MEYDA DAN OKI

Season I
Kenalkan namaku adalah Suparno, jabatanku sekarang adalah supir…, hehehe.. kalo supir bukan jabatan kali ya…, ya sekarang telah dua tahun menjadi supir pribadi dari Meyda Sefira. Sebenarnya waktu di kampung dulu aku adalah seorang dukun. Tapi karena kampungku terkena musibah banjir bandang maka aku pun mencari nafkah lain.
Malam itu selepas acara peluncuran film KCB II, aku mengantar Meyda Sefira pulang ke apartemennya. Meyda Sefira tampak cantik dalam balutan jilbab merah dan kaos merahnya. Ya Meyda Sefira memang tampak sekali keanggunannya, apalagi di usianya yang baru 21 tahun (20 Mei 1988).
“Emmhh cape banget nih mang…!!, kita sekarang langsung pulang saja ya.. sudah ingin istirahat nih…” sahut Meyda kepadaku.
“Baik non…”, sahutku sambil melihat ke belakang lewat spion. “Cantik sekali Meyda, coba dia mau jadi istriku…”, kataku dalam hati. Memang aku sangat menyukai Meyda Sefira selain cantik dia juga selalu baik hati. “Emmhh, kayanya malam ini, malam yang tepat untuk menggunakan gundamku untuk memiliki Meyda”. Kataku dalam hati lagi.

Sepanjang perjalanan aku sering melirik kebelakang memuji kesintalan tubuh dari Meyda yang begitu sempurna dan sambil melafalkan gundamku yang akan ku pergunakan buat Meyda. Meyda sendiri tidak mengetahuinya, dia tampak capek dan sambil melihat ke jalanan.
Akhirnya kami memasuki apartemennya, “Mang, nanti ke atas ya…, aku ada sedikit rezeki buat abang…”. setelah itu Meyda turun dari mobil dan langsung naik ke lantai 11 tempat apartemennya.
Kemudian aku menyusul ke apartemennya, setelah dipersilahkan masuk oleh Meyda akupun duduk di sofa. “Ini, Mang…, aku punya baju buat Mamang, sama sedikit uang…”, kata Meyda sambil menyerahkan satu kantong kertas dan amplop kepadaku. Kesempatan nih dapat menjabat tangan dan mempergunakan gundamku.
“Aduh, terima kasih banyak Non, atas pemberiannya “, sambil menjabat tangan Meyda yang halus dan mempergunakan gundamku. “Ayo, sekarang mintalah sesuatu kepadaku, Meyda supaya biar gundamku bekerja dengan baik”. Kataku dalam hati.
“ Mang, Mamang bisa pijat aku ngak…!!, pundakku pegel-pegel nih…”, kata Meyda, tapi dia sendiri tidak mengerti mengapa dia mau buat di pijit ma diriku.
“Bisa, non…!!, silahkan non duduk…”, aku mulai memijitnya, di pundaknya tercium oleh diriku wangi tubuh dari Meyda yang cantik ini, menambah naik libido diriku. “sekarang, Meyda akan menjadi miliku”, aku pun mulai melafalkan gundamku yang terakhir untuk dapat memiliki Meyda. Sambil terus memijit pundaknya…, tangan ku mulai beraksi di belakang jilbabnya sambil terus memijitnya.
“Emmhh, terus Mang.., enak sekali pijitan mu..”, kata Meyda sambil matanya terpejam.
“Kamu cantik Meyda sayang …!!” , kataku sambil terus memijit, tanganku mulai meremas buah dadanya. Meyda tampak kaget tapi dia tidak dapat berbuat banyak. Membiarkan diriku meremas-remas bongkahan dada sang Artis berjilbab.
“Tubuh kamu wangi sekali Meyda….!!!”, tangan ku mulai masuk lewat sebelah atas kaos merahnya…, ku gerayangi dan ku remas payudara.
“Emmhh.., Mamang… Enak…”, kata Meyda yang sudah berada dalam pengaruh gundamku.
“Meyda, sudah pernah melihat kontol”, kataku sambil setengah berbisik di telinganya. Meyda tampak kaget mendengarnya. Tapi dirinya tampak sudah termakan hipnotis. Meski wajahnya memerah dia hanya menggelengkan kepala.
“Meyda, mau melihat kontolku…!!, kamu akan menyukainya sayang…!!” kataku selanjutnya. Meyda tampak mengangguk dan wajahnya memerah karena malu. “Sekarang, Meyda buka celanaku, dan kolorku…”, perintahku pada Meyda.
Meyda tampak patuh dia mulai bersimpuh didepan ku dan mepelorotkan celana dan celana dalamku. Tiba-tiba penisku menyembul dan memang penisku sudah mulai keras dari tadi. Meyda tampak kaget, karena penis hitamku yang telah tegak ada di depan mukanya.
“Sekarang, raih kontolku, Meyda sayang…, kamu belai, ciumin dan jilatin kontolku”, perintahku selanjutnya pada Meyda. Meyda yang tampak ragu tapi sudah mulai dalam pengaruh gundam. Mulai melaksakan perintahku. Mula-mula tangannya mengocok penisku. Bibirnya yang tipis mendekati penisku. Dia mulai mencium ujung penis ku. Meyda tampak belum biasa terhadap bau tak sedap penisku.
“Ayo Meyda…, jilat dan kulum kontolku…”, perintahku pada Meyda, yang di lanjutkan dengan anggukan dari Meyda. Meyda mulai menjilati penisku. Mulai dari ujung penis sampai ke pelirku. Sekarang Meyda sudah mulai terbiasa dengan bau tak sedap dari penisku.
“Ah…, ya begitu Meyda sayang…, terus jilatan mu enak sekali…, sekarang mulai masukan kontolku ke mulutmu dan jangan di gigit”, kataku sambil memegangi jilbab merah milik sang artis. Meyda melanjutkan mengulum penisku.
“sruupp….,ahh… enak sekali…. sruupp”, Meyda tampak menikmati oral pertamanya. Meski agak sedikit canggung.
“Ahh…. Bagus enak sekali Meyda…..”, kataku sambil menjambak jilbab yang di kenakannya. “ Ahh… kamu cepat belajar….seponganmu enak sekali… , kamu menyukainya sayang“, tanyaku kepada artis berjilbab itu.
Meyda mengangguk dan sambil terus mengulum penisku…., aku menggerakan pantatku seolah sedang melakukan penetrasi. Meyda tampak kelabakan, karena jilbabnya di jambak dan aku memaju mundurkan pantatku. Sampai mentok wajah Meyda di selangkanganku. Tampaknya penisku sampai di rongga kerongkongannya…, meyda tampak pucat. Aku menarik lagi jilbabnya. Kemudian aku hentakkan kembali. Aku senggamai mulut sang artis berjilbab itu.
“srrruuuuppp…. Aacchh”, Meyda yang mulai terbiasa, dan malah menikmati oral pertamanya. Meyda terus melakukan emutan di penisku.
“Ahh… Meyda sayang, enak sekali seponganmu…, aku sebentar lagi keluar…, kamu harus meminum semua pejuku….” Kataku kepada Meyda. Disertai anggukan Meyda yang terus melakukan oral terhadap penisku.
“Acckkhhh….keluar sayang…., minum pejuku…..”, Meyda hampir tersedak ketika pejuku meluncur dengan deras dan banyak. Tapi sang artis tampak rakus meminum semua pejuku. Ada sedikit yang tertumpah di jilbab merah sang artis. Meyda mulai menjilati sisa peju yang masih menempel di penisku.
“Acchh … ya begitu sayang…., kamu telah meminum pejuku…., sekarang kamu adalah milikku…, Meyda kamu adalah budak diriku, budak nafsu diriku….”, memang yang telah terkena gundam dan meminum pejuku maka wanita itu akan menjadi budak setiaku.
“sekarang Meyda harus mulai berikrar kepadaku, untuk menjadi budakku…” perintahku pada Meyda. Seperti seorang budak yang patuh terhadap tuannya. Meyda mulai berikrar di depan ku.
“Saya…., Meyda Sefira mulai detik ini akan menjadi budak tuan…, budak yang patuh terhadap perintah tuan, semua lubang yang ada di tubuhku boleh dimasuki oleh kontol tuan…”, kata meyda sefira.
“Emmhh … Lubang apa aja yang ditubuhmu Meyda…..” tanyaku kepada meyda.
“Mulut, Vagina dan Dubur saya tuan….”, Jawab Meyda. Yang sudah tampak horny.
“Mulut, Memek sama Bool…, begitu ngucapnya…, dan kamu bersedia jadi lonteku…, dan melayani orang-orang yang aku suruh untuk menikmati tubuh mu dan kamu harus bersedia di gambang oleh banyak laki-laki yang aku perintahkan”, kataku yang langsung masuk sebagai perintah kepada sang artis berjilbab itu.
“Iya, Mulut, Memek dan Boolku boleh di masuki oleh kontol tuan, dan Meyda bersedia untuk menjadi lonte tuan, dan Meyda bersedia untuk di gambang tuan…., tubuh Meyda seutuhnya milik tuan”, begitulah Meyda yang sudah 100% dalam pengaruhku. Meyda Sefira yang cantik, berjilbab, anggun akan segera berubah menjadi wanita binal.
“Bagus…. Sekarang kamu memohon kepada diriku, supaya aku mau ngentot sama lonte kaya kamu…”, perintahku kepada Meyda.
“Tuan…., maukah tuan memakai tubuhku, memekku masih perawan tuan, belum pernah di masukin sama kontol… Tuan…., Meyda ingin tuan mengambil keperawananku…, ngentot memek Meyda yang belum pernah di jamah kontol…., silahkan Tuan…”, jawab artis berjilbab itu manja. Sambil tangannya terus mengocokin penisku yang mulai tegak lagi.
“Sekarang kamu lonteku, buka semua bajumu dan celanamu… kamu telanjang…. Dan sisakan jilbab yang kamu pakai….”, perintahku kepada Meyda.
Meyda mulai membuka semua bajunya…., sehingga yang tersisa hanya jilbab. Payudara sang artis terlihat tampak montok meskipun tidak terlalu besar tapi sangat menggairahkan, vagina sang artis berjilbab tampak terawat dengan bulu-bulu tipis di sekitar vaginanya. Meyda sekarang sudah tanpa busana kecuali jilbab yang dikenakannya.
“Mendekatlah kemari lonteku…..”, perintahku kepada meyda.
Meyda mulai mendekatiku….., ku remas-remas bongkahan payudaranya…. Dan aku pun mulai menyusu pada payudara sang artis berjilbab tersebut.
“Emmhhh, tubuhmu wangi sayang…., kamu pantas buat di entot sama aku”, kata-kata ku meluncur. Sambil terus menete pada payudara sang artis berjilbab. Sementara tanganku mulai memasuki selangkangan Meyda dan mulai memasuki vagina sang gadis berjilbab sambil mencari klitoris Meyda Sefira.
“EEmmhhh……”, Meyda tampak melenguh ketika klitoris nya mulai ketemu oleh aku. Aku mulai memainkan klitoris Meyda sang artis berjilbab. Semakin lama vagina sang artis makin basah tubuh Meyda tampak melemah, dia mulai terjatuh di atas sofa.
“Ahhh….. enakk……. Tuan….. “, Meyda tampak menikmatinya. Aku mulai mendekatkan bibirku di vagina sang artis. “Emmhhh…. Wangi sekali memek kamu sayang……”, kataku sambil terus menjilat vagina sang artis berjilbab tersebut. Lidahku bermain liar di vaginanya. Kadang sambil aku masukan dua jariku kedalam vagina sang artis tersebut.

Meyda makin menggelinjang, dan kakinya menjepit kepalaku…, tangannya menekan kepalaku ke selangkangannya. Seolah tidak mau berhenti untuk terus di jilat vagina sang artis berjilbab tersebut dan diriku pun semakin liar menjilat, dan menyedot vagina sang artis berjilbab tersebut.
“srruuppp….. sruuuppppp…..”, terus aku menjilati vagina Meyda.
“Acckkkhhh…… Meyda pengen pipis……, Ackkhhhh enak….. ooohhh….”, ucap Meyda, yang tidak ku hiraukan ucapan Meyda. Aku terus menyedot liang vagina sang artis berjilbab tersebut.

Dan akhirnya “acckkkkhhhhh………. Enak…… nikmat…….”, cairan cinta Meyda yang sudah teransang berat keluar…., dan memenuhi mukaku….
“Ackkhhh Meyda…. Memek kamu enak sekali…., kamu memang lonte yang ingin di entot…”, sekarang penisku sudah mendekati lubang vagina sang artis berjilbab, yang sudah kelelahan setelah orgasme pertamanya.
“Sekarang…. Nikmatilah kontolku ini lonteku….”, penisku ku gesek kan diatas vagina meyda… “emmhhh….”, meyda tampak sayu dan sendu, sedangkan diriku sudah ingin memerawani vagina sang artis berjilbab…
Penetrasi pertama aku meleset, penisku tidak masuk ke vagina meyda, aku terus berusaha…., kubuka lebar vagina Meyda dan ku dorongkan penisku… setengah kepala penisku sekarang sudah masuk di dalam Vagina Meyda…. Sulit sekali memang….

“AAccckkhh….. sakit……!!!”, Meyda tampak meringis ketika setengah penisku sudah masuk ke dalam Vaginany…. “Acckkhhh…… Ampun ….. sakit sekali….Sudah… sudah…ammpunn tuuaann!!!”, Meyda mulai menangis.. menahan perih dan ngilu di vaginanya.
“Diam kamu lonte….., kamu yang minta di entot sama aku, sekarang kamu rasakan kontolku”, dengan kasar aku sentakan penisku sekuat-kuatnya ke dalam vagina Meyda…. dan amblas semua penisku ke dalam vagina Meyda. “Accckkkkkhhhh…….. Ammmpppuuunn”, Meyda berteriak, kepalanya terdongak kebelakang, tangannya meremas sofa menahan ngilu bahwa vaginanya telah dimasuki penis miliku.
Namun aku seperti orang kesetanan, aku genjot tubuh Meyda yang sedang menahan sakit itu, sampai Meyda meringis, kepalanya membanting-banting ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas-remas sofa. “Acckkkhhh…… perih…. Ssaakkiitt…. Oooohhh….. ammppuunnn tuann….”, Meyda terus berteriak.
“Bukan kah , ini yang kau mau Meyda Lonteku sayang….???”, Kataku sambil berhenti sejenak menggenjot vagina sang artis berjilbab.
Dengan lembut aku mencium kening, hidung, pipi dan sambil menghembuskan nafasku mencium telinga Meyda yang membuat gairah dalam tubuhnya kembali berkobar dan seluruh bulu-bulu halus di tubuhku berdiri.
“Bibir Meyda indah..” itu yang terdengar sebelum oleh Meyda sebelum diriku melumat kedua belah bibir sensualnya, Meyda tampak menikmat sekali rasanya dicumbui
Lalu aku mulai menggerakan pantatku dan mulai mengobok-obok isi liang vagina Meyda.
“Ohh.. Meyda.. nikmat sekali.. Kau.. kau.. begitu rapat..” kataku terus mengocok vagina Meyda maju dan mundur dan Meydapun semakin menikmatinya, hilang rasanya rasa pedih dan sakit tadi terobati dengan kenikmatan yang tiada taranya. Mulut Meyda mulai meracau mengeluarkan desahan dan ocehan.
“Akhh.. Tuan.. Aduuh.. ohh..” lama aku memacu birahinya dan Meydapun mengimbanginya dengan menggelora, sampai akhirnya tubuh Meyda mengejang dan sambil memeluk erat tubuhku kembali menyemprotkan cairan yang meledak dari dalam rahim Meyda, Meydapun orgasme untuk yang kedua. Untuk beberapa saatku menghentikan gerakannya dan memeluk erat tubuh Meyda sambil melumat bibirnya. Meyda benar-benar menikmati orgasme yang kedua ini, matanya terpejam sambil melingkarkan kedua kakinya kepadaku. Sementara jilbab Meyda sudah tampak tak karuan. Kulepaskan penisku dari vaginanya. Tampak darah segar keluar dari vagina sang artis berjilbab itu.
“Bagaimana kamu masih mau lagi sayang…???”, tanyaku kepada Meyda dan dia yang telah diliputi oleh nafsu birahi hanya mengangguk.
Kini kuperintahkan Meyda menaiki penisku. Tidak terlalu sulit penisku memasuki vagina itu karena sudah basah dan licin. Erangan Meyda turut mengiringi proses penetrasi itu hingga akhirnya penisku itu tertancap seluruhnya.
“Mmhhh…enak Meyda, memekmu legit sekali !” gumamku merasakan himpitan dinding vagina Meyda terhadap penisku.
Tanpa menghiraukan ocehanku, Meyda mulai menggoyangkan tubuhnya naik-turun. Sesekali ia meliukkan pinggulnya sehingga aku merasa penisnya seperti dipelintir. Secara refleks tangannya yang saling genggam dengan tanganku itu membimbingnya ke salah satu payudaranya seolah meminta meremasinya. Aku mulai memainkan payudara Meyda dan tangan satunya menelusuri tubuh yang molek milik Meyda Sefira, merasakan kulitnya yang halus dan lekuk tubuhnya yang indah. Meyda sudah semakin hanyut dalam persetubuhan.
“Yah…terus Meyda, enak…terushh !” desahku itu seiring genjotan Meyda yang semakin liar karena semakin dikuasai birahi. Dari bawah diriku juga ikut menggerakkan pinggul, sehingga tumbukkan diriku dan Meyda saling berlawanan arah dan menyebabkan penis itu menusuk lebih dalam. Meyda tidak menghiraukan yang lain lagi selain birahinya yang menuntut pemuasan.
“Gimana Meyda ? Enak ga kontol saya ?” tanya diriku yang telah menaklukkan seorang gadis berjilbab.
“Aahh…ahhh…enak Tuaann…terus…goyang terus Tuaann!” erang Meyda.
Tidak sampai lima menit setelah itu, Meyda mulai sampai ke puncak, otot-otot vaginanya berkontraksi dengan cepat dan makin basah. Dia menambah kecepatan goyangannya sehingga aku juga makin mendesah.
“Oohhh !” Meyda menggelinjang dahsyat di atas tubuhku.
Selama beberapa saat tubuhnya menegang tak terkendali, dinding vaginanya makin meremasi penisku yang masih perkasa meski Meyda sudah untuk ketiga kalinya orgasme.
“Meyda masih mau kan?” tanyaku dekat telinganya, “mau kan lonte, jawab dong!” tanyanya lagi, kali ini sambil meremas payudaranya.
“Iya…hhhsshh…mau Tuuaann mau!” karena tak kuat menahan keinginan untuk orgasme untuk yang kesekian kalinya, Meyda menjawab terengah-engah.
Kembaliku menjejali vagina Meyda dengan penisku yang masih tegak dan keras. Sambil bepegangan pada pinggang ramping Meyda akupun terus menyodok-nyodokan penisnya. Sentakan-sentakan kuat itu menyebabkan tubuh Meyda ikut bergoncang-goncang, diatas sofa tempat tangan meyda menahan sodokanku, Desahan-desahan nikmat keluar dari mulutnya, matanya setengah terpejam. Tanganku merambat ke atas hingga menjambak jilbab merahnya. Meyda semakin tak sanggup menahan gelombang birahinya, ia semakin melenguh-lenguh dan nafasnya semakin memburu, sebentar lagi puncak kenikmatan itu akan dicapainya. Namun pada saat Meyda akan orgasme aku menghentikan genjotan, aku memang sedang mempermainkan birahi sang artis berjilbab ini.
Meyda terpaksa menggerakkan sendiri pinggulnya agar tetap bergesekan dengan penis diriku.
. “Oohh…ayo Ttuuaann, puasin saya…saya…saya gak tahan lagi…mmhh!” Meyda akhirnya memohon supaya diantar ke puncak kenikmatan oleh diriku.memang Meyda sudah tak sanggup lagi menahan keinginan untuk orgasme.
Tubuh Meyda tersentak-sentak dan makin terdesak ke sofa, payudaranya yang montok itu kini tertekan pada sofa. Desahan Meyda semakin menjadi ketika gelombang orgasme itu kembali menerpanya, tubuhnya menggelinjang dahsyat seakan melepaskan segala nikmat yang tadi tertunda. Akhirnya Meyda mendesah panjang dan seluruh otot-otot tubuhnya mengejang, yang datang kali ini adalah multiorgasme sehingga tubuhnya berkelejotan tak terkendali, sungguh luar biasa seperti melayang ke surga saja rasanya, dari pengalaman seks selama dua tahun dengan kekasihnya saja. Matanya merem-melek dan pandangannya seperti berkunang-kunang selama terhempas gelombang orgasme itu, sensasi itu berlangsung selama 2-3 menit lamanya hingga akhirnya tubuhnya melemas seperti tak bertulang, dan tubuh Meyda pun ambruk sofa.
Saat itu aku belum mencapai klimaks, aku melanjutkan hujaman-hujamannya terhadap liang vagina gadis itu. Lima menit kemudian barulah penisku menumpahkan lahar panas di dalam vagina Meyda.
“Uuggghh…asyiknya…. Eemmhhh nikmat!” lenguh diriku sambil menekan dalam-dalam penis yang menyemburkan sperma.
Penisku masih menyodok vaginanya namun kecepatannya kian menurun. Di paha dalam Meyda nampak cairan kewanitaannya yang bercampur dengan sperma pria itu meleleh keluar dari selangkangannya. Setelah genjotan aku berhenti, aku mendekap tubuh gadis itu. Dipeluk tubuh Meyda dengan penis masih menancap di vaginanya walau sudah mulai kendor karena mulai menyusut. Aku memeluknya sambil memijat pelan payudaranya. Meyda merasakan betapa banyak cairan orgasme yang keluar dan spermaku yang tertumpah di dalam sana hingga sebagian meleleh keluar dan terasa basah. Perlahan-lahan penisku mulai melembek dan akhirnya keluar dari vagina Meyda.
Aku tersenyum puas setelah selesai menyetubuhi tubuh cantik Meyda Sefira. dan Meyda pun mulai tertidur diatas sofa. Sementara aku mengambil sebatang rokok sambil kembali melafalkan gundamku. Karena mulai sekarang Meyda sudah dalam pengaruhku dan akan menuruti semua keinginanku.

Meyda Sefira On The Villa (Meyda Gangbang)
Sudah hampir dua minggu semenjak gundamku lontarkan kepada Meyda Sefira, dikeseharian Meyda tetap disibukan dengan jadwal-jadwal syuting dan promosi. Meski di tengah kesibukannya Meyda tetap harus melayani nafsuku, semakin hari Meyda menjadi lebih lihai dalam melakukan persetubuhan baik sex kilat maupun di apartemennya. Di kesehariannya Meyda tetap tampak bersahaja dan anggun dengan Jilbab yang selalu menutupi kepalanya, tetapi diluar itu Meyda sudah menjadi semakin binal.
Malam sudah menunjukan jam 9 lewat, scene shooting hari itu sudah selesai, “Mang, kita pulang yu..”, kata Meyda mengajakku untuk segera pergi. Sekarang Meyda tidak pernah duduk di kursi belakang lagi, atas perintahku sekarang Meyda selalu duduk disampingku dengan begitu aku bisa mengerayangi tubuh Meyda yang sintal di balik baju dan kerudungnya itu.
Mobi pun mulai meluncur, tetapi arahnya ku rubah bukan menuju ke apartemen, melainkan kearah puncak, tak lama kemudian mobil yang sedangku kendarai berhenti karena lampu perempatan jalan berwarna merah, perempatan yang sepi aku mengeluarkan penis kesayanganku, kemudian tanganku meremas payudara Meyda yang tertutup bajunya dengan lembut. “Emmhhh…..”, meyda bergumam ketika toketnya ku remas-remas.
Lampu jalan telah menunjukan warna hijau. Mobil yang ku kendarai juga ikut meluncur seiring “Sepong kontol ku Meyda…., sekalian bersihin dulu tadi aku sudah kencing belum di bersihkan!!”, tangan meyda langsung meraih batang penisku, “Tuan pengen di sepong..??, Meyda sepong ya….”, dengan nada bicara yang genit dan manja Meyda mendekatkan kepalanya ke kontolku. Meyda langsung menjilati penisku terutama liang kencingku dimainkan dengan lidahnya kemudian Meyda memasukan batang penisku ke dalam mulutnya. Bibir Meyda sampai mentok ke selangkangan ku. Meyda memaju mundurkan kepalanya, dia terus nengulum penisku yang semakin membesar.
“Ahh, kamu hebat Meyda…., kamu tambah pintar nyepong…”, kataku sambil aku terus mengendarai mobil.
“srrrruuuppp….. srruuuppp….. enak sekali kontol Tuan….”, ucap Meyda sambil meneruskan kembali mengulum penisku batangku disedot sedot dalam mulutnya. dengan sangat rakusnya Meyda terus melakukan kuluman demi kuluman, kuluman yang rakus dan buas, hampir selama 7 menit Meyda terus mengulum penisku dan aku pun sudah ingin mengeluarkan pejuku.

“Oooooooh .. bentaaaar aaaaaaaaaaaaaaaaah .. maaaaaaaaaaaauuuu aaaaaaaaaaaaaaaaah Sekaaaraaaaaaaaaaaaaanggg aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ aku tidak kuat lagi, beberapa menit kemudian memuntahkan lahar putih ke tenggorokan Meyda.
“Croooooooooot … croooooooooooooooot .. crooooooooooooot .. croooooooooot “
Isi dalam mulut Meyda penuh dengan pejuku, ditelannya spermaku itu dalam2 dan ditariknya penisku serta dikocok logi, muncratan spermaku sampai berlepotan di wajah Meyda Sefira dan sebagian mengenai jilbabnya.
“Emmhh gurih sekali peju Tuan….”, kata Meyda manja. “Tuan Kita akan kemana….????”, Tanya Meyda kepadaku ketika dia mengetahui tujuanku bukanlah ke Apartemennya. “Kita menuju villa Mr. Robert di puncak”, kataku pendek.
“Emmhh….. Tuan akan ngentot Meyda disana…???”, Tanya Meyda manja. “Bukan kamu dah aku jual buat memuaskan nafsu bule-bule tamunya Mr. Robert. Mungkin nanti kamu akan di gambang oleh bule-bule itu…. Kamu maukan…???”, jawabku kepada Meyda.
Meyda terdiam, tapi kemudian dia tersenyum “Tubuhku ini milik tuan…, Meyda bersedia di jual dan menjadi lonte tuan…, selama tuan menyukainya….”.
Jam sepuluh malam mobil yang ku bawa memasuki sebuah villa, ya villa Mr. Robert. Mr. Robert adalah seorang pengusaha asing, dulu dia pernah aku bantu waktu dia mau membuka pabrik baru di kawasan Semarang. Ya biasa membantu dengan menggunakan ilmuku supaya masyarakat disitu mau menjual tanahnya kepada Mr. Robert dan Mr. Robert pun sudah fasih berbahasa Indonesia karena memang sudah lama dia menetap di Indonesia.
Didepan beranda Villa Mr. Robert sudah menunggu, “Sorry Mr. Robert, saya telat…”, sapaku kepada Mr.Robert, sementara Meyda Sefira kusuruh menunggu di mobil. “Ngak apa-apa, well perempuan itu yang akan melayani tamu-tamuku…? bukankah dia aktris yang kau janjikan…?”, Tanya Mr. Robert sambil melirik ke arah mobil.
“Iya tuan, dia yang main di film Ketika Cinta Bertasbih….”, jawabku. “But bukankah dia wearing a hijab…??, kamu yakin dia bisa dipakai….??” Tanyanya lagi, “ Tenang Mister, dia 100% bisa dipakai dan saya yakin dia bisa melayani kemauan tamu-tamu tuan, meski dia pakai jilbab…, oh iya Mister sekarang dia udah ngak pake BH ama cangcut…, tapi kalo make dia harganya cukup tinggi… dan satu lagi Mister ketika memakai dia jangan di buka jilbabnya…” sambungku kemudian. “Ok…, No problem…. Segini cukup….???”, Mr. Robert sambil mengeluarkan sebuah cek yang bertulis seratus lima puluh juta rupiah. “Wah, lebih dari cukup tuan….!!”, kemudian aku memanggil Meyda untuk menghampiri kami berdua.
“Kenalkan ini Mr. Robert…, untuk malam ini kamu akan disini dan melayani kemauan Mr. Robert….!!!”, kataku kepada Meyda, “So who’s your name ladies…??”, Tanya Mr. Robert ke Meyda. “I’m Meyda, Meyda Sefira ….” Jawab Meyda, “come here girl…!!”, Meyda mendekati Mr. Robert tiba-tiba tangan Mr. Robert kemudian memegang pantat Meyda “You have a nice ass… I love it…”, dan tak lama setelah itu Mr. Robert memegang payudara Meyda “You not wearing a bra huh…???”, sambil meremas-remas Payudara Meyda. “Acchhhh…. No Sir.., I not wearing a bra…!!!” Meyda melenguh… ketika payudaranya di remas oleh Mr. Robert, “You have scented body…, ,Are you ready to fuck with my guests, Meyda..??”,kata Mr. Robert sambil berbisik di telinga Meyda dan tangannya Mr. Robert menyelusup ke arah selangkangan . “Acchhh, I ready to have sex, with your guest….Acchh…”, jawab Meyda. “Nice girl…, Come with me….”, kata Mr. Robert sambil merangkul Meyda dan mengajak dia masuk ke dalam Villa, sementara aku di tinggal diluar.
Setelah Meyda dan Mr. Robert memasuki Villa, aku kembali ke mobil, dan keluar dari villa itu meninggalkan Meyda sampai dengan besok pagi di Villa Mr. Robert. Sementara itu setelah Meyda memasuki villa, diruang tengah ternyata teman-teman Mr. Robert sedang mengobrol sambil meminum wine. “Well Guys, this a girl who had I promised to fuck and remember don’t put her hijab”, kata Mr. Robert. John yang paling dekat kemudian mendekati Meyda, “you so beautiful girl…., what your name young lady….??”, tanyanya. “My Name’s Meyda, Sir and I ready to serve you..”, jawab Meyda dengan sedikit genit. Sementara Mr. Robert pergi mengambil handycam.
“Before, you serve us, better you drink this…”, kata Michel sambil memberikan wine yang sudah dicampur dengan obat peransang kepada Meyda dan itu bukan obat peransang biasa orang yang meminumnya selain mudah teransang dan kuat untuk melakukan hubungan intim semalaman. Kemudian Meyda meminum wine tersebut. “dwelt among us please…!!!”, John menarik Meyda supaya dia duduk disofa diantara mereka berempat. Tubuh Meyda tiba-tiba menjadi panas, puting payudaranya menjadi mengeras dan vaginanya sedikit basah.
“You are so pretty, and your body very fragrant….”, ucap Morris sambil menciumi leher. “Are You ready for love….”, kata john yang duduk disebelah Meyda sambil tangannya meremasi payudara Meyda.”Aaaacchhh…., I ready sir….pleasse….”, jawab Meyda yang mulai horny berat.
“So, please you choose which one of dick will you suck first”, kata Jim sambil mengeluarkan penisnya dan yang lainnya pun berdiri mengelilingi Meyda yang sekarang duduk di atas karpet sambil penis mereka dikeluarkan. Sementara Robert yang telah mengambil handycam mulai merekamnya.
Meyda Sefira pun sekarang di kelilingi oleh penis-penis yang mulai keras. Mata Meyda tampak berbinar dikelilingi penis tersebut dan tangan kirinya meraih penis Morris, sementara tangan kanannya meraih penis Jim. Meyda mulai mengocok penis-penis tersebut dan sambil mengulum penis-penis tersebut. Meyda tampak rakus dalam mengulum penis. “mmmmmmmmmm …. mmmmmmmmm … “ suara yang keluar dari mulut Meyda Sefira ketika penis-penisitu bergantian masuk ke dalam mulutnya, besarnya penis-penis itu membuat Meyda Sefira sampai kerepotan karena bentuk bibirnya yang seksi dan cenderung kecil.
“aacckkhh … you are very clever sucking my dick,…. Acckkkhhh you are wild girl Meyda“, kata John sambil mengerang.Meyda Sefira tampak tersipusambil terus melakukan sedotan ke penis-penis itu secara bergantian. Sesekali sambil tangannya bergantian mengocok penis tersebut dengan sangat lancar dan halus. Sedot-sedotan yang dalam membuat para tamu Mr. Robert tersebut keenakan, Meyda Sefira memperlakukan penis-penis tersebut dengan lincah.

Sementara sekarang posisi Meyda seperti yang merangkak kali ini mulut Meyda sedang di penuhi penis milik Morris,“ suck this little bitch….!!” Morris membentak kemudian dengan kasar dan menjejalkan penisnya ke mulut Meyda. sambil menjambak jilbab yang sedang di pakai Meyda.
“Hoommmmmhh, Ummmmmmmhhh… Mmmmmmmm” suara mulut Meyda yang sedang mengulum penis Morris. Sementara John mengambil posisi di belakang, rok Meyda pun sudah terjatuh ke lantai. Sehingga terlihat bagian pantat yang padat berisi. ”Nice.. Boob… I got you, little bitchhh…”, kata John sambil mengarahkan penisnya ke vagina Meyda, dan tangannya meremas-remas bongkahan sang artis berjilbab. Sedangkan Mr. Robert dengan asiknya merekam semua kegiatan mereka.
“Awwww…… Arrrhhhhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrr”, Meyda mengerang ketika penis John menjebol vaginanya secara sekaligus, dan dengan kasarnya John mengaduk-ngaduk vagina milik Meyda sedangkan dibagian depan Morris tidak memberi kesempatan kepada Meyda untuk menarik nafas. “Slllcckkkkk…, slllllcccckkkkk… Cupkkhh.. cupkkhh….” Suara yang keluar dari mulut Meyda. Hampir 10 menit vagina Meyda di aduk-aduk oleh penis Jhon. Sambil memukul atau meremas-remas pantat sang artis berjilbab. dan tak lama kemudian… “Ahhh Ahhhh Owwwww….”, meyda berteriak sekencangnya ketika dia mengalami orgasme pertamanya. Cairan cinta Meyda langsung memancar ketika penis John dikeluarkan. Semua kejadian itu terekam jelas dalam handycam Mr. Robert
John dan Morris beristirahat sejenak, memberi kesempatan pada dua temannya. Michel langsung menjambak jilbab sang gadis dan mengarahkan penisnya untuk di kulum oleh Meyda. Meyda yang masih lemah akibat orgasme langsung membuka mulutnya dengan kasar Michel memaju mundur kan pantatnya sambil tetap menahan kepala Meyda. “suck it bitch, damm you!! Harder bitchhh!!! ”.

Sementara dibelakang Jim sudah mengambil posisi “I love your little ass and I will fuck your ass….”, Meyda yang sedang di perkosa mulut tidak mendengar apa yang dikatakan Jim. Sehingga “Arrrhhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” terdengar erangan Meyda, ia mengerjap-ngerjapkan matanya, kesakitan itu membuatnya terbata-bata. “Arrh, shak.. shakit…, Aww, Heggg” mata Meyda membeliak lebar-lebar ketika sebuah hentakan menjebol lubang duburnya, mulutnya terbentuk seperti hendak mengucapkan huruf “A” ketika merasakan batang penis yang hitam dan panjang itu menerobos memasuki lubang duburnya dengan paksa. Sementara Michel menghentikan sejenak aktifitasnya untuk memberikan kesempatan pada Meyda mengambil nafas. Gerakan kasar dari Jim yang sedang menyodomi dubur Meyda membuat tubuhnya terdorong-dorong ke depan . Jim menarik pinggul Meyda agar lebih menungging sehingga penisnya dapat keluar masuk dengan lebih leluasa. Penis yang besar itu memacu lubang anus Meyda. Meyda meringis ketika lubang anusnya yang masih seret kering dimasuki oleh penis besar. “Awwwwwwhhhhhhh !!! ” Meyda menjerit panjang ketika si negro mulai memaju mundurkan penisnya dengan kasar. Matanya melotot, erangannya terdengar keras “Arrrrhhhhhhhhhhhhhhh!!!”, Meyda seolah-olah merasakan lubang anusnya sedang dibelah begitu kasar dan brutal “Plokkkkkk… Plokkkkkk… Plokkkkkkk….Plokkkk” suara benturan buah pantat Meyda yang sedang dihajar oleh penis si negro terdengar dengan semakin keras.
Ekspresi kesakitan di wajah Meyda perlahan-lahan digantikan oleh ekspresi kenikmatan, desahan-desahan dan rintihan kenikmatan penuh dengan gairah seksual Meyda. Melihat hal itu Michel kembali memasukan penisnya ke mulut Meyda.tetapi di belakang sodokan-sodokan yang dilakukan oleh Jim semakin brutal. Sementara Mr. Robert mendekati dan memasukan dildo getar kedalam vagina Meyda, membuat sang artis berjilbab itu bertambah gairah seksualnya akibat hujaman penis di anus, getaran dildo dan mulutnya yang terus melayani sebatang penis. Dan tak lama kemudian. “Ahhhhhhhhhhh…. Crrrrrrrrtttt…. Crut” Meyda menahan nafas, tubuhnya mengejang akibat klimaks yang kedua kalinya, sampai-sampai dildo getar yang tadi menempel di vaginanya menjadi terlempar.
Tubuh Meyda yang sekarang sudah telanjang kecuali jilbab yang digunakan kembali ditarik oleh Morris, Morris yang sedang duduk di sofa menyuruh Meyda. Menduduki penisnya dengan posisi Meyda membelakangi Morris. “I want fuck your ass…, bitch…”, Meyda memegangi dan mengarahkan penis besar kembali ke anusnya dan “Ahhhhhhh..!!! ”sedikit demi sedikit penis tersebut masuk ke dalam lubar anus Meyda, namun secara tiba-tiba menjebloskan penisnya sekaligus kedalam lubang anus gadis itu. “Arrrrhhhhhhh….!! Sakitttt!!! Sakitttt sekaliiiii….”, namun Morris yang tidak bahasa Indonesia malah Memaksa Meyda untuk bergoyang di atas tubuhnya. “Achhhhhhh….! Heggghhh…, Ahhhhhhhhhhh!! ” Meyda tidak dapat lagi menahan jeritannya ketika merasakan lubang anusnya dipaksa melar ketika penis keluar masuk dengan kasar. Taklama kemudian John mendekati Mereka berdua, dengan penis yang sudah tegak sempurna langsung mengarahkan kepada vagina Meyda dan “Ahhhhh….!! ” Meyda berteriak kembali ketika penis yang besar itu menekan-nekan dengan kasar sebelum akhirnya amblas memasuki lubang vagina. “Ohhhhhh, Ahhhhhhhhh, Ohhhhhhhhhh, Awwwwwwww…..” rintih Meyda ketika penis tersebut berlomba memasuki kedua lubang Meyda, Wajah Meyda memerah menahan sakit, perih dan kenikmatan yang tiada duanya “Nikmattttt….ssshh…., Akhhhhhhh…, Owwwww,Hssshhhh ….. please fuck Me harder….”. seolah di perintah keduanya memacu liang anus dan liang vagina Meyda dengan sangat brutal dan tak lama kemudian “Ahhhhh….! Crrrr Crrrrr…”, Meyda mengeluarkan orgasme yang kesekian kalinya.
Posisi Morris sekarang digantikan oleh Michel dan posisi John diganti oleh Jim. Kali ini Morris memasukan penisnya kedalam vagina Meyda. “Arhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” nafas Meyda terputus-putus ketika batang penisnya panjang itu masuk hingga terbenam sekaligus dengan sekali sodokan yang kasar dan kuat menuju rahim Meyda sementara Jim yang kesulitan untuk menusuk anus sang bintang berjilbab meremas-remas buah dada Meyda. Morris terus mengaduk-ngaduk vagina Meyda dengan kasar dan kuat sementara Jim yang sudah tidak sabar ”I love wet pussy.., let me see you can handle two dick in your pussy….”
“Hennggghhhh…!! Akkkhhhhhhhh…. Arrrrggghhhhhhhhhhhhhh…… Hekkkk, Hekkkkss, Hekkssss….. Errrhhhhhh ”, Meyda mengerang sejadi-jadinya ketika dua penis menerobos vaginanya. “come on girl….we will fuck your pussy together”
“Aduh…, Ampunnn… Ampunnnnn, Stoppppp, Nn.. Nooooo”,Meyda tampak mengiba tak kuat menahan rasa sakit yang di deritanya. Tapi itu tak berlangsung lama “Ahhhhh, Yes, Ahhhhhh, Ohhhhh Yesssss, Emmm Crrrrrrrrr.. Crrrrrrr” Meyda mendesah-desah semakin liar “fuck me…… fuck me…..yyeeesss oooohhhh………”, Meyda berusaha mengimbangi kedua penis yang sedang ada di dalam vaginanya “oooohhh I loveeee…. It….. fuck me harderrr..…..” bagai orang kesetanan mereka bertiga memacu nafsu syahwatnya masing-masing. “do love this bicth… hah…., you want more ….. fell this….!!!”, Jim dan Michel mempercepat gerakan mereka.
“Ahhhhhh, Ohhhhh Yesssss, Emmm I Love this…“,Tubuh Meyda tampak terayun-ayun dan jilbab yang dikenakannya pun tampak sudah tidak menentu. Mr. Richard yang sedang merekam seluruh kegiatan menyuruh Morris untuk membetulkan jilbab sang artis. Setelah membetulkan jilbab Meyda tiba tiba Morris menarik kepala Meyda untuk memuaskan penisnya kembali. Kini Meyda di keroyok oleh tiga penis sekaligus. “Oggghhhhhhh… Hufffhhhh… Emmmmm”, jeritan-jeritan liar Meyda menjadi tertahan. Tetapi mereka bertiga dengan sadis terus memompa tubuh Meyda. “Arhhhhhhhhhhhhhhhh….! ” tubuh Meyda menegang dan matanya membelalak, tubuh ramping itu terdongak sesaat dan kemudian ambruk menindih tubuh Michel.
Michel mendorong tubuh Meyda hingga terjatuh ke lantai. Tubuh Meyda sangat lemah setelah empat kali mengalami orgasme, para tamu tersebut segera mengelilingi Meyda, sambil mengocok batang penisnya masing-masing, sementara Meyda yang terbaring dilantai membuka mulutnya seolah meminta jatah peju dari tamu-tamu tersebut dan tidak lama dari itu “Take this cum, bicth….” Kata Michel, “Crooot…..crooot……Croottt”, peju menyembur dari masing-masing penis semua mengarah ke mulut Meyda, sehingga ada yang mengenai Mata, Hidung dan Mulut yang terbuka menerima limpahan peju. Jilbab Meyda pun tak luput dari semburan peju tersebut. Setelah puas mereka meninggalkan Meyda yang meringkuk di atas karpet karena kecapaian.
Sampai besok paginya sebelum aku menjemput kembali Meyda, Mereka menggarap Meyda di dekat kolam renang. Meyda kembali mengalami orgasme dasyat. Selama perjalan pulang Meyda tampak letih namun setelah sampai apartemen Meyda sudah harus melayani nafsuku.

Aku keluar dari kamar, jam menunjukan jam setengah sebelas malam, ku ambil celana dalam milik Oki Setiana Dewi dari dalam tas Meyda, ku cium celana dalam itu, “Emmhhh wangi juga Memek Oki….”, kataku dalam hati. Aku pergi ke dapur mengambil tempat dupa dan dupanya. Semua sudah ku persiapkan dupa, celana dalam Oki Setiana, dan foto yang di tanda tangani sang artis dan akupun memulai ritual untuk mengguna-gunai Oki Setiana Dewi.
Sementara itu di tempat kediaman Oki Setiana Dewi, sang artis sedang lelap tertidur, tetapi terlihat dalam tidurnya sang gadis tampak gelisah,”Ohh…..tidak…., Ohhh… Jangan….”, itu yang terdengar dari mulut Oki Setiana, sementara dalam kegelisahan dalam tidurnya Oki melepaskan semua pakaian dan Oki Setiana memainkan puting dan vaginanya sendiri. “Ohhh enaakkkk…. Ooohhh jangan….”, dirinya semakin acak-acakan, rambutnya yang panjang memperindah pemandangan tersebut. Oki melakukan itu dalam tempo sepuluh menit sampai akhirnya “Ohhhhhhhh…..”, cairan cinta keluar dari vaginanya bertanda Oki Setiana meraih orgasme. Tetapi setelah itu dia tertidur pulas kembali, sampai ketika adzan subuh berkumandang Oki tampak kebingungan karena dia tertidur dengan telanjang dan tanpa busana sehelaipun dan mendapati seprainya yang basah, Oki terdiam di tempat tidurnya, kemudian mencium bau sepreinya,”bau amis…”, sambil kemudian mencolek vaginanya sendiri dan mengenai klitorisnya.”Emmmhh….Acckkkhh…”, Oki Setiana kegelian teransang oleh dirinya sendiri. “Emmhh baunya sama…, apa semalam aku masturbasi…, ahh peduli amat yang penting sekarang aku mandi ????”, ucap Oki dalam hati dan kemudian beranjak dari ranjang menuju kamar mandinya.
Setelah aktifitas pagi dari Oki Setiana sudah selesai dilakukan, Oki meraih BB yang tergeletak di meja riasnya. “hari ini break syuting….., apa aku main ke apartemen Meyda ya…”, sambil menimang-nimang BB miliknya dan berkaca. Kemudian Oki memencet nomor Meyda.
Sementara Meyda sedang menyiapkan sarapan, ketika BB miliknya berbunyi. “Mey… tuh BB-mu Bunyi…!!”, kataku sambil menonton TV, dan kebetulan BB Meyda berada di Meja dihadapanku. Meyda Segera mengambil BB miliknya,”Hai Tumben pagi-pagi udah nelp…ada apa nih mbak Oki”sapa Meyda diujung telp. “Emmhh Ngak ada apa-apa, sekarangkan lagi break shooting, aku pengen main ke tempat kamu nih…”

“Ohhh… sillakan aja…., mo jam berapa”, jawab Meyda sambil berusaha menjauhkanku dari tubuhnya.
“Jam 09an… bisakan..??” jawab Oki disana.
“Acckkkhhh…. Boleh…… kesini aja”, ucap Meyda sambil meringis karena putingnya ku gigit.
“Kenapa Mey…”, Tanya Oki Setiana, keliatan bingung karena Meyda mengaduh.
“Ngk apa-apa kakiku nih tersandung Meja”, ucap Meyda asal, “Ohh ya udah sampe ketemu ya…”, Jawab Oki Setiana, “Ok…”, kemudian mereka berdua menutup BBnya Masing-Masing.
“Tuan Nakal Ya….mengganggu telepon aja….”, ucap Meyda sambil matanya mendelik tetapi dengan tingkah genitnya.
“Mang Telepon dari siapa..???, sampe aku ngak boleh mengganggu…”, sambarku sambil memilin-milin puting Meyda.
“Acckkkhhh…. Dari Oki….. Acckkkhhh…..”, jawab Meyda yang mulai teransang. Kemudian kita berdua melakukan fast sex.
Sementara itu dikediaman Oki Setiana, Oki tampak sedang bercermin, rambutnya yang terurai dan balutan kimono yang menutupi tubuhnya. “Emmhhh apa yang kulakukan tadi malam ya…”, fikiran Oki menerawang ke kejadian semalam. Kemudian Oki Setiana membuka kimono, terpampang indah payudara, lekuk tubuh dan kemaluannya yang tertutupi oleh bulu-bulu halus diselangkangnya dan memang Oki selalu memotong jembutnya tersebut.“Emmhh tubuhku bagus”, kata Oki sambil tersenyum, kemudian Oki meremas sendiri payudara kanannya dan tangan kiri memainkan bagian vagina, “Emmmhhh……Enak…..ahhhhh”, Oki segera mengakhiri perbuatanya. “Emmhh, kenapa aku menjadi begini….???”, Tanya Oki dalam hati. “Ahh sudahlah aku harus ke rumah Meyda sekarang.”. Kemudian Oki mulai mempersiapkan diri untuk berangkat ke rumah Meyda.
Dengan mempergunakan gamis warna biru dan jilbab warna biru muda yang menutupi payudara indah miliknya dan memang Oki Setiana Dewi tampak anggun dalam balutan busana tersebut. Setelah itu Oki pergi ke rumah Meyda Sefira dengan mempergunakan Taxi, yang dipesannya di lobby tempat kediamannya.
Sesampainya di kediaman Meyda Sefira, Oki Setiana langsung mengetuk pintu. “Assalamualaikum….”, ketika pintu terbuka. “Wa alaikum salam…. Silakan masuk Mbak Oki”, jawabku ketika membukakan pintu apartemennya. “Ehh.. ada Mang Parno….!!!”, senyum manis mengembang di bibir tipis pemeran Anna Althafunnisa tersebut. “Iya Non, Mamang juga baru datang…”, jawabku asal sambil tersenyum membalas.
Tak lama kemudian Meyda keluar, dengan balutan gamis warna merah muda dan jilbabnya yang berwarna senada dengan gamis yang digunakannya. Tetapi sebenarnya Meyda tidak menggunakan Bra maupun Celana dalam di balik gamis yang dikenakannya, “Ehh… udah datang ya…!!”, senyum menghiasi keduanya kemudian saling mencium pipi masing-masing. “Eh tunggu disini ya… aku mau ke mini market dibawah dulu, bentar qo….., Mbak Oki ditemeni sama Mang Parno dulu”, kata Meyda, “Loh aku datang kamunya kok pergi sih…aku ikut aja ah??”, jawab Oki Setiana. “Sudah disini aja kesian tuh Mang Parno dah nyiapin minuman entar keburu dingin, tunggu yaa”,jawab Meyda sambil tersenyum dan kemudian bergegas pergi.
Oki Setiana Dewi hanya melohok melihat temannya pergi. Tapi kemudian dia duduk di sofa tempat aku bercinta dengan Meyda. Oki Setiana tampak seperti melamun, fikirannya menerawang kekejadian semalam, tanpa sadar Oki melihat keselangkanganku yang memang tidak menggunakan cenala dalam, tampak tonjolan penisku yang tertutup oleh celana. “Ini, Minumannya Mbak…”, kataku kepada Oki yang sedang asik melamun. “Eh…. Penis….penis… eh Minumnya… makasih”, Oki Setiana Dewi yang kaget karena sedang melamun, ucapan menjadi melantur. Mukanya memerah malu, “uhhh kenapa tiba-tiba aku ngomong begitu…???”, fikir Oki.
Aku tersenyum ketika itu, guna-gunaku telah mengena ke diri Oki Setiana Dewi. “kenapa mbak Oki…, mbak Oki pengen liat kontolku…”, tanyaku kepada Oki Setiana yang terduduk di sofa.”ohh… tidak…..jangan….eh…. iya…..”, jawab Oki, mukanya merah padam berusaha menguasai dirinya. “ahh kenapa aku ini”. Tanya bathin Oki tetapi Oki seolah tidak dapat beranjak pergi dari hadapanku.
“Ini mbak kontolku…”, kataku seraya memelorotkan celanaku, penisku langsung tegak mengacung ke hadapan Oki Setiana Dewi, ”Acckkhh tidak….jangan….”, Oki Setiana Dewi menutup matanya dengan sebelah tangan, sedangkan tangan yang satunya berusaha menahan aku supaya tidak maju. Tetapi yang terjadi malah tangan Oki Setiana mencengram penisku dan seolah mengocok penisku.

“Katanya tidak mau…!!!, tapi Qo dikocok…. Hahahaha…”, kataku sambil tertawa mengejek apa yang dilakukan oleh Oki Setiana, dia lalu melepaskan penis yang di gengamnya, ingin Oki Setiana untuk lari, tapi entah mengapa tubuhnya seolah tidak dapat bergerak. “Emmhh jangan aku tidak mau….”, Mata Oki terpejam, terlihat tetesan air mata dari matanya, ketika penisku pukul-pukulkan di muka Oki Setiana.
Aku menghentikan aktifitasku, sesaat kemudian Oki Setiana membuka mata, dan terkaget melihat batang penisku tepat dihadapan bibirnya. “Ahhh tidak…., aku tidak mau ….”, tetapi yang terjadi malah sebaliknya Oki membuka mulutnya dan memasukan penis itu kedalam mulutnya kemudian kepalanya melakukan gerakan maju-mundur.” Ohhh…kenapa aku ini…..”, bathin Oki Setiana bergelut tak mengerti, antara keinginan otak dan perbuatan tidak sejalan.
“Lo bakat juga nyepong kontol…, lo suka kontol hah…” , kataku sambil melepas penis dari mulutnya.
“Emhh tidak… aku tidak mau….ku mohon jangan…”, balas Oki saat itu.
“Jangan Apa….”, Tanya balik dariku.
“Kumohon jangan perkosa aku…”, Jawab Oki dengan mengiba.
“Hahaha…., kamu tidak ingin di perkosa tetapi tubuhmu berkata lain…, tidak enak ngentot sambil pake baju, lebih baik kamu buka baju dan telanjang di hadapanku“,kataku kepada Oki Setiana. “Tidak…. Aku tidak mau…. Tolong jangan…aku tidak mau membuka baju”, tetapi keinginan Oki Setiana berbeda dengan apa yang dilakukannya, Oki tiba-tiba berdiri, membuka resleting dibelakang bajunya, kemudian bajunya meluncur kebawah, Oki Setiana juga membuka Bra dan Celana Dalam dengan tanpa melepas jilbabnya. “Ohh kenapa aku jadi begini…” jerit bathin Oki Setiana. Kemudian Oki kembali duduk, dengan posisi kaki naik keatas sofa dan mengangkang, seolah-olah ingin memamerkan vagina yang masih sempit. Jilbabnya diangkat keatas sehingga terekpose juga payudara sang artis berjilbab itu.

“Hiks…. Tolong jangan perkosa saya….”, ujar Oki Setiana memohon kepadaku.
“Hehe… jangan perkosa kok malah telanjang…??, Mbak Oki pengen ngerasain kontol saya dimana nih…!! Hehehe….”, ujarku sambil menertawakan apa yang dilakukan artis berjilbab tersebut, sambil mengacung-ngacungkan penisku didepan wajahnya.
Muka Oki Setiana terlihat merah padam mendengar ucapkan, tapi otak, badan dan hati tidak sejalan, malah Oki sempat membalas pertanyaanku, “Masukin Vagina …, aacckkhh tidak…. Jangan…..”, ucap Oki meralat. “Ohh Tuhan apa yang terjadi dengan diriku”, Air mata Oki meluncur di pipinya.
Aku mendekati Oki Setiana, kucium leher sang artis yang masih tertutupi jilbabnya, sementara tanganku meraih payudaranya kuremas-remas dengan kasar. “Tubuhmu wangi sayang…., toketmu juga kenyal”, ujarku sambil melanjutkan aktifitasku, kali ini ku kenyot payudara sang artis dan kadang ku gigit putingnya. Sedangkan tanganku turun ka belahan vaginanya mengaduk-ngaduk dan mendapatkan klitoris sang gadis berjilbab dan memainkan klitoris tersebut dengan kasar.
Mata Oki Setiana terlihat sembab, “Acckkhhh… jangan ….. teruskannn… jangan… sudah… sudah…..”, dengan nafas tersengal-sengal Oki memintaku menghentikan aktifitasku yang semakin menjadi.
“Kamu ingin di entot.. ya sayang…?”, kataku didekat telinga Oki sedang tanganku tetap memainkan klitoris sang gadis. “Ehhh….. enggakkk….. jangan…..”, pinta Oki kepadaku dengan kondisi tubuh yang makin teransang. “Jangan..??, tapi Memek kamu berkata lain.. lihat becek begini…dasar kamu lonte ….. .”, ujarku dengan nada mengejek sambil memperlihatkan jari-jariku yang basah oleh cairan cinta miliknya.
Aku arahkan penisku ke vagina sang artis, “Acckkkkkkhhhh….. sakit….. sakit….sudah”, jerit Oki Setiana, sambil tangannya berusaha menahan tubuhku, kepala penisku sudah memasuki vaginanya.”Acckkhhh peret sekali memekmu sayang…”, ujarku sambil berusaha berusaha merobek vagina sang artis berjilbab. “Acckkkkhhhhhh…. Sakkkiiitttt…… ammmmppuunn….”, jerit Oki Setiana, tulang serasa remuk, menahan sakit yang teramat sangat ketika aku masukan seluruh penisku ke dalam vaginanya, sampai buah pelirku beradu dengan selangkangan sang artis.

Kudiamkan sejenak penisku didalam vagina sang artis. Kemudian ku genjot kasar vagina Oki Setiana Dewi,”Acckkkhhhh… ammpuunn…. Sudaahh…”, Oki berusaha untuk melepaskan penisku dari dalam vagina, namun yang terjadi malah genjotan yang berlawanan sehingga penisku semakin masuk kedalam vagina Oki. “Accchhh …peret….. enak sekali…Memekmu…..”, ujarku dengan terus menggenjot vaginanya.
Sementara wajah Oki semakin sayu, tubuhnya melemah “ooohhhh… tidakkk….aaccchhhh …. Enakkk…. Yah….. masukin kontolmu …..”, dalam bathin Oki menjerit minta ditambah genjotannya. Oki merasakan gempuran penisku yang keluar masuk vaginanya hingga 10 menit kemudian. “Acckkkkkkkhhhhh…………”, tubuh Oki mengejang kemudian melemah kembali, Oki orgasme yang pertama kalinya. Aku keluarkan penisku, tampak darah segar dan berbaur dengan cairan cintanya.

Emmhhh ternyata sama saja lonte, ama orang berjilbab…, kalo sudah horny….hehehe…”, hinaku kepada Oki Setiana. “Tidak….aku bukan lonte… aku bukan pelacur”, ucap Oki Setiana Dewi berusaha mengkonforntasi ucapanku.
“Hahahaha…. Kita buktikan…. Kalo lo memang pelacur Oki Setiana Dewi”, ucapku didepan mukanya, “kalo lo pelacur… lo akan mengikuti aku ke kamar Meyda dengan Merangkak.., tapi kalo lo bukan pelacur lo akan mengambil pakaianmu dan pergi dari sini” ucapku sejurus kemudian.
Aneh dan tidak habis fikir Oki Setiana, dia yang menginginkan mengambil pakaiannya malah mengikutiku ke kamar Meyda Sefira dengan cara merangkak. “Hahahaha…. Ternyata kamu merasa jadi pelacur….., sekarang naik keatas ranjang dan berbaring….”, perintahku kepada Oki Setiana Dewi, dengan tetap merangkak ketika menaiki ranjang milik Meyda Sefira. Kemudian aku mengambil dua buah sabuk milik Meyda, ku ikat tangan Oki Setiana ke ujung-ujung ranjang.
Oki Setiana Dewi tampak kembali menangis, “Tenang sayang…, kamu akan merasakan siksaanku yang paling nikmat…”, kemudian aku berpindah ke antara selangkangan Oki Setiana Dewi, ku angkat sebelah kaki Oki dan kusampaikan di pundakku, kemudian kuarahkan penisku ke vagina Oki kembali. “Emmhhh Memek kamu peret sayang….., kontolku susah sekali masuk….”, aku kembali memasukan penis dan menggasak liang kewanitaan Oki Setiana dengan kasar. “Acckkkkhhhh…..eemmmhhhh…….ohhh…”, erang Oki Setiana ketika liangnya ku sodok-sodok, tampak Oki semakin pasrah menerima sodokan-sodokanku dan birahi gadis berjilbab itupun kembali membara. “Bagaimana sayang rasanya di entot kontolku….kamu suka…”, tanyaku kepada Oki Setiana. “Acckkkkhhhh…Iya….. aku suka…..aku suka kontolmu……terus…aacckkhhh”, jawab Oki Setiana ditengah birahi yang semakin tidak terkontrol. “EEmmmhhhh….. Kalo gitu kamu pelacur… lonte yang ingin di entot kontol laki-laki…”, mencoba untuk mempengaruhi akal dari Oki Setiana Dewi dan menjatuhkan harga diri Oki Setiana ke titik terendah, “Acckkkhhhh… aku bukan… aakkhh lonnteee…, jangan aaannggkkk pangggiill aku lonnntttee…”, aku menghentikan sodokan membuat birahi Oki Setiana jadi mengambang, “Jika lo ingin dientot lagi, lo harus ngaku bahwa lo lonte…”, kataku kepada Oki Setiana.
“Iya…. Aku… Lonte….. Oki Mohon …. Entotin lagi memek Oki….”, aku tersenyum penuh kemenangan dan kembali menggenjot tubuh Oki yang sudah basah karena keringat.
Sementara itu, Meyda sudah sampai didepan pintu, kemudian mengambil kunci dan memasuki apartemen,”Pada kemana nih …?”, Meyda kemudian menyimpan belanjaannya diatas mini bar, ketika melirik ke arah sofa, tampak pakaian Oki Setiana dan pakaianku berserakan. Meyda tampak tersenyum, dia mendengar suara desahan dan erangan dari dalam kamarnya.
“Apa yang sedang kalian lakukan…!!!”, kata Meyda berpura-pura ketika membuka pintu kamarnya yang tadi setengah tertutup. “Acckkhhh aku lagi ngentot mbak Oki…., katanya mbak Oki pengen dientotin nih…..”, jawabku sambil terus memompa vagina Oki Setiana Dewi, “Acckkhhh…Ngak.. Meyda…Aku di perkosa…Acckkkhhh Nikkmmaattt…..”, ucapan itu yang terlontar dari mulut Oki. Meyda tersenyum tanpa mempedulikan apa kata Oki, gadis itu kemudian membuka baju gamisnya. Meyda yang memang tidak menggunakan dalaman lagi, langsung terpampang jelas tubuh indahnya. “Ko… Mau ngentot ngak ngajak-ngajak sih…”, ucap Meyda yang kemudian mengambil posisi diatas Oki Setiana, Vagina Meyda Sefira yang tak berjembut tepat dihadapan muka Oki Setiana Dewi. “Ayo … Oki jilat Memekku…”, ujar Meyda kepada sahabatnya. Oki yang dilanda nafsu birahi, menjulurkan lidahnya, berusaha menjilat bagian kewanitaan sahabatnya tersebut. Karena tangan Oki di ikat membuat dia kesulitan untuk menjilat Vagina Meyda Sefira. Mengetahui hal itu Meyda lalu mengangkat kepala Oki Setiana Dewi dan mendekatkan ke daerah intimnya. “Ackckkhhhh… iya …. Disitu…ennaakkk sayang…..”, ucap Meyda, ketika jilatan-jilatan Oki Setiana mengenai klitorisnya. Meyda yang memang tadinya ingin kencing tidak kuat menerima jilatan-jilatan dari Oki Setiana, sementara buat Oki itu merupakan sensasi baru menerima sodokan dan menjilat Vagina sahabatnya sendiri. “Acckkkhhhh…. Nikmat Sayang….”, Tidak sampai lima menit tubuh Meyda mengejang, mengeluarkan cairan cintanya yang menyemprot langsung dimuka Oki Setiana Dewi, sehingga cairan cinta itu terminum, dan membasahi muka serta jilbab sahabatnya tersebut. Tidak lama setelah itu “Acckkkkhhhhhhhhhh……….”, kini giliran dari Oki yang orgasme dan mengeluarkan cairan cintanya. Meyda tampak menjilat-jilat bagian intim sahabatnya tersebut yang masih dipenuhi oleh penisku. Kemudian aku mengeluarkan penisku, sedang Meyda mengambil sebuah dildo yang setiap ujung-ujungnya menyerupai penis.
“Oki…., sekarang waktunya….”, ucapku sambil memasukan penisku kedalam mulutnya. “mmmuuuuuaaa…………mmmpphhhh”, itu yang terdengar dari mulut Oki Setiana ketika mulutnya dipenuhi oleh penisku sampai mentok ke tenggorokannya sementara aku memompa penisku di mulut Oki Setiana, Meyda Sefira memasukan dildo ke vagina sahabatnya, sedang ujung yang satunya ke vaginanya sendiri. “Acckkkhhh….nikmaaatt…oooohhh….”, erang dari Meyda Sefira yang mencoba mencari kenikmatannya sendiri.
Tidak lama dari situ, “Acckkhhh… aku mau keluar sayang…, telan semua pejuku”, kataku. “crrooottt….crooottt…”, aku mengeluarkan sperma yang cukup banyak sebagian banyak terminum oleh Oki Setiana dan sebagian lagi menghias muka, hidung dan jilbab dari artis berjilbab itu. Kemudian aku membuka ikatan tangan dari Oki Setiana, kemudian gadis berjilbab itu bangkit dan sekarang posisi antara kedua sahabat itu saling berhadapan, sisa peju yang berada disekitar wajah dibersihkan oleh Meyda dengan cara dijilat, lalu kedua gadis itu saling berpelukan, bibir mereka saling berpagut, payudaranya saling bertemu, dan dibawah dildo semakin tertanam di vagina kedua sahabat tersebut. Sungguh suatu pemandangan indah, kedua sahabat itu berusaha untuk mencapai puncaknya masing-masing,dengan menggoyang-goyangkan dan memompa vaginanya masing-masing, membuat dildo tersebut semakin meransang dan meningkatkan birahi kedua gadis berjilbab. “Acckkkhhhh…enak…. Meyda Sayang….”, kata Oki Setiana, sementara Meyda “Ohhh…Oki……”. Tidak lama dari itu keduanya mencapai orgasme tubuh Oki mengerang kebelakang, demikian juga dengan tubuh Meyda.
“Accckkkkkhhhhhh…. Nikmat…. Oki…….”, Erang Meyda ketika meraih orgasmenya. Sementara Oki Setiana, “Aaaccckkkkkkkkhhhh …..Iya.a….. Ennnaakkk Mey…..”, jerit Oki Setiana Dewi. Tubuh Meyda kemudian ambruk disebelah tubuh sahabatnya. Kemudian Oki menaiki tubuh Meyda dengan posisi 69, mereka saling menjilati vaginanya masing-masing. Membuatku bernafsu kembali aku melangkah dan mengambil posisi dibelakang tubuh Oki. Kuambil lotion yang ada diatas meja, kuolesi penis dengan lotion tersebut, kemudian ku arahkan penisku ke anus Oki Setiana. “Acckkkhhhh…. Sakit…..”, kembali Oki Setiana mengerang ketika anusnya di bobol oleh penisku sebelum, Oki tidak dapat melanjutkan jilatan-jilatan terhadap vagina Meyda karena aku menhujam kan penisku ke dalam anus sang artis dengan cepat, begitu juga dengan Meyda yang terus mengenyot vagina sahabatnya tersebut. Sampai akhirnya…”Acckkkkhhhh….. nikkkmmmattt…..”, erang sedangkan cairan cinta memenuhi muka dan jilbab dari Meyda Sefira, Oki kemudian terkulai lemas disebelah Meyda.
Selanjutnya kutarik dan kubalikan badan Meyda kepinggir ranjang, sehingga kaki Meyda menjuntai kebawah dan payudara sang artis tertekan oleh ranjangnya. Kembali kusodokan penis besarku ke vagina Meyda “Acckkkkhhhh…. Iiyyyaaahhh …. Ennnttotiiinnn Meyyda…”, lenguh Meyda yang membuatku seolah kesetanan untuk memacu genjotan-genjotanku. Tidak lama dari itu “Acckkkkkkkhhhh …….Aku Samppaaiii”, jerit Meyda yang kemudian terkulai lemas. “Crrooootttt….Crrrooottt”, semburan pejuku mengisi rahim dari sang artis berjilbab itu.”Ahhh…. enak…..sayyanng”, ketika aku mengalami klimaks.
Aku tinggalkan kedua artis berjilbab itu yang telanjang, dengan jilbab dan muka yang basah karena cairan cintanya. Serta tubuhnya yang dihiasi oleh keringat-keringat. Mereka berdua tampak tertidur. Sementara aku mengambil air Minum sambil tersenyum penuh kemenangan.

Dua minggu sudah berlalu semenjak Oki Setiana Dewi menjadi salah satu budak seks milikku. Selama Dua minggu ini baik Oki maupun Meyda selalu aku garap, baik bermain secara treesome maupun di tempat masing-masing. Hari ini mereka berdua berkumpul ditempat Meyda, kedua gadis berjilbab ini tampak cantik dan sexy, mereka menggunakan warna baju yang senada. Meyda menggunakan baju warna merah muda senada dengan jilbabnya yang dibalutkan dilehernya, baju yang dikenakan adalah kemeja tipis yang membentuk badannya sehingga tonjolan putingnya terlihat dengan jelas. Sedangkan Oki Setiana Dewi menggunakan baju kurung yang sama tipisnya dengan jilbab lebar yang menutup payudaranya dan stocking yang sampai ke pahanya, jika diperhatikan lebih seksama maka vagina Oki dapat terlihat karena tidak menggunakan celana dalam dibalik baju tersebut.

“Kalian sudah siap…”, Tanyaku kepada kedua gadis tersebut. Mereka berdua cuma tersenyum menjawab pertanyaanku. Hari ini memang waktu yang ku janjikan dengan Mr. Robert untuk menyediakan dua orang gadis yang akan melayani kembali tamu-tamunya. Kami meluncur ke Villa tempat Mr. Robert dengan menggunakan mobil milik Meyda, menuju villa milik Mr. Robert.
Sesampainya di villa Mr. Robert mereka berdua ku gandeng menuju pelataran rumah, Mr. Robert tampak tersenyum ketika pesanannya datang. “You Look Beautiful Meyda…”, sambut Mr. Robert sambil melumat bibir Meyda Sefira yang dibalas dengan pagutan dari artis berjilbab tersebut. sementara tangannya memainkan putting dari Meyda Sefira.

“So…, ini gadis satu lagi yang kau janjikan..??”, Tanya Mr. Robert kepadaku sambil matanya menatap kepada Oki Setiana Dewi. “You look so pretty ….”, kata Mr. Robert sambil menghampiri Oki, tangan Mr. Robert menjamah pantat Oki Setiana “You Have a good pussy huh….”, kata Mr. Robert.
Setelah Mr. Robert memberikan cek kepadaku, Mr. Robert lalu menggandeng kedua gadis berjilbab itu “Come on girl.., we have party here….”, kata Mr. Robert yang dijawab dengan senyum manis dari bibir kedua gadis tersebut. Sesampainya diruang tengah ternyata ada sekitar sembilan orang tamu Mr. Robert, dan ditengah-tengah ruangan hanya menggunakan karpet saja.
“Well Guys…, we will have party with this two bicth….”, kata Mr. Robert kepada rekan-rekannya. Kedua gadis tersebut dikelilingi oleh para tamu Mr. Robert tangan mereka menjamah bagian-bagian tubuh dari Oki Setiana maupun tubuh Meyda Sefira. “We want you dance first girl…” kata salah seorang tamunya Mr. Robert.
Seperti diperintah kemudian Meyda dan Oki Setiana ketengah-tengah ruangan sambil mulai menari, mengikuti irama lagu. Dengan mata genit, kadang mereka berdua saling meraba satu sama lain. Lama kelamaan tarian mereka makin erotis, Meyda mulai menanggalkan baju dan celananya sehingga yang tersisa hanya jilbabnya. Sambil terus menari Meydapun melucuti baju kurung milik Oki Setiana Dewi sehingga Oki Setiana sekarang hanya mengenakan jilbab dan stocking warna merah muda. Sambil terus menari mereka berciuman lidah Meyda dan Oki saling mengulum satu sama lain. Oki kemudian menjilat tubuh Meyda dan mengigit ringan puting milik Meyda. Jilatan Oki semakin kebawah kearah pusar dan kemudian turun ke arah vagina Meyda. “Acchhh….”, Meyda melenguh tetapi tetap dengan tariannya. Sementara Oki memainkan lidahnya di bagian intim milik Meyda.
Sementara tamu-tamu dari Mr. Robert sudah mulai menanggalkan bajunya masing-masing, penis mereka yang rata-rata diatas standar sudah mulai tegak berdiri. Mereka mulai menghampiri Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi, salah seorang dari mereka mengangkat tubuh Oki sehingga sekarang baik Meyda maupun Oki sama-sama berdiri. “Do you want to fuck….”, salah satu dari teman Mr. Robert berbisik ditelinga Oki Setiana Dewi. Sambil tangannya menggerayangi tubuh Oki Setiana sementara teman-teman yang lain ada yang memainkan vagina dan payudara artis berjilbab tersebut. “Ohhh….pleeaasse fuck me…”, jawab Oki Setiana Dewi
Tubuh Oki Setiana Dewi kemudian dibawa kesebuah Sofa yang ada dipinggiran karpet, sementara Meyda dengan dikelilingi lima orang laki-laki, yang tengah mempermainkan tubuh Meyda Sefira, ada yang mengobok-ngobok vagina, anus dan meremas – remas payudara. Sementara Meyda berciuman dengan salah satu dari mereka lidah mereka saling berpagut. Tubuh Meyda Sefira seperti sebuah boneka yang dipermainkan oleh mereka.
“Lick and suck my dick a little slut…”, perintah salah satu dari mereka kepada Oki Setiana Dewi yang sekarang duduk disofa, sementara vaginanyanya sedang dijilati oleh yang lainnya. Oki Setiana Dewi mulai menjilati penis besar tersebut. Seperti seorang profesional Lidahnya menari-nari diatas penis tersebut sebelum kemudian Oki Setiana Dewi memasukan penis tersebut kedalam mulutnya. “Ohhh Yes , that nice …suck my dick… do you love it…???.”, Tanyanya kepada Oki Setiana Dewi, yang dijawab oleh anggukan oleh Oki Setiana, sementara dibagian bawah seseorang mulai menjilati vagina dari Oki Setiana Dewi. “Accccckkkkkkkkkhhh…..”, Oki Setiana Dewi sempat mengerang ketika klitorisnya tersapu oleh lidah tapi mulutnya segera dijejali oleh penis besar tersebut. “Nice pussy … I love it…”, kata bule yang sedang menjilati vagina milik Oki Setiana Dewi.
Sementara itu Meyda Sefira tampak mulai teransang berat, lubang anus dan vaginanya dijilati dan diobok-obok oleh dua orang tamu, sementara putingnya yang sudah mengeras tampak sangat menggairahkan dimanikan oleh tamu-tamu Mr. Robert. “accchhhhh…. Yess…… oohhhh….”, ceracau dari mulut Meyda Sefira menerima perlakuan dari tamu-tamu Mr.Robert. “Do you like it a little slut huh….”, Tanya seseorang ditelinga Meyda Sefira. “Ohhhh… yeesss…. I like it…. Please fuck…. Mee… ooohhh…”, erang Meyda Sefira ditengah-tengah ransangan seksual atas tubuhnya.
Salah satu bule tersebut mulai mengarahkan penisnya ke vagina Meyda Sefira, kaki Meyda diangkatnya sebelah sehingga Meyda berpegangan ke pundak si bule tersebut dan “Acckkkhhh…..nice pussy… do you like this bicth ”, tanyanya kepada Meyda yang ikut mengerang ketika vaginanya disodok oleh penis besar tersebut. “Accckkkkkhhhh…….plleesssee… fucckkk mmeee….”. kaki meyda kini melingkar di pinggang sang bule sehingga posisi Meyda Sefira tampak dipangku oleh sang bule.
“plok…pllookkk…plookkkk….”, bunyi tumbukan antara vagina Meyda Sefira dengan si bule. “Accckkkkkhhhh…..iiyyyaa…..acckkkkhhhh ffuuucckkk mmmee….”, erang Meyda Sefira ketika tumbukan yang begitu gencar. Tangannya mencakar punggung sang tamu. Sementara dibelakangnya seorang tamu lain mulai mengarahkan penisnya ke anus Meyda Sefira dan dengan sentakan yang kuat penis itu masuk kedalam anus Meyda Sefira di iringi oleh teriakan Meyda.
“Accckkkkkkhhh….. sakkkiittt…….”, ucap Meyda Sefira kala itu.
“What… you want more….”, sibule yang dibelakang yang tidak mengerti bahasa Indonesia malah semakin kuat memompa anus Meyda Sefira. “Take this bicth….”, kata sibule sambil mempercepat tumbukannya. Sekarang Meyda bagaikan sedang di sandwich dua lubang disenggamai berbarengan. Rasa sakitpun sudah berubah menjadi kenikmatan. Meyda Sefira semakin liar ditumbuk oleh dua penis sekaligus.
“Ahhhhh, Ahhhhhh, Ahhhhhhh, ” keliaran Meyda Sefira terlibas oleh kegarangan dan kekasaran dua orang pria yang sedang menyodoki lubang anus dan vaginanya , begitu kasar, liar, dan brutal..

“Ufffhhhhhhhhhhhh…., Crooootttttttttttttttttt…..” Meyda Sefira semakin liar merasakan denyutan-denyutan kenikmatan di vaginanya yang seakan-akan menyedotnya, tubuhnya semakin basah, berpeluh dalam kenikmatan birahi yang mengombang-ambingkannya dalam lautan yang penuh dengan desahan-desahan kenikmatan.
“Ouuhhhhhh…! Arrrhhhhhh….! ” Meyda Sefira meringis kenikmatan karena kedua tamu itu semakin kasar dan brutal menyetubuhinya.
Dua batang penis itu semakin merajalela, seenaknya menjebol kedua lubang gadis itu, menghantam vagina dan lubang duburnya yang sempit, menusuk-nusuk dengan kejam dan mereguk kenikmatan tubuh Meyda Sefira yang halus mulus dalam keliaran binatang buas yang lapar dan haus, tubuh Meyda Sefira yang mungil tersentak keenakan ketika dua batang penis yang perkasa itu menghujami kedua lubangnya yang seret. Buah dadanya yang bergerak – gerak dengan indah menjadi mainan bagi dua negro yang asik menyusu di puncak payudaranya yang semakin kenyal membuntal dengan padat tanda gadis itu sedang diamuk kenikmatan yang dashyat.
“Arrrrhhhh…..”sesekali Meyda Sefira menjerit kecil ketika merasakan remasan-remasan gemas kedua tamunya yang sedang menyetubuhinya. membuat Meyda Sefira berulang kali mendesah dan merintih, sementara tubuhnya tersentak-sentak dalam irama yang liar dan brutal disetubuhi oleh dua batang kemaluan di lubang vagina dan anusnya yang terasa seperti melar tanpa daya menerima penis yang begitu besar dan panjang.

“Heghhhh…. Oooooohhhhhhhhhh….Crrrrttttt…” Meyda Sefira terkulai dalam kenikmatan puncak klimaks, bersamaan dengan itu gadis berjilbab itu memekik keras ketika merasakan sodokan keras di lubang anus dan lubang vaginanya “Kecrottttt…” “Crooooooootttt”
Sementara itu Oki Setiana Dewi menaiki tamu yang lain, vaginanya menduduki penis yang besar dan “Acccccckkkkkhhhh……”, mulut Oki Setiana Dewi menganga menerima penis yang besar tersebut dilubang vaginanya yang seret, tidak berapa lama Oki Setiana Dewi mulai menari-nari dengan liar. Tubuhnya terlonjak-lonjak diatas pangkuan sang tamu, badannya mulai dibasahi keringat yang wangi. “Acccckkkhhh….Ohhhh……”, ceraracau Oki Setiana Dewi, tubuh molek tersebut menjadi sasaran empuk sang tamu. Payudaranya di remas-remas dengan kasar, kadang puting Oki Setiana Dewi pun digigit oleh tamunya. Sehingga dia mengerang menerimanya, sementara itu dibelakang tamu yang lain mengambil posisi untuk memasukan batang pusakanya kearah dubur sang artis berjilbab tersebut. “Accckkkkkkkkkhhh…. Ufffhhhhhhhhhhhh….”, ketika sang tamu mulai menggenjot penisnya dari kedua arah.
“Plok…pllokkk..plllookkk….”, tumbukan antara penis dengan dua lubang milik Oki Setiana Dewi semakin lama semakin kuat, semakin brutal dan semakin kasar. “OOOhhhhh……, eeemmmmhhhh.h…….”, desah tertahan dari Oki Setiana Dewi sebelum mulutnya ikut disumpal oleh sebatang penis besar, jilbab lebarnya kemudian dijambak dan penispun mulai mendeeptroat mulut Oki Setiana Dewi. “Suck my dick…..acckkkkhhhh nice girl, ahhh you really a slut”, sungut sang tamu semakin lama semakin kasar menekan penisnya di dalam mulut Oki Setiana Dewi, kondisi Oki Setiana Dewi semakin erotis memainkan perannya tangan yang lain bekerja mengocok penis yang lain, sehingga sekarang Oki Setiana Dewi dikerubuti oleh empat orang yang memiliki penis yang besar-besar.
Gerakan Oki Setiana Dewi semakin binal, seperti seekor kuda Oki Setiana Dewipun ikut memompa penis-penis yang semakin dalam masuk kedalam vagina dan anusnya. Gerakan liar Oki Setiana Dewi membuat dirinya semakin melayang, remasan-remasan vagina dan anus terhadap penis yang tertanam semakin kuat, sehingga Oki Setiana Dewi kelihatan akan menghadapi orgasme.
Tetapi sebelum Oki Setiana Dewi mengalami orgasme, mereka menghentikan gerakannya secara bersama-sama. Mereka berganti posisi, Oki Setiana Dewi sekarang menduduki penis dengan duburnya, penis yang tadi menganal Oki Setiana Dewi mendapat giliran untuk menghujam vagina sang artis berjilbab itu. “Accckkkhhhhh…..nikkkmmmatt……”, desah Oki Setiana Dewi ketika kedua penis tersebut mulai berlomba menggenjot lubang kenikmatan yang dimilikinya.
“Accckkkhhhh fuck me….. harrrderrr….”, teriak Oki Setiana Dewi semakin menjadi menginginkan orgasme yang tadi tertunda, gerakan Oki Setiana Dewi semakin liar.
“you want more……take this….bicth”, kedua tamu itupun semakin brutal dalam menggenjot lubang-lubang kenikmatan dari Oki Setiana Dewi. “Acccccccccckkkkkkkhhhhhh………seeerrrtttt……ccccrroooottt……”, vagina Oki Setiana Dewi menumpahkan cairan cinta yang banyak dan memancar dari liangnya.
Tanpa memberi kesempatan untuk beristirahat kepada Oki Setiana Dewi, mereka mulai memasukan senjatanya kembali kedalam vagina sang artis dan mulai menggenjot kembali. Dua lubang tersebut kembali digasak oleh para tamu. “Accckkkkhhhh……eeemmmhhhhh……..”, erang kenikmatan dari mulut Oki Setiana Dewi membuat tamu yang lain mengambil posisi dibelakang temannya dan ikut memasukan penisnya kedalam vagina sang artis. “Accccckkkkkkkhhh……sakkkiittt……”, vagina Oki Setiana Dewi seperti robek dimasukan oleh dua penis sekaligus, belum lagi liang duburnya tertanam satu penis, wajah Oki Setiana Dewi tampak meringis menahan sakit diliang vaginanya.
“Accckkkhhhh…..kellluuarriinn….eeeeehhhhhh……”, Oki Setiana Dewi semakin kesakitan merasakan sodokan-sodokan dari arah selangkangannya yang serasa menusuk ulu hatinya, tubuhnya dipenuhi oleh keringat, kepalanya terdongak keatas.
“You don’t have to wear this….”, kata salah satu tamu Mr. Robert sambil menarik jilbab milik Oki Setiana Dewi sampai terlepas. Rambut panjang dan indah milik Oki Setiana Dewi kemudian dijambaknya, mulut Oki Setiana Dewi dipaksa dibuka dan mulai dijejali oleh penis miliknya. “Emmmmhhhhhhhh…………”, Oki Setiana Dewi tampak meronta, tetapi tertahan oleh tubuh-tubuh yang menindihnya.
Tidak terlalu lama Oki Setiana Dewi mulai terbiasa menerima penis-penis tersebut dalam tubuhnya. Oki Setiana Dewi telah kembali dilanda birahi tingkat tinggi, mulutnya mulai mengulum dan kadang sang tamu mendeeptroat sampai mentok ke tenggorakan sang artis cantik tersebut, sementara dibawah Oki Setiana Dewi pun mulai ikut menggoyangkan pinggulnya menerima sodokan-sodokan penis, yang semakin lama semakin brutal menyiksa lubang-lubang sang artis jelita tersebut, “Eemmmmmmmhhhh…….ooooohhhhhhh………crooottt ……crrrooottt”, tubuh Oki Setiana Dewi mengejang kembali orgasme kedua melanda dirinya, tubuhnya ambruk diatas tamu Mr.Robert.
Tubuh yang lemah tersebut kemudian ditarik oleh tamu yang tadi mendeeptroatnya, bagaikan sebuah mainan tubuh Oki Setiana Dewi dibalikan sehingga tertelungkup. Anus milik Oki Setiana Dewi kembali menerima sebuah batang penis. “Accckkkkkhhhhhh………..”, Oki Setiana Dewi kembali mengerang menerima sodokan penis di duburnya. Rambut hitam panjang milik gadis berjilbab tersebut dijambak sehingga badannya terdongak. Bagaikan seekor kuda yang sedang ditunggangi tubuh lemah Oki Setiana Dewi terguncang-guncang menerima sodokan-sodokan yang semakin lama semakin kasar dan brutal.
“Accckkkkkkkkkhhh…. Ufffhhhhhhhhhhhh….”, desahan-desahan dari seekor kuda binal berjilbab tersebut seakan minta terus untuk disetubuhi. “Ahhhhh, Ahhhhhh, Ahhhhhhh…..aammppuunnn……iiyaa… teruss…”, Oki Setiana Dewi benar-benar menikmati sodokan-sodokan tersebut.
“ploookkkk….pllloookkkkk….pllloookkkk….”, bunyi tumbukan antara mereka semakin lama terdengar semakin kencang..

Season III
Oki Setiana Dewi The New Sex Slave
Dua hari setelah acara di villa Mr. Robert, dia menelepon aku dan Mr. Robert sangat senang dengan pelayanan yang baik dari Meyda Sefira. Tetapi yang jadi aku pusing dua minggu ke depan dia ingin melakukan hal sama, kali ini Mr. Robert ingin dua orang sekaligus.
Sambil menunggu Meyda yang sedang shooting akupun iseng menonton shooting itu. “emmhhh… mbak Oki kayanya bisa kujadikan lonte seperti Meyda..”, fikirku saat itu. Saat break shooting aku meminta kepada Meyda untuk mengambil barang pribadi Oki Setiana Dewi. Entah itu berupa lipstik, bedak tapi yang paling ampuh adalah celana dalam yang sudah dikenakan oleh Mbak Oki.
Ternyata tidak terlalu sulit buat Meyda mendapatkan celana dalam Oki Setiana Dewi, ketika akan berganti kostum ternyata Oki-pun mengganti CD-nya karena merasa kegerahan di sekitar selangkangan. Meyda yang berganti kostum terakhir dapat mengambil CD Oki Setiana Dewi dari tumpukan barang-barang pribadi miliknya dan memasukan barang itu ke dalam Tas pribadi milik Meyda sendiri.

Shooting hari itu hanya sampai jam lima sore, semuanya mulai meninggalkan lokasi syuting, “Eh… Mbak Oki ada yang mau minta tanda tangan nih”, Kata Meyda menyapa Oki Setiana Dewi, dan memang mobil yang kami pergunakan bersebelahan, “Siapa….?”, senyum manis menghiasi mulut mungil dari Oki Setiana Dewi, “Ini, Mang Parno supirku, katanya pengen kenalan dan minta tanda tangan, mbak Oki artis favoritnya Mang Parno loh”, Jawab Meyda sambil tersenyum. Oki pun kemudian mendekat ke Mobil yang kami pergunakan dia mengeluarkan foto dan membubuhi tanda tangan di foto tersebut. “Foto ini buat Mang Parno, terimakasih sudah menjadi penggemar saya”, senyum manis dari Oki Setiana Dewi tetap menghiasi wajahnya.
“Terima kasih Non Oki atas fotonya…”, jawabku sambil menyalaminya. Tetapi cuma sebatas jari tangan yang bersentuhan dan itu pun tidak lama, tetapi bagiku cukup untuk meluncurkan gundam pertamaku buat Oki Setiana Dewi. “Meyda…, Aku duluan …ada perlu dulu nih….”, sambil melambaikan tangan kemudian pergi meninggalkan kami dengan mobilnya.
“Bagaimana barang yang aku pesan sudah kamu dapatkan…”, tanyaku kepada Meyda sambil mengendarai mobil menuju apartement milik Meyda. “Ini saya dapatkan tuan…., celana dalam milik mbak Oki…”, senyum genit dari Meyda tampak menghiasi bibirnya. “Bagus, gadis penurut…”, jawabku.
“Tuan, tapi tuan harus memberikan hadiah buat Meyda, Meyda ingin dipuaskan kembali oleh Tuan…”, sambil tangan Meyda Sefira menjamah penisku dan memandangku dengan manja. “Emmhhh… Nanti sesampainya di apartement kamu akan mendapatkanya Meyda…, lonteku…”, jawabku sambil memacu mobil ke arah apartement Meyda.
Sesampainya di Apartement kami berdua langsung menaiki lift menuju lantai sebelas yang merupakan tempat apartement Meyda. Setelah kita berdua memasuki apartement dan mengunci pintu. Meyda yang tampak sudah sangat horny, langsung memagut bibirku dan mencium bibirku dengan ganas. Akupun membalasnya dengan tak kalah ganas. Tiba-tiba Meyda melepaskan ciumannya. “Tuan…., Meyda mau menagih hadiah dari tuan…”, tatapnya manja dan sambil melepaskan baju gamis dari tubuhnya. Baju tersebut langsung melorot kebawah dan sekarang yang tersisa hanya jilbab yang dikenakan, bra dan celana dalam model G-String. Perlahan Meyda melepas bra dan berjalan kearahku dengan genitnya kemudian mendorong tubuhku sampai terduduk di sofa. Kemudian Meyda bersimpuh diantara selangkanganku, membuka celanaku dan celana dalamku. “Emmmmhhhh…. Wangi tuan….”, Meyda dengan tingkah binalnya menghirup Celana dalamku yang bau tapi bagi Meyda itu merupakan sensasi tersendiri untuknya.
Perlahan Meyda mulai mengocok penisku, mulutnya mengulum buah pelirku… “ssrruuuppp…..”, sambil terus mengulum buah pelirku….. “Emmmhhh…. Bagus Meyda…. Enak…. Jilat terus Kontolku”.
Meyda menghentikan kocokannya dan menjilat penisku dari arah bawah keatas dan sebaliknya, “Ahhhh… iya nikmat begitu…. Terus…”, Meyda meneruskan perbuatannya dengan terkadang memainkan ujung lidahnya di lubang kencingku sambil mata binal Meyda menatap ke arahku. “Acckkhhhh…..nikmat sayang…….”, kataku. Aku yang sudah mulai tak kuat karena permainan Meyda, kemudian menjambak Jilbab yang di kenakan oleh artis jelita itu dan memaksa Meyda untuk memasukan penisku kemulutnya. Kepala Meyda aku tekan sampai rongga mulut Meyda dipenuhi oleh penisku dan kepala Meyda mentok di selangkanganku. “Ini yang kau Mau Meyda….. Kamu Mau Kontol…. Ini aku berikan Kontol…..terima ini lonte…”, sambil tetap menjambak jilbab Meyda dan memaju mundurkan kepala Meyda.
“uuuuhh…. Srrruupppppp…….”, itu yang terdengar dari mulut Meyda, Meyda sendiri tampak pasrah tetapi tampak juga menikmati apa yang aku lakukan. Semuanya berlangsung berkisar lima menitan.
Setelah itu aku menghentikan kegiatanku dan melepaskan kemudian aku balikkan tubuh Meyda dengan kasar dan menarik pinggang Meyda sehingga pantat Meyda terangkat keatas. Dengan kasar penisku menembus anus dari Meyda Safira. “Accckkkhhhhh……”, erang Meyda, kepalanya terdongak keatas. “Kamu suka di sodomi Meyda….., kamu menginginkan begini….bool kamu sempit……?”, kataku sambil terus menggenjot Meyda. “Acckkkkhhh.. iya Meyda suka….acckkhhh lebih cepat lagi”, balas Meyda sambil tangan kanannya memainkan klitorisnya sendiri. Kutarik jilbab Meyda, kali ini jilbab yang dikenakan Meyda terlepas dengan ciput yang dipakai didalam jilbab pun ikut terlepas, sehingga rambut Meyda tergerai panjang. Kemudian rambut Meyda ku jambak dan ku tarik kebelakang, sehingga kepala Meyda terdongak, kemudian ku ciumi heler jenjang milik sang artis berjilbab sambil terus menggenjot anus Meyda. ”Acckkhhhh …. Terus Entotin Meyda… Sayang…”, kata Meyda menikmati sodokan-sodokan diriku sambil matanya merem-melek, sementara tubuh kami berdua sudah sangat berkeringat.
“Kamu Cantik sayang…, tubuh dan rambutmu benar-benar wangi”, Meyda kemudian ku balikan badannya hingga menghadap kepadaku. “Kamu cantik sayang…”, ucapku. Meyda kemudian mencium bibirku. Ciuman yang benar-benar ganas. “ Masukin Kontol Tuan ke Memek Meyda …..”, ucap Meyda. Tapi Meyda kemudian aku bopong ke kamarnya, Meyda tampak tersenyum manis. Setelah ku lepaskan Meyda aku berbaring di tempat tidur empuk empunya sang artis. “Silahkan masukan kontolku ke Memek kamu …..”, Meyda tersenyum manis kemudian menaiki tubuhku, kakinya di renggangkan dengan perlahan Meyda memasukan batang penisku ke vaginanya.
“Acckkkhhhhh…….Emmmhhh…..”, Meyda mendesah ketika penisku memasuki vaginanya, kemudian Meyda mulai bergerak naik turun dan payudaranya ikut berguncang, “Acckkkkhhh nikmat banget kontolmu…, Meyda suka banget ma kontol tuan…”, gerakan Meyda semakin cepat, akupun meraih toket sang gadis, dan ku remes-remas toket ranum milik Meyda, hal itu membuat Meyda semakin semangat menaik turunkan badannya. “pllok…. Plokkk…plokkk”, itu yang terdengar ketika Meyda menaiki penisku.
“Acckkkhhhh enak Meyda…., kamu memang lonte berbakat….”, ucapku kepada Meyda. Sementara pinggulku ikut bergerak berlawanan arah dengan gerakan Meyda, maka semakin menancaplah penisku di dalam memek Meyda. Sementara gerakan Meyda yang semakin tidak terkontrol, bagaikan seekor kuda liar dan tak lama kemudian,”Accckkkhhhhh……. Meyda keluar…..”, tubuh sang artis mengejang, badannya melengkung ke belakang dan cairan cintapun meleleh dari Memek sang artis berjilbab, kemudian tubuh Meyda roboh di sebelahku dengan rambut acak-acakan.
Sementara aku yang belum mencapai orgasme, segera berdiri ditarik tubuh Meyda ke pinggir ranjang, kemudian kaki jenjang milik Meyda di angkat dan di simpan di pundakku, sementara penisku langsung menerebos masuk liang vagina Meyda dan “Acckkhhhh…… sudah cukup tuan Meyda masih cape….”, tapi tidakku pedulikan ucapan dari Meyda, “Kamu ingin kontol… ini rasakan kontol ku….”, dengan gerakan cepat aku hujamkan penisku di antara selangkangan gadis berjilbab tersebut. “Acckkkhhhh….ammmppuuunnn….. suuuddahhh …. Meyda…. Caaapppeee….”, sementara kepalanya bergerak kekiri dan kekanan, dan tangannya meremas kain seprai. “Gw belum keluar…. Lonte lo harus memuaskan diriku”. Kataku dengan bertambah bringas menyetubuhinya dan Meydapun tampak pasrah menerima siksaan birahi.
Dan tak lama kemudian “Acccckkkhhh……”, tubuh Meyda kemudian mengejang dan kembali cairan cinta Meyda menyembur. Setelah itu giliranku “Acckkkhhhh…. Enak…..”, keluarlah pejuku, bercampur dengan cairan cinta Meyda di dalam vaginanya. Kulepaskan penisku dari dalam vagina Meyda.
Tubuh Meyda tampak lemas dan menggigil dengan keringat yang membasahi tubuh sang artis. Kemudian kuangkat dia keatas ranjang dan kubaringkan. Kuselimuti tubuh sang artis tersebut kemudian aku keluar dari kamar Meyda.

“you still want dick…huh…”, Tanya salah satu tamu sambil meremas-remas payudara sang artis tersebut. “Acccckkkkkhhh…..eeemmmmmhhhh give me more dick……”, ceracau Oki Setiana Dewi, Tubuh gadis cantik itu didorong hingga bersandar ke dada sang tamu yang sedang menggenjot anus gadis cantik tersebut. lubang vagina milik Oki Setiana Dewi tampak masih menganga bekas dua penis yang menghujamnya. Tampa kesusahan penis tersebut memasuki lembah surga milik Oki Setiana Dewi. “Accckkkkhhhh…… yyyesss…..oooohhhh….ffuuucckkkk ….fuuuccckkk mmmeee…. I love dick……”, jerit Oki Setiana Dewi ketika mendapatkan penis tersebut. seolah kesetanan Oki Setiana Dewi menggoyangkan pinggulnya sehingga kedua penis tersebut semakin tertanam di dalam anus dan vaginanya. “ackcckkhhh …acckkkhhh….. fuckk….. Mee…. Accckkkhhh…..”, keliaran Oki Setiana Dewi semakin menjadi dan tidak lama dari itu. “Acccckkkkkhhhhh…….”, tubuhnya melengkung merasakan orgasmenya kembali.

Di bagian lain tampak Meyda Sefira dituntun untuk menduduki penis milik salah seorang tamu, “Acckkkhhhhhh……”, ketika penis tersebut perlahan-lahan memasuki liang dubur milik Meyda Sefira. Sementara dada montok dan putingnya dimainkan, diremas dan dipilin-pilin oleh tamu yang lain. “Acckkkkhhh….ooohh…eeemmmmhhh….”, desahan kenikmatan Meyda Sefira mewarnai irama tumbukan antara penis dan anus sang bintang KCB tersebut, sementara mata Meyda Sefira tampak merem-melek seolah-olah menantang tamu yang lain untuk segera ikut menyetubuhinya.
Tamu yang sekarang sedang memainkan putting sang gadis tampak bernafsu dengan Meyda Sefira, penis yang sudah siap menembak tersebut diarahkan ke anus sang gadis. “Accckkkkkkhhh……oooooohhh…. It’s hurt….ssaakkkkiitt….”, jerit Meyda Sefira ketika anusnya dipaksa untuk menerima dua penis sekaligus. “shut up…. Bicth…. You must enjoy this…”, Maki sang tamu sambil terus menusukan tusukannya. “Acckkkkkkhhhh.h……..”, rasa sakit dan panas dilubang dubur sang gadis tersebut terasa sampai ke ubun – ubun.
Tumbukan-tumbukan tersebut semakin lama semakin berirama, membuat Meyda Sefira mulai menikmatinya. Tangan Meyda Sefira pun mulai ikut memainkan klitoris dan memainkan vaginanya sendiri, “Acckkkkhh….eeeemmmhh …emmmhhh…..yess…ooohh….god…yes….. fucckkk… ooohh… fuuucckkk…”, Meyda Sefira menceracau setiap genjotan tersebut berlangsung, tangannya makin liar memainkan vaginanya sendiri, tanpa diduga sebuah penis sudah ada di samping muka Meyda Sefira, jilbab sang artis kemudian di jambaknya dan sang penis melenggang mulus ke dalam mulut sang artis tersebut. “ooohhh…. Yyeess…. I love to fuck your mouth”, kata si bule tersebut sambil terus menyerang mulut Meyda Sefira hingga mentok di selangkangannya, “pllokkk…plllokkk….plookkkk…”, sementara tumbukan dua penis di anus Meyda tampak semakin cepat, seolah-olah ingin merobek-robek anus sang artis berjilbab. Meyda Sefira tampak kewalahan oleh aksi brutal para tamu tersebut, melihat hal tersebut tamu yang lain mengorek-ngorek lubang vagina sang artis dengan tangannya. Sementara tangan Meyda disuruh mengocok penisnya. “Do You Love this…???”, Tanya nya di telinga Meyda Sefira yang hanya bisa merintih tak jelas karena mulutnya dipenuhi oleh penis. Sementara tangan Meyda Sefira semakin intenst dalam mengocok penis tamunya tersebut.
“eeemmmmmhhh….eemmhhhhh…… Sssssssssshh ssssssssssssssssssshhh ssssssshhh hhhh”, ceracau Meyda Sefira dari mulutnya, semakin lama tamu-tamu tersebut semakin brutal menikmati tubuh Meyda Sefira, genjotan penis-penis di anusnya semakin cepat, sementara mulutnya terus diperkosa oleh penis besar milik tamunya, sementara di tiga buah jari masuk dan mengobok-ngobok liang vaginanya, hal ini membuat Meyda Sefira kelojotan, menerima siksaan kenikmatan, pinggulnya ikut bergerak. “Accckkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhh……..”, lolong Meyda Sefira ketika penis besar dikeluarkan dari Mulutnya, bersamaan dengan derasnya cairan cinta yang keluar dari vaginanya. Tubuh Meyda Sefira tergolek tidak berdaya disamping para tamu Mr. Robert tersebut, dengan liang anus yang begitu menganga hasil dari tumbukan dua penis tadi.
Penis orang yang tadi mengobok-obok lubang vagina sang artis berjilbab kini sudah berada di dekat vagina Meyda Sefira, “Acccckkkkkhhhh……eeemmmmmhhh…..”, tanpa ampun sang tamu langsung menggenjot tubuh Meyda Sefira yang masih lemah, sang artis tampak tak berdaya tubuhnya terlonjak-lonjak menerima sodokan-sodokan brutal tersebut.
Sementara itu Oki Setiana Dewi yang sudah benar-benar telanjang bulat tampa memakai jilbab tampak mendekati Meyda Sefira dan menuju selangkangan sang gadis tersebut dengan memposisikan 69 dengan Meyda Sefira serta mulai menjilati vagina Meyda Sefira yang sedang disenggamai oleh tamu Mr. Robert. “ssrrrrupppppp…..sssssrruuupppp………..”, jilatan-jilatan liar dari Oki Setiana Dewi mengenai vagina dan penis yang sedang menyenggamai Meyda Sefira, setiap tetes cairan dijilat oleh sang artis berjilbab itu, “Accckkkkkhhh…..yyyeesss…. terruuss……aaacckkk….eeemmmmhhh…..”,tampak Meyda Sefira pun mulai kembali naik birahinya, “Srrruuupppp……srruuuuppp…..”, vagina Oki Setiana Dewi pun mulai dijilati oleh Meyda Sefira. “Acckkkhh…iiiyyaa…Meyydaaa.. sayyanggg…akuuu ssukkaa….”, erang Oki Setiana Dewi sesaat setelah itu dia meneruskan jilatan jilatan terhadap vagina dan penis sang tamu.
Tamu yang lain tampak mendekat dan memposisikan diri dibelakang Oki Setiana Dewi, “Accckkkkhhhh….. nice ass…”, dengan sekali sentak sang bule memasukan penisnya ke dubur Oki Setiana Dewi. “Acckckkkhhh Eemmmmhhh…..emmhhh….”, Oki Setiana Dewi mengerang dan kembali ke aktivitasnya. Sedangkan sang bule yang sedang menyetubuhi dubur Oki Setiana Dewi kadang penisnya dilepas dan di jejalkan ke mulut Meyda Sefira. Secara bergantian penis tersebut menyetubuhi dubur, vagina Oki Setiana Dewi dan juga mulut Meyda Sefira. Kedua gadis tersebut keliatan sudah teransang berat kembali, mereka berdua sudah tidak konsentrasi terhadap jilatan. “OOOOOHHHHH….Fuuuucckkk Mee….Okkkiii.. oohhh nikkkmaattt..baanggettt..ooohhh….fucckkkk…ooohhhh….”, erangan Meyda Sefira, “aaacckkkhhh iiiyyayaa…. Meeeyyy… ooohhh…eeehhh eeenaaakkk…aaacckkhh…pllleess… fuffuuucckk….”,ceracau mulut Oki Setiana Dewi. “You want more hah bicth….”, kata si bule sambil menjambak rambut Oki Setiana Dewi. “yyyes…pllless…harder…..ooohhh…..giiiivvveee meee harrrderr…..”, ceracau kembali dari Oki Setiana Dewi, “crrroootttt….crrrrooottt……crroottt…aacckckkhhhhhhhhhhhhhhh”, tubuh kedua artis tersebut mengejang dan kembali orgasme mengeluarkan kembali cairan cintanya.
Keduanya kemudian didudukan bersebelahan. Sementara tamu-tamu Mr. Robert mengelilingi Oki Setiana Dewi dan Meyda Sefira, sambil mengocok penis mereka masing-masing, sementara Oki Setiana Dewi maupun Meyda Sefira menjulurkan lidah masing-masing sambil membuka mulut. “crrrooott……crrrooooottt…..crroooootttt……..crroott”, secara hampir bersamaan para tamu tersebut menghujani kedua artis tersebut dengan sperma, Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi tampak rakus menerima sperma tersebut, meminum, dan menelannya. Kemudian secara bergantian mereka menjilati tubuh masing-masing yang penuh dengan peju dari para tamu, sebuah pemandangan erotis sekali saat itu.
Mereka beristirahat dulu selama kurang lebih 30 Menit, sebelum pesta seks dengan Meyda Sefira dan Oki Setiana Dewi dilanjut kembali sampai dengan dini hari menjelang..

Sudah tiga hari Suparno sedang kembali ke kampungnya sehingga pada sore itu Meyda Sefira hanya tinggal sendirian di Apartemen dan saat ini sedang menikmati guyuran shower dikamar mandi, setelah mandi Meyda Sefira memandang dirinya melalui cermin dikamar mandi. Wajah cantik dengan rambut bergelombang terurai begitu indah, sementara payudara nya tampak membusung seolah menantang pria untuk meremas, memilin, dan memainkan puting sang artis, sementara belahan vaginanya tampak. Meyda Sefira tampak mulai meremas dadanya sendiri, sambil tersenyum memandangi tubuhnya.
Ada sekitar tiga menit sebelum bel apartemennya berbunyi “Sebentar…….”, teriak Meyda Sefira sambil langsung beranjak, dan mengenakan baju kurung serta jilbab terusan seadanya dan segera menuju pintu apartemennya. “Oh…Pak Asep sama Pak Warjo…. Ada apa ya…”, Tanya Meyda Sefira kepada kedua orang tersebut. Asep adalah kepala security di apartement tersebut, sedang Warjo adalah salah satu anak buah Warjo yang bertugas dibagian CCTV. “Boleh kami masuk dulu ….??”, Ucap Asep kepada Meyda Sefira. “Ohh…silahkan masuk pak….” balas Meyda Sefira seraya mempersilahkan keduanya untuk duduk.
“Ada apa ya…., saya jadi kaget ada bapak-bapak kesini…???”, Tanya Meyda Sefira sambil duduk. “Ohh…. Ngak ada apa-apa Mbak Meyda.., kami Cuma lagi control saja…, sekalian mau memperlihatkan sesuatu…”, kata Asep sambil mengeluarkan sebuah CD dari saku jaketnya. “Apa ya…. ??? ”, Tanya Meyda Sefira kepada kepala security tersebut.

“Boleh saya pinjam DVDnya dulu… kita liat saja bagaimana system keamanan disini..”, jawab Asep sambil terlihat sebuah senyum licik dari sang kepala security tersebut. “Ohhh .. silahkan… ngak apa-apa….” Jawab Meyda Sefira yang penasaran dengan apa sebenarnya isi didalam CD tersebut.
Lalu Warjo beranjak dan mengambil CD yang diberikan oleh Asep, TV dan DVD dinyalakan oleh Warjo kemudian tampak film hasil rekaman dari CCTV yang terpasang di Lift Apartemen tersebut. Meyda Sefira tampak terkesiap melihat rekaman dari CCTV tersebut, tampak jelas wajah Meyda Sefira yang sedang digerayangi oleh supirnya waktu di Lift tersebut, kemudian beralih kerekaman ketika sesudah pulang malam Meyda Sefira mengoral penis milik supirnya dan ada juga adegan ketika Meyda Sefira dengan Oki Setiana Dewi saling memagut bibir.
“Gimana Mbak Meyda….???, cukup bagus kan system keamanan disini…hehehe…”, Tanya Asep kepada Meyda Sefira yang tampak masih shock melihat adegan-adegan dirinya tersebut.
“Mak..maksud bapak…. Ma…mau apa…, kalo ma…mau uang nanti sa..saya kasih…?”, ucap Meyda Sefira terbata-bata. “Tenang saja Mbak Meyda…, kita cuma ingin menikmati tubuh Mbak Meyda….”, balas Asep sambil menyeringai. “Kita ngak butuh uang…., kita hanya ingin menyicipi tubuh Mbak aja…. Dan rahasia Mbak aman ditangan kami….” Lanjut Asep.
“Ta…tapi……”, belum lagi Meyda Sefira menyelesaikan ucapnya Sang Kepala Sekuriti itu sudah memotongnya, “Apa… Mbak Meyda mau rekaman ini jatuh ke tangan orang lain dan tersebar di internet…???”, ucap sang kepala sekuriti. “Jannngggggaaannnn…..”, Teriak Meyda Sefira berusaha mencegah.
“Ha…ha..ha…, jadi Mbak Meyda mau terima tawaran kami…???, tenang aja kontol kami akan memuaskan Mbak Meyda …. Ha…Ha…Ha…”, ucap Asep kemudian. Sementara itu Warjo menutup pintu apartemen Meyda.
Meyda hanya mengangguk, sementara itu Asep mulai mendekati Meyda Sefira. Hidungnya mengendus tubuh Meyda Sefira, sementara tangannya meremas payudara sang artis berjilbab tersebut. “Wangi ……., kamu ngak pake BH ya….”, Tanya Asep kepada Meyda. “Emmmhh iiyyaa… ngak…pake….”, jawab Meyda Sefira. Asep menghentikan aktifitasnya dan berdiri dihadapan Meyda Sefira.
“Buka celana saya…..”, ucap Asep menyuruh Meyda Sefira membuka celana yang dikenakan. Meyda Sefira tampa ragu mulai membuka sabuk, kancing dan melonggarkan resleting celana Asep, ketika celana Asep ditanggalkan oleh Meyda Sefira, Meyda Sefira tampak kaget karena ukuran penis sang kepala security termasuk yang big size, hampir sama dengan orang-orang bule yang kemarin-kemarin menyenggamainya.
“Ko Cuma bengong…., ayo isep…, jilatin kontol saya…”, perintah Asep sambil memukul-mukulkan penis besarnya ke pipi sang artis berjilbab tersebut.
“Srrruuuppp…..srrruuupppp……”, Meyda Sefira mulai memainkan lidahnya di permukaan penis sang security, tidak luput pelir lelaki itu dijilatinya, lalu naik lagi menjilat seluruh batang penis tersebut dan memainkan lidahnya di lubang kencing sang security.
“Acckkkhhh….. nikmmmaattt……. Kamu pintar banget Mbak Meyda……. Yaaa….teruuusss…”, ceracau Asep menikmati jilatan dari Meyda Sefira.
“mmmmuuuuffffftttt…….mmmmmmuuuuffffttttt……”, Meyda Sefira mulai mengulum penis Asep. “Acckkkhhh enak…. Kamu benar-benar pandai memuaskan kontol laki-laki…”, kata Asep yang membuat Meyda Sefira semakin menggila dalam melakukan kocokan dan kuluman terhadap penis Asep. Sementara itu tanpa disadari oleh Meyda Sefira Warjo menggunting baju kurung Meyda Sefira hingga tanggal, sehingga terlihat jelas payudara dan vagina sang artis berjilbab tersebut.
“wahhh… body nya bagus banget nih….”, kata Warjo sambil memainkan puting dan meremas-remas payudara Meyda Sefira yang lagi asik mengoral penis milik Asep. “Emmmhh badannya wangi banget…., lom pernah nih gua menikmati tubuh artis….. apalagi berjilbab”, seru Warjo, sambil terus meremas dan menjilati tubuh Meyda Sefira. “Iya …So… sepongannya juga yahud nih…., lebih jago daripada lonte pinggir jalan…”, ujar Asep.
Kepala Meyda Sefira ditahan oleh Asep, dan sekarang Asep mendorong tubuhnya kedepan sehingga penisnya masuk semua ke mulut Meyda Sefira, dan mentok di selangkangnya “mmmmuuuufffttt……mmmmuuuffff.ttttt….acchhhhhhh….”, terdengar erangan lirih Meyda saat mendeeptroat penis milik Asep.
“Gue pengin kencing dulu nih Sep…..”, ujar Warjo kepada Asep, “Yah… lo belom apa-apa udah pengen kencing…, eh So …. Dia aja yang dijadiin toiletnya….. sekalian suruh minum kencing kamu… hahahaha…..”, kata Asep kepada Warjo seraya mencabut penisnya dari mulut Meyda Sefira.
“Jangan… aku belum pernah….”, kata Meyda Sefira memelas.
“Sudah terima aja…, ayo buka mulut kamu…. Yang lebar…..”, perintah Asep kepada Meyda Sefira. Meyda Sefira dengan berat hati berjongkok dan membuka mulutnya dengan lebar, sementara Warjo bersiap-siap untuk melontarkan kencingnya.
“ssssseerrrrrrr……ssssseerrrrrrrrr……..ssseerrrttttt…….”, air kencing Warjo keluar dengan derasnya, mengarah kemulut Meyda Sefira meski tampak gelagapan Meyda Sefira berusaha meminum air kencing tersebut. sebagian air kencing tersebut menghujani muka dan jilbabnya sehingga basah oleh air kencing, sementara sebagian lantaipun tampak basah oleh hujanan air kencing tersebut dan sisa air kencing yang ada di penis Warjopun dibersihkan oleh Meyda Sefira dengan cara dijilatinya.
“Hahahaha……Mirip banget dengan lonte nih… mbak Meyda….”, seru Warjo kegirangan karena sudah berhasil mengencingi sang artis berjilbab tersebut.
“Sudah sana …. Cuci muka dan ganti jilbab kamu dulu…, kita males ngentot cewe kalo bau pesing… dan jangan lama-lama hahaha….”, ujar Asep. Meyda Sefira segera mencuci muka dan mengganti jilbabnya dengan yang baru..

“Hehehehe……sudah siap di entot nih cewe….., kita bawa kekamarnya aja….”, seru Asep kepada Warjo, sambil menarik tubuh Meyda Sefira ke kamarnya. Sesampainya dikamar tubuh Meyda Sefira dilempar keranjang. Kemudian kedua tangan Meyda Sefira di borgol ke ranjang tersebut. “Kami akan menikmati tubuhmu…., kami akan menikmati ke tidak berdayaan Mbak Meyda dan membuat Mbak Meyda tersiksa dalam kenikmatan”, kata Asep berbisik dibelakang telinga sang artis berjilbab tersebut.
Asep mulai menyusuri tubuh indah milik Meyda Sefira, mulai dari wajah turun kebawah, kebagian leher dengan menyibak jilbab yang digunakan Meyda Sefira, leher jenjang tersebut kemudian di jilat dan diciumi sehingga meninggalkan noda merah di leher jenjang sang artis. Kemudian turun kembali menjilati, putting dan payudaranya dengan sedikit menggigit yang menyebabkan sang artis berjilbab tersebut menggelinjang kenikmatan. “Emmmmhhhhhhh….”, Meyda Sefira semakin melenguh ketika Asep menjilat perut terus kebawah.

“Emmmhhhh……Memek yang harum……”, kata Asep sambil kemudian membuka belahan vagina sang artis berjilbab dan menjilati bagian dalamnya. “Acccccckkkkkhhhh……ooooohhhhhh…….” Meyda Sefira menggelinjang menerima jilatan seperti itu. Asep semakin intens menjilati liang vagina dan klitorisnya sambil tangannya ikut bermain di dalam vagina sang gadis berjilbab.
“ooooohhhh……eemmmhhh ennaakkk …. Iiyyyyyaaaa…. Ttteeruuss….eeemmmhhhh”, ceracau Meyda Sefira yang semakin lama semakin dilanda birahi tingkat tinggi. “Sepong kontol gue…….”, kata Warjo dengan penisnya yang mengacung didepan hidung mancung sang artis berjilbab. “mmmmuuuaaaa…..sssrrrrrruuuupppphhhtt…..sssuurrrppppp… “, batang penis Warjo dijilat dan diemut dengan lahapnya. Seperti anak kecil memainkan permen, Meyda Sefira tampak menikmati setiap lekuk bentuk penis Warjo.

“accckkkhhh….enak tenan….. non jago banget nyepongnya….. acckkkhhh ”, ceracau Warjo sambil menahan kepala Meyda Sefira. Kepala Meyda Sefira yang tertutup jilbab, sehingga wajah cantik tersebut mentok di selangkangan Warjo dan ketika penis tersebut dikeluarkan bibir manis tersebut mengejarnya seolah ingin menikmati penis tersebut lebih lama dimulutnya.
“Accckkkkkhhhhh……… peret juga nih memek…… “, kata Asep sambil menekan penisnya keliang senggama Meyda Sefira.Sementara Warjo menghentikan aktifitasnya untuk menunggu giliran menggarap vagina milik sang artis berjilbab itu. “Plllookkk….. pppllookkk… pllookkk….. “, bunyi tumbukan dua selangkangan milik insan yang sedang bercinta. “Accckkkhh… ooohhh…. Yyyaa….eeemmmhh….. terruuuss….. aacckkkhh….. nikkkmmmmatt…. “, erang Meyda Sefira menikmati setiap genjotan dari kepala security tersebut. Tubuh Meyda Sefira menggelinjang ke kiri dan kekanan dengan tangan yang terborgol ke ranjangnya. “aacckkkkkhhh….. ennnaakkk banget memek kamu….. jepit kontol aku….. “, kata Asep dengan terus menggenjot vagina sang artis tersebut. “Mbak suka dientot ya….???”, Asep kembali sambil bertanya kepada Meyda Sefira.
“Accckkkhhh….iiyyyaa…Meyyda ssuukkka kontoll…. Sukkaaa….. diii ennntoot.., teerruuss… eeemmmhhh….. niiikkkmmmattt…..”, jawab Meyda Sefira. Tampak sekali pantat sang artis ikut bergerak seirama dengan genjotan penis diliang vaginanya. “ppllloookkk…pllokkk….pllookkkk…”, genjotan semakin lama semakin kuat.
“Acckkkkhhh….Meyda….Ingin….aawwwww…. ”, Meyda berteriak kesakitan, ketika Meyda Sefira akan mengalami orgasme tiba-tiba putingnya digigit oleh Warjo. “Acckkkhhh…. Tollloonggg …jaangan sikksa..ooohhh….nikkmmat……”, erang Meyda Sefira. Setiap Meyda Sefira akan orgasme selalu dihentikan oleh Asep maupun Warjo dengan berbagai cara mereka menghentikannya. Kadang Asep menghentikan genjotannya atau Meremas Payudara sang Artis dengan sekuat tenaga, sedangkan Warjo kadang Mengigit puting Meyda Sefira hingga ngilu ataupun menjambak rambut Meyda Sefira yang masih berada dibalik Jilbabnya yang awut-awutan.
“Gimana non Nikmatkan siksaan birahinya…”, Tanya Asep sambil terus mengaduk-ngaduk vagina sang artis. “Ohhhhhhhhhh…………sssuuuuudddaaahhhhhh……. aaaacckkkkkhhhhhh…. Aakkkuuu dahhh…. aacckkkkkhhhhhh……”, Meyda Sefira mengejang hebat, tubuhnya melengkung sementara Asep mengeluarkan penisnya dari vagina sang artis. “srrrrrreeeesss, ssseeerrrrr…….”, cairan cinta Meyda Sefira mengalir deras dari dalam rahim sang artis tubuhnya melemah dan terkulai tidak berdaya.
Borgol yang Meyda Sefira kenakan dibuka oleh Warjo, “giliran saya non saya belum dapet jatah nih….”, tubuh Meyda Sefira diangkatnya sedangkan rambut indah milik Meyda Sefira dengan nakalnya keluar di balik jilbab yang sudah acak-acakan kemudian sang artis disuruh menduduki penis yang sudah terhunus, “emmmmmhhhh…….. makknyoss…. Nih memek…” seru Warjo ketika penisnya menerobos ruang gelap dalam vagina sang artis. Tanpa harus disuruh Meyda Sefira mulai melakukan gerakan ngebor gaya inul, matanya terpejam seperti meresapi penis yang ada didalamnya. “emmmmhhh….emmmhhhh….”, Meyda Sefira mulai menggerakan badannya naik turun dengan intensitas sedang.
“Acckkkkhhh…. Gila nih cewe…. Dah cantik berjilbab… cara ngentotnya professional banget….. Mbak Meyda lonte yaa….”, ujar Warjo sambil meremasi buah dada Meyda Sefira. “emmmhhh iiiyya….. Meyyda… lonnte… eeemmmhhhh….. ennakkk….”, timpal Meyda dengan tetap menaik turunkan tubuhnya di atas pangkuan Warjo. Semakin lama gerakan Meyda Sefira semakin liar, tubuhnya meliuk-liuk seperti seekor ular, sedangkan Warjopun tak mau ketinggalan pantatnya ikut naik turun dengan cepatnya. “Acckkkhhh ……nikmat…… bener nih memeknya… ayooo non…. Terus…..” , ujar Warjo menyemangati keliaran sang artis berjilbab, sementara jilbab sang artispun tambah awut-awutan. “Acckkhh….. iiiyyyaa…..eemmmhhhh…… enntttooottin akkkuuu… aacckkkhhh……. Nnniikkmmmatt kontolnnya…”, erang kenikmatan dari Meyda Sefira yang semakin liar.
Sementara Asep yang menonton pertunjukan itu tampak tidak sabar untuk kembali menggarap Meyda Sefira, Asep menaik keatas ranjang kemudian tubuh Meyda Sefira didorong sehingga menimpa Warjo, Warjo dan Meyda Sefira langsung saling memanggut bibir masing-masing, dengan liar bibir Meyda Sefira bergerak masuk ke mulut dan bergumul dengan lidah Warjo. Sedangkan Asep mulai meludahi liang dubur Meyda. “Acckkkkkhhhh…… peret nih bool…..”, kata Asep sambil menghujamkan penisnya ke dalam dubur sang artis. “Acckkkkkhhh……. “, Meyda Sefira sempat melenguh. Asep dan Warjo bergantian menggenjot liang-liang tubuh wanita cantik tersebut. Sementara jilbab Meyda Sefira yang memang sudah longgar terjatuh sehingga sekarang wanita cantik ini disetubuhi dengan telanjang bulat rambut panjangnya tergerai. “Acckkkhhh…. Yyyaaahhhh …. Ggeennnjjjoott …. Aacckkkhhh … eeennnaakkkk…. Aacckk fffucckkk mmmee…..”, erang Meyda Sefira yang semakin liar menerima tumbukan penis di vagina dan anusnya. Sementara kedua orang yang menggarap Meyda Sefira-pun semakin brutal. Rambut Meyda Sefira kemudian dijambak oleh Asep sehingga wajah Meyda Sefira tepat disebelah Asep kemudian Asep melumat bibir cantik sang artis yang sudah terpacu birahi tingkat tinggi. Sementara dibawah pun pinggul Meyda Sefira tetap bergoyang sehingga kedua penis tersebut semakin menancap diliang vagina dan Anusnya.
Tubuh Meyda Sefira kemudian didorong kembali sehingga dia hampir terjatuh diatas tubuh Warjo, tapi Asep menarik rambutnya kembali. “Kamu ingin lebih… rasakan kontolku…”, kata Asep dengan genjotan yang semakin brutal, kedua penis tersebut mengobok-obok vagina Meyda Sefira tanpa ampun. “Accckkkhhhhhhh………… eeemmmmmmmhhhhh….. “, Dengan keadaan seperti ini Meyda Sefira seperti seekor kuda binal yang ditunggangi dengan tali kekangnya adalah rambutnya. Sedang Warjo sambil menghajar vagina sang artispun tidak luput mempermainkan payudara Meyda Sefira yang semakin mengencang.
“Accckkkkkkkkkkkhhhhhhh………….. kkkeeellluuuaarrrr……”, jerit Meyda Sefira ketika dia dilanda orgasmenya kembali dengan tubuh yang langsung Ambruk menimpa Warjo. Sementara kedua lelaki ini pun semakin mempercepat gerakannya dan “Crrrooottt…..crrrooottt…..crrrooottt……”, keduanya hampir bersamaan mengeluarkan peju didalam vagina dan anus sang artis.
Keduanya langsung melepaskan penisnya dari Anus dan Vagina Meyda Sefira. Tampak lelehan peju keluar dari vagina yang bercampur dengan cairan cintanya, sedangkan dari arah anusnya lelehan peju tampak sedikit kekuning-kuningan. “Bersihin tuh memek sama bool kamu…”, kata Warjo sambil melempar jilbab milik Meyda Sefira, dengan genitnya Meyda Sefira membersihkan kedua lubangnya dengan jilbabnya sendiri. Kemudian cairan yang basah diatas jilbabnya tersebut dijilatinya tanpa ragu, dengan mata binal menatap kedua pria dihadapannya yang terbengong dengan sikap binal sang artis tersebut.
Tanpa dikomando keduanya kembali mendekati Meyda Sefira dan bersatu dalam pergumulan liar, entah berapa kali Meyda Sefira mengejang kenikmatan karena orgasme dan entah berapa banyak peju yang tertumpah ditubuh gadis tersebut. sampai mereka tertidur diranjang Meyda Sefira.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s