MBAK AYU

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (1)

Mbak Ayu dalam keadaan terikat, tangannya diikat di pojok sebuah dangau ditengah sawah. membuat posisi Gadis alim berjilbab itu terlentang dengan kaki terbuka. Ia masih mengenakan gamis cremnya, namun sudah tersibak sampai ke pinggang memperlihatkan celana dalam putihnya. bra berwarna biru muda yang ia pakai juga terlihat, karena jilbabnya sudah disibak kelehernya dan kancing gamisnya dibagian dada sudah dibuka lebar. mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Mbak Ayu yang putih mulus meronta-ronta di atas dangau itu seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm…ehmmm… seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (24)

Gadis berjilbab itu menyesali tindakannya berhenti untuk jajan mie ayam, membiarkan rekan2 pengajiannya berangkat meninggalkannya menuju ke acara mnginap di sebuah desa. Dia sudah merasa curiga dengan tatapan 2 orang pembeli mie ayam tadi, yang menatap tubuhnya yang tertutup gamis dan jilbab namun masih menampakkan kesekalan samar. Ia segera pergi dari kedai mie ayam sepi di sudut desa itu dan bergegas menyusul rekan2nya, namun tak begitu jauh ternyata ban motornya bocor. Terpaksalah gadis cantik lugu berjilbab semester 8 di sebuah kampus itu menuntun motornya. Ketika itu pula tiba2 ada motor datang dan dua orang pria bertopeng itu meringkusnya, menyeretnya ke sebuah dangau sepi di temgah sawah itu, menyumpal mulutnya dengan kain dan matanya.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (23)

Seorang penyerangnya segera membuka bajunya melihat korbannya yang manis dan berjilbab itu sudah tak berdaya. Ia hanya tinggal menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Dadanya yang bertato tuyul terlihat naik turun menahan nafsu, tidak tahan lagi menikmati tubuh sekal seorang gadis muda berjilbab yang mulus. Si tato tuyul menyeringai sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.

Si tato tuyul segera mendekati Mbak Ayu yang terikat. Ia berlutut di antara kaki Mbak Ayu sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Mbak Ayu yang masih memakai sepatu dan kaus kaki putih, yeng membuat kaki gadis alim berjilbab itu semakin menggiurkan. Mbak Ayu memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.

“Eit.. eit… percuma mbak… lebih baik mbak nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..,” ejek Si tato tuyul dengan seringai mesumnya.

Si tato tuyul terus meraba Mbak Ayu mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu yang masih terbungkus bra. Mbak Ayu terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.

kini tangan Si tato tuyul mencabik paksa bra gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu itu hingga tanggal. Payudara montok Mbak Ayu sampai tergoncang-goncang. Pemandangan itu membuat Si tato tuyul makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Gadis alim berjilbab itu, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.

“Ehmmhhkk… ehmhkkk…jangan!!” Mbak Ayu terus meronta berusaha melawan, tapi Si tato tuyul tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara gadis alim berjilbab itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (22)

“Eihh.. tenang aja mbak.. nanti juga wenak..,” kata Si tato tuyul menyeringai seram.

“Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih…, cucu mamah gede sih,” kata si penyerang yang lain, yang Nampak memiliki tompel besar di tangannya. Nampak jelas bagaimana lidah Si tato tuyul bermain di putting susu Mbak Ayu, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.terlihat jelas juga bagaimana putting susu Mbak Ayu perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Si tato tuyul. Si tangan tompel Nampak belum maju, mungkin karena dia tidak mau mengganggu rekannya sedang menikmati tubuh sang gadis alim berjilbab yang lugu itu.

Sementara itu tangan kiri Si tato tuyul yang mulai menggerayangi CD Mbak Ayu. pinggul Gadis alim berjilbab itu bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Si tato tuyul, namun percuma. Jemari-jemari kekar Si tato tuyul mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Mbak Ayu, sementara di bagian atas Si tato tuyul makin bergairah menghisapi susu Mbak Ayu. Si tato tuyul bergerak membuka penutup mata Mbak Ayu, lalu ia mencabik CD Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu dan menjilatinya beberapa kali.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (21)

“Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, mbak pasti suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya,” Si tato tuyul menghisap celana dalam Mbak Ayu di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke sawah. Gadis alim berjilbab itu melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.

“Waduh.. si mbak makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita..,” Si tangan tompel menyemangati Si tato tuyul.

“Santai aja bleh.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin,,”

Si tato tuyul meremas susu Mbak Ayu dan menjawil dagunya, Mbak Ayu semakin marah, lalu ia mengarahkan kepalanya ke selangkangan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Jemari Si tato tuyul membelai-belai vagina Mbak Ayu yang sudah telanjang penuh, sementara Mbak Ayu tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Gadis alim berjilbab itu direngkah dua jemari Si tato tuyul hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Si tato tuyul.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (20)

“Ini itil namanya frend.. makin digosok, mbak berjillbab ini makin kenikmatan… nggak tahan.. ha ha ha…,”suara Si tato tuyul bergairah. jempolnya menekan dan menguyak klitoris Mbak Ayu.

Bibir Si tato tuyul kemudian mendekat ke vagina Mbak Ayu, lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Gadis alim berjilbab itu yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.

“Hmmm.. sedep bener nih mbak. Wangi…nggak ada bau terasinya memeknya nih, ga kaya lonte-lonte di gang itu…he he..” Si tato tuyul kembali menjilati vagina Mbak Ayu, kali ini sambil dihisap-hisap.

Sekejap itu ekspresi Mbak Ayu berubah. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (19)

“Ehmmhh.. ehmmmhhpp.,” suara Mbak Ayu melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Si tato tuyul makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Si tato tuyul di vagina Gadis alim berjilbab itu membuat tubuhnya tidak bisa menahan kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan. Tubuhnya yang selalu ia jaga dengan baju gamis lebar dan jilbab panjang tidak tahan menerima kenikmatan ini. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak tak terkira, yang selama ini ia menganggapnya dosa yang sangat besar..

“Ehmm.. kenapa mbak? Nikmat ya?,”  Si tangan tompel bertanya sambil menghina mendekati wajah Mbak Ayu. Mbak Ayu melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha berteriak lagi.Si tato tuyul dan Si tangan tompel terus mengerjai gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu.

Si tangan tompel tiba-tiba melepaskan sapu tangan penutup bibir Mbak Ayu. Tapi Gadis alim berjilbab itu justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (18)

“Ayo mbak.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?,” suara Si tangan tompel meledek Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

“Ehmm.. jangan… amphuunnn.. amphunnn,” suara Mbak Ayu memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang. Matanya mulai mencucurkan air mata, namun tubuhnya bergetar hebat tak mampu menakan kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan.

“Ampun kenapa mbak..?,” suara Si tangan tompel kembali menggoda.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (17)

“Akhhss.. amphuunnnn… oughhh… mmpphh..,” mata Mbak Ayu kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Ternyata di bagian bawah Si tato tuyul terus menjilati vagina Gadis alim berjilbab itu. Kepala Si tato tuyul seakan terbenam di selangkangan Mbak Ayu, Nampak vagina Gadis alim berjilbab itu sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Si tato tuyul. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Si tato tuyul.

“Oughh.. ampphhhuuunnn… akhhsss..,” suara Mbak Ayu terdengar.

“nah lihat nih.. mbak udah nggak tahan mau dientotin nih..,” kata Si tato tuyul sambil jemarinya membuka bibir vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (16)

vagina Mbak Ayu yang terkuak oleh jemari Si tato tuyul Nampak basah. Terlihat jelas dinding vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Si tato tuyul masih menahan vagina Mbak Ayu dengan jarinya, lalu Si tato tuyul yang ternyata sudah membuka CDnya segera mengarahkan penisnya yang sudah tegang mengacung mendekati bibir vagina Gadis alim berjilbab itu.

“Eh bro.. aku entotin dulu nih mbak, ntar habis aku selesai, baru kamu.. ha ha..,” Si tato tuyul menyeringai. Si tangan topel hanya bisa menggerutu karma nampaknya si tato tuyul ini lebih senior daripada dia.

Si tato tuyul mengambil posisi tepat di tengah kaki Mbak Ayu, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu.

“Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. saya masih perawan.. ini dosa paak.. tolong jangan lakukan” Mbak Ayu memelas pasrah, sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi oleh pria yang bahkan ia tidak kenal.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (15)

“Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Rud turuti mbak ini, lepas ikatan kakinya Rud, cepat…,” Si tato tuyul tetap pada posisi siap menindih Mbak Ayu, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Gadis alim berjilbab itu yang merekah.

“Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..,” Mbak Ayu memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya.

Si tangan tompel segera melepas ikatan di kaki Mbak Ayu. Dari posisi itu nampak jelas penis Si tato tuyul sudah menempel di bibir vagina Gadis alim berjilbab itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (14)

“Sudah siap mbaakkhh.. ouh.. akan kuperawani kamu, mbak jilbab lonthekuu.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..,” Si tato tuyul menindih tubuh Mbak Ayu dan memegang kedua pipi Mbak Ayu agar wajah Gadis alim berjilbab itu menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Mbak Ayu.

“Tahan yah mbakk, agak sakit, tapi nantinya bakal enak deh.. saya ga bakal kasar kok kalo mbak nurut, siap yah..!” sahut Si tato tuyul lalu dia mulai menekan kepala penisnya yang sudah menempel di bibir vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu..

*****************

“Aahh…sakit…!! Oohh…tolong hentikan !” rintih Mbak Ayu menahan sakit sampai tubuhnya menggeliat dan dadanya terangkat hingga makin membusung, keringat mengucur membasahi tubuhnya.

“Sabar yah Non, sabar heheheh..” si tangan tompel sok menenangkannya sambil terkeheh.

“Sempit oi, enak banget bro!” teriak si tato tuyul sambil terus mendorong-dorongkan penisnya ke vagina Mbak Ayu.
Kepala penis yang seperti jamur itu sudah menancap di vagina Mbak Ayu, lalu Si tato tuyul mendorong lebih dalam lagi.
“Aakkhh…aaaahhh !” jerit Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu mengakhiri keperawanannya dengan tubuh makin mengejang.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (13)

“Pheeww…masuk juga akhirnya, asoy banget memek perawan nih !” kata Si tato tuyul sambil menghembuskan nafas panjang.
preman itu membiarkan sebentar penisnya menancap di sana merasakan eratnya himpitan vagina Gadis alim berjilbab itu yang baru sekali ini dimasuki benda itu. Terlihat sedikit darah menetes dari pinggir bibir kemaluannya, darah dari selaput daranya yang dia selama ini sangat dijaga oleh gadis berjilbab itu. Air mata yang meleleh dari matanya semakin banyak, dia merasa dirinya telah begitu kotor, saat itu juga terbayang wajah rekan2nya di pengajian, apakah dirinya yang telah ternoda itu masih pantas ada di pengajian itu,

. Sekarang Si tato tuyul memulai gerakan memompanya.

“Uuuhh…asyik baget memeknyahh.. uhh.. seret bangett.. !” komentar Si tato tuyul sambil terus menggenjot Gadis alim berjilbab itu.
“Ngghhh… amphuunnn.. jangahhnnn…tolong janganhhh… engghhhmmm… ouuhhhhggghhh… akhhhssss,” suara Mbak Ayu yang memekik menjerit dan memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Si tato tuyul mulai lancar memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (11)

Sangat terlihat jelas bagaimana tubuh mulus gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu menggelinjang setiap sentakan pinggul Si tato tuyul terjadi. Mbak Ayu mendesah tak karuan ditindih tubuh Si tato tuyul yang kekar. Perawakan Si tato tuyul agak pendek Tapi penis hitam Si tato tuyul jauh lebih panjang, gemuk dan lebih tegar dari tubuhnya. Bibir vagina Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu sampai monyong-monyong didera penis Si tato tuyul. Si tato tuyul menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.

“Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh…,” Mbak Ayu terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan karena terangsang . kaki mulus Mbak Ayu kini justru merangkul pinggul Si tato tuyul yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.

“Ougghhh… argghhh… huh… nikmat sekalih tubuhmuuhh  mbak jilbabbhhh… ouhhh.. aaahhhhhkkkk…ouhhh nikhhhmmaaathhhh….,” Si tato tuyul mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Mbak Ayu dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Gadis alim berjilbab itu. Si tato tuyul mencapai puncaknya.

“Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuaskan si mbak” Si tangan tompel memposisikan diri diantara selakangan Lalila yang sudah basah kuyup oleh ludah si tato tuyul dan cairan cinta sang gadis alim berjilbab itu, menggantikan posisi Si tato tuyul.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (10)

Segera  Si tangan tompel sudah bugil menindih tubuh Mbak Ayu. Penis Si tangan tompel sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Si tangan tompel menggambarkan keperkasaan,

“Sudahhh… amphuunnn… jangan lagihh.. amphunnnhhh…,” pinggul Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu bergerak ingin menghindari penis Si tangan tompel yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.

“Tenang mbak sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar mbak puas..,” Si tangan tompel tiba-tiba menindih Mbak Ayu, ia melumat bibir ranum Mbak Ayu, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Mbak Ayu mulai mendesah, gerakan Si tangan tompel membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Si tato tuyul tadi. Terlihat bagaimana gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang menikmati vaginyanya, yangs elama ini ia anggap sebagai suatu dosa besar. Mbak Ayu terpejam dengan bibir terus dilumat Si tangan tompel, malah Gadis alim berjilbab itu nampak membalas lumatan-lumatan Si tangan tompel, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.

“Goyang yang keras bleh.. si mbak dah mau sampai puncak tuh…,” kata Si tato tuyul menyemangati temannya.
Sementara itu Mbak Ayu dan Si tangan tompel terus berpagutan bibir. Si tangan tompel menggocok semakin kencang, kaki Gadis alim berjilbab itu merangkul pinggul Si tangan tompel seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya.
“Oughh… ghimmana mbak jilbaabbhhh… enakkhhhss…??,” Si tangan tompel melepas pagutannya dan terus menggenjot Mbak Ayu sambil mengeluarkan obrolan nakal.

Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Mbak Ayu semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Si tangan tompel yang kekar.
“Gimana mak jilbabbhh… jawabbbhhh aghhh…,”

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (9)

“Ngghhhmm ahhsss….,” Mbak Ayu mendesis. Si tangan tompel menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu.

“Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,”

“Apa mbaakk??? Yang keras bilang…,”

“Ughhh… ssstnnikkhhmmmaatt… ssshhh aaahhh… ihhh…,”

“Enakh digoyanghhh… ayo bilang…,” Si tangan tompel terus memancing Mbak Ayu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (8)

Mbak Ayu menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes,mebasahi gamis Mbak Ayu yang masih terpakau, walau sudah tidak mampu menutup tubuh sekal sang gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu. Mbak Ayu dapat merasakan urat-urat penis Si tangan tompel yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Vaginanya yang perawan langsung diberi kenikmatan yang tiada tara oleh Benda panjang yang demikian keras dan perkasa itu hingga mampu memabukkanya dalam birahi, sebuah sensasi yang baru kali ini sang gadis alim berjilbab lugu itu rasakan.

“Apanya yang nikmat mbakhh? Apanya hah? Omong yang jelas!”

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (2)

“aahh.. sstthh.. peenniishhh..” desis Mbak Ayu penuh brahi..

“Kontol, gitu! Cepet, bilang!”

“Ssttt.. ahhgg.. konthhh… tholll… assttt  oughhh…,” Mbak Ayu menjawab refleks di luar kendalinya.

“Yahhkk begithuu mbak jilbab aliiimmhh… akhhhsss… nihhhh.. ouh…memekmu juga enakhh loh” Si tangan tompel semakin liar menggenjot Gadis alim berjilbab itu.

Kini kaki kanan Mbak Ayu diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Mbak Ayu kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi gadis alim berjilbab itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (7)

“Hajar terus bro!” Si tato tuyul terdengar terus menyemangati temannya.

“mbak jilbab enakhh diapainnn hahh..??,” Si tangan tompel memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Mbak Ayu menandakan Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu hampir klimaks.

Terlihat wajah Mbak Ayu memareah dengan mata yang terpejam, sementara Si tangan tompel menggenjot Mbak Ayu sambil terus bertanya nakal. Si tato tuyul berusaha melepaskan ikatan tangan Mbak Ayu karena mengetahui gadis yang mereka nikmati itu sudah dalam kekuasaan mereka.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (3)

“Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss… ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt… akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm,”desah Gadis alim berjilbab itu.

“Diperkosa ini mbaakk.. enakhss diperkosaaa..??,”

“Yeahhh… akhhsss eeehhhnnn…naaakkhhh.. perkohhssaa…aahhhsss…,” Mbak Ayu menceracau mengukuti pertanyaan Si tangan tompel.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (6)

Tangan Mbak Ayu yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Si tangan tompel tapi justru merangkul leher Si tangan tompel dan meremasi rambut Si tangan tompel dari belakang. Gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu sudah mencapai klimaksnya, suara Mbak Ayu terdengar sangat menggairahkan saat itu. Tanpa sadar penis Rahmat mulai tegang, sungguh tak disangka, gadis alim berjilbab bertubuh sekal menggiurkan itu terlihat begitu menikmati hubungan badan dengan pria yang telah memperkosanya.

“Ayooo.. mbak.. ahhh.. ayohh…,” Si tangan tompel juga hampir mencapai klimaks, secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Mbak Ayu.

Tubuh Mbak Ayu mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Si tangan tompel yang terus bergoyang di atas tubuhnya.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (6)

“Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm… emmphhhhpppp,” pertahanan Mbak Ayu akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Si tangan tompel, dan kepalanya terangkat meraih wajah pria itu. Saat klimaksnya membludak, Gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu justru melumat bibir Si tangan tompel, memeluk Si tangan tompel kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.

“Akhhh… ouhh.. yeahhh.. yeahhhh… ouhhh… yeaaahhhhh…,” Si tangan tompel melenguh kejang melepas lumatan Mbak Ayu. Si tangan tompel juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Mbak Ayu, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (4)

Setelah puas, Si tangan tompel mencabut penisnya. Air sperma Si tangan tompel terhujam di dalam vagina Mbak Ayu perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Mbak Ayu. Si tangan tompel berbaring di sisi Mbak Ayu, sementara Si tato tuyul mengangkangkan kaki Mbak Ayu dan menguak vagina Mbak Ayu dengan tangan kirinya. Terlihat vagina Gadis alim berjilbab yang selalu memakai jilbab dan gamis untuk menjaga dirinya itu masih berkedut-kedut.

Selanjutnya setelah kedua pemerkosa gadis alim berjilbab itu beristirahat sebentar, kedua pria itu mulai lagi menggarap Mbak Ayu yang sudah lemas secara threesome, Si tangan tompel duduk selonjoran sambil bersandar pada sebuah tiang dangau dan memaksa Mbak Ayu mengulum penisnya yang masih berlepotan cairan cinta mbak ayu dan spermanya, sementara dari belakangnya Si tato tuyul menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Si tato tuyul menyibak kembali gamis mbak ayu yang sesekali turun, dan juga menepuk pantat Gadis alim berjilbab itu yang semok itu. Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Si tangan tompel meleleh di bibir vagina gadis alim berjilbab yang lugu dan berkulit putih itu.

JILBAB PECUN CROTT - A'IDAH ANBAR HABIBI (5)

Akhirnya mbak ayu yang alim dan berjilbab itu malam itu dibolak balik di dangau itu, diperkosa oleh dua orang prema n itu. Gadis alim berjilbab itu pingsan berkali-kali karena kelelahan setelah orgasme berkali-kali. Jilbab dan gamisnya yang berlepotan sperma dan cairan cintanya menjadi saksi bisu perkosaan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s