TERPERANGKAP JEBAKAN

“TOLOL!!” emosiku meledak, aku berdiri dari sofa lusuhku dan menghampiri seorang anak muda yang berdiri di hadapanku. Dia tampak sangat ketakutan, bahkan bisa kulihat kakinya gemetar. Bagus. Aku menamparnya dengan sangat keras hingga dia terjatuh.

jilbab manis-nia (1)

“Lu setor duit dua rebu, buat APA?! Lu pake boker aja kaga bisa!!” aku menarik kerah baju lusuhnya, dan memaksanya berdiri. “Udah gue bilang, jurus pura-pura sakit lo tuh murahan! Mana ada orang yang mau beli jam kaya tai gitu ratusan rebu?! Pake otak, njing!” aku mendorong Totok hingga mundur beberapa langkah.

“Ma-maaf, Bang.” Totok menjawab terbata-bata. “Gue kira dia bakalan ngasih duit yang gedean, perempuan kan biasanya pada baik, Bang.”

“Baik? Lu pikir dia emak lo?! Goblok banget punya anak buah kaya elu, Tok!”

Totok menundukkan pandangannya sambil meremas bajunya, “Maaf, Bang. Gue kan anak baru disini, Tapi, kalo Abang mau, coba aja Abang yang kesono. Dia cantik banget, Bang, kaya bidadari.”

“Ga usah nyuruh-nyuruh gue! Gue ajarin cara malak orang yang profesional kaya apa. Lo liatin yang bener! Ambil ilmunya! Ga ada lagi gue denger lo pake modus pura-pura HIV lagi!”

Aku beranjak dari hadapan Totok sambil melepas bajuku. Lalu mencoba mencari pakaian yang sedikit rapi dan mengenakannya, tidak lupa aku mengambil sweater converse abu-abu khas anak muda di belakang pintu keluar dan juga tas selempang yang biasa kupakai untuk kuliah. Dengan semprotan halus parfum mahal ‘spesial’ di beberapa bagian tubuhku, aku siap memangsa target favorit buruanku. Wanita muda yang lagi sendirian.

Tidak butuh waktu lama untuk mencapai tempat yang ditunjuk Totok, trotoar tempat dia ‘beroperasi’ hanya berjarak sekitar 25 meter dari rumah kontrakanku. Yah, sebetulnya tempat itu bisa dibilang sebagai markas juga. Karena bagian belakang halaman rumah ini kugunakan untuk mengatur segala aktivitas kriminalku. Belum lagi letaknya yang berada di ujung jalan dan tanpa bangunan lain di sekitarnya menjadikan rumah ini sangat cocok dijadikan tempat bersembunyi dari bisnis haramku. Copet, jambret, hipnotis, penipuan, ngamen, penculikan, perkosaan. Sebut saja semuanya satu-persatu. Hampir pasti semua kegiatan kriminal di daerah ini melibatkanku. Sosok yang disegani di daerah ini karena pengaruhnya yang sangat besar dalam segala hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mengenalku di daerah ini. Seorang anak tunggal dari penguasa Tanah Abang.

Aku menyulut rokok mild dan menghisap asapnya dalam-dalam. Suasana tempat ini selalu sepi pada jam malam seperti ini. Kalau tidak terpaksa, sepertinya orang-orang akan memilih jalur lain yang lebih terang untuk hanya sekedar lewat. Kecuali jalan raya di depan sana, sampai kiamat pun sepertinya akan selalu ada mobil yang melintas.

Tidak begitu jauh di depan, aku melihat seorang wanita berparas cantik berpakaian ala wanita karier, jilbab lebar membungkus wajahnya yang oval. Persis seperti yang dideskripsikan Totok. Sepertinya dia sedang menunggu jemputannya, tidak, angkutan kota mungkin lebih tepatnya. Tidak mungkin seseorang menjemputnya di tempat seperti ini. Aku tersenyum melihat targetku ternyata lebih menggiurkan daripada yang bisa kubayangkan. Berbagai macam modus melintas di benakku, dan jujur saja, aku kebingungan memilih-milih cara yang cocok untuk menjerat mangsa yang menggairahkan ini.

jilbab manis-nia (2)

Untungnya suasana sekitar sangat mendukung. Sekilas aku menoleh ke belakang untuk memastikan tidak ada orang. Aman. Aku mempercepat langkahku ke arah wanita itu dan berhenti sekitar tiga meter di depannya agar dia tidak curiga. Aku menangkap matanya melirik ke arahku sekilas. Dengan cepat aku melemparkan senyuman terbaikku. Dia membalasnya sedikit. Cih.

Aku berdiri agak lama, mungkin sekitar 15 menit. Berpura-pura menunggu angkutan kota dan melihat jam tanganku berulang kali. Dan aku bisa melihat dari sudut mataku, wanita itu melakukan hal yang sama. Tidak salah lagi, dia menunggu angkutan kota yang melintas. Saat ini aku tertawa terbahak-bahak di dalam hatiku. Mengetahui bahwa pada jam ini angkutan kota yang melintas sangat jarang sekali. Kalau pun ada, tidak mungkin ada tempat yang kosong.

Aku menunggu umpan yang akan dilemparkan wanita itu padaku, apapun bentuknya, aku akan menyambut dan memanfaatkannya. Tidak lama kemudian wanita itu menghela nafasnya sambil berdecak tidak sabar. Aku tersenyum lagi, dia baru saja memasang umpannya. Dengan kilat aku memikirkan siasat licikku. Tidak lupa dengan analisa terbaik dan terburuk yang akan kuhadapi. Dan saat ini, hampir pasti aku bisa menjerat wanita itu ke dalam rencanaku. Tentu saja dia tidak melihat senyumanku. Tinggal sedikit lagi.

Aku membungkuk untuk sedikit memijit kedua kakiku yang terasa agak pegal. Aku juga meregangkan kaki dan tanganku sebentar hingga mengeluarkan bunyi yang khas dari persendian tulangku. Oh, asal kau tahu, aku melakukannya dengan sebuah tujuan.

Tidak lama Kemudian wanita itu mulai memijit kedua kakinya, dan membungkuk sedikit ragu-ragu. Berhasil!. Tanpa disadari, dia baru saja melemparkan umpannya padaku. Dengan senang hati aku akan menangkapnya. Dasar Bodoh! Bodoh! Bodoh!

Aku menoleh sedikit ke arahnya dan membuka percakapan, “Dari tadi ya, mbak? Duduk aja. Saya juga pegel nunggu angkot 09, lama banget.”

jilbab manis-nia (3)

Wanita itu menatapku dan tersenyum sedikit, “Oh, nggak kok, Mas.” Dia menghentikan pijitannya dan berpura-pura membersihkan rok panjangnya yang berwarna gelap.

Aku belum bisa masuk ke zona amannya, jadi aku berjalan ke arahnya, tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh, aku duduk di sisi trotoar. Menghadap ke jalan raya, tepat di sampingnya. “Udah, santai aja, Mbak. Saya temenin duduknya disini. Saya aja pegel, masa mbak nggak?”

“Eh..” wanita itu sedikit kaget dan terdiam sekitar 3 menit sebelum akhirnya dia ikut duduk di sampingku dengan jarak yang terpaut 1 meter.

Dua hal yang kuanalisa dari keragu-raguannya. Pertama, dia takut berdekatan denganku, pria yang bukan muhrimnya. Kedua, dia merasa tidak nyaman. Tapi aku yang duduk diam disampingnya secara tidak sadar telah membuatnya merasa lebih aman. Belum lagi otot kaki dan pinggangnya kurasa sudah tidak bisa meregang lebih lama dan berteriak-teriak meminta istirahat dari tadi.

Aku biarkan dia menganalisa diriku sebentar. Memberinya waktu untuk menyesuaikan diri di situasi yang aneh ini. Dengan dandanan anak kuliahan seperti ini, besar kemungkinan dia tidak mencurigaiku. Didukung dengan parasku yang sama sekali tidak menunjukkan bahwa aku adalah orang yang berbahaya. Dan jangan lupakan parfum berbau halus yang kusemprotkan tadi akan membuat nyaman siapapun yang berada di dekatku. Terutama wanita.

“Malem-malem gini angkotnya udah susah banget, Mbak.” aku menyulut rokokku dan menunggu tanggapannya.

Hening. Dia mengacuhkanku. Brengsek! Wanita congkak!

“Kalau ibu saya ga sakit, ga akan deh saya maen kesini malem-malem.” aku melancarkan serangan tambahan. Kali ini aku menolehkan wajahku padanya, meminta dia menjawab pernyataanku secara langsung.

jilbab manis-nia (4)

“Kalau lagi sakit, kenapa ibunya ditinggal?” akhirnya wanita itu angkat bicara. Meskipun dia sama sekali tidak menatapku, Itu sudah lebih dari cukup.

“Besok saya ada ujian pagi-pagi. Kalau ga pulang ke kosan sekarang, saya pasti ga bisa ikut ujian besok, Mbak.” aku menghisap rokokku dalam-dalam. “Untungnya di rumah ada adek yang bisa jaga ibu. Tadi juga saya kesini ditelepon dia, katanya ibu step lagi.”

Aku berhasil mencuri sedikit perhatiannya. Kali ini aku bisa melihat sorotan matanya yang penuh dengan pertanyaan.

“Emang adiknya umur berapa?” wanita itu berkata dengan intonasi yang dibuat-buat. Mungkin maksudnya ingin terlihat stay-cool, namun tampaknya tidak berhasil.

“Sembilan tahun. Sekarang dia sendirian jaga ibu, rumah saya keliatan kok dari belokan di depan.” aku menunjuk dengan rokokku ke arah rumah kontrakanku. “Kasian, dia jadi begadang terus.”

“Sakit apa ibunya?”

“Kanker otak.”

Wanita itu terlihat sedikit tercekat, dan kurasa sekaranglah saat yang tepat. Semua persiapan sudah matang. Hanya tinggal sandiwara penutup yang harus dilakukan dengan sempurna.

Handphoneku berdering, alarm berbunyi nada telepon yang kupasang saat aku menunggu tadi. Aku berpura-pura kaget sekaligus panik. Dengan cepat aku merogoh saku depan sweaterku dan mengangkat teleponnya. “Ada apa, Dek?” Aku diam sesaat sebelum kemudian membelalakkan mataku. “Sa-sabar ya, Dek, mas kesana sekarang, jangan panik!!”

jilbab manis-nia (5)

Aku menutup teleponku dan berusaha membuat wajahku terlihat sekacau mungkin. “Ibu… meninggal!!”

Aku berlari sekencang mungkin meninggalkan wanita itu dengan wajahnya yang keheranan. Dan bisa kudengar di kejauhan dia memanggilku dengan lantang. Tentu saja dia memanggilku, karena aku meninggalkan tas kuliahku dengan sengaja di sampingnya. Inilah yang kusebut pertaruhan yang sebenarnya. All in!!

Kalau kalkulasiku benar, wanita itu akan mengejarku. Dia tidak akan tega untuk mengacuhkan tas berisi buku kuliah di sisi jalan. Dan dompet di dalamnya yang berisi uang tiga ratus ribu lengkap dengan fotoku adalah sebuah alibi, yang akan membuatnya mempercayaiku dan tidak akan mencurigaiku. Perfect!

Aku sampai di rumahku, dengan nafas terengah-engah aku mencari cairan berwarna hijau yang terakhir kuingat terletak di kotak obat. Aku segera menuangkan cairan pembius berbau menyengat itu ke atas saputanganku, Chloroform.

Aku bisa merasakan adrenalinku meningkat drastis. Aku sangat menyukai permainan seperti ini. Lebih menyenangkan sekaligus menggairahkan, saat ini aku tidak ambil pusing jika dia mengambil tasku dan kabur. Peduli setan!. Toh anak buahku bisa mengejarnya dengan motor jambretnya.

Aku mengintip melalui kaca ke arah jalan di luar. Dan seketika perasaanku membuncah bahagia luar biasa, ketika aku melihat sosok wanita itu menghampiri rumah ini dengan setengah berlari. Dia menggendong tas kuliahku. Aku benar-benar tidak tahan untuk tidak tertawa. Wanita bodoh!

Dengan sedikit ragu-ragu wanita itu mulai masuk pekarangan rumahku, mengucapkan permisi beberapa kali sebelum akhirnya melangkahkan kakinya ke dalam rumah ini. Dan saat itulah aku yang bersembunyi di balik pintu membekapnya dengan sapu tangan berisi obat bius itu tanpa ragu.

jilbab manis-nia (6)

Dia meronta, sangat kuat. Tapi aku yang menguasai keadaan. Aku yang berkuasa disini. Aku yang memainkan permainan ini. AKU!!

Tidak lama wanita itu lunglai. Tubuhnya menyerah pada kekuatan obat bius yang terlalu banyak dihisapnya. Nafasku makin memburu melihat sesosok wanita cantik tergeletak tak berdaya di hadapanku. Aku menyeret tubuh wanita itu ke dalam kamarku dan mengunci pintunya di belakangku.

Tanpa membuang waktu, aku melempar badan wanita itu ke atas kasur dan mengikat semua tangan dan kakinya di keempat tiang di pojokan kasur. Aku mengambil pisau besar Rambo di atas lemari, dan mulai merobek pakaian wanita itu perlahan-lahan, mencoba membuat potongan baju yang hanya ada pada bayangan terliar seorang lelaki yang diburu nafsu, kusisakan jilbab birunya tak tersentuh.

Wanita itu mengerang lemah, sebuah tanda dia akan segera siuman. Aku duduk di sampingnya, membuka sumpalan di mulutnya dan memandangnya sebentar, lalu mencium bibirnya lama. Kemudian aku menghirup habis setiap aroma keringat bercampur parfum yang sangat khas dari tubuhnya.

Ketika aku mengusap rambutnya yang hitam, dia terbangun. Aku mengelus pipinya perlahan, mencoba membuatnya tenang. Dia yang baru menyadari situasinya terancam mulai meronta-ronta lebih gila dari sebelumnya.

“LEPASKAN AKU!!” wanita itu berteriak. “TOLONGG!! TOLOOONGG!!”

“Ssstt, jangan berisik ya…”dengan perlahan aku menempelkan sisi pisau yang bergerigi di atas bibir mungilnya yang berwarna merah muda. Aku tidak ingin merusak bibir yang sempurna itu.

“BANGSAT KAMU!!” diluar dugaanku, dia mengibaskan kepalanya dengan berani, dan meludahiku. Tepat di wajahku. Dia bergidik ketika aku menjilat ludahnya yang menetes ke mulutku.

jilbab manis-nia (7)

Saat ini semua hal yang dilakukannya hanya akan membuatku semakin bergairah, nafsuku memuncak, ke-tidak berdayaannya semakin membuatku ingin melumatnya habis. Aku melepas pakaianku dan duduk di atas pinggangnya, aku hanya tersenyum melihatnya yang terus menerus berontak sambil mengucapkan semua sumpah serapah terkasar yang ada di dunia ini.

“Jangan ngomong kasar dong, Sayang!” aku kembali menempelkan ujung pisauku pada bibirnya.

“BAJINGAN KAMU!! LEPASKAN AKU KALO BERANI, DASAR BENCONG PENGECUT!!” wanita itu bergidik melihat apa yang akan menimpanya, tapi sama sekali tidak bisa menghindar, ia tidak punya waktu untuk menghindar. Telapak tanganku sudah melayang menghajar mukanya yang sebelah kiri.

”AUW!!” wanita itu tersentak, ia menjerit, lebih banyak karena terkejut daripada karena sakitnya tamparanku.

Kujambak rambutnya yang tertutup jilbab, sementara tanganku yang lain menarik bagian atas blusnya hingga bisa kulihat tonjolan buah dadanya yang bulat besar. Kuremas-remas sebentar sambil tak lupa kupilin-pilin putingnya yang mungil kemerahan saat aku kembali mengancam, “DIAM, ATAU KUBUNUH KAU!!!” kataku keras.

Wanita yang terlihat semakin hot di penglihatanku itu masih berusaha melindungi dirinya dengan mendorong tanganku menjauh ketika aku sedang meremas salah satu gundukan buah dadanya. Dia rupanya gigih juga bertahan. Geram, langsung saja kutarik lagi jilbabnya, kujambak rambutnya yang terikat melingkar di belakang. Wanita itu mengerang kesakitan, tatapan panik dan ketakutan tampak di matanya yang bulat ketika ia menatap mataku. “Jangan, jangan!” teriaknya parau.

Aku tampar dia sekali lagi, lebih keras dari yang tadi, suara jeritannya terdengar merdu sekali di telingaku ketika kepalanya terlempar ke samping, sementara tanganku masih menjambak jilbabnya yang kini mulai terlihat kusut dan acak-acakan.

jilbab manis-nia (8)

“Jangan berisik!” aku menghardiknya, jerit kesakitan dan ketakutannya bagaikan musik di telingaku, “Tutup mulut kamu!” ancamku.

“Le-lepaskan aku!!” sahutnya dengan suara gemetaran karena shock akan kejadian yang tengah menimpanya. Untuk ukuran orang yang baru mengalami penyiksaan, dia cukup tegar juga.

“Le-lepaskan aku! Kumohon!!” dia mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras.

Aku menggeleng, tentu saja itu tidak mungkin. Tubuh telanjangnya telah membiusku. Lihat, penisku yang menempel di kulit pahanya sudah ngaceng berat, masa mau kubiarkan begitu saja. Itu mubazir namanya.

“Tidak!!!” wanita itu memekik. “Mau ngapain kamu?” dia terkesiap saat dengan pelan kumasukan jari tengahku ke liang kemaluannya yang terasa hangat dan basah. Kukocok sebentar disana sebelum akhirnya kutarik keluar beberapa saat kemudian.

jilbab manis-nia (9)

“Ahh! Lepaskan aku! Kamu gila!!” jeritnya dengan tubuh menggelinjang ke kiri dan ke kanan. Kuremas-remas tonjolan buah dadanya yang bergerak indah saat dia terus memberontak sambil kujilati jari tengahku yang penuh oleh cairan kewanitaannya. Hmm, rasanya gurih dan nikmat. Baunya juga harum sekali, aku menyukainya. Rupanya dia telaten juga merawat liang kemaluannya.

Tak sabar, segera kuletakkan batang penisku di mulut gerbang surgawinya. “Tidak! Jangan!!” wanita itu makin meronta dan memohon-mohon padaku. Dia tidak tahu, semakin dia memberontak, semakin aku terangsang untuk menyetubuhinya.

“Diam kamu! Dasar cerewet!!” tukasku dengan sembarangan. Sekali hentak, kudorong batang kemaluanku ke depan. Bless!! Tak sampai satu detik, tubuhku sudah menjadi satu dengan tubuhnya. Alat kelamin kami saling mengisi dan bersentuhan. Ugh, rasanya sungguh nikmat sekali.

“AAAH… setan kamu!!” wanita itu mengumpat, tapi kudengar ada sedikit nada kegelian dalam suaranya. Aku yakin, dia juga menikmatinya.

Segera kugoyang pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mulai mengocok-kocok liang kemaluannya. Aku menyetubuhinya. Kuperkosa dia dengan sesuka hati.

“Ahh… bajingan! Stop! Hentikan!!”

Semakin dia memaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya. Kembali kuremas-remas tonjolan buah dadanya yang membulat indah sambil kugoyang pinggulku semakin cepat. Akan kubuat dia takluk dalam nikmatnya orgasme dan mengakui kejantanan yang kuberikan padanya.

“Mmmh… s-sudah! Jangan!!” dia masih berteriak-teriak memintaku untuk berhenti.

jilbab manis-nia (10)

“Diam kamu, jangan banyak omong!!” hardikku cuek. Sambil terus memompa liang kemaluannya, aku menunduk untuk menghisap puting payudaranya yang berwarna pink agak kecoklatan. Kuhisap benda mungil menggemaskan itu bergantian.

“Ohh… shhh!” rintihnya pilu. Dia menatapku dengan pandangan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang amat sangat akibat rasa nikmat yang ditahan.

Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. Dengan menggunakan belati yang tergeletak di pinggir ranjang, aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. Begitu kedua kakinya terbebas, wanita itu sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dan tangan masih terikat ke atas kepalanya. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya, membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. Aku terus menyetubuhinya, bahkan kini semakin terasa nikmat karenanya.

“Ahh… sudah! Hentikan! Ampun! Lepaskan aku!” dia memohon lagi, tapi kali ini suaranya tidak kasar seperti tadi, malah mulai terdengar mendesah karena geli. Nafasnya pun mulai sedikit memburu. Mungkin wanita itu sadar kalau sia-sia saja melawan, jadi dia mulai berusaha menikmati apa yang aku berikan.

Kusingkap jilbab lebarnya ke atas hingga aku bisa melihat batang lehernya yang mulus dan jenjang, kujilat lembut disana hingga ia makin tak mampu menutupi rasa geli dan nikmatnya. “Aduh! Sshh… udah dong! Hhh… ssh…” suaranya memohon, tapi diselingi desahan lirih yang menggairahkan. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan pelan. Tendangannya juga bukan karena memberontak, melainkan akibat menahan rasa geli dan nikmat yang kuberikan di sekujur tubuhnya.

jilbab manis-nia (11)

Aku menaikkan tempo dalam memompa liang kemaluannya sehingga tubuh wanita itu semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Kali ini suara desah nafasnya sudah sedemikian berat dan memburu.

“Uhh… uhh… sialan kamu! Aghh… uhh… uhh!” Wajahnya terlihat semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya yang tebal seperti bertemu. Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu kepadaku. Liang kemaluannya kurasakan mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku yang bergerak keluar masuk semakin cepat di liang kenikmatannya yang sudah basah total.

Saat itulah aku berbisik, “Gimana, nikmat bukan?” aku menggodanya. Tanganku kembali memijiti tonjolan buah dadanya yang bulat besar, benda itu terasa sedikit kaku sekarang.

Sambil mengatur nafas dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, wanita itu berkata, “Tidak… ba-bajingan kamu!” suaranya dibuat setegas mungkin, tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sangat menikmati perbuatanku.

jilbab manis-nia (12)

“Masa?” godaku lagi sambil terus menggerakkan batang kemaluanku keluar masuk di liang kemaluannya yang terasa semakin basah dan membanjir.

Tampak dia ingin menjawab dengan wajahnya yang merah padam karena peluh, nafasnya yang berat terasa menerpa wajahku, tapi dia tidak jadi membuka mulutnya. Yang ada dia malah mendesah dan merintih semakin keras saat kugenjot pinggulku semakin cepat. “Hssh… hh… hh…” kakinya melingkar di kulit pahaku, seperti ingin meminta lebih dan lebih

Aku tersenyum saat melihatnya, dia sudah benar-benar jatuh ke dalam pelukanku, seperti korban-korbanku yang lain selama ini. Terus kuhujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya, semakin lama semakin keras dan dalam, hingga…

”Ughh… hhh… ghh…” wanita itu dengan gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bawahnya, berusaha mengendalikan nafasnya yang sudah sangat berat dan ngos-ngosan. Pantatnya yang bulat mulai bergerak turun naik, mengimbangi genjotanku di atas tubuh sintalnya yang sudah mengkilat pasrah, ia sama sekali tak sanggup untuk menghentikannya. Di dalam, liang kemaluannya juga kurasa semakin berdenyut kencang dan menggigit kuat batang kemaluanku. Rupanya dia sudah hampir orgasme.

“Gimana, nikmat bukan?!”

Kata-kataku membuatnya tak mampu berpura-pura lagi. Mukanya mendadak memerah padam dan dengan setengah tersipu dia berbisik, “Ah, setan kamu! Uhh… uhh… tapi iya, memang enak ba… ughh!!”

Belum selesai ia berkata, aku langsung kembali menggenjotnya hingga ia kembali melenguh panjang. Rupanya perasaan malunya telah ditelan oleh kenikmatan yang kuberikan kepadanya.

“Ah iya… iya… terus… mmh… aah!!” dia tanpa sungkan-sungkan lagi mengekspresikan kenikmatannya.

Selama 15 menit berikutnya kami masih bertempur sengit. Tiga kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi. Spermaku menyemprot kencang di liang vaginanya, bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang begitu basah dan hangat. Tersungging senyum puas di wajahku. Senyum penuh kemenangan. Ah, sungguh hari yang sempurna. Aku merasa seakan-akan dipenuhi energi yang luar biasa sehingga sanggup untuk menyetubuhinya tiga kali lagi.

INDRIANI

Menonton acara siaran langsung acara selebritis di Mall Taman Anggrek sangat mengesalkan, selain penuh sesak, juga tidak bisa mendekati artis. Belum lagi untuk keluar dari Mall Taman Anggrek butuh Perjuangan. Kulangkahkan kakiku keluar dari mall, namun mataku tertumbuk pada pojokan tempat artis yang mau tampil sedang saling canda, beberapa artis senior juga berada di situ, namun mataku lebih tertuju pada wanita berjilbab warna abu abu yang sedang digandeng mesra oleh suaminya, aku mencoba mendekat, aku mengenal wanita ini sejak lama sebelum menjadi istri salah satu aktor beken Indonesia. Ketika MC memanggil nama aktor tersebut untuk tampil ke panggung, sang istri pun memberikan semangat padanya. Aku semakin terpana dengan jilbab dan pakaiaanya yang sangat kontras, pakaian abu abu dengan jilbab abu abu. Ketika aku mendekat, istri aktor tersebut terkejut melihatku

“Oh Haan .. lama nggak kelihatan .. kemana aja kamu ?” tanya Indriani Hadi yang merupakan istri dari Syahrul Gunawan, wanita muslimah ini cukup sopan, menyalamiku dengan hanya bersentuhan pada jari jariku, tidak bersalaman

“Baik .. masih banyak pekerjaan “ kataku enteng dengan sebentar memandang kesintalan tubuhnya, aku menjadi terangsang dengan kontrasnya pakaian itu, ditunjang dengan jilbabnya yang anggun menambah libido birahi kumat lagi jika melihat artis berjilbab. Kupandang ke arah panggung, Indriani Hadi berada di sampingku. Sesekali mengobrol sedang aku sendiri hanya melirik nakal ke arah busungan dadanya itu.

Mantra yang kudapatkan dari temanku yang ahli di bidang klenik kupraktekan, aku kurang yakin, namun temanku bilang harus yakin, karena keyakinan itu paling penting, aku pengin menikmati tubuhnya yang mengundang air liurku. Aku mencoba mengorek tentang tempat tinggalnya setelah menikah, ketika bertanya itu malah wanita berjilbab ini bertanya balik

“Kapan mau ke rumah ?” tanya Indriani Hadi dengan membenahi jilbabnya.

“Ya ntar malam kalo bisa “ kataku enteng yang disambut tawa Indriani Hadi

“Ntar malam ??? .. gila apaa .. suamiku keluar kota .. ada job “ balas Indriani Hadi dengan tertawa renyah

“Justru itu .. bisa curhat .. ada banyak masalah “ kataku menggoda

“Makanya .. cari istri donk “ canda Indriani Hadi dengan gemas

“Cariin donk .. yang secantik Mbak Indri “ kataku untuk lebih mendalami tingkah laku Indriani Hadi.

“Haaah .. aku dah jelek “ tolak Indriani Hadi dengan suara dilemahkan, lirikan matanya sungguh menggodaku.

“Naah .. aku aja senang lihat Mbak Indri secantik ini “ kataku dengan menatapnya tajam membuat tatapan mataku membuat Indriani Hadi kebingungan. Matanya tidak berani menatapku, namun kembali mata itu memandangku, seolah aku menghipnotisnya, lagian aku cukup tajam memandang kesintalan tubuhnya sampai Indriani Hadi menutupi bagian dadanya.

“Iiih .. kamu sekarang kok kayak buaya sih ? “ lontaran kata kata pedas dari Indriani Hadi kuanggap biasa saja.

“Yang penting tetap lelaki .. di sana di bilang kadal, di sini dibilang buaya .. tapi yang penting perkasa “ sahutku dengan nada datar

“Haaaaaaaaaaah .. kamu belum nikah sudah gituan ? ck ck ck ck ck “ balas Indriani Hadi dengan geleng geleng

“Dah jamannya orang muda sekarang mengenal seks kok .. mau coba apa ?” kataku dengan berbisik sampai membuat Indriani Hadi terdiam dengan menutup mulutnya karena terkejut. Justru itu menambah cantiknya wanita berjilbab ini.

Indriani Hadi semakin tidak tenang di dekatku, tangannya diremas kuat, entahlah apa mantra dari temanku ini manjur, tak ada sahutand ari Indriani Hadi, namun gemuruh nafasnya menjadi tak karuan, sesekali matanya melirikku, aku hanya memberikan senyum saja. Kusentuh tangannya untuk lebih membuat Indriani Hadi termakan mantraku, benar saja selepas tangannya kusentuh itu Indriani Hadi tidak menolak, lalu kuremas remas dengan pelan pelan Indriani Hadi juga tidak menyingkirkan tangannya, hanya bersifat pasif, namuan matanya melirikku sesekali

“Malam nanti akan kutiduri kamuuu “ bisikku yang membuat Indriani Hadi menjadi kaget. Kulepas tangannya yang kupegang, aku kemudian melangkah pergi dari dekat wanita berjilbab ini.

Selepas aku lenyap Indriani Hadi celingukan mencari aku, terlihat kepalanya sampai mencari cari, namun aku sudah lenyap. Aku kemudian menunggu sampai acara bubar, kutunggu mobil Syahrul Gunawan keluar dari Mall Taman Anggrek, kuganti bajuku agar tidak membuat curiga, kupakai topi untuk menyamarkan, keduanya lewat di samping mobilku. Bokongnya sungguh menggodaku, aku menjadi tidak tahan.

Mobil itu keluar dari mall dan menuju ke arah Grogol, kubuntuti mereka sampai rumahnya, namun tak berapa lama kemudian Syahrul keluar dari rumahnya dengan membawa mobilnya sendirian. Indriani Hadi mengantar sampai gerbang dan diciumnya wanita berjilbab itu dan akhirnya mereka berpisah.

Aku kemudian menyelinap masuk ke dalam rumahnya, entah kenapa gerbang rumah itu tidak dikunci, herannya wanita ini kok sendirian di rumahnya, entah kemana anaknya, aku tak perduli, aku terus masuk terus sampai depan pintu, kuketuk pintu rumahnya, dari korden sampai pintu yang terbuka itu seorang wanita berjilbab membukakan pintu, melihatku muncul Indriani Hadi menjadi terkejut namun diam saja, matanya memandangku

“Malam ini kau milikku, sayaaang “ bisikku dengan masuk dan menutup pintu rumah itu.

Mantra dari temanku benar benar mancur, terbukti wanita berjilbab ini tidak berontak namun tetap saja ketakutan, kemudian menjawab dengan nada datar

“Mau apa kau Han ?” tanya Indriani Hadi dengan wajah setengah bingung dan takut

“Memberikan kenikmatan surgawi “ kataku lagi yang disambut dengan pandangan kosong, namun kemudian menjawab

“Jangan Haan .. jangan “ tolak Indriani Hadi dengan mundur, namun kutahan pantatnya dan kuremas remas pelan membuat wanita ini memejamkan matanya.

“Sssssssssssh .. ssssssshhh “ desis Indriani Hadi dengan suara yang jelas ditelingaku, kemudian kutarik tangannya menuju ke sofa, wanita ini seolah menolak

“Jangan .. jangan .. aku istri yang setiaaa “ tolak Indriani Hadi dengan wajah memelas, tidak ada pemberontakan yang frontal.

“Tidak malam ini kau setia “ kataku dengan menarik tangannya, perlahan wanita ini mengikuti aku dan aku menariknya dan kudekap serta kuremas buah dadanya

“Jangaaaaaan .. jangaaaaaaaan .. aaaaaaah .. pleasee .. “ tolak Indriani Hadi dengan suara yang pelan, memang mantra dari temanku ini hanya membuat wanita tidak berontak, masih menyisakan kesadaran, tinggal dibuai dengan rangsangan birahi maka wanita ini akan mudah dikendalikan.

Kuremas buah dadanya dengan lembut, tanganku menyilang sampai membuat wanita ini mendesah desah keenakan.

“Pleasee .. jangan lakukaan .. jangaaaaaaan .. uuuuuuuuh ssssssshhh ssssssshhh “ tolak Indriani Hadi dengan mendesis lagi, tanganku semakin nakal. Indriani Hadi masih menggunakan pakaian yang sama, baju lengan panjang warna abu abu dan rok panjang warna hitam, kususupkan tanganku masuk ke dalam baju tanpa kancing itu dan meremas lembut buah dadanya, Indriani Hadi sampai terpekik

“Maksiaaat .. ini maksiaaaaaaat .. jangan pleasee “ tolak Indriani Hadi dengan mencekal tanganku yang sudah masuk ke dalam bajunya dan meremas gundukan kebar itu, tanganku lebih nakal lagi, melepas cekalan di telapak tanganku dan menyusup ke dalam cup branya, kuremas buah dadanya, kucium pada jilbabnya

“Mbak Indri akan nikmat merasakan kontolku “ kataku dengan mendesakkan ke atas selakanganku, kuremas buah dadanya itu sampai membuat Indriani Hadi terpejam

“Ssssssssssssssssshh ssssssssshhh .. uuuuuuuuuuuuuuuuuh “ desis dan lenguh Indriani Hadi semakin lama semakin terbuai dengan rangsanganku itu, kutarik kepalanya dan langsung kupagut bibirnya, pelan pelan wanita berjilab ini menyambut pagutanku, namun tak lama kemudian tangannya berusaha menarik kepalaku, kutarik badannya dan kini Indriani Hadi menindihku dengan perasangan bingung campur nikmat, kurapikan jilbabnya

“Segera lepas celanaku .. kontolku besar deeh “ rayuku yang disambut dengan gelengan Indriani Hadi, kurangsang kembali dengan meremas buah dadanya membuat Indriani Hadi menjadi terpejam lagi, kudorong tubuhnya dan kutindih di sofa wanita ini, kuremas lagi kuat dadanya sampai membuat Indriani Hadi semakin termakan birahi.

“Uuuh .. ssssssssshhh .. mmmmmmmhh .. enaaaaak .. sssssssshh jangaaaaaaan .. ssssssssshh .. “ desis Indriani Hadi semakin tenggelam dalam rangsangan itu, kupegang jilbabnya dan kutahan kepalaku, kupagut dengan lembut sampai Indriani Hadi memejamkan matanya menikmati pagutan itu. Kuangkat kepalaku dan kubuka celana panjang, celana dalamnya sekalian aku tarik, mata Indriani Hadi menjadi melotot melihat batangku yang ngaceng besar itu, matanya menggeleng geleng, kemudian mengalihkan pandangan seolah menolak penis besar, kuarahkan kepalanya yang berjilbab itu, matanya kini memandang ke batangku, tanganku turun dan memegang baju warna abu abu itu dan kutarik ke atas, Indriani Hadi menolak namun lama lama menyerah, membiarkan aku membebaskan tubuhnya dari penutup bagian atas. Kubiarkan jilbabnya tetap bertengger, Indriani Hadi sampai menutupi dadanya, namun kuturunkan.

“Jilat kontolku sayaaang “ kataku dengan menekan kepalanya di belakang jilbabnya itu. Habis itu langsung ke belakang tubuhnya , menarik kaitan rok itu, reslutingnya aku tarik.

“Mbak Indri lepasin dulu roknya yaa .. kita telanjang deeh “ sahutku yang tidak dijawab, Indriani Hadi malah memegang batangku.

“Dikocok aja dulu Mbak “ rayuku yang dijawab dengan kocokan pelan Indriani Hadi itu.

Kubiarkan wanita itu mengocok batangku pelan pelan, kulepas kemudian kaitan branya, luar biasa bentuk buah dadanya, tidak besar namun cukup montok juga, putih dan sangat segar dengan punting agak besar.

“Susumu segar Mbak Indri “ kataku dengan menarik kepalanya dan kudorong dadanya agar rebahan, kali ini wanita berjilbab tidak menolak, kutari roknya beserta celana dalamnya, kulucuti wanita ini sampai telanjang bulat hanya menyisakan roknya saja. Aku kemudian membuka bajuku dan kulepas cepat, kemudian celanaku juga aku buang, Indriani Hadi hanya menatapku dengan nafas tak karuan.

Kutekuk kedua kakinya agar aku bisa masuk ke dalam selakangannya, ketika aku hendak membungkuk tangan kanan wanita berjilbab ini menahan

“Jangaaan aaaaaaaah .. dosaaaaaaaaaa “ sahut Indriani Hadi dengan menahan kepalaku dengan tenaga yang seolah olah tidak menahan kuat.

“Sudaahlah Mbaak Indri . kita sudah sama sama telanjang .. “ kataku menarik tangan itu, kusaksikan vaginanya benar benar luar biasa indah, jembutnya tipis dan rapi, lubangnya menyempit, aku kemudian langsung menjilati memeknya dan tanganku meremas remas buah dadanya sampai membuat Indriani Hadi merintih, melenguh dan mendesah tak karuan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaah ..ssssssssssssshh sssssssssshh ssssssssssshh .. hhhhh … aaaaaaaauuh .. huuuuh .. enaaaaaaak .. teruuuuuuuuuuusss aaaaaaaaaaaaaaaaaah “ desis Indriani Hadi dengan tak karuan itu, kedua tangannya kuat memegang kepalanya yang berjilbab, nafasnya semakin memburu, tubuhnya yang telanjang dan hanya menyisakan jilbab itu semakin membuat tubuhku semakin panas, kemolekan istri sakinah ini sudah dalam kekuasaanku.

Kugali terus vagina Indriani Hadi yang sudah termakan gairah birahi itu, kujilati vaginanya yang sempit itu, wanita berjilbab ini menggelinjang bak cacing kepanasan, geliat tubuhnya di sofa itu kian basah oleh keringat yang membanjir, ketika hendak melepas jilbabnya aku langsung menahan tangannya, Indriani Hadi memandangku dengan mata sayu, giginya menggigit bibirnya dengan kuat tak tahan kenakalanku yang makin nakal meremas buah dadanya dengan lembut sampai Indriani Hadi melihat tanganku yang meremas nakal itu. Matanya kemudian menatapku dengan pandangan menggeleng geleng, kesadarannya semakin tampak, seolah olah mantra yang kuberikan semakin lama semakin tidak kuat lagi, seolah wanita berjilbab ini tidak terpengaruh mantra, kemungkinan besar karena aku belum menguasai mantra, selama ini hanya mengandalkan feeling. Kembali kuoral vaginanya wanita berjilbab ini sehingga Indriani Hadi langsung memejamkan matanya

“Uuuuuuuuuh .. ssssssssssshhhhhhhhhh ssssssssssshhh hhhhhhhhh .. mmmmmmmmmhhh .. “ desis Indriani Hadi dengan mendongakan kepalanya.

Sementara aku di selakanganya menjilati lubang yang sudah membasah itu, lubang yang sempit itu aku sibakan dengan lidahku, yang kanan kusibakan membuat Indriani Hadi menggeliat tak karuan, demikian daging sebelah kiri gantian aku sibakan sehingga wanita berjilbab ini semakin terbuai oleh nafsu birahi

“Haaaaan aaaaaaaaaaaah .. aaakuu nggak kuaaaaat aaaaaaah .. sudah aaaaaaaaah .. pleasee .. masukin .. aaaaaaaaah .. “ lenguh Indriani Hadi dengan memandangku kembali, matanya kemudian tertuju ke selakanganku, bibirku terus menghisap lubang itu membuat wanita berjilbab ini sampai terpejam erat merasakan sensasi oralku.

“Kamu nakaaaal aaaaaaaaaaah pleaseeeee “ erang Indriani Hadi dengan tangannya telentang, tangan kanannya sampai mendorong meja sofa itu, lubangnya semakin membesar, kumainkan klitorisnya dengan kujilat dan kusedot

“Gila aaaaaaaah .. aduuuh Haaaaaaan .. pleaaaaaaaaaseeeeeeee “ lenguh Indriani Hadi dengan kembali bola matanya memutih tak kuat rangsanganku, lubangnya sangat sempit, kini tanganku masuk ke dalam lubang itu mengorek ke samping membuat jeritan Indriani Hadi semakin membahana.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ jerit Indriani Hadi dengan kuat, jepitan pahanya kini semakin menguat di kepalaku, kumainkan kembali klitorisnya dan membuat Indriani Hadi membusung ke atas, kuremas remas buah dadanya agar bisa mendapatkan orgasme.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw ..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang wanita berjilbab ini sambil mencengkeram kuat sofa itu. Tubuhnya menegang kaku, kemudian berdebam ke bawah dengan nafas ngos ngosan, vaginanya mengucurkan cairan panas membasahi sofa dan aku terciprat di bibirku, kutekan pahanya dan kuelus elus paha mulus Indriani Hadi, kemudian aku merapikan jilbabnya yang miring itu. Kuletakkan handphone yang berada di meja sofa itu dan kuarahkan ke tubuh kami agar bisa merekam adegan yang kuinginkan ini. Indriani Hadi memejamkan matanya dengan tangannya menggapai gapai, aku merangsangnya pelan pelan, pahanya yang sangat mulus itu menjadi incaran tanganku, mengelus dari paha sampai di pinggangnya kemudian naik dan menindih wanita berjilbab ini, Indriani Hadi kemudian membuka matanya, dugaanku benar, wanita ini sudah tidak dalam kendali mantraku, ketika membuka matanya langsung saja Indriani Hadi menjerit

“Aapaa apaaan ini Han ? pleasee .. jangan ! Jangan .. ini dosaaa ! tolong ! “ Indriani Hadi seakan akan hendak berontak. Kubekap mulutnya dengan tangan kananku, dan tangan kiri memegang batangku dan kuarahkan ke vaginanya, Indriani Hadi sampai melotot merasakan vaginanya ada benda tumpul masuk ke selakangannya

“Mmmmmmmmmmmmh …… “ suara yang keluar dari mulut Indriani Hadi yang kubekap

“Jangan teriak sayaaang .. rasakan kontolku “ kataku mendesakan batangku agar bisa masuk, Indriani Hadi sampai terkaget kaget dan melotot, bahkan hendak berontak

Indriani Hadi semakin ketakutan, sial mantraku sudah tidak mempan lagi, kini wanita berjilbab ini semakin kuat berontak, tangannya mencakar lenganku, namun aku gantian mengunci tangannya, kurentangkan kedua tangannya

“Teriaklah, sayaaang .. kau lihat kamera di meja itu ?” ancamku

“Haaan aaaaaaaaaaauuh .. jangan lakukan Haan .. jangan kaaau aaaaaaah aaaaaaaaaauh “ pemberontakan itu semakin kuat, namun desakan penisku semakin dalam membuat Indriani Hadi semakin melemah pelan pelan.

“Aku sudah lama menginginkan dirimu Mbak Indri .. “ kataku yang dijawab dengan ludahan di mukaku

“Kau biadab ! “ maki Indriani Hadi yang sudah sadar kalo vaginanya sudah dimasukan batangku walau kurang dari separo.

“Ayolah Mbak .. sudah tanggung nich ..” kataku mendesakkan batangku pelan membuat Indriani Hadi menjerit lagi

“Jangan Haaan .. jangan .. auuuh .. ooh .. vaginaku “ jerit Indriani Hadi dengan berusaha melepaskan tanganku.

“Ayo deh Mbaak .. diperkosa nggak enak .. ayo deh, sayaaang .. “

“Han .. kenapa kamu nggak minta baik baik .. malah memperdaya aku ?” tanya Indriani Hadi dengan wajah memelas.

“Aku tidak memperdaya Mbak Indri, birahilah yang memperdaya kita “ kataku dengan akal bulus.

“Tapi Han .. aku ini muslimah .. ini dosa besar .. aduuh .. Haan .. jangan teruskan … aaaaaaaaaaauh “ teriak Indriani Hadi ketika aku menarik dan menenggelamkan batangku lebih dalam.

“Enak khan Mbak ? kontolku sesak dalam memek Mbak Indri “ kataku dengan wajah melotot karena kesakitan batangku dijepit dalam vaginanya yang sempit itu.

“Kusodok sodok ya Mbak .. Mbak Indri nikmati saja .. lagian Mbak Indri makin seksi dengan berjilbab itu” kataku dengan memandang wajahnya itu.

“Sesaak Haan .. jangan teruskan, ndak muaaat aaaaah “ elak Indriani Hadi dengan memalingkan wajahnya

“Kalo begini bagaimana ? “ tanyaku dengan menghujamkan batangku membuat Indriani Hadi mendongak kesakitan

“Aaaaaaaaampuuuuuun aaaaaah aaaaaaaaaaaaaauh sssssssssshh ssssssssshhh hhhh “ jerit Indriani Hadi dengan nafas ngos ngosan. Jepitan vaginanya semakin rapat seiring batan besarku masuk lebih dalam.

“Ayo deh Mbak Indri .. goyang deeh .. nih aku genjotin ya “ kataku sambil menggejotnya, ketika aku menggenjot itu Indriani Hadi menahan ke pahaku

“Sudahlah Han .. tapi .. tapi “ sahut Indriani Hadi dengan wajah kawatir

“Tapi kenapa Mbak “ kataku menahan sodokanku

“Aku takut ketahuan .. “ ujar Indriani Hadi dengan lirih

“Tenang aja Mbak Indri .. yang penting nikmat .. rasakan kontolku ya Mbak .. tanggung sudah masuk ke memek Mbak Indri, jangan menangis donk “ hiburku dengan mengelus elus pipinya selepas tangannya kulepas.

“Kamu sangat jorok .. “ maki Indriani Hadi dengan memandangku sayu

Aku kemudian kembali menggejotnya, menindih tubuhnya dan kuremas buah dadanya, Indriani Hadi kemudian menanggapi dengan memegang kepalaku dan mengajak saling berpagutan, kami semakin terbakar birahi.

“Aaaaaaaaauuh aaaaaaaah .. memekmu enaaaak aaaaaaah .. aaaaaaaayo Mbaaaaak uuuuuuh ..ssssssssshh sssssssssshh hh “ desisku ditengah genjotan naik turun di selakangan wanita berjilbab ini, kami terus saling bergerak

“Haaaaaan ooh .. enaaaaak aaaaaaaaaaaah .. teruuuuuusin aaaaaaaaah enaaaaaaak .. sssssssssh sssssssssshhh “ erang Indriani Hadi ketika aku melepas pagutan itu, Indriani Hadi ikut menggoyangkan pantatnya mengimbangi aku, aku kemudian tersenyum

“Jangan lepas jilbabmu Mbak .. aku suka kau berjilbab “

“Tauk “ jawab wanita berjilbab ini dengan singkat, genjotan demi genjotan kulakukan, Indriani Hadi sampai terpejam merasakan sodokanku yang semakin cepat

“Haaan aaaaaaah .. nggaaaaak kuaaaaaaaat aaaaaaaaaah “ teriak Indriani Hadi dengan suara keras, jilbabnya sampai menutupi buah dadanya, kuremas buah dada itu di bawah jilbab warna abu abu itu, luar biasa sensasi remasanku di buah dadanya yang terbalut jilbab

“Haaan .. aaakuu sudaah nggak taaaa taaa haaan “ erang Indriani Hadi dengan memejamkan matanya, dadanya ikut naik turun seiring genjotan itu. Tubuhnya semakin melemah dan vaginanya semakin menyempit dengan cepat, Indriani Hadi sampai tidak tahan lagi, tubuhnya kembali menegang kaku, matanya memutih, suaranya hanya merintih dan mendesah serta melenguh.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ erang Indriani Hadi panjang dengan wajah penuh keringat, jilbabnya sampai setengah basah. Kuhentikan sodokanku ketika vaginanya kembali memancarkan cairan panas membasahi batangku.

Lepas itu aku langsung menarik batangku, kemudian mengocok batangku sendiri, aku ingin memuntahkan isi penisku di atas wajahnya.

“Aaaaaaaaauh aaaaaaaaah ssssssssshhh “ desisku merasakan kocokanku sendiri, aku mengocok cukup lama sehingga aku sampai tidak kuat lagi, kocokan yang lama dan cepat itu semakin lama semakin membuatku ingin muncrat di penisku, ketika hendak mencapai orgasme dengan cara manual itu, aku menghentikan, kulihat Indriani Hadi yang mengelap mukanya dengan ekor jilbabnya, aku langsung berpindah mengangkang, kukocok penisku, pelan pelan penisku mulai memuntahkan spermaku, muncratan pertama langsung mengena hidung Indriani Hadi.

“Aapaaaaan Haaaaaaaaaaah “ pekik Indriani Hadi kaget merasakan ada lendir menempel di hidung sampai dahinya, Indriani Hadi sampai terperanjat dan membuka matanya, namun aku terus mengocok batangku, spermaku muncrat banyak sekali

“Haaaaaan pleasee aaaaaah “ tolak Indriani Hadi dengan menutup mukanya, akibatnya tangan lentik Indriani Hadi penuh dengan spermaku.

“Jangan .. jangaaaaaaaaaan “ tolak Indriani Hadi dengan membuka tangannya, ketika hendak teriak itu, aku langsung menyumpalkan batangku masuk ke mulutnya. Indriani Hadi sampai tergangga namun terlambat, batangku masuk

“Telaaaaaaaaaaaaaaan, seedooooooooot “ ancamku, Indriani Hadi tak bisa menolak karena ketakutan, disedotnya penisku itu dengan pelan, sisa sisa air maniku disedot dan dengan berat Indriani Hadi sampai masuk kerongkongannya. Kutahan kepalanya, kutarik penisku.

Kukocok lagi untuk mengeluarkan sisa sisa air maniku, kusemprotkan ke jilbabnya, sehingga kini wanita berjilbab ini penuh dengan sperma lendir kental.

“Kenapa kau lakukan ini Han ? aku tak suka “ maki Indriani Hadi

“Karena Mbak Indri nolak nolak “ jawabku singkat

“Kenapa nggak kau semprotin di dalam .. aku nggak suka di luar .. jijik kalo di mukaku “ debat Indriani Hadi dengan wajah masih kesal.

“Kalo nggak mau lagi .. sekujur tubuhmu kusemprotin lagi “

“Jangan Han .. oke deh Han .. aku mau aja .. tapi kau jangan sembarangan nyimpen video aib ini, cukup kita berdua pegang rahasia ini .. “ jawab Indriani Hadi dengan mengelap mukanya yang berlendir itu, tangannya sampai berlepotan spermaku.

“Kita mandi yuk Mbak .. kumandikan Mbak Indri .. kita terusin di lain tempat “ ajakku yang disambut anggukan kepala wanita berjilbab ini.

“Janji ya Han .. jangan bocorin ini .. nggak mau aku .. ini sudah doooooos “ jawab Indriani Hadi dengan kubekap mulutnya

“Sudahlah .. jangan bilang itu .. kita nikmati saja ya “ kulepas bekapanku, tanganku juga berlendir. Kutarik tangannya dan kemudian kupondong wanita berjilbab ini.

“Aku pengin ngentotin kamu dengan berjilbab lagi “ ajakku yang disambut anggukan Indriani Hadi dengan tersenyum

“Boleh .. dimana ?” tanya Indriani Hadi dengan tersenyum

“Aku pengin Mbak Indri ngangkang di tangga itu .. belum pernah khan gaya doggy style ?” tanyaku

“Boro boro .. tapi Han . penismu gedhe banget ya “ tanya Indriani Hadi dengan bloon, kubawa wnaita ini ke kamar mandi, kuturunkan kemudian kutarik jilbabnya.

Kumandikan wanita berjilbab ini dengan kusabuni, demikian pula aku pun diguyur dengan semprotan air di tubuhku, rasa dingin menggelayut tubuhku, dengan telaten kami saling menyabuni, Indriani Hadi sering tersenyum ketika mencuci batangku itu yang kembali ngaceng. Tangannya terkadang nakal berlama lama di penisku. Aku juga semakin nakal sering menyabuni pada bagian buah dadanya yang segar dan ranum itu, kurasakan kelembutan buah dadanya walau sudah menyusui anaknya dua kali, namun buah dadanya benar benar kenyal dan segar, kami berdua sambil berdekapan di dalam bathtub itu, sesekali kucium pipinya dan Indriani Hadi tidak menolak. Bahkan Indriani Hadi semakin senang dengan kenakalanku sesekali meraba raba vaginanya dalam air itu.

“Ih .. kamu kok nakal sekali ya, sayang “ rajuk Indriani Hadi di dalam bathtub itu

“Habis tubuhmu segar banget, aku sering nggak tahan deh lihat Mbak Indri “ sahutku dengan gemas memalingkan kepalanya dan kupagut, Indriani Hadi pun menanggapi pagutanku, pagutan kami sangat mesra, terbukti Indriani Hadi terus melakukan pagutan ketika aku hendak berhenti. Aku terus melayani pagutan Indriani Hadi yang kemudian langsung berbalik menaikku dan menopangkan tangannya dipundakku dengan tersenyum

“Aku suka kamu Han, sayaang .. kamu romantis deh “ sahut Indriani Hadi dengan tersenyum

“Aku sudah tidak sabaran pengin kontoli dan ngentotin Mbak Indri lagi “ sahutku dengan memegang pinggangnya

“Idih .. kamu kok jorok banget sih .. “ sahut Indriani Hadi dengan mata membelalak.

“Please .. segera memekin kontolku yaa .. ayo deh .. nggak usah dipikir .. aku pengin Mbak Indri juga jorok, biar makin nikmat malam ini “ ajakku yang disambut dengan gelengan kepala Indriani Hadi namun kemudian tersenyum padaku dan kembali memagutku sebentar

“Ayo deeh .. kita lanjutin di tangga .. aku pengin diewe dari belakang, pengin merasakan dikontoli lagi sama kamu “ ajak Indriani Hadi dengan berdiri dan keluar dari bathtub dan menarik tanganku, kami berdua keluar dengan bertelanjang setelah mengeringkan tubuh kami dengan handuk, Indriani Hadi menarikku keluar kamar mandi, kemudian kami keluar menuju ke ruang depan ketika lewat ruang tengah, Indriani Hadi menarik jilbab yang masih rapi dibekas strika pakaian itu, dipakainya jilbab itu dengan rapi kemudian tersenyum padaku, kuremas pantatnya yang berisi itu sampai Indriani Hadi tersenyum menggodaku

“Kamu nakal sekali, sayaaaaaaang “ bisik Indriani Hadi dengan mesra seolah olah pengin menelanku bulat bulat, apalagi tangannya memegang penisku dengan meremas. Aku kemudian menyaut kerudung yang tersampir di kursi setrika itu. Indriani Hadi sampai tidak mengerti.

“Buat apa itu, sayang ?” tanya Indriani Hadi pengin tahu. Aku tak menjawab hanya merangkul wanita berjilbab bertelanjang ini, buah dadanya benar benar sekal dan ranum, mulus dan puntingnya mencuat tegak, kuremas sebentar dan kutarik ke arah tangga menuju lantai atas itu.

“Mbak Indri sekarang kangkangkan kaki yaa .. aku pengin oral memek Mbak Indri “ sahutku sambil meletakan kerudung itu di anak tangga

“Oke deeh .. pelan ya sayaang “ sahut Indriani Hadi dengan menaikan kaki kirinya ke anak tangga yang lebih tinggi, aku kemudian mengarahkan mulutku menuju ke selakangannya, Indriani Hadi sampai meringgis ketika lidahku dengan nakal mengoral tempeknya itu

“Oh Haaan .. enaaaaaaak .. teruus sayaang .. mainin memekku .. aaaaaaaaah ssssssssh ssssssssssshh hhh .. aaaaaaaaaaauh .. lidaaahmu aaaaah sayaaaaaaang .. nakaaaaal “ erang dan desis Indriani Hadi dengan mata memandang ke bawah di mana aku menjilati memeknya yang dengan cepat membasah itu. Lubang kemaluan yang sempit itu dagingnya aku kuakan, kekiri kanan sampai membuat Indriani Hadi mendengus tak karuan, pegangan tangannya di pagar tangga itu dikuatkan.

“Haaaaan .. sssssssssshh ssssssssssssssshh hhh .. hhh ssssssshh .. teruuuuuuuus .. enaaaak aaaaaaaah .. waaaaaaaauh waduuuuh .. aaakuu aaaaaaah .. ketagihaaaaaan .. enaaaaaaaak bangeeeet .. teruuus sayaaang ssssssssssh sssssssssshh “ desis dan desah wanita berjilbab ini tak karuan, jilbabnya kembali membasah di dekat pipinya itu. Gelengan kepala itu sampai membuat ekor jilbabnya menutupi buah dadanya.

“Remes susu Mbak Indri, sayaaang .. pleasee “ ajak Indriani Hadi dengan tak sabaran, kemudian memejamkan matanya merasakan oralku yang semakin menggila, kusedot kuat lubang vaginanya sampai membuat wanita berjilbab ini menjerit tak karuan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw “ teriak Indriani Hadi dengan suara nyaring, kuremas buah dadanya dengan menaikan tanganku, kuremas buah dada sebelah kirinya di balik jilbabnya yang menutupi buah dadanya, nikmat sekali, terkadang dengan ekor jilbabnya yang menutupi buah dadanya aku remas, Indriani Hadi sampai membantuku meremas buah dadanya

“Oooooooh enaaaaaaaaaaknyaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaah ssssssssssshhh ssssssssshh .. “ desis Indriani Hadi dengan menggeliat ke sana kemari dengan tangan kirinya memegang pagar tangga sekuatnya.

“Sudaah sayaaaaaang .. sudaaah .. jangan bikin Mbak Indri orgasme .. aku pengin dientotin sampai orgasme .. gantian dong aaaaah . aku oral kontolmu “ sahut Indriani Hadi dengan suara yang jorok dan kepingin, bahkan tangannya sampai memegang kepalaku. Kepalaku akhirnya menjauh dari vaginanya yang memerah akibat oralku, bahkan aku sempat menyedot klitorisnya sampai membuat Indriani Hadi meringgis sambil menggigit bibirnya kuat.

Aku kemudian berdiri, gantian Indriani Hadi yang berjongkok dan memegang batangku serta dikocok.

“Kontolmu gedhe banget Han .. lebih besar dari punya suamiku “ sahut Indriani Hadi dengan memandangku sambil tersenyum.

“Iyaa .. nikmati saja Mbak Indri .. aku senang jika Mbak Indri mau rela bercinta denganku “ sahutku mengelus elus kepalanya yang berjilbab itu.

“Asal kamu mau pegang rahasia deh “ sahut Indriani Hadi dengan menjilati batangku dengan rakus.

“Terus Mbak Indri .. uuuuuuuh .. lidahmu nakal, sayaaaaaang “ sahutku dengan mengelus elus kepala wanita berjilbab ini.

Jilatan demi jilatan yang rakus dan cepat itu sampai membuatku menahan nafas, kutahan sensasi seksku yang naik berlipat lipat melihat wanita berjilbab ini, yang sehari hari merupakan wanita yang sangat taat beribadah, taat dalam aturan keluarga, namun kini sudah menjadi penyelingkuh, menyukai petualangan seks bersamaku.

Jilatan demi jilatan itu sampai membuat batangku membasah, kemudian batangku dimasukan dalam mulutnya namun sangat sesak dalam mulutnya, dikeluarkannya batangku dan dikocok kocok

“Gedhe aaaaaaaaah .. “ sahut Indriani Hadi dengan tersenyum manja, kemudian kembali menelan batangku dengan paksa, sehingga giginya sampai bersentuhan dengan batangku

“Aaaaaaaah aaaaaaauh Mbak Indri aaaaaaah .. gigimu aaaaaaaaaah “ sahutku dengan bertahan sekuatku kesakitan dan nikmat dioral itu. waniat berjilbab ini mengeluarmasukan batangku berulang ulang, bahkan air liurnya sampai menetes ke lantai. Sedotan demi sedotan, permainan lidahnya lumayan piawai mempermainkan batangku di dalam mulutnya. Nafasnya semakin memburu, dengan rakus batangku berulang ulang dimainkan dengan lidah dan bibirnya

“Sudah Mbak Indri .. sudaaaaaah .. trim yaa “ sahutku dengan membungkuk kemudian memegang kedua lengannya dan kuangkat agar berdiri sejajar denganku.

“Ya Han .. aku suka sama kontol besarmu .. tapi Han .. kalo pengin ngewein aku lagi kabarin yaa .. awas kalo nggak mau “ sahut Indriani Hadi dengan nakal sambil membenahi jilbabnya agar rapi kembali, kupagut bibirnya sebentar.

“Lha tadi nolak nolak “ debat

“Ah kamu .. tadi khan belum ngerasain enaknya kontol besarmu “ sahut Indriani Hadi dengan mengerling nakal.

“Enak ya kontolku ?” tanyaku

Indriani Hadi tidak menjawab lalu membelakangi aku, kedua tangannya berpegangan pada pagar tangga itu, kuambil kerudung itu dan aku hendak menutup matanya

“Haan .. jangan deeh . pleasee “ tolak Indriani Hadi

“Enaaaak kok .. kamu akan merasakan nikmatnya dikontoli dengan tutup mata .. biar pikiranmu ngeres membayangkan kontolku keluar masuk memek Mbak Indri “ sahutku dengan mengikatkan kerundung itu sehingga Indriani Hadi kini tidak bisa melihat

“Aduuh Han .. kamu nakal sekali .. nanti gantian ya .. kalo di tempat tidur kamu gantian Mbak Indri tutup matamu “ balas Indriani Hadi dengan berpegangan kuat

“Oke deh Mbak .. tahan ya Mbak .. kontolku mau masuk memek Mbak Indri .. nungging yaaa “ kataku dengan mundru sejengkal, Indriani Hadi kemudian menungging dengan kaki mengangkang itu.

“Tunggu sebentar yaa .. agar nyaman kakimu kuganjal bantal “ kataku dengan turun cepat mengambil bantal sofa, tak lama kemudian aku meletakan bantal itu di kaki sebelah kiri Indriani Hadi.

“Ok deh Han .. posisi yang mantap deh .. segera masukin kontol besarmuu .. gelaaap aaaah “ sahut Indriani Hadi dengan menggelinjang karena aku meremas buah dadanya

“Masukin aaaaaah .. jangan ngeremes susuku teruus pleasee “ rajuk Indriani Hadi tidak tahan lagi, kupegang kontolku dan kuarahkan ke vaginanya dengan pelan pelan, Indriani Hadi sampai menggigit bibirnya merasakan desakan penisku yang hendak masuk ke vaginanya yang membasah merah itu, pelan pelan batangku masuk di kepala penisku membuat Indriani Hadi mendesis

“Sssssssssssssssh ssssssssssshhh hhhhhhhhhhhhhhhhhh … mmmmmmmmmh .. sssssssshhh “ desis Indriani Hadi dengan suara yang semakin santer, wanita berjilbab ini sudah tidak tahan lagi disodok sodok dari belakang.

“Pelaan aaaaaaah ..sakit memekku sayaaang .. kontolmu gedhe banget “ sahut Indriani Hadi dengan berpegangan kuat pada pagar tangga itu

“Yaaa .. tenaang yaa .. jangan menggeliat kayak gitu .. susah masuk kontolku “ kataku dengan memegang kedua pingganya, kutekan batangku agar melesak masuk sampai membuat Indriani Hadi berteriak

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh ..” jerit Indriani Hadi kesakitan ketika batangku kembali melesak masuk

“Tarik, sayaaang tekan aaaaaaaah uuuuuuuh .. rasanyaa aaaaaaaaaah nikmaaaaat ooh .. nikmatnya ditutup mataku .. hanyaaa aaaaaaaah .. terbayaang kontolmu aja, sayaaaaaaang “ sahut Indriani Hadi dengan menghembuskan nafasnya kuat kuat ke depan, kepalanya yang berjilbab itu menggeleng geleng, kutarik batangku dan kudesakan lagi membuat batangku semakin amblas terjepit kuat dalam vagina becek wanita berjilbab ini.

Penisku kini sudah mencapai separo, jepitan vagina Indriani Hadi memang sangat ketat sekali, penisku terasa diurut urut dengan gemas, malah disedot dari dalam, Indriani Hadi sampai menopangkan kepalanya di pagar tangga itu

“Aaaaaaaaaauh Haaaaaaaan ……. sssssssshhh sssssssshhh .. sssssshh . teruus Haaaan .. teruus sayaaang .. tenggelamkan . segera genjot Mbak Indri “ sahut Indriani Hadi dengan nafas memburu itu. nafasnya turun naik merasakan penisku sudah menyeruak masuk lebih dalam.

“Sayaaaaaaang aaaaaaaah … memekku aaaaaah … kontolmuuu aaaaaah .. seseeeeeek …. uuuuuuuh .. Haaaaan ..uuuuuuuh gedhee banget aaah .. otakku aaaaaah .. hanya membayangkan kontolmu muluuu … hihihihihi “ sahut Indriani Hadi dengan tertawa cekikikan

“Nikmat khan, sayaaang “ kataku dengan menekan lebih dalama berulang ulang sehingga batangku amblas dalam vagina wanita berjilbab ini.

“Iyaa .. aaah .. otakku hanya membayangkan kontolmu aaajaaaaa .. aaaaaauh Haan .. kurasakan kontolmuu aaaaaah .. “ lenguh Indriani Hadi dengan menggeliat karena aku meremas kedua bukit kembarnya, kupeluk tubuhnya dan aku mendiamkan sebentar

“Segera genjotin Mbak Indri deh .. nggak tahan kalooo kamu diaam aaaaaaaaajaaaaaa .. pleaseeeeeee “ rengek wanita berjilbab ini.

Aku kemudian menarik pantatku dan kusodokan membuat Indriani Hadi langsung melenguh tak karuan

“Aaaaaaaaaauh Haan .. aaaaauuh Haan .. pleasee .. aaah . kontooolmu tergambaaar dalam otakku aaaaaaahuuh uuuuuuuuuh teruuuuuuuus ssssssssssssh sssssssshh hhhh “ lenguh Indriani Hadi dengan nafas memburu, kepalanya mengeleng kesana kemari, apalagi remasanku semakin kuat dan keras membuat Indriani Hadi semakin menggelinjang tak karuan

“Sayaaang aaaaaah nggak kuaaaaat aaaaaaaaah .. jangan pelaaaan cepeeeeeeeeeet “ sahut Indriani Hadi dengan menahan tanganku yang terus meremas buah dadanya itu, kekenyalannya sangat kurasakan, buah dadanya yang ranum dan sekal itu sangat nikmat kuremas remas.

“Uuuuuuuuuuuh ..ssssssssssh ssssssshh sayaaang teruuuuuuuuuuus “ sahut Indriani Hadi dengan suara yang mendesah, sedang aku hanya bisa ah uh ah uh terus sambil menyodoki vagina Indriani Hadi dari belakang itu.

Wanita berjilbab ini semakin tidak tahan akan genjotanku, desahan, rintihan, lenguhan dan erangan bersahutan, tubuhnya ikut tergoncang seiring penisku keluar masuk vagina Indriani Hadi.

“Yaaaaang aaaaaaaaaaah nngaaaaaaaak ngggg aaaaaaaaah .. nggaaaaaaaak kuaaaaaaaat ayooo aaaaaaah sssssssssshh sssssssshh “ teriak Indriani Hadi yang kurasakan vaginanya menyempit dengan cepat, kuhujamkan kontolku dalam dalam berulang ulang sampai membuat Indriani Hadi menjerit lagi

“Aaaaaaaaaah aaaaaaaaaaaaaaauh aaaaaaaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan nyaring, kurasakan batangku semakin diremas kuat oleh vaginanya itu. Indriani Hadi sudah tidak kuat lagi, tangannya kembali memegang pagar tangga dengan kuat, kepalanya menggeleng geleng, kuremas terus buah dadanya dan penisku keluar masuk vaginanya. Tubuhnya menegang kaku tak lama kemudian mendapatkan orgasmenya

“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erang wanita berjilbab ini panjang, vaginanya kusodok dalam dalam dengan penisku dan kuhentikan sodokanku, kurasakan vaginanya memuncratkan cairan panas membasahi batangku, Indriani Hadi sampai berkelonjotan dalam dekapanku, tubuhnya lemas tak berdaya kemudian, kupeluk agar tidak melorot ke bawah. Nafasnya serasa hancur, kubuka ikatan kepala yang menutupi matanya.

Pelan pelan mata Indriani Hadi membuka namun masih berkunang kunang. Kudiamkan sebentar, namun tak lama kemudian Indriani Hadi memalingkan wajahnya dan langsung memagutku

“Luar biasa sayaang .. kamu banyak sensasi seks .. apalagi deh untuk memuaskan Mbak Indri ?” tanya Indriani Hadi penasaran

“Ada deeh .. istirahat yaa .. “ ajakku

“Oke deeh … tapi kontolmu tetap terbenam dalam memek Mbak Indri ya “ selidik Indriani Hadi dengan tersenyum.

Kutarik penisku pelan pelan sampai membuat Indriani Hadi meringgis, habis terserabut yang susah itu aku kemudian membopong wanita cantik berjilbab ini ke sofa dan kupangku, Indriani Hadi tak sabaran memegang batangku dan dimasukan lagi dalam vaginanya

“Sayaang .. aku suka deh sama kamu .. kalo aku minta boleh khan ?” tanya Indriani Hadi dengan mengelus elus pipiku.

Kupandang wanita berjilbab nan cantik ini yang sudah ketagihan sama kontolku, nafsu seksnya ternyata tinggi juga. Kuberikan senyum mesra dan Indriani Hadi pun langsung memagut bibirku kembali, kupeluk wanita ini untuk membuatnya tentram dan damai, akupun dipeluk erat dan dihujani dengan ciuman di leherku.

Indriani Hadi memelukku di sofa itu dengan erat, memberikan rasa tenang padaku dengan mengelus elus pada leher belakangku, aku pun juga tak kalah memberikan kemesraan pada istri Sahrul Gunawan yang puas aku kontoli dengan berjilbab, nafasnya diatur agar cepat pulih, demikian pula denganku yang merasakan jepitan kontolku di dalam memek wanita berjilbab ini. Usapan demi usapan itu memberikan rasa tenang padaku, sehingga aku kembali mendapatkan kesegaran untuk menerus hubungan seks terlarang ini bersama Indriani Hadi yang semakin kelihatan cantik dan mengundang birahiku naik berlipat lipat apalagi dengan telanjang bulat dan hanya berjilbab. Kemulusan pahanya itu aku elus elus membuat Indriani Hadi menjadi kegelian.

“Sayaaang .. pleasee .. geli deeh .. elusan tanganmu nakal sekali “ rajuk Indriani Hadi dengan menarik kepalanya ke belakang sehingga berhadapan muka denganku, bibirnya sangat dekat denganku, memandangku dengan mesra.

“Habis aku nggak tahan lihat tubuh Mbak Indri .. cantik deh .. apalagi susu Mbak Indri seger banget “ pujiku dengan menaikan tanganku dan meremas buah dada wanita berjilbab ini.

“Oke deh .. kamu juga ganteng dan gagah .. mana wanita nggak kepencut sama kamu .. kontol gedhe lagi” goda Indriani Hadi dengan manja sambil mengelus elus pipiku dengan penuh kemesraan. Kemudian wajahnya menunduk, seperti ada rasa sesal harus melakukan hubungan seks gelap ini, kunaikan dagunya itu

“Kenapa Mbak ?” tanyaku dengan memagutnya sehingga akal sehat dan nuraninya kini kembali menjadi terbuai dengan nafsu birahi, Indriani Hadi menanggapi lumatanku dan kurasakan lidah Indriani Hadi menjulur mengajakku bermain lidah, kami sampai megap megap saling memagut dan menyedot itu

“Sayaaaaaaang sssssssshhh .. shh hh .. segera kontoli aku lagi yaaaaa .. di mana ? keluarin pejumu di dalam memek Mbak Indri ya” tanya Indriani Hadi dengan membenahi jilbab itu, kuremas dengan lembut buah dadanya itu.
“Oke deh .. aku pengin ngontoli Mbak Indri di sini aja .. ya … Mbak Indri yang menggenjotku naik turun .. aku pengin lihat susu Mbak Indri naik turun ketika mengenjot “ ajakku dengan menggeser tubuhku dan Indriani Hadi pun ikut menaikan kakinya ke atas sofa itu, aku kemudian rebahan di sofa itu, Indriani Hadi menekan ke dadaku

“Oke deeh … rasain genjotan Mbak Indri yaa .. rasakan memekku .. aaaaah .. uuuuh .. kontolmu nakal sekali, sayaaang .. nakaaaaaaaaaal “ erang Indriani Hadi kesakitan ketika penisku menekan lebih dalam ke vaginanya yang basah itu.

“Goyang deh Mbak Indri .. ayoo deh “ ajakku dengan mengelus paha mulus wanita berjilbab ini.

Pelan pelan Indriani Hadi menaikan badannya kemudian turun dengan pelan

“Ooh sayaang ..uuh .. kontolmu aaaaaaah .. gesekaaannyaa .. maakiin nikmaaaaaat .. ssssshh aaaaaauuh aaaaaaaauuh sssssssshh .. ayoo sayaaang .. kontolmuuu jangaaaaan diaaaaam ajaaaaaaa “ ajak Indriani Hadi dengan bergerak pelan pelan naik turun.

“Iyaaa aaaaaaaah aaaaaaaaaauuh enaaaaaak .. aaakuu suka memek Mbak .. enaaaaak aaaaaaah sssssssshh sssssssshh uuuh jepitaaaanmuu aaaaaaaah aaaaaaaauuh sssssshh “ erangku merasakan gesekan yang membuat batangku dikunyah luar biasa dalam memek wanita berjilbab ini, ketika naik turun itu jilbabnya ikut bergerak melambai lambai menyentuh buah dadanya.

Genjotan demi genjotan naik turun itu sampai membuat Indriani Hadi mendongak, merintih, mengerang serta melenguh dengan sebebas bebasnya. Tubuhnya semakin menggeliat ketika aku ikut meremas pantatnya yang sering kali menekan ke selakanganku itu.

“Sayaaaang aaaaaaah aaaaaaaaaaauuh sssssssshh aaaaaaaauh .. enaaaak .. teruus Haan ..sayaaaaaaaaaaang …….sssssssssssshh ssssssshh .. gilaaaaa aaaaaaaah enaaaaaaaaknya .. uuuuuuh ssssssssshh aaaaaaaaaaaaaw huuuuuuuuuuh, mmmmmmmmmmmmmmmhh .. aaaaaaauh ssssssshh .. “ erang Indriani Hadi dengan semakin nikmat menggenjotku dengan irama konstan itu.

Kusaksikan batangku keluar masuk memek wanita berjilbab ini dengan lancar, kusaksikan bagaimana batangku itu ketika masuk diperas luar biasa.

“Remees susu deeh “ sahut Indriani Hadi dengan menurunkan ekor jilbabnya menutupi buah dadanya

“Okeee “ sahutku dengan melepas remasan di pantat Indriani Hadi dan kuremas buah dadanya beserta jilbab itu.

“Sayaaaaaang aaaaaaaaaah .. enaaak .. ssssshh ayoo sayaang .. kontolmu benaar benaaaar enaak .. besaaar .. aku suka kontolmu sayaaang .. pleasee .. kamu diam dulu yaa.. rasakan sodokan Mbak Indri .. “ kata Indriani Hadi menekan ke dadaku.

Indriani Hadi mengatur sedikit mundur, kemudian maju mundurkan pantatnya menggesekan batangku

“Aaaaaaaauh aaaaaaaaaaaaaaaaaaah Mbaaaaaaak …. Mbaaaaak Indriiiii nakaaaaaaal .. nakaaaaaal ……aaaaaaaaaah enaaaak teruus Mbaaaak .. enaak .. “ erangku merasakan gerakan Indriani Hadi yang maju mundur menghajar kontolku keluar masuk, batangku sampai berbunyi menggesek, makin nikmat dan kami semakin basah oleh keringat birahi itu.

“Iyaaa aaaaaah aaaaaauuh sssssshhh .. eeeeeeh .. teruus yaaa “ ajak Indriani Hadi dengan maju mundur sehingga batangku semakin lama semakin lancar keluar masuk, gesekan demi gesekan itu sampai membuat Indriani Hadi menggeleng geleng tanda nikmat merasakan batangku keluar masuk vaginanya.

“Uuuuuuh saaaaaaaayaaaaang capeeeeeeek aaaaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan memelankan genjotannya kemudian diam.

“Gantian aku deeh .. Mbak Indri diam yaa .. tapi naik dikit pantat Mbak Indri .. sisakan batangku separo aja .. rasakan sodokan ke atas dari kontolku yaa “ ajakku dengan meremas lembut buah dadanya

“Oke .. “ jawab singkat wanita berjilbab ini dan menyampirkan ekor jilbabnya di pundaknya. Indriani Hadi kemudian menaikan pantatnya, kedua tangannya menekan ke dadaku, aku kemudian menyodok nyodok ke atas

“Aaaaaaaaaauh aaaaauuh ooh Haan .. sayaang enaak Haan .. enaaaaak .. teruus sayaaaang .. aakuu aaaaah .. suka kamuu .. aaaku ketagihan sama kontolmuu “ teriak Indriani Hadi dengan memandangku senang dan menekan kuat ke dadaku

“Memekmu enaaak aaaaaah aaaaaauh uuh ..ssshhh “ erangku dengan tetap menaikan dan menurunkan selakanganku menyodok nyodok vagina wanita berjilbab ini yang sudah terbuai nafsu, Indriani Hadi tersenyum senang sambil memandangku.

“Uuuh .. sudaah Haan .. sudah sayaaaang .. “ sahut Indriani Hadi tak tahan akan sodokanku yang cepat sampai membuat vaginanya kesakitan.

“Okee aaaaah .. capek juga genjot memek Mbak Indri .. sempit lagi “ sahutku yang disambut dengan gerakan naik turun Indriani Hadi itu dengan pelan pelan

“Aayoo sayaaaang aaaaaaaaah aaaaaaaauuh enaaaak … ganti gayaa yaaa “ sahut Indriani Hadi dengan masih turun naik di selakanganku. Indriani Hadi kemudian berhenti, aku bangun dan menahan pantat Indriani Hadi agar tidak bergerak meremas batangku lebih parah.

Aku kemudian menaikan selakanganku dan kupegang kedua pantat Indriani Hadi kemudian menggulingkan ke samping sehingga Indriani Hadi ini bersandar pada sandaran punggung sofa

“Mbak Indri rebahan nyamping yaa “ sahutku dengan memberikan pagutan pelan ke bibir wanita berjilbab ini, ekor jilbabnya sampai menutupi buah dada sebelah kirinya

“Genjot deeh .. akuu dah nggak tahaaaan .. semprotin memek Mbak Indri yaaa .. ayoo sayaang “ ajak Indriani Hadi dengan memejamkan matanya. Kuangkat kaki kanan Indriani Hadi ke atas, kemudian aku menyodokan batangku keluar masuk vagina Indriani Hadi

“Aaaaaaaaaaauh saaaayaaaang saaakit aaaaaaah ..aaaaaauh teruus Haan .. teruus sayaang jadi eeenaak nih .. uuuh .. kontolmuu benar benar mantaaaaap .. ayoo aaaaaaaaaah ssssssssssh sssssssshh aaaaaaauuh teruuuuuuuuus aaaaaahh “ erang Indriani Hadi tak karuan dengan mata terlihat bola matanya memutih, tangan kirinya ditekuk menahan bobot tubuhnya

“Iyaaaaaa aaaaaaah samaaaaaaaaaaaa.. aaakuu aaaaah “ erangku

“Yaa .. sayaaang ada apaaa ?” tanya Indriani Hadi dengan membuka matanya, tangan kanannya mengatur kembali jilbabnya yang miring hampir menutupi matanya

“Uuh .. memekmu makin sayaang “ sahutku.

Bunyi keciplak alat kelamin kami semakin santer

“Srep .. srep ..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep..srep “

Kami semakin cepat bergerak seiring dengan nikmatnya bersetubuh itu, genjotan demi genjotan itu sampai membuat wanita berjilbab ini merem terpejam sangat erat.

“Ng nngg ngg ngg aaaaaaah ..nnggak taaa tahaaaan .. aaaaaaaaaaauh sayaaaaaang .. teruus “ erang Indriani Hadi dengan terbata bata, bunyi gesekan itu semakin lama semakin santer akibat aku menggenjot lebih cepat

“Sayaaaaang aaaaaaah .. berhenti ..stop .. pleasee aaaaaaah “ tahan Indriani Hadi dengan membuka matanya dan menahan ke selakanganku.

“Kenapa, sayaaaaaaaaang “ tanyaku

“Sakit memekku .. “ ringgis Indriani Hadi dengan mata berarir karena kesakitan batangku menghujam keluar masuk dengan cepat dan kuat itu.

“Mau ganti gaya ?” tanyaku yang disambut dengan senyum wanita berjilbab ini dengan menggigit bibirnya.

“Iya deeh .. pengin nggaya yang lain “ sahut Indriani Hadi dengan menggodaku.

Aku kemudian kembali menarik pantat Indriani Hadi dan kuremas kemudian aku menggeser dan duduk di sofa itu.

“Sekarang Mbak Indri .. mundur yaa .. tangan Mbak Indri bertelepak di sofa .. “ ajakku dengan memundurkan punggungku sehingga kini jarak tubuhnya jauh dengan dada Indriani Hadi sedang selakangan Indriani Hadi masih mendudukiku, apalagi batangku setia di dalam memek wanita berjilbab ini

“Uuh Haan .. yaa .. aaaaaah .. kita naik turun yaaa .. ooh Haan .. nikmaaaaat aaaaaah teruuus sayaaaaaaaang .. aaaah nggak tahaaaaan aaakuu “ erang Indriani Hadi yang ikut bergerak seiring batangku keluar masuk vaginanya. Kami berdua mengambang di udara di atas sofa itu, gesekan kedua alat kelamin kami semakin nikmat, Indriani Hadi sampai menggeleng geleng dan tertawa senang melihatku terpejam merasakan tekanan selakangan Indriani Hadi yang ikut bergerak itu.

“Ayoo sayaaang sudaaah nggak kuaaaaaat aaaaaaah “ sahut Indriani Hadi dengan nafas ngos ngosan itu, genjotan demi genjotan kami semakin cepat

“aaaaaaaaauh aaaaaaaaah sssssssshhh sssssssssshhh .. “ dengusku tak karuan disambut dengan pejaman dan dengusan Indriani Hadi bak dikejar kejar.

Dadanya bergemuruh, buah dadanya naik turun, jilbabnya melambai lambai sampai bersentuhan dengan buah dadanya, semakin indah wanita berjilbab ini dikontoli dengan tetap berjilbab. Bibirnya sampai komat kamit entah apa yang diucapkan, kenikmatan yang baru dirasakan oleh Indriani Hadi yang selama ini mengenal seks sebagai seorang istri yang solehah dan taat beribadah, namun kini telah menjadi wanita yang liar, tak tahu etika sebagai seorang istri. Menikmati kenikmatan seks yang belum pernah di dapatkan.

“Sayaaang aaah .. dikontoli samaa kaaamuu .. aku bebas .. ngomong jorok ..waduuh .. memekku aaaah .. kontolmu .. ayo kontol .. hajar memek Mbak Indri .. aakuu mau keluaaar nih “ sahut Indriani Hadi dengan meringgis sambil mengikuti gerakanku naik turun, kepalanya menggeleng geleng tak karuan, wajahnya penuh dengan keringat membanjir, demikian pula dengan tubuhnya yang polos itu.

“Iyaaaaaaaaaah “ erangku singkat

Gerakan demi gerakan kami yang berlawanan itu sampai membuat vagina Indriani Hadi menyempit dengan cepat

“Sayaaaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaaah ……….aaaaaaaaaaaaaaauuh “ erang Indriani Hadi dengan suara parau dan berat, vaginanya menyempit dengan cepat dan matanya terpejam mendongak ke atas, kurasakan jepitan itu sampai membuat aku juga tidak tahan lagi. Indriani Hadi menegang dengan kuat seiring sodokanku yang keras itu.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuh “ erang Indriani Hadi panjang dan berdebam ke belakang, tubuhnya ambruk dengan berkelonjotan tak karuan, aku kemudian memajukan badanku dan menarik kakiku, kupegang kedua kakin Indriani Hadi dan aku menggenjotnya maju mundur menyodokinya, Indriani Hadi sampai ikut tergoncang

“Haan please ..sudaaaaah aaaaaaah aaaaaaaaauh sakiiiit “ erang Indriani Hadi dengan susah payah menahan genjotan demi genjotanku yang cepat dan keras itu, batangku lancar sekali, Indriani Hadi hanya menikmati orgasmenya sebentar karena aku terus menggenjot dan menghujam

“Bentaaaaaaaar aaaaaaaaaaah “ erangku dengan menghujamkan batangku dalam dalam, buah dada wanita ini ikut terguncang naik turun. Kuhujamkan batangku ketika aku hendak mencapai orgasme, batangku kutekan kuat dan kusemburkan air maniku di vagina wanita berjilbab ini.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah “ erangku panjang dengan mendongak

“Craaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat “

Aku sampai ambruk ke depan dan menindih Indriani Hadi di sofa itu, nafasku serasa hancur, kutindih dan kupeluk, tulangku serasa lepas dari tubuhku, dadanya turun naik menggesek buah dada segar Indriani Hadi yang terkapar tak berdaya itu. Kurasakan air maniku meleleh keluar dari sela sela vagina Indriani Hadi yang becek itu.

Kami diam lama sekali setelah beberapa menit, Indriani Hadi memelukku, menarik kepalaku kemudian. Kubuka mataku dan seulas senyum diberikan padaku

“Kamu tidur di sini aja yaa .. aku pengin dikelonin sama kamu .. tapi jangan tindih aku deeh “ sahut Indriani Hadi dengan mesra, aku kemudian memeluknya dan menggulingkan tubuh Indriani Hadi itu, dan kini Indriani Hadi berada di atasku

“Terima kasih, sayaaaang .. kontolmu biar di dalam memek Mbak Indri yaaa .. pengin merasakan kehangatan” rajuk Indriani Hadi dengan menyenderkan kepalanya di dadaku itu.

“Yaa “ jawabku singkat

“Sayaang .. kurasakan air manimu banyak jugaa .. “ sahut Indriani Hadi dengan menghembuskan nafasnya agar teratur.

Sementara air maniku menetes-netes dan mengalir banyak meleleh keluar dari lobang kemalian Indriani Hadi.

Tiba-tina MBak Indri menarik lepas jilbab di kepalanya, kemudian dengan jilbab itu mbak Indriani mengelap sperma yang menetes-menes di kemaluannya. Berulang-ulang dibersihkannya kemaluannya dengan jilbab itu sampai bersih, dan kini jilbab itu basah kuyub oleh cairan spermaku.

“Kalo hamil gimana ?” tanyaku

“Aaah .. biarin aja .. abis nikmat sih .. kapan lagi bisa menikmati kontol gedhe “ sahut Indriani Hadi cuek.

Kami berdua sampai tertawa sambil menggoda itu, kami lelah sekali bercinta itu, Indriani Hadi kembali memejamkan matanya dan kami tidur berpelukan di sofa dengan batangku masih menancap di vagina wanita berjilbab ini. Kupeluk dan kami pun diam ditengah malam yang dingin itu. Pagi pagi aku harus pulang karena Sahrul Gunawan katanya jam 08 mau mampir ke rumah, aku hanya mengatakan sembunyi saja, sehingga seharian nanti aku bisa menggenjot seharian. Indriani Hadi sampai menjawil hidungku. Aku diminta sembunyi saja di mobilku.

NOVIAH

Namanya Noviah. Cerita ini adalah pengalaman sewaktu Noviah masih duduk di bangnya SMA kelas 1. Hari ini pelajaran yang diberikan belum terlalu banyak karena mereka masih dalam tahap transisi dari murid SMP menjadi murid SMU. Tak terbayang olehnya dapat masuk ke SMU yang masih tergolong favorit di ibu kota ini. SMU yang sangat sarat dengan nuansa keislaman. Di SMU ini, banyak sekali gadisnya yang memakai jilbab. Begitu juga Noviah. Dari masuk SMU ini, ia sudah memutuskan untuk memakai jilbab. Jilbab yang lebar, yang menutupi dada dan pungungnya. Rok SMUnya pun panjang, dan baju putihnya juga longgar. Namun itu tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang sedang ranum2nya, dan kecantikan alami yang terpampang di wajahnya. Banyak pria di sekolahnya ingin jadi pacarnya, namun sebenarnya Noviah tertarik pada hanya satu orang. namanya Indra. Membayangkan wajahnya saja bisa membuat Noviah melambung.

jilbab hot bahenol (11)

Pada suatu hari, tiba-tiba Noviah mendapatkan sebuah surat di lacinya. “nov, jangan pulang dulu yah, nanti. Ada yang ingin kukatakan padamu. Indra.” Jantung Noviah berdegup kencang. Baju abu-abu putih lebar dan jilbab yang selalu ia gunakan terasa semakin membuatnya gerah. Apakah Indra juga merasakan cinta seperti yang ia rasakan? Mau apa Indra menemuinya? Apakah mau mengutarakan cinta? Selama jam pelajaran pikirannya tak menentu, berbagai pertanyaan terus mengalir di otaknya. Untungnya pelajaran belum begitu maksimal. Bel pulang pun berdering, jantungnya berdegup cepat. Noviah hanya duduk menunggu di bangkunya. Agak lama ia menunggu, dan tak terasa sekolah sudah sepi.

“Jangan-jangan Indra ingin agar sekolah sepi dan mengajaknya bercinta?” kepalanya penuh pertanyaan. Ia segera berusaha menepis pikiran itu. Ia tidak ingin melakukan hubungan seks sebelum nikah. Terlebih lagi, sekarang ia sudah memakai jilbab, jadi ia harus benar2 menjaga dirinya. Dalam penantiannya tiba-tiba ada orang datang. Noviah kecewa karena bukan Indra yang datang melainkan Malik dan Ardy dari kelas I-3.

jilbab hot bahenol (9)

Mereka menghampirinya, Malik di depannya dan Ardy disampingnya. Perlu diketahui mereka bisa dikatakan sangat jauh dari tampan. Dengan kulit yang hitam dan badan yang kurus kering, Noviah rasa akan menyulitkan mereka untuk mendapatkan pacar di sekolah ini.

“Lagi nugguin Indra Nov?” kata Malik.
“Koq tahu?” katanya.
Malik dan Ardy cuma cengengesan.
“Lo suka sama Indra ya Nov?” tanya Malik lagi. Noviah cuma diam saja.
“Koq diem?” kata Ardy.
“Males aja jawabnya,” katanya.

Perasaan bt mulai menjalar tapi Noviah harus menahan karena pikirnya Ardy dan Malik adalah teman Indra.

“Koq lo bisa suka sama Indra sih cha?” tanya Ardy tapi kali ini sambil merapatkan duduknya kepadanya dan menaruh tangannya di paha Noviah yang masih tertutup rok panjang.
“Indra ganteng dan enggak kurang ajar kayak lo!” sambil menepis tangannya dari pahanya.
“Kurang ajar kaya gimana maksud lo?” tanya Ardy lagi sambil menaruh tangannya lagi di paha Noviah dan mulai mengelus-elusnya.
“Ya kayak gini!” jawab Noviah sambil menunjuk tangan Ardy sambil kembali menepisnya.
“Tapi enak kan?” kali ini Malik ikut bicara.

Ardy tiba-tiba langsung mendaratkan tangannya di pangkal paha Noviah dan mengelus-elusnya. Noviah berusaha berontak, tapi tiba-tiba terasa getaran2 aneh yang membuat Noviah tidak berdaya. Ternyata titik birahinya sudah sersentuh oleh tangan laknat Ardy.

jilbab hot bahenol (8)

“Sudah jangan sok berontak,” kata Malik sambil menunjukkan cengiran lebarnya. Wajah cantik Noviah yang masih memakai jilbab putih lebar terlihat memerah. Sorot matanya memperlihatkan kemarahan, namun juga gejolak birahi. Ia tidak mampu melawan kekuatan kedua laki2 yangs edang mengerjainya, pun ia juga tak mampu melawan birahinya sendiri.

Makin lama usapannya membuat Noviah membuka lebar pahanya. Mulutnya setengah terbuka. Desahan mulai keluar bersama penolakan Noviah yang setengah hati.
“aaaiikhh….janngaannhhh…..mmmhhh…..uukhh…..” geliat tubuh cantik yang berjilbab itu sudah bukan geliat pemberontakan, namun merupakan usaha menahan birahi yang meluap2.
“Tadi bilang kita kurang ajar, eh sekarang malah ngangkang.”
“Nantangin yah?” kata Malik.

jilbab hot bahenol (6)

Dia menggeser bangnya di depan mejanya dan mulai masuk ke kolong meja Noviah. Sekarang Ardy berganti mengerjai payudara Noviah. Jilbab panjang Noviah dililitkan ke lehernya sehingga bagian dada Noviah yang masih tertutup seragam sekolah terbuka. tangan kirinya mengusap payudara kanan Noviah sedangkan mulutnya menciumi dan menghisap payudara kirinya sehingga seragamnya basah tepat di daerah payudaranya saja. Malik yang berada di kolong meja menyibakkan rok panjang Noviah sampai ke pangkal pahanya, menjilat-jilat paha sampai pangkal paha Noviah dan sesekali lidahnya menyentuh memeknya yang masih terbungkus CD tipisnya yang berwarna putih. Perbuatan mereka membuat Noviah menggelinjang dan sesaat membuatnya melupakan Indra. Ardy melepas kancing kemeja seragam Noviah satu persatu dan kemudian melempar seragam itu entah kemana. Merasa kurang puas ia pun melepas dan melempar bra Noviah. Lidahnya menari-nari di putingnya membuatnya menjadi semakin membesar. Noviah semakin terangsang. Melihat seorang gadis berjilbab yang masih memakai jilbab yang tersingkap, terbuka bagian dada dan memeknya, membuat kedua remaja haus seks itu semakin ganas.

“Ough… Dy… sudah donghhh……., gimana nanti kalau ketauan,” kata Noviah sambil masih terus mendesah.
“Tenang aja guru sudah pada pulang,” kata Malik dari dalam roknya.

Sedangkan Ardy terus mengerjai kedua payudara Noviah memilinnya, meremas, memghisap, bahkan sesekali menggigitnya. Gadis SMU alim itu benar-benar tak berdaya saat ini, tak berdaya karena nikmat. Noviah merasakan ada sesuatu yang basah mengenai memeknya, Noviah merasa Malik menjilatinya. Noviah tak dapat melihatnya karena tertutupi oleh roknya.

Perlakuan mereka sungguh membuat Noviah melayang. Gadis berjilbab itu merasa kemaluannya sudah amat basah dan Malik menarik lepas CDnya dan melemparnya juga. Ia menyingkap roknya dan terus menjilati kemaluannya. Tak berapa lama Noviah merasa badannya menegang. Noviah sadar dia akan orgasme. Noviah merasa amat malu karena menikmati permainan ini. Permainan yang seharusnya terlarang bagi gadis yang berjilbab seperti dirinya. Noviah melenguuh panjang, setengah berteriak. Gadis berjilbab itu mengalami orgasme di depan 2 orang buruk rupa yang baru Noviah kenal.

jilbab hot bahenol (5)

“Ha.. ha.. ha.. ha..” mereka tertawa berbarengan.
“Ternyata lo suka juga yah? Gadis alim berjilbab juga bisa orgasme yah?” kata Ardy sambil tertawa.
“Jelaslah,” sambung Malik.
“SMP dia kan dulu terkenak pecunnya. Sekarang aja pura2 alim!” kata-kata mereka membuat telinga Noviah panas.

Kemudian mereka mengangkat Noviah dan menelentangkannya di lantai. Mreka membuka pakaiannya. Oh.. ini pertama kalinya Noviah melihat kontol. selama ini gadis berjilbab itu benar2 menjaga pandangannya dari hal2 yang berbau seks. Malik menyibakkan rok panjangnya semakin keatas, lalu membuka lebar paha Noviah dan menaruh kaki putih gadis SMU yang alim dan menggairahkan itu di atas pundaknya. Pelan-pelan ia memasukkan kontolnya ke liang senggamanya.

“Ough, sakit Lik! Jangan lik!” teriak Noviah ketakutan. Ia kembali meronta. Gadis berjilbab itu sungguh tidak ingin kehilangan keperawanannya. Tapi kedua laki2 itu jauh lebih kuat darinya. Ia berusaha berteriak, namun bibir indahnya langsung dilumat oleh Ardy, sehingga suaranya tidak bisa keluar.
“Tenang Cha, entar juga lo keenakan,” kata Malik.
“Ketagihan malah,” sambung Ardy diantara lumatan bibirnya. “wah, akhirnya berhasil juga kita dapet memek cewek berjilbab.”

Perlahan-lahan ia mulai menggenjotnya, rasanya perih tapi nikmat. Sementara Ardy meraih tangan Noviah dan menuntunnya ke kontol miliknya. Ia memaksa Noviah mengocoknya. Malik memberi kode kepada Ardy, Noviah tidak mengerti maksudnya. Ardy mendekatkan kontolnya kemulutnya dan memintanya mengulumnya. Noviah mejilatinya sesaat dan kemudian memasukkannya ke mulutnya. Bau kontol Ardy membuat Noviah mau muntah, tapi karena ketakutan, tetap ia jejalkan kontol hitam bau itu ke mulutnya.

“Isep kontol gue kuat-kuat Nov!!” bentak Ardy.

Noviah mulai menghisap dan mengocoknya dengan mulutnya. Tampaknya ini membuat Ardy ketagihan. Ia memaju mundurkan pinggangnya lebih cepat. Disaat bersamaan Malik menghujamkan kontolnya lebih dalam.

“Mmmffhh” Noviah ingin berteriak tapi terhalang oleh kontol Ardy.

Rupanya arti dari kode mereka ini, agar Noviah tak berteriak. Gadis berjilbab itu menangis karena sadar kevirginannya diambil mereka, oleh orang yang baru beberapa hari Noviah kenal.

jilbab hot bahenol (4)

“Ternyata masih ada juga anak SMP SB yang masih virgin”
“Memek cewek virgin berjilbab emang paling enak,” kata Malik.

Dia menggenjotnya semakin liar, dan tanpa sadar goyangan pinggul Noviah dan hisapannya terhadap kontol Ardy juga semakin cepat. Tak lama Noviah orgasme untuk yang kedua kalinya. Noviah pun menjadi sangat lemas tapi karena goyangan Malik. Malik semakin liar Noviah pun juga tetap bergoyang dan menghisap. Tak lama Malik menarik keluar kontolnya dan melenguh panjang disusul derasnya semprotan maninya ke seragam putih gadis berjilbab itu yang sudah awut-awutan. Ia merasa puas dan menyingkir.

Sudah 45 menit Noviah menghisap kontol Ardy tapi ia tak kunjung orgasme juga. Ia mencabut kontol dari mulutnya, Noviah pikir ia akan orgasme tapi Noviah salah. Ia telentang dan memaksa gadis berjilbab itu naik diatasnya. Noviah disetubuhi dengan gaya woman on top. Noviah berpegangan pada dadanya agar tidak jatuh, sedangkan Ardy leluasa meremas susunya. Terlihat pemandangan erotis, dimana seorang gadis berjilbab besar yang cantik sedang disetubuhi olehs eorang laki2 bertampang kasar, namun si gadis berjilbab tadi justru melenguh-lenguh birahi.

Sekitar 10 menit dengan gaya ini tiba-tiba Malik mendorong Noviah dan iapun jatuh menindih Ardy. Malik menyingkap rok panjang Noviah yang selama bergaya woman on top telah jatuh dan menutupi bagian bawahnya. Ia mulai mengorek-ngorek lubang anus Noviah. Noviah ingin berontak tapidalam hatinya ia sudah sangat terangsang sehingga tidak ingin saat ini selesai begitu saja. Jadi Noviah biarkan ia mengerjai liang dubur gadis cantik berjilbab itu yang sangat sempit.

jilbab hot bahenol (3)

Tak lama Noviah yang sudah membelakanginya segera ditindah. Kontolnya masuk ke dalam anus Noviah dengan ganas dan mulai mengaduk-aduk duburnya. Tubuhnya betul-betul terasa penuh. Noviah menjerit keras. Tangisnya semakin keras. Air matanya mengalir membasahi jilbabnya yang awut2an. Namun lama2, karena genjotan dua orang laki2 tadi, Noviah mulai menikmati keadaan ini. Sampai akhirnya Malik mulai memasukkan penuh kontolnya ke dalam anus Noviah. Gadis alim itu merasakan perih dan nikmat yang tidak karuan. Jadilah Noviah kembali berteriak sekeras-kerasnya. Noviah yang kesakitan tidak membuat mereka iba tetapi malah semakin bersemangat menggenjotnya. Sekitar 15 menit mereka membuatnya menjadi daging roti lapis dan akhirnya Noviah orgasme lagi untuk yang kesekian kalinya. Kali ini gadis berjilbab itu berteriak amat keras dan kemudian jatuh lemas menindih Ardy. Saat itu penjaga sekolah masuk tanpa Noviah sadar dan menonton Noviah yang sedang dikerjai 2 orang biadab ini.

Goyangan mereka semakin buas menandakan mereka akan segera orgasme. Noviah yang sudah lemas hanya bisa pasrah saja menerima semua perlakuan ini. Tak lama mereka berdua memeluknya dan melenguh panjang mereka menyemprotkan maninya di dalam kedua liang gadis berjilbab itu. Noviah dapat merasakan cairan itu mengalir keluar karena memeknya tidak cukup menampungnya. Mereka mencabut kedua kontol mereka. Noviah yang lemas dan hampir pingsan langsung tersadar begitu mendengar Ardy berkata.

jilbab hot bahenol (2)

“Nih giliran Pak Maman ngerasain memek cewek berjilbab!!”

Noviah melihat penjaga sekolah itu telah telanjang bulat dan kontolnya yang lebih besar dari Ardy dan Malik dengan gagahnya mengangkanginya seakan menginginkan lubang untuk dimasuki. Ia menuntun kontolnya ke mulut Noviah untuk dihisap. Noviah kewalahan karena ukurannya yang sangat besar. Melihat Noviah kewalahan tampaknya ia berbaik hati mencabutnya. Tetapi sekarang ia malah membuat gadis cantik alim itu menungging. Ia mengorek-ngorek kemaluannya yang sudah basah sehingga makin lama Noviah pun mengangkat pantatnya. Noviah sungguh takut ia menyodominya.

Akhirnya Noviah bisa sedikit lega saat kontolnya menyentuh bibir kemaluannya. Dua jarinya membuka memeknya sedangkan kontolnya terus mencoba memasukinya. Entah apa yang Noviah pikirkan, Noviah menuntun kontolnya masuk ke memeknya. Ia pun mulai menggoyangnya perlahan. Gadis berjilbab itu secara tak sadar mengikuti irama dari goyangannya. Roknya yag tersinggkap dibuka kancingnya dan dinaikkannya sehingga ia melepas rok abu-abu panjangnya melalui kepalanya. Saat ini Noviah telah telanjang, dan hanya tinggal memakai jilbab putih penuh keringat dan kaus kaki putih. Semua itu justru membuat para pemerkosanya semakin bernafsu. . Tangan pak Maman meremas payudara Noviah dan terus menggerayangi tubuhnya. Disaat-saat kenikmatan Noviah tak sengaja menoleh dan melihat Malik duduk di pojok. Yang lebih mengagetkan ia memegang Digcam dan mengambil gambar gadis berjilbab itu berkali2. Noviah kesal tapi terlalu capek untuk berontak. Akhirnya gadis berjilbab itu hanya menikmati persenggamaan ini sambil direkam oleh Malik.

Pak Maman semakin ganas meremas dada Noviah. gerakannya pun semakin cepat. Tapi entah kenapa dari tadi Noviah selalu lebih dulu orgasme dibandingkan mereka. Noviah berteriak panjang dan disusul Pak Maman yang mencengkeram kepala Noviah yang masih terbalut jilbab kemudian mencabut kontolnya dan menyuruhnya meghisapnya. Ia berteriak tak karuan. Menjambaknya, meremas-remas dadanya sampai akhirnya ia menembakkan maninya di mulutnya.

jilbab hot bahenol (1)

Terdengar entah Malik, Ardy, atau Indra yang berteriak telan semuanya. Noviah pun menelannya. Namun Air mani pak Maman sangat banyak, sehingga sebagian meleleh turun ke jilbab putih yang masih Noviah kenakan. Mereka meninggalkannya yang telanjang di kelas sendirian. Setelah mereka pergi Noviah menangis sambil mencari-cari seragamnya yang mereka lempar dan berserakan di ruang kelas. Noviah menemukan branya telah digunting tepat di bagian putingnya dan Noviah menemukan CDnya di depan kelas telah dirobek-robek. Sehingga gadis berjilbab itu pulang tanpa CD dan bra yang robek bagian putingnya. Perasaannya campur aduk. Marah namun juga malu karena turut menikmati perkosaan yang ia alami.

RIKA

Hari itu kebetulan rumah sedang sepi.karena istriku baru ada acara di rumah saudara nya di daerah Semarang dan akan kembali seminggu lagi. Plus pembantuku yang turut menemaninya. Praktis alu sendirian kalau lagi di rumah.

Sehabis dari kantor sore itu aku pulang dan sesampainya di dalam rumah kulihat sesosok perempuan berjilbab putih lengkap dengan seragam putih abu-abunya yang serba panjang. Dialah keponakanku Rika yang sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan tv yang masih menyala. Oh iya si Rika masih kelas 1 SMK. Dia sering main ke rumahku selepas pulang sekolah, jadi nya dia bebas keluar masuk rumah. Kulihat Rika yang tertidur di sofa dengan rok abu-abu panjang semata kaki namun agak ketat sehingga sepasang pahanya yang indah nampak terlihat sekal dari balik roknya. Dadanya yang mulai ranum berkembang nampak membusung dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Melihat pemnandangan seperti itu bangkitlah birahiku.

Perlahan kudekati Rika dan duduk di samping nya sambil kuusap-usap pahanya yang sekal dari luar rok abu-abu semata kaki yang dipakainya. Dengan penuh perasaan kuraba-raba pahanya hingga naik terus sampai ke pangkal pahanya.

Kemudian dengan sangat hati-hati kusingkap rok seragam abu-abu panjangnya keatas hingga tampak celana dalam Rika yang berwarna putih krim, Selaras sekali dengan pahanya yang putih mulus.
Setelah kusingkap roknya perlahan kuraba belahan vagina keponakanku yang berjilbab putih itu dari luar celana dalamnya.

Sewaktu aku asyik meraba-raba kemaluannya, Rika terbangun dari tidurnya dan kaget melihat rok abu-abu panjang yang dikenakannya sudah tersingkap dan nampak olehnya aku yang sedang meraba-raba vaginanyanya.

”Jjaangannn..ommmm….jangannnn,,,jangan…”, seraya mencoba berdiri dari sofa.

Sebelum Rika berhasil berdiri dari sofa buru-buru kutindih tubuhnya hingga terhimpit tubuhku sambil membungkam mulutnya dengan tanganku, dsn tanganku yang satunya meraih celana dalam siswi jilbab ini. “Brettt…”, kutarik celana dalam Rika hingga sobek.lalu kugosok kemaluan keponakanku ini dengan jemariku. Setelah 15 menit kugosok-gosok kemaluannya dengan jari hingga terasa basah, kulepas pakaianku hingga telanjang.

Penisku yang sudah keras tegak mengacung langsung kuarahkan ke vagina Rika yang telentang di sofa. Keponakanku berjilbab putih dan masih lengkap mengenakan seragam sekolahnya namun sudah tersingkap rok abu-abu panjangnya sepinggang menangis sejadi-jadinya tatkala kutekan penisku masuk membelah gundukan vagina yang masih perawan itu.
Baru kepala penisku mulai penetrasi masuk kulihat Rika menjerit kesakitan.

“Aaaakkkhhh,,,!”, namun jeritannya tertahan karena terlebih dahulu kubungkam dengan tanganku. Gadis cantik berjilbab putih ini hanya bias menangis seraya mengeleng-gelengkan kepalanya menahan sakit yang timbul dari perbuatanku. Kupaksa batang kemaluanku untuk masuk lebih dalam ke liang surganya Rika.
Setengah batang penisku sudah masuk menembus liang vaginanya, dan terasa ada sesuatu yang mengalir di sela-sela vaginanya. Ternyata darah perawan siswi berjilbab keponakanku ini mengalir hinga membasahi sofa ruang tamuku.

Akhirnya dengan usaha sekuat tenaga penisku terbenam juga seluruhnya. Sesaat kudiamkan di dalam seraya meresapi betapa nikmatnya jepitan nan hangat liang surga milik Rika.
”Ssshhh…ohh,,,nikmattt banget punya kamu Rikaaahh…..oohhh”, racauku sembari mulai menggenjot vagina siswi berjilbab putih keponakanku ini.

“Ukkkhh…hehhh…”, desah Rika seakan membalas racauanku seraya mengeleng-gelengkan kepala yang masih terbalut jilbab putihnya. Air matanya nampak mengucur deras dari kedua kelopak matanya yang terpejam menahan perih persetubuhan paksa ini.

Setelah 5 menit menyetubuhi Rika dengan gaya missionary, tanpa mencabut penisku dari liang surgawi Rika, kubalik tubuhnya dan kuposisikan agar menungging dan kedua tangannya bertumpu pinggiran sofa. “Awas kalau kamu teriak om bunuh!’, ancamku lagi.
Setelah pas posisinya menungging, kusibakkan lagi rok abu-abu panjangnya sepinggang. Begitu indah pemandangan di hadapanku ini. Keponakanku yang masih mengenakan jilbab putih serta hem putih lengan panjangnya namun rok rok abu-abu panjangnya sudah tersingkap sepinggang hingga kemontokan belahan pantatnya yang putih mulus seakan menantang untuk minta disodok sejadi-jadinya. Lalu seraya mencengkeram bongkahan pantat yang padat nan kenyal itu kumulai menyodok-nyodok liang surgawinya dari belakang. “Oouhh…aaakkhh..ampunnnnn ommmm…sakittttttt…sakiittttt!”, teriaknya tatkala hentakan keras penisku menghujam keras dari belakang. Wajahnya yang manis terbalut jilbab putih nampak mendongak dan meringis kesakitan. Lalu disela-sela genjotanku kuremas-remas buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya

“SShhh..oooohhhhh,,,ooohhhhh enak bangetttt memekmu Rikaaaa,,,,”, racauku sembari memeluknya dari belakang dan meremas bongkahan buah dadanya yang masih terbungkus hem putih OSIS lengan panjangnya.

“Aaahhh…uuhhhh…”, desahnya dengan mata terpejam seraya kedua tangannya mencengkeram pinggiran sofa kuat-kuat.

Hampir 20 menit kugenjot keponakan berjilbabku ini dengan posisi kesukaanku ini. Dan nampak ia makin kepayahan. Hem dan jilbab putihnya sudah awut-awutan. Begitu pula rok abu-abu panjang semata kaki yang kusingkapkan sepinggang. Semuanya sudah nampak lepek basah oleh keringat persetubuhan terlarang ini.

Akupun merasa akan mendekati puncaknya. Sudah terasa spermaku bergejolak mendesak untuk keluar dari sarungnya. Lalu seraya mencengkeram kepalanya yang berjilbab kutarik tubuh Rika hingga merapat ketubuhku hingga kini posisi kami duduk berpangkuan dengan tubuh Rika yang membelakangiku.

Kupercepat sodokanku hingga bunyi benturan pantat keponakanku dengan selangkanganku semakin terdengar kencang,“Plakk…ceplakk!”. “Uhh…Rikkahh!”, seruku sejadi-jadinya menahan nikmat hendak mencapai klimaks seraya mencengkeram dan meremas kuat-kuat kedua payudara siswi berjilbab keponakanku. Rika yang sedang kugenjot dalam kecepatan penuh ini dari belakang hanya biasa merintih-rintih seraya memegangi kedua pergelangan tanganku yang sedang meremas-remas kedua buah dadanya.

Tubuh Rika yang sudah amat kepayahan menghadapi serangan penisku mendadak mendadak bergetar hebat. Tubuhnya melengkung kebelakang hingga kepalanya yang berbalut jilbab putih itu menempel di pundakku. Nampaknya dia telah mencapai puncak orgasmenya. Dan bersamaan dengan itu pula, “ Aaahh…Riikkaahh…nniihhh!!”, akupun mencapai puncak orgasme sembari menyodok dalam-dalam penisku ke dalam liang surga Rika.
”Crrooottt,,.crooot….crottt”, spermaku menyembur kedalam rahimnya bercampur dengan cairan kewanitaan yang juga menyembur berbarengan

Lalu kami berdua tersungkur lemas diatas sofa dengan posisi tubuhku menindihnya dari belakang.
Setelah beberapa saat tenagaku pulih, aku bangkit seraya mencabut penisku dari lubang kemaluan keponakan berjilbabku ini, seraya berkata, “Awas kalau Rika berani bilang siapa-siapa”, ancamku sambil memakai pakaian gue yang berserakan di lantai.
”Sekarang mandi sana biar segar”, titahku padanya yang masih tertunduk letih dan lemah di pinggir sofa. Perlahan siswi berjilbab keponakanku itu bangkit dan pergi ke kamar mandi dengan seragam sekolahnya yang sudah awut-awutan serta ada noda darah dan sperma menempel di ujung kain rok abu-abu semata kakinya.

Sembari tersenyum penuh kemenangan kutepuk pantatnya yang bahenol itu, sembari mengingatkan, “Ingat, mulai besok kamu harus sering-sering nginep disini. Om masih pengen terus menikmati memekmu yang hangat itu.” Dan dengan tatapan kosong, keponakanku yang berjilbab itu hanya mengangguk lemah tanpa mengucap sepatah katapun.

ICHA

pasti hari ini , gua di pangil ke kantor kepsek lagi ? pikirnya .  Dia terus berjalan memasuki ruang kelasnya . Wajahnya yang putih ,  tampak cantik dengan jilbab putihnya yang bersih .

Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi . Tak lama seorang guru , memasuki kelas dimana gadis itu duduk . ? selamat pagi , pak ? sapa murid murid nya serempak .pagi ..? jawab guru itu . Guru itu melihat satu persatu anak didiknya .

Icha ..? suara guru itu menghentak gadis cantik berjilbab itu . ? ya ..pak ? Jawab Icha.

kamu di panggil ke ruang kepala sekolah ? Kata guru itu .

Icha sudah tahu sebelumnya , sudah telat satu minggu dia belum melunasi SPP nya.Apa lagi bulan lalu dia masih menunggak .Dengan gontai Icha bangun dari kursinya dan berjalan ke luar ruang kelasnya . Beberapa pasang mata , teman temannya melihatnya .

tok tok ?? suara ketukan pintu di ruang kepsek terdengar . ? masuk ? begitu jawaban dari dalam ruang itu . Icha membuka pintu ruang kep sek itu . ? selamat pagi pak ? sapa Icha kepada kepala sekolahnya .

Kepala sekolah itu menatap Icha , gadis cantik , kelas 1 SMU yang selalu berjilbaba . Di usianya yang baru enam belas tahun , tercermin kecantikan dan ke elokan di wajahnya.

hemm , apa yang ada di balik rok abu abu panjang , yang eloe pakai Icha..? guman kep sek itu dalam hati .

begini Icha , soal pembayaran SPP ..? kata kep sek itu . ? maaf , pak .. orang tua saya belum punya uang..? jawab Icha . ? yah , tapi peraturan , Icha tidak bisa begitu , kamu sudah menunggak , dan sekarang juga belum bayar , kamu akan di keluarkan dari sekolah ini ..? kata kep sek itu . ? tolong pak , beri saya waktu ..? iba Icha .

ehm .. saya tahu , kamu murid yang pandai , sayang kalau sampai putus sekolah ..? jawab kep sek itu. ? tolonglah pak ?? iba Icha lagi . Mata kepsek itu dengan jalang , menatap Icha . Dia tersenyum dan berkata ? Icha , kamu sudah punya pacar?? .

Icha agak tercengang dengan pertanyaan kepala sekolahnya yang tidak relevan ini .

Icha menjawab ? tidak saya tidak punya pacar pak ? jawab Icha . ? bagus. .. bagus..? jawab kep sek itu .

Kamu akan terus di sekolah ini , tidak usah bayar SPP , asal kamu mau bercinta dengan saya..? kata kep sek itu . Kuping Icha terasa panas mendengar kata kata kep sek itu . ? pak , maksud bapak apa ? ? kata Icha .

ha ha ha , saya rasa kamu tahu , maksud saya , apa perlu saya perjelas ..? kata kep sek itu lagi . Icha mengeleng ? pak saya tidak bisa?? jawab Icha. ? kalau begitu , kamu di keluarkan dari sekolah ini sekarang juga..? bentak kep sek itu .

tapi ?tapi ?pak ..tolong jangan keluarkan saya?? iba Icha. Kep sek itu tersenyum ? Icha saya tidak sejahat itu , saya cuma ingin bersenang senang dengan kamu , sayang??.

Icha diam menundukkan kepalanya , di hatinya berkecamuk segala macam pikiran .

Icha , kalau kamu mau saya malah bisa , memberi kamu uang jajan setiap harinya ..? kata kep sek itu lagi .

Icha hanya bisa diam , mulutnya tak mampu untuk berbicara . Dan Kep sek itu mulai mendekatinya , dan tiba tiba mencium bibir Icha . Saat itu Icha meronta ? jangan pak ?jangan ?saya tak mau ?? . Icha lalu berlari ke arah pintu , tapi Kep sek itu lebih sigap ,

Pintu di ruangan itu berhasil di tahan oleh Kep sek itu . Dan Kep sek itu menraik tangan Icha menjauh dari pintu itu , lalu mengunci pintu ruang itu . Icha terus meronta , tapi kepsek itu menampar pipinya . ? aduh ? jerit Icha , dengan sebagian wajah cantiknya tertutup jilbab putih yang di kenakannya.

Lalu dengan kuat tubuh imut ABG itu di hempaskan ke sofa di ruang itu .? elo jangan macem macem , lebih baik turuti kemauan gua..atau gua akan memyiksa eloe ? ancam Kep sek itu . Icha mulai panik . ? jangan saya tidak mau ..lepaskan?? jeritnya . ? plak ?? kep sex itu kembali menampar wajahnya , meninggalkan bekas memerah di pipinya .

ampun pak ? jangan..sakit?? erang Icha sambil memegang pipinya . ? diam jangan cerewet loe..? kata Kep sex itu yang sudah di kuasi nafsu birahinya .

Tangan kep sek itu dengan cepat melepas kancing baju seragamnya , satu persatu . juga bra yang di kenakannya . Buah dadanya yang baru tumbuh itu menjadi santapan liar mata kep sex itu . Putting susunya yang kecil di sentuhnya , Icha kembali merota ? jangan pak ..jangan ..saya malu ?? .

diam , mau gua tabok lagi loe ..yah?? bentak kep sek itu . Icha terdiam , air matanya mulai mengalir . Tiba tiba , putting susunya di cubit dan di tarik kepsek itu . ? aduh..sakit?jangan..sakit..ampun ?? erang Icha . Kepsek itu menyeringai , ? yah terus menjerit , gua suka mendengarnya ??

Kepsek itu terus mencubit , dan memilin milin putting susu imut milik ABG itu , membuat Icha merasa kesakitan . Lalau dia berhenti , dan mejilati putting susu Icha .dan menyusui di buah dada ABG itu . ? ih ..eh..jangan pak ?ahh?? erang Icha .

Rok panjang yang di kenakannya , mulai di naikkan ke atas terus sebatas pinggulnya . Icha kini tak bisa berbuat apa apa , hanya pasrah , memperlihatkan ke mulusan pahanya .

Tangan kepsek itu pun mengelus elus , paha mulus dan licin itu , sambil matanya menatap selakanganan anak didiknya , yang masih terbungkus celana dalam pinknya itu .

benar benar bikin nafsu ..? ujar kep sek itu . Kemudian kedua belah kaki Icha di buka lebar oleh Kepsek itu . Hidung Kepsek mendekati selangkangan celana dalam itu , dan menghirup aromanya ? hmmm , benar benar aroma perawan ? puji Kepsek itu dengan menyeringai .Tangan Kepsek lalu melepas celana dalam pink itu . dan kembali melebarkan kedua belah kaki Icha.

Mata Kepsek terbelak , menyaksikan vagina Icha yang masih muda itu . Belahanya masih terasa sempit . Dengan bulu bulu halus yang baru tumbuh di bukit vaginanya .

Dengan dua jarinya Kepsek membelah bibir vagina itu , dan menemukan klitorisnya yang merah , serta liang vaginanya yang tampak rapat .

Lidah Kepsek pun menjulur , menjilati vagina Icha. ? ihhhh?.ihhh?jangan pak ..geli .. ?.? erang Icha, dengan tubuh yang mengeliat . Lidah Kepsek terus saja , menyapu vaginanya . bergerak cepat di klitorisnya yang terlihat semakinn tegang. Icha pun terus menerus mengeliat , dan mengerang .

Tanpa terasa , birahi ABG itu pun terusik , dia merasakan nikmat yang baru pertama kali di rasakannya . Dari liang vaginanya yang perawan , terasa mulai di basahi oleh lendir birahinya

Lidah Kepsek semakin liar menyapu vagina Icha, dan Birahi Ichasudah birahi .? ahhh sudah pak ahhh?sudah?ahh??? erang Icha. . Kepsek itu menghentikan jilatannya dan memandang wajah cantik ABG berjilbab itu . ? sudah ..yang benar .. jangan pura pura , gua tahu eloe suka di jilatin ..? kata Kepsek itu .

Wajah Icha memerah . Lidah kepsek itu tiba tiba menjilati lagi klitorisnya . ? ehhhh?.ahhhh?. ahhh?? Icha kembali mengerang . Lidah itu terus menyapu dengan liar . tak lama kepsek itu kembali bertanya pada Icha , sambil menatap wajah cantik ABG berjilbab iitu . ? enak engak Icha sayang ..? .

Icha tak menjawab dia memejamkan matanya . ? eh kalau di tanya jawab dong , enak engak?? kepsek itu mengulangi pertanyaannya . Icha menjawab singkat ? enak ..? , sambil menutup wajah cantiknya dengan jilbab putihnya ..

ahhh?ahh.. pak? ? erang Icha ketika kembali merasakan lidah kepsek itu menyapu vaginanya . Dan kepsek itu terus menstimulasi klitoris Icha yang tampak sudah semakin membesar karena birahinya . Liang vaginanya terus mengeluarkan lendir birahinya .

Tubuh Icha terus mengeliat , merasakan kenikmatan . Kenikmatan yang baru pertama kali dirasakannya .

Tanpa sadar birahinya semakin memuncak , orgasme semakin mendekati , ada suatu desakan dalam tubuh Icha . Lidah kepsek itu bergerak terus , dan Tubuh Icha tiba tiba kejang , lalu mengejet beberapa kali . ? ahhh?.enak sekali?.? erang Icha , tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya .

Kepsek itu tahu jelas Icha baru saja orgasme . Dia berhenti , dan membiarkan Icha menikmati orgasmenya .

Entah mimpa apa Kepsek semalam , tapi dia merasa sangat beruntung , bisa menikmati tubuh muda belia gadis ini . Dengan segera Kepsek melepas celananya sekaligus kolor hitamnya . Penisnya langsung mencuat , tegang sekali .

Kepsek menyodorkan penis itu di mulut Icha. Tapi Icha membuang muka , merasa jijik dengan benda asing , yang baru pertama kali dilihatnya itu . ? Icha , ayo gantian dong ?? bujuk kepsek itu . Kepsek itu memegang tangan Icha , dan membawanya ke batang penisnya yang sudah tegang itu .

Icha meraba raba penis itu . Mata Kepsek merem melek , ketika batang penisnya di remas jari jari lembut Icha. ? ahhh? ? ahh..enak?.? erang Kepsek . Tangan Icha terus meremas batang penis kepsek itu . Icha pun merasakan sensasi nya .

Icha sayang , jilat in dong ..ayo ..? pinta kepsek itu . Tapi Icha terluhat ragu sekali . Tapi kepsek itu terus membujuknya . Akhirnya Icha menjulurkan lidahnya , dan menjilati batang penis itu .

Karena Icha belum pengalaman , maka kepsek itu segera menarik penisnya .Kepsek itu yang sudah bernafsu segera mengarahkan penis itu ke vagina Icha. Kepala penis itu , menempel di liang vagina Icha. Perlahan , penis yang besar itu di tekan masuk ke dalam liang vagina Icha .

awww?. Sakit pak?ampun ?setop .. ? jerit Icha, ketika penis Kepsek yang besar itu ,menerobos masuk liang vaginanya , merobek selaput daranya .

Icha mengigit bibirnya menahan rasa sakit di vaginanya , dan Kepsek itu terus menekan , hingga penisnya mentok di dalam liang vagina Icha. Perlahan Kepsek , menarik keluar penisnya dari liang vagina Icha, disertai erangan Icha.

gila , enak bener m*m*k eloe sayang ?? Kepsek melenguh , sambil terus mengerakkan penisnya dalam vagina Icha.. Kepsek itu merasa nikmat sekali , tapi Icha merasakan kesakitan sekali .

Vaginanya yang perawan , di lukai oleh penis kepsek itu yang cukup besar . Tangan Icha mengcengkram ujung sofa kulit di ruang itu . Dari mulutnya terdengar erangan kesakitan. Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vaginanya.

Sementara kepsek itu terus mengerakkan batang penisnya keluar masuk laing vagina ABG itu penuh nafsu . Nafasnya ngos ngosan , keringat membahasi dahinya .

Penis itu terus menusuk nusuk liang vagina Icha . ? aduh ..sakit ..sudah pak ?sakit sekali ?? erang Icha . Tapi kepsek itu tidak peduli , hasratnya harus terpenuhi .

Tubuh Icha menjadi lemas , saat sata mendekati ejakulasinya , gerakan kepsek itu semakin liar , Penis itu di hentak hetakan dalamliang vagina Icha . Icha menjerit setiap kali batang penis itu menghentak dalam liang vaginaya. ? aduh..sakit?.? .

Untunglah tak lama kemudian penis besar itu berhenti bergerak . Penis itu diam dalam liang vagina Icha . Dan Icha bisa merasakan sperma kepsek itu membajiri liang vaginanya . Perlahan penis kepsek itu terlepas dari liang vaginanya .

Tampak sperma mengalir keluar dari liang vagina Icha yang memar memerah . Ada bercak darah di vaginanya . Kepsek itu memberinya tisuue , ? ini di lap , tuh m*m*k ? kata kepsek itu .

Sambil melap vaginanya , air mata Icha mengalir . ? udeh gak usah nangis segala ..:? kata kepsek itu .

Icha pun segera memakai kembali pakaiannya , merapikan jilbabnya yang acak acakkan . Lalu dia berjalan ke arah pintu . Icha , ini buat eloe jajan..? kata kepsek itu , sambil memberikan beberapa lembar , uang lima puluh ribuan .

eloe jangan takut , eloe akan tetap sekolah disini ..? kata Kepsek itu l . Icha menatap kepsek itu . ? oh iyah , dan jangan lupa besok eloe kemari lagi yah?? kata kepsek itu .

Icha hanya diam , lalu kepsek itu membuka pintu ruang itu , dan Icha berjalan dengan kepala tertunduk kembali ke kelasnya .

Part 2

Hari itu di sebuah sekolah nampak semua murid sedang sibuk belajar di kelas mereka masing-masing. Sedangkan disudut bangunan sekolah itu tepatnya tempat parker khusus untuk kepala sekolah yang dikelilingi pagar tembok dengan pintu masuk dari kayu yang telah tertutup rapat, nampak pula kesibukan lainnya didalamnya. Nampak didalam sebuah mobil yang berada disitu berada dalam keadaan mensin menyala tanda AC-nya sedang dinyalakan. Rupanya sang empunya kendaraan tersebut yaitu pak Kepala Sekolah tengah sibuk di dalam mobilnya. Hujan deras seakan-akan berpihak dan membantu menyembunyikan kebejatannya di dalam mobilnya. Seorang murid cantik berjilbab yang tak lain tak bukan si Icha, kembali menjadi bulan-bulanan kebuasan si Kepala Sekolah. Dengan wajah pasrah, siswi cantik berjilbab yang dijemput tadi saat berangkay sekolah, hanya bisa diam menerima serbuan mulut dan tangan bejat sang Kepsek yang dengan buasnya menggerayangi setiap sudut tubuhnya. Icha yang masih berseragam putih lengan panjang dengan rok abu-abu panjang semata kaki lengkap dengan jilbab putihnya itu terlihat memejamkan kedua matanya sembari berbaring di jok mobil.

Murid cantik berjilbab itu menurut saja ketika Pak Kepsek menariknya ke bangku belakang. Dengan kasar pria itu menekan bahu muridnya yang cantik berjilbab itu agar berbaring terlentang. Icha, sang siswi cantik berjilbab tersebut kini terlentang tanpa daya, sementara tangan Pak Kepsek kembali merayap ke arah dadanya yang masih tertutup oleh hem putih OSIS lengan panjangnya. Icha hanya mendengus pelan tanda pasrah sambil memalingkan wajahnya, seolah ia tidak tahan menatap wajah mesum Pak Kepsek yang tersenyum-senyum senang. Kedua tangannya mengepal rapat ketika merasakan remasan-remasan tangan Pak Kepsek. Pria bejat itu hanya tersenyum memaklumi, walau sudah pernah menyetubuhinya secara paksa namun Icha masih belum dapat sepenuhnya mengenal arti dari kenikmatan hubungan seks waktu lalu. Jemari lelaki itu mulai melepaskan kancing baju seragam putih lengan panjang OSIS Icha, satu demi satu.
Kemudian lelaki itu mulai mencumbui leher Icha yang tertutup olrh jilbab putihnya. Semerbak wangi dari tubuh siswi berjilbab itu membuat birahi si Kepsek perlahan bertambah naik. Dengusan nafas Icha semakin kuat kala ketika cumbuan lelaki itu semakin turun ke arah dadanya.

“Hemmhh….. ”, bunyi dengusan nafas siswi cantik berjilbab itu saat tangan pria itu menyusup kebalik branya. Tubuh Icha agak tersentak merasakan telapak tangan Pak Kepsek yang kasar bergesekan dengan permukaan payudaranya yang lembut dan halus. Refleks sebelah tangannya menutupi wajahnya seolah untuk menutupi raut mukanya yang merasa malu diperlakukan seperti itu.

“He he he, ayo dong saying. kamu nggak sok malu gitu dong. Bapak cuma ingin memberikan kenikmatan untuk kamu, apa itu salah ??”, kekeh pria bejat itu sembari tangannya semakin aktif meremas-remas payudara Icha. Gadis berjilbab yang hanya bisa pasrah pada nasibnya itu hanya sekedar berusaha agar dapat menerima rangsangan dari perlakuan Pak Kepsek itu.

Pikiran siswi berjilbab itu sedang berkecamuk, berbagai perasaan saling bertabrakan, ia menghela nafas lega ketika Pak Kepala Sekolah menarik kedua tangannya dan untuk sesaat ia berusaha menguasai diri.

“Heehhhhh……,” tarikan nafas Icha panjang ketika tangan Pak Dion menyusup masuk ke dalam rok abu-abu semata kakinya dan membelai pahanya sebelah dalam. Dirasakannya tangan laki-laki itu asyik mengelus – ngelus pahanya, permukaan telapak tangan itu begitu kasar tapi enak sekali rasanya ketika mengelus-ngelus permukaan pahanya, nafas siswi SMU berjilbab itu tertahan di dadanya ketika merasakan telapak tangan Pak Kepsek tiba-tiba meremas selangkangannya.

Tangan Pak Kepsek yang satunya lagi menyibakkan dan mengangkat rok abu-abu semata kakinya ke atas hingga sebatas pinggang. Lalu jari tangan Pak Kepsek menekan-nekan permukaan celana dalamnya di bagian bibir vaginanya , terkadang jari Pak Kepsek bergerak menggesek-gesek belahan vagina Icha yang semakin basah. Lalu dengan tanda mulai basahnya celana dalam siswi SMU berjilbab tersebut, tangan Pak Kepsek mulai menarik celana dalamnya turun. Dan sesampainyai di pergelangan kaki, dengan sekali sentak lelaki bejat itu menarik lepas celana dalam milik Icha.

“Ngghh….”, dengus Icha ketika sang Kepsek yang besar dan gemuk itu memeluk dan menghimpit tubuhnya.

Tangan kasar pria bejat itu memegang dagu sang siswi SMU berjilbab dan menolehkannya kearah wajahnya, lalu, ”Mmmmmmhhhh…..”, bunyi nafas tertahan Icha ketika mulut Pak Kepsek mencaplok bibirnya. Tubuh murid cantik berjilbab itu menggeliat kala kedua tangan pria itu membelit tubuhnya.

“Haaa.. Uhhh..hhhmmmhh…”. Sambil terus mengulum bibir Icha, tangan Pak Kepsek merayapi serta bermain-main menggerayangi pangkal pahanya.

“Ehhhh!!!!, Shaaahhhhh,,, Hhhhhaaaaa……”, desah gadis itu ketika tiba-tiba tangan Pak Kepsek mencekal kedua pergelangan kakinya dan mengangkat dan menekuknya tinggi-tinggi ke atas hampir sejajar dengan mulutnya, lalu pria itu merenggangkan kaki murid SMU berjilbab itu.

“Ouuhhh…!! ”, tubuh Icha kelojotan ketika mulut sang Pak Kepsek mencium bibir vaginanya dengan bebas.
Tubuh Icha tersentak-sentak dan murid cantik berjilbab itu berkali-kali menggeliat-geliat. Mulutnya terbuka membentuk huruf “O” disertai erangan dan rengekannya yang merdu.

“Hsssshhh… Hhhssshhhhh…..”, desis siswi cantik berjilbab itu keras ketika merasakan mulut lelaki bejat tersebut mencaploki bibir vaginanya.

“Ahhhhhh….! Ahhhhhhh……! ”, desah suara Icha tertelan oleh suara hujan yang semakin lebat sementara lidah bapak Kepsek terjulur keluar kemudian menjilat belahan vagina siswi SMU berjilbab itu. Satu jilatan lembut dan pelan itu membuatnya menggeliat resah.

“Owww…,, Ahhhhhh…., Pakkk…..”, desah Icha sambil menggelepar ketika merasakan lidah Pak Kepsek memijit-mijit tonjolan klitorisnya. Mendengar desahan-desahan muridnya yang cantik dan berjilbab itu, pria bejat tersebut semakin bersemangat memainkan lidahnya, mengorek, menjilat, memijit dan mencokel daging klitoris Icha.

Dan Icha kembali memejamkan matanya yang tadi sempat terbuka ketika Pak Kepsek mulai membuka sabuknya, menarik turun resleting celana itu dan mengeluarkan sebuah benda panjang besar yang sudah ereksi. Namun sepertinya murid cantik berjilbab itu tidak kuasa menatap wajah mesum lelaki yang akan menggagahi dirinya. Berkali-kali tubuhnya yang kini terbuka tidak tertutupi oleh seragam sekolahnya itu mengejang menahan desakan kepala kemaluan Pak Kepsek yang siap untuk menyantap liang surgawinya.

Bulu kuduk di sekujur tubuh Icha teak merinding kala merasakan gesekan-gesekan yang diiringi oleh desakan-desakan kuat pada belahan bibir vaginanya yang mulai terasa dipaksa merekah sedikit demi sedikit oleh kepala kemaluan Pak Kepsek.

“Arrrhhhhhh….., Hennnggghhhh… Ahhhhhhhh…..”, desah siswi SMU berjilbab itu kencang. Sentakan-sentakan kuat itu datang bertubi-tubi dan Icha mulai merasakan pedih, panas dan sakit mendera lubang vaginanya yang disesaki oleh batang kemaluan Pak Kepsek yang kini tertancap dengan kuat dan menekan semakin dalam.

“Ssshh….Fittt…memekkmmuhh…oohh..!”, desah lelaki bejat itu menikmati penetrasi didalam liang surgawi murid cantik berjilbab tersebut. Pria bejat tersebut betul-betul menikmati saat-saat penisnya memasuki lubang vagina itu senti demi senti.

“Ouhhhhh….ennnnggghhhh…..sshhh…!”, desis dan desah yang keluar dari mulut Icha. Ada rasa nikmat yang mulai menyelingi rasa sakit, jantung siswi SMU berjilbab itu terasa berdetak dengan lebih cepat ketika merasakan kedutan-kedutan aneh yang berasal dari dalam kemaluannya. Pandangan matanya terasa mulai lebih jernih, nafasnya memburu dengan lebih kencang, begitu lepas, dan liar berdengusan.

Entah apa yang berkedut-kedut dengan nikmat diselangkangannya, kontraksi dinding kemaluannyakah ?? Ataukah kedutan batang kemaluan Pak Kepsek??

Sulit sekali untuk dibedakan. Yang jelas Icha merasakan nafasnya berkali-kali terhembus keras ketika Pak Kepsek menjejalkan batang kemaluannya kuat-kuat. Tubuhnya terguncang dengan hebat ketika pria bejat itu semakin cepat memacu batang kemaluannya keluar masuk mengocok-ngocok jepitan lubang vagina muridnya yang cantik berjilbab itu.

“Arrngghh….”, desah Icha lanjut kala merasakan seluruh tenaganya serasa meleleh terbawa cucuran air keringat yang mendadak mengucur deras. Seragam putih abu-abu sekolahnya yang serba tersingkap itu mulai awut-awutan serta lembab oleh keringat. Begitu pula dengan jilbab putih yang dikenakannya.

Pria itu terkekeh melihat reaksi murid cantik berjilbab itu sambil menggoyangkan batang kemaluannya. Lalu ia menggerakkan batang kemaluannya mirip seperti sedang mendongkrak ke atas ke bawah, kemudian bergerak memutar seperti sedang mengaduk-aduk sesuatu.

“Heeennnnnhhh….eennnnhhhhhh….uunnnnhhhhh….”, rengekan Icha. Matanya meram melek meresapi gerakan liar batang kemaluan Pak Kepsek di dalam jepitan lubang vagina miliknya.

Sesaat kemudian, tanpa menarik keluar penis miliknya dari dalam lubag vagina Icha, pria itu duduk dengan santai sembari tangannya menarik tubuh siswi SMU berjilbab itu agar menduduki batang kemaluannya. Lelaki bejat itu siap untuk kembali menyodok-nyodok lubang vagina muridnya yang berjilbab.

“Ahhkkkkkkkssshhhh……”, ringis Icha sambil kedua kaki melejang-lejang ketika merasakan batang kemaluan Pak Kepsek kembali menyodoki lubang surga miliknya.

Sambil menyodokkan batang kemaluannya, tangan pria itu kembali meremas-remas buah dada Icha yang tersembul keluar dari balik bra-nya. Siswi SMU berjilbab itu melenguh panjang kala merasakan sodokan-sodokan kuat si kepala sekolah bejat. Pria yang sedang keenakan menyodok-nyodok lubang vagina muridnya yang cantik berjilbab itu nampak asyik meremas-remas payudaranya hingga mengenyal semakin padat.

“Ssshhh….emmmhh….memekmmu….legith banggeth sayyanggh… Seringhh…seringghh kamu ngentot dengan bapak biarrr bappakkhh.. puasshh ohh…”, racau pria bejat itu sembarangan.

Tubuh Icha semakin sering tersentak-sentak keatas, malang sekali nasib murid cantik berjilbab yang sedang disodok oleh kepala sekolahnya ini. Dan siswi berjilbab ini hanya dapat mendesah-desah dan mendesis, terkadang mengerang lemah..

“Ohhhh……aaahhh…amphunn Pakkk aduhhhh…akkssshh”, desah Icha menggigit bibirnya ketika si Kepsek semakin kasar dan brutal menyodok-nyodok lubang vaginanya.

“Ampunnnhh enakkkh bangethh sayyangghh?? ”, sahut pria bejat itu semakin hebat menghantamkan batang kemaluannya

“Awwww.. “, pekik siswi SMU berjilbab itu kecil. Lubang vaginanya berdenyut kuat dan nafasnya terasa putus, angannya melayang ke sebuah dunia khayalan yang dipenuhi oleh bisikan-bisikan kenikmatan.

Kini Pak Kepsek menghempaskan tubuh muridnya yang berjilbab itu agar menungging di atas kursi jok. Wajah cantik siswi SMU berjilbab itu bersujud di jok mobil menghadap pintu mobil. Sedangkan sebelah kaki Icha tertekuk di kursi jok sedangkan yang satunya lagi terjuntai menjejak ke lantai mobil. Pria bejat itu lalu menyingkapkan lagi rok abu-abu panjang semata kaki Icha yang tadi sempat jatuh menjuntai. Kini bokong indah dan bulat padat itu tidak tertutup lagi oleh rok-abu-abu panjang itu. Terlihat begitu menantang birahi pria yang berada dibelakangnya.

Lalu pria bejat itu mulai membimbing kemaluannya dengan tangan kanannya menyusuri celah pantat siswi SMU berjilbab itu hingga menempel di bibir liang surgawinya. Tangannya yang satu lagi mencengkeram sambil mengangkat sebelah bongkahan pantat yang bulat dan mulus itu.

Dengusan nafas Icha terdengar memburu sedangkan kedua tangannya nampak mencengkeram erat pingiran jok mobil. Seakan siswi berjilbab itu menanti sebuah sensasi yang akan datang dari arah belakang. Dan, “Unnnhhhh…..! ”, hanya suara itu yang keluar dari mulut Icha ketika penis Pak Kepsek menerkam liang senggamanya dari celah pantatnya.

“Heeennnggg…emmh…eennngggghhhhhhh…”, Icha merengek-rengek ketika merasakan batang kemaluan Pak Kepsek kembali menyentak-nyentak memasuki jepitan lubang vaginanya dari tempatnya menungging. Kepala siswi yang masih mengenakan jilbab putihnya itu nampak mengangguk-angguk lemah setiap kali selangkangan pria bejat menghantam bokonganya yang bulat telanjang. Tubuhnya terhentak-hentak kedepan kala menerima sodokan Pak Kepsek. Sedangkan buah dada nan ranum itu nampak mengantung bergelayutan akibat hentakan itu.

Untuk menambah nikmatnya persetubuhan doggy style ini, sang Kepala Sekolah lalu membungkukkan tubuhnya dan memeluk Icha dari belakang seraya meremas-remas kedua buah dada siswi berjilbab itu.

Lelaki itupun menghempas-hempaskan batang kemaluannya dengan semakin kuat dan kencang. “Plak!!….plak!! “, bunyi benturan selangkangannya dengan bokong bulat siswi cantik berjilbab itu.

Kepala sekolah bejat itu tampaknya tidak peduli pada muridnya yang cantik berjilbab sedang mengerang lemah, terkadang meringis pelan ketika sang kepala sekolah meremas buah dada dan menggenjot lubang vaginanya dengan kasar.

“Awwwhhhh….ssshhhhhh…”, desah Icha lanjut. Sesekali tubuhnya tersentak ketika Pak Kepsek menyodokkan batang kemaluannya kuat-kuat dari belakang. Tiba-tiba wajah Icha yang cantik berjilbab itu ditolehkan oleh pria itu agar bertatap muka. Dengan mata terpejam dan nafas mendengus siswi SMU berjilbab itu menerima jilatan pria itu di pipinya itu sambil menjebloskan batang kemaluannya dalam-dalam. Hati lelaki itu amat girang kala melihat sebuah pemandangan yang mengasyikkan menyaksikan wajah muridnya yang cantik dan berjilbab putih itu mengernyit antara sakit dan nikmat ketika lubang vaginanya disodok dengan kuat dan kasar. Ia pun lalu melumat bibir Icha yang merekah, mendesah-desah dengan penuh nafsu.

“Emmmmhh…cckkk..ckkkk…mmmmmhh…mmmmm…ckk”, berkali-kali lidah Pak Kepsek terjulur keluar masuk ke dalam mulut muridnya yang cantik dan berjilbab ini, mengajaknya untuk berperang lidah, tapi tidak digubris oleh siswi berjilbab itu.

“Hemmm, Keluarin lidah kamu..cepat..!! “, dengan tegas pria bejat itu memerintahkan Icha untuk menjulurkan lidahnya keluar. Dengan ragu siswi SMU berjilbab ini menjulurkan lidahnya keluar.

“Ihhhh…”, Icha buru-buru menarik lidahnya masuk ketika lidah Pak Kepsek terjulur membelai lidahnya.

“Aduuhh!! Gimana sihh, julurin nggak !!!”, hardik Pak Kepsek seraya meremas kuat-kuat payudara Icha tanpa ampun.

“Ammpunn, Pakkk, Ampunn..eeghh..“, pekik Icha kesakitan ketika tangan kasar lelaki itu meremas susunya kuat-kuat dari belakang. Dan dengan terpaksa ia menuruti keinginan Pak Kepsek, lidahnya terjulur keluar. Setelah lidah muridnya yang cantik berjilbab terjulur keluar barulah pak Dion melepaskan remasannya.

Dengan nafsu memuncak Pak Kepsek mencapluk dan mengenyot-ngenyot lidah Icha. Bagi pria itu rasanya manis seperti madu, sambil melakukan perang lidah Pak Kepsek kembali menarik dan menyodokkan batang kemaluannya dari belakang. Kali ini lebih lembut dan mesra. Kepala sekolah bejat itu tampak sangat meresapi jepitan lubang vagina Icha yang sedang menungging itu, mencekik batang kemaluannya yang besar dan panjang miliknya.

“Aduhhh, Pak Aduhhhh…hhsshhh…ssshhhhhh…ahhhh”, desah Icha makin kencang kala genjotan Pak Kepsek dari belakang pantatnya yang sedang menungging itu semakin cepat. Mmembuat tubuhnya berkali-kali menggelepar disertai desisan-desisan kecil berulang kali terdengar dari mulut siswi SMU berjilbab tersebut.

“Emmhhh…cplak…cplok…cupp..cupp”, desah Icha sembari tangan kanannya dikalungkan pada leher Pak Kepsek. Kini siswi SMU berjilbab itu mulai membalas lumatan-lumatan bibir pria tersebut.

“Nah, gitu dong, beri respon yang positif, Bapak-kan cuma ingin mengajari kamu seperti gimana rasanya berhubungan intim, masak murid berjilbab nggak boleh tau enaknya ngentot..”, ucap pria bejat itu sambil melumat-lumat bibir Icha.

Icha tidak menjawab, ia sibuk membalas lumatan Pak Kepsek yang sedang menggenjotnya dari belakang. Tubuhnya kembali terguncang dengan hebat ketika lelaki itu menusuk-nusukkan batang kemaluannya sedalam dan sekuat mungkin. Bibir vagina siswi SMU berjilbab yang sedang menungging itu terdesak dan terlipat keluar mengikuti gerakan batang kemaluan Pak Kepsek yang berkali-kali menghantam lubang senggamanya, semakin lama semakin kuat dan kencang Pak Kepsek menghentakkan batang kemaluannya.

“Ooougghh….ssshhh Pakkkk…ngghhh….”, pekik Icha lepas. Kepalanya yang terbalut jilbab putih itu mendongak keatas dengan tubuh bergetar melengkung ke belakang, menahan kenikmatan yang berdenyut-denyut di lubang surgawinya.

Bersamaan dengan tercapainya puncak orgasme siswi SMU berjilbab itu, pria bejat yang sedari tadi menyetubuhinya dari belakang pun mencapai klimaksnya. Dan dengan satu sodokan dalam-dalam hingga menyentuh dasar kewanitaan Icha, “Oouuhh….Fitth…sssyanngghh…aaakkhh!!! Crrottt…Crotttt…….”, erang nikmat mencapai puncak Pak Kepsek serta bunyi sperma yang mengucur didalam liang senggama sang siswi SMU berjilbab ini. Dibiarkannya sejenak batang kemaluannya terbenam didalamnya seraya menikmati kedutan-kedutan nikmat akibat kontraksi otot vagina dan ujung penisnya. Sperma pria tersebut nampak berlebih hingga menetes keluar dari liang senggama Icha hingga jatuh membasahi jok mobil.

Hujan yang lebat itu kini berubah menjadi hujan gerimis kecil dan Pak Kepsek pun duduk santai sambil memangku tubuh Icha yang membelakanginya. Berkali-kali tangan Pak Kepsek menggerayangi setiap sudut tubuh muridnya yang cantik berjilbab itu. Hidungnya sengaja dibenamkan pada leher yang tertutup jilbab putih itu seraya mengendus-ngendus harum tubuh Icha. Pria itu tersenyum lebar sambil menatap wajah cantik Icha yang masih mengenakan jilbab putihnya sedang melamun dan terkulai lemas dibahunya. Kedua kaki siswi berjilbab yang sedang dipangku itu tertekuk mengangkang dengan sebatang penis yang masih tertancap di lubang vaginanya. Sesaat kemudian Pak Kepsek mengecup pipi Icha seraya berkata, “Sudah, sekarang kamu masuk kembali ke kelas. Belajar yang baik dan benar, kalau ditanya bilang saja kamu habis menghadap saya… He he he”.