CHIKA

Hai bozz, jumpa lagi dengan Wawan, sang hunter hebat. Kali ini aku berkenalan dengan sopasang suami istri di sebuah restoran di kota ******. Awalnya adalah karena aku melihat sosok sang istri. Wah, wanita ini cantik sekali!! Apalagi kulihat dia juga lagi hamil muda, wah pasti memeknya legit sekali.

Akhirnya, setelah 3 kali bertandang kerumahnya (aku mengaku ingin belajar bisnis dari suaminya yang pebisnis sparepart motor), aku berhasil akrab dengan suaminya. Pada kunjungan yang keempatku, aku tepatkan ketika sang suami, anwar, sedang diluar kota. Tentu saja aku sudah meneleponnya untuk memastikan .sang istri, Mbak Chika yang cantik dan berkulit putih serta berjilbab lebar itu pasti dirumah karena berprofesi menjadi guru SD.
“wah, maaf dik, mas anwar sedang keluar kota tuh?” jawab Mbak Chika ketika aku bertandang.
“aduh.. saya kira sudah pulang..” jawabku bersandiwara. “maaf Mbak Chika, walaupun asaya tahu kalo pak anwar gak ada dirumah, saya boleh menumpang istirahat sebentar? Saya baru saja dari luar kota juga, langsung kesini.. “ kataku beralasan lagi. Dengan sedikit bingung, akhirnya Mbak Chika yang saat itu mengenakan gamis merah kotak2 dan jilbab hitam mempersilahkanku masuk dan duduk diruang depan.

jilbaber minta dientot (1)

Setelah beberapa saat, aku sendirian di ruang itu. Mbak Chika ada didalam rumah, sehingga aku penasaran apa yang dilakukannya. Lalu timbul niat isengku untuk mengintip. Saat di depan pintu dalam, samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Chika sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang gamisnya tersibak sampai pinggang, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya yang masih tertutup gamis dan jilbab bergantian. Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya yang cantik dan putih kelihatan memerah dengan mata terpejam.

“Ouuuhh… Hhhmm… Ssstt…” Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan- pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar wanita muda berjilbab cantik itu menyebut namaku, “Ouhhh Dik Wawaaaannhh.. Sss Ahhh..” Ternyata dia sedang membayangkan bersetubuh denganku, kebetulan sekali rasanya aku sudah tidak tahan lagi ingin segera menikmati tubuhnya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu-persatu hingga aku telanjang bulat. Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri Mbak Chika, kuikuti gerakan tangannya meremasi buah dadanya. Wanita muda berjilbab cantik itu tersentak kaget lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

jilbaber minta dientot (4)

“Sedang apa Anda di sini!, tolong keluar!” katanya agak gugup.
“Mbak nggak usah panik.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita salurkan bersama,” kataku merajuk sambil terus berusaha mendekatinya tapi wanita muda berjilbab cantik itu terus menghindar.
“Ingat Dik, saya sudah bersuami dan lagi hamil,” Dia terus menghiba.
“Mbak, sekarang terus terang saya sangat terpesona oleh Mbak.. Nggak ada orang lain di sini.. cuma kita berdua.. pasti nggak ada yang tahu.. Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya janji nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak!”
“Tapi saya sekarang sedang hamil, Dik.. kumohon jangan,” pintanya terus.
Aku hanya tersenyum, “Saya dengar tadi samar-samar Mbak menyebut namaku, berarti Mbak juga inginkan aku.. jujur saja.” Dan aku berhasil menyambar selimutnya, lalu dengan cepat kutarik wanita muda berjilbab cantik itu dan kujatuhkan di atas ranjang dan secepat kilat kutubruk tubuhnya yang masih memakai jilbab dan gamis yang telah tersingkap, dan wajahnya kuhujani ciuman tapi dia terus meronta sambil berusaha mengelak dari ciumanku. Segera tanganku beroperasi di dadanya. Buah dadanya yang lumayan besar itu jadi garapan tanganku yang mulai nakal.
“Ouughh jangaan Diik.. Kumohon lepaskaan..” rintihnya.

Tanganku yang lain menjalari daerah kewanitaannya yang sudah tak tertutup apapun, bulu-bulu lebatnya telah kulewati dan tanganku akhirnya sampai di liang senggamanya, terasa sudah basah. Lalu kugesek-gesek klirotisnya dan kurojok-rojok dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani. “Uhhh… ssss..” Akhirnya wanita muda berjilbab cantik itu mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai tersengal-sengal. “Yaahhh… Ohhh… Jangaaann Diik, Jangan lepaskan, terusss…” Gerakan Mbak Chika semakin liar, wanita muda berjilbab cantik itu mulai membalas ciumanku bibirku dan bibirnya saling berpagutan. Aku senang, kini wanita muda berjilbab cantik itu mulai menikmati permainan ini. Tangannya meluncur ke bawah dan berusaha menggapai laras panjangku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Aku semakin beringas lalu tanganku kujulurkan kebelakang membuka retsleting gamisnya dan menarik turun gamisny, lalu merenggut lepas BHnya. Langsung kusedot puting susunya dan sesekali menjilati buah dadanya yang masih kencang walaupun sudah menyusui tiga anaknya. “aahh.. ahh… teruuuss, enaakkk…” katanya sambil menggelinjang.

jilbaber minta dientot (2)

Kemudian aku bangun, kulebarkan kaki ibu berjilbab yang masih memakai gamisnya itu dan kutekuk ke atas. Aku semakin bernafsu melihat liang kewanitaannya yang merah mengkilat. Dengan rakus kujilati bibir kewanitaan Mbak Chika. “Aaahh.. Ohhh.. enaakkk Diik.. Yaakh.. teruusss..” Kemudian lidahku kujulurkan ke dalam dan kutelan habis cairan maninya. Sekitar bulu kemaluannya juga tak luput dari daerah jamahan lidahku maka kini kelihatan rapi seperti habis disisir. Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku untuk menggagahinya. “Sudaahhh Dikk.. sekarang.. ayolah sekarang.. masukkan.. aku sudah nggak tahan..” pinta Mbak Chika. Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka. Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar. Seksi sekali, seorang wanita muda berjilbab lebar, dengan gamis masih terpakai, digagahi terlentang pasrah oleh orang yang bukan suaminya.
“Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali.. ahhh…” Wanita muda berjilbab cantik itu menjerit saat kumasukkan seluruh batang kemaluanku hingga aku merasakan mentok sampai dasar rahimnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lama-lama kupompa semakin cepat. “Oughhh.. Ahhh.. Ahhh.. Ahhh..” Mbak Chika mengerang tak beraturan, tangannya menarik kain sprei, tampaknya wanita muda berjilbab cantik itu menikmati betul permainanku. Bibirnya tampak meracau dan merintih, aku semakin bernafsu, dimataku wanita muda berjilbab cantik itu saat itu adalah wanita yang haus dan minta dipuaskan, tanpa berpikir aku sedang meniduri istri orang apalagi wanita muda berjilbab cantik itu sedang hamil.

“Ouuhh Diik.. Mbak mau kelu.. aaahhh…” Wanita muda berjilbab cantik itu menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan, “Seerrr… serrr..” ada cairan hangat yang membasahi kejantananku yang sedang tertanam di dalam kemaluannya. Wanita muda berjilbab cantik itu mengalami orgasme yang pertama. Aku kemudian menarik lepas batang kejantananku dari kemaluannya. Aku belum mendapat orgasme. Kemudian aku memintanya untuk doggy style. Wanita muda berjilbab cantik itu kemudian menungging, kakinya dilebarkan. Perlahan-lahan kumasukkan lagi batang kebanggaanku dan, “Sleeep..” batang itu mulai masuk hingga seluruhnya amblas lalu kugenjot maju mundur. Mbak Chika menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan batang kejantananku. “Gimaa.. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku. “Yahhh.. ennakk.. Dik punyaa kamu enak banget.. Aahhh.. Aaah.. Uuuhh.. Aaahh.. ehhh..” Wanita muda berjilbab cantik itu semakin bergoyang liar seperti orang kesurupan. Tanganku yang satu menjambak rambut dan jilbabnya, semntara yang lain menggapai buah dadanya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang membuncit. Buah dada itu kuremas-remas serta kupilin putingnya. Akhirnya Aku merasa sampai ke klimaks, dan ternyata wanita muda berjilbab cantik itu juga mendapatkan orgasme lagi. “Creeett.. croottt.. serrr..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi, membasahi gamisnya dan kasur yang ia gunakan tidur bersama suaminya.

jilbaber minta dientot (3)

Kemudian kami ambruk bersamaan di ranjang. Aku berbaring, di sebelah kulihat Mbak Chika dengan wajah penuh keringat tersenyum puas kepadaku.
Akhirnya selama 2 hari sabtu dan minggu sebelum suami Mbak Chika pulang dari luar kota, aku tidak keluar rumah, menikmati tubuh montok Mbak Chika yang sedang hamil 4 bulan. Berbagai gaya kupraktekkan dengannya dan kulakukan di kamar mandi, di dapur dan di meja makan bahkan sempat di halaman belakang karena rumah Mbak Chika dikelilingi tembok. Di tanah kubentangkan tikar dan kugumuli wanita muda berjilbab cantik itu sepuasnya. Tentu saja kuminta dia untuk berdandan cantik dan memakai jilbab lebar agar semakin seksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s