UFAIROH 2

Berenang  adalah olahraga kegemaran hijaber toge satu ini, demi mencapai tinggi badan yand dia inginkan, menjaga bentuk tubuhnya yang seksi, juga memamerkan Payudaranya yang montok.

Mata Ufairoh  menyapu panorama dari Kolam renang, matahari pagi memberi warna berkilauan pada air kolam yang masih segar “Aku ingin seperti ini selamanya,,,” gumam Ufairoh  pelan, merentang kedua tangan seolah ingin memeluk langit. bibir tersenyum bahagia, bahagia dengan kebebasan yang tengah dinikmatinya. Lepas dari sorotan mata bengis para wanita aktivis lainya, lepas dari segala macam tugas dan kewajiban aktivis.

“Bebaaass,,,” gumamnya, tersenyum lepas, terbebas dari segala beban. Juga dari permintaan Ardi untuk  bersedia disetubuhi lagi, bagi Ufairoh, kontolnya tak lagi memuaskan.

“Pemuda yang nakal,” kepala Ufairoh  menggeleng-geleng, coba mengingat bagaimana lelaki muda itu menggumuli dirinya dengan begitu buas di ruang KMMTP

 “Mbak baik-baik aja kan Bu?,,,”

Tanya Mang Oyik yang heran melihat tingkah Ufairoh  yang tertawa sendiri.

“Ehh,,, iyaa,, baik,, Mang,,”

Mang oyik adalah penjaga kolam renang langgananya. Ufairoh  berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah, malu dengan tingkahnya sendiri, bertanya pada Mang Oyik, namun lelaki berambut kriwel itu mengangkat kedua pundaknya tanda tak tau.

 “Mang,, ajarin saya nyetir renang dong,,, kaya nya seru kalo bisa reanag pake macem-macem gaya,,” pinta Ufairoh.

“Lhaa,, terus yabg jaga kolam siapa mbak?,,” Mang Oyik menjawab pertanyaan Ufairoh  dengan mata yang tak lepas dari payudara besar Ufairoh  yang dipastikan tidak mengenakan bra. “Gilaa,, pentilnya aja gede banget,,” gumam Mang Oyik penuh birahi.

“Kenapa Mang?,,,”

“Eenghh,, maksud saya,,, saya ga enak kalo penungjung kesini penjaganya  belum siap,,,”

 “Itu gampang Mang,,lagian mereka masih lama ke sini,,kita aja yang terlalu pagi,, Ayolaaah, ajarin sayaaa,,,” rengek Ufairoh, begitu acuh dengan kenakalan mata Mang Oyik.

Mang Oyik meneguk ludah, saat Bu Sofia berbalik menghadapnya, memohon dengan gaya centil khas ABG, tak peduli dengan payudara montoknya yang bergoyang, dan kerah rendah, hingga menampilkan gundukan payudaranya yang besar dan montok. Tangan Mang Oyik gemetar ketika ditarik, disambut tawa Ufairoh yang sukses mengerjai lelaki berambut kriting itu.

“Ayo nyebuur,” seru Bu Sofia yang sudah didalam kolam.

 “Jangan terlalu semangat Bu,,, nanti cepet  cape” seru Mang Oyik ketika mengajarkan Ufairoh gaya kupu-kupu, sambil mencari-cari alasan agar dapat berpegangan pada pinggang yang sedikit berlemak.

 “Mang,, kalo beneran ngajarin  pegangan yang beneer,,,” seru Ufairoh, yang diamini mang Oyik, memindah telapak tangannya ke payudara besar Bu Sofia, dan meremasnya dengan kuat.

“Pegangan seperti ini Bu?,,,”

“Tidaaak,,, lebiiih kencaaang lagiii,,,” rintih Ufairoh, menikmati kebrutalan tangan Mang Oyik. Gerakan renang Ufairoh berhenti sejenak ketika Mang Oyik berusaha menarik keluar sepasang payudara.

“Silahkan latihan lagi “ bisik Mang Oyik, ditengah kekaguman, telapak tangannya yang kasar tak mampu sepenuhnya menangkup kedua daging milik Bu Sofie.

Gerakan kaki dan tangan ufairoh melambat , bibir wanita itu terus mendesis, putingnya yang mengeras terasa sedikit pedih saat jari-jari Mang Oyik mencubit dan memelintir. Tubuh Ufairoh  semakin gemetar saat pantatnya merasakan menggesek batang yang sudah sangat keras.

“yang nempel di pantat saya ini apa Mang?,”

“Cuma pelampung koq Mbak,,,”

“Mana ada sih penjaga pake pelampung di kolam yang cuman  semester ,hahahaa,,oowwwhsss,,,” Ufairoh  tertawa di sela rintihannya.

“hahahaa,, ya artinya ini pelampung  saya mbak,, hahaha,,Pengen nyoba pake pelampung saya?,,,”

Deg,,, gerakan renang Ufarioh berhenti mendadak, Ufairoh  memang sudah sangat terangsang dan sangat ingin mencoba ketangguhan pejantan tua ini, tapi Mang Oyik adalah manusia paling amburadul yang pernah menjamah tubuhnya. Matanya menyusur bibir pantai, menoleh ke kiri dan ke kanan, memastikan tidak ada seorangpun selain mereka ditempat itu. Akhirnya mereka naik dan berjalan menuju kamar ganti.

“Boleehhh,,, biar saya coba,,” jawab Ufairoh  dengan jantung berdebar, coba merasakan batang keras yang terus menggesek-gesek sekitar pinggang dan pantatnya.

Wanita itu berdiri, mengangkangi toilet, perlahan menurunkan celana dalamnya dengan mata waspada mengamati sekitar kolam. Melihat pantat montok mulus yang terbuka di depan wajahnya Mang Oyik langsung membenamkan wajahnya ke belahan pantat Ufairoh.

“Aaaakkkhhh,,, Maaaangssss,,,,” tubuh wanita terlonjak, tak menduga dengan serangan Mang Oyik, tangannya segera memegang pinggiran bak mandi menahan tubuhnya yang terhuyung kedepan.

“Oowwwhhssss,,,Ganas baangeetss ni Orang,,, Aaaggghhhsss,,,” gumam wanita itu tak jelas, merasakan lidah panas Mang Oyik yang dengan cepat melakukan sapuan panjang di selangkangannya, menjilati bibir vaginanya dan terus menyapu hingga ke lubang anusnya.

Terus berulang-ulang, menyapu, menggelitik, sesekali menusuk lorong vagina dan anusnya, membuat tubuhnya merinding.

“Aaaaggghhh,,, gilaaaa,,, masukin maaaaang kalo beraniii,,,” rintih Ufairoh  semakin membuka lebar pahanya, dan benar saja, sesaat kemudian Mang Oyik menjawab tantangannya Lidah panas itu berusaha menguak lubang anus Bu Sofie. Akibatnya wanita itu semakin kalang kabut dilanda birahi. Tak pernah dirinya diperlakukan seperti ini, Tapi kini, wanita itu dapat merasakan lidah panas yang berhasil menerobos liang kotor itu, menggelitik liar berusaha masuk semakin dalam,

“Aaaaaggghhhh,, Maaaang,,,jilaaaatin dalam nyaaa jugaaaa Maaaangssshhh,,,” pantat besar Ufairoh  menekan wajah Mang Oyik.

Tak ingin mengecewakan tamunya, Mang Oyik tak lagi peduli dengan rasa pahit di lidah, daging tak bertulang itu menari, melengkung ke kiri ke kanan seolah mencari sesuatu di lorong anus Bu Sofie.

“Dasaaarrr,,, betinaaa binaaaallll,,,” rintihnya, mengakat pantatnya semakin tinggi, memberi akses sepenuhnya pada lidah Mang Oyik untuk bertualang. Bibirnya terus mendesis, merintih, menjerit histeris.

“Aaaaakkkkhhhhhh,,,,, pindaaaah depaaaaannn,,, sedooottt yang didepaaaan Maaaaang,,,,” jerit Ufairoh tiba-tiba, menjambak rambut kriting Mang Oyik, mengangkangi wajah Mang Oyik, mengarahkan lidah yang masih terjulur itu kebagian depan.

Tapi, belum puas dengan gerakan lidah Mang Oyik di vaginanya, pantat Ufairoh  bergerak semakin liar, menggesek-gesek bibir vaginanya yang penuh lendir ke wajah mang Oyik dengan kuat. Hingga akhirnya gelombang orgasme menyerang tubuhnya.

“Aaaaggghhh,,, keluaaaaaarrrr,,,,”

“Sedooot Maaang,,, minuuuum,,,sedoooot semuaaaa,,,” perintah Ufairoh  yang merintih penuh kenikmatan, menjejalkan bibir vaginanya ke mulut Mang Oyik yang terbuka.

Tapi bukan Mang Oyik namanya jika pasrah begitu saja menjadi objek pelampiasan seorang wanita. Karena bibir tebalnya tiba-tiba membekap seluruh pintu vagina Ufairoh, dan melakukan sedotan kuat, hingga wanita itu terkencing-kencing.

Didera orgasme panjang kaki montok itu gemetar, “Sudaaaah Maaaang,,,stooop,,,” namun bibir Mang Oyik terus menghisap, menyedot lorong vaginanya, memaksa semua cairan keluar dan beralih ke mulutnya.

“Uuuuggghhh,,,”

Seeeerrr…. lagi-lagi Ufairoh  squirt, memuntahkan air seni yang dipaksa keluar. Tubuhnya roboh menungging membelakangi Mang Oyik yang tertawa puas dengan wajah basah oleh cairan vagina.

“Saat nya beraksi,,,” batin Mang Oyik, Tangan kirinya mengocoki batang yang sudah mengeras, sementara tangan kanannya mengusap-usap bibir vagina yang penuh dengan tetesan lendir.

“Oooowwwwhhhssss,,,”lenguh Ufairoh, saat merasakan batang Mang Oyik yang dengan mudah menerobos vagina yang basah, tanpa menunggu dirinya siap, Mang Oyik langsung menggenjot dengan kasar.

Ufairoh  tertawa melihat ulah Mang Oyik yang begitu bernafsu, wajar saja, sangat jarang lelaki itu bisa merasakan barang semulus milik Ufairoh.

“Selamat menikmati,,” seru Ufairoh  dengan gaya yang sangat genit, menduduki batang Mang Oyik di atas toilet

Menggerakkan pinggulnya pelan. Wanita itu sadar, lorong vaginanya yang terbiasa dengan batang besar, terasa sedikit longgar saat berusaha mengempot batang Mang Oyik.

“Waaahhh,,, Mang Oyik, ada barang bagus dipake sendiri nih,,,” seru seseorang dari arah depan, karena terlalu bernafsu mereka lupa mengunci pintu. Ufairoh  yang terlalu asik dengan Mang Oyik tak menyadari seorang pemuda menghampiri mereka. Ufairoh  berusaha meloncat turun dari atas tubuh Mang Oyik, tapi lelaki itu mencengkram erat pinggulnya sambil tertawa. akhirnya wanita itu hanya bisa berusaha menutupi selangkangannya dengan rok yang terlalu pendek.

“Tenang Bu, dia si Kontet teman saya koq, penjaga sini juga, ga usah takut, Kontet ini kalo ga diizinin ga bakalan ikut nyodok koq,” terang Mang Oyik, yang langsung dijawab Kontet dengan plototan mata.

“Gila lu Mang, barang bagus gini masa gue cuma disuruh nonton, aaahh,,, tai lu Mang, bini gue kemarin lu obrak-abrik gue santai aja, sekarang elu ada barang bagus dipake sendiri, liat aja ntar bini lu gue pake siang malam jangan protes lu,,,”

“Aaahh,, berisik Lu Tet, bikin orang ga khusu aja,” Mang Oyik melempar sendal ke arah Kontet.

Ufairoh  tak bisa menahan tawanya, meski tampangnya lebih sangar dan punya body yang jauh lebih besar dari Mang Oyik, ternyata lelaki itu cerewetnya minta ampun.

“mbak,, gimana?,,, boleh ikut gabung ga?,,,”

“Eeenghh,, iya deehh,, eemmh,,terserah deh maksud sayaa,,” wajah Ufairoh  panas seketika, bibirnya telah memperislahkan dua manusia amburadul itu untuk menikmati tubuhnya, tubuh akhwat dari aktivis masjid kampus.

Tapi ulah Kontet yang tertawa girang menampilkan gigi yang sebagian ompong itu, membuat Ufairoh  tak mampu lagi menahan tawanya. Dan akhirnya hanya bisa merutuki nasibnya yang harus menjadi pemuas nafsu dua kura-kura pantai selatan.

“Tapi bilangin Mang, kalo nusuk punya saya ini mulut harus diam, ga boleh cerewet,,Hihihihi,,,”

Namun tawa Ufairoh  terhenti saat Kontet mengeluarkan batangnya. Batang yang lebih besar dari milik ardi yang sudah termasuk kategori lumayan besar.  Berselimut kulit yang coklat kehitaman, membuat tampilannya semakin sangar.

“Kenapa Bu,, gede banget ya,,,hehehee,,, makanya saya ga pernah ngizinin dia ngentotin bini saya, pasti ancur meqi Marni kalo disodok tu batang,,,hehehee,,,”

Jantung Ufairoh  bergemuruh mendengar paparan dari Mang Oyik yang begitu vulgar, khas orang pinggiran. Tapi batang itu memang sangat besar. Pinggul besar Ufairoh  kembali bergerak, berusaha sekuat mungkin menjepit batang Mang Oyik agar lelaki itu cepat selesai. Sementara Kontet berjalan ke depan ATV, seolah ingin memamerkan batang gorilanya kepada Ufairoh  yang tak berkedip memandang dengan bibir mendesis birahi. Tak sabar menunggu giliran.

“Bu,,, kelamaan kalo nungguin Mang Oyik kelar,,langsung masukin double dong Bu,,,”

“Gila kamuu,, bisa hancur beneran punya sayaa,,, Sini deehhh,,Aaawwwhh,, pelan Mangss,,”

Ufairoh  kembali menungging, agar mulutnya dapat menjangkau batang besar itu.

“Dasar kau Ufairoooh,, ga pernah bisa sabar kalo liat batang besar,” batinnya tertawa girang bercampur ngeri.

“Ooowwwhhh,,,yaaa,,, jilaaat,,,yaaa,,,basaaahiin dulu batangnyaaa,, jilat memutar buuu,, oowwhhh,,,”

“yaaa sekarang masukin kemulut mba,,, ooowwwhhhsss,,, gilaaa,, mulut mbaa hangaaat bangeeettt,,masukiiin semua dong Mbaaa,,ayoo semuaaa,,”

“AAAAWWWW,,, SAKIT MBAA,,,”

Kontet menjerit seketika, batang besarnya digigit oleh Bu Sofie.

“Makanya diam,,, tinggal nikmatin aja repot bener sih,,, ga tau apa kalo ane masih Nobi,, kalo bikin cernas otaknya masih sering ngadat.”

 “Makanya diam,,, tinggal nikmatin aja repot bener sih,,, ga tau apa kalo ni batang gede banget,, ga bisa masuk semua tauu,,,”

“Tapi,,,,,

“Diam!!!,,”

Kontet langsung menutup rapat mulutnya.

“Whuahahahaa,, emang bener Lu Tet, sampe ngentot aja mulut lu ga bisa diam,,,” Mang Oyik sontak tertawa. disambut tawa Ufairoh  yang ga sanggup melihat wajah Kontet yang seketika pucat, mendengar bentakannya.

Kehadiran Kontet membuat Ufairoh  bisa lebih rileks, seakan lupa dengan status sosialnya.

“Waduuuhh,,, koq malah ngecil sih ni batang,” Ufairoh  tiba-tiba panik saat mendapati batang Kontet yang keras seperti kayu mulai loyo.

“Sini dehh,, mbaa masukin semuuaaa,, Eeemmmpphhh,,,, uuummpphhh,,,”

Ufairoh  berusaha menjejalkan batang gemuk itu kemulutnya, membekap dengan lidahnya. Namun batang itu hanya mampu masuk setengah.

“Uuugggmmpphhh,, Ooommppphh,,,” Ufairoh  gelagapan, saat batang kontet yang hitam kembali membesar di dalam mulutnya. Tapi mulut wanita itu enggan untuk melepaskan.

Ini adalah persetubuhan paling gila dari yang pernah dialaminya. Tangan Ufairoh  mencengkram pantat Kontet, memberi perintah agar batang itu bergerak di dalam mulutnya.

“Ooommmpphhh,,, uuggmmmppp,,,” jari lentiknya menekan pantat Kontet lebih kuat, hingga batang besar itu hampir masuk ke kerongkongannya, menutup saluran nafasnya.”

“Ooogghhhh,,,” mulut Ufairoh  tersedak, melepaskan batang besar, matanya berair akibat tersedak, tapi gilanya bibir sensualnya itu justru tersenyum.

“Gimanaa Tet,,,nikmat mana sama meqi binimu,,”

“Juancuuuk,, mulut Mbaa ganas banget,,nikmat banget mbak hampir aja saya muncrat di mulut mbaa,” telinga Ufairoh  terasa panas saat mendengar Kontet hampir saja memenuhi mulutnya dengan sperma, batangnya saja sudah bau, bagaimana spermanya.

“sebelum mulut mbaa menampung sperma kita-kita,, saya cium dulu dong Buu,,” Mang Oyik yang merasa diacuhkan memalingkan wajah Ufairoh, lalu dengan cepat melumat ganas.

“Eeemmpphhh,,, Mmaamgghhh,, emmpphh,,” Ufairoh  gelagapan, mulutnya dihisap Mang Oyik, lidahnya membelit, menarik masuk lidah wanita cantik itu ke dalam mulut yang bau tembakau.

Tak henti-hentinya Mang Oyik menyedot dan meneguk ludah Ufairoh  yang terkumpul. Sementara batangnya kembali bergerak menghajar kemaluan wanita itu. Belum lagi Kontet yang begitu ganas menyusu di payudara besar montoknya.

“Bolehkan? kalo saya nyemprot di mulut mbaa?,,” tanya Mang Oyik, dengan nafas memburu. Pantatnya semakin cepat bergerak.

“mulut sayaa?,, Yaaa,, saya rasa itu lebih baik, saya sedang subuurrr,” ucap Ufairoh  terengah-engah, entah apa maksudnya, padahal subuh tadi setelah shalat ardi berkali-kali memenuhi rahimnya dengan benih yang sangat subur. Tapi yang pasti, mulut Mang Oyik yang bau itu hampir saja menghantarnya pada orgasme yang liar.

“Buu,, isep punya saya lagi buuu,,,” pinta Kontet dengan suara memelas, sesaat Ufairoh  menatap wajah Kontet yang penuh harap. Haapp…

Kembali batang besar itu memenuhi mulut Ufairoh.

“Eeemmpphh,, Oooommggghh,, Ooowwhhggg,,,”

“Ooowwhhhsss,, mbaaaa enaaaak mbaa,,,”

Tangan Ufairoh  kembali mencengkram pantat kekar Kontet, memandu agar batang besar itu bergerak lebih cepat di dalam mulutnya, begitu kompak dengan kedua tangan kontet yang memegangi kepala Ufairoh, seakan benar-benar tengah menyenggamai mulut wanita cantik itu.

“Oooommmgggghh,,, Aaaaagghhmmm,,,”

Mata Ufairoh  kembali berair, berkali-kali batang besar itu menyodok tenggorokannya dengan kasar. Tapi wanita enggan melepaskan, bahkan lidahnya semakin liar menggelitik batang besar Kontet.

“sayaaa keluaar duluaaannn,,, Aggghhhh,,,” tiba-tiba Mang Oyik mendengus liar, menghambur sperma di lorong kemaluan Bu Sofie.

Wanita itu berusaha berdiri, melepaskan batang Mang Oyik, tapi lelaki itu mencengkram erat pinggulnya, menekan kuat pantatnya ke bawah, membuat Batang Mang Oyik semakin jauh tenggelam. Mati-matian Ufairoh  berusaha melepaskan batang yang terus berkedut menghambur benih, tapi sangat sulit, mulutnyapun masih dipenuhi oleh Batang besar. Bahkan gerakan batang itu semakin kasar. Ufairoh  menatap wajah Kontet yang habang ijo mengejar kenikmatan tertinggi.

“Uuugghhh,, Siaaal,,” hati Ufairoh  mengumpat melihat wajah Kontet yang menunjukkan bagaimana besarnya kenikmatan yang diberikan oleh mulut seorang akhwat “Ooommmggghhh,,, uuuggmmhhhh,,,,” tangan Ufairoh  meremas erat pantat Kontet, pinggulnya besar wanita itu kembali bergerak, berharap batang Mang Oyik masih dapat melaksanakan tugasnya.

Terlanjur basah, dirinyapun tak ingin rugi, harus mendaptkan orgasme seperti yang tengah dikejar Kontet, dengan mulut menggeram, penuh dengan jejalan batang besar, mata wanita menatap Kontet memberi sinyal. Inilah saat yang tepat.

“Oooowwwhhhsss,, mbaaa,,,Aaaagghhhh,,,”

“Gilaaa,, nikmat bangeeeet,,,” Kontet histeris menghambur sperma, yang sigap disambut mulut Ufairoh, berkali-kali mulutnya meneguk sperma Kontet yang memancar, seiring lorong vaginanya yang juga menghambur cairan orgasme ditengah sumpalan batang Mang Oyik.

“Ooommpphh,, puiihh,,puaahh,, puihhh,, asin banget sperma mu Tet,,,”

“Haayyaaaahh,, kalo asin kenapa ditelan Buu,, heheheee,,”

“Terpaksa tau,,”

Ufairoh  mencoba berdalih, meski mulutnya sudah terbiasa dengan beberapa cita rasa sperma.

“Buu,,,” Kontet kembali merengek, meminta bibir mungil Ufairoh  membersihkan batangnya.

“Aaahhh,, ngelunjak Lu Tet,, gue kan juga mau disepong ama Ufairoh,,,” protes Mang Oyik yang merasa tersisih.

“Iyaa,,iyaa,, sini gantian,,,” wanita itu melepaskan batang Mang Oyik dari vaginanya. Lalu turun dari ATV, tanpa tendeng aling langsung melahap batang yang masih mengeras, dan itu membuatnya sangat heran.

“Aaahh,, persetanlah,,,” batin Ufairoh  menghentak.

“Tet,, cepet tiduran,,” Ufairoh  mendorong tubuh besar Kontet kepasir, lalu dengan sigap menggenggam batang besar pemuda itu, dan mengarahkan keliang kemaluannya.

“Oooowwhhhhsss,, Gilaaa,, emang besar bangeeeettsss,,”

“Aaagghhh,,, Tai Lu,, jangan diaaam,, cepet masukiin batang Luu,,”

Bentak Ufairoh  panik,kata-katanya terdengar vulgar. Tanpa pikir panjang Kontet menghentak dengan kuat, bahkan terlalu kuat, hingga batang besarnya menggelosor masuk menghentak hingga ke lorong rahim.

“Aaagghhhh,,, begooo,,,sakiiitt,,kegedeaaann,,”

“Tapi bisa masuk koq mbaa,,,” jawab Kontet cengengesan, antara takut dan nikmat.

“Yaaa,, masuukk,,Aaahhhss,, sampe mentoookss,,” Ufairoh  coba meresapi kenikmatan di lorong vaginanya.

“Maaang,,,mau Apaa?,,,jangaaan disituuu,,”

“Aaagghhh,, gilaaa,,,masuuukk,,jangaaann,,sakiitt begooo,,,Aaagghhh,, dikit lagiii,,,”

Ufairoh  kalang kabut, kedua lubangnya dipenuhi batang.

“Ufairoooh,,, aaaghhh,,,”

“Sayaaaang,,, yu huuuu,,,”

“saayaang,,, Ufairoh  dimana,,,,”

“Mang Oyiiiik,,, Woooyy,,, Maaaang,,,”

Terdengar teriakan-teriakan samar memanggil namanya. Tapi sudah terlambat untuk menyudahi permainan. Kini dua buah batang pejantan telah memenuhi kedua lorongnya.

“Ayoo Tett,, Hajaaarrr,,” seru Mang Oyik. Memegangi pantat Ufairoh  yang begitu indah, seperti berbentuk amor yang sangat besar, dengan dua panah besar menembusi bagian tengahnya. Assseeeeemm,, pantat besar kaya gini yang dari dulu gue cari-cari,”

“Hehehee,, iyaa Mang,,kapan lagi bisa ngerasain barang kelas atas yang bisa dipake join depan belakang kaya gini,,,” jawab Kontet,mulai bergerak liar, batang besarnya bergerak cepat memaksa sperma Mang Oyik keluar.

“Ooowwwhhhss,,, Gilaaa,,kaliaaan,,ayooo hajaaarr punya Mbaa,,,” rintih Ufairoh  yang kerepotan menahan tubuhnya, menjaga posisi agar kedua batang itu dapat bergerak cepat dan leluasa menikmati sempit kedua liang kemaluannya.

“Oooowwhhhsss,,, seperti inikah nikmatnya di gangbang, seperti kata Tia,, Aaahhhsss,,,” Ufairoh  teringat cerita temannya yang terbiasa digangbang oleh suami dan anak kandungnya.

“Aaarrrgghhhssss,,anjas,,, yang cepeeeet,, riaaan,,hajar memek Mbaamuuu ,,,” tiba-tiba mulut Ufairoh  meracau, membayangkan yang tengah menyetubuhinya adalah pacarnya dan sahabatnya. Menyodorkan payudara besarnya ke mulut Kontet yang segera melahap rakus. Dan Mang oyik meremas payudara satunya sambil menyedoot dan menggit putting Ufairoh

“Aaaaggghh,,, teruusss soddoook yang daleeeem sedooot tokeeeet guaaa yang kuaaaat Riaaan,, masukin memek mbaa yang dalaaaam aaak,,”

Tubuh wanita itu mulai gemetar bersiap menyambut orgasme “Uuunnghhh,,,Arrggghhh,, masuuuk semuaaaa,,,”

 “,,, sayaaaa ngecrooot di memek mbaa,,” teriak Kontet yang tak lagi mampu bertahan, jepitan vagina wanita itu tiba-tiba begitu kuat mencengkram seluruh penisnya. Tak pernah ada wanita yang sanggup melumat seluruh batangnya, dan apa yang dilakukan Ufairoh  bener-bener membuat batangnya begitu nikmat.

“Gilaaa kau Teeet,,, cabuuuut,,, cepet cabuuuut,,,” Wanita itu panik, semprotan lahar hangat Kontet dengan cepat memenuhi rahimnya.

“Sayaaa jugaaa keluaaar Buuu,,,” teriak Mang Oyik, menekan kuat batangnya kedalam anus Ufairoh, dan meremaaas kuat-kuat payudara biadab milik Ufairoh yang Kenyal padat itu, hingga menggagalkan usaha wanita itu melepaskan batang Kontet yang terus menghambur cairan kental.

“Ooowwwwghhhhh,,, gilaaa kaliaaaannn,,, aku keluaaar lageeehhhh,,,” lagi-lagi tubuh montok itu menggelinjang, saat merasakan kedua lorongnya terasa begitu penuh.

Akhirnya Ufairoh  jatuh lemas dalam pelukan Kontet.

Sejak itu berenang adalah kenikmatan baru yang Ufairoh dapat, dan dia bisa mendapat kenikmatan dari kontet dan Mang Oyik.  Anehnya setelah di pakai, Ufairoh justru semakin terlihat begitu merangsang, dan payudara biadab kebangganya tidak dapat lagi ditutupi oleh jilbab kurungnya. Dan itu semakin membuat Ufairoh menjadi binal dan siap  disetubuhi oleh semua laki-laki yang memandanginya di kelas.

4 thoughts on “UFAIROH 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s