DIANA

Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Diana Purnamasari, seoranggadis cantik, manis dengan wajah khas bumi parahiangan yang ceria dan mudahsekali bergaul, dengan tinggi kira-kira 165 cm dan berat badan yang proposionaldengan tinggi badannya. Maka terlihat tubuh sintal milik gadis tersebut,apalagi payudaranya yang berukuran 34B. Menambah dirinya semakin menarik.Apalagi pakaian yang digunakannya selalu ketat dan membuat lekuk tubuhnya semakinterekspose, meskipun dalam kesehariannya selalu menggunakan kerudung.

Selepas sekolah disalah satu sekolah kejuruan yang cukup terkemuka di kotanya, karenaketerbatasan biaya maka Diana memutuskan untuk bekerja, maklum orang tua Dianabukanlah tergolong pada kriteria warga yang mampu. Setelah dua bulan nganggurakhirnya Diana diterima disebuah pabrik tekstile pada bagian produksi sebagaiOperator dan waktu bekerjanya menggunakan system shift. Selama satu bulanbanyak sekali pemuda di pabrik itu yang mengingkan dia sebagai pacarnya, bahkanbapak-bapak di pabrik tersebut pun senang dengannya, karena Diana memang supeldan mudah bergaul, sehingga tidak heran bila dia menjadi idola baru di pabriktersebut.

Malam itu Diana baru pulang jam 10.30 malam, maklum Diana kebagian shift II (sore)hari itu. Pulang dari pabrik Diana memang diantar menggunakan jemputan, tetapijemputan tersebut hanya sampai titik-titik tertentu, sehingga tidak langsungmenuju rumahnya. Sehingga Diana harus naik ojek lagi untuk sampai kerumahnya.“Emmmhhh, ngak ada ojek satupun nih…”, dalam hati Diana, terpaksa Dianaberjalan kaki menuju rumahnya yang lumayan masih jauh, memang tadi hujan lebat,sehingga para tukang ojek yang biasa mangkal tidak terlihat satupun.

Diana pulang menyusuri jalan sepi, “Emmhhh enak lewat pesawahan nih, biar bisa cepetsampe rumah”, ujar Diana, sambil berbelok menuju pesawahan. Tepat sebelumpesawahan ada sebuah pos hansip, disana ada empat preman desa yang sedang mainkartu mereka adalah Joni, Asep, Saepul dan Jajang. Muka mereka lumayansangar-sangar apalagi mereka berempat habis minum-minum.

“Eh…liat tuh ada cewe menuju kemari…”, ujarAsep kepada teman-temannya. Otomatis ketiga pemuda pengangguran itu melihat kearah Diana. “emh… mau kemana neng malem-malem”, ujar Jajang kepada Diana, Dianatidak memperdulikan dan mempercepat langkahnya. Joni melompat dari pos satpamdan mendekati Diana, “Dingin-dingin begini mendingan neng nemenin kita…hehehe…”, sambil berusaha memeluk Diana. “ihhh… apaan sih….”, tanpa sengajaDiana menampar muka Joni.

Muka Joni merah padam menerima tamparan dari Diana, “Kamu jangan macam-macam”, ujarJoni, seraya mengeluarkan pisau lipatnya dan menempelkannya dileher Diana.“Maaf kang, saya ngak bermaksud…”, belum selesai Diana berucap sebuah tamparandari Joni mendarat dipipinya “Plakkk”.

“Sudah Jon… kita garap saja cewe ini…” teriak Jajang dari dalam Pos, sementara Asepyang sudah berada dibelakang Diana menelikung tangan gadis berjilbab tersebut.“Kita garap dirumah kosong ditengah sawah saja…, biar ngak ada yang tahu”,Saeful berujar sambil mendekati mereka bertiga. Mendengar ucapan-ucapan paraberandalan itu wajah Diana pucat pasi. “Jangan…. Tolong lepaskan saya….”, ujarDiana, tampak diujung kelopak matanya setetes air mata.

Keempat berandalan itu tidak menggubris ucapan Diana, mereka menyeret tubuh Dianaketengah sawah yang sudah mengering menuju sebuah rumah kosong di tengah sawahtersebut. Diana sempat menjerit memintatolong, tetapi sebuah tamparan menghentikan teriakannya. “Diam kamu …., apakamu sudah bosan hidup”, hardik Joni kepada Diana.

Sesampainya dirumah kosong yang terbuat dari bilik tersebut, tubuh Diana didorong hinggaterjerembab diatas bale-bale. Kedua tangan Diana diikat diatas bale-bale.“ammppuunn, tolong lepaskan saya, jangan perkosa saya.…hik…hik”, Diana memohonkepada para berandalan tersebut, yang disambut oleh gelak tawa keempatnya.

“brreetttt…”,kancing-kancing baju Diana terlepas ketika Joni membuka paksa baju kerja yangdigunakan, dengan menggunakan pisau lipatnya bra Diana pun diputusnya hinggaterlihat bongkahan payudara yang sekal dan ranum. “wah… gede juga nihtoket…cewe ini”, kata Joni sambil meremas-remas payudara Diana dan memainkanputingnya. “Ohh…. Jangan…..”, rengek Diana tidak berdaya. “Sudah, kamu nikmatisaja….”, ujar Saeful sambil memainkan sebelah payudara Diana. Kini payudaraDiana dimainkan oleh Saeful dan Joni. Keduanya kadang meremas, menghisap-hisappayudara Diana. Sementara Jajang menarik celana dan celana dalam Diana hingga terpampanglahvagina ranum yang disertai bulu-bulu tipis. “Memeknya bagus nih….keliatannyaperet….emmhhh wangi lagi…”, ujar Jajang sambil mendengus di dekat vagina Diana.Kini tubuh Diana Cuma terbalut jilbab yang dililitkan dilehernya.

“aavvkkhhh jangan….”, jerit tertahan Diana ketika Jajang mulai mencolok vaginanya langsungmenggunakan dua jarinya. “acckkkkhhh….tolll”, belum selesai Diana berkata Asep mengulum mulut dari gadis itu denganmulutnya yang bau alkohol. Sementara Jajang membenamkan wajahnya dikemaluangadis berjilbab tersebut dan menjilati vagina sambil memainkan klitoris dariDiana menggunakan lidahnya.

Diransang dari segala arah mau tidak mau Diana mulai teransang, pagutan Asep mulaidibalas oleh Diana, keduanya saling memainkan lidah. Sementara payudara Dianasemakin mengeras dan putingnya pun membesar menerima ransangan dari Joni danSaeful dan dibawah Jajang sedang asik menjilati klitoris Diana sambilmencolok-colok vagina tersebut dengan jarinya, vagina Diana sudah mulai becek.

Secara bergantian keempat berandalan itu meransang setiap daerah sensitif Diana danentah kapan keempat pemuda sekarang hanya menggunakan celana dalam, tidaksampai 10 menit, tubuh Diana tampak mengejang dan “Acckkkkkkhhhhh…..”, dariarah vagina mengucur deras cairan cinta Diana. “Hahahaha…. Ternyata ceweberjilbab juga bisa orgasme…”, kata Asep sambil melihat ke arah vagina Diana,“Iya…. Kaya lonte yang suka aku pakai..”, seru Jajang sambil merabai tubuhDiana. Mendengar penghinaan itu wajah Diana tampak memerah, rasanya ingin marahtetapi apa daya tenaganya belum pulih meski tangannya sekarang telah dibukaikatannya.

Tiba-tiba Joni menjambak jilbab putih milik Diana,”Heh… lo pelacur ya….”, hardik Jonikepada Diana. “Sa..saya.. bukan pelacur…”, jawab Diana. “Alah…. Sudah ngakuaja… tadi lo nikmatinkan … sampai orgasme begitu..”, timpal Jajang membuatharga diri Diana terpental ketitik nadir.”Ayo… jawab….”, bentak joni didepanmuka Diana.

“Iy…..Iy…saya pela…cur…”, jawab Diana ketakutan. Matanya sudah sembab. “Hahaha…. Akhirnyangaku juga…”, ujar Saeful. “Biasanya pelacur mau apa …”, kembali Asep ikutnimbrung membentak Diana, Diana hanya diam mukanya tiba-tiba “Pllakkk, Jawab…lonte…”, sebuah tamparan kembali mendarat diwajah Diana. “Ma….ma…mau penis….”,jawab Diana ditengah ketakutannya.

“Bukan  penis cantik…. Tapi kontol….”, Jajang maju sambil mengacungkan penisnya didepan muka Diana. Diana mencoba memalingkan muka.tapi kepalanya ditahan olehJoni. “Jon, suruh aja dia jilatin kolor gw…, udah tiga hari belum dicuci…”, kataAsep seraya melemparkan celana dalamnya. “Dengar apa kata temanku…kerjakan…”,ucap Joni sambil mendorong tubuh Diana.

Diana tidak menyangka akan dilecehkan sedemikian rupa tapi apa daya dirinya tidakmungkin melarikan diri dari tempat tersebut, tangan Diana bergetar mengambilcelana dalam milik Asep dan mulai menjilati celana dalam itu. Rasanya Diana maumuntah mencium bau yang menyengat dari celana dalam yang dia jilati. Tapi semuarasa itu ditahan oleh Diana. Gelak tawa mewarnai rumah kosong itu melihat Dianayang sedang menjilati celana dalam milik Asep. Panas rasanya telinga Dianamenerima cemoohan dari mereka berempat, tetapi ada rasa lain semakin lama Dianamenjilat celana dalam tersebut, dirinya merasa teransang, Diana membayangkanrasanya menjilat penis.

“Heh….Pecun… daripada lo jilat kolor gue.. lebih baik lo ngerangkak kesini jilatinkontol gue…..”, dengan perlahan Diana mendekati Asep, tetapi ketika Dianamencoba meraih penis milik Asep, tangannya ditepis oleh Asep, “Mo ngapain lo….,mo kontol gua…, minta yang bener donk”, hardik Asep, membuat kuping Dianamemanas. “Kang…. Boleh sa…saya ngi…ngisap… dan ngejil…jilat… kontolnya…”, kataDiana terbata-bata, menahan rasa amarah di dadanya. “Jilat…dan Emut Cantik….Tapi awas jangan digigit…”, Diana secara perlahan memegang penis Asep yangdiluar ukuran biasa, diantara mereka berempat memang penis Asep memang yangterbesar dan terpanjang, Maklum Asep adalah salah satu murid dari Ma Erot,“Ayo, Jilat… jangan Cuma bengong ..”, kata Asep, Dianapun mulai menjulurkanlidahnya, lidah Diana mulai menyapu ujung penis besar milik Asep, “Ahh…. Yabegitu cantik…. Jilat dari pangkal sampai ujung”, bau apek penis Asep tidakjauh dari celana dalam yang di jilat oleh Diana dan itu membuat Diana semakinteransang meski ini merupakan oral pertamanya. Diana menjilat penis Asep, mulaidari pangkal sampai ujung penisnya, sesekali ujung lidah gadis berjilbab itumemainkan liang penis Asep, dan buah zakar Aseppun tak luput dari kuluman danjilatan Diana. “Ahhh…. Kamu pintar….terus sepong kontolku…lonte…”, seru Asep,hinaan terhadap Diana kini merupakan sanjungan buatnya, yang sedang teransang.Diana memasukan penis tersebut kedalam mulutnya. Sementara Asep memegang kepalaDiana yang terbalut jilbab dan menekannya supaya penisnya mentok di tenggorokansang gadis berjilbab.

Sementara itu ketiga temannya tidak tinggal diam, Saeful dan Jajang menggerayangi tubuhindah Diana, sedangkan Joni sedang memainkan jarinya didalam vagina sang gadisberjilbab. Joni yang sudah tidak tahan langsung mengarahkan penisnya ke vaginaDiana, dengan kasar Joni berusaha memasukan penisnya tersebut dan masuklahkepala penis Joni di vagina Diana yang mulai basah kembali, “Ini hukuman buatkamu…karena tadi menampar aku”, dengan kekuatan penuh dan sambil menahanpinggang sang gadis berjilbab, penis milik Joni amblas seluruhnya kedalamvagina Diana dan membuat selaput dara milik gadis berjilbab itu pecah.“Acckkhh…”, terdengar jerit tertahan Diana yang merasakan sakit di vaginanya,namun mulutnya dipenuhi oleh penis Asep yang sedang memaju-mundurkan pantatnyaseolah sedang bersenggama.

Kini gadis berjilbab itu bagai di sandwich, dua lubang dari depan dan belakangdimasuki oleh penis. “plookk…..pllookkk…plookk”, terdengar sangat jelasbenturan antara Joni dan selangkangan Diana, semakin lama rasa ngilu di vaginaDiana berubah menjadi rasa nikmat yang belum pernah didapatnya. Diana terlarutdalam birahi, membuat dirinya semakin kuat menghisap penis milik Asep. Aseptiba-tiba melepaskan penisnya, sedangkan dibelakangpun Joni menghentikansodokan terhadap Vagina Diana. “Siapa namamu Neng geulis….”, Tanya Asep kepadaDiana, “Di….di..ana…kang”, kata Diana tersengal-sengal sebetulnya Diana masihingin di senggamai, tetapi karena berhenti tiba-tiba membuat birahinya tidakmenentu, “Diana, suka di entot…, Diana suka kontol ku…”, Tanya Asep kepadaDiana. “Emmhh… Diana suka kontol…, Diana suka dientot…..”, jawab sang gadisberjilbab itu meluncur begitu saja. Joni pun tersenyum dan mulai menggenjotkembali vagina Diana dengan irama yang cepat. “Acckkkhhhh……., iiyyyyaaaa…..ennnakkkk….terrruussss”, jerit Diana, semua berandalan itu cekikikan mendengarocehan Diana.

Sementara sekarang penis Saeful berdiri tegak di depan Diana, tampa di komando Dianamembuka mulutnya dan mengulum penis milik Saeful,”Acckkhhh….enak… bangetnih….sepongannya..”,oceh Saeful sambil menjambak jilbab sang gadis berjilbab,“Iya .. pul…. Disini juga nikmat…. Seret……”, kata Joni sambil mempercepatgenjotan terhadap Diana. Saeful yang memang sudah ingin ereksi tak lamakemudian memuntahkan spermanya dimulut Diana “Acckkkkhhhh…”, seru Saeful sambilmenekan kepala Diana hingga mentok diselangkangannya. Sedangkan Diana langsungmenelan sperma yang tertumpah dimulutnya, sedangkan yang tersisa disisi bibir danpenis Saeful dijilatnya hingga habis.

“Wah,cewe ini doyan peju juga…..”, ujar Jajang yang belum kebagian dari tadi. WajahDiana memerah malu, tapi itu tidak lama, karena dorongan birahi dari belakangsemakin gencar.”Accckkkkkkkhhhhh……………..”, Diana memuntahkan kembali cairancintanya. Seraya Joni mengeluarkan penisnya. Terlihat cairan cinta bercampurdarah perawan dari Diana. Sementara Diana duduk bersimpuh menerima sperma dariJoni “habiskan….acckkkkhhhh….”, seluruh isi sperma yang meluncur dari dalam penistersebut diminum oleh Diana.

Diana yang sekarang sudah dikuasai oleh birahi, dirinya telah melupakan bahwa diasedang diperkosa. “Kamu masih mau dientot….”, Tanya Asep kepada Diana, Dianacuma mengangguk. Asep kemudian tiduran diatas bale-bale, “Masukan kontolku kedalam memekmu sayang…”, Diana kemudian menaiki bale-bale. Diana mengangkangdiatas tubuh Asep, penis Asep dipegang oleh Diana kemudian diarahkan menujuvaginanya. Ya penis besar milik Asep perlahan memasukivaginanya…”Accckkkkkkhhhhhh….Saakkkkiitttt…..”, ketika kepala penis Asepmemasuki ruang vagina Diana. “Sakit sayang ….., nanti kamu yang bakalan mintatambah…”, kata Asep kepada Diana, “Accckkkkkhhhh……….”, setengah penis Asepmemasuki vagina Diana, melihat hal tersebut Jajang menaiki bale-bale danmenekan tubuh Diana sekaligus, hingga Amblas semua penis milik Asep, “Accccccccckkkhhhh……sakkkkiiiittt……ammmppuuunnn…..keeelllluuarrinn laaaggiii…”, Diana tidak kuasa menahan rasasakit, vaginanya terasa dirobek dan ulu hatinya terasa sakit serasa tertekanpenis yang menekannya. Tubuh Diana roboh diatas tubuh Asep.

Kemudian Asep membalikan posisinya, sehingga tubuh Diana dibawah, kaki Diana diangkat keatas dan direntangkan. “Tenang Sayang, nanti kamu akan menyukainya dan malahminta tambah…”, Asep memulai ngenggenjot vagina sang gadis berjilbab.“Accckkkkkkkhhhhh…. Tiddaakkk… suuuddaahhhhh…. Ssssaaakkkiiit…”, teriak sang gadis berjilbab. Tetapi Aseptetap menggenjot vaginanya, setiap penis Asep keluar masuk liang vagina Diana,ternyata selalu menyentuh klitoris sang gadis berjilbab, sehingga membuat gadistersebut teransang selain itu perasan dan gesekan penis Asep pada dindingVagina menambah nikmat birahi sang gadis. “Acckkkkhhhh………Ohhhhh…..nikmmattt……terruuussss…ddiiiaannnaassuukkkaa… kkooonnntttoolll”, erang gadis tersebut semakin menikmati setiapgenjotan Asep. “Ohhh… enak…..sekali… remasan …. Memekmu ….”, kata Asep kepadaDiana. “Acckkkkkhhhhh… Diana….Mmmaauuuuu”, Erang Diana dengan tubuh yangmelengkung mengeluarkan orgasmenya.

Sedang Asep belum menunjukan akan ereksi, Asep terus menggenjot tubuh Diana kadanggenjotan dilakukan dalam tempo sedang kadang dalam tempo cepat, membuat Dianakembali teransang, “Acckkkkhh ….. jangan ….. jangan…lepaasskan…kkkoonnttoollmuu…”, Diana menyeracau. “Kamu suka kontol dimasukin ke memek kamu….kamu sukadientotin kontol gede…..”, Tanya Joni di telinga sang gadis berjilbab.“Acckkkkhhhh …. Iiiyyaa…. Dddiiaannnaaa sssuukkaaa… dii eeennnttootkkoonnntttoolll…aacckkhhhh ttteerruuusss”, Jerit Diana meradang seolah memintaterus disetubuhi. “Hahahhaha…ngak yang pake jilbab…. Sama yang berjilbab… sudahdientot… minta terus….. kaya lonte luh”,Timpal saeful, jika dalam kondisi biasapastinya Diana akan marah tetapi kali ini bagaikan sebuah pujian bagi dirinya.

“Accckkkhhhhhh……Akkuukelluaarrr….”, lagi-lagi tubuh Diana mengejang dan kembali orgasme, tubuh melemahDiana tetapi Asep semakin gencar memacu penisnya dan mengobok-ngobok vaginasang gadis berjilbab tersebut. Membuat Diana kembali teransang birahinya dansemakin mengangkatnya bagaikan melayang ke langit ke tujuh, menikmati setiapgenjotan Asep dan kembali orgasme dengan jarak tidak sampai 3 menit. Dianasudah mendapatkan Orgasme ke limanya semenjak di genjot oleh Asep.

“Accckkkkkkhhhh……Akkuuu… Kelluuarrrr…..”, Diana kembali mengerang yang ke enam kalinya dan kali inimembuat dirinya tidak sadarkan diri karena kecapaian. Tidak lamakemudian”Accckkkkhhh…..Crroooottttt….Crroootttt…..”, Asep mengerang sambilmembenamkan penisnya dalam-dalam seluruh peju Asep memenuhi ruang rahim sanggadis berjilbab. Sebelum akhirnya Asep roboh disebelah tubuh gadis berjilbabtersebut. Terlihat lelehan sperma yang keluar di bibir vagina sang gadisberjilbab.

Jajang yang belum mendapatkan jatah segera membalikan tubuh gadis berjilbab yangtengah tak sadarkan diri. Jajang dengan penisnya kali ini gadis berjilbab yangtengah sadarkan diri di sodomi oleh Jajang. Jajang yang tengah dilanda birahimenggarap anus sang gadis tersebut seperti orang kesetanan, tubuh Dianabagaikan seonggok daging yang tidak berdaya. Tidak sampai sepuluh menit Jajangsudah mengeluarkan pejunya.

Setelah puas melakukan pemerkosaan terhadap Diana mereka berempat segera meninggalkanDiana yang masih tidak sadarkan diri, ketika pagi hari seorang petani yang menemukanDiana segera menolong gadis berjilbab tersebut dan di antarkan kerumahnya.Kasus pemerkosaan terhadap Diana ditutup oleh polisi karena Diana tidakmemberikan keterangan yang berarti kepada aparat. Sedangkan Diana sendirikadang terlihat murung, baik dirumah maupun ditempat kerjanya.

Satu bulan telah berlalu semenjak kejadian tersebut, Diana yang kebagian shift IIhari itu pulang jam 10.30, setelah turun dari bis jemputan Diana tampak sepertiorang yang tengah bimbang. Kemudian dia berjalan menuju tempat dia bertemudengan ke empat pemuda berandalan tersebut.

Keempat berandalan tersebut terkejut ketika melihat Diana sudah ada didepan pos tempat,“Mau ngapain kamu kesini, Mau di entot lagi….”,Tanya Joni kepada Diana yangtampak tertunduk, “A…aku….. Ma…Mauu… di….se….setubuhi….”, Jawab Diana pelan danterbata-bata. “Memek kamu minta di entotin lagi ma kontolku”, Tanya Asep kepadaDiana, dan Diana pun hanya mengangguk. Keempat pemuda tersebut tersenyum, Asepkemudian merangkul tubuh Diana dan mengajaknya duduk diantara mereka. Malam ituDiana kembali digilir oleh keempat pemuda tersebut, tetapi kali ini Dianamelakukan dengan suka rela dan tanpa paksaan. Diana menjadi seorang yang hypersex, dan selalu akan haus akan sex, Diana rela dirinya menjadi pelampiasannafsu laki-laki asalkan dirinya mendapatkan kepuasan dari hubungan yangdilakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s