ANI

Namaku Sony dan aku adalah seorang mahasiswa semester 5 jurusan Fisika di suatu Perguruan Tinggi yang cukup terkenal di kota Bandung, Aku mempunyai sahabat yang sangat akrab bernama Aceng. Sebagai dua orang sahabat karib, kami kemana-mana selalu berdua. Bahkan saking akrabnya secara bercanda teman-temanku yang lain di kampus selalu mengatakan kami adalah sepasang suami istri. Padahal kami adalah dua orang pemuda yang normal, yang masing-masing telah punya pacar.

jilbab semok (1)
Kami selalu belajar bersama bahkan sampai menginap, kalau tidak di rumahku maka pastilah di rumah Aceng sehingga keesokan harinya kami ke kampus bersama-sama. Bahkan lebih sering aku yang menginap di rumah Aceng. Sedangkan Aceng tinggal bersama dengan kakak perempuannya yang sudah bersuami dan mempunyai dua orang anak, yang pertama adalah perempuan berusia kurang lebih 14 tahun dan duduk di kelas 2 MTs bernama Ani dan sedangkan yang kedua laki-laki bernama Danu dan masih duduk di kelas 2 SD.
Ani adalah seorang gadis remaja yang cantik, manis dan lugu. Dia selalu mengenakan jilbab baik pada saat pergi ke sekolah maupun di rumah. Nampaknya sebagai gadis remaja, Ani sedang memasuki masa puber sehingga dia mulai menyenangi lawan jenis. Sering aku lihat Ani mencuri-curi pandang padaku pada saat aku sedang belajar di rumahnya bersama Aceng, namun tak terlalu kupedulikan dan aku memang tak berniat untuk menggodanya karena aku sangat menghargai persahabatanku dengan Aceng.
Pada suatu hari Aceng meminta padaku untuk mengajari Ani pelajaran matematika, karena dia merasa kesulitan dalam pelajaran tersebut, sedangkan Aceng merasa tidak mampu untuk memberikan penjelasan tentang pelajaran tersebut. Aku menyanggupinya sehingga sejak saat itu secara rutin seminggu dua kali aku memberi pelajaran tambahan matematika ke Ani sampai jam 9 malam, sebelum aku belajar bersama dengan Aceng hingga larut malam.
Selama belajar denganku, kurasakan bahwa Ani semakin memperhatikan diriku, dia begitu manja dan selalu meminta perhatian dariku. Ada saja yang dia tanyakan agar dia bisa berdekatan dan ngobrol denganku, bahkan sering kali dia menggodaku dan mengajak bercanda. Namun sampai saat itu aku masih bisa mengendalikan diri dan perasaan untuk tidak tergoda memacari keponakan sahabatku ini.
Hubunganku dengan keluarga Aceng, sudah sangat akrab seperti keluarga sendiri. Aku sudah tidak sungkan-sungkan lagi di rumah itu, bahkan walaupun Aceng tidak ada di rumahpun, aku sudah terbiasa keluar masuk rumah itu dan tidur di kamar Aceng. Namun ada sesuatu yang kurang nyaman, jika aku belajar hingga larut malam di rumah Aceng ini, yaitu jika pada malam-malam tertentu kakaknya Aceng melakukan hubungan suami istri dengan suaminya, aku merasa sedikit terganggu karena kakaknya Aceng selalu mengeluarkan erangan-erangan nikmat yang cukup keras, hingga kadang-kadang terdengar sampai ke kamar Aceng dimana aku atau kami sedang belajar. Tentu saja hal itu membuat diriku terangsang dan hilang konsentrasi belajarku.

jilbab semok (2)
Suatu hari, setelah aku mengajari Ani, Aku melanjutkan dengan belajar sendirian, karena Aceng sedang pergi ke Banten menemui kakaknya yang paling besar untuk keperluan tertentu. Sekitar jam 11 malam aku ke WC untuk kencing. Dan untuk ke WC aku harus melewati kamar kakaknya Aceng yang bersebelahan dengan kamar Ani. Ketika aku tepat berada di depan pintu kamar kakaknya Aceng, kudengar suara desahan dan erangan nikmat dari mulut kakaknya Aceng dan suaminya. Nampaknya mereka sedang melakukan hubungan suami istri. Tanpa aku sadari, aku terdiam dan mendengarkan desahan dan erangan yang cukup merangsang diriku. Namun beberapa saat kemudian aku melanjutkan langkah kakiku menuju WC dan selintas kulihat pintu kamar Ani agak terbuka sedikit, rupanya lupa dia tutup rapat.
Setelah aku dari WC, kulihat pintu kamar Ani masih agak terbuka dan lampu kamar dimatikan. Iseng-iseng aku lebih memperhatikan isi kamar yang gelap itu. Aku tersentak heran karena melihat Ani sedang mengintip kamar orangtuanya dari jendela kaca yang terpasang diantara kamar Ani dan kamar orang tuanya dan dihalangi gordyn dari kamar orang tuanya, namun menyisakan celah yang bisa digunakan untuk mengintip apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Nampaknya dia begitu terhanyut dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ani tidak menyadari, ketika pintu kamar aku buka perlahan-lahan dan secara perlahan-lahan pula kuhampiri dirinya.
Di belakang Ani, aku melihat ibunya Ani sedang merem-melek sambil mengerang nikmat ketika ayahnya dengan sangat bergairah memompa penisnya ke dalam vagina ibunya sambil mulutnya memilin-milin putting susu ibunya dan tangannya meremas-remas buah dada ibunya yang satu lagi. Terlihat Ani sangat terangsang dengan apa yang dilihatnya, napasnya memburu, tangan kanannya meremas-remas buahdadanya sedangkan tangan kirinya menggosok-gosok vagina dengan penuh kenikmatan. Akupun sangat terangsang melihat adegan live show itu, penisku langsung mengeras dan napaskupun tanpa kusadari telah memburu dipompa nafsu yang mengebu-gebu.
Kutepuk bahu kiri Ani. Dia tersentak kaget, tapi kusimpan telunjukku didepan bibirku memberi isyarat agar dia jangan ribut. Dia diam tidak bersuara, tapi terlihat bahwa dia sangat malu karena kepergok sedang mengintip. Lalu kubisikan ke telinganya “ Ayo ikut ke kamar Aa, ada yang ingin Aa bicarakan dengan Ani !”. Ani hanya termangu, lalu kupimpin tangannya dan secara perlahan-lahan kutarik dia ke kamar Aceng. Ani hanya menuruti apa yang kulakukan. Kutup pintu kamar Ani dari luar dan kami segera ke kamar Aceng.
Setibanya di kamar Aceng, kututup pintu kamar dan kutarik tubuh Ani agar dia duduk disisi tempat tidur. Lalu aku bertanya “Ani sering mengintip apa yang dilakukan oleh Ayah dan Ibu Ani seperti tadi ?”.
Dengan malu-malu Ani menjawab “Sering A, habis Ibu dan bapak kalau lagi begituan suka ribut, membuat Ani terbangun dari tidur..”
“Sejak kapan, Ani suka ngintip ?” tanyaku lagi
“Dari dulu A, barangkali sejak Ani kecil…” jawabnya lagi.
“Apa yang Ani rasakan, pada saat ngintip ?” tanyaku lagi ingin tahu
“Gimana ya, susah diomongin…, rasanya darah seperti berdesir, merinding tapi ada perasaan melayang-layang…. , pokoknya mah susah diomongin lah….malah ada perasaan pingin nyoba, abisnya ibu seperti yang sangat keenakan sampai merem-melek segala, apalagi kalau pingin udahan ibu dan bapak suka melonjak-lonjak sambil melotot dan menjerit-jerit keenakan kemudian terhempas seperti yang sangat kelelahan kemudian mereka saling melepas senyum bahagia dan berciuman mesra” jelasnya dengan polos.
“Terus…, kenapa atuh…., sambil ngintip, Ani pake meremas-remas susu dan menggosok-gosok bagian selangkangan Ani segala..?” tanyaku lagi semakin ingin tahu.
“Abis enak sich…” jawabnya dengan genit.

jilbab semok (3)
“Ani pingin nyoba, seperti yang dilakukan oleh orang tua Ani tadi ?” pertanyaan isengku muncul
Dengan ragu-ragu dia menjawab “karena sering mengintip, Ani jadi ingin sekali mencobanya. Tapi dengan siapa ? Ani ‘kan belum kawin. Kata temen-teman Ani, yang begituan mah dilakukannya dengan suami, sedangkan Ani kan belum kawin” jawabnya lagi dengan lugu.
“Udah aja Aa sekarang jadi suami Ani, kan kita sudah sangat dekat. Biar pesta perkawinannya mah nanti aja kalau kita udah selesai sekolah. Jadi Ani bisa mencobanya sekarang dengan Aa, karena Aa juga ingin mencoba seperti apa yang dilakukan oleh orang tua Ani !” pikiran kotorku mulai bekerja mempengaruhinya.
Entah Ani terpengaruh oleh rayuanku, atau dia memang sudah sangat terangsang dengan apa yang dilihatnya tadi sehingga dia ingin segera mencoba apa yang dilihatnya. Ani memandangku sejenak dan mengangguk perlahan.
Hatiku bersorak. Kuhampiri wajahnya yang manis, dia menatapku sayu. Bibirku mendekati bibirnya dan secara lembut bibirku mencium bibirnya dengan lembut dan secara perlahan kuhisap dengan penuh perasaan. Perlahan-lahan mata Ani terpejam dan dengan kaku dia mulai membalas hisapan bibirku. Gairahku semakin terpompa dan nampaknya Anipun menikmati ciuman ini, Dia berdecak-decak menciumku, napasnya sudah memburu. Akhirnya kupeluk erat tubuhnya dan Anipun memeluk erat tubuhku, sambil kedua bibir kami saling menghisap dengan gairah yang menyala-nyala.
Walaupun ciuman ini adalah hal yang pertama bagiku juga bagi Ani, namun secara naluri akhirnya bibir kami saling menghisap dan mencium apa yang dapat dicapai oleh bibir masing-masing, mulai dari bibir, hidung, pipi, telinga hingga leher secara bergantian dengan perasaan nikmat yang sukar dilukiskan dengan kata-kata. “Ouhhh… enak.. A.. enak…. Ouhhh… terus… terussss..” erang keenakan keluar dari mulut Ani ketika bibir dan lidahku mencium dan menjilat telinga dan seluruh permukaan lehernya yang halus, kepalanya terdongak dan matanya mendelik, pelukannya pada diriku semakin erat seolah tak mau lepas.
Badanku sudah mulai terasa panas kegerahan, keringatpun sudah mulai keluar dari seluruh pori-poriku dan napas semakin memburu, demikian juga dengan Ani. Lalu badanku agak kurenggangkan diri tubuhnya, sehingga tangan kananku bisa meremas-remas buah dadanya yang mungil dari luar bajunya. Tubuhnya bergetar hebat, ketika telapak tanganku meremas buah dadanya seraya keluar erangan “Auh…Aa… enak..”
Penisku semakin keras mendengar erangan itu, nafsuku semakin menggebu, dan telapak tanganku semakin meremas-remas buah dadanya serta bibir dan lidahku menjilati leher dan dan dagu penuh nafsu. Ani semakin menikmati apa yang kulakukan, desahan nikmat terus-menerus keluar dari mulutnya yang mungil, kepalanya semakin terdongak dan matanya mendelik hingga hanya bagian putihnya saja yang terlihat.
Nafsuku semakin meninggi, baju yang kukenakan semakin basah oleh keringat. Sambil bibirku menghisap bibirnya kucopot bajuku hingga terlepas dan kulemparkan ke bawah tempat tidur, kemudian kubuka kancing baju tidur Ani satu persatu , dia diam saja tidak menolak, bahkan turut membantu melepaskan baju tidurnya hingga terlepas dari tubuhnya dan menyisakan bh ukuran remaja yang menutupi buah dadanya yang mungil. Kucari-cari cara untuk melepaskan bh tersebut, setelah beberapa lama tidak terbuka, Ani membantu melepaskan bh yang menutupi buah dadanya hingga lepas dari tubuhnya. Kini tampaklah tubuh gadis remaja usia 14 tahun telanjang yang menggairahkan dihadapanku, hanya menyisakan celana panjang tidur bagian bawahnya.
Kudorong tubuhnya agar terlentang di atas kasur. Dengan penuh nafsu tangan kananku meremas buah dada yang tertutup oleh telapak tanganku dan terkadang memilin-milin putting susu yang berukurn kecil namun menonjol keras. Kepala Ani tidak bisa diam kuperlakukan seperti itu, kepalanya terus terdongak sambil mata mendelik dan terkadang terpejam rapat sambil mulutnya mengeluarkan desahan “Auh…auh…enak…enak…. Auh….. terus Aa … terusssss”

jilbab semok (4)
Aku semakin bernafsu, mulutkupun tak diam, menjilat menyusuri dada dan akhirnya menjilat dan menghisap putting susu bagian kiri. Seerrr….. badannya kembali bergetar ketika lidah dan bibirku tiba di putting susunya dan terdengan suara erangan “Aaahhh..”
Aku menghisap-hisap buah dada mungil Ani baik yang kiri maupun yang kanan, dan hisapan itu kadang-kadang demikian kerasnya karena rasa gemas dan nafsu yang semakin menggebu, hingga tanpa kusadari menimbulkan banyak tanda merah dipermukaan buah dadanya. Namun nampaknya Ani semakin melayang nikmat dengan apa yang kulakukan, tubuhnya melonjak-lonjak merasakan nikmat yang tak tertahankan dan erangan nikmat terus keluar dari mulutnya.
Ciuman bibirku mulai turun kearah perutnya dan menjilati sekitar pusat sementara kedua tanganku meremas dan memilin kedua buah dada dan putting susunya. Ani semakin tak bisa diam, tubuhnya semakin basah oleh keringat. Lalu mulutku semakin turun dan kedua tanganku menarik celana tidur sekaligus dengan calana dalam yang dikenakannya hingga lepas dari tubuhnya, hingga kini dihadapanku benar-benar tergolek tubuh telanjang menggairahkan dari seorang gadis remaja yang masih duduk di kelas 2 MTs.
Mataku nanar melihat tubuh gadis telanjang yang baru pertama kali kulihat seumur hidupku secara nyata bukan dalam film BF, kuperhatikan jembut di vaginanya masih jarang, hingga bibir vaginanya begitu jelas terlihat. Aku tak sanggup melihat pemandangan merangsang ini berlama-lama, lidahku langsung menjilati bibir vagina itu. Serrrr….. kembali tubuhnya bergetar seperti dialiri aliran listrik ribuan volt. Kali ini getaran itu begitu keras, hingga kakinya terjulur kaku dan kembali ia mengeluarkan teriakan nikmat tanpa diasadarinya “Aaaaahhh Aa….auh,…. “
Kulakukan jilatan bibir vagina dari bawah ke atas secara intensif, pinggulnya bergoyang-goyang tak bisa diam sambil terus-menrus mengerang nikmat “Aaahhh…enak…auh…”
Kujulurkan lidahku untuk membuka bibir vagina itu, tak terlihat ada liang di sana, hanya ada gurat kecil yang sangat rapat, kukorek-korek dengan lidahku, lidahku terasa asin, tapi tak kupedulikan, terus kukorek-korek, gerakan pinggulnya semakin menggila dan akhirnya lidahku naik menyusuri lipatan hingga aku menemukan tonjolan kecil sebesar kacang hijau yang cukup keras, kujilati tonjolan kecil itu. Tubuh Ani semakin bergetar dengan keras dan erangannya seperti tercekik “Aakh……auh Aa….”
Akhirnya aku menjilati cukup lama tonjolan kecil itu. Getaran dan erangan Ani semakin menggila, hingga akhirnya pantatnya naik menekan mulutku dan kedua tangannya menjambak erat rambutku sambil menekan kepalaku ke arah vaginanya sambil menjerit cukup panjang sambil melentingkan badannya “Aaaaaakkhhhh……” kemudian pantatnya berkedut-kedut cukup keras dan cepat. Dan beberapa saat kemudian tubuhnya melemas dan jambakan rambutku terlapas. Ani terlentang lemas dengan napas yang tersengal-sengal kecapean.
Kemudian dengan tenaga yang lemah dia berusaha menarik tubuhku ketas agar wajahnya bisa berhadapan dengan wajahnya. Walaupun ini adalah pengalaman pertamaku, tapi karena aku sering nonton BF, aku tahu bahwa Ani baru saja mengalami orgasme yang cukup hebat. Tubuhku bergeser agar bisa berhadapan dengan tubuh telanjangnya yang lemas kelelahan Ani memandangku dengan tatapan puas dan berkata “Aa , Ani cape, tapi barusan enak sekali….”

jilbab semok (5)
Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Kepalanya kubelai dan kucium bibirnya dengan lembut. Ani membalas lemah kecupan bibirku. Lalu kukatakan padanya “Ani barusan mengalami orgasme seperti yang dirasakan Ibu Ani kalau mau selesai waktu berhubungan dengan Bapak, kan Ibu Ani juga suka kelelahan begitu selesai main dengan bapak..” jelasku padanya
“Tapi bapak juga suka menjerit keenakan dan kelelahan, kalau ibu sudah menjerit keenakan seperti Ani tadi. Kenapa Aa kelihatannya masih segar belum nampak kelelahan seperti bapak Ani ?” Tanya Ani dengan lugunya.
“Karena Aa belum keluar, kan Ani lihat, Aa masih pake celana panjang “ jelasku
“Oh..iya..yah… Kenapa atuh celana Aa belum dibuka. Aa curang…, Ani sudah telanjang sedangkan Aa belum… Buka dong !” mintanya dengan manjanya.
Aku yang masih dalam keadaan terangsang, segera membuka celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga begitu terlepas, tampaklah penisku yang masih keras dan tegang terangguk-angguk ketika aku kembali menghampiri dirinya di tempat tidur.
Kemudian Ani bangkit dari tidurnya, tangannya meraih penisku yang tegang dan keras serta dimainkannya dengan dikocok-kocok. Lalu dia berkata “Ibu juga mainin punya Bapak seperti dibeginiin, kelihatannya bapak seperti yang keenakan…” sambil terus menerus tangan lembutnya mengocok-ngocok lembut penisku.
“Ouh… Ni…. Enak.. tentu saja…. Aa juga enak…” kataku sambil merem-melek merasakan kocokan lembut tangan Ani di penisku
Melihat aku yang merem-melek keenakan. Ani semakin bersemangat, Dia jadi ingat dengan yang sering dilihatnya ketika ibunya mempermainkan penis bapaknya. Dia terus mengocok dan memijit lembut penisku membuat diriku melayang-layang kenikmatan. Dan tanpa aku duga-duga, Mulut Ani menghampiri penisku dan lidahnya menjilati kepala penisku sambil tangannya tetap mengocok batang penisku. Aku semakin melayang dan mataku semakin merem-melek keenakan dan mulutku melenguh “Ohhh….ouh… Enak Ni….. enak…ouh…..”
Ani semakin bersemangat melihatku melenguh nikmat, rupanya gairahnya sudah bangkit lagi dengan cepat dan dia sangat menikmati mengoral penisku yang tegang dan keras. Setelah cukup lama dia mengoral penisku, kemudian dia berhenti dan berkata “Aa, bagaimana kalau punya Aa di masukkan ke punyai Ani, seperti yang biasa Bapak lakukan ke Ibu !”
Aku yang masih dikuasai gairah yang menyala-nyala dan belum tertuntaskan tentu saja langsung menyetujuinya, kubaringkan tubuhnya dan kuposisikan selangkanganku berhadapan dengan selangkangannya sementara pahanya terbuka lebar dan lututku berada diantara kedua pahanya. Kuarahkan kepala penisku ke bibir vaginanya yang masih rapat naum sangat basah, kudorong pantatku….. mentok, kutekan pantatku , penisku malah bengkok seperti mau patah, aku meringis kesakitan.

jilbab semok (7)
Kucoba lagi mengarahkan ke tepat bibir vaginanya, kutekan…, kepala penis meleset ke atas, kucoba lagi…. Meleset kesamping… kucoba lagi… meleset ke bawah.
Beberapa kali kucoba … selalu gagal, keringatku semakin mengucur deras dan Ani nampaknya semakin terangsang, pinggulnya bergoyang-goyang, sambil berkata..”Ayo dong…Aa.. jangan main-main aja..”
Aku semakin penasaran dan malu terhadap Ani, kucoba lagi mengarahkan penisku ke bibir vagina Ani, kubantu kedua tanganku untuk membuka bibir vagina itu, setelah kepala penis tepat berada didalam celah vaginanya yang basah, kudorong… kembali meleset ke atas hingga kepala dan batang penisku menekan dan menggesek tonjolan sebesar kacang hijau yang terdapat dibagian atasbibir vagina. Kurasakan tubuh Ani bergetar hebat merasakan nikmat, akupun merasakan nikmat yang sangat akibat gesekan ini. Kenikmatan yang kurasakan ini adalah kenikmatan yang pertama kali aku rasakan, akhirnya walaupun aku tak berhasil menembus liang vaginanya saat ini aku merasa cukup dengan menggesek-gesekkan penisku ke celah bibir vagina Ani hingga ke tonjolan sebesar kacang hijau yang barangkali itu yang disebut dengan klitoris.
Gesekan-gesekan yang kulakukan dengan memaju-mundurkan pantatku di atas tubuh Ani menimbulkan kenikmatan yang tiada tara bagiku, mataku sampai berkunang-kunang merasakan kenikmatan ini, diriku seolah melayang-layang terombang-ambing oleh perasaan nikmat yang teramat sangat. Demikian juga yang dirasakan oleh Ani, dia memeluk erat diriku hingga buah dadanya menempel erat dengan dadaku dan sambil menggerak-gerakkan pinggul dan pantat, kami berciuman dengan penuh gairah dan napas semakin memburu
Cukup lama gerakan seperti itu kami lakukan, dan makin lama gerakan kami semakin cepat tak terkendali, hingga akhirnya aku merasa ada gelombang yang maha dahsyat melanda diriku membuat darahku bergerak sangat cepat dan gerakanku menjadi cepat tak terkendali dan menghentak-hentak tubuh Ani. Demikian juga dengan Ani, gerakan pinggulnya telah berubah menjadi lonjakan-lonjakan keras dengan napasyang memburu saling berkejaran. Dan tiba-tiba tanpa kami kehendaki kedua tubuh kami melenting kaku secara bersamaan dan menjerit tertahan melepas nikmat secara bersamaan “Aaaakkh…”
Cret… cret… , spermaku terpancar deras dan kental keluar dari mulut penisku membasahi perut dan pusar Ani. Beberapa kali penisku berkedut-kedut nikmat sambil menumpahkan semua sperma yang ada di dalamnya hingga akhirnya melemah. Demikian juga dengan Ani, pantatnya beberapa kali terjadi kontraksi dengan keras… Dan akhirnya secara bersamaan badan kami ambruk kelelahan. Akupun terbaring disamping tubuh Ani dengan napas yang tersengal-sengal seolah-olah kehabisan napas
Beberapa saat kami terdiam menikmati sensasi nikmat yang baru pertama kualami, kemudian kupandangi wajah Ani dengan perasaan puas dan kukecup bibirnya dengan lembut dan mesara. Ani membalas kecupanku dengan tak kalah lembut dan mesra. Kemudian dia berkata dengan polosnya “Pantas ibu dan bapak sering melakukan hal seperti yang kita lakukan, enak sich…!”
Setelah tenaga kami pulih, Ani mengeringkan sperma yang membasahi perutnya dengan celana dalamnya, kemudian mengenakan celana dan baju tidur tanpa mengenakan celana dalam, akupun mengenakan pakaianku. Dengan hati-hati ia kembali kekamarnya, dan kurasa orang tuanya sudah terlelap tidur kelelahan.
Setelah ditinggal Ani, aku berbaring sambil melamunkan apa yang baru saja kualami. Walaupun aku tidak berhasil melakukan penetrasi secara sempurna pada pengalaman pertama ini, namun aku cukup puas karena merasakan nikmat yang baru pertama aku rasakan. Aku terus melamun hingga akhirnya aku tertidur lelap kelelahan.
Keesokkan paginya, pada saat sarapan bersama dengan keluarga kakaknya Aceng, terlihat perubahan yang sangat mencolok pada diri Ani. Wajahnya sangat ceria walaupun terlihat kurang tidur, secara sembunyi-sembunyi sambil makan dia sering melemparkan senyum bahagia padaku. Dengan seragam MTs dan jilbab yang dia kenakan, dimataku Ani semakin cantik dan menggemaskan saat itu, dan tanpa dapat kutahan penisku langsung mengeras ketika aku teringat apa yang terjadi tadi malam. Setelah sarapan Suami kakaknya Aceng pergi kerja sedangkan Ani dan adik lelakinya pergi sekolah.
Hari itu, aku masuk kuliah jam 11 siang, sehingga aku akan tetap disana sampai aku berangkat ke kampus jam 10.30. Sekitar jam 8.30 pagi, kakaknya Aceng bilang padaku bahwa dia akan ke rumah temannya untuk keperluan bisnis sampingan dan mungkin pulangnya sekitar magrib. Dan dia memesan agar kunci rumah disembunyikan ditempat biasa apabila seluruh penghuni rumah lagi keluar rumah. Dan akhirnya akupun ditinggalkan sendirian di rumah itu. Sambil menunggu rumah, aku membaca buku-buku kuliah sebagai persiapan kuliah yang akan kuhadapi hari itu.
Sekitar jam 10, aku tersentak kaget dan sekaligus bahagia, karena Ani sudah pulang dari sekolah dan langsung menghampiri kamar yang kutempati, lalu kutanyakan padanya mengapa dia pulang lebih awal dan dia menjawab “Di sekolah ada kegiatan PKS (Pekan Kreativitas Siswa), jadi Ani pulang aja ach.. “
“Kenapa pulang , ‘khan kegiatannya seru dan heboh ?” tanyaku lagi
“‘ngga seru Ach… mendingan pulang. “ jawabnya lagi.
“Ngga seru .. atau pingin ketemu Aa ?” tanyaku menggodanya
“’ngga seru dan ingin ketemu Aa” jawabnya sambil mencubit pinggangku dengan manja
“Aduduhh…” jeritku pura-pura kesakitan, begitu cubitannya terlepas aku langsung berucap “lagi dong…!”. Ani kembali ingin mencubitku tapi aku menangkap tangannya yang telah siap mencubit pinggangku, lalu langsung kupeluk sambil kucium gemas bibirnya. Ani membalas ciumanku dengan penuh gairah, kami berciuman sambil berdiri, tanganku membelai jilbab yang dikenakannya sedangkan kedua tangan Ani memeluk erat pinggangku.
Ciuman itu berlangsung begitu lama dan menggairahkan, hingga akhirnya terlepas karena masing-masing kami kehabisan napas. Napasku dan napas Ani begitu memburu didorong oleh gairah nafsu yang mengebu-gebu.
“Tadi di sekolah, Ani ‘ngga bisa tenang, ingat aja ke Aa..” katanya, dilanjutkan dengan mencium bibirku dan kedua tangannya meremas dan membelai kepalaku dengan penuh gairah.
“Apalagi Aa, sejak tadi malam susah tidur setelah Ani keluar dari kamar, ingat terus ke Ani… malahan di dalam buku kuliah Aa yang terlihat hanya wajah Ani…” kataku menggombal, sambil menyambut ciumannya dengan tak kalah bernafsunya.
Sambil berciuman, tanganku membuka kancing baju seragamnya satu persatu dan Anipun melakukan hal yang sama padaku, dia membuka kancing bajuku satu persatu, sehingga semua kancing baju yang kami kenakan telah terbuka semuanya. Aku langsung mencopot bajuku dan melepaskan baju seragam yang dikenakan Ani, baju-baju itu aku lemparkan ke lantai. Kemudian aku berusaha melepaskan kaos dalam yang dikenakan Ani, dia membantu melapaskannya, hingga kini aku telah bertelanjang dada sedangkan Ani masih mengenakan jilbab , BH , dan rok biru panjang seragam MTs.

jilbab semok (6)
Kembali Ani mencium bibirku dan tangannya membelai dada dan mempermainkan putting susuku membuat aku semakin terangsang. Tanganku mengarah ke punggungnya untuk membuka kaitan Bh yang dikenakannya, kali ini usahaku berhasil tidak seperti tadi malam, bh itupun terlepas dari tubuh mungil Ani yang semakin menggairahkan. Tangankananku langsung meremas-remas buah dada bagian kiri milik Ani. Ani mulai mengeluh “Ouhhh…ouhmmmnn…. Aa…ouh…”
Keluhan nikmat itu semakin memacu gairahku, kepalaku menunduk mengarah ke buahdada bagian kanan milik Ani, kukecup dan kujilati permukaan buah dada yang menggemaskan itu dengan penuh nafsu dan berakhir dengan memilin dan menghisap-hisap putting susu miliknya. Badan Ani bergetar dan erangan nikmat semakin nyaring keluar dari mulutnya “Auh.. Aa.. Aa.. ouh…. Aa….” Kepalanya terdongak dengan mata yang mendelik menahan nikmat yang menderanya. Penisku pun semakin mengeras hingga bagian depan celanaku menggelembung. Tonjolan dibagian depan celana panjangku ini menggesek dan menekan perut dibagian bawah pusar Ani membuat dia semakin bergairah.
Dengan gairah yang menyala-nyala, Ani mengusap penisku dari luar celana panjangku dengan gemas. Badanku bergetar, aliran darahku semakin cepat mengalir dan napasku semakin memburu terpompa oleh gairah yang semakin menggebu, sehingga hisapan, jilatan dan kulumanku pada buah dada Ani semakin panas. Tanganku menarik sleting rok biru yang dikenakannya hingga rok panjang tersebut terlepas turun dari pinggulnya menyisakan celana dalam berwarna pink yang menghalangi vaginanya yang terlihat basah oleh gairah yang menyerang tubuh Ani dengan hebatnya.
Tanpa membuang waktu, kulanjutkan dengan menarik cd berwarna pink hingga tubuh Ani benar-benar bugil dengan indahnya dan hanya menyisakan jilbab yang masih dikenakan menghalangi rambutnya nan indah. Napasku semakin sesak melihat vagina Ani yang indah dan menggairahkan, gairahku semakin terpompa cepat. Lidahku langsung terjulur dan menjilat-jilat permukaan vagina indah itu dari bawah ke atas. Badan Ani bergetar keras, kakinya terangkat dan dari mulutnya keluar teriakan nikmat yang cukup keras “Aaaakkhhhh…. Aaaa ouhhh…. Enak… Aa … enak aaakkhhhh….”
Teriakan nikmat itu semakin memompa gairahku, hisapanku semakin keras, jilatanku semakin cepat dan lidahku mengorek-ngorek liang vagina yang semakin basah oleh gairah. Tubuh Ani semakin keras bergetar, erangan serta teriakan nikmat semakin keras tiada henti keluar dari mulutnya yang mungil “Aa… Aa… aaaakhhh…. Auh… enak..”
Tubuhnya menggeliat-geliat menahan nikmat yang teramat sangat.
Telapak tangan kananku meremas-remas pantatnya yang halus dan montok, sedangkan jempol jari tangan kiriku menekan dan memutar-mutar klitorisnya, sementara lidahku yang panas terus mengorek-ngorek liang vaginanya. Ani semakin terlonjak-lonjak merasakan siksaan nikmat yang datang bertubi-tubi tiada henti “Hoh..hoh..Aa… ouh…aouh….” Teriakan nikmatnya semakin tak terkendali.
Tak kupedulikan teriakan itu, bahkan lidah dan jariku semakin liar mempermainkan liang vagina dan klitorisnya, hingga akhirnya kakinya terjinjit dan tubuhnya melenting kaku serta kedua tangannya menjambak keras rambutku sambil keluar teriakan panjang seperti tercekik “Aaaaaaakhh……. Hhhhhoooohhhhhsss…” badannya limbung hilang keseimbangan dan terjadi kontraksi yang sangat keras pada pantatnya dan liang vaginanya menghisap-hisap lidahku dengan keras seraya mengeluarkan rembesan cairan kenikmatan yang terasa asin diujung lidahku. Lalu.. persendian lututnya seperti yang terlepas dan dia ambruk terjengkang ke belakang. Untung aku masih sigap menahannya…. Ani tergolek lemas di lantai kamar…, napasnya tersengal-sengal kehabisan napas.
Kupangku tubuhnya dan kuletakkan diatas kasur dan membiarkan dia mengatur napasnya agar kelelahan yang dideritanya mereda. Dia membuka mata dan memandangku dengan pandangan rasa puas yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata, lalu terpejam kembali menikmati sisa-sisa rasa nikmat yang masih terus menghampiri dirinya. Sementara itu aku melepaskan celana panjang dan celana dalam serta meletakkannya di lantai kamar dan merayap menghampiri Ani yang sedang tergolek diatas kasur.
Kuposisikan diriku berbaring miring menghadap tubuh telanjang Ani yang masih mengenakan jilbab yang sudah tak karuan dan basah oleh keringat. Kukecup bibirnya dengan lembut dan mesra. Ani membuka mata dan memeberiku senyuman yang sangat manis, lalu dia membalas kecupanku dengan hisapan yang sangat dalam dengan napas yang belum sepenuhnya normal.
Penisku yang sangat keras dan tegang menekan selangkangannya, sehingga dengan gemas dan rasa penasaran, tangan kirinya meraih batang penisku dan mengocoknya secara perlahan sambil tersenyum memendang diriku.
Badanku bergetar dan rasa nikmat menjalar disekujur tubuhku, ketika Ani dengan inetnsnya terus meremas dan mengocok batang penisku. Kemudian dia berkata “Aa sekarang mah, punya Aa harus bisa masuk seluruhnya ke punya Ani seperti yang biasa Bapak dan Ibu lakukan. Jangan seperti tadi malam, hanya digesek-gesek aja..!” pintanya padaku penasaran ingin merasakan yang lebih seperti yang biasa ia lihat jika Bapak dan Ibunya bersetubuh.

jilbab semok (8)
“Ya…dech…, nanti akan Aa masukkan semuanya ke milik Ani…” sahutku sambil kembali menciumnya dengan gairah yang menyala. Ani membalas dengan gairah yang tak kalah menyalanya, rupanya gairahnya sudah bangkit kembali dan menuntut kenimkmatan yang lebih dari kenikmatan yang baru saja dia rasakan.
Disela-sela napasnya yang memburu , Ani berbisik mesra “Ayo.. dong Aa… sekarang… masukin… ouhhh..!” diakhiri dengan desahan nafsu yang terus memburunya.
Kubuka pahanya lebar-lebar agar dia mengangkang dan kuposisikan kedua lutut tepat dibawah pahanya, kutarik kedua pahanya kearah pinggangku sehingga betisnya terangkat, kusibakkan bibir vaginanya agar liang vaginanya yang sangat sempit dan hampir tak telihat karena masih perawan, hanya terasa bagian itu sangat basah dan licin, lalu kuletakan kepala penisku yang sangat keras tepat di liang sempit tersebut.
Kudorong penisku dengan sangat perlahan, terasa liang yang sangatsempit itu memuai, namun belum sanggup meloloskan kepala penisku, kudorong lagi.. , liang itu semakin melebar, namun terlihat Ani meringis menahan sesuatu…
Kuhentikan gerakanku dan bertanya…”kenapa, Ni ? Sakit..?”
“’ngga apa-apa Aa…, terus aja…” jawabnya.
Ani merasakan vaginanya seperti karet gelang yang ditarik melebar, agak terasa perih…, namun ia tidak mau menghentikan, karena yang biasa dia lihat, ibunya begitu sangat menikmati apabila vaginanya di dimasukki oleh batang penis bapaknya. Jadi Ani sangat penasaran, mengapa ia merasa perih. Mungkin belum pikirnya, oleh sebab itu ia tidak mau menghentikan apa yang sedang kulakukan. Ditambah lagi bahwa dirinya sedang diliputi oleh gairah nafsu yang menyala-nyala, sehingga rasa perih kalah oleh nafsu dan gairah yang melayang-layangkan dirinya.
Sementara itu aku merasakan nikmat yang tak dapat terkatakan ketika ujung kepala penisku dapat membelah liang vaginanya yang sangat sempit. “Ini baru ujung kepala penis sedah sedemikian nikmat apalagi jika seluruh batang penisku dapat memasuki liang vaginanya tentu aku akan merasakan jauh lebih nikmat” pikirku dalam hati. Maka aku lebih berkonsentrasi untuk dapat menembus selaput dara yang menghalangi liang vagina tersebut.

jilbab semok (10)

Kudorong lagi perlahan, liang itu semakin terkuak. Kepala penisku semakin terasa nikmat yang aneh dan agak terasa sakit akibat jepitan yang sangat ketat. Namun nafsu yang menggebu dan rasa nikmat yang aneh mengalahkan rasa sakit di kepala penisku demikian juga dengan Ani, walaupun terlihat meringis kesakitan namun dia tidak menginginkan aku menghentikankan usahaku ini, Ani semakin penasaran…
Kudorong lagi lebih keras, hingga liang vaginanya terkuak semakin lebar dan seluruh kepala penisku telah masuk kedalam liang vaginanya yang licin dan basah . Breettt… “Auw….saaakiiitt Aa..!!” Ani menjerit kesakitan…, aku merasa ujung kepala penisku menembus suatu lembaran yang terkoyak dan terasa basah, namun rasa nikmat yang aneh itu membuatku tertegun dan nervous. Kuhentikan gerakanku dengan bagian kepala penis menancap dengan eratnya pada liang vagina Ani. Kulihat Ani meringis dan menggigit bibir bagian bawah menahan rasa sakit karena ada bagian vaginanya yang terkoyak, namun anehnya dia tidak mendorong tubuhku untuk melepaskan penisku dari vaginanya, bahkan sambil meringis dan mata terpejam, dia memeluk tubuhku dengan erat sehingga penisku kembali terdorong…, “Aduhhh…Aa… sakiitt….” pelukannya semakin erat.
Aku semakin bingung dan nerveous, namun rasa nikmat semakin menjalar disekujur tubuhku walaupun rasa sakit di kepala penisku akibat jepitan vaginanya tidak berkurang, tapi aku merasa kepala penisku seperti diremas-remas oleh selubung yang sangat halus namun ketat, remasan itu semakin menambah rasa nikmat yang kurasakan.
Dan kudorong lagi sehingga seluruh batang penisku masuk secara perlahan-lahan hingga mentok. “Aaahhh…. Aduh…. Aouh.. Aa” Tubuh Ani terguncang sangat keras ketika seluruh batang penisku tertanam dengan eratnya di dalam vaginanya. Namun aku merasakan nikmat yang luar biasa, karena seluruh permukaan kepala dan batang penisku seperti ada selubung yang sangat halus dan lembut meremas dan memijit penisku. Mataku terbeliak merasakan kenikmatan itu. Dan rasa sakit akibat jepitan vagina yang sangat ketat sudah tak kurasakan dan kuhiraukan lagi, mataku semakin nanar merasakan kenikmatan itu.
Lengan Ani semakin erat memeluk tubuhku, tapi pantatnya semakin dia angkat dengan mata terpejam dan mulut yang meringis seperti kesakitan tapi penasaran sehingga selangkangan kami menempel sangat rapat. Kucium bibirnya dengan penuh nafsu, dan aku terkesiap, Ani membalas ciumanku dengan sangat ganas dan liar, disela-sela ringisannya, Ani tampaknya seperti merasakan kenikmatan yang membuatnya melayang-layang tinggi.
Kutarik penisku perlahan…
”aduuuhhh… auuh.. Aa” kembali ringisan kesakitannya terdengar, namun diselingi dengan erangan kenikmatan, pantatnya mengikuti tarikan penisku hingga menyisakan bagian kepalanya saja. Kudorong lagi perlahan…, terdengar erangan nikmat dan ringisan kesakitan secara bersamaan..”Auhh….. Aa…adduuh… aouh… “ kembali penisku amblas ditelan vaginanya yang rapat, namun remasan dan belaian didalam vaginanya terasa semakin keras dan bervariasi sehingga diriku semakin melambung nikmat.
Kutarik dan kudorong lagi perlahan, erangan nikmat semakin jelas keluar dari Ani walaupun terkadang ringisan kesakitannya masih tampak. Gerakan kocokan itu terus kulakukan dengan secara perlahan dan makin lama semakin lancar dan cepat
“Ohh…Ani.. .. enak… aouh “ lenguhan nikmat keluar dari mulutku….
“Auh..Aa… Aa… enak… ouh..” Ani membalas lenguhanku.
Aku semakin bergairah, nafsuku semakin membuncah di kepalaku, mukaku semakin merah dan darah semakin cepat mengalir, gerakan kocokanku semakin cepat dan vagina Ani terasa semakin basah dan licin.
Tampaknya rasa sakit yang dirasakan Ani semakin berkurang, bahkan kini secara naluri Ani mulai membalas gerakan pinggulku dengan menggerakan pinggulnya dengan penuh gairah sambil tak putus-putusnya erangan dan jeritan nikmat keluar dari mulutnya
“Aahh…. Aahhh.. Aahh…. Aahhh…”
Makin lama gerakan dan erangan Ani semakin liar, kedua tangannya bukan hanya memeluk punggungku dan kukunya mencengkram erat kulit punggungku sambil menghentak-hentakkan tubuh agar dadaku beradu dengan buah dadanya dan pinggulnya melonjak-lonjak liar serta teriakan-teriakan yang semakin nyaring.
Aku melihat buah dada montok Ani berguncang-guncang sangat keras dan semakin terlihat indah dan menggemaskan. Mulutku menghisap-hisap dengan keras buah dada itu sehingga meninggalkan tanda merah disana sini. Ani semakin melayang kepalanya semakin terdongak dan pinggulnya semakin bergerak liar
“Oooouuhhhh…. Ouh… ouh… “ erangan nikmat tiada henti-hentinya menyertai setiap gerakan Ani.jilbab semok (9)
Tanpa kusadari gerakankupun semakin liar dan gerakan pantatku menghentak-hentak dengan kerasnya sehingga terdengar suara
PLOK… PLOK…. yang cukup nyaring
Napasku tersengal-sengal namun pantatku bergerak cepat tak terkendali
Rasa nikmat semakin membuat diriku melayang-layang. Dan tampaknya Anipun merasakan hal yang sama, karena gerakannyapun semakin liar dan melonjak-lonjak tak terkendali.
Tiba-tiba aku merasakan darahku mengalir sangat cepat dan berkumpul pada suatu titik dan aku merasakan ada gelombang yang menghantam tubuhku membuat tubuhku terbang melayang sambil menjerit nikmat “Aaaakkhh…..”, badanku melenting kaku dan penisku kutancapkan dalam-dalam ke dalam liang vagina Ani. Dalam waktu yang bersamaan Anipun merasakan hal yang sama, Dia merasa dihantam oleh gelombang yang sangat dahsyat yang menerbangkan tubuhnya dan Anipun menjerit sangat keras “Aaaaaaakkkhhhh…” dan tubuhnyapun melenting kaku dengan kepala terdongak kebelakang.
Selama beberapa detik, badan kami melenting kaku, kemudian CRETTT… CRETTT… sperma kental dan panas tersembur dari penisku jauh kedalam ujung rahimnya dan dibalas dengan kontraksi yang sangat hebat didalam vagina Ani yang memelintir dan menghisap-hisap membuat mataku semakin nanar oleh kenikmatan yang teramat sangat. Lalu seperti bangunan yang tiang penyangganya patah karena kelebihan beban, tubuh kami pun terhempas dengan sangat keras
“Hhuuhhssss……” keluhan kelelahan bagaikan koor … keluar secara bersamaan dari mulut kami, tubuhku ambruk menindih tubuhnya, kugelosorkan tubuhku ke samping tubuhnya dan kami berdua telentang terkapar tak berdaya…
Seluruh persendian kami terasa seperti dilolosi dan selama beberapa detik kami tak mampu menggerakkan tubuh, yang terdengar hanyalah dengusan napas tersengal-sengal kelelahan yang saling bersahutan yang keluar dari mulut kami berdua.
Selama beberapa menit kami terkapar tak berdaya, hanya tangan kiriku dan tangan kananya saling mengenggam erat saling berbicara tanpa kata.
Setelah rasa lelah kami berkurang…, aku bangkit menghampiri Ani yang masih telentang tak berdaya, kukecup lembut bibirnya seraya berkata “Aa sayang ke Ani…” Ani memandangku dan tersenyum, kemudian membalas kecupanku dengan mesra. Dan kamipun berpelukan erat. Kali ini kurasakan nuansa yang lain dalam berpelukan. Aku merasa sangat sayang padanya dan merasa nyaman memeluknya. Dan nampaknya Anipun merasakan hal yang sama, dia memeluk erat tubuhku dan menyusupkan kepalanya didadaku. Tidak ada nafsu dalam pelukan ini, benar-benar pelukan yang membuat perasaan menjadi nyaman dan damai. Cukup lama kami merasakan kedamaian dalam pelukan ini hingga aku rasakan tubuhku benar-benar pulih dari lelah yang tadi menghantamku.
Ani melepaskan diri dari pelukanku dan bangkit dari tidurnya. Dia memperhatikan selangkangannya kemudia menjerit tertahan “Aaahh Aa..”. Aku kaget dan bangit dari tidur lalu bertanya “Ada apa, sayang..?”
Ani tidak menjawab, hanya matanya memandang kaget ke selangkangan dan sprei yang ditindihnya, tampak ada noda merah darah disekitar selankangannya dan sprei yang ditindihnya bercampur dengan cairan sperma yang keluar dari liang vaginanya. Air matanya meleleh dan berucap..”Aa… saya … “ , dia melanjutkan ucapannya.
Aku mengerti apa yang menjadi kesedihannya, aku dekap ia dengan rasa sayang yang tulus dan berkata “Aa… akan bertanggung jawab, kalau terjadi apa-apa pada diri Ani. Jangan takut… Aa sayang ke Ani.. percaya ke Aa” Aku menenangkan dirinya sambil mencium lembut kepalanya yang masih tertutup oleh jilbab yang sangat kusut.
Ani merasa tenang mendengar ucapanku… dan ia membalas erat pelukanku serta menyusupkan kepalanya kedalam dadaku. Ia merasakan damai disana.
Tiba-tiba.. diluar terdengar teriakan adiknya Ani..
“Assalamu’alaikum..! Teh… Teteh….” Rupanya adik Ani yang duduk di SD sudah pulang dari sekolah mencari-cari kakaknya . Kami tersentak kaget dan dengan terburu-buru kami mengenakan pakaian kami yang berserakan dan kulihat jam dinding, ternyata telah menunjukkan jam 12.15, pantas saja adiknya sudah pulang.
Setelah beres, Ani segera keluar kamar dan menghampiri adiknya “Ada apa Danu..?” kata Ani kepada adiknya seperti tidak terjadi apa-apa. Kemudian Ani mengurus adiknya dan mengajakku dan adiknya makan siang.
Hari itu aku tak jadi kuliah…, tapi sejak hari itu aku telah mengikat janji dengan Ani untuk menjadi sepasang kekasih, walaupun masih sembunyi-sembunyi dari Aceng dan ibunya. Tapi lama-lama hubunganku diketahui oleh mereka, dan aku bersyukur mereka merestui hubunganku dengan Ani berlangsung, mereka hanya berpesan agar aku jangan kelepasan, agar sekolahnya dan kuliahku tidak terganggu. Aku hanya mengangguk setuju.
Tetapi dibelakang mereka , secara sembunyi-sembunyi aku masih terus mereguk kenikmatan persetubuhan dengan Ani yang semakin lama semakin ahli memberikan kenikmatan padaku. Aku jadi semakin sayang dan cinta padanya dan semakin memantapkan hati untuk tidak akan meninggalkannya.
Ani
You are my sun shine….
You are my endless love…
You are my everything…
I love you so much….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s