahasa Indonesia karena memang sudah lama dia menetap di Indonesia.
Didepan beranda Villa Mr. Robert sudah menunggu, “Sorry Mr. Robert, saya telat…”, sapaku kepada Mr.Robert, sementara Meyda Sefira kusuruh menunggu di mobil. “Ngak apa-apa, well perempuan itu yang akan melayani tamu-tamuku…? bukankah dia aktris yang kau janjikan…?”, Tanya Mr. Robert sambil melirik ke arah mobil.
“Iya tuan, dia yang main di film Ketika Cinta Bertasbih….”, jawabku. “But bukankah dia wearing a hijab…??, kamu yakin dia bisa dipakai….??” Tanyanya lagi, “ Tenang Mister, dia 100% bisa dipakai dan saya yakin dia bisa melayani kemauan tamu-tamu tuan, meski dia pakai jilbab…, oh iya Mister sekarang dia udah ngak pake BH ama cangcut…, tapi kalo make dia harganya cukup tinggi… dan satu lagi Mister ketika memakai dia jangan di buka jilbabnya…” sambungku kemudian. “Ok…, No problem…. Segini cukup….???”, Mr. Robert sambil mengeluarkan sebuah cek yang bertulis seratus lima puluh juta rupiah. “Wah, lebih dari cukup tuan….!!”, kemudian aku memanggil Meyda untuk menghampiri kami berdua.
“Kenalkan ini Mr. Robert…, untuk malam ini kamu akan disini dan melayani kemauan Mr. Robert….!!!”, kataku kepada Meyda, “So who’s your name ladies…??”, Tanya Mr. Robert ke Meyda. “I’m Meyda, Meyda Sefira ….” Jawab Meyda, “come here girl…!!”, Meyda mendekati Mr. Robert tiba-tiba tangan Mr. Robert kemudian memegang pantat Meyda “You have a nice ass… I love it…”, dan tak lama setelah itu Mr. Robert memegang payudara Meyda “You not wearing a bra huh…???”, sambil meremas-remas Payudara Meyda. “Acchhhh…. No Sir.., I not wearing a bra…!!!” Meyda melenguh… ketika payudaranya di remas oleh Mr. Robert, “You have scented body…, ,Are you ready to fuck with my guests, Meyda..??”,kata Mr. Robert sambil berbisik di telinga Meyda dan tangannya Mr. Robert menyelusup ke arah selangkangan . “Acchhh, I ready to have sex, with your guest….Acchh…”, jawab Meyda. “Nice girl…, Come with me….”, kata Mr. Robert sambil merangkul Meyda dan mengajak dia masuk ke dalam Villa, sementara aku di tinggal diluar.
Setelah Meyda dan Mr. Robert memasuki Villa, aku kembali ke mobil, dan keluar dari villa itu meninggalkan Meyda sampai dengan besok pagi di Villa Mr. Robert. Sementara itu setelah Meyda memasuki villa, diruang tengah ternyata teman-teman Mr. Robert sedang mengobrol sambil meminum wine. “Well Guys, this a girl who had I promised to fuck and remember don’t put her hijab”, kata Mr. Robert. John yang paling dekat kemudian mendekati Meyda, “you so beautiful girl…., what your name young lady….??”, tanyanya. “My Name’s Meyda, Sir and I ready to serve you..”, jawab Meyda dengan sedikit genit. Sementara Mr. Robert pergi mengambil handycam.
“Before, you serve us, better you drink this…”, kata Michel sambil memberikan wine yang sudah dicampur dengan obat peransang kepada Meyda dan itu bukan obat peransang biasa orang yang meminumnya selain mudah teransang dan kuat untuk melakukan hubungan intim semalaman. Kemudian Meyda meminum wine tersebut. “dwelt among us please…!!!”, John menarik Meyda supaya dia duduk disofa diantara mereka berempat. Tubuh Meyda tiba-tiba menjadi panas, puting payudaranya menjadi mengeras dan vaginanya sedikit basah.
“You are so pretty, and your body very fragrant….”, ucap Morris sambil menciumi leher. “Are You ready for love….”, kata john yang duduk disebelah Meyda sambil tangannya meremasi payudara Meyda.”Aaaacchhh…., I ready sir….pleasse….”, jawab Meyda yang mulai horny berat.
“So, please you choose which one of dick will you suck first”, kata Jim sambil mengeluarkan penisnya dan yang lainnya pun berdiri mengelilingi Meyda yang sekarang duduk di atas karpet sambil penis mereka dikeluarkan. Sementara Robert yang telah mengambil handycam mulai merekamnya.
Meyda Sefira pun sekarang di kelilingi oleh penis-penis yang mulai keras. Mata Meyda tampak berbinar dikelilingi penis tersebut dan tangan kirinya meraih penis Morris, sementara tangan kanannya meraih penis Jim. Meyda mulai mengocok penis-penis tersebut dan sambil mengulum penis-penis tersebut. Meyda tampak rakus dalam mengulum penis. “mmmmmmmmmm …. mmmmmmmmm … “ suara yang keluar dari mulut Meyda Sefira ketika penis-penisitu bergantian masuk ke dalam mulutnya, besarnya penis-penis itu membuat Meyda Sefira sampai kerepotan karena bentuk bibirnya yang seksi dan cenderung kecil.
“aacckkhh … you are very clever sucking my dick,…. Acckkkhhh you are wild girl Meyda“, kata John sambil mengerang.Meyda Sefira tampak tersipusambil terus melakukan sedotan ke penis-penis itu secara bergantian. Sesekali sambil tangannya bergantian mengocok penis tersebut dengan sangat lancar dan halus. Sedot-sedotan yang dalam membuat para tamu Mr. Robert tersebut keenakan, Meyda Sefira memperlakukan penis-penis tersebut dengan lincah.

Sementara sekarang posisi Meyda seperti yang merangkak kali ini mulut Meyda sedang di penuhi penis milik Morris,“ suck this little bitch….!!” Morris membentak kemudian dengan kasar dan menjejalkan penisnya ke mulut Meyda. sambil menjambak jilbab yang sedang di pakai Meyda.
“Hoommmmmhh, Ummmmmmmhhh… Mmmmmmmm” suara mulut Meyda yang sedang mengulum penis Morris. Sementara John mengambil posisi di belakang, rok Meyda pun sudah terjatuh ke lantai. Sehingga terlihat bagian pantat yang padat berisi. ”Nice.. Boob… I got you, little bitchhh…”, kata John sambil mengarahkan penisnya ke vagina Meyda, dan tangannya meremas-remas bongkahan sang artis berjilbab. Sedangkan Mr. Robert dengan asiknya merekam semua kegiatan mereka.
“Awwww…… Arrrhhhhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrr”, Meyda mengerang ketika penis John menjebol vaginanya secara sekaligus, dan dengan kasarnya John mengaduk-ngaduk vagina milik Meyda sedangkan dibagian depan Morris tidak memberi kesempatan kepada Meyda untuk menarik nafas. “Slllcckkkkk…, slllllcccckkkkk… Cupkkhh.. cupkkhh….” Suara yang keluar dari mulut Meyda. Hampir 10 menit vagina Meyda di aduk-aduk oleh penis Jhon. Sambil memukul atau meremas-remas pantat sang artis berjilbab. dan tak lama kemudian… “Ahhh Ahhhh Owwwww….”, meyda berteriak sekencangnya ketika dia mengalami orgasme pertamanya. Cairan cinta Meyda langsung memancar ketika penis John dikeluarkan. Semua kejadian itu terekam jelas dalam handycam Mr. Robert
John dan Morris beristirahat sejenak, memberi kesempatan pada dua temannya. Michel langsung menjambak jilbab sang gadis dan mengarahkan penisnya untuk di kulum oleh Meyda. Meyda yang masih lemah akibat orgasme langsung membuka mulutnya dengan kasar Michel memaju mundur kan pantatnya sambil tetap menahan kepala Meyda. “suck it bitch, damm you!! Harder bitchhh!!! ”.

Sementara dibelakang Jim sudah mengambil posisi “I love your little ass and I will fuck your ass….”, Meyda yang sedang di perkosa mulut tidak mendengar apa yang dikatakan Jim. Sehingga “Arrrhhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” terdengar erangan Meyda, ia mengerjap-ngerjapkan matanya, kesakitan itu membuatnya terbata-bata. “Arrh, shak.. shakit…, Aww, Heggg” mata Meyda membeliak lebar-lebar ketika sebuah hentakan menjebol lubang duburnya, mulutnya terbentuk seperti hendak mengucapkan huruf “A” ketika merasakan batang penis yang hitam dan panjang itu menerobos memasuki lubang duburnya dengan paksa. Sementara Michel menghentikan sejenak aktifitasnya untuk memberikan kesempatan pada Meyda mengambil nafas. Gerakan kasar dari Jim yang sedang menyodomi dubur Meyda membuat tubuhnya terdorong-dorong ke depan . Jim menarik pinggul Meyda agar lebih menungging sehingga penisnya dapat keluar masuk dengan lebih leluasa. Penis yang besar itu memacu lubang anus Meyda. Meyda meringis ketika lubang anusnya yang masih seret kering dimasuki oleh penis besar. “Awwwwwwhhhhhhh !!! ” Meyda menjerit panjang ketika si negro mulai memaju mundurkan penisnya dengan kasar. Matanya melotot, erangannya terdengar keras “Arrrrhhhhhhhhhhhhhhh!!!”, Meyda seolah-olah merasakan lubang anusnya sedang dibelah begitu kasar dan brutal “Plokkkkkk… Plokkkkkk… Plokkkkkkk….Plokkkk” suara benturan buah pantat Meyda yang sedang dihajar oleh penis si negro terdengar dengan semakin keras.
Ekspresi kesakitan di wajah Meyda perlahan-lahan digantikan oleh ekspresi kenikmatan, desahan-desahan dan rintihan kenikmatan penuh dengan gairah seksual Meyda. Melihat hal itu Michel kembali memasukan penisnya ke mulut Meyda.tetapi di belakang sodokan-sodokan yang dilakukan oleh Jim semakin brutal. Sementara Mr. Robert mendekati dan memasukan dildo getar kedalam vagina Meyda, membuat sang artis berjilbab itu bertambah gairah seksualnya akibat hujaman penis di anus, getaran dildo dan mulutnya yang terus melayani sebatang penis. Dan tak lama kemudian. “Ahhhhhhhhhhh…. Crrrrrrrrtttt…. Crut” Meyda menahan nafas, tubuhnya mengejang akibat klimaks yang kedua kalinya, sampai-sampai dildo getar yang tadi menempel di vaginanya menjadi terlempar.
Tubuh Meyda yang sekarang sudah telanjang kecuali jilbab yang digunakan kembali ditarik oleh Morris, Morris yang sedang duduk di sofa menyuruh Meyda. Menduduki penisnya dengan posisi Meyda membelakangi Morris. “I want fuck your ass…, bitch…”, Meyda memegangi dan mengarahkan penis besar kembali ke anusnya dan “Ahhhhhhh..!!! ”sedikit demi sedikit penis tersebut masuk ke dalam lubar anus Meyda, namun secara tiba-tiba menjebloskan penisnya sekaligus kedalam lubang anus gadis itu. “Arrrrhhhhhhh….!! Sakitttt!!! Sakitttt sekaliiiii….”, namun Morris yang tidak bahasa Indonesia malah Memaksa Meyda untuk bergoyang di atas tubuhnya. “Achhhhhhh….! Heggghhh…, Ahhhhhhhhhhh!! ” Meyda tidak dapat lagi menahan jeritannya ketika merasakan lubang anusnya dipaksa melar ketika penis keluar masuk dengan kasar. Taklama kemudian John mendekati Mereka berdua, dengan penis yang sudah tegak sempurna langsung mengarahkan kepada vagina Meyda dan “Ahhhhh….!! ” Meyda berteriak kembali ketika penis yang besar itu menekan-nekan dengan kasar sebelum akhirnya amblas memasuki lubang vagina. “Ohhhhhh, Ahhhhhhhhh, Ohhhhhhhhhh, Awwwwwwww…..” rintih Meyda ketika penis tersebut berlomba memasuki kedua lubang Meyda, Wajah Meyda memerah menahan sakit, perih dan kenikmatan yang tiada duanya “Nikmattttt….ssshh…., Akhhhhhhh…, Owwwww,Hssshhhh ….. please fuck Me harder….”. seolah di perintah keduanya memacu liang anus dan liang vagina Meyda dengan sangat brutal dan tak lama kemudian “Ahhhhh….! Crrrr Crrrrr…”, Meyda mengeluarkan orgasme yang kesekian kalinya.
Posisi Morris sekarang digantikan oleh Michel dan posisi John diganti oleh Jim. Kali ini Morris memasukan penisnya kedalam vagina Meyda. “Arhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” nafas Meyda terputus-putus ketika batang penisnya panjang itu masuk hingga terbenam sekaligus dengan sekali sodokan yang kasar dan kuat menuju rahim Meyda sementara Jim yang kesulitan untuk menusuk anus sang bintang berjilbab meremas-remas buah dada Meyda. Morris terus mengaduk-ngaduk vagina Meyda dengan kasar dan kuat sementara Jim yang sudah tidak sabar ”I love wet pussy.., let me see you can handle two dick in your pussy….”
“Hennggghhhh…!! Akkkhhhhhhhh…. Arrrrggghhhhhhhhhhhhhh…… Hekkkk, Hekkkkss, Hekkssss….. Errrhhhhhh ”, Meyda mengerang sejadi-jadinya ketika dua penis menerobos vaginanya. “come on girl….we will fuck your pussy together”
“Aduh…, Ampunnn… Ampunnnnn, Stoppppp, Nn.. Nooooo”,Meyda tampak mengiba tak kuat menahan rasa sakit yang di deritanya. Tapi itu tak berlangsung lama “Ahhhhh, Yes, Ahhhhhh, Ohhhhh Yesssss, Emmm Crrrrrrrrr.. Crrrrrrr” Meyda mendesah-desah semakin liar “fuck me…… fuck me…..yyeeesss oooohhhh………”, Meyda berusaha mengimbangi kedua penis yang sedang ada di dalam vaginanya “oooohhh I loveeee…. It….. fuck me harderrr..…..” bagai orang kesetanan mereka bertiga memacu nafsu syahwatnya masing-masing. “do love this bicth… hah…., you want more ….. fell this….!!!”, Jim dan Michel mempercepat gerakan mereka.
“Ahhhhhh, Ohhhhh Yesssss, Emmm I Love this…“,Tubuh Meyda tampak terayun-ayun dan jilbab yang dikenakannya pun tampak sudah tidak menentu. Mr. Richard yang sedang merekam seluruh kegiatan menyuruh Morris untuk membetulkan jilbab sang artis. Setelah membetulkan jilbab Meyda tiba tiba Morris menarik kepala Meyda untuk memuaskan penisnya kembali. Kini Meyda di keroyok oleh tiga penis sekaligus. “Oggghhhhhhh… Hufffhhhh… Emmmmm”, jeritan-jeritan liar Meyda menjadi tertahan. Tetapi mereka bertiga dengan sadis terus memompa tubuh Meyda. “Arhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” tubuh Meyda menegang dan matanya membelalak, tubuh ramping itu terdongak sesaat dan kemudian ambruk menindih tubuh Michel.
Michel mendorong tubuh Meyda hingga terjatuh ke lantai. Tubuh Meyda sangat lemah setelah empat kali mengalami orgasme, para tamu tersebut segera mengelilingi Meyda, sambil mengocok batang penisnya masing-masing, sementara Meyda yang terbaring dilantai membuka mulutnya seolah meminta jatah peju dari tamu-tamu tersebut dan tidak lama dari itu “Take this cum, bicth….” Kata Michel, “Crooot…..crooot……Croottt”, peju menyembur dari masing-masing penis semua mengarah ke mulut Meyda, sehingga ada yang mengenai Mata, Hidung dan Mulut yang terbuka menerima limpahan peju. Jilbab Meyda pun tak luput dari semburan peju tersebut. Setelah puas mereka meninggalkan Meyda yang meringkuk di atas karpet karena kecapaian.
Sampai besok paginya sebelum aku menjemput kembali Meyda, Mereka menggarap Meyda di dekat kolam renang. Meyda kembali mengalami orgasme dasyat. Selama perjalan pulang Meyda tampak letih namun setelah sampai apartemen Meyda sudah harus melayani nafsuku.

Aku keluar dari kamar, jam menunjukan jam setengah sebelas malam, ku ambil celana dalam milik Oki Setiana Dewi dari dalam tas Meyda, ku cium celana dalam itu, “Emmhhh wangi juga Memek Oki….”, kataku dalam hati. Aku pergi ke dapur mengambil tempat dupa dan dupanya. Semua sudah ku persiapkan dupa, celana dalam Oki Setiana, dan foto yang di tanda tangani sang artis dan akupun memulai ritual untuk mengguna-gunai Oki Setiana Dewi.
Sementara itu di tempat kediaman Oki Setiana Dewi, sang artis sedang lelap tertidur, tetapi terlihat dalam tidurnya sang gadis tampak gelisah,”Ohh…..tidak…., Ohhh… Jangan….”, itu yang terdengar dari mulut Oki Setiana, sementara dalam kegelisahan dalam tidurnya Oki melepaskan semua pakaian dan Oki Setiana memainkan puting dan vaginanya sendiri. “Ohhh enaakkkk…. Ooohhh jangan….”, dirinya semakin acak-acakan, rambutnya yang panjang memperindah pemandangan tersebut. Oki melakukan itu dalam tempo sepuluh menit sampai akhirnya “Ohhhhhhhh…..”, cairan cinta keluar dari vaginanya bertanda Oki Setiana meraih orgasme. Tetapi setelah itu dia tertidur pulas kembali, sampai ketika adzan subuh berkumandang Oki tampak kebingungan karena dia tertidur dengan telanjang dan tanpa busana sehelaipun dan mendapati seprainya yang basah, Oki terdiam di tempat tidurnya, kemudian mencium bau sepreinya,”bau amis…”, sambil kemudian mencolek vaginanya sendiri dan mengenai klitorisnya.”Emmmhh….Acckkkhh…”, Oki Setiana kegelian teransang oleh dirinya sendiri. “Emmhh baunya sama…, apa semalam aku masturbasi…, ahh peduli amat yang penting sekarang aku mandi ????”, ucap Oki dalam hati dan kemudian beranjak dari ranjang menuju kamar mandinya.
Setelah aktifitas pagi dari Oki Setiana sudah selesai dilakukan, Oki meraih BB yang tergeletak di meja riasnya. “hari ini break syuting….., apa aku main ke apartemen Meyda ya…”, sambil menimang-nimang BB miliknya dan berkaca. Kemudian Oki memencet nomor Meyda.
Sementara Meyda sedang menyiapkan sarapan, ketika BB miliknya berbunyi. “Mey… tuh BB-mu Bunyi…!!”, kataku sambil menonton TV, dan kebetulan BB Meyda berada di Meja dihadapanku. Meyda Segera mengambil BB miliknya,”Hai Tumben pagi-pagi udah nelp…ada apa nih mbak Oki”sapa Meyda diujung telp. “Emmhh Ngak ada apa-apa, sekarangkan lagi break shooting, aku pengen main ke tempat kamu nih…”

“Ohhh… sillakan aja…., mo jam berapa”, jawab Meyda sambil berusaha menjauhkanku dari tubuhnya.
“Jam 09an… bisakan..??” jawab Oki disana.
“Acckkkhhh…. Boleh…… kesini aja”, ucap Meyda sambil meringis karena putingnya ku gigit.
“Kenapa Mey…”, Tanya Oki Setiana, keliatan bingung karena Meyda mengaduh.
“Ngk apa-apa kakiku nih tersandung Meja”, ucap Meyda asal, “Ohh ya udah sampe ketemu ya…”, Jawab Oki Setiana, “Ok…”, kemudian mereka berdua menutup BBnya Masing-Masing.
“Tuan Nakal Ya….mengganggu telepon aja….”, ucap Meyda sambil matanya mendelik tetapi dengan tingkah genitnya.
“Mang Telepon dari siapa..???, sampe aku ngak boleh mengganggu…”, sambarku sambil memilin-milin puting Meyda.
“Acckkkhhh…. Dari Oki….. Acckkkhhh…..”, jawab Meyda yang mulai teransang. Kemudian kita berdua melakukan fast sex.
Sementara itu dikediaman Oki Setiana, Oki tampak sedang bercermin, rambutnya yang terurai dan balutan kimono yang menutupi tubuhnya. “Emmhhh apa yang kulakukan tadi malam ya…”, fikiran Oki menerawang ke kejadian semalam. Kemudian Oki Setiana membuka kimono, terpampang indah payudara, lekuk tubuh dan kemaluannya yang tertutupi oleh bulu-bulu halus diselangkangnya dan memang Oki selalu memotong jembutnya tersebut.“Emmhh tubuhku bagus”, kata Oki sambil tersenyum, kemudian Oki meremas sendiri payudara kanannya dan tangan kiri memainkan bagian vagina, “Emmmhhh……Enak…..ahhhhh”, Oki segera mengakhiri perbuatanya. “Emmhh, kenapa aku menjadi begini….???”, Tanya Oki dalam hati. “Ahh sudahlah aku harus ke rumah Meyda sekarang.”. Kemudian Oki mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke rumah Meyda.
Dengan mempergunakan gamis warna biru dan jilbab warna biru muda yang menutupi payudara indah miliknya dan memang Oki Setiana Dewi tampak anggun dalam balutan busana tersebut. Setelah itu Oki pergi ke rumah Meyda Sefira dengan mempergunakan Taxi, yang dipesannya di lobby tempat kediamannya.
Sesampainya di kediaman Meyda Sefira, Oki Setiana langsung mengetuk pintu. “Assalamualaikum….”, ketika pintu terbuka. “Wa alaikum salam…. Silakan masuk Mbak Oki”, jawabku ketika membukakan pintu apartemennya. “Ehh.. ada Mang Parno….!!!”, senyum manis mengembang di bibir tipis pemeran Anna Althafunnisa tersebut. “Iya Non, Mamang juga baru datang…”, jawabku asal sambil tersenyum membalas.
Tak lama kemudian Meyda keluar, dengan balutan gamis warna merah muda dan jilbabnya yang berwarna senada dengan gamis yang digunakannya. Tetapi sebenarnya Meyda tidak menggunakan Bra maupun Celana dalam di balik gamis yang dikenakannya, “Ehh… udah datang ya…!!”, senyum menghiasi keduanya kemudian saling mencium pipi masing-masing. “Eh tunggu disini ya… aku mau ke mini market dibawah dulu, bentar qo….., Mbak Oki ditemeni sama Mang Parno dulu”, kata Meyda, “Loh aku datang kamunya kok pergi sih…aku ikut aja ah??”, jawab Oki Setiana. “Sudah disini aja kesian tuh Mang Parno dah nyiapin minuman entar keburu dingin, tunggu yaa”,jawab Meyda sambil tersenyum dan kemudian bergegas pergi.
Oki Setiana Dewi hanya melohok melihat temannya pergi. Tapi kemudian dia duduk di sofa tempat aku bercinta dengan Meyda. Oki Setiana tampak seperti melamun, fikirannya menerawang kekejadian semalam, tanpa sadar Oki melihat keselangkanganku yang memang tidak menggunakan cenala dalam, tampak tonjolan penisku yang tertutup oleh celana. “Ini, Minumannya Mbak…”, kataku kepada Oki yang sedang asik melamun. “Eh…. Penis….penis… eh Minumnya… makasih”, Oki Setiana Dewi yang kaget karena sedang melamun, ucapan menjadi melantur. Mukanya memerah malu, “uhhh kenapa tiba-tiba aku ngomong begitu…???”, fikir Oki.
Aku tersenyum ketika itu, guna-gunaku telah mengena ke diri Oki Setiana Dewi. “kenapa mbak Oki…, mbak Oki pengen liat kontolku…”, tanyaku kepada Oki Setiana yang terduduk di sofa.”ohh… tidak…..jangan….eh…. iya…..”, jawab Oki, mukanya merah padam berusaha menguasai dirinya. “ahh kenapa aku ini”. Tanya bathin Oki tetapi Oki seolah tidak dapat beranjak pergi dari hadapanku.
“Ini mbak kontolku…”, kataku seraya memelorotkan celanaku, penisku langsung tegak mengacung ke hadapan Oki Setiana Dewi, ”Acckkhh tidak….jangan….”, Oki Setiana Dewi menutup matanya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan yang satunya berusaha menahan aku supaya tidak maju. Tetapi yang terjadi malah tangan Oki Setiana mencengram penisku dan seolah mengocok penisku.

“Katanya tidak mau…!!!, tapi Qo dikocok…. Hahahaha…”, kataku sambil tertawa mengejek apa yang dilakukan oleh Oki Setiana, dia lalu melepaskan penis yang di gengamnya, ingin Oki Setiana untuk lari, tapi entah mengapa tubuhnya seolah tidak dapat bergerak. “Emmhh jangan aku tidak mau….”, Mata Oki terpejam, terlihat tetesan air mata dari matanya, ketika penisku pukul-pukulkan di muka Oki Setiana.
Aku menghentikan aktifitasku, sesaat kemudian Oki Setiana membuka mata, dan terkaget melihat batang penisku tepat dihadapan bibirnya. “Ahhh tidak…., aku tidak mau ….”, tetapi yang terjadi malah sebaliknya Oki membuka mulutnya dan memasukan penis itu kedalam mulutnya kemudian kepalanya melakukan gerakan maju-mundur.” Ohhh…kenapa aku ini…..”, bathin Oki Setiana bergelut tak mengerti, antara keinginan otak dan perbuatan tidak sejalan.
“Lo bakat juga nyepong kontol…, lo suka kontol hah…” , kataku sambil melepas penis dari mulutnya.
“Emhh tidak… aku tidak mau….ku mohon jangan…”, balas Oki saat itu.
“Jangan Apa….”, Tanya balik dariku.
“Kumohon jangan perkosa aku…”, Jawab Oki dengan mengiba.
“Hahaha…., kamu tidak ingin di perkosa tetapi tubuhmu berkata lain…, tidak enak ngentot sambil pake baju, lebih baik kamu buka baju dan telanjang di hadapanku“,kataku kepada Oki Setiana. “Tidak…. Aku tidak mau…. Tolong jangan…aku tidak mau membuka baju”, tetapi keinginan Oki Setiana berbeda dengan apa yang dilakukannya, Oki tiba-tiba berdiri, membuka resleting dibelakang bajunya, kemudian bajunya meluncur kebawah, Oki Setiana juga membuka Bra dan Celana Dalam dengan tanpa melepas jilbabnya. “Ohh kenapa aku jadi begini…” jerit bathin Oki Setiana. Kemudian Oki kembali duduk, dengan posisi kaki naik keatas sofa dan mengangkang, seolah-olah ingin memamerkan vagina yang masih sempit. Jilbabnya diangkat keatas sehingga terekpose juga payudara sang artis berjilbab itu.

“Hiks…. Tolong jangan perkosa saya….”, ujar Oki Setiana memohon kepadaku.
“Hehe… jangan perkosa kok malah telanjang…??, Mbak Oki pengen ngerasain kontol saya dimana nih…!! Hehehe….”, ujarku sambil menertawakan apa yang dilakukan artis berjilbab tersebut, sambil mengacung-ngacungkan penisku didepan wajahnya.
Muka Oki Setiana terlihat merah padam mendengar ucapkan, tapi otak, badan dan hati tidak sejalan, malah Oki sempat membalas pertanyaanku, “Masukin Vagina …, aacckkhh tidak…. Jangan…..”, ucap Oki meralat. “Ohh Tuhan apa yang terjadi dengan diriku”, Air mata Oki meluncur di pipinya.
Aku mendekati Oki Setiana, kucium leher sang artis yang masih tertutupi jilbabnya, sementara tanganku meraih payudaranya kuremas-remas dengan kasar. “Tubuhmu wangi sayang…., toketmu juga kenyal”, ujarku sambil melanjutkan aktifitasku, kali ini ku kenyot payudara sang artis dan kadang ku gigit putingnya. Sedangkan tanganku turun ka belahan vaginanya mengaduk-ngaduk dan mendapatkan klitoris sang gadis berjilbab dan memainkan klitoris tersebut dengan kasar.
Mata Oki Setiana terlihat sembab, “Acckkhhh… jangan ….. teruskannn… jangan… sudah… sudah…..”, dengan nafas tersengal-sengal Oki memintaku menghentikan aktifitasku yang semakin menjadi.
“Kamu ingin di entot.. ya sayang…?”, kataku didekat telinga Oki sedang tanganku tetap memainkan klitoris sang gadis. “Ehhh….. enggakkk….. jangan…..”, pinta Oki kepadaku dengan kondisi tubuh yang makin teransang. “Jangan..??, tapi Memek kamu berkata lain.. lihat becek begini…dasar kamu lonte ….. .”, ujarku dengan nada mengejek sambil memperlihatkan jari-jariku yang basah oleh cairan cinta miliknya.
Aku arahkan penisku ke vagina sang artis, “Acckkkkkkhhhh….. sakit….. sakit….sudah”, jerit Oki Setiana, sambil tangannya berusaha menahan tubuhku, kepala penisku sudah memasuki vaginanya.”Acckkhhh peret sekali memekmu sayang…”, ujarku sambil berusaha berusaha merobek vagina sang artis berjilbab. “Acckkkkhhhhhh…. Sakkkiiitttt…… ammmmppuunn….”, jerit Oki Setiana, tulang serasa remuk, menahan sakit yang teramat sangat ketika aku masukan seluruh penisku ke dalam vaginanya, sampai buah pelirku beradu dengan selangkangan sang artis.

Kudiamkan sejenak penisku didalam vagina sang artis. Kemudian ku genjot kasar vagina Oki Setiana Dewi,”Acckkkhhhh… ammpuunn…. Sudaahh…”, Oki berusaha untuk melepaskan penisku dari dalam vagina, namun yang terjadi malah genjotan yang berlawanan sehingga penisku semakin masuk kedalam vagina Oki. “Accchhh …peret….. enak sekali…Memekmu…..”, ujarku dengan terus menggenjot vaginanya.
Sementara wajah Oki semakin sayu, tubuhnya melemah “ooohhhh… tidakkk….aaccchhhh …. Enakkk…. Yah….. masukin kontolmu …..”, dalam bathin Oki menjerit minta ditambah genjotannya. Oki merasakan gempuran penisku yang keluar masuk vaginanya hingga 10 menit kemudian. “Acckkkkkkkhhhhh…………”, tubuh Oki mengejang kemudian melemah kembali, Oki orgasme yang pertama kalinya. Aku keluarkan penisku, tampak darah segar dan berbaur dengan cairan cintanya.

Emmhhh ternyata sama saja lonte, ama orang berjilbab…, kalo sudah horny….hehehe…”, hinaku kepada Oki Setiana. “Tidak….aku bukan lonte… aku bukan pelacur”, ucap Oki Setiana Dewi berusaha mengkonforntasi ucapanku.
“Hahahaha…. Kita buktikan…. Kalo lo memang pelacur Oki Setiana Dewi”, ucapku didepan mukanya, “kalo lo pelacur… lo akan mengikuti aku ke kamar Meyda dengan Merangkak.., tapi kalo lo bukan pelacur lo akan mengambil pakaianmu dan pergi dari sini” ucapku sejurus kemudian.
Aneh dan tidak habis fikir Oki Setiana, dia yang menginginkan mengambil pakaiannya malah mengikutiku ke kamar Meyda Sefira dengan cara merangkak. “Hahahaha…. Ternyata kamu merasa jadi pelacur….., sekarang naik keatas ranjang dan berbaring….”, perintahku kepada Oki Setiana Dewi, dengan tetap merangkak ketika menaiki ranjang milik Meyda Sefira. Kemudian aku mengambil dua buah sabuk milik Meyda, ku ikat tangan Oki Setiana ke ujung-ujung ranjang.
Oki Setiana Dewi tampak kembali menangis, “Tenang sayang…, kamu akan merasakan siksaanku yang paling nikmat…”, kemudian aku berpindah ke antara selangkangan Oki Setiana Dewi, ku angkat sebelah kaki Oki dan kusampaikan di pundakku, kemudian kuarahkan penisku ke vagina Oki kembali. “Emmhhh Memek kamu peret sayang….., kontolku susah sekali masuk….”, aku kembali memasukan penis dan menggasak liang kewanitaan Oki Setiana dengan kasar. “Acckkkkhhhh…..eemmmhhhh…….ohhh…”, erang Oki Setiana ketika liangnya ku sodok-sodok, tampak Oki semakin pasrah menerima sodokan-sodokanku dan birahi gadis berjilbab itupun kembali membara. “Bagaimana sayang rasanya di entot kontolku….kamu suka…”, tanyaku kepada Oki Setiana. “Acckkkkhhhh…Iya….. aku suka…..aku suka kontolmu……terus…aacckkhhh”, jawab Oki Setiana ditengah birahi yang semakin tidak terkontrol. “EEmmmhhhh….. Kalo gitu kamu pelacur… lonte yang ingin di entot kontol laki-laki…”, mencoba untuk mempengaruhi akal dari Oki Setiana Dewi dan menjatuhkan harga diri Oki Setiana ke titik terendah, “Acckkkhhhh… aku bukan… aakkhh lonnteee…, jangan aaannggkkk pangggiill aku lonnntttee…”, aku menghentikan sodokan membuat birahi Oki Setiana jadi mengambang, “Jika lo ingin dientot lagi, lo harus ngaku bahwa lo lonte…”, kataku kepada Oki Setiana.
“Iya…. Aku… Lonte….. Oki Mohon …. Entotin lagi memek Oki….”, aku tersenyum penuh kemenangan dan kembali menggenjot tubuh Oki yang sudah basah karena keringat.
Sementara itu, Meyda sudah sampai didepan pintu, kemudian mengambil kunci dan memasuki apartemen,”Pada kemana nih …?”, Meyda kemudian menyimpan belanjaannya diatas mini bar, ketika melirik ke arah sofa, tampak pakaian Oki Setiana dan pakaianku berserakan. Meyda tampak tersenyum, dia mendengar suara desahan dan erangan dari dalam kamarnya.
“Apa yang sedang kalian lakukan…!!!”, kata Meyda berpura-pura ketika membuka pintu kamarnya yang tadi setengah tertutup. “Acckkhhh aku lagi ngentot mbak Oki…., katanya mbak Oki pengen dientotin nih…..”, jawabku sambil terus memompa vagina Oki Setiana Dewi, “Acckkhhh…Ngak.. Meyda…Aku di perkosa…Acckkkhhh Nikkmmaattt…..”, ucapan itu yang terlontar dari mulut Oki. Meyda tersenyum tanpa mempedulikan apa kata Oki, gadis itu kemudian membuka baju gamisnya. Meyda yang memang tidak menggunakan dalaman lagi, langsung terpampang jelas tubuh indahnya. “Ko… Mau ngentot ngak ngajak-ngajak sih…”, ucap Meyda yang kemudian mengambil posisi diatas Oki Setiana, Vagina Meyda Sefira yang tak berjembut tepat dihadapan muka Oki Setiana Dewi. “Ayo … Oki jilat Memekku…”, ujar Meyda kepada sahabatnya. Oki yang dilanda nafsu birahi, menjulurkan lidahnya, berusaha menjilat bagian kewanitaan sahabatnya tersebut. Karena tangan Oki di ikat membuat dia kesulitan untuk menjilat Vagina Meyda Sefira. Mengetahui hal itu Meyda lalu mengangkat kepala Oki Setiana Dewi dan mendekatkan ke daerah intimnya. “Ackckkhhhh… iya …. Disitu…ennaakkk sayang…..”, ucap Meyda, ketika jilatan-jilatan Oki Setiana mengenai klitorisnya. Meyda yang memang tadinya ingin kencing tidak kuat menerima jilatan-jilatan dari Oki Setiana, sementara buat Oki itu merupakan sensasi baru menerima sodokan dan menjilat Vagina sahabatnya sendiri. “Acckkkhhhh…. Nikmat Sayang….”, Tidak sampai lima menit tubuh Meyda mengejang, mengeluarkan cairan cintanya yang menyemprot langsung dimuka Oki Setiana Dewi, sehingga cairan cinta itu terminum, dan membasahi muka serta jilbab sahabatnya tersebut. Tidak lama setelah itu “Acckkkkhhhhhhhhhh……….”, kini giliran dari Oki yang orgasme dan mengeluarkan cairan cintanya. Meyda tampak menjilat-jilat bagian intim sahabatnya tersebut yang masih dipenuhi oleh penisku. Kemudian aku mengeluarkan penisku, sedang Meyda mengambil sebuah dildo yang setiap ujung-ujungnya menyerupai penis.
“Oki…., sekarang waktunya….”, ucapku sambil memasukan penisku kedalam mulutnya. “mmmuuuuuaaa…………mmmpphhhh”, itu yang terdengar dari mulut Oki Setiana ketika mulutnya dipenuhi oleh penisku sampai mentok ke tenggorokannya sementara aku memompa penisku di mulut Oki Setiana, Meyda Sefira memasukan dildo ke vagina sahabatnya, sedang ujung yang satunya ke vaginanya sendiri. “Acckkkhhh….nikmaaatt…oooohhh….”, erang dari Meyda Sefira yang mencoba mencari kenikmatannya sendiri.
Tidak lama dari situ, “Acckkhhh… aku mau keluar sayang…, telan semua pejuku”, kataku. “crrooottt….crooottt…”, aku mengeluarkan sperma yang cukup banyak sebagian banyak terminum oleh Oki Setiana dan sebagian lagi menghias muka, hidung dan jilbab dari artis berjilbab itu. Kemudian aku membuka ikatan tangan dari Oki Setiana, kemudian gadis berjilbab itu bangkit dan sekarang posisi antara kedua sahabat itu saling berhadapan, sisa peju yang berada disekitar wajah dibersihkan oleh Meyda dengan cara dijilat, lalu kedua gadis itu saling berpelukan, bibir mereka saling berpagut, payudaranya saling bertemu, dan dibawah dildo semakin tertanam di vagina kedua sahabat tersebut. Sungguh suatu pemandangan indah, kedua sahabat itu berusaha untuk mencapai puncaknya masing-masing,dengan menggoyang-goyangkan dan memompa vaginanya masing-masing, membuat dildo tersebut semakin meransang dan meningkatkan birahi kedua gadis berjilbab. “Acckkkhhhh…enak…. Meyda Sayang….”, kata Oki Setiana, sementara Meyda “Ohhh…Oki……”. Tidak lama dari itu keduanya mencapai orgasme tubuh Oki mengerang kebelakang, demikian juga dengan tubuh Meyda.
“Accckkkkkhhhhhh…. Nikmat…. Oki…….”, Erang Meyda ketika meraih orgasmenya. Sementara Oki Setiana, “Aaaccckkkkkkkkhhhh …..Iya.a….. Ennnaakkk Mey…..”, jerit Oki Setiana Dewi. Tubuh Meyda kemudian ambruk disebelah tubuh sahabatnya. Kemudian Oki menaiki tubuh Meyda dengan posisi 69, mereka saling menjilati vaginanya masing-masing. Membuatku bernafsu kembali aku melangkah dan mengambil posisi dibelakang tubuh Oki. Kuambil lotion yang ada diatas meja, kuolesi penis dengan lotion tersebut, kemudian ku arahkan penisku ke anus Oki Setiana. “Acckkkhhhh…. Sakit…..”, kembali Oki Setiana mengerang ketika anusnya di bobol oleh penisku sebelum, Oki tidak dapat melanjutkan jilatan-jilatan terhadap vagina Meyda karena aku menhujam kan penisku ke dalam anus sang artis dengan cepat, begitu juga dengan Meyda yang terus mengenyot vagina sahabatnya tersebut. Sampai akhirnya…”Acckkkkhhhh….. nikkkmmmattt…..”, erang sedangkan cairan cinta memenuhi muka dan jilbab dari Meyda Sefira, Oki kemudian terkulai lemas disebelah Meyda.
Selanjutnya kutarik dan kubalikan badan Meyda kepinggir ranjang, sehingga kaki Meyda menjuntai kebawah dan payudara sang artis tertekan oleh ranjangnya. Kembali kusodokan penis besarku ke vagina Meyda “Acckkkkhhhh…. Iiyyyaaahhh …. Ennnttotiiinnn Meyyda…”, lenguh Meyda yang membuatku seolah kesetanan untuk memacu genjotan-genjotanku. Tidak lama dari itu “Acckkkkkkkhhhh …….Aku Samppaaiii”, jerit Meyda yang kemudian terkulai lemas. “Crrooootttt….Crrrooottt”, semburan pejuku mengisi rahim dari sang artis berjilbab itu.”Ahhh…. enak…..sayyanng”, ketika aku mengalami klimaks.
Aku tinggalkan kedua artis berjilbab itu yang telanjang, dengan jilbab dan muka yang basah karena cairan cintanya. Serta tubuhnya yang dihiasi oleh keringat-keringat. Mereka berdua tampak tertidur. Sementara aku mengambil air Minum sambil tersenyum penuh kemenangan.

Dua minggu sudah berlalu semenjak Oki Setiana Dewi menjadi salah satu budak seks milikku. Selama Dua minggu ini baik Oki maupun Meyda selalu aku garap, baik bermain secara treesome maupun di tempat masing-masing. Hari ini mereka berdua berkumpul ditempat Meyda, kedua gadis berjilbab ini tampak cantik dan sexy, mereka menggunakan warna baju yang senada. Meyda menggunakan baju warna merah muda senada dengan jilbabnya yang dibalutkan dilehernya, baju yang dikenakan adalah kemeja tipis yang membentuk badannya sehingga tonjolan putingnya terlihat dengan jelas. Sedangkan Oki Setiana Dewi menggunakan baju kurung yang sama tipisnya dengan jilbab lebar yang menutup payudaranya dan stocking yang sampai ke pahanya, jika diperhatikan lebih seksama maka vagina Oki dapat terlihat karena tidak menggunakan celana dalam dibalik baju tersebut.

“Kalian sudah siap…”, Tanyaku kepada kedua gadis tersebut. Mereka berdua cuma tersenyum menjawab pertanyaanku. Hari ini memang waktu yang ku janjikan dengan Mr. Robert untuk menyediakan dua orang gadis yang akan melayani kembali tamu-tamunya. Kami meluncur ke Villa tempat Mr. Robert dengan menggunakan mobil milik Meyda, menuju villa milik Mr. Robert.
Sesampainya di villa Mr. Robert mereka berdua ku gandeng menuju pelataran rumah, Mr. Robert tampak tersenyum ketika pesanannya datang. “You Look Beautiful Meyda…”, sambut Mr. Robert sambil melumat bibir Meyda Sefira yang dibalas dengan pagutan dari artis berjilbab tersebut. sementara tangannya memainkan putting dari Meyda Sefira.

“So…, ini gadis satu lagi yang kau janjikan..??”, Tanya Mr. Robert kepadaku sambil matanya menatap kepada Oki Setiana Dewi. “You look so pretty ….”, kata Mr. Robert sambil menghampiri Oki, tangan Mr. Robert menjamah pantat Oki Setiana “You Have a good pussy huh….”, kata Mr. Robert.
Setelah Mr. Robert memberikan cek kepadaku, Mr. Robert lalu menggandeng kedua gadis berjilbab itu “Come on girl.., we have party here….”, kata Mr. Robert yang dijawab dengan senyum manis dari bibir kedua gadis tersebut. Sesampainya diruang tengah ternyata ada sekitar sembilan orang tamu Mr. Robert, dan ditengah-tengah ruangan hanya menggunakan karpet saja.
“Well Guys…, we will have party with this two bicth….”, kata Mr. Robert kepada rekan-rekannya. Kedua gadis tersebut dikelilingi oleh para tamu Mr. Robert tangan mereka menjamah bagian-bagian tubuh dari Oki Setiana maupun tubuh Meyda Sefira. “We want you dance first girl…” kata salah seorang tamunya Mr. Robert.
Seperti diperintah kemudian Meyda dan Oki Setiana ketengah-tengah ruangan sambil mulai menari, mengikuti irama lagu. Dengan mata genit, kadang mereka berdua saling meraba satu sama lain. Lama kelamaan tarian mereka makin erotis, Meyda mulai menanggalkan baju dan celananya sehingga yang tersisa hanya jilbabnya. Sambil terus menari Meydapun melucuti baju kurung milik Oki Setiana Dewi sehingga Oki Setiana sekarang hanya mengenakan jilbab dan stocking warna merah muda. Sambil terus menari mereka berciuman lidah Meyda dan Oki saling mengulum satu sama lain. Oki kemudian menjilat tubuh Meyda dan mengigit ringan puting milik Meyda. Jilatan Oki semakin kebawah kearah pusar dan kemudian turun ke arah vagina Meyda. “Acchhh….”, Meyda melenguh tetapi tetap dengan tariannya. Sementara Oki memainkan lidahnya di bagian intim milik Meyda.
Sementara tamu-tamu dari Mr. Robert sudah mulai menanggalkan bajunya masing-masing, penis mereka yang rata-rata diatas standar sudah mulai tegak berdiri. Mereka mulai menghampiri Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi, salah seorang dari mereka mengangkat tubuh Oki sehingga sekarang baik Meyda maupun Oki sama-sama berdiri. “Do you want to fuck….”, salah satu dari teman Mr. Robert berbisik ditelinga Oki Setiana Dewi. Sambil tangannya menggerayangi tubuh Oki Setiana sementara teman-teman yang lain ada yang memainkan vagina dan payudara artis berjilbab tersebut. “Ohhh….pleeaasse fuck me…”, jawab Oki Setiana Dewi
Tubuh Oki Setiana Dewi kemudian dibawa kesebuah Sofa yang ada dipinggiran karpet, sementara Meyda dengan dikelilingi lima orang laki-laki, yang tengah mempermainkan tubuh Meyda Sefira, ada yang mengobok-ngobok vagina, anus dan meremas – remas payudara. Sementara Meyda berciuman dengan salah satu dari mereka lidah mereka saling berpagut. Tubuh Meyda Sefira seperti sebuah boneka yang dipermainkan oleh mereka.
“Lick and suck my dick a little slut…”, perintah salah satu dari mereka kepada Oki Setiana Dewi yang sekarang duduk disofa, sementara vaginanyanya sedang dijilati oleh yang lainnya. Oki Setiana Dewi mulai menjilati penis besar tersebut. Seperti seorang profesional Lidahnya menari-nari diatas penis tersebut sebelum kemudian Oki Setiana Dewi memasukan penis tersebut kedalam mulutnya. “Ohhh Yes , that nice …suck my dick… do you love it…???.”, Tanyanya kepada Oki Setiana Dewi, yang dijawab oleh anggukan oleh Oki Setiana, sementara dibagian bawah seseorang mulai menjilati vagina dari Oki Setiana Dewi. “Accccckkkkkkkkkhhh…..”, Oki Setiana Dewi sempat mengerang ketika klitorisnya tersapu oleh lidah tapi mulutnya segera dijejali oleh penis besar tersebut. “Nice pussy … I love it…”, kata bule yang sedang menjilati vagina milik Oki Setiana Dewi.
Sementara itu Meyda Sefira tampak mulai teransang berat, lubang anus dan vaginanya dijilati dan diobok-obok oleh dua orang tamu, sementara putingnya yang sudah mengeras tampak sangat menggairahkan dimanikan oleh tamu-tamu Mr. Robert. “accchhhhh…. Yess…… oohhhh….”, ceracau dari mulut Meyda Sefira menerima perlakuan dari tamu-tamu Mr.Robert. “Do you like it a little slut huh….”, Tanya seseorang ditelinga Meyda Sefira. “Ohhhh… yeesss…. I like it…. Please fuck…. Mee… ooohhh…”, erang Meyda Sefira ditengah-tengah ransangan seksual atas tubuhnya.
Salah satu bule tersebut mulai mengarahkan penisnya ke vagina Meyda Sefira, kaki Meyda diangkatnya sebelah sehingga Meyda berpegangan ke pundak si bule tersebut dan “Acckkkhhh…..nice pussy… do you like this bicth ”, tanyanya kepada Meyda yang ikut mengerang ketika vaginanya disodok oleh penis besar tersebut. “Accckkkkkhhhh…….plleesssee… fucckkk mmeee….”. kaki meyda kini melingkar di pinggang sang bule sehingga posisi Meyda Sefira tampak dipangku oleh sang bule.
“plok…pllookkk…plookkkk….”, bunyi tumbukan antara vagina Meyda Sefira dengan si bule. “Accckkkkkhhhh…..iiyyyaa…..acckkkkhhhh ffuuucckkk mmmee….”, erang Meyda Sefira ketika tumbukan yang begitu gencar. Tangannya mencakar punggung sang tamu. Sementara dibelakangnya seorang tamu lain mulai mengarahkan penisnya ke anus Meyda Sefira dan dengan sentakan yang kuat penis itu masuk kedalam anus Meyda Sefira di iringi oleh teriakan Meyda.
“Accckkkkkkhhh….. sakkkiittt…….”, ucap Meyda Sefira kala itu.
“What… you want more….”, sibule yang dibelakang yang tidak mengerti bahasa Indonesia malah semakin kuat memompa anus Meyda Sefira. “Take this bicth….”, kata sibule sambil mempercepat tumbukannya. Sekarang Meyda bagaikan sedang di sandwich dua lubang disenggamai berbarengan. Rasa sakitpun sudah berubah menjadi kenikmatan. Meyda Sefira semakin liar ditumbuk oleh dua penis sekaligus.
“Ahhhhh, Ahhhhhh, Ahhhhhhh, ” keliaran Meyda Sefira terlibas oleh kegarangan dan kekasaran dua orang pria yang sedang menyodoki lubang anus dan vaginanya , begitu kasar, liar, dan brutal..

“Ufffhhhhhhhhhhhh…., Crooootttttttttttttttttt…..” Meyda Sefira semakin liar merasakan denyutan-denyutan kenikmatan di vaginanya yang seakan-akan menyedotnya, tubuhnya semakin basah, berpeluh dalam kenikmatan birahi yang mengombang-ambingkannya dalam lautan yang penuh dengan desahan-desahan kenikmatan.
“Ouuhhhhhh…! Arrrhhhhhh….! ” Meyda Sefira meringis kenikmatan karena kedua tamu itu semakin kasar dan brutal menyetubuhinya.
Dua batang penis itu semakin merajalela, seenaknya menjebol kedua lubang gadis itu, menghantam vagina dan lubang duburnya yang sempit, menusuk-nusuk dengan kejam dan mereguk kenikmatan tubuh Meyda Sefira yang halus mulus dalam keliaran binatang buas yang lapar dan haus, tubuh Meyda Sefira yang mungil tersentak keenakan ketika dua batang penis yang perkasa itu menghujami kedua lubangnya yang seret. Buah dadanya yang bergerak – gerak dengan indah menjadi mainan bagi dua negro yang asik menyusu di puncak payudaranya yang semakin kenyal membuntal dengan padat tanda gadis itu sedang diamuk kenikmatan yang dashyat.
“Arrrrhhhh…..”sesekali Meyda Sefira menjerit kecil ketika merasakan remasan-remasan gemas kedua tamunya yang sedang menyetubuhinya. membuat Meyda Sefira berulang kali mendesah dan merintih, sementara tubuhnya tersentak-sentak dalam irama yang liar dan brutal disetubuhi oleh dua batang kemaluan di lubang vagina dan anusnya yang terasa seperti melar tanpa daya menerima penis yang begitu besar dan panjang.

“Heghhhh…. Oooooohhhhhhhhhh….Crrrrttttt…” Meyda Sefira terkulai dalam kenikmatan puncak klimaks, bersamaan dengan itu gadis berjilbab itu memekik keras ketika merasakan sodokan keras di lubang anus dan lubang vaginanya “Kecrottttt…” “Crooooooootttt”
Sementara itu Oki Setiana Dewi menaiki tamu yang lain, vaginanya menduduki penis yang besar dan “Acccccckkkkkhhhh……”, mulut Oki Setiana Dewi menganga menerima penis yang besar tersebut dilubang vaginanya yang seret, tidak berapa lama Oki Setiana Dewi mulai menari-nari dengan liar. Tubuhnya terlonjak-lonjak diatas pangkuan sang tamu, badannya mulai dibasahi keringat yang wangi. “Acccckkkhhh….Ohhhh……”, ceraracau Oki Setiana Dewi, tubuh molek tersebut menjadi sasaran empuk sang tamu. Payudaranya di remas-remas dengan kasar, kadang puting Oki Setiana Dewi pun digigit oleh tamunya. Sehingga dia mengerang menerimanya, sementara itu dibelakang tamu yang lain mengambil posisi untuk memasukan batang pusakanya kearah dubur sang artis berjilbab tersebut. “Accckkkkkkkkkhhh…. Ufffhhhhhhhhhhhh….”, ketika sang tamu mulai menggenjot penisnya dari kedua arah.
“Plok…pllokkk..plllookkk….”, tumbukan antara penis dengan dua lubang milik Oki Setiana Dewi semakin lama semakin kuat, semakin brutal dan semakin kasar. “OOOhhhhh……, eeemmmmhhhh.h…….”, desah tertahan dari Oki Setiana Dewi sebelum mulutnya ikut disumpal oleh sebatang penis besar, jilbab lebarnya kemudian dijambak dan penispun mulai mendeeptroat mulut Oki Setiana Dewi. “Suck my dick…..acckkkkhhhh nice girl, ahhh you really a slut”, sungut sang tamu semakin lama semakin kasar menekan penisnya di dalam mulut Oki Setiana Dewi, kondisi Oki Setiana Dewi semakin erotis memainkan perannya tangan yang lain bekerja mengocok penis yang lain, sehingga sekarang Oki Setiana Dewi dikerubuti oleh empat orang yang memiliki penis yang besar-besar.
Gerakan Oki Setiana Dewi semakin binal, seperti seekor kuda Oki Setiana Dewipun ikut memompa penis-penis yang semakin dalam masuk kedalam vagina dan anusnya. Gerakan liar Oki Setiana Dewi membuat dirinya semakin melayang, remasan-remasan vagina dan anus terhadap penis yang tertanam semakin kuat, sehingga Oki Setiana Dewi kelihatan akan menghadapi orgasme.
Tetapi sebelum Oki Setiana Dewi mengalami orgasme, mereka menghentikan gerakannya secara bersama-sama. Mereka berganti posisi, Oki Setiana Dewi sekarang menduduki penis dengan duburnya, penis yang tadi menganal Oki Setiana Dewi mendapat giliran untuk menghujam vagina sang artis berjilbab itu. “Accckkkhhhhh…..nikkkmmmatt……”, desah Oki Setiana Dewi ketika kedua penis tersebut mulai berlomba menggenjot lubang kenikmatan yang dimilikinya.
“Accckkkhhhh fuck me….. harrrderrr….”, teriak Oki Setiana Dewi semakin menjadi menginginkan orgasme yang tadi tertunda, gerakan Oki Setiana Dewi semakin liar.
“you want more……take this….bicth”, kedua tamu itupun semakin brutal dalam menggenjot lubang-lubang kenikmatan dari Oki Setiana Dewi. “Acccccccccckkkkkkkhhhhhh………seeerrrtttt……ccccrroooottt……”, vagina Oki Setiana Dewi menumpahkan cairan cinta yang banyak dan memancar dari liangnya.
Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat kepada Oki Setiana Dewi, mereka mulai memasukan senjatanya kembali kedalam vagina sang artis dan mulai menggenjot kembali. Dua lubang tersebut kembali digasak oleh para tamu. “Accckkkkhhhh……eeemmmhhhhh……..”, erang kenikmatan dari mulut Oki Setiana Dewi membuat tamu yang lain mengambil posisi dibelakang temannya dan ikut memasukan penisnya kedalam vagina sang artis. “Accccckkkkkkkhhh……sakkkiittt……”, vagina Oki Setiana Dewi seperti robek dimasukan oleh dua penis sekaligus, belum lagi liang duburnya tertanam satu penis, wajah Oki Setiana Dewi tampak meringis menahan sakit diliang vaginanya.
“Accckkkhhhh…..kellluuarriinn….eeeeehhhhhh……”, Oki Setiana Dewi semakin kesakitan merasakan sodokan-sodokan dari arah selangkangannya yang serasa menusuk ulu hatinya, tubuhnya dipenuhi oleh keringat, kepalanya terdongak keatas.
“You don’t have to wear this….”, kata salah satu tamu Mr. Robert sambil menarik jilbab milik Oki Setiana Dewi sampai terlepas. Rambut panjang dan indah milik Oki Setiana Dewi kemudian dijambaknya, mulut Oki Setiana Dewi dipaksa dibuka dan mulai dijejali oleh penis miliknya. “Emmmmhhhhhhhh…………”, Oki Setiana Dewi tampak meronta, tetapi tertahan oleh tubuh-tubuh yang menindihnya.
Tidak terlalu lama Oki Setiana Dewi mulai terbiasa menerima penis-penis tersebut dalam tubuhnya. Oki Setiana Dewi telah kembali dilanda birahi tingkat tinggi, mulutnya mulai mengulum dan kadang sang tamu mendeeptroat sampai mentok ke tenggorakan sang artis cantik tersebut, sementara dibawah Oki Setiana Dewi pun mulai ikut menggoyangkan pinggulnya menerima sodokan-sodokan penis, yang semakin lama semakin brutal menyiksa lubang-lubang sang artis jelita tersebut, “Eemmmmmmmhhhh…….ooooohhhhhhh………crooottt ……crrrooottt”, tubuh Oki Setiana Dewi mengejang kembali orgasme kedua melanda dirinya, tubuhnya ambruk diatas tamu Mr.Robert.
Tubuh yang lemah tersebut kemudian ditarik oleh tamu yang tadi mendeeptroatnya, bagaikan sebuah mainan tubuh Oki Setiana Dewi dibalikan sehingga tertelungkup. Anus milik Oki Setiana Dewi kembali menerima sebuah batang penis. “Accckkkkkhhhhhh………..”, Oki Setiana Dewi kembali mengerang menerima sodokan penis di duburnya. Rambut hitam panjang milik gadis berjilbab tersebut dijambak sehingga badannya terdongak. Bagaikan seekor kuda yang sedang ditunggangi tubuh lemah Oki Setiana Dewi terguncang-guncang menerima sodokan-sodokan yang semakin lama semakin kasar dan brutal.
“Accckkkkkkkkkhhh…. Ufffhhhhhhhhhhhh….”, desahan-desahan dari seekor kuda binal berjilbab tersebut seakan minta terus untuk disetubuhi. “Ahhhhh, Ahhhhhh, Ahhhhhhh…..aammppuunnn……iiyaa… teruss…”, Oki Setiana Dewi benar-benar menikmati sodokan-sodokan tersebut.
“ploookkkk….pllloookkkkk….pllloookkkk….”, bunyi tumbukan antara mereka semakin lama terdengar semakin kencang..

Season III
Oki Setiana Dewi The New Sex Slave
Dua hari setelah acara di villa Mr. Robert, dia menelepon aku dan Mr. Robert sangat senang dengan pelayanan yang baik dari Meyda Sefira. Tetapi yang jadi aku pusing dua minggu ke depan dia ingin melakukan hal sama, kali ini Mr. Robert ingin dua orang sekaligus.
Sambil menunggu Meyda yang sedang shooting akupun iseng menonton shooting itu. “emmhhh… mbak Oki kayanya bisa kujadikan lonte seperti Meyda..”, fikirku saat itu. Saat break shooting aku meminta kepada Meyda untuk mengambil barang pribadi Oki Setiana Dewi. Entah itu berupa lipstik, bedak tapi yang paling ampuh adalah celana dalam yang sudah dikenakan oleh Mbak Oki.
Ternyata tidak terlalu sulit buat Meyda mendapatkan celana dalam Oki Setiana Dewi, ketika akan berganti kostum ternyata Oki-pun mengganti CD-nya karena merasa kegerahan di sekitar selangkangan. Meyda yang berganti kostum terakhir dapat mengambil CD Oki Setiana Dewi dari tumpukan barang-barang pribadi miliknya dan memasukan barang itu ke dalam Tas pribadi milik Meyda sendiri.

Shooting hari itu hanya sampai jam lima sore, semuanya mulai meninggalkan lokasi syuting, “Eh… Mbak Oki ada yang mau minta tanda tangan nih”, Kata Meyda menyapa Oki Setiana Dewi, dan memang mobil yang kami pergunakan bersebelahan, “Siapa….?”, senyum manis menghiasi mulut mungil dari Oki Setiana Dewi, “Ini, Mang Parno supirku, katanya pengen kenalan dan minta tanda tangan, mbak Oki artis favoritnya Mang Parno loh”, Jawab Meyda sambil tersenyum. Oki pun kemudian mendekat ke Mobil yang kami pergunakan dia mengeluarkan foto dan membubuhi tanda tangan di foto tersebut. “Foto ini buat Mang Parno, terimakasih sudah menjadi penggemar saya”, senyum manis dari Oki Setiana Dewi tetap menghiasi wajahnya.
“Terima kasih Non Oki atas fotonya…”, jawabku sambil menyalaminya. Tetapi cuma sebatas jari tangan yang bersentuhan dan itu pun tidak lama, tetapi bagiku cukup untuk meluncurkan gundam pertamaku buat Oki Setiana Dewi. “Meyda…, Aku duluan …ada perlu dulu nih….”, sambil melambaikan tangan kemudian pergi meninggalkan kami dengan mobilnya.
“Bagaimana barang yang aku pesan sudah kamu dapatkan…”, tanyaku kepada Meyda sambil mengendarai mobil menuju apartement milik Meyda. “Ini saya dapatkan tuan…., celana dalam milik mbak Oki…”, senyum genit dari Meyda tampak menghiasi bibirnya. “Bagus, gadis penurut…”, jawabku.
“Tuan, tapi tuan harus memberikan hadiah buat Meyda, Meyda ingin dipuaskan kembali oleh Tuan…”, sambil tangan Meyda Sefira menjamah penisku dan memandangku dengan manja. “Emmhhh… Nanti sesampainya di apartement kamu akan mendapatkanya Meyda…, lonteku…”, jawabku sambil memacu mobil ke arah apartement Meyda.
Sesampainya di Apartement kami berdua langsung menaiki lift menuju lantai sebelas yang merupakan tempat apartement Meyda. Setelah kita berdua memasuki apartement dan mengunci pintu. Meyda yang tampak sudah sangat horny, langsung memagut bibirku dan mencium bibirku dengan ganas. Akupun membalasnya dengan tak kalah ganas. Tiba-tiba Meyda melepaskan ciumannya. “Tuan…., Meyda mau menagih hadiah dari tuan…”, tatapnya manja dan sambil melepaskan baju gamis dari tubuhnya. Baju tersebut langsung melorot kebawah dan sekarang yang tersisa hanya jilbab yang dikenakan, bra dan celana dalam model G-String. Perlahan Meyda melepas bra dan berjalan kearahku dengan genitnya kemudian mendorong tubuhku sampai terduduk di sofa. Kemudian Meyda bersimpuh diantara selangkanganku, membuka celanaku dan celana dalamku. “Emmmmhhhh…. Wangi tuan….”, Meyda dengan tingkah binalnya menghirup Celana dalamku yang bau tapi bagi Meyda itu merupakan sensasi tersendiri untuknya.
Perlahan Meyda mulai mengocok penisku, mulutnya mengulum buah pelirku… “ssrruuuppp…..”, sambil terus mengulum buah pelirku….. “Emmmhhh…. Bagus Meyda…. Enak…. Jilat terus Kontolku”.
Meyda menghentikan kocokannya dan menjilat penisku dari arah bawah keatas dan sebaliknya, “Ahhhh… iya nikmat begitu…. Terus…”, Meyda meneruskan perbuatannya dengan terkadang memainkan ujung lidahnya di lubang kencingku sambil mata binal Meyda menatap ke arahku. “Acckkhhhh…..nikmat sayang…….”, kataku. Aku yang sudah mulai tak kuat karena permainan Meyda, kemudian menjambak Jilbab yang di kenakan oleh artis jelita itu dan memaksa Meyda untuk memasukan penisku kemulutnya. Kepala Meyda aku tekan sampai rongga mulut Meyda dipenuhi oleh penisku dan kepala Meyda mentok di selangkanganku. “Ini yang kau Mau Meyda….. Kamu Mau Kontol…. Ini aku berikan Kontol…..terima ini lonte…”, sambil tetap menjambak jilbab Meyda dan memaju mundurkan kepala Meyda.
“uuuuhh…. Srrruupppppp…….”, itu yang terdengar dari mulut Meyda, Meyda sendiri tampak pasrah tetapi tampak juga menikmati apa yang aku lakukan. Semuanya berlangsung berkisar lima menitan.
Setelah itu aku menghentikan kegiatanku dan melepaskan kemudian aku balikkan tubuh Meyda dengan kasar dan menarik pinggang Meyda sehingga pantat Meyda terangkat keatas. Dengan kasar penisku menembus anus dari Meyda Safira. “Accckkkhhhhh……”, erang Meyda, kepalanya terdongak keatas. “Kamu suka di sodomi Meyda….., kamu menginginkan begini….bool kamu sempit……?”, kataku sambil terus menggenjot Meyda. “Acckkkkhhh.. iya Meyda suka….acckkhhh lebih cepat lagi”, balas Meyda sambil tangan kanannya memainkan klitorisnya sendiri. Kutarik jilbab Meyda, kali ini jilbab yang dikenakan Meyda terlepas dengan ciput yang dipakai didalam jilbab pun ikut terlepas, sehingga rambut Meyda tergerai panjang. Kemudian rambut Meyda ku jambak dan ku tarik kebelakang, sehingga kepala Meyda terdongak, kemudian ku ciumi heler jenjang milik sang artis berjilbab sambil terus menggenjot anus Meyda. ”Acckkhhhh …. Terus Entotin Meyda… Sayang…”, kata Meyda menikmati sodokan-sodokan diriku sambil matanya merem-melek, sementara tubuh kami berdua sudah sangat berkeringat.
“Kamu Cantik sayang…, tubuh dan rambutmu benar-benar wangi”, Meyda kemudian ku balikan badannya hingga menghadap kepadaku. “Kamu cantik sayang…”, ucapku. Meyda kemudian mencium bibirku. Ciuman yang benar-benar ganas. “ Masukin Kontol Tuan ke Memek Meyda …..”, ucap Meyda. Tapi Meyda kemudian aku bopong ke kamarnya, Meyda tampak tersenyum manis. Setelah ku lepaskan Meyda aku berbaring di tempat tidur empuk empunya sang artis. “Silahkan masukan kontolku ke Memek kamu …..”, Meyda tersenyum manis kemudian menaiki tubuhku, kakinya di renggangkan dengan perlahan Meyda memasukan batang penisku ke vaginanya.
“Acckkkhhhhh…….Emmmhhh…..”, Meyda mendesah ketika penisku memasuki vaginanya, kemudian Meyda mulai bergerak naik turun dan payudaranya ikut berguncang, “Acckkkkhhh nikmat banget kontolmu…, Meyda suka banget ma kontol tuan…”, gerakan Meyda semakin cepat, akupun meraih toket sang gadis, dan ku remes-remas toket ranum milik Meyda, hal itu membuat Meyda semakin semangat menaik turunkan badannya. “pllok…. Plokkk…plokkk”, itu yang terdengar ketika Meyda menaiki penisku.
“Acckkkhhhh enak Meyda…., kamu memang lonte berbakat….”, ucapku kepada Meyda. Sementara pinggulku ikut bergerak berlawanan arah dengan gerakan Meyda, maka semakin menancaplah penisku di dalam memek Meyda. Sementara gerakan Meyda yang semakin tidak terkontrol, bagaikan seekor kuda liar dan tak lama kemudian,”Accckkkhhhhh……. Meyda keluar…..”, tubuh sang artis mengejang, badannya melengkung ke belakang dan cairan cintapun meleleh dari Memek sang artis berjilbab, kemudian tubuh Meyda roboh di sebelahku dengan rambut acak-acakan.
Sementara aku yang belum mencapai orgasme, segera berdiri ditarik tubuh Meyda ke pinggir ranjang, kemudian kaki jenjang milik Meyda di angkat dan di simpan di pundakku, sementara penisku langsung menerebos masuk liang vagina Meyda dan “Acckkhhhh…… sudah cukup tuan Meyda masih cape….”, tapi tidakku pedulikan ucapan dari Meyda, “Kamu ingin kontol… ini rasakan kontol ku….”, dengan gerakan cepat aku hujamkan penisku di antara selangkangan gadis berjilbab tersebut. “Acckkkhhhh….ammmppuuunnn….. suuuddahhh …. Meyda…. Caaapppeee….”, sementara kepalanya bergerak kekiri dan kekanan, dan tangannya meremas kain seprai. “Gw belum keluar…. Lonte lo harus memuaskan diriku”. Kataku dengan bertambah bringas menyetubuhinya dan Meydapun tampak pasrah menerima siksaan birahi.
Dan tak lama kemudian “Acccckkkhhh……”, tubuh Meyda kemudian mengejang dan kembali cairan cinta Meyda menyembur. Setelah itu giliranku “Acckkkhhhh…. Enak…..”, keluarlah pejuku, bercampur dengan cairan cinta Meyda di dalam vaginanya. Kulepaskan penisku dari dalam vagina Meyda.
Tubuh Meyda tampak lemas dan menggigil dengan keringat yang membasahi tubuh sang artis. Kemudian kuangkat dia keatas ranjang dan kubaringkan. Kuselimuti tubuh sang artis tersebut kemudian aku keluar dari kamar Meyda.

“you still want dick…huh…”, Tanya salah satu tamu sambil meremas-remas payudara sang artis tersebut. “Acccckkkkkhhh…..eeemmmmmhhhh give me more dick……”, ceracau Oki Setiana Dewi, Tubuh gadis cantik itu didorong hingga bersandar ke dada sang tamu yang sedang menggenjot anus gadis cantik tersebut. lubang vagina milik Oki Setiana Dewi tampak masih menganga bekas dua penis yang menghujamnya. Tampa kesusahan penis tersebut memasuki lembah surga milik Oki Setiana Dewi. “Accckkkkhhhh…… yyyesss…..oooohhhh….ffuuucckkkk ….fuuuccckkk mmmeee…. I love dick……”, jerit Oki Setiana Dewi ketika mendapatkan penis tersebut. seolah kesetanan Oki Setiana Dewi menggoyangkan pinggulnya sehingga kedua penis tersebut semakin tertanam di dalam anus dan vaginanya. “ackcckkhhh …acckkkhhh….. fuckk….. Mee…. Accckkkhhh…..”, keliaran Oki Setiana Dewi semakin menjadi dan tidak lama dari itu. “Acccckkkkkhhhhh…….”, tubuhnya melengkung merasakan orgasmenya kembali.

Di bagian lain tampak Meyda Sefira dituntun untuk menduduki penis milik salah seorang tamu, “Acckkkhhhhhh……”, ketika penis tersebut perlahan-lahan memasuki liang dubur milik Meyda Sefira. Sementara dada montok dan putingnya dimainkan, diremas dan dipilin-pilin oleh tamu yang lain. “Acckkkkhhh….ooohh…eeemmmmhhh….”, desahan kenikmatan Meyda Sefira mewarnai irama tumbukan antara penis dan anus sang bintang KCB tersebut, sementara mata Meyda Sefira tampak merem-melek seolah-olah menantang tamu yang lain untuk segera ikut menyetubuhinya.
Tamu yang sekarang sedang memainkan putting sang gadis tampak bernafsu dengan Meyda Sefira, penis yang sudah siap menembak tersebut diarahkan ke anus sang gadis. “Accckkkkkkhhh……oooooohhh…. It’s hurt….ssaakkkkiitt….”, jerit Meyda Sefira ketika anusnya dipaksa untuk menerima dua penis sekaligus. “shut up…. Bicth…. You must enjoy this…”, Maki sang tamu sambil terus menusukan tusukannya. “Acckkkkkkhhhh.h……..”, rasa sakit dan panas dilubang dubur sang gadis tersebut terasa sampai ke ubun – ubun.
Tumbukan-tumbukan tersebut semakin lama semakin berirama, membuat Meyda Sefira mulai menikmatinya. Tangan Meyda Sefira pun mulai ikut memainkan klitoris dan memainkan vaginanya sendiri, “Acckkkkhh….eeeemmmhh …emmmhhh…..yess…ooohh….god…yes….. fucckkk… ooohh… fuuucckkk…”, Meyda Sefira menceracau setiap genjotan tersebut berlangsung, tangannya makin liar memainkan vaginanya sendiri, tanpa diduga sebuah penis sudah ada di samping muka Meyda Sefira, jilbab sang artis kemudian di jambaknya dan sang penis melenggang mulus ke dalam mulut sang artis tersebut. “ooohhh…. Yyeess…. I love to fuck your mouth”, kata si bule tersebut sambil terus menyerang mulut Meyda Sefira hingga mentok di selangkangannya, “pllokkk…plllokkk….plookkkk…”, sementara tumbukan dua penis di anus Meyda tampak semakin cepat, seolah-olah ingin merobek-robek anus sang artis berjilbab. Meyda Sefira tampak kewalahan oleh aksi brutal para tamu tersebut, melihat hal tersebut tamu yang lain mengorek-ngorek lubang vagina sang artis dengan tangannya. Sementara tangan Meyda disuruh mengocok penisnya. “Do You Love this…???”, Tanya nya di telinga Meyda Sefira yang hanya bisa merintih tak jelas karena mulutnya dipenuhi oleh penis. Sementara tangan Meyda Sefira semakin intenst dalam mengocok penis tamunya tersebut.
“eeemmmmmhhh….eemmhhhhh…… Sssssssssshh ssssssssssssssssssshhh ssssssshhh hhhh”, ceracau Meyda Sefira dari mulutnya, semakin lama tamu-tamu tersebut semakin brutal menikmati tubuh Meyda Sefira, genjotan penis-penis di anusnya semakin cepat, sementara mulutnya terus diperkosa oleh penis besar milik tamunya, sementara di tiga buah jari masuk dan mengobok-ngobok liang vaginanya, hal ini membuat Meyda Sefira kelojotan, menerima siksaan kenikmatan, pinggulnya ikut bergerak. “Accckkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhh……..”, lolong Meyda Sefira ketika penis besar dikeluarkan dari Mulutnya, bersamaan dengan derasnya cairan cinta yang keluar dari vaginanya. Tubuh Meyda Sefira tergolek tidak berdaya disamping para tamu Mr. Robert tersebut, dengan liang anus yang begitu menganga hasil dari tumbukan dua penis tadi.
Penis orang yang tadi mengobok-obok lubang vagina sang artis berjilbab kini sudah berada di dekat vagina Meyda Sefira, “Acccckkkkkhhhh……eeemmmmmhhh…..”, tanpa ampun sang tamu langsung menggenjot tubuh Meyda Sefira yang masih lemah, sang artis tampak tak berdaya tubuhnya terlonjak-lonjak menerima sodokan-sodokan brutal tersebut.
Sementara itu Oki Setiana Dewi yang sudah benar-benar telanjang bulat tampa memakai jilbab tampak mendekati Meyda Sefira dan menuju selangkangan sang gadis tersebut dengan memposisikan 69 dengan Meyda Sefira serta mulai menjilati vagina Meyda Sefira yang sedang disenggamai oleh tamu Mr. Robert. “ssrrrrupppppp…..sssssrruuupppp………..”, jilatan-jilatan liar dari Oki Setiana Dewi mengenai vagina dan penis yang sedang menyenggamai Meyda Sefira, setiap tetes cairan dijilat oleh sang artis berjilbab itu, “Accckkkkkhhh…..yyyeesss…. terruuss……aaacckkk….eeemmmmhhh…..”,tampak Meyda Sefira pun mulai kembali naik birahinya, “Srrruuupppp……srruuuuppp…..”, vagina Oki Setiana Dewi pun mulai dijilati oleh Meyda Sefira. “Acckkkhh…iiiyyaa…Meyydaaa.. sayyanggg…akuuu ssukkaa….”, erang Oki Setiana Dewi sesaat setelah itu dia meneruskan jilatan jilatan terhadap vagina dan penis sang tamu.
Tamu yang lain tampak mendekat dan memposisikan diri dibelakang Oki Setiana Dewi, “Accckkkkhhhh….. nice ass…”, dengan sekali sentak sang bule memasukan penisnya ke dubur Oki Setiana Dewi. “Acckckkkhhh Eemmmmhhh…..emmhhh….”, Oki Setiana Dewi mengerang dan kembali ke aktivitasnya. Sedangkan sang bule yang sedang menyetubuhi dubur Oki Setiana Dewi kadang penisnya dilepas dan di jejalkan ke mulut Meyda Sefira. Secara bergantian penis tersebut menyetubuhi dubur, vagina Oki Setiana Dewi dan juga mulut Meyda Sefira. Kedua gadis tersebut keliatan sudah teransang berat kembali, mereka berdua sudah tidak konsentrasi terhadap jilatan. “OOOOOHHHHH….Fuuuucckkk Mee….Okkkiii.. oohhh nikkkmaattt..baanggettt..ooohhh….fucckkkk…ooohhhh….”, erangan Meyda Sefira, “aaacckkkhhh iiiyyayaa…. Meeeyyy… ooohhh…eeehhh eeenaaakkk…aaacckkhh…pllleess… fuffuuucckk….”,ceracau mulut Oki Setiana Dewi. “You want more hah bicth….”, kata si bule sambil menjambak rambut Oki Setiana Dewi. “yyyes…pllless…harder…..ooohhh…..giiiivvveee meee harrrderr…..”, ceracau kembali dari Oki Setiana Dewi, “crrroootttt….crrrrooottt……crroottt…aacckckkhhhhhhhhhhhhhhh”, tubuh kedua artis tersebut mengejang dan kembali orgasme mengeluarkan kembali cairan cintanya.
Keduanya kemudian didudukan bersebelahan. Sementara tamu-tamu Mr. Robert mengelilingi Oki Setiana Dewi dan Meyda Sefira, sambil mengocok penis mereka masing-masing, sementara Oki Setiana Dewi maupun Meyda Sefira menjulurkan lidah masing-masing sambil membuka mulut. “crrrooott……crrrooooottt…..crroooootttt……..crroott”, secara hampir bersamaan para tamu tersebut menghujani kedua artis tersebut dengan sperma, Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi tampak rakus menerima sperma tersebut, meminum, dan menelannya. Kemudian secara bergantian mereka menjilati tubuh masing-masing yang penuh dengan peju dari para tamu, sebuah pemandangan erotis sekali saat itu.
Mereka beristirahat dulu selama kurang lebih 30 Menit, sebelum pesta seks dengan Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi dilanjut kembali sampai dengan dini hari menjelang..

Sudah tiga hari Suparno sedang kembali ke kampungnya sehingga pada sore itu Meyda Sefira hanya tinggal sendirian di Apartemen dan saat ini sedang menikmati guyuran shower dikamar mandi, setelah mandi Meyda Sefira memandang dirinya melalui cermin dikamar mandi. Wajah cantik dengan rambut bergelombang terurai begitu indah, sementara payudara nya tampak membusung seolah menantang pria untuk meremas, memilin, dan memainkan puting sang artis, sementara belahan vaginanya tampak. Meyda Sefira tampak mulai meremas dadanya sendiri, sambil tersenyum memandangi tubuhnya.
Ada sekitar tiga menit sebelum bel apartemennya berbunyi “Sebentar…….”, teriak Meyda Sefira sambil langsung beranjak, dan mengenakan baju kurung serta jilbab terusan seadanya dan segera menuju pintu apartemennya. “Oh…Pak Asep sama Pak Warjo…. Ada apa ya…”, Tanya Meyda Sefira kepada kedua orang tersebut. Asep adalah kepala security di apartement tersebut, sedang Warjo adalah salah satu anak buah Warjo yang bertugas dibagian CCTV. “Boleh kami masuk dulu ….??”, Ucap Asep kepada Meyda Sefira. “Ohh…silahkan masuk pak….” balas Meyda Sefira seraya mempersilahkan keduanya untuk duduk.
“Ada apa ya…., saya jadi kaget ada bapak-bapak kesini…???”, Tanya Meyda Sefira sambil duduk. “Ohh…. Ngak ada apa-apa Mbak Meyda.., kami Cuma lagi control saja…, sekalian mau memperlihatkan sesuatu…”, kata Asep sambil mengeluarkan sebuah CD dari saku jaketnya. “Apa ya…. ??? ”, Tanya Meyda Sefira kepada kepala security tersebut.

“Boleh saya pinjam DVDnya dulu… kita liat saja bagaimana system keamanan disini..”, jawab Asep sambil terlihat sebuah senyum licik dari sang kepala security tersebut. “Ohhh .. silahkan… ngak apa-apa….” Jawab Meyda Sefira yang penasaran dengan apa sebenarnya isi didalam CD tersebut.
Lalu Warjo beranjak dan mengambil CD yang diberikan oleh Asep, TV dan DVD dinyalakan oleh Warjo kemudian tampak film hasil rekaman dari CCTV yang terpasang di Lift Apartemen tersebut. Meyda Sefira tampak terkesiap melihat rekaman dari CCTV tersebut, tampak jelas wajah Meyda Sefira yang sedang digerayangi oleh supirnya waktu di Lift tersebut, kemudian beralih kerekaman ketika sesudah pulang malam Meyda Sefira mengoral penis milik supirnya dan ada juga adegan ketika Meyda Sefira dengan Oki Setiana Dewi saling memagut bibir.
“Gimana Mbak Meyda….???, cukup bagus kan system keamanan disini…hehehe…”, Tanya Asep kepada Meyda Sefira yang tampak masih shock melihat adegan-adegan dirinya tersebut.
“Mak..maksud bapak…. Ma…mau apa…, kalo ma…mau uang nanti sa..saya kasih…?”, ucap Meyda Sefira terbata-bata. “Tenang saja Mbak Meyda…, kita cuma ingin menikmati tubuh Mbak Meyda….”, balas Asep sambil menyeringai. “Kita ngak butuh uang…., kita hanya ingin menyicipi tubuh Mbak aja…. Dan rahasia Mbak aman ditangan kami….” Lanjut Asep.
“Ta…tapi……”, belum lagi Meyda Sefira menyelesaikan ucapnya Sang Kepala Sekuriti itu sudah memotongnya, “Apa… Mbak Meyda mau rekaman ini jatuh ke tangan orang lain dan tersebar di internet…???”, ucap sang kepala sekuriti. “Jannngggggaaannnn…..”, Teriak Meyda Sefira berusaha mencegah.
“Ha…ha..ha…, jadi Mbak Meyda mau terima tawaran kami…???, tenang aja kontol kami akan memuaskan Mbak Meyda …. Ha…Ha…Ha…”, ucap Asep kemudian. Sementara itu Warjo menutup pintu apartemen Meyda.
Meyda hanya mengangguk, sementara itu Asep mulai mendekati Meyda Sefira. Hidungnya mengendus tubuh Meyda Sefira, sementara tangannya meremas payudara sang artis berjilbab tersebut. “Wangi ……., kamu ngak pake BH ya….”, Tanya Asep kepada Meyda. “Emmmhh iiyyaa… ngak…pake….”, jawab Meyda Sefira. Asep menghentikan aktifitasnya dan berdiri dihadapan Meyda Sefira.
“Buka celana saya…..”, ucap Asep menyuruh Meyda Sefira membuka celana yang dikenakan. Meyda Sefira tampa ragu mulai membuka sabuk, kancing dan melonggarkan resleting celana Asep, ketika celana Asep ditanggalkan oleh Meyda Sefira, Meyda Sefira tampak kaget karena ukuran penis sang kepala security termasuk yang big size, hampir sama dengan orang-orang bule yang kemarin-kemarin menyenggamainya.
“Ko Cuma bengong…., ayo isep…, jilatin kontol saya…”, perintah Asep sambil memukul-mukulkan penis besarnya ke pipi sang artis berjilbab tersebut.
“Srrruuuppp…..srrruuupppp……”, Meyda Sefira mulai memainkan lidahnya di permukaan penis sang security, tidak luput pelir lelaki itu dijilatinya, lalu naik lagi menjilat seluruh batang penis tersebut dan memainkan lidahnya di lubang kencing sang security.
“Acckkkhhh….. nikmmmaattt……. Kamu pintar banget Mbak Meyda……. Yaaa….teruuusss…”, ceracau Asep menikmati jilatan dari Meyda Sefira.
“mmmmuuuuffffftttt…….mmmmmmuuuuffffttttt……”, Meyda Sefira mulai mengulum penis Asep. “Acckkkhhh enak…. Kamu benar-benar pandai memuaskan kontol laki-laki…”, kata Asep yang membuat Meyda Sefira semakin menggila dalam melakukan kocokan dan kuluman terhadap penis Asep. Sementara itu tanpa disadari oleh Meyda Sefira Warjo menggunting baju kurung Meyda Sefira hingga tanggal, sehingga terlihat jelas payudara dan vagina sang artis berjilbab tersebut.
“wahhh… body nya bagus banget nih….”, kata Warjo sambil memainkan puting dan meremas-remas payudara Meyda Sefira yang lagi asik mengoral penis milik Asep. “Emmmhh badannya wangi banget…., lom pernah nih gua menikmati tubuh artis….. apalagi berjilbab”, seru Warjo, sambil terus meremas dan menjilati tubuh Meyda Sefira. “Iya …So… sepongannya juga yahud nih…., lebih jago daripada lonte pinggir jalan…”, ujar Asep.
Kepala Meyda Sefira ditahan oleh Asep, dan sekarang Asep mendorong tubuhnya kedepan sehingga penisnya masuk semua ke mulut Meyda Sefira, dan mentok di selangkangnya “mmmmuuuufffttt……mmmmuuuffff.ttttt….acchhhhhhh….”, terdengar erangan lirih Meyda saat mendeeptroat penis milik Asep.
“Gue pengin kencing dulu nih Sep…..”, ujar Warjo kepada Asep, “Yah… lo belom apa-apa udah pengen kencing…, eh So …. Dia aja yang dijadiin toiletnya….. sekalian suruh minum kencing kamu… hahahaha…..”, kata Asep kepada Warjo seraya mencabut penisnya dari mulut Meyda Sefira.
“Jangan… aku belum pernah….”, kata Meyda Sefira memelas.
“Sudah terima aja…, ayo buka mulut kamu…. Yang lebar…..”, perintah Asep kepada Meyda Sefira. Meyda Sefira dengan berat hati berjongkok dan membuka mulutnya dengan lebar, sementara Warjo bersiap-siap untuk melontarkan kencingnya.
“ssssseerrrrrrr……ssssseerrrrrrrrr……..ssseerrrttttt…….”, air kencing Warjo keluar dengan derasnya, mengarah kemulut Meyda Sefira meski tampak gelagapan Meyda Sefira berusaha meminum air kencing tersebut. sebagian air kencing tersebut menghujani muka dan jilbabnya sehingga basah oleh air kencing, sementara sebagian lantaipun tampak basah oleh hujanan air kencing tersebut dan sisa air kencing yang ada di penis Warjopun dibersihkan oleh Meyda Sefira dengan cara dijilatinya.
“Hahahaha……Mirip banget dengan lonte nih… mbak Meyda….”, seru Warjo kegirangan karena sudah berhasil mengencingi sang artis berjilbab tersebut.
“Sudah sana …. Cuci muka dan ganti jilbab kamu dulu…, kita males ngentot cewe kalo bau pesing… dan jangan lama-lama hahaha….”, ujar Asep. Meyda Sefira segera mencuci muka dan mengganti jilbabnya dengan yang baru..

“Hehehehe……sudah siap di entot nih cewe….., kita bawa kekamarnya aja….”, seru Asep kepada Warjo, sambil menarik tubuh Meyda Sefira ke kamarnya. Sesampainya dikamar tubuh Meyda Sefira dilempar keranjang. Kemudian kedua tangan Meyda Sefira di borgol ke ranjang tersebut. “Kami akan menikmati tubuhmu…., kami akan menikmati ke tidak berdayaan Mbak Meyda dan membuat Mbak Meyda tersiksa dalam kenikmatan”, kata Asep berbisik dibelakang telinga sang artis berjilbab tersebut.
Asep mulai menyusuri tubuh indah milik Meyda Sefira, mulai dari wajah turun kebawah, kebagian leher dengan menyibak jilbab yang digunakan Meyda Sefira, leher jenjang tersebut kemudian di jilat dan diciumi sehingga meninggalkan noda merah di leher jenjang sang artis. Kemudian turun kembali menjilati, putting dan payudaranya dengan sedikit menggigit yang menyebabkan sang artis berjilbab tersebut menggelinjang kenikmatan. “Emmmmhhhhhhh….”, Meyda Sefira semakin melenguh ketika Asep menjilat perut terus kebawah.

“Emmmhhhh……Memek yang harum……”, kata Asep sambil kemudian membuka belahan vagina sang artis berjilbab dan menjilati bagian dalamnya. “Acccccckkkkkhhhh……ooooohhhhhh…….” Meyda Sefira menggelinjang menerima jilatan seperti itu. Asep semakin intens menjilati liang vagina dan klitorisnya sambil tangannya ikut bermain di dalam vagina sang gadis berjilbab.
“ooooohhhh……eemmmhhh ennaakkk …. Iiyyyyyaaaa…. Ttteeruuss….eeemmmhhhh”, ceracau Meyda Sefira yang semakin lama semakin dilanda birahi tingkat tinggi. “Sepong kontol gue…….”, kata Warjo dengan penisnya yang mengacung didepan hidung mancung sang artis berjilbab. “mmmmuuuaaaa…..sssrrrrrruuuupppphhhtt…..sssuurrrppppp… “, batang penis Warjo dijilat dan diemut dengan lahapnya. Seperti anak kecil memainkan permen, Meyda Sefira tampak menikmati setiap lekuk bentuk penis Warjo.

“accckkkhhh….enak tenan….. non jago banget nyepongnya….. acckkkhhh ”, ceracau Warjo sambil menahan kepala Meyda Sefira. Kepala Meyda Sefira yang tertutup jilbab, sehingga wajah cantik tersebut mentok di selangkangan Warjo dan ketika penis tersebut dikeluarkan bibir manis tersebut mengejarnya seolah ingin menikmati penis tersebut lebih lama dimulutnya.
“Accckkkkkhhhhh……… peret juga nih memek…… “, kata Asep sambil menekan penisnya keliang senggama Meyda Sefira.Sementara Warjo menghentikan aktifitasnya untuk menunggu giliran menggarap vagina milik sang artis berjilbab itu. “Plllookkk….. pppllookkk… pllookkk….. “, bunyi tumbukan dua selangkangan milik insan yang sedang bercinta. “Accckkkhh… ooohhh…. Yyyaa….eeemmmhh….. terruuuss….. aacckkkhh….. nikkkmmmmatt…. “, erang Meyda Sefira menikmati setiap genjotan dari kepala security tersebut. Tubuh Meyda Sefira menggelinjang ke kiri dan kekanan dengan tangan yang terborgol ke ranjangnya. “aacckkkkkhhh….. ennnaakkk banget memek kamu….. jepit kontol aku….. “, kata Asep dengan terus menggenjot vagina sang artis tersebut. “Mbak suka dientot ya….???”, Asep kembali sambil bertanya kepada Meyda Sefira.
“Accckkkhhh….iiyyyaa…Meyyda ssuukkka kontoll…. Sukkaaa….. diii ennntoot.., teerruuss… eeemmmhhh….. niiikkkmmmattt…..”, jawab Meyda Sefira. Tampak sekali pantat sang artis ikut bergerak seirama dengan genjotan penis diliang vaginanya. “ppllloookkk…pllokkk….pllookkkk…”, genjotan semakin lama semakin kuat.
“Acckkkkhhh….Meyda….Ingin….aawwwww…. ”, Meyda berteriak kesakitan, ketika Meyda Sefira akan mengalami orgasme tiba-tiba putingnya digigit oleh Warjo. “Acckkkhhh…. Tollloonggg …jaangan sikksa..ooohhh….nikkmmat……”, erang Meyda Sefira. Setiap Meyda Sefira akan orgasme selalu dihentikan oleh Asep maupun Warjo dengan berbagai cara mereka menghentikannya. Kadang Asep menghentikan genjotannya atau Meremas Payudara sang Artis dengan sekuat tenaga, sedangkan Warjo kadang Mengigit puting Meyda Sefira hingga ngilu ataupun menjambak rambut Meyda Sefira yang masih berada dibalik Jilbabnya yang awut-awutan.
“Gimana non Nikmatkan siksaan birahinya…”, Tanya Asep sambil terus mengaduk-ngaduk vagina sang artis. “Ohhhhhhhhhh…………sssuuuuudddaaahhhhhh……. aaaacckkkkkhhhhhh…. Aakkkuuu dahhh…. aacckkkkkhhhhhh……”, Meyda Sefira mengejang hebat, tubuhnya melengkung sementara Asep mengeluarkan penisnya dari vagina sang artis. “srrrrrreeeesss, ssseeerrrrr…….”, cairan cinta Meyda Sefira mengalir deras dari dalam rahim sang artis tubuhnya melemah dan terkulai tidak berdaya.
Borgol yang Meyda Sefira kenakan dibuka oleh Warjo, “giliran saya non saya belum dapet jatah nih….”, tubuh Meyda Sefira diangkatnya sedangkan rambut indah milik Meyda Sefira dengan nakalnya keluar di balik jilbab yang sudah acak-acakan kemudian sang artis disuruh menduduki penis yang sudah terhunus, “emmmmmhhhh…….. makknyoss…. Nih memek…” seru Warjo ketika penisnya menerobos ruang gelap dalam vagina sang artis. Tanpa harus disuruh Meyda Sefira mulai melakukan gerakan ngebor gaya inul, matanya terpejam seperti meresapi penis yang ada didalamnya. “emmmmhhh….emmmhhhh….”, Meyda Sefira mulai menggerakan badannya naik turun dengan intensitas sedang.
“Acckkkkhhh…. Gila nih cewe…. Dah cantik berjilbab… cara ngentotnya professional banget….. Mbak Meyda lonte yaa….”, ujar Warjo sambil meremasi buah dada Meyda Sefira. “emmmhhh iiiyya….. Meyyda… lonnte… eeemmmhhhh….. ennakkk….”, timpal Meyda dengan tetap menaik turunkan tubuhnya di atas pangkuan Warjo. Semakin lama gerakan Meyda Sefira semakin liar, tubuhnya meliuk-liuk seperti seekor ular, sedangkan Warjopun tak mau ketinggalan pantatnya ikut naik turun dengan cepatnya. “Acckkkhhh ……nikmat…… bener nih memeknya… ayooo non…. Terus…..” , ujar Warjo menyemangati keliaran sang artis berjilbab, sementara jilbab sang artispun tambah awut-awutan. “Acckkhh….. iiiyyyaa…..eemmmhhhh…… enntttooottin akkkuuu… aacckkkhhh……. Nnniikkmmmatt kontolnnya…”, erang kenikmatan dari Meyda Sefira yang semakin liar.
Sementara Asep yang menonton pertunjukan itu tampak tidak sabar untuk kembali menggarap Meyda Sefira, Asep menaik keatas ranjang kemudian tubuh Meyda Sefira didorong sehingga menimpa Warjo, Warjo dan Meyda Sefira langsung saling memanggut bibir masing-masing, dengan liar bibir Meyda Sefira bergerak masuk ke mulut dan bergumul dengan lidah Warjo. Sedangkan Asep mulai meludahi liang dubur Meyda. “Acckkkkkhhhh…… peret nih bool…..”, kata Asep sambil menghujamkan penisnya ke dalam dubur sang artis. “Acckkkkkhhh……. “, Meyda Sefira sempat melenguh. Asep dan Warjo bergantian menggenjot liang-liang tubuh wanita cantik tersebut. Sementara jilbab Meyda Sefira yang memang sudah longgar terjatuh sehingga sekarang wanita cantik ini disetubuhi dengan telanjang bulat rambut panjangnya tergerai. “Acckkkhhh…. Yyyaaahhhh …. Ggeennnjjjoott …. Aacckkkhhh … eeennnaakkkk…. Aacckk fffucckkk mmmee…..”, erang Meyda Sefira yang semakin liar menerima tumbukan penis di vagina dan anusnya. Sementara kedua orang yang menggarap Meyda Sefira-pun semakin brutal. Rambut Meyda Sefira kemudian dijambak oleh Asep sehingga wajah Meyda Sefira tepat disebelah Asep kemudian Asep melumat bibir cantik sang artis yang sudah terpacu birahi tingkat tinggi. Sementara dibawah pun pinggul Meyda Sefira tetap bergoyang sehingga kedua penis tersebut semakin menancap diliang vagina dan Anusnya.
Tubuh Meyda Sefira kemudian didorong kembali sehingga dia hampir terjatuh diatas tubuh Warjo, tapi Asep menarik rambutnya kembali. “Kamu ingin lebih… rasakan kontolku…”, kata Asep dengan genjotan yang semakin brutal, kedua penis tersebut mengobok-obok vagina Meyda Sefira tanpa ampun. “Accckkkhhhhhhh………… eeemmmmmmmhhhhh….. “, Dengan keadaan seperti ini Meyda Sefira seperti seekor kuda binal yang ditunggangi dengan tali kekangnya adalah rambutnya. Sedang Warjo sambil menghajar vagina sang artispun tidak luput mempermainkan payudara Meyda Sefira yang semakin mengencang.
“Accckkkkkkkkkkkhhhhhhh………….. kkkeeellluuuaarrrr……”, jerit Meyda Sefira ketika dia dilanda orgasmenya kembali dengan tubuh yang langsung Ambruk menimpa Warjo. Sementara kedua lelaki ini pun semakin mempercepat gerakannya dan “Crrrooottt…..crrrooottt…..crrrooottt……”, keduanya hampir bersamaan mengeluarkan peju didalam vagina dan anus sang artis.
Keduanya langsung melepaskan penisnya dari Anus dan Vagina Meyda Sefira. Tampak lelehan peju keluar dari vagina yang bercampur dengan cairan cintanya, sedangkan dari arah anusnya lelehan peju tampak sedikit kekuning-kuningan. “Bersihin tuh memek sama bool kamu…”, kata Warjo sambil melempar jilbab milik Meyda Sefira, dengan genitnya Meyda Sefira membersihkan kedua lubangnya dengan jilbabnya sendiri. Kemudian cairan yang basah diatas jilbabnya tersebut dijilatinya tanpa ragu, dengan mata binal menatap kedua pria dihadapannya yang terbengong dengan sikap binal sang artis tersebut.
Tanpa dikomando keduanya kembali mendekati Meyda Sefira dan bersatu dalam pergumulan liar, entah berapa kali Meyda Sefira mengejang kenikmatan karena orgasme dan entah berapa banyak peju yang tertumpah ditubuh gadis tersebut. sampai mereka tertidur diranjang Meyda Sefira.

AMELIA

Sebelum aku mulai cerita ini, aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Iwan dan Aku adalah seorang pegawai negeri yang ditempatkan disebuah kota di Jawa Barat sekitar sepuluh tahun yang lalu. Aku merasa nyaman kerja di kota ini, karena teman-teman sekantorku orangnya ramah-ramah dan mengayomi bagi para pegawai muda yang masih mentah dalam pengalaman kerja Aku sangat berterima kasih pada rekan-rekan kerjaku yang tanpa pamrih membimbingku dalam berbagai hal.
Diantara rekan-rekan kerjaku ini, ada seorang wanita yang cantik keibuan dan umurnya 8 tahun diatasku. Namanya Amelia. Pada saat pertama kali aku bertemu dengannya dia belum menunaikan ibadah haji dan belum mengenakan jilbab, sehingga aku bisa melihat putih dan mulusnya kulit betis sebagian pahanya pada saat dia duduk. Tapi yang membuat aku tertarik padanya adalah banyaknya bulu-bulu yang tumbuh di betis dan lengannya yang membuat dirinya semakin seksi dimataku. Karena dalam imajinasiku jika seorang wanita mempunyai bulu-bulu yang lebat di betis dan lengan, terbayang olehku pastilah dia akan sangat menggairahkan dan mampu memberikan kenikmatan pada lelaki di tempat tidur. Maka aku selalu membayangkan dan menghayalkan betapa nikmatnya bila aku dapat menggaulinya. Obsesiku untuk dapat menggaulinya tidak pernah hilang, walaupun aku telah menikah dua tahun setelah aku bekerja. Dan dia selalu ada dalam hayalanku pada saat aku dan istriku sedang melakukan hubungan suami istri.

susu montok-selvie (1)
Tapi sebagai yunior, tentu saja aku tidak berani macam-macam padanya. Apalagi dia adalah seorang istri pejabat Pemda di daerahku. Oh ya, Dia sudah menikah selama 10 tahun dan baru dikaruniai putra berumur 2 tahun. Rupanya rumah tangganya termasuk yang cukup lama untuk mendapatkan momongan. Dari rekan-rekanku, kuketahui bahwa pada awal pernikahan mereka, suaminya pernah mendapat masalah dalam urusan vitalitas, itulah sebabnya dia lambat mendapatkan momongan. Disamping itu kuketahui pula bahwa perbedaan usia antara dirinya dan suaminya cukup jauh, yaitu sekitar 15 tahun.
Aku sering mendekatinya untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul, orangnya enak diajak ngobrol, ramah pada setiap orang. Itulah sebabnya rekan-rekan lelaki ditempat kerjaku senang menggodanya, dan dia tidak marah jika godaan-godaan itu tidak terlalu bersifat pelecehan. Namun aku tidak pernah menggodanya, karena selain usiaku jauh lebih muda darinya, aku tidak ingin ia menganggapku macam-macam. Aku selalu bertindak sebagai seorang yunior yang memerlukan petunjuk dari seniornya sehingga aku bisa semakin dekat dengannya, karena dia merasa bahwa aku sangat menghormati dan mengaguminya.
Lima tahun setelah aku bekerja, dia menunaikan ibadah haji dengan suaminya dan sejak saat itu dia selalu mengenakan jilbab untuk menutup seluruh badannya kecuali wajah dan telapak tangannya. Namun jilbab yang ia kenakan tidak mampu menyembunyikan keseksian tubuhnya, dan bahkan membuat dirinya semakin cantik dan keibuan, ditambah lagi dengan gaun dan jilbab yang ia kenakan selalu serasi dengan model-model yang gaul. Sehingga dia semakin menjadi objek hayalanku pada saat aku sedangkan melakukan hubungan suami istri dengan istriku.
Aku selalu konsisten menjaga sikapku dihadapannya, karena tidak ingin dia benci atau menjauh dariku. Maka dengan sabar aku selalu menjaga kedekatanku dengan dirinya sehingga aku dapat menikmati kecantikan, keanggunan dan keseksian tubuhnya dari dekat.
Kesabaranku itu kujalani hingga saat ini setelah 10 tahun mengenalnya dan dia merasa aku sebagai sahabat baik dan sekaligus bagaikan adik baginya, sehingga tidak segan-segan menceritakan berbagai masalah dengan diriku, bahkan meminta bantuanku untuk hal-hal yang tak dapat dia kerjakan. Bahkan kami sering duduk berdampingan dalam mengerjakan sesuatu sehingga aku bisa merasakan lembutnya buah dadanya yang montok. Dan pernah aku menggeser-geserkan bahuku yang menempel dengan buah dadanya, tapi dia hanya berkomentar “jangan nakal ach…, Wan !” sambil tersenyum dan tidak ada nada marah sama sekali. Sehingga hal itu sering aku lakukan bila kami duduk berdampingan pada saat mengerjakan sesuatu
Pada suatu hari ia datang padaku dan mengkonsultasikan laptop miliknya yang terasa lambat dan juga minta diajari bagaimana caranya mengkoneksikan laptop dengan internet. Setelah kuperiksa, ternyata banyak virus yang mengerogoti sistem di laptopnya sehingga mengakibatkan kinerja laptopnya menjadi terganggu. Dan aku bilang untuk membersihkan semua virus di laptopnya diperlukan waktu yang cukup lama, sedangkan agar bisa dikoneksikan ke internet, harus ada jalur telepon. Lalu dia menyarankan agar untuk menangani laptopnya dikerjakan di rumah kost miliknya yang ada di dekat kantor kami. Rumah kost itu terdiri dari 10 kamar dan diisi oleh para pelajar yang bersekolah di sekitar daerah itu. Dan aku menyanggupinya.
Sepulang dari kantor, aku dan dia menuju rumah kost miliknya dan kebetulan, hari itu adalah hari sabtu, sehingga semua penghuni kost pada pulang ke kampungnya masing-masing dan rumah kost tersebut kosong. Begitu tiba di sana, dia langsung membawaku ke ruang tamu dan aku mulai melakukan pembersihan virus dengan software yang aku bawa.
Sambil menunggu anti virus bekerja, kami ngobrol berbagai hal diselingi dengan minum dan makan camilan yang ia sediakan. Dari obrolan itu kuketahui, bahwa setiap malam minggu dia suka tidur di rumah kost ini pada saat para penghuni kost pulang ke kampung halamannya masing-masing. Oleh sebab itu di rumah ini ada kamar khusus untuk dirinya. Aku merasa heran, apakah suaminya tidak apa-apa ditinggal tidur sendiri di rumah sementara dia menunggu di rumah kost. Dia menjawab tidak ada masalah dengan hal itu, bahkan katanya di rumah pun dia jarang tidur sekamar dengan suaminya. Karena sejak suaminya pensiun, suaminya lebih sering ingin tidur sendiri. Aku heran dengan kenyataan ini, kenapa ada rumah tangga seperti ini, tapi aku mau bertanya lebih lanjut, takut dia merasa aku akan semakin jauh mengetahui privasi rumah tangganya.

susu montok-selvie (2)
Hari semakin gelap, tetapi anti virus masih bekerja, karena banyak sekali virus yang menyerang laptopnya dan kami terus melanjutkan obrolan. Tanpa disadari atau seolah-olah tanpa disadari, kami telah duduk berdampingan di ruang tamu yang sepi ini. Sambil mengobrolkan hal-hal yang bersifat pribadi. Perlahan-lahan aku mulai terangsang terhadapnya, tapi aku masih merasa takut untuk memulainya, walaupun bisikan-bisikan di kepalaku mengatakan bahwa inilah saatnya yang tepat untuk mewujudkan obsesi yang selama ini ada dalam khayalanku.
Akhirnya dengan hati-hati aku berkata padanya “Apakah, bapak tidak sayang meninggalkan ibu tidur sendiri ? Uhh… kalau saya jadi bapak, tidak akan saya biarkan ibu tidur sendiri satu malampun. Sayang dong…., membiarkan tubuh seksi dan cantik seperti ibu ini sendirian….. mubazir ”
“Ach… Iwan bisa aja ! Masak sih… tubuh peot dan wajah keriput ini disebut seksi dan cantik ?” katanya tersenyum dan tampaklah ekspresi kebanggaan diwajahnya mendengar pujianku. Dan aku merasa gembira karena dia tidak marah dengan ucapanku.
Dan kembali aku lanjutkan rayuanku “ bener lho, Bu! Saya ‘ngga bohong… , Di mata saya ibu adalah wanita yang paling cantik dan seksi di kantor kita..!”
“Udah ach… , jangan dilanjutkan rayuannya nanti saya bisa terbang… !” jawabnya samibil tersenyum semakin tersanjung.
“Ngomong-ngomong… , Bu..! Boleh ‘nggak saya minta sesuatu, nggak macam-macam kok, swear !” kataku
“Minta apaan sich.. ? kalau nggak macam-macam akan saya penuhi ! “ katanya
“Sebelumnya maaf ya, bu ! Boleh ngga saya membelai bulu kaki yang ada di betis dan bulu tangan yang ada di lengan ibu yang dulu sering saya lihat. Saya benar-benar terobsesi dengan bulu-bulu yang dimiliki ibu ?” kataku memberanikan diri.
Dia memandangku heran “Kok, Iwan tahu kalau saya memiliki bulu di kaki dan lengan…? Rupanya Iwan sering ngintipin ibu ya ?” Katanya menggodaku.
Aku tergagap mendapat godaannya “Ti…tidak bu…, saya tidak pernah ngintip.. khan dulu ibu ngga pake jilbab..” jawabku membela diri
“Apa sich.. istimewanya bulu-bulu itu ? saya justru merasa risih” katanya lagi
“Justru bagi saya hal itu sangat istimewa dan menggairahkan….., boleh kan bu, saya membelainya !”
“Ya.. dech …” Dia mengalah dan menyingsingkan ujung lengan bajunya hingga sebatas siku. Mataku terbelalak melihat putih dan mulusnya kulit lengan yang dihiasi dengan bulu-bulu lengan yang cukup panjang, aku semakin terangsang namun masih bisa mengendalikan diri. Dengan tangan gemetar aku membelai lengan halus tersebut. Darahku berdesir ketika tanganku mengusap dan membelai langan halus nan berbulu itu. Dari sudut mataku terlihat dia merasa bangga atas keterpanaanku pada kemulusan dan keindahan kulit lengannya. Aku tak tahu apakah dia merasakan desiran-desiran rangsangan pada saat telapak tanganku membelai lengannya.
Setelah puas membelai lengannya, kembali aku berkata “kakinya belum bu ? “. Namun dia menjawab tidak serius “udah ach…, cukup .”. Lalu rayuku lagi “Akh… Ibu, khan tadi saya mintanya lengan dan kaki !”
Lalu dengan gaya seperti yang terpaksa dia mengangkat rok panjangnya sebatas lutut sehingga terlihat betis indah yang putih mulus dihiasi oleh bulu-bulu yang cukup panjang dan merangsang. Kembali tanganku bergetar membelai betih indah tersebut, mataku terpejam dan darahku semakin berdesir memberikan rangsangan-rangsangan yang sangat kuat padaku. Cukup lama tanganku membelai dan mengusap betis indah milik Hj Amelia ini. Aku sangat menikmati apa yang kulakukan. Betis kiri dan kanannya secara bergantian aku belai dan usap, terlihat mata Hj. Amelia terpejam menikmati belai tanganku “Oh..mmmnn .. “ mulutnya berguman tidak jelas.
Melihat itu aku tak mau berhenti, tanganku terus membelai betis indah itu dan dengan sangat hati-hati arah belaian semakin ke atas di sekitar lutut . Mata Hj Amelia semakin rapat terpejam. Dengan hati-hati kedua betis Hj Amelia aku naikkan ke atas jok kursi panjang yang kami duduki dan aku duduk di lantai menghadap betis indah dan sebagian paha disekitar lutut yang terbuka”
Dengan suara bergetar dan suara yang sedikit memburu dia berkata “Kok jadi duduk dibawah ?”
“Ngga apa-apa bu, supaya lebih jelas “ jawabku beralasan ”Awas lho… jangan macam-macam !” ancamnya dengan nada yang tidak yakin.

susu montok-selvie (3)
Kembali tanganku melanjutkan belaian dan usapan pada betis berbulu yang merangsangku ini, tanganku dengan lembut membelai betis kiri dan kanan secara bergantian . Kembali matanya terpejam menikmati belaian tanganku pada betisnya. Kuberanikan diri untuk mencium lembut ujung kakinya. Matanya terbuka dan berkata “Kok..?” hanya kata itu yang keluar. Akhirnya kedua tangan dan bibirku membelai betis hingga lutut dan paha di sekitar lutut. Ciumanku dan tanganku semakin naik ke atas, ciumanku sudah mencapai lututnya dan kedua tanganku sudah membelai kedua pahanya. Dia semakin terlena, napasnya semakin memburu dan mulutnya semakin sering mengguman sesuatu yang tidak jelas. Sedangkan aku semakin terangsang penisku sudah mulai mengeras. Tapi aku masih berhati-hati agar dia tidak menghentikan usahku ini.
Tanganku semakin aktif membelai paha bagian bagian dalam dan mulutku menciumi lututnya yang kiri dan kanan secara bergantian. Duduknya sudah mulai gelisah, pinggulnya sudah bergoyang-goyang dan dari mulutnya sudah mulai memperdengarkan erangan-erangan nikmat dan terangsang. Ku hentikan gerakanku, matanya terbuka memandangku sayu, terlihat bahwa dia sudah sangat terangsang, kuberanikan diri wajahku mendekati wajahnya, dia memejamkan matanya kembali dengan mulut yang terbuka menantang, lagsung bibirku menciumi bibirnya yang seksi. Dia tidak marah, bahkan menyambut ciumanku dengan hangat dan sangat bergairah. Kami berciuman dengan sangat bergairah. Kedua tangannya meraih kepalaku dan mencium bibirku dengan sangat panas, bibirnya menghisap-hisap bibirku dan lidahnya menari-nari dengan lidahku seperti seorang wanita yang sudah sangat lama tidak bermesraan, tentu saja aku semakin melayang nikmat dan bersemangat. Tanganku mulai meremas-remas buah dadanya yang montok, dia diam saja bahkan semakin bergairah dan mengerang nikmat. Tanganku mulai mencopoti kancing bajunya satu-persatu dan menyusupkan tangan kananku ke dadanya yang sudah terbuka, kemudian menarik cup bh-nya ke atas, sehingga kedua buah dadanya yang putih montok terbuka bebas. Tanganku langsung meremas buah dada montok itu yang kiri dan kanan.
Dia menghentikan ciumannya dan memegang tangan kananku, sambil memandang padaku dengan sayu. Aku terkejut, takut dia marah dan menghentikan usaha yang telah dengan sabar aku lalui. Namun dengan suara bergetar dan napas memburu dia berkata “Jangan disini Wan..! bahaya kalau ada tamu datang… Di kamar saya aja.., biar tenang!” Plong… dadaku terasa lapang, ketakutanku ternyata tidak terbukti. Dia kemudian berdiri dan mengunci pintu tamu dan menarik diriku menuju kamarnya.
Tak kuperhatikan lagi anti virus yang masih bekerja pada laptop. Dengan tergesa-gesa kami menuju kamarnya yang cukup luas. Begitu tiba di dalam kamar, dia langsung menutup pintu kamar dan menarikku ketempat tidur. Aku langsung menindihnya dan bibirku kembali mencium bibirnya dengan gemas. Ciumannya kali ini semakin panas dan bergairah dan dia sudah tidak segan-segan lagi mengeluarkan lenguhan dan erangan nikmat.
Tanganku kembali merayap ke buah dadanya yang masih terbuka dan meremas-remasnya dengan nikmat, Dia membantu mencopoti sisa kancing yang masih terkait sehingga semua kancing bajunya terlepas dan melepaskan kaitan tali bh-nya. Kemudian dia duduk dan melepaskan baju dan bh dari tubuhnya. Tampaklah dihadapanku tubuh seorang wanita matang yang masih mengenakan jilbab dan rok panjang, namun sudah tidak mengenakan baju dan bh.
Aku kembali menubruknya dan mendorong tubuhnya hingga telentang diatas kasur, bibirku menciumi seluruh bagian buah dadanya baik bagian kiri maupun bagian kanan sedangkan tangan meremas-remas buahdada yang tidak aku ciumi. Aku begitu bernafsu menciumi buah dada Bu Hj Amelia ini. Walaupun dia sudah berumur, namun buah dadanya masih montok dan sekal, tidak mengelayut dan kendor. Kuhisap dan kujilati setiap mili bagian buah dada menggairahkan ini. Dan akhirnya bibirku dengan asyiknya menghisap dan menjilati putting susu yang tegak menantang. Dia semakin mengerang nikmat “Akhhhh… wan… euh … euh….!” Badannya bergelinjang-gelinjang menahan nikmat yang menderanya.
Setalah cukup lama bermain-main di buah dadanya, kedua tanganku berusaha melepaskan pengait rok panjang yang masih dikenakannya dan menariknya hingga lepas sekaligus dengan celana dalam nilon yang dia kenakan, dia hanya diam saja dengan tatapan mata yang semakin sayu, kembali mataku nanar melihat pemandangan merangsang yang ada dihadapanku. Sungguh luar biasa Bu Hj Amelia ini, walaupun sudah berusia 45 tahun, tapi tubuhnya masih sangat sempurna, perutnya masih ramping tanpa ada timbunan lemak, paha masih padat dan mulus dan yang paling luar biasa adalah jembut yang menutup vaginanya demikian lebat dan hitam menutupi hampir seluruh bagian antara kedua paha hingga keatas mendekati pusat
Beberapa saat aku terpana menatap pemandangan indah ini, Dia bangun dan meraih bajuku sambil berkata “Buka bajunya Wan… , ngga fair dong…, saya udah telanjang sementara Iwan masih berpakaian lengkap..” Dengan bantuannya aku mencopoti bajuku yang sudah basah oleh keringat dan sekaligus aku membuka celana panjangku sekaligus dengan cd yang aku kenakan. Dia terpana memandang penisku yang tegak menjulang, Tangannya mendorong tubuhku hingga aku telentang , kemudian dengan gemetar tangannya meraih penisku dan mengocoknya dengan gemas, aku melayang nikmat merasakan kocokan tangannya pada penisku, kemudian bibirnya dengan lembut menciumi penisku dan lidahnya menjilati kepala penisku. Aku semakin melayang.. “Ouhhh…. “ aku melenguh nikmat. Cukup lama lidah dan bibirnya bermain di kepala penisku membuat aku melayang-layang nikmat, kemudian mulutnya semakin terbuka lebar untuk memasukkan penis tegangku kedalam mulutnya sambil lidahnya terus-menerus menjilati kepala penisku. Mataku semakin terbeliak-beliak menahan nikmat “Ouh…ouh… aduhh….aduh… “ erangan nikmatku keluar tanpa dapat kucegah.

susu montok-selvie (4)
Dia begitu gemas dengan penis tegangku, bagaikan seorang wanita yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan penis yang tegang. Tanpa memperdulikan diriku yang terengah-engah menahan nikmat, mulut dan lidahnya terus menerus memberikan kenikmatan pada diriku. Aku tak tahan, ku geserkan kepalaku mendekati lututnya yang sedang menungging. Aku posisikan kepalaku diantara kedua lututnya yang terbuka, sehingga posisi kami menjadi posisi 69. Aku mulai menjilati jembut hitam yang menutupi vagina yang ada dihadapanku. Kedua tanganku membelai pantat montok, sementara lidahku terus mencari celah vagina yang tertutup jembut yang lebat, kusibakkan jembut lebat tersebut, terlihatlah vagina yang sudah sangat basah, lidahku terjulur menjilati celah vagina tersebut, badannya tergetar setiap kali lidahku menyentuh klentitnya. Aku semakin semangat menjilati dan menghisap vaginanya, dia semakin sering bergetar dan mengerang nikmat, sehingga mulutnya berhenti mempermainkan penisku. Aku tak peduli, lidah dan mulutku semakin lincah bermain di vaginanya, badannya semakin bergetar dan menekan-nekankan vaginanya dengan keras ke arah mulut dan hidungku sambil menjerit-jerit nikmat “Ouh.. ouh… ouh… euh…euh…”
Gerakannya semakin keras dan jeritannya semakin tak terkendali, hingga akhirnya pantatnya dia tekankan dengan keras ke arah mukaku hingga mulut dan hidungku tertekan vagina dengan sangat rapat sehingga aku sulit bernapas dan terdengar dia menjerit keras “Aaaakkkhhhh……..” kemudian terlihat olehku vaginana mengempot-ngempot dengan sangat keras.
Tak lama kemudian badannya ambruk menindih tubuhku. Beberapa saat kemudia dia menggulingkan tubuhnya hingga tidur telentang. Kubangunkan tubuhku dan memposisikan tubuhku agar tidur berdampingan. Kemudian matanya terbuka memandangku. Dengan napas yang masih tersengal-sengal dia berkata “kalau Iwan percaya…, Sudah 4 tahun saya tidak pernah melakukan hubungan suami istri, bukannya saya tidak ingin, tapi si bapak sudah tidak sanggup lagi. Sebagai wanita normal, tentu saja saya merasa sangat tersiksa denga keadaan ini…” Aku tidak mengomentari ucapannya, hanya dalam hati aku berkata pantas saja dia terlihat sangat gemas memandang penisku yang sangat tegang.
Karena aku belum apa-apa, maka badanku bangkit dan tanganku meremas-remas buah dadanya serta memilin-milin putting susunya yang perlahan-lahan mulai kembali tegak menjulang. Kembali badanku menindih tubuhnya dan bibirku mencium bibirnya, bibirnya menyambut bibirku dengan gairah yang kembali bangkit. Tangannya merayap ke arah penisku dan meremas-remas dengan gemas, kemudia berkata “Sekarang aja Wan! Saya sudah nggak tahan…”
Aku mengangkat pinggulku memberi jarak dengan selangkangannya, kemudian pahanya terbuka lebar dan tangannya menuntun penis tegangku agar tepat berada liang vaginanya. Dia sibakkan jembut lebat yang menghalangi liang vagina dengan kepala penisku, hingga akhirnya kepala penisku tepat berada di mulut liang vagina yang sangat basah. Kemudian kedua tangannya merengkuh pantatku dan menariknya.
Aku mengerti apa yang dia inginkan. Ku dorong pantatkudan Blessh…. Perlahan-lahan batang penisku menyusuri liang vagina hangat yang basah berlendir yang disertai kedutan-kedutan yang memijit batang penisku selama aku memasukinya. Jepitan dan kedutan vaginanya pada penisku memberikan sensasi nikmat yang luar biasa. Perjalanan masuk ini kulakukan perlahan-lahan, karena aku ingin menikmati setiap mili pergeseran antara batang penisku dan veginanya yang selama 10 tahun ini menjadi obsesi dan khayalanku. Aku tidak ingin obsesi yang menjadi kenyataan ini berlangsung cepat.
Setelah seluruh batang penisku amblas hingga ke pangkalnya, kudiamkan sejenak untuk menikmati sensasi nikmat yang diberikan oleh vaginanya pada diriku. Kemudian kutarik secara perlahan hingga menyisakan ujung kepalanya dan kudorong kembali masuk hingga amblas. Gerakan ini terus kulakukan dengan sabar sambil menikmati deraan nikmat yang datang bertubi-tubi.
Nampaknya Bu Hj Amelia ini sudah tidak sabar, pantat terangkat setiap aku mendorong masuk, dan tangannya memberikan bantuan kecepatan pada pantatku agar aku melakukan dengan lebih cepat dan keras. Aku tidak terpengaruh dengan gerakan pantatnya yang semakin bergelinjang dan tangannya yang semakin menarik-narik keras pantatku agar bergerak lebih cepat. Aku hanya menambah sedikit kecepatan pada gerakan mengocokku.
Pinggulnya semakin bergelinjang, kepalanya terlempar ke kiri dan kanan sambil mulut yang kembali mengerang-ngerang nikmat “Auh…auh….euh… euh…..” Gelinjang tubuhnya semakin keras dan hebat. Berputar, kekiri kekanan dan ke atas ke bawah, hingga akhirnya gerakannya semakin tak beraturan, badannya terlonjak-lonjak, tangannya menarik punggungku hingga tubuhnya terangkat dan kepalanya terdongak dengan mata terbeliak dia menjerit keras “Aaaaaakkkhhhhhh……. “ kakinya terjulur kaku, tak lama kemudian badanya terhempas lemas dan tangannya terlepas dari punggungku dan jatuh ke samping tubuhnya. Kurasakan vagina berkontraksi sangat keras memijit-mijit dan menghisap-hisap penisku sehingga akupun terbeliak menahan sensasi nikmat yang teramat sangat.

susu besar-selvie (3)
Kubiarkan batang penisku amblas di dalam vaginanya menikmati sensasi orgasme yang kembali dialaminya. Kutopang tubuhku dengan kedua tangan yang menahan di pinggir bahunya. Perlahan-lahan matanya terbuka dan berkata dengan napas tersengal-sengal menahan lelah “Makasih.. Wan.., barusan betul-betul nikmat…uuhhhh..” Aku hanya menjawab dengan mencium bibirnya dengan nafsu yang menggelora.
Dia menyambut lemah ciumanku. Dengan sabar aku berusaha membangkitkan kembali gairahnya. Kuciumi lehernya dari balik jilbab yang masih dikenakannya namun telah basah oleh keringat, kujilati dadanya yang juga basah oleh keringat. Ketelusuri hingga ke bawah hingga akhirnya mulutku kembali memilin-milin putting susunya untuk membangkitkan gairahnya. Sambil perlahan-lahan kukocok penisku yang masih terbenam divaginanya yang semakin basah, namun tetap masih terasa sempit dan memijit-mijit.
Perlahan-lahan gairahnya bangkit kembali, hal ini terasa dengan ciumanna yang semakin hangat dan pinggulnya yang bergerak membalas setiap gerakan pinggulku. Makin lama gerakan pinggulnya semakin erotis dan bersemangat dan erangan nikmat kembali terdengar dari mulutnya.
Kuhentikan gerakanku dan kucabut penisku yang masih tegang. Dia menatapku kecewa sambil berkata “Ada apa Wan? “. Aku tersenyum lalu berkata “Kita nungging bu!” Dia mengerti apa yang kuinginkan. Lalu dia bangun dan membuat posisi merangkak. Aku posisikan selangkanganku pada tengah-tengah pantatnya. Sebelum kumasukkan penisku, kembali aku terpana melihat keseksian tubuhnya dalam posisi menungging, kulit punggung yang begitu putih kekuning-kuningan, mengkilap oleh basahnya keringat yang keluar dari pori-pori tubuhnya. Hanya ada satu kata untuk mengomentari keadaan itu, yaitu “Sempurna..!” tanpa terasa bibirku berguman.
“Ada apa ..Wan..?” tanyanya padaku. Aku segera menjawab “Tubuh ibu betul-betul sempurna.”. Dia tidak menjawab mungkin dia merasa bangga dengan pujianku. Tangannya hanya menggapai-gapai meraih penisku untuk diarahkan vaginanya yang sudah menanti. Lalu kuarahkan penisku ke liang vaginanya dan Bleshhhh……
Kembali penisku menyusuri liang vagina basah yang masih tetap sempit dan memijit-mijit. Pantatku memulai bergoyang maju mundur agar penisku mengocok-ngocok vaginanya. Tanganku meraih buah dadanya yang bergantungan bebas dan kuremas-remas dengan gemas untuk menambah sensasi nikmat yang kembali mendera sekujur tubuhku. Tubuhnya bereaksi dengan apa yang kulakukan, mulutnya mengerang nikmat “Auh… auh… euh …. Euh… “, dan pinggulnya bergerak-gerak semakin liar. Kudiamkan gerakan pinggulku, namun pinggul dan pantatnya menghentak-hentakkan selangkanganku sehingga penisku semakin dalam mengocok dan mengaduk-aduk vaginanya. Kepalanya tidak bisa diam menggeleng-geleng sambil mulut yang tak henti-hentinya mengerang nikmat.
Gerakan pinggul dan pantatnya semakin liar tak terkendali, jeritan nikmatnya semakin keras, dan kedutan dan pijatan vaginanya pada penisku semakin keras. Hingga akhirnya badannya kaku, tangannya mencengkram kasur dengan sangat keras dan menjerit “Aaaakkhhhh…..” kembali kepala terdongak dengan mata yang terbeliak. Setelah itu kembali kontraksi keras terjadi pada vaginanya yang memelintir dan menghisap-hisap penis membuat aku terbeliak-beliak menahan nikmat. Tak lama kemudian… BRUK.. badannya jatuh tertelungkup hingga penisku yang masih tegang lepas dari vaginanya.
Kubiarkan dia istirahat menikmati sensasi orgasme yang kembali menderanya. Lalu mendekati punggungnya yang basah, kubelaikan tangan kiriku dari punggung hingga pantatnya, dan kuremas-remas pantat seksi itu. Tangan kananku menyibakkan jilbab yang sudah sangat basah dan akhirnya kulepaskan jilbab itu. Bibir dan mulutku menciumi tengkuk dan lehernya yang putih mulus tiada kerut. Mulutku menyusuri tengkuk dan punggung sedangkan tanganku meremas-remas pantatnya. Akhirnya gairahnya bangkit kembali. Dia membalikkan tubuhnya hingga telentang dan tangannya meraih tubuhku hingga menindih tubuhnya bibirnya mencium bibirku dengan ganas, kemudian tangannya mencari-cari penisku dan mengarahkan ke vaginanya.
Blesshh…. Untuk kesekian kalinya kembali penisku menjelajahi liangvagina yang semakin basah dan berdenyut. Aku menggerakkan pantatku untuk mengocok penisku di dalam vaginanya, dia menyambut dengan erangan dan gerakan pinggul yang bisa memelintir-melintir batang penisku dengan liarnya. Semakin lama gerakanku semakin cepat dan gerakannyapun semakin cepat dan liar.

susu besar-selvie (2)
Lenguhan nikmatku dan erangan nikmatnya bersatu padu membangun suatu komposisi musik penuh gairah dan merangsang, semakin lama suara erangan dan lenguhan nikmat semakin riuh rendah. Hingga akhirnya pantatku bergerak sangat keras dan liar tak terkendali demikian pula gerakan pinggulnya. Gerakan kami sudah menjadi hentakan-hentakan nikmat yang keras dan liar. Hingga akhirnya aku merasa gelombang yang maha dahsyat keluar dari dalam diriku melalui penis yang semakin keras dan kaku dan akhirnya tanpa dapat kukendalikan tubuhku menegang kaku dan badanku melenting ke atas serta menjerit melepas nikmat yang tak tertahankan “Akhhh….” Dan secara bersamaanpun dia menjerit nikmat “Akhhhh… “ dengan badan yang kaku dan tangan yang mencengkram punggungku dengan sangat keras.
Tak lama kemudian, tubuh kami ambruk kelelahan seperti orang yang baru saja berlari cepat dalam jarak yang sangat jauh. Aku menggulingkan tubuhku agar tidak menindih tubuhnya. Dan kami telentang berdampingan sambil menikmati sensasi kenikmatan orgasme yang masih datang menghampiri kami.
Setelah beberapa menit kami terdiam menikmati sensasi orgasme dan napas yang perlahan-lahan mulai pulih, Dia memiringkan badannya menghadapku, sambil tangannya membelai-belai dadaku dia berkata “Wan… kamu memang luar biasa… Dulu saja waktu si Bapak masih sehat. Belum pernah saya merasakan sepuas ini dalam berhubungan badan. Sebagai lelaki kamu mampu bermain cukup lama dan memberikan beberapa kali orgasme pada pasangan kamu. Pantas saja, istrimu sangat sayang padamu..”
“Ahh… jangan begitu ach… Bu! Saya jadi malu…” Sahutku sambil merasa bangga dipuji seperti itu.
Setelah cukup lama beristirahat kembali kami berpakaian, dan aku terlebih dahulu ke ruang tamu untuk memeriksa laptop yang masih menyala. Ternyata laptop sudah lama mati, karena hampir 1,5 jam aku tinggalkan. Tak lama kemudian Bu Hj. Amelia menghampiriku dan duduk disampingku sambil menggelayut mesra dan bertanya “bagaimana Wan , beres ?”. “Belum saya periksa bu…, keburu mati..” jawabku
“Ok dech , kamu lanjutin aja dulu, saya mau nyiapkan makan malam.

susu besar-selvie (1)
Akhirnya malam itu, aku menelepon istriku untuk memberitahukan pada iatriku bahwa aku tidak bisa pulang, karena ada pekerjaan yang belum selesai. Akhirnya sepanjang malam itu hingga mendekati subuh, kami isi dengan persetubuhan yang sangat bergairah. Kami hanya istirahat untuk minum dan makan memulihkan tenaga. Malam itu kami bagaikan sepasang pengantin baru yang menghabiskan malam pertamnya. Hal ini terjadi barangkali karena Bu Hj Amelia ini merupakan Wanita yang menjadi obsesi saya yang selama 10 tahun menjadi khayalan dan impian. Sedangkan bagi Bu Hj. Amelia, malam itu merupakan malam pertama selama 4 tahun dia tidak mendapatkan kehangatan tubuh laki-laki.
Akhirnya sampai saat ini aku dan Bu Hj Amelia berselingkuh, tanpa seorang temanpun yang tahu. Kami berusaha menjaga perselingkuhan ini serapih mungkin. Entah sampai kapan….
TAMAT

ASTRI

“Syukurlah. Saya memang menunggu tawaran yang seperti ini. Saya memang sudah bertekad hanya mau berkiprah lagi di film iklan, sinetron atau yang lainnya, asalkan saya boleh tetap mengenakan jilbab,” katanya.
“Betul Mbak. Dengan jilbab, Mbak tampak lebih… eh maaf… cantik begitu…” sahut lelaki berdasi hijau dengan perut lumayan membuncit.

“Ehhh… aslinya memang cantik kok !” bantah Astri dengan nada bercanda, ditimpal tawa berderai kedua tamunya.
Perbincangan mereka terhenti sejenak oleh datangnya pembantu yang membawa baki berisi tiga gelas minuman.
“Eh… maaf Mbak. Kalau tidak keberatan, tolong sopir kami juga dikasih minum. Dari tadi dia ribut haus,” ujar lelaki berdasi merah ati.
Astri tersenyum dan menyuruh pembantunya membawakan minum buat sopir di luar. Mereka kembali terlibat pembicaraan serius. Namun, lagi-lagi ada gangguan datang. Kali ini, si sopir yang masuk tergopoh-gopoh.
“Eh…oh… tolong, simbok kepleset di depan. Dia pingsan,” kata sopir bertubuh besar itu.
Ia membopong pembantu yang tadi mengantar minuman. Tanpa setahu Astri, lelaki itu mengerdipkan mata kepada kedua temannya. Astri tergopoh-gopoh memberitahu pembantunya yang lain. Mereka kemudian membawa pembantu yang pingsan itu ke kamarnya dan membaringkannya di ranjang.
“Bagaimana ? Perlu panggil dokter?” tanya Astri dengan raut wajah cemas.
Si sopir dan lelaki berdasi biru berlagak mengecek denyut nadi simbok.
“Nggak apa-apa. Cuma kaget. Kamu tunggu di sini, kasih minum kalau sudah bangun,” ujar lelaki berdasi hijau.
“Syukurlah kalau gitu. Bibi, kamu ambil minum dan tunggu simbok bangun ya?” sahut Astri. “Yuk, kita ke depan lagi,” lanjutnya kepada dua tamunya.
“Eh, kamu apain dia?” lelaki itu berbisik kepada temannya.
Si sopir memberi kode pukulan di belakang kepala. Temannya tersenyum dan memberi kode jempol. Astri dan kedua tamunya sudah kembali duduk di ruang tamu. Mereka kembali serius membincangkan soal kontrak dan honor. Namun, 10 menit kemudian, pembicaraan itu kembali terganggu. Si sopir keluar dari ruang dalam sambil senyum-senyum. Astri merasa heran juga dengan sikap lelaki itu.
“Gimana? Simbok sudah siuman?”
“He he he… belum tuh. Malah sekarang dua-duanya pingsan,” sahutnya.
“Pingsan?” Astri makin heran.
“Iya betul. Gue senggol kepalanya sedikit aja pingsan. Payah tuh dua pembokat,” sahutnya sambil cengengesan kayak Amrozy tersangka bom Bali.
“Eh, apa-apa… ada apa ini?” Astri tampak amat terkejut.
Lelaki berdasi hijau berlagak mencoba menjelaskan.
“Begini Mbak Astri. Si Panjul ini ingin bilang bahwa Mbak Astri sekarang sendirian menghadapi kami bertiga. Betul gitu, Njul?”
Astri baru akan membuka mulutnya saat Panjul kembali berucap.
“Iya Ndut. Kita kan nggak mau waktu senang-senang sama Mbak Astri, diganggu dua mbok-mbok itu. Iya kan Wer?”
Lelaki berdasi merah ati yang dipanggil Dower oleh temannya cuma manggut-manggut. Bibirnya memang dower. Astri mulai menyadari dirinya dalam bahaya. Dengan tiba-tiba ia bangkit dari duduknya di sofa. Tapi gagal, sebab Panjul dari belakang menekan bahunya.
“Iiiihhhh… apa-apaan sih ini?”
Astri meronta, tangannya mencoba menepis kedua tangan Panjul. Tapi tentu saja sulit. Tangan mungil Astri tak ada artinya menghadapi tangan kekar Panjul. Kini Panjul malah memegang kedua pergelangannya dan menariknya terentang, lalu menekannya di bagian atas sandaran sofa.
“Mbak nggak usah repot-repot melawan dan teriak. Nanti capek sendiri, atau malah jadi kesakitan,” kata Panjul setengah berbisik di dekat telinga Astri.
Astri begitu tersiksa dengan posisi seperti itu. Apalagi, Panjul menyempatkan menjilat pipinya yang mulus. Artis mungil itu pucat pasi. Gendut dan Dower kini duduk mengapitnya.
“Soal kontrak itu, Mbak jangan khawatir. Kita tetap akan buat videoklip dan Mbak tetap pakai jilbab,” kata Gendut seraya memegang ujung jilbab Astri dan menyampirkan ke bahunya.
“Aihhh… saya nggak mau… tolong… berhenti…. AIIIHHH….” Astri memekik, sebab Gendut mengusap-usap tonjolan di dada kirinya.
Dower ikut-ikutan mengusap, bahkan meremas-remas tetek kanan Astri yang masih terasa kenyal.
“Betul Mbak. Mbak boleh dan bahkan harus tetap pakai jilbab. Cuma, dari sini ke bawah harus… dibuka !!!” Dower mengakhiri kalimatnya dengan mengoyak bagian muka gamis Astri diiringi jerit Astri.
Tiga lelaki itu berdecak-decak, mengagumi mulus dan padatnya kedua tetek Astri yang masih tersangga bra. Gendut dan Dower bersama-sama menarik turun tali bra Astri. Lalu, bersamaan pula mereka merogoh ke balik cup bra Astri diiringi pekik perempuan itu. Astri merintih-rintih, mengiba-iba agar mereka berhenti mempermainkannya. Tapi tetap saja kedua lelaki yang mengapitnya, meremas-remas sepasang teteknya. Mereka kini bahkan mengeluarkan teteknya dari wadahnya. Dower dan Gendut seperti berlomba menjilati dan mengulum puting Astri.
“Tetek Mbak Astri hebat juga. Saya suka jenis yang seperti ini,” kata Dower sambil menjepit puting Astri dan mengguncang-guncangkannya.
“Kalian…ohhh…kurang…ajar !” pekik Astri.
“Video kita pasti laris manis, Mbak,” timpal Gendut sambil mencengkeram tetek Astri dengan sebelah tangan dan menyentil-nyentil putingnya.
“Kita sekarang sudah siap bikin edisi sampelnya. Tuh, kameramen kita sudah datang. Ayo Lae, siap action,” lanjutnya.
Astri menjerit. Di depan mereka kini sudah ada lelaki lain yang menyandang kamera. Lampu kamera tampak menyala, tanda si kameramen mulai bekerja. Teteknya kembali jadi sasaran pemuas mulut.
“Gantian pegangin dong… gue juga pengen pegang teteknya,” kata si Panjul. Kedua temannya tertawa, lalu ganti memegangi tangan Astri.
Panjul dengan kegirangan langsung menggenggam kedua tetek Astri, meremas-remasnya dengan gemas dan menarik-narik kedua putingnya ke atas. Astri tentu saja menjerit-jerit kesakitan. Dower berinisiatif merenggut putus bra Astri dan mengikat kedua tangannya ke belakang tubuhnya. Astri menangis waktu gamisnya ditarik turun, hingga kini ia hanya memakai jilbab dan cd. Panjul masih asyik dengan tetek Astri. Kedua temannya kini mengangkat kedua kaki Astri hingga kini bertumpu di pinggir sofa. Posisi ini membuat pangkal paha Astri terbuka bebas. Gendut mengelus-elus gundukan yang berlapis katun putih di pangkal paha Astri.

“Ini akan membuat video kita makin laris, Mbak Astri,” kata Gendut sambil menarik bagian tepi cd Astri.
Astri memekik dan meronta-ronta dengan sia-sia. Si Lae mengclose-up pangkal paha Astri dengan kameranya. Memek artis berwajah lembut itu tampak cantik. Celah di antara dua bibir memeknya tampak masih mulus dan rapat. Padahal, tiga bayi sudah pernah melewatinya.
“Pinjam memeknya sebentar, ya Mbak?” si Gendut tiba-tiba melorot ke depan Astri.
“Jangaaaan…. oohhh…. jangaaaannnn!!!” Astri menjerit-jerit.

Gendut mengoyak cd-nya sampai lepas. Dikucek-kuceknya memek dengan rambut yang tak seberapa lebat itu. Lidahnya mulai menyapu bagian muka celah memek Astri dari bawah ke atas. Dua jempolnya dengan kasar melebarkan celah memek Astri, lalu lidahnya langsung menusuk-nusuk ke dalam. Dari dalam, lidah yang kasar itu menyapu naik hingga menyentuh klitoris Astri. Teriakan Astri sudah makin keras saat Dower naik ke sofa dan mengangkangi wajahnya.

“Ini juga bisa bikin videoklip kita laris !” teriaknya sambil mendorong kontolnya menyumpal bibir mungil Astri.
Berjuta perasaan mengganggu Astri. Di satu sisi, ia merasa terhina dengan perlakuan itu. Ia mual juga karena harus mengulum kontol milik lelaki yang baru dikenalnya. Namun, rangsangan intens di klitorisnya begitu mengganggu dirinya. Apalagi, Panjul pun kini mulai menggelitik putingnya dengan lidahnya. Astri nyaris gagal mempertahankan harga dirinya untuk tidak orgasme ketika Gendut tak henti-henti menghisap klitorisnya. Tapi perempuan itu bersyukur karena Gendut berhenti sebelum ia mencapai orgasme. Ia pasti akan sangat terhina kalau menikmati pemerkosaan ini ! Terhina tapi merasakan nikmat dan tersiksa oleh rasa sakit adalah pilihan yang teramat sulit. Tapi Astri tak harus memilih. Lolos dari perasaan hina, ia masuk ke alternatif kedua… rasa sakit. Itulah yang kini dirasakannya saat Gendut dengan tanpa perasaan menusukkan kontolnya langsung sejauh-jauhnya ke dalam memeknya. Astri bukan lagi perawan, tapi diperlakukan seperti itu, pasti sakitnya bukan kepalang. Ia mencoba menjerit, tapi mulutnya tersumpal kontol besar.

“Memek Mbak…hihhhh….hebat….sekali….” Gendut terus meracau sambil menggenjot pinggulnya.
Astri mencoba membunuh perasaannya. Dipejamkannya matanya erat-erat saat cairan hangat memenuhi rongga memeknya, disusul beberapa detik kemudian di dalam mulutnya ! Gendut dan Dower terkekeh-kekeh di hadapan korbannya yang terkapar di sofa dengan napas terengah-engah. Panjul masih saja asyik mempermainkan gunung kembarnya. Astri tak kuasa melawan ketika Panjul mengangkat tubuhnya hingga kini terlentang di atas meja tamu.

Kepala Astri dengan jilbab yang agak kusut terkulai di ujung meja. Si Lae masih dengan kameranya mendekati Astri dari arah kepala. Astri panik ketika Lae menggeletakkan kontolnya di atas dahi, menjulur ke bibirnya yang masih belepotan sperma. Tangan kiri Lae menjulur ke dada kiri Astri dan menjepit putingnya.
“Ayo Mbak… emut kontolku !” katanya diiringi mengerasnya jepitan di puting Astri.
Tak kuasa menahan sakit, Astri membuka mulutnya dan membiarkan kontol Lae memasukinya. Pada saat bersamaan, Panjul mendorong kontolnya masuk ke memeknya yang masih terasa pedih. Cukup lama itu berlangsung sampai saatnya Panjul menarik kontolnya keluar dan berlari ke arah Lae.
“Minggir Lae. Gantian loe sikat memeknya,” katanya sambil menggenggam kontolnya.

Ternyata Panjul cuma ingin menyemprotkan spermanya ke wajah imut Astri. Sekejap saja, wajah Astri basah oleh cairan putih kental. Setumpuk sperma malah sampai menutup sebelah matanya. Begitu spermanya habis, Panjul memaksa Astri mengulum kontolnya sampai bersih. Lae yang kini menggarap memek Astri pun tak mampu lebih lama lagi. Ia menarik kontolnya keluar dan berejakulasi di dalam mulut Astri.

Keempat lelaki itu membiarkan Astri tergeletak di meja sekian lama. Tetapi perempuan itu akhirnya menangis terisak-isak saat didudukkan di meja dan ikatan tangannya dilepas.

“Sekarang kamu jalan merangkak ke kamar mandi, terus mandi yang bersih. Habis ini kita pergi untuk melanjutkan produksi video. Cepat dan jangan macam-macam,” kata Gendut sambil mendorong Astri hingga terguling ke lantai.

Perlahan perempuan itu merangkak. Lae tak melewatkan adegan langka itu. Seorang perempuan berjilbab dengan wajah basah sperma dan tak ada kain lain yang melekat di tubuh matangnya, merangkak perlahan. Dari belakang, diambilnya close up gambar selangkangan Astri dengan sperma yang masih meleleh keluar dari celah memeknya yang agak membuka. Astri hampir sampai kamar mandi ketika Dower mendekatinya dari belakang. Lelaki itu memegangi kedua pantat telanjangnya yang bundar.

“Sebentar. Ada yang kelupaan. Gue lupa pantat loe masih perawan,” katanya.
“Jangan….auhhhh… jangannn…” Astri merintih merasakan dua jari Dower menusuk memeknya.
“Aaakhhhh….sakkiiiit… jangan di situ…. ohhhh…” rintihan Astri makin keras.

Dua jari Dower kini berusaha memasuki lubang pantatnya yang sempit. Tapi percuma saja Astri melawan. Lelaki itu begitu kuat, sementara ia sudah kehabisan tenaga. Apalagi, tiga lelaki lainnya kini ikut merubungnya.
“Udaaah… nggak apa-apa Mbak. Mending disodomi sekarang daripada nanti habis mandi,” kata Lae, sambil menghidupkan lagi kameranya.

Astri cuma bisa menggigit bibirnya, menahan pedihnya pantatnya yang mulai diterobos kontol Dower. Tapi akhirnya ia menjerit histeris ketika Dower berhasil menembus lubang sempit itu. Pandangan matanya berkunang-kunang selama 10 menit aksi sodomi itu, sampai akhirnya Dower menumpahkan lagi spermanya, kali ini ke dalam lubang pantatnya.

Tak pernah terbayangkan oleh Astri akan diperlakukan sedemikian rupa. Berada di dalam kamar mandinya sendiri, dikerumuni empat lelaki asing yang semuanya telanjang. Jangankan telanjang bulat, untuk membuka jilbab seperti saat ini dilakukannya pun, ia sudah bertekad untuk tidak melakukannya di hadapan lelaki yang tak dikenalnya.

Tapi yang tak terbayangkan itu kini terjadi. Astri mengguyur sekujur tubuhnya, membersihkan bekas-bekas pemerkosaan di hadapan 4 pasang mata lelaki, salah satunya dengan kamera yang menyala. Lalu, bukan ia sendiri yang menyabuni setiap inchi tubuhnya, tetapi para lelaki itu. Bayangkan, bagaimana mereka menyabuni teteknya sambil sesekali nakal memilin-milin kedua putingnya.

Tak terbayangkan pula tangan-tangan kasar menyabuni pangkal pahanya yang sudah pasti diikuti dengan masuknya dua tiga batang jari ke lubang memeknya. Pengalaman baru pula bagi Astri ketika harus mencuci bersih empat batang kontol yang tadi memperkosanya. Malah, salah satu dari mereka, tak mampu menahan diri, menyetubuhinya sekali lagi di bawah shower !

Usai mandi dan menghanduki tubuhnya sampai kering bukan berarti akhir semua penghinaan itu. Keempat pemerkosanya melarangnya menutupi tubuhnya dengan handuk yang kecil sekalipun. Jadilah Astri dengan rambutnya yang lebat terurai sebahu, berjalan telanjang bulat diiringi keempat lelaki itu ke kamarnya. Astri agak lega ketika disuruh mengambil jilbab dan gamis dari lemari pakaian, meski dilarang mengenakan bra dan cd.
“Pakai jilbab dulu,” kata Gendut ketika melihat Astri hendak mengenakan gamis krem.
Jilbab itu pun kini terpasang, cukup panjang untuk menutupi teteknya. Tapi Gendut mendekatinya, memegang ujung jilbab dan menyampirkannya ke bahu.
“Ini nggak perlu ditutupi,” katanya seraya meremas-remas kedua tetek Astri yang tampak segar sehabis mandi.
Astri menunggu disuruh mengenakan gamisnya. Karena itu, ia agak kecewa ketika disuruh duduk di tepi ranjangnya, menghadapi kaca meja rias. Ia makin cemas saat kedua kakinya diangkat, hingga kini ia duduk mengangkang.
“Jembutmu lebat sekali, Mbak. Cukur dulu ya?” kata Dower sambil menyodorkan pencukur jenggot kepada Astri.
Tanpa banyak tanya, disemprotnya selangkangan Astri dengan busa pencukur.
“Cukur yang bersih ya? Jangan tersisa sehelai pun,” lanjutnya sambil mengucek-ucek selangkangan Astri.
Wajah Astri merah padam menahan malu. Tangannya gemetar saat mulai mencukur. Kedua matanya yang sayu meneteskan air bening. Tapi para lelaki itu tak peduli. Lae malah dengan santai bersila di lantai di hadapan Astri dan mengarahkan kameranya ke kesibukan di memek perempuan itu.
Akhirnya ritual bersih-bersih itu usai. Astri melemparkan pencukur ke lantai dengan frustrasi. Tiba-tiba Gendut mendorongnya hingga jatuh terlentang ke ranjang.

“Kita lihat, sudah bersih belum,” katanya, lalu mengelap memek Astri dengan ujung sprei.

Memek perempuan dewasa itu kini tampak mulus dengan kulit kemerahan. Gendut merapatkan wajahnya ke selangkangan Astri. Tak disangka, ia menemukan dua helai rambut kemaluan Astri masih belum tercukur. Dicabutnya satu persatu. Akibatnya, Astri dua kali menjerit kesakitan. Tapi perempuan itu diam-diam lega juga, karena lidah lelaki itu kemudian menjilati kulit bekas tempat tumbuhnya rambut yang dicabut itu.

“Nanggung ah…. aku kepengen lagi,” tiba-tiba Gendut berlutut dan langsung menempatkan kontolnya ke lubang memek Astri. Teman-temannya kontan protes.
“Eh jangan Ndut… dia kan udah mandi…”

“Alaaa nggak apa-apa. Gue janji ngecrot di luar,” kata Gendut sambil mendorong kontolnya masuk.
Astri mengerang tanpa daya. Ia tak bisa lagi menghitung sudah berapa kali disetubuhi sesiang ini. Betul saja, Gendut menarik keluar kontolnya begitu mencapai orgasme untuk kesekian kalinya. Tapi yang Astri tidak tahu, Gendut menampung spermanya ke dalam cangkir. Gendut lalu menyodorkan gelas itu kepada Panjul. Astri tak kuasa menolak ketika rahangnya dicengkeram sehingga mulutnya membuka dan sperma Gendut dicurahkan ke dalamnya. Astri terpaksa menelannya dengan penuh rasa jijik.

Yang ditunggu Astri datang juga. Ia akhirnya diminta memakai gamis kremnya. Panjul berlagak merapikan gamis Astri. Tapi sebetulnya ia cuma ingin merasakan lagi menyentuh tetek dan memek Astri dari luar busananya.

Keempat pemerkosa itu kemudian menggiring Astri keluar. Di halaman rumahnya yang berpagar rapat, mereka berhenti di samping mobil komplotan itu.
“Kita foto bersama dulu,” kata Lae.
Lagi-lagi Astri harus tersiksa. Perempuan berjilbab dan bergamis itu kini diapit Gendut dan Dower. Gendut melepaskan tiga kancing atas gamis Astri hingga kini sepasang teteknya terbuka. Digenggamnya tetek kanan Astri hingga tampak tegak. Tetek kiri digenggam Dower sambil mengulum putingnya. Dower pun mengangkat kaki kiri Astri setelah Panjul menarik gamisnya sampai batas pinggang. Panjul duduk di bawah sambil memeluk paha kanan Astri dan dua jarinya tampak masuk ke memeknya.
“Yak… pose yang bagus !” seru Lae sambil menghidupkan kameranya.

Dengan tripod ditaruhnya kameranya. Ia lalu bergabung dengan teman-temannya. Lae langsung duduk di sebelah Panjul. Dua jarinya ikut masuk dan bersama Panjul melebarkan lubang memek Astri.

Mobil kini mulai berjalan meninggalkan rumah Astri. Tapi tampaknya ini baru permulaan bagi artis berjilbab ini. Betapa tidak, ia sama sekali tak kebagian kursi. Ia kini dibaringkan di atas paha tiga lelaki. Gamisnya tertarik sampai ke pinggul dan kini memeknya tengah dipermainkan. Leher botol Mansion terjepit di situ. Guncangan mobil menyebabkan isi botol yang tinggal separuh, sesekali masuk ke memeknya. Klitorisnya sampai memerah karena terus dikucek-kucek. Sementara bagian dadanya terbuka bebas dan ada tangan-tangan yang tengah beraktivitas di situ. Kedua putingnya terus diputar-putar seperti tombol radio, menimbulkan suara-suara rintihan dari bibir tipisnya. Sebatang kontol yang tegang pun menempel rapat di pipinya yang mulus.

KISAH PPT

Hari yang sangat melelahkan di kantor, acara bedah buku yang berlangsung dari pagi hingga siang membuat Aya lemas. Begitu sampai di rumah, dia langsung menghempaskan tubuh montoknya di sofa. Masih dengan memakai kemeja, hanya melepas sepatu dan kaos kakinya, ia tiduran telentang di sofa ruang tengah, depan televisi. Karena sejuknya hembusan udara dari AC yang disetel dingin, beberapa saat kemudian, dia sudah tertidur pulas.

Di luar, terdengar suara motor ustad Ferry berhenti di depan rumah. Laki-laki itu baru pulang dari musholla. Haifa, istrinya, masih mampir sebentar di toko seberang jalan untuk beli sesuatu. Begitu masuk ke dalam, langkah sang Ustadz langsung terhenti.

”Ohh…!!” Betapa kagetnya dia saat dari balik almari buku yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga, matanya melihat Aya yang tidur telentang di sofa. Bukan karena ada yang aneh -Aya sudah sering tidur di sofa itu- namun yang membuat langkah ustadz Ferry terhenti adalah posisi tidur Aya yang begitu menggiurkan.

Istri Azzam itu menyandarkan kakinya tinggi-tinggi ke sandaran sofa, membuat rok satinnya tersingkap hingga ke perut, menampakkan betis dan pahanya yang putih mulus. Bahkan kalau diperhatikan lebih jeli, juga bokong Aya yang bulat montok, yang masih terbalut celana dalam warna putih. Dengan jantung berdebar kencang, mata Ustad Ferry menelusuri, mulai dari betis, lalu naik ke paha, dan akhirnya berhenti di pantat Aya yang membulat indah. Meskipun dia sudah sering melihat Aya telanjang, namun tak urung pemandangan ini membuat gejolak birahinya mengalir deras.

“Ck-ck-ck… Aya, Aya, kenapa tubuhmu begitu menggoda?” batin ustad Ferry dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala. Cukup lama dia memandangi paha mulus Aya sambil tiada henti berdecak kagum.

”Eh, papa ngapain?” Haifa yang baru masuk rumah menegur, mengagetkannya.

”Eh, mm… ini… mm…” ustad Ferry menjawab gugup.

”Hayo! Ngintip Aya lagi yah… ih, papa nakal!!” bisik Haifa pelan sambil mencubit perut sang suami.

Ustad Ferry terkikik geli. ”Mmm… habisnya, siapa yang nggak tergoda lihat Aya kayak gitu.” dia menunjuk Aya yang tidur telentang di sofa dengan rok tersingkap pada sang istri.

”Eitt… ih, papa genit!” Haifa berkelit saat ustad Ferry memeluk tubuhnya dari belakang. ”Bentar, aku betulin rok Aya dulu.” kata Haifa sambil berusaha melepas pelukan sang suami.

”Mmm… Nggak boleh. Aku pengen tubuh mama sekarang.” bisik ustad Ferry, tetap merangkul erat tubuh sintal sang istri. Sementara matanya masih lekat memandang kemontokan bokong Aya yang masih terlelap di depan sana.

”Tiap habis ngintip Aya, pasti jadi kayak gini.” keluh Haifa, agak jengkel tapi juga suka. Memang, cukup sering ustad Ferry mengintip Aya -baik dalam keadaan telanjang maupun baju tersingkap seperti sekarang- dan ujung-ujungnya, laki-laki itu akan langsung menarik Haifa untuk diajak bercinta dengan sangat menggebu-gebu. Haifa tentu saja sangat suka dengan momen-momen seperti ini karena dia akan sangat terpuaskan.

”Adikmu itu bener-bener sexy ya, Ma?” sambil meremas pelan payudara sang istri, mata Ustad Ferry tidak lepas dari bokong montok Aya.

”Iya, siapa dulu dong kakaknya!” bisik Haifa manja.

”Uh, bener-bener gadis yang sempurna.” Mata sang Ustad semakin jalang.

”Ih, ada yang bergerak di bokong mama nih,” bisik Haifa pelan sambil menggesekkan pantatnya yang lebar pada penis ustad Ferry yang sudah menegang dahsyat.

”Uuh…” desah sang Ustad. Ia makin menekan penisnya ke bokong bulat sang istri. Sambil terus menikmati pemandangan bokong indah Aya, ia mulai menciumi pipi dan telinga Haifa. ”Ma, papa pengen nih.” bisiknya mesra.

”Aahh… jangan di sini, Pa. Nanti Aya bangun.” desah Haifa, tubuh montoknya menggeliat pelan.

”Nggak apa-apa, Ma. Biar aja dia bangun, kita ajak main sekalian, seperti biasa.” bisik ustad Ferry sambil semakin liar menciumi pipi dan telinga istrinya, sementara matanya masih memandang nanar pada bokong bulat Aya.

”Aaahhh… terserah papa aja!” Haifa menggeliat pasrah kegelian karena tangan sang Ustad mulai kembali meremas-remas payudaranya.

Dengan liar, tangan ustad Ferry menyelusup ke balik kemeja sang istri. Ia preteli kancing baju Haifa satu per satu dan mengangkat BH wanita cantik itu ke atas -mengeluarkan payudara Haifa yang bulat besar- lalu meremas-remasnya dengan penuh nafsu, dengan mata tetap lekat memandang paha dan bokong indah Aya. Dia juga terus menggesekkan penisnya yang semakin menegang ke pantat bulat Haifa yang masih terbalut rok panjang berenda.

”Papah!” desah Haifa pelan sambil menggerakkan pinggulnya, menyambut gesekan penis sang suami.

”Aarrgghh…“ ustad Ferry mengerang sambil menggigit lembut tengkuk sang istri, membuat bulu kuduk Haifa berdiri. Tangannya yang satu mulai menyusup ke dalam rok panjang wanita cantik itu.

”Eeuhh… Paaa!” Haifa menggeliat mendongakkan kepala ketika tangan nakal ustad Ferry mulai meremas vaginanya yang masih terbungkus celana dalam. Dengan cepat ia memasukkan tangan ke dalam rok lalu menarik dan melepaskan celana dalamnya, membuat tangan ustad Ferry semakin bebas bergerak.

”Mama bener-bener pinter.” bisik sang Ustad. Tangannya mulai mengelus dan meremas vagina Haifa yang sudah basah licin.

”Aaahh… Papaaa!” Haifa menggeliat sambil melebarkan pahanya, memberi ruang agar tangan sang suami bisa meremas seluruh vaginanya. Tangannya menjulur ke atas, meraih kepala ustad Ferry yang asyik menjilati tengkuknya, membuat dadanya yang bulat indah kian membusung ke depan.

”Ssss… aaahh…” desah Haifa menikmati semua aktivitas sang Ustad pada tubuhnya.

Sambil terus menjilati tengkuk sang istri, tangan kiri ustad Ferry meremas-remas payudara Haifa, sedangkan tangan kanannya mengelus vagina wanita cantik itu. Rok panjang Haifa sudah tersingkap sampai perut, menampakkan kemaluan Haifa yang licin dan berbulu lebat. Dengan kondisi seperti itu, ustad Ferry makin leluasa mengelus maupun meremas vagina sang istri, sambil matanya terus memandang penuh nafsu ke arah bokong bulat Aya.

Melihat pemandangan tersebut, nafas ustad Ferry semakin memburu, dipeluknya tubuh montok Haifa begitu erat. Kini posisi mereka berdiri berhadapan sehingga payudara Haifa yang montok terhimpit di dada sang Ustad. Sambil terus memandangi bokong Aya, tangan ustad Ferry meremas kuat bokong istrinya. Dia membayangkan seandainya yang dia remas adalah bokong bulat Aya, sang adik ipar.

Haifa menurunkan tubuhnya dan berjongkok tepat di depan selangkangan sang suami. Dengan cekatan dia lepas ikat pinggang ustad Ferry dan menarik resluitingnya turun. Lalu menarik celana panjang sekaligus celana dalamnya sampai ke bawah. Seketika penis ustad Ferry yang sudah menegang maksimal menyembul dengan gagahnya, tepat di depan wajah cantik Haifa yang masih berbalut jilbab lebar. Setelah beberapa kali mengelus, Haifa memasukkan penis itu ke dalam mulutnya dan menghisapnya dengan rakus.

”Aaaarrgghhh…” erang ustad Ferry pelan, matanya terpejam, berusaha meresapi kehangatan yang menyelimuti kepala penisnya, yang sekarang berada di dalam mulut manis sang istri. Dengan tangan kiri, dia berpegangan pada almari, sedangkan yang satunya memegangi kepala Haifa dan menggerakkannya maju mundur dengan cepat seiring kuluman wanita cantik itu.

Sambil menikmati hisapan Haifa pada penisnya, mata ustad Ferry kembali terbuka, memandangi tubuh molek Aya yang masih tertidur dengan posisi yang sangat menggairahkan di depan sana. Untuk merangsang sang istri, ustad Ferry menggerakkan kakinya. Dengan punggung telapak kaki, ia gesek-gesek vagina sempit Haifa yang jongkok mekangkang di depannya sehingga vaginanya benar-benar terekspose.

“Uuhhmm…” Haifa langsung mendesah keenakan, ia semakin bersemangat mengulum penis sang Ustad, apalagi saat punggung kaki ustad Ferry mengenai kelentitnya, lendir vaginanya jadi keluar semakin banyak, bahkan sampai menetes-netes di lantai.

”Aaaahh… Mamaa!!” erang ustad Ferry, dia sudah tidak tahan lagi, kuluman istrinya terasa begitu nikmat. Segera diangkatnya tubuh molek Haifa dan dipeluknya dengan sangat bernafsu. Sambil diiringi ciuman bibir yang ganas dan panas, didorongnya tubuh Haifa mepet ke tembok. Ustad Ferry mulai mendesakkan penisnya ke arah vagina sempit sang istri. Haifa menyambutnya dengan menopangkan kaki kirinya ke almari, membuka selangkangannya lebar-lebar untuk sang suami sehingga vaginanya benar-benar terekspose dengan jelas, siap menerima apapun perlakuan sang Ustad.

”Arrrrggh…” ustad Ferry menggeram pelan ketika perlahan penisnya mulai mendesak masuk ke dalam vagina sang istri. Pelukannya semakin erat.

”Eeeehh…” Haifa menyambut penis sang suami dengan memajukan pinggulnya, sehingga perlahan namun pasti, penis ustad Ferry tenggelam dalam cengkeraman vaginanya.

”Uuuhh… Mamaa!” ustad Ferry meremas bokong istrinya kuat-kuat ketika dia mulai menggerakkan penisnya keluar masuk di dalam vagina sang istri.

”Eeeuuhh…” tubuh montok Haifa bergetar kuat ketika sodokan penis sang suami pada vaginanya terasa semakin cepat dan kencang. Karena bokongnya dipegangi oleh ustad Ferry, ia jadi tidak bisa menggerakkan pinggulnya untuk mengimbangi. Haifa hanya bisa memeluk suaminya sambil melingkarkan kaki kirinya ke pinggang laki-laki itu saat gerakan pinggul sang ustad semakin keras dan liar.

Karena nafsunya sudah diubun-ubun, Haifa pun berteriak kencang tak lama kemudian. “Aaahh… aaaahh… aaakkhhh…” erangan dan desahan panjang keluar dari mulut manisnya, terdengar begitu syahdu mengiringi gelinjang tubuhnya saat menyambut gelombang orgasme yang datang menerjang secara cepat dan tiba-tiba.

Ustad Ferry yang merasakan vagina istrinya mencengkeram begitu kencang saat menyemburkan cairan cintanya, bukannya berhenti, malah makin mempercepat genjotannya. Tangannya semakin kuat memegangi bongkahan bokong montok Haifa. Sementara mulutnya menempel dan menyusu di bulatan payudara wanita cantik itu, menghisap dan mencucup putingnya yang merah merekah secara bergantian, kiri dan kanan.

”Arrgghhhh… aaaarrggghh…!!!” geraman ustad Ferry tertahan di tenggorokan ketika dia menyodok kuat vagina sang istri. Ia tekan penisnya dalam-dalam saat spermanya muncrat berkali kali ke dalam rahim Haifa. Mereka berpelukan erat sambil terpejam, menikmati orgasme masing-masing, kemudian terdiam. Beberapa kali tubuh mereka masih menggelinjang kecil menikmati sisa-sisa orgasme yang masih melanda.

”Ehh… hh… hh… fiuhh!” hanya desah nafas mereka berdua yang terdengar. Sementara di depan sana, seperti tidak terganggu sama sekali, Aya masih tetap terlelap dengan posisi tidurnya yang sexy.

***

Matahari masih bersinar terang sore itu saat Azzam pulang ke rumah. Dilihatnya Aya sedang sibuk menyetrika setumpuk cucian kering di ruang tengah. Disebelahnya, duduk di depan teve, tampak Haifa yang sepertinya asyik menonton acara Tausiyah. Bang Ferry tidak terlihat, tapi dari suara guyuran air di kamar mandi, sepertinya laki-laki itu sedang mandi.

”Tumben sudah pulang, Zam?” sapa Haifa ramah pada adik iparnya.

Azzam mengangguk. ”Iya, Kak. Badanku agak nggak enak, meriang. Mungkin mau flu.”

”Cepat istirahat aja.” kata Haifa. ”Minta buatkan teh hangat sama Aya.” tambahnya.

”Iya, Kak.” Azzam tersenyum dan menghampiri sang istri. Dipeluknya Aya dari belakang. ”Kamu dengar kan apa kata kakakmu?” tanyanya menggoda.

”Jangan ganggu, aku lagi nyetrika nih.” ketus Aya.

”Hei, suamimu ini lagi sakit lho.” sergah Azzam.

”Halah, sakit kok pake pegang-pegang segala!” Aya melirik tangan Azzam yang perlahan melingkar di depan dadanya.

”Hehe,” Azzam tersenyum. ”Aku pengen, Sayang.” dipencetnya payudara Aya bergantian, terasa sangat empuk dan kenyal sekali. Azzam menyukainya.

”Nanti malem aja,” Aya menyingkirkan tangan itu. ”Aku lagi sibuk!” dengusnya.

Tidak ingin mundur, Azzam berganti posisi. Kali ini bokong bulat Aya yang jadi sasaran. Dengan nakal dibelainya daging montok itu.

”Zam!” Aya mendelik, jelas terlihat tidak suka.

”Hei, kalau suami lagi pengen, istri nggak boleh menolak lho.” ancam Azzam. ”Itu kata Nabi.” tambahnya untuk meyakinkan.

Tapi Aya tetap tidak peduli. Dia terus berusaha menyingkirkan tangan Azzam dari atas tubuhnya. ”Aku capek, Zam. Tadi banyak kerjaan di kantor. Mengertilah sedikit.” mohon Aya.

”Aku juga capek, Sayang. Tapi aku menginginkanmu.” Azzam terus memaksa. Kali ini mulutnya menyerbu, menyosor bibir tebal Aya dan melumatnya dengan rakus.

”Hmph… Zam!” sedikit berteriak, Aya mendorong tubuh laki-laki itu. Ciuman mereka terlepas. ”Kak Haifa, Azzam nih… nakal.” manja Aya pada Haifa.

Haifa yang sedang menonton teve jadi ikut tertawa melihat ulah dua anak muda itu. ”Sudahlah, Zam. Kasihan Aya, nanti kan juga masih bisa.” katanya kemudian.

”Tapi aku pengennya sekarang, Kak.” sahut Azzam.

”Dasar keras kepala!” sungut Aya sambil memalingkan mukanya dan kembali menekuri setrikaannya yang masih setumpuk.

”Ayolah, Aya sayang.” Azzam mencoba untuk merayu kembali. Dipegangnya pundak Aya.

”Tidak!” tapi Aya tetap bersikukuh pada pendiriannya. Entah kenapa, sore ini, ia begitu malas melayani Azzam. Biasanya ini tanda-tanda kalau siklus mens-nya bakal segera datang. Emosinya jadi gampang tersulut.

Azzam yang juga mengerti hal itu, dengan terpaksa mengurungkan niat. Tapi sebelum benar-benar mundur, dia melontarkan ancaman terakhir pada Aya. ”Baiklah, kalau kamu nggak mau. Aku minta sama Kak Haifa aja.” gertaknya.

”Silahkan, kalau Kak Haifa mau!” di luar dugaan, Aya dengan enteng menanggapi, membuat Azzam jadi tak tahu harus berkata apa lagi. ”Ayo, lakukan sana!” semprot Aya sinis, tangannya kembali lincah bermain di papan setrika.

Menghela nafas, Azzam akhirnya berkata. ”Baiklah, tapi jangan nyesel ya kalau nanti malam kamu nggak aku urus.” sehabis berkata, Azzam memutar tubuhnya dan melangkah mendekati Haifa yang memandangnya sambil tersenyum.

”Kenapa, nggak dikasih ya?” tanya wanita cantik itu.

”Iya nih. Lagi badmood dia.” Azzam duduk di sebelah Haifa dan membelai lembut tangan kakak iparnya. ”Kakak bisa bantu aku kan?” tanyanya kemudian, sedikit memaksa, tidak ingin ada penolakan.

Haifa tertawa. ”Kamu itu, nggak bisa banget nahan nafsu. Coba itung, sudah berapa kali kamu niduri Kakak minggu ini? Lebih banyak kan daripada tidur dengan Aya!”

Azzam tercenung, lalu mengangguk. ”Iya, bener juga ya…” baru kemarin mereka main. Dan sekarang, Azzam sudah minta lagi. ”Tapi nggak apa. Habis tubuh Kak Haifa seksi banget sih, bikin aku jadi pengen terus. Lagian, Aya juga nggak keberatan. Iya kan, Sayang?” teriak Azzam pada Aya.

”Tau ah! Bodoh!” sahut Aya tanpa menoleh.

”Nah, Kakak dengar sendiri kan? Jadi bagaimana, Kak Haifa mau?” sambil berkata, Azzam memindah tangannya, mengelus paha dan pinggul Haifa yang masih tertutup baju panjang. Tapi karena kain itu sedikit tipis, Azzam jadi bisa merasakan kulit paha Haifa yang halus dan mulus, membuatnya semakin terangsang dan tak tahan.

”Aku tolak pun, kamu pasti akan memaksa. Jadi, ya… terserah kamu lah!” Haifa mengedikkan bahunya dan mengangguk.

Tersenyum senang, Azzam segera mencium bibir kakak iparnya itu. ”Terima kasih, Kak.” ucapnya sambil dengan cepat membuka kancing baju panjang yang dikenakan oleh Haifa.

Menoleh kepada Aya, dada Haifa terasa bergemuruh, dirasakannya semua bulu kuduknya berdiri. Sensasi ini telah lama ia rindukan, main dengan Azzam di depan Aya! Sebelumnya mereka lebih sering main berdua, sendiri-sendiri, di kamar yang berlainan; Azzam dengan dirinya, sedangkan Aya dengan ustad Ferry. Tidak pernah dalam satu ruangan seperti sekarang ini. Meski Aya tidak menolak, tapi Haifa tahu kalau adiknya itu memperhatikan apa yang tengah ia lakukan bersama Azzam. Namun karena tidak ada protes dari gadis itu, Haifa pun meneruskannya. Pasrah, ia biarkan jari-jari Azzam yang nakal bermain-main di atas gundukan bukit kembarnya.

Azzam yang sepertinya mendapatkan angin dari sang istri, sepertinya juga tidak mau buru-buru. Meski sudah sangat terangsang, ia tidak lepas kendali dengan menelanjangi Haifa cepat-cepat. Dinikmatinya tubuh molek sang kakak ipar inci demi inci, pelan-pelan, satu per satu, bagian demi bagian. Dimulai dari buah dada Haifa yang bulat dan montok. Dengan sabar Azzam meremas-remasnya. Tangannya menangkup benda padat itu, dua-duanya. Meski masih tertutup beha, tapi ia bisa merasakan teksturnya yang empuk dan kenyal saat memijitnya.

”Oughh… Zam!” rintih Haifa saat Azzam terus mempermainkan payudaranya. Dalam beberapa detik, deru nafasnya mulai tidak teratur akibat perbuatan sang adik ipar. Susah payah Haifa berusaha menahan gejolak dalam dirinya, tapi mana bisa kalau tanpa menepis tangan Azzam yang kini bergerak semakin liar!

Tidak menjawab, Azzam perlahan membuka jilbab lebar yang dikenakan oleh Haifa. Awalnya Haifa mencoba untuk menahan tangan pemuda itu, tapi Azzam segera menepisnya. ”Ssst… aku nggak ingin nambah dosa, Kak.” bisiknya. Haifa pun menyerah. Dibiarkannya Azzam menarik kain merah itu hingga rambut panjangnya kelihatan.

”Kakak cantik,” Azzam mengusap rambut Haifa sebentar sebelum meraih dagu perempuan cantik itu dan mendekatkan mulutnya, mengecup bibir tipis Haifa.

Bergetar hati Haifa saat menerimanya. Perlahan ia membuka bibirnya dan mengulum lidah Azzam yang menerobos masuk. Dengan cepat ia larut dalam pagutan panas itu, terlihat dari mata Haifa yang tertutup rapat dan dengus nafasnya yang semakin cepat. Di bawah, dengan kedua tangannya, Azzam berusaha menarik turun baju panjang Haifa. Tanpa perlawanan, Haifa membiarkannya. Tubuh moleknya sudah setengah telanjang sekarang. Hanya tersisa bra putih tipis yang menutupi payudara montoknya. Dan itupun tidak bertahan lama, karena sembari terus berciuman, Azzam mencari pengaitnya di punggung Haifa. Dan begitu sudah ditemukan, segera dibukanya dengan cepat. Beha itu jadi kendor sekarang, sedikit menumpahkan payudara Haifa yang bulat padat ke bawah. Perlahan Azzam menurunkan tali penyangga yang melingkar di atas pundak Haifa, ditariknya ke samping, lalu disentakkannya ke depan begitu cepat.

Haifa sedikit terhenyak saat bukit kembarnya yang masih kencang, bulat dan padat, terburai keluar. ”Aih.” ia sedikit memekik, ingin menutupinya, tapi tangan Azzam sudah keburu mencegahnya. Laki-laki itu dengan nanar menatap puting Haifa yang mengacung tegak menantang, sebelum akhirnya merabanya tak lama kemudian.

“Ah, Zam… aku malu,” lirih Haifa.

”Malu? Bukankah sudah sering kakak telanjang di depanku.” kata Azzam tak mengerti, jalan pikiran wanita memang begitu membingungkan.

”Iya, tapi tidak di luar seperti ini.” Haifa melirik Aya yang masih tampak sibuk dengan pekerjaannya.

”Kak Haifa sungkan sama Aya?” tanya Azzam.

Haifa mengangguk.

Azzam tertawa. Dan sebelum dia berkata, Aya sudah memotong duluan. ”Nggak usah sungkan, Kak. Aku nggak apa-apa kok.”

Azzam tertawa semakin lebar, sementara Haifa tersenyum malu-malu dengan muka memerah. ”Ah, baiklah kalau begitu.” katanya.

”Baiklah apanya, Kak?” goda Azzam. Tangannya masih hinggap di gundukan bukit kembar Haifa, dan tak henti-henti meremas benda bulat padat itu.

”Ah, kamu! Masa harus dikatakan!” sahut Haifa, wajah cantiknya berubah jadi agak memerah.

”Hehe, iya, Kak.” tersenyum gembira, Azzam mengambil tangan kiri Haifah dan kemudian diletakkannya di bawah perut, tepat di atas gundukan penisnya.

”Hm, Zam!” masih sedikit malu-malu, Haifa mengelus-elus batang itu dari luar celana, naik-turun, sambil sesekali menggenggam dan memencetnya pelan.

Sebentar mereka bertatapan, saling memandang, sebelum Azzam merengkuh bahu mulus Haifa dan perlahan-lahan merebahkannya ke sofa. Azzam mulai meraba kedua bukit kembar milik sang kakak ipar, sementara Haifah, memegang tangan Azzam. Bukan bermaksud untuk melarang, tapi malah ingin meminta agar Azzam segera memanjakannya. Mengangguk mengerti, Azzam segera mengecup tubuh Haifah. Dimulai dari leher jenjang wanita cantik itu, kemudian perlahan turun ke dua bukit kembar Haifa yang masih terlihat membusung indah meski dalam posisi tiduran, menunjukkan kalau benda itu benar-benar padat dan mengkal. Sambil meremas-remasnya, Azzam menjulurkan lidahnya dan mulia menjilat. Ia susuri permukaannya yang halus dan mulus, menggigit pelan di beberapa bagian, menekan-nekan dengan hidungnya, dan diakhiri dengan sedotan kencang di ujung putingnya.

”Auwghh!!” Terdengar erangan keras seorang wanita, yang tentu saja keluar dari mulut manis Haifa. Mendesis seperti kepedesan, kedua tangannya meraih rambut gondrong Azzam, sedikit menjambaknya, sebelum kemudian menekannya kuat-kuat agar Azzam semakin cepat menjilat di atas putingnya.

Dengan lidahnya, Azzam terus mempermainkan daging kemerahan itu; mulai dari mencucup, menghisap, sedikit menggigit, hingga menariknya kuat-kuat saat Haifa menjambak rambutnya semakin keras. Begitu terus bergantian, kiri dan kanan. Setelah keduanya basah dan mengkilat, barulah Azzam meneruskan gerilyanya. Lidahnya kini turun ke arah pusar Haifah, berputar-putar sejenak disana, sebelum semakin turun ke pusat sasaran, selangkangan kakak iparnya yang sempit dan legit.

Dengan cepat Azzam menelanjangi Haifa. Ditariknya baju panjang wanita cantik itu hingga terlepas, juga celana dalam merah berenda yang dikenakannya. Setelah Haifah telanjang, Azzam juga melepas bajunya sendiri. Setelah sama-sama bugil, dibiarkannya Haifah memegang penisnya sebentar -sekedar untuk mengagumi ukuran dan panjangnya- sebelum ia menurunkan tubuh dan berjongkok di depan kemaluan Haifah yang berbulu lebat.

”Eh, Zam, kamu mau ngapain?” selidik Haifah di atas sana, curiga dengan tingkah laku sang adik ipar.

Tidak menjawab, dengan tangan kanannya, Azzam menyingkap bulu lebat yang menutupi selangkangan Haifa, berusaha untuk menemukan pintu surganya.

”Jangan. Zaam! Kotor! Ahhh…” erang Haifah menahan gejolaknya. Ia tampak keberatan saat Azzam mulai menjilat vaginanya perlahan, tapi tidak sanggup untuk menolak. Sensasi yang diberikan oleh pemuda itu mustahil untuk dielakkan.

Azzam melirik zang kakak ipar, dilihatnya mata wanita itu terpejam rapat penuh kenikmatan. Ia pun meneruskan aksinya.

”Zaam… uh, gila kamu! Ssshhh… ahhh… tapi enak! Aghhh…” Haifa menjerit tertahan sembari menjambak rambut panjang Azzam. Lidah pemuda itu sudah menemukan klitorisnya sekarang, dan menjilat rakus disana. Azzam mencucup dan memilinnya sambil sesekali menghisap lembut, membuat Haifa kelojotan penuh kenikmatan.

”Zaam, aku nggak kuat! Ughhh… rasanya mau pipis!” teriak Haifa sambil berusaha menyingkirkan kepala sang adik ipar dari kemaluannya.

Tapi bukannya menjauh, Azzam malah semakin kuat membenamkan mukanya. Meski terasa agak sedikit sakit akibat jepitan paha Haifah, ia tidak peduli. Yang penting ia bisa mengantarkan istri ustad Ferry itu ke kenikmatan orgasme yang akan tiba sebentar lagi.

”Achhh… emmmhhh… Zaamm! Essss… ahhh…” menjerit tertahan, Haifa merasa seolah semua persendian di tubuhnya meluruh, memberinya sensasi nikmat yang tak mampu dicapai oleh pikirannya. Wanita cantik itu terkapar, tubuhnya nampak basah oleh keringat, sementara dari liang kemaluannya, meleleh cairan orgasme yang amat banyak.

Tersenyum, Azzam memeluknya. Dielusnya rambut dan kepala Haifah. Sementara Haifah yang kehabisan nafas, cuma bisa memejamkan mata sambil terdiam. Dibiarkannya tangan nakal Azzam kembali bermain-main di puncak payudaranya.

***

Aya menoleh saat ustad Ferry keluar dari kamar mandi. Air masih tampak menetes-netes dari tubuhnya yang telanjang. ”Ai, punya handuk?” tanya laki-laki itu tanpa merasa bersalah sedikit pun, padahal dia sudah membuat Aya rikuh dengan ketelanjangannya.

Belum sempat menjawab, mereka dikejutkan oleh teriakan Haifa dari ruang tengah, ”Achhh… emmmhhh… Zaamm! Essss… ahhh…” tampak tubuh montok Haifa terkejang-kejang beberapa kali sebelum akhirnya lemas di pelukan Azzam.

Ustad Ferry geleng-geleng kepala melihat perbuatan istrinya itu, ”Dasar! Baru juga siang tadi dikasih jatah, sekarang sudah main lagi.” gumamnya.

”Mungkin dia nggak puas kali tadi, Bang.” celetuk Aya.

”Heh, sembarangan! Kurus-kurus gini, aku masih mampu lho bikin kamu KO dalam tiga ronde.” ustad Ferry mendekati adik iparnya itu. Siluet tubuh Aya yang putih dan montok membuatnya tergoda.

”Iya, percaya-percaya.” Aya melipat setrikaannya yang terakhir dan menaruhnya di tumpukan baju yang sudah tersusun rapi. Dia kemudian menghadap pada ustad Ferry. ”Ini handuknya, Bang.” diberikannya kain tebal berwarna merah di tangannya pada laki-laki itu.

Tapi bukannya menerima, ustad Ferry malah asyik memelototi bulatan payudara Aya yang terlihat membusung indah di depannya. Benda itu tampak bergerak-gerak pelan naik turun seiring dengus nafas Aya yang sepertinya sedikit agak memburu. ”Kamu nggak apa-apa?” tanya ustad Ferry.

”Emmm… iya,” Aya menjawab dengan ragu. Di ruang tengah, rintihan dan lenguhan Haifa kembali terdengar. Entah apa yang sekarang dilakukan Azzam pada wanita cantik itu!

”Lihat, Ai… asyik banget mereka.” seru ustad Ferry. “Bikin pengen aja.” diliriknya Aya yang sekarang mukanya kelihatan semakin memerah.

Aya mengangguk, dan… ”Sini, bang. Biar Aya yang bersihkan tubuh abang.” kata gadis itu sambil berjalan mendekat. Disekanya tetesan air yang ada di tubuh sang ustad, dimulai dari lengannya.

Ustad Ferry tentu saja sangat surprise dengan tingkah adik iparnya ini. Apalagi sambil menyeka, tanpa sungkan Aya juga menempelkan toketnya yang bulat besar ke lengannya, membuat pikiran sang ustad jadi terpecah. Kalo Haifah sama Azzam saja bisa melakukannya, kenapa dia tidak? Toh Aya sepertinya juga tidak keberatan. Jadi, sambil memandang sang adik ipar penuh nafsu, ia pun berkata. ”Ai, bersihkan yang di bawah juga dong.” Dengan isyarat mata, ustad Ferry menunjuk burungnya yang sudah mulai tegang.

Tersenyum malu-malu, Aya mengangguk. Dia lalu jongkok dan memegangi burung sang Ustad dengan mata berbinar. ”Gede banget, Bang.” gumamnya sambil mengelus-ngelusnya mesra.

”Ah, kamu, Ai. Kayak baru pertama ngeliat aja.” kata ustad Ferry sambil menikmati tangan lentik Aya yang kini mulai mengocok pelan batang penisnya.

”Hehe,” Aya tersenyum.

”Hisap, Ai.” ustad Ferry mendorong maju sehingga kontolnya tepat berada di depan bibir Aya.

Tanpa menolak, Aya segera membuka mulutnya dan melahap daging panjang itu.

”Aghhhh… Ai,” lenguh ustad Ferry keenakan. Tangannya memegangi kepala Aya yang masih berbalut jilbab dan menggerakkannya maju mundur pelan-pelan.

”Hppmh… hpmhhp… hhmph…” Aya membuka bibirnya semakin lebar, berusaha mengulum dan menghisap penis ustad Ferry senikmat mungkin.

”Ouhhh… enak banget, Ai! Terus, hisap yang kuat!” rintih ustad Ferry diantara desahannya. Kini, sambil menghisap, Aya juga menggunakan jari-jarinya untuk memainkan biji pelir sang ustad, membuat kakak iparnya itu makin merintih dan melenguh keenakan. ”Oouhh… Ai! Pinter banget kamu! Ya, begitu… terus! Aghhh…”

***

Tidak ingin kalah dengan Aya, Haifa juga berusaha memberikan hisapan terbaiknya pada Azzam. Setelah beristirahat sejenak, sekarang tiba gilirannya untuk memuaskan laki-laki muda itu.

”Ahhh… Kak!” rintih Azzam. Terduduk di sofa, matanya terpejam merasakan sensasi bibir Haifa yang terus mengulas-ulas batang kemaluannya. Wajah Haifa memang lugu, tapi untuk urusan sedot-menyedot, dia lah jagonya. Azzam sudah merasakannya sejak pertama kali mereka bersetubuh, tepat di malam pernikahannya dengan Aya. Mungkin ini yang dinamakan bakat alam, tanpa dipelajari sudah pintar secara naluri.

Hisapan dan kuluman itu terus berlangsung beberapa saat sampai akhirnya Haifa berhenti tak lama kemudian. ”Kenapa, Kak?” tanya Azzam keberatan.

”Mulutku kelu, Zam. Burungmu gede banget sih.” Haifa tersenyum malu-malu.

”Hehe,” Azzam terkekeh bangga. ”Kalau gitu, kak Haifa rebahan aja, aku masukin sekarang.”

Tidak membantah, Haifa tiduran di sofa, telentang, dengan kedua kaki terbuka lebar-lebar, menampakkan lubang vaginanya yang basah dan memerah, siap untuk dimasuki.

”Tahan ya, Kak.” Azzam memasang posisi penisnya dan menusuk.

”Auw! Pelan-pelan, Zam!” Haifa meringis merasakan moncong senjata Azzam yang perlahan-lahan mendesak lubang kemaluannya. Benda itu terus menerobos dan meluncur masuk hingga terbenam seluruhnya. Mereka terdiam beberapa saat untuk memberi waktu bagi alat kelamin mereka untuk saling menyapa dan berkenalan. Setelah di rasa cukup akrab dan bisa saling menyesuaikan diri, barulah Azzam mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur.

”Ssshhh… enaak, Zam! Terus! Tusuk lebih dalam! Oughhhh…” erang Haifa keenakan. Tubuhnya mulai berkeringat walau udara sore itu sebetulnya cukup dingin.

”Gila! Seret banget, Kak. Dipakein apa sih?!” kata Azzam disela-sela genjotan nikmatnya.

”Ah, mau tahu aja kamu, Zam. Ini rahasia, cuma wanita yang boleh tahu, hehe…” kekeh Haifa dengan bangga.

Mencium kembali bibir wanita cantik itu, Azzam semakin mempercepat goyangan pinggulnya. ”Nanti Aya ajari juga ya, biar sama-sama rapet kayak punya kak Haifa.” bisiknya dengan tangan meremas dan memijit-mijit bongkahan susu Haifa yang bulat besar.

”Ehsss…” bergidik keenakan, Haifa mengangguk. ”Emang punya Aya nggak njepit ya?” tanyanya.

”Rapet juga sih, tapi lebih enak punya Kak Haifa. Padahal kan kak Haifa sudah pernah melahirkan, sedang Aya belum.” jelas Azzam.

Haifa mengangguk mengerti. “Iya deh, nanti aku ajari. Oughhh… shhhh…” sehabis berkata begitu, tubuhnya terlihat gemetar. Sensasi nikmat kembali melanda tubuh sintalnya. ”Aahh… Zam, aku mau pipis lagi! Aaaaahhhhhh…” Untuk kedua kalinya, Haifa melenguh panjang, pertanda telah mencapai orgasmenya yang kedua. Ia menjepit pinggang Azzam kuat-kuat saat cairan cintanya menyembur keluar.

Azzam sedikit meringis merasakan jepitan kaki Haifa di tubuhnya, tetapi dia mengerti akan apa yang sedang dialami oleh wanita cantik itu. Jadi dia menghentikan goyangannya dan membiarkan Haifah menikmati semburan klimaksnya.

Setelah beberapa saat, sesudah tiga kali guyuran air hangat pada batang penisnya, barulah Azzam beraksi kembali. Tapi dia berinisiatif untuk merubah gaya, sekarang disuruhnya Haifa untuk nungging membelakangi sambil berpegangan pada lengan sofa. Dengan posisi seperti ini, lubang kemaluan Haifa jadi semakin jelas kelihatan, begitu merah dan merekah, juga basah sekali, membuat sisa-sisa cairan cintanya yang masih meleleh keluar mengalir pelan menuruni bokong dan pahanya.

Tanpa kesulitan, Azzam memasukkan kembali penisnya. Bahkan kini ia bisa dengan lancar menggenjot tubuh sintal Haifa, sambil tangannya berpegangan pada payudara wanita cantik itu yang terayun-ayun indah seiring tusukannya.

”Ahhh… Zam! Terus! Tusuk yang dalam! Enak, Zam ! Aku merasa enak!” rintih Haifa sambil memeluk bantalan sofa. Semakin cepat Azzam menusuk, semakin keras pula jeritan istri ustad Ferry itu.

Azzam yang juga keenakan, memacu pinggulnya semakin cepat. Ia tidak peduli lagi meski di depannya, Haifa merintih dan menjerit-jerit semakin brutal.

”Hei, lirih sedikit napa! Malu dong didengar sama tetangga,” tegur ustad Ferry dari arah dapur.

Tersadar, Azzam segera mengurangi kecepatannya. Tapi ia tetap menusukkan penisnya dalam-dalam, menyambangi lorong kemaluan Haifa yang selama ini belum ia capai. ”I-iya, Bang!” sahut Azzam pada kakak iparnya. Dari sudut mata, ia bisa melihat kalau laki-laki itu lagi merem-melek keenakan menikmati hisapan Aya pada batang penisnya.

”Zam, aku mau pipis lagi!” desah Haifa tiba-tiba.

”Lho, cepet amat. Kakak sudah tiga kali, sedangkan aku masih belum sama sekali.” sahut Azzam.

”Habis enak banget sih,” kata Haifa dengan mata terpejam. ”Cepet keluarin, Zam. Kita sama-sama.” tambahnya lirih.

”Ahhh… iya, Kak.” mengangguk patuh, Azzam pun tidak menahan gairahnya lagi. Ia biarkan birahinya mengalir bebas, menuruni syaraf dan aliran darahnya, dan berkumpul tepat di ujung kemaluannya.

”Aahhhhh… Zam! Aku keluar!” jerit Haifa dengan tubuh gemetar dan kelojotan.

Bersamaan dengan saat itu, Azzam juga melepas air maninya. Sedikit menggeram, ia peluk tubuh montok Haifa erat-erat. Diciuminya leher dan pipi wanita cantik itu saat cairan kenikmatan mereka bertemu dan bercampur menjadi satu, memenuhi lubang rahim Haifa yang semakin terasa basah dan lengket.

”Ahhh… hh… hh… hh…” Keduanya terkapar di sofa dengan deru nafas yang saling berlomba. Haifa memeluk Azzam, sedang Azzam membelai mesra rambut lurus sang kakak ipar. Mereka saling mendekap dalam diam, lalu berpagutan sebentar, sebelum saling tersenyum tak lama kemudian.

”Terima kasih, Kak. Nikmat sekali.” bisik Azzam tulus.

Haifa mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada laki-laki muda itu.

***

Di sela-sela hisapannya, samar-samar Aya bisa mendengar pernyataan Azzam, ”Terima kasih, Kak. Nikmat sekali.” kata-kata yang sama yang sering diucapkan laki-laki itu setiap kali mereka selesai bercinta. Tapi sekarang, Azzam menujukannya untuk Haifa. Aya sedikit sakit hati, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Malah justru -entah kenapa- semakin menambah semangatnya untuk memperoleh kenikmatan yang sama dari ustad Ferry. Dia terus mengulum dan menghisap penis kakak iparnya itu semakin kuat dan nikmat.

“Ahh… ahh… terus, Ai! Ya, begitu! Ughh… jilatanmu nikmat sekali, Ai!” erang ustad Ferry dengan badan melengkung ke belakang, mendorong batang penisnya memasuki mulut sang adik ipar lebih jauh lagi.

“Hmph… hppmh…” terus mengulum, Aya sama sekali tidak bisa menjawab. Sementara di ruang tengah, sudah tidak terdengar suara lagi. Mungkin Azzam dan Haifa sudah terkapar tidur kelelahan.

Saat itulah, terdengar ketukan dan salam di pintu depan. Suara bang Jack. Aya menoleh sebentar, tapi segera melanjutkan kulumannya. “Cuma bang Jack,” katanya pada ustad Ferry.

Mengangguk mengerti, sang Ustad mempersilahkan merbot masjid itu masuk. ”Masuk aja, Bang. Nggak dikunci kok.” teriaknya pada bang Jack.

Terdengar suara gagang pintu diputar dan bang Jack pun masuk. “Pak Ustad, ini…” kata-katanya langsung terhenti begitu melihat apa yang terjadi di ruang tengah. Berpelukan di depan televisi, tampak Azzam dan Haifa yang tiduran mesra dengan tubuh masih sama-sama telanjang. Kulit tubuh mereka yang putih menyilaukan matanya.

Haifa menoleh dan tersenyum kepadanya, “Masuk aja, Bang. Tuh, pak Ustad ada di belakang.” Tunjuknya tanpa mempedulikan aurat tubuhnya yang meleler kemana-mana.

Tidak menjawab, bang Jack malah memelototi Haifa, memperhatikan mulai dari atas hingga bawah. Ia tampak terpesona oleh kecantikan alami Haifa, juga kemontokan tubuh wanita setengah baya itu. Terutama bulatan payudaranya yang sekarang berada di dalam genggaman Azzam. Tapi karena cuma yang kiri, jadi bang Jack bisa melihat yang kanan dengan sangat jelas. Benda tampak begitu bulat dan padat, dengan kulit putih kemerahan penuh bekas cupangan Azzam. Putingnya yang menonjol mungil kecoklatan membuat tangan bang Jack jadi gatal. Tanpa sadar, penjaga musholla itu melangkahkan kakinya mendekat dan jongkok di depan Haifa.

”Hmm, bu Ustad…” lirih bang Jack sambil tangannya terulur dan memegang payudara Haifa yang satu lagi. ”Ahhh…” desahnya pelan saat mulai memijit dan meremasnya perlahan-lahan.

”Ah, Bang. Sudah. Jangan. Aku capek.” tolak Haifa halus. Dia berusaha memirinkan tubuh untuk menyembunyikan tonjolan buah dadanya. Di sebelahnya, Azzam yang sudag tertidur pulas, sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi.

”Ayolah, Bu. Saya juga pengen nih.” bang Jack menarik tangan Haifa dan menaruhnya di atas tonjolan selangkangannya yang sudah menegang dahsyat.

”Iya, bang. Tapi aku capek. Aku habis main dua ronde sama Azzam.” Haifa menarik tangannya dan beringsut menjauh.

Bang Jack kembali membelai dan meraba-raba tubuh montok Haifa. Kali ini bokong Haifa yang bulat dan kencang yang menjadi sasarannya. ”Tubuh bu Ustad selalu bisa membangkitkan gairahku.” bisik bang Jack lirih, sambil tangannya memijiti bongkahan pantat Haifa kiri dan kanan.

Sedikit menggeliat, Haifa menunjuk ke arah dapur. ”Sama Aya aja, bang. Tubuhnya juga nggak kalah bagus sama punyaku.” dia menepis tangan bang Jack yang terasa mulai merambat menuju lubang vaginanya dengan halus.

”Tapi saya inginnya sama bu Ustad.” desak laki-laki itu. Kepalanya turun, dan menyambar mulut tebal Haifa dan melumatnya dengan rakus untuk beberapa saat.

“Hmmph!” Haifa cepat menarik kepalanya dan melotot. ”Jangan kurang ajar ya, bang. Kalau nggak mau ya sudah, lebih baik apa pergi dari rumah ini. Sekarang!” semprotnya marah.

Diancam seperti itu, bang Jack langsung terdiam. Dari arah dapur, terdengar suara ustad Ferry memanggil. ”Sini napa, Bang?! Sama aja kok. Jangan bikin istriku marah,”

Bang Jack menoleh. Dari tempatnya duduk, bisa dilihatnya tubuh montok Aya yang sedang asyik melumat kontol ustad Ferry. Tersenyum, dia pun beranjak dan pergi ke dapur. ”Kalau bu Ustad sudah kuat, saya tunggu di dapur. Hehe…” kekehnya pada Haifa.

Cuma menjawab dengan dengusan, Haifa mengeratkan pelukannya pada tubuh Azzam dan menutup mata, berusaha untuk ikut terlelap.

”Pak Ustad, saya boleh gabung nggak? Saya pengen banget nih habis lihat tubuh telanjang bu Ustad.” kata bang Jack pada ustad Ferry.

”Gabung aja, Bang. Aya kayanya kuat kok muasin kita berdua. Hehe…” kekeh ustad Ferry, yang langsung disambut tatapan tajam oleh Aya.

Ikut tertawa, bang Jack langsung mengusap dan meremas-remas bokong bulat Aya yang tersaji indah di depannya. Tidak puas melakukannya dari luar, dia pun mengangkat rok lebar Aya hingga tersingkap ke pinggangnya, memperlihatkan bokong lebar Aya yang masih tertutupi oleh celana dalam warna merah. ”Ai, mulus sekali bokongmu.” lirih bang Jack sambil mulai mengusap dan menciuminya.

Sedikit menggeliat, Aya tidak sanggup untuk menolak. Dia terlalu sibuk berkonsentrasi memuaskan ustad Ferry. Penis laki-laki itu terasa semakin padat dan nikmat di dalam mulutnya.

Merasa mendapat angin, bang Jack meneruskan aksinya. Ditelusurinya tubuh montok Aya sebentar sebelum memeluk dan mendekapnya erat dari belakang. Dicumbunya leher istri Azzam itu dan dijilatinya dengan rakus saat sudah berhasil menyingkap jilbabnya. Cuma menyingkap, tidak sampai melepasnya. Sementara kedua tangannya menyusup ke balik kemeja panjang yang dikenakan oleh Aya dan menuju kedua bukit kembar gadis itu.

Aya yang merasa kegelian saat bang Jack mulai mengusap-usap bulatan payudaranya, sedikit menggigit penis Ustad Ferry sembari melenguh pelan. ”Ahh… bang! Enak! Shhhh… tapi geli… ughhh!” Puting susunya terasa mengencang, mengeras di sela jemari bang Jack. Rona merah semakin terlihat di wajah cantiknya saat bang Jack memilin dan memijitnya semakin keras. “Ouw… bang!” Aya menjerit gemas begitu laki-laki tua itu menjepit dan menarik putingnya kuat-kuat. Tubuh montoknya menggelinjang, bahkan kontol ustad Ferry sampai terlepas dari kulumannya.

”Haha…” bang Jack terkekeh, sementara ustad Ferry ikutan tersenyum. Dia kembali menarik kepala Aya agar mengulum penisnya.

”Hmph… shhh!” Aya mendesis menikmati tangan bang Jack yang semakin gemas memijiti payudaranya. Sambil melakukannya, penjaga musholla At-Taufiq itu juga menjilati telinganya, membuat nafsu Aya yang sudah terpancing jadi semakin menggelora. Aya hanya diam, ia menikmatinya dengan mata terpejam sambil terus menghisap kontol panjang ustad Ferry. Bahkan saat bang Jack mulai menyingkap kemeja yang dikenakannya, ia juga menurut saja. Aya malah mengangkat lengannya, membiarkan baju itu lolos dari tubuh sintalnya. Istri Azzam itu kini tinggal memakai bra warna merah dan rok panjang yang sudah menumpuk di pinggang. Jilbab lebarnya memang masih membingkai wajah cantiknya, tapi sudah diikat ke belakang oleh bang Jack, membuat payudaranya yang bulat padat terekspos dengan jelas.

“Ini dibuka aja ya, Ai.” kata bang Jack, menunjuk kait beha yang ada di punggung Aya.

Aya mengangguk, maka bang Jack pun dengan cekatan membukanya sehingga dengan cepat Aya sudah telanjang dada. Payudara yang bulat kencang dan putih mulus memantul-mantul indah di depan dadanya, lengkap dengan putingnya yang menonjol pungil dan berwarna coklat kemerahan. Tak tahan melihat benda sebagus itu, bang Jack langsung mencucup dan melumatnya dengan rakus. Dimulai dari yang kanan, lalu beralih ke yang kiri, trus kembali lagi ke yang kanan, balik ke yang kiri lagi. Begitu terus hingga membuat Aya merintih dan mendesis-desis kegelian.

”Bang… ahh! Shhh… ah.. Hmpmhh!” tapi langsung terpotong begitu ustad Ferry menjejalkan lagi penisnya.

“Pentilmu bagus banget, Ai. Kecil tapi kaku, merah lagi!” komentar bang Jack sambil memilin-milin puting Aya bergantian. Dia menjulurkan lidahnya, lalu menyapukannya pada leher jenjang Aya, membuat adik Haifa itu merinding dan makin mendesis kegelian. Bang Jack meneruskan rangsangannya dengan mengecupnya kuat-kuat berkali-kali, sengaja membuatnya jadi memerah dan memberi banyak cupangan di daerah itu. Jilbab Aya yang terikat ke belakang memudahkannya untuk melakukannya. Tangan bang Jack juga tak tinggal diam, terus bergerilya di payudara Aya dan anggota tubuh lainnya.

Tangan itu turun ke bawah, menyusup ke balik celana dalam Aya. ”Eemmhhh…” gadis itu kembali mendesis saat merasakan jari-jari bang Jack meraba dan mengusap-usap permukaan kemaluannya.

“Walah, lebat banget, Ai…” gumam bang Jack merasakan bulu kemaluan Aya yang tumbuh lebat. Tangannya terus berada di dalam celana dalam itu untuk beberapa saat dan mengobok-obok liar disana. ”Sudah basah banget, Ai.” bang Jack menarik keluar tangannya dan menunjukkan jari-jarinya yang basah oleh cairan lendir pada Aya.

Aya mengangguk dan sekali lagi tak bisa menolak saat bang Jack beringsut ke belakang untuk menarik lepas celana dalamnya. Kini dia sepenuhnya telanjang, diapit oleh dua orang lelaki yang usianya terpaut jauh dari dirinya. Bang Jack tampak tertegun melihat tubuh indah nan putih mulus yang tersaji di hadapannya. Tampak kemaluan Aya dengan bulu-bulunya yang tebal mengintip malu-malu dari celah paha mulusnya.

“Duh, Ai… montok banget sih tubuhmu, bikin aku jadi nggak tahan aja!” kata bang Jack sambil mendekap erat tubuh istri Azzam itu dari belakang. Bibirnya mulai mencium pipi Aya, lalu lidahnya menjulut untuk menjilati leher dan telinganya, menikmati betapa licin dan mulusnya wajah gadis muda itu. Sementara kedua tangannya juga tidak tinggal diam, terus berpindah-pindah mengelusi paha dan payudara Aya.

”Shhhh…” Tubuh Aya bergetar ketika jemari bang Jack mulai menyentuh bibir kemaluannya dan membukanya secara perlahan-lahan. Erangan tertahan terdengar dari mulutnya yang sedang menghisap penis ustad Ferry.

Puas mengerjai bagian bawah, bang Jack segera membuka kaos dan celana gombrong yang dipakainya hingga dia bugil. Menggenggam penis tuanya yang masih tampak perkasa, dengan bangga ia memamerkannya pada Aya. “Ini, Ai. Jilat juga dong!” pintanya sambil menaruh tangan Aya pada benda itu, meminta untuk dikocok dan dibelai.

“Gede banget, Bang. Keras lagi. Nggak nyangka punya abang seperti ini.” jawab Aya yang tangannya sudah mulai mengocoknya pelan maju-mundur.

Tersenyum bangga, bang Jack membungkuk dan kembali meremas-remas payudara gadis itu.

Sambil mengocok penisnya sendiri, ustad Ferry berkata. ”Untung bang Jack datang disaat yang tepat. Kalau telat sedikit saja, abang nggak bakalan dapat nikmat seperti ini.” dia lalu tertawa, diikuti oleh bang Jack.

”Hehe… Iya, pak Ustad. Beruntung sekali saya hari ini.” sambil berkata, merbot gendut itu menyodorkan penisnya ke mulut Aya.

Aya tanpa ragu segera melahap dan menghisapnya. Ia melakukannya bergantian dengan kontol ustad Ferry, dengan sabar ia gilir dua kontol yang sama-sama haus akan kenikmatan itu. Sampai akhirnya, ustad Ferry yang sudah tidak tahan, menarik badannya berdiri dan merebahkannya di atas meja makan. Tak berkedip dipandanginya memek Aya yang terbuka indah di depannya sebelum perlahan ia menurunkan kepala dan mulai menjilatinya.

”Ehm… merah banget memekmu, Ai. Segar, aku suka!” kata ustad Ferry dengan lidah terjulur dan bergerak liar kemana-mana, menusuk dan membelah daging sempit itu hingga ke lorongnya yang terdalam yang bisa ia capai. “Bang, nggak mau lihat nih? Bagus banget loh!” kata ustad Ferry pada bang Jack yang masih asyik berdiri dengan penis berada di dalam mulut Aya.

“Hmm… nggak ah, pak Ustad. Saya nggak mau mengganggu pak Ustad. Biar saya netek aja, ini juga dah enak kok!” kata bang Jack sambil membungkukkan badan dan mulai menjilati payudara Aya, mulai dari pangkal hingga ke putingnya. Dia jilat puting mungil kemerahan itu lalu dihisapnya kuat-kuat, sementara tangannya memilin-milin putingnya yang lain.

“Hhhnngghh… Bang, oohh!” jerit Aya dengan menggigit bibir sambil memeluk erat kepala ustad Ferry yang menyusup makin dalam ke belahan vaginanya. Dia makin menggelinjang saat lidah ustad Ferry membelit klitorisnya dan menghisapnya kuat-kuat. “Aaaahh…!” desahnya panjang, tubuhnya menggelinjang hebat, sementara kedua pahanya mengapit kepala sang Ustad.

Tanpa ampun, ustad Ferry terus menyapu lorong vagina Aya. Lidahnya makin menyeruak masuk, menjilati segenap dindingnya yang basah dan lengket, sampai akhirnya dia berhenti dan menyiapkan penisnya. Dia sudah siap untuk menyetubuhi adik iparnya itu.

Aya masih mendesah hebat saat pelan-pelan ustad Ferry mulai memasukkan penisnya. Tubuhnya menekuk ke atas saat batang coklat panjang itu menembus belahan memeknya secara perlahan. “Aaakkhh…!” istri Azzam itu menjerit keras saat penis ustad Ferry mulai menerobos, dan terus masuk, hingga mentok ke dasar vaginanya.

”Hmm, nikmat sekali, Ai.” bisik ustad Ferry sambil mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan, untuk kemudian makin lama semakin cepat.

“Ahh… ahh.. uhh… hmph!” desah Aya sebelum terdiam karena kontol besar bang Jack kembali memenuhi mulutnya. Dia terpaksa menghisap kembali penis itu sementara di bagian bawah, ustad Ferry terus menghajar memeknya.

“Enak ya, Ai?” tanya bang Jack di dekat telinganya. Laki-laki itu kembali asyik meremas dan menciumi payudara Aya. Selama ustad Ferry menggenjot tubuhnya, bang Jack menunggu giliran dengan menghujani kedua payudara Aya ciuman dan jilatan. Membuat puting Aya yang sudah sangat keras menjadi lebih kaku lagi. Benda itu berdiri tegak, seperti Monas mini saja layaknya, tapi yang ini kembar.

Aya membalas dengan menggenggam penis bang Jack dan mengocoknya begitu cepat karena saking hornynya. Dia juga terus menjilati penis itu hingga membuatnya jadi semakin licin dan mengkilat. Di bawah, kedua kakinya melingkar di pinggang ustad Ferry, seolah minta disodok lebih dalam lagi.

Tapi ustad Ferry tidak bisa melakukannya karena bang Jack terus menarik-narik tubuh Aya ke atas. Saat dia protes, bang Jack cuma tertawa. ”Pak ustad enak sudah dapat memek. Lha saya, cuma dapat mulut. Ngalah dikit napa, pak Ustad?!” sindirnya.

Ustad Ferry terdiam. Daripada meladeni bang Jack, lebih baik dia berkonsetrasi memuaskan nafsunya pada tubuh Aya yang sangat molek ini. Sambil menggoyang, dia berniat-niat untuk meremas-remas payudara Aya yang tersaji indah di depannya. Tapi lagi-lagi bang Jack mengganggunya. ”Ini punya saya, pak Ustad. Pak Ustad di bawah saja. Masak nggak kasian sama saya?” kata bang Jack sambil melindungi kedua payudara dengan telapak tangannya.

Aya yang melihat tingkah kedua laki-laki itu, cuma tertawa saja diantara desahannya. Ia tidak bisa bersuara karena bang Jack sekarang mencium bibirnya, mengajaknya saling mencucup dan menghisap lidah, sementara kedua buah dadanya kembali diremas-remas gemas. Di bawah, ustad Ferry juga menusuk dan mengocok penis besarnya semakin cepat. Tubuh Aya sampai terlonjak-lonjak dibuatnya.

Bang Jack kembali berdiri dan memberikan penisnya, meminta Aya untuk mengulum dan menghisapnya. Sesudah Aya menelan benda itu, bang Jack segera menggerakkannya maju-mundur dengan brutal. “Emhh… ehmm… Bang, aku… mmm!” Aya berusaha protes tapi suaranya tersendat-sendat karena mulutnya penuh dijejali oleh penis laki-laki tua itu.

“Mmm… enak, Ai. Sudah lama Abang nggak merasakan yang seperti ini, uuhh!” rintih bang Jack keenakan. Ia melenguh dan merem-melek menikmati kuluman bibir Aya.

Lain bang Jack, lain pula ustad Ferry. Sementara bang Jack merintih-rintih penuh kepuasan, laki-laki itu malah tidak bisa menikmati tubuh Aya secara total. Adik iparnya itu lebih berkonsentrasi mengoral kontol bang Jack daripada melayaninya. Akibatnya, ustad Ferry jadi tidak merasa nikmat seperti tadi. Goyangannya menjadi kaku dan putus-putus, tidak lancar seperti pada awal-awal permainan. Ia jadi frustasi dan uring-uringan. Dan puncaknya, saat bang Jack menggeram keenakan sambil menusukkan penisnya dalam-dalam ke mulut Aya, sang Ustad malah mencabut penisnya dan berlalu dari tempat itu.

Aya mengira kalau ustad Ferry sudah mencapai klimaksnya. Tapi kenapa dia tidak merasakan semprotan pejuh hangat seperti biasanya? Begitu melihat penis sang kakak ipar yang masih kaku dan menegang, tahulah dia kalau ustad Ferry masih belum apa-apa. Lalu, kenapa dia sudah keburu berhenti? Tidak nikmatkah tubuhku? Aya sudah akan bertanya saat dengan tiba-tiba bang Jack sudah membungkam mulutnya sambil menusukkan penisnya kuat-kuat.

JLEEBBB!!!

”Auw!” Aya spontan menjerit, dan begitu bang Jack mulai menggenjot tubuhnya, ia pun sepenuhnya lupa pada ustad Ferry yang sekarang berjalan pelan menuju ruang tengah.

***

Dengan hati dongkol, ustad Ferry membangunkan Haifa yang sedang tidur lelap berpelukan dengan Azzam. Ditepuknya bahu wanita cantik itu.

”Hmm… apa, Pah?” tanya Haifa sambil sedikit menggeliatkan tubuh sintalnya.

Ustad Ferry menunjukkan penisnya yang masih menegang pada sang istri. ”Bantuin dong, Mah. Masih pengen nih.” pintanya.

Haifa tersenyum, ”Lho, tumben Aya nggak bisa bikin papa moncrot. Biasanya dia selalu berhasil.” tangannya meraih penis itu dan mulai mengocoknya pelan. Azzam yang mengetahui hal itu, sedikit berguling ke samping, memberi kesempatan pada kakak iparnya untuk menikmati tubuh molek sang istri.

”Gara-gara bang Jack tuh. Sukanya ganggu melulu.” ustad Ferry membuka paha Haifa, memperhatikan memek istrinya yang masih nampak basah oleh lendir pejuh Azzam.

”Ya sudah, sini sama mamah aja. Tapi mama cuma berbaring aja ya, mama capek.” kata Haifa sambil tangannya membimbing penis sang suami agar segera memasuki liang vaginanya. ”Ehm… ughh!” rintihnya pelan saat ustad Ferry sudah menusuk dan mulai menyetubuhinya. Laki-laki itu dengan giat menggenjot pinggulnya, sementara Haifa cuma terbaring pasrah sambil sesekali merintih dan menjerit, dia terlalu lelah untuk membalas. Haifa masih membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaganya kembali.

Tepat saat itulah, pintu depan tiba-tiba terbuka. Masuklah Kalila dengan keceriannya seperti biasa. ”Hai, semua! Aku bawa…” sama seperti bang Jack, ucapannya juga langsung berhenti begitu melihat apa yang terjadi. Tersaji vulgar di depan matanya, tampak ustad Ferry yang menindih tubuh bugil sang istri, mereka bercinta dengan segenap nafsu dan gairah. Di sebelahnya, Azzam tertidur pulas, seperti tidak terganggu oleh teriakan dan rintihan Haifa yang bersahut-sahutan dengan jeritan Aya dari dapur. Bang Jack yang sedang menggenjot tubuh bugil Aya di atas meja makan, menoleh dan tersenyum kepadanya.

”Ayo, Kalila. Gabung disini.” kata laki-laki tua itu.

”Ihh, amit-amit, Bang. Lebih baik aku pulang aja daripada main sama abang.” Kalila mengidikkan bahunya. Hari ini dia memakai baju putih lengan panjang yang menunjukkan keindahan payudaranya, dengan rok panjang dari bahan sejenis.

”Kalau main sama aku, mau nggak?” tanya ustad Ferry sambil menghentikannya goyangannya.

”Iya, Kalila. Tolong sebentar ya? Aku masih capek habis main dua ronde sama Azzam.” pinta Haifa ikut mendukung sang suami.

Sebenarnya Kalila lebih suka main dengan Azzam. Selain karena Azzam masih muda, juga karena Kalila mencintainya. Bukankah lebih nikmat melakukannya dengan orang yang kita cintai? Tapi melihat kondisi Azzam yang masih teler tak bertenaga, Kalila jadi ilfil juga. Apalagi dilihatnya penis Azzam juga mengkerut menyedihkan, hanya sebesar jempol tangannya. Di lain pihak, begitu ustad Ferry mencabut penisnya, dilihatnya kontol laki-laki itu begitu panjang dan perkasa, tampak begitu kaku dan keras, membuat Kalila dengan mudah tergoda dan tak mampu untuk menolaknya. Jadi, saat tangan ustad Ferry membimbingnya menuju sofa, iapun tidak melawan. Kalila pasrah pada laki-laki itu.

”Kalila, hmph…” ustad Ferry mendekap dan menciumi bibir Kalila habis-habisan sampai membuat nafas gadis itu memburu. “Ayo, Kalila!” dia dorong tubuh Kalila hingga telentang di sofa.

”Auw!” Kalila menjerit kecil tapi tidak menolak. Matanya tak berkedip menatap kontol ustad Ferry yang masih mengacung tegak di depannya, siap untuk pertempuran selanjutnya.

Sebelum Kalila sempat berkata, ustad Ferry sudah menerkam dan meremas-remas payudaranya yang masih terbungkus pakaian. “Wow, gede juga tetekmu, Kalila. Nggak kalah sama punya Aya.” komentarnya. Dia kemudian menyingkap rok Kalila hingga terlihatlah celana dalam Kalila yang berwarna hitam, sangat kontras dengan paha dan bokongnya yang putih mulus. Dengan tak sabar, ustad Ferry mengelus dan meremas-remasnya. Tangannya terus naik hingga ke pangkal paha gadis itu. Disana, jari-jarinya menyelinap lewat tepi celana dalam Kalila dan mulai menggerayangi kemaluannya.

Dengan tangannya yang lain, ustad Ferry meraih tangan Kalila dan menggenggamkannya pada batang penisnya. “Kocok, Kalila. Kocok yang cepat!” pintanya.

“Pak Ustad… mhpmhh…!” desah Kalila di tengah cecaran bibir ustad Ferry yang terus melumat bibirnya dengan rakus. Dia sudah hanyut menikmati gairahnya, sepenuhnya tenggelam dalam hasrat seksualnya.

“Lepas ya, Kalila? Aku pengen ngeliat tubuh kamu!” kata ustad Ferry sambil mulai melucuti baju Kalila satu per satu. Kalila tidak bisa menolak, pakaiannya dengan cepat berjatuhan di lantai hingga akhirnya tak satupun tersisa di tubuhnya yang indah. Ustad Ferry memandangi tubuh telanjang Kalila tanpa berkedip. “Mulus banget kulitmu, Kalila. Montok lagi! Aku jadi nggak tahan!” gumamnya sambil langsung melahap salah satu payudara Kalila. Dia remas dan jilati putingnya dengan penuh nafsu.

”Ughh…” Kalila merintih dan menggelinjang. Dia pegangi kepala ustad Ferry dan diarahkannya ke payudaranya yang lain. “Yang ini juga, pak Ustad.” pintanya genit.

Dengan senang hati ustad Ferry melakukannya. Ia jilati payudara Kalila bergantian, kiri dan kanan, sambil tak lupa terus memegangi dan meremas-remas bulatannya. Setelah puas, baru ia turun ke bawah dan membuka lebar kedua belah paha gadis itu. Tak berkedip ia memandangi daerah kemaluan Kalila yang berbulu lebat dengan belahan tengahnya yang memerah.

”Ehmmm… ughhhh!!” rintih Kalila dengan tubuh menggelinjang hebat merasakan lidah ustad Ferry yang mulai menggelitik lubang vaginanya. Sambil menjilat, tangan laki-laki itu terus memilin-milin putingnya, sesekali juga menelusuri punggung dan pantatnya, membuat Kalila hanya bisa menggeliat-geliat hebat dirangsang seperti itu.

Setelah beberapa saat, ustad Ferry merasa cukup dengan foreplay-nya. Dipegangnya pundak Kalilah dan diputarnya tubuh gadis itu membelakanginya, ”Membungkuk sedikit, Kal. Pegangan di sofa! Kakimu renggangkan sedikit.” pinta ustad Ferry yang dituruti Kalila dengan sedikit bingung.

Berdiri di belakang bokong bulat Kalila yang tersaji indah di depannya, ustad Ferry meraba vagina Kalila dan membelahnya perlahan, merasakan kalau benda itu sudah begitu hangat dan basah, membuat Kalila menjerit kecil, kaget tapi suka. Menoleh ke belakang, dilihatnya sang Ustad sudah bersiap untuk memasukinya. ”Pelan-pelan, pak Ustad… sshhhh!” rintih Kalilah masih dengan posisi setengah membungkuk.

JLEEBBB! Penis itu menerobos masuk dan, plok-plok-plok! bunyi yang timbul saat ustad Ferry mulai memompa pinggulnya maju mundur begitu cepat. Gesekan alat kelamin mereka membuat suasana menjadi semakin panas. Dengan semakin banyaknya lendir kenikmatan Kalila yang meleleh keluar membuat ustad Ferry tidak kesulitan untuk melakukannya.

Kalilah mengerang, tapi tidak begitu terdengar, kalah oleh rintihan dan jeritan Aya yang disetubuhi oleh bang Jack di dapur. Aya memang suka berisik kalau lagi main. Tapi itu sudah cukup memacu gairah ustad Ferry untuk menggerakkan penisnya semakin cepat. Kalila yang menerimanya bergoyang nikmat ke kiri dan ke kanan, membuat gerakan memutar seolah meremas kejantanan laki-laki itu. Tak kuasa menahan serangan ustad Ferry yang begitu cepat dan brutal, Kalila pun menjerit tak lama kemudian, ”Pak Ustad, Kalila nyampee! Aaaahhh…” lenguh gadis muda itu dengan cairan cinta menyembur deras.

Ustad Ferry buru-buru mencabut penisnya, dibiarkannya lendir Kalila berlelehan di lantai. Ia yang juga merasa sudah hampir klimaks, mengajak Kalila untuk berganti posisi. Dia duduk di sofa, sementara Kalila jongkok di hadapannya. ”Emut, Kal!” ustad Ferry ingin ejakulasi di dalam mulut Kalila.

Tanpa bertanya, Kalila memasukkan kemaluan sang Ustad ke dalam mulutnya. Ia mengulum dan menghisap batang itu penuh nafsu. Bisa dirasakannya batang kemaluan ustad Ferry mulai berkedut-kedut ringan, tanda kalau tak lama lagi akan menyemburkan isinya. Kalila tetap mengulumnya karena tak keberatan ustad Ferry orgasme di dalam mulutnya.

Beberapa detik kemudian, ”Ahh… sshhh… Kaal! Aghhh… aku keluar!!” dengus ustad Ferry mencapai puncak. Sembari memegang kepala Kalila yang masih berbalut jilbab, ia tembakkan seluruh spermanya hingga tetes yang terakhir.

Kalila langsung menelan semuanya. Tanpa rasa jijik dan tanpa sisa sedikit pun. Wajahnya memang kelihatan lugu, tapi ternyata liar luar biasa saat bermain.

”Enak, Kal?” tanya ustad Ferry di sela nafasnya yang mulai teratur.

”He-eh, asin tapi gurih.” Kalila tersenyum nakal sembari membersihkan sisa sisa lendir di mulutnya dengan lidah.

***

Haifa keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk. Setelah melihat sang suami sibuk dengan Kalila, dia segera pergi ke belakang sekedar untuk membasuh tubuhnya. Di dapur, ia berjumpa dengan bang Jack yang masih asyik menikmati tubuh montok Aya. Laki-laki itu terus merangsek memek sempit Aya sambil bibirnya tak henti menciumi bagian-bagian tubuh Aya yang bisa ia capai. Terutama payudaranya, benda itu sekarang menjadi sangat bengkak dan memerah akibat terlalu sering jadi sasaran lumatan bang Jack. Dan di luar dugaan, laki-laki itu ternyata kuat sekali. Aya sampai kewalahan melayaninya.

”Kak, bisa tolong aku? Aku sudah capek banget nih.” lirih Aya pada Haifa. Nafasnya sudah berat dan putus-putus, setelah dua kali orgasme, tubuhnya jadi sangat lelah dan lemas sekali.

Kasihan melihat kondisi Aya, Haifa terpaksa turun tangan. Dia tidak ingin Aya menjadi sakit hanya karena ulah bang Jack yang tidak bertanggung jawab. Mengangguk pelan, Haifa segera melepas lilitan handuknya dan langsung bugil karena dia memang tidak memakai cd dan bh lagi. Tubuhnya terlihat tidak kalah bagus dibanding Aya, sama-sama putih dan bersih, toketnya juga sama-sama besar. Malah Haifa terlihat lebih unggul karena tubuhnya sudah matang sempurna, bandingkan dengan Aya yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Bang Jack terus melanjutkan tusukan penisnya di memek sempit Aya saat Haifa mengajaknya berciuman, saling melumat bibir dan bertarung lidah hingga air liur mereka berleleran dan bercampur satu sama lain. ”Gila!” bang Jack melenguh dalam hati. Dapat satu aja sudah lumayan, ini malah bisa menikmati dua perempuan kakak beradik yang sama-sama cantik dan seksi. Mimpi apa dia semalam?!

Haifa menurunkan ciumannya ke dada bang Jack dan menjilati putingnya. ”Ouhhh…” belum selesai bang Jack melenguh, Haifa makin menurunkan mulutnya hingga tiba di selangkangan laki-laki tua itu. Dipandanginya penis bang Jack yang besar dan panjang, yang masih bergerak cepat mengocok memek sempit Aya. Ditunggunya hingga penis itu selip. Begitu bang Jack terlalu kuat menarik hingga penisnya terlepas, Haifa segera menyambar dan mengulumnya. Setelah puas, baru ia kembalikan agar bang Jack bisa menyetubuhi Aya kembali. Sungguh dua bersaudara yang sangat akrab, bisa dengan nyaman berbagi kontol seperti itu.

Bang Jack yang menerimanya cuma bisa melenguh keenakan menikmatinya. Dipandanginya tubuh montok Haifa yang sekarang berdiri telanjang tepat di depannya. ”Mau apa lagi dia?” batin bang Jack dalam hati.

Jawabannya ia ketahui saat Haifa berkata tak lama kemudian. ”Ini memekku, Bang. Jilat! Habiskan semuanya!” ia berkata sambil mendorong selangkangannya ke mulut bang Jack.

Tidak menolak, bang Jack pun langsung menjulurkan lidahnya dan mulai menjilat. Dia telusuri seluruh lorong cinta Haifa sambil ia terus memompa pinggulnya, menyetubuhi Aya.

”Bang, jangan ditumpahin di dalem ya… saya lagi masa subur,” kata Aya di sela-sela dengusan nikmatnya.

”Tenang saja, Ai. Abang ngerti kok.” sahut bang Jack sambil terus memainkan kontolnya di lorong rahim Aya yang sudah sangat becek.

”Dorong yang keras, Bang. Ughh… enak banget! Saya mau nyampe nih.” pinta Aya.

Bless! Sleep! Sleep! bang Jack pun menusukkan penisnya semakin keras. ia pompa terus alat kelaminnya sampai Aya bergerak tidak teratur karena menahan nikmat. ”Oouh… hhshh… uhfff… terus, Bang! Entot terus memek aku!” jeritnya keenakan.

”Enak kan kontolku, Ai?” tanya bang Jack sambil memainkan jari-jarinya di lubang vagina Haifa. Sementara Haifa sendiri asyik mencucup dan menjilati puting susu Aya sambil tak henti meremas-remas bongkahannya.

”Hmm… enak banget, Bang. Tapi bikin saya jadi capek!” Aya menggeliat. ”Auw! Aku nyampe, Bang! Ughhh… AAHHHHHH!!!” menjerit keras, dia pun melepas orgasmenya.

”Oughhh…” bang Jack ikut melenguh, kontolnya serasa dijepit dan kemudian terasa hangat karena cairan kenikmatan Aya yang mengalir deras. Dia terus memompa pinggulnya hingga menimbulkan suara Clep-clep-clep yang menggetarkan jiwa setiap kali alat kelamin mereka beradu dan saling bergesekan.

”Sudah, bang. Berhenti dulu, aku capek!” Aya meminta.

”Iya, Bang. Sini, sama aku aja.” kata Haifa sambil asyik memainkan klitorisnya sendiri, nampaknya dia sudah sangat konak.

Mengangguk mengerti, bang Jack mencabut penisnya dan duduk di kursi. Diperhatikannya memek sempit Aya yang masih basah memerah, cairan kenikmatan tampak masih merembes keluar dari benda itu, membasahi taplak bermotif bunga yang mereka gunakan sebagai alas.

”Aku capek banget, Bang. Ternyata abang hebat juga muasin wanita,” bisik Aya saat bang Jack melumat bibirnya penuh nafsu. Mereka berciuman sejenak sebelum bang Jack tiba-tiba berseru kaget.

”Ahhh…” ternyata Haifa. Wanita itu sekarang tampak asyik mengulum kontol besar bang Jack. Entah kapan dia turun dari meja. Tahu-tahu sekarang sudah jongkok di depan tubuh bang Jack dan menghisap penisnya.

Tersenyum senang, bang Jack membiarkannya. Dia kembali memandang Aya dan mengajak istri Azzam itu berciuman. ”Bang, kok abang kuat banget sih? Saya sudah tiga kali, tetapi abang belum sama sekali!” tanya Aya penasaran.

Bang Jack hanya tersenyum. Sambil menggerayangi susu bulat Aya, ia minta Haifa agar terus mengulum penisnya. ”Iya, bu Ustad… begitu! Terus! Ughhh… yah, hisapan bu Ustad enak banget!”

Dipuji seperti itu membuat Haifa makin ganas mengulum, hingga membuat bang Jack merintih dan mendesis tak tahan tak lama kemudian. ”Ayo, Bu. Saya entot bu Ustad sekarang. Saya sudah nggak tahan nih. Burung saya sudah gatel pengen ngerasain memek bu ustad.”

Disuruhnya wanita itu menungging, berpegangan pada bibir meja. Dari belakang, bang Jack mendorong pelan-pelan batang penisnya sampai amblas seluruhnya ke dalam memek Haifa.

”Oouh… nikmat banget kontol Abang! Terus goyang, Bang!” pinta Haifa saat bang Jack mulai menggoyang pinggulnya.

”Iya, bu Ustad.” Sambil berpegangan pada payudara Haifa yang menggantung indah, bang Jack pun mempercepat tusukan penisnya.

”Ehm… enak banget, Bang! Sshhhh… uhffhh… entot terus, Bang! Aku suka dientot sama bang Jack.” Haifa mulai meracau tidak karuan, sementara Aya memeluk bang Jack dari belakang dan menggesek-gesekkan tubuhnya ke punggung laki-laki tua itu sambil menciumi lehernya.

“Nanti aku minta lagi ya, Bang! Bang Jack masih sanggup kan?” bisik Aya di telinga bang Jack.

Bang Jack hanya diam karena sedang berkonsentrasi menggenjot memek Haifa. Mereka terus saling bertindihan seperti itu, dengan bang Jack berada di tengah-tengah, sampai akhirnya Haifa menjerit tak lama kemudian. ”Bang, saya mau keluar nih! Terus, Bang! Genjot terus! Oouhh…”

Cret… cret… cret… bang Jack bergidik saat merasa kontolnya disiram oleh cairan cinta oleh Haifa. Tapi dia terus memompa pinggulnya karena merasa hampir sampai juga. Ditariknya rambut panjang Haifa sehingga wajahnya menghadap ke belakang. Mereka berciuman sejenak. ”Enak kan kontolku, bu Ustad?” tanya bang Jack nakal.

“Enak banget, Bang! Entot terus memek aku! Terus! Ughhhh…” Kini Haifa memutar-mutar pinggulnya sehingga membuat kontol bang Jack yang masih bersarang di dalam serasa bagai terpilin-pilin.

”Ehm… terus, bu Ustad. Enak banget! Saya mau keluar nih.” bisik bang Jack. Tangannya kini ganti meremas-remas payudara Aya yang masih menempel erat di punggungnya.

”Iya, Bang. Saya juga mau keluar lagi.” sahut Haifa. Goyangan pinggulnya menjadi kian cepat dan liar.

“Saya keluarin dimana nih, bu Ustad?” tanya bang Jack dengan mata merem melek keenakan.

”Tumpahin di dalam aja, Bang.” kata Haifa pelan.

Bang Jack pun menggenjot dengan cepat memek Haifa, sedang Aya masih asyik mencupangi lehernya. ”Saya keluar, bu Ustad. Oouh… aahhh…!!” Croot! Croot! Croot! Dengan tubuh bergetar, bang Jack menumpahkan seluruh spermanya di dalam memek Haifa sambil terus memompanya pelan-pelan. Saking banyaknya, sebagian sperma itu keluar lewat celah bibir vagina Haifa.

”Enak banget di entot sama bang Jack, uhfff… capek!” lirih Haifa gemetaran, tapi sangat puas dan nikmat.

Bang Jack mencabut kontolnya. Setelah menguras seluruh isinya, benda itu jadi terlihat lemas. Haifa segera berbalik dan menjilati sisa-sisa sperma yang masih menempel disana, sampai bersih. Setelah itu dia pamit, ”Aku udahan dulu ya. Capek banget, soalnya tadi sudah sama Azzam dua ronde. Kalian lanjutin aja berdua, Aya kayanya masih pengen tuh.” berjalan terseok-seok, Haifa masuk kembali ke kamar mandi.

Tinggallah bang Jack berdua bersama Aya. Sambil memeluk tubuh montok Aya, bang Jack berbisik. ”Ai, sebenernya abang sudah lama banget pengen ngentot sama kamu, tapi abang takut ngajak soalnya kamu sudah punya Azzam.”

”Abang tahu nggak, kontol bang Jack itu enak banget lho. Biar sudah tua tapi tahan lama, nggak kalah sama punya Azzam. Mulai sekarang, kapanpun bang Jack pengen, langsung aja kemari. Abang tahu sendiri kan gimana kehidupan seks kita?” Aya menunjuk dirinya, juga Haifa yang berada di kamar mandi, serta Kalila yang masih asyik ditunggangi oleh ustad Ferry di ruang tengah.

Bang Jack tersenyum, dia sangat senang mendengarnya. Tanpa pernah menyangka, di usia tuanya, dia bisa ngentot kapan saja dengan ketiga bidadari cantik yang ada di rumah ini. ”Tinggal minta aja, langsung dikasih.” pikirnya dalam hati. Sungguh sangat beruntung.

”Bang, entot saya lagi dong, masih pengen nih.” pinta Aya tanpa sungkan.

”Bang Jack sih mau aja, Ai. Tapi kontol abang sudah lemes gini nih,” bang Jack menunjuk kemaluannya yang meringkuk memilukan.

”Tapi masih bisa kan dibangunkan lagi?” harap Aya.

Bang Jack mengangguk. ”Bisa, tapi tergantung sama usaha kamu.” ujarnya.

Tersenyum gembira, Aya meraih penis itu dan dengan lahap mulai mengulumnya. Dia memasukkan semua kontol itu ke dalam mulutnya dan menghisapnya dengan begitu rakus. Bang Jack mendesis merasakan lidah Aya yang bermain-main di ujung batang kemaluannya.

“Oohhh… nikmat banget, Ai. Terus, burungku sudah mulai bangun nih.” rintih bang Jack. Terlihat kontolnya memang sudah mulai tegang kembali.

Aya menghisapnya makin cepat seperti sedang menikmati lolypop, sambil lidahnya terus menggelitik ujung kontol itu. Hampir sepuluh menit dia melakukannya sampai akhirnya bang Jack berbisik, ”Masukin sekarang, Ai. Aku udah nggak tahan.” laki-laki itu duduk di kursi, sementara Aya jongkok di atas kontolnya dan mengarahkan daging hitam itu ke belahan vaginanya. Pelan tapi pasti, Aya menurunkun pantatnya. Terlihat rona mukanya jadi memerah saat kontol bang Jack mulai menembus masuk.

”Oouh… kontol abang kok bisa gede gini sih? Kayanya mentok deh sampai ke rahim aku.” sambil berkata, Aya mulai menggoyang pinggulnya.

Berpegangan pada bulatan payudara Aya, bang Jack melenguh keenakan. ”Oouhh… Ai, enak banget, sayang! Terus!” dia merasa kontolnya bagai dipijat dari segala arah oleh memek sempit Aya. Sebagai pelampiasan, dia remas buah dada gadis itu semakin keras untuk menahan rasa nikmatnya.

”Aah… kontol bang Jack juga enak.” sahut Aya dengan tetap menggenjot pinggulnya, bahkan kini menjadi semakin cepat dan kuat.

Bang Jack mengimbangi dengan terus meremas-remas payudara istri Azzam itu dan menggoyangkan pinggulnya memutar.

“Nikmat banget, Bang. Aku mau keluar nih, terus!” Aya meremas tangan bang Jack yang berada di atas gundukan payudaranya, sepertinya dia sedang menahan sesuatu yang sangat nikmat yang sebentar lagi akan datang. Kepalanya menengadah ke atas.

Saat bang Jack menusukkan penisnya dalam-dalam, Aya pun menjerit. ”Ouhhhh… aku keluar, Bang! Ughhh… nikmat banget! Uhffff…” dengan deras, cairan cintanya mengalir keluar membasahi batang kontol bang Jack, juga jembut mereka yang bertaut tak beraturan. Aya menunduk, mencium mesra bibir bang Jack yang tebal, sementara kontol laki-laki gendut itu masih berada di dalam vaginanya.

”Trims ya, Bang, udah muasin aku. Uh, capek banget!” keluh Aya gembira.

Tidak peduli, bang Jack mengangkat tubuh gadis itu dan membaringkannya di meja, lalu memompanya lagi dengan begitu cepat. ”Aku belum, Ai.” bisiknya.

”Ouhhh… iya, Bang. Tapi jangan keras-keras! Sakit! Uffhh…” rintih Aya. Tubuh montoknya tampak terlonjak-lonjak akibat genjotan bang Jack yang semakin liar.

”Memek kamu enak banget, Ai. Aku suka!” laki-laki itu menunduk dan kembali menjilati puncak payudara Aya.

”Ehss… pelan-pelan, Bang!” Aya meminta lagi.

Dan kembali, bang Jack tidak mengabulkannya. Dia terus menggoyang pinggulnya kuat dan brutal. ”Tahan sebentar, Ai. Aku mau keluar nih,” bisiknya parau.

Merasakan kontol bang Jack yang mulai berkedut-kedut ringan, Aya pun segera mendorong tubuh laki-laki tua itu. ”Jangan di dalam, Bang!” pintanya.

Dengan agak kecewa, bang Jack mencabut penisnya, kemudian berdiri di depan Aya dan menyuruh gadis itu untuk mengocoknya. Aya pun jongkok dan melakukannya. “Ayo, Bang, keluarin spermamu. Aku pengen ngerasain spermamu!” Aya terus mengocok dengan penuh semangat sambil menjilati ujung kontol bang Jack.

”Hisap, Ai. Pake mulut kamu. Abang mau keluar nih! Sebentar lagi…” desis bang Jack.

Aya pun langsung memasukkan kontol basah dalam genggamannya itu ke dalam mulut, dan menghisapnya dengan begitu rakus, sementara tangannya bergantian memainkan bijinya yang menggantung indah.

”Ughhhh… Ai!” bang Jack merintih merasakan kehangatan mulut Aya. Rasanya begitu nikmat. Tubuhnya sampai mengejang saat cairan spermanya menyembur keluar. ”Oouhhhh… achhh… Ai!!” diatahannya kepala gadis cantik itu agar Aya menelan semua pejuhnya. Creeet! Creett! Crettt! Cairan lengket berwarna putih itu tumpah semua di mulut Aya.

”Hmm… cleguk! cleguk!” tanpa rasa jijik, Aya langsung menelan semuanya dan menjilati sisa-sisa sperma yang masih tersisa di kontol bang Jack. ”Sperma abang rasanya enak banget. Asin tapi gurih.” gumamnya.

Bang Jack tidak menjawab. Tampak kontolnya langsung lemas karena keluar dua kali dalam waktu yang hampir bersamaan.

***

Azzam terpaku memandangi Kalila yang sedang merangkak mendekati dirinya. Ia melihat betapa gadis itu belum terpuaskan oleh permainan ustad Ferry.

”Gimana, Zam, udah segeran dong habis tidur lama?” tanya Kalila membuka
percakapan. Ia naik ke atas tubuh Azzam dan menggesek-gesekkan bulatan payudaranya ke dada laki-laki itu.

”Masih pengen ya?” kata Azzam sembari menarik tangan Kalila dan ditaruhnya di atas batang penisnya.

”Iya, ustad Ferry cepet banget keluarnya.” sambil tersenyum manis, Kalila menunjuk ustad Ferry yang sekarang terkapar kelelahan di karpet. ”Aku mau sama kamu, Zam. Nih udah bangun.” dia mengenggam batang penis Azzam dan mulai mengocoknya pelan.

”Setiap kali lihat tubuhmu, aku selalu terangsang, Kal.” jawab Azzam.

”Kalau gitu… entot aku, Zam. Punyaku gatel nih liat kontolmu.” Kalila mendesah.

”Gila kamu, Kal. Nggak ada capek-capeknya.” Azzam merengkuh leher gadis itu, kemudian ditempelkannya bibirnya ke bibir tipis Kalilah. Tampak sekali kerinduan Kalila akan cumbuan Azzam, dia membalas rabaan serta ciuman Azzam dengan tidak kalah ganasnya. Mereka melepas rindu dengan saling memagut dan melumat mesra. Azzam menjilati leher jenjang Kalila diiringi desahan nakal Kalila dan rabaan tangan gadis itu di belakang punggungnya. Kemudian Kalila jongkok dan tanpa sungkan lagi meraih penis Azzam untuk dikulum layaknya anak kecil yang rindu akan es krim kegemarannya. Azzam tersenyum melihat tingkah sahabatnya.

Setelah beberapa saat, Kalila berdiri dan kembali mencium bibir Azzam. Bisa dirasakannya tangan Azzam meraba payudaranya yang sebelah kiri, lalu meremas lembut sembari memainkan putingnya. ”Ughhh…” Kalila mendesah keenakan. Dia membalas dengan menggesek-gesekkan kemaluannya pada batang penis Azzam.

”Kal,” berbisik memanggil, Azzam mengangkat kedua paha Kalila. Seolah menggendong anak kecil, ia putar tubuh Kalila untuk kemudian ditidurkannya di atas sofa. Dengan rakus dijilatinya kedua payudara Kalila, kiri dan kanan, bergantian. Kalila menggelinjang keenakan. Diraihnya kepala Azzam dan diacak-acaknya rambut laki-laki itu.

”Auw! Zam…” Kalilah memekik saat lidah Azzam sampai pada lubang kemaluannya. ”Ughhh… ya, jilat yang dalam, Zam! Sshhh…” racaunya tanpa peduli keadaan sekitar.

Azzam terus memainkan lidahnya pada klitoris Kalila. Dengan diiringi decakan lidah, ia adu mulutnya dengan vagina Kalila yang telah basah membanjir.

”Ahhh… ahhh… mmhhh… sshhh… aahhh… Zaammm!!!” Kalila menjerit histeris. Di dapur, dua pasang telinga mendengar desahan itu dan tersenyum.

”Kalila kayaknya lagi enak banget tuh.” kata bang Jack.

”Biasa ah, Kalila memang suka teriak-teriak gitu.” sahut Aya.

Mereka sedang perpelukan duduk di meja dapur. Dengan nakal bang Jack meraba-raba selangkangan Aya, digosok-gosoknya lembut, terasa benda itu begitu hangat dan lembab. Sementara tangan yang sebelah lagi meremas pelan payudara Aya yang membusung indah, yang diakhiri dengan pijitan keras di putingnya. Aya yang diperlakukan seperti itu jadi resah kembali. Sekuat tenaga, berusaha ia atur nafasnya yang mulai memburu agar tidak terdengar oleh bang Jack. Kalau sampai laki-laki itu tahu, bisa-bisa ia minta lagi. Padahal Aya masih sangat lelah saat ini.

Tiba-tiba terdengar jeritan Kalila dari ruang tengah. Rupanya gadis itu sudah mencapai klimaksnya, ”Zaamm! Aahhh… hheggghhh… ssshhh… aaahhh…” didekapnya kepala Azzam yang masih berada di depan selangkangannya, dijepitnya dengan dua paha erat-erat. Azzam jadi tidak bisa menghindar saat memek Kalila berkedut-kedut kencang dan menyemburkan cairan cintanya. Dengan terpaksa Azzam menerima dan menelan semuanya.

Setelah tubuh Kalila melemas dan terkapar dalam kepuasan yang tiada terkira, Azzam bangkit dan merengkuhnya. Diciumnya kening gadis itu dan diusapnya rambut Kalila yang panjang penuh rasa sayang.

”Zam, oughh… enak banget!” ujar Kalila di sela-sela nafasnya yang masih tersengal.

”Aku juga pengen enak, Kal. Sekarang aku yang tiduran ya, kamu yang berada di atas.” pinta Azzam kepada Kalila.

”Ahh, terserah kamu, Zam!” kata Kalila pasrah.

Azzam segera merebahkan tubuhnya di sofa, perlahan ia bimbing Kalila untuk jongkok di atas perutnya. Kalila yang paham, sembari tersenyum, meraih penis Azzam dan perlahan dimasukkannya ke dalam belahan kemaluannya. Ia menurunkan pinggulnya hingga perlahan batang penis Azzam menusuk masuk ke dalam liang vaginanya. Setelah mentok, Kalila menarik dan menurunkan pinggulnya lagi. Begitu terus hingga lama kelamaan gerakan itu menjadi lancar dan cepat.

Menikmati goyangan gadis itu, Azzam memegangi payudara Kalila yang jatuh menggelantung indah. Diremas-remasnya pelan sambil sesekali meraih bokong besar Kalila di bawah sana dan mengusap-usapnya mesra.

Kalila yang merasakan sensasi baru dalam bersetubuh, merintih suka. ”Ahhh… Zam, enak banget! Ughhh… terus setubuhi aku, Zam!” ia merasakan gesekan klitorisnya pada batang penis Azzam begitu nikmat dan menggelikan. Tak butuh waktu lama baginya untuk mencapai orgasmenya kembali.

”Ouhhh… aku keluar, Zam! Kontolmu enak sekali!” racau Kalila dengan tubuh mengejang dan cairan cinta menyembur deras.

Azzam segera mencabut penisnya. Diberikannya benda yang masih menegang dahsyat itu pada Kalila. ”Hisap sampai keluar, Kal!” perintahnya.

Tapi Kalila menolak. ”Nggak ah. Keluarin aja di memek Kalila. Entot aku lagi, Zam!” sehabis berkata begitu, ia membaringkan tubuh mulusnya di sofa dan membuka kedua pahanya lebar-lebar sehingga terlihat jelas bentuk vaginanya yang sudah merah merekah.

Azzam segera menancapkan lagi kontolnya ke lubang sempit itu. Lalu perlahan-lahan mulai ia goyang maju mundur hingga alat kelamin mereka kembali bergesekan.

”Oouchh… nikmat banget, Zaam! Setubuhi aku sampai kamu keluar. Siram rahimku dengan sperma, Zam.” birahi Kalila yang kembali memuncak membuat gadis itu meracau tidak karuan, kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan di sofa yang sempit itu sehinga terlihat sangat seksi. Azzam pun memompa tubuhnya semakin cepat.

”Goyang terus, Zam. Tusuk memekku dengan kontolmu. Aku mau keluar lagi, Sayang! Ouchhh… ahh!” Kalila kelojotan saat cairan cinta kembali menyembur dari liang vaginanya. Sementara Azzam yang juga sudah tidak tahan lagi, mencabut penisnya dan mengarahkannya ke wajah imut Kalila.

Croot! Croot! Croot! Spermanya keluar membasahi wajah gadis itu. Azzam lalu mendorong kontolnya masuk ke dalam mulut Kalila untuk menyuruh gadis itu agar membersihkan sisanya. Kalila langsung menjilatnya dengan lahap. Azzam mengusap sperma yang berlelehan di wajah Kalila dengan menggunakan jari-jarinya, kemudian ia berikan jari itu pada kalila. Tanpa membantah, Kalila langsung menjilatinya. Ia bersihkan jari-jari Azzam yang penuh dengan sperma itu hingga bersih, dan menelan semuanya tanpa sungkan.

Mereka berciuman sejenak sebelum akhirnya berpelukan tertidur berdua di sofa. Haifa yang selesai mandi membangunkan ustad Ferry dan mengajaknya pindah ke dalam kamar. Sementara Aya dan bang Jack, mandi bareng berdua dan memulai babak baru permainan mereka.

PUTRI, ESTER & DITA

Sehabis pelajaran olah raga Denia*Putri dan Ester Agustina menuju ke kamar mandi sekolah untuk berganti pakaian.

 “Yah penuh, tinggal satu nih Put”* kata ester pada putri

 ” Ya udah kita barengan ajah, udah laper nih pengen cepet2 makan” sahut putri

 “ikuuuuuuttt”* tiba2 datang Dita teman satu genk mereka

 ” aku juga buru2 nih mau pipis” Kata Dita

 Kemudian mereka*masuk ke*kamar kecil yg tersisa.* Begitu di dalam Dita langsung menurunkan celana olah raganya dan duduk di kloset… seeerrrr cuuuur… pipis Dita mengalir dgn deras ke dalam kloset.* Sementara Putri dan Ester membuka pakaian olah raga mereka utk diganti dgn seragam sekolah. Saat Putri dan Ester sedang membuka kaos mereka tiba2 Dita memercikkan air ke tubuh mereka berdua

 “Auww…. ” eriak Putri dan Ester kadet

 “apa2an sih it basah nih BH aku ” sungut Putri sambil mengelap BHnya

 ” iya nih Dita, BHku juga basah ” kata Ester agak jengkel

 “hihiii… maap” kata Dita cengengesan

 Sejenak tampak Putri bisik2 dgn Ester. Mereka berdua kemudian mendekati Dita dgn tersenyum penuh misteri

 ” Eiitt.. mau apa kaliann” seru Dita

 Putri mendekat dari samping kanan dan Ester dari samping kiri.* Belum sempat hilang kebingungan Dita tiba2 kedua tangannya di pegang dgn kuat oleh Putri dan Ester. Tangan mereka yg satu memegang Dita sementara tangan yg satunya meremas remas payudara Dita yg cukup besar. Diantara mereka bertiga Dita lah yg paling gemuk sehingga payudaranya paling besar

 “aaa..ooooww.. ampuunn..ampuunn ” teriak Dita

 “tidak ada ampun bagimuuu ” kata Putri tertawa sambil terus meremas susu Dita. Begitu juga Ester semakin bersemangat meremas payudara Dita sampai kaos olah raganya kusut….

 “aaahh.. nggak mauuuuu.. ampuunn” Dita teriak sambil meronta sampai akhirnya bisa melepaskan diri lalu menyingkir ke pojok toilet

 “iihhh.. jahat banget kalian jd kusut nih ” sungut Dita

 ” makanya jd anak jgn iseng.. eh*susu Dita jadi tambah gede tuh hihihi” goda Putri

 ” ayo tanggung jawab kalian, aku jadi horny nih ” kata Dita sambil bersandar ditembok

 ” sini sini sini sayaaaaang.. mana yg sakit” kata Ester sambil mendekati Dita

 ” ini..” kata Dita menunjuk ke arah payudaranya

 ” sini Ester elus2 biar hilang sakitnya” kata Ester sambil merangkul Dita dari samping lalu mengelus payudara Dita dari luar kaos olah raganya.

 “eeehhhh….” desah Dita sambil memeluk Ester juga

 Sementara itu Putri sudah berganti pakaian lengkap dgn jilbabnya, dia cuma bisa geleng2 sambil tersenyum.

**********

Pelajaran bahasa indonesia baru saja dimulai. Pak Toni adalah guru yg sudah cukup berumur sehingga dalam mengajar sangat membosankan. Kacamata tebalnya menunjukkan kalo penglihatannya sudah terbatas. Hampir semua murid asyik dgn kegiatannya sendiri2. Tak terkecuali Putri, Ester dan Dita yg duduk bertiga

 “Fiuhh.. bete banget yah..” keluh Putri yg duduk di tengah2

 ” Iya.. mana gerah lagi ” ester menimpali

 ” mang kamu pake jilbab gak gerak put?? kita yg pake seragam pendek aja gerah ” kata Dita sambil kipas2

 “siapa bilang nggak panas, nih kancing baju aku buka dua yg atas ” kata putri sambil menyibakkan jilbabnya, sehingga belahan payudara atasnya kelihatan karena 2 buah kancingnya sudah terbuka.

 ” hihhiiii… susu putri putih yah” Ester

 ” mau dong Put pegang” rengek Dita lirih

 ” Hush… ntar diliat yg laen” kata Putri setengah berbisik

 ” Kan ketutup jilbab Put” Ester menyahuti

 ” boleh ya Put, kan tadi kamu udah menodai susu aku” rengek Dita

 ” iya deehhh.. tapi jangan di cubit yah” kata Putri pelan. Kemudian dia menurunkan badannya dan meletakkan tangan kepalanya di meja sambil pura2 memperhatikan pelajaran.

 “asyiiikkk..” Dita berteriak kecil lalu memepetkan tubuhnya ke Putri. segera tangannya menuju ke payudara Putri yg menghadap ke bawah. Di elus2nya payudara putri dari luar bhnya. aktivitas tangan Dita tidak terlihat karena dibawah meja dan tertutup jilbab putri. di remasnya pelan2 susu Putri. Sementara dari samping kanan Ester juga melakukan hal yg sama sehingga Putri bener2 kegelian menahan nikmat. Meski melihat ke papan tulis namun mata Putri kadang merem menahan nikmat.* Dita semakin menggebu, diangkatnya cup bh putri sehingga kini payudara Putri menggantung bebas di balik jilbabnya. Tangannya menggenggam payudara putri dan mengelusnya sementara Ester memilin milin puting Putri.

 “eehhhh…. ” desah Putri lirih

 “susu Putri montok banget” bisik Dita

 Putri menggelinjang tertahan merasakan nikmat yg benar2 bikin deg2an karena di lakukan di tengah2 orang banyak. Elusan*serta remasan Dita dan Ester semakin keras. Nafas mereka bertiga memburu. Untung kelas cukup gaduh sehingga nafas, erangan dan lenguhan mereka tersamar.

 “aaaaachhhh… aaahh.. ” lenguh Putri sambil membenamkan mukanya yg terlipat di meja

 teng.. teng.. teng… suara bel tanda istirahat berbunyi.

 Dita dan ester cepat2 menarik tangan mereka dari payudara Putri. Sementara putri masih terkulai lemas.

+++++++++

Sepulang sekolah Putri dan Ester mampir kerumah Dita. Kedua orang tua Dita belum pulang dari kantor. Yg di rumah cuma ada*Leo**adik Dita yg masih kelas 1 SMP. Mereka mengerjakan PR yg di berikan tadi pada jam terakhir di sekolah di ruang tengah.*

 ” ayo minum minum ” kata Dita sambil membawa minuman

 ” wuihhh..* segar tuh, sesegar susu Putri ” kata Ester sambil mencolek susu Putri

 ” Aoooww,… ih Ester, ada adiknya Dita tuh” sungut Putri

 ” Ahh.. si Leo masih kecil, blum tau apa2 hihiih” kata Ester

 Sementara itu Leo asyik nonton TV sambil makan mi goreng.

 ” Eh jangan salah, adik gue masih smp tapi tontonannya BF tuh, kemarin gue pergokin lagi nonton di kamar, dasar tuh anak ” kata Dita

 ” Siapa dulu kakaknya ” kata*Ester meledek

 ” Enak aja ” kata Dita sambil menarik Rok Ester keatas

 ” Aooww.. ih.. Dita..!! awas yah nanti aku bales ” kata Ester

 ” Aku balesin yah ” kata Putri sambil menyingkap rok Dita sampai celana dalamnya kelihatan

 ” ihh… kalian curang maen keroyok ” kata Dita sambil meloncat berdiri

 ” udah udah ayo kita kerjain PRnya, nggak selesai2 ntar” kata Putri

 Tanpa mereka sadari dari tadi Leo memperhatikan tingkah mereka meski dgn pura2 nonton tv. Dia sempat lihat celana dalam Ester waktu kakanya menyingkap roknya. Begitu juga ketika rok kakaknya di singkap Putri. Nafas Leo menjadi ngos2an.

 Leo semakin tidak konsentrasi pada televisi, kalopun kelihatannya merhatikan tv tapi sebenarnya dia lebih sering melirik ke arah ketiga cewek tsb. Terutama pada Ester yg duduknya pas menghadap dia. Karena rok Ester cukup pendek dan duduknya bersila sehingga pahanya yg putih mulus terpampang dgn jelas bahkan sampai celana dalam putihnya kadang2 kelihatan. Sedangkan Putri meski memakai jilbab dan rok panjang tapi waktu dia merubah posisi duduknya tetap saja sekilas terlihat pahanya yg sangat putih. Sementara Dita posisinya tidak kalah terbukanya, namun karena Leo sudah sering melihat paha putih dan celana dalam kakaknya maka dia lebih senang melihat ke arah Ester dan Putri. Nafas Leo semakin memburu karena mereka bertiga belajar sambil bercanda. Kadang saling colek paha, kadang colek payudara.

 Diantara mereka bertiga hanya Putri yg menyadari kalo dari tadi Leo memperhatikan mereka, maka dgn iseng dia menyingkap rok Ester tinggi2..

 ” aooww.. Putriiiiii.. ” teriak Ester sambil meloncat berdiri. Lalu dia menubruk tubuh Putri sambil tangannya berusaha membalas dgn menyingkap rok panjang putri, namun Putri berontak sehingga mereka bergumul dilantai.

 ” ampuun.. aoo.. ampuuunn hahhahaa ampuunn ” teriak Putri

 ” Pembalasaaaan ” sahut Ester sambil terus berusaha menarik ujung rok panjang Putri. Kaki putri terus berontak di tambah tarikan dari Ester *sehingga roknya kini terangkat sampai atas menampakkan seluruh kaki dan pahanya yg putih mulus hingga celana dalamnya yg berwarna putih.

 ” Dit, tarik celana dalamnya putriii” teriak Ester pada Dita

 “okeeee.. ” kata Dita sambil memegang pinggul Putri kemudian berusaha menarik celana dalam putri

 ” ampuuunnn.. aaa… nggak mauuuu ” teriak Putri sambil terus berontak. Namun gerakan kakinya justru mempermudah Dita menarik celana dalam Putri. Kini celana dalam Putri sudah lepas seluruhnya dari kaki putri sehingga vaginanya yg montok dan masih berbulu halus terpampang. Namun Putri segera menutup kedua pahanya dan menekuk kedua kakinya kesamping sehingga kini yg terpampang adalah bokongnya yg putih mulus dan montok sedangkan vaginanya hanya mengintip sedikit dari celah pahanya. Sambil tertawa Dita menepuk nepuk pantat Putri

 ” Ammpuunn.. amppuuunn aku lemaaas ” kata Putri dgn ngos2an dan tidak berontak lagi. sedangkan Ester juga sudah kehabisan tenaga sehingga mereka cuma ngos2an sambil tertawa. Putri terbaring miring*lemas diatas tubuh ester dgn rok panjang yg tersingkap sampai atas menampakkan kemulusan bokongnya yg masih di elus elus Dita, sedangkan Ester terlentang dgn pakaian dan rok yg amburadul karena pergumulan tadi.

 Tanpa mereka sadari*sebenarnya Leo merekam semua tingkah laku mereka sejak awal menggunakan handycam yg disembunyikan di pangkuannya dan di tutupi dgn bantal….

+++++++++

lanjuuuttt…..

 Leo sedang menonton hasil rekamannya tadi siang. Nafasnya ngos2an sambil tangannya mengelus tititnya dari luar celana. Setiap adegan yg menampilkan paha atau celana dalam Dita, Putri dan Ester selalu dia pencet tombol pause, lalu di perhatikan dgn seksama dan penuh nafsu. Apalagi pas adegan celana dalam Putri di tarik sampai lepas oleh Dita, di pause di ulang dipause diulang berkali kali.

 ” Leooo.. ” terdengar suara dita memanggilnya

 ” iya kak, ada apa?? Leo di kamar ” sahut Leo sambil buru2 menutup laptopnya karena tanpa ketok pintu Dita sudah masuk ke kamarnya

 ” hayo.. kamu nonton bokep yah.. kakak laporin mama ” bentak Dita

 ” eh.. enggak kok.. ini.. mm.. anuu..mm.. enggak ” jawab Leo gugup

 ” sini coba kakak lihat ” kata Ester merebut laptop Leo lalu membukanya sambil telungkup di kasur.

 “jangan kak.. ” kata Leo namun terlambat karena Ester terlanjur membuka rekaman tadi yg sudah di save di laptop

 “ups… Leoooo ini kan kakak ama temen2 tadi siang ” Ester kaget

 ” iya kak, maaf ” kata Leo tertunduk

 ” oooo.. kakak ngerti sekarang, kamu naksir ama temen2 kakak yah” goda Dita sambil terus melihat rekaman tsb. Timbul niat utk iseng pada Leo

 “emm.. anu kak. mmmm ” jawab Leo bingung.

 ” Udah nggak usah malu2, ini buktinya. Sini coba duduk sini deket kakak ” kata Ester sambil bangkit duduk bersandar di tepi tempat tidur.

 Sebenarnya Leo dan Dita adalah saudara tiri. Orang tua mereka baru saja menikah. Dita adalah anak dari si mama, sedangkan Leo adalah anak dari si papa.

 Leo dgn agak takut duduk di sempaing kakak tirinya tersebut.

 ” kamu sebenarnya pengen ngintip paha kakak ama temen2 kakak kan??” tanya Dita sambil merangkul Leo

 ” mmm… anu kak.. mmm… ” jawab Leo makin bingung dan takut

 ” sekarang jawab dgn jujur, diantara kami bertiga paha siapa yg paling mulus?? ” tanya Dita sambil meluruskan kakinya. Dita memakai celana yg sangat pendek dan ketat sehingga pahanya terpampang seluruhnya

 ” mm.. sseemuuuaaa putih kak, cuman mulus tidaknya Leo nggak tau karena Leo belum pernah menyentuh semua” jwb Leo

 ” sekarang coba elus paha kakak” kata Dita sambil menuntun tangan Leo menyusuri pahanya.

 ” uuhh.. mulus dan sekali kak ” kata Leo gemeteran

 ” yg bener?? elus lagi yg bener ” kata Dita sambil menekuk satu kakinya. Bulu2 halus di paha dan kaki Dita meremang berdiri karena geli.

 ” iya kak bener2 halus” kata Leo ngos2an

 ” Nah kapan2 kakak akan beri kesempatan kamu untuk mengelus paha temen2 kakak agar kamu bisa membandingkan paha siapa yg palis halus dan mulus” kata Dita lalu bangkit pergi keluar dari kamar adiknya.

 Dita menuju ke kamarnya. Tiba2 gairahnya timbul gara2 pahanya di elus oleh Leo. Kemudian dia*rebah di kasur dan di rapatkannya pahanya. Di elusnya sendiri pahanya dgn lembut sampai bulu2 lembutnya berdiri….

++++++++++++

Pagi2 begitu sampai di sekolah, Dita langsung menuju ke toilet utk merapikan rambutnya.

 ” hei Dita mau kemana? ” tanya Putri kebetulan berpapasan

 “nih mau ngrapiin rambut ” sahut Dita

 ” sekalian ah, aku juga mau merapikan jilbab neh ” kata Putri

 Di toilet mereka merapikan diri masing2 di cermin.

 ” uhh.. malah kebelet pipis neh” kata Dita

 “ikuuttt.. ” kata Putri

 Lalu mereka berdua masuk ke kamar kecil bersama.

 Sedang seriusnya Dita pipis tiba2 Putri mengeluarkan HPnya

 ” ayo senyuuuummm..” kata Putri sambil mengarahkan kamera HPnya ke arah Dita yg sedang pipis

 ” Judulnya narsis sambil pipis nih ihihihihi ” kata Dita sambil memasang gaya narsis sambil pipis.

 ” oke.. gaya sekarang berdiri ” kata Putri mengarahkan gaya

 Dita lalu berdiri sambil membetulkan celana dalamnya

 ” Eits… celana dalamnya biar aja nyangkut di dengkul biar sexy getu loh ” cegah Putri

 Dita batal membetulkan celana dalamnya. Kemudian dia bernarsis ria dgn celana dalam yg masih nyangkut di kaki mulusnya

 Berbagai pose yg menggairahkan berhasil di jepret oleh Putri.

 ” oke.. pemotretan selesai, silakan dilanjut pipisnya hihihiii ” kata Putri nakal

 ” udah selesai kaleee.. tinggal bersihin” kata Dita

 ” sini Putri bersihin pake tissu ” kata Putri sambil mengeluarkan tissu dan mendekati Dita. Lalu dia jongkok di hadapan Dita, diusapnya vagina Dita yg berbulu halus dgn lembut.

 ” uuuhhh.. ” lenguh Dita

 ” duuhh.. imutnya nih V ” kata Putri gemas sambil mencubit pelan vagina Dita

 ” aoww.. jgn di cubit dong ” sungut Dita

 ” kalo gitu di sayang aja yah.. mmmuaachh..” kata Putri lalu mengecup vagina Dita.

 “aachh.. ” rintih Dita sambil membelai kepala Putri yg tertutup jilbab…

++++++++++++

Leo tersentak dari lamunannya di dalam kamar karena mendengar suara kakaknya dan temannya tertawa cekakakan. Dia menuju ke lubang kunci utk melihat sedang apa mereka. Ternyata kakaknya dan Ester* sedang nonton televisi di ruang tengah. Ruangan tsb pas di depan kamar Leo sehingga dia bisa melihat dgn jelas keadaan di luar kamarnya. Leo semakin menempelkan matanya ke lubang kunci karena di depannya terhampar pemandangan yg menggiurkan. Ester yg masih memakai seragam sekolah duduk di lantai dgn lutut di tekuk ke atas*agak selonjor *sehingga paha mulus dan celana dalamnya terbuka lebar. Sedangkan kakaknya si Dita duduk bersila lebar sehingga roknya tersibak sampai ke atas menampakkan paha dan celana dalamnya juga.

 ” HHhooaaamm… duh aku ngantuk banget Dita” kata Ester sambil menguap lebar

 “ya udah bobo`*di kamar aku sono, *ntar kalo dah sore aku bangunin” kata Dita sambil terus nonton TV

 ” Oke .. jangan lupa yah, jam 4 aku harus pulang ” kata Ester lalu*beranjak menuju kamar Dita.

 Beberapa saat kemudian Dita menuju ke kamarnya. Di lihatnya Ester tampak tidur dgn lelap sekali. Beberapa kali di goyang2kannya tubuh Ester namun Ester cuma menggeliat. Dita tersenyum lalu keluar dari kamarnya menuju kamar Leo.

 “Leo.. Leo.. sini ” kata dita memanggil adiknya

 ” iya kak, ada apa ” kata Leo keluar dari kamar

 “Kemarin kakak kan tanya sama kamu, mulus mana paha kakak dgn paha teman2 kakak kan, ingat ?”*tanya Dita

 ” iya kak, tapi Leo kan nggak bisa mbandingin karena Leo belum pernah pegang paha teman kakak” jawab Leo pura2 bloon

 ” udah sekarang ikut kakak” kata Dita menarik tangan Leo menuju kamarnya. Mereka berdua lalu masuk ke kamar Dita. Dan pemandangan yg ada sungguh mengejutkan Leo karena di atas kasur ada ester yg tertidur lelap dgn posisi terlentang dan roknya agak terangkat.

 ” Lihat itu ” kata Dita menunjuk kearah Ester yg tidur dgn lelap

 ” eh.. itu kan kak Ester ” kata Leo sambil menahan degup jantungnya

 ” iya… ” kata Dita mendekati Ester yg lelap lalu bersimpuh disamping tempat tidurnya

 Perlahan lahan di tariknya rok Ester semakin ke atas sampai celana dalamnya terlihat dgn jelas.

 ” sini.. ” kata Dita pelan sambil menyuruh Leo mendekat

 ” kak.. nanti kalo kak Ester bangun gimana?? ” tanya Leo agak takut

 ” Tenang aja, tadi udah kakak kasih obat tidur sedikit di jamin aman” kata Dita lirih sambil mengedipkan satu matanya

 ” sekarang kamu elus2 paha Ester, lalu bandingin kemulusannya dgn paha kakak ” kata Dita

 ” tapi kak… “* Leo gugup dan masih takut

 ” udaaah sini” bisik Dita sambil menuntun tangan Leo mengelusi paha Ester. Tampak tangan Leo agak gemetar.

 ” gimana?? halus nggak?? ” bisik Dita lagi

 ” iya kak, halus banget putih lagi ” Bisik Leo semakin bernafsu mengelusi paha Ester

 “Nah sekarang bandingin dgn punya kakak ” kata dita sambil menuntun tangan Leo mengelusi pahanya sampai ke pangkal paha

 ” Mulus paha kakak ” kata Leo.

 Sebenarnya Leo tidak bisa membedakan paha siapa yg lebih halus karena keduanya sama2 halus, tapi karena takut ama kakaknya dia bilang paha Dita lebih mulus.

 ” kak, boleh nggak Leo elus2 paha kak Ester lagi ” bisik Leo

 Dita mengangguk, lalu Leo segera mengelus paha Ester dgn penuh perasaan. di resapinya tiap jengkal kemulusan paha Ester.

 Dita senang dan geli melihat ekspresi wajah Leo yg lugu namun penuh nafsu dan sangat mupeng.

 Ternyata Leo tidak cuma mengelus paha Ester, namun dia juga mengelus vagina Ester dari luar celana dalamnya. Di usapnya celana dalam ester sehingga kini garis vagina ester tercetak dari luar celana dalamnya.

 Pemandangan tersebut membuat jantung Dita tiba2 berdegup. Dia membayangkan seandainya yg dielus Leo adalah celana dalamnya. Dita menempelkan dgn erat *payudaranya yg merinding ke ranjang. Sedangkan duduknya jd gelisah karena vaginanya tiba2 berdenyut.

 ” Leo, mau nggak lihat*memek Ester ” bisik Dita sambil merangkul Leo sehinnga payudaranya menempel ketet di lengan Leo

 ” mmm..eemmm..emang bb..bboleh kak???” bisik Leo gugup hampir tak percaya

 Tanpa menjawab Dita meraih tepi celana dalam Ester lalu menariknya ke samping.

 ” Cleguks…” Leo menelan ludah melihat vagina Ester yg montok rapat dan berbulu hitam halus dan jarang.

 ” eeemmm… ” tiba2 Ester menggeliat

 Dita dan Leo kaget bukan kepalang dan refleks mereka tiarap di lantai. Jantung mereka berdetak kencang. Selain karena kaget juga karena nafsu yg sangat tinggi.

 Setelah beberapa saat tenang, Dita melihat ke kasur dgn pelan2. Posisi tidur Ester kini miring ke samping membelakangi mereka.

 ” ayo kita keluar ” bisik Dita pada Leo

 “tapi kak… Leo masih pengeeen….mmm.. pengen.. ” rengek Leo pelan

 ” pengen apa??, udah ayo keluar*” bisik Dita agak keras lalu menarik tangan Leo keluar kamarnya. Mereka menuju ke mara Leo.

 ” kamu masih pengen apa adikku nakaaal ” kata Dita sesampainya di kamar Leo sambil mencubit kedua pipi Leo

 ” mmm.. Leo pengen pegang mmm.. mmemek kak Ester ” kata Leo malu2

 ” Ooo… adikku mulai nakal yah ” kata dita sambil mencubit hidung Leo

 ” gimana kalo pegang memek kakak ” kata Dita genit menggoda

 ” emang boleh kak ??” Jawab Leo gn semangat dan mata berbinar

 ” untuk adikku nakal apa sih yg enggak ” kata dita

 Lalu di tuntunnya tangan Leo ke dalam roknya utk mengelusi pahanya beberapa saat, dan sesaat kemudian di tempelkannya tangan Leo ke vaginanya yg masih tertutup celana dalam. Nafas mereka berdua menjadi berat.

 ” empuk banget kak, hangat lagi ” bisik Leo sambil ngos2an

 ” eeehhh… ” lenguh Dita sambil terus menuntun tangan Leo mengelus vaginanya makin kencang.

 ” Leo pengen lihat memek kakak nggak ” kata dita yg sudah di landa nafsu membara

 ” iii..yyaaa.. kak.. ” jawab Leo gemetar

 ” tarik celana dalam kakak ” kata Dita sambil mengangkat roknya tinggi2.

 Leo lalu jongkok di depan kakaknya, dgn gemetar di tariknya celana dalam kakaknya sampai ke lutut.

 Sedetik kemudian jantung Leo seperti berhenti berdetak. Matanya nanar melihat vagina Dita tepat di depan matanya.

 ” Elus dong Leo.. ” kata Dita dgn suara berat

 Agak kaget Leo tersadar dari keterkejutannya. Pelan dan gemetar di elusnya vagina Dita yg ternyata sudah sangat basah.

 ” Aaaaacchhh… ” desah Dita lemas tersandar di tembok

 Leo semakin liar mengelus vagina Dita.

 ” aaacchh..aaaaahh ” deshan Dita makin keras.

 Dimajukannya pinggulnya sehingga*seluruh vaginanya yg sudah basah belepotan lendir bening teraba semua oleh telapak tangan Leo.

 Tangan ita yg satu menarik roknya ke atas sedangkan tangan satunya meremas kepala Leo.

 Elusan Leo semakin kencang dan liar di sertai remasan2 gemas. Nafas kedua kakak beradik tiri tersebut semakin memburu

 ” AAaacchhh.. eeeeehh.. aaahhhh ” Lenguhan Dita keras dan panajang. Tubuhnya bergetar dgn hebat. Seluruh tubuhnya bergetar dan*di sentakkannya pinggulnya berulang ulang……* lalu diam kaku beberapa saat

 Sesaat kemudian tubuh Dita lemas seperti tak bertulang lalu sandarannya di tembok merosot ke bawah sampai terduduk* lemas di lantai……

+++++++++++++

Thomas adalah teman satu kelas Dita, Ester dan Putri. Selama ini dia ternyata memendam rasa suka terhadap Dita, namun dia tdk berani mengungkapkannya. Selain cantik, sexy juga kulit yg putih bersih Dita juga anaknya ceria itulah yg membuat Thomas tergila gila pada Dita.* Selain cinta, Thomas juga sangat bernafsu dgn Dita sebab selama memperhatikan Dita seringkali dia di suguhi pemandangan yg syuur dari cara duduk Dita. Seringkali secara diam2 Thomas memperhatikan paha dan celana dalam Dita yg sedang ngerumpi bersama teman2nya.

 Sebenarnya banyak cewek yg naksir Thomas karena dia cukup ganteng dan orang tuanya juga kaya, namun dia termasuk orang yg tidak percaya diri bahkan minder apalagi bila dgn cewek. Bila*suka dgn cewek dia hanya memendam rasa sukanya sambil memperhatikan cewek tsb sambil berkhayal jorok, dan malamnya dia akan membayangkan cewek tsb sambil onani

 Saat*Thomas *sampai di depan ruang kelasnya tampak Anton dan Ale sedang nongkrong di teras kelas dgn asyik.

 ” Hey bro, tumben pagi2 dah nyampe.. ” Sapa Thomas pada 2 temannya

 ” SSsstt.. brisik lu dah sanan sanaaa.. ganggu aja” bentak Anton pelan

 ” Ehh.. ditanya baik2 malah marah, lagi ngapain sih kalian ” kata Thomas penasaran sambil bergabung duduk dgn Anton dan Ale

 Betapa terkejutnya Thomas ketika matanya tertuju ke arah yg sedang di perhatikan oleh Anton dan ale.

 Ternyata Anton dan Ale sedang memperhatikan Dita yg sedang makan coklat sambil menopangkan salah satu kakinya ke kaki yg lain. Meskipun roknya tidak tersingkap tapi karena posisi duduk Anton dan Ale lebih rendah sehingga mereka dapat melihat kemulusan paha Dita sampai ke celana dalamnya yg berwarna putih.

 Jantung Thomas berdetak kencang, nafasnya memburu.. gadis yg dia jadikan obsesi onaninya tadi malam kini di depan matanya duduk dgn memberi pemandangan yg begitu menggemaskan.

 ” duuhh.. mulusnya paha Dita, seandainya… ” kata Anton sambil menelan ludah

 ” oh Tuhaannn mulus bangeettt, dan itu celana dalamnya.. ooohh ” desis Ale

 ” ck..ck..ck..cleguks.. ” Thomas hanya mampu geleng2 kepala sambil menelan ludah yg terasa susah di telan

 ” Seandainya aku bisa mengelus paha Dita, aku rela di gebukin*pake kursi satu*sekolahan*” khayal Anton

 ” kalo aku… aku rela tertimpa meja satu kelas kalo aku bisa cium celana dalam Dita” Ale menggumam sambil melongo

 Sedangkan Thomas tidak mau berkata apa2, bahkan berkedippun dia enggan karena dia tidak mau melewatkan pemandangan ini barang satu detik. Cuma tangannya yg berbicara dgn mengelus tititnya dari luar celana sambil di jepit dgn kedua kakinya sehingga tidak kelihatan org lain.

 Saat jam pelajaran di mulai Thomas, Anton dan Ale sangat gelisah, mereka masih terbayang bayang dgn paha dan celana dalam Dita. Berkali kali mereka mencuri curi kesempatan utk menoleh kebelakang di mana Dita, *Ester dan Putri duduk. Dan pemandangan yg tersaji lebih menggairahkan karena selain Dita, cara duduk Ester pun tidak kalah menggemaskan.

 ” Dit, liat tuh si Thomas dari tadi curi2 pandang ke arah selangkangan kamu” bisik Ester pada Dita

 ” iya.. aku juga tau, kita kerjain yuk anak penakut itu ” bisik Dita lirih

 ” gimana caranya ” kata Dita

 ” kita gunakan sistem “buka tutup” paha kita biar dia tersiksa hihihiih ” kata Ester sambil cekikikan

 ” ayo… hihiihihiihi ” sahut Dita

 ” ih kalian.. ntar pingsan tuh si Thomas ” timpal Putri sambil tersenyum

 Saat Thomas menoleh ke belakang sambil pura2 pinjem pensil temannya, Dita dan Ester dgn pura2 cuek membuka lebar2 pahanya lalu dgn cepat menutupnya kembali

 Betapa terkejutnya Thomas, meski sekilas pemandangan tsb membuat jantungnya berdegup kencang nafasnya tersengal. Karena dari tadi melihat pemandangan yg syuur Thomas tidak kuat lagi menahan nafsunya. Dia ijin kepada guru pamit ke toilet.

 “hihihiii.. pasti kebelet pipis tuh anak ” bisik*Dita

 ” Eh..* btw, si Thomas tuh cakep juga yah, tajir lagi ” kata Dita genit

 ” yeeee.. kamu naksir yah, ntar gue bilangin langsung ama dia ” kata Ester

 ” eh jangan.. malu lagi hihiihihiii ” kata Dita

 ” kapan2 kita kerjain*lebih sadis lagi yuk ” kata Ester

 ” Caranya ???? ” tanya Putri

 ” begini.. ” Ester*menerangkan pada kedua temannya dgn berbisik*.. bla bla bla…

+++++++++++++++++++++++

Pelajaran olahraga sangat di sukai oleh semua siswa, karena bisa santai di halaman sekolah sehingga tidak jenuh. Pagi itu olah raganya adalah volly pria sementara siswi menjadi suporter.

 ” eh si Dita kemana ya Put ” tanya Ester pada Putri

 ” Tau tuh si anak ngilang, jangan2 lagi gebet si Thomas hihihih” kata Putri

 ” Kita cari yuk ” ajak Ester pada Putri.

 Lalu mereka mengelilingi halaman sekolah. Sampai di sudut halaman sebelah barat nampak Thomas sedang duduk sendiri di samping pot tanaman. Dia nampak serius sekali memperhatikan sesuatu.

 ” eh itu si Thomas, lagi ngapain tuh anak melamun sendirian ” kata Putri heran

 ” oh.. coba liat, dia sedang memperhatikan si Dita tuh ” kata Ester menunjuk Dita yg sedang berdiri menonton pertandingan volly.

 Dari belakang Dita nampak sexy sekali karena celana olah raganya yg pendek dan ketat sehingga bokongnya yg montok tampak semakin montok dan celana dalamnya sampai tercetak krn posisinya agak membungkuk tangannya bertumpu pada tembok rendah pembatas kelas dgn halaman sekolah. Di tambah lagi pahanya yg putih mulus terpampang.

 ” oouuu.. rupanya dia sedang ngliatin bokongnya si Dita ” bisik Ester

 ” Dasar otak porno, liat tuh tangannya menggosok gosok celana depannya.. iihhh ” kata Putri sambil bergidik

 ” hihihihiii.. dia onani kali yah jadi penasaran, samperin yuk ” ajak Ester. Lalu mereka mendekati si Thomas dari belakang

 “kita kerjain yuk ” kata Ester berbisik

 “oke.. hihihi ” bisik Putri sambil cekikikan

 ” hayoooo.. ngintip yaaa ” kata Ester sambil menepuk pundak Thomas

 ” eit.. ehhh.. anuu..mm… enggak.. sapa yg ngintip? ” kata Thomas kaget setengah mati.

 ” Tuh mata elo jelalatan liat bokong si Dita ” kata Ester menyelidik

 ” eh enggak kok, aku liat pertandingan volley ” kata Thomas masih gugup

 ” kalo liat pertandingan ngapain tuh tangan” kata Putri sambil menunjuk tangg masih di selangkangannya

 ” ehh..a nuu mm… ” Thomas semakin gugup

 ” Sudahlaaah, nggak usah menghindar. Kami tau kok kamu suka ama Dita kan” kata Ester pelan

 ” iya ngaku saja, lagian si Dita pernah cerita kok kalo dia juga naksir ma kamu ” kata Putri menimpali sambil mencubit pinggang thomas

 ” ah masa sih..” kata Thomas kaget

 ” Bener… tapi ngomong2 kamu tuh suka atau nafsu sih ama Dita “* Tanya Ester genit

 ” Mmmmm.. dua2nya, abis sexy banget sih Dita hahahha..” kata Thomas mulai santai

 ” huuu dasar.. kamu pasti dari tadi liatin pantat Dita yah ” kata putri

 ” MMm.. enggak eh iya.. sapa suruh punya bokong montok banget ” kata Thomas masih agak malu

 ” itu masih pakai celana, coba kalo* liatnya gak terhalang celana kamu *bisa onani di tempat hihihi ” goda Ester

 ” duh kaga` kebayang deh,* liat gini aja gue dah deg2an, apalagi…*”*Thomas tidak melanjutkan kata2nya

 ” kamu pengen liaaat??? bilang*kek dari tadi ” kata Ester sambil berdiri dan berjalan mendekati Dita yg masih asyik melihat pertandingan

 “Eh mau ngapain tuh*anak ” Thomas nampak bingung

 ” hihhiiiii..*liat aja ” kata Putri sambil cengengesan

 ” Hei.. pergi gak bilang2 ” kata Ester sambil mencubit pantat Dita

 ” aooww… sakit tau, abis kalian ku cari dari tadi gak ada” kata Dita sambil menoleh ke Ester yg kini*berdiri di sampingnya

 ” yeee.. nyarinya kemana nonaaa ” kata Ester sambil meremas lembut pantat Dita. Yg di remas tidak protes karena itu sudah tindakan biasa diantara mereka bertiga

 “*Putri mana ” kata Dita sambil merangkul Ester dari samping

 ” gak tau, lagi mojok kali ” kata Ester sambil tangannya makin nakal menyusup ke dalam celana olah raga Dita dari atas. Kini tangannya bersentuhan langsung dgn kulit mulus bokong Dita

 ” Esteeeerr.. tangannya jangan nakal yah, geli tau ” protes Dita sambil mencubit pipi Ester

 ” abis bokong kamu nggemesiiiin ” kata Ester sambil meremas bokong Dita

 ” eehhh.. nanti di liat orang Ester cantiikk”*desah Dita sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh Ester

 ” enggak lah, kan terhalang tembok ini Dita maniiisss.. ” kata Ester sambil terus mengelusi bokong montoknya Dita

 ” eecchh… ntar celana olah raga gue jadi melar Ester nakaaal ” lenguh Dita

 ” kalo gitu turunkan saja yah ” kata Ester langsung menarik turun celana olah raga sekaligus celana dalam Dita.

 Karena celana tsb elastis seketika itu juga celana olah raga dan celana dalam Dita melorot sampai ke lutut menampakkan bokong Dita yg montok, putih dan sexy

 “aoooowww… Ester..!!! ” teriak Dita yg secara reflek langsung menarik celananya lagi ke atas

 ” hhihihihiiiii… sorry sayaaang ” kata Ester memeluk kepala Dita agar tidak menoleh ke belakang.

 Sementara itu Thomas melongo tak percaya menyaksikan semua keisengan Ester dari awal. Sedangkan Putri hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum…..

++++++++++

Hari2 berikutnya Thomas semakin akrab dgn Ester, Dita dan Putri. Terutama dgn si Dita, bisa di bilang kini mereka sudah jadian dgn di comblangi oleh Ester dan Putri.

 ” Kalian bertiga tuh kompak banget ya Dit” Kata Thomas suatu ketika sedang berdua dgn Dita. Mereka berdiri bersebelahan di belakang gedung perpustakaan.

 ” ya iyalah.. teman gitu loh ” jawab Dita sambil ngemil coklat

 ” Kalian tuh rame banget kalo lg ngumpul, iseng pula ” kata Thomas

 “Mang kamu pernah liat keisengan kami bertiga ” jwb Dita

 “pernah sekali, waktu Ester mlorotin celana olah raga kamu ” kata Thomas polos

 ” what…???? berarti .. berarti kamu liat bokong aku?? ” Dita kaget

 ” mmm.. iya.. sorry, kan waktu itu aku lg di belakang kamu” kata Thomas agak takut

 ” Huh.. harus di bales tuh anak2 ” kata Dita sok geram

 ” mang apa yg akan kamu lakukan ” tanya Thomas

 ” Kamu mau lihat bokong siapa? Ester atau Putri ” tanya Dita memberi pilihan

 ” mmm.. kalo aku milih pengen liat bokong kamu lg ? ” kata thomas

 ” yeee.. pilihannya tuh Ester apa Putri sayaaang ” kata ita mencubit pinggang Thomas

 ” Tapii.. aku sayangnya ama kamu Dit ” kata Thomas sambil memegang tangan Dita

 Dita tercekat tdk bisa berkata apa2, hanya tertunduk.

 ” maaf sayang kalo kata2ku menyinggungmu ” kata Thomas memeluk Dita

 “nggak kok ” kata Dita singkat

 Dalam hatinya dita begitu tersanjung, bahagia dan sejuta rasa yg tidak bisa diungkapkan. Jantungnya kian berdetak karena kini Thomas memeluk dan membelai rambutnya.

 Dgn tangan gemetar thomas mengangkat dagu Dita dan dgn hati2 diciumnya bibir Dita

 “eemmm ” lenguh Dita sambil membalas ciuman Thomas dgn malu2

 Ciuman mereka semakin dalam dan pelukan mereka pun semakin erat karena di dorong oleh gejolak jiwa muda.

 “eeehmmm ” desah Dita ketika tangan thomas mengelus dan meremas lembut pantatnya dari luar seragam sekolah

 ” aku sayang banget ma Dita ” kata thomas sambil terus meremas bokong Dita

 ” iya, Dita juga ” jawab Dita dgn suara mendesah nyaris tak terdengar

 Tangan Thomas semakin liar masuk kedalam rok seragam Dita dari bawah. Kini tangannya meremas bokong Dita yg montok dari luar celana dalamnya. Pelan namun pasti tangan Thomas merayap kedalam celana dalam Dita melalui samping.

 ” Dita sayaaaaang, bokong kamu halus dan montok banget ” suara Thomas bergetar

 ” aacchh… ” Dita hanya mampu melenguh menahan geli dan nikmat

 Sambil menciumi pipi dan telinga Dita, tangan Thomas semakin* kuat dan dalam meremas bokong Dita. Rok Dita semakin terangkat dan acak2an

 Pelukan mereka semakin rapat sehingga thomas dapat merasakan kekenyalan payudara Dita yg montok di dadanya

 “aauucchhh….” Dita menggelinjang ketika jari tangan Tomas yg meremas bokongnya juga menggesek vaginanya yg sudah basah berlendir

 Gerakan mereka semakin liar. Thomas semakin kuat meremas bokong Dita sambil* mengelus vagina Dita. Bokong Dita menjadi licin karena cairan vagina Dita tersebar merata sampai ke bongkahan pantatnya*oleh remasan Thomas yg semakin*liar

 Sementara gelinjang tubuh Dita semakin tidak terkendali dan pelukannya semakin erat sehingga payudaranya yg kenyal menempel ketat ke dada Thomas. Karena gerakan mereka yg semakin liar sehingga payudara Dita seperti di remas2 dada Thomas

 ” Acchhh… Toooomm.. ” desis Dita. Gerakannya sudah tidak terkontrol. Pinggulnya bergerak liar seiring dgn remasan Thomas pada bongkahan pantat dan vaginanya

 Dan pada detik2 dimana gelombang kenikmatan semakin membuncah di seluruh tubuh Dita, di sentakkannya pinggulnya kedepan mengiringi gelombang kenikmatan yg bermuara pada vaginanya.

 Sedangkan Thomas sendiri yg baru pertama ini menyentuh tubuh wanita merasakan desakan dari dalam tubuhnya* ketika penisnya menempel ketat pada vagina Dita yg masih tertutup celana dalam yg sudah acak2an.

 secara reflek dia menggesekkan penis dalam celananya ke vagina Dita

 Dan beberapa saat kemudian diiringi geraman yg cukup keras dia juga menyentakkan pinggulnya dgn keras ke depan

 “aaaaarrrrgghhhh….!!!” geram Thomas mengiringi muncratnya sprema di dalam celananya

 Mereka berpelukan dgn sangat erat menikmati terbang ke surga utk pertama kalinya….

+++++++++

Jam pelajaran terakhir telah selesai, semua siswa berhamburan untuk pulang

 ” Jadi ke rumahku pinjem buku nggak Put??’ tanya Dita pada Putri

 “ya jadi dong,*catetanku*ada yg kurang nih ” sahut Putri

 ” ya udah kalo gitu*sekalian aja kita di anter ama Thomas ” kata Dita

 ” oke, biar nanti sopirku jemput aku kerumah kamu aja Dit ” sahut Putri

 ” ayo.. tuh mobil Thomas dah nungguin ” lalu mereka berdua menuju ke mobil Thomas

 ” haloo Thomass.. sekarang dah nggak pemalu lagi yah ” sapa Putri menggoda Thomas ketika mereka sudah di dalam mobil. Putri di jok belakang sedangkan Dita di depan

 ” hahhaa.. apaan sih Put ada2 aja ” jawab Thomas sambil tertawa

 ” Jangan di godain Put, ntar gemeteran lho hahahha ” goda Dita

 ” Gemeteran kaya`* waktu ketahuan ngintip bokong Dita tuh hihiih.. *” Putri cekikikan

 ” Huaa.. Putrii.. jangan di ungkit lagiii ” teriak Thomas

 ” Waktu*kamu liat *bokong gue gemeteran, tapi waktu megang kok nggak gemeteran ya say.. hihiihihi ” kata Dita sambil mencolek pinggang thomas genit

 ” auw… sebenarnya gemeteran juga sih cuman kamu nggak tau aja, kan sayang merem keenakan hahhaa ” jawab Thomas

 ” SSttt.. jangan vulgar gitu dong say ngomongnya, ntar kalo Putri pengen gimana hihihi ” kata Dita sambil melirik Putri.

 ” Yeee.. apaan sih ” kata Putri salah tingkah melihat kemesraan mereka

 ” Nah dah sampai, aku lansung cabut aja ya sayang ” kata Thomas menghentikan mobilnya di depan rumah dita

 ” Oke, tengkyu ya sayang mmuaach ” kata Dita sambil mencium pipi Thomas. Sementara Putri langsung turun

 ” kok cuman pipi, bibir dong sayang ” kata Thomas sambil memajukan bibirnya

 ” emm.. mm.. mmmuuaacchh ” Dita mencium bibir Thomas dgn lembut. Utk beberapa saat mereka berciuman mesra sebelum akhirnya Dita turun dan Thomas meluncur pergi.

 ” Minum apa Put ” tanya Dita sambil meletakkan tasnya di kursi

 ” Air es aja, haus banget nih ” kata putri sambil menghempaskan tubuhnya ke sofa.

 Beberapa saat kemudian Dita keluar sambil membawa 2 gelas air es

 ” Ternyata Thomas yg kelihatannya malu2* liar juga Put hihi ” kata Dita sambil meletakkan gelas

 ” maksut lo??? ” tanya Putri bingung sambil meminum air es

 ” mmm…* ya gitu deh ” kata Dita genit

 ” Gitu deh gimana??.. tambah bingung ” kata Putri penasaran

 ” gini lho nonaaa.. ” kata Dita merapatkan tubuhnya ke tubuh Putri

 Lalu Dita menceritakan percintaannya beberapa waktu yg lalu dgn Thomas di belakang gedung perpustakaan.

 Semua detail di ceritakan, bagaimana mereka berciuman, lalu betapa merindingnya ketika tangan Thomas meremas bokongnya langsung di dalam celana dalamnya. Termasuk juga ketika tangan Thomas mengelusi vaginanya

 ” Rasanya Uuuuuuhhh.. nikmaaaat bangeet Puut”* kata Dita sambil memeluk Putri erat membayangkan orgasmenya saat itu

 ” iihh.. jadi merinding” kata Putri. Bulu2 di tangannya ikut berdiri membayangkan cerita Dita yg begitu *merangsang jiwa ABGnya

 ” Pelukan kami eraat banget, sampai payudaraku seperti di remas gituuu ” cerita Dita begitu menghayati sambil tangannya meremas payudara Putri dari luar seragamnya

 ” eemmm.. ” Putri cuma mendesah

 ” Bayangin aja Put, vagina gue menempel langsung ama tititnya Thomas..!!! meski masih terhalang celana tapi denyutannya terasa banget uuuuhhh..” Dita cerita sambil mendesah, sementara tangannya masih meremasi payudara Putri

 ” eemm.. jadi pengeeen ” rengek Putri sambil memeluk Dita. Gairah Abg Putri naik terbawa cerita erotis Dita

 Sambil membayangkan Thomas, Dita mencium bibir putri sambil tangannya meremasi payudara Putri sehingga seragam dan jilbab Putri kusut

 “eeehh..” Desah Putri sambil bersandar di sofa dan tanggannya mengelus punggung Dita

 ” Kamu pengen merasakan orgasme sayaang” bisik Dita sambil menciumi telinga Putri

 ” pengen bangeeettt ” desah Putri

 Tangan Dita membuka beberapa kancing baju seragam Putri di balik jilbab putihnya, lalu meremas payudara Putri dari balik BHnya

 ” AAahhhh.. ” desah Putri membusungkan dada ketika tangan Dita mengangkat cup Bhnya dan mengelusi payudaranya.

 Telapak tangan Dita mengelusi seluruh permukaan payudara Putri sehingga putingnya mengeras.

 ” aahh.. enak nggak sayaaang” tanya Dita sambil meremas payudara Putri. Sementara bibirnya menciumi rakus telinga Putri

 ” aakkhh.. aaakkhh…” Putri tidak sanggup menjawab. Kenikmatan ciuman Dita di telinganya dan kenikmatan remasan Dita di payudara dan putingnya membuat tubuh Putri mengejang. Dadanya semakin membusung sampai bokongnya terangkat dari sofa,* kenikmatan tersebut menggetarkan seluruh tubuhnya.. dan beberapa saat kemudian seluruh tubuh Putri*menggelinjang hebat menyongsong orgasme pertamanya…..

++++++++++

Di halaman sekolah sedang ada latihan cheerleader, hampir semua murid menonton termasuk Dita, Ester dan Putri juga Thomas. Bersama murid2 yg lain mereka duduk bergerombol di salah satu sudut sekolah menggunakan kursi kelas yg di bawa keluar*

 “Yah.. gue gak kebagian tempat duduk dah ” cemberut Dita”

 ” Sini sayang gue pangku ” kata Thomas kata Thomas yg duduk paling belakang

 “Asyiiikk ” kata Dita kegirangan

 ” Huuuuu… ” ledek yg lain

 Thomas merapatkan kedua pahanya utk memangku Dita karena kursinya kecil jadi tidak mungkin utk berdua, segera Dita duduk di pangkuan Thomas.

 Sambil ngobrol dan menyaksikan aksi cheerleader di lapangan, Dita sengaja menggerak gerakkan pantatnya pelan sehingga bokongnya yg montok bergesekan dgn penis Thomas yg pelan2 mulai mengeras. Karena duduk mereka paling belakang maka teman2 mereka tdk ada yg melihat.

 Penis Thomas semakin keras dibalik celananya dan Dita tahu itu. Dgn gerakan yg tetap pelan namun makin bervariasi ita sengaja menggoda penis Thomas dgn bokongnya.

 Thomas merespon gerakan pantat Dita dgn menarik bokong Dita lebih kebelakang dan dia memajukan sedikit*pinggulnya sehingga kini penisnya menempel ketat pada bokong Dita. Dita tetap pada gerakan pelannya karena dia juga merasa geli dan nikmat ketika bongkahan pantatnya yg montok terganjal penis Thomas yg sudah mengeras maksimal

 Meski nafsu mereka semakin meninggi namun ekspresi mereka tetap di buat sewajar mungkin seperti tidak terjadi apa2 agar teman2 yg lain tdk tahu

 Kini posisi duduk Dita semakin condong kedepan tangannya bertopang pd paha agar pantatnya bisa menempel maksimal pada penis Thomas, sedangkan Thomas semakin memajukan duduknya utk menyongsong gerakan bokong Dita yg montok.

 Mereka berdua merasakan sensasi yg luar biasa, karena dilakukan di tengah keramaian teman2nya

 Dita dapat merasakan vaginanya sudah basah kuyup oleh lendir kewanitaannya, sedangkan penis Thomas berdenyut denyut merasakan nikmat yg luar biasa

 ” Duh kebelet pipis ” kata Dita kemudian berdiri dan melangkah ke arah toilet sambil memberi kode pada Thomas utk mengikutinya

 ” Gue juga euy.. permisi permisi yah ” kata Thomas

 Sesampainya di toilet Thomas mencari cari Dita

 ” sssttt.. sayang.. sini ” Dita melongok dari salah satu kamar kecil

 Thomas segera menyusul masuk lalu mengunci pintunya.

 Tanpa ba bi bu tanpa banyak bicara mereka berdua langsung berpelukan dgn erat dan berciuman dgn liarnya. Nafas mereka sudah terengah engah tidak beraturan karena menahan nafsu yg membuncah sejak tadi.

 Kedua tangan Thomas langsung masuk kedalam rok dan celana dalam Dita lalu meremas bongkahan pantat Dita yg montok dgn gemasnya. Di elus, di remas sambil di angkat angkat sambil melumat bibir Dita

 “aaaaaaachhh* sayaaaang ” rintih Dita pelan tertahan, tangan Dita menjambaki rambut Thomas saking hornynya

 Thomas menarik turun celana dalam putih Dita sampai ke paha, lalu dgn tergesa gesa dan tangan gemetar dia membuka celananya dan menurunkannya sampai lutut.

 selanjutnya Thomas menyelipkan penisnya diantara paha Dita yg putih mulus lalu memeluk Dita dgn kuat sehingga kini penisnya menggesek langsung vagina Dita yg sudah sangat licin oleh lendir

 ” uuuuhhhh.. sayang banget ma Ditaaa ” bisik Thomas sambil melenguh

 “eeeccchhhh… ” Dita hanya bisa mendesah, vaginanya terasa sangat geli dan nikmat menempel pada penis Thomas

 Tangan Thomas meremas bokong Dita dgn kuat sambil dimaju mundurkan, sehingga kini kelamin mereka tidak cuma menempel ketat tapi juga bergesekan menimbulkan suara clek..clek.. karena vagina Dita sangat basah

 Dita memeluk kepala Thomas sambil meremasi rambutnya dgn kuat, sedangkan bibir Thomas mengulum dan menjilati telinga Dita

 Gerakan pinggul mereka semakin kencang dan liar, kelamin mereka bergesekan semakin ketat dan kuat

 ” eeecchhh..eeecchhh..eeeeeeeeeccchhhh.. ” Dita melenguh panjang menyongsong menggelegaknya kenikmatan yg bermuara pada vaginanya, dan sambil menjambaki rambut Thomas dgn kuat Dita merasakan orgasme yg panjang dan nikmat melemaskan seluruh tubuhnya

 Remasan dan gerakan tangan Thomas memaju mundurkan bokong Dita semakin kencang, dan pada saat dia sudah tidak bisa lagi membendung orgasme yg segera menggelegar, di sentakkannya bokong Dita ke arah pinggulnya dgn kuat dan di songsongnya dgn hentakan pinggulnya kedepan

 “Aaaaaarrrggggghhhhh… ” erangan panjang Thomas mengiringi muncratnya spermanya yg banyak sekali membasahi vagina, paha dan bokong Dita.

 Utk beberapa saat mereka tetap berpelukan erat sambil menikmati orgasme yg fantastis………

+++++++++

Siang begitu panas sehingga para siswa dan siswi menghabiskan jam kosong di tempat2 yg teduh di sisi sekolah sambil ngrumpi

 ” Eh Dita ma Thomas makin* lengket aja yah put” kata Ester pada Putri. Mereka memilih tetap di dalam kelas karena cuaca di luar cukup menyengat

 ” iya, kemarin Dita cerita ma aku katanya mereka udah sampai petting2 gitu.. ihh” sahut Putri teringat cerita Dita

 ” aku kemarin juga ngliat mereka ciuman di samping sekolah ” kata Ester

 ” iyah.. bikin iri aja ” sungut Putri

 ” Eh.. mumpung si Dita nggak masuk kita kerjain Thomas yuk ” bisik Ester

 ” maksutnya?? ” tanya Putri

 Tiba2 yg sedang di bicarakan nongol

 “halo teman2 kok mojok berdua, hayo lg pada ngapain??? ” kata Thomas sambil cengengesan

 ” nah ini dia pucuk di cinta mangsa tiba hihihi ” bisik Ester.

 ” iyah lagi males.. eh Thom bisa bantuin kita nggak ” kata Ester manja

 ” bantuin apa nona2 cantiikk ” kata Thomas mendekat

 ” Bantuin ambil foto kita berdua dong ” kata Ester sambil menyerahkan HP nya pada Thomas

 Putri mulai mengerti apa maksud Ester

 ” pose gini bagus gak Thom ” kata Ester sambil memeluk Putri dari belakang

 ” oke.. 1 2 3 smile ” kata Thomas mulai mengambil foto

 ” pose berikutnya ” kata Putri merangkul dan mencium pipi Ester

 “senyuuumm ” Thomas mengambil angel yg bagus

 Pose berikutnya ester duduk di kursi di peluk Putri dari belakang. Ester sengaja melebarkan pahanya utk menggoda Thomas

 “cleguks.. ” Thomas hanya bisa menelan ludah sambil melanjutkan tugasnya

 Adegan berikutnya lebih membuat Thomas blingsatan. Ester menopangkan salah satu kakinya ke kursi sehingga pahanya terlihat sampai atas namun celana dalamnya tdk sampai terlihat karena lipatan paha Ester bagian atas masih rapat, Putri mencium pipi Ester.

 ” oke.. ssatu.. duaa.. tti.ga ” Tepat pada saat Thomas menjepretkan kamera, Putri menarik rok Ester ke atas sampai celana dalamnya kelihatan

 ” aowww.. Putri iihh.. ” Ester pura2 kaget, dan segera membetulkan roknya

 ” hihihihiiii.. ” Putri tertawa cekikikan

 Meskipun cuma sekilas namun adegan tersebut membuat jantung Thomas berdegup kencang. Penisnya berdenyut seirama dgn detak* jantungnya

 ” mana hasilnya Thom ” kata Putri melihat hasil jepretan tsb

 ” wow.. Ester sexy abiiiss hahahaa. ” teriak Putri kegirangan

 ” iihh .. Putri jahat lu, celana dalemku kliatan tuh ” sungut Ester berpura pura marah

 Ester melirik putri sambil tersenyum, Putri juga tersenyum sambil mengedipkan mata. Sedangkan Thomas hanya bisa bengong sambil menelan ludah

 ” sekali lagi Thom ” pinta Ester

 “oo..kee ” kata Thomas mencoba menguasai diri

 ” Sini Putri cantik ” kata Ester genit merangkul Putri

 ” okee.. ssiaap 1.. 2.. 3 ” saat Thomas menjepretkan kamera, dgn cepat Ester meremas payudara Putri

 ” aooouuww… ” Teriak Putri sambil menggeliat namun tidak menolak

 ” hihihihii.. ” mereka berdua tertawa bersama

 ” ccc..llleegggukksss.. ” Thomas makin susah menelan ludahnya. Nafasnya makin berat, penisnya makin berdenyut

 “teng.. teng..teng.. ” bunyi bel pelajaran berikutnya berbunyi

 semua siswa dan siswi mengikuti pelajaran terakhir. Putri dan Ester tertawa puas melihat sikap Thomas yg salah tingkah tadi

 Sementara thomas sudah tidak konsen lagi dgn pelajaran. Nafsunya sudah di ubun2 minta penyaluran.

 Thomas membuka HP lalu SMS Dita

 ” Acara keluarganya udah selesai sayang ?” Bunyi sms Thomas

 *beberapa saat kemudian ada balasan dari Dita

 ” udah, ini mama ama*papa nganter family jalan2 cari oleh2, ada apa sayang ” balasan sms dari Dita

 ” Aku pulang sekolah mampir yah, kangen nih ” Balas Thomas

 setelah agak lama menunggu ada balasan dari Dita

 ” Kangen apa nafsu?? he3x.. mampir aja aku juga kangen kamu ” balasan Dita membuat Thomas girang setengah mati

 ” oke ” balas Thomas langsung

 Waktu berjalan begitu lama bagi Thomas, duduknya sangat gelisah. Tingkahnya membuat Putri dan Ester tersenyum

 ” teng..teng..teng ” Bunyi bel tanda jam sekolah usai berbunyi dgn sangat keras di telinga Thomas

 Tanpa banyak kata dan bicara Thomas segera menghambur keluar dan segera meluncur ke rumah Dita. Traffic light di lewati, lampu merah tak peduli, jalan terus…

 Sesampai di rumah Dita, Thomas agak terkejut karena banyak mobil parkir di halaman rumah. Lalu dia telp Dita

 ” halo sayang, katanya mama papa pergi ma family, ini kok rame banget ” kata di telpon

 ” yg bilang sepi tuh sapa sayaaang, mama papa emang pergi nganter family, tapi family yg lain kan masih pada ngumpul kangen2nan.. malah kliatannya mereka nginep kok , kamu masuk aja aku kenalin” jawaban Dita.

 ” nggak usah lah.. kalo gitu kita keluar bentar jalan2 yuk ” pinta Thomas mulai senewen

 ” nggak bisa sayaang, masa` ada sodara dari jauh aku tinggalin..” kata Dita sambil melongok keluar melihat Thomas

 ” ya udah kalo gitu aku mampirnya lain kali aja ” jawab Thomas ketus lalu mematikan HP dan segera memacu mobilnya

 ” AAAAAAaaaaaaaaaaaaaaRRRrrrgghhhHhhh…!!!!! teriak Thomas sambil satu tangannya memencet penisnya….

+++++++++++++

Pejaran tentang komputer sedang berlangsung, semua murid konsentrasi pada monitor masing2 sambil mendengarkan penjelasan tentang excel dari guru pembimbing. Satu meja dapat satu komputer yg di gunakan oleh 2 murid. Thomas kebagian satu meja dgn Ester

 ” Tumben lu nggak semeja ama Dita Tom ” tanya Ester

 ” nggak, kami lagi marahan ” jawab Thomas

 ” Cieee.. pake marahan segala, perasaan kemarin mesra2 aja tuh ” goda Ester sambil mencolek pinggang Thomas

 ” ih.. abis kemarin gue di cuekin ama Dita, dia sibuk sendiri ama sodara2nya ” sungut Thomas

 ” ehh.. ehh.. liat tuh duduknya pacar kamu ” bisik ester sambil menunjuk ke arah Dita yg duduk di bangku depan mereka agak jauh semeja dgn Putri. Posisi meja dan tempat duduk memang di setting beberapa baris dan saling berhadapan.

 ” ck.ck.ck tuh anak kalo duduk semabarangan gitu ” kata Thomas melihat ke arah bawah meja Dita. Sepasang paha Dita terbuka cukup lebar sehingga celana dalamnya kelihatan

 ” halah.. tapi kamu suka liatnya kan ?? ” goda Ester lagi

 ” he.he.he… itulah kenapa aku suka ma Dita ” kata Thomas cengengesan sambil terus menatap paha dan celana dalam Dita

 ” huu.. dasar cowok, pasti karena paha Dita mulus yah ” kata Ester

 ” mulus mana sama paha Ester ” kata Thomas memancing

 ” ya jelas mulus aku lah… Ester gitu loh ” kata Ester genit

 ” mana liat ” bisik Thomas sambil tangannya menarik rok Ester

 ” eitt.. ih Thomas ..! ” bisik Ester kaget cepat2 membetulkan rok nya

 ” hihhiii.. cuman mau buktiin aja ” kata Thomas sambil tersenyum

 ” bilang dong jgn main tarik, bilang baik2 ” kata*Ester menggoda

 ” Ester yg cantiiikk dan sexyy, liat pahanya doong .. pliiiss ” bisik Thomas memohon dgn senyum penuh nafsu

 Pelan2 Ester menarik roknya ke atas sampai ke atas sampai celana dalamnya mengintip sedikit

 ” wow.. putih banget, elus dikit yah ” Thomas memohon dgn wajah memelas.

 Ester mengangguk sambil menggigit bibir

 ” oh Tuhaann.. ck.ck.ck.. ternyata Dita nggak ada apa2nya ” bisik Thomas menggombal

 Dalam hati Ester merasa bangga oleh pujian Thomas.

 Aktivitas mereka tidak terlihat dari depan karena tertutup monitor, sedangkan kanan kiri mereka kebetulan kosong.

 Sambil memperhatikan monitor agar pembimbing tdk curiga, *Tangan Thomas semakin leluasa mengelus paha Ester karena kini Ester melebarkan pahanya. Sedangkan tangan kanan Ester pura2 sibuk dgn mouse.

 Kini jari2 thomas mulai mengelus celana dalam Ester searah dgn belahan vagina Ester yg tercetak di celana dalamnya yg mulai basah

 Nafas mereka menjadi cepat dan berat dan wajah mereka menjadi sangat serius dan memerah namun tidak terlihat karena tersembunyi oleh monitor

 ” eeecchh.. ” desah Ester pelan ketika jari Thomas menyelinap ke dalam celana dalamnya dan mengelusi vaginanya yg baru di tumbuhi rambut2 halus

 Tangan kiri Ester menarik kesamping celana dalamnya agar jari2 Thomas lebih leluasa mengelus vaginanya yg telah basah sekali

 Thomas menarik paha kiri*Ester dan di topangkan ke pahanya sehingga kini telapak tangannya dapat memegang seluruh vagina Ester dgn leluasa

 Selain *mengelus, tangan Thomas juga meremas lembut bibir vagina Ester yg montok sehingga kedua bibir vagina Ester menyatu. Cairan vagina Ester semakin banyak sampai telapak tangan Thomas belepotan

 ” eeecchhhmmm.. ” desah Ester berat ketika telapak tangan Thomas mengelus kelentitnya

 Elusan tangan Thomas semakin cepat menggesek vagina dan kelentit Ester yg semakinmembengkak.

 Dan beberapa saat kemudian Ester tidak dapat lagi membendung gelora birahinya yg segera meledak

 ” eeeccchhhmm… ” Ester mengatupkan bibirnya kuat2 agar tidak sampai keluar suara sehingga desahannya hanya sampai di tenggorokannya

 ” eeecchh..aaaacchhhhhhhh… ” desahan *Ester panjang namun tertahan mengiringi orgasme yg melanda. Seluruh tubuhnya merinding dan bergetar, bibirnya terkatup rapat dan matanya terpejam meresapi orgasme yg begitu nikmat

 Menyadari Ester telah orgasme, Thomas menghentikan aktivitasnya namun telapak tangannya tetap melingkupi vagina Ester yg berdenyut

 Mereka diam beberapa saat sambil mengatur nafas masing2. Ester meletakkan kepalanya di meja masih tetap terpejam

 ” udah.. ah geli ” bisik Ester pelan sambil menutup kembali roknya dan menyingkirkan tangan Thomas

 Beberapa saat kemudian pelajaran komputer selesai, dan semua murid segera keluar utk istirahat

 Ester segera pergi ke toilet utk membersihkan vaginanya sekalian mau pipis.

 Saat dia sedang pipis ada SMS masuk ke HPnya, ketika di buka ternyata dari Thomas

 ” Seandainya aku masih bisa memilih, akan ku pilih engkau sebagai kekasih sejatiku ” bunyi SMS dari Thomas mengutip lagunya PADI

 Ester tersenyum membaca sms tsb, dalam hatinya ada perasaan tersanjung karena sebenarnya dia pun naksir Thomas. Tapi tiba2 dia teringat sahabat baiknya si Dita.

 ” Sebenarnya aku juga sayang Thomas, tapi aku tidak mau mengkhianati sahabatku sendiri ” balas Ester kemudia membersihkan vaginanya dan membetulkan celana dalam dan roknya lalu keluar dari toilet.

 Baru beberapa langkah HPnya berbunyi lagi pertanda ada sms masuk. Setelah di buka ternyata dari Thomas lagi

 ” Tidak ada yg di khianati atau mengkhianati, karena kita adalah manusia* yg mencoba menikmati masa remaja kita, mencoba menyelami indahnya cinta*” Ester membaca sms sambil berjalan menuju kelas……….

+++++++++++

Pagi itu sungguh sial bagi Putri, dia terlambat masuk kelas pelajaran matematika yg gurunya sangat galak. Krn terlambat dia tdk di perbolehkan mengikuti pelajaran dan di suruh menunggu di luar sampai mata pelajaran matematika selesai.

 “Daripada manyun di depan kelas mendingan pergi ke UKS bisa tiduran” *pikir Putri

 Sesampainya di UKS Putri sangat terkejut karena ada Thomas sedang berbaring di dalam

 ” Hey.. ngapain kamu Tom ” tanya Putri

 ” Eh… iya nih, gue telat gak boleh masuk ” kata Thomas kaget

 ” walah.. sama dong nasib kita ” kata Putri sambil duduk di kursi

 ” Jadi kamu terlambat juga ya, dasar tuh guru sialan bener ” Geram Thomas

 ” iyah.. awas nanti kalo ada kesempatan gue balas ” kata Putri emosi

 ” orang kita sekolah tuh bayar, eh.. maen usir sembarangan, emang bayarnya pake daun apa..!!!! sialan ..!! ” sambung Putri makin emosi

 Thomas bengong melihat Putri ngomel

 ” Orang namanya juga macet, ya di maklumi dong kalo telat, emang kalo kita telat dia rugi apa..!!! gajinya di potong apa …!!! dasar guru geblek, muka cobek, nggak punya perasaan ” Putri makin emosi

 ” heii haloooo.. kok kamu malah bengong Thom ” kata Putri mengagetkan Thomas

 “ee..mm.. anuu.. emm.. terpesona ma kamu ” jawab Thomas kaget

 ” orang gue tuh lagi marah kok malah terpesona, aneh ” kata putri agak mereda emosinya

 ” iya.. abis kamu kalo lagi marah ekspresinya cantik banget” kata Thomas

 ” yaelaaahhh.. kita tuh lagi di hukum sempat2nya ngrayu, urusin tuh pacar kamu si Dita dari kemarin*bingung mulu *gara2 kamu*cuekin ” kata Putri

 ” biarin aja, siapa suruh dia cuekin aku duluan ” kata Thomas

 ” mang kalian belum baikan yah?? ” tanya Putri

 ” Kalo dia nggak minta maaf duluan aku juga nggak bakalan minta maaf ” kata Thomas

 ” Hmmm.. dasar cowok egois, kalo udah dapet enaknya sembarangan aja memperlakukan cewek ” cibir Putri

 ” Dapet enaknya??? maksutnya?? ” tanya Thomas agak kaget

 ” Sudahlahh jangan pura2 bodoh, Dita cerita semua ke aku kok yg sering kalian lakukan berdua” kata Putri sambil tersenyum

 ” mm.. mm.. mang Dita pernah cerita paan ” kata Thomas gugup

 ” ya gitu deeehhh.. mulai dari ciuman, raba2, sampai…… hihihihii”* goda Putri

 ” sampai apa put??? terusin dong ” kata Thomas penasaran sambil mendekati Putri

 ” sampai lemes katanya hihihiih.. hayo ngakuuu ” kata Putri

 ” Dasar si *Dita, masalah gituan di cerita2in.. ” kata Thomas sambil duduk di kursi sebelah Putri

 ” ya nggak pa pa lah, kan sekalian memberi pengetahuan ma aku ” kata Putri

 ” Emang Putri belum pernah ???” *Tanya thomas. Pikiran kotornya mulai bekerja

 ” Yeee.. Putri kan masih kecil, belum tau gitu2an, masih polos, masih suci gitu loh,*kalo hamil gimana?? *” kata Putri agak malu2

 ” yaelah.. Putri cantiiiikkk.. ciuman tuh nggak bakalan bikin hamil tauuu ” kata Thomas

 ” mm … tapii… ” Putri kliatan penasaran

 ” Sini hadap sini aku kasih tau ” kata Thomas sambil menarik kursi Putri sehingga kini mereka berhadapan dgn jarak ygt dekat

 ” Ciuman itu adalah*ungkapan *kasih sayang kita pd orang yg kita cintai, karena bila kita sangat menyayangi pasangan kita maka kata2 aja nggak bakalan cukup utk mengungkapkannya ” kata Thomas sok dewasa dan sok romantis.

 ” Emang rasanya gimana ” Putri mulai terhanyut dgn kata2 indah dari Thomas

 ” Rasanya tuh tergantung seberapa sayang kita ama*pasangan kita, semakin kita menyayangi rasanya semakin luar biasa ” kata Thomas

 ” iya sih… kata Dita enaaakk banget ” kata Putri polos

 ” dan cewek secantik Putri selayaknya merasakan ciuman yg paaaling indah dan luar biasa”* Rayuan Thomas semakin membuat Putri terhanyut

 ” iihh.. apaan sih ” Putri tersipu

 ” Put.. sebenarnya dari dulu yg aku taksir tuh kamu, karena aura kecantikanmu tuh terpancar begitu kuat “

 ” yee.. kan lebih sexy Dita ” Putri semakin melayang mendengar pujian Thomas

 ” memang Dita kliatannya lebih sexy, itu karena cara berpakaian dia emang sexy.. tapi kalo Putri meski tertutup rapat oleh jilbab tapi aura Putri tidak bisa di tutupi “* Kata Thomas sambil meraih tangan Putri

 Putri tidak menolak ketika tangannya di genggam dan di cium Thomas, namun dia tdk berani menatap wajah Thomas karena malu.

 Perasaan Putri melambung ke awang2, karena baru pertama ini tangannya di genggam dan di cium cowok dgn mesra.

 ” Aku ingin mencium Putri boleh nggak ” bisik Thomas dgn suara syahdu

 Putri hanya tertunduk malu

 Perlahan wajah Thomas mendekati wajah Putri, dan sedetik kemudian bibir bibir Thomas menempel pada bibir Putri

 Dgn lembut Thomas melumat bibir Putri sambil tangannya tetap menggenggam tangan Putri. Beberapa saat mereka berciuman lalu mereka saling memandang dgn tatapan sayu mesra

 ” aku sayang Putri ” bisik Thomas sambil menatap mata Putri

 ” mmm.. Putri jugaa ” Bisik Putri manja sambil memeluk Thomas dan membenamkan mukanya ke pundak Thomas karena malu

 Thomas membalas pelukan Putri, sambil mengelus punggung Putri

 Beberapa saat kemudian mereka kembali berciuman. Kali ini lebih mesra karena Putri juga aktif melumat bibir Thomas

 Putri benar2 sudah terhanyut oleh ciuman Thomas, di tambah tangan Thomas mengelus seluruh permukaan punggungnya membuat gairah Putri yg selama ini terpendam jadi menggelora.

 Perlahan rabaan tangan Thomas mulai ke depan, di elusnya payudara Putri yg masih tertutup rapat oleh pakaian dan jilbabnya

 ” eecchh.. ” desah Putri menggeliat ketika tangan Thomas meremas lembut payudaranya dari luar.

 Putri semakin erat memeluk leher Thomas sambil membenamkan wajahnya ke pundak Thomas.

 Tangan Thomas yg satu memeluk leher Putri sedang yg satu aktif meraba dan meremas payudara Putri

 ” aku sayang Putri ” bisik Thomas di telinga Putri. Meski tertutup jilbab namun hembusan nafas Thomas begitu terasa di telinga Putri membuat geli sehingga seluruh bulu kuduk dan bulu2 lembut di*tangan Putri berdiri merinding

 ” aacchhh.. ” hanya itu yg bisa di ucapkan Putri sambil menggeliat

 Kini jari tangan Thomas mulai membuka kancing atas Putri, lalu tangannya menyelinap masuk ke dalam BH Putri

 Putri semakin mendesah dan matanya semakin terpejam menikmati elusan dan rabaan tangan Thomas di payudaranya, putingnya terasa sangat geli dan nikmat

 Tiba2 terdengar langkah kaki dari jauh ke arah ruang UKS.

 ” ada oang.. ” kata mereka kaget berbarengan. Buru2 Thomas menjauh sedangkan Putri buru2 merapikan pakaiannya. Nafas mereka nampak terengah engah.

 Ternyata suara langkah kaki tersebut berbelok ke arah lorong sebelum UKS.

 ” Fiuhhh… ” desah Thomas lalu memandang Putri

 Putri juga memandang Thomas, sejenak mereka saling pandang nafas mereka masih agak terengah engah dan gairah mereka masih menyala.

 Putri bergegas berdiri dan menghampiri Thomas lalu memeluknya, Thomas menyambut pelukan Putri dgn semangat lalu mereka berciuman dgn begitu ganas

 ” mmm.. bentar Put ” kata Thomas melepas ciuman dan pelukan lalu membimbing Putri ke arah jendela UKS yg tertutup tirai dan mengahadapkannya ke luar

 ” Kalo ada orang bilang ya sayang ” bisik Thomas sambil memeluk Putri dari belakang

 Putri mengangguk sambil tangannya kini bertumpu pada jendela sementara matanya mengintip keluar mengawasi kalo ada orang

 Thomas memeluk Putri dari belakang sambil menciumi telinga Putri dari luar jilbabnya. Tangannya kini dgn leluasa menggenggam payudara Putri dari balik jilbabnya.

 Kancing baju atas Putri dibuka kembali oleh Thomas lalu tangannya menyelinap dari bawah BH Putri. Seluruh payudara Putri kini dalam genggaman kedua tangan Thomas, di elus dan di remas.

 ” sss..eehh… ” desah Putri mendongakkan kepala dan sedikit memejamkan mata ketika Thomas memilin putingnya

 Thomas semakin menempelkan bagaian bawah tubuhnya ke bokong Putri, sehingga penisnya yg masih di dalam celana dapat merasakan kekenyalan bokong Putri. Di gesek gesekkannya penis tersebut ke bokong Putri

 Dgn reflek Putri menyambut gesekan penis Thomas dgn sedikit menunggingkan bokongnya ke belakang sehingga kini bokong Putri dan Penis Thomas menempel dan menggesek lebih kuat

 Putri semakin mendongak dan menggeliat merasakan kenikmatan yg baru pertama ini dia rasakan.

 ” angkat roknya ke atas*Put ” bisik Thomas sambil sambil terus meremas payudara Putri

 Putri yg sudah teramuk gelora nafsu remajanya *mengikuti perintah Thomas. Di angkat rok panjangnya ke atas dan dgn satu tangan menahan ujung rok agar tetap terangkat, sedangkan tangan satunya kembali bertumpu pd jendela.

 Nafas Thomas semakin terengah engah, tangannya satu semakin liar meremas payudara serta puting Putri sedangkan tangan satunya berusaha menurunkan celana dalam Putri.

 ” aaachh.. ” desah Putri panjang dan kaget ketika merasakan ada benda keras dan hangat menempel erat di belahan pantatnya. Ternyata Thomas sudah membuka resleuting dan mengeluarkan penisnya. Sedangkan celana dalam Putri sudah melorot sampai paha.

 Thomas menaik turunkan pinggulnya sehingga penisnya dapat merasakan kehangatan dan kemontokan bokong Putri.

 Secara naluri Putri menyambutnya dgn menggerakkan pinggulnya.

 *Sambil sesekali*mengintip *keluar mengawasi keadaan, gerakan dan geliat Putri semakin liar menyambut sodokan penis Thomas yg kini berada di antara pahanya sehingga bersesekan langsung dgn vaginanya yg berbulu halus

 Sensasi yg mereka rasakan sungguh menggelora luar biasa karena di sertai dgn perasaan was was kalo ada orang datang.

 “AAaaaaacchhh.. Putri sayaaang ” bisik Thomas menciumi pipi Putri yg sebagian tertutup jilbab

 Putri yg baru pertama ini merasakan kenikmatan yg begitu indah tidak sanggup lagi berkata kata, dia hanya terpejam dan mendongak dan sudah tdk peduli lagi dgn tugasnya mengawasi keadaan luar.

 Putri semakin menunggingkan pantatnya kebelakang agar seluruh permukaan vaginanya yg basah kuyup bisa tergesek semua oleh penis Thomas.

 ” aaeeecchhh… ” desah Putri panjang, matanya semakin terpejam rapat ketika dia sudah tidak sanggup lagi menahan gelora birahi yg segera menggelegar.

 ” Aaaaacccchhhhh…” dgn gerakan pinggul yg liar dan desahan yg panjang seluruh tubuh Putri bergetar merasakan orgasme yg melanda dgn hebat

 Thomas memeluk dgn kuat tubuh Putri yg bergetar, di cengkeramnya kedua payudara Putri sambil terus menggesekkan penisnya dgn kuat ke vagina Putri.

 ” Ooooouuccchhh… ” Dan berbarengan dgn beberapa kali sodokan yg begitu kuat ke bokong Putri, Thomas mengerang panjang ketika spermanya memancar deras dari penisnya.

 Ruang UKS terasa begitu hening, hanya nafas mereka berdua yg terdengar.

 Nafas yg terhembus dan keringat yg membanjir serta aroma sperma dan cairan kewanitaan mengantar kedua insan tersebut melayang menikmati sensasi orgasme………….

++++++++++

Pulang sekolah Dita mengajak Putri ke rumahnya, dia mau curhat tentang Thomas karena udah seminggu ini mereka saling diam. Dita tidak tahu bahwa Putri ada affair dgn Thomas

 ” Menurut kamu aku harus gimana Put ” tanya

 ” mmm.. kalo menurut aku sih sebaiknya kamu mengalah aja minta maaf ma Thomas ” saran Putri

 ” aku malu ” kata Dita

 ” yah, kalo nggak ada yg mulai nggak bakalan selesai dong berantemnya ” kata Putri

 ” atau jangan2 dia udah punya cewek lain ” kata2 Dita mengagetkan Putri

 ” mmm.. anu mmm kalo masalah itu sih aku nggak*tau Dit”* kata Putri agak gugup. Dalam hatinya Putri merasa bersalah telah mengkhianati teman baiknya

 ” Jangan2 dia dah dapet ganti yg lebih cantik, lebih sexy ” kata Dita cemberut

 ” siapa sih di sekolah yg bisa mengalahkan keseksian Ditaa ” kata Putri menghibur sambil mencubit pipi Ditaa

 “*Emm.. makaciiihhh*” Dita*tersipu lalu memeluk Putri

 ” nih teteknya aja sexy montok banget hihii ” kata Dita menggoda sambil meremas susu Dita

 ” aow.. ihh Putri, mmm.. menurutmu emang susuku montok?? ” tanya Dita

 ” ya iyalah.. coba nih bandingin ma tetek aku, gedean siapa ” kata Putri sambil memegang payudaranya yg tertutup seragam dan jilbab

 ” yeee.. itu karena tetek kamu tertutup jilbab, coba kalo sama2 terbuka pasti sama ukurannya” kata Dita sambil menjajarkan payudaranya ke payudara Putri

 ” ya tetep gedean Dita doong, coba kita bandingin ” kata Putri menyibakkan ujung jilbabnya kebelakang lalu membuka kancing seragamnya

 Setelah beberapa kancing seragamnya terbuka, lalu Putri mengangkat cup BH nya sehingga payudara Putri yg putih dan montok terpampang bebas

 dita juga membuka kancing seragamnya lalu mengangkat cup BHnya sehingga payudaranya yg montok putih juga tergantung bebas

 Lalu mereka mendekatkan payudara masing2 utk membandingkan

 ” Tuh kan Put, hampir sama cuma beda sedikit ” kata Dita membandingkan

 ” iya yah.. tapi puting kamu lebih gede tuh ” kata*Putri sambil mencubit nakal *puting susu Dita

 ” aoww.. Putriii ” Dita kaget dgn reflek memundurkan dadanya

 ” hihihiiiii.. abis puting kamu nggemesin hihihi ” Putri tertawa

 ” awas aku baleess ” kata Dita sambil berusaha memegang susu Putri, namun Putri segera membalikkan badan sehingga meleset

 Dita lalu meraih tubuh Putri dari belakang dan langsung meremas payudara Putri

 ” aooww.. geli Dit hihiiiiiii.. aow.. ” Putri memberontak karena kegelian

 Namun Dita semakin erat memeluk Putri dan terus meremasi susu Putri, sedangkan Dita sendiri sebenarnya juga kegelian karena payudaranya menghimpit erat ke punggung Putri yg terus berontak namun Dita merasa nikmat. Beberapa hari ini nafsu Dita memang sedang tinggi karena tidak ada Thomas.

 ” ampun Diitt..uuhh..*hiihiiii.. geliiiii ” Putri terus berontak

 “Tapi enak kaaann hihiihii*” kata Dita terus meremas payudara Putri dari belakang sambil menggesekkan payudaranya sendiri ke punggung Putri

 ” aacchh .. bentar, bentar.. bentar Dit ” kata Putri melepaskan diri dari pelukan Dita. Nafas mereka terengah engah

 ” tuh kan jilbab aku jadi kusuut ” cemberut Putri lalu membuka jilbabnya

 Begitu jilbabnya terbuka, payudara Putri yg* memerah karena di remas Dita terbuka lebar karena bajunya sudah nggak karuan di acak2 Dita

 Dita semakin gemas melihat payudara Putri bergoyang seiring dgn gerakan Putri membuka jilbabnya, secepat kilat Dita menyosor payudara Putri

 ” aaoooooww.. aachh Ditaaa ” teriak Putri kaget setengah mati berusaha menjauhkan dadanya , namun Dita memeluk punggungnya erat

 Dita mendorong tubuh Putri sampai terduduk di sofa sambil terus menyedot payudara Putri

 Putri semakin tidak berkutik karena tubuhnya kini terhimpit di sofa sehingga Dita semakin leluasa mengemut susu Dita sambil meremas yg satunya

 Beberapa saat kemudian Putri sudah tidak berontak lagi, kini kedua tangannya malah membelai rambut Dita sambil terdongak memejamkan mata

 Setelah puas bermain dgn payudara Putri, kini Dita menaikkan badannya dan menyodorkan payudaranya yg sedari tadi tergantung bebas ke mulut Putri

 Dengan perlahan Putri memegang payudara kanan Dita dgn kedua tangannya lalu menggelitik puting Dita dgn lidahnya

 ” aaachhh.. ” Desah Dita semakin menekankan payudaranya. Kepalanya terdongak dan matanya terpejam menikmati lidah Putri yg hangat menggelitik puting payudaranya

 Putri semakin gemas, di sedotnya payudara Dita kuat2 sementara tangannya kini mengelus paha Dita lalu naik ke bokong Dita dan meremasnya

 ” oouucchh.. Thomaass ” Desah Dita membayangkan seandainya yg melakukan semua ini adalah Thomas

 Nafsu Dita semakin* bergejolak, di tekannya belakang kepala Putri agar lebih menempel pada payudaranya

 Putri juga semakin bernafsu, di tariknya celana dalam Dita sampai ke paha lalu di elusnya vagina Dita yg berbulu halus dan basah kuyup dari arah belakang

 Dalam posisi agak nungging, vagina Dita nampak menggembung. Dgn lembut Putri mencubit bibir vagina Dita lalu di rapatkannya kedua bibir tersebut sambil di urut ke atas dan ke bawah

 “AAahhhh.. ” Desah Dita panjang ketika jari2 Putri mencubit kelentitnya

 Semakin erat di peluknya kepala Putri, pinggulnya bergerak liar mengikuti irama jari2 Putri yg menggesek vaginanya ke atas dan ke bawah

 Gerakan jari Putri semakin cepat karena dia semakin gemas dan bernafsu. Vagina Dita berdenyut makin kuat, cairan vaginanya sampai menetes.

 Mata Dita terpejam rapat dan tubuhnya mengejang hebat ketika dirasakan denyutan vaginanya kian kuat dan tanpa bisa di cegah lagi denyutan itu terasa di sekujur tubuhnya

 “aaaaaaccchhhhh………” Jeritan panjang Dita mengantarnya pada orgasme yg panjang pula

 Putri menghentikan aktifitasnya karena dia tahu Dita sudah orgasme. Nafas terengah engah, mulutnya terbuka dan matanya masih terpejam meresapi kenikmatan yg melanda. Hening beberapa saat

 ” auww.. geli sayaang ” bisik Dita ketika Putri menyentil klitorisnya yg menjadi sangat sensitif

 Dita memegang kedua pipi Putri lalu mengecup bibir Putri. Mereka berciuman beberapa saat

 Tiba2 pintu terbuka, dan Leo adik Dita yg baru pulang dari sekolah smp masuk

 ” aoww..eehh..aoo ” Dita dan Putri kaget setengah mati, buru2 mereka merapikan pakaina masing2.

 ” Leo..!! kalo masuk tuh ketok pintu…!!! ” Bentak Dita

 Leo semakin* terpaku karena dia juga kaget setengah mati .

 ” Sini kamu..!! ” Dita menghampiri Leo lalu menjewer kupingnya

 ” aaa.. mm.. puunn kak, maaafff.. Leo gak sengaja ” Leo merintih menahan sakit di telinganya

 ” Awas kalo bilang2 ama mama papa..!! ” ancam Dita

 “ee..eengggak kak.. janjiii ” kata Leo

 ” dah sana..!! ” kata Dita menyuruh Leo pergi

 Sementara Putri sudah merapikan seluruh pakaiannya dan memakai jilbabnya lagi

 ” Eh Dit.. adek kamu cakep juga yah ” kata Putri genit

 ” Mauuu??? ambil aja hihiihhiii ” kata Dita tersenyum

 Lalu mereka berpelukan sebelum Putri pamit pulang………..

+++++++++++

Setelah sekian lama saling diam, akhirnya Thomas memutuskan untuk minta maaf ama Dita karena dalam hatinya paling dalam sebenarnya dia sayang banget ma Dita. Malam minggu sengaja Thomas datang ke rumah Dita tanpa telfon dulu

 ” Malam tante, Dita ada? ” Kata*Thomas sopan ketika mama Dita membukakan pintu

 ” Ada, tunggu sebentar ya ” lalu mama Dita kembali masuk

 Thomas menunggu sambil duduk di kursi teras rumah

 ” eh.. eemm.. ee..*Tho.. mas ” Dita kaget dan gugup ketika keluar,*ternyata yg datang adalah Thomas. Selama ini Dita bener2 kangen tapi malu utk mengatakannya

 ” iya Dit.. mm.. maaf, mengganggu nggak nih ” kata Thomas

 ” enggak kok* mm.. kok tumben, kirain dah lupa ma Dita ” kata Dita sambil duduk di kursi*samping Thomas

 ” Mmmm.. gini Dit.. akuuu..eemm.. aku mau minta maaf*” kata Thomas agak canggung

 ” aku kemarin2 cuekin kamu, aku terlalu egois ” lanjut Thomas

 Sementara Dita hanya tertunduk sambil mempermainkan jari2nya mendengar pengakuan Thomas

 ” terus terang aku kangen banget ama Dita, tapi aku malu utk mengatakannya.. sekali lagi maafin aku yah, aku sayang banget ma Dita ” lanjut Thomas sambil meraih tangan Dita

 ” Kamu jahat banget Tom.. hiks.. ” Dita semakin menunduk dan terisak

 ” Maafin aku sayang, ku akui aku yg salah ” bisik Thomas mengelus rambut ita

 ” Kamu nggak tahu aku sakit banget kamu cuekin ” Dita semakin terisak

 Thomas merangkul kepala Dita ke bahunya dan membelai rambutnya agar tenang

 ” Maafin aku yah sayang, nggak akan aku ulangi lagi ” bisik Thomas

 Beberapa saat lamanya Dita*menangis di pelukan Thomas sampai akhirnya Dita bisa menguasai emosinya lagi dan berhenti menangis

 Thomas masih membelai rambut Dita yg sesekali masih terisak sampai akhirnya Dita bener2 tenang

 ” Maafin aku ya sayang ” bisik Thomas setelah Dita bener2 tenang

 Dita hanya mengangguk pelan, hatinya sudah lega karena sakit hati, benci dan kangen yg selama ini menyesakkan dadanya sudah tertumpah bersama tangisannya

 Thomas masih mengelus rambut Dita yg semakin*tenang dalam pelukannya, dan tangan yg satunya menggenggam tangan Dita

 Dita memejamkan mata menikmati belaian Thomas yg beberapa hari ini dia rindukan. Hatinya begitu bahagia dan tenang dalam pelukan orang yg dia sayangi

 Thomas membelai dan menciumi rambut Dita dgn penuh kasih sayang, sedangkan tangan satunya mengelus lengan Dita yg di tumbuhi bulu2 halus

 Elusan Thomas yg lembut dan penuh kasih sayang membuat tubuh Dita merinding*sehingga bulu2 halus di sekujur tubuhnya berdiri

 homas juga mengelus tengkuk Dita yg putih mulus membuat Dita semakin merinding dan melayang, matanya terpejam sambil menggigit bibir

 ” Kok temennya nggak di bikinkan minum Dit ” Mama dita tiba2 muncul mengagetkan mereka berdua. Buru2 mereka melepaskan pelukan

 ” Emmm.. eehh.. iya ma ” kata Dita kaget sambil menyeka bekas airmatanya

 ” Bentar ya Tom, aku bikinkan minum ” lanjut Dita

 Mama Dita hanya geleng2 kepala sambil tersenyum melihat tingkah anak gadisny, dia jd teringat masa pacarannya dulu

 ” Dasar si Dita, tunggu bentar ya nak Thomas ” kata mama Dita

 ” iya nggak pa pa tante ” jawab Thomas sopan. Lalu mama Dita segera masuk kembali

 Beberapa saat kemudia Dita keluar membawa 2 gelas minuman

 ” Di minum Tom, sorry tadi kelupaan ” kata Dita tersenyum*sambil duduk lagi di kursi samping Thomas

 ” Ah.. nggak pa pa.. liat senyum Dita sudah cukup ngilangin haus ” canda Thomas

 ” iihh.. apaan sih, emang Dita minuman*” Dita tersipu malu lalu kembali bersandar di bahu Thomas manja dan di sambut pelukan mesra

 ” Aku sayang Dita ” bisik Thomas sambil*mengangkat dagu Dita

 ” iya.. Dita juga ” jawab Dita lirih sambil memejamkan mata dan bibir terbuka

 Sesaat kemudian mereka berciuman dengan sangat mesra dan romantis.

 Perlahan mereka melepaskan ciuman, mereka tidak berani ciuman lama2 karena takut mama atau papa Dita keluar.

 Dita menoleh ke dalam rumah melalui kaca nako melihat situasi dalam rumah. Nampak papa dan mamanya asyik menonton televisi.

 Suasan menjadi hening karena mereka berdua terdiam, namun mata mereka saling memandang mesra penuh arti. Tatapan mereka mengisyaratkan cinta, rindu dan nafsu yg sangat besar

 Sambil tetap saling menatap dgn pandangan sayu, tangan Dita membimbing tangan Thomas untuk mengelus pipi dan bibirnya.

 Di bimbingnya tangan Thomas semakin turun utk mengelus lehernya yg putih beberapa saat, lalu turun ke dadanya.

 Kini tangan Dita menuntun tangan Thomas untuk mengelus payudaranya dari luar kaosnya. Tatapan mata Dita semakin sayu sambil menggigit bibir nakal.

 Tanpa di bimbing tangan Dita lagi, tangan Thomas mengelus dan meremas payudara Dita dgn lembut.

 Dita menyambut remasan Thomas dgn membusungkan dadanya agar seluruh payudaranya dapat di elus dan di remas Thomas

 Mereka menikmati adegan tsb sambil tetap saling memandang dgn tatapan mata penuh nafsu dan sesekali Dita menoleh ke dalam ruang tamu utk melihat situasi

 Thomas semakin bernafsu meremas payudara Dita yg masih terbungkus kaos dan Bh, sementara Dita menyambutnya dgn semakin membusungkan dadanya dan menggeliat geliat

 Tangan Thomas bergerilya semakin liar. Kini sasarannya adalah paha mulus Dita yg mengenakan celana pendek ketat. Dita menyambutnya dgn melebarkan kedua pahanya

 Dgn lembut dan mesra Thomas mengelus paha putih Dita yg di tumbuhi bulu2 halus teratur.*

 *Dita semakin melebarkan pahanya ketika elusan tangan Thomas sampai pada pangkal pahanya yg masih tertutup celana pendek

 Telapak tangan Thomas mengelus tepat di belahan vagina Dita yg tercetak dari celananya yg ketat

 ” Aaaahh.. ” Desah Dita sambil terus menatap mata Thomas penuh nafsu, sambil sesekali melihat keadaan di ruang tamu

 ” Bentar sayang ” bisik Dita sambil memgang tangan Thomas

 Lalu Dita berdiri dan masuk ke dalam rumah, sedangkan Thomas tidak tahu maksud Dita. sambil menunggu Dita, Thomas membetulkan letak penisnya yg sudah menegang maksimal

 Beberapa saat kemudian Dita keluar lagi, namun kini dia tidak lagi memakai celana pendek tapi sudah berganti rok pendek longgar bermotif bunga. Sedangkan atasnya tetap memakai kaos, tapi samar2 terlihat tonjolan putingnya yg menandakan Dita tidak memakai BH.

 Dita duduk kembali sambil tersenyum nakal, sedangkan Thomas melongo tak percaya karena Dita kelihatan begitu cantik dan sexy

 ” Heii.. malah bengong ” kata Dita menjentikkan jarinya

 ” ck.ck.ck *kamu cantik sekali sayaaang ” kata Thomas sambil geleng2 kepala

 Belum sempat hilang kekaguman Thomas, Dita meraih tangan Thomas dan di letakkan di dadanya.

 Telapak tangan Thomas dapat meraba puting payudara Dita yg semakin menonjol

 Perlahan Thomas mengelus dan meremas payudara Dita, dia dapat merasakan kekenyalannya karena kini hanya terhalang kaos tipis tanpa BH.

 Apalagi dita membusungkan dadanya lebih tinggi lagi

 ” AAaahh.. remas yg kuat sayaaang ” bisik Dita mendongakkan kepala sehingga dadanya semakin menjulang dalam genggaman Thomas

 ” kamu nakal sayaang ” bisik Thomas sambil mencium telinga Dita sehingga membuat Dita merinding dan menggelinjang karena remasan Thomas juga semakin kuat

 ” aacchh.. sayaaangg.. kamu awasi mama papa ya sayang ” desah Dita memejamkan mata sambil memeluk* leher Thomas

 ” iya.. sayang tenang aja ” bisik Thomas mulai menjilati telinga Dita. sedangkan tangannya meremas dan memutar mutar payudara kenyal Dita yg di iringi dgn geliatan Dita

 Tangan Thomas menyusup kedalam kaos Dita meraih payudara yg montok . Kemulusan dan kekenyalan payudara Dita dapat di rasakan dgn sempurna tanpa pengahalang

 ” eh.. mamamu keluar ” kata Thomas cepat2 menghentikan aktivitasnya dan membetulkan duduknya

 Dita juga segera merapikan kaosnya, dgn cepat meraih majalah di bawah meja lalu pura2 membaca

 ” Dita.. nanti kalo masuk jgn lupa pintunya di kunci yah, mama sama papa mau tidur dulu ” kata mama Dita

 ” iya ma, beres ” kata Dita sambil terus pura2 membaca tidak berani melihat* karena takut mamanya melihat wajahnya yg memerah dan nafasnya yg terengah engah

 Setelah mamanya masuk, Dita meletakkan majalahnya ke lantai lalu menarik nafas panjang

 Mereka berdua kembali berpandangan penuh arti. Meski tanpa berkata kata, tapi mata mereka sama2 mengatakan.. lanjutkan..!!!

 Dgn penuh nafsu mereka kembali saling duduk mendekat dan saling memeluk erat.

 Karena sudah tidak kuatir lagi mamanya keluar, kini keduanya langsung berciuman dgn ganasnya saling melumat, saling menjilat dan saling menghisap.

 Tangan Thomas tanpa menunggu waktu langsung mengangkat kaos Dita, di susul dengan terkaman mulut Thomas ke payudara Dita yg terbuka bebas tanpa pengahalang

 ” Aaacchh.. ” desah Dita membusungkan dadanya lalu menggeliat menyongsong mulut Thomas, tangannya menekan kepala Thomas ke arah dadanya

 Lumatan dan sedotan mulut Thomas di payudara dan putingnya membuat kepala Dita terdongak, mulut terbuka mendesah dan mata terpejam rapat

 Tangan Thomas mengelus paha Dita dgn leluasa sampai ke pangkal pahanya dan langsung menyentuh vagina Dita karena ternyata Dita juga tidak mengenakan celana dalam

 Terdengar suara clik..clik..clik.. ketika telapak tangan Thomas naik turun menggosok vagina Dita yg sudah sangat basah

 Dita membuka lebar2 pahanya dan menopangkan satu kakinya ke pegangan kursi sehingga seluruh vaginanya bisa di gosok dan di remas telapak tangan Thomas termasuk kelentitnya yg semakin menonjol

 Hisapan mulut Thomas di puting payudara Dita semakin kuat, dan gosokan serta remasan tangannya di vagina Ditapun *semakin liar membuat Dita menggeliat kian tak terkendali merasakan gelora birahi yg segera meledak

 ” Aaach.. aaacchhh..” Kepala Dita semakin mendongak, matanya terpejam rapat, geliatnya makin liar, desahannya makin panjang mengiringi orgasme yg datang bertubi tubi menggetarkan seluruh tubuhnya

 Beberapa saat kemudian Thomas segera memeluk Dita dan membelai rambutnya agar Dita lebih tenang menikmati sisa2 orgasmenya. Nafas mereka berdua terengah engah.

 Tubuh Dita dalam dekapan Thomas sesekali masih menggelinjang dan nafas tersengal menuntaskan orgasmenya

 Setelah kembali tenang Dita melepaskan diri dari dekapan Thomas lalu meraih minuman dan meneguknya sampai hampir*habis

 ” Aaahh… fiuh ” Dita mengela nafas lega sambil tersenyum

 Thomas juga minum beberapa teguk *lalu kakinya di selonjorkan menjuntai ke lantai sehingga tonjolan di celananya semakin menggembung

 Dgn menatap Dita penuh arti dia mengelus tonjolan penisnya dari luar celananya

 Dita tersenyum dan mengangguk tahu maksud Thomas

 Dgn perlahan Dita mengelus tonjolan penis Thomas yg masih terbungkus celana jeans

 Dgn tidak sabaran, Thomas membuka sendiri resleuting celananya lalu dgn jarinya dia* susah payah mengeluarkan penisnya yg sudah ereksi maksimal melalui lubang resleuting tsb

 Dita menatap penis Thomas yg berdiri kokoh mengacung ke atas

 Tangan Thomas membimbing tangan Dita utk menggenggam dan mengelus penisnya. Dita dapat merasakan urat2 penis Thomas yg kencang namun hangat

 ” Aahh.. ” desah Thomas merasakan kelembutan telapak tangan Dita mengelus penisnya

 Tangan Thomas membelai kepala Dita lalu dgn perlahan menundukkan ke arah penisnya

 Dita mengerti maksud Thomas, dia segera menunduk dan mulutnya tepat mengarah ke kepala penis Thomas yg sudah mengkilat karena sudah siap mengeluarkan isinya

 *Dita mulai memasukkan penis Thomas ke dalam mulutnya, lalu menggerakkan lidahnya menyapu kepala penis thomas

 ” AAaacchh.. sayaang ” desah Thomas merasakan sensasi hangat dan nikmat pada penisnya di dalam *mulut Dita

 Dita semakin cepat memainkan lidahnya pada kepala penis Thomas yg ada di dalam mulutnya membuat Thomas merem melek dan menggeram pelan.

 ” AAarrrgghh… ” Thomas menggeram tertahan sambil meremasi rambut Dita ketika dia merasakan spermanya mulai mendesak utk keluar semakin kuat

 ” auuww.. ” jerit Dita kaget ketika penis thomas menyemprotkan sperma ke dalam mulutnya

 Dgn reflek Dita menarik kepalanya sehingga penis Thomas yg masih menembakkan sperma*lepas dari mulutnya. Akibatnya sperma justru menyemprot ke mukanya

 ” uhh.. ” hanya itu yg keluar dari mulut Dita sambil memejamkan mata agar sperma tidak masuk matanya

 ” aaahh.. ahh.. ” Thomas terengah engah menikmati orgasmenya

 Setelah beberapa saat Dita membuka matanya lalu menyeka sperma di wajah dgn kaosnya

 ” iiihh.. Thomas, belepotan semua kan ” bisik Dita cemberut

 ” heheheh.. sorry sayang ” kata Thomas lalu meraih Dita ke dalam pelukannya

 Mereka berpelukan dan berciuman beberapa saat

 Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam ketika Thomas pamitan pulang…

++++++++++++

Saat jam istirahat siang Thomas mengajak Dita duduk di depan laboratorium. Ruang Lab terletak di lantai ll (dua) *sehingga saat tidak sedang ada praktik suasananya sepi jarang ada yg naik. Mereka bercengkerama sambil ngemil, mereka duduk berhadapan

 ” pinjem HP nya dong say.. mau sms gak ada pulsa neh” kata Thomas

 ” Nih pake aja, pulsaku masih banyak kok ” kata Dita sambil memilih kue yg tadi di beli di kantin

 Lalu Thomas sibuk menulis dan mengirim sms, sementara Dita masih asyik dgn kuenya

 Setelah selesai sms Thomas iseng membuka folder foto di HP Dita

 Dengan asyiknya Thomas melihat lihat foto2 Dita dalam berbagai pose, baik yg biasa sampai yg syur membuat jakunnya naik turun

 Tiba2 mata Thomas terbelalak ketika membuka folder dgn judul “my Friend” karena di dalamnya terdapat foto2 sexy cenderung syur dari Dita, *Ester dan Putri dalam berbagai pose

 Ada juga foto Dita dan Ester begitu sexy dan mesra, ada pula si Putri ber pose saling remas dgn Ester

 ” Eh.. liatin apa sayang, kok ngos ngosan gitu ” tanya Dita curiga

 ” Liat nih.. ” kata thomas menunjukkan foto2 syur tsb

 ” heiii… katanya sms kok malah liatin foto sih ” kata Dita cemberut sambil merebut HPnya

 ” Eit… masa` liat aja nggak boleh sih ” Thomas menghindar sehingga Dita gagal merebut HPnya

 ” bukannya gak boleeh, ntu rahasia.. nggak enak dong ma Ester ma Putri” kata Dita

 ” yeee.. masa` ma sayang sendiri pake rahasia2 ” kata Thomas

 ” iya deeh.. tapi jangan bilang siapa2 yah ” kata Dita yg di iringi dgn anggukan dari Thomas

 ” Wow..* mesra banget nih kamu ma Ester say.. jadi iri*” kata Thomas

 ” Emang adegannya gimana? ” kata Dita sambil ngemil

 ” Kamu pelukan mesra ma Ester ” kata Thomas

 ” hihiiiiii… itu di kamar aku, yg ngambil si Putri ” kata Dita

 ” Wow.. ini kamu meremas toket Ester..!!!! ” Thomas terkejut melihat pose Ester dan Dita

 ” hahahaa.. abis dia juga sering cubit toket aku ” kata Dita

 Kata2 Dita membuat birahi Thomas semakin meninggi, dan Dita tahu itu. Apalagi posisi duduk Dita yg bersila sehingga rok pendeknya agak terangkat memperlihatkan pahanya

 ” Wow paha kamu mulus banget kalo di foto sayang ” kata Thomas melihat foto Dita dgn pose pake celana yg sangat pendek

 ” Emang aslinya nggak mulus?? ” kata Dita genit sambil mengganti posisi duduknya. Kini kedua lututnya di tekuk kedepan dan kepalanya bertumpu pada*lutut tsb*sehingga roknya bener2 tersingkap sampai ke pangkal pahanya memperlihatkan pahanya yg mulus dan celana dalamnya yg putih sedikit mengintip diantara kakinya

 “Cleguks… ” Thomas menelan ludah melihat paha mulus Dita

 “iih.. jangan dilihat ” Kata Dita dgn senyum menggoda sambil merapatkan kedua kakinya

 ” Yeee.. liat dikiiit ” kata Thomas memohon sambil menahan nafasnya yg ngos2an

 ” nggak ah… ntar di liat orang” kata Dita menggoda dengan senyum dan tatapan genit

 ” kan kita di lantai ll, kalo ada yg naik pasti kita tahu duluan sayaaang ” kata Thomas

 Dita tidak berkata apa2 hanya tersenyum sambil membuka kedua kakinya lalu dgn cepat di rapatkan lagi

 Thomas semakin gemas, setelah melihat sekitar aman dia menjulurkan kakinya ke depan. Thomas memang belum sempat memakai sepatu karena tadi dari kamar mandi dia lepas sepatunya.

 Menggunakan ujung kaki kanannya perlahan dia menggeser kedua kaki Dita ke kanan dan ke kiri. Tidak ada penolakan dari Dita, karena kedua kaki Dita terbuka lebih karena memang di buka sendiri bukan krn dorongan kaki Thomas

 Kini kaki bawah Dita terbuka dgn lutut menyatu di buat tumpuan tangan dan dagu Dita.

 Kini pangkal paha Dita yg putih mulus dgn celana dalam putih menggembung*terpampang lebar di hadapan Thomas

 Dgn menggunakan jari2 kakinya, Thomas mengelus paha Dita dari atas sampai ke bawah

 Dita memandang Thomas dgn tatapan sayu menikmati elusan jari kaki Thomas

 ” eehh.. ” lenguh Dita tertahan ketika jempol kaki Thomas menekan celana dalamnya tepat pada bagian kelentit

 Thomas duduk bersandar di tembok sambil sesekali melihat keadaan kalau2 ada yg naik, sedangkan jempol kakinya mengelus dan menekan vagina dita yg terbungkus celana dalam.

 Meskipun di bawah ramai murid2 lain dgn kegiatannya masing2 namun keadaan di atas cukup aman

 Melihat keadaan aman sambil jempol kakinya terus menggosok vagina Dita, Thomas membuka resleutingnya dan mengeluarkan penisnya yg sudah tegak berdiri lalu dielus elus sendiri.

 Dita mendesah sambil tersenyum manja *melihat kelakuan Thomas

 Thomas memberi isyarat pada Dita agar celana dalamnya di tarik kesamping, dan dgn*tangan kirinya Dita menarik celana dalam putihnya ke samping sesuai isyarat Thomas

 Kini Vagina Dita yg menggembung montok dan berambut tipis* tidak terhalang lagi.

 ” Aaarrgghh.. ” erang Thomas perlahan sambil mengelus penisnya sendiri melihat vagina Dita yg basah dgn lendir bening

 Perlahan jempol Thomas menggesek vagina Dita ke bawah dan keatas, terasa licin dan hangat

 ” eeeehhhh… ” desah Dita terpejam sambil tetap memegangi celana dalamnya ke samping

 Thomas menekan vagina dan kelentit Dita makin kuat membuat Dita agak memundurkan pantatnya sedikit, namun geli dan nikmat yg di rasakan membuat dia memajukan pantatnya lagi menyongsong jempol kaki Thomas

 Gerakan Dita membuat Thomas makin bernafsu sehingga*Thomas mengocok penisnya makin cepat

 Tubuh Dita semakin merinding dan bergetar ketika jempol kaki Thomas menekan dan menggosok kelentitnya , dan Dita menyongsong dgn memajukan pantatnya sehingga*vaginanya tertekan semakin kuat

 Merasa gejolak nafsunya sudah tak tertahan lagi Dita berinisiatif menggunakan jari2 tangan kanannya utk mengelus kelentitnya sendiri, sedangkan jempol Thomas menggosok dan menekan lubang vaginanya. Sementara kedua payudaranya dia tempelkan rapat ke lututnya

 Posisi Dita terlihat begitu sexy dgn tangan kiri menarik celana dalamnya kesamping sedang tangan kanannya mengelus kelentitnya sendiri dari bawah kedua pahanya yg putih

 Melihat posisi tsb Thomas semakin kesetanan mengocok penisnya sambil mempercepat gerakan jempolnya di vagina Dita

 Dita sudah tidak kuasa menahan gejolak birahi di seluruh tubuhnya, tangan kanannya semakin cepat menggosok kelentitnya. Vaginanya berdenyut semakin cepat dan kuat

 ” eeeeeeeeeehh……eeeeeeeeehhh… “* diiringi lenguhan panjang tertahan, dia memejamkan mata sambil menggeliat ke depan memajukan pantatnya dan melepas orgasme yg menggetarkan seluruh tubuhnya

 Ekspresi orgasme Dita membuat darah dan birahi Thomas mendidih. Sambil menekan jempol kakinya *menyongsong vagina Dita, dia mengocok penisnya dgn cepat dan kuat

 “Eeerrgghh…. Aaaaaaaaarrgghhhh… ” Thomas menggeram sambil memejamkan mata*dan *mendongak tinggi2 ketika spremanya menyemprot sangat banyak

 ” aoww… ” pekik Dita karena sperma Thomas menyemprot sampai ke bajunya

 ” hmmm..hmmm.. hehhehee.. hooss.. hooss ” mereka tertawa*bersama sambil terengah engah

 Berbarengan dgn dentang bel sekolah tanda masuk, mereka segera merapikan pakaian dan mengelap lendir di tubuh masing2 lalu melangkah bersama menuju ke kelas utk menuntut ilmu bekal hidup kelak di masa depan………….

++++++++++

Seusai pelajaran olah raga Ester dan Putri bergegas menuju menuju ke toilet utk ganti baju.

 ” ayo buruan Put, dah haus banget neh ” kata Ester mulai membuka kaos olahraganya

 ” iyah.. aku juga haus” sahut Putri mulai berganti pakaian

 ” Duh, pakaian dalemku basah semua kena keringet ” kata Ester*melepas BH

 ” sama nih, mana aku nggak bawa ganti lagi ” cemberut Putri

 ” kamu sih nggak pake BH nggak masalah Put orang ketutup jilbab juga, kalo aku bisa menonjol nih puting ” kata Ester sambil membusungkan dadanya

 ” makanya punya toket jangan gede2 ” kata Putri iseng mencubit puting Ester

 ” aoww.. aih Putri..! bikin horny aja ” kata Ester kaget dan kegelian

 ” hihihiiii.. toket gue nih proporsional ” kata Putri sambil membusungkan dadanya bangga

 ” yeee.. kan body aku bongsor makanya toketnya ikut bongsor dodool ” kata Ester mendekatkan payudaranya pada payudara Putri

 ” tapi putingnya hampir sama ya ” kata Putri menempelkan puting susunya pada puting Ester

 ” iya… warnanya juga sama, pink hihhihii ” kata Ester iseng menggesekkan putingnya pada puting Putri

 ” ihh.. geli hhhhiii, tapi enak ” desah Putri

 Sambil tersenyum Ester makin menempelkan payudaranya ke payudara Putri dan menggesek gesekkan putingnya

 Putri membusungkan dadanya sambil tersenyum nakal dgn mulut sedikit terbuka

 Ester gemas melihat ekspresi Putri, segera di peluknya Putri sehingga kedua pasang payudara mereka menempel ketat

 Putri membalas pelukan Ester sambil menggerakkan dadanya ke kiri ke kanan, begitu juga Ester sehingga payudara mereka yg kenyal saling bergesekan. Mata mereka sama2 terpejam menikmati sensasi nikmat dan geli pada puting masing2

 ” uuuhh..* udah yuk, haus nih” bisik Putri

 ” sini Putri sayaaang, netek sama mama*” kata Ester menekan kepala Putri pelan ke arah payudaranya

 ” emmmm… ” desah Putri manja sambil mengarahkan bibirnya ke puting Ester

 “Aaacchh ..” desah Ester ketika putingnya terasa hangat oleh bibir Putri

 Sambil mengulum, lidah Putri memainkan puting Ester membuat Ester secara reflek membusungkan dadanya menyambut permainan mulut dan lidah Putri

 Tiba2 mereka di kejutkan oleh suara*gaduh di luar, ternyata murid2 yg lain juga beramai ramai menuju toilet utk ganti pakaian. Bahkan ada yg mencoba menarik handle pintu tempat mereka berada utk memastikan ada apa tidak orang di dalam

 ” hmm..mmuaach.. ” Putri mencium payudara Ester lalu mengangkat wajahnya

 ” huh.. mengganggu aja mereka ” sungut Ester

 ” ayo buruan, lalu kita minum “*kata *Putri pelan

 ” Tapi gimana nih BH ku basah ” kata ester sambil*memperlihatkan BH nya

 ” iya yah.. BH ku kan juga basah, sekarang tambah celana dalemku juga ikut basah nih *” kata Putri bingung

 ” hihihiiiii.. apalagi celana dalam ku, sampai lengket semua ” Ester cekikikan

 ” ayo berani terima tantangan gak?? kita nggak usah pake BH ama celana dalam hihihi ” bisik Putri sambil tersenyum genit

 ” mm.. tapiii….. ” kata Ester sambil melihat ke arah putingnya

 ” nggak pa pa, nanti kamu pegang*tas ini*utk nutupi ” kata Putri sambil memasukkan BH dan celana dalamnya ke dalam tas

 ” Tapi jangan bilang siapa2 yah ” kata Ester sambil melipat celana dalamnya lalu di masukkan ke tas juga

 Beberapa saat kemudian mereka sudah rapi dgn seragam masing2. Putri nampak cantik dgn jilbab dan seragam panjangnya, sementara Ester nampak sexy dgn seragam pendeknya

 ” iihh.. geli Put hihhiii ” kata Ester merinding karena putingnya bergesekan langsung dgn seragamnya

 ” hihiii.. iya nih, tapi nikmat. Ayo buruan, haus nih*” kata Putri

 Lalu mereka keluar dari toilet menuju ke kantin utk minum

 ” ih put.. sumpah geli banget, jd basah punya ku” bisik Ester sambil duduk menyilangkan kedua kakinya sehingga vaginanya terhimpit di pangkal pahanya. Sementara tangannya memegang tas di depan dada menutupi putingnya yg semakin menonjol

 ” hiiiii.. jd merinding ” bisik Putri sambil menyeruput jus jeruknya

 Bel tanda pelajaran di mulai berbunyi, segera mereka membayar dan bergegas menuju ke kelas

 ” hey.. darimana kalian berdua” sapa Dita di kelas sambil duduk di samping Ester dan Putri

 ” Mmm.. anu.. mm.. dari kantin kok,ya Put ” kata Ester agak gugup takut kalo Dita tahu kalo dia tidak memakai celana dalam dan BH

 ” iya dari kantin ” sambung Putri agak gugup juga

 ” kalian kenapa sih kok aneh gini ” kata Dita agak curiga

 ” mmm.. nggak pa pa kok ” kataEster mencoba tersenyum menutupi gugupnya

 “pasti ada yg di sembunyikan nih, ayo ngaku ” paksa Dita

 ” hiihihihiii.. mau tahu ??? liat tuh bokong Ester ada cetakan celana dalemnya nggak?? ” bisik Putri

 ” maksutnya?? ups.. Ester nggak pake celana dalam ?? ” bisik dita kaget

 ” yeee.. Putri juga tuh, iihh Putri ingkar janji ” sungut Ester

 ” hihihihi.. nggak pa pa lah, kan temen satu genk” kata Putri membela diri

 ” hehehe.. gila kalian, gimana rasanya ” bisik Dita penasaran

 ” rasanya.. mmmmm.. geli2 nikmat hihihhiii, nih liat ” kata Putri sambil sedikit menyibakkan ujung *jilbabya sehingga tonjolan puting di balik seragamnya kelihatan

 ” hihiih bener2 gila kalian, tapi aku jd pengen juga ” kata Dita

 ” iya.. ayo Dit ” Ester kegirangan merasa di temani

 ” iya.. sekalian aku mau balas dendam ma guru matematika brengsek yg kemarin ngeluarin aku ” sungut Putri ingat kejadian waktu dia terlambat dan tidak boleh mengikuti pelajaran

 “oke, tutupin yah aku mau buka celana dalem ” bisik Dita lalu dia merundukkan tubuhnya. Tangannya segera masuk ke dalam rok dan menarik turun celana dalamnya dgn hati2.

 Setelah celana dalamnya terlepas Dita kembali ke posisi duduk semula sambil memasukkan celana dalamnya ke dalam tas

 ” hihihiii… sejuk ” bisik Dita sambil merapatkan pahanya

 ” ayo kita minta tukeran tempat di depan, kita kasih pelajaran tuh guru ” ajak Putri pada Dita utk tukeran tempat dgn temannya yg duduk tepat di depan meja guru. Sementara Ester tetap duduk di belakang

 ” Selamat siang anak2 ” Pak Doky guru matematika segera memulai pelajaran dgn*menyuruh salah satu murid mengerjakan*PR kemarin di depan

 Sambil duduk bersandar di kursi, Putri memangku bukunya pura2 mencocokkan PRnya. Perlahan dia sibakkan ujung jilbabnya ke pundak sehingga tidak menutupi bagian dadanya

 ” Uughh.. “* Putri pura2 menggeliat sehingga payudaranya yg montok dan tonjolan puting di balik seragam panjangnya terekspose. Lalu dia duduk dgn agak membusungkan dadanya ke depan

 Ekspresi kaget nampak terlihat dari muka pak Doky. Meski pura2 melihat buku tapi mata pak Doky lekat menatap dada Putri

 ” Cleguks.. ” terlihat pak doky menelan ludah ketika tatapan matanya menuju ke arah bawah.

 Dita duduk dgn gerakan pelan membuka dan menutupkan kedua pahanya membuat rok pendeknya tersingkap cukup tinggi. Pahanya yg putih mulus terlihat jelas oleh pak Doky. Dan ketika pahanya membuat gerakan membuka, pak Doky bisa melihat sampai ke pangkal paha Dita

 ” Anak2, kalian kerjakan juga soal di halaman berikutnya ” kata pak Doky

 ” Itu cuma alasan pak Doky agar dia bisa berlama lama melihat kita tanpa di ketahui murid2 krn mereka konsentrasi mengerjakan soal ” tulis Dita pada selembar kertas lalu di berikan pada Putri

 ” kita kerjain abiss ” tulis Putri dan di serahkan kembali pada Dita.

 Putri menoleh kebelakang pura2 pinjam tip ex pada temannya. Posisi Putri yg menoleh kebelakang sementara badannya tetap menghadap kedepan membuat payudara dan putingnya*tercetak ketat dari balik bajunya, Putri sengaja berlama lama

 Dita semakin berani, kedua kakinya bertumpu pada pijakan meja*dan pahanya terbuka agak lebar sehingga vaginanya mengintip diantara lipatan pahanya, sementara bulu2 halus yg menghiasi vagina atasnya terlihat samar2.

 Muka pak Doky nampak serius *tatapan matanya tajam ke arah selangkangan Dita, jakunnya naik turun dan rahangnya mengatup rapat

 Dita pura2 serius dgn bukunya, begitu juga Putri namun sekilas dia bisa melihat ekspresi pak Doky yg horny

 Posisi duduk Dita membuat pak Doky tambah penasaran karena pahanya terbuka cukup lebar namun vaginanya tidak bisa terlihat seluruhnya karena terhimpit paha. Antara percaya atau tidak kalo muridnya bener2 tdk memakai celana dalam

 Pak Doky pura2 menjatuhkan pulpen lalu menunduk ke bawah utk mengambilnya. Ketika pak Doky menunuduk ke bawah meja, Dita membuka lebar2 pahanya

 ” jedug…!!!! Gubrak..!!!” Saking kagetnya kepala pak Doky membentur meja dan dia terjengkang ke belakang menghantam kursi

 ” hahahhaahhahahha… ” serentak seluruh kelas tertawa riuh

 ” Diam …!! ” bentak pak Doky. Mukanya merah padam

 ” Apa yg kalian tertawakan, cepat selesaikan soalnya nanti saya periksa satu2!!!”* Bentakan pak Doky membuat suasana*kembali sunyi.

 Putri dan Dita saling melirik dan tersenyum penuh kemenangan………

+++++++++

Putri sudah bersiap utk berangkat sekolah. Pakaiannya sudah rapi lengkap dgn jilbabnya. Ketika dia mau keluar kamar tiba2 ada SMS masuk ke HPnya

 ” Seperti kemarin lagi yuk Put ” bunyi SMS yg ternyata dari Dita

 ” Maksutnya?? ” balas Putri agak bingung

 Setelah ditunggu beberapa saat, ada balasan dari Dita

 ” Iya spt kemarin, kita nggak usah pake CD. Berani gak??” SMS dari Dita

 Putri tersenyum membaca SMS Dita membayangkan kejadian kemarin waktu menggoda pak Doky

 ” Itu mah enteng, kalo nggak pake BH kamu berani nggak?? ” balas Putri balik menantang. Putri merasa di atas angin karena meski nggak pake BH baginya nggak masalah karena tertutup jilbab

 ” Oke.. siapa takut ” Putri agak kaget membaca balesan dari Dita

 ” Nekat juga nih anak” pikir Putri

 ” Oke .. sampai jumpa di sekolah ya ” balas Putri

 Putri membuka lagi jilbab dan bajunya lalu membuka BHnya dan di masukkan ke dalam tas. Tangannya lalu menaikkan rok panjangnya dan menarik lepas celana dalam putihnya juga dimasukkan ke tas

 Putri merapikan kembali pakaiannya di depan cermin.

 ” iiihhhh… ” Putri merinding kegelian ketika putingnya bergesekan langsung dgn bajunya

 Di depan cermin Putri membusungkan dadanya lalu menyibakkan ujung jilbabnya ke samping, nampak putingnya samar2 menonjol di balik baju. Iseng dia elus putingnya dgn jari

 ” hihihihi… ” dia tersenyum kegelian lalu merapikan lagi jilbabnya dan segera berangkat ke sekolah

 Sesampai di sekolah Putri langsung mencari Dita, dan mereka bertemu di samping kantin

 ” hihihiihiiiii… ” Mereka langsung cekikikan begitu bertemu

 ” Hayo pasti kamu nggak berani ya ” ledek Dita

 ” huuu.. liat nih ” kata Putri sambil menyibakkan jilbabnya ke samping. Nampaklah samar2 tonjolan puting Putri yg dari tadi menegang karena bergesekan dgn bajunya

 ” kamu mana, coba liat ” kata Putri balik bertanya

 ” nih.. ” kata Dita menurunkan tangannya yg dari tadi memegang tas di depan dadanya

 ” yeeee.. mana gak keliatan ” kata Putri penasaran

 ” mm.. aku pake lapisan tank top ” kata Dita

 ” yah.. kamu curang ” sungut Putri

 ” ya enggak lah, kan SMSmu bilang nggak pake BH, ini aku nggak pake ” kata Dita*membela diri*sambil tersenyum

 ” oke deh.. alasan di terima, trus celana dalamnya gimana” tanya Putri

 ” kalo ini paten Put, nih liat ” kata Dita sambil mepet ke tembok biar nggak keliatan orang. Lalu dia mengangkat ujung roknya* lalu di turunkan lagi. Meski sekilas namun sudah cukup membuktikan kalo Dita tdk memakai celana dalam karena terlihat bulu2 tipisnya yg hitam dan vaginanya yg montok terhimpit pahanya

 ” hihiihihiih… ” Putri tersenyum geli

 ” coba liat kamu Put ” kata Dita

 Belum sempat Putri memperlihatkan, bel tanda pelajaran dimulai berbunyi

 ” ntar aja di kelas ayo kita masuk, kamu duduk sebelahku aja ” ajak Putri, lalu mereka bergegas masuk kelas

 Pelajaran bahasa Indonesia berlangsung dgn menyalin halaman 10 – 15, sementara pak Tono guru bahasa indonesia yg kalem memeriksa hasil test kemarin.

 ” ayo.. mana liat Put, jangan2 kamu boongin aku ” bisik Dita penasaran

 ” apaan Dita ?? ” kata Putri pura2 lupa sambil terus mencatat

 ” ih.. ” Dita menyeggol payudara Putri

 ” hihihiihiii… ” Putri menahan cekikikannya

 Putri pelan2 menarik rok panjangnya sampai lutut, lalu di raihnya tangan kiri Dita dan di bimbing menyusuri pahanya sampai ke pangkal paha.

 ” uhh.. ” pekik putri pelan ketika jari Dita menyentuh vaginanya

 ” percaya kan?? ” bisik Putri.

 Putri membiarkan tangan Dita tetap di dalam roknya, sementara dia melanjutkan mencatat

 Dita dgn iseng mengelus vagina Putri, membelai rambut kemaluannya yg halus

 Aktivitas mereka tidak di sadari murid lain karena posisi duduk mereka di pojok belakang dan Putri di samping tembok

 Putri berhenti mencatat sejenak dan memejamkan mata ketika tangan Dita mengelus kelentitnya. Dia merasakan vaginanya mulai basah

 ” auww.. ” Putri tersentak ketika Dita mencubit kelentitnya, refelk dia memundurkan pantatnya sehingga tangan Dita terlepas

 ” hihihiihi ” tawa Dita lirih* mengeluarkan tangannya dari rok Putri lalu melanjutkan mencatat.

 Pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung membosankan, sehingga begitu bel tanda istirahat berbunyi murid2 langsung berhamburan

 Di kantin Putri, Dita dan Ester ngobrol sambil menikmati minuman

 ” hmm.. rasanya gimana gitu ya Put di tengah2 keramaian gini nggak pake daleman hihiih ” bisik Dita

 ” iya … aku merasa paling seksi hihihii.. ” Putri tersenyum nakal

 ” eh.. kalian bicara paan sih ” tanya Ester penasaran

 ” Liat nih, tapi jgn bilang siapa2*” Putri merundukkan tubuhnya sehingga sejajar dgn meja lalu tangannya terlihat melakukan sesuatu dibalik jilbab putihnya

 Masih dlm posisi merunduk sejajar dgn meja Putri menyibakkan jilbabnya kesamping

 ” hah.. ” betapa kagetnya Ester ketika jilbab Putri tersibak, nampak payudaranya menggantung bebas tanpa BH. Ternyata Putri tadi membuka 2 kancing teratasnya

 ” hihiii .. ” Putri cekikikan lalu merapikan jilbabnya tanpa mengancingkan bajunya. Meski tidak dikancingkan, namun jilbabnya menutup rapat dadanya

 ” Sini Put aku foto ” bisik Dita dgn ide nakalnya

 Lalu Putri merundukkan badannya lagi dan menyibakkan jilbabnya.

 ” cekrek ” Dita mengambil foto dgn kamera HPnya.

 ” mana liat ” kata Putri setelah merapikan kancing baju dan jilbabnya

 ” ihh.. seksi abis Put ” kata Dita

 ” iyah.. bagus banget ” Ester menimpali

 “Hey… lg pada ngapain kalian, asyik banget keliatannya “Tiba2 datang Thomas lalu duduk di depan mereka

 ” eh.. dari mana sayang ” kata Dita

 ” Dari perpustakaan ngembaliin buku sayang” kata Thomas sambil memesan minuman

 Putri dan Ester terdiam agak canggung karena masing2 ada affair dgn Thomas tanpa ada yg tahu satu dgn yg lainnya

 ” eh.. ada Putri ma Ester ” sapa Thomas mencairkan suasana

 ” ehmmm.. kalo dah ketemu serasa kantin milik berdua yee ” canda Putri diiringi tawa mereka bersama

 ” iih.. apaan sih Put, biasa aja kaleee ” kata dita

 ” aku ke toilet dulu ah.. kebelet ” kata Ester lalu buru2 menuju toilet

 ” Aku ambilin kue ya Tom ” kata Dita lalu beranjak pergi utk mengambil kue

 Kini tinggal Thomas dan Putri

 ” UUuuuuhh..hhhooaamm ” Putri menggeliat mengangkat kedua tangan dan membusungkan dadanya sambil pura2 menguap.

 ” uhuks… ” Thomas yg sedang meneguk minumannya terbatuk melihat payudara Putri membusung kencang dan puting tercetak jelas karena bajunya tertarik ke atas dan ujung *jilbab tersibak kesamping

 ” Gila kamu Put, kamu nggak pake BH yah ” kata Thomas kaget sambil matanya melirik ke arah Dita yg masih asyik memilih kue

 Putri hanya tersenyum sambil menatap nakal

 ” upss.. aduh ambilin pulpenku dong Tom ” Putri menjatuhkan pulpennya ke bawah meja

 ” hmmm iya tuan Putri*” Thomas merundukkan kepalanya ke bawah meja utk mengambil pulpen

 ” Clegukss.. cleguks ” Nafas Thomas serasa terhenti ketika kepalanya di bawah meja dia melihat pemandangan yg membuat birahinya terbakar

 Putri sengaja mengangkat rok panjangnya sampai atas lutut dan membuka pahanya lebar2 sehingga Thomas dapat melihat dgn jelas vaginanya dan bulu kemaluannya yg hitam lembut tertata rapi

 Putri melakukan itu sambil melihat ke arah Dita yg sedang asyik memilih kue sambil ngobrol dgn ibu kantin

 Thomas buru2 kembali duduk takut kalo Dita datang, nafasnya terengah. Dia tidak bisa berkata apa2, hanya matanya yg memandang Putri dgn penuh nafsu

 ” nah ini dia kuenya datang, enak lho Put coba deh ” kata Dita sambil duduk di samping Thomas

 ” Hmm.. iya nih gurih ” kata Putri mencicipi kue

 ” ehh.. ii..iya enak..enak banget ” kata Thomas agak gugup sambil mulai makan kue

 Tanpa sepengetahuan Dita, di bawah meja kaki Putri dan kaki Thomas saling*menempel dan saling menggesek

 Dita tidak tahu karena posisi duduk mereka mepet ke meja dan sambil ngobrol seperti tdk ada apa2

 ” uhukss.. uhukss.. ” Thomas tersedak sampai batuk ketika kaki Putri merayap ke pahanya dan menyentuk penisnya yg mengeras di balik celananya

 ” duuh.. makannya pelan2 dong sayaaang, ini minum dulu ” kata Dita sambil memberi minuman pd Thomas

 ” Ester ke toilet lama amat, aku ke toilet dulu ah kebelet ” kata Putri beranjak dari situ sambil melirik Thomas dan tersenyum penuh arti

 Kini tinggal Thomas dan Dita di meja paling pojok tsb, sementara kantin masih agak ramai

 ” Aku kangen kamu sayang ” bisik Thomas mengelus paha Dita di bawah meja sambil sesekali melihat sekekliling

 ” yee.. kangen apa nafsu ” Kata Dita sambil mencubit pinggang Thomas

 ” Kangen dan nafsu itu bedanya tipis, setipis celana dalam kamu sayang hehehe ” bisik Thomas bercanda sambil tetap mengelus paha Dita semakin ke atas membuat nafsu Dita terpancing

 ” Mmm.. kalo gitu nggak ada bedanya dong, orang aku nggak pake* celana dalam ” bisik Dita sambil tersenyum nakal

 ” cleguks.. yg bener??*” Thomas tertegun tdk percaya sambil menelan ludah

 “cek aja sendiri ” bisik Dita sambil melebarkan pahanya

 Tangan Thomas merayap sampai ke pangkal paha Dita, dan betapa kagetnya dia ketika telapak tangannya langsung menyentuh bulu2 halus di atas kemaluan Dita

 Bunyi bel tanda pelajaran dimulai membuyarkan mereka, buru2 Dita merapikan roknya dan berdiri

 ” ayo sayang.. kita lanjut kapan2 ” ajak Dita

 ” tapi.. mm..* ” Thomas masih duduk bengong, birahinya yg sudah membuncah membuat dia seperti orang bloon

 ” udaah.. besok kan hari minggu, kita lanjutin di rumah yah ” Dita mengulurkan tangan agar Thomas berdiri

 ” mmm.. bentar sayang aku ke toilet dulu ” kata Thomas

 ” lha.. ntar kamu telat masuk ” kata Dita

 ” nggak pa pa, pelajaran kesenian gurunya santai kok ” kata Thomas

 ” ya udah, aku duluan ya sayang salam buat si nakal itu hihi” kata Dita sambil melirik ke arah penis Thomas

 Birahi Thomas sudah di ubun2 setelah di goda Putri sedemikian rupa, ditambah ulah Dita yg tdk kalah nakal *membuatnya butuh pelampiasan sesegera mungkin, statusnya siaga I. Buru2 Thomas beranjak menuju ke toilet utk melampiaskan gejolaknya dgn bersolo karir………

+++++++++++

Hari yg sangat melelahkan di sekolah karena ada acara kerja bakti membuat Dita kelelahan. Begitu sampai di rumah dia langsung menghempaskan tubuhnya di sofa.*Masih memakai seragam hanya sepatu dan kaos kakinya yg dilepas dia tiduran telungkup. Karena lelahnya dan hawa sejuk dari AC beberapa saat kemudian dia sudah tertidur dgn lelap

 Sementara itu papa dan mama Dita baru saja pulang dari tempat kerja mereka.*Om *Robert papa Dita setelah memarkir mobil di garasi *langsung masuk ke dalam rumah sedangkan tante Melly mama Dita mampir dulu ke toko seberang jalan utk beli sesuatu.

 Begitu masuk ke dalam rumah langkah Robert tiba2 terhenti di ruang tamu. Dari balik almari buku yg membatasi ruang tamu dgn ruang *keluarga matanya melihat seseorang tidur di sofa

 ” Upsss.. ” Betapa kagetnya dia melihat Dita tidur telungkup di sofa. Namun yg membuat langkahnya terhenti adalah posisi tidur Dita.

 Dita tidur telungkup masih menggunakan seragam lengkap sedangkan roknya bagian belakang tersingkap sampai atas menampakkan pahanya yg putih mulus dan bokongnya yg montok terbalut celana dalam warna putih

 Pandangan mata* Robert menyusuri dari betis, paha dan pantat Dita. Meskipun dia sering melihat paha dan celana dalam anak tirinya tersebut, namunh kali ini beda karena posenya begitu sexy.

 Seperti diceritakan pada cerita sebelumnya bahwa orang tua Dita sudah lama bercerai, lalu mamanya menikah lagi dgn* Robert ayah Leo

 “ck.ck.ck.. ” Cukup lama Robert memandangi tubuh Dita dgn tanpa henti2nya geleng2 kepala dan berdecak mengagumi kemontokannya

 ” eh.. papa ngapain ” tiba2 Melly sudah masuk rumah mengagetkan Robert

 ” eh.. mm.. ini..mm.. ” Robert nampak gugup

 ” hayoo.. ngintip Dita lagi yah.. ih papa nakaal ” bisik Melly pelan**melihat suaminya sedang memandangi anaknya yg tidur telungkup di sofa dgn rok tersingkap

 ” mm.. abis Dita tidur kok di sofa ” Bisik Robert sambil memeluk* Melly dari belakang

 ” eitt.. ih papa genit, bentar aku betulin dulu rok Dita ” kata Melly berusaha melepas pelukan suaminya

 ” mmm.. bentar dong ma, papa masih tetap memegang janji yg dulu kok cuman melihat aja ” Bisik Robert tetap memeluk tubuh sintal istrinya, sementara matanya masih lekat memandang kemontokan bokong Dita yg masih terlelap

 Robert memang sering mengintip paha*maupun celana dalam Dita*saat sedang duduk nonton TV maupun sedang belajar. Namun itu dilakukan dgn sepengetahuan istrinya. Melly memperbolehkan saja asal Robert janji tidak berbuat yg lebih selain melihat saja, dan Robert menyetujuinya “HANYA MELIHAT”.

 Biasanya setelah itu Robert akan langsung menarik istrinya ke kamar untuk bercinta dgn sangat menggebu, dan Melly sangat suka moment2 seperti itu karena dia akan sangat terpuaskan.

 ” ck.ck.ck..* bener2 sexy*ya*Ma*”*mata Robert tidak lepas dari bokong montok Dita.

 ” iya*, siapa dulu dong mamanya ” bisik Melly manja

 ” Uh.. bener2 gadis yg sempurna ” Mata Robert semakin jalang

 ” ih… ada yg bergerak di bokong mama nih Pa ” bisik Melly pelan sambil menggesekkan pantatnya pada penis Robert yg sudang menegang

 ” Uuh.. ” Desah Robert menekan penisnya ke bokong Melly yg terbungkus rok ketat pendek menyambut gerakan pinggul istrinya tsb

 Sambil terus menikmati pemandangan bokong Dita, Robert semakin liar menciumi pipi dan telinga istrinya

 ” Ma, papa jd pengen bercinta ” bisik Robert

 ” aahh.. jgn di sini Pa, nanti Dita bangun” desah Melly menggeliat pelan

 ” Nggak apa2 Ma, kan terhalang almari ini ” bisik Robert semakin liar menciumi pipi dan telinga istrinya, sementara matanya masih memandang nanar pada bokong Dita

 ” aahhh..* terserah papa” Melly menggeliat pasrah kegelian karena tangan Robert kini mulai meremas payudaranya dari luar blousenya

 Tangan Robert semakin liar menyelusup kedalam blouse dan mengangkat BH istrinya lalu meremas payudara *Melly* yg berukuran cukup besar dan montok.

 Sedangkan matanya tetap lekat pada paha dan bokong Dita

 Robert menggesekkan penisnya yg masih terbungkus celana semakin kuat*pada pantat istrinya yg terbalut rok ketat pendek.

 ” papaa.. ” desah Melly pelan sambil menggerakkan pinggulnya menyambut gesekan penis Robert

 ” aarrgghh.. “* Robert mengerang sambil menggigit lembut tengkuk istrinya membuat bulu kuduk Melly berdiri

 Tangan Robert yg satu mulai menyusup ke dalam rok Melly

 ” euhh.. Paaa ” Melly menggeliat mendongakkan kepala ketika tangan Robert*meremas vaginanya yg terbungkus celana dalam

 Melly memasukkan tangannya ke dalam rok lalu menarik dan melepaskan celana dalamnya.

 ” Mama bener2 pinter ” Bisik Robert mulai mengelus dan meremas vagina Melly yg sudah basah licin

 ” Aaahh.. papaaa.. ” Melly menggeliat sambil melebarkan pahanya memberi ruang agar tangan Robert bisa meremas seluruh vaginanya

 Tangan Melly menjulur ke atas meraih kepala Robert yg asyik menjilati tengkuknya membuat dadanya kini membusung ke depan

 ” sss.. aaahh ” desah Melly menikmati semua aktivitas Robert

 Sambil terus menjilati tengkuk Melly, tangan kirinya meremas payudara sedangkan tangan kanannya mengelus vagina Melly yg sangat licin.**Rok ketat Melly sudah tersingkap sampai perut sehingga tangan Robert leluasa mengelus maupun meremas vagina Melly

 Sementara mata Robert masih memandang dgn penuh nafsu ke arah bokong Dita.

 Tiba2 Robert menarik Melly ke pojok di*balik lemari buku ketika tubuh Dita bergerak. Dia takut Dita terbangun. Mereka diam dgn nafas terengah engah

 Beberapa saat kemudian Robert mengintip ternyata Dita hanya merubah posisi tidurnya. Kini posisi Dita tidur miring dgn kaki satu lurus* dan satunya tertekuk membuat roknya tersingkap semakin ke atas. Bokong Dita nampak semakin sexy dari samping.

 Kemulusan pahanya pun semakin terpampang, dan vaginanya yang tertutup celana dalam nampak menggembung terhimpit bongkahan pantat yg montok

 Melihat pemandangan tsb nafas Robert semakin memburu, di peluknya tubuh Melly dgn erat. Kini posisi mereka berdiri berhadapan sehingga payudara Melly terhimpit di dada Robert.

 Sambil terus memandang Dita, tangannya meremas kuat bokong istrinya. Dia membayangkan seandainya yg dia remas adalah bokong Dita

 Melly menurunkan tubuhnya dan berjongkok tepat di selangkangan suaminya. Dgn cekatan dia lepas ikat pinggang Robert dan menarik resluitingnya*.* Lalu menarik celana panjang sekaligus celana dalam*Robert*sampai bawah. Seketika penis Robert yg sudah menegang maksimal menyembul dgn gagahnya tepat di depan wajah Melly

 Setelah beberapakali mengelus, Melly memasukkan penis Robert ke dalam mulutnya

 ” AAaaarrgghhh… ” erang Robert pelan dan memejamkan mata meresapi kehangatan yg menyelimuti kepala penisnya di dalam mulut Melly

 Tangan Robert satunya berpegangan pada almari sedangkan yg satunya memegangi kepala Melly

 Sambil menikmati kuluman pada penisnya, mata Robert kembali terbuka memandang tubuh Dita dalam posisi tidur yg sangat menggairahkan.

 Kaki kanan Robert tidak tinggal diam, punggung kaki tsb menggesek vagina istrinya yg jongkok mekangkang sehingga vaginanya benar2 terekspose

 “uhhmm… ” desah Melly semakin bersemangat mengulum penis Robert ketika punggung kaki Robert mengenai kelentitnya. Lendir vaginanya keluar begitu banyak sampai beberapakali menetes ke lantai

 ” aaahh mamaa.. ” Robert sudah tidak kuat lagi, lalu diangkatnya tubuh istrinya dan di peluk dgn sangat bernafsu diiringi ciuman yg ganas

 Kini mereka berpelukan dan berciuman dgn sangat menggebu dgn pakaian yg sudah acak2an. Robert mendorong istrinya mepet ke tembok.

 Robert mendesakkan penisnya ke arah vagina Melly. Melly menyambutnya dgn melebarkan selangkangannya dan menopangkan kaki kirinya ke almari sehingga vaginanya benar2 sudah siap menerima penis Robert

 ” AArrrrggh…” Robert menggeram pelan ketika perlahan penisnya mulai mendesak masuk ke dalam vagina istrinya. Pelukannya semakin erat.

 ” eeehh… ” Melly menyambut penis Robert dgn memajukan pinggulnya sehingga perlahan namun pasti penis Robert tenggelam dalam cengkeraman vagina Melly

 ” uuhh.. Mamaa ” Tangan Robert meremas bokong istrinya kuat2 ketika dia mulai mengeluar masukkan penisnya ke dalam vagina istrinya

 ” eeuuhh.. ” Tubuh Melly bergetar ketika sodokan penis Robert pada vaginanya semakin cepat dan kuat sedangkan bokongnya dipegang kuat oleh Robert sehingga dia tidak bisa menggerakkan pinggulnya. Dia hanya bisa memeluk suaminya dgn erat dan melingkarkan kaki kirinya ke pinggang suaminya

 Gerakan pinggul Robert semakin mengganas karena nafsunya sudah diubun ubun, gairahnya sudah menggelora sejak melihat bokong dan paha Dita tadi, begitu juga dgn Melly.

 “Aaah.. Aaaaahh.. aaakkhhh.. ” erangan dan desahan panjang Melly terdengar begitu syahdu mengiringi gelinjang tubuh Melly menyambut gelombang*orgasme yg menerjang

 Robert merasakan vagina istrinya begitu mencengkram hangat ketika istrinya orgasme sehingga sodokannya semakin diperkuat dan dipercepat. Tangannya semakin kuat mencengkram bongkahan bokong montok istrinya

 ” AAArrrrgghhhh… Aaaaarrggghh…!!! ” Geraman Robert tertahan di tenggorokan ketika dia menyodok kuat vagina istrinya sambil memuncratkan spermanya berkali kali ke dalam rahim istrinya.

 *Mereka berpelukan sangat erat menikmati orgasme masing2 sambil terpejam, kemudian terdiam

 Beberapa kali tubuh mereka masih menggelinjang kecil menikmati sisa2 orgasme

 ” ehh.. ehh.. uuuhh.. fiuhh ” Hanya nafas mereka berdua yg kini terdengar

 Sementara itu Dita masih lelap dalam tidurnya yg sexy.

 Ups… tapi ngomong2 kemana si Leo ?????

 Ternyata Leo menyaksikan semua adegan tsb dari lubang angin di kamarnya sambil merekam menggunakan Handy cam……

++++++++++++

Sehabis pelajaran olah raga Denia*Putri dan Ester Agustina menuju ke kamar mandi sekolah untuk berganti pakaian.

 “Yah penuh, tinggal satu nih Put”* kata ester pada putri

 ” Ya udah kita barengan ajah, udah laper nih pengen cepet2 makan” sahut putri

 “ikuuuuuuttt”* tiba2 datang Dita teman satu genk mereka

 ” aku juga buru2 nih mau pipis” Kata Dita

 Kemudian mereka*masuk ke*kamar kecil yg tersisa.* Begitu di dalam Dita langsung menurunkan celana olah raganya dan duduk di kloset… seeerrrr cuuuur… pipis Dita mengalir dgn deras ke dalam kloset.* Sementara Putri dan Ester membuka pakaian olah raga mereka utk diganti dgn seragam sekolah. Saat Putri dan Ester sedang membuka kaos mereka tiba2 Dita memercikkan air ke tubuh mereka berdua

 “Auww…. ” eriak Putri dan Ester kadet

 “apa2an sih it basah nih BH aku ” sungut Putri sambil mengelap BHnya

 ” iya nih Dita, BHku juga basah ” kata Ester agak jengkel

 “hihiii… maap” kata Dita cengengesan

 Sejenak tampak Putri bisik2 dgn Ester. Mereka berdua kemudian mendekati Dita dgn tersenyum penuh misteri

 ” Eiitt.. mau apa kaliann” seru Dita

 Putri mendekat dari samping kanan dan Ester dari samping kiri.* Belum sempat hilang kebingungan Dita tiba2 kedua tangannya di pegang dgn kuat oleh Putri dan Ester. Tangan mereka yg satu memegang Dita sementara tangan yg satunya meremas remas payudara Dita yg cukup besar. Diantara mereka bertiga Dita lah yg paling gemuk sehingga payudaranya paling besar

 “aaa..ooooww.. ampuunn..ampuunn ” teriak Dita

 “tidak ada ampun bagimuuu ” kata Putri tertawa sambil terus meremas susu Dita. Begitu juga Ester semakin bersemangat meremas payudara Dita sampai kaos olah raganya kusut….

 “aaahh.. nggak mauuuuu.. ampuunn” Dita teriak sambil meronta sampai akhirnya bisa melepaskan diri lalu menyingkir ke pojok toilet

 “iihhh.. jahat banget kalian jd kusut nih ” sungut Dita

 ” makanya jd anak jgn iseng.. eh*susu Dita jadi tambah gede tuh hihihi” goda Putri

 ” ayo tanggung jawab kalian, aku jadi horny nih ” kata Dita sambil bersandar ditembok

 ” sini sini sini sayaaaaang.. mana yg sakit” kata Ester sambil mendekati Dita

 ” ini..” kata Dita menunjuk ke arah payudaranya

 ” sini Ester elus2 biar hilang sakitnya” kata Ester sambil merangkul Dita dari samping lalu mengelus payudara Dita dari luar kaos olah raganya.

 “eeehhhh….” desah Dita sambil memeluk Ester juga

 Sementara itu Putri sudah berganti pakaian lengkap dgn jilbabnya, dia cuma bisa geleng2 sambil tersenyum.

++++++++++

Hari ini adalah ulangan pelajaran Matematika. Bahkan sebelum ulangan dimulai suasana udah tegang banget karena pak Doky selain galak juga selalu mengawasi saat ulangan dgn ketat. Meski pelajaran belum dimulai, semua murid sudah duduk di kelas mempersiapkan diri

 ” Duh.. aku deg2an nih Dit ” kata Putri

 ” Hmmm.. kalo aku sih santai ajah, liat nih ” kata Dita mengangkat roknya

 ” waduh… ” Putri kaget karena paha Dita yg putih mulus penuh dgn contekan

 ” hihihi.. aku juga ” kata Ester menyingkap roknya, phanya yg putih muluspun penuh dgn rumus2 matematika utk contekan

 ” Yah.. gimana dong, rok aku kan panjang ” kata Putri

 ” Udah gini aja, kamu duduk aja di belakang.* aku ama Dita biar duduk di depan mengalihkan perhatian pak Doky biar kamu leluasa buka buku*” kata Ester memberi solusi

 ” maksudnya mengalihkan perhatian???? ” Dita bingung dgn kata2 Ester

 ” Maksutnya*kita alihkan perhatian pak Doky dgn ini ” kata Ester sambil menyingkap rok Dita

 ” ouw.. hihiiiii, ntar dia kejedot meja lagi ” mereka cekikikan bersama ingat kejadian waktu pak doky ngintip Dita

 Lalu Dita dan Ester minta tukeran tempat dgn temannya yg duduk tepat di depan meja guru.

 “Selamat pagi anak2 ” pak Doky memasuki kelas

 ” pagi paaak ” jawab murid serempak, kemudian suasana hening menegangkan

 ” Sekarang simpan semua buku dan catatan kalian, yg ada di meja hanya alat tulis dan kertas jawaban ” kata pak Doky sambil membagikan soal ulangan

 Suasana begitu hening karena semua murid konsentrasi mengerjakan soal yg diberikan pak Doky

 Pak Doky sejenak keliling utk mengawasi lalu duduk kembali di kursinya

 Kaki Ester dan Dita berpijak pada pijakan meja sehingga paha mereka agak meninggi membuat *ujung roknya tersingkap sampai paha atas

 Sekilas Dita melirik pak Doky, nampak mata guru tsb sedang mencuri curi pandang pada paha mereka di bawah meja

 ” cleguks.. ” Pak Doky menelan ludah melihat dua pasang paha putih mulus terbuka cukup lebar**tepat di hadapannya.

 Selain agar bisa terlihat pak Doky, Ester dan Dita menarik roknya sampai atas agar bisa melihat contekan yg mereka buat di paha mereka bagian atas. Sedangkan pak doky menikmati kemulusan paha mereka bagian dalam dan samping

 Tampalnya strategi mereka cukup berhasil. Pandangan pak Doky lebih banyak ke bawah meja daripada mengawasi murid2. Kesempatan tsb digunakan oleh Putri utk membuka contekannya pada selembar kertas kecil

 Dita dan Ester kadang sengaja menggerakkan pahanya membuka dan menutup pelan2 secara beraturan sehingga celana dalam mereka sesaat kelihatan sesaat kemudian terhimpit lagi oleh paha mulus mereka

 Sambil konsentrasi mengerjakan dan melihat contekan, sesekali Ester dan Dita melirik pak Doky. nampak nafas pak Doky sedikit terengah engah. Dita dan Ester saling lirik dan tersenyum

 ” Huuufftt….. ” Pak Doky menarik nafas panjang lalu berdiri dari kursi dan berkeliling kelas utk mengawasi muridnya per meja. Dgn gerakan pelan Putri menyembunyikan contekannya di saku

 ” Ester, kita kasih pertunjukan yg lebih hot biar dia betah duduk ” bisik Dita

 ” maksutnya ?? ” bisik Ester

 ” Liat aja nanti ” bisik Dita

 Setelah berkeliling sejenak pak Doky duduk kembali di kursinya. Pandangan matanya kembali tertuju ke bawah meja ke arah paha Dita dan Ester yg kembali terbuka setelah tadi sempat di tutup rapat ketika pak Doky berkeliling

 Sekilas ada ekspresi sedikit kaget dari wajah pak Doky karena*Ester *membuka pahanya lebar sehingga celana dalam putihnya terlihat dgn jelas. Namun yg membuat pak Doky lebih kaget adalah tangan kiri*Dita berada di paha bagian dalam Ester sambil jarinya membuat*gerakan *sedikit mengelus

 Rupanya inilah yg dimaksud Dita dgn pertunjukan yg lebih hot

 Ester nampak serius mengerjakan soal, namun sebenarnya dia tdk konsentrasi karena jari2 Dita yg mengelusi paha bagian dalamnya membuat geli sampai dia merinding

 Sedangkan Dita melakukan tindakan tsb juga sambil serius mengerjakan soal, sehingga pak Doky mengira tindakan tsb bukan kesengajaan

 Nafas pak Doky semakin ngos ngosan dan kelihatan duduknya gelisah, sesekali dia menggeser sedikit kursinya sesekali membetulkan letak duduknya.

 Karena sangat kegelian dgn gerakan jari2 Dita di pahanya, Ester merapatkan pahanya membuat tangan Dita terjepit diantara paha mulus yg roknya tersingkap cukup tinngi tersebut

 Meski terhimpit namun jari2 Dita teteap melakukan gerakan mengelus kecil sehingga Ester membuka dan menutup pahanya berkali kali

 Tindakan mereka semakin membuat pak Doky terengah engah. Matanya tajam melihat ke bawah meja.* Sedangkan Dita dan Ester masih pura2 konsentrasi mengerjakan soal padahal mereka sudah selesai karena contekan di paha mereka sesuai dgn soal yg keluar

 Putri juga sudah selesai mengerjakan soal, dia tersenyum kecil melihat pak Doky yg ngos2an sambil menatap tajam ke bawah meja Ester dan Dita

 ” horny, horny dah lu ” pikir Putri

 Karena saking gelinya, Ester menopangkan kedua pahanya membuat tangan Dita bener2 terhimpit. Dita tahu Ester sudah kegelian maka dia menarik tangannya dari paha Ester

 ” hhmmm huuuft..” pak Doky sedikit menarik nafas panjang dan meregangkan lehernya ke kanan dan ke kiri agar rileks

 Namun belum sempat rileks* dia dikejutkan lagi oleh pemandangan di depannya

 Setelah menarik tangannya dari paha Ester, kini Dita membuka pahanya sendiri lebar dan tangannya mengelus elus pahanya sendiri.

 Pak Doky sekilas melihat ke arah Dita dia nampak masih mengerjakan soal. Berarti tindakan Dita tidak disengaja pikir pak Doky

 Paha Dita terbuka semakin lebar sedangkan tangannya semakin intens mengelus pahanya sendiri dan sesekali jari2nya membetulkan letak CD nya. Dia melakukan itu sambil terus pura2 mengerjakan soal ulangan

 Nafas pak Doky sudah tidak beraturan lagi, birahinya benar2 sudah diubun ubun dan duduknya semakin gelisah

 Putri dan Ester melirik pak Doky sambil tersenyum

 ” Teeett.. Teeet .. Gubrak” Bunyi bel tanda jam pelajaran matematika berakhir mengagetkan pak Doky yg sedang menatap tajam ke arah paha Dita. Saking kagetnya pak Doky terhenyak dari kursi dan hampir jatuh namun dia sempat berpegangan pada meja

 ” udah..udah.. ayoo semua kumpulkan ” kata pak Doky menutupi kegugupannya

 Sebelum keluar kelas Dita, Ester dan*Putri saling pandang dan tersenyum

 ” Sukses ” kata mereka bersamaan…………….

++++++++++++

Hari minggu Putri, Ester dan Dita menghabiskan waktunya dgn berenang di kolam renang milik Ester. Keluarga Ester yg tergolong kaya raya memiliki kolam renang pribadi di rumahnya. Minggu itu mama dan papa Ester pergi ke singapura utk keperluan bisnis. Mereka asyik bercanda di kolam renang yg tidak begitu dalam hanya sebatas perut

 ” awas gue terjuuun ” teriak Dita lalu meloncat ke dalam kolam renang .. byuuurr..

 ” ih.. Ditaaa ” teriak Putri karena mukanya terciprat air banyak sekali

 ” hihiiiii .. ” Dita cuma cekikikan sambil memnyeka air dari wajahnya

 ” eh.. Dit itu kok ada merah2 di toketmu ” kata Ester menunjuk payudara Dita yg terbuka bagian atasnya. Dita memakai pakaian renang yg cukup sexy sehingga sebagian besar payudaranya yg putih tidak tertutupi

 ” Ups… hihiiii ” Dita reflek menutupi payudaranya sambil tersenyum nakal

 ” hayoooo.. ulah sapa tuh, liat dong Dit*” Kta Putri*menarik tangan Dita

 “*ih.. ada dua ” kata Ester*

 ” hihihiiii.. kalo aku ceritain jgn pada pengen yah ” kata Dita genit

 ” huuuu… ” cibir Putri dan Ester berbarengan sambil meremas payudara Dita

 ” aooww.. uh kok malah di cubit sih ” Dita cemberut

 ” abis kamu nggemesiiin, bikin penasaran ” kata Ester memeluk Dita

 ” ayo dong ceritaiinn ” rajuk Putri ikut memeluk Dita juga

 ” mmm.. ini bekas gigitan Thomas tadi malem ” Kata Dita sambil membusungkan dadanya dan menunjuk ke arah bekas merah di payudara bagian atas

 ” wow.. kalian lakukan dimana?? ” tanya Ester penasaran

 ” di teras rumah gue ” kata Dita

 ” apa?? emang gak ketahuan mama papa mu?? ” tanya Putri penasaran

 ” ya nyuri2 kesempatan lah, lagian kan aku dah persiapan gak pake BH ” kata Dita

 ” gila kalian.. kalo sampai ada yg liat mampus lu ” kata Ester

 ” nggak mungkin, kami ahli getu loh hihihihi ” kata Dita sambil tersenyum nakal

 ” Trus ngapain aja kalian ” Putri semakin penasaran

 ” ya gitu deh.. kalo pas lagi sepi aku angkat kaos aku, trus aku sodorin ke bibir Thomas dan sensasinya uuuuuhhhh…. ” kata Dita sambil menggeliat terpejam membayangkan waktu Thomas mencium payudaranya

 ” eemmm.. pengeeeeeenn ” kata Ester sambil meremas payudara Dita

 ” rasanya nikmaaaaat banget ” kata Dita sambil memeluk Ester dan Putri di kanan dan kiri

 ” emang gak sakit digigit sampai merah gitu ” Putri masih penasaran

 ” ya enggak lah sayaaang, kan gigitnya mesra.. uuhh*” kata Dita sambil mendekap kepala Putri agar menekan payudaranya

 ” Apalagi waktu Thomas gigit yg ini ” lanjut Dita sambil menarik BH renangnya keatas sehingga putingnya yg sebelah kiri terbuka

 ” wow.. puting Dita udah menegang hihhihi..i” kata Ester mencubit puting Dita

 ” auww.. uhhh.. gini Thomas kalo meremas ” kata Dita menuntun tangan Ester ke arah payudaranya

 ” pertama pelan2 lalu di remass aaahhh ” lanjut**Dita menuntun tangan Ester mengelus dan meremas payudaranya

 Ester dgn gemas meremas payudara Dita dgn kencang

 ” uuuuuuuuhhh.. ” Dita menggeliat dan terpejam merasakan remasan pada payudaranya

 ” Yg sini buka juga ya Dit ” kata Putri*langsung menarik BH Dita yg sebelah kanan lalu memilin putingnya

 Dita memeluk Ester dan Putri sambil terpejam dan membusungkan dadanya meresapi elusan ke dua temannya

 Ester dan Putri juga ikut horny melihat tingkah Dita

 ” cium dong Puut “*desah Dita menundukkan kepala Putri ke arah payudaranya

 ” mmmm… ” Putri dgn perlahan menempelkan wajahnya ke payudara Dita merasakan kelembutannya lalu pelan2 dia mengulum puting susu Dita

 Ester juga melakukan hal yg sama, dia menundukkan wajahnya ke arah payudara Dita dan menggigit lembut puting Dita yg menegang

 ” aaaaaahhh.. kalian bikin aku hornyyy ” desah Dita menengadahkan kepalanya dan semakin erat memeluk kedua temannya tsb

 Dita semakin diamuk birahi sehingga tangannya pun tidak mau tinggal diam. Tangannya meraih payudara Ester dan Putri yg sedang asyik menciumi payudaranya dari samping. Perlahan tangan Dita masuk melalui samping pakaian renang Ester dan Putri lalu meremas payudara mereka

 ” uuuhhh.. ” Ester dan Putri melenguh semakin horny

 Remasan Dita semakin kuat seiring makin kuatnya sedotan Ester dan Putri pada putingnya

 ” aaaaacchh.. stop stop berhenti dulu.. uhh.. ” kata dita menghentikan aktivitas mereka

 Ester dan Putri mengangkat wajahnya dari payudara Dita sambil menatap sayu. Wajah mereka bertiga bersemu merah karena birahi yg menggelora

 ” huuftt… ” Dita mengatur nafas sejenak lalu membuka BH renangnya dan melemparkan ke atas sambil tersenyum nakal memberi isyarat agar kedua temannya juga melakukan hal yg sama

 Diringi senyum dan tatapan yg nakal Ester juga membuka BH renangnya dan melemparkannya lalu tangannya mengelusi payudaranya yg putih montok dgn puting kecil yg berwarna merah muda

 Sementara Putri menurunkan baju renangnya bagian atas karena dia memakai baju renang yg terusan biasa. Payudara Putri yg tidak begitu besar dan putingnya yg baru tumbuh juga terpampang membusung

 ” uuuhh.. sini sayaaang ” Desah ita merengkuh kedua temannya ke dalam pelukannya di kanan dan kiri

 ” ee…mm ” Desah Ester dan Putri lalu mencium pipi Dita

 Ester dan Putri menempelkan payudara mereka ke payudara Dita, lalu mereka menggesekkan puting masing2 ke puting Dita

 ” eehhh… ” desah mereka bertiga ketika puting mereka saling bergesekan

 ” mm.. Dit praktekin dong waktu sama Thomas ” bisik Ester

 ” iya Dit.. ” Bisik Putri juga sambil menciumi telinga Dita

 ” aacchh.. gue horny beneraaan ” desah Dita

 Lalu Dita menurunkan tubuhnya kearah payudara Ester yg montok

 ” Aaaahh.. ” desah Ester ketika bibir dita mengulum putingnya. Beberapa saat Dita asyik mencium dan menggigit payudara Ester sampai meninggalkan bekas merah sedangkan kedua tangannya memeluk pinggang kedua temannya

 Putri semakin horny melihat Dita yg asyik menciumi payudara Ester, ditambah lagi ekspresi kenikmatan Ester yg begitu sensual membuat Putri semakin gelisah dan tidak sabar

 “mmm.. gantian doong ” rengek Putri

 Dita melepaskan kulumannya pada puting Ester dan sejenak memandang wajah Putri yg sayu teramuk birahi. Lalu dita beralih ke payudara Putri, perlahan di resapinya kelembutan payudara Putri

 ” AAAahhhhh… ” Putri mendesah panjang ketika lidah Dita mempermainkan putingnya

 Ester tersenyum gemas *melihat ekspresi Putri yg begitu menikmati lidah Dita di putingnya, sambil tangannya memilin putingnya sendiri tangan satunya membelai rambut Dita

 ” auuww aahh.. ” Putri semakin mendesah ketika ita menggigit payudaranya meninggalkan bekas merah yg begitu kontras dgn payudaranya yg putih bersih

 ” huuuftt.. aahhh ” Dita menghentikan aksinya dan mengatur nafas

 Sejenak mereka bertiga berpandangan lalu saling tertawa dan berpelukan

 ” gimana rasanya ” tanya Dita pada dua temannya

 ” enaaakkk ” teriak Ester dan Putri bersamaan sambilo mencium Dita

 ” hihihiiii.. cupang di susu Ester ada dua ” kata Putri menunjuk tanda merah pada payudara Ester

 ” hihiiii.. kamu juga ada tuh satu ” Ester memperhatikan cupang merah di payudara Putri

 Mereka kembali tertawa bersama dan bercanda saling mencipratkan air ke payudara temannya

 ” eh.. liat nih ” kata Dita sambil menunjukkan celana renangnya ke atas

 ” huaaaa.. Dita gila ” Putri dan Ester tertawa bersama

 ” Awas.. ” kata Dita sambil melemparkan celana renangnya ke arah Ester dan tepat mengenai muka Ester

 ” iiiiiihhhhh Ditaa, awas ya… *” teriak Ester *berenang mengejar Dita yg telanjang bulat

 ” ayo sini sayaaaang hihihiiii.. ” Dita berenang menjauhi kejaran Ester

 ” awas Ester ” teriak Putri juga melemparkan pakaian renangnya ke arah Ester

 ” aoowww..* kalian jahaaaaaaaaatt ” teriak Ester ganti mengejar Putri

 Putri mau berenang menjauh namun keburu terpojok di sudut kolam renang

 ” ampuunn hahahhaha ” teriak Putri mendekam di pojok kolam dgn tubuh yg sudah bugil. Kulitnya yg putih bersih terpantul oleh air kolam yg jernih membuat Putri semakin sexy

 ” iiihh.. nakaaaall ” kata Ester mencubit pipi Putri

 ” aoooww.. ampuunnn, Dita toloong ” teriak Putri

 Ternyata Dita sudah berada dibelakang Ester dan sambil tertawa tangannya menraik celana renang Ester ke bawah

 ” auuwww… yeee kalian main keroyok, nggak mauuu ” teriak Esster membetulkan lagi celananya

 ” Ayo dong Ester buka juga ” kata Dita

 ” iya.. nih liat sexy kan ” kata Putri sambil lenggak lenggokkan tubuhnya yg sebagian terendam air

 ” iya.. asyik nih ” kata Dita mendekati Putri sambil melanggok juga, lalu Dita memeluk Putri dari belakang mereka berdua tertawa

 ” oke siapa takut ” kata Ester lalu melepaskan celana renangnya dan melemparkan kearah Putri dan Dita.

 ” hahahhahaa… ” mereka bertiga tertawa bersama

 Ester segera bergabung ikut memeluk Putri dari depan

 Dita memegang payudara Putri dari belakang lalu di gesekkan ke payudara Ester

 ” aahhh.. ” Putri mendesah ketika Dita meremas payudaranya dan menggesekkan putingnya ke puting Ester

 ” uuhh.. ” Ester mendesah lalu memeluk erat Putri sehingga payudaranya menghimpit payudara putri

 ” uuh.. hhuuffttt.. auuww. aku gak bisa nafaaas ” teriak Putri meronta melepaskan diri

 ” hahahhahha… mereka tertawa bersama lalu saling kejar dan saling menyipratkan air

 Setelah puas* bermain main di air mereka naik ke atas dan membungkus tubuh mereka dgn handuk lalu berbaring*di kursi panjang

 ” huufff .. capeknyaaa ” kata Dita merentangkan tangannya ke atas membuat handuk yg di pakainya *lepas lipatannya sehingga payudaranya menyembul keluar

 ” kena.. ” dgn cepat Ester yg berbaring di kursi sebelah kanan *mencubit payudara Dita

 ” aooww..* Esteeerrr ” Dita kaget lalu menubruk Ester yg berbaring di kursi sebelahnya

 ” nakal nakal nakaal* ” Dita yg telanjang bulat karena handuknya sudah melorot berusaha melepas handuk Ester dan *meremas payudaranya

 ” hahahaa.. ampuun ampuunnn.. ” Ester berusaha melindungi payudaranya dari serbuan tangan Dita, namun kitikan pada pinggannya membuatnya menyerah kegelian dan membiarkan Dita melepas handuknya

 Kini Ester menyilangkan kedua tangannya menutupi payudaranya karena Dita sudah berhasil membuka handuk yg dipakainya

 ” sini aku bantuin ” Putri bergabung dan berusaha menyingkirkan tangan Ester dari payudaranya

 ” aaahhh.. aaooowww.. hihihiihh. aaooww ” Ester menggeliat kegelian karena Dita menggelitik pinggangnya sehingga akhirnya Ester membiarkan tangannya di tarik Putri ke atas

 ” Wooww ” Dita tersenyum mendekatkan wajahnya pada payudara Ester yg menggembung montok dgn puting merah muda kontras dgn kulitnya yg putih bersih, sementara Putri yg masih memakai handuk menahan tangan Ester ke atas

 ” aaaahhhh… ” Ester menggeliat manja ketika bibir Dita yg basah mengemut putingnya sedangkan tangan satunya meremas payudaranya yg kanan

 Putri memperhatikan sambil menggigit bibir bawahnya

 Dita semakin liar menciumi payudara Ester bergantian dan tangannya mengelus paha Ester.

 ” AAAcchhhh.. ” Ester mendesah panjang dan mendongakkan kepalanya ketika jari2 Dita mengelusi vaginanya yg menggembung dan di tumbuhi bulu2 yg masih halus dan tertata rapi

 Melihat Ester tidak berontak, Putri melepaskan pegangannya pada tanga Ester lalu dia jongkok dan mencium bibir Ester

 ” eeemmm … ” Ester semakin mendesah dan tangannya meraih kepala Putri dan membelainya sambil berciuman

 Melihat Putri berciuman dgn Ester, nafsu Dita semakin menggelegak dan semakin kuat menyedot puting Ester. Tangan Dita semakin leluasa mengelus dan mencubiti vagina Ester yg semakin basah dan licin karena Ester melebarkan kedua pahanya dan menekuk salah satu kakinya

 Putri membuka lipatan handuknya sehingga handuk tersebut melorot menampakkan payudara Putri yg putih bersih. Dgn perlahan Putri menyodorkan payudaranya ke bibir Ester yg menganga menikmati cumbuan Dita di payudara dan vaginanya

 ” Aaaacchhh.. ” desah Putri ketika Ester langsung menyedot putingnya dgn kuat, di belainya rambut Ester yg semakin menggelinjang

 Dita semakin mempercepat gesekan jari2nya di vagina dan kelentit Ester membuat Ester semakin kelojotan dan menggelinjang, sementara bibirnya menyedot puting Ester semakin kuat

 ” AAaacchhhh…. aaaaaaaaaahhh ” Ester mendesah panjang menyambut gelora birahi yg meledak, pinggulnya bergerak liar menyambut gesekan jari Dita di vaginanya. Dan ketika gelombang tersebut melanda dgn dahsyat, Ester memeluk erat tubuh Putri dan menyedot puting Putri dgn kuat sehingga Putri meringis kesakitan

 ” aaaahhh.. aahhh.. hhuuuffttt.. ” Nafas Ester tersengal sengal menikmati orgasme yg begitu hebat

 Sesaat Dita dan Putri menghentikan aktivitasnya di tubuh Ester. Mereka membiarkan Ester menikmati orgasmenya. Mereka hanya mmbelai dan mengelus pelan memberi ketenangan pada Ester

 Dita dan Putri saling pandang penuh nafsu, tatapan mereka berdua sayu.

 Setelah Ester tenang Dita mendekati Putri dan Putri merentangkan tangannya sambil tersenyum genit menyambut Dita

 Mereka berpelukan dan saling berciuman dgn lembut dan penuh kasih sayang

 Tangan mereka saling membelai dan mengelus, dan payudara mereka saling menghimpit menciptakan kenikmatan dan kegelian yg membangkitkan gairah

 ” aaahhh.. ” Desah Putri ketika tangan Dita meremas bokongnya yg montok.

 Dita mendorong Putri agar*rebah *di kursi panjang, lalu Dita menaiki tubuh Putri dan menyodorkan payudaranya ke bibir Putri

 “AAAacchh ” desah Dita semakin menekan payudaranya ke mulut Putri

 Sambil mencium dan menyedot payudara Dita, tangan Putri meremas bokong Dita yg Putih montok

 Sementara Ester berbaring telungkup sambil melihat kedua temannya bercinta

 ” Aaahhhhh… ” Dita mendesah semakin keras ketika tangan Putri yg meremas bokongnya menyelinap diantara pantat dan mengelus vaginanya yg basah kuyup

 Nafsu Dita sudah menggelora, dgn bernafsu di peluknya tubuh Putri dgn erat dan menggesekkan payudaranya ke payudara Putri

 Dita menggesekkan vaginanya yg basah dan licin di paha Putri

 Putri menyambut vagina Dita dgn menekuk kakinya sehingga vagina Dita menempel dgn kuat di pahanya yg putih mulus

 Bulu2 halus di paha putih Putri begitu terasa di vagina Dita yg sensitif

 ” uuuhhh… ” Dita semakin erat memeluk Putri dan semakin kuat dan cepat menggesekkan vaginanya di paha Putri

 Putri meremasi rambut Dita dan mengelus punggung dgn sangat bernafsu karena vaginanya juga tergesek oleh paha Dita yg satunya

 Putri mengangkat ngangkat pinggulnya agar vaginanya bergesekan dgn paha Dita

 ” AAaaahhh.. aaaaaahh..aaahhhh.. ” Desah mereka berbarengan ketika gelombang orgasme pelan namunh pasti datang dan melanda kedua abg putri tsb dgn hebat

 Tubuh mereka terguncang guncang dan menggeliat hebat*serta selangkangan mereka saling menghimpit kuat menyongsong gelombang orgasme yg melanda

 ” aahh.. hhuufftt.. huuffttt.. ” *masih tetap berpelukan nafas mereka terengah engah menikmati orgasme yg begitu nikmat

 Sesaat kemudian suasama sepi, hanya nafas mereka yg terdengar kadang tersengal menikmati sisa2 orgasme

 Ester mendekati mereka lalu ikut rebahan di kursi panjang yg besar tsb.

 Mereka bertiga saling tersenyum………….

+++++++++++++

Leo***sedang asyik di kamarnya memutar rekaman2 yg ada di laptopnya. Rekaman2 tsb adalah kumpulan dari semua rekaman yg selama ini dia shoot menggunakan handycamnya. Mulai rekaman saat kakaknya Dita bercanda dgn kedua temannya yg menampakkan celana dalam mereka, sampai rekaman saat Putri dan Dita berciuman di ruang tamu.

 Wajah Leo nampak serius memperhatikan tiap adegan.* Saat dia menonton adegan kakaknya bercanda dgn Ester dan Putri yg memperlihatkan kemulusan paha dan celana dalam mereka bertiga, Leo berkali kali mengklik*tombol pause pada GOM player. Terutama moment saat rok Putri tersingkap memperlihatkan celana dalam putihnya buru2 dia pause. Cukup lama dia memandangi adegan yg dia pause tsb karena sangat jarang rok Putri tersingkap sampai memperlihatkan celana dalamnya sebab Putri memakai jilbab dan rok panjang. Gejolak birahi anak kelas 2 SLTP tersebut semakin menggelora, nafasnya semakin terengah engah

 ” Ting tong ” suara bel rumah mengagetkan Leo

 ” huh.. ganggu aja ” gerutu Leo buru2 keluar kamar dan membukakan pintu. Siang itu Leo sedang di rumah sendirian. Papa dan mamanya sedang ke dokter memeriksakan Dita yg sedang batuk. Hari itu Dita tdk masuk sekolah

 ” Dita ada dek “* Tanya si tamu yg ternyata Putri

 ” Eh.. kak Putri, mmm.. anu kak..mmmm.. sedang ke dokter ” betapa kaget Leo setelah tahu siapa yg datang. Lidahnya serasa kelu jantungnya berdegup kencang samapai dia salah tingkah. Putri yg barusan dia khayalkan sekarang ada di depannya nampak begitu cantik dgn seragam sekolah panjang dan berjilbab.

 ” oh.. tadi aku telpon gak diangkat ” sambung Putri

 ” mm.. HPnya ditinggal kak, mmm.. sssilakan masuk dulu kak ” kata Leo masih gugup

 ” sudah dari tadi apa barusan dek ” tanya Putri sambil duduk di ruang tamu

 ” b..bbarusan kak, sekitar setengah jam yang lalu. B..bentar ya kak, Leo buatkan minum*” jawab Leo salah tingkah

 Putri tersenyum melihat tingkah Leo, dia tahu Leo salah tingkah. Putripun tahu kalo selama ini tiap kali dia dan Ester main ke rumah Dita, Leo sering mencuri pandang ke arah paha Ester maupun ke arah dirinya

 Putri berniat iseng menggoda Leo

 ” ini kak di minum dulu ” kata Leo menyuguhkan sirup dingin

 ” makasih ya dek Leoo, duh cakep banget ” kata Putri tersenyum sambil minum.

 Wajah Leo memerah mendengar pujian Putri

 ” Eh.. kata Dita kamu sering nonton film dewasa yah.. hayooo ” goda Putri

 ” hah.. mm.. eeenggak kok, dasar kak Dita suka boong ” wajah Leo semakin memerah

 ” hihihiiii… yg bohong Dita apa kamu, kalo boong ntar bintitan lho?? ” Putri melirik dgn genit

 ” hahahhaa.. bintitan tuh kalo ngintip kak, bukan karena boong ” Leo mulai rileks tidak gugup lg

 ” sama aja.. apalagi kalo boong ditambah suka ngintip, benjol tuh mata hihihii.. ” canda Putri diiringi tawa mereka berdua.

 ” Tapi kalo ada kak Ester kakak sering liat kamu* ngintip pahanya kan?? ” goda Putri lagi

 ” abis kak Ester kalo pakai rok pendek banget, nggak usah ngintip juga keliatan CDnya.. ups.. “* Leo agak kaget karena kelepasan ngomong

 ” Nah kan kamu sendiri yg bilang, padahal aku nggak bilang CDnya lhoo hayoooo* hihihiiiii ” Putri tersenyum genit

 ” Mmm.. eee.. kak Putri sih yg mancing mancing ” Leo nampak salah tingkah

 ” aduh… ” jerit Putri ketika lututnya membentur meja ketika tertawa

 ” eh.. kenapa kak ” tanya Leo mendekati Putri yg sedang meringis memegangi lututnya

 ” duh.. lutut kakak*tadi tuh dah kebentur meja di sekolah, eh sekarang kebentur lagi ” kata Putri sambil menaikkan rok panjangnya sampai sedikit di atas lutut dan pura2 mengusap usap lututnya

 Meskipun cuma sedikit diatas lutut namun pemandangan itu membuat Leo yg ada di samping Putri menelan ludah karena kaki Putri begitu indah, putih dan mulus di hiasi bulu2 halus

 ” nn..ggak pa pa kak? ” tanya Leo

 ” nggak pa pa gimana? coba pegang ” sungut Putri sambil memegang tangan Leo dan diusap usapkan ke lututnya

 ” memar kan ??? ” sambung Putri

 ” mm..ii.. iya kak ” jantung Leo berdegup merasakan kemulusan kulit Putri

 ” bentar Leo.. kamu duduk bawah dulu, kakak mau selonjor.. aduhh.. ” Dgn pura2 meringis kesakitan Putri menaikkan kaki kanannya ke kursi panjang yg dia duduki utk selonjor.

 Gerakan kaki kanan Putri sengaja agak pelan dan agak tinggi sehingga roknya yg tadi dia angkat sampai lutut semakin tersingkap menampakkan pahanya yg putih

 ” Cleguks… ” Leo yg duduk di bawah terkesiap melihat pemandangan tsb, jantungnya seakan berhenti berdetak

 Kini kaki kanan Putri selonjor di kursi sedangkan yg kiri tetap di bawah dan rok panjangnya dibiarkan terangkat menampakkan paha mulusnya

 ” Leo ambilin balsem ya kak ” Kata Leo mencoba menutupi kegugupannya

 ” nggak usah Leo.. bantuin mijit pelan aja .. aduh.. ” Putri masih pura2 meringis

 ” ii.ii..iya kak ” kata Leo lalu mulai mengusap lutut Putri

 Sambil merasakan kemulusan kulit Putri, mata Leo sekali kali mencuri pandang ke paha mulus Putri yg terbuka

 Putri tahu kalo Leo mencuri curi pandang ke arah pahanya, dia tersenyum godaannya berhasil.

 ” euuhh.. ” Putri sedikit melenguh, bukan karena sakit tapi karena tiba2 merasakan tubuhnya merinding karena horny,*dia*merasa*vaginanya mulai berdenyut kecil

 Gairah abg Putri bangkit selain karena elusan tangan Leo dan tatapan mata Leo pada pahanya, juga karena tingkahnya sendiri yg membuatnya merasa sexy. Itu yg mendorong Putri untuk memberikan pemandangan yg lebih jauh pada Leo

 ” masih sakit kak?? ” tanya Leo

 ” euuhhh.. iyah ” Putri menggeliat sambil menaikkan kaki kirinya juga ke atas kursi namun tidak selonjor tapi menekuk ke atas membuat rok panjangnya kini bener2 tersingkap ke atas menampakkan paha putih mulusnya juga celana dalam putihnya nampak mengintip di antara lipatan pangkal pahanya

 ” heessttt.. heemmfftt.. ” nafas Leo terengah engah, tangannya yg memijit lutut Putri gemetar

 ” Leooo.. ” desah Putri memegang tangan Leo dan menuntunnya utk mengelus pahanya. Gelora nafsu ABGnya semakin bergejolak

 ” kak…?? ” Tatapan mata Leo begitu kaget

 ” Kakak tahu kamu sering mengintip*paha kakak kan?? ” kata Putri*lirih**dgn tatapan mata sayu.

 Ekspresi Putri membuat wajahnya yg dihiasi jilbab tampak begitu sexy membuat Leo terkesima dan melongo gemetar

 ” kamu juga sering mengintip paha kak Dita sama kak Ester kan ?? ” Kata Putri sambil terus menuntun tangan Leo mengelusi pahanya semakin naik. Tubuh Putri merinding sehingga bulu2 halus di kakinya juga berfiri membuatnya semakin sexy

 ” hhmmffftt.. mmm kak Putrii… ” Leo terengah engah dan tidak bisa melanjutkan kata2nya. Gadis yg selama ini menjadi bahan onaninya kini ada di depannya dgn pose sangat sexy dan menggoda

 ” euuuhhh… ” desah Putri sambil membawa tangan Leo menjelajah pahanya lebih jauh dan lebih dalam sampai menyentuh pinggiran celana dalamnya

 ” kak Putri cantik banget ” kata Leo menatap wajah cantik Putri

 ” Leooo ..” Hanya itu yg terucap dari Putri lalu menggeliat dan melebarkan pahanya karena tangan Leo kini sudah tidak perlu dituntun lagi sudah bergerak agresif mengelus seluruh paha Putri. Dari lutut lalu naik sampai pangkal paha, dari paha atas sampai paha sebelah dalam, baik paha kiri maupun paha yg kanan.

 ” Aaaaahhhh…. ” Putri mendesah dan mendongakkan kepalanya ke atas*sambil menyandarkan tubuhnya pada pegangan sofa ketika jari Leo menyelinap dari samping celana dalamnya dan langsung menyentuh vaginanya yg berlendir licin

 ” euummhhffftt.. aaahh.. ” Putri semakin menggeliat ketika jari2 Leo menggesek gesek kelentitnya yg menegang licin

 Leo melakukan aksinya dgn nafas terengah engah dan tatapan mata sangat serius ke arah selangkangan Putri, jantungnya berdetak sangat*kencang dan cepat.

 ” oouuuchh.. Leooo ” birahi Putri sudah tidak terkendali, diraihnya tubuh Leo dan di tariknya ke atas tubuhnya

 ” eehh.. ” Leo hanya menurut dan nafsunya juga sudah di ubun2 sehingga dia langsung menubruk Putri

 Putri memeluk Putri dgn sangat erat, dan melumati bibir Leo dgn ganasnya.

 “heemmfftt.. ” Leo hanya membiarkan bibirnya dilumat Putri karena dia belum ahli berciuman. Dia hanya memeluk Putri dgn erat dan mendesakkan penisnya yg masih memakai celana kolor pendek ke selangkangan Putri yg masih tertutup celana dalam sehingga selangkangan mereka saling terhimpit kuat

 Meski masih terhalang celana masing2 namun tonjolan penis Leo yg cukup besar terasa mengganjal di vagina Putri membuat Putri semakin liar menaik naikkan pinggulnya agar vaginanya bisa merasakan ganjalan penis Leo

 ” aaaaaaaaaahhhhhhh……. ” Putri mendesah panjang merasakan vaginanya terganjal kuat oleh penis Leo. Grakan pinggulnya ke atas ke bawah, naik turun semakin cepat.

 Kedua kaki Putri terangkat menyilang menekan pinggul Leo ke bawah dgn kuat dan dia menaikkan pinggulnya sendiri menyodorkan vaginanya agar terhimpit kuat dgn penis Leo yg masih tertutup celana kolor

 “AArrrrgghh.. ” Leo juga menggeram merasakan penisnya terhimpit kuat dgn selangkangan Putri yg empuk.

 Leo menggerakkan pinggulnya dgn liar berusaha menempatkan penisnya tepat pada vagina Putri yg montok. Dia menciumi pipi Putri dgn ganas sehingga jilbab Putri semakin acak2an

 ” AAhhhh.. aaaaaaaaaahhhh… aahh. ” Desahan Putri semakin panjang dan keras merasakan vaginanya semakin berdenyut, tubuhnya merinding semua dan bergetar, gerakan pinggulnya semakin liar meyongsong orgasme yg begitu dahsyat melanda jiwa raganya

 “AAAAaaaaaarrgggghhhhhh… ” Leo menggeram dan menekan pinggulnya dgn kuat ketika spermanya meledak menyembur dgn deras

 “Huuffttt.. huufttt.. ” nafas mereka terengah engah dan tersengal sengal, pelukan mereka erat, tubuh mereka menegang menikmati orgasme yg menggelora……..

 Beberapa saat kemudia setelah semua kembali normal, mereka merapikan pakaian masing2 dan membersihkan sisa2 keringat dan sperma yg membasahi tubuh mereka.

 Tepat pukul 3 sore Dita dan papa mamanya pulang dari dokter

 Apakah Leo merekam adegan tersebut dgn handycamnya?????? nggak sempat…!!!!!

++++++++++++++++

Hari itu sekolah di pulangkan lebih awal karena para guru dan pengurus*OSIS mengadakan rapat dengan pejabat dari dinas pendidikan. Dita, Ester dan Putri berjalan bareng menuju gerbang

 ” Eh.. masih pagi nih.. kita jalan2 yuk ” ajak Dita

 ” iya nih baru jam 10 ngapain di rumah? ” Ester menimpali

 ” Putri ngikut, tapi jalan2 kemana? ” tanya Putri

 ” Gimana kalo kita ke pantai ?? ” usul Dita

 ” ayoooo… ” sambut Ester dan Putri gembira

 ” kita pake mobil Thomas, dia kan di sini mungkin sampai sore ikut rapat ” kata Dita. Thomas menjabat sebagai bendahara OSIS karena dia termasuk anak orang kaya

 Dita mencari Thomas yg masih di dalam kelas menyelasaikan laporan keuangan bersama anggota OSIS yg laen. Setelah berbicara sebentar utk pinjam mobil, Dita dengan tersenyum senang segera pergi menghampiri teman2nya lalu segera meluncur ke arah pantai.

 Ester yg sudah terbiasa membawa mobil dipercaya memegang setir dgn Dita duduk di jok depan sedangkan Putri di belakang

 ” Horeee kita ke pantaiiiii ” teriak Putri senang

 ” iyah.. udaranya pasti segaaaarrr aaahhhhhhh.. “*Dita merentangkan kedua tangannya ke atas membayangkan suasana pantai yg sejuk.

 Tiba2 Putri mencubit payudara Dita*yg menonjol karena tangannya merentang ke atas

 ” Aooww.. Putrii nakaaall ” teriak Dita kaget

 ” hihihiiiiii… makin besar aja susu Dita ” cekikik Putri

 ” yeeee.. kalian tuh yg suka banget netek susu aku ” cemberut Dita sambil memegang payudaranya

 ” Kita??? Thomas kaleeee hihiihihih ” goda Ester

 ” berarti yg tanggung jawab tuh kita, Thomas ama Dita sendiri dong ” kata Putri

 ” Lha.. kok aku juga ” tanya Dita bingung

 ” kamu bilang kalo lagi*horny sering kamu remas2 sendiri ” kata Putri tersenyum

 ” yeee.. Putriiii itu rahasiaaaaaa ” teriak Dita sambil melompat ke jok belakang memburu Putri

 ” hahahhahaa… rahasia umum kaleee ” Putri tertawa sambil melindungi susunya dgn kedua tangannya karena Dita berusaha mencubitnya

 ” ayooo sini susunya, balas dendam hihihiihih ” Dita menggelitik pinggang Putri sambil berusaha meremas susu Putri

 ” hahaa.. aooww.. aoww.. ampuun ” Putri menggelinjang gelinjang *kegelian sampai jilbabnya tersibak *dan pakaiannya kusut semua

 ” kenaaa… gemeeesss iiiihhhhh” akhirnya Dita berhasil memegang kedua payudara Putri lalu meremasnya pelan

 ” aaahhh.. jangan kenceng2 Dit* hihihihi… geliiii ” Putri masih meronta dan*tertawa *kegelian karena Dita menggoyang goyangkan kedua payudaranya

 ” hei.. hei.. hei… mobilnya goyang2 nih ” teriak Ester

 ” iya nih Putri meronta terus ” kata Dita terus menggoyangkan susu Putri

 ” hiihihihiii.. aooww Ditaaa udaah udah udaah.. aku kebelet pipis niiih ” teriak Putri terengah engah. Dita menghentikan aksinya lalu duduk di sebelah Putri dgn tersenyum penuh kemenangan

 ” Ester.. mampir POM bensin dong, aku kebelet pipis niih ” kata Putri menahan pipis

 ” Jalan Tol mana ada POM bensin dodoool ” kata Ester

 ” Uuuhh.. udah nggak tahan niiihh ” Putri semakin meringis

 ” hihihiiiiiiiii… ” Dita cekikikan melihat ekspresi Putri menahan pipis

 ” Tawa lu… aduuhh, Esteer berhenti di depan tuh sepi bener2 nggak tahan nih ” kata Putri

 Ester menepikan mobil di tempat yg sepi

 ” dah pipis di samping mobil tuh mumpung sepi ” kata Ester

 ” Dit.. temenin dong, awasi kalo ada orang ” kata Putri

 ” iya .. iya.. tapi celana dalemnya di buka dulu aja biar mudah tinggal jongkok ” kata Dita

 Putri menuruti saran Dita*segera tangannya mengangkat rok panjangnya dan menarik turun celana dalamnya yg berwarna putih. Lalu mereka berdua turun di sisi mobil sebelah kiri agar terhalang oleh bodi mobil. Namun Putri agak ragu2 karena takut ada yg lewat

 ” udaah buruan mumpung sepi ” kata Dita

 ” awasi ya Dit ” kata Putri* mengangkat rok panjangnya lalu jongkok menhadap mobil

 ” eit.. kalo pipis nggak boleh menghadap timur, pamali ” kata Dita tersenyum sambil memegang pundak Putri menyuruhnya menghadap ke arah dirinya

 ” eehh.. iya iya aduuuhhh banyak aturan.. ” kata Putri menggeser posisi jongkoknya menghadap Dita

 Karena tidak terbiasa pipis di tempat terbuka dan diliputi was2 kalo ada yg lihat, meskipun udah kebelet tapi pipisnya tidak keluar2. Apalagi sesekali ada mobil yg lewat

 ” Ditaa.. jangan di liatiiin nggak mau keluar niih.. awasiiii kalo ada orang ” kata Putri berusaha pipis

 ” iiiih.. cerewet bener nih anak, sini aku tutupi dari arah depan*” kata Dita lalu jongkok di depan Putri

 Setelah beberapa saat.. seeeeerrrrrrrrr….. seerrr… akhirnya air kencingnya keluar juga dgn derasnya

 Dita menggeser jongkoknya agak menjauh menghindari cipratan air*pipis Putri sambil terus menatap vagina Putri yg merekah mengeluarkan air kencing

 Setelah selesai Putri merogoh saku bajunya mencari tissu

 ” kamu bawa tisu nggak Dit ” tanya Putri

 ” sini aku yg bersihin ” Dita mengeluarkan tissu dari sakunya lalu tangannya menjulur ke arah selangkangan Putri utk membersihkan vagina Putri

 ” iihhh.. Ditaaa.. jgn di gesek kelentitnyaa ” bisik Putri meringis kegelian memundurkan pantatnya*karena Dita iseng menggesekkan tissu ke kelentitnya

 ” hihiiiii… udah bersih, ayo berangkat ” Dita beranjak berdiri dan masuk ke mobil di ikuti Putri

 Lalu ester segera menjalankan mobil lagi menuju pantai

 ” ehh.. aku taruh di mana tadi celana dalamku ” Putri clingukan mencari celana dalamnya

 ” iniii… hihiihiii ” Ester mengangkat tangannya yg menenteng celana dalam Putri sambil menyetir

 ” yeee.. sini sini ” Putri berusaha merebut celana dalamnya dari tangan Ester, namun Ester mengelak dan menyembunyikannya

 ” Ester jangan kasih kan hahahhahaa ” Dita tertawa

 ” pake ntar aja napa, jadi ntar kalo kebelet lagi nggak usah membuka lagi.. hmmm harumnyaaa ” kata Ester sambil mencium celana dalam Putri dan mengirup aroma wanginya

 ” kalo aku sih santai aja nggak pake celana dalam, kalian berani nggak ??” tantang Putri

 ” kalo Dita berani aku juga berani huihihiiiii… ” kata Ester cekikikan

 ” siapa takut.. sekali kali biar vagina kita tertiup angin laut biar segaaar hihihhiii ” kata Dita tertawa genit

 ” ayoo buktikann… ” kata Putri

 ” Entar aja di pantai, bentar lagi sampai kok” kata Dita

 Mobil memasuki areal pantai dan berhenti sejenak di pintu tiket masuk.* Beberapa saat mobil berputar putar mencari tempat parkir lalu berhenti dan merekapun turun.

 Suasana pantai cukup teduh karena banyak pohon cemara, dan agak sepi karena memang saat ini masih jam sekolah dan jam kerja. Hanya nampak beberapa orang yg berkunjung dan beberapa penjual makanan dan minuman

 ” hhhhmmmm…*hoooaaaaa… segaaaaarrrrr “* mereka mengirup udara pantai dalam2 meresapi kesegarannya

 ” wow.. indah sekali ya.. ” kata Putri

 ” iya.. sepi lagi jadi suasananya tenang ” kata Ester sambil melangkah menuju air diikuti teman2nya

 Mereka bertiga bersenda gurau menikmati air pantai sambil sesekali saling menyipratkan air, saling kejar dan saling tertawa lepas. Cukup lama mereka tertawa ceria di air.

 Setelah puas main air dan matahari terasa panas *mereka mencari tempat yg teduh dan sepi

 ” ayo kita foto2..” kata Dita mengeluarkan HP kameranya

 ” oke… ” sahut Putri dan Ester bersamaan lalu berpose dgn centilnya dan di foto Dita beberapa kali

 ” gantian dong ” kata Dita menyerahkan HPnya kepada Putri lalu dia berpose bersama Ester

 ” yg sexy dong posenya, gak ada orang aja kok*” kata Putri

 ” gini ??? ” kata Dita bersandar di pohon cemara sambil satu tangannya mengangkat ujung roknya agak ke atas*sehingga pahanya yg putih kelihatan dan Ester memegang paha tersebut.

 ” cekreekk ” Putri mengambil gambar beberapa kali sambil tertawa

 Beberapa kali Ester dan Dita berpose cukup menantang

 ” wow… yg ini sensual banget hihihi *” kata Putri menunjukkan foto yg barusan dijepret

 Foto tsb posenya sangat sexy, Ester bersandar di pohon tangan yg satu terangkat ke belakang dan tangan satunya mengangkat samping roknya cukup tinggi sehingga celana dalamnya sedikit kelihatan, sedangkan Dita jongkok di sampingnya memeluk dan menempelkan pipinya pada paha Ester tsb. Posisi jongkok Dita juga sensual, satu lututnya menempel di tanah sehingga celana dalamnya kelihatan dan pahanya yg putih terekspos

 ” hihihiiiii… keren banget , sexy” kata Dita dan Ester

 ” sekarang gue yg ngambil gambar ” kata Ester meminta HP dari Putri

 Dita dan Putri mulai berpose tidak kalah panas

 Dita berdiri membelakangi kamera berpegangan pohon cemara sedangkan Dita di sampingnya mengangkat rok panjang Putri sampai bokongnya yg montok putih mengintip karena Putri tidak memakai celana dalam

 ” duh sekarang aku yg kebelet nih, ke toilet dulu yah*” kata Ester

 ” katanya cewek beranii… disini aja, kan tertutup pohon2 hihiihihih…* ayo tadi kan udah jani” tantang Putri

 ” Emmm.. ” Ester ragu2

 ” yee.. berani nggak?? dasar penakut hihihiiii .. ” ejek Dita

 ” yeee.. abis aku ntar Dita yaa ?? ” Ester menantang balik

 ” okeee… hehhehehaa” sahut Dita di iringi tawa mereka bertiga

 *Ester sebentar menoleh ke sekeliling dan memang tidak ada yg melihat lalu dia melangkah ke arah semak yg rimbun diikuti Dita dan Putri

 Tangan Ester masuk ke dalam rok* menarik lepas celana dalamnya dan di kantongi, lalu dia jongkok menghadap semak2

 ” eit eit… hadap sini sayaaaang ” kata Dita memegang pundak Ester agar menggeser posisi jongkoknya agar menghadap mereka

 ” hah… kok di rekam sih ” ester kaget dan merapatkan kedua pahanya menyembunyikan vaginanya

 ” ntar kita rekam semuaaa.. utk dokumentasi hihihihiihihi ” kata Dita sambil jongkok di depan Ester dan mengarahkan kamera HP ke selangkangan Ester yg perlahan lahan mulai berani membuka menampakkan vaginanya yg menggembung menahan pipis.

 Sedangkan Putri mengawasi keadaan sekeliling. Kadang2 memang di kejauhan tampak orang berjalan namun mereka tidak melihat ke arah mereka

 Ester juga kesulitan utk pipis karena tidak terbiasa di tempat bebas

 ” emmm.. nggak mau keluar niiih ” kata ester sambil melihat ke arah vaginanya

 ” tuuhh.. dah keluar sedikit2 ” kata Dita sambil terus merekam

 Beberapa saat kemudian… seeeerrrrr.. seerrrr… kencing Ester memancar dgn deras

 ” aoww… ” Dita beringsut ke belakang karena kakinya terciprat kencing Ester

 ” hihihiiii.. rasaiiin ” kata Ester mengeluarkan semua pipisnya

 Setelah selesai Ester mengambil tisu di kantongnya lalu mengelap vaginanya. Sambil mengelap vaginanya wajah Ester sengaja membuat ekspresi merem melek keenakan membuat Dita dan Putri tertawa

 ” udah.. sekarang giliran Dita ” kata Ester berdiri merapikan roknya dan bermaksud memakai celana dalamnya kembali

 ” eiiittt.. janjinya kan nggak di pakai ” kata Putri mendekat

 ” tapiii…. ” belum sempat berkata kata Putri dgn cepat menyambar celana dalam tersebut dan mengantonginya. Ester hanya bisa cemberut diiringi tawa Putri da Dita

 ” Sekarang aku yg rekam Dita, Ester awasi sekeliling ya ” kata Putri meminta HP pada Ester

 ” Gue lebih berani dari kalian..!!! gue sambil nungging..!!! ” kata Dita sambil mulai menarik lepas celana dalamnya

 ” hah… hihihihiiiiiii.. yg bener?? dasar gila ” kata Ester kaget, begitu juga Putri

 Setelah memastikan sekeliling aman dan posisinya terlindung semak2 , Dita berpegangan pada pohon membelakangi kamera dan mengangkat roknya sampai pinggang, lalu kakinya mengangkang lebar2 dan merendahkan pinggulnya nungging.

 ” cleguks…. ” Putri yg merekam menelan ludah karena kini vagina Dita yg montok berbulu halus menyembul di antara bokongnya yg putih sekel dekat sekali. Sebelum air*pipisnya keluar Putri iseng mencolek vagina Dita

 ” aoww.. ih.. Putri, jgn di colek ntar nggak bisa pipis “* sewot Dita

 Lalu Dita kembali nungging, vaginanya semakin menggembung montok karena pipisnya segera keluar, Putri terus merekam dgn penasaran dan agak menjauh takut terciprat

 Beberapa saat kemudian.. seerrr ceerrr creettt seeeerrrr…. vagina Dita merekah mengeluarkan pipisnya dari sedikit2 lalu banyak. Meskipun kakinya sudah mengangkang lebar2 namun tdk urung air pipisnya* menciprat juga ke kedua* pahanya yg putih dan mengalir ke arah betisnya dan sampai ke bawah. Untung Dita sudah melepas sepatunya berganti sendal jepit Thomas yg ada di mobil

 Setelah beberapa saat pipisnya berhenti menyisakan beberapa menetes dari vaginanya. Dita bermaksud mengelap vaginanya pake tisu

 ” sini aku bersihin, Ester jaga yah*” kata Putri menyimpan HP di sakunya, Ester cuma mengangguk

 Lalu*Putri *jongkok di belakang Dita yg masih nungging lalu membersihkan vagina Dita dari air pipis.

 ” aahhhh.. ” Dita melenguh pelan ketika*Putri *iseng menggesek kelentitnya.

 ” iihh.. gemeess “**Putri mencubit vagina Dita yg menggembung

 ” auww.. ihhh.. dasar,*cepetan di*lap*” Dita kaget menoleh ke belakang

 ” hihihiiiii… abis vagina Dita montok banget, jadi gemeees ” kata*Putri sambil menjepit bibir vagina Dita dgn jarinya dan mempermainkan kelentitnya

 ” aahhh.. ” Dita menggeliat dan menggoyangkan pinggulnya

 ” Dit.. aku cium yah ” kata Putri langsung menempelkan bibirnya pada vagina Dita yg mulai licin dan kembali menggembung karena terangsang

 ” aooww..aaahh ” Dita sangat kaget namun Putri yg jongkok bertumpu pada lututnya suda mendekap pinggulnya

 Dita menggoyangkan pinggulnya kegelian nikmat ketika lidah Putri mulai menggelitik kelentitnya

 Terbawa oleh permainan lidah Putri, Dita semakin merenggangkan kakinya dan menunggingkan pantatnya agar seluruh vaginanya terelus oleh lidah Putri

 Ester menyaksikan adegan tersebut sambil deg2an terbawa nafsu dan juga was2 kalo ada orang

 Putri semakin erat mendekap pinggul Dita dan lidahnya semakin dalam masuk ke dalam celah vagina Dita

 ” eh.. ada orang.. ada orang ” teriak Ester lirih karena di kejauhan ada rombongan keluarga yg mencari tempat utk menggelar tikar utk santai

 Kaget setengah mati karena nafsu yg membubung, Dita dan Putri langsung bersembunyi ke balik semak sambil merapikan pakaian, nafas mereka memburu

 Setelah beberapa saat menunggu ternyata rombongan keluarga tersebut menggelar tikar mereka agak jauh

 ” oke udah aman, ayo kita pergi ” kata Ester memberi aba2

 ” mmm… kita lanjut di*kamar kecil*yuk sayang ” bisik Dita di iringi anggukan Putri

 Mereka bertiga segera menuju kamar kecil di pantai tersebut

 ” Ester jaga di luar yah sayang ” bisik Dita memeluk Ester

 ” iyaaaa.. jgn lama2 yah ” Ester tersenyum

 Dita langsung menarik Putri masuk ke dalam salah satu ruang toilet. Setelah mengunci pintu mereka langsung berpelukan dgn erat dan berciuman dgn ganas. Tangan mereka saling meremas bokong dan payudara pasangannya

 “* aku pengen seperti yg tadi*sayang, sambil nungging ” bisik Putri

 Setelah melepas pelukan, Dita langsung membelakangi Putri. Tangannya bertumpu pada bak air posisi nungging

 Putri jongkok di belakang Dita bertumpu pada kedua lututnya lalu menyingkap rok Dita sampai pinggang.

 Vagina Dita yg menggembung montok menyembul di antara bongkahan pantatnya yg semok putih

 ” aaaahhh .. ” desah Dita sambil menggoyangkan pinggulnya ketika Putri mendekap pinggulnya dan langsung menyedot vaginanya

 Bibir Putri menjepit kedua bibir vagina Dita berkali kali

 ” uuuuuuuuuhhh… ” Dita mendorong pinggulnya ke belakang ketika lidah Putri semakin liar menjilati kelentitnya

 Pinggul Dita meronta semakin liar dalam dekapan Putri ketikia dia merasa gelombang kenikmatan mulai melanda

 ” AAAaahhhh.. aaahhhh… aaaacccchhh” diringi desahan panjang yg lirih dan gerakan pinggul yg semakin liar, gigitan lembut Putri pada kelentit Dita membawa gelombang orgasme Dita semakin dahsyat

 ” aaah.. aahhhh.. ” Dita lemas terengah engah bertumbu pada bak air sedangkan pinggulnya lemas tertahan pelukan Putri

 Putri membiarkan Dita menikmati orgasmenya, dia mendekap pinggul pinggul Dita sambil mengecupi bokong montok Dita

 Setelah beberapa saat Dita pulih kembali lalu berdiri dan berpelukan dgn Putri saling mengecup mesra.

 ” Sekarang kamu ya sayang ” kata Dita membalikkan tubuh Putri dan mendekapnya dari belakang, dia sendiri bersandar pada tembok

 ” aahhhh… ” desah Putri ketika Dita menciumi telinganya yg masih tertutup jilbab sampai jilbab tsb basah. Putri menyandarkan kepalanya ke Dita

 sambil terus ,menciumi telinga Putri yg tertutup jilbab, tangan Dita meremasi payudara Putri dgn lembut

 Putri menekan punggungnya kebelakang merasakan kekenyalan payudara Dita

 Dita menggigit lembut telinga Putri yg tertutup jilbab membuat Putri semakin menggeliat , sedangkan tangan Dita melepas kancing seragam Putri satu per satu

 ” aaaahhhhh … ” desah Putri ketika tangan Dita menyusup ke dalam BH nya dan meremas payudara montoknya

 Tangan Dita yg satu menarik rok panjang Putri lalu dari bawah tangannya merayap mengelusi paha putih Putri

 ” eeehhhhh… ” Putri mengerang lirih sambil menggeliat dan merenggangkan pahanya memberi ruang jari2 tangan Dita mengelusi vaginanya yg berbulu lembut

 ” sayaaaangggg… ” bisik Dita sambil terus meremas payudara Putri dan menggesek vaginanya

 Putri semakin menggeliat liar dan menekankan punggungnya pada payudara Dita semakin kuat

 Jari2 Dita semakin cepat menggosok vagina Putri tepat pada kelentitnya membuat Putri semakin teramuk gelombang kenikmatan yg segera datang

 “AAAaaaahhh..aaacchhhhhhhh… aaah” desahan panjang karena gigitan Dita pada telinga Putri dan remasan yg semakin kuat pada payudara serta gosokan yg semakin cepat dan kuat pada vagina Putri menyambut geliatan liar Putri menyongsong orgasme yang menggeloraa…..

 ” aaahhhh.. huuftt..huuuuft.. ” Putri terengah engah lemas dalam dekapan Dita menikmati orgasme meluluhkan seluruh tenaganya

 ” tok,.. tok..tok hei cepetaaan ” suara Ester mengagetkan mereka. Segera mereka merapikan pakaian masing2. Di akhiri dgn saling kecup mesra mereka keluar dgn tersenyum

 ” iihh.. lama banget ” sungut Ester..

 ” maaf sayaaaaang, ntar aku rela deh jadi budak Ester ” bisik Putri di iringi tawa mereka meninggalkan toilett.

 Setelah selesai dari toilet mereka menuju ke salah satu warung makan di pantai tsb

 Sambil makan mereka bercanda bisik2 membahas kegilaan tadi.

 Di depan meja mereka terpaut 2 meja ada seorang*om dan istrinya juga sedang makan, mereka duduk berhadapan. Dan si*om duduk menghadap ke arah Dita, Ester dan Putri yg duduk ber jejer karena sambil melihat hasil rekaman. Mata*om tersebut tidak lepas memperhatikan ke arah selangkangan Dita dan Ester yg posisi duduknya memperlihatkan paha mulus mereka. Meski tdk memakai celana dalam namun vagina mereka masih terhimpit rapat oleh paha masing2

 Tidak cuma*om tersebut yg menikmati pemandangan sensual tsb, pemilik warung makan tsb juga diam2 menikmati pemandangan tersebut dari belakang meja kasirnya

 Karena mereka asyik bercanda dan kadang saling rebutan memegang Hp sehingga rok mereka semakin tersingkap ke atas, dan paha mereka kadang terbuka cukup lebar sehingga paha bagian paling dalam kelihatan

 Wajah kedua orang yg memperhatikan selangkangan mereka semakin tegang dan serius. Mereka tidak menyangka akan mendapat rejeki yg begitu besar. ABG cantik dan montok dgn seragam SMA duduk dgn rok tersingkap dan paha putih mulus terbuka cukup lebar. Mereka semakin penasaran karena sekilas kadang nampak sedikit vagina mereka terhimpit oleh paha yg mulus

 ” eh… bapak di depan melihat selangkangan kalian ” bisik Putri ketika sekilas dia melihat tatapan mata bapak di depannya

 Dgn reflek Dita dan ester merapatkan kedua pahanya sambil melirik sedikit ke depan

 ” ihh.. orang ada bininya juga masih ngintip ” bisik Dita

 ” upss… kita kan nggak pake celana dalam ” tiba2 Ester panik

 ” sstt.. biarin, biar aku goda sekalian ” bisik Dita

 Lalu Dita menyilangkan kedua kakinya saling bertumpu sehingga roknya terangkat ke atas dan menampakkan paha bagian dalamnya yg saling menghimpit

 Ester mengikuti ulah Dita dgn tersenyum lalu mereka pura2 melihat HP lagi

 Si tante penasaran karena suaminya diajak ngomong tapi pandangannya ke arah bawah, lalu dia menoleh ke arah pandangan mata suaminya

 ” oooo.. dasar…!!! ” kata tante tersebut sewot sambil berdiri dan mendorong jidat suaminya lalu beranjak pergi

 ” eh.. eee.. mama… mama mau kemana? ” tanya om tsb gugup

 ” pulang..! ” jawab tante tsb ketus

 Buru2 Om tsb menuju kasir dan membayar lalu mengejar istrinya

 ” hihihihihiiii….. tos.. ” Mereka tertawa cekikikan sambil tos

 ” rasain… ” kata Putri

 ” hihihiiiii… udah yuk kita pulang ” ajak Dita

 Setelah membayar di kasir lalu mereka menuju mobil dan meninggalkan pantai. Sekarang giliran Dita yg nyetir dan putri di sampingnya sedangkan Ester di belakang

 ” hayoo.. mana janji Putri” kata ester yg tiduran telungkup di jog belakang

 ” ups.. janji paan ?” tanya Putri menoleh ke belakang

 ” jadi budak Ester …!” teriak ester

 ” hihihihiiii… iya iya sayaaang ” kata Putri lalu berpindah ke belakang jongkok di depan jog yg di buat tiduran Ester

 ” ayo Put, puasin Ester hihihiii ” sahut Dita sambil memperlambat laju mobil

 ” aku tadi di tinggal sendiri di luar ” sungut Ester

 “*maaf sayaaanggg.. sekarang Ester menjadi ratunya, aku menjadi pelayan*siap menerima perintah*” kata Putri mengelus punggung Ester

 ” hihihiiiii.. sekarang pijitin aku ” kata Ester manja

 Putri menunduk mencium pipi Ester sambil tangannya tetap mengelus punggung Ester. Dita melirik dari spion dalam sambil tersenyum dan semakin memperlambat mobilnya

 Ciuman Putri berpindah menciumi tengkuk Ester

 ” aaahhh.. ” desah Ester kegelian sambil memberi ruang bibir Putri pada tengkuknya

 Sambil mencium tengkuk Ester, tangan Putri yg satu menyusup ke bawah dada Ester dan meremas payudaranya. Ester sedikit mengangkat punggungnya agar tangan Putri leluasa meremas susunya

 Tangan Putri yg satu meremas bokong Ester yg montok.

 ” emm.. enak sayang ” bisik Putri

 ” eemmm… ” Ester hanya mendesah menikmati remasan Putri pada payudara dan bokongnya

 Perlahan Putri menarik rok Ester ke atas sampai bokong Ester yg montok putih kini tidak tertutup rok

 Mula2 Putri mengelus bokong ester dgn lembut lalu meremasnya dgn kuat

 ” aaaahhhh… ” Ester mendesah sambil mengangkat pinggunlnya menyongsong remasan Putri

 Putri perlahan menggeser posisinya sampai bokong Ester tepat di hadapannya

 Setelah beberapa saat mengelus dan meremasi bokong dita yg putih montok, Putri perlahan menciumi bokong Ester

 ” uhhh.. ” Desah Ester menggerakkan pinggulnya pelan ketika Putri menggigit bokongnya meninggalkan tanda merah pada bokong putih tsb

 ” akkhh…!! ” Bokong ester terangkat kaget ketika jari2 Putri menyusup di antara bongkahan bokongnya lalu mengelus vaginanya yg sudah basah licin dari tadi

 Putri semakin membenamkan bibirnya pada bokong Ester dan tangannya mengelus dan mencubiti vagina montok Ester

 Aksi Putri semakin membuat Ester mendesah ketika kedua tangan Putri meremas dan mendorong bokongnya ke samping lalu lidah Putri menjilati dgn liar vagina Ester

 ” aaaaachhh.. ooouuuuaaaachh..*” lenguhan Ester semakin keras dan semakin menggeliat ketika Putri semakin membenamkan wajahnya di antara bokong Ester dan lidahnya semakin dalam menyusup kedalam celah vaginanya.

 Dita semakin melebarkan pahanya dan menunggingkan pinggulnya ke atas menyongsong jilatan lidah Putri

 ” akhh.. aaaahhhh ahhh aaaaaaahh ” ester menjerit semakin keras dan panjang. Bokongnya bergerak naik turun mengikuti irama jilatan lidah Putri yg semakin kuat dan liar menyapu vagina dan kelentitnya

 ” aaaachhhhh…. ” Ester mendongakkan kepala dan berteriak keras diiringi gerakan pinggul yg liar menyambut getaran orgasme yg meluluhkan seluruh tubuhnya…..

 ” sluruuuuppsss ….” Putri* menyedot vagina Ester dgn kuat agar Ester lebih dalam menikmati orgasmenya

 Tubuh Ester yg tengkurap mengejang kuat dgn bokong terangkat oleh dorongan orgasme sebelum akhirnya beberapa saat kemudian melemas tak berdaya

 Putri menindih Ester dan menciumi pipinya

 ” nikmat sayaaang ” bisik Putri mesra

 ” eeemmm.. nikmat bangeeet ” desah Ester perlahan nyaris tak terdengar

 ” ayo2.. udah udah rapiin pakaian, udah sampai nih ” kata Dita

 ” hihihihii…. ” Ester dan Putri tertawa mesra dan saling mengecup lalu merapikan pakaian masing2.

 mobil memasuki area sekolah kembali

++++++++++++++++++

Pagi2* Thomas menjemput Dita utk berangkat bareng ke sekolah. Thomas tidak perlu menunggu lama di depan rumah Dita karena begitu melihat mobil Thomas, Dita langsung nyamperin dan langsung berangkat

 ” duh.. cantik banget hari ini sayang ” rayu Thomas

 ” masa` ciiiihh… tiap hari Dita kan emang cantik ” kata Dita genit

 ” cieeee.. iya lah, pacar siapa dulu?? ” kata Thomas sambil mencubit lembut *pipi Dita gemas

 ” hihiiiii… ” Dita tersenyum manja

 ” hari ini sebenarnya aku males banget, pengen bolos” keluh Thomas

 ” iya.. sama, kita cabut aja yuk ” Dita menyetujui

 ” enaknya cabut kemana yah ” tanya Thomas

 ” iya yah.. kemana yah ” Dita balik bertanya

 ” eh acara ke pantai kemarin seru nggak? ” tanya thomas

 ” hhihihi.. seru buangeeeeetttt… hahahhaha ” kata Dita tertawa mengingat kegilaan mereka kemarin di pantai

 ” kita kesana aja yuk, enak romantis* ” ajak Thomas

 ” oke.. tapi kita ijinnya gimana?? ” tanya Dita

 ” ah.. santai aja, biar aku sms ketua kelasnya aja bilang kita sakit ” jawab Thomas

 ” ihh.. pacarku emang cerdas hihhiiii.. ” Dita mengelus pipi Thomas yg langsung sms ketua kelas utk ijin

 Thomas menjalankan mobil ke jalan arah pantai

 ” eh.. tau nggak say.. kemarin si Putri pipis di pinggir jalan situ tuh ” kata Dita ketika mereka melewati jalan kemarin

 ” hah..???? pipis di pinggir jalan??? gila, apa nggak*takut di liat org??*” Thomas kaget sekaligus membayangkan Putri pipis

 ” nggak keliatan, kan ke tutup bodi mobil ama aku tutupi di depan ” jawab Dita tersenyum

 ” Tutupi di depan???? berarti……. sayang liatin Putri pipis??? ” Thomas makin penasaran

 ” hihihihiii.. iya lah, yg bersihin `itu`nya juga aku hahhaha… ” jawab Dita cekakakan membuat Thomas makin penasaran dan bernafsu membayangkan pacarnya mengelap vagina Putri

 ” duh… ceritamu bikin aku horny sayang uuuhh.. “keluh Thomas

 ” hihihiii…. tenang aja, kan ada pacarmu di sebelah sayaaang ” jawab Dita genit lalu mengecup pipi Thomas

 ” Dasar kalian anak2 bandel, tapi asyik juga tuh hahahhahaa, jadi penasaran*” Thomas tertawa

 ” penasaran paan..??? tanya Dita

 ” Penasaran liat Putri pipis.. hahhahahhahaa*” jawab Thomas cekakakan

 ” yeeeeee… mau kamu sama Putri?? ya udah sana..!! aku turun sini aja..! ” kata Dita cemburu

 ” Duuhhh… cemburu niihhh, becanda sayaaang.. pacarku Dita paling cantik dan sexy kok ” rayu Thomas mengelus rambut Dita

 ” sexy mana sama Putri ” tanya Dita ketus

 ” yaelaaahhh.. kalah jauh laaaahh, sexy pacarku jauuuuuuhhhh ” Gombal Thomas membuat Dita tersipu dan tersenyum malu

 ” hihihiiii.. masa` sih sayang ” kata Dita manja memeluk pundak Thomas

 ” suer deh.. coba berpose sexy sayaang ” rayu Thomas

 ” mmm… gini???? ” kata Dita bersandar pada pintu sambil memajukan dadanya yg montok

 ” hehehheee.. kurang tuuh, lebih sexy dong ” Thomas mulai horny, begitu juga Dita

 ” gini??? ” Dita mengangkat satu kakinya ke sandaran jog sehingga paha dan celana dalamnya terlihat

 ” clegukssss …. ” Thomas menelan ludah melihat paha putih dan celana dalam Dita

 ” mau lebih ????? ” tantang Dita yg langsung memasukkan tangannya ke dalam rok dan menarik lepas celana dalamnya dan di lemparkan ke muka Thomas sambil tertawa ngakak

 ” upss… hahahhahaa.. dasar gilaaaaa hahahhaha…. ” Tawa Thomas penuh nafsu

 ” konsentrasi tuh liat jalaaan hhihiiii ” kata Dita menggoda sambil melebarkan pahanya menampakkan vaginanya yg berbulu halus

 ” aarrrrrrrrrggghhhhh…..!!! sayang membuatku gilaaaaa..!!!” teriak Thomas menahan nafsu

 ” hihihiii… udah ah ntar nabrak lagi ” kata Dita merapikan duduknya

 ” naaahhhh.. sampai dah, tuh pantainya

 Mobil memasuki arel pantai, setelah membayar tiket masuk mereka berputar putar sebentar kemudian parkir di tempat yg agak jauh

 ” eh.. ini pagi2 kok ramai banget sih ” Kata Dita memperhatikan suasan pantai yg ramai banyak pengunjung

 ” mungkin rombongan pariwisata, liat di sana ada 3 bis plat nomernya luar kota ” jawab Thomas

 ” iya yah… ayo kita jalan2 sayang ” ajak Dita

 ” eitss.. ini nggak di pakai?? ” kata Thomas menunjukkan celana dalam Dita yg tadi dilempar

 ” hihihiiii.. nggak usah, biar segar kena angin laut hihihii ” kata Dita cekikikan membuat Thomas blingsatan membayangkan pacarnya tidak memakai celana dalam padahal rok seragamnya tergolong pendek

 Lalu mereka berjalan bergandengan menikmati pemandangan pantai di antara para pengunjung lain. Memang pantai sangat ramai karena ada beberapa rombongan pariwisata

 Mereka berjalan sambil bercanda dan sesekali saling peluk, tidak peduli dgn pengunjung yg lain. Pantai serasa milik mereka berdua, yg lain adalah kerang2 di laut

 ” sayang.. aku sayang banget ama kamuu” Thomas merayu sambil berjalan bergandengan

 ” iyaa… aku juga ” jawab Dita memeluk pinggang kekasihnya

 ” kita duduk di sana yuk ” ajak Thomas menunjuk ke arah tempat duduk yg ada di salah satu sudut pantai

 ” ayo.. tapi rame banget tuh, banyak anak2 bermain ” jawab Dita

 ” ah biarin… capek nih pengen duduk ” kata Thomas

 Lalu mereka berdua menuju tempat duduk panjang yg terbuat dari beton membentuk kursi lengkap dgn sandarannya tsb. Tidak jauh dari mereka banyak pengunjung lain yg asyik menikmati pantai.

 ” ih… silir hhihihiiii ” kata Dita melebarkan pahanya

 ” hei.. awas masuk angin lho ” canda Thomas

 ” iiihhh… sejuknya hihihiiiiii ” Dita cekikikan makin melebarkan pahanya sampai roknya terangkat sampi paha atas. Tempat duduk mereka langsung menghadap pantai dan tubuh bawah mereka terlindung sandaran kursi panjang sehingga yg terlihat cuma punggung bagian atas sampai kepala mereka

 ” wow… paha kamu putih banget sayang… ” Thomas merapatkan duduknya dan mengelus paha mulus Dita sambil sesekali melihat sekeliling mengawasi pengunjung lain

 ” iya doong.. pacar siapa duluuu ” kata Dita manja menyandarkan kepalanya ke pundak Thomas

 Thomas makin berani mengelus paha Dita yg terbuka lebar sampai ke pangkalnya karena tubuh bawah mereka tertutup sandaran kursi sehingga terlindung dari penglihatan pengunjung lain. Pengunjung lain pun asyik dgn kegiatan mereka masing2 sehingga tdk memperhatikan mereka

 ” uuuhhhhh… ” Dita melenguh pelan menyandarkan kepala ke pundak Thomas ketika tangan Thomas mengelus bulu2 halus yg menghiasi vaginanya

 Tiba2 HP Dita berbunyi mengagetkan mereka, Dita bermaksud menerima tapi karena kaget dan gugup HP tsb jatuh..

 ” aduhh… sial ” kata Dita* mengambil HPnya di bawah lalu menerima telpon sambil jongkok di hadapan Thomas

 ” ck.ck.ck.ck ” Thomas terkesima karena posisi jongkok Dita membuat rok pendeknya terbuka memperlihatkan paha putihnya sampai ke vaginanya. Vagina tersebut nampak rapat montok menggembung di hiasi bulu2 halus. Dantubuh Dita seluruhnya terlindung oleh kursi panjang sehingga hanya Thomas yg bisa melihat pemandangan sensual tersebut

 Dita menyadari kalo Thomas sedang memperhatikan selangkangannya, maka* sambil menerima telpon dan pandangan genit pada Thomas dia melebarkan pahanya sehingga kini gundukan vaginanya terbuka jelas di hadapan Thomas

 Nafas Thomas naik turun, matanya memandang lekat ke arah selangkangan Dita

 ” minumannya mas ” tiba2 datang pedagang asongan menawarkan minuman

 ” eh.. ee.. ee enggak pak ” jawab Thomas kaget dan gugup. Begitu juga Dita yg sedang menerima telpon buru2 merapatkan pahanya dan melindunginya dgn satu tangannya.

 Pedagang asongan tersebut segera berlalu namun matanya masih melirik ke arah paha Dita

 ” huh.. pedagang geblek ” sungut Dita menutup telpon lalu duduk kembali di samping Thomas

 ” hehehee… telpon dari siapa ” tanya Thomas

 ” dari si Putri, tanya kenapa nggak masuk.. aku bilang sakit, eh.. dia mau jenguk ke rumah ” jawab Dita

 ” terus??? ” tanya Thomas

 ” ya terpaksa aku bilang terus terang kalo lagi cabut ama sayang ke pantai ” jawab Dita lalu merangkul Thomas

 ” sayang.. pemandangan tadi indah bangeeeetttt ” kata Thomas mencium rambut Dita

 ” hihihiiii… celanamu kok jadi sesak gitu sayang ” goda Dita menunjuk ke celana depan Thomas yg membengkak karena ereksi dari tadi

 ” iya nih… `adekku` berontak pengen di elus ” jawab Thomas bernafsu

 ” sini biar di elus ama Dita cantik ” kata Dita genit lalu tangannya mengelus penis Thomas yg kencang terlindung celana seragamnya

 ” eehhhh… ” lenguh Thomas ketika Dita meremas agak keras permukaan celananya

 ” sayang… Dita pengen liat `adeknya` ” Rayu Dita manja

 ” jangan di cubit yah ” kata Thomas membuka resleutingnya sambil melihat sekeliling

 ” hihiiii… keras banget…” kata Dita memasukkan tangannya ke celana Thomas dan menarik sedikit celana dalamnya sehingga kepala penis Thomas mengintip

 ” aaahhh… ” desah Thomas pelan ketika jari2 Dita mengelus kepala penisnya.

 Meski nafsunya sudah di ubun2 namun Thomas berusah ekspresinya tetap biasa sambil pura2 menikmati pemandangan dan menengok sekeliling agar pengunjung lain tdk curiga

 ” sayang… aku kecup boleh nggak, abis gemes imut banget ” pinta Dita manja

 Thomas hanya mengangguk dan Dita segera jongkok di hadapan Thomas tepat di depan penis.

 ” aaaarrrggghhhhhh….. ” Thomas menggeramm pelan merasakan kepala penisnya hangat bersentuhan dgn bibir Dita yg basah

 Dita mengeluarkan penis Thomas sampai batang atas hingga bisa di genggam

 ” uuhh.. huuufttttt… ” nafas Thomas semakin terengah karena lidah Dita menggelitik lubang penisnya, sementara dia harus mengawasi sekeliling juga

 ” ups.. ada yg datang sayang..!!! “* kata Thomas buru2 memundurkan pantatnya dan memasukkan penisnya karena ada 2 anak kecil berlari ke arah mereka di ikuti oleh seorangt wanita. Dita langsung pura2 membetulkan tali sepatunya

 Setelah beberapa saat anak kecil dan wanita tersebut menjauh menuju air, Thomas memajukan lagi pinggulnya dan menyodorkan penisnya pada Dita

 Dita menyambut penis Thomas dgn tersenyum lalu kembali menciumi kepala penis Thomas.

 Sambil menikmati gelitikan lidah Dita, Thomas memberi isyarat dgn kakinya pada Dita utk melebarkan pahanya

 Dita*menggeser salah satu kakinya sehingga kini posisi jongkoknya memperlihatkan selangkangannya yg montok

 ” hhhuuuuffttt… uuuhhh ” desah Thomas melihat dgn tatapan tajam ke arah vagina Dita yg meneteskan lendir bening

 Vagina Dita nampak menggembung montok karena sudah horny berat sampai cairan kewanitaannya menetes

 Nafsu yg sudah menggelegak membuat Thomas tidak tahan lagi, tangannya memegang kepala Dita dan mengayunkannya agar lebih cepat kulumannya. Namun Thomas tetap waspada dgn keadaan sekeliling

 ” aaaaaaaaarrrrrgghhh… aarghhhh..” Thomas menggeram panjang dan pelan, tangannya menekan belakang kepala Dita agak kuat dan cepat. Sejenak tubuh Thomas mengejang kencang dan didiringi geraman yg lebih keras dan panjang penis Thomas menyemprotkan sperma dgn deras dan banyak memenuhi mulut Dita

 ” eemmmmm… ” Dita hanya bisa mendesah tertahan ketika mulutnya di penehi sperma Thomas

 ” uuuhhhh..huuuufftttt..huuuffttt… ” Nafas Thomas terengah engah menikmati orgasme yg begitu dahsyat

 ” fiuh.. cuhh… ” Dita mengeluarkan sprema dari mulutnya, kemudian sambil tersenyum dia mengelap mulutnya dengan tissu. ia juga membersihkan penis Thomas dari lelehan sperma

 ” ooohhh.. huuuufftt…. ” Thomas masih terengah engah menikmati sisa2 orgasmenya.

 Dita membantu Thomas merapikan kembali celananya lalu duduk merangkul Thomas

 ” nikmat sayaang ” tanya Dita manja

 ” hehehehehheee…. terima kasih sayang ” kata Thomas mesra mencium rambut Dita dan mengelusnya

 Sesaat mereka saling diam, sementara tangan Thomas mengelus punggung Dita lalu ke samping menyenggol gundukan payudara Dita

 Dita meresponnya dgn merapatkan tubuhnya ke tubuh Thomas. Sambil melihat sekeliling telapak tangan Thomas yg mengelus punggung meraih payudara Dita dari samping dan meremasnya

 ” eeemm… ” desah Dita manja ketika Thomas meremas payudaranya dari samping dgn kuat membuat nafsunya yg dari tadi menggelora semakin menggelegak

 ” Hadap sana sayang.. ” perintah Thomas agar Dita menghadap ke arah berlawanan dan menundukkan tubuhnya sampai terlindung sandaran kursi hanya kepalanya yg terlihat dan bertumpu pada tangan

 Thomas menaikkan ujung rok Dita yg belakang lalu tangannya mengelus bokong Dita. ita merespon dgn sedikit mengangkat bokongnya.

 ” aaaaahhhhh…. Dita melenguh pelan ketika jari Thomas menyusup dari bawah bokongnya mengelus vaginanya dari belakang.

 Thomas mengelus vagina Dita yg sudah sangat licin sambil pura2 melihat pantai dan sekeliling

 Pinggul Dita bergerak gerak pelan menyambut elusan jari2 Thomas pada vagina dan kelentitnya. Tangan Thomas yg berada di bawah bokong Dita tertutup rok Dita jadi meski ada orang datang tdk akan melihat aktivitas jari2 Thomas.

 ” eeeehhhh… eehhh.. ” erangan Dita makin panjang, dan pinggulnya semakin cepat bergerak naik turun membuat jari2 Thomas yg mengelus vaginanya sedikit terbenam

 Thomas semakin cepat dan kuat mengelus vagina Dita dari belakang sambil melihat sekeliling. Orang2 tidak ada yg menyadari aksi panas mereka berdua

 ” akhh..!! ” Dita terpekik agak keras ketika jari2 Thomas terbenam agak dalam ke vaginanya karena gerakan bokongnya yg naik turun

 Dita merasa seluruh tubuhnya merinding, seluruh bulu2 di tubuhnya serasa berdiri

 ” aaaaaaaaakkhh…. aaakhh.. ” bersamaan dgn pekik tertahan berkali kali, bokong Dita bergerak liar menyongsong jari Thomas dan nafas tertahan mengiringi gelombang orgasme yg melanda seluruh tubuh Dita

 ” aakkhhh..aakhh..huufftt.. ” Dita terengah engah melepas orgasmenya

 Dgn lembut Thomas mengelus vagina dan bokong Dita yg lemas terengah engah menikmati orgasme

 Sesaat kemudia ita merapikan kembali roknya lalu memeluk Thoma

 ” sayang banget ama Thomaas ” bisik Dita mesra

 ” iya sayang, aku juga sayang Thomas ” balas Thomas mengecup Dita

 Setelah tenaga mereka pulih, lalu mereka melangkah bergandengan dgn senyum lebar menuju ke mobil utk jalan2 kembali menhabiskan waktu bolos……….

+++++++++++

Sehabis olah raga Dita dan Thomas sedang asyik ngobrol di kantin bersama satu kawan mereka si Wawan. Wawan adalah teman mereka namun beda kelas. *Dia termasuk cowok bengal di sekolah, namun wajahnya cukup tampan. Selama ini dia ngebet banget dgn Ester, namun Ester jual mahal meski hatinya pengen Wawan nembak dia. Memang siapa tahu dalamnya hati seorang wanita, begitu penuh misteri. Maka Wawan minta tolong kepada Dita agar dicomblangi.

 ” udaaah.. kamu tembak aja tuh Dita ” kata Thomas

 ” Ah maen tembak aja, ntar kalo di tolak apa kata dunia ” jawab Wawan sok jaim

 ” Yaelah.. cemen lu Wan, katanya jagoan di sekolah.. eh takut ditolak ” cibir Dita

 ” Ah.. kalian nggak tau sih, meski aku preman tapi hatiku roman hahahaha ” kelakar Wawan

 ” udah pokoknya kamu nekat aja, orang si Ester tuh anak bandel juga kok ya nggak say ” kata Thomas

 ” hihihihihiii… iya nekat aja, kalo ditolak ya resiko lah ” Dita menimpali

 ” oke lah kalo beg beg begitu ” kata Wawan penuh semangat

 Memang Wawan sudah ngebet banget dgn Ester, selain cantik, putih dan sexy Wawan juga sering diam2 mencuri pandang ke arah selangkangan Ester bila duduk. Dan itulah yg sering membuat Wawan horny dan setiap kali habis ngintip paha dan celana dalam Ester Wawan langsung onani dgn membayangkan Ester.

 Segera dia bergegas mencari Ester utk mengungkapkan isi hatinya.

 Setelah beberapa saat keliling akhirnya dia menemukan Ester yg masih memakai kaos olah raga di dalam kelas mengambil seragamnya.

 *”Eh.. emm hai Ester ” sapa Wawan sok jagoan

 ” mm… ada apa Wan ” Jawab Ester singkat

 ” Enggak pa pa.. cuman pengen liat2 kelas kalian aja ” jawab Wawan sekenanya krn grogi.

 *Mata Wawan jelalatan melihat payudara Ester yg nampak montok dibalut kaos olah raga yg cukup ketat. Dan Pantat Ester semakin terlihat padat karena celana olah raganya juga tidak kalah ketat

 ” ouw.. kirain mo nraktir aku ” Jawab Ester sambil berlalu membawa tas nya menuju toilet utk ganti seragam

 ” eh.. emm.. bentar bentar.. i..ii.. iya, ayo aku traktir. Seluruh kantin biar aku usir agar nggak ada yg ganggu*” kata Wawan sok jagoan sambil mengikuti langkah Ester

 ” ah.. nggak punya ide ” kata Ester

 ” Ah… ayolah ijinkan aku sekali kali mentraktirmu cantik ” rayu Wawan

 ” ih.. gombal. Bentar aku mau ganti baju dulu ” kata Ester memasuki toilet cewek

 ” eh gimana bro ” tiba2 muncul Thomas

 ” eh Tom, kamu jaga di sini yah jgn ada yg boleh masuk.. bilang aja sedang dibersihin ” kata Wawan

 ” hah.. mau ngapain lu ” tanya Thomas curiga

 ” sssttt… aku mau nembak Ester saat ini juga di toilet, katanya suruh nekat” kata Wawan langsung masuk ke toilet

 Sementara Thomas hanya tersenyum sambil geleng2 kepala

 ” dasar preman ” batin Thomas

 Wawan menunggu Ester sambil menata rambut dan ngaca di toilet

 ” aoww.. heii ngapain kamu dodol masuk tempat cewek ” Ester kaget ketika keluar dari salah satu kamar kecil melihat Wawan sedang ngaca

 ” eeemm.. enggak pa pa, njagain Ester siapa tau ada yg ngintip ” jawab Wawan mendekati Ester

 ” Kamu tuh yg ngintip, dasar ” kata Ester sambil memencet hidung Wawan

 ” upss.. tangan abis ngapain tuh” sungut Wawan

 ” abis pipis ” jawab Ester sekenanya sambil merapikan diri di depan cermin

 ” ooo pantesan bau ikan asin xixiixiixiix ” ejek wawan

 ” enak aja…!! `punyaku` wangi tauuu..!!! ” bentar Ester tidak terima hartanya paling berharga dan dirawat setiap hari dibilang bau ikan asin

 ” ih wangi paan, tuh bau hihiihih ” Wawan memancing Ester

 ” Sini..!! jongkok kamu, nih cium ..!! ” kata Ester jengkel menekan pundak Wawan agar jongkok di depannya lalu dia menyodorkan pinggulnya ke muka Wawan lalu segera menariknya menjauh

 ” ah.. belum ke cium ” kata Wawan mendongak ke atas

 ” huh.. nih ” Ester makin jengkel dan ingin membuktikan, dia memajukan pinggulnya lagi dan menarik kepala Wawan dgn agak keras*sampai muka Wawan melekat agak lama pada rok depannya lalu menariknya mundur namun masih memegang kepala wawan

 Ester makin sewot melihat Wawan geleng2 kepala sambil mencibirkan bibir.

 Ester menarik lagi kepala wawan dgn lebih keras sambil tangan satunya mengangkat ujung rok nya sehingga kini wajah Wawan menempel langsung pada celana dalam Ester.

 Ester bermaksud langsung menarik pinggulnya dan menjauhkan kepala Wawan dari selangkangannya karena dia cuma ingin membuktikan sekilas saja, namun terlambat karena tangan Wawan langsung mencengkeram bokong*Ester dgn kuat sehingga pinggul Ester tidak bisa bergerak

 ” eihh.. ehh Wan lepasin…!!! ” Ester kaget dan teriak* tertahan takut ada yg melihat

 Namun Wawan malah semakin kuat mencengkeram bokong Ester dan menyusupkan kepalanya lebih dalam ke selangkangan Ester

 ” akh…!!! Lepasin..! ” Ester terpekik tertahan ketika mulut Wawan dgn ganas menyosori celana dalamnya tepat pada bibir vaginanya. Ester berusaha menjambak rambut Wawan dan menariknya agar menjauh, tapi karena rambut Wawan cepak sehingga usaha tsb sia2

 Mulut Wawan melumat celana dalam Ester pada bagian yg empuk dan hangat sambil lidahnya menusuk nusuk membuat celana dalam Ester basah oleh liurnya

 ” aaachhh… ” Namun lumatan mulut dan tusukan lidah Wawan yg tepat sasaran membuat Ester terpekik dan juga mendesah menahan geli dan nikmat yg sangat luar biasa* sehingga secara reflek dia merenggangkan pahanya memberi ruang pada kepala Wawan

 Wawan merasakan paha Ester melebar memberi ruang dan tangan Ester tdk lagi menjambak rambutnya maka dgn kasar tangan Wawan yg mencengkeram bokong Ester menarik celana dalam Ester ke bawah

 ” eiihh..” Ester kaget dan langsung menarik pinggulnya ke belakang bermaksud menjauhi mulut Wawan, namu Wawan dgn gerak secepat kilat mencengkram lagi bokong Ester yg montok yg selama ini dia idam2kan dan menariknya lebih kuat ke arah mulutnya

 ” aaachhh…. ” Ester mendesah panjang dan mendongakkan kepalanya ke atas ketika bibir Wawan yg basah melumat langsung bibir vaginanya tanpa penghalang. Terdengar suara berkecipak ketika Wawan melumat dan menyedot bibir vagina Ester yg basah membuat mulut Wawan belepotan

 Gairah Ester langsung naik ke ubun ubun. Kini dia justru mengharapkan Wawan melumat vaginanya lebih kuat

 Tangan Ester yg tadi berusaha menjauhkan kepala Wawan kini justru mencengkeramnya dan menariknya ke arah selangkangannya agar menempel bibir Wawan menempel lebih kuat ke bibir vaginanya dan juga kelentitnya

 Reaksi Ester tersebut membuat Wawan semakin ganas dan liar melumat vagina Ester dan meremas bokong Ester

 Tubuh Ester menggeliat semakin liar dan semakin melebarkan pahanya, dia juga berusaha merendahkan pinggulnya agar seluruh vaginanya bisa di lahap Wawan

 ” Woooiiii…. pelajaran udah mulaiiiii…!!! ” teriakan Thomas mengagetkan mereka

 Ester dan Wawan kaget setengah mati, nafas mereka terengah engah tidak karuan. Wawan langsung menghentikan aksinya dan lansung berdiri sambil mengelap mulutnya yg belepotan liur dan cairan vagina Ester. sementara Ester buru2* merapikan pakaiannya dan menaikkan lagi celana dalamnya yg melorot sampai lutut.

 Setelah selesai semua Ester bermaksud langsung pergi, namun Wawan dgn cepat memegang tangannya dan menarik tubuh Ester

 ” heeftt.. heeftt.. aku sayang Ester ” Kata Wawan terengah engah sambil menatap mata Ester dalam pelukannya

 Ester yg juga masih terengah engah tdk sanggup menjawabnya, dia langsung memeluk Wawan dan membenamkan wajahnya ke leher Wawan

 Wawan menganggap itu merupakan jawaban penerimaan dari Ester

 ” ayo kita kembali, nanti aku pengen ngomong banyak dgn kamu ” kata Wawan sambil mencium rambut Ester

 Ester hanya mengangguk pelan, lalu mereka melepaskan pelukan dan melangkah ke kelas masing2 dgn tersenyum bahagia

++++++++++++++++++

Putri termenung sendiri di kelas. Sejak Ester jadian dgn Wawan kini Putri merasa kesepian karena Ester lebih sering bersama Wawan. Begitu juga dgn Dita lebih sering bersama Thomas.

 ” huh….. ” sungut Putri menghela nafas sambil merapikan bukunya bersiap utk pulang

 Sejenak dia nampak mencari sesuatu, ternyata buku bahasanya nggak ada

 ” oh.. kemarin dipinjem*Dita udah dikembalikan apa belum yah?? ” Putri mencoba mengingat

 Setelah beberapa saat dia yakin kalo Dita belum mengembalikan bukunya, padahal besok ada tugas penting. Putri bergegas mencari Dita.

 Putri mencari di kantin nggak ada *di pintu gerbang juga nggak ada lalu dia menuju parkiran mobil di sebelah samping. Nampak masih ada beberapa mobil di sana dan salah satunya adalah mobil Thomas dgn pintu yg sedikit terbuka.

 Putri segera melangkah ke arah mobil*tsb siapa tau ada Thomas di dalam dia mau nanya dimana Dita

 Begitu sampai di samping mobil dia langsung membuka pintunya yg sedikit terbuka

 ” akh… sorry.. sorry ” Betapa kagetnya Putri karena di jok tengah ada Thomas dan Dita. Yg membuat Putri terkejut setengah mati adalah Thomas sedang asyik mencium dan meremas payudara Dita yg terbuka karena kancing seragamnya yg atas terbuka lebar.

 Mereka juga kaget karena aksi panas mereka ada yg memergoki, untung yg datang Putri

 ” eh.. Putri ada apa Put ” kepala Dita nongol dari kaca tengah sambil tersenyum dan tangannya sibuk membetulkan kancing seragamny. Sementara Thomas langsung pindah ke jok depan

 ” eemm.. enggak .. anu mmm.. buku bahasaku yg kemarin kamu pinjam udah selesai belum?? ” tanya Putri agak gugup

 ” oh.. iya yah, aduuh sorry Put aku lupa, masih di rumah ” jawab Dita keluar dari mobil

 ” Yah.. kan besok ada tugas Dit, aku ambil sekarang yah sekalian kita pulang ” kata Putri

 ” Emm.. eee.. aku ada acara ama Thomas ” jawab Dita malu2

 ” Duh.. gimana dong ” Kata Putri

 ” Gini aja kamu ke rumahku aja bareng adekku, biar dia jemput kamu disini* ntar suruh dia ngambilin bukunya di kamarku*” kata Dita. Sekolah Leo memang dekat dgn sekolah mereka

 ” ya udah kalo gitu kamu telpon Leo biar aku tunggu di depan gerbang yah ” kata Putri

 ” oke.. ” Dita segera mengambil HP dan menelepon adeknya

 Sementara Putri segera melangkah menuju pintu gerbang utk nunggu Leo

 Kejadian tadi meski cuma melihat sekilas namun teringat terus oleh Putri. Dia membayangkan betapa*nikmatnya Dita waktu payudaranya di kulum dan di remas Thomas.

 “uuhhh.. ” Putri menghela nafas dalam2* seandainya dia jadi Dita

 Membayangkan itu semua membuat nafsu Putri naik, jantungnya berdesir dan tubuhnya merinding menahan gejolak birahi ABGnya

 ” Leo…. ” Tiba2 tersungging senyuman dibibir Putri mengingat kejadian waktu dia menggoda Leo

 Beberapa saat menunggu akhirnya Leo yg memakai seragam SMP datang juga mengendarai sepeda motor sportnya

 ” hei Leo ” teriak Putri melambai memanggil Leo

 Motor Leo segera menghampiri Putri, dari balik helmnya tersungging senyuman senang Leo karena ketemu Putri

 ” Lha kak Dita mana kak “* tanya Leo basa basi setelah membuka helm

 ” tuh lagi mojok ” kata Putri sambil tersenyum genit pada Leo

 ” ayo kak naik, ntar keburu ujan udah mendung tuh ” ajak Leo tdk sabar ingin segera merasakian memboncengkan Putri gadis pujaannya

 Putri segera naik ke boncengan motor Leo, karena roknya yg panjang maka dia membonceng dgn posisi menyamping. Karena Motor Leo type sport maka posisi boncengannya lebih tinggi belakang membuat tubuh Putri mau tak mau menempel pada punggung Leo namun dia masih merenggangkan jarak dgn menggunakan satu tangannya sedang tangan satunya berpegangan pada tubuh Leo

 ” Ciiiiiitt…. ” Tiba2 Leo ngerem mendadak karena ada motor yg belok dgn mendadak

 ” aaauuuuuwww…” teriak Putri kaget, tubuhnya langsung terdorong ke depan dgn keras menghantam tubuh Leo. Payudaranya agak sakit tertumbuk punggung Leo. Untung Leo bisa mengendalikan motornya sehingga tidah terjadi kecelakaan

 ” Sialan.. duh maaf ya kak ” Kata Leo mengumpat lalu menengok kebelakang minta maaf sama Putri yg keliahatan shock

 ” hati2 dong Leo nggak usah ngebut ” kata Putri masih kaget

 ” iya iya maaf ” kata Leo lalu menjalankan motornya pelan2

 ” Duh… punggung Leo sakit kak ” kata Leo sedikit menoleh ke belakang

 ” sakitt?? kok bisa?? ” tanya Putri mendekatkan kepalanya ke wajah samping Leo

 ” iya nih, tertimpa dua gunung hehehhee ” Kata Leo tertawa

 ” iiihhh.. enak aja, sakit nih ” sungut Putri sambil mencubit pinggang Leo

 ” aoww.. hahahhaa… becanda kak” kata Leo kegelian

 ” huuuu..* kamu ngelaba yah ” Putri kembali menggelitik Leo lagi

 ” aoww.. aoww.. cciitt.. ” Leo kegelian sampai terpaksa menghentikan motornya

 ” auww.. iiihhhh sakit tauuuu ” Putri mencubit lengan Leo karena tubuhnya kembali terdorong ke depan dan payudaranya kembali mengenai punggung Leo

 ” abiis.. kakak menggelitik teruss, punggungku tertimpa gunung lagi kan” kata Leo sambil cengar cengir lalu menjalankan lagi motornya pelan

 ” ihh.. dasar bandel, sakit apa enaaak?? ” kata Putri gemas karena diam2 dia juga merasa nikmat ketika payudaranya menekan punggung Leo membuat gairahnya naik lagi

 ” enak, empuk heheheheeheh ” Leo cengengesan penuh nafsu

 ” mau lagi, niiihhh ” kata Putri menempelkan payudaranya ke punggung Leo, sementara kedua tangannya memeluk pinggang Leo. Tubuh Putri jadi merinding sendiri karena payudaranya seperti diremas. Dia terbayang lagi peristiwa di parkiran tadi

 ” eehhhh.. kak Putri emang paling baik, cantik lagi ” rayu Leo sambil menikmati kekenyalan payudara Putri di punggungnya. Penis di dalam celananya sudah mengeras dan menekan pada tangki motornya

 ” Leo masih ingat waktu yg dulu diruang tamu?? hihihhi ” kata Putri mesra

 ” iyah.. Leo seneng banget ” jawab Leo semakin nafsu

 ” lagi yuk Leo, mau nggak?*” Putri makin genit dan menggeser geserkan payudaranya pada punggung Leo

 ” mau banget kak, tapi dimana” kata Leo ngos ngosan

 ” ya di tempat yg sama, kan kita sedang menuju rumah Leo nih ” kata Putri makin menekankan payudaranya. Gairah Putri* semakin meninggi, dia merasa vaginanya mulai geli dan basah

 ” ii..ii iya , semoga aja mama dan papa nggak ada kak ” kata Leo

 Sesampai di depan rumah Leo buru2 membuka pagar dan segera membawa motornya masuk di ikuti Putri. Nafsu mereka berdua sudah sangat membubung sehingga langkah mereka memasuki teras cepat sekali

 ” Ehh.. kok kliatan buru2 ” tiba2 mama Leo muncul dari samping mengagetkan mereka

 ” eh..mm.. eh.. nggak ada apa2 kok ma ” jawab Leo gugup

 ” ssii siaang tante ” sapa Putri juga gugup

 ” eh Putri, mana Dita?? ” tanya mama* Leo

 ” mmm.. anu tante.. mmm masih ada pelajaran tambahan, Putri kesini mau ambil buku” jawab Putri kebingungan mencari lasan

 ” ohh.. ayo silakan masuk ” Mama Leo mempersilakan Putri masuk, sedangkan Leo sudah masuk duluan utk ngambil buku di kamar Dita

 Putri segera masuk dan duduk dikursi menunggu Leo

 ” mm.. ini kak, bukunya ” kata Leo menyerahkan buku pada Putri sambil tatapan matanya mengisyaratkan kekecewaan

 ” mm.. kamu anterin aku pulang ya Leo, bilang aja ke mama kamu nganter aku kembali ke sekolah*” kata Putri dgn tatapan mata kecewa juga diiringi anggukan Leo

 Leo segera meminta ijin pada mamanya utk nganter Putri kembali ke sekolah

 Mereka segera meluncur lagi menggunakan motor Leo. Kali ini posisi membonceng Putri tdk menyamping tapi mengangkangi jok sementara rok panjangnya di tarik ke atas sampai lutut. Dan Putri tanpa ragu2 lagi langsung memeluk pinggang Leo dgn erat sehingga payudaranya menempel ketat pada punggung Leo.

 Leo menjalankan motornya pelan2 sambil menikmati kemontokan payudara Putri yg kenyal dan lembut meski masih terhalang baju, BH dan jilbabnya

 ” aduh hujan, berteduh dulu Leo ” kata Putri dan Leo langsung membelokkan motornya ke sebuah*kios rokok yg kebetulan sedang tutup utk berteduh di emperannya

 Hujan yg datang tiba2 tersebut segera menjadi hujan yg cukup lebat

 ” duuhh… masih tempias nih ” keluh Putri, lalu mereka bergeser ke balik rak2 tumpukan botol di sudut kanan kios sehingga terlindung dari tempias sementara motor Leo dibiarkan kehujanan.

 ” kakak masih kena hujan tuh, pindah sini di depan Leo ” kata Leo lalu Putri menggeser berdirinya ke depan Leo. Karena tempatnya sempit tubuh mereka berhimpitan

 Darah Putri berdesir ketika bokongnya menempel pada celana depan Leo yg menonjol. Dari tadi memang penis Leo sudah ereksi maksimal

 ” dingin ya Leo” *kata Putri memancing berharap dipeluk Leo

 ” iya kak, anginnya cukup kencang” kata Leo polos

 ” peluk dong Leo ” kata Putri tanpa malu2 lagi karena nafsunya sudang nanggung

 Dgn pelan Leo memeluk pinggang Putri dari belakang, dan Putri langsung meresponnya dgn menempelkan tubuhnya lebih mepet ke tubuh Leo

 ” emmm.. ” Leo menarik nafas ketika bokong Putri yg montok menekan penisnya yg sudah tegang di balik celana pendek smpnya

 Putri merasakan penis Leo yg tegang berkedut kedut di bokongnya

 ” heeftt.. ” nafas Putri mulai terengah dan dia sengaja memundurkan bokongnya agar lebih menekan penis Leo. Sementara hujan bertambah deras

 ” kakak cantik sekali ” bisik Leo di telinga Putri yg tertutup jilbab dan memeluk Putri lebih erat

 ” emmmm.. ” Putri hanya mendesah meresapi kehangatn pelukan Leo. Pandangan matanya semakin sayu terlanda birahi

 Dita merasakan penis Leo semakin sering berkedut dalam himpitan bokongnya, putri meresponnya dgn menggerrakkan bokongnya pelan membuat Leo semakin ngos ngosan

 ” heeft.. Leo sayang kak Putri ” nafas Leo terasa panas di telinga Putri

 ” kak Putri juga ” bisik Putri pelan

 Tangan Putri yg dari tadi memegang tangan Leo kini menuntun tangan Leo mengusapi perutnya lalu naik sedikit demi sedikit sampai mengelusi payudaranya, tangan mereka terlindung oleh ujung jilbab Putri

 ” eeehhh.. ” Putri mendesah pelan dan menyandarkan tubuh sepenuhnya ke tubuh Leo ketika tangan Leo yg dia tuntun mulai meremas payudaranya di balik jilbab

 Karena hujan makin lebat sehingga tidak ada orang maupun motor yg lalu lalang, hanya sesekali mobil yg lewat. Di seberang jalan sebenarnya ada juga beberapa org yg berteduh*namun hujan yg lebat mengaburkan pemandangan dan*rak tumpukan minuman ringan juga melindungi mereka

 Tangan Leo semakin kuat meremas payudara Putri di balik jilbab sementara bagian bawah tubuhnya di sorongkan lebih ke depan menyambut bokong Putri yg mendesak dan menggeliat pelan

 Tangan Putri menuntun jari2 Leo utk membuka beberapa kancing seragamnya. Meski terbuka beberapa kancingnya namun tidak kelihatan karena terlindung oleh ujung jilbab

 ” aaahhh.. ” Putri melenguh ketika tangan Leo tanpa dituntun lagi menyelinap masuk ke dalam seragam dan *BHnya lalu mengelus dan meremas payudara Putri pelan. Puting Putri sudah menegang dan terasa kenyal di telapak tangan Leo. Dgn gemas Leo meremas dan memilin puting kecil Putri. Nafas Leo yg terasa hangat di telinga membuat Putri semakin merinding sehingga menggeliat dan melenguh manja sambil menggesekkan bokongnya ke penis Leo.

 Merasa gerakan tangan Leo kurang leluasa Putri berinisiatif membuka lagi satu kancing seragamnya dan menaikkan BHnya ke atas agar* seluruh permukaan payudaranya dapat dielus tangan Leo

 Putri sudah tidak kuat lagi menahan gejolak birahinya, lalu dia membalikkan tubuhnya dan memeluk Leo dgn erat di sambut Leo dgn pelukan erat juga. Dgn ganas Putri melumat bibir Leo, Leo yg masih polos kaget dan hanya bisa diam tanpa membalas lumatan Putri, hanya secara naluri dia mendesakkan bagian bawah tubuhnya ke bagian bawah tubuh Putri sambil meremas dan menarik bokong Putri ke arahnya

 Hujan yg semakin lebat dan posisi tertutup rak membuat Putri yg dilanda birahi ABG semakin nekat. Ditekannya belakang Leo agar menunduk menuju ke payudaranya

 Leo yg juga dilanda nafsu menurut dgn menundukkan kepalanya ke arah payudara Putri yg terbuka namun terlindung oleh ujung jilbab

 “aaakkkkhh… ” Putri mendesah ketika Leo menyibakkan ujung jilbabnya lalu melumat payudaranya. Leo belum faham utk menggunakan lidahnya, dia hanya mengikuti nalurinya dgn menyedot pelan puting payudara Putri

 Putri merespon lumatan dan sedotan Leo degn menekan kepala Leo lebih kuat ke payudaranya sambil menggeliat menggesekkan seluruh payudaranya ke wajah Leo

 Leo semakin ganas dan kuat menyedot Puting Putri sambil tangannya semakin kuat meremas bhokong Putri membuat Putri semakin merinding dan menggeliat

 Putri semakin nekat, dia menekan lagi kepala Leo lebih kebawah sampai Leo jongkok di hadapannya, lalu dia mengangkat rok seragam panjangnya dan memasukkan kepala Leo ke dalam rok panjang tsb.

 Kepala Leo yg tertutup rok panjang Putri mendongak ke atas. Sejenak dia melihat paha Putri yg putih mulus dan celana dalam Putri yg berwarna putih. Dari luar rok Putri memegang kepala Leo dan memberi isyarat agar ke atas. Leo langsung menaikkan kepalanya dan memburu ke arah selangkangan

 ” aaaahhhh… ” Putri terpekik panjang ketika bibir Leo melumat celana dalamnya tepat pada bi9bir kemaluannya yg montok. Putri merenggangkan pahanya memberi ruang pada kepala Leo

 Lumatan Leo di celana dalam Putri semakin liar di iringi gigitan, sementara tangannya satu berpegangan pada rak minuman yg satunya menarik bokong Putri ke arah mukanya

 Leo semakin bernafsu, dgn agak tergesa ditariknya celana dalam Putri sampai lutut, sejenak dia memandangi vagina Putri yg menggembung dan berlendir banyak

 Sejurus kemudian Leo langsung memburu vagina montok Putri yg berbulu jarang dan halus

 ” aaaaaaaahh….. ” erangan panjang Putri menyambut lumatan kuat bibir Leo pada vaginanya, Putri semakin mengangkangkan pahanya

 ” dhuuuaaaaarrrrr…!!!!” kilat di susul petir yg keras menyambar mengagetkan mereka. Leo langsung menarik kepalanya dari dalam rok Putri dan langsung berdiri. Putri yg terkejut setengah mati langsung bengong terengah engah. Mereka hanya saling pandang

 Sesaat setelah tersadar ternyata hanya petir mereka lalu berpelukan dgn erat, sementara hujan makin menjadi

 Nafsu mereka kembali naik setelah sedikit menurun karena kaget.

 Tubuh mereka berpelukan sambil saling menggeliat saling menggesek. Tangan Leo meremas kuat bokong Putri

 Putri yg sudah tidak sabar meraih tangan Leo lalu di tuntunya menarik rok panjangnya lalu langsung diarahkan ke vaginanya yg tidak tertutup celana dalam yg sudah melorot sampai lutut. Setelah itu tanpa di tuntun lagi jari2 Leo mengelus dan menjepit vagina Putri membuat Putri merintih dan membenamkan kepalanya ke pundak Leo

 Tangan Putri merayap menggenggan penis Leo dari luar celana pendeknya. Dgn tergesa sambil menahan geli dan nikmat di vaginanya, Putri membuka sabuk dan menurunkan resleuting celana Leo

 ” aakkkhhhrrgg.. ” Leo menggeram pelan ketika tangan Putri menyelinap ke dalam celana dalamnya dan langsung meremas penisnya

 ” aaahh.. aahhh.. ” Putri semakin menggeliat nikmat, lalu menuntun penis Leo ke arah vaginanya.

 Leo segera menarik tangannya dari vagina Putri berpindah ke bokong Putri

 Putri memajukan pinggulnya serta melebarkan pahanya lalu menarik penis Leo dan menempatkannya di antara pahanya tepat* menempel bagian bawah vaginanya lalu kedua tangannya memeluk Leo dgn erat

 ” aaahhh.. ” desah mereka bersamaan ketika kelamin mereka saling menggesek

 Leo meremas bokong putri pelan karena Putri dgn pelan memaju mundurkan pinggulnya menggesekkan vaginanya pada penis Leo yg menegang maksimal

 Selain maju mundur, Putri juga lebih menurunkan pinggulnya agar kelentitnya tergesek juga oleh penis hangat Leo yg keras

 “ahhhh…” desah Putri ketika kelentitnya tergesek semua oleh batang penis Leo

 Leo tidak mau kalah, dia juga memaju mundurkan pinggulnya menyambut gerkan pinggul Putri

 Gerakan mereka semakin liar, cepat dan kuat membuat penis Leo semakin belepotan cairan vagina Putri, kelamin mereka menempel dan bergesekan semakin lengket

 Putri merasa seluruh tubuhnya mengejang dan merinding semua, sesaat kemudian vaginanya terasa berkedut berkali kali

 ” aaaaaaaaaaahh..aaaaaaaaahhh… ” kedutan vagina Putri semakin cepat mengalirkan orgasme yg dahsyat diiringi dgn gerakan dan geliatannya yg semakin liar.

 Leo menyambut geliatan bokong Putri dgn memaju pinggulnya semakin cepat, dan vagina Putri yg sedang orgasme terasa semakin tebal dan kenyal menggesek batang penisnya

 ” aaaaaaaarrrrggghhh…” geraman panjang Leo mengiringi menyemprotnya sperma Leo berkali kali diiringi hentakan hentakan pinggulnya

 sesaat mereka diam berpelukan dgn erat menikmati orgasme masing2. Hanya nafas mereka yg terengah engah seakan mengalahkan suara derasnya hujan yg mulai sedikit mereda

 ” hmmm.. fiuh ” mereka menarik nafas dalam2 dan dihembuskan dgn kuat menghempaskan beban nafsu birahi yg sudah terlampiaskan

 Masih tetap berpelukan mereka saling pandang dan salin tersenyum lega…

 ” kita ujan2na yuk Leo ” ajak Putri manja setelah mereka merapikan pakaian masing2

 ” ayooo… bersama kak Putri semua Leo lakukan hahahha ” jawab Leo disambut tawa mereka berdua.

 Lalu mereka berjalan menuju motor dan segera melaju di tengah derasnya hujan yg lebat……

+++++++++++

Pulang sekolah*Ester minta diantar*Wawan utk ke mall beli sepatu. Masih memakai seragam mereka jalan2 bergandengan berkeliling*mall lalu menuju*counter sepatu . Beberapa lama mereka memilih milih sepatu

 ” ini bagus nggak sayang ” kata*Ester menunjukkan sepatu warna hitam

 ” bagus, model baru tuh di coba aja say…*” kata Wawan penuh perhatian

 Ester*lalu duduk di kursi* yg disediakan di pojok counter utk mecoba sepatu yg mau dibeli. Kursi tersebut rendah dekat sekali dgn lantai*maka*Ester *duduk dgn menekuk kedua lututnya sehingga pahanya sedikit*terangkat *karena roknya agak pendek

 ” harganya nggak terlalu mahal juga ” kata*Ester sambil melepas sepatunya yg sebelah kanan, sedangkan Wawan berdiri memperhatikan

 ” yg penting coba dulu kalo cocok ambil, masalah harga gampang sayang” kata Wawan

 Setelah sepatunya dilepas lalu Ester mencoba memakai sepatu yg dia pilih

 ” bagus nggak sayang ” tanyaEster sambil menggerak gerakkan kakinya memperhatikan sepatu tsb dari cermin yg diletakkan di lantai

 Gerakan kaki*Ester yg duduk dgn lutut tertekuk membuat himpitan pahanya melebar menampakkan celana dalamnya sedikit mengintip bila dilihat dari atas

 ” pas banget di kaki*Ester nggak kesempitan “*Ester *masih memperhatikan dgn seksama sepatu di kakinya dari segala sisi tanpa menyadari kalo*Wawan sedang memperhatikan pahanya yg semakin melebar karena dia menggerakkan kaki kanannya*ke segala arah.

 ” iya.. bagus itu ” kata*Wawan pura2 perhatian, padahal pandangan matanya tidak lepas dari selangkangan Ester

 ” ini aja ah ” kata Ester melepas sepatu tsb

 ” coba yg ini dulu sayang ” kata*Wawan memberikan sepatu warna lain , dgn harapan*Ester mencoba lagi dan dia bisa melihat celana dalam*Ester lebih lama

 ” bantu pakaikan dong ” kata Ester manja menjulurkan kaki kanannya ke depan

 “* ii ya sini aku bantuin ” kata Wawan gugup karena dari tadi dia memperhatikan paha Ester

 Wawan lalu jongkok di depan Ester dan membantu melepas sepatu tsb sambil matanya sedikit melirik ke arah selangkangan Ester

 ” Cleguks… ” Wawan menelan ludah karena kaki Ester yg kiri tetap tertekuk dan yg kanan selonjor membuat rok seragam Ester yg bawah tidak bisa menutupi selangkangannya

 Paha Ester yg putih bersih dan mulus terpampang di depannya sampai ke celana dalamnya membuat Wawan agak gugup membuka sepatu Ester

 Ester tersenyum nakal melihat Wawan melirik ke arah selangkangannya sambil menelan ludah

 ” aoww.. ” Ester sedikit menarik kakinya kegelian ketika jari2 Wawan yg membuka sepatunya tidak sengaja menggaruk telapak kakinya

 ” kenapa sayang ” tanya Wawan

 ” geli.. telapak kakinya kegaruk ” kata Ester manja

 ” hihihii.. sorry ” kata Wawan cengengesan lalu memakaikan sepatu yg td dipilihkan.

 Sambil memakaikan sepatu kembali matanya melirik ke selangkangan Ester yg terbuka

 Ester merapatkan pahanya sebentar lalu membukanya lagi utk menggoda Wawan

 ” Sayang, nafasmu kok jadi ngos ngosan gitu hihiiih ” goda Ester sambil tersenyum genit

 ” mmm… iiya.. abisnya itu *kurang lebar sih ” kata Wawan sambil matanya menunjuk ke arah selangkangan Ester

 ” eitt.. ih sayang ngintip ” kata Ester pelan merapatkan pahanya dan tangannya menekan roknya sambil tersenyum nakal

 ” hehhehe.. bukan ngintip, justru aku yg diintip ama yg di dalem rok itu ” bisik Wawan

 ” enak ajah … ” kata Ester mencubit lengan Wawan

 ” coba di lihat di kaca ” kata Wawan selesai mengikat sepatu Ester

 ” mmm… sama yg tadi bagus mana yah ” kata Ester memperhatikan sepatu di kakinya melalui kaca rendah di depannya

 Gerakan kakinya sengaja agak* melebar membuat wawan yg jongkok di depannya blingsatan

 ” ya udah aku ambil yg ini aja ah, bukain dong sayang ” kata Ester semakin manja dan genit

 Kembali tangan Wawan membantu membuka sepatu Ester dan kali ini dia tidak melirik lagi ke selangkangan Ester, namun langsung melihat sambil tersenyum nakal

 Ester hanya tersenyum melihat tatapan nakal Wawan di selangkangannya, justru dia merasa horny melihat ekspresi Wawan memandang selangkangannya

 Cukup lama Ester sengaja memberi pemandangan yg eksotik pada Wawan sambil kakinya bergerak gerak kecil utk menghilangkan grogi, sedangkan Wawan dgn tatapan penuh nafsu memandang paha putih mulus Ester sampai ke celana dalamnya sambil tersenyum nakal

 ” permisi ya dek ” tiba2 datang seorang ibu2 mau mencoba sepatu juga membuat mereka kaget

 “ii..ii..iya silakan Bu ” jawab Ester gugup sambil membetulkan duduknya dan merapikan roknya, Wawan hanya tersenyum buru2 berdiri

 Lalu mereka memanggil penjaga counter utk membungkus sepatu tsb dan mereka melanjutkan berjalan jalan

 ” eh.. mampir situ bentar sayang, mau liat2 BH ” ajak Ester ketika mereka melewati counter pakaian dalam wanita

 Sebenarnya Wawan agak malu karena di counter tsb cukup banyak pembeli dan semua wanita, namun dia menurut saja

 Sejenak Ester memilih milih BH yg ada di*rak bagian belakang

 ” ini bagus nggak sayang ” tanya Ester memperlihatkan sebuah BH dari bahan kain yg berenda

 ” mmm..* ukuran sayang berapa ?? ” tanya Wawan

 Sebelum menjawab Ester melihat sekeliling nampak pembeli yg lain jaraknya agak jauh

 ” ukur aja ndiri “*bisik Ester* memajukan dadanya sambil berlindung di belakang rak

 ” hhehehe bentaar ” kata Wawan sambil tersenyum utk menutupi gugupnya

 Setelah melihat sekeliling Wawan menjulurkan tangannya ke arah dada *Ester

 ” akh.. ” tatapan mata dan senyum Ester begitu sensual dan nakal ketika telapak tangan Wawan menangkupi dadanya yg membusung lalu dgn pelan meremasnya

 ” mmm.. kira2 34 hehhee “* kata Wawan melepaskan remasan pada dada Ester takut ada yg melihat

 ” pinteerr.. hihihihii, ini aja ah ” kata Ester mengambil BH tersebut dan menyerahkan pada penjaga counter utk dibungkus

 Setelah membayar belanjaannya di kasir, mereka lalu berkeliling lagi

 ” eh.. nonton yuk sayang ” ajak Wawan

 ” nonton?? tapi nanti kita pulangnya kesorean dong ” kata Ester

 ” nggak pa pa, bilang aja ada pelajaran tambahan trus bezuk teman di RS ” kata Wawan merangkul pundak Ester

 ” hihihiiiii… dasar tukang ngibul ” kata Ester memeluk pinggang Wawan

 Mereka berjalan menuju ke teater 21 yg ada di mall tsb

 Setelah membeli tiket dan membeli makanan dan minuman ringan, mereka memasuki gedung bioskop

 Meski dapat tempat duduk di deretan tengah namun kanan kiri mereka kosong karena bioskop sepi. Beberapa pengunjung lain lebih suka memilih tempat duduk deretan belakang

 ” ihh.. AC nya dingin banget ” kata Ester merapatkan duduknya pada Wawan

 ” sini aku peluk sayang ” kata Wawan memeluk Ester

 “*Jantung kamu kok kenceng banget sayang ” bisik Ester dalam dekapan Wawan

 ” Baru tahu yah??.. padahal*udah dari tadi sayaaang, sejak aku diintip dari dalem rok tadi hehehe ” kata Wawan mengelus rambut Ester

 ” yeee… sayang yg ngintip kaleee ” bisik Ester manja

 ” sayang… pengen liat lagi ..” pinta Wawan memelas ditelinga Ester membuat Ester merinding kegelian

 ” hihiiiiii… ntar jantungmu makin berdetak kena serangan jantung ” bisik Ester tersenyum

 ” nggak pa pa, kalo pun aku harus mati aku akan mati dgn senyum damai memeluk sayang ” rayuan gombal Wawan membuat Ester tersanjung

 Tiba2 lampu teater padam karena bioskop segera mulai

 Wawan memeluk Ester makin erat sambil tangannya membelai rambut Ester, lalu turun membelai pipi dan bibir Ester

 Ester pasrah dalam pelukan Wawan, dia merasakan kehangatan dan kedamaian dalam pelukan kekasihnya

 ” emmm.. ” desah ester ketika Wawan dgn lembut dan pelan mulai mencium bibirnya

 Bibir mereka saling lumat dan saling sedot, lidah mereka saling jilat dan saling membelit sambil berpelukan di bawah cahaya film yg kadang terang kadang gelap

 ” aahhh.. ” Ester mendesah dan memeluk leher Wawan ketika tangan Wawan meremas payudaranya dibalik seragam

 ” sayang… kamu harum sekalii ” bisik Wawan sambil menjilati telinga* Ester

 Ester hanya mendesah sambil menggeliat kegelian dan membusungkan dadanya agar payudaranya teremas lebih kuat oleh telapak tangan Wawan

 Tangan ester menekan belakang kepala Wawan ke arah payudaranya yg semakin mebusung terbungkus seragam sekolahnya

 Ketika wajah Wawan sampai di dadanya, sambil menggeliat membusungkan dada dia menekan kepala Wawan agar terbenam ke payudaranya

 ” euuhh.. ” Desah Wawan menikmati kemontokan dan kekenyalan payudara Ester yg menggesek wajahnya

 Tangan Wawan tidak kalah agresif, disusupkan tangannya dari bawah baju seragam Ester lalu naik ke atas langsung menyusup dari bawah BH Ester dan meremas dgn kuat* payudara Ester

 “aaachh” desah Ester membantu mengangkat baju seragamnya sampai atas dada

 Ester semakin menggeliat dan memejamkan mata menikmati remasan Wawan di payudaranya sambil tangannya menahan agar bajunya tetap terangkat diatas dada.

 Penonton yg lain di belakang mereka tidak memperhatikan karena asyik dgn pasangan masing2 atau asyik menonton film yg diputar

 Wawan menggeser duduknya dari tempat duduk, kini dia bersimpuh di depan Ester yg duduk rendah selonjor sambil memegangi bajunya ke atas dan BHnya sudah acak2an, sejenak mereka saling bertatapan

 ” aaaahhh… ” Desah Ester meski agak keras namun tersamar oleh*sound system teater yg sangat keras ketika dgn rakus mulut Wawan melumat puting payudaranya setelah menggusur BH Ester ke atas

 Wawan melumat habis payudara kanan Ester sementara yg kiri di remas dan di pilin menggunakan tangan kiri Wawan

 ” euuh.. bentar sayang.. bentar ” bisik Ester menjauhkan kepala Wawan dari dadanya

 Wawan memandang penuh nafsu ketika Ester melepas kaitan BHnya yg ada di depan lalu melepas kaitan talinya dan meyimpan BH tsb ke dalam tas nya

 Dgn pandangan sayu dan senyum nakal yg samar2 dalam keremangan lampu bioskop*, Ester duduk bersandar selonjor pasrah mengelus elus payudaranya menggoda Wawan

 Wawan yg nafsunya sudah tinggi langsung menyerbu payudara montok Ester

 ” aacchh.. ” Desah Ester membusungkan dadanya ketika Wawan melumat dan meremas*payudaranya dgn ganas dan kuat

 Wawan menempatkan kaki Ester diantara selangkangannya dan menempelkan penisnya yg sudah menegang maksimal ke kaki Ester, dan Ester menyambut dgn menggesekkan kakinya pada penis Wawan

 Tangan Ester mendekap kepala Wawan ke arah dadanya sambil menggeliat menggerakkan payudaranya agar semakin banyak yg dilahap Wawan

 Wawan semakin kesetanan meremas, melumat, menyedot dan menggigit payudara Ester

 Ester pun semakin dilanda birahi, ditekannya kepala Wawan dgn kuat semakin ke bawah ke arah selangkangannya yg di renggangkan lebar

 Tangan Wawan sejenak mengelus paha Ester lalu menyingkap roknya sampai ke atas dan dibantu Ester dgn menahan ujung roknya agar tetap tersingkap menampakkan pahanya yg putih mulus meski dalam kegelapan

 Setelah sejenak memandang selangkangan Ester yg terbungkus celana dalam, dgn terburu Wawan melumat vagina Ester dari luar celana dalamnya

 ” aaaaaaaaaccchhhhh… ” pekik Ester tertahan semakin melebarkan pahanya, dia merasakan hangat bibir Wawan yg basah melumat dgn ganas vaginanya

 Tangan ester yg satu menarik ke samping celana dalamnya agar bibir Wawan bisa melumat langsung vaginanya tanpa halangan

 terdengar suara berkecipak ketika bibir dan lidah Wawan beradu dgn vagina Ester yg telah basah licin oleh cairan vagina

 ” aaachh..kkkk ” Ester semakin menggeliat memajukan pinggulnya menyodorkan vaginanya agar terlumat dan tersedot lebih kuat oleh Wawan sambil tangannya menarik celana dalamnya semakin lebar ke samping

 Wajah Wawan belepotan dgn cairan vagina Ester, nafasnya semakin memburu dan lumatannya semakin kuat sambil tangannya meremasi payudara Ester

 Ester mengangkat pinggulnya menyongsong mulut Wawan yg melumat dgn ganas bibir vaginanya

 ” AAAaaaaaaaacck…aaakkcckkk ..aacchhhkk ” Ester terpekik tersendat sendat ketika gelombang birahi semakin melanda seluruh tubuhnya, pinggulnya terangkat *semakin maju menyodorkan vaginanya. Dan ketika sedotan dan lumatan Wawan tepat pada kelentitnya tubuh Ester mengejang berkali kali diiringi desahan panjang menyongsong orgasme yg menggelora

 “aaahh.. huuuft..huuuftt.. ” Ester terkulai lemas di tempat duduk dgn nafas terengah engah dan mata terpejam

 Wawan menciumi lembut vagina Ester dan membiarkan kekasihnya menikmati orgasme yg melanda hebat

 Setelah beberapa lama Ester kembali tenang, Wawan duduk kembali dan memeluk Ester dgn lembut.

 Dgn mesra dia membelai rambut Ester, sambil merapikan kembali baju seragam Ester

 ” aku sayang Ester ” bisik Wawan membelai Ester yg lemas

 ” emmm.. aku juga ” bisik Ester bersandar pasrah dalam dekapan Wawan

 Tangan Wawan berpindah meremas lembut dan mengelus *tangan Ester, lalu dituntunnya tangan Ester ke arah penisnya yg membengkak memenuhi celananya

 Ester menurut ketika tangan Wawan menuntun tangannya utk mengelus penis yg semakin meronta ronta tsb, bahkan Ester berinisiatif menurunkan resleuting Wawan

 Wawan membantu mengendurkan ikat pinggangnya lalu mengeluarkan penisnya yg sudah berdiri tegak dari sarangnya

 ” akh..” pekik Wawan ketika dgn nakal Ester mencubit gemas kepala penisnya

 ” hhihihhiiii… ” Ester hanya cekikikan*sambil menggenggam dan mengocok batang penis Wawan yg terasa hangat di telapak tangannya yg lembut

 “eeuhh… ” Wawan semakin melenguh karena genggaman Ester pada penisnya semakin kuat sambil dikocok naik turun

 Nafas Wawan makin ngos ngosan dan merem melek menikmati kelembutan telapak tangan Ester yg menggenggam dan mengocok penisnya

 Birahi Wawan semakin menggebu, dgn agak memaksa dia menekan belakang kepala Ester ke arah selangkangannya

 Sambil terus menggenggam dan mengocok penis Wawan, Ester menurunkan kepalanya ke arah penis Wawan

 ” aaarrrrgghhh…. ” Wawan menggeram meremasi rambut Ester ketika kepala penisnya terasa hangat dan nikmat dalam kuluman bibir Ester yg basah dan sensual

 Ester memainkan lidahnya di kepala penis Wawan sedangkan batangnya dia genggam dgn kuat membuat nafsu Wawan semakin menggila

 ” eeuuhh ..aaarrghhhh ” geraman Wawan semakin keras sedangkan tangannya meremas payudara Ester yg menggantung di dalam baju*tanpa BH dgn gemas

 Karena nafsunya sudah dipermainkan Ester sejak dari counter sepatu tadi maka pertahanan Wawan tidak sanggup lagi menahan dorongan gejolak orgasme yg semakin kuat

 Ester merasakan penis Wawan berdenyut denyut dalam genggaman tangannya

 ” aaaaarrrrgghhh..aaaaaaaarrrrhhh… ” diiringi geraman yg panjang, Wawan menyodokkan penisnya agar tenggelam lebih dalam kedalam mulut Ester dan disambut sedotan mulut Ester dgn kuat…* penisnya berdenyut denyut* memuncratkan sperma berkali kali

 ” ukhhs.. uhukss..uhuk..” Ester terbatuk karena mulutnya dipenuhi sperma Wawan, dia bermaksud melepas penis Wawan dari mulutnya namun Wawan menahan kepalanya maka Ester memuntahkan sperma tsb meleleh dari mulutnya membasahi seluruh penis Wawan

 Sejenakseluruh tubuh Wawan mengejang hebat melepaskan orgasme yg menggelora, dan beberapa saat kemudian tubuh tsb lemas tak bertenaga bersandar dikursi

 Setelah Wawan lemas, Ester segera melepaskan penis Wawan dari mulutnya, sejenak dia tersenyum memandang Wawan yg terengah engah lemas bersandar dikursi

 Ester mengambil tisu dari tasnya, lalu membersihkan mulutnya dan juga membersihkan penis Wawan yg mulai lunglai

 ” aooww..” pekik Wawan ketika sambil mengelap sperma, Ester mencubit lagi kepala penisnya

 ” hihihiiii… ” Ester cekikikan sambil menimang penis Wawan yg perlahan lemas mengecil

 Mereka kembali duduk berdampingan saling peluk dan diam menikmati udara AC yg begitu sejuk menerpa tubuh mereka yg lemas melepas sisa2 orgasme sambil menonton film yg hampir selesai………

============

Matahari siang terasa begitu menyengat membuat pakaian seragam Dita basah oleh peluh, begitu juga pakaian dalamnya terasa lengket. Dia pulang diantar oleh Thomas

 ” duh gerah bangeeet, ACnya gedein dong say*” keluh Dita

 ” iya panas hari ini, itu AC udah maksimal ” kata Thomas

 ” hhuhhh.. masih gerah yah ” kata Dita mengecek udara yg keluar dari blower AC di dashboard

 *Dita membuka 3 kancing bajunya yg atas*lalu menunduk*menempelkan dadanya yg terbuka *pada lubang AC dashboard

 ” uuuuhhhh… sejuuukk ” Dita terpejam menikmati sejuknya AC langsung mengenai kulit dadanya

 ” yah.. kamu sih jadi dingin, aku yg sekarang makin kepanasan ” kata Thomas melirik dada Dita

 ” hhihihiiiii…. biarin ” kata Dita tersenyum

 ” heiii… ck.ck.ck ” Thomas kaget dan hanya bisa geleng2 kepala ketika Dita menarik BHnya ke atas sehingga payudaranya yg putih montok menggantung bebas didepan dashboard

 “uuuuuuuhhh…. ” Dita mendesah terpejam meresapi sejuknya AC yg menerpa langsung* payudaranya

 ” cleguks… sayaaaang… masuk angin lho ” Thomas menelan ludah melihat payudara begitu montok menggantung bebas

 ” uuhh… hihihiiiiiiii…. sejuk banget sayang ” Dita masih terpejam tdk hanya menikmati sejuknya AC, namun dia juga menjadi horny karena putingnya yg diterpa AC langsung menjadi dingin geli membuatnya merinding

 “ihhh.. hihihiii” Dita menggelinjang kegelian lalu membetulkan lagi BHnya dan hendak *menutup lagi baju seragamnya

 ” yah.. kok di tutup sih ” Thomas cemberut membuat Dita menghentikan aksinya

 ” hihihhiiii… ntar kamu tambah kepanasan” senyum Dita genit

 ” hmmm.. pegang dikit dong say ” pinta Thomas memelas

 “dikit aja yah ” kata Dita nakal lalu meraih tangan kiri Thomas*dan menaruh ke*puting payudaranya yg*cup BHnya diangkat kembali*

 ” aoowww.. ih nakal ” teriak Dita genit ketika dgn nakal jari Thomas mencubit puting Dita

 ” hihihi.. abis gemesss ” Thomas cengengesan

 ” yeeee… dasar ” kata Dita mencubit lengan Thomas lalu membetulkan lagi BH dan bajunya

 ” mampir dulu ya sayang, masih kangeeen ” rajuk Dita ketika mobil telah sampai di depan rumahnya

 ” oke.. ” jawab Thomas memasuki halaman rumah Dita setelah pembantu membukakan gerbang

 Mereka bergegas turun dari mobil

 ” ayo masuk” ajak Dita membukakan pintu lalu masuk

 ” siang ma ” Dita mencium mamanya yg sedang membaca tabloid di ruang tamu dan membalas ciuman anaknya

 ” Selamat siang Tante ” sapa Thomas pada mama Dita

 ” siang nak Thomas, baru pulang sekolah??” tanya mama Dita basa basi

 ” iya tante ” jawab Thomas*lalu duduk di kursi

 Sementara Dita masuk kekamar menaruh tas lalu ke kulkas mengambil minuman dingin

 ” ini minum Tom ” kata Dita menaruh gelas di meja.

 ” ajak Tomas makan Dit ” kata Mama Dita lalu beranjak ke depan televisi agak jauh dari ruang tamu

 ” ntar aja ma ” jawab Dita duduk di kursi depan Thomas, sengaja kakinya diangkat bersila di kursi sambil menikmati minuman

 ” uuuhh.. segaaaarrr ” Thomas meneguk minuman dingin sambil matanya menatap paha Dita yg roknya terangkat karena duduk bersila

 ” hayoo liat apa ” kata Dita genit menaruh tangannya dipangkuan sehingga roknya tertekan menutupi selangkangannya

 ” hehheheeee… dikiiiiiitt ” pinta Thomas sambil cengengesan

 Dita memindahkan tangannya sambil merenggangkan posisi silanya sehingga celana dalamnya kelihatan oleh Thomas

 “cleguks… ” Thomas menelan ludah, kemudian menengok ke arah mama Dita yg sedang nonton TV takut kalo2 ketahuan

 ” santai aja sayang mama nggak ngliat, ntar kalo mama ke sini kan aku udah tau ” bisik Dita lalu duduk bersandar dgn kaki masih bersila merenggang membuat pahanya semakin lebar terbuka menampakkan sepasang paha mulus dan celana dalam putih

 ” huuuffttt… ” Thomas menarik nafas berat menikmati paha mulus Dita

 Pandangan mata Dita menggoda sambil sesekali melirik ke arah mamanya yg asyik nonton TV

 ” Kurang Lebar ” bisik Thomas sambil memberi tanda dgn tangannya agar Dita melebarkan pahanya

 Dita mengubah posisi duduknya, masih tetap bersandar kini satu kakinya turun dari kursi satunya lagi tetap dikursi menekuk sehingga roknya semakin terangkat dan pahanya semakin terbuka lebar, celana dalamnya tampak menggembung tersimpan vagina yg montok dan telah horny

 Pandangan Thomas begitu serius karena nafsunya menggebu menikmati paha dan celana dalam Dita

 ” ehem… ” Dita pura2 batuk segera menurunkan kakinya dan duduk biasa ketika dia melihat mamanya berdiri, Thomas juga agak kaget

 Ternyata mamanya menuju kulkas lalu balik lagi menonton TV

 ” bentar ya say.. ” bisik Dita beranjak menuju kamarnya

 Thomas menarik nafas berkali kali utk meredakan nafsu yg semakin menggelora

 Dita keluar lagi*namun kini*dia tidak *duduk kembali di kursi , namun duduk bersila di lantai*sehingga terlindung kursi didepannya namun dia masih tetap bisa mengawasi mamanya

 ” ada apa say ” tanya Thomas ketika Dita tersenyum senyum penuh arti kepadanya

 Sambil mengedipkan matanya genit, Dita menekuk satu kakinya sehingga pahanya terbuka lebar sampai ke pangkalnya

 ” cleguksss… ” Thomas terbelalak menatap selangkangan Dita, karena Dita tidak lagi memakai celana dalam sehingga dia bisa melihat langsung vagina Dita yg montok berbulu jarang dan lembut terhimpit sepasang paha mulus

 ” hihiihiiii.. ” Dita tersenyum genit lalu bersandar ke kursi di belakangnya, tatapan matanya begitu menggoda

 ” huuuftt..huuufttt ” nafas Thomas terengah melihat posisi duduk Dita

 Dita merenggangkan pahanya semakin lebar lalu memberi isyarat kepada Thomas agar Thomas mengelus penisnya sendiri

 Sejenak Thomas menoleh ke arah mama Dita yg masih nonton TV, lalu dia bersandar dan memajukan pinggulnya lalu mengelus elus penisnya sendiri yg masih terbungkus celana

 Tindakan Thomas membuat darah Dita berdesir, vaginanya berdenyut horny mengeluarkan lendir kewanitaan. Sepasang pahanya bergerak pelan merenggang merapat menggoda Thomas

 Dita melemparkan bantal yg ada di kursi di belakangnya ke arah Thomas dan memberi isyarat agar menaruhnya diatas pangkuan Thomas utk melindungi aksi tangannya yg mengelus penis

 Meski Thomas memangku bantal namun bagian penis Thomas yg masih terbungkus celana dan dielus elus tetap terlihat oleh Dita karena posisi duduknya lebih rendah

 ” euuh.. ” Thomas melenguh*memasukkan tangannya ke dalam celana dan menggenggam kuat penisnya yg terasa panas dan mendesak keluar

 ” hmm.. ” Dita*tersenyum nakal melihat Thomas terlanda birahi membuat dia juga semakin nafsu

 ” Diitt.. makan dulu giih ” suara mama Dita mengagetkan mereka yg sedang berpandangan penuh nafsu

 ” Bentar maa.. masih kenyang ” sahut Dita yg secara reflek membetulkan duduknya

 ” fiuuhh.. sayang aku nggak kuat ” bisik Thomas dgn tatapan sayu sambil melanjutkan lagi mengelus penis dibalik celananya

 ” hihihiii ” Dita hanya tersenyum kemudian mengubah posisi duduk dgn kedua*kakinya menekuk ke depan dan masih tetap bersandar di kursi sehingga vaginanya benar2 terbuka tidak terlindung rok Dita, vagina tsb *nampak menonjol montok diantara pahanya yg putih mulus

 ” ouuuchh..” desah Thomas berat dan memasukkan kembali tangannya ke dalam celana semakin kuat menggenggam penis di dalam celana tsb

 Dita merapatkan pahanya lalu direnggangkan lagi begitu berulang ulang sambil menatap penuh nafsu pada Thomas yg sedang mengocok penisnya sendiri di dalam celana

 ” Buka ” kata Dita tanpa suara hanya bibirnya yg bergerak memberi isyarat kepada Thomas utk membuka resleutingnya

 ” haa.. ” Thomas melongo bingung dan menoleh ke arah mama Dita

 ” tertutup bantal ” bisik Dita lagi nyaris tanpa suara memberi isyarat

 Lalu Thomas menurut, di bawah bantal tangannya menurunkan resleutingnya lalu mengeluarkan separuh penisnya melalui resleuting

 ” uhhh… ” Dita melenguh penuh nafsu melihat permintaannya di kabulkan Thomas

 ” Remas … ” kata Thomas pelan memberi isyarat pada Dita agar meremas sendiri payudaranya

 Setelah memastikan mamanya asyik dgn TV, dgn tatapan sayu Dita meremas pelan kedua payudaranya sendiri

 ” huuuftyt… ” Thomas semakin kuat menggenggam separuh penisnya di bawah bantal, nafsunya semakin membuncah melihat tindakan Dita

 Nafsu mereka berdua benar2 sudah menggelora, sensasinya begitu dahsyat karena dilakukan dgn sembunyi2 sementara mamanya tidak jauh dari mereka. Perasaan nafsu dan deg2an bercampur menimbulkan sensasi yg luar biasa

 ” aahhh…” Dita yg terlanda nafsu semakin menggila, satu tangannya kini mengelus vaginanya sendiri sambil tetap sesekali mengawasi mamanya, lalu kembali memandang penis Thomas dibawah bantal yg sedang di kocok oleh pemiliknya membuat darahnya semakin bergolak

 ” eeuuhh.. ” Thomas juga semakin tak terkendali, genggamannya semakin erat dan kocokannya semakin cepat

 “ups.. *eh..*papa .. echh… ” Seperti disambar petir kagetnya mereka berdua ketika terdengar suara pintu gerbang dibuka dan mobil masuk, Dita tau itu papanya dan Leo sudah pulang

 Mereka semakin gugup karena mama Dita juga beranjak utk membukakan pintu, untung dia tidak menoleh ke arah mereka berdua

 ” huuuftt.. hoossfftttt.. “* sambil merapikan pakaian mereka mencoba sekuat tenaga menahan nafas agar tdk terengah engah. Dita langsung beranjak masuk ke kamarnya agar tidak ketahuan

 *” siangg omm ” sapa Thomas sambil menahan nafas agar tdk terengah engah

 ” eh.. ada Thomas, lha Dita mana ” tanya papa Dita sambil melepas sepatu, sedangkan Leo langsung masuk ke kamarnya

 ” lagi ngambil buku di kamar om ” jawab Thomas sekenanya

 ” ooohh.. ya udah lanjutkan, om mau istirahat dulu ya ” kata papa Dita sambil beranjak masuk

 ” iya om… fiuuuuhh ” jawab Thomas lega

 Beberapa saat kemudian Dita keluar sambil senyum2

 ” untuuungg… huuuftt ” bisik Thomas menghempaskan nafas

 ” hihiiiii… nyaris saja ” kata Dita tertawa*lalu duduk disamping*Thomas

 ” trus gimana sayaang, nanggung nih ” kata Dita manja*

 ” sama.. mau gimana lagi, *terpaksa deh….. ” Thomas tersenyum tdk melanjutkan kata2nya

 ” terpaksa paan ..? ” tanya Dita bingung

 ” terpaksa kita onani sendiri2 hihihii ” bisik Thomas pelan di telinga Dita di sambut tawa juga oleh Dita

 ” aku mau itu sambil mbayangin sayang yah ..” bisik Dita makin manja penuh nafsu

 ” he`em.. aku juga mbayangin sayang ” bisik Thomas

 Lalu Thomas segera pamitan pada mama dan papa Dita utk pulang

 Setelah mengantar Thomas sampai depan, Dita langsung masuk kamar dan menguncinya..

 Dgn buru2 dia langsung meloncat ke tempat tidur dan memeluk guling dgn erat

 ” euuuhhh…”* Desah Dita mengelus vaginanya yg terhimpit guling setelah mengangkat rok seragamnya*sampai ke pinggang

 ” eehhh..aaaaaaahhh.. ” Dita semakin erat memeluk guling menekankan payudaranya dan menggesek gesekkannya sambil tangannya semakin cepat mengelusi vaginanya yg sudah basah licin dan menggembung menahan birahi

 ” aaaaaaaaaacchhh…… ahhh ” Paha mulus Dita semakin erat menghimpit guling dan menggesekkan vaginanya dgn kuat pada guling tsb sementara tangannya memeluk erat guling tsb agar payudaranya terhimpit

 ” akkhh..akhhh….aakkhhh ” Desahan Dita panjang namun tersendat, tubuhnya mengejang sementara gerakan pinggulnya semakin cepat menggesekkan vaginanya yg berdenyut denyut pada bantal yg lembut tepat pada kelentitnya

 Gelora orgasme yg melanda dgn hebat *membuat gerakan Dita semakin liar sampai guling yg tadi dihimpit miring kini di tindih dan di peluknya dgn sangat erat

 ” aaaaaaaaacchhhh… ” desahan penuh kepuasan Dita mengiringi denyutan vagina Dita melepas orgasme berkali kali sampai tubuhnya melemas tak bertenaga

 ” huuufftt.. huuufttt ” nafas Dita terengah engah terbenam dalam bantal

 Tubuh lemasnya sesekali masih menggelinjang melepas sisa2 orgasmenya, sampai akhirnya dia terlelap memeluk guling..

++++++++++++

Minggu pagi om Robert papa Dita sedang asyik menonton televisi sambil menikmati kopi. Acara berita pagi yg menyajikan berita2 terhangat kemarin dan hari ini.

 ” Papa liat sisir Dita gak?? ” tiba2 Dita yg habis mandi dan hanya melilitkan handuk ditubuhnya datang mencari sisir

 ” Nah lo.. di taruh dimana sayang ” kata Papa menatap tubuh Dita yg montok putih mulus dalam balutan handuk putih.

 Meski dia sering melihat kemolekan tubuh anak tirinya tsb, namun tetap saja pemandangan tsb membuat jantungnya berdegub. Sedangkan Dita cuek saja karena dia sudah terbiasa

 “Nggak tauu ” cemberut Dita sambil membungkuk mencari sisir di tumpukan samping televisi

 ” cleguks…” Om Robert menelan ludah melihat pantat Dita yg terbungkus handuk terlihat begitu montok, dan handuknya yg belakang terangkat agak tinggi memperlihatkan pahanya yg putih mulus berbulu halus

 Selama ini om Robert memang sering memperhatikan kemontokan dan kemulusan tubuh Dita, namun hanya sebatas memandang saja karena walaubagaimanapun juga Dita adalah anaknya. Seringkali nafsunya langsung naik kalo melihat Dita duduk dgn semabrangan menampakkan celana dalamnya. Kalo sudah begitu maka yg jadi pelampiasan adalah mama Dita, tante Melly (istrinya )

 ” Sayaaaang.. pake baju dulu gih bikin papa deg2an ajah ” kata om Robert bercanda

 ” yeeee.. papa geniit, aku bilangin mama ” sahut Dita sambil terus mencari cari sisirnya di meja yg lain di samping papanya

 ” hahahahha… orang papa kan nggak ngapa ngapain kok dibilang genit, ntar papa sendiri aja yg bilang*” Tawa om Robert

 ” gak genit gimana?? tuh kan papa ngliat ini terus hihihii*” kata Dita tersenyum sambil membusungkan dadanya yg terbalut handuk lalu ngeloyor ke kamarnya

 “*Huuuft.. dasar ABG sekarang” batin om Robert geleng2 kepala lalu melanjutkan menonton berita

 Tante Melly tahu kalo suaminya selalu bernafsu kalo melihat paha maupun celana dalam Dita karena Om Robert bercerita secara terus terang. Komunikasi diantara anggota keluarga mereka terjalin sangat baik dan terbuka. Meski kadang tante Melly menasehati, namun Dita cuek saja

 Dan sesuai janji om Robert dia hanya melihat saja dan tidak akan pernah memegang apalagi menodai Dita. Hal itu yg membuat tante Melly tdk khawatir tapi justru menikmati saat om Robert sedang horny karena permainannya akan semakin ganas

 ” hehehhe.. ternyata dikamar Pa ” Dita kembali keruang TV sambil menyisir rambut di depan cermin kecil yg ada diruang tsb dan masih menggunakan handuk

 ” Makanya di cari yg teliti dulu sayaaang ” kata om Robert sambil melirik ke arah paha mulus Dita

 ” tadi udah dicari, tapi gak ada ” kata Dita sambil membalikkan badan

 ” cleguks… ” om Robert gelagapan karena ketahuan sedang memandang paha Dita

 ” iiihhh..* nah kan papa geniiit ” kata Dita sambil menghampiri papanya

 ” aooww..ampuun hahhaha ampuun sayaaaaaang ” teriak om Robert menghindari cubitan Dita pada lengannya

 ” Dasar papa genit.. iiih nakal ” Dita mencubiti lengan papanya sambil tertawa

 ” Ampuunn.. eit.. handuknya mau lepas tuh sayaang ” kata Om Robert melihat handuk yg dipakai Dita mau lepas di bagian dadanya

 ” eitt.. ihhh tutup rapat ntar papa pengen ” Dita tersenyum nakal mendekap dadanya

 ” hahahhaa.. nggak tuh.. *ntar papa minta mama dong huu ” kata om Robert memanyunkan bibirnya

 ” masa` siih *papa nggak pengen “*Tersenyum *Dita menggoda papanya dgn *menurunkan sedikit lipatan handuknya memperlihatkan pangkal payudaranya yg montok

 ” clegukss… ” om robert menelan ludah melihat kenakalan anak tirinya

 ” turun lagi hhihiiihii ” Dita menurunkan lagi lipatan handuk pada dadanya sampai warna merah yg mengelilingi putingnya* terlihat begitu kontras dgn kulit payudaranya yg putih

 ” Mamaaa… Dita nakaaal hahahahhahaa ” om Robert tertawa menghilangkan salah tingkahnya

 ” hahahhaa.. tuh mama datang ” kata Dita menunjuk keluar, lalu dia pergi ke kamar sambil tertawa

 Guyonan seperti itu memang sering terjadi diantara mereka dan mereka menganggap hal biasa meski om Robert harus setengah mati menahan gejolak utk tetap tidak menubruk Dita

 ” Hayooo.. pada ngapain tertawa tawa ” Mama Dita baru saja*selesai merapikan bunga di teras rumah dan masih mengenakan daster tanpa memakai BH

 ” Dita tuh lho mamaaa..” Om Robert langsung memeluk erat istrinya yg baru saja duduk disampingnya

 ” enggak Maaa… Papa tuh yg genit liatin paha Dita terus hahahaha.. ” sahut Dita dari kamar sambil tertawa

 ” Ooouuu.. papa genit*harus di jewerrrr ” kata tante Melly menjewer pelan telinga* suaminya

 ” hahaha.. Dita boong ” teriak Om Robert semakin erat memeluk istrinya dan menciumi tengkuk istrinya

 ” euuhh.. iihh papaaa* geliiiii” lenguh tante melly menggeliat kegelian dalam dekapan erat suaminya yg begitu bernafsu.

 ” Hayooooooooooo…*, kan papa yg genit Ma ” Dita kembali ke ruang TV mendapati papanya sedang memeluk dan menciumi Mamanya

 Hal tersebut sudah biasa bagi*Dita karena dia sudah sering melihatnya, dan om Robert serta*tante Melly juga membatasi hanya sekedar peluk dan cium pipi kalo sedang*ada anak2nya.

 Namun semenjak Dita berpacaran dgn Thomas dan tahu apa artinya peluk dan cium membuat Dita kadang salah tingkah dan mencuri curi kesempatan saat Papa dan Mamanya sedang berpelukan

 Dita dgn manja duduk di sebelah mamanya yg sedang di peluk papa. Dia sudah berganti memakai kaos dan celana yg sangat pendek

 ” Ma.. Papa tuh dari tadi pagi ngliatin paha Dita terusss ” Canda Dita mengadu sambil tersenyum dan ikut memeluk Mamanya

 ” Pantesaaannn.. iihh papa genit jewer lagi hijiihiihih ” Tante melly kembali menjewer lembut telinga suaminya

 ” aahhh.. ampuun hahahhahaaa.. ” Om Robert tertawa

 ” hahahaa.. jewer yg keras Maaa.. giniii*” teriak Dita ikut meraih telinga om Robert dan menariknya

 ” aooww.. hahaha.. ampuuunn sayaaang ” Om Robert pura2 kesakitan dan*merapatkan *kepalanya ke dada*Mama melindungi telinganya

 Mama Dita hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya yg pura2 kesakitan agar kepalanya bisa menekan payudaranya yg tanpa BH, dgn sengaja Mama membusungkan dadanya menyambut kepala Papa

 ” eh.. katanya tadi Papa juga *mau minta susu sama Mama hayoo hahahha ” Dita tertawa memeluk mamanya

 ” nih udah dapet.. ” kata Papa semakin menempelkan kepalanya ke payudara Mama

 ” eiiitt.. gak boleeeh.. ini kan punya Dita waktu kecil hihii” Tangan Dita menggenggam payudara mamanya agar tdk menempel dgn pipi Papanya

 ” hahahha… kan Dita udah punya sendiri sekarang , ini buat papa ” Kata Papa memegang payudara Mama yg satunya

 Mereka tertawa bersama sama rebutan payudara Mama Dita

 Guyonan tersebut tanpa sadar *membuat Mama Dita kegelian dan nafsunya terpancing naik karena kedua payudaranya yg tanpa BH di buat rebutan oleh suami dan anaknya, membuat dia menggeliat kegelian

 ” udaah.. udah.. Papa yg ini, Dita yg ini biar adil hihihi ” Mama Dita meletakkan tangan Papa pada payudara sebelah kanan dan tangan Dita pada payudara sebelah kiri

 ” Aaaaahhh… iihh kalian nakal ” Mama melenguh kegelian karena secara bersamaan tangan Papa dan Dita meremas lembut kedua payudaranya disambut tawa mereka bersama

 Sama seperti Mama, nafsu papa pun semakin menjadi dgn guyonan tersebut. Panisnya ereksi maksimal dibalik celana pendeknya

 ” Mamaaaaa… ” Papa mencium pipi Mama Dita sambil tangannya tetap meremas remas payudara istrinya

 ” MMmmmm… ” Mama Dita hanya tersenyum, sedang Dita masaih gemas meremas payudara mamanya yg semakin kenyal

 ” kalo sama punya Dita gedean mana Ma ” Dita membusungkan dadanya ke arah payudara mamanya

 ” hiihihiiii.. gede punya mama dong sayaaang ” Mama Dita juga membusungkan dadanya membandingkan dgn punya anaknya

 Om Robert hanya menelan ludah sambil tetap mengendusi telinga istrinya

 ” Punya mama segini… punya Dita segini,sama kok ma hihihii” *kata Dita menangkupi payudara Mamanya lalu menangkupi payudaranya sendiri

 ” kan sayang memakai BH, mama kan tidak ” kata Mama

 ” coba sama2 gak pakai hahahah ” canda papa

 ” iihh… papa makin geniit hihiiii ” Mama Dita mencubit paha suaminya

 ” iya.. coba ah hihihiihih ayo papa merem gak boleh liat ” kata Dita

 ” iyaaa papa merem nih ” kata papa Dita memicingkan matanya

 ” enggak enggak… papa masih ngintip ” teriak Dita protes

 ” nih biar mama tutupin ” kata mama lalu meletakkan telapak tangan kirinya di muka suaminya sekenanya

 Dita lalu membusungkan dadanya lalu mengangkat kaosnya beserta BHnya yg dari kain tipis. Payudara Dita yg putih montok tampak begitu indah menggelayut di dadanya

 Mama Dita dgn satu tangan menurunkan tali dasternya yg sebelah kiri lalu* dia merogoh *payudaranya sendiri utk dikeluarkan dari dasternya.

 Meski ditutupi menggunakan telapak tangan istrinya namun papa Dita tetap masih bisa melihat pemandangan di depannya karena mama sengaja menutupi mata papa dgn renggang agar suaminya nanti semakin liar , sebab nafsu mama juga sudah naik ke ubun2 tapi dia pandai menguasai diri.

 Nafas papa terasa begitu panas di telapak tangan mama, menandakan nafsu om Robert sudah sangat menggebu

 ” Nah coba ukur sayang ” kata Mama membusungkan dadanya mendekatkan pada payudara anaknya

 Dita menangkupi payudara mamanya lalu membandingkan dgn menangkupi payudaranya sendiri

 ” hihiiii.. iya gede punya mama, putingnya juga*” kata Dita tersenyum sambil mencubit puting mamanya

 “auuww.. ihh.. nakal ” Mama terkejut dan juga kegelian karena putingnya semakin sensitiv

 ” hahahahahaa.. ” Dita terbahak sambil membetulkan kembali BH dan kaosnya

 ” Naah kalo sekarang papa boleh liat ” kata Mama mengalihkan tangannya dari muka suaminya

 ” hiihiii… Dita nenen ah.. ” kata Dita manja langsung memburu puting mamanya yg masih terbuka keluar dari dasternya

 ” auuww aahh ” Mama Dita mendesah lirih krn putingnya yg sensitiv begitu hangat di dalam bibir anaknya

 Nafas Om Robert semakin tersengal sengal melihat adegan yg belum pernah dia lihat sebelumnya. Tangannya erat memeluk istrinya sambil menciumi penuh nafsu

 ” papa juga mauuuu ” bisik Om Robert lirih ditelinga istrinya yg basah dia kulum

 “eehh… ” Mama Dita hanya melenguh sambil tangannya meraih kepala suaminya dan dgn pelan ditekan ke bawah ke arah payudaranya

 ” aoww.. ih papa ikut ikuuuuuuuutt hahaha ” teriak Dita kaget ketika tiba2 kepala papanya memburu kearah payudara Mama yg satunya yg masih didalam daster

 ” hahahhaaa… yg itu punya Dita yg ini punya papa ” Papa langsung mengulum puting istrinya yg masih terlindung daster

 ” aaahhhh.. ” Mama menggeliat membusungkan dadanya sambil tangannya mengeluarkan payudaranya yg satu dari dalam daster yg langsung di caplok dan disedot oleh suaminya

 ” uumm… papa rakuuuuss huhuhuuuu ” kata2 Dita tdk begitu jelas karena bibirnya terus menyedot puting mamanya

 ” aaaaaccchhh…” kepala mama Dita terdongak keatas menikmati sensasi yg luar biasa di kedua payudaranya

 Tangan kananya menekan kepala suaminya sedangkan tangan kirinya mengelus rambut anaknya

 ” aaaaaacchhhh…akhh ” mama Dita semakin menggeliat karena permainan lidah suaminya semakin liar sedangkan Dita menyedot puting mamanya dgn gemas

 ” gruuuuung… gruuunggg.. ” Tiba2 terdengar suara menderu dari motor sport*Leo dan teman2nya memasuki halaman rumah dari jalan2 pagi di alun2 kota

 Dgn bergegas mereka menghentikan kegiatan mereka. Mama Dita segera membetulkan kembali dasternya

 “hahahahahhaa…. ” mereka bertiga tertawa lalu saling memeluk mama dari kanan dan kiri dan mama bergantian mencium kening suami dan anaknya…

 FINISH…………

ANI

Namaku Sony dan aku adalah seorang mahasiswa semester 5 jurusan Fisika di suatu Perguruan Tinggi yang cukup terkenal di kota Bandung, Aku mempunyai sahabat yang sangat akrab bernama Aceng. Sebagai dua orang sahabat karib, kami kemana-mana selalu berdua. Bahkan saking akrabnya secara bercanda teman-temanku yang lain di kampus selalu mengatakan kami adalah sepasang suami istri. Padahal kami adalah dua orang pemuda yang normal, yang masing-masing telah punya pacar.

jilbab semok (1)
Kami selalu belajar bersama bahkan sampai menginap, kalau tidak di rumahku maka pastilah di rumah Aceng sehingga keesokan harinya kami ke kampus bersama-sama. Bahkan lebih sering aku yang menginap di rumah Aceng. Sedangkan Aceng tinggal bersama dengan kakak perempuannya yang sudah bersuami dan mempunyai dua orang anak, yang pertama adalah perempuan berusia kurang lebih 14 tahun dan duduk di kelas 2 MTs bernama Ani dan sedangkan yang kedua laki-laki bernama Danu dan masih duduk di kelas 2 SD.
Ani adalah seorang gadis remaja yang cantik, manis dan lugu. Dia selalu mengenakan jilbab baik pada saat pergi ke sekolah maupun di rumah. Nampaknya sebagai gadis remaja, Ani sedang memasuki masa puber sehingga dia mulai menyenangi lawan jenis. Sering aku lihat Ani mencuri-curi pandang padaku pada saat aku sedang belajar di rumahnya bersama Aceng, namun tak terlalu kupedulikan dan aku memang tak berniat untuk menggodanya karena aku sangat menghargai persahabatanku dengan Aceng.
Pada suatu hari Aceng meminta padaku untuk mengajari Ani pelajaran matematika, karena dia merasa kesulitan dalam pelajaran tersebut, sedangkan Aceng merasa tidak mampu untuk memberikan penjelasan tentang pelajaran tersebut. Aku menyanggupinya sehingga sejak saat itu secara rutin seminggu dua kali aku memberi pelajaran tambahan matematika ke Ani sampai jam 9 malam, sebelum aku belajar bersama dengan Aceng hingga larut malam.
Selama belajar denganku, kurasakan bahwa Ani semakin memperhatikan diriku, dia begitu manja dan selalu meminta perhatian dariku. Ada saja yang dia tanyakan agar dia bisa berdekatan dan ngobrol denganku, bahkan sering kali dia menggodaku dan mengajak bercanda. Namun sampai saat itu aku masih bisa mengendalikan diri dan perasaan untuk tidak tergoda memacari keponakan sahabatku ini.
Hubunganku dengan keluarga Aceng, sudah sangat akrab seperti keluarga sendiri. Aku sudah tidak sungkan-sungkan lagi di rumah itu, bahkan walaupun Aceng tidak ada di rumahpun, aku sudah terbiasa keluar masuk rumah itu dan tidur di kamar Aceng. Namun ada sesuatu yang kurang nyaman, jika aku belajar hingga larut malam di rumah Aceng ini, yaitu jika pada malam-malam tertentu kakaknya Aceng melakukan hubungan suami istri dengan suaminya, aku merasa sedikit terganggu karena kakaknya Aceng selalu mengeluarkan erangan-erangan nikmat yang cukup keras, hingga kadang-kadang terdengar sampai ke kamar Aceng dimana aku atau kami sedang belajar. Tentu saja hal itu membuat diriku terangsang dan hilang konsentrasi belajarku.

jilbab semok (2)
Suatu hari, setelah aku mengajari Ani, Aku melanjutkan dengan belajar sendirian, karena Aceng sedang pergi ke Banten menemui kakaknya yang paling besar untuk keperluan tertentu. Sekitar jam 11 malam aku ke WC untuk kencing. Dan untuk ke WC aku harus melewati kamar kakaknya Aceng yang bersebelahan dengan kamar Ani. Ketika aku tepat berada di depan pintu kamar kakaknya Aceng, kudengar suara desahan dan erangan nikmat dari mulut kakaknya Aceng dan suaminya. Nampaknya mereka sedang melakukan hubungan suami istri. Tanpa aku sadari, aku terdiam dan mendengarkan desahan dan erangan yang cukup merangsang diriku. Namun beberapa saat kemudian aku melanjutkan langkah kakiku menuju WC dan selintas kulihat pintu kamar Ani agak terbuka sedikit, rupanya lupa dia tutup rapat.
Setelah aku dari WC, kulihat pintu kamar Ani masih agak terbuka dan lampu kamar dimatikan. Iseng-iseng aku lebih memperhatikan isi kamar yang gelap itu. Aku tersentak heran karena melihat Ani sedang mengintip kamar orangtuanya dari jendela kaca yang terpasang diantara kamar Ani dan kamar orang tuanya dan dihalangi gordyn dari kamar orang tuanya, namun menyisakan celah yang bisa digunakan untuk mengintip apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Nampaknya dia begitu terhanyut dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ani tidak menyadari, ketika pintu kamar aku buka perlahan-lahan dan secara perlahan-lahan pula kuhampiri dirinya.
Di belakang Ani, aku melihat ibunya Ani sedang merem-melek sambil mengerang nikmat ketika ayahnya dengan sangat bergairah memompa penisnya ke dalam vagina ibunya sambil mulutnya memilin-milin putting susu ibunya dan tangannya meremas-remas buah dada ibunya yang satu lagi. Terlihat Ani sangat terangsang dengan apa yang dilihatnya, napasnya memburu, tangan kanannya meremas-remas buahdadanya sedangkan tangan kirinya menggosok-gosok vagina dengan penuh kenikmatan. Akupun sangat terangsang melihat adegan live show itu, penisku langsung mengeras dan napaskupun tanpa kusadari telah memburu dipompa nafsu yang mengebu-gebu.
Kutepuk bahu kiri Ani. Dia tersentak kaget, tapi kusimpan telunjukku didepan bibirku memberi isyarat agar dia jangan ribut. Dia diam tidak bersuara, tapi terlihat bahwa dia sangat malu karena kepergok sedang mengintip. Lalu kubisikan ke telinganya “ Ayo ikut ke kamar Aa, ada yang ingin Aa bicarakan dengan Ani !”. Ani hanya termangu, lalu kupimpin tangannya dan secara perlahan-lahan kutarik dia ke kamar Aceng. Ani hanya menuruti apa yang kulakukan. Kutup pintu kamar Ani dari luar dan kami segera ke kamar Aceng.
Setibanya di kamar Aceng, kututup pintu kamar dan kutarik tubuh Ani agar dia duduk disisi tempat tidur. Lalu aku bertanya “Ani sering mengintip apa yang dilakukan oleh Ayah dan Ibu Ani seperti tadi ?”.
Dengan malu-malu Ani menjawab “Sering A, habis Ibu dan bapak kalau lagi begituan suka ribut, membuat Ani terbangun dari tidur..”
“Sejak kapan, Ani suka ngintip ?” tanyaku lagi
“Dari dulu A, barangkali sejak Ani kecil…” jawabnya lagi.
“Apa yang Ani rasakan, pada saat ngintip ?” tanyaku lagi ingin tahu
“Gimana ya, susah diomongin…, rasanya darah seperti berdesir, merinding tapi ada perasaan melayang-layang…. , pokoknya mah susah diomongin lah….malah ada perasaan pingin nyoba, abisnya ibu seperti yang sangat keenakan sampai merem-melek segala, apalagi kalau pingin udahan ibu dan bapak suka melonjak-lonjak sambil melotot dan menjerit-jerit keenakan kemudian terhempas seperti yang sangat kelelahan kemudian mereka saling melepas senyum bahagia dan berciuman mesra” jelasnya dengan polos.
“Terus…, kenapa atuh…., sambil ngintip, Ani pake meremas-remas susu dan menggosok-gosok bagian selangkangan Ani segala..?” tanyaku lagi semakin ingin tahu.
“Abis enak sich…” jawabnya dengan genit.

jilbab semok (3)
“Ani pingin nyoba, seperti yang dilakukan oleh orang tua Ani tadi ?” pertanyaan isengku muncul
Dengan ragu-ragu dia menjawab “karena sering mengintip, Ani jadi ingin sekali mencobanya. Tapi dengan siapa ? Ani ‘kan belum kawin. Kata temen-teman Ani, yang begituan mah dilakukannya dengan suami, sedangkan Ani kan belum kawin” jawabnya lagi dengan lugu.
“Udah aja Aa sekarang jadi suami Ani, kan kita sudah sangat dekat. Biar pesta perkawinannya mah nanti aja kalau kita udah selesai sekolah. Jadi Ani bisa mencobanya sekarang dengan Aa, karena Aa juga ingin mencoba seperti apa yang dilakukan oleh orang tua Ani !” pikiran kotorku mulai bekerja mempengaruhinya.
Entah Ani terpengaruh oleh rayuanku, atau dia memang sudah sangat terangsang dengan apa yang dilihatnya tadi sehingga dia ingin segera mencoba apa yang dilihatnya. Ani memandangku sejenak dan mengangguk perlahan.
Hatiku bersorak. Kuhampiri wajahnya yang manis, dia menatapku sayu. Bibirku mendekati bibirnya dan secara lembut bibirku mencium bibirnya dengan lembut dan secara perlahan kuhisap dengan penuh perasaan. Perlahan-lahan mata Ani terpejam dan dengan kaku dia mulai membalas hisapan bibirku. Gairahku semakin terpompa dan nampaknya Anipun menikmati ciuman ini, Dia berdecak-decak menciumku, napasnya sudah memburu. Akhirnya kupeluk erat tubuhnya dan Anipun memeluk erat tubuhku, sambil kedua bibir kami saling menghisap dengan gairah yang menyala-nyala.
Walaupun ciuman ini adalah hal yang pertama bagiku juga bagi Ani, namun secara naluri akhirnya bibir kami saling menghisap dan mencium apa yang dapat dicapai oleh bibir masing-masing, mulai dari bibir, hidung, pipi, telinga hingga leher secara bergantian dengan perasaan nikmat yang sukar dilukiskan dengan kata-kata. “Ouhhh… enak.. A.. enak…. Ouhhh… terus… terussss..” erang keenakan keluar dari mulut Ani ketika bibir dan lidahku mencium dan menjilat telinga dan seluruh permukaan lehernya yang halus, kepalanya terdongak dan matanya mendelik, pelukannya pada diriku semakin erat seolah tak mau lepas.
Badanku sudah mulai terasa panas kegerahan, keringatpun sudah mulai keluar dari seluruh pori-poriku dan napas semakin memburu, demikian juga dengan Ani. Lalu badanku agak kurenggangkan diri tubuhnya, sehingga tangan kananku bisa meremas-remas buah dadanya yang mungil dari luar bajunya. Tubuhnya bergetar hebat, ketika telapak tanganku meremas buah dadanya seraya keluar erangan “Auh…Aa… enak..”
Penisku semakin keras mendengar erangan itu, nafsuku semakin menggebu, dan telapak tanganku semakin meremas-remas buah dadanya serta bibir dan lidahku menjilati leher dan dan dagu penuh nafsu. Ani semakin menikmati apa yang kulakukan, desahan nikmat terus-menerus keluar dari mulutnya yang mungil, kepalanya semakin terdongak dan matanya mendelik hingga hanya bagian putihnya saja yang terlihat.
Nafsuku semakin meninggi, baju yang kukenakan semakin basah oleh keringat. Sambil bibirku menghisap bibirnya kucopot bajuku hingga terlepas dan kulemparkan ke bawah tempat tidur, kemudian kubuka kancing baju tidur Ani satu persatu , dia diam saja tidak menolak, bahkan turut membantu melepaskan baju tidurnya hingga terlepas dari tubuhnya dan menyisakan bh ukuran remaja yang menutupi buah dadanya yang mungil. Kucari-cari cara untuk melepaskan bh tersebut, setelah beberapa lama tidak terbuka, Ani membantu melepaskan bh yang menutupi buah dadanya hingga lepas dari tubuhnya. Kini tampaklah tubuh gadis remaja usia 14 tahun telanjang yang menggairahkan dihadapanku, hanya menyisakan celana panjang tidur bagian bawahnya.
Kudorong tubuhnya agar terlentang di atas kasur. Dengan penuh nafsu tangan kananku meremas buah dada yang tertutup oleh telapak tanganku dan terkadang memilin-milin putting susu yang berukurn kecil namun menonjol keras. Kepala Ani tidak bisa diam kuperlakukan seperti itu, kepalanya terus terdongak sambil mata mendelik dan terkadang terpejam rapat sambil mulutnya mengeluarkan desahan “Auh…auh…enak…enak…. Auh….. terus Aa … terusssss”

jilbab semok (4)
Aku semakin bernafsu, mulutkupun tak diam, menjilat menyusuri dada dan akhirnya menjilat dan menghisap putting susu bagian kiri. Seerrr….. badannya kembali bergetar ketika lidah dan bibirku tiba di putting susunya dan terdengan suara erangan “Aaahhh..”
Aku menghisap-hisap buah dada mungil Ani baik yang kiri maupun yang kanan, dan hisapan itu kadang-kadang demikian kerasnya karena rasa gemas dan nafsu yang semakin menggebu, hingga tanpa kusadari menimbulkan banyak tanda merah dipermukaan buah dadanya. Namun nampaknya Ani semakin melayang nikmat dengan apa yang kulakukan, tubuhnya melonjak-lonjak merasakan nikmat yang tak tertahankan dan erangan nikmat terus keluar dari mulutnya.
Ciuman bibirku mulai turun kearah perutnya dan menjilati sekitar pusat sementara kedua tanganku meremas dan memilin kedua buah dada dan putting susunya. Ani semakin tak bisa diam, tubuhnya semakin basah oleh keringat. Lalu mulutku semakin turun dan kedua tanganku menarik celana tidur sekaligus dengan calana dalam yang dikenakannya hingga lepas dari tubuhnya, hingga kini dihadapanku benar-benar tergolek tubuh telanjang menggairahkan dari seorang gadis remaja yang masih duduk di kelas 2 MTs.
Mataku nanar melihat tubuh gadis telanjang yang baru pertama kali kulihat seumur hidupku secara nyata bukan dalam film BF, kuperhatikan jembut di vaginanya masih jarang, hingga bibir vaginanya begitu jelas terlihat. Aku tak sanggup melihat pemandangan merangsang ini berlama-lama, lidahku langsung menjilati bibir vagina itu. Serrrr….. kembali tubuhnya bergetar seperti dialiri aliran listrik ribuan volt. Kali ini getaran itu begitu keras, hingga kakinya terjulur kaku dan kembali ia mengeluarkan teriakan nikmat tanpa diasadarinya “Aaaaahhh Aa….auh,…. “
Kulakukan jilatan bibir vagina dari bawah ke atas secara intensif, pinggulnya bergoyang-goyang tak bisa diam sambil terus-menrus mengerang nikmat “Aaahhh…enak…auh…”
Kujulurkan lidahku untuk membuka bibir vagina itu, tak terlihat ada liang di sana, hanya ada gurat kecil yang sangat rapat, kukorek-korek dengan lidahku, lidahku terasa asin, tapi tak kupedulikan, terus kukorek-korek, gerakan pinggulnya semakin menggila dan akhirnya lidahku naik menyusuri lipatan hingga aku menemukan tonjolan kecil sebesar kacang hijau yang cukup keras, kujilati tonjolan kecil itu. Tubuh Ani semakin bergetar dengan keras dan erangannya seperti tercekik “Aakh……auh Aa….”
Akhirnya aku menjilati cukup lama tonjolan kecil itu. Getaran dan erangan Ani semakin menggila, hingga akhirnya pantatnya naik menekan mulutku dan kedua tangannya menjambak erat rambutku sambil menekan kepalaku ke arah vaginanya sambil menjerit cukup panjang sambil melentingkan badannya “Aaaaaakkhhhh……” kemudian pantatnya berkedut-kedut cukup keras dan cepat. Dan beberapa saat kemudian tubuhnya melemas dan jambakan rambutku terlapas. Ani terlentang lemas dengan napas yang tersengal-sengal kecapean.
Kemudian dengan tenaga yang lemah dia berusaha menarik tubuhku ketas agar wajahnya bisa berhadapan dengan wajahnya. Walaupun ini adalah pengalaman pertamaku, tapi karena aku sering nonton BF, aku tahu bahwa Ani baru saja mengalami orgasme yang cukup hebat. Tubuhku bergeser agar bisa berhadapan dengan tubuh telanjangnya yang lemas kelelahan Ani memandangku dengan tatapan puas dan berkata “Aa , Ani cape, tapi barusan enak sekali….”

jilbab semok (5)
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Kepalanya kubelai dan kucium bibirnya dengan lembut. Ani membalas lemah kecupan bibirku. Lalu kukatakan padanya “Ani barusan mengalami orgasme seperti yang dirasakan Ibu Ani kalau mau selesai waktu berhubungan dengan Bapak, kan Ibu Ani juga suka kelelahan begitu selesai main dengan bapak..” jelasku padanya
“Tapi bapak juga suka menjerit keenakan dan kelelahan, kalau ibu sudah menjerit keenakan seperti Ani tadi. Kenapa Aa kelihatannya masih segar belum nampak kelelahan seperti bapak Ani ?” Tanya Ani dengan lugunya.
“Karena Aa belum keluar, kan Ani lihat, Aa masih pake celana panjang “ jelasku
“Oh..iya..yah… Kenapa atuh celana Aa belum dibuka. Aa curang…, Ani sudah telanjang sedangkan Aa belum… Buka dong !” mintanya dengan manjanya.
Aku yang masih dalam keadaan terangsang, segera membuka celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga begitu terlepas, tampaklah penisku yang masih keras dan tegang terangguk-angguk ketika aku kembali menghampiri dirinya di tempat tidur.
Kemudian Ani bangkit dari tidurnya, tangannya meraih penisku yang tegang dan keras serta dimainkannya dengan dikocok-kocok. Lalu dia berkata “Ibu juga mainin punya Bapak seperti dibeginiin, kelihatannya bapak seperti yang keenakan…” sambil terus menerus tangan lembutnya mengocok-ngocok lembut penisku.
“Ouh… Ni…. Enak.. tentu saja…. Aa juga enak…” kataku sambil merem-melek merasakan kocokan lembut tangan Ani di penisku
Melihat aku yang merem-melek keenakan. Ani semakin bersemangat, Dia jadi ingat dengan yang sering dilihatnya ketika ibunya mempermainkan penis bapaknya. Dia terus mengocok dan memijit lembut penisku membuat diriku melayang-layang kenikmatan. Dan tanpa aku duga-duga, Mulut Ani menghampiri penisku dan lidahnya menjilati kepala penisku sambil tangannya tetap mengocok batang penisku. Aku semakin melayang dan mataku semakin merem-melek keenakan dan mulutku melenguh “Ohhh….ouh… Enak Ni….. enak…ouh…..”
Ani semakin bersemangat melihatku melenguh nikmat, rupanya gairahnya sudah bangkit lagi dengan cepat dan dia sangat menikmati mengoral penisku yang tegang dan keras. Setelah cukup lama dia mengoral penisku, kemudian dia berhenti dan berkata “Aa, bagaimana kalau punya Aa di masukkan ke punyai Ani, seperti yang biasa Bapak lakukan ke Ibu !”
Aku yang masih dikuasai gairah yang menyala-nyala dan belum tertuntaskan tentu saja langsung menyetujuinya, kubaringkan tubuhnya dan kuposisikan selangkanganku berhadapan dengan selangkangannya sementara pahanya terbuka lebar dan lututku berada diantara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku ke bibir vaginanya yang masih rapat naum sangat basah, kudorong pantatku….. mentok, kutekan pantatku , penisku malah bengkok seperti mau patah, aku meringis kesakitan.

jilbab semok (7)
Kucoba lagi mengarahkan ke tepat bibir vaginanya, kutekan…, kepala penis meleset ke atas, kucoba lagi…. Meleset kesamping… kucoba lagi… meleset ke bawah.
Beberapa kali kucoba … selalu gagal, keringatku semakin mengucur deras dan Ani nampaknya semakin terangsang, pinggulnya bergoyang-goyang, sambil berkata..”Ayo dong…Aa.. jangan main-main aja..”
Aku semakin penasaran dan malu terhadap Ani, kucoba lagi mengarahkan penisku ke bibir vagina Ani, kubantu kedua tanganku untuk membuka bibir vagina itu, setelah kepala penis tepat berada didalam celah vaginanya yang basah, kudorong… kembali meleset ke atas hingga kepala dan batang penisku menekan dan menggesek tonjolan sebesar kacang hijau yang terdapat dibagian atasbibir vagina. Kurasakan tubuh Ani bergetar hebat merasakan nikmat, akupun merasakan nikmat yang sangat akibat gesekan ini. Kenikmatan yang kurasakan ini adalah kenikmatan yang pertama kali aku rasakan, akhirnya walaupun aku tak berhasil menembus liang vaginanya saat ini aku merasa cukup dengan menggesek-gesekkan penisku ke celah bibir vagina Ani hingga ke tonjolan sebesar kacang hijau yang barangkali itu yang disebut dengan klitoris.
Gesekan-gesekan yang kulakukan dengan memaju-mundurkan pantatku di atas tubuh Ani menimbulkan kenikmatan yang tiada tara bagiku, mataku sampai berkunang-kunang merasakan kenikmatan ini, diriku seolah melayang-layang terombang-ambing oleh perasaan nikmat yang teramat sangat. Demikian juga yang dirasakan oleh Ani, dia memeluk erat diriku hingga buah dadanya menempel erat dengan dadaku dan sambil menggerak-gerakkan pinggul dan pantat, kami berciuman dengan penuh gairah dan napas semakin memburu
Cukup lama gerakan seperti itu kami lakukan, dan makin lama gerakan kami semakin cepat tak terkendali, hingga akhirnya aku merasa ada gelombang yang maha dahsyat melanda diriku membuat darahku bergerak sangat cepat dan gerakanku menjadi cepat tak terkendali dan menghentak-hentak tubuh Ani. Demikian juga dengan Ani, gerakan pinggulnya telah berubah menjadi lonjakan-lonjakan keras dengan napasyang memburu saling berkejaran. Dan tiba-tiba tanpa kami kehendaki kedua tubuh kami melenting kaku secara bersamaan dan menjerit tertahan melepas nikmat secara bersamaan “Aaaakkh…”
Cret… cret… , spermaku terpancar deras dan kental keluar dari mulut penisku membasahi perut dan pusar Ani. Beberapa kali penisku berkedut-kedut nikmat sambil menumpahkan semua sperma yang ada di dalamnya hingga akhirnya melemah. Demikian juga dengan Ani, pantatnya beberapa kali terjadi kontraksi dengan keras… Dan akhirnya secara bersamaan badan kami ambruk kelelahan. Akupun terbaring disamping tubuh Ani dengan napas yang tersengal-sengal seolah-olah kehabisan napas
Beberapa saat kami terdiam menikmati sensasi nikmat yang baru pertama kualami, kemudian kupandangi wajah Ani dengan perasaan puas dan kukecup bibirnya dengan lembut dan mesara. Ani membalas kecupanku dengan tak kalah lembut dan mesra. Kemudian dia berkata dengan polosnya “Pantas ibu dan bapak sering melakukan hal seperti yang kita lakukan, enak sich…!”
Setelah tenaga kami pulih, Ani mengeringkan sperma yang membasahi perutnya dengan celana dalamnya, kemudian mengenakan celana dan baju tidur tanpa mengenakan celana dalam, akupun mengenakan pakaianku. Dengan hati-hati ia kembali kekamarnya, dan kurasa orang tuanya sudah terlelap tidur kelelahan.
Setelah ditinggal Ani, aku berbaring sambil melamunkan apa yang baru saja kualami. Walaupun aku tidak berhasil melakukan penetrasi secara sempurna pada pengalaman pertama ini, namun aku cukup puas karena merasakan nikmat yang baru pertama aku rasakan. Aku terus melamun hingga akhirnya aku tertidur lelap kelelahan.
Keesokkan paginya, pada saat sarapan bersama dengan keluarga kakaknya Aceng, terlihat perubahan yang sangat mencolok pada diri Ani. Wajahnya sangat ceria walaupun terlihat kurang tidur, secara sembunyi-sembunyi sambil makan dia sering melemparkan senyum bahagia padaku. Dengan seragam MTs dan jilbab yang dia kenakan, dimataku Ani semakin cantik dan menggemaskan saat itu, dan tanpa dapat kutahan penisku langsung mengeras ketika aku teringat apa yang terjadi tadi malam. Setelah sarapan Suami kakaknya Aceng pergi kerja sedangkan Ani dan adik lelakinya pergi sekolah.
Hari itu, aku masuk kuliah jam 11 siang, sehingga aku akan tetap disana sampai aku berangkat ke kampus jam 10.30. Sekitar jam 8.30 pagi, kakaknya Aceng bilang padaku bahwa dia akan ke rumah temannya untuk keperluan bisnis sampingan dan mungkin pulangnya sekitar magrib. Dan dia memesan agar kunci rumah disembunyikan ditempat biasa apabila seluruh penghuni rumah lagi keluar rumah. Dan akhirnya akupun ditinggalkan sendirian di rumah itu. Sambil menunggu rumah, aku membaca buku-buku kuliah sebagai persiapan kuliah yang akan kuhadapi hari itu.
Sekitar jam 10, aku tersentak kaget dan sekaligus bahagia, karena Ani sudah pulang dari sekolah dan langsung menghampiri kamar yang kutempati, lalu kutanyakan padanya mengapa dia pulang lebih awal dan dia menjawab “Di sekolah ada kegiatan PKS (Pekan Kreativitas Siswa), jadi Ani pulang aja ach.. “
“Kenapa pulang , ‘khan kegiatannya seru dan heboh ?” tanyaku lagi
“‘ngga seru Ach… mendingan pulang. “ jawabnya lagi.
“Ngga seru .. atau pingin ketemu Aa ?” tanyaku menggodanya
“’ngga seru dan ingin ketemu Aa” jawabnya sambil mencubit pinggangku dengan manja
“Aduduhh…” jeritku pura-pura kesakitan, begitu cubitannya terlepas aku langsung berucap “lagi dong…!”. Ani kembali ingin mencubitku tapi aku menangkap tangannya yang telah siap mencubit pinggangku, lalu langsung kupeluk sambil kucium gemas bibirnya. Ani membalas ciumanku dengan penuh gairah, kami berciuman sambil berdiri, tanganku membelai jilbab yang dikenakannya sedangkan kedua tangan Ani memeluk erat pinggangku.
Ciuman itu berlangsung begitu lama dan menggairahkan, hingga akhirnya terlepas karena masing-masing kami kehabisan napas. Napasku dan napas Ani begitu memburu didorong oleh gairah nafsu yang mengebu-gebu.
“Tadi di sekolah, Ani ‘ngga bisa tenang, ingat aja ke Aa..” katanya, dilanjutkan dengan mencium bibirku dan kedua tangannya meremas dan membelai kepalaku dengan penuh gairah.
“Apalagi Aa, sejak tadi malam susah tidur setelah Ani keluar dari kamar, ingat terus ke Ani… malahan di dalam buku kuliah Aa yang terlihat hanya wajah Ani…” kataku menggombal, sambil menyambut ciumannya dengan tak kalah bernafsunya.
Sambil berciuman, tanganku membuka kancing baju seragamnya satu persatu dan Anipun melakukan hal yang sama padaku, dia membuka kancing bajuku satu persatu, sehingga semua kancing baju yang kami kenakan telah terbuka semuanya. Aku langsung mencopot bajuku dan melepaskan baju seragam yang dikenakan Ani, baju-baju itu aku lemparkan ke lantai. Kemudian aku berusaha melepaskan kaos dalam yang dikenakan Ani, dia membantu melapaskannya, hingga kini aku telah bertelanjang dada sedangkan Ani masih mengenakan jilbab , BH , dan rok biru panjang seragam MTs.

jilbab semok (6)
Kembali Ani mencium bibirku dan tangannya membelai dada dan mempermainkan putting susuku membuat aku semakin terangsang. Tanganku mengarah ke punggungnya untuk membuka kaitan Bh yang dikenakannya, kali ini usahaku berhasil tidak seperti tadi malam, bh itupun terlepas dari tubuh mungil Ani yang semakin menggairahkan. Tangankananku langsung meremas-remas buah dada bagian kiri milik Ani. Ani mulai mengeluh “Ouhhh…ouhmmmnn…. Aa…ouh…”
Keluhan nikmat itu semakin memacu gairahku, kepalaku menunduk mengarah ke buahdada bagian kanan milik Ani, kukecup dan kujilati permukaan buah dada yang menggemaskan itu dengan penuh nafsu dan berakhir dengan memilin dan menghisap-hisap putting susu miliknya. Badan Ani bergetar dan erangan nikmat semakin nyaring keluar dari mulutnya “Auh.. Aa.. Aa.. ouh…. Aa….” Kepalanya terdongak dengan mata yang mendelik menahan nikmat yang menderanya. Penisku pun semakin mengeras hingga bagian depan celanaku menggelembung. Tonjolan dibagian depan celana panjangku ini menggesek dan menekan perut dibagian bawah pusar Ani membuat dia semakin bergairah.
Dengan gairah yang menyala-nyala, Ani mengusap penisku dari luar celana panjangku dengan gemas. Badanku bergetar, aliran darahku semakin cepat mengalir dan napasku semakin memburu terpompa oleh gairah yang semakin menggebu, sehingga hisapan, jilatan dan kulumanku pada buah dada Ani semakin panas. Tanganku menarik sleting rok biru yang dikenakannya hingga rok panjang tersebut terlepas turun dari pinggulnya menyisakan celana dalam berwarna pink yang menghalangi vaginanya yang terlihat basah oleh gairah yang menyerang tubuh Ani dengan hebatnya.
Tanpa membuang waktu, kulanjutkan dengan menarik cd berwarna pink hingga tubuh Ani benar-benar bugil dengan indahnya dan hanya menyisakan jilbab yang masih dikenakan menghalangi rambutnya nan indah. Napasku semakin sesak melihat vagina Ani yang indah dan menggairahkan, gairahku semakin terpompa cepat. Lidahku langsung terjulur dan menjilat-jilat permukaan vagina indah itu dari bawah ke atas. Badan Ani bergetar keras, kakinya terangkat dan dari mulutnya keluar teriakan nikmat yang cukup keras “Aaaakkhhhh…. Aaaa ouhhh…. Enak… Aa … enak aaakkhhhh….”
Teriakan nikmat itu semakin memompa gairahku, hisapanku semakin keras, jilatanku semakin cepat dan lidahku mengorek-ngorek liang vagina yang semakin basah oleh gairah. Tubuh Ani semakin keras bergetar, erangan serta teriakan nikmat semakin keras tiada henti keluar dari mulutnya yang mungil “Aa… Aa… aaaakhhh…. Auh… enak..”
Tubuhnya menggeliat-geliat menahan nikmat yang teramat sangat.
Telapak tangan kananku meremas-remas pantatnya yang halus dan montok, sedangkan jempol jari tangan kiriku menekan dan memutar-mutar klitorisnya, sementara lidahku yang panas terus mengorek-ngorek liang vaginanya. Ani semakin terlonjak-lonjak merasakan siksaan nikmat yang datang bertubi-tubi tiada henti “Hoh..hoh..Aa… ouh…aouh….” Teriakan nikmatnya semakin tak terkendali.
Tak kupedulikan teriakan itu, bahkan lidah dan jariku semakin liar mempermainkan liang vagina dan klitorisnya, hingga akhirnya kakinya terjinjit dan tubuhnya melenting kaku serta kedua tangannya menjambak keras rambutku sambil keluar teriakan panjang seperti tercekik “Aaaaaaakhh……. Hhhhhoooohhhhhsss…” badannya limbung hilang keseimbangan dan terjadi kontraksi yang sangat keras pada pantatnya dan liang vaginanya menghisap-hisap lidahku dengan keras seraya mengeluarkan rembesan cairan kenikmatan yang terasa asin diujung lidahku. Lalu.. persendian lututnya seperti yang terlepas dan dia ambruk terjengkang ke belakang. Untung aku masih sigap menahannya…. Ani tergolek lemas di lantai kamar…, napasnya tersengal-sengal kehabisan napas.
Kupangku tubuhnya dan kuletakkan diatas kasur dan membiarkan dia mengatur napasnya agar kelelahan yang dideritanya mereda. Dia membuka mata dan memandangku dengan pandangan rasa puas yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata, lalu terpejam kembali menikmati sisa-sisa rasa nikmat yang masih terus menghampiri dirinya. Sementara itu aku melepaskan celana panjang dan celana dalam serta meletakkannya di lantai kamar dan merayap menghampiri Ani yang sedang tergolek diatas kasur.
Kuposisikan diriku berbaring miring menghadap tubuh telanjang Ani yang masih mengenakan jilbab yang sudah tak karuan dan basah oleh keringat. Kukecup bibirnya dengan lembut dan mesra. Ani membuka mata dan memeberiku senyuman yang sangat manis, lalu dia membalas kecupanku dengan hisapan yang sangat dalam dengan napas yang belum sepenuhnya normal.
Penisku yang sangat keras dan tegang menekan selangkangannya, sehingga dengan gemas dan rasa penasaran, tangan kirinya meraih batang penisku dan mengocoknya secara perlahan sambil tersenyum memendang diriku.
Badanku bergetar dan rasa nikmat menjalar disekujur tubuhku, ketika Ani dengan inetnsnya terus meremas dan mengocok batang penisku. Kemudian dia berkata “Aa sekarang mah, punya Aa harus bisa masuk seluruhnya ke punya Ani seperti yang biasa Bapak dan Ibu lakukan. Jangan seperti tadi malam, hanya digesek-gesek aja..!” pintanya padaku penasaran ingin merasakan yang lebih seperti yang biasa ia lihat jika Bapak dan Ibunya bersetubuh.

jilbab semok (8)
“Ya…dech…, nanti akan Aa masukkan semuanya ke milik Ani…” sahutku sambil kembali menciumnya dengan gairah yang menyala. Ani membalas dengan gairah yang tak kalah menyalanya, rupanya gairahnya sudah bangkit kembali dan menuntut kenimkmatan yang lebih dari kenikmatan yang baru saja dia rasakan.
Disela-sela napasnya yang memburu , Ani berbisik mesra “Ayo.. dong Aa… sekarang… masukin… ouhhh..!” diakhiri dengan desahan nafsu yang terus memburunya.
Kubuka pahanya lebar-lebar agar dia mengangkang dan kuposisikan kedua lutut tepat dibawah pahanya, kutarik kedua pahanya kearah pinggangku sehingga betisnya terangkat, kusibakkan bibir vaginanya agar liang vaginanya yang sangat sempit dan hampir tak telihat karena masih perawan, hanya terasa bagian itu sangat basah dan licin, lalu kuletakan kepala penisku yang sangat keras tepat di liang sempit tersebut.
Kudorong penisku dengan sangat perlahan, terasa liang yang sangatsempit itu memuai, namun belum sanggup meloloskan kepala penisku, kudorong lagi.. , liang itu semakin melebar, namun terlihat Ani meringis menahan sesuatu…
Kuhentikan gerakanku dan bertanya…”kenapa, Ni ? Sakit..?”
“’ngga apa-apa Aa…, terus aja…” jawabnya.
Ani merasakan vaginanya seperti karet gelang yang ditarik melebar, agak terasa perih…, namun ia tidak mau menghentikan, karena yang biasa dia lihat, ibunya begitu sangat menikmati apabila vaginanya di dimasukki oleh batang penis bapaknya. Jadi Ani sangat penasaran, mengapa ia merasa perih. Mungkin belum pikirnya, oleh sebab itu ia tidak mau menghentikan apa yang sedang kulakukan. Ditambah lagi bahwa dirinya sedang diliputi oleh gairah nafsu yang menyala-nyala, sehingga rasa perih kalah oleh nafsu dan gairah yang melayang-layangkan dirinya.
Sementara itu aku merasakan nikmat yang tak dapat terkatakan ketika ujung kepala penisku dapat membelah liang vaginanya yang sangat sempit. “Ini baru ujung kepala penis sedah sedemikian nikmat apalagi jika seluruh batang penisku dapat memasuki liang vaginanya tentu aku akan merasakan jauh lebih nikmat” pikirku dalam hati. Maka aku lebih berkonsentrasi untuk dapat menembus selaput dara yang menghalangi liang vagina tersebut.

jilbab semok (10)

Kudorong lagi perlahan, liang itu semakin terkuak. Kepala penisku semakin terasa nikmat yang aneh dan agak terasa sakit akibat jepitan yang sangat ketat. Namun nafsu yang menggebu dan rasa nikmat yang aneh mengalahkan rasa sakit di kepala penisku demikian juga dengan Ani, walaupun terlihat meringis kesakitan namun dia tidak menginginkan aku menghentikankan usahaku ini, Ani semakin penasaran…
Kudorong lagi lebih keras, hingga liang vaginanya terkuak semakin lebar dan seluruh kepala penisku telah masuk kedalam liang vaginanya yang licin dan basah . Breettt… “Auw….saaakiiitt Aa..!!” Ani menjerit kesakitan…, aku merasa ujung kepala penisku menembus suatu lembaran yang terkoyak dan terasa basah, namun rasa nikmat yang aneh itu membuatku tertegun dan nervous. Kuhentikan gerakanku dengan bagian kepala penis menancap dengan eratnya pada liang vagina Ani. Kulihat Ani meringis dan menggigit bibir bagian bawah menahan rasa sakit karena ada bagian vaginanya yang terkoyak, namun anehnya dia tidak mendorong tubuhku untuk melepaskan penisku dari vaginanya, bahkan sambil meringis dan mata terpejam, dia memeluk tubuhku dengan erat sehingga penisku kembali terdorong…, “Aduhhh…Aa… sakiitt….” pelukannya semakin erat.
Aku semakin bingung dan nerveous, namun rasa nikmat semakin menjalar disekujur tubuhku walaupun rasa sakit di kepala penisku akibat jepitan vaginanya tidak berkurang, tapi aku merasa kepala penisku seperti diremas-remas oleh selubung yang sangat halus namun ketat, remasan itu semakin menambah rasa nikmat yang kurasakan.
Dan kudorong lagi sehingga seluruh batang penisku masuk secara perlahan-lahan hingga mentok. “Aaahhh…. Aduh…. Aouh.. Aa” Tubuh Ani terguncang sangat keras ketika seluruh batang penisku tertanam dengan eratnya di dalam vaginanya. Namun aku merasakan nikmat yang luar biasa, karena seluruh permukaan kepala dan batang penisku seperti ada selubung yang sangat halus dan lembut meremas dan memijit penisku. Mataku terbeliak merasakan kenikmatan itu. Dan rasa sakit akibat jepitan vagina yang sangat ketat sudah tak kurasakan dan kuhiraukan lagi, mataku semakin nanar merasakan kenikmatan itu.
Lengan Ani semakin erat memeluk tubuhku, tapi pantatnya semakin dia angkat dengan mata terpejam dan mulut yang meringis seperti kesakitan tapi penasaran sehingga selangkangan kami menempel sangat rapat. Kucium bibirnya dengan penuh nafsu, dan aku terkesiap, Ani membalas ciumanku dengan sangat ganas dan liar, disela-sela ringisannya, Ani tampaknya seperti merasakan kenikmatan yang membuatnya melayang-layang tinggi.
Kutarik penisku perlahan…
”aduuuhhh… auuh.. Aa” kembali ringisan kesakitannya terdengar, namun diselingi dengan erangan kenikmatan, pantatnya mengikuti tarikan penisku hingga menyisakan bagian kepalanya saja. Kudorong lagi perlahan…, terdengar erangan nikmat dan ringisan kesakitan secara bersamaan..”Auhh….. Aa…adduuh… aouh… “ kembali penisku amblas ditelan vaginanya yang rapat, namun remasan dan belaian didalam vaginanya terasa semakin keras dan bervariasi sehingga diriku semakin melambung nikmat.
Kutarik dan kudorong lagi perlahan, erangan nikmat semakin jelas keluar dari Ani walaupun terkadang ringisan kesakitannya masih tampak. Gerakan kocokan itu terus kulakukan dengan secara perlahan dan makin lama semakin lancar dan cepat
“Ohh…Ani.. .. enak… aouh “ lenguhan nikmat keluar dari mulutku….
“Auh..Aa… Aa… enak… ouh..” Ani membalas lenguhanku.
Aku semakin bergairah, nafsuku semakin membuncah di kepalaku, mukaku semakin merah dan darah semakin cepat mengalir, gerakan kocokanku semakin cepat dan vagina Ani terasa semakin basah dan licin.
Tampaknya rasa sakit yang dirasakan Ani semakin berkurang, bahkan kini secara naluri Ani mulai membalas gerakan pinggulku dengan menggerakan pinggulnya dengan penuh gairah sambil tak putus-putusnya erangan dan jeritan nikmat keluar dari mulutnya
“Aahh…. Aahhh.. Aahh…. Aahhh…”
Makin lama gerakan dan erangan Ani semakin liar, kedua tangannya bukan hanya memeluk punggungku dan kukunya mencengkram erat kulit punggungku sambil menghentak-hentakkan tubuh agar dadaku beradu dengan buah dadanya dan pinggulnya melonjak-lonjak liar serta teriakan-teriakan yang semakin nyaring.
Aku melihat buah dada montok Ani berguncang-guncang sangat keras dan semakin terlihat indah dan menggemaskan. Mulutku menghisap-hisap dengan keras buah dada itu sehingga meninggalkan tanda merah disana sini. Ani semakin melayang kepalanya semakin terdongak dan pinggulnya semakin bergerak liar
“Oooouuhhhh…. Ouh… ouh… “ erangan nikmat tiada henti-hentinya menyertai setiap gerakan Ani.jilbab semok (9)
Tanpa kusadari gerakankupun semakin liar dan gerakan pantatku menghentak-hentak dengan kerasnya sehingga terdengar suara
PLOK… PLOK…. yang cukup nyaring
Napasku tersengal-sengal namun pantatku bergerak cepat tak terkendali
Rasa nikmat semakin membuat diriku melayang-layang. Dan tampaknya Anipun merasakan hal yang sama, karena gerakannyapun semakin liar dan melonjak-lonjak tak terkendali.
Tiba-tiba aku merasakan darahku mengalir sangat cepat dan berkumpul pada suatu titik dan aku merasakan ada gelombang yang menghantam tubuhku membuat tubuhku terbang melayang sambil menjerit nikmat “Aaaakkhh…..”, badanku melenting kaku dan penisku kutancapkan dalam-dalam ke dalam liang vagina Ani. Dalam waktu yang bersamaan Anipun merasakan hal yang sama, Dia merasa dihantam oleh gelombang yang sangat dahsyat yang menerbangkan tubuhnya dan Anipun menjerit sangat keras “Aaaaaaakkkhhhh…” dan tubuhnyapun melenting kaku dengan kepala terdongak kebelakang.
Selama beberapa detik, badan kami melenting kaku, kemudian CRETTT… CRETTT… sperma kental dan panas tersembur dari penisku jauh kedalam ujung rahimnya dan dibalas dengan kontraksi yang sangat hebat didalam vagina Ani yang memelintir dan menghisap-hisap membuat mataku semakin nanar oleh kenikmatan yang teramat sangat. Lalu seperti bangunan yang tiang penyangganya patah karena kelebihan beban, tubuh kami pun terhempas dengan sangat keras
“Hhuuhhssss……” keluhan kelelahan bagaikan koor … keluar secara bersamaan dari mulut kami, tubuhku ambruk menindih tubuhnya, kugelosorkan tubuhku ke samping tubuhnya dan kami berdua telentang terkapar tak berdaya…
Seluruh persendian kami terasa seperti dilolosi dan selama beberapa detik kami tak mampu menggerakkan tubuh, yang terdengar hanyalah dengusan napas tersengal-sengal kelelahan yang saling bersahutan yang keluar dari mulut kami berdua.
Selama beberapa menit kami terkapar tak berdaya, hanya tangan kiriku dan tangan kananya saling mengenggam erat saling berbicara tanpa kata.
Setelah rasa lelah kami berkurang…, aku bangkit menghampiri Ani yang masih telentang tak berdaya, kukecup lembut bibirnya seraya berkata “Aa sayang ke Ani…” Ani memandangku dan tersenyum, kemudian membalas kecupanku dengan mesra. Dan kamipun berpelukan erat. Kali ini kurasakan nuansa yang lain dalam berpelukan. Aku merasa sangat sayang padanya dan merasa nyaman memeluknya. Dan nampaknya Anipun merasakan hal yang sama, dia memeluk erat tubuhku dan menyusupkan kepalanya didadaku. Tidak ada nafsu dalam pelukan ini, benar-benar pelukan yang membuat perasaan menjadi nyaman dan damai. Cukup lama kami merasakan kedamaian dalam pelukan ini hingga aku rasakan tubuhku benar-benar pulih dari lelah yang tadi menghantamku.
Ani melepaskan diri dari pelukanku dan bangkit dari tidurnya. Dia memperhatikan selangkangannya kemudia menjerit tertahan “Aaahh Aa..”. Aku kaget dan bangit dari tidur lalu bertanya “Ada apa, sayang..?”
Ani tidak menjawab, hanya matanya memandang kaget ke selangkangan dan sprei yang ditindihnya, tampak ada noda merah darah disekitar selankangannya dan sprei yang ditindihnya bercampur dengan cairan sperma yang keluar dari liang vaginanya. Air matanya meleleh dan berucap..”Aa… saya … “ , dia melanjutkan ucapannya.
Aku mengerti apa yang menjadi kesedihannya, aku dekap ia dengan rasa sayang yang tulus dan berkata “Aa… akan bertanggung jawab, kalau terjadi apa-apa pada diri Ani. Jangan takut… Aa sayang ke Ani.. percaya ke Aa” Aku menenangkan dirinya sambil mencium lembut kepalanya yang masih tertutup oleh jilbab yang sangat kusut.
Ani merasa tenang mendengar ucapanku… dan ia membalas erat pelukanku serta menyusupkan kepalanya kedalam dadaku. Ia merasakan damai disana.
Tiba-tiba.. diluar terdengar teriakan adiknya Ani..
“Assalamu’alaikum..! Teh… Teteh….” Rupanya adik Ani yang duduk di SD sudah pulang dari sekolah mencari-cari kakaknya . Kami tersentak kaget dan dengan terburu-buru kami mengenakan pakaian kami yang berserakan dan kulihat jam dinding, ternyata telah menunjukkan jam 12.15, pantas saja adiknya sudah pulang.
Setelah beres, Ani segera keluar kamar dan menghampiri adiknya “Ada apa Danu..?” kata Ani kepada adiknya seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian Ani mengurus adiknya dan mengajakku dan adiknya makan siang.
Hari itu aku tak jadi kuliah…, tapi sejak hari itu aku telah mengikat janji dengan Ani untuk menjadi sepasang kekasih, walaupun masih sembunyi-sembunyi dari Aceng dan ibunya. Tapi lama-lama hubunganku diketahui oleh mereka, dan aku bersyukur mereka merestui hubunganku dengan Ani berlangsung, mereka hanya berpesan agar aku jangan kelepasan, agar sekolahnya dan kuliahku tidak terganggu. Aku hanya mengangguk setuju.
Tetapi dibelakang mereka , secara sembunyi-sembunyi aku masih terus mereguk kenikmatan persetubuhan dengan Ani yang semakin lama semakin ahli memberikan kenikmatan padaku. Aku jadi semakin sayang dan cinta padanya dan semakin memantapkan hati untuk tidak akan meninggalkannya.
Ani
You are my sun shine….
You are my endless love…
You are my everything…
I love you so much….

ZAHRA

Fitri adalah seorang gadis berjilbab yang manis dan enerjik. Kulitnya sawo matang tapi begitu menggoda. Bibirnya tebal dan terkesan terliaht begitu seksi, ia cerewet suaranya lantang ketika berbicara. Kali ini akan kuceritakan pengalamanku bersama Fitri yang begitu menggemaskan.
jilbab bahenol (1)
Sore itu sehabis perkuliahan berakhir aku langsung pulang ke kostan. Kostanku adalah sebuah rumah yang diisi oleh beberapa orang lelaki. Sore hari biasanya banyak orang yang berkunjung ke kostanku entah itu mahasiswa/i aku sih senang karena kostan tidak pernah sepi. Cuaca sore itu terlihat tidak begitu baik, awan gelap menyelimuti bumi. Padahal waktu masih menunjuka pukul 05.00 sore. Sesampainya di kostan aku langsung menuju kamarku, aku kira tidak ada siapa-siapa didalam. Ternyata da Fitri yang sedang terdiam di ruang tengah. Fitri tersenyum ke arahku sambil bertanya sesuatu
“Baru pulang kuliah ya? Aku langsung menjawab ia tanpa menunggu lama aku langsung bertanya kembali kepadanya “Kamu sendiri lagi apa disini?” Fitri menjawab “Lagi nunggu temen tapi belum datang juga”
Aku langsung melanjutkan obrolan bersama Fitri tanpa terasa hari semakin sore, namun belum ada seorangpun yang datang. Fitri tidak sedikitpun menunjukan kekhawatiran akan sore yang menjelang malam. Sore itu Fitri begitu cantik dengan balutan busana putih dan rok coklat ditambah balutan kerudung biru yang ia kenakan. Badanku terasa dipenuhi oleh keringat cuaca memang tidak panas. Tapi ingin rasanya aku mandi dan membersihkan diri supaya teras segar. Fitri mencuri curi pandang ke arahku aku hanya bisa tersenyum kepadanya. Ia bertanya, kamu ga mandi? Ini udah sore lo, mendengar itu aku langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Di kamar mandi wajah cantik Fitri langsung terbayang olehku. Ingin rasanya mencium bibirnya yang tebal, kemudian meremas buah dadanya yang kenyal. Secara spontan penisku berdiri tegak. Penisku berukuran besar dengan panjang 17cm, apa jadinya kalau penisku diemut oleh Fitri.
Selesai mandi bedanku teras segar. Aku masih melihat Fitri di ruang tengah, aku kira dia sudah pergi. Aku masih belum berpakaian tubuhku memang athletis dengan perut sick pack karena aku rajin berolahraga. Dengan dililit sebuah handuk biru aku menuju kamarku. Penisku masih saja tegang, padahal tidak ada pancingan. Aku berfikir kenapa aku tidak mendekati Ffitri dalam keadaan seperti ini. Aku langsung menuju ke ruang tengah untuk bertemu dengan Fitri dalam keadaan badan dililit oleh handuk. Dri kejauhan Fitri melihatku, sepertinya ia agak kaget melihatku dalam keadaan telanjang setengah badan. Namun ia mencoba menyembunyikan rasa malunya.
jilbab bahenol (2)
“Udah mandinya?” Fitri bertanya kepadaku aku menjawab “Udah dong kan kamu yang nyuruh aku buat mandi. Kamu sendiri kenapa belum mandi” Fitri menjawab “nanti pas udah sampe kostan baru aku mandi” Ketika dekat dengan Fitri penisku semakin tegang, sehingga terlihat menonjol keluar dari balik handukku. Obrolan berlanjut aku sejenak berdiri untuk membetulkan posisi handuk yang mulai melorot kebawah. Tanpa di sengaja handuk yang aku pakai terjatuh kebawah sehingga penisku yang sudah tegang dari tadi terlihat di hadapan muka Fitri. Ffitri menjerti kecil, ia seakan tidak percaya sedang melihat seorang cowok yang telanjang di hadapannya. Mukanya mendadak merah dan Fitri mendadak salah tingkah. Matanya ditutup tangannya sambil sedikit mengintip kearah penisku yang besar dan panjang. Handuk kembali aku pakai dan aku meminta maaf kepada Fitri atas kejadian ini. Fitri memutuskan untuk kembali ke kostan karena hari semakin malam, sebelum pulang ia berpamitan kepadaku.
Selesai berpakaian aku memikirkan kembali kejadian tadi. Apa jadinya kalau aku bertemu kembali dengan Fitri pasti malu sekali rasanya. Tiba tiba handphoneku berbunyi, aku langsung mengambilnya dan itu isinya sebuah SMS yang datang dari Zahra teman dekat Fitri. Ia bercerita tentang kejadian tadi, malu rasanya sampai Zahra juga tahu. Di akhir SMS Zahra berkata “kapan kapan aku mau dong lihat penis kamu yang gede hihihihi” Aku langsung membalasnya “Boleh asal gantian aja, aku liatin punyaku. Kamu juga liatin punyamu ke aku” Kemudian Zahra membalas lagi “Aku tunggu kamu ya di kostan nanti kita bisa sama sama liat punyaku dan punyamu” dan aku balas SMS itu “Ok deh, nanti aku main kesana tunggu aja ya” Sebagai teman dekat Fitri Zahra memang berbeda kulitnya putih, tubuhnya tinggi semampai dengan rambut yang diponi. Bibirnya tipis merah merekah dan dadanya bulat diperkirakan ukurannya 36B. Zahra kadang berkerudung dan kadang tidak. Ia sering memakai tanktop seksi dengan celana hotpant yang teramat pendek di kamar kostnya.
jilbab bahenol (3)
Tiga hari sehabis kejadian itu aku berencana untuk berkunjung ke kostan Zahra yang juga jadi tempat kostnya Fitri. Sore hari aku langsung menuju kesana dengan menggunakan motor. Suasana kost disana pada sore hari memang ramai dengan anak kost perempuan dan pedagang yang mampir kesana. Kamar Zahra terletak dipojok lantai dua. Aku berharap Fitri tidak ada disana, aku tidak memberikan kabar kepada Zahra tentang kehadiranku. Sesampainya di kostan aku langsung masuk ke kamar Zahra. Sore itu hanya ada Zahra dan Fitri tidak ada di tempat entah kemana perginya. Zahra sedikit kaget ketika mengetahui kedatanganku, sore itu ia mengenakan jilbab berwarna pink dengan pakaian ketat sehingga lekuk tubuhnya tercetak dengan indah. Sungguh menggoda. Zahra menyapaku “Hai tumben datang kesini gak bilang bilang. Pasti kamu udah gak sabar pengin ketemu aku” dalam hati aku berkata, Zahra nakal juga nih “Iya aku kangen banget sama kamu ra” ungkapku Zahra langsung mendekatiku dan mencium bibirku, kami berciuman dengan penuh nafsu lidahnya bermain dengan lidahku. Aku dan Zahra berciuman cukup lama betapa nikmatnya bibir Zahra yang tipis, tangan Zahra langsung menunju ke arah celanaku. Diusapnya penisku yang sudah tegang dari luar Zahra sungguh bernafsu sekali. Aku langsung membuka celanaku dan mencuatlah penisku yang besar. Kini Zahra bisa melihat langsung penisku, wajahnya menunjukan rasa kagum atas penisku yang besar dan panjang “Aku belum pernah liat penis yang ukurannya besar seperti ini” tangan zahra langsung memainkan penisku.
jilbab bahenol (7)
Zahra masih memakai pakaian lengkap dengan jilbab pink yang ia kenakan. Tanpa buang waktu aku langsung meremas dada Zahra dari luar, ia mendesah kecih achhhhh………. aku semakln bernafsu untuk meremas dada Zahra yang terasa kenyal. Zahra mendorongku ke kasur dan ia langsung berdiri dan menari tarian erotis dengan pakaian yang mash kenakan. Ia langsung melepas bajunya telihat dadanya yang besar masih tetutupi bra warna pink yang seksi. Kami kembali berciuman sambil tanganku meremas dadanya syruppp…….achhhhhh……… hanya suara itu yang terdengar. Zahra melepas bra yang ia kenakan sekarang tampahlah buah dadanya yang putih dan putingnya berwana merah muda. Aku meremas dadanya sambil menghisap putingnya terkadang aku menggigitnya Zahra terus mendesah tanpa henti, kini terasa dadanya menjadi keras pertanda libidonya tengah naik. Zahra tengah terangsang luar biasa, kaos yang aku kenakan dilepasnya. Kini aku telanjang dihadapannya. Zahra langsung menggenggam penisku yang tegang dengan erat, penisku dikulumnya teras geli namun nikmat. Zahra mengemut penisku seperti mengemut ice cream rasa coklat. Aku hanya bisa bilang “Emut terus sayang, achhgggghhhh kamu pinter banget ngemut punyaku” penisku terasa licin oleh air liur Zahra. Cewek ini pinter juga dalam hal mengemut penis. Selain mengemut Zahra juga mengocok penisku dengan agresif. Terasa nikmat tiada tara.
jilbab bahenol (6)
Tanganku bergerak ke arah rok hitamnya saatnya untuk bermain di area sensitif ini. Zahra melepas jilbanya, rambut poninya yang panjang terurai indah di hadapanku. Rok hitam Zahra telah aku lepas, aku semakin tidak sabar untuk menusuk lubang vaginanya. Dengan sigap Zahra melepas sendiri celana dalamnya. Aku langsung tersenyum dan berkata “ Aku pasti puasin kamu malam ini” Zahra tersenyum nakal sambil menarik penisku dan berkata “Janji ya, kamu bakal puasin aku malam ini” Zahra membuka pahanya lebar-lebar sehingga memudahkan aku menjilat vaginanya. Vagina Zahra begitu harus dengan bulu bulu tipis yang indah. Aku menjilat vaginanya sambil menusuk nusuk dengan jariku. Achhh…………Achhhhh…………. Zahra terus mendesah vaginanya sudah basah denagn cairah surrga miliknya. Zahra menjerit hebat pertanda ia telah orgasme pertama, cairan surganya keluar begitu deras seperti air terjun. Zahra memintaku untuk segera memasukan penisku ke vaginanya, pahanya semakin dibuka lebar dan aku langsung memasukan penisku ke lubang kenikmatan milknya. Pada awalnya terasa sulit untuk masuk, setelah berjuang akhirnya penisku bisa menembus vaginanya. “Udah masuk sayang, sekarang kamu genjot yang kuat supaya bisa muasin aku” dengan penuh semangat aku menggenjot penisku vagina Zahra terasa menjepit urat penisku dengan kuat. Nikmat sekali rasanya, ochhh……….acchhhhhhh……… penismu nikmat banget hanya itu yang keluar dari mulutnya. Sesekali aku mencium bibir tipisnya sambil meremas dadanya genjotan kami berdua semakin cepat. Cepat…….. dan cepat…….. vagina Zahra semakin menjepit dengan kuat pensiku.
jilbab bahenol (5)
Suasana kostan yang tadinya rapi mendadak menjadi berantakan dan basah dengan keringat yang mengucur. Tiba tiba terbesit dalam benakku apa jadinya kalau Fitri datang dan menyaksikan permainan kami. Tapi itu hanya fikiran sesaat permainan bersama Zahra kembali dilanjutkan. Zahra menjerit dengan keras “terusin jangan pernah berhenti, ini nikmat baget” Genjotan semakin kupercepat dan penisku semakin keras achhhh…………ochhh……….yeah………… dalam penisku terasa ada cairan hangat yang menyembur Zahra kembali orgasme kedua kalinya. Sepertinya aku juga akan segera keluar, kupecepat genjotaku dan aku berkata “bentar lagi aku keluar sayang” dan akhirnya penis aku lepas dengan cepat dari lubang vagina Zahra croottt……….crotttt………….crooottttt kukeluarkan air maniku diluar dan mengarah ke wajah cantik Zahra. Wajahnya belepotan dengan cairan maniku, Zahra menjilat sisa maniku yang ada diwajahnya. Permainan dengan Zahra berakhir aku putuskan untuk beristirhat sejenak. Zahra puas akan permainanku tadi “kapan kapan kita main lagi, aku pengen dipuasin lagi sama kamu”
jilbab bahenol (4)
Aku bergegas berpakaian dan pulang kembali ke kostan. Anehnya kenapa sampai jam segini Fitri belum pulang juga. Aku jadi membayangkan Fitri andai saja aku tadi bermain dengannya pasti akan terasa beda.

NOVIAH

Namanya Noviah. Cerita ini adalah pengalaman sewaktu Noviah masih duduk di bangnya SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang diberikan belum terlalu banyak karena mereka masih dalam tahap transisi dari murid SMP menjadi murid SMU. Tak terbayang olehnya dapat masuk ke SMU yang masih tergolong favorit di ibu kota ini. SMU yang sangat sarat dengan nuansa keislaman. Di SMU ini, banyak sekali gadisnya yang memakai jilbab. Begitu juga Noviah. Dari masuk SMU ini, ia sudah memutuskan untuk memakai jilbab. Jilbab yang lebar, yang menutupi dada dan pungungnya. Rok SMUnya pun panjang, dan baju putihnya juga longgar. Namun itu tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang sedang ranum2nya, dan kecantikan alami yang terpampang di wajahnya. Banyak pria di sekolahnya ingin jadi pacarnya, namun sebenarnya Noviah tertarik pada hanya satu orang. namanya Indra. Membayangkan wajahnya saja bisa membuat Noviah melambung.

jilbab hot bahenol (11)

Pada suatu hari, tiba-tiba Noviah mendapatkan sebuah surat di lacinya. “nov, jangan pulang dulu yah, nanti. Ada yang ingin kukatakan padamu. Indra.” Jantung Noviah berdegup kencang. Baju abu-abu putih lebar dan jilbab yang selalu ia gunakan terasa semakin membuatnya gerah. Apakah Indra juga merasakan cinta seperti yang ia rasakan? Mau apa Indra menemuinya? Apakah mau mengutarakan cinta? Selama jam pelajaran pikirannya tak menentu, berbagai pertanyaan terus mengalir di otaknya. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bel pulang pun berdering, jantungnya berdegup cepat. Noviah hanya duduk menunggu di bangkunya. Agak lama ia menunggu, dan tak terasa sekolah sudah sepi.

“Jangan-jangan Indra ingin agar sekolah sepi dan mengajaknya bercinta?” kepalanya penuh pertanyaan. Ia segera berusaha menepis pikiran itu. Ia tidak ingin melakukan hubungan seks sebelum nikah. Terlebih lagi, sekarang ia sudah memakai jilbab, jadi ia harus benar2 menjaga dirinya. Dalam penantiannya tiba-tiba ada orang datang. Noviah kecewa karena bukan Indra yang datang melainkan Malik dan Ardy dari kelas I-3.

jilbab hot bahenol (9)

Mereka menghampirinya, Malik di depannya dan Ardy disampingnya. Perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, Noviah rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

“Lagi nugguin Indra Nov?” kata Malik.
“Koq tahu?” katanya.
Malik dan Ardy cuma cengengesan.
“Lo suka sama Indra ya Nov?” tanya Malik lagi. Noviah cuma diam saja.
“Koq diem?” kata Ardy.
“Males aja jawabnya,” katanya.

Perasaan bt mulai menjalar tapi Noviah harus menahan karena pikirnya Ardy dan Malik adalah teman Indra.

“Koq lo bisa suka sama Indra sih cha?” tanya Ardy tapi kali ini sambil merapatkan duduknya kepadanya dan menaruh tangannya di paha Noviah yang masih tertutup rok panjang.
“Indra ganteng dan enggak kurang ajar kayak lo!” sambil menepis tangannya dari pahanya.
“Kurang ajar kaya gimana maksud lo?” tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di paha Noviah dan mulai mengelus-elusnya.
“Ya kayak gini!” jawab Noviah sambil menunjuk tangan Ardy sambil kembali menepisnya.
“Tapi enak kan?” kali ini Malik ikut bicara.

Ardy tiba-tiba langsung mendaratkan tangannya di pangkal paha Noviah dan mengelus-elusnya. Noviah berusaha berontak, tapi tiba-tiba terasa getaran2 aneh yang membuat Noviah tidak berdaya. Ternyata titik birahinya sudah sersentuh oleh tangan laknat Ardy.

jilbab hot bahenol (8)

“Sudah jangan sok berontak,” kata Malik sambil menunjukkan cengiran lebarnya. Wajah cantik Noviah yang masih memakai jilbab putih lebar terlihat memerah. Sorot matanya memperlihatkan kemarahan, namun juga gejolak birahi. Ia tidak mampu melawan kekuatan kedua laki2 yangs edang mengerjainya, pun ia juga tak mampu melawan birahinya sendiri.

Makin lama usapannya membuat Noviah membuka lebar pahanya. Mulutnya setengah terbuka. Desahan mulai keluar bersama penolakan Noviah yang setengah hati.
“aaaiikhh….janngaannhhh…..mmmhhh…..uukhh…..” geliat tubuh cantik yang berjilbab itu sudah bukan geliat pemberontakan, namun merupakan usaha menahan birahi yang meluap2.
“Tadi bilang kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang.”
“Nantangin yah?” kata Malik.

jilbab hot bahenol (6)

Dia menggeser bangnya di depan mejanya dan mulai masuk ke kolong meja Noviah. Sekarang Ardy berganti mengerjai payudara Noviah. Jilbab panjang Noviah dililitkan ke lehernya sehingga bagian dada Noviah yang masih tertutup seragam sekolah terbuka. tangan kirinya mengusap payudara kanan Noviah sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kirinya sehingga seragamnya basah tepat di daerah payudaranya saja. Malik yang berada di kolong meja menyibakkan rok panjang Noviah sampai ke pangkal pahanya, menjilat-jilat paha sampai pangkal paha Noviah dan sesekali lidahnya menyentuh memeknya yang masih terbungkus CD tipisnya yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuat Noviah menggelinjang dan sesaat membuatnya melupakan Indra. Ardy melepas kancing kemeja seragam Noviah satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. Merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar bra Noviah. Lidahnya menari-nari di putingnya membuatnya menjadi semakin membesar. Noviah semakin terangsang. Melihat seorang gadis berjilbab yang masih memakai jilbab yang tersingkap, terbuka bagian dada dan memeknya, membuat kedua remaja haus seks itu semakin ganas.

“Ough… Dy… sudah donghhh……., gimana nanti kalau ketauan,” kata Noviah sambil masih terus mendesah.
“Tenang aja guru sudah pada pulang,” kata Malik dari dalam roknya.

Sedangkan Ardy terus mengerjai kedua payudara Noviah memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. Gadis SMU alim itu benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Noviah merasakan ada sesuatu yang basah mengenai memeknya, Noviah merasa Malik menjilatinya. Noviah tak dapat melihatnya karena tertutupi oleh roknya.

Perlakuan mereka sungguh membuat Noviah melayang. Gadis berjilbab itu merasa kemaluannya sudah amat basah dan Malik menarik lepas CDnya dan melemparnya juga. Ia menyingkap roknya dan terus menjilati kemaluannya. Tak berapa lama Noviah merasa badannya menegang. Noviah sadar dia akan orgasme. Noviah merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Permainan yang seharusnya terlarang bagi gadis yang berjilbab seperti dirinya. Noviah melenguuh panjang, setengah berteriak. Gadis berjilbab itu mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru Noviah kenal.

jilbab hot bahenol (5)

“Ha.. ha.. ha.. ha..” mereka tertawa berbarengan.
“Ternyata lo suka juga yah? Gadis alim berjilbab juga bisa orgasme yah?” kata Ardy sambil tertawa.
“Jelaslah,” sambung Malik.
“SMP dia kan dulu terkenak pecunnya. Sekarang aja pura2 alim!” kata-kata mereka membuat telinga Noviah panas.

Kemudian mereka mengangkat Noviah dan menelentangkannya di lantai. Mreka membuka pakaiannya. Oh.. ini pertama kalinya Noviah melihat kontol. selama ini gadis berjilbab itu benar2 menjaga pandangannya dari hal2 yang berbau seks. Malik menyibakkan rok panjangnya semakin keatas, lalu membuka lebar paha Noviah dan menaruh kaki putih gadis SMU yang alim dan menggairahkan itu di atas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamanya.

“Ough, sakit Lik! Jangan lik!” teriak Noviah ketakutan. Ia kembali meronta. Gadis berjilbab itu sungguh tidak ingin kehilangan keperawanannya. Tapi kedua laki2 itu jauh lebih kuat darinya. Ia berusaha berteriak, namun bibir indahnya langsung dilumat oleh Ardy, sehingga suaranya tidak bisa keluar.
“Tenang Cha, entar juga lo keenakan,” kata Malik.
“Ketagihan malah,” sambung Ardy diantara lumatan bibirnya. “wah, akhirnya berhasil juga kita dapet memek cewek berjilbab.”

Perlahan-lahan ia mulai menggenjotnya, rasanya perih tapi nikmat. Sementara Ardy meraih tangan Noviah dan menuntunnya ke kontol miliknya. Ia memaksa Noviah mengocoknya. Malik memberi kode kepada Ardy, Noviah tidak mengerti maksudnya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutnya dan memintanya mengulumnya. Noviah mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke mulutnya. Bau kontol Ardy membuat Noviah mau muntah, tapi karena ketakutan, tetap ia jejalkan kontol hitam bau itu ke mulutnya.

“Isep kontol gue kuat-kuat Nov!!” bentak Ardy.

Noviah mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutnya. Tampaknya ini membuat Ardy ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Disaat bersamaan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.

“Mmmffhh” Noviah ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.

Rupanya arti dari kode mereka ini, agar Noviah tak berteriak. Gadis berjilbab itu menangis karena sadar kevirginannya diambil mereka, oleh orang yang baru beberapa hari Noviah kenal.

jilbab hot bahenol (4)

“Ternyata masih ada juga anak SMP SB yang masih virgin”
“Memek cewek virgin berjilbab emang paling enak,” kata Malik.

Dia menggenjotnya semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pinggul Noviah dan hisapannya terhadap kontol Ardy juga semakin cepat. Tak lama Noviah orgasme untuk yang kedua kalinya. Noviah pun menjadi sangat lemas tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar Noviah pun juga tetap bergoyang dan menghisap. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya dan melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke seragam putih gadis berjilbab itu yang sudah awut-awutan. Ia merasa puas dan menyingkir.

Sudah 45 menit Noviah menghisap kontol Ardy tapi ia tak kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutnya, Noviah pikir ia akan orgasme tapi Noviah salah. Ia telentang dan memaksa gadis berjilbab itu naik diatasnya. Noviah disetubuhi dengan gaya woman on top. Noviah berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susunya. Terlihat pemandangan erotis, dimana seorang gadis berjilbab besar yang cantik sedang disetubuhi olehs eorang laki2 bertampang kasar, namun si gadis berjilbab tadi justru melenguh-lenguh birahi.

Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorong Noviah dan iapun jatuh menindih Ardy. Malik menyingkap rok panjang Noviah yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahnya. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anus Noviah. Noviah ingin berontak tapidalam hatinya ia sudah sangat terangsang sehingga tidak ingin saat ini selesai begitu saja. Jadi Noviah biarkan ia mengerjai liang dubur gadis cantik berjilbab itu yang sangat sempit.

jilbab hot bahenol (3)

Tak lama Noviah yang sudah membelakanginya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anus Noviah dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburnya. Tubuhnya betul-betul terasa penuh. Noviah menjerit keras. Tangisnya semakin keras. Air matanya mengalir membasahi jilbabnya yang awut2an. Namun lama2, karena genjotan dua orang laki2 tadi, Noviah mulai menikmati keadaan ini. Sampai akhirnya Malik mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anus Noviah. Gadis alim itu merasakan perih dan nikmat yang tidak karuan. Jadilah Noviah kembali berteriak sekeras-kerasnya. Noviah yang kesakitan tidak membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotnya. Sekitar 15 menit mereka membuatnya menjadi daging roti lapis dan akhirnya Noviah orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini gadis berjilbab itu berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Ardy. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa Noviah sadar dan menonton Noviah yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini.

Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Noviah yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memeluknya dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liang gadis berjilbab itu. Noviah dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memeknya tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Noviah yang lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Ardy berkata.

jilbab hot bahenol (2)

“Nih giliran Pak Maman ngerasain memek cewek berjilbab!!”

Noviah melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kontolnya yang lebih besar dari Ardy dan Malik dengan gagahnya mengangkanginya seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Ia menuntun kontolnya ke mulut Noviah untuk dihisap. Noviah kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat Noviah kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Tetapi sekarang ia malah membuat gadis cantik alim itu menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluannya yang sudah basah sehingga makin lama Noviah pun mengangkat pantatnya. Noviah sungguh takut ia menyodominya.

Akhirnya Noviah bisa sedikit lega saat kontolnya menyentuh bibir kemaluannya. Dua jarinya membuka memeknya sedangkan kontolnya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang Noviah pikirkan, Noviah menuntun kontolnya masuk ke memeknya. Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. Gadis berjilbab itu secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Roknya yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu-abu panjangnya melalui kepalanya. Saat ini Noviah telah telanjang, dan hanya tinggal memakai jilbab putih penuh keringat dan kaus kaki putih. Semua itu justru membuat para pemerkosanya semakin bernafsu. . Tangan pak Maman meremas payudara Noviah dan terus menggerayangi tubuhnya. Disaat-saat kenikmatan Noviah tak sengaja menoleh dan melihat Malik duduk di pojok. Yang lebih mengagetkan ia memegang Digcam dan mengambil gambar gadis berjilbab itu berkali2. Noviah kesal tapi terlalu capek untuk berontak. Akhirnya gadis berjilbab itu hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh Malik.

Pak Maman semakin ganas meremas dada Noviah. gerakannya pun semakin cepat. Tapi entah kenapa dari tadi Noviah selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. Noviah berteriak panjang dan disusul Pak Maman yang mencengkeram kepala Noviah yang masih terbalut jilbab kemudian mencabut kontolnya dan menyuruhnya meghisapnya. Ia berteriak tak karuan. Menjambaknya, meremas-remas dadanya sampai akhirnya ia menembakkan maninya di mulutnya.

jilbab hot bahenol (1)

Terdengar entah Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semuanya. Noviah pun menelannya. Namun Air mani pak Maman sangat banyak, sehingga sebagian meleleh turun ke jilbab putih yang masih Noviah kenakan. Mereka meninggalkannya yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi Noviah menangis sambil mencari-cari seragamnya yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. Noviah menemukan branya telah digunting tepat di bagian putingnya dan Noviah menemukan CDnya di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga gadis berjilbab itu pulang tanpa CD dan bra yang robek bagian putingnya. Perasaannya campur aduk. Marah namun juga malu karena turut menikmati perkosaan yang ia alami.

TITI

Siang itu entah kenapa, Titi yang tertidur setelah menyusui Andra, anaknya yang baru berumur satu tahun di kamarnya sepertinya mendengar suara aneh dari ruang tamu. Ia segera bangun, merapikan jilbab dan pakaian dinas PNS-nya yang belum sempat diganti ketika pulang mengajar, kemudian mengintip apa yang terjadi.

Dengan membuka tirai kamarnya sedikit ia dapat melihat ke ruang tamu yang berada di depan kamarnya. Rupanya di ruang tamu ada seseorang bertopeng yang sedang berusaha masuk ke rumahnya melalui jendela depan.

Pasti orang itu ingin merampok, pikir Titi melintas dalam otaknya. Ia segera menyambar tas kerjanya dan mencari handphonenya, tapi ia terkejut ketika mengetahui handphonenya mati karena waktu pulang dari SD tempatnya mengajar ia berencana meng-charge-nya di rumah.

birahi akhwat (1)

Sialnya lagi, ia lupa mengunci kamarnya. Ketika ia mendekat ke pintu kamar untuk menguncinya, daun pintu sudah dibuka dari luar. Sekarang di depan pintunya telah berdiri seseorang bertopeng yang menggenggam pisau dan bersiap mengancamnya.

“Jangan bergerak atau kau dan anakmu kubunuh!!” gertak si perampok.

“Jangan sakiti anakku, ambil saja apa yang benda yang kamu mau, tapi jangan sakiti anakku!” seru Titi gugup dengan wajah ketakutan. Ia segera mengendong Andra yang masih tertidur ke dalam dekapannya.

“Kalau mau selamat, turuti kata-kataku!” kata si perampok. “Taruh saja anakmu di kasur, kau ikut aku!” lanjut si perampok.

Dengan ketakutan Titi menuruti perintah si perampok, ia kembali menaruh anaknya kembali di tempat tidur, sepertinya anak tersebut tidak terganggu dengan suasana rumah yang mencekam.

Jantung Titi terasa berdebar-debar menghadapi situasi yang menegangkan ini. Tiba-tiba si perampok menariknya keluar kamar tidur lalu membawanya menuju ruang tamu kemudian melemparkan tubuh mulus Titi ke sofa.

Titi yang tidak dapat berjalan cepat karena rok panjang yang dikenakannya sampai mata kaki akhirnya terjerembab ke sofa. Perampok itu menarik jilbab panjangnya sehingga wajah Titi mendekat ke mukanya. “Jangan macam-macam kalau mau selamat!” gertak si perampok.

Tak terasa karena menahan ketakutan yang sangat, air mata Titi yang sejak tadi berkaca-kaca mulai membasahi pipinya, wajahnya yang cantik di usia 26 tahun itu menunjukkan ketakutan yang amat sangat.

Perampok itu kemudian menyumpal mulut Titi dengan taplak dan mengikat tangan dan kakinya dengan tali yang dibawanya. Dalam keadaan terikat, tubuh Titi dimasukkan ke dalam kamar tamu lalu dikunci. Dari dalam kamar tamu itu Titi dapat mendengar perampok itu seperti mencari sesuatu di rumahnya.

Terlihat beberapa kali bayangan perampok itu mondar-mandir di depan pintu kamar tamu. Pikiran Titi berkecamuk memikirkan apa yang akan dilakukan perampok dengan dirinya dan anaknya. Ia sudah memasrahkan bila harta bendanya diambil perampok itu.

Tak lama kemudian pintu kamar tamu terbuka, si perampok masuk dengan membawa segelas air. “Minum sampai habis!” perintah perampok itu sambil membuka sumpalan mulut Titi.

“Apa ini?” tanya Titi.

“Minum! Abisin!” hardik si perampok.

Karena takut Titi akhirnya terpaksa meminum air di dalam gelas itu sampai habis. Ia memang merasa haus ketika dikurung di dalam kamar tamu. Entah air apa itu, rasanya seperti mencekik tenggorokannya, dan membuat kepala pusing. Titi pun tak sadarkan diri.

Titi terbangun dan mendapati dirinya berada di atas kasur dan kaki tangannya sudah bebas dari ikatan. Ia pun segera berlari ke kamarnya, di dalam kamar ia melihat anaknya masih tidur dengan nyenyaknya.

Pikirannya bingung dengan keadaan ini, ia segera membuka lemari tempat ia menyimpan perhiasan, ia terkejut melihat perhiasannya masih ada di tempatnya dan dalam keadaan utuh. Apakah tadi ia benar-benar dirampok atau ia hanya tertidur di kamar tamu?

Otaknya menjadi pusing memikirkan banyak hal sekaligus. Setelah berusaha menenangkan dirinya, Titi pun berniat keluar rumah sambil membawa anaknya. Tapi langkahnya urung ketika dari sudut matanya ia melihat sesosok bayangan di belakangnya. Ternyata bayangan itu adalah si perampok.

Perampok itu menarik jilbab Titi sehingga kepalanya tertarik ke belakang. Belum sempat Titi menyeimbangkan posisi berdirinya yang agak susah karena rok panjang, tiba-tiba ia merasakan mulutnya dibekap dengan sangat kencang sehingga ia kesulitan bernapas.

“Diam, atau kamu mati!” Titi tidak dapat berbuat apa-apa selain mematuhi perintah itu. Perampok itu kembali membawa Titi ke kamar tamu lalu mendudukkannya di kursi.

Perampok itu mendekat dan mulai melepaskan kancing baju Titi hingga bagian depan tubuh Titi terbuka dan memperlihatkan buah dada berukuran 32B. Sejenak perampok itu memandangi buah dada Titi yang tertutup oleh BH putih berenda.

Perampok itu meraba-raba buah dada Titi yang masih tertutup BH itu, tangan kasarnya segera dapat menemukan kedua puting susu dan menariknya dengan sangat kuat.

”Auw!” Titi menjerit kecil ketika merasakan sakit pada puting susunya. Kepalanya yang ditutupi Jilbab bergerak tak karuan melampiaskan kesakitannya. Tapi apa lacur? Perlahan-lahan Titi merasakan sakit pada puting susunya berkurang dan ia merasakan perasaan aneh dari dalam dirinya.

Di dalam pikirannya, Titi merasa melayang-layang dan merasakan suatu hal yang sangat indah. Hatinya juga merasakan sesuatu hal yang indah dan merasa berbunga-bunga.

Tanpa Titi sadari ia tersenyum kepada si perampok. Si Perampok membalas senyuman Titi, karena ia tahu bahwa obat perangsang yang sangat kuat yang ia minumkan kepada Titi telah bereaksi.

birahi akhwat (2)

Perampok itu kemudian mendekat dan membelai-belai jilbab Titi. Karena pengaruh obat perangsang Titi lupa bahwa ia merupakan korban perampokan, dan sebentar lagi akan menjadi korban pemerkosaan, akal dan pikirannya telah mati dan remasan serta jepitan perampok pada puting susunya telah membangkitkan nafsunya. Ya, birahinya telah keluar dengan sangat menggebu-gebu, lupa bahwa ia seorang guru agama pada sebuah sekolah dasar negeri, lupa bahwa ia seorang muslimah yang berjilbab.

Titi sudah tak kuasa lagi menahan birahinya yang meledak-ledak ingin dipuaskan. Dengan napas memburu penuh nafsu, Titi mendekatkan wajahnya ke arah si perampok ketika jilbabnya ditarik ke atas.

Ketika si perampok menarik jilbabnya lebih mendekat, bibirnya segera mencium bibir Titi yang merekah menahan birahi, Titi membalas ciuman si perampok, dia tidak bisa menahan gelombang birahi yang menerpanya, terlebih saat itu tangan perampok sedang menggerayangi segenap penjuru tubuhnya.

Kedua telapak tangan perampok itu berhenti di pantat Titi dan masing-masing mencaplok satu sisi. Dirasakannya kedua bongkahan daging itu, bentuknya padat berisi dan bulat indah karena memang berasal dari kalangan berada, Titi merawat benar tubuhnya dengan fitness dan diet.

Ciuman perampok makin merambat turun ke leher jenjangnya setelah melampirkan jilbab Titi ke belakang lalu dia membungkukkan badan agar bisa menciumi payudara Titi yang BH-nya telah dilepaskan.

Titi sudah tidak bisa menahan diri lagi, birahi telah membuyarkan akal sehatnya. Si perampok menjilati payudaranya dengan liar hingga permukaannya yang halus dan mulus jadi basah oleh air liur, terkadang dia juga menggigiti putingnya, memberikan sensasi tersendiri bagi Titi. Tangan satunya turun meraba-raba rok panjang korbannya dan berusaha membukanya.

Titi seperti mengerti kemauan si perampok, ia kemudian berdiri dan membuka resleting roknya, diikuti rok dalemannya dan tak lama kemudian terpangpanglah paha dan kaki mulusnya, kemaluannya masih ditutupi oleh CD putih berenda.

Kemudian si perampok membuka resleting celananya dan menyembullah penis yang sudah mengeras tajam di depan wajah Titi. Mata wanita itu melotot melihat penis si perampok yang hitam berurat dengan ujungnya disunat menyerupai jamur serta jauh lebih besar daripada milik suaminya.

“Gede kan, Sayang, pasti punya suamimu ga segede gini kan!” kata si perampok dengan bangga memamerkan senjatanya. “Nah, ayo sekarang servisnya mana?!”

Titi tersenyum memandangi penis si perampok lalu dengan tangan dia mulai meraih penis itu dan mengocoknya pelan. Si perampok menarik jilbab Titi agar wajah perempuan itu mendekat ke penisnya.

“Servis mulutnya mana, Sayang, masa cuma tangan doang sih?!” suruhnya tak sabar.

Kembali Titi tersenyum, pelan-pelan memajukan wajahnya sambil memandang penis si perampok, dia melanjutkan kocokannya sambil menyapukan lidahnya pada kepala penis itu dengan ragu-ragu, karena Titi belum tahu caranya melakukan oral sex seperti keinginan si perampok, sehingga perampok pun menjadi gusar.

“Heh, apa-apaan sih, disuruh pake mulut malah cuma pake lidah disentil-sentil gitu!” bentaknya. “Gini nih yang namanya pake mulut!” seraya menjambak Jilbab Titi dan menjejalkan penisnya ke dalam mulut perempuan cantik itu.

“Mmmhhppphh…!!” hanya itu yang keluar dari mulut Titi yang telah dijejali penis. Mulutnya yang mungil membuatnya tidak bisa menampung seluruh batang itu, tapi ia sangat menikmati sex gaya barunya tersebut.

“Ayo, yang bener nyepongnya! Nah, kaya gitu! Kamu cepat belajar, Say, pantes murid-murid kamu cepat pintarnya diajarin kamu!” si perampok mendesah merasakan belaian lidah Titi pada penisnya serta kehangatan yang diberikan oleh ludah dan mulutnya.

“Uuhhh… gitu dong, Say, enak…! Mmmm!” gumamnya sambil memegangi kepala Titi yang masih ditutupi Jilbab dan memaju-mundurkan pinggulnya semakin cepat.

Titi merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir si perampok yang berbulu lebat, penis di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya. Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai si perampok menekan kepalanya sambil melenguh panjang.

“Ooouuugghhhhh… keluar nih, Say! Isep! Isep terus! Jangan dimuntahin, sekalian bersihin kontolnya!” perintah laki-laki itu dengan nafas memburu saat cairan putih kentalnya menyembur deras di dalam mulut Titi.

Mau tidak mau, Titi harus menelannya. Rasanya yang asin dan kental membuatnya hampir muntah dan tersedak. Beberapa saat kemudian, barulah semburannya melemah dan berhenti. Titi langsung terbatuk-batuk begitu si perampok mencabut penis itu dari mulutnya. Nafasnya terengah-engah mencari udara segar, dia baru saja lulus dalam ujian blow job pertamanya. Si perampok terus saja menahan memegangi Jilbab Titi agar wajah perempuan itu tetap berada di depan penisnya

“Sudah… cukup… Sayang!” Titi menggoda si perampok.

birahi akhwat (3)

“Cukup apanya, Say? Baru juga pemanasannya, pokoknya dijamin puas deh!” ujar si perampok sambil berjongkok di depan Titi, tangannya meraih ujung baju Titi, hendak menyingkapnya.

“Jangan cepat-cepat, Say!” ucap Titi mengiba sambil mengedipkan matanya ke arah si perampok yang akan menaikkan bajunya.

Tangan si perampok menyingkapkan baju dinas yang Titi kenakan, kemudian melepaskan baju itu dari pemiliknya. Tinggallah Titi hanya mengenakan Jilbab putihnya, seluruh pakaiannya telah dilucuti, keringat masih membasahi kulit putihnya yang tak terlindungi lagi.

Kini mulut si perampok dengan rakus menjilat dan menyedot puting Titi yang berwarna merah dadu. Setelah beberapa saat, tangannya yang menggerayangi payudara yang lain mulai turun ke bawah mengelus paha mulus Titi lalu menjejahi kemulusan paha dalam perempuan itu sebelum akhirnya menjamah selangkangan Titi yang tertutupi rambut yang tercukur rapi.

Titi terlihat senang menerima perlakuan itu, dia mendesah saat tangan si perampok mulai meraba-raba kemaluannya dari luar. Rasa geli membuatnya mengatupkan kedua belah pahanya sehingga tangan si perampok terjepit diantara kemulusan kulitnya. Hal ini membuat laki-laki itu menjadi semakin bernafsu, dia mulai menyusupkan jari-jarinya melalui pinggiran vagina dan menyentuh bibir vagina Titi yang telah becek.

“Hehehe… Jilbaban asik-asik aja yach dientot.” ejeknya sambil nyengir lebar ketika merasakan daerah kewanitaan Titi yang basah itu. Titi hanya mengangguk-angukkan kepala yang masih ditutupi Jilbab putih.

“Buka kakinya, Say!” perintah si perampok pada Titi sambil mengelus-elus kontolnya karena keasikan dioral oleh Titi. “Ayo buka…!” katanya lagi dengan lebih keras.

Dengan perlahan-lahan, Titi mulai membuka pahanya dan memperlihatkan kemaluannya yang berbulu cukup lebat tapi tertata rapi kepada si perampok yang duduk berjongkok di depannya. Dia menggigit bibir dan memejamkan mata, tak pernah terbayang olehnya akan melakukan hal ini di depan lelaki seperti itu.

“Wah, ternyata ibu gak cakep mukanya aja, memeknya juga cakep!” kata si perampok sambil tak berkedip menatap daerah pribadi milik Titi dan mengelusnya pelan. Tak lama kemudian, dia pun melumat vagina Titi dengan ganas, diserangnya setiap sudut vagina itu, mulai dari bibir hingga klitorisnya, disertai gigitan-gigitan kecil yang menggemaskan. Sementara tangan kanannya meraih payudara Titi dan meremas-remasnya kuat, sedangkan yang kiri menelusuri kemulusan pantat Titi yang putih dan montok.

“Uhh… ahh… uhh… ahh… ahh…!” desah Titi dengan tubuh menggeliat-geliat menahan rasa geli yang bercampur nikmat luar biasa, suatu perasaan yang tidak bisa ditahan-tahannya lagi. Tubuhnya telah basah oleh keringat, wajahnya yang memerah tampak makin menarik dan serasi dengan jilbab putih yang dikenakannya dan nafasnya makin memburu.

Mendadak dia merasakan bulu kuduknya merinding semua, secara reflek dia merapatkan kedua pahanya, mengapit kepala si perampok karena sebuah sensasi dahsyat tiba-tiba diterimanya, ternyata si perampok membenamkan lidahnya pada bagian yang lebih dalam dari vaginanya, dia merasakan dinding vaginanya menjepit lidah si perampok. Selain itu dia juga merasakan putingnya makin mengeras karena terus dipilin dan dipencet-pencet oleh laki-laki itu. Air susunya pun tak henti-hentinya diisapi oleh si perampok.

birahi akhwat (4)

Puas bermain-main dengan vaginanya, si perampok membaringkan tubuh Titi hingga telentang, dan kemudian menindihnya. Kini posisi mereka berhadap-hadapan, dengan ujung penis si perampok tepat berada di depan lubang surga milik Titi. Tanpa menunggu lama, laki-laki itu segera menusukkannya. Sesaat kemudian, dia sudah menggoyangkan pinggulnya, mula-mula gerakannya perlahan, tapi makin lama kecepatannya makin meningkat.

Titi benar-benar tidak kuasa menahan erangan setiap kali penis si perampok menghujam ke dalam vaginanya, gesekan demi gesekan yang timbul dari gesekan alat kelamin mereka menimbulkan rasa nikmat yang menjalari seluruh tubuhnya sehingga mata Titi membeliak-beliak dan mulutnya mengap-mengap mengeluarkan rintihan.

Perampok itu lalu mengangkat paha kirinya sepinggang agar bisa mengelusi paha dan pantat Titi sambil terus menggenjot. Sementara tangannya menggenggam bulatan payudara Titi dan meremas-remasnya keras.

Menit demi menit berlalu, si perampok masih bersemangat menggenjot tubuh mulus Titi. Sementara Titi sendiri kini sudah tidak terlihat sebagai seseorang yang sedang diperkosa lagi, melainkan nampak hanyut menikmati ulah si perampok. Kemudian tanpa melepas penisnya, dia mengangkat paha Titi yang satunya dan digendongnya menuju kursi meja rias dimana dia mendaratkan pantatnya.

Anehnya, tanpa disuruh, Titi memacu dan menggoyangkan pinggulnya pada pangkuan si perampok karena kini bukan lagi pikiran dan perasaannya yang bekerja, melainkan naluri seksnya.

Ketika memandang ke depan, dilihatnya wajah si perampok yang masih tertutup topeng itu sedang menatapnya dengan takjub. Dengan posisi demikian, si perampok dapat mengenyot payudara Titi sambil menikmati goyangan pinggulnya.

Kedua tangannya meraih sepasang gunung kembar itu, mulutnya lalu mencium dan mengisap putingnya secara bergantian. Remasan dan gigitannya yang terkadang kasar menyebabkan Titi merintih kesakitan, juga keenakan.

Namun dia merasakan sesuatu yang lain dari persenggamaan ini, lain dari yang dia dapat dengan suami tercintanya, gaya bercinta si perampok yang barbar justru menciptakan sensasi yang khas bagi dirinya yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya.

birahi akhwat (5)

Di ambang klimaks, tanpa sadar Titi memeluk si perampok dan dibalas dengan pagutan liar di mulutnya. Titi membalasnya tanpa ragu. Mereka berpagutan sampai Titi mendesis panjang dengan tubuh mengejang, tangannya mencengkram erat-erat lengan kokoh si perampok.

Sungguh dahsyat orgasme pertama yang didapatnya, namun ironisnya hal itu bukan dia dapat dari suaminya melainkan dari seorang perampok mesum yang memanfaatkan situasi tidak menguntungkan ini. Setelah dua menitan tubuhnya kembali melemas dan bersandar dalam pelukan si perampok.

Rupanya penis perampok yang masih menancap di vaginanya belumlah terpuaskan, maka setelah jeda beberapa menit, dia bangkit sehingga penis itu terlepas dari tempatnya menancap. Titi yang belum pulih sepenuhnya disuruhnya menungging dengan tangan bertumpu pada kepala kursi.

“Oohh… udah dong, Say, aku udah gak kuat lagi, tolong!” Titi memelas dengan lirih.

Mendengar itu, si perampok cuma nyengir saja, dia merenggangkan kedua paha Titi dan menempelkan penisnya pada bibir kemaluan perempuan itu.

“Uugghh… oohh…!” desah Titi sambil mencengkram sandaran kursi dengan kuat saat penis si perampok kembali melesak ke dalam vaginanya.

Tangan laki-laki itu memegang dan meremas pantat bulat Titi sambil menyodok-nyodokkan penisnya, cairan yang sudah membanjir dari vagina Titi menimbulkan bunyi berdecak setiap kali penis itu menghujam.

Suara desahan Titi membuatnya semakin bernafsu sehingga dia meraih payudara Titi dan meremasnya dengan gemas seolah ingin melumatkan tubuh sintal wanita cantik itu.

Lima belas menit lamanya si perampok menyetubuhinya dalam posisi demikian, seluruh bagian tubuh Titi tidak ada yang lepas dari jamahannya. Sekalipun merasa pedih dan ngilu oleh cara si perampok yang barbar, namun Titi tak bisa menyangkal dia juga merasakan nikmat yang sulit dilukiskan, yang tidak dia dapatkan dari sang suami.

Akhirnya, si perampok menggeram saat merasakan sesuatu akan meledak dalam dirinya, penisnya dia tekan lebih dalam ke dalam vagina sempit Titi, serangannya juga makin gencar sehingga Titi dibuatnya berkelejotan dan merintih. Kemudian dia melepaskan penisnya dan cret… cret… cret… spermanya muncrat membasahi pantat Titi yang bulat dan padat.

Belum cukup sampai disitu, disuruhnya Titi menjilati penisnya hingga bersih, setelahnya barulah dia merasa puas dan memakai kembali celananya.

birahi akhwat (6)

Titi bersimpuh di lantai dengan menyandarkan kepala dan lengannya pada kursi itu, wajahnya yang berjilbab tampak lesu berkeringat dan badannya merasa keletihan yang sangat, dalam hatinya berkecamuk kepuasan yang sensasional ini. Tak lama kemudian karena kelelahan Titi merasa mengantuk.

Keadaan telah malam, ketika Titi tersadar dari tidurnya, ia menajamkan matanya untuk memperhatikan keadaan sekitarnya, dilihatnya Andra masih tertidur di atas dadanya yang terbuka, anak itu tertidur dengan masih mengenyot puting susu ibunya.

Setelah memindahkan anaknya agar tidur dengan lebih nyaman, Titi merasakan seluruh tubuhnya terasa nyeri dan lemas sekali, seperti habis bekerja berat.

Ia menuju ke arah lemari pakaian untuk mengganti pakaiannya yang dari tadi pagi belum dia ganti dan agak kusut kelihatannya. Ia terkejut ketika membuka baju dinasnya, disekujur badan atasnya terlihat bekas-bekas gigitan dan isapan-isapan yang tersebar di sekitar dada dan perutnya.

Dengan perasaan was-was, Titi segera membuka seluruh pakaiannya dan terkejutlah ia melihat banyaknya bekas-bekas gigitan dan isapan-isapan yang tersebar di seluruh tubuhnya.

Ia melihat ke kaca rias sambil meraba bekas-bekas bekas-bekas gigitan dan isapan-isapan di sekitar payudaranya, tiba-tiba ia tersenyum dengan penuh arti. Buru-buru ia menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya sambil memeriksa bekas-bekas gigitan dan isapan-isapan yang tersebar di tubuhnya.

Setelah selesai mandi dan mengeringkan tubuhnya, Titi dengan masih mengenakan handuk yang membelit dari dada hingga pahanya, kembali rebahan disamping anaknya yang masih tertidur pulas.

Dini hari keesokannya daerah tempat tinggal Titi geger, suami Titi yang baru pulang dari dinas luar kotanya menemukan lemari tempat menyimpan uang telah ludes isinya, begitu juga dengan kotak perhiasan dan benda berharga lainnya.

Istrinya tidak ingat ada perampok yang masuk ke dalam rumahnya dan memang polisi tidak menemukan kerusakan pada pintu dan jendela rumah tersebut.

Akhirnya Titi dibawa ke kantor polisi terdekat untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tapi Titi sama sekali tidak sadar bahwa ia mengalami perampokan.

IBU RINA, ISTRI DAN MERTUA

Pengalaman ini berawal ketika aku kuliah di universitas di daerah Setiabudhi Badung. Aku nge-kost di daerah Geger Kalong yang saat itu identik dengan DT-nya Aa Gym yang menjadikan tidak terbesit olehku akan mengalami pengalaman yang seru ini.

Aku nge-kost di sebuah rumah pasangan suami-istri. Mereka mempunyai anak satu namun karena sudah berumah tangga maka anaknya itu sudah tidak tinggal di rumah itu. Tempat kost-ku mungkin berada agak jauh dari kampus dibandingkan dengan tempat kost-kost yang lain dan suananya lebih sepi dan tenang. Mungkin karena itu pula aku memilih kost-an itu disamping harganya yang lebih murah daripada kost-kostan yang lain. Hanya terdapat 3 kamar yang di sewakan di belakang bangunan utama yang ditinggali oleh pemilik kost tersebut. Pemilik kost tersebut Pak Dedi yang bekerja di sebuah perusahaan operator telepon seluler dan istrinya Bu Rina yang hanya sebagai ibu rumah tangga. Pak Dedi berumur sekitar 45 tahunan dan Bu Rina sekitar 38 tahunan.

Pekerjaan Pak Dedi yang suka mengurusi proyek-proyek pembangunan BTS di daerah-daerah menjadikannya sering keluar kota, mungkin dari itu juga makanya rumah mereka di kostkan, biar Bu Rina tidak kesepian kalau ditinggal keluar kota katanya. Bu Rina mungkin bisa dibilang sudah cukup berumur bahkan sudah menjadi nenek dari anak putrinya semata wayang. Namun dari wajahnya masih terlihat segar dan manis, mungkin waktu mudanya memang cantik.

ibu rina

Waktu awal aku ngekost disana, aku menganggap Bu Rina seperti kebanyakan ibu rumah tangga lainnya, bahkan aku menganggap sebagai wanita yang alim karena penampilan sehari-harinya selalu menggunakan jilbab dan baju gamis yang longgar sehingga tidak pernah terlihat sedikit pun lekuk tubuhnya dari luar. Pada awal-awal aku biasa saja, mungkin hanya senyum kalau bertemu atau berucap sapa sewajarnya. Bu Rina biasanya sering ngobrol dengan Putri, penghuni kost yang lain.

Keadaan mulai berubah ketika memasuki smester ke-3, penghuni di kost-an itu hanya tinggal aku karena Putri telah lulus dan sudah tidak tinggal di situ lagi, sedangkan kamar yang satunya lagi memang sudah lama kosong, mungkin karena jaraknya yang jauh dari kampus sehingga kurang peminatnya.

Suatu pagi hari rabu, aku dapat jam kuliah siang. Sambil nunggu kuliah, aku hanya santai-santai di kost-an sambil baca buku. Lalu datang Bu Rina menjemur pakaian, kebetulan tempat jemuran berada di depan kamarku, jadi sempat juga kuperhatikan Bu Rina yang sedang menjemur pakaian. Tidak seperti biasanya, saat itu Bu Rina menghampiriku setelah selesai menjemur pakaiannya.

“Tidak kuliah, Din?” tanyanya mengawali percakapan.

“Jadwalnya siang, Bu.” jawabku.

“Gimana tinggal di sini, betah gak?” tanyanya lagi.

“Betah kok, bu, tempatnya bersih, tenang, murah lagi.” jawabku sambil sedikit tertawa.

“Ya mungkin buat nak udin sih tenang, tapi buat Ibu sih sepi, apalagi setelah anak ibu menikah dan ikut suaminya, makanya rumahnya ibu kost-kan.” kata Bu Rina.

“Owh… tapi kenapa ibu gak jual aja bu rumahnya trus ibu beli rumah yang tempatnya ramai gitu?” aku balik bertanya.

“Ini rumah warisan orang tua ibu, dan diamanatkan supaya tidak boleh dijual, makanya ibu tetap bertahan.”

“Ya bagus lah, bu, kan saya juga jadi dapat kost-an yang murah.” candaku.

“Ah, kamu bisa aja, Din.” kata Bu Rina sambil tersenyum. “Udah dulu ya, Din, Ibu mau beres-beres rumah dulu.” lalu dia masuk ke rumahnya.

Hari itu aku merasa sesuatu yang beda, mungkin sudah gak ada Putri teman ngobrolnya yang dulu, jadi Bu Rina mencari teman ngobrol yang lain. Semakin hari aku semakin sering ngobrol berduaan dengan Bu Rina tapi hanya obrolan-obrolan biasa sekitar lingkungan tempat tinggal, aktifitas sehari-hari, hanya sebatas itu. Namun hampir setiap hari atau saat Bu Rina sedang tidak ada kerjaan selalu saja datang untuk ngobrol denganku.

Hingga pada suatu hari Pak Dedi dapat tugas keluar jawa untuk proyek BTS-nya. Saat itu aku baru saja pulang kuliah. Waktu itu tiba-tiba hujan, karena Bu Rina sedang tidak ada di rumah maka aku mengangkat jemurannya biar tidak kehujanan. Sepulangnya Ibu Rina, aku langsung mengantarkan jemurannya tadi, namun ketika aku kembali ke kamarku, tanpa kusadari ternyata celana dalam bu Rina ketinggalan secara tidak sengaja. Duh, bingung juga jadinya. Mau kuantarkan pasti malu lah hanya mengantarkan satu celana dalam Bu Rina, tapi kalau tidak kuantarkan pasti Bu Rina bakalan berpikiran negative kalau aku sengaja menyembunyikan celana dalamnya. Ah, daripada nantinya jadi macam-macam lebih baik aku antarkan saja.

Tok.. Tok.. kuketuk pintu belakang rumah Bu Rina. Muncul lah Ibu Rina. “Eh, nak Udin.” sapanya ramah seperti biasa.

“Maaf, bu, ini ada jemurannya yang tertinggal tadi.” kataku sambil memberikan celana dalamnya dengan menahan malu.

“Oh ya, makasih, Din.” terlihat wajah Bu Rina juga nampak malu karena celana dalamnya aku pegang. “Udah makan, nak Udin?” Bu Rina mengalihkan pembicaraan.

“Udah bu, makasih.” jawabku bohong.

“Ah, pasti belum, ibu juga tahu kamu tuh suka makannya malam, ayo temenin ibu makan.” ajaknya.

“Udah kok, bu. Beneran.” aku coba menolak.

“Ayo sini temenin ibu makan, gak baik loh nolak rezeki.” katanya sambil menarik tanganku, memaksa untuk masuk.

Tak kuasa menolak, aku pun menuruti permintaan Bu Rina. Aku masuk dan mengikutinya yang membawaku ke meja makan.

“Silahkan duduk, nak Udin.” kata Bu Rina

“Iya, makasih, bu.” aku pun duduk diikuti dengan Bu Rina yang ikut duduk. “Loh, bapak kemana, bu?” aku bertanya melihat hanya kami berdua yang ada di ruangan itu.

“Tadi bapak ada tugas mendadak ke Bengkulu, padahal Ibu susah masak, jadinya ga ada yang makan, makanya Ibu ajak nak Udin makan sekalian, biar gak mubazir.” jawabnya.

Kami pun makan bersama sambil mengobrol berdua. Mulai dari masalah makanan, hoby, tempat kost-an dan lain-lain. Selesai makan aku hendak pamit, meski masih betah ngobrol dengan Bu Rina tapi tak enak juga berduan dalam satu rumah. Apalagi sudah hampir malam, mungkin juga Bu Rina mau melakukan aktivitas lainnya.

“Sudah dulu yah, bu, sudah malam.” aku pamit.

“Nyantai aja, nak Udin, temenin Ibu dulu kenapa.” tapi Bu Rina melarang.

“Ah, gak enak, bu. Kalau dilihat orang kan gak enak.” aku berdalih.

“Ah, tenang aja, lagian ga akan ada orang yang lihat. Mau ibu bikinin kopi?”

“Gak usah, bu, makasih.”

Namun Ibu Rina tetap membikinkan kopi dan mengajakku untuk melanjutkan obrolannya di sofa di depan TV. Kami pun melanjutkan obrolan tadi namun kali ini Bu Rina menanyakan hal tentang aku.

“Kamu sudah punya pacar, Din? Kok ibu perhatikan kamu gak pernah ngajak perempuan ke sini, padahal kan usia seumur kamu pasti lagi asyik-asyiknya pacaran?”

“Saya gak punya pacar, bu, lagi konsentrasi kuliah dulu.”

“Tapi kalau pacaran pasti udah pernah kan?”

“Gak juga, bu, paling kalau sekedar suka sih pernah, tapi kalau pacaran belum.”

“Masa sih secakep kamu belum pernah pacaran, Din? Kalau begitu sama donk kaya ibu.”

“Maksudnya?” tanyaku bingung.

“Dulu ibu tuh nikah muda, usia 15 tahun ibu sudah dijodohkan, malahan waktu itu baru pertama bertemu Bapak tapi ibu langsung dinikahkan. Usia 16 tahun ibu sudah punya anak.”

“Oh, pantes masih muda Ibu udah punya cucu, kan Ibu masih cantik, gak kelihatan kaya nenek-nenek.” jawabku sambil becanda.

ibu rina

“Ah, kamu bisa aja, Din.” Bu Rina tersipu malu.

“Tapi meskipun belum pernah bertemu akhirnya Ibu cinta juga kan sama bapak?”

“Gak tau juga yah, Din, mungkin selama ini Ibu hanya berusaha menjadi seorang istri yang baik. Kalau dibilang cinta mungkin ibu hanya menjalani tugas saja. Mungkin juga ibu bertahan hanya demi anak saja.”

“Maksud ibu bertahan?”

“Yah, mungkin kalau ingin hati ibu itu ingin berpisah. Bapak itu tidak pernah mau ngertiin ibu, keras kepala, kadang kalau keinginannya gak sesuai suka main kasar.”

“Sabar aja yah, bu.” aku mencoba menghibur.

“Loh, kok ibu malah jadi curhat sama kamu sih, Din, maaf yah.”

“Ah, gak pa-pa kok, bu, sapa tau aja bisa ngurangi beban ibu.” dengan spontan kupegang tangan Bu Rina.

“Gak tau kenapa yah, Din, akhir-akhir ini hari-hari ibu terasa berbeda, seperti ada hal baru yang ibu rasain yang tak pernah ibu rasain dulu.”

Aku juga merasa yang berbeda. Suatu perasaan yang tak bisa ku pahami. Kalau sedang ngobrol dengan Bu Rina hati terasa tenang, terasa nyaman. Untuk beberapa saat kami tertegun mata kami saling memandang. Pandangan yang tak biasa yang membawa kami untuk beberapa saat berada di alam yang berbeda.

Bu Rina melepaskan genggaman tanganku, tapi tanpa kuduga dia langsung memelukku. Aku hanya bisa terdiam karena kaget. Lalu aku memberanikan diri membelai kepalanya yang masih tertutup jilbab. Untuk beberapa saat kami berpelukan, lalu Bu Rina mengangkat kepalanya dan kami saling bertatap mata lagi. Seperti sudah kompakan, bibir kami pun langsung melaju hingga saling bersentuhan.

Cuuup… satu kecupan. Dan diteruskan dengan kecupan-kecupan lain hingga kami saling mengulum bibir dan bermain lidah. Sungguh nikmat kurasakan, bibirnya yang tipis manis dan ludahnya yang hangat melambungkan birahiku hingga saat itu juga penisku mulai berdiri.

Namun tiba-tiba Bu Rina seperti tersentak. “Maaf kan ibu ya, Din, ibu kelewatan.” katanya sambil cepat-cepat melepaskan ciuman dan menarik pelukan.

“Ah, nggak kok, bu. Saya juga gak bisa menahan.” aku menjawab. Mungkin ada rasa malu pada dirinya, namun dari wajahnya, aku dapat melihat hal yang sama denganku. Birahi yang meninggi…

Kami terdiam, tanpa kusadari tatapan Bu Rina tertuju pada celanaku, dia memperhatikan perubahan penisku yang membesar. “Maaf, bu, gak bisa nahan.” dengan malu kututupi celanaku dengan kedua tangan.

Bu Rina hanya tersenyum.

“Ah, ibu curang, gak kelihatan, gak seperti aku.” aku coba bercanda untuk menutupi rasa maluku.

“Kamu juga kan tadi sudah lihat celana dalam ibu, sudah pegang lagi.” sahut Bu Rina, matanya masih tertuju pada tonjolan penisku.

“Tapi kan itu gak ada isinya, bu. Kalau aku kan isinya yang menonjol yang dilihat ibu.”

“Apa kamu mau lihat juga celana dalam yang ada isinya? Nih ibu kasih.” Aku terkaget ketika tiba-tiba bu Rina berdiri dan menganggat baju gamisnya sampai ke pinggang hingga bisa kulihat celana dalam warna krem yang menempel pada pantatnya yang montok. Aku hanya melongo sambil menatap indahnya pantat Bu Rina tanpa berkedip. Lalu tiba-tiba bu Rina naik ke pangkuanku dan langsung mencium bibirku. Aku hanya mengikuti karena ini yang pertama bagiku dan aku tak tahu harus bagaimana.

Semakin lama hisapan Bu Rina kurasa semakin kencang, lalu tiba-tiba Bu Rina memasukkan lidahnya ke mulutku sambil mendesah… ”Ssshhh… ssshhh…!” Ya ampun, nikmat sekali aku rasa saat lidah kami saling bersentuhan dan bermain-main. Sambil menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku, bu Rina memegang tanganku dan mengarahkannya ke tonjolan buah dadanya, mengisyaratkan untuk diremas. Aku pun mulai meremas-remas payudara sebelah kanan Bu Rina hingga desahannya semakin kuat.

ibu rina

Bu Rina membuka kaos oblong yang kukenakan dan dijilatinnya putingku dan sesekali menggigitnya. Aku hanya terdiam, tubuhku serasa merinding. Jilatannya semakin bawah ke pusarku dan langsung dibukanya celana jeans yang kukenakan. Penisku langsung menyembul keluar karena telah bangun dari tadi. Tanpa disentuh langsung dimasukkannya benda itu ke dalam mulutnya. Aku tersentak.

“Aww…!” erangku, keenakan
.
Bu Rina mengeluarkan penisku dari mulutnya. “Kenapa, Din?” dia bertanya.

“Ngilu, bu. Tapi enak yah?” jawabku cengingisan. “Ibu buka juga dong bajunya, masa aku aja yang telanjang.” lanjutku.

Bu Rina tersenyum dan mencium penisku, lalu dia mulai membuka bajunya satu persatu. Dibukanya jilbab yang ia pakai hingga terlihat rambutnya yang lurus panjang terurai. Cantik sekali, untuk pertama kali aku lihat bu Rina tanpa kerudung. Dibukanya juga baju gamis dan celana panjang tipis yang melindungi kakinya, hanya menyisakan celana dalam dan BH saja. Terlihat tubuhnya yang montok dengan payudara dan bokong yang besar, meski terlihat sedikit kendur namun tidak mengurangi sedikitpun keindahannya. Lalu dibukanya BH warna krem hingga payudaranya yang bulat besar menyembul keluar dengan puting merah kecoklatan. Dan yang terakhir, bu Rina melepaskan celana dalamnya perlahan-lahan, terlihat bulu-bulu tipis yang tampak dicukur rapi dengan bokong yang besar dan seksi. Baru pertama kali aku melihat wanita telanjang bulat di depanku.

“Nih, udah sama telanjang, mau diapain sekarang?” tanya Bu Rina menggoda.

“Hmm.. gak tau juga mau diapain, bu.” jawabku jujur.

“Uh, dasar! Sini punya kamu dulu, Din, Ibu mainin.” bu Rina langsung memegang penisku yang semakin tegang. “Tahan yah, Din, nanti juga ngilunya jadi nikmat.”

Bu Rina menjilati penisku, dia mengulum dan menghisap-hisapnya. Tampak jauh beda dengan Ibu Rina yang selama ini aku lihat dengan watak yang tenang dan kalem, namun kali ini Bu Rina terlihat begitu semangat dan menggebu-gebu.

“Ahh… bu, enak banget! Terus, bu, jangan berhenti…!” erangku sambil memegangi kepalanya. Aku masih belum berani menyentuh tubuhnya.

Bu Rina pun semakin kencang mengulum penisku dan sesekali juga meremas-remas bijiku. “Gantian yah, Din.” pintanya saat dirasa penisku sudah sangat licin dan basah.

Ia pun duduk di sofa dan membuka kakinya, dengan perlahan Bu Rina menuntun kepalaku ke arah lubang vaginanya. Bisa kulihat dengan jelas benda berbelahan sempit miliknya yang berwarna merah dan sudah sangat basah. Awalnya aku sungkan, namun dengan bu Rina, lama-kelamaan aku pun menikmatinya. Kuciumi bulunya yang tipis dan kujilat perlahan-lahan lubangnya.

“Aahhh… aaahhh… sssttt… shhh…” hanya desahan dari Bu Rina yang kudengar saat kumasukan lidahku ke lubang vaginanya. “Iya, sayang, terus! Sshhhs… Itu itilnya juga ya, sayang!“

Berbunga-bunga aku dipanggil sayang oleh Bu Rina. “Itil tuh yang mana, bu?” aku bertanya belum paham.

“Itu tuh yang seperti kacang tapi kecil.” jawabnya parau.

Oke, aku menemukannya, ada di atas bibir vagina bu Rina. Tanpa bicara lagi langsung aku jilati benda mungil bernama itil itu. “Ouw yah, terus sayang…! isep yang kuat! Owwhhh… sssshhh…” bukan hanya desahan kali ini, tapi juga erangan keluar dari bibir manis Bu Rina.

Rintihannya terdengar dahsyat. Bu Rina memegang rambutku, mengisyaratkan agar aku lebih kencang menghisap-hisap itilnya. Tubuh Bu Rina yang montok dan semok menggeliat dan menggelinjang-gelinjang semakin kencang dan tak beraturan. Kupegangi pinggulnya agar itilnya tetap dalam hisapanku.

“Oowwhhhhh…. Sayaaang!” erang panjang Bu Rina. Kurasakan cairan hangat keluar dari lubang vaginanya. “Hhhh… hhh… Ibu sudah keluar, sayang.” katanya sambil terengah-engah. “Sini, masukin punya kamu, Din!” Bu Rina memegang penisku dan menuntunya masuk ke lubang vaginanya.

Cleebb! Kudorong penisku hingga masuk menembusnya. Terasa hangat dan ketat kurasakan. ”Goyang, Din. Gerakkan maju mundur, tapi jangan sampai lepas.” perintahnya. Mulai kugoyang pinggulku sambil kupegangi pinggang ramping Bu Rina. Payudaranya yang membulat besar, yang terlihat sungguh sangat menggiurkan, masih belum berani kupegang.

“Owh yeah, sayang… hmmmm… sshhh.. yeah…” Bu Rina kembali mendesah. Kupercepat gerakanku yang terus menghujam vaginanya. “Owhhh… ahhhhh… oowwssshhhhhh…“ desahannya terdengar semakin memilukan. ”Aarrgghhhhhhhh…!” kembali Bu Rina mengerang panjang, dan kali ini cairan hangat terasa menyembur di batang penisku. Ternyata dia telah kembali orgasme.

“Kamu juga keluarin dong, sayang.” rayu bu Rina genit dengan muka memerah dan berkeringat.

“I-iya, bu.” aku memang merasa seperti kebelet namun kutahan dari tadi. Aku masih ingin menikmati rasa ini sedikit lebih lama. “Ntar kalau keluarnya di dalam gimana, bu?” tanyaku sambil terus menggoyang.

“Gak pa-pa, sayang, Ibu sudah di KB kok. Mau gaya lain gak, sayang?” tawarnya.

“Gaya gimana, bu?” tanyaku yang memang belum pengalaman.

Bu Rina mengeluarkan penisku dan langsung nungging. Kulihat pantatnya yang masih kencang, mulus dan besar, lalu dituntunnya lagi penisku masuk ke lubang vaginanya. “Hmm, nikmat, sayang!” erang Bu Rina saat kutusuk tubuh montoknya dari belakang.

“Iya, bu. Nikmat baget…” aku mengangguk mengiyakan. Ternyata gerakan nungging ini membuatku tak tahan. Semakin cepat kugoyang Bu Rina, semakin terasa nikmat kedutan di ujung penisku. “Aaahhh….” aku mengerang keenakan.

“Ooowhhh… shhhh…” desis Bu Rina tak kalah nikmat.

“Aku mau keluar, sayang.” tanpa sadar, aku ikut memanggil Bu Rina dengan sebutan sayang.

“Aku juga, sayaaaang…!“ Bu Rina menjerit panjang.

“Ahhhh…” aku menggeram. Lalu crottt.. crottt.. crottt.. aku pun meledak, spermaku berhamburan memenuhi liang kewanitaannya.

“Ahhh… shhh… nikmat, sayanggg…” Bu Rina menyambutnya dengan semburan yang tak kalah dahsyat. Dia kembali orgasme untuk yang ke sekian kalinya.

Aku pun terkulai lemas di lantai sambil menyandarkan tubuhku ke sofa. Bu Rina turun dari sofa dan ikut berbaring di lantai dengan kepala diletakkan di pahaku. Untuk sesaat kami hanya tertegun diam tanpa kata. Setelah nafas kami kembali teratur, aku segera mengenakan kembali pakaianku, begitu juga dengan Bu Rina. Kami berpelukan dan berciuman sesaat sebelum akhirnya berpisah malam itu.

Aku tertegun di kamar kost-anku, perasaanku tak menentu, pikiranku kacau balau. Aku masih belum percaya dengan kenikmatan yang baru saja kurasakan, namun di sisi lain ada perasaan takut dengan apa yang telah terjadi. Mungkinkah suatu hari suami Bu Rina akan mengetahui atau kah sikap Bu Rina akan berubah terhadapku. Tidak bisa dipungkiri meski usia Bu Rina dua kali lebih tua dariku tapi ada perasaan yang special terhadapnya.

Esoknya aku menjalani aktivitas seperti biasa, bangun pagi dan berangkat ke kampus. Seperti biasa juga kulihat Bu Rina sedang menjemur pakaian di depan kamar kostku. Namun ada yang tidak biasa pagi ini, biasa nya Bu Rina selalu mengunakan jilbabnya bahkan sedang menjemur sekalipun namun pagi ini kutemui Bu Rina menjemur tanpa jilbabnya, bahkan hanya menggunakan daster tipis. Aku berjalan menuju luar, Bu Rina hanya memandang sesaat, tanpa sapa bahkan tanpa senyum. Sungguh aneh aku rasa, biasanya kalau aku lewat Bu Rina selalu menyapa atau setidaknya tersenyum.

Di kampus, pikiranku melayang, pelajaran kuliah tak ada yang masuk. Pikiranku terus tertuju pada Bu Rina, apakah Bu Rina menyesali apa yang telah aku dan dia lakukan sehingga sikapnya dingin begitu. Aku tak bisa terus membiarkan pikiranku menerka-nerka. Sehabis mata kuliah pertama aku langsung pulang, aku memberanikan diri bertanya pada Ibu Rina.

Tanpa masuk ke kamar kost, aku langsung menuju pintu rumah Bu Rina. “Pagi, bu.” sapaku, kebetulan pintu belakang rumah Bu Rina tidak tertutup.

“Masuk aja, Din.” terdengar sahutan dari dalam rumah. Kutemui Bu Rina yang sedang menonton TV dengan masih mengggunakan daster merah muda yang tadi pagi.

Setelah dipersilahkan duduk, aku pun memulai percakapan. “Maaf, bu, ada yang ingin kubicarakan.” Bu Rina hanya terdiam dan nampaknya dia juga tahu akan arah pembicaraanku. “Maaf ya, bu, kalau aku lancang, aku mau bertanya tentang yang kemarin.”

“Memangnya kenapa, Din?”

“Maaf ya, bu, dengan yang kemarin.”

“Kenapa minta maaf?”

“Sepertinya Ibu menyesali dengan yang terjadi kemarin.”

“Hmm…” Bu Rina terdiam sejenak sambil menarik nafas. “Ibu gak menyesal kok, Din, justru ibu merasa malu sama kamu.”

“Loh, kok malu sama aku, bu?”

“Yah, kamu masih muda, masa ibu yang sudah tua ini suka sama kamu.”

“Yah, aku juga gak tahu, bu, tapi aku juga merasakan perasaan yang aneh terhadap ibu, entah kenapa tiba-tiba aku merasa takut karena kemarin sikap ibu menjadi berubah dingin seperti tadi.”

“Ibu bukan dingin, Din, ibu juga bingung harus gimana. Apalagi tadi pagi ibu sudah sengaja menggunakan baju ini tapi kamu terus berjalan tanpa melirik sama sekali.”

“Oh, jadi untuk aku ya, bu?”

“Gak tau kenapa bangun tidur tadi ibu ingin merasakan kembali seperti kemarin, jadi ibu langsung menggunakan baju ini, eh tapi kamunya lurus terus gak ngelirik sekalipun.”

“Seperti kemarin gimana, bu, bukannya ibu sering seperti itu?”

“Yah, ibu memang sering berhubungan intim seperti itu, tapi yang kemarin beda banget.”

“Beda gimana, bu?”

“Seumur-umur ibu baru ngerasain keluar lebih dari 1 kali dalam sekali main, kalau sama suami ibu paling cuma sekali, bahkan sering juga ga keluar sama sekali.”

Aku tidak bisa komentar sama sekalai, aku hanya bisa pandangi wajah Bu Rina saat bicara, gerak bibirnya yang tipis memancarkan pesona yang mendalam dan menaikkan hasratku untuk melumatnya.

“Kenapa, Din?” dia bertanya.

“Ah, gak pa-pa, bu.” aku terkaget. “Hmm, daster ibu masih sama, berarti dari pagi ibu belum mandi donk.” aku coba alihkan pembicaraan.

“Ah, kamu, Din, ibu kan jadi malu.” wajah cantik bu Rina bersemu merah.

“Tapi meski belum mandi ibu tetap cantik kok.” kataku.

“Ah, masa sih, ibu kan sudah tua gini. Ya sudah lah, ibu mandi dulu.” bu Rina langsung beranjak masuk ke kamar mandi, entah kenapa dia langsunag mandi tanpa menungguku pulang dulu dan entah kenapa juga pintu kamar mandinya dibiarkan terbuka gitu.

“Maaf, bu, kok pintunya gak ditutup?” tanyaku dari luar.

“Ah, kamu, Din. Gak ngerti aja, cepetan masuk sini.” timpalnya dari dalam.

Aku pun masuk ke kamar mandi, Bu Rina tiba-tiba langsung memelukku dan mencubuku seperti seorang yang sedang kesurupan sampai-sampai bibirku digigitnya. Nampaknya sudah dari pagi hastratnya dipendam. Dibukanya daster merah mudanya dan ternyata sudah tanpa BH dan CD sehingga telanjang bulat lah dia.

“Jilati memekku, Din.” pintanya sambil menaruh bokong di atas closet duduk yang tertutup.

Memek? Pikirku, aneh kata itu bisa terucap dari mulut Ibu Rina yang selama ini selalu santun dalam bertutur kata. Tanpa pikir panjang, aku langsung menuju arah memeknya yang sudah mengaga. Kurasakan cairan di dalamnya, ternyata sudah basah. Kugoyangkan lidahku membelai klitorisnya dan dengan seketika tubuh Bu Rina menggeliat dan mendesah.

“Aaaahh… terus, sayang.” tangannya memegang kepalaku dan sesekali menjambak rambutku ketika rangsanganku makin menghebat. Kuangkat kakinya ke pundakku agar semakin leluasa aku bereksplorasi di bagian selangkangan Bu Rina. Sesekali aku jilati lubang pantatnya yang berwarna coklat hingga tubuh Bu Rina pun menggeliat dengan hebatnya.

“Aaahh…” terdengar teriakan Bu Rina. “Pelan-pelan, sayang.” ternyata dia kaget saat kugigit klitorisnya.

“Eh, iya, bu. Gantian ya, bu.” aku pun berdiri sambil membuka bajuku, dan tanpa kuminta, Bu Rina langsung membuka celana dan CD-ku hingga langsung menyembul lah penisku dengan kencangnya. Tanpa menunggu lama, Bu Rina langsung memasukkan penisku ke mulutnya, perlahan tapi pasti gerakannya membuatku merinding nikmat. Dijulurkan lidahnya dan dijilatinya inci demi inci batang penisku, mulai dari biji zakar sampai kepalanya, terus begitu bolak-balik. Terlihat wajahnya begitu menikmati layaknya anak kecil makan es krim.

“Auw!” aku tersentak kaget saat tiba-tiba kepala penisku digigitnya. Namun kulihat Bu Rina malah tersenyum nakal.

“Gantian tuh…” bisiknya.

“Ah, ibu nakal.” kataku sambil kucubit pipinya.

ibu rina

Bu Rina pun berdiri sambil terus memegangi penisku, dituntunnya aku duduk di atas WC dan ia pun langsung naik ke pangkuanku sambil menuntun penisku masuk ke dalam lubang vaginanya.

“Aaaaahhh…” sambil mendesah, kulihat matanya terpejam saat penisku masuk menerobos vaginanya. Terasa kehangatan menyelimuti batang penisku, nikmat sekali. Bu Rina mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya naik turun, sesekali juga digoyangkan berputar. Didekatkannya dadanya sehingga payudaranya menempel tepat di wajahku, kujilati putingnya dan sesekali kugigit, namun kali ini bukan jeritan yang keluar dari mulut manis Bu Rina, tapi desahan yang semakin mendera.

“Owhhh… ahhhh… nikmat, sayang.” jeritnya. Dituntunnya tanganku ke pantatnya. Sumpah, seksi banget pinggulnya, walau sudah berumur namun pantatnya belum turun sama sekali dan seperti jarang terjamah. Kuremas-remas daging bulat itu sambil sesekali kuelus-elus paha mulusnya.

“Hmm… yeah, begitu, sayang!” nampaknya Bu Rina menikmati ketika aku memainkan lubang anusnya. Kucoba untuk memasukan jariku kesana, namun tidaklah mudah karena begitu rapatnya, hanya ujung kukuku saja yang dapat menerobos masuk.

Tak lama kemudian kudengar desahan panjang yang mulai tak asing. “Aaahhhhhhh…” tubuh montok Bu Rina menggeliat dengan hebatnya yang menandakan dirinya sudah mencapai orgasme. Penisku terasa nikmat tercengkeram jepitan vaginanya, dan ujung jari telunjukku pun ikut terjepit lubang pantatnya.

“Udah keluar, bu?” tanyaku.

“Iya, sayang.” jawab bu Rina dengan nafas yang belum beraturan. “Sebentar ya, sayang.” katanya sambil merebahkan tubuhnya ke dadaku. Kupeluk dia dan kubelai rambutnya yang panjang lurus terurai dan sesekali kukecup keningnya dengan penis yang masih menancap dalam di lubang vaginanya.

“Nikmat baget, sayang, sampai aku lemas gini. Mau gantian, sayang?” tanyanya mesra.

“Hmm, terserah ibu saja deh.” jawabku.

“Gantian ya, kamu yang ngegoyang aku. Tapi sebelum itu, boleh minta sesuatu gak?”

“Minta apa, bu?” tanyaku.

“Kalau kita lagi berdua, jangan panggil ibu dong, panggil aja Rina atau apalah.” katanya sambil memainkan pentil dadaku.

“Ah, ntar gak sopan, bu.” aku berkilah.

“Kamu sayang aku gak? Kalau sayang, jangan panggil ibu dong.” dia meminta lagi.

“Iya, Rinaku sayang.” kukecup bibirnya dan saat itu juga wajahnya tersipu merona. “Terusin yuk, bu… eh, Rina sayang.”

Bu Rina menatap wajahku, lalu ia turun dari pangkuanku dan gantian, sekarang dia yang duduk di atas WC dengan mengangkangkan kedua kakinya. Kuhujamkan penisku ke vaginanya dalam-dalam lalu kukocok dengan cepat hingga desahan Bu Rina pun kembali keluar.

“Ahhh… sayaang!” nampaknya Bu Rina mencapai oragame lagi, begitu cepat, tidak sampai tiga menit.

“Lho, sudah keluar lagi, sayang?” aku bertanya heran.

“He-eh.” bu Rina mengangguk malu-malu.

“Kok cepet banget?” sambil terus kutusukkan penisku untuk menggenjot tubuh sintalnya.

“Iya, gak tau nih. Kalau sama kamu, aku jadi cepet banget.” muka bu Rina tersipu. “Kamu juga keluarin donk sayang.” dia meminta.

“Kalau begitu, Rina sayang, nungging yah…” kataku selanjutnya.

Bu Rina pun langsung nungging dengan tangan bertumpu pada bak mandi. Kuhujamkan penisku ke vaginanya dari belakang. “Aaaahhh…” wanita itu menjerit nikmat. Begitu juga denganku.

Kupercepat kocokanku sambil kuremas payudaranya, terdengar suara pok.. pok.. pok.. saat hujamanku mengenai pantatnya yang seksi. Lubang anusnya yang berkerut-kerut membuatku tergoda untuk memainkannya. Kutekan-tekan dengan jempolku dan kucoba mencoloknya. Sedikit demi sedikit jempolku masuk ke lubang pantanya dan saat itu juga kurasakan vaginanya menjadi bertambah kencang mencengkeram penisku. Desahan Bu Rina sekarang sudah mulai berubah menjadi erangan.

“Aarrgghhhhh… sayang! Aku mau lagi…” jeritnya.

“Iya, sayang mau apa?” jawabku tanpa menghentikan hujamanku.

“Mau…. ke-keluar… aarrgghhhhh…” saat itu juga penisku terjepit dengan kerasnya. Sekali lagi Bu Rina orgasme. Aku yang juga sudah tak tahan, menyusul tak lama kemudian. Penisku meledak, menyemburkan mani ke dalam vaginanya. Croot.. crooot.. croooot.. terasa cairan hangat mengalir dari ujung penisku.

“Arghhh… Rina sayang!” erangku keenakan. Aku tersungkur di lantai kamar mandi, demikian juga dengan bu Rina. Namun itu tak lama, karena selanjutnya kami mandi bareng. Saling menyirami, saling menggosoki tubuh masing-masing dengan sabun, dan membilasnya sampai bersih.

“Bisa minta tolong gak, sayang?” tanya bu Rina saat menyeka tetesan air di tubuh mulusnya dengan handuk.

“Minta tolong apa, sayang?” tanyaku balik.

“Aku lemes. Gendong aku ke kamar ya?” pintanya dengan manja.

“Apa sih yang nggak buat Rinaku sayang.” tanpa basa-basi, langsung kuangkat tubuh molek Bu Rina menuju kamarnya.

Di dalam, kami tidak langsung memakai baju. Kami berdua tidur terlentang di kasurnya Bu Rina, rasa capek menghinggapiku dan tanpa kusadari aku pun tertidur, dengan tubuh telanjang Bu Rina berada di pelukanku.

***

Aku terperanjat dari tidurku, kulihat jam di dinding sudah menunjukan pukul sembilan malam, ternyata sudah dua jam aku terlelap tidur. Kupandangi diriku, masih tampak telanjang namun sehelai selimut sudah menutupi tubuhku. Kulihat sampingku dan sekeliling kamar, ternyata Bu Rina sudah tidak ada. Aku beranjak dari tempat tidur, dengan selimut yang kubelitkan, aku menuju kamar mandi hendak cuci muka dan mengambil pakaianku yang masih tertinggal di sana. Ketika keluar kamar mandi, kudapati Bu Rina sedang menyiapkan makanan di meja makan.

“Udah bangun ya? Makan dulu yuk, sayang.” sapanya dengan senyuman manis.

“Eh, iya, bu.” jawabku malu-malu.

“Eits…” jari telunjuknya mengangkat sambil mendelik ke arahku.

“Eh, iya, sayang.” nampaknya aku masih belum terbiasa tidak memanggilnya ibu. Kupandangi bu Rina dengan seksama, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dia nampak berbeda. Rambutnya yang lurus dibiarkan terurai sampai setengah punggungnya. Wajahnya yang manis tambah semakin cantik saja dengan riasan tipis yang menawan. Tubuhnya yang montok terlihat jelas setiap lekukannya, meski tidak langsing lagi namun terlihat kencang terawat. Bu Rina hanya mengenakan pakaian tidur transparan warna putih dengan motif bunga yang panjangnya sepaha dan mengunakan CD yang juga transparan. Tampak jelas payudaranya terlihat karena tidak mengenakan BH. Pantatnya tercetak indah pada pakaian tidurnya.

“Kok ngelihatnya kaya gitu banget sih?” tanya bu Rina.

“Kamu cantik banget.” aku hanya bisa terpana.

“Ah, masa sih?” Bu Rina tersipu malu.

Aku menghampirinya dan duduk di kursi meja makan yang sudah tersedia hidangan. Bu Rina lalu mengambilkan nasi dan lauknya serta memberikan kepadaku. Selanjutnya bu Rina duduk di pangkuanku. “Suapin aku ya, say.” pintanya manja.

“Ih, kaya bayi aja deh.” jawabku sambil meremas payudaranya gemas.

“Lha, kan tadi udah dimandiin, ya sekarang tinggal disuapinnya dong.”

Kami pun makan bersama dan saling suap-suapan, sesekali kami bercanda. Nampak indah aku rasa hari itu. Demikian juga dengan Bu Rina, wajahnya memancarkan keceriaan yang seperti mengembalikannya ke masa mudanya.

“Tidur di sini ya, sayang?” pintanya.

“Emang bapak kapan pulangnya?” tanyaku.

“Seminggu lagi baru pulang, kamu di sini aja ya temenin aku.”

“Hmm, kalau dengan suami, Rina suka seperti ini gak?”

“Seperti ini gimana?”

“Ya, manja-manjaan gini?”

“Hmm.. Boro-boro, aku manja dikit aja udah dibilang kaya anak kecil, justru yang ada malah aku dimarahi. Emang kamu gak suka ya aku kaya gini?” wajanya cemberut.

“Ya suka lah, sayang.”

“Hmm.. jadi gimana, mau tidur di sini kan?”

“Iya deh. Mau tidur sekarang?” tanyaku.

“Hmm, main dulu ya?” jawab bu Rina sambil tersenyum.

“Main apa, Rin?” jawabku pura-pura gak tau.

“Tuh dedenya sudah bangun lagi…” Bu Rina menggodaku.

“Ah, kamu tahu aja.” kuremas lagi payudaranya.

“Ya tau donk, kan ada yang ngeganjal nih di bawah. Ke kamar yuk!” ajaknya.

“Ayo, sapa takut.” kutanggapi ajakannya.

“Ya ayo.” bu Rina tersenyum-senyum.

“Ya turun donk, sayang.” mana bisa jalan kalo dia masih pangku seperti ini.

“Gak mau. Pengennya diangkat lagi.” manjanya mulai keluar lagi. Entah kenapa manjanya ini yang sangat aku sukai.

Kami pun beranjak ke ranjang di kamar, kurebahkan tubuh montok Bu Rina ke atas kasur. Tanpa basa basi kuciumi bibirnya, kulumat penuh nafsu. Demikian juga dengan Bu Rina, membalas ciumanku dengan nafsu yang bergelora juga. Kumasukan lidahku ke mulutnya, lidahnya pun menyambut lidahku, lidah kami bergulat dengan menggebu, sesekali lidahku dihisapnya. Tanganku pun gak mau kalah, kuremas payudaranya yang 38D, kupilin-pilin putingnya. Desahannya kian menjadi, kujilati lehernya, kukeluarkan payudaranya dari baju tidurnya dan sampailah jilatanku di putingnya. Nampaknya kali ini Bu Rina sudah tak tahan dengan pemanasan lama-lama.

“Langsung masukin, Say.” dia meminta.

“Sekarang?” tanyaku heran.

“Iya, cepet, sayang.” tangan bu Rina langsung mengarahkan penisku ke vagina. Dengan digosok-gosokkan sebentar, penisku langsung dihujamkannya. Dipeluknya tubuhku sampai aku menindih tubuhnya, diciuminya mulutku dengan penuh nafsu. Aku hanya menggenjotnya dan mengikuti permainan yang Bu Rina mau. Tubuhnya menggeliat, dilepaskannya ciuman mulutku lalu kakinya diangkat ke pundakku. Pada saat itu, aku rasakan jepitan vagina yang luar biasa, dan tak lama kemudian tubuh Bu Rina menggeliat dengan hebatnya dan erangan kerasnya pun keluar.

“Aahhhhhh… sayang, aku keluar!” tubuh bu Rina lemas seketika, dan aku pun menghentikan genjotan. Kucium keningnya dan berbaring di sampingnya, memberi waktu bagi wanita cantik itu untuk mengunpulkan tenaga kembali.

“Say…” suaranya lirih di telingaku.

“Iya,” jawabku.

“Kamu belum keluar ya?”

“He-eh.” jawabku. “Sudah siap untuk nerusin lagi?” sambungku.

“Ayo, tapi minta yang belakang ya?”

“Sambil nungging gitu?” tanyaku.

“Iya, tapi lubang yang satunya lagi. Tadi waktu di kamar mandi pas kamu mainin itu enak banget rasanya.”

“Lubang pantat??” tanyaku heran.

“Iya, sayang. Mau ya?” pintanya setengah memohon. Bu Rina pun langsung mengambil posisi nungging, aku bingung gimana harus memulai yang satu ini. Kucoba masukkan kepala penisku ke lubang pantat Bu Rina namun setelah beberapa kali berusaha tetap gak bisa. Lubang itu terlalu kecil dan rapat.

“Coba mainin dulu, Say.” kata bu Rina.

Tanpa menjawab, aku pun segera memainkan jariku di lubang pantatnya. Kutekan-tekan perlahan, kugunakan ludahku untuk melumasinya karena kering. Perlahan-lahan ujung jariku masuk dan Bu Rina pun mengerang sambil menggeliat. Kutekan jari telunjukku sehingga masuk semua ke lubang pantatnya, dia pun langsung menjerit mengerang. “Aaaahhhhh…”

“Kenapa, Say, sakit ya?” tanyaku.

“Hu-uh.” jawab bu Rina singkat.

“Mau diterusin gak?”

“Terusin aja, Say, nanti lama-lama juga nikmat.”

Kukeluarkan jariku, kucoba memasukkan kembali penisku ke lubang pantat bu Rina. Meski tidak selancar seperti masuk ke vagina, namun kali ini penisku berhasil masuk. Tapi kali ini aku terkaget-kaget, kulihat darah merah keluar dari sekitar lubang pantatnya. Kulihat Bu Rina hanya terpejam menggigit bibirnya sambil menahan erangan.

“Gimana nih, Say, berdarah gini?” aku tak tega untuk mulai menggoyang.

“Terusin aja, Say, tanggung.” jawab bu Rina. Dari raut wajahnya, aku bisa melihat kalau dia merasakan sakit di pantatnya, namun rasa penasaran yang begitu besar mengalahkan rasa sakitnya. Namun sebaliknya dengan aku, kurasakan nikmat sekali, penisku terasa dicengkeram kuat, lebih nikmat daripada dimasukkan ke lubang vagina.

Pelan, kukocok penisku, namun tak secepat seperti di vagina. Lubang pantat bu Rina yang begitu rapat menjadikan penisku terbatas dalam bergerak. Aku juga sengaja tidak mempercepat gerakanku agar bu Rina tidak semakin sakit. Hanya 5 menit, penisku langsung mengeluarkan isinya. Cengkeraman pantat bu Rina yang kuat menjadikan penisku tak dapat menahan sperma seperti biasa. Kurasakan nikmat yang begitu dasyat, namun dari tanda-tandanya, aku tidak melihat kalau bu Rina mencapai orgasme.

“Udah keluar nih, kamu belum ya?” tanyaku.

“Hu-uh.” jawabnya singkat, mungki masih merasakan sakit di pantatnya.

“Gimana dong?”

“Gimana apanya?”

“Kamu kan belum keluar.”

“Ah, gak pa-pa.”

“Sakit ya, Say?” kupeluk dari belakang tubuh Bu Rina yang masih tengkurap. Entah kenapa ada perasaan bersalah karena telah membuatnya kesakitan.

“Gak pa-pa kok, Say. Ntar sakitnya juga ilang, sama kaya waktu pertama kali memekku diperawanin.” kata bu Rina.

Aku tak membalas lagi ucapannya. Aku hanya memeluknya dan membelai rambutnya dengan sayang. Malam itu pun untuk pertama kalinya aku tertidur semalaman dengan seorang wanita dalam pelukanku.

ibu rina

***

Entah berapa kali dalam seminggu itu aku berhubungan badan dengan Bu Rina, tidak bisa dihitung sepertinya. Tidak pagi, siang, atau malam, pokoknya kalau mau, langsung saja kami berhubungan badan. Tidak hanya kebutuhan batinku saja yang terpenuhi, Bu Rina pun selalu menyiapkan makanan dan mengurus keperluanku.

Setelah suaminya pulang, kami tak lantas berhenti berhubungan badan. Pada siang hari, kami selalu mencuri-curi waktu untuk saling memuasakan birahi. Bukan hanya birahi, rasa sayang pun kian menjadi, bahkan menjadi cinta. Tak jarang juga saat Bu Rina sedang dengan suaminya, timbul rasa cemburu di dadaku. Mungkin ini terlarang, bahkan dosa, namun semua itu seakan sirna saat tubuhku dan tubuh Bu Rina bersatu. Aku sudah seperti suaminya di siang hari dan kalau suaminya sedang tugas keluar kota, dia menganggapku suami sepenuhnya. Hubungan sembunyi-sembunyi ini terus kami lakukan sampai aku lulus kuliah.

Setelah aku lulus, tak ada lagi alasanku untuk menetap di kost-an Bu Rina. Aku juga tak punya alasan untuk mengujunginya, nanti bisa menimbulkan kecurigaan. Namun hubunganku dengan Bu Rina tidak sepenuhnya terputus. Kami masih suka bertemu melepas kerinduan yang selalu diteruskan dengan melepas birahi dengan bercinta. Mungkin hanya dua minggu sekali atau pada situasi yang memungkinkan, namun karena frekuasi yang berkurang itu menjadikan hubungan seks kami menjadi lebih nikmat.

***

Asap mengepul dari mulutku setelah rokok kuhisap. Sudah hampir 15 menit aku duduk menunggu di depan hotel melati murahan di kota Bandung. Dari arah gerbang hotel datanglah sosok yang sudah aku nanti dari tadi. Wanita dengan baju muslim, lengkap dengan jilbabnya dan tas kecil yang ditentengnya. Tanpa keluar sepatah katapun, kami langsung menuju kamar di belakang yang sudah aku pesan tadi. Setelah masuk kamar, pintu langsung aku kunci. Kami langsung berpelukan. Hampir 5 menit lebih kami berpelukan erat. Rasa rindu yang menggebu dua insan yang saling mencinta bersatu dalam sebuah pelukan.

Kukecup keningnya. “Kangen, Say.” kata itu yang pertama terucap dari mulutku.

“Sama,” bu Rina menjawab lirih. Hampir sebulan kami tidak bertemu. Suami Bu Rina telah pensiun dan juga mereka habis berlibur ke luar kota.

“Gak ilang juga…” bisikku.

“Ilang apanya?” Bu Rina bertanya.

“Cantiknya.”

“Ah, bisa aja kamu, Say. Kamu gimana kabarnya?” Bu Rina balik bertanya.

“Baik.” aku menjawab.

“Kalau dede nya?”

“Hmm, kangen ya sama dedeku?” kucubit pipinya.

Saat itu juga kami langsung berpelukan. Bibir kami menari-nari saling melumat, lidah kami bergumul dengan hebatnya dan ludah kami bercampur. Tanganku mulai merayap menuju gundukan daging di dadanya. Dengan penuh nafsu kuremas payudara itu. Tangan Bu Rina pun tak mau kalah, diremas-remasnya pula tonjolan di celanaku, yah penisku yang telah bangun dan minta dikeluarkan dari celana.

Satu per satu kami saling melepas pakaian sampai kami telanjang bulat. Bibirku terus menjilati mulut, pipi, telinga, leher, dan payudaranya. Di daerah payudara, jilatanku cukup lama. Kumainkan puting coklat Bu Rina yang sudah mengeras. Desahan terus keluar dari mulut Bu Rina yang manis tipis. Jilatan lalu kuterukan ke perutnya. Di pusarnya, lidahku menari-nari. Dan terus turun semakin ke bawah, menuju bulu rambut kemaluan Bu Rina.

Seolah mengerti, Bu Rina membuka kakinya sehingga terlihatlah vaginanya yang sempit dan legit. Tercium aroma khas yang menyengat, namun aroma itulah yang aku rindukan. Lidahku terus berkelana, klitorisnya yang menyembul menjadi sasaranku selanjutnya. Keras terasa di lidahku, semakin menggeliat pula tubuh Bu Rina saat lidahku menyentuh klitorisnya. Selanjutnya lubang vagina, lidahku menari-nari masuk keluar lubangnya. Kugigit juga bibir vagina Bu Rina yang seperti jengger pada ayam.

Hampir 5 menit lidahku menari-nari di daerah vagina, dan akhirnya sampai juga pada moment yang kutunggu-tunggu. Yah, bu Rina orgasme. Ada perasaaan bahagia, senang, bangga saat aku bisa membuat wanita cantik itu orgasme.

“Aku sudah keluar, Sayang!” bu Rina berbisik lirih dengan nafas yang belum teratur. Dia lalu beranjak bangun, mengerti dengan tugasnya selanjutnya. Sambil berlutut, dihisapnya penisku dengan lahap. Hampir semua batangku dijelajahi dengan lidahnya, buah zakarku juga dikulum di mulutnya.

“Terus, sayang…” ucapku. Bu Rina semakin cepat dengan kulumannya.

Aku yang sudah horny, segera menelentangkan tubuh Bu Rina di atas ranjang. Tanpa basa-basi, langsung kutancapkan penisku ke vaginanya. ”Ahhh… “ Bu Rina merintih saat penisku menerobos masuk kemaluannya.

Kuangkat kaki Bu Rina ke pundakku, aku tahu posisi itu lah yang paling disukai oleh Bu Rina, katanya penetrasinya lebih terasa. Setahap demi tahap kocokanku semakin kencang, demikian pula dengan desahan Bu Rina. “Ahhh… aku mau keluar lagi, sayang.” jeritnya.

Mendengar itu, semakin cepat pula kocokanku. Hingga akhirnya, “AAAGGHHHHHHHHH…!!!” tubuh Bu Rina menggeliat kencang, tangannya meremas kain seprei. Aku tahu, dia sudah orgasme lagi.

“Hah.. hah.. hah..” nafasnya masih belum beraturan, namun tidak aku beri kesempatan berlama-lama. Aku segera membangunkannya dan meminta berganti posisi. Kini aku yang telentang, Bu Rina langsung menaikiku dan menuntun masuk penisku ke vaginanya. Seperti anak kecil yang menaiki kuda, Bu Rina terus mennggenjotku. Payudaranya yang sudah sedikit kendur ikut bergoyang naik turun mengikuti irama tusukanku. Sambil sesekali membetulkan rambutnya yang terurai, mulut Bu Rina tak berhenti mengeluarkan desahan. Tanganku pun ikut aktif memainkan klitorisnya untuk menambah kenikmatan. Dan hanya 5 menit berselang, orgasme ketiga Bu Rina.

“Aahhhh… nikmat, sayang!” tubuh Bu Rina terkulai lemas di atasku, penisku masih berada di dalam vaginanya. Kupeluk dia, kuciumi pipinya. Bu Rina berbisik di telingaku. “Anal yuk, sayang?”

Aku hanya mengangguk menyetui permintaannya. Bu Rina langsung menungging, lubang pantatnya sekarang sudah longgar dan tidak serapat dulu sehingga tidak perlu waktu lama, penisku pun sudah berada di dalam pantatnya.

“Nikmat, sayang. Terus, aku milikmu!” Kalau sudah anal, memang bukan hanya desahan, namun mulut bu Rina pun tak berhenti meracau. “Pukul pantatku, plissss…” dia meminta.

Plak.. Plak… Plaaaak… Kupukul pantat bu Rina yang montok dengan telapak tanganku. Warna putih mulus pantatnya kini berubah menjadi memerah.

“Kurang keras, sayang! Yang keras mukulnya! Lebih keras lagi!” pintanya lagi.

Plaaak… Plaaakk… semakin keras pukulanku, dan semakin kencang pula kocokanku di pantatnya. “Aahhhhhh…” Bu Rina menjerit. “aku keluar, sayang! arghhhhh…” tubuhnya berkedut-kedut saat dari dalam liang vaginanya menyembur cairan hangat yang banyak sekali hingga membasahi lantai.

“Aku juga, Say!” crot.. crot.. crot..!! spermaku menghujam di dalam pantat Bu Rina dan saat kukeluarkan penisku, nampak spermaku berceceran keluar dari lubang pantatnya. Bu Rina tengkurap lemas, sementara aku terbaring terlentang di sampingnya. Untuk beberapa saat, kami terdiam karena kecapekan. Kusibakkan rambutnya hendak mencium pipinya, namun aku terkaget ketika melihat air mata menetes dari mata Bu Rina.

“Kenapa menangis, Say?” tanyaku heran.

“Ini untuk yang terakhir kali, Sayang.” jawab bu Rina Lirih.

“Kenapa terakhir?” aku semakin heran, apa dia sudah bosan? “Ibu sudah gak menginginkan aku lagi?”

“Nggak. Bukan begitu. Aku sayang kamu, aku cinta kamu, tapi ini harus.” tangisannya menjadi. “Aku akan pindah ke Makasar.”

“Tapi aku gak mau pisah.” aku tidak bisa menerima keputusannya. “Kenapa?” aku menuntut penjelasan.

“Aku cinta kamu, Din, tapi aku gak mau menghancurkan hidup kamu, masa depan kamu, selamanya kita tidak mungkin bisa bersama.”

Aku hanya tertegun, hatiku hancur berkeping-keping.

“Selamanya aku cinta kamu, Din. Maafkan aku…” kata bu Rina untuk terakhir kali.

***

Lima tahun sudah perpisahanku dengan bu Rina. Kami tidak pernah berkomunikasi, tidak ada kabar sedikitpun. Mungkin ia sengaja demikian dan aku juga tidak mencari jejaknya karena hanya akan membuat perasaanku sakit. Yah, setelah 5 tahun berpisah, perasaanku terhadap Bu Rina tidak hilang sehingga selama lima tahun ini juga aku tidak berhubungan khusus atau pacaran.

Aku bisa menahan perasaan, tetapi tidak dengan birahiku. Kebiasaanku berhubungan badan dengan Bu Rina rupanya telah menjadi candu yang selalu ingin terpuaskan. Mungkin selama enam bulan syahwatku bisa tertahan, namun lambat laun birahiku berontak minta dilampiaskan. Akhirnya WTS lah yang menjadi sasaran pemuas birahiku, tidak perlu hubungan khusus atau perasaan, asal ada uang birahi pun terpuaskan.

Sudut-sudut kota Bandung sudah kujelajahi untuk memuaskan birahiku. Mulai dari Saritem yang terkenal, Tegalega, stasiun KA, sampai ke gang-gang yang kumuh. Aku sudah hapal betul tempat-tempat yang aman untuk memuaskan birahi. Mulai yang kurus sampai yang gendut seperti gajah, mulai ABG anak SMA sampai nenek-nenek yang banyak kriputnya, mulai yang tarif 2 juta sampai yang 50 ribu telah aku coba, namun tak ada satu pun yang seindah Ibu Rina.

Umurku sekarang sudah 29, usia yang sudah layak untuk berumah tangga. Keluargaku selalu mendorongku untuk menikah karena umurku yang sudah cukup dan pekerjaanku yang sudah tetap dengan penghasilan yang lumayan. Beberapa kali mereka mencoba mencarikan calon istri buatku namun aku selalu menolak. Bukan karena kurang cantik atau kurang apapun, tapi aku memang tidak bisa menikah tanpa adanya perasaan.

Risna

Hingga suatu saat, ketika reuni akbar di sekolahku dulu, aku bertemu dengan seorang wanita. Risna namanya, adik kelasku beda 2 angkatan. Aku dulu memang akrab dengan dia, bahkan dekat sekali, tapi selama itu, aku hanya menganggap dia tak lebih sebagai adik. Dari acara reuni itu, kami saling tukar nomor telepon, kami pun lebih sering berhubungan. Sebenarnya dari dulu aku mengetahui kalau Risna memendam perasaan kepadaku, namun karena waktu itu aku hanya konsentrasi sekolah maka aku selalu mengabaikan hal-hal yang seperti itu.

Risna belum menikah, bahkan dari pengakuannya, dia belum pernah pacaran sama sekali. Mungkin terasa aneh ketika wanita umur 27 tahun belum pernah pacaran, tapi itulah dia. Setelah lulus SMA dulu, dia tidak melanjutkan kuliah, tapi lebih memilih langsung bekerja untuk mengobati sakit bapaknya dan membiayai sekolah dua adiknya. Dua tahun yang lalu bapaknya meninggal karena sakit, dan sekarang adik-adiknya sudah pada lulus sekolah, mungkin sudah saatnya dia untuk mencari pasangan hidup, namun sialnya justru aku lah yang menjadi sasarannya.

Risna

Awalnya aku menolak, karena dari dulu aku selalu menganggapnya adik, namun akhirnya aku bersedia juga menikahinya. Rasa sayang ada, namun tidak dengan cinta. Yah, memang sudah saatnya aku nikah dan daripada aku selalu jajan untuk memuaskan birahiku, lebih baik aku nikah. Dua bulan setelah reuni, kami melaksanakan pernikahan. Pernikahan yang ala kadarnya tanpa pesta yang mewah karena tanpa ada persiapan.

Setelah menikah, aku tinggal di rumah orang tua Risna. Aku sebenarnya menginginkan tinggal berpisah, namun Risna menolaknya. Kedua adik Risna sekarang sudah bekerja di Batam dan Jakarta, makanya Risna tetap menginginkan tinggal di situ untuk menemani ibunya.

Risna

Setelah tiga bulan menikah, suatu hal yang aneh terjadi. Waktu itu hari sabtu, hari libur bagiku karena aku hanya kerja dari senin sampai jumat, tetapi tidak dengan istriku Risna yang bekerja di pabrik garment. Pagi itu, setelah istriku pergi, aku hanya menghabiskan waktu luangku di kamar sambil mendengarkan musik dan tiduran.

“Libur ya A’?” tanpa kusadari, mertuaku sudah ada di pintu kamar yang memang tidak tertutup. Risna anak pertama sehingga di keluarga dipanggil Teteh, makanya aku juga ikutan dipanggil Aa.

“Oh, iya, mah.” aku sedikit kaget.

“Tetehnya dah pergi?”

“Udah, mah, barusan aja.”

“Oh, mamah tadi habis senam ngerumpi dulu sih sama ibu-ibu jadi gak tau perginya. Aa hari ini gak kemana-kemana?”

“Nggak, mah, emang ada apa ya?” tanyaku.

Risna

“Ah, nggak, cuma mau ngobrol aja.” tiba-tiba mertuaku masuk dan duduk di kasur di sebelahku. “Aa kapan atuh mau ngasih mamah cucu, mamah kan sudah pengen ngegendong cucu nih.” lanjutnya.

“Belum dikasih aja, mah, kami juga sedang berusaha kok.”

“Mainnya kurang benar kali, A’!”

“Main apanya sih, mah?” aku sudah tahu kalau mertuaku sudah menjurus ke seks, tapi aku pura-pura tidak tahu arah pembicaraannya.

“Coba mamah lihat, apa Aa mainnya sudah benar apa belum?” Aku kaget saat tiba-tiba mertuaku berdiri dan membuka bajunya sampai bugil. Mertuaku umurnya sekitar 50 tahunan, badannya sudah melar namun tak nampak lemak yang bergelambir. Meski melar, tubuhnya terlihat masih pada kencang, mungkin karena rajin senam. “Ayo donk, A’…” dia meminta lagi.

Risna

“Ah, nggak, mah. Ntar Risna gimana?” meski penisku sudah menegang melihat mertuaku telanjang, aku coba untuk menolaknya. Bagaimanapun aku sudah berjanji pada diriku sendiri tidak akan mengkhianati Risna.

“Udah. Teteh mah gak usah dimalahin. Tenang aja A!” melihatku hanya melongo, mertuaku langsung membuka celanaku dan langsung mengulum penisku yang sudah menegang.

“Udah, mah, jangan!” mulutku berucap menolak, namun tidak dengan penisku. Kuluman mertuaku begitu nikmat terasa, lebih nikmat daripada kuluman Risna, istriku, mungkin karena lebih berpengalaman. Aku pun terhanyut dalam kuluman ibu mertuaku, tak ada niat lagi untuk menolak atau berontak. Lidah ibu mertuaku lincah megenai titik sensitifku.

Risna

“Gantian ya, A.” tanpa memberi kesempatan menjawab, ibu mertuaku langsung naik dan menindih wajahku dengan selangkangannya. Vaginanya langsung menghujam wajahku, namun tidak seperti yang kubayangkan, ternyata vaginanya tidak terlalu bau, bahkan nyaris tak berbau, hanya bau daun sirih yang kucium. Dibandingkan dengan ibu mertuaku ini, vagina Risna istriku ternyata lebih bau, sekali lagi pengalaman yang membedakan.

Lidahku pun bergoyang di vagina ibu mertuaku, saat klitorisnya kumainkan, terdengar desahan nikmat darinya. “Hmm… pintar juga nih Aa.” Ibu mertuaku turun dari atas wajahku. “Kalau punya Teteh suka dijilatin juga gak A?” lanjutnya.

“Gak pernah. Risna gak mau, mah.” Duh, kepikiran lagi istriku, Risna. Maafkan Aa ya. Mungkin mamahmu ini sudah edan. Sudah dua tahun gak ngerasain, makanya jadi haus banget. Tapi tidak bisa kupungkiri juga, dia memang hot. Aku lebih horny dengan mamah kamu dibanding kamu, ucapku dalam hati.

“Yuk, sekarang masukin punya Aa ke mamah.” mertuaku langsung tidur mengangkang.

Kali ini aku tak berpikir panjang, kuhujamkan penisku yang sudah mengeras ke vagina ibu mertuaku. Perlahan-lahan kukocok dan dengan berirama kocokanku kian cepat. “Hmm… sudah bagus ritmenya A. Terus. Terus, A!” rintihnya.

Tak lama kemudian nampaknya ibu mertuaku mencapai orgasme, tubuhku dipeluknya erat sampai kukunya terasa mencengkeram kulit punggungku. “Ahhh… mamah keluar A!” ucapnya. Untuk sesaat, aku pun berhenti. “Sekarang mamah yang di atas ya, A!” ucapnya lagi, aku pun hanya mengangguk mengiyakannya.

Aku telentang, ibu mertuaku langsung menaikiku dan memasukan penisku ke vaginanya. Mertuaku hanya diam, tidak bergoyang, namun kurasakan vaginanya meremas-remas penisku. Sungguh nikmat.

“Gimana A, enak gak?” tanya mertuaku.

“Iya, mah. Enak!” sahutku.

“Teteh mah belum bisa kaya gini, harus senam khusus dulu.” kata mertuaku. dia lalu bergoyang naik turun, tangannya menuntunku untuk meremas payudaranya yang sudah agak kendur. Sesekali putingnya yang kecoklatan aku mainin, dan pada saat itu juga desahan dari bibir mertuaku terlontar.

Setelah beberapa lama bergoyang erotis, mertuaku akhirnya mencapai puncak orgasme yang kedua. Kurasakan selangkangannya menjepit pinggulku, liang vaginanya mengejang, mengeras, mencengkeram kuat batang penisku.

“Ahhh… Ahh… mamah keluar lagi… Aa juga keluarin donk.” rintihnya.

“Eh, iya, mah.” jawabku sambil menikmati jepitan vaginanya.

Beberapa saat kemudian, dengan posisi yang masih sama, mertuaku kembali bergoyang. Kali ini goyangannya memutar. Kurasakan sensasi yang berbeda dari goyangan yang tadi. Penisku terasa dimanjakan dan terkena pada titik sensitifnya. Makin cepat goyangannya, makin tak bisa aku tahan. “Aku mau keluar, mah.” erangku.

“Keluarin aja, A!” jawab mertuaku.

“Dimana, mah?” aku ragu untuk menembakan sperma di dalam vaginanya.

“Yah di dalam aja, A.”

“Gak pa-pa nih, mah?” aku masih ragu.

“Gak pa-pa, A, biar nikmat.” sahut mertuaku.

Kulepaskan cairan sperma yang dari tadi kutahan. Lima kali muncratan aku rasa spermaku menghujam vagina mertuaku. Setelah selesai muncratannya, mertuaku langsung mengeluarkan penisku dari vaginanya dan turun dari atas tubuhku.

mertua

“Ternyata Aa udah hebat mainnya.” ucap mertuaku. “Ya udah, mamah mandi dulu yah, A.” dia meninggalkan kamar dengan masih keadaan telanjang bulat. Ditentengnya baju senam yang tadi berserakan di lantai.

Aku tidak sempat membalas ucapan mertuaku karena aku masih sibuk mengatur nafas. Pikiranku melayang membayangkan apa yang telah terjadi. Kepuasan yang begitu hebat. Ingin aku menyusul mertuaku ke kamar mandi dan mengulangi yang telah kami lakukan. Tapi saat itu juga aku terbayang wajah Risna istriku. Tidak! cukup kali ini saja, aku gak boleh mengulangi lagi, ucapku dalam hati.

Setelah mertuaku selesai mandi, aku segera mandi pula. Selesai mandi, aku langsung keluar menyalakan motor. Aku bilang ke mertuaku kalau aku mau servis motor sekalian jemput istriku. Padahal tidak ada rencana pada hari itu aku servis motor, namun aku tak bisa berduan dalam satu rumah dengan mertuaku yang edan itu. Bisa-bisa nanti aku ditidurin lagi. Memang nikmat dan memuaskan sih, tapi aku tak tega mengkhianati istriku.

Rupanya terlalu lama servis motornya sehingga aku terlambat menjemput istriku yang memang hanya setengah hari kerjanya. Setelah aku telepon, ternyata istriku sudah pulang duluan dan berada di rumah, saat itu juga aku putuskan kembali ke rumah.

Setiba di rumah, kudapati isriku dan mertuaku sedang mengobrol di depan TV. Aku hanya menyapa mereka dan langsung menuju kamar. Aku sengaja tidak ikut mengobrol karena masih terbayang apa yang telah aku lakukan bersama mertuaku tadi. Aku tidak bisa membayangkan seandainya istriku tahu apa yang telah kami lakukan.

Tidak beberapa lama, isriku menyusulku masuk ke kamar. “Udah makan, A?” dia menyapa.

“Belum, ntar aja ah, Ris, belum lapar.” nafsu makanku seolah hilang.

“Tadi sama mamah gimana, A?” Dug! Pertanyaan itu terasa tajam. Apakah istriku sudah tahu? Apa yang akan dikatakan istriku nanti. Baru 3 bulan nikah, aku sudah selingkuh, dengan ibunya dia sendiri lagi. “Aa?” Risna memanggil lagi.

Aku menarik nafas dalam-dalam. “Maafin Aa, Ris… Aa gak bermaksud, tapi mamah yang…”

Belum selesai kalimatku, istriku langsung memotong. “Aa kenapa sih? Kan Risna yang menyuruh mamah.” ucapnya.

“Maksudnya?” aku terkaget dan juga bingung dengan ucapannya.

“Iya, memang Risna yang nyuruh mamah buat main sama Aa.” Aku semakin bingung dengan ucapannya, apakah istriku mau ngetest kesetianku. Kalau memang iya, berarti sudah gagal lah aku.

“Gimana, Aa puas main sama mamah?”

“Emang maksud Risna tuh apa sih?” nadaku agak meninggi.

“Aa marah yah?” Pertanyaannya semakin membuatku bingung, kenapa harus aku yang marah? Seharusnya kan Risna yang marah karena aku telah berselingkuh dengan ibunya.

“Risna selama ini ngerasa belum bisa muasin Aa.” lanjutnya. “Risna sudah belajar sama mamah, semua yang mamah ajarin juga udah Risna praktekin, tapi tetep aja Risna masih belum ngerasa Aa belum terpuaskan. Mamah juga katanya bingung mau ngajarin Risna apalagi soalnya mamah sendiri belum tahu Aa sukanya kaya gimana, makanya Risna nyuruh mamah nyobain main ma Aa.”

Gila! Ibu dan anak sama edannya. Aku selama ini memang suka kikuk kalau sedang bercinta dengan istriku, Risna, karena selama ini aku biasa bermain dengan wanita-wanita yang sudah berpengalaman. Tapi apa selama ini Risna gak sayang sama aku sehingga dia tidak cemburu sama sekali aku bercinta dengan orang lain?

“Sebenarnya Risna sayang gak sama Aa?” aku bertanya penasaran.

“Ya sayang atuh, A!” jawabnya singkat.

“Tapi kamu kenapa gak cemburu Aa bercinta dengan orang lain?”

“Ah, Aa, orang lain siapa? Itu kan mamah Risna sendiri, ngapain juga pake cemburu, kalau Aa mainnya sama orang lain, baru Risna cemburu.”

“Emang tadi mamah bilang apa saja sama Risna?”

“Ya bilang yang Aa suka seperti apa, sukanya diapain… mau praktekin sekarang A?”

“Ayo,” jawabku singkat.

Risna langsung membuka celanaku dan mengeluarkan penisku. Dihisapnya penisku secara perlahan, memang hisapannya berbeda dari biasanya namun masih tetap lebih nikmat ibunya. Setelah penisku cukup keras, aku menyuruh istriku berhenti mengulumnya. Lalu aku menelanjangi istriku dan bersiap untuk merangsangnya. Kulumat mulut istriku, sambil kuremas-remas payudaranya. Payudara istriku memang tidak terlalu besar dibandingkan ibunya, mungkun hanya ukuran 34B, tetapi masih kencang dan kenyal saat diremas. Lalu aku buka kakinya hingga mengangkang dan hendak kujilati vaginanya. Namun ketika lidahku sudah menyentuh bibir vaginanya, istriku menolak.

“Jangan dijilatin ya, A… linu, langsung masukin aja ya?”

“Yah, Aa kan pengen ngerasain, Say.” jawabku kecewa.

Saat itulah terdengar suara ketukan di pintu kamar. “Teh, Teteh, chargeran HP mamah yang dipinjam teteh dimana?” tenyata mertuaku.

“Nih di meja, mah. Mamah ambil aja sendiri, teteh lagi nanggung nih, pintunya gak dikunci kok.” jawab istriku. Aku melirik padanya, menandakan protes terhadap istriku yang malah menyuruh masuk pada ibunya saat aku dan dia dalam keadaan telanjang.

“Gak pa-pa atuh, A… kan mamah juga sudah pernah liat Aa telanjang. Iya kan, mah?” jawab istriku sambil melirik ibunya yang sudah masuk ke dalam kamar. “Oh iya, mah, gimana sih caranya biar kalau dijilatin gak linu?” lanjut istriku lagi.

“Ya tetehnya rileks atuh, nyantai, jangan ditahan, nikmati aja.” jawab mertuaku.

“Yuk, A, cobain lagi ya…” pinta Risna padaku.

Duh, kacau nih, pikirku. Tiba-tiba moodku hilang dengan masuknya mertuaku itu. Tapi yah tanggung, kasihan juga istriku kalau sampai tak jadi main. Jadi aku coba jilat lagi vaginanya, namun masih sama. Ketika lidahku menyentuh bibir vagina, kaki istriku langsung merapat karena linu.

“Duh, teteh mah… nih, lihat mamah.” nampaknya mertuaku gemas melihat tingkah sang anak. Dia langsung membuka celana dalam dan mengangkatkan dasternya. Mertaku lalu berbaring dan mengangkangkan kakinya. “Coba, A, jilat punya mamah.” lanjutnya.

Aku agak sedikit ragu, kulirik istriku. ”Gak pa-pa, Ris?” aku bertanya.

“Iya, gak pa-pa atuh, A, kan Risna juga pengen tahu.” jawab istriku.

Aku lalu berpindah ke vagina ibu mertuaku. Memang vagina mertuaku sudah berkerut dan bibir vaginanya sudah bergelambir coklat, berbeda sekali dengan vagina istriku yang masih mulus kencang tidak bergelambir. Namun dari aromanya, vagina mertuaku lebih harum dari vagina istriku yang berbau pekat. Aku mulai menjilati bagian luar vagina mertuaku, bibir vagina yang bergelambirnya kuhisap-hisap. Mertuaku mulai mendesah, sedangkan istriku memperhatikan secara seksama di sampingku.

“Nih, teh, kaya gini… nyantai aja, ahhhh…” kata metuaku sambil mendesah.

Lalu aku jilati klitorisnya yang menyembul. Desahan mertuaku semakin menjadi. Saat itu juga istriku menarik tangan kiriku dan menempelkannya di vaginanya untuk kumainkan. Aku tak berhenti menjilati vagina mertuaku dan tanganku juga aktif di vagina Risna. Sekarang istriku pun mulai mendesah.

“Sudah, A, tuh jilati juga punya teteh.” kata mertuaku sambil beranjak mau pergi. Aku pun menghentikan jilatan di vaginanya.

“Mamah mau kemana? Jangan pergi dulu atuh, mah.” Istriku mencegah ibunya pergi.

“Sudah, Teteh terusin aja. Nanti mamah malah jadi pengen…” jawab mertuaku.

“Ajarin Teteh lagi atuh, mah. Kalau pengen, ntar sekalian dimasukin sama Aa. Mau kan, A?” Risna melirikku.

“Yah, gimana Risna sama mamah aja.” kataku pada akhirnya. Siapa juga yang bisa menolak kenikmatan seperti ini.

“Ya sudah, tuh terusin dulu jilatin punya teteh, A.” kata mertuaku.

Aku pun bersiap kembali menjilat vagina istriku yang dari tadi sudah mengangkang lebar. “Pelan-pelan ya, A.” kata istriku.

Perlahan mulai kujilati vaginanya. Pertama-tama aku jilati bulu-bulunya, lalu bagian luar secara perlahan. Risna mulai menikmati dan mengeluarkan desahannya. Kemudian kulanjutkan dengan bagian dalam vaginanya, perlahan-lahan klitorisnya kujilati. Saat klitorisnya kuhisap, istriku seperti tersentak kaget sambil memegangi tangan ibunya yang sudah ada di sampingnya.

“Linu, A.“ erang istriku. “Udah ya, A?!” pintanya.

mertua

Aku pun berhenti menjilati vagina istriku, lalu aku berganti ke payudara istriku. Kujilati puting kanan payudaranya, dan tanganku meremas payudara yang sebelah kirinya. Istriku sangat menikmati, desahannya semakin mengencang. Pada saat itu juga tiba-tiba penisku terasa hangat. Rupanya penisku sudah berada di mulut ibu mertuaku yang masih menggunakan daster. Sungguh terasa nikmat.

Melihat aku yang sedang menikmati kuluman mertuaku, istriku langsung bangun dan menyuruhku terlentang. Istriku memperhatikan secara detail kuluman mertuaku terhadap penisku. Melihat istriku yang memperhatikannya, mertuaku menyuruh istriku menggantikannya mengulam penisku. Kemudian dia membuka daster dan BH-nya sehingga telanjang bulat. Didekatkannya puting payudara yang sudah agak mengendur ke mulutku. Tanpa bertanya lagi, aku langsung menghisap dan menyedot puting itu.

“Masukin, Ris. Masukin!” aku sudah tidak tahan dengan kulumannya, kusuruh istriku untuk memasukkan penisku ke dalam vaginanya.

Istriku pun langsung menaikiku dan memasukan penisku ke lubang vaginanya. Perlahan-lahan dia bergoyang, sedangkan mulutku masih menghisap puting mertuaku. Tanpa kusadari, tangan mertuaku memegangi pinggul istriku, memberikan arahan dalam bergoyang. “Nah, gitu, teh. Enak kan?” katanya sambil memberi arahan goyangan memutar pada istriku.

“Iya, mah… ahhh… Teteh mau keluar, mah… Aaahhhhhhh…” seketika itu vagina Risna mencengkeram erat batang penisku, tubuhnya mengejang. Dia sudah orgasme. Lalu istriku menghentikan goyangannya dan mengatur nafasnya.

“Gantian mamah ya?” kata mertuaku. Istriku turun dari atas tubuhku sambil menarik ibunya untuk menggantikan posisinya. Namun saat mertuaku hendak naik, aku menolaknya. Aku tahu kalau mertuaku sudah bergoyang di atas, aku pasti cepat keluar.

“Mamah di bawah dulu ya…” kataku sambil mendekap tubuh montoknya dan meletakannya dalam posisi telentang. Kumasukkan penisku ke vaginanya yang bergelambir, kudekap erat tubuhnya sambil kuciumi mulutnya. Kugoyang terus sambil terus kuciumi mertuaku. Kuciumi lehernya, kucupang sampai memerah.

“Ahhhh… terus, A! Iya, begitu! Enak banget…!” ucapan itu keluar dari mulut mertuaku.

Mendengar desahannya, semakin kupercepat kocokan penisku pada lubang vaginanya. Dan beberapa saat kemudian, tubuhnya mengejang, tangannya memelukku kencang, sementara vaginanya mencengkeram keras.

“Aa… mamah keluar… hah.. hah.. hah.. hah..“ nafas mertuaku masih terputus-putus. Sebenarnya saat tadi juga aku hendak keluar, namun kucoba tahan.

“Teh, sama teteh lagi nih.” kata metuaku.

“Gak ah, mah, teteh masih linu. Sama mamah aja ya, gak pa-pa kan, A?” istriku bertanya padaku.

Aku juga sebenarnya lebih menikmati mertuaku dibanding istriku, mungkin karena lebih berpengalaman. “Ya sudah, tapi ganti mamah yang di atas ya?” aku mengiyakan.

Kami pun bertukar posisi, sekarang mertuaku yang berada di atas. Pada saat penisku menancap di vaginanya, mertuaku tidak langsung menggoyang. Tapi justru ini yang paling aku suka, saat penisku serasa dicengkeram-cengkeram oleh dinding vaginanya.

“Enak, mah.” gumamku tanpa sadar.

“Ntar teteh ajarin yang itu ya, mah.” kata istriku.

“Iya, ntar mamah ajarin.” kata mertuaku dengan senyum bangga.

Tak lama kemudian mertuaku mulai bergoyang. Payudaranya yang sudah menggelantung terlihat naik turun sesuai irama. Dan seperti yang sudah aku kira kalau aku tak kuat lama kalau mertuaku yang di atas. “Nikmat, mah. Aa mau keluar nih. “ kataku.

“Keluarin aja, A. “ jawab mertuaku.

Kugenggam tangan istriku yang berada di sampingku, dan tak lama kemudian kurasakan nikmat yang tak terkira saat air maniku keluar, menyembur dari penisku, menghujam jauh ke liang vagina mertuaku. Crot.. crot.. crot.. crot..! “Arghhhhhhh…” aku menjerit penuh kepuasan.

Setelah selesai, mertuaku langsung turun. Masih dalam keadaan telanjang, dia lalu pergi meninggalkan kamarku. Sekarang tinggallah aku dan istriku. Kubelai rambutnya. Meskipun terasa gila, tapi kurasakan aku semakin sayang kepadanya.

“Ris…” aku memanggil.

“Iya, A.” sahut istriku.

“Kok bisa ya kamu berbagi seperti itu?” tanyaku yang masih heran.

“Risna sama mamah mah dari dulu sudah dekat banget. Apa-apa suka berdua, pergi kemana-mana berdua, tidur berdua, bahkan mandi juga kadang suka berdua sama mamah. Makanya kalau Aa main sama mamah ya udah, ga masalah buat Risna.” jawabnya.

“Jadi Risna juga berbagi suami sama mamah?”

“Ya nggak atuh, A. Aa tuh suaminya Risna, trus kalau mamah ya tetep aja mertuanya Aa. Ini kan cuma masalah seks aja, A. Risna juga kasihan sama mamah, semenjak bapak sakit sampai meninggal, mamah tuh gak pernah berhubungan badan gitu, palingan cuma masturbasi sendiri. Terus kan nanti kalau Risna lagi mens atau sehabis ngelahirkan, kan gak bisa main. Jadi kalau Aa mau, tinggal main sama mamah, Risna kan gak mau Aa jajan atau nyari di luar.” jawaban istriku begitu datar seperti yang biasa, padahal bagiku ini hal yang aneh dan juga begitu gila. Tapi yah kalau boleh jujur, aku merasa lebih puas main dengan mertuaku yang lebih berpengalaman.

***

Setelah saat itu, kami sering bermain bertiga, bahkan tak jarang kalau istriku sedang kerja, aku bermain dengan mertuaku, tapi dengan sepengetahuan istriku. Sekarang aku sudah 5 tahun menikan dan sudah dikarunia seorang anak. Sampai saat ini juga aku masih suka berhubungan badan dengan mertuaku, apalagi kalau istriku sedang datang bulan.

NURUL

Namaku Arif, aku bekerja di sebuah kantor BUMN. Aku sudah menikah selama 3 tahun dengan istriku. Walau kami belum dikaruniai anak, kami sangat bahagia karena istriku adalah orang yang pandai sekali menyenagkan suami. Sepertinya tidak ada habisnya sensasi, gaya, dan teknik yang istriku peragakan setiap kami bergumul di ranjang. Aku 7 tahun lebih tua dari istriku yang kini berusia 28 tahun.

jilbab montok bohay (9)

Beberapa waktu lalu, rumah kami semakin berwarna ketika adik bungsu istriku yang kuliah kedokteran di salah satu perguruan tinggi negeri tengah menjalankan Koass di salah satu Rumah Sakit negeri yang kebetulan berada dekat dengan rumah kami. Umurnya masih sangat muda sekitar 22 tahun, dia termasuk mahasiswi yang cerdas karena dapat menuntaskan studi tepat pada waktunya.

Jika dilihat dari wajahnya, dia lebih cantik dari istriku, ditambah wajahnya yang teduh dan keibuan. Walaupun tubuhnya aku taksir tidak sebagus tubuh istriku tapi masih diatas rata-rata wanita pada umumnya. Perbedaan lainnya, jka istriku senang berpakaian seksi dan menarik lawan jeNurnya, apalagi ditunjang dengan tubuh yang sangat aduhai. Adik dari istriku ini malah sebaliknya, dia menutupi kecantikannya dengan pakaian yang sangat longgar dan jilbab yang lebar. DItambah manset dan kaus kaki sehingga aku hanya bisa melihat wajahnya yang putih bersih dan telapak tangannya. Bahkan setiap aku ada di rumah dia tidak melepaskan jilbab dan kaoskakinya walau barang sebentar. Naman gadis cantik itu adalah Nurul.

jilbab montok bohay (14)

Kami lalui hari dengan wajar, aku bisa berangkat terlebih dahulu dengan mengantarkan istriku ke kantornya. Sedangkan Nurul terbiasa berangkat terakhir karena letak Rumah Sakit yang tidak terlalu jauh dari rumah kami. Walau dalam hati aku menyimpan ketertarikan pada Nurul. Aku semakin bergairah ketika melihat tingkahnya yang sopan, murah senyum, dan lenggok pinggulnya ketika berjalan walau aku yakin bukan maksud dia untuk melakukan itu. Inner beauty yang terpancar ditambah bakat kecantikan den kemolekan tubuhnya selalu ia jaga dengan baik. Katanya hanya untuk suaminya saja, bahkan dia tidak mau pacaran walau saya yakin pasti banyak laki-laki yang menginginkannya. Jilbabnya yang lebar itu tidak dapat menutupi lekukan dadanya yang membusung. Jika istriku berukuran 38 B aku taksir besar tetek adik istriku itu sekitar 36 B. Tingginya yang semampai hampir mencapai 165 cm ditunjang tubuh yang tidak kurus juga tidak gemuk membuat mata laki-laki manapun pasti akan terkesima. Apalagi jika dirumah aku sering melihatnya hanya menggunakan daster saja walau wajah dan kakinya tidak dapat aku lihat, tapi aku dapat membayangkan bagaimana tubuhnya.

Terkadang ketika aku bergumul dengan istriku aku membayangkan sedang melakukan dengan Nurul, sikapnya yang tertutup pada laki-laki dan selalu menutup tubuhnya semakin membuatku penasaran. Hanya saja aku masih menghargainya sebagai adik dari istriku, dan sikapnya yang menjaga diri. Gayanya dan sikapnya yang renyah membuat siapapun jadi tidak sungkan untuk mengenalnya lebih dekat denganna walau ia tetap menjaga jarak.

jilbab montok bohay (15)

Suatu hari, sepulang kantor aku membuka DVD Blue Film yang baru aku pinjam dari teman kantorku, Blue Film yang aku tonton degan menggunakan komputer cukup bagus dimana Film tersebut tidak terlalu vulgar dan seronok yang membuat orang jijik. Itu membangkitkan gairahku, kudekati istriku yang sedang menonton tivi di ruang tengah, aku mulai mencumbunya dan dia pun membalas cumbuanku, tiba-tiba ku dengar pindu depan terbuka, pasti Nurul gumamku. “Tumben jam 9 baru datang Nur?” Tanya istriku, “Iya mbak, tadi praktik bedah dulu. O ya mas, boleh kan aku pakai ruang kerjanya, aku mau buat laporan” lanjut Nurul. “Silahkan aja, pakai sebabasnya dan jangan canggung disini” ujarku sambil menahan birahi yang baru saja naik. “Terima kasih ya mas” ucapnya. Setelah Nurul masuk kamar kamipun segera melanjutkan kegiatan kami dan pindah ke dalam kamar kami. Pergumulanpun semain seru karena istriku mulai mengeluarkan jurus-jurus barunya. Tapi tidak perlu ku ceritakan karena bukan ini inti cerita yang akan aku ceritakan. Setelah kami puas kamipun tertidur.

Aku terbangun sekitar pukul 1 dini hari, kulihat istriku masih terlelap kelelahan tanpa sehelai benangpun disebelahku. Aku keluar kamar untuk mengambil air minum dan memeriksa kondisi rumah. Kulihat sekilas Nurul masih di ruang kerjaku dan masih di depan komputer, setelah kupastikan semua pintu terkunci dan aku mengambil segelas air. Aku mulai perhatikan Nurul yang tampaknya tidak mengetahui keberadaanku. Aku puji kecantikanya dalam hati. matanya yang lentik, bibirnya yang tipis dan menawan. Namun…tiba-tiba aku melihat sesuatu yang ganjil. Mata Nurul masih memandangi layar komputer saat itu, tapi tangannya mulai menyusup dibalik jilbabnya. Dari pergerakan tangan yang tertutup jilbabnya itu aku tahu apa yang dia lakukan. Dia meremas-remas teteknya sendiri, ku lihat matanya setengah terpejam bibirnya terbuka. mungkin dia sedang merasakan sensasi yang baru dia rasakan. “mhh..uuhhhmmm…aaahhh….” ku dengar desahan samar dari mulutnya, aku segera bergegas ke kamar untuk mengambil Handhone ku dan segera merekam kejadian langka ini. Tangan kanan Nurul masih terus meraba teteknya, kini rabaannya kian keras dan bersemangat dan tidak hanya itu aku lihat sepintas tangannya melepas kancing daster bagian atasnya, dan aku yakin dia memasukkan tangannya ke dalam teteknya. Kejadian itu terus aku rekam. Sesekali Nurul melengguh “uuhh…aahhh…mhh…..oohh…” matanya terus terpejam, bibir bawahnya dia gigit, terkadang kepalanya tergeleng ke kanan dan ke kiri. Ternyata tidak selesai disitu, tangan kirinya mulai menuju ke selangkangannya, dia meraba memeknya sendiri dari luar dasternya. ku lihat jari tengahnya terus menggosok bagian tengah memeknya, aku zoom kamera HPku, dan melihat secara close up apa yang sedang dia lakukan. Nurul mulai menarik dasternya ke atas, walau masih menggunkan kaus kaki mulai terlihat betis atasnya yang sangat putih, sedikit-demi sedikit daster tersebut tertarik ke atas oleh tangan kiri Nurul. Pahanya yang putih mulus mulai tersingkap, kontolku mulai tegang melihat pemandangan iu. Sampai akhirnya tangannya berhenti ketika daster mulai sampai di bagian perutnya. Dan terpampanglah celana dalam Nurul yang berwarna putih. Tangan kiri Nurul terus bergerak masuk ke dalam celana dalamnya. Ku lihat tangannya terus bergerak-gerak diantara selangkangannya. Desahannya semakin menjadi, rangsangan yang sungguh hebat membuat dia tidak merasakan keberadaanku. “Auuuuww…oohh….ahhh….eehhhmmm…yyaaahhh ” racaunya. Sungguh pemandangan yang belum pernah aku lihat seorang wanita berjilbab yang tengah bermasturbasi tanpa melepaskan jilbabnya. Dulu saat kuliah aku pernah mengintip anak ibu kosku yang melakukan itu, tapi itu kurang menantang karena anak ibu kos ku itu sering mengumbar auratnya dan punya affair dengan salah satu teman kosku. Tapi ini pemandangan yang berbeda dan sungguh luar biasa.

jilbab montok bohay (10)

Gerakan tangan kiri Nurul di memeknya semakin cepat, dan remasan tangan kanan di teteknya semakin kuat. Ingin rasanya aku membantunya, tapi masih sibuk merekam dengan kamera handphoneku. Sesaat kemudian aku lihat dia mulai menghentikan aktifitasnya, nafasnya naik turun teratur, matanya masih terpejam, tapi aku tidak tahu apakah dia telah mencapai puncak kenikamatan atau belum karena aku tidak mendengar jeritan yang biasanya menjadi ciri wanita saat orgasme. Sebelum dia sadar aku segera bergegas menuju kamarku, dan mulai mereview kembali dari HPku apa yang baru aku saksikan tadi. Tanpa sadar aku melakukannya sambil beronani, sampai orgasme beberapa kali. Aku baru menyadari DVD Blue Film yang baru aku pinjam tadi, ternyata masih tertinggal dalam komputerku, aku yakin tadi tanpa atau dengan sengaja dia melihatnya. Aku yakin karena dalam DVD itu ada adegan wanita yang melakukan masturbasi, mungkin dia mengikutinya.

jilbab montok bohay (17)

Keesokan paginya, semua sepertinya biasa dan nampak wajar, istriku masih sibuk berdandan, maklum dandannya bisa sampai 2 jam sendiri. Aku memulai sarapan tanpa menunggu istriku, kemudian ku lihat Nurul sudah rapih dan keluar dari kamarnya. Dia sangat cantik dengan dandanannya yang sederhana, hanya berbalut bedak tipis dan lip glose seperlunya. Tapi ini adalah pemandangan fantastis, wanita yang apa adanya aku lihat menjadi jauh lebih cantik dibandngkan yang ber-make up. Jilbab warna pink dipadu kemeja putih dan rok panjang warna senada dengan jilbabnya membuat dia semakin cantik. Diapun tanpa merasakan apapun memulai sarapan paginya. Aku membuka obrolan pagi itu “Gimana Nur? laporannya selesai semalam?”, “Sudah selesai mas, terima kasih ya ruangan dan komputernya” katanya tenang. “Ngerjain laporan atau ngerjain yang lainnya?” sindirku, Nurul langsung terdiam dan menghentikan kegiatannya yang sedang mengambil nasi dari rice cooker. Wajah putihnya mulai bersemu merah, mungkin dia mulai menyadari aku melihat apa yang dilakukannya. “Tenang saja, kita kan sama-sama dewasa, tahu sama tahu lah dan aku pun tidak akan ceritakan ini ke kakakmu” ujarku sambil ku perlihatkan hasil rekaman di HPku. Wajah Nurul semakin tegang, keringat mulai membasahi wajahnya, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya, aku tahu dia sedang bingung, malu, dan mungkin takut juga. “Mungkin lain kali kalu mau jangan sendiri, aku siap membantu kamu sampai kamu puas” Bisikku. Tanpa menjawab dia langsung beranjak dari kursinya dan menyambar tasnya, tanpa mengucapkan sepatah katapun, yang aku tahu matanya yang berbicara, matanya nampak mulai penuh dibasahi air mata yang hendak meloncat keluar.

jilbab montok bohay (13)

Malamnya, aku berlaku seperti biasa seperti tidak terjadi apapun. Sedangkan Nurul seperti agak sungkan dan kaku setiap bertemu denganku. “Pah, tidur yuk, mamah dah ngantuk banget nich”, “Ya sudah tidur aja dulu, nanti papah menyusul”. Setelah kulihat istriku sudah tertidur lelap, aku beranikan diri mendekati kamar Nurul, yang nampaknya masih menyala terang, sepertinya dia masih belajar. Tok…tok…tok… aku mengetuk pintu kamarnya. “Siapa?” sahutnya dari dalam, saat dia buka pintu kamarnya, aku segera mendorong pintu itu sehingga Nurul agak tersungkur kebelakang. Aku kunci dari dalam pintu kamarnya, “Mass….mas mau apa? keluar dari kamarku”, “Kamarmu? apa kamu lupa kamu tinggal dimana?” sahutku agak tinggi, dia terdiam. “Kamu mau videomu tersebar kemana-mana? bahkan wajahmu close up di video itu, semua orang akan melihat apa yang kamu lakukan”, “A…apa mau mas?” ucapnya terbata. “Aku hanya mau kamu memuaskanku malam ini…”, “Ja…jangan mas, aku masih perawan, aku lakukan apa saja asal bukan melakukan itu”, “Buka!” perintahku ketika kontolku tepat berada di hadapan wajahnya. Dia mulai membuka celana pendek yang aku kenakan sampai ke lutut, Nurul agak terperangah meihat kontolku yang mulai tegang dan begitu menonjol seakan celana dalamku tidak sanggup memuatnya.

Dengan bergetar tangannya menurunkan celana dalamku dan kemudian menurunkannya hingga ke lutut. Tampak kini dihadapannya kontolku yang telah tegak mengacung bagaikan sebuah tombak yang siap dihujamkan. Tampak ragu dia meraih kontolku dengan sambil menundukkan kepalanya. Akupun meraih tangannya yang halus, dan menyentuhkannya ke kontolku, rasanya sangat nyaman, dimana kulit lembutnya menyentuh kontolku yang sudah mengeras, kokoh, otot-otot yang keluar menambah kesan sangar. Wajahnya tertunduk dan mulai tersedu, tapi aku tak menghiraukan, aku maju mundurkan tangannya, sampai beberapa saat aku tak perlu menuntunna karena tangannya sudah faham apa yang harus dilakukannya. Nurul pun mulai berani menaikkan wajahnya dan menatap kontolku. Tak berapa saat aku merasakan sesuatu yang ingin melesak dari dalam tubuhku, sampai akhirnya…”aahh…..”aku melengguh disertai keluarnya sperma dari kontolku. “aaaauuwww….” Nurul tersentak kaget ketika spermaku keluar. Karena dia berada tepat didepan kontolku, muncratan spermaku mengenai wajahnya, matanya, hidungnya, bibirnya dan sebagian lagi ke jilbabnya. Aku tersenyum puas lalu ku tinggalkan Nurul yang masih terpaku.

jilbab montok bohay (11)

Esoknya aku melakukan hal yang sama. kali ini, aku tidak perlu membentak dan memerintahkan, Nurul sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan. Walau agak ragu, dia mulai berani menurunkan celanaku sendiri, sampai celana dalamku, dan memulai belaian lembut pada kontolku. dia tidak malu dan canggung seperti kemarin walu masih nampak wajah takut dan terpaksa melakukan itu. Aku memegang tangan kanannya, sambil membiarkan tangan kirinya tetap menggenggam kontolku yang hampir tak tergenggam tangan mungilnya karena diameternya yang hampir mencapai 7 cm. AKu renggangkan telapak tangannya dan aku tuntun melakukan gerakan mengusap pada ujung kontolku, telapak tangannya mengusap dengan melakukan gerakan memutar di ujung kontolku seperti yang sering istriku lakukan. Hal ini memberiku sensasi yang lebih, apalagi yang melakukan adalah seorang wanita yang polos tentang seks, alim dan selalu berjilbab, menjaga dirinya dan menutupi tubuhnya. suatu sensasi yang sangat luar biasa. Aku kembali mencapai puncak dan memuntahkannya diwajahnya. Kegiatan itu sering kami lakukan tanpa sepengetahuan istriku sampai beberapa waktu lamanya.

Pagi ini aku baru sampai dari kantor karena mendapat giliran piket, karena itu siang ini aku mendapat libur. Sampai di rumah suasana wajar setiap pagi seperti yang telah menjadi rutinitas. Istriku sudah siap berangkat ke kantor, dan taksipun telah menunggunya diluar. “Pah aku berangkat dulu ya..” sambil menciumku, tubuhnya indah dibalut blazer ketat dan rok yang sangat pendek, ahh…itu pemandangan biasa. “Mah…sekalian kunci ya pintunya” ujarku, “Nanti saja, Nurul belum berangkat, biar dia saja yang kunci pintu…” ujarnya sambil berlalu. “Hah..Nurul masih di rumah..padahal biasanya dia sudahberangkat pagi-pagi sekali” bisikku. “Kreeekkk…blak” kulihat intu kamar yang dibuka dan kemudian di tutup, ku lihat Nurul mengenakan jilbab warna puti sampai dibawah sikunya, gamis pink warna kesukaannya dan rok puti…manset dan kaos kaki putih pun sudha menghiasi lengan dan kakinya. Dia terperanjt melihatku sudah di dalam, dia langsung menundukkan wajahnya dan bergegas menuju pintu. “Nggak makan dulu Nur?” sahutku memecah keheningan,”Ngga mas..di RS aja, ngga enak sudah telat…” sambil terus menundukan wajahnya dan berlalu. “Eii…ttt…mau kemana?santai dulu di sini”, “Jangan mas…aku udah telat ke RS, nanti residentku marah” sahutnya ketakutan, “Apa peduliku…!”, langsung muncul niat di pikiranku, “Kamu mau video itu tersebar? kamu ingat? kamu tingga di rumah siapa? akan tinggal makan, tidur tinggal tidur…”, wajahnya semakin memerah sangat jelas karena kulitnya yang putih tidak dapat menutupinya. “Kamu juga harus punya pengorbanan…” lalu aku duduk di sofa depan TV yang biasa kami gunakan untuk menonton, aku masih berkemeja lengkap. “sini…duduk didepanku”, dia langsung memahami perintahku, wajahnya masih tertunduk, dan sama sekali tidak melihatku. Tanpa di suruh dia langsung membuka ikat pinggangku, lalu celanaku dan menurunkannya sampai ke mata kaki. Ahh…pemandangan yang sangat tidak ingin aku lewatkan, berdua dengan wanita cantik di rumah, dan yang paling penting, kami tidak melakukannya sembunyi-sembunyi di kamar, tapi di ruang tengah yang sangat luas, aku semakin terobsesi. Tanpa di suruh, Nurul langsung mulai menggerak-gerakkan tangannya mengocok batang kontolku yang mulai tegak. berapa saat kemudia, “berhenti…aku sudah bosan dengan cara itu, ganti dengan cara lain!!”, “Cara gimana mas…aku ngga ngerti” ambil terus tertunduk pasrah. “dengan mulut kamu….sekarang”, aku lihat tubuhnya merespon dengan sangat terkejut perintahku, hal yang tidak pernah sama sekali dia bayangkan. “semakin lama kamu melakukannya…semakin terlambat sampai RS…”bentakku. Nurul pun mulai menuruti perintahku, didekatkan bibirnya yang mungil itu ke kontolku, ketika bibirnya yang lembut, hangat dan basah oleh lipglose itu menempel ujung kontolku, aku merasakan sensasi yang luar biasa. Cara menciumnya pun sangat aneh, karena dia tidak pernah melakukannya sama sekali, tapi aku biarkan karena di situ seninya, melihat wanita alim yang masih polos melakukan oral sex. Aku tertawa dalam hati, dan menikmati apa yang ada di hadapanku. Mungkin sudah insting, ciumannya mulai mengitari seluruh kontolku, bahkan sesekali dia basahi dengan lidahnya. Dia melakukannya dengan mata yang selalu terpejam, kuberanikan memegang punggungnya, aku rasakan detak jantungnya berdebar sangat keras hingga ke punggung.

“ahh…nikmati sekali Nurul sayang….terus sayang…kulum semuanya…seperti kamu mengulum permen lolipop ketika kamu kecil dulu” ujarku sambil mulai berani mengusap dan membelai jilbabnya. Dengan ragu Nurul memasukkan kontolku ke rongga mulutnya, aku tidak tinggal diam aku segera mendorong kepalanya semakin masuk, sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan….Tangaku mulai berani menyusup ke balik jilbabnya, dan menemukan sebuah gundukan yang sangatlembut terbalut bra, “mhh…cuma 34B tapi lembut dan indah sekali” desisku. Nurul terperangah, dan langsung tangannya memagang tanganku dan menjauhkannya dari dadanya. “Diam!!!” bentakku. Dia terdiam, dan matanya mulai meneteskan air mata. Lalu tangan kananku memegang bagian belakang kepalanya dan memaju mundurkan kepalanya, sehingga bibirnya yang lembut beradu dengan lapisan kulit kontolku, aku merasakan sensasi yng sangat luar biasa dan tidak pernah aku dapatkan. tangan kiriku kembali bergerilya di teteknya, kali ini tidak ada perlawanan, bahkan ketika aku mulai meremas teteknya yang lembut. Aku merasakan putingnya semakin mengeras, tanda dia mulai terangsang dan menikmatinya. Sampai beberapa saat akhirnya “aaahh…aauuww…” Aku mengejang, dan seketika muncullah sperma hangat dari ujung kemaluanku. Nurul kaget bukan kepalang, dia berusaha mengeluarkan kontolku dari mulutnya, tapi itu sia-sia karena tangan kananku menahannya. Akhirnya spermaku muntah di rongga mulutnya…..dia hanya bisa tergugu dan diam dengan mulut yang masih mengemut kontolku. ketika ku cabut, spermaku meleleh dari bibirnya yang manis, dan diapun memuntahkannya…ahhh…indah sekali. dia langsung berlari ke wastafel untuk memntuahkan apa yang baru ditelannya. dia meludah terus menerus, sambil terus senggukan menahan tangis. Lalu dia pun masuk ke kamar. aku masih menikmati ejakulasi terindah yang pernah aku rasakan, sambil tetap duduk di sofa tengah.

jilbab montok bohay (12)

Tak berapa lama, Nurul keluar dari kamarnya, dengan jilbab dan gamis yang baru, mungkin karena kusut dan terkena cipratan spermaku. Walaupun tetap dengan wajah menunduk, tai dia mulai berusaha bersikap biasa, dan berani mencairan suasana. “Mas…aku berankat dulu”, “Iya…hati-hati ya…rahasiamu aman denganku”. Malam harinya aku bergumul hebat dengan istriku hingga aku terlelap. Sebenarnya aku ingin sekali segera memiliki buah hati, tapi itu belum terjadi, ya sekarang sih aku puas-puasin dulu dengan istri. Saking terlelapnya aku tidak tahu kapan Nurul datang. Jam 2 dini hari aku terbangun lagi, dan seperti biasanya aku mengambil minum di kulkas. Ku lihat kamar Nurul masih terang, “mhh…rajin sekali belajarnya”, lalu ku ketuk pintu kamarnya, libidoku pun mulai naik lagi. “Nur…buka pintunya” ujarku. “I…iya mas…”, agak lama dia membuka pintunya karena biasanya dia mengenakan jilbabnya dulu sebelum menemuiku. “belum tidur ya?”, “Belum mas, masih ada tugas…mhh…boleh aku pinjam lagi komputernya mas?”, “Tentu saja boleh…tapikamutahu syaratnya bukan?”, dia terdiam…mungkin bingung, dia tahu arah pertanyaanku, tapi dia tidak ingin melakukannya. Mungkin tidak ada pilihan lagi, seketika dia segera menjalankan tugasnya, anehnya kali ini dia sangat buas mengulum kontolku, dia seperti sudah lihai dengan tugasnya, “ah…mungkin dia mencontoh dari DVD BF yang dulu dia tonton di komputerku”, “mulutnya terus membasahi kontolku, terus melakukan gerakan mengurut dan merangsang agar kontolku segera mengeluarkan lahar putihnya. Pemandangan yang luar biasa, dengan daster yang lebar dan mengenakan jilbab kaos putih ang sangat lebar. Dan dia pun hanya diam ketika dua tanganky menyelinap dibalik jilbabnya dan mulai meremas teteknya. Aku perhatikan mukanya mulai memerah, kadang nafasnya tertahan dan mulai memburu. DIa tarangsang…aku yakin sekali, dia juga manusia yang punya hasrat. Sesaat kemdian kontolku mulai bergetar dan segera melesakkan lahar putihnya, Nurul kaget dan spontan mengeluarkan kontolku dari mulutnya, aku tidka dapat menahannya karena tanganku sedang sibuk meremas teteknya. Seketika spermaku menyembur di wajahnya, mengenai matanya, bibirnya, dan pipinya yang merona merah. “Ahhh….” aku kaget mendengar kata itu keluar dari bibirnya. “bersihkan!” serta merta bibir dan lidahnya membersihkan sperma yang masih menempel di kontolku.

Akhirnya, kegiatan ini sering saya lakukan, walaupun tetap aku paksa, namun dia sudah tidak canggung untuk melakukannya. Bahkan, dia semakin lihai agar membuatku segera ejakulasi. Mungkin itu dia dapatkan dari pelajaran di kuliahnya, dia tahu titik rangsang yang paling sensitif.

ICHA

pasti hari ini , gua di pangil ke kantor kepsek lagi ? pikirnya .  Dia terus berjalan memasuki ruang kelasnya . Wajahnya yang putih ,  tampak cantik dengan jilbab putihnya yang bersih .

Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi . Tak lama seorang guru , memasuki kelas dimana gadis itu duduk . ? selamat pagi , pak ? sapa murid murid nya serempak .pagi ..? jawab guru itu . Guru itu melihat satu persatu anak didiknya .

Icha ..? suara guru itu menghentak gadis cantik berjilbab itu . ? ya ..pak ? Jawab Icha.

kamu di panggil ke ruang kepala sekolah ? Kata guru itu .

Icha sudah tahu sebelumnya , sudah telat satu minggu dia belum melunasi SPP nya.Apa lagi bulan lalu dia masih menunggak .Dengan gontai Icha bangun dari kursinya dan berjalan ke luar ruang kelasnya . Beberapa pasang mata , teman temannya melihatnya .

tok tok ?? suara ketukan pintu di ruang kepsek terdengar . ? masuk ? begitu jawaban dari dalam ruang itu . Icha membuka pintu ruang kep sek itu . ? selamat pagi pak ? sapa Icha kepada kepala sekolahnya .

Kepala sekolah itu menatap Icha , gadis cantik , kelas 1 SMU yang selalu berjilbaba . Di usianya yang baru enam belas tahun , tercermin kecantikan dan ke elokan di wajahnya.

hemm , apa yang ada di balik rok abu abu panjang , yang eloe pakai Icha..? guman kep sek itu dalam hati .

begini Icha , soal pembayaran SPP ..? kata kep sek itu . ? maaf , pak .. orang tua saya belum punya uang..? jawab Icha . ? yah , tapi peraturan , Icha tidak bisa begitu , kamu sudah menunggak , dan sekarang juga belum bayar , kamu akan di keluarkan dari sekolah ini ..? kata kep sek itu . ? tolong pak , beri saya waktu ..? iba Icha .

ehm .. saya tahu , kamu murid yang pandai , sayang kalau sampai putus sekolah ..? jawab kep sek itu. ? tolonglah pak ?? iba Icha lagi . Mata kepsek itu dengan jalang , menatap Icha . Dia tersenyum dan berkata ? Icha , kamu sudah punya pacar?? .

Icha agak tercengang dengan pertanyaan kepala sekolahnya yang tidak relevan ini .

Icha menjawab ? tidak saya tidak punya pacar pak ? jawab Icha . ? bagus. .. bagus..? jawab kep sek itu .

Kamu akan terus di sekolah ini , tidak usah bayar SPP , asal kamu mau bercinta dengan saya..? kata kep sek itu . Kuping Icha terasa panas mendengar kata kata kep sek itu . ? pak , maksud bapak apa ? ? kata Icha .

ha ha ha , saya rasa kamu tahu , maksud saya , apa perlu saya perjelas ..? kata kep sek itu lagi . Icha mengeleng ? pak saya tidak bisa?? jawab Icha. ? kalau begitu , kamu di keluarkan dari sekolah ini sekarang juga..? bentak kep sek itu .

tapi ?tapi ?pak ..tolong jangan keluarkan saya?? iba Icha. Kep sek itu tersenyum ? Icha saya tidak sejahat itu , saya cuma ingin bersenang senang dengan kamu , sayang??.

Icha diam menundukkan kepalanya , di hatinya berkecamuk segala macam pikiran .

Icha , kalau kamu mau saya malah bisa , memberi kamu uang jajan setiap harinya ..? kata kep sek itu lagi .

Icha hanya bisa diam , mulutnya tak mampu untuk berbicara . Dan Kep sek itu mulai mendekatinya , dan tiba tiba mencium bibir Icha . Saat itu Icha meronta ? jangan pak ?jangan ?saya tak mau ?? . Icha lalu berlari ke arah pintu , tapi Kep sek itu lebih sigap ,

Pintu di ruangan itu berhasil di tahan oleh Kep sek itu . Dan Kep sek itu menraik tangan Icha menjauh dari pintu itu , lalu mengunci pintu ruang itu . Icha terus meronta , tapi kepsek itu menampar pipinya . ? aduh ? jerit Icha , dengan sebagian wajah cantiknya tertutup jilbab putih yang di kenakannya.

Lalu dengan kuat tubuh imut ABG itu di hempaskan ke sofa di ruang itu .? elo jangan macem macem , lebih baik turuti kemauan gua..atau gua akan memyiksa eloe ? ancam Kep sek itu . Icha mulai panik . ? jangan saya tidak mau ..lepaskan?? jeritnya . ? plak ?? kep sex itu kembali menampar wajahnya , meninggalkan bekas memerah di pipinya .

ampun pak ? jangan..sakit?? erang Icha sambil memegang pipinya . ? diam jangan cerewet loe..? kata Kep sex itu yang sudah di kuasi nafsu birahinya .

Tangan kep sek itu dengan cepat melepas kancing baju seragamnya , satu persatu . juga bra yang di kenakannya . Buah dadanya yang baru tumbuh itu menjadi santapan liar mata kep sex itu . Putting susunya yang kecil di sentuhnya , Icha kembali merota ? jangan pak ..jangan ..saya malu ?? .

diam , mau gua tabok lagi loe ..yah?? bentak kep sek itu . Icha terdiam , air matanya mulai mengalir . Tiba tiba , putting susunya di cubit dan di tarik kepsek itu . ? aduh..sakit?jangan..sakit..ampun ?? erang Icha . Kepsek itu menyeringai , ? yah terus menjerit , gua suka mendengarnya ??

Kepsek itu terus mencubit , dan memilin milin putting susu imut milik ABG itu , membuat Icha merasa kesakitan . Lalau dia berhenti , dan mejilati putting susu Icha .dan menyusui di buah dada ABG itu . ? ih ..eh..jangan pak ?ahh?? erang Icha .

Rok panjang yang di kenakannya , mulai di naikkan ke atas terus sebatas pinggulnya . Icha kini tak bisa berbuat apa apa , hanya pasrah , memperlihatkan ke mulusan pahanya .

Tangan kepsek itu pun mengelus elus , paha mulus dan licin itu , sambil matanya menatap selakanganan anak didiknya , yang masih terbungkus celana dalam pinknya itu .

benar benar bikin nafsu ..? ujar kep sek itu . Kemudian kedua belah kaki Icha di buka lebar oleh Kepsek itu . Hidung Kepsek mendekati selangkangan celana dalam itu , dan menghirup aromanya ? hmmm , benar benar aroma perawan ? puji Kepsek itu dengan menyeringai .Tangan Kepsek lalu melepas celana dalam pink itu . dan kembali melebarkan kedua belah kaki Icha.

Mata Kepsek terbelak , menyaksikan vagina Icha yang masih muda itu . Belahanya masih terasa sempit . Dengan bulu bulu halus yang baru tumbuh di bukit vaginanya .

Dengan dua jarinya Kepsek membelah bibir vagina itu , dan menemukan klitorisnya yang merah , serta liang vaginanya yang tampak rapat .

Lidah Kepsek pun menjulur , menjilati vagina Icha. ? ihhhh?.ihhh?jangan pak ..geli .. ?.? erang Icha, dengan tubuh yang mengeliat . Lidah Kepsek terus saja , menyapu vaginanya . bergerak cepat di klitorisnya yang terlihat semakinn tegang. Icha pun terus menerus mengeliat , dan mengerang .

Tanpa terasa , birahi ABG itu pun terusik , dia merasakan nikmat yang baru pertama kali di rasakannya . Dari liang vaginanya yang perawan , terasa mulai di basahi oleh lendir birahinya

Lidah Kepsek semakin liar menyapu vagina Icha, dan Birahi Ichasudah birahi .? ahhh sudah pak ahhh?sudah?ahh??? erang Icha. . Kepsek itu menghentikan jilatannya dan memandang wajah cantik ABG berjilbab itu . ? sudah ..yang benar .. jangan pura pura , gua tahu eloe suka di jilatin ..? kata Kepsek itu .

Wajah Icha memerah . Lidah kepsek itu tiba tiba menjilati lagi klitorisnya . ? ehhhh?.ahhhh?. ahhh?? Icha kembali mengerang . Lidah itu terus menyapu dengan liar . tak lama kepsek itu kembali bertanya pada Icha , sambil menatap wajah cantik ABG berjilbab iitu . ? enak engak Icha sayang ..? .

Icha tak menjawab dia memejamkan matanya . ? eh kalau di tanya jawab dong , enak engak?? kepsek itu mengulangi pertanyaannya . Icha menjawab singkat ? enak ..? , sambil menutup wajah cantiknya dengan jilbab putihnya ..

ahhh?ahh.. pak? ? erang Icha ketika kembali merasakan lidah kepsek itu menyapu vaginanya . Dan kepsek itu terus menstimulasi klitoris Icha yang tampak sudah semakin membesar karena birahinya . Liang vaginanya terus mengeluarkan lendir birahinya .

Tubuh Icha terus mengeliat , merasakan kenikmatan . Kenikmatan yang baru pertama kali dirasakannya .

Tanpa sadar birahinya semakin memuncak , orgasme semakin mendekati , ada suatu desakan dalam tubuh Icha . Lidah kepsek itu bergerak terus , dan Tubuh Icha tiba tiba kejang , lalu mengejet beberapa kali . ? ahhh?.enak sekali?.? erang Icha , tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya .

Kepsek itu tahu jelas Icha baru saja orgasme . Dia berhenti , dan membiarkan Icha menikmati orgasmenya .

Entah mimpa apa Kepsek semalam , tapi dia merasa sangat beruntung , bisa menikmati tubuh muda belia gadis ini . Dengan segera Kepsek melepas celananya sekaligus kolor hitamnya . Penisnya langsung mencuat , tegang sekali .

Kepsek menyodorkan penis itu di mulut Icha. Tapi Icha membuang muka , merasa jijik dengan benda asing , yang baru pertama kali dilihatnya itu . ? Icha , ayo gantian dong ?? bujuk kepsek itu . Kepsek itu memegang tangan Icha , dan membawanya ke batang penisnya yang sudah tegang itu .

Icha meraba raba penis itu . Mata Kepsek merem melek , ketika batang penisnya di remas jari jari lembut Icha. ? ahhh? ? ahh..enak?.? erang Kepsek . Tangan Icha terus meremas batang penis kepsek itu . Icha pun merasakan sensasi nya .

Icha sayang , jilat in dong ..ayo ..? pinta kepsek itu . Tapi Icha terluhat ragu sekali . Tapi kepsek itu terus membujuknya . Akhirnya Icha menjulurkan lidahnya , dan menjilati batang penis itu .

Karena Icha belum pengalaman , maka kepsek itu segera menarik penisnya .Kepsek itu yang sudah bernafsu segera mengarahkan penis itu ke vagina Icha. Kepala penis itu , menempel di liang vagina Icha. Perlahan , penis yang besar itu di tekan masuk ke dalam liang vagina Icha .

awww?. Sakit pak?ampun ?setop .. ? jerit Icha, ketika penis Kepsek yang besar itu ,menerobos masuk liang vaginanya , merobek selaput daranya .

Icha mengigit bibirnya menahan rasa sakit di vaginanya , dan Kepsek itu terus menekan , hingga penisnya mentok di dalam liang vagina Icha. Perlahan Kepsek , menarik keluar penisnya dari liang vagina Icha, disertai erangan Icha.

gila , enak bener m*m*k eloe sayang ?? Kepsek melenguh , sambil terus mengerakkan penisnya dalam vagina Icha.. Kepsek itu merasa nikmat sekali , tapi Icha merasakan kesakitan sekali .

Vaginanya yang perawan , di lukai oleh penis kepsek itu yang cukup besar . Tangan Icha mengcengkram ujung sofa kulit di ruang itu . Dari mulutnya terdengar erangan kesakitan. Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vaginanya.

Sementara kepsek itu terus mengerakkan batang penisnya keluar masuk laing vagina ABG itu penuh nafsu . Nafasnya ngos ngosan , keringat membahasi dahinya .

Penis itu terus menusuk nusuk liang vagina Icha . ? aduh ..sakit ..sudah pak ?sakit sekali ?? erang Icha . Tapi kepsek itu tidak peduli , hasratnya harus terpenuhi .

Tubuh Icha menjadi lemas , saat sata mendekati ejakulasinya , gerakan kepsek itu semakin liar , Penis itu di hentak hetakan dalamliang vagina Icha . Icha menjerit setiap kali batang penis itu menghentak dalam liang vaginaya. ? aduh..sakit?.? .

Untunglah tak lama kemudian penis besar itu berhenti bergerak . Penis itu diam dalam liang vagina Icha . Dan Icha bisa merasakan sperma kepsek itu membajiri liang vaginanya . Perlahan penis kepsek itu terlepas dari liang vaginanya .

Tampak sperma mengalir keluar dari liang vagina Icha yang memar memerah . Ada bercak darah di vaginanya . Kepsek itu memberinya tisuue , ? ini di lap , tuh m*m*k ? kata kepsek itu .

Sambil melap vaginanya , air mata Icha mengalir . ? udeh gak usah nangis segala ..:? kata kepsek itu .

Icha pun segera memakai kembali pakaiannya , merapikan jilbabnya yang acak acakkan . Lalu dia berjalan ke arah pintu . Icha , ini buat eloe jajan..? kata kepsek itu , sambil memberikan beberapa lembar , uang lima puluh ribuan .

eloe jangan takut , eloe akan tetap sekolah disini ..? kata Kepsek itu l . Icha menatap kepsek itu . ? oh iyah , dan jangan lupa besok eloe kemari lagi yah?? kata kepsek itu .

Icha hanya diam , lalu kepsek itu membuka pintu ruang itu , dan Icha berjalan dengan kepala tertunduk kembali ke kelasnya .

Part 2

Hari itu di sebuah sekolah nampak semua murid sedang sibuk belajar di kelas mereka masing-masing. Sedangkan disudut bangunan sekolah itu tepatnya tempat parker khusus untuk kepala sekolah yang dikelilingi pagar tembok dengan pintu masuk dari kayu yang telah tertutup rapat, nampak pula kesibukan lainnya didalamnya. Nampak didalam sebuah mobil yang berada disitu berada dalam keadaan mensin menyala tanda AC-nya sedang dinyalakan. Rupanya sang empunya kendaraan tersebut yaitu pak Kepala Sekolah tengah sibuk di dalam mobilnya. Hujan deras seakan-akan berpihak dan membantu menyembunyikan kebejatannya di dalam mobilnya. Seorang murid cantik berjilbab yang tak lain tak bukan si Icha, kembali menjadi bulan-bulanan kebuasan si Kepala Sekolah. Dengan wajah pasrah, siswi cantik berjilbab yang dijemput tadi saat berangkay sekolah, hanya bisa diam menerima serbuan mulut dan tangan bejat sang Kepsek yang dengan buasnya menggerayangi setiap sudut tubuhnya. Icha yang masih berseragam putih lengan panjang dengan rok abu-abu panjang semata kaki lengkap dengan jilbab putihnya itu terlihat memejamkan kedua matanya sembari berbaring di jok mobil.

Murid cantik berjilbab itu menurut saja ketika Pak Kepsek menariknya ke bangku belakang. Dengan kasar pria itu menekan bahu muridnya yang cantik berjilbab itu agar berbaring terlentang. Icha, sang siswi cantik berjilbab tersebut kini terlentang tanpa daya, sementara tangan Pak Kepsek kembali merayap ke arah dadanya yang masih tertutup oleh hem putih OSIS lengan panjangnya. Icha hanya mendengus pelan tanda pasrah sambil memalingkan wajahnya, seolah ia tidak tahan menatap wajah mesum Pak Kepsek yang tersenyum-senyum senang. Kedua tangannya mengepal rapat ketika merasakan remasan-remasan tangan Pak Kepsek. Pria bejat itu hanya tersenyum memaklumi, walau sudah pernah menyetubuhinya secara paksa namun Icha masih belum dapat sepenuhnya mengenal arti dari kenikmatan hubungan seks waktu lalu. Jemari lelaki itu mulai melepaskan kancing baju seragam putih lengan panjang OSIS Icha, satu demi satu.
Kemudian lelaki itu mulai mencumbui leher Icha yang tertutup olrh jilbab putihnya. Semerbak wangi dari tubuh siswi berjilbab itu membuat birahi si Kepsek perlahan bertambah naik. Dengusan nafas Icha semakin kuat kala ketika cumbuan lelaki itu semakin turun ke arah dadanya.

“Hemmhh….. ”, bunyi dengusan nafas siswi cantik berjilbab itu saat tangan pria itu menyusup kebalik branya. Tubuh Icha agak tersentak merasakan telapak tangan Pak Kepsek yang kasar bergesekan dengan permukaan payudaranya yang lembut dan halus. Refleks sebelah tangannya menutupi wajahnya seolah untuk menutupi raut mukanya yang merasa malu diperlakukan seperti itu.

“He he he, ayo dong saying. kamu nggak sok malu gitu dong. Bapak cuma ingin memberikan kenikmatan untuk kamu, apa itu salah ??”, kekeh pria bejat itu sembari tangannya semakin aktif meremas-remas payudara Icha. Gadis berjilbab yang hanya bisa pasrah pada nasibnya itu hanya sekedar berusaha agar dapat menerima rangsangan dari perlakuan Pak Kepsek itu.

Pikiran siswi berjilbab itu sedang berkecamuk, berbagai perasaan saling bertabrakan, ia menghela nafas lega ketika Pak Kepala Sekolah menarik kedua tangannya dan untuk sesaat ia berusaha menguasai diri.

“Heehhhhh……,” tarikan nafas Icha panjang ketika tangan Pak Dion menyusup masuk ke dalam rok abu-abu semata kakinya dan membelai pahanya sebelah dalam. Dirasakannya tangan laki-laki itu asyik mengelus – ngelus pahanya, permukaan telapak tangan itu begitu kasar tapi enak sekali rasanya ketika mengelus-ngelus permukaan pahanya, nafas siswi SMU berjilbab itu tertahan di dadanya ketika merasakan telapak tangan Pak Kepsek tiba-tiba meremas selangkangannya.

Tangan Pak Kepsek yang satunya lagi menyibakkan dan mengangkat rok abu-abu semata kakinya ke atas hingga sebatas pinggang. Lalu jari tangan Pak Kepsek menekan-nekan permukaan celana dalamnya di bagian bibir vaginanya , terkadang jari Pak Kepsek bergerak menggesek-gesek belahan vagina Icha yang semakin basah. Lalu dengan tanda mulai basahnya celana dalam siswi SMU berjilbab tersebut, tangan Pak Kepsek mulai menarik celana dalamnya turun. Dan sesampainyai di pergelangan kaki, dengan sekali sentak lelaki bejat itu menarik lepas celana dalam milik Icha.

“Ngghh….”, dengus Icha ketika sang Kepsek yang besar dan gemuk itu memeluk dan menghimpit tubuhnya.

Tangan kasar pria bejat itu memegang dagu sang siswi SMU berjilbab dan menolehkannya kearah wajahnya, lalu, ”Mmmmmmhhhh…..”, bunyi nafas tertahan Icha ketika mulut Pak Kepsek mencaplok bibirnya. Tubuh murid cantik berjilbab itu menggeliat kala kedua tangan pria itu membelit tubuhnya.

“Haaa.. Uhhh..hhhmmmhh…”. Sambil terus mengulum bibir Icha, tangan Pak Kepsek merayapi serta bermain-main menggerayangi pangkal pahanya.

“Ehhhh!!!!, Shaaahhhhh,,, Hhhhhaaaaa……”, desah gadis itu ketika tiba-tiba tangan Pak Kepsek mencekal kedua pergelangan kakinya dan mengangkat dan menekuknya tinggi-tinggi ke atas hampir sejajar dengan mulutnya, lalu pria itu merenggangkan kaki murid SMU berjilbab itu.

“Ouuhhh…!! ”, tubuh Icha kelojotan ketika mulut sang Pak Kepsek mencium bibir vaginanya dengan bebas.
Tubuh Icha tersentak-sentak dan murid cantik berjilbab itu berkali-kali menggeliat-geliat. Mulutnya terbuka membentuk huruf “O” disertai erangan dan rengekannya yang merdu.

“Hsssshhh… Hhhssshhhhh…..”, desis siswi cantik berjilbab itu keras ketika merasakan mulut lelaki bejat tersebut mencaploki bibir vaginanya.

“Ahhhhhh….! Ahhhhhhh……! ”, desah suara Icha tertelan oleh suara hujan yang semakin lebat sementara lidah bapak Kepsek terjulur keluar kemudian menjilat belahan vagina siswi SMU berjilbab itu. Satu jilatan lembut dan pelan itu membuatnya menggeliat resah.

“Owww…,, Ahhhhhh…., Pakkk…..”, desah Icha sambil menggelepar ketika merasakan lidah Pak Kepsek memijit-mijit tonjolan klitorisnya. Mendengar desahan-desahan muridnya yang cantik dan berjilbab itu, pria bejat tersebut semakin bersemangat memainkan lidahnya, mengorek, menjilat, memijit dan mencokel daging klitoris Icha.

Dan Icha kembali memejamkan matanya yang tadi sempat terbuka ketika Pak Kepsek mulai membuka sabuknya, menarik turun resleting celana itu dan mengeluarkan sebuah benda panjang besar yang sudah ereksi. Namun sepertinya murid cantik berjilbab itu tidak kuasa menatap wajah mesum lelaki yang akan menggagahi dirinya. Berkali-kali tubuhnya yang kini terbuka tidak tertutupi oleh seragam sekolahnya itu mengejang menahan desakan kepala kemaluan Pak Kepsek yang siap untuk menyantap liang surgawinya.

Bulu kuduk di sekujur tubuh Icha teak merinding kala merasakan gesekan-gesekan yang diiringi oleh desakan-desakan kuat pada belahan bibir vaginanya yang mulai terasa dipaksa merekah sedikit demi sedikit oleh kepala kemaluan Pak Kepsek.

“Arrrhhhhhh….., Hennnggghhhh… Ahhhhhhhh…..”, desah siswi SMU berjilbab itu kencang. Sentakan-sentakan kuat itu datang bertubi-tubi dan Icha mulai merasakan pedih, panas dan sakit mendera lubang vaginanya yang disesaki oleh batang kemaluan Pak Kepsek yang kini tertancap dengan kuat dan menekan semakin dalam.

“Ssshh….Fittt…memekkmmuhh…oohh..!”, desah lelaki bejat itu menikmati penetrasi didalam liang surgawi murid cantik berjilbab tersebut. Pria bejat tersebut betul-betul menikmati saat-saat penisnya memasuki lubang vagina itu senti demi senti.

“Ouhhhhh….ennnnggghhhh…..sshhh…!”, desis dan desah yang keluar dari mulut Icha. Ada rasa nikmat yang mulai menyelingi rasa sakit, jantung siswi SMU berjilbab itu terasa berdetak dengan lebih cepat ketika merasakan kedutan-kedutan aneh yang berasal dari dalam kemaluannya. Pandangan matanya terasa mulai lebih jernih, nafasnya memburu dengan lebih kencang, begitu lepas, dan liar berdengusan.

Entah apa yang berkedut-kedut dengan nikmat diselangkangannya, kontraksi dinding kemaluannyakah ?? Ataukah kedutan batang kemaluan Pak Kepsek??

Sulit sekali untuk dibedakan. Yang jelas Icha merasakan nafasnya berkali-kali terhembus keras ketika Pak Kepsek menjejalkan batang kemaluannya kuat-kuat. Tubuhnya terguncang dengan hebat ketika pria bejat itu semakin cepat memacu batang kemaluannya keluar masuk mengocok-ngocok jepitan lubang vagina muridnya yang cantik berjilbab itu.

“Arrngghh….”, desah Icha lanjut kala merasakan seluruh tenaganya serasa meleleh terbawa cucuran air keringat yang mendadak mengucur deras. Seragam putih abu-abu sekolahnya yang serba tersingkap itu mulai awut-awutan serta lembab oleh keringat. Begitu pula dengan jilbab putih yang dikenakannya.

Pria itu terkekeh melihat reaksi murid cantik berjilbab itu sambil menggoyangkan batang kemaluannya. Lalu ia menggerakkan batang kemaluannya mirip seperti sedang mendongkrak ke atas ke bawah, kemudian bergerak memutar seperti sedang mengaduk-aduk sesuatu.

“Heeennnnnhhh….eennnnhhhhhh….uunnnnhhhhh….”, rengekan Icha. Matanya meram melek meresapi gerakan liar batang kemaluan Pak Kepsek di dalam jepitan lubang vagina miliknya.

Sesaat kemudian, tanpa menarik keluar penis miliknya dari dalam lubag vagina Icha, pria itu duduk dengan santai sembari tangannya menarik tubuh siswi SMU berjilbab itu agar menduduki batang kemaluannya. Lelaki bejat itu siap untuk kembali menyodok-nyodok lubang vagina muridnya yang berjilbab.

“Ahhkkkkkkkssshhhh……”, ringis Icha sambil kedua kaki melejang-lejang ketika merasakan batang kemaluan Pak Kepsek kembali menyodoki lubang surga miliknya.

Sambil menyodokkan batang kemaluannya, tangan pria itu kembali meremas-remas buah dada Icha yang tersembul keluar dari balik bra-nya. Siswi SMU berjilbab itu melenguh panjang kala merasakan sodokan-sodokan kuat si kepala sekolah bejat. Pria yang sedang keenakan menyodok-nyodok lubang vagina muridnya yang cantik berjilbab itu nampak asyik meremas-remas payudaranya hingga mengenyal semakin padat.

“Ssshhh….emmmhh….memekmmu….legith banggeth sayyanggh… Seringhh…seringghh kamu ngentot dengan bapak biarrr bappakkhh.. puasshh ohh…”, racau pria bejat itu sembarangan.

Tubuh Icha semakin sering tersentak-sentak keatas, malang sekali nasib murid cantik berjilbab yang sedang disodok oleh kepala sekolahnya ini. Dan siswi berjilbab ini hanya dapat mendesah-desah dan mendesis, terkadang mengerang lemah..

“Ohhhh……aaahhh…amphunn Pakkk aduhhhh…akkssshh”, desah Icha menggigit bibirnya ketika si Kepsek semakin kasar dan brutal menyodok-nyodok lubang vaginanya.

“Ampunnnhh enakkkh bangethh sayyangghh?? ”, sahut pria bejat itu semakin hebat menghantamkan batang kemaluannya

“Awwww.. “, pekik siswi SMU berjilbab itu kecil. Lubang vaginanya berdenyut kuat dan nafasnya terasa putus, angannya melayang ke sebuah dunia khayalan yang dipenuhi oleh bisikan-bisikan kenikmatan.

Kini Pak Kepsek menghempaskan tubuh muridnya yang berjilbab itu agar menungging di atas kursi jok. Wajah cantik siswi SMU berjilbab itu bersujud di jok mobil menghadap pintu mobil. Sedangkan sebelah kaki Icha tertekuk di kursi jok sedangkan yang satunya lagi terjuntai menjejak ke lantai mobil. Pria bejat itu lalu menyingkapkan lagi rok abu-abu panjang semata kaki Icha yang tadi sempat jatuh menjuntai. Kini bokong indah dan bulat padat itu tidak tertutup lagi oleh rok-abu-abu panjang itu. Terlihat begitu menantang birahi pria yang berada dibelakangnya.

Lalu pria bejat itu mulai membimbing kemaluannya dengan tangan kanannya menyusuri celah pantat siswi SMU berjilbab itu hingga menempel di bibir liang surgawinya. Tangannya yang satu lagi mencengkeram sambil mengangkat sebelah bongkahan pantat yang bulat dan mulus itu.

Dengusan nafas Icha terdengar memburu sedangkan kedua tangannya nampak mencengkeram erat pingiran jok mobil. Seakan siswi berjilbab itu menanti sebuah sensasi yang akan datang dari arah belakang. Dan, “Unnnhhhh…..! ”, hanya suara itu yang keluar dari mulut Icha ketika penis Pak Kepsek menerkam liang senggamanya dari celah pantatnya.

“Heeennnggg…emmh…eennngggghhhhhhh…”, Icha merengek-rengek ketika merasakan batang kemaluan Pak Kepsek kembali menyentak-nyentak memasuki jepitan lubang vaginanya dari tempatnya menungging. Kepala siswi yang masih mengenakan jilbab putihnya itu nampak mengangguk-angguk lemah setiap kali selangkangan pria bejat menghantam bokonganya yang bulat telanjang. Tubuhnya terhentak-hentak kedepan kala menerima sodokan Pak Kepsek. Sedangkan buah dada nan ranum itu nampak mengantung bergelayutan akibat hentakan itu.

Untuk menambah nikmatnya persetubuhan doggy style ini, sang Kepala Sekolah lalu membungkukkan tubuhnya dan memeluk Icha dari belakang seraya meremas-remas kedua buah dada siswi berjilbab itu.

Lelaki itupun menghempas-hempaskan batang kemaluannya dengan semakin kuat dan kencang. “Plak!!….plak!! “, bunyi benturan selangkangannya dengan bokong bulat siswi cantik berjilbab itu.

Kepala sekolah bejat itu tampaknya tidak peduli pada muridnya yang cantik berjilbab sedang mengerang lemah, terkadang meringis pelan ketika sang kepala sekolah meremas buah dada dan menggenjot lubang vaginanya dengan kasar.

“Awwwhhhh….ssshhhhhh…”, desah Icha lanjut. Sesekali tubuhnya tersentak ketika Pak Kepsek menyodokkan batang kemaluannya kuat-kuat dari belakang. Tiba-tiba wajah Icha yang cantik berjilbab itu ditolehkan oleh pria itu agar bertatap muka. Dengan mata terpejam dan nafas mendengus siswi SMU berjilbab itu menerima jilatan pria itu di pipinya itu sambil menjebloskan batang kemaluannya dalam-dalam. Hati lelaki itu amat girang kala melihat sebuah pemandangan yang mengasyikkan menyaksikan wajah muridnya yang cantik dan berjilbab putih itu mengernyit antara sakit dan nikmat ketika lubang vaginanya disodok dengan kuat dan kasar. Ia pun lalu melumat bibir Icha yang merekah, mendesah-desah dengan penuh nafsu.

“Emmmmhh…cckkk..ckkkk…mmmmmhh…mmmmm…ckk”, berkali-kali lidah Pak Kepsek terjulur keluar masuk ke dalam mulut muridnya yang cantik dan berjilbab ini, mengajaknya untuk berperang lidah, tapi tidak digubris oleh siswi berjilbab itu.

“Hemmm, Keluarin lidah kamu..cepat..!! “, dengan tegas pria bejat itu memerintahkan Icha untuk menjulurkan lidahnya keluar. Dengan ragu siswi SMU berjilbab ini menjulurkan lidahnya keluar.

“Ihhhh…”, Icha buru-buru menarik lidahnya masuk ketika lidah Pak Kepsek terjulur membelai lidahnya.

“Aduuhh!! Gimana sihh, julurin nggak !!!”, hardik Pak Kepsek seraya meremas kuat-kuat payudara Icha tanpa ampun.

“Ammpunn, Pakkk, Ampunn..eeghh..“, pekik Icha kesakitan ketika tangan kasar lelaki itu meremas susunya kuat-kuat dari belakang. Dan dengan terpaksa ia menuruti keinginan Pak Kepsek, lidahnya terjulur keluar. Setelah lidah muridnya yang cantik berjilbab terjulur keluar barulah pak Dion melepaskan remasannya.

Dengan nafsu memuncak Pak Kepsek mencapluk dan mengenyot-ngenyot lidah Icha. Bagi pria itu rasanya manis seperti madu, sambil melakukan perang lidah Pak Kepsek kembali menarik dan menyodokkan batang kemaluannya dari belakang. Kali ini lebih lembut dan mesra. Kepala sekolah bejat itu tampak sangat meresapi jepitan lubang vagina Icha yang sedang menungging itu, mencekik batang kemaluannya yang besar dan panjang miliknya.

“Aduhhh, Pak Aduhhhh…hhsshhh…ssshhhhhh…ahhhh”, desah Icha makin kencang kala genjotan Pak Kepsek dari belakang pantatnya yang sedang menungging itu semakin cepat. Mmembuat tubuhnya berkali-kali menggelepar disertai desisan-desisan kecil berulang kali terdengar dari mulut siswi SMU berjilbab tersebut.

“Emmhhh…cplak…cplok…cupp..cupp”, desah Icha sembari tangan kanannya dikalungkan pada leher Pak Kepsek. Kini siswi SMU berjilbab itu mulai membalas lumatan-lumatan bibir pria tersebut.

“Nah, gitu dong, beri respon yang positif, Bapak-kan cuma ingin mengajari kamu seperti gimana rasanya berhubungan intim, masak murid berjilbab nggak boleh tau enaknya ngentot..”, ucap pria bejat itu sambil melumat-lumat bibir Icha.

Icha tidak menjawab, ia sibuk membalas lumatan Pak Kepsek yang sedang menggenjotnya dari belakang. Tubuhnya kembali terguncang dengan hebat ketika lelaki itu menusuk-nusukkan batang kemaluannya sedalam dan sekuat mungkin. Bibir vagina siswi SMU berjilbab yang sedang menungging itu terdesak dan terlipat keluar mengikuti gerakan batang kemaluan Pak Kepsek yang berkali-kali menghantam lubang senggamanya, semakin lama semakin kuat dan kencang Pak Kepsek menghentakkan batang kemaluannya.

“Ooougghh….ssshhh Pakkkk…ngghhh….”, pekik Icha lepas. Kepalanya yang terbalut jilbab putih itu mendongak keatas dengan tubuh bergetar melengkung ke belakang, menahan kenikmatan yang berdenyut-denyut di lubang surgawinya.

Bersamaan dengan tercapainya puncak orgasme siswi SMU berjilbab itu, pria bejat yang sedari tadi menyetubuhinya dari belakang pun mencapai klimaksnya. Dan dengan satu sodokan dalam-dalam hingga menyentuh dasar kewanitaan Icha, “Oouuhh….Fitth…sssyanngghh…aaakkhh!!! Crrottt…Crotttt…….”, erang nikmat mencapai puncak Pak Kepsek serta bunyi sperma yang mengucur didalam liang senggama sang siswi SMU berjilbab ini. Dibiarkannya sejenak batang kemaluannya terbenam didalamnya seraya menikmati kedutan-kedutan nikmat akibat kontraksi otot vagina dan ujung penisnya. Sperma pria tersebut nampak berlebih hingga menetes keluar dari liang senggama Icha hingga jatuh membasahi jok mobil.

Hujan yang lebat itu kini berubah menjadi hujan gerimis kecil dan Pak Kepsek pun duduk santai sambil memangku tubuh Icha yang membelakanginya. Berkali-kali tangan Pak Kepsek menggerayangi setiap sudut tubuh muridnya yang cantik berjilbab itu. Hidungnya sengaja dibenamkan pada leher yang tertutup jilbab putih itu seraya mengendus-ngendus harum tubuh Icha. Pria itu tersenyum lebar sambil menatap wajah cantik Icha yang masih mengenakan jilbab putihnya sedang melamun dan terkulai lemas dibahunya. Kedua kaki siswi berjilbab yang sedang dipangku itu tertekuk mengangkang dengan sebatang penis yang masih tertancap di lubang vaginanya. Sesaat kemudian Pak Kepsek mengecup pipi Icha seraya berkata, “Sudah, sekarang kamu masuk kembali ke kelas. Belajar yang baik dan benar, kalau ditanya bilang saja kamu habis menghadap saya… He he he”.

AYU PRATIWI

Kedua lelaki itu tampaknya profesional betul. Mereka bisa menjelaskan dengan baik job yang ditawarkan kepada Ayu Pratiwi. Buktinya, wajah Ayu tampak berbinar-binar. Betapa tidak, ia ditawari membintangi film lagi selepas filmnya yang pertama beredar. Pelajar SMU kelas I itu memang senang. Sebab, perannya kini tak jauh berbeda, yakni sebagai remaja berjilbab. Ia baru pulang sekolah dan masih memakai seragamnya, blus putih dan rok panjang hijau serta jilbab putih. Siang itu, cuma ada 2 pembantu di rumah.

“Syukurlah. Saya memang menunggu tawaran yang seperti ini. Saya memang sudah bertekad hanya mau berkiprah lagi di film, sinetron atau yang lainnya, asalkan saya boleh tetap mengenakan jilbab,” katanya.

“Betul Mbak. Dengan jilbab, Mbak tampak lebih… eh maaf… cantik begitu…” sahut lelaki berdasi hijau dengan perut lumayan membuncit.

“Ehhh… aslinya memang cantik kok !” bantah Ayu dengan nada bercanda, ditimpal tawa berderai kedua tamunya. Perbincangan mereka terhenti sejenak oleh datangnya pembantu yang membawa baki berisi tiga gelas minuman.

“Eh… maaf Mbak. Kalau tidak keberatan, tolong sopir kami juga dikasih minum. Dari tadi dia ribut haus,” ujar lelaki berdasi merah ati. Ayu tersenyum dan menyuruh pembantunya membawakan minum buat sopir di luar. Mereka kembali terlibat pembicaraan serius. Namun, lagi-lagi ada gangguan datang. Kali ini, si sopir yang masuk tergopoh-gopoh.

“Eh…oh… tolong, simbok kepleset di depan. Dia pingsan,” kata sopir bertubuh besar itu. Ia membopong pembantu yang tadi mengantar minuman. Tanpa setahu Ayu, lelaki itu mengerdipkan mata kepada kedua temannya. Ayu tergopoh-gopoh memberitahu pembantunya yang lain. Mereka kemudian membawa pembantu yang pingsan itu ke kamarnya dan membaringkannya di ranjang.

“Bagaimana ? Perlu panggil dokter?” tanya Ayu dengan raut wajah cemas. Si sopir dan lelaki berdasi biru berlagak mengecek denyut nadi simbok.

“Nggak apa-apa. Cuma kaget. Kamu tunggu di sini, kasih minum kalau sudah bangun,” ujar lelaki berdasi hijau.

“Syukurlah kalau gitu. Bibi, kamu ambil minum dan tunggu simbok bangun ya?” sahut Ayu. “Yuk, kita ke depan lagi,” lanjutnya kepada dua tamunya.

“Eh, kamu apain dia?” lelaki itu berbisik kepada temannya. Si sopir memberi kode pukulan di belakang kepala. Temannya tersenyum dan memberi kode jempol. Ayu dan kedua tamunya sudah kembali duduk di ruang tamu. Mereka kembali serius membincangkan soal kontrak dan honor. Namun, 10 menit kemudian, pembicaraan itu kembali terganggu. Si sopir keluar dari ruang dalam sambil senyum-senyum. Ayu merasa heran juga dengan sikap lelaki itu.

“Gimana? Simbok sudah siuman?”

“He he he… belum tuh. Malah sekarang dua-duanya pingsan,” sahutnya.

“Pingsan?” Ayu makin heran.

“Iya betul. Gue senggol kepalanya sedikit aja pingsan. Payah tuh dua pembokat,” sahutnya sambil cengengesan kayak Amrozy tersangka bom Bali.

“Eh, apa-apa… ada apa ini?” Ayu tampak amat terkejut. Lelaki berdasi hijau berlagak mencoba menjelaskan.

“Begini Mbak Ayu. Si Panjul ini ingin bilang bahwa Mbak Ayu sekarang sendirian menghadapi kami bertiga. Betul gitu, Njul?” Ayu baru akan membuka mulutnya saat Panjul kembali berucap.

“Iya Ndut. Kita kan nggak mau waktu senang-senang sama Mbak Ayu, diganggu dua mbok-mbok itu. Iya kan Wer?” Lelaki berdasi merah ati yang dipanggil Dower oleh temannya cuma manggut-manggut. Bibirnya memang dower. Ayu mulai menyadari dirinya dalam bahaya. Dengan tiba-tiba ia bangkit dari duduknya di sofa. Tapi gagal, sebab Panjul dari belakang menekan bahunya.

“Iiiihhhh… apa-apaan sih ini?” Ayu meronta, tangannya mencoba menepis kedua tangan Panjul. Tapi tentu saja sulit. Tangan mungil Ayu tak ada artinya menghadapi tangan kekar Panjul. Kini Panjul malah memegang kedua pergelangannya dan menariknya terentang, lalu menekannya di bagian atas sandaran sofa.

“Kamu nggak usah repot-repot melawan dan teriak. Nanti capek sendiri, atau malah jadi kesakitan,” kata Panjul setengah berbisik di dekat telinga Ayu. Ayu begitu tersiksa dengan posisi seperti itu. Apalagi, Panjul menyempatkan menjilat pipinya yang mulus. Artis mungil itu pucat pasi. Gendut dan Dower kini duduk mengapitnya.

“Soal kontrak itu, kamu jangan khawatir. Kita tetap akan buat videoklip dan kamu tetap pakai jilbab,” kata Gendut seraya memegang ujung jilbab Ayu dan menyampirkan ke bahunya.

“Aihhh… saya nggak mau… tolong… berhenti…. AIIIHHH….” Ayu memiawik, sebab Gendut mengusap-usap tonjolan di dada kirinya. Dower ikut-ikutan mengusap, bahkan meremas-remas payudara kanan remaja berumur 16 tahun itu.

“Betul Mbak. Mbak boleh dan bahkan harus tetap pakai jilbab. Cuma, dari sini ke bawah harus… dibuka !!!” Dower mengakhiri kalimatnya dengan mengoyak bagian muka seragam sekolah Ayu diiringi jerit Ayu. Tiga lelaki itu berdecak-decak, mengagumi mulus dan padatnya kedua payudara Ayu yang masih tersangga bra. Gendut dan Dower bersama-sama menarik turun tali bra Ayu. Lalu, bersamaan pula mereka merogoh ke balik cup bra Ayu diiringi pekik perempuan itu. Ayu merintih-rintih, mengiba-iba agar mereka berhenti mempermainkannya. Tapi tetap saja kedua lelaki yang mengapitnya, meremas-remas sepasang buah dadanya. Mereka kini bahkan mengeluarkan payudaranya dari wadahnya. Dower dan Gendut seperti berlomba menjilati dan mengulum puting Ayu.

“Tetek Ayu hebat juga. Saya suka jenis yang seperti ini,” kata Dower sambil menjepit puting Ayu dan mengguncang-guncangkannya.

“Kalian…ohhh…kurang…ajar !” pekik Ayu.

“Video kita pasti laris manis,” timpal Gendut sambil mencengkeram payudara Ayu dengan sebelah tangan dan menyentil-nyentil putingnya. “Kita sekarang sudah siap bikin edisi sampelnya. Tuh, kameramen kita sudah datang. Ayo Lae, siap action,” lanjutnya. Ayu menjerit. Di depan mereka kini sudah ada lelaki lain yang menyandang kamera. Lampu kamera tampak menyala, tanda si kameramen mulai bekerja. Payudaranya kembali jadi sasaran pemuas mulut.

“Gantian pegangin dong… gue juga pengen pegang teteknya,” kata si Panjul. Kedua temannya tertawa, lalu ganti memegangi tangan Ayu. Panjul dengan kegirangan langsung menggenggam kedua payudara Ayu, meremas-remasnya dengan gemas dan menarik-narik kedua putingnya ke atas. Ayu tentu saja menjerit-jerit kesakitan. Dower berinisiatif merenggut putus bra Ayu dan mengikat kedua tangannya ke belakang tubuhnya. Ayu menangis waktu blusnya dicabik-cabik lalu rok hijaunya dilucuti, hingga kini ia hanya memakai jilbab dan cd. Panjul masih asyik dengan payudara Ayu. Kedua temannya kini mengangkat kedua kaki Ayu hingga kini bertumpu di pinggir sofa. Posisi ini membuat pangkal paha Ayu terbuka bebas. Gendut mengelus-elus gundukan yang berlapis katun putih di pangkal paha Ayu.

“Ini akan membuat video kita makin laris, Mbak Ayu,” kata Gendut sambil menarik bagian tepi cd Ayu. Ayu memiawik dan meronta-ronta dengan sia-sia. Si Lae mengclose-up pangkal paha Ayu dengan kameranya. Vagina artis pendatang baru berwajah lembut itu tampak cantik. Celah di antara dua bibir vaginanya tampak masih mulus dan rapat. Khas vagina remaja. Rambut kemaluannya pun tipis.

“Pinjam memiawnya sebentar, ya Mbak?” si Gendut tiba-tiba melorot ke depan Ayu.

“Jangaaaan…. oohhh…. jangaaaannnn!!!” Ayu menjerit-jerit. Gendut mengoyak cd-nya sampai lepas. Dikucek-kuceknya vagina dengan rambut yang tak seberapa lebat itu. Lidahnya mulai menyapu bagian muka celah vagina Ayu dari bawah ke atas. Dua jempolnya dengan kasar melebarkan celah vagina Ayu, lalu lidahnya langsung menusuk-nusuk ke dalam. Dari dalam, lidah yang kasar itu menyapu naik hingga menyentuh klitoris Ayu. Teriakan Ayu sudah makin keras saat Dower naik ke sofa dan mengangkangi wajahnya.

“Ini juga bisa bikin videoklip kita laris !” teriaknya sambil mendorong penisnya menyumpal bibir mungil Ayu. Berjuta perasaan mengganggu Ayu. Di satu sisi, ia merasa terhina dengan perlakuan itu. Ia mual juga karena harus mengulum penis milik lelaki yang baru dikenalnya. Namun, rangsangan intens di klitorisnya begitu mengganggu dirinya. Apalagi, Panjul pun kini mulai menggelitik putingnya dengan lidahnya. Ayu nyaris gagal mempertahankan harga dirinya untuk tidak orgasme ketika Gendut tak henti-henti menghisap klitorisnya. Tapi perempuan itu bersyukur karena Gendut berhenti sebelum ia mencapai orgasme. Ia pasti akan sangat terhina kalau menikmati pemerkosaan ini ! Terhina tapi merasakan nikmat dan tersiksa oleh rasa sakit adalah pilihan yang teramat sulit. Tapi Ayu tak harus memilih. Lolos dari perasaan hina, ia masuk ke alternatif kedua… rasa sakit. Itulah yang kini dirasakannya saat Gendut dengan tanpa perasaan menusukkan penisnya langsung sejauh-jauhnya ke dalam vaginanya. Ayu masih perawan, karenanya diperlakukan seperti itu, pasti sakitnya bukan kepalang. Ia mencoba menjerit, tapi mulutnya tersumpal penis besar.

“memiaw Mbak…hihhhh….hebat….sekali….” Gendut terus meracau sambil menggenjot pinggulnya. Ayu mencoba membunuh perasaannya. Dipejamkannya matanya erat-erat saat cairan hangat memenuhi rongga vaginanya, disusul beberapa detik kemudian di dalam mulutnya ! Gendut dan Dower terkekeh-kekeh di hadapan korbannya yang terkapar di sofa dengan napas terengah-engah. Panjul masih saja asyik mempermainkan gunung kembarnya. Ayu tak kuasa melawan ketika Panjul mengangkat tubuhnya hingga kini terlentang di atas meja tamu. Kepala Ayu dengan jilbab yang agak kusut terkulai di ujung meja. Si Lae masih dengan kameranya mendekati Ayu dari arah kepala. Ayu panik ketika Lae menggeletakkan penisnya di atas dahi, menjulur ke bibirnya yang masih belepotan sperma. Tangan kiri Lae menjulur ke dada kiri Ayu dan menjepit putingnya.

“Ayo Mbak… emut ******ku !” katanya diiringi mengerasnya jepitan di puting Ayu. Tak kuasa menahan sakit, Ayu membuka mulutnya dan membiarkan penis Lae memasukinya. Pada saat bersamaan, Panjul mendorong penisnya masuk ke vaginanya yang masih terasa pedih. Cukup lama itu berlangsung sampai saatnya Panjul menarik penisnya keluar dan berlari ke arah Lae.

“Minggir Lae. Gantian loe sikat memiawnya,” katanya sambil menggenggam penisnya. Ternyata Panjul cuma ingin menyemprotkan spermanya ke wajah imut Ayu. Sekejap saja, wajah Ayu basah oleh cairan putih kental. Setumpuk sperma malah sampai menutup sebelah matanya. Begitu spermanya habis, Panjul memaksa Ayu mengulum penisnya sampai bersih. Lae yang kini menggarap kelamin Ayu pun tak mampu lebih lama lagi. Ia menarik penisnya keluar dan berejakulasi di dalam mulut Ayu. *** Keempat lelaki itu membiarkan Ayu tergeletak di meja sekian lama. Tetapi perempuan itu akhirnya menangis terisak-isak saat didudukkan di meja dan ikatan tangannya dilepas.

“Sekarang kamu jalan merangkak ke kamar mandi, terus mandi yang bersih. Habis ini kita pergi untuk melanjutkan produksi video. Cepat dan jangan macam-macam,” kata Gendut sambil mendorong Ayu hingga terguling ke lantai. Perlahan perempuan itu merangkak. Lae tak melewatkan adegan langka itu. Seorang perempuan berjilbab dengan wajah basah sperma dan tak ada kain lain yang melekat di tubuh matangnya, merangkak perlahan. Dari belakang, diambilnya close up gambar selangkangan Ayu dengan sperma yang masih meleleh keluar dari celah vaginanya yang agak membuka. Ayu hampir sampai kamar mandi ketika Dower mendekatinya dari belakang. Lelaki itu memegangi kedua pantat telanjangnya yang bundar.

“Sebentar. Ada yang kelupaan. Gue lupa pantat loe masih perawan,” katanya.

“Jangan….auhhhh… jangannn…” Ayu merintih merasakan dua jari Dower menusuk vaginanya.

“Aaakhhhh….sakkiiiit… jangan di situ…. ohhhh…” rintihan Ayu makin keras. Dua jari Dower kini berusaha memasuki liang anusnya yang sempit. Tapi percuma saja Ayu melawan. Lelaki itu begitu kuat, sementara ia sudah kehabisan tenaga. Apalagi, tiga lelaki lainnya kini ikut merubungnya.

“Udaaah… nggak apa-apa Mbak. Mending disodomi sekarang daripada nanti habis mandi,” kata Lae, sambil menghidupkan lagi kameranya. Ayu cuma bisa menggigit bibirnya, menahan pedihnya anusnya yang mulai diterobos penis Dower. Tapi akhirnyagadis berjilbab itu menjerit histeris ketika Dower berhasil menembus liang sempit itu. Pandangan matanya berkunang-kunang selama 10 menit aksi sodomi itu, sampai akhirnya Dower menumpahkan lagi spermanya, kali ini ke dalam anusnya.

***

Tak pernah terbayangkan oleh Ayu akan diperlakukan sedemikian rupa. Berada di dalam kamar mandinya sendiri, dikerumuni empat lelaki asing yang semuanya telanjang. Jangankan telanjang bulat, untuk membuka jilbab seperti saat ini dilakukannya pun, ia sudah bertekad untuk tidak melakukannya lagi di hadapan lelaki yang tak dikenalnya. Tapi yang tak terbayangkan itu kini terjadi. Ayu mengguyur sekujur tubuhnya, membersihkan bekas-bekas pemerkosaan di hadapan 4 pasang mata lelaki, salah satunya dengan kamera yang menyala.

Lalu, bukan ia sendiri yang menyabuni setiap inchi tubuhnya, tetapi para lelaki itu. Bayangkan, bagaimana mereka menyabuni payudaranya sambil sesekali nakal memilin-milin kedua putingnya. Tak terbayangkan pula tangan-tangan kasar menyabuni pangkal pahanya yang sudah pasti diikuti dengan masuknya dua tiga batang jari ke celah vaginanya. Pengalaman baru pula bagi Ayu ketika harus mencuci bersih empat batang penis yang tadi memperkosanya. Malah, salah satu dari mereka, tak mampu menahan diri, menyetubuhinya sekali lagi di bawah shower !

Usai mandi dan menghanduki tubuhnya sampai kering bukan berarti akhir semua penghinaan itu. Keempat pemerkosanya melarangnya menutupi tubuhnya dengan handuk yang kecil sekalipun. Jadilah Ayu dengan rambutnya yang lebat terurai sebahu, berjalan telanjang bulat diiringi keempat lelaki itu ke kamarnya. Ayu agak lega ketika disuruh mengambil jilbab dan jubah dari lemari pakaian, meski dilarang mengenakan bra dan cd.

“Pakai jilbab dulu,” kata Gendut ketika melihat Ayu hendak mengenakan jubah krem. Jilbab itu pun kini terpasang, cukup panjang untuk menutupi payudaranya. Tapi Gendut mendekatinya, memegang ujung jilbab dan menyampirkannya ke bahu.

“Ini nggak perlu ditutupi,” katanya seraya meremas-remas kedua payudara Ayu yang tampak segar sehabis mandi. Ayu menunggu disuruh mengenakan jubahnya. Karena itu, ia agak kecewa ketika disuruh duduk di tepi ranjangnya, menghadapi kaca meja rias. Ia makin cemas saat kedua kakinya diangkat, hingga kini ia duduk mengangkang.

“Jembutmu lebat sekali, Mbak. Cukur dulu ya?” kata Dower sambil menyodorkan pencukur jenggot kepada Ayu. Tanpa banyak tanya, disemprotnya selangkangan Ayu dengan busa pencukur.

“Cukur yang bersih ya? Jangan tersisa sehelai pun,” lanjutnya sambil mengucek-ucek selangkangan Ayu. Wajah Ayu merah padam menahan malu. Tangannya gemetar saat mulai mencukur. Kedua matanya yang sayu meneteskan air bening. Tapi para lelaki itu tak peduli. Lae malah dengan santai bersila di lantai di hadapan Ayu dan mengarahkan kameranya ke kesibukan di vagina perempuan itu. Akhirnya ritual bersih-bersih itu usai. Ayu melemparkan pencukur ke lantai dengan frustrasi. Tiba-tiba Gendut mendorongnya hingga jatuh terlentang ke ranjang.

“Kita lihat, sudah bersih belum,” katanya, lalu mengelap vagina Ayu dengan ujung sprei. Vagina perempuan dewasa itu kini tampak mulus dengan kulit kemerahan. Gendut merapatkan wajahnya ke selangkangan Ayu. Tak disangka, ia menemukan dua helai rambut kemaluan Ayu masih belum tercukur. Dicabutnya satu persatu. Akibatnya, Ayu dua kali menjerit kesakitan. Tapi perempuan itu diam-diam lega juga, karena lidah lelaki itu kemudian menjilati kulit bekas tempat tumbuhnya rambut yang dicabut itu.

“Nanggung ah…. aku kepengen lagi,” tiba-tiba Gendut berlutut dan langsung menempatkan penisnya ke liang vagina Ayu. Teman-temannya kontan protes.

“Eh jangan Ndut… dia kan udah mandi…”

“Alaaa nggak apa-apa. Gue janji ngecrot di luar,” kata Gendut sambil mendorong penisnya masuk. Ayu mengerang tanpa daya. Ia tak bisa lagi menghitung sudah berapa kali disetubuhi sesiang ini. Betul saja, Gendut menarik keluar penisnya begitu mencapai orgasme untuk kesekian kalinya. Tapi yang Ayu tidak tahu, Gendut menampung spermanya ke dalam cangkir. Gendut lalu menyodorkan gelas itu kepada Panjul. Ayu tak kuasa menolak ketika rahangnya dicengkeram sehingga mulutnya membuka dan sperma Gendut dicurahkan ke dalamnya. Ayu terpaksa menelannya dengan penuh rasa jijik. Yang ditunggu Ayu datang juga. Ia akhirnya diminta memakai jubah kremnya. Panjul berlagak merapikan jubah Ayu. Tapi sebetulnya ia cuma ingin merasakan lagi menyentuh payudara dan vagina Ayu dari luar busananya. Keempat pemerkosa itu kemudian menggiring Ayu keluar. Di halaman rumahnya yang berpagar rapat, mereka berhenti di samping mobil komplotan itu.

“Kita foto bersama dulu,” kata Lae. Lagi-lagi Ayu harus tersiksa. Perempuan berjilbab dan berjubah itu kini diapit Gendut dan Dower. Gendut melepaskan tiga kancing atas jubah Ayu hingga kini sepasang payudaranya terbuka. Digenggamnya payudara kanan Ayu hingga tampak tegak. Payudara kiri digenggam Dower sambil mengulum putingnya. Dower pun mengangkat kaki kiri Ayu setelah Panjul menarik jubahnya sampai batas pinggang. Panjul duduk di bawah sambil memeluk paha kanan Ayu dan dua jarinya tampak masuk ke vaginanya.

“Yak… pose yang bagus !” seru Lae sambil menghidupkan kameranya. Dengan tripod ditaruhnya kameranya. Ia lalu bergabung dengan teman-temannya. Lae langsung duduk di sebelah Panjul. Dua jarinya ikut masuk dan bersama Panjul melebarkan liang vagina Ayu. ***

Mobil kini mulai berjalan meninggalkan rumah Ayu. Tapi tampaknya ini baru permulaan bagi artis berjilbab ini. Betapa tidak, ia sama sekali tak kebagian kursi. Ia kini dibaringkan di atas paha tiga lelaki. Jubahnya tertarik sampai ke pinggul dan kini vaginanya tengah dipermainkan. Leher botol Mansion terjepit di situ. Guncangan mobil menyebabkan isi botol yang tinggal separuh, sesekali masuk ke vaginanya. Klitorisnya sampai memerah karena terus dikucek-kucek. Sementara bagian dadanya terbuka bebas dan ada tangan-tangan yang tengah beraktivitas di situ. Kedua putingny