USTADZAH YUNI

Ustadzah Yuni yang juga seorang dokter umum itu keluar dari kelas tempatnya mengajar. Ia seorang wanita alim dan shalihah, berjilbab rapat, berjubah amat besar dan lebar serta bercadar. Ia melangkah keluar pintu pesantren tempat ia membantu mengajar pelajaran umum. Tiba-tiba dilihat seorang lelaki bertubuh kekar memegang pisau. Wajah lelaki itu sangar. Ia memang seorang lelaki bekas napi yang masuk penjara karena memperkosa banyak gadis dan wanita cantik. Saat itu suasana amat sepi sekali. Padahal sudahjam sepuluh pagi. Lelaki itu ternyata menodongkan pisau di leher wanita alim ini. “Ustadzah Yuni ya?” Tanyanya. “Ya, ada apa ya?” Wanita bercadar yang bersuara lembut itu balik bertanya.

jilbab merah9

“Kalau kamu mau selamat, turuti kemauan saya.” “Kamu mau apa?” Kembali Ustadzah Yuni bertanya. “Saya Cuma mau ngentot sama perempuan bercadar. Sama kamu.” Bentaknya keras. Muka ustadzah itu memanas. Ia berkata ketus: “Tidak mungkin. Saya wanita baik-baik, saya juga sudah bersuami dan punya anak. Lagipula ini di luar rumah. Jangan bicara ngawur. Lepasin saya, saya akan bayar berapa aja kamu minta.” Ujar ustadzah itu dengan tegas berapi-api, meski suaranya tetap lembut.

jilbab merah7

“Saya Cuma mau memek kamu, memek perempuan bercadar. Karena Cuma perempuan bercadar yang belum pernah saya perkosa. Perawat, polwan, mahasiswi, sampai perempuan berjilbab lebar sudah pernah saya tusuk nonoknya.” Ujar lelaki itu. “Soal di luar rumah, jangan khawatir. Saya enggak minta kamu telanjang atau buka jilbab, cadar atau jubah sekalipun. Buka saja kancing jubah di bawah perut, turunkan celana dalam kamu, saya entot kamu sambil berdiri. Gimana?”

jilbab merah4

Ustadzah Yuni betul-betul terkejut mendengar itu. Tak lama kemudian keduanya terlibat pertengkaran mulut. Tapi akhirnya Ustadzah bercadar itu mengalah. Dengan tangan kiri memegang pisau yang ditodongkan di leher wanita itu, lelaki kekar setengah tua itu mendekati Ustadzah Yuni. Wanita bercadar itu mulai membuka tiga buah kancing di perutnya. Tangannya di masukkan ke balik jubah untuk menarik turun celana panjang berikut celana dalamnya putihnya. Mata lelaki itu terus melotot melihat turunnya celana dalam wanita bercadar itu.

jilbab merah3

Pemandangan yang tidak akan dilupakannya seumur hidup. Selanjutnya ia memepetkan tubuhnya ke wanita bercadar itu ke dekat dinding, lalu memeluknya dengan erat dengan tangan kanannya, ia mendekap wanita bercadar itu dengan erat sekali, sehingga terasa kehangatan tubuh Ustadzah Yuni meski terbalut jubah tebal dan jilbabnya. Resleting celananya di buka, penis super besarnya (24 cm dengan diameter 3 CM) dikeluarkan dari celananya, langsung di arahkan ke bagian jubah Ustadzah bercadar itu yang terbuka. Mata ustadzah Yuni melotot. Ia terkejut sekali melihat ‘barang lelaki’ sebesar itu. Selanjutnya, bagaikan ular mencari lubang, penisnya berusaha mencari lubang kemaluan ustadzah itu. Meski agak sulit, akhirnya berhasil. Setelah meletakkan kepala penisnya di lubang kenikmatan wanita bercadar yang masih dipeluknya sambil berdiri itu, ia langsung menekan dengan keras sehingga seluruh penisnya amblas ke dalam memek dokter Yuni, ustadzah bercadar yang malang itu. Ia mendekap erat tubuh wanita bercadar yang tetap rapat dengan jilbab cadar dan seluruh pakaiannya, kecuali celdam dan beberapa kancing jubah saja, sekedar muat untuk masuk kontol lelaki kesetanan itu. Sambil berdiri dan memeluk wanita bercadar itu, penisnya terus menusuk, menekan, mengobrak-abrik dan membongkar kemaluan wanita alim itu. Sementara ustadzah bercadar itu sendiri bergetar badannya. Ia merintih dan menjerit pelan tetapi dengan suara berubah agak besar, menahan tangis sekaligus kenikmatan tak terhingga. Kalau dilihat terlihat lucu, seorang wanita bercadar dipeluk di luar rumah, di tempat terbuka oleh seorang lelaki dengan pakaian lengkap, padahal kemaluan mereka sedang saling bertempur!!!

jilbab merah3

Hampir 1 jam lelaki bernama Parto itu menggarap wanita bercadar yang menggemaskan itu, sampai akhirnya spermanya muncrat di rahim wanita bercadar yang tubuhnya bergetar hebat sambil tetap berdiri itu. Mata wanita bercadar itu melotot lebar sekali, menandakan iapun keenakan. Tanpa sengaja ia membalas pelukan Parto. “Gimana, enak bu? Akhirnya berhasil juga saya ngentot wanita bercadar. Terima kasih, memek ibu enak sekali.” Lalu tubuh lunglai wanita bercadar itu dilepas hingga terjatuh ke belakang dalam keadaan pingsan!!

One thought on “USTADZAH YUNI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s