ULVAH

Aku adalah salah seorang anak pengurus DPP Partai, dan sering hilir mudik ke DPP membantu Bapak. Penampilanku sopan dan bersahaja, katanya ganteng dan murah senyum. Waktu keluar dari DPP Partai di daerah Mampang, aku berpapasan dengan serombongan akhwat yang akan menuju Monas untuk berkumpul berdemonstrasi.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (9)

Setelah semua persiapan selesai, aku naik bus way dan ternyata bertemu dengan rombongan tadi, yang berjumlah 5 orang, 1 orang murrobiyah dan 4 muttarobinya, sang murrobiyah berumur 45 tahunan tampang cukup dewasa, sambil membawa 2 orang anak. Ke empat muttarobi masing masing Rina, Ulva, Saskia dan Dila, mereka semua berpakaian panjang dengan jilbab sampai pantat. Mereka memakai jilbab yang berbeda-beda ada yang putih, ungu dan biru tampak anggun dan serasi dengan wajah manis mereka.

Rupanya di antara mereka yaitu murrobiyah nya mengenali wajahku, meski tidak kenal nama tapi menjadi awal yang baik untuk perkenalan.

Sang murrobi tersenyum tipis dan akau membalas dengan sopan. Sambil bengong aku memandangi ke empat remaja putri yang ayu dan anggun, sebenarnya aku tidak begitu tertarik ikut demonstrasi, tapi karena simpati ku terhadap kekejaman Israel, akhirnya aku memutuskan ikut, aku sendiri bukanlah anak yang taat beragama sebagaimana ikhwan Partai lainnya.

Mereka memakai jilbab yang berbeda-beda ada yang putih, ungu dan biru tampak anggun dan serasi dengan wajah manis mereka.

Rupanya di antara mereka yaitu murrobiyah nya mengenali wajahku, meski tidak kenal nama tapi menjadi awal yang baik untuk perkenalan.

Sang murrobi tersenyum tipis dan akau membalas dengan sopan. Sambil bengong aku memandangi ke empat remaja putri yang ayu dan anggun, sebenarnya aku tidak begitu tertarik ikut demonstrasi, tapi karena simpati ku terhadap kekejaman Israel, akhirnya aku memutuskan ikut, aku sendiri bukanlah anak yang taat beragama sebagaimana ikhwan Partai lainnya.

Meski jilbab menutup sampai ke bawah, keindahan tubuh ke empat akhwat itu tampak terlihat jelas, dengan kulit wajah yang senantiasa berseri tanpa meninggalkan kesan pemalu, dada yang menonjol dan pinggang yang membesar layaknya biola.

Mendekati pasar festival, seorang akhwat terpaksa berdiri karena ada ibu yang lebih tua masuk demikian juga aku ikut berdiri karena banyak penumpang lain berdatangan, kebanyakan ibu-ibu arisan dan anak-anak seumuran SMP dan SD.Kondisi bus jadi lumayan padat,aku dan akhwat tadi berdiri berdekatan bahkan akhirnya bersentuhan. Tak dapat tidak mataku tertuju pada bongkahan pantat akhwat yang sintal dan menggairahkan.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (8)

Si akhwat juga asyik berbicara dengan temannya yang duduk, aku memutuskan mengambil kesempatan untuk menempelkan tubuhku ke badannya, maklum goyangan bus mendukung niat jailku itu. Nyaman sekali ketika penisku menggesek pantatnya, si akhwat sepertinya maklum karena kondisi bus yang bergoyang dan sedang asyik ngobrol dengan temannya, tapi lama-kelamaaan dia menyadari ada batang penis yang menempel di belahan pantatnya, dia pun mulai terdiam, kesempatan ini aku ambil untuk membuka pembicaraan
dengan dia, “Mau ke mana mbak?”, tanyaku. ”Ke Monas ada munasyoroh” jawabnya, merdu sekali suaranya. “Maafya desek-desekan”, kataku. Sejak dari pasfest aku sering menggesekkan penis ku ke pantatnya, nikmat sekali belahan pantat akhwat ini, empuk dan berisi, dia kadang tampak risi, tapi karena tahu kondisi dia diam saja, sesampainya HI kondisi macet total karena ratusan ribu massa Partais berkumpul di sana, setelah 30 menit menunggu kondisi tetap seperti semula, banyak suara sound system yang meraung keras. Aku makin berani menempelkan penisku dan tanganku mulai meraba pinggulnya, dia tampak menyadari hal tersebut namun karena malu dia diam saja, tanganku meremas pantatnya beberapa kali dan kadang turun ke paha, tanganku yang satunya berusaha menelusup lewat ketiaknya untuk menyentuh bukit indah di dadanya.Setelah sekitar 5 menit aku meremas pantatnya, akhwat itu tampak menikmati bercampur marah, dan kemudian membalikkan badannya sambil mendelik melotot.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (1)

Kemudian aku memanfaatkan kondisi itu untuk secepat kilat mengambil pisau di saku, dan menusuk ke perutnya. Si akhwat tampak kaget, sambil bertatapan aku berkata “diam”. Kemudian kuambil tangannya dan ku tempelkan kepada penisku dan menuntunnya untuk membelainya, mau tak mau akhwat itu harus menuruti perintahku, kemudian ku keluarkan penisku dan tangan mungil itu kupaksa mengocok penisku, nikmat sekali rasanya. Mata kami terus bertatapan, dan lama kelamaan tampak sayu lah mata gadis itu. Tangan ku yang satu mulai bergerilya ke bagian payudara, dan meremas-remas dadanya. Karena posisi yang rapat orang di sekeliling tidak menyadari, dan hanya melihat-lihat keramaian di luar.

Di tengah keheningan kami, sang murrobiyah dari jauh berkata, ”Ayo turun saja”. Aku pun bersungut dan mengikuti mereka dan berbisik ke pada si akhwat yang kuketahui bernama Ulva, jangan bilang ke mereka. Ulvah hanya menunduk mungkin karena malu dan takut. Aku terus berbaur dengan mereka sambil ikut meneriakkan yel-yel.

Aku menempel Ulvah dan berada di paling belakang dari kami ber enam, mereka sibuk dengan aktivitasnya serta mengurusi kedua anak sang murrobiyah.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (7)

Aku mencairkan suasana dengan mengajak ngobrol ulvah tapi tidak dijawab,sepanjang perjalanan aku sering meremas pantat ulvah dan kalau kondisi berdesakan aku keluarkan penis untuk minta dikocok, suatu saat aku tidak tahan dan muncratlah air maniku ke luar, aku pun pura-pura bego dan tetap bersama mereka.

Ketika sampai di perkebunan Monas, aku paksa Ulvah untuk memisahkan diri, tentu saja dengan pisau ditodong ke balik jilbab ulvah. Aku mencari tempat di sebelah mushola di mana kondisi tidak terlihat siapapun, dan kembali memaksa ulvah untuk mengulum penisku dengan mulut mungilnya.

Setelah selesai aku kembali membaur, saat acara selesai kami pun pulang bersama…Di Bus Ulvah hanya diam dan tampak lelah, sebagaimana yang lain juga kelelahan. Sepanjang perjalanan penisku senantiasa menempel di belahan pantatnya….nikmat sekali pengalaman hari itu.

Sesampai di DPP aku hanya bertukar senyum dengan murrobiyah, aku berharap esok hari bertemu Ullvah lagi.

Beberapa hari sesudah kejadian di Busway dan taman Monas itu, Ulvah agak menjaga jarak denganku. Mungkin dia takut, walaupun aku merasa kalau Ulvah juga menikmati pelecehan yang aku lakukan atas dirinya. Namun dia menjaga jarak sebab dia tau kalau aku sudah punya istri dan anak. Namun aku bermaksud menjadikan Ulvah bini keduaku. Aku ingin menikmati Ulvah lebih dari sekedar melecehkan akhwat berjilbab lebar itu.

Maka aku bercita-cita pengen banget bisa menculik akhwat cantik itu untuk tau isinya itu seperti apa sih….. Waktu itu aku lihat Ulvah yang sedang memakai pakaian yang serba hitam, berjubah panjang hitam dan berjilbab sampai lutut. Aku tahu kebiasaannya setiap hari kalo pas keluar dari kos-kosannya. Ternyata setiap hari libur dia pasti keluar untuk pergi ke toko buku yang ada di sekitar komplek tempat kosnya Ulhav.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (2)

Keingintahuan diriku makin membesar, muncul lah ide buat menculik Ulvah. Waktu itu dia pas siang hari seperti biasa dia keluar rumah jalan sendirian dengan pakaiannya yang serba hitam lengkap dengan cadarnya. Walau hanya matanya saja yang terlihat tapi mata itu kelihatan begitu indah dan jalannya begitu anggun yang bikin aku makin napsu aja.

Aku langsung ikuti Ulvah dengan mobil. Di tempat yang agak sepi, aku sedikit pepetkan mobilku yang lagi jalan pelan itu ke pinggir ke tempat dia lagi jalan. Tentu saja dia kaget dan terjatuh. Lalu aku keluar untuk melihat dan meminta maaf.

“Maaf Vah, kamu tidak apa-apa?” tanyaku. Dia baru saja bangun dari jatuhnya dan kaget tapi dia menjawab juga sapaanku itu sebab kami memang sudah saling kenal.

“Oh nggak papa mas, cuma lain kali hati-hati dong nyetirnya,” sahutnya.

“Maaf ya sekali lagi maaf nih saya tidak sengaja, tiba tiba ban mobil saya terasa aneh nih. Begini saja deh sebagai tanda maaf saya saya akan antar adik ke tempat tujuan adik dengan aman tentunya, saya janji deh,” kataku

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (6)

Terlihat dia sedikit ragu dan curiga dengan ajakan saya, sebab tentu dia ingat perlakuanku di Busway dan Monas dulu. Setelah lama terdiam akhirnya diapun mau dengan alasan kakinya sedikit sakit dan dia berpikir mungkin itu niat baikku sebagai tanda penyesalan dan minta maaf. Akhirnya saya bukakan pintu mobil agar dia masuk, setelah itu aku berputar untuk kembali masuk ke posisi kemudi.

Sambil jalan, aku mengeluarkan saputanganku yang sudah saya kasih chlorofom atau obat bius yang memang sudah aku siapkan. Waktu aku masuk, aku langsung bekap aja dia dengan saputangan yang sudah mengandung obat bius itu. Dia segera meronta, namun walau dia menggunakan cadar tapi akhirnya dia mulai lemas juga karena aku kasih obatnya lumayan banyak.

Di dalam mobil waktu dia sudah setengah pingsan, aku lepas bekapanku dan aku segera menjalankan mobil ke tempat temenku yang waktu itu memang kosong. Karena kita begitu akrab, aku sudah biasa dan punya kunci serep rumah dia karena aku sering maen ke rumahnya dan aku menunggu dia pulang seperti rumah aku sendiri.

Setelah memarkir mobil aku angkat Ulvah untuk dipindahkan ke dalam rumah. Waktu aku angkat terasa sekali tubuhnya ternyata begitu empuk dan tangan Ulvah yang sedang aku pegang itu juga begitu halus dan itu membuat aku semakin ingin cepat-cepat ke dalam untuk memuaskan rasa ingin tahuku.

Aku letakkan dia terlentang di tempat tidur yang keempat sisinya terbuat dari besi. Pertama yang aku lakukan adalah membuka cadarnya sehingga aku akan dengan leluasa melihat wajahnya yg selama ini disembunyikan di balik cadarnya. Aku nikmati kecantikannya tanpa cadar  beberapa saat..

Wowwwwwww..!! cakep bangettttttttttt..!!!!!

Bibir Ulvah yang tipis dan sedikit basah mengkilap itu begitu indah dan kayanya enak untuk dinikmati. Aku berpikir sejenak, apa yang akan aku lakukan. Untuk jaga-jaga kalo nanti dia sadar dan berteriak gimana? Kemudian aku ambil beberapa women handkerchief dan aku gulung2 jadi seperti bola dan dengan pelan2 aku buka mulutnya dan aku sumpalkan bola saputangan tadi ke dalam mulutnya..aku akan tambah beberapa lembar women hanky lagi ke dalam mulutnya kalo aku rasa kurang penuh.. (aku sengaja pake women hanky krn selain warna-warni, aku juga bisa nambahin beberapa kalo kurang penuh tanpa takut kepenuhan krn bentuknya yg kecil2 dan tipis..kalo pake kain yg tebel2 takut terlalu penuh dan tidak nyaman).

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (5)

Aku ambil scarf yg rada tipis dan aku pilin jadi seperti tali agak tebal dan aku ikatkan di tengah sumpal mulutnya yg terlihat penuh dan menyembul keluar.. aku ikatkan scarf tadi dengan kuat ke belakang kepalanya dan sekarang yg terlihat di mulutnya adalah sumpal yg penuh dan di tengahnya tertahan oleh scarf yg terikat kencang. Aku ambil lagi sebuah bandana berwarna, aku lipat lebih lebar dari scarf tadi kemudian aku ikatkan menutup seluruh sumpal yg ada dimulutnya. Aku sedikit tekan sumpal di mulutnya biar lebih masuk lagi krn aku mau sumpalan itu bener-bener kencang jadi Ulvah bener bener nggak bisa mengeluarkan suara apapun kalo sudah sadar nanti. yang terdengar cuma mmmmppphhh…mmmppphh..

Aku pastikan lagi kuatnya sumpalan di mulutnya itu dan yakinkan kalo dia sudah tidak akan mampu mendorong sumpal mulutnya keluar sehingga berteriak saat sadar nanti. Aku perhatikan wajah cantik yang sudah nggak berdaya itu, dia begitu seksi dengan mulut tersumpal kaya gitu. Setelah itu aku mulai pasangkan lagi jilbab dan cadarnya dengan rapi seperti semula sehingga kalau ada yg melihat dia gak akan tau kalo sebenernya mulutnya disumpal dengan erat dan tidak bisa bersuara. Kemudian aku singkapkan pakaiannya karena aku akan mengikat tangan dan kakinya supaya dia tidak bisa lari waktu sadar nanti..

Wow tubuh yang sangat indah dan montok. Tubuh Ulvah yang ditutupi dengan jubah yang panjang dengan jilbab dan cadar. Nikmatnya tubuh Ulvah! Aku ambil beberapa tali dan aku ikat tangannya jadi satu ke belakang sehingga toketnya semakin membumbung ke atas dan terlihat semakin seksi. Kemudian dengan tali panjang ikat ke tiang besi di atas kepalanya lalu aku ikatkan ke lehernya tapi tidak terlalu kencang jadi Ulhav nggak tercekik. Aku ikatkan tali ke tiang yang berada di bawah satu aku ikat ke kaki kiri dan tiang satunya aku ikatkan ke kakinya yang satu lagi. Sehingga sekarang posisi kakinya sudah “mengangkang”.

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (4)

Akhirnya sedikit demi sedikit Ulvah mulai sadar, dia kebingungan memandang sekeliling dan ke arahku… Kemudian dia menggerakkan badannya dan mulai sadar apa yg terjadi….

“MMMmmmmpppphhhh….!!!!” Sekarang dia sadar betul kalo dia sedang dalam kesulitan.. Dia mulai menyadari kalo dia terikat dan hanya bisa sedikit saja meronta..Dan dia sadar mulutnya sekarang tersumbat penuh dan erat sehingga dia tidak bisa berteriak minta tolong kecuali …mmmmmpppphhhh…yg keluar dari mulutnya.. Dia sepenuhnya sadar kalo dia tidak berdaya sampai berusaha bangkit pun sama sekali tidak bisa karena tali yang mengikat lehernya itu tersambung ke tiang di ujung tempat tidur yg menahannya utk tetep nempel di ranjang.. dan dia akhirnya sadar bahwa dia sekarang sedang DICULIK!!….mmmppphh..

Semua keadaan tadi aku perhatikan dan aku bener-benar sangat menikmati keadaan tidak berdayanya itu, terutama keadaan di saat dia kaget dan melotot takut dan bingung ke arahku saat pertama sadar keadaannya yg nggak berdaya dan hanya bisa..mmpphh.. tanpa bisa lakukan yg lain.. Ekspresi bingung, takut dari sorotan matanya ditambah suara dari mulutnya yg tertahan oleh sumpalan itu..mmmppphh..mmmppphh.. itu yg membuat aku bener2 puas dan senang dan semakin ingin lebih lagi nyicipin bagian yang lain!

Aku sedikit menghardik dan membentak menyuruhnya diam saat dia tetep merengek di balik sumpalannya … Aku memintannya tenang dan berjanji tidak akan melukainya kalo dia tetep tenang dan menuruti perintahku. Aku mulai naik ke atas ranjang sambil membuka celana panjang lalu cd aku, yang memang sudah terasa sempit karena kontolku yag memang sudah bangun dari tadi. Ulvahh tetap berusaha meronta. Tapi untuk berapa lama?! pasti sebentar lagi dia akan mulai lemas dan terangsang juga. Merontanya sudah mulai memelan. Dan itu saatnya aku memuaskan hasratku sebagai laki-laki. Dia mulai menangis, terlihat dari airmatanya yang muali keluar dari ujung matanya, tapi aku nggak perduli, aku sudah semakin “horny”. Langsung aja “adik” ku, aku gue masukan ke dalam memek Ulhav yang terasa begitu sempit (ternyata dia memang masih asli alias masih perawan). Darahpun mulai keluar dari pinggir vaginanya. Sambil melihat seluruh tubuhnya yang sudah nggak berdaya dan tidak mengunakan pakaian sehalai pun kecuali cadar yang masih menempel di wajahnya itu, aku semakin merasa “on” dan makin kuat “memompa” dari lubang vaginanya itu sambil maju mundur dengan pelan-pelan dan menikmati gesekan di dinding vagina yang masih sempit itu. Wow asik bener sesekali terdengar suara rintihannya yang hanya terdengar mmmmmppppphhh!

nur aini dwi hapsari - jilbab perawan (3)

Nafasnya yang mulai ter-engah engah sepertinya dia juga menikmatinya. Hehehe… hari itu aku memang mendapatkan pengalaman yang tidak dapat terlupakan, aku bisa mencicipi gadis bercadar yang begitu alim ini.

Aku tidak melakukannya sekali, dia nggak langsung aku lepaskan, sesekali aku ngaso dulu sambil menikmati suara “mmmppppphh” itu dari mulutnya yang aku yakin bunyinya itu “tolongg, lepasin gue, jangan lakukan lagi” Hehehe aku sangat puas hari itu, sampai 5 kali aku menyetubuh Ulvah akhwat yang cantik dan sintal ini. Wow, pengalaman yang luar biasa. Ternyata di balik cadarnya itu tersimpan kecantikan yang siap dinikmati kapan saja dan oleh kontolku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s