HENI

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (6)

Malam itu, jam sebelas lebih, cuaca sangat tidak bersahabat. Sejak jam sebelasan tadi hujan sudah turun dengan derasnya disertai guruh dan petir. Di tempat yang sepi depan pintu kamar periksa itulah dokter Maman, dokter jaga di rumah sakit itu menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Maman (37 tahun), dalam usia sekian itu masih tampak ganteng dan gagah dengan tinggi badan 175 cm. Sudah hampir sepuluh tahun dia bekerja sebagai dokter di rumah sakit ini, istrinya masih muda (29 tahun) dengan 2 anak. Kesepian dan suasana sepi sudah menjadi temannya sehari-hari apabila dia dapat tugas jadi dokter jaga, maka mendengar suara-suara aneh dan cerita-cerita seram lainnya sudah tidak membuatnya merinding lagi, istilahnya sudah kebal dengan hal-hal seperti itu. Sungguh, malam itu menjadi malam panjang baginya, suasana hujan dengan angin yang dingin mudah membuai orang hingga ngantuk.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (1)

Pak dokter Maman masih terus juga membaca buku yang sengaja dia bawa dari rumah. Hening sekali suasana di sana, bunyi yang terdengar hanya bunyi rintik hujan, angin. Tak lama kemudian terdengar bunyi lain di lorong itu, sebuah suara orang melangkah, suara itu makin mendekat sehingga mengundang perhatian dokter itu.
“Siapa tuh ya, malem-malem ke sini ?” tanya dokter maman dalam hati.

Suara langkah makin terdengar, dari tikungan lorong muncul lah sosok itu, ternyata seorang gadis cantik berpakaian perawat dan berjilbab. Di luar seragamnya dia memakai jaket cardigan abu-abu berbahan wol untuk menahan udara dingin malam itu. Suster itu ternyata berjalan ke arahnya.

“Permisi, Pak” sapanya pada Maman dengan tersenyum manis.

“Malam Sus, lagi ngapain nih malem-malem ke sini” balas Maman.

“Ohh…hehe…anu Pak abis jaga malam sih, tapi belum bisa tidur, makannya sekalian mau keliling-keliling dulu”

Dokter Maman bingung sebab tidak tahu kalau suster itu juga jaga. Maka Maman bertanya, “Oh iya kok saya rasanya baru pernah liat Sus disini yah ?” tanya Maman.

“Iya Pak, saya baru pagi tadi sampai disini, pindahan dari rumah sakit *****” jawabnya, “jadi sekalian mau ngenal keadaan disini juga”

“Oo…pantes saya baru liat, baru toh” kata Pak dokter Maman.

“Emang bapak kira siapa ?” tanyanya lagi sambil menjatuhkan pantatnya pada bangku panjang dan duduk di sebelah Maman.

“Wow, hoki gua” kata pria itu dalam hati kegirangan.

“Dikirain suster ngesot yah, hahaha” timpal dokter Maman mencairkan suasana. “Hehehe dikira suster ngesot, nggak taunya suster cantik” sambung Maman lagi tertawa untuk menghangatkan suasana.

“Kalau ternyata memang iya gimana Pak” kata gadis itu dengan suara pelan dan kepala tertunduk yang kembali membuat pria itu merasa aneh.

Tiba-tiba gadis itu menutup mulutnya dengan telapak tangan dan tertawa cekikikan.
“Hihihi…bapak dokter ini lucu ah, sering jaga malam kok digituin aja takut” tawanya.

“Wah-wah suster ini kayanya kebanyakan nonton film horror yah, daritadi udah dua kali bikin kita nahan napas aja” kata Pak Maman.

“Iya nih, suster baru kok nakal ya, awas Bapak laporin loh” kata Maman menyenggol tubuh samping gadis itu. Sebentar kemudian suster itu baru menghentikan tawanya, dia masih memegang perutnya yang kegelian.

“Hihi…iya-iya maaf deh pak, emang saya suka cerita horror sih jadi kebawa-bawa deh” katanya.

“Sus kalau di tempat gini mending jangan omong macem-macem deh, soalnya yang gitu tuh emang ada loh” sahut dakter Maman dengan wajah serius.

“Iya Pak, sori deh” katanya “eh iya nama saya Heni Puspita, panggil aja Heni, suster baru disini, maaf baru ngenalin diri…emmm Bapak dokter siapa yah?” sambil melihat ke dokter itu.

“Kalau saya Suherman, tapi biasa dipanggil Maman aja, saya yang jadi dokter jaga di sini malam” pria setengah baya itu memperkenalkan diri.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (2)

“Omong-omong Sus ini sudah lama di RS ini?” tanya si dokter.

“Ya belum sih” kata Suter Heni.

“Pantas baru saya lihat, saya sudah lihat namanya dalam jadwal tapi baru inilah saya lihat orangnya. Cantik!” kata Maman sambil memandang wajah cantik yang sedang mengobrol dengannya itu.

Malam itu dokter Maman merasa beruntung sekali mendapat teman ngobrol seperti suster Heni, biasanya suster-suster lain paling hanya tersenyum padanya atau sekedar memberi salam basa-basi. Maklumlah mereka semua tahu kalau dokter Maman sudah beristri dan punya dua anak.

Mereka pun terlibat obrolan ringan, pria itu tidak lagi mempedulikan buku bacaannya dan mengalihkan perhatiannya pada suster Hena yang ayu itu. Sejak awal tadi dokter Maman sudah terpesona dengan gadis ini. Pria normal mana yang tidak tertarik dengan gadis berkulit putih mulus berwajah kalem seperti itu, rambut hitamnya disanggul ke belakang tampak terbayang walau tertutup dengan jilbab panjangnya yang putihnya, tubuhnya yang padat dan montok itu lumayan tinggi (168 cm), pakaian perawat dengan bawahan rok panjang itu menambah pesonanya.

Suster Heni sendiri baru berusia 24 tahun dan belum menikah. Untuk gadis secantik Heni sebenarnya tidak begitu susah mendapat pasangan ditambah lagi dengan bodinya yang montok dan padat, tentu banyak lelaki yang mau dengannya. Tapi sejauh ini belum ada pria yang cocok di hati Suster Heni. Sebagai wanita alim berjilbab dia sangat menjaga pergaulannya dengan lawan jenis. Namun malam ini dia gelisah juga melihat dokter Maman yang tampan dan gagah itu. Sayang dia sudah beristri, keluh Suster Heni dalam hati. Namun hati kecilnya tidak dapat dibohongi bahwa dia suka pada dokter Maman itu.

Maman, si dokter, makin mendekatkan duduknya dengan gadis itu sambil sesekali mencuri pandang ke arah belahan dadanya membayang di balik baju panjang dan jilbab panjangnya. Suasana malam yang dingin membuat nafsu pria itu mulai bangkit, apalagi Pak Maman sudah seminggu tidak ngentot istrinya karena lagi datang bulan dan walaupun istri Maman lebih cantik dari Suster Heni, tapi dalam hal bodinya tentu saja kualitasnya kalah dengan suster muda di sebelahnya ini. Semakin lama dokter Maman semakin berani menggoda suster muda yang alim itu dengan guyonan-guyonan nakal dan obrolan yang menjurus ke porno. Suster Heni sendiri sepertinya hanya tersipu-sipu dengan obrolan mereka yang lumayan jorok itu.
“Terus terang deh Sus, sejak Sus datang kok disini jadinya lebih hanget ya” kata Maman sambil meletakkan tangannya di lutut Heni dan mengelusnya ke atas sambil menarik rok panjang suter berjilbab itu sehingga pahanya mulai sedikit tersingkap.

“Eh…jangan gitu dong Pak, mau saya gaplok yah ?!” Heni protes tapi kedua tangannya yang dilipat tetap di meja tanpa berusaha menepis tangan pria itu yang mulai kurang ajar.

“Ah, Sus masa pegang gini aja gak boleh, lagian disini kan sepi gini, dingin lagi” katanya makin berani, tangannya makin naik dan paha yang mulus itupun semakin terlihat.

“Pak saya marah nih, lepasin gak, bapak kan sudah punya istri, saya itung sampai tiga” wajah Heni kelihatannya BT, matanya menatap tajam si dokter yang tersenyum mesum.

“Jangan marah dong Sus, mendingan kita seneng-seneng, ya?” sahut Dokter Maman, entah sejak kapan tiba-tiba saja pria tidak tau malu itu sudah di sebelahnya .
Dokter jaga itu dengan berani merangkul bahu Heni dan tangan satunya menyingkap rok suster muda itu di sisi yang lain. Suster itu tidak bergeming, tidak ada tanda-tanda penolakan walau wajahnya masih terlihat marah.

“Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (3)

Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti itu. Si pria yang sudah kerasukan nafsu itu menganggapnya sandiwara untuk meninggikan harga diri sehingga dia malah semakin nafsu.

“Tig…” sebelum suster Heni menyelesaikan hitungannya dan bergerak, si dokteritu sudah lebih dulu mendekapnya dan melumat bibirnya yang tipis.

“Mmm…mmhh !” suster itu berontak dan mendorong-dorong Maman berusaha lepas dari dekapannya namun tenaganya tentu kalah darinya, belum lagi dokter Maman juga mendekapnya serta menaikkan rokknya lebih tinggi lagi. Heni merasa hembusan angin malam menerpa paha mulusnya yang telah tersingkap, juga tangan kasar dokter itu mengelusinya yang mau tak mau membuatnya terangsang.

“Aahh…jangan…mmhh !” Heni berhasil melepaskan diri dari cumbuan si dokter tapi cuma sebentar, karena ruang geraknya terbatas bibir mungil itu kembali menjadi santapan Maman.

Lalu tangan Pak Maman mulai meremas-remas dadanya yang masih tertutup seragam suster dan jilbab lebarnya – Maman dapat merasakan kalau tetek suster alai mini masih kencang dan padat pertanda belum pernah dijamah lelaki lain – sementara tangan satunya tetap mengelus paha indahnya yang menggiurkan. Heni terus meronta, tapi sia-sia malah pakaian bawahnya semakin tersingkap dan jilbab lebar perawat itu nyaris copot. Pak Maman melepaskan jaket cardigan pinknya suster Heni sehingga tinggal baju seragam perawatnya yang terlihat. Lama-lama perlawanan suster Heni melemah, sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifnya telah meruntuhkan pertahanannya. Birahinya bangkit dengan cepat apalagi suasananya sangat mendukung dengan hujan yang masih mengguyur dan dinginnya malam. Ditambah lagi hati kecil suka dengan dokter Maman. Bulu kuduk Heni merinding merasakan sesuatu yang basah dan hangat di lehernya. Ternyata dokter Maman itu sedang menjilati lehernya yang jenjang dengan menyingkapkan jilbab panjang suster alim itu, lidah itu bergerak menyapu daerah itu sehingga menyebabkan tubuh Heni menggeliat menahan nikmat. Mulut Heni yang tadinya tertutup rapat-rapat menolak lidah Maman kini mulai membuka. Lidah kasap si doketr itu langsung menyeruak masuk ke mulut suster berjilbab itu dan meraih lidahnya mengajaknya beradu lidah. Heni pun menanggapinya, lidahnya mulai saling jilat dengan lidah pria itu, liur mereka saling tertukar. Sementara Pak Maman mulai melucuti kancing bajunya dari atas dan sekaligus mencopot jilbab panjang suster Heni, tangan perkasa dokter itu menyusup ke dalam cup branya, begitu menemukan putingnya benar-benar masih kencang dan padat, belum terjamah lelaki lain lalu langsung dimain-mainkannya benda itu dengan gemasnya.

Di tengah ketidak-berdayaannya melawan dokter brengsek itu, Heni semakin pasrah membiarkan tubuhnya dijarah. Tangan doketr Maman menjelajah semakin dalam, dibelainya paha dalam gadis itu hingga menyentuh selangkangannya yang masih tertutup celana dalam. Sementara baju atasan Heni juga semakin melorot sehingga terlihatlah bra biru di baliknya.

“Kita ke dalam aja biar lebih enak” kata Pak Maman.

“Kamu emang kurang ajar yah, kita bisa dapet masalah kalau gak lepasin saya !” Heni masih memperingatkan dokter itu.

“Udahlah Sus, kurang ajar- kurang ajar, kan lu juga suka ayo !” Maman narik lengan suster itu bangkit dari kursi. “Sus, seneng-seneng dikit napa? Dingin-dingin gini emang enaknya ditemenin cewek cantik kaya Sus” lanjut Pak Maman.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (4)
Dokter Maman menggelandang suster alim itu ke ruang periksa pasien tempat mereka berjaga. Heni disuruh naik ke sebuah ranjang periksa yang biasa dipakai untuk memeriksa pasien. Selanjutnya pria itu langsung menggerayangi tubuh Virna yang terduduk di ranjang. Maman menarik lepas celana dalam gadis alim itu hingga terlepas, celana itu juga berwarna biru, satu stel dengan branya. Kemudian ia berlutut di lantai, ditatapnya kemaluan suster alim itu yang ditumbuhi bulu-bulu yang lebat, bulu itu agaknya rajin dirawat karena bagian tepiannya terlihat rapi sehingga tidak lebat kemana-mana. Hena dapat merasakan panasnya nafas pria itu di daerah sensitifnya. Pak Maman mempreteli kancing baju atasnya yang tersisa, lalu bra itu disingkapnya ke atas. Kini terlihatlah payudara suster Heni yang berukuran sedang sebesar bakpao dengan putingnya berwarna coklat.

“Uuuhh…Pak!” desah Henia ketika lidah Pak Maman menelusuri gundukan buah dadanya. Lidah itu bergerak liar menjilati seluruh payudara yang kencang dan padat itu tanpa ada yang terlewat, setelah basah semua, dikenyotnya daging kenyal itu, puting mungil itu digigitinya dengan gemas.

“Aahh !” tubuh Heni tiba-tiba tersentak dan mendesah lebih panjang ketika dirasakannya lidah panas Maman mulai menyapu bibir vaginanya lalu menyusup masuk ke dalam. Maklum Maman sudah pengalaman merangsang wanita. Heni sebagai gadis alim sebenarnya jijik melakukan hal ini dengan dokter Maman ini, tapi rupanya libidonya membuatnya melupakan perasaan itu sejenak. Mulut Pak Maman kini merambat ke atas menciumi bibirnya, sambil tangannya tetap menggerayangi payudaranya. Kemudian dokter itu kembali menghisap memek suster ini, si dokter makin membenamkan wajahnya di selangkangan Heni, lidahnya masuk makin dalam mengais-ngais liang kenikmatan suster muda itu menyebabkan Heni menggelinjang dan mengapitkan kedua paha mulusnya ke kepalanya Maman.

“Nah, sekarang tinggal kita mulai Sus” kata Pak Maman membuka pakaiannya “pokoknya malam ini Bapak bakal muasin Sus hehehe!”

Heni tertegun melihat pria gagah itu sudah telanjang bulat di hadapannya, tubuhnya terbilang kekar, penisnya yang sudah menegang itu lumayan besar juga dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat. Dia naik ke ranjang ke atas tubuh gadis alim itu, wajah mereka saling bertatapan dalam jarak dekat. Kali tanpa penghalang sebab jilbab panjang suster alim itu sudah dicopot dokter Maman. Pak Maman begitu mengagumi wajah cantik Heni, dengan bibir tipis yang merah merekah, hidung bangir, dan sepasang mata indah yang nampak sayu karena sedang menahan nafsu.

“Pak, apa ga pamali main di tempat ginian ?” tanya Heni.

“Ahh…iya sih tapi masabodo lah, yang penting kita seneng-seneng dulu hehehe” habis berkata dia langsung melumat bibir gadis itu. Mereka berciuman dengan penuh gairah, Heni yang sudah tersangsang berat itu melingkarkan tangannya memeluk tubuh Pak dokter Maman. Ia masih memakai seragam susternya yang sudah terbuka dan tersingkap di mana-mana, bagian roknya saja sudah terangkat hingga pinggang sehingga kedua belah pahanya yang jenjang dan mulus sudah tidak tertutup apapun. Pak Maman sudah seminggu lamanya tidak menikmati kehangatan tubuh wanita sebab istrinya lagi datang bulan sehingga dia begitu bernafsu berciuman dan menggerayangi tubuh Heni. Mendapat kesempatan bercinta dengan gadis seperti Heni bagaikan mendapat durian runtuh, belum pernah dia merasakan yang sesintal dan montok ini, bahkan istrinya pun tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengannya meskipun lebih cantik dari pada Suster Heni.

Setelah lima menitan berciuman sambil bergesekan tubuh dan meraba-raba, mereka melepas bibir mereka dengan nafas memburu. Pak Maman mendaratkan ciumannya kali ini ke lehernya. Kemudian mulutnya merambat turun ke payudaranya, sebelumnya dibukanya terlebih dulu pengait bra yang terletak di depan agar lebih leluasa menikmati dadanya.

“Eemmhh…aahhh…aahh !” desahnya menikmati hisapan-hisapan dokter jaga itu pada payudaranya, tangannya memeluk kepala yang rambutnya lebat dan hitam itu.
Heni merasakan kedua putingnya semakin mengeras akibat rangsangan yang terus datang sejak tadi tanpa henti. Sambil menyusu, pria itu juga mengobok-obok vaginanya, jari-jarinya masuk mengorek-ngorek liang senggamanya membuat daerah itu semakin basah oleh lendir.

“Bapak masukin sekarang yah, udah ga tahan nih !” katanya di dekat telinga Heni.
Suster Heni hanya mengangguk. Pak Maman langsung menempelkan penisnya ke mulut vagina gadis alim itu. Terdengar desahan sensual dari mulut gadis itu ketika Pak Maman menekan penisnya ke dalam.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (5)

“Uuhh…sempit banget Sus, masih perawan ga sih ?” erang pria itu sambil terus mendorong-dorongkan penisnya.

Heni mengerang kesakitan dan mencengkram kuat lengan pria itu setiap kali penis itu terdorong masuk ke dalam memeknya yang masih rapet itu. Setelah beberapa kali tarik dorong akhirnya penis itu tertancap seluruhnya dalam vagina suster alim itu. Darah mengalir dari memek suter alim itu.

“Weleh-weleh, enaknya, legit banget Sus kalau masih perawan” komentar pria itu, “Belum pernah ngentot ya Sus sebelumnya, kalo boleh tau ?”

Sebagai jawabannya Heni menarik wajah pria itu mendekat dan mencium bibirnya, agaknya dia tidak berniat menjawab pertanyaan itu.

Pak Maman mulai menggoyangkan pinggulnya memompa vagina gadis itu. Desahan tertahan terdengar dari mulut Heni yang sedang berciuman. Pria itu memulai genjotan-genjotannya yang makin lama makin bertenaga. Lumayan juga sudah seusia hampir kepala empat tapi penisnya masih sekeras ini dan sanggup membuat gadis alim itu menggelinjang. Dia mahir juga mengatur frekuensinya agar tidak terlalu cepat kehabisan tenaga. Sambil menggenjot mulutnya juga bekerja, kadang menciumi bibir gadis itu, kadang menggelitik telinganya dengan lidah, kadang mencupangi lehernya. Suster Heni pun semakin terbuai dan menikmati persetubuhan beda jenis ini. Dia tidak menyangka pria seperti dokter itu sanggup membawanya melayang tinggi. Pria itu semakin kencang menyodokkan penisnya dan mulutnya semakin menceracau, nampaknya dia akan segera orgasme.

“Malam masih panjang Pak, jangan buru-buru, biar saya yang gerak sekarang !” kata gadis perawat itu tanpa malu-malu lagi.

Pak Maman tersenyum mendengar permintaan suster itu. Merekapun bertukar posisi, Pak Maman tiduran telentang dan Heni menaiki penisnya. Batang itu digenggam dan diarahkan ke vaginanya, Heni lalu menurunkan tubuhnya dan desahan terdengar dari mulutnya bersamaan dengan penis yang terbenam dalam vaginanya. Mata Pak Maman membeliak saat penisnya terjepit diantara dinding kemaluan Heni yang sempit. Ia mulai menggerakkan tubuhnya naik turun dengan kedua tangannya saling genggam dengan pria itu untuk menjaga keseimbangan.

“Sssshhh…oohh…yah…aahh !” Heni mengerang sambil menaik-turunkan tubuhnya dengan penuh gairah.

JILBAB TOKET SUPER GEDE TOGE SEMOK (7)

Tangannya meraih ujung roknya lalu ditariknya ke atas seragam yang berupa terusan itu hingga terlepas dari tubuhnya. Seragam itu dijatuhkannya di lantai sebelah ranjang itu, tidak lupa dilepaskannya pula bra yang masih menyangkut di tubuhnya sehingga kini tubuhnya yang sudah telanjang bulat terekspos dengan jelas. Sungguh suster Heni memiliki tubuh yang sempurna, buah dadanya montok dan proporsional, perutnya rata dan kencang, pahanya juga indah dan mulus, sebuah puisi kuno melukiskannya sebagai kecantikan yang merobohkan kota dan meruntuhkan negara.
Kembali Heni dan dokter jaga itu memacu tubuhnya dalam posisi woman on top. Heni demikian liar menaik-turunkan tubuhnya di atas penis Pak dokter Maman, dia merasakan kenikmatan saat penis itu menggesek dinding vagina dan klitorisnya.
“Ayo manis, goyang terus…ahh…enak banget !” kata Pak Maman sambil meremasi payudara gadis itu.

Wajah Heni yang bersemu merah karena terangsang berat itu sangat menggairahkan di mata Pak Maman sehingga dia menarik kepalanya ke bawah agar dapat mencium bibirnya.

Akhirnya Heni tidak tahan lagi, ia telah mencapai orgasmenya, mulutnya mengeluarkan desahan panjang. Pak Maman yang juga sudah dekat puncak mempercepat hentakan pinggulnya ke atas dan meremasi payudara itu lebih kencang. Ia merasakan cairan hangat meredam penisnya dan otot-otot vagina suster alim itu meremas-remasnya sehingga tanpa dapat ditahan lagi spermanya tertumpah di dalam dan membanjir, maklum sudah seminnggu gak dikeluarkan. Setelah klimaksnya selesai tubuh Heni melemas dan tergolek di atas tubuh dokter itu. Virna yang baru berusia 24 tahun itu begitu kontras dengan pria di bawahnya yang lebih pantas menjadi bapaknya, yang satu begitu ranum dan segar sementara yang lain sudah agak tua.

“Asyik banget Sus, udah selama seminggu saya gak ginian loh !” ujar Pak Maman dengan tersenyum puas.

“Gile nih malem, ga nyangka bisa dapet yang ginian” dia seperti masih belum percaya hal yang dialaminya itu.

Ketika sedang asyik memandangi Heni, tiba-tiba Pak Maman nafsunya bangkit lagi dan minta jatah sekali lagi. Tangan Maman terus saja menggerayangi tubuh Heni, kadang diremasnya payudara atau pantatnya dengan keras sehingga memberi sensasi perih bercampur nikmat bagi gadis itu. Sedangkan Pak Maman sering menekan-nekan kepala gadis itu sehingga membuat Heni terkadang gelagapan.
“Gila nih doketer, barbar banget sih” kata Heni dalam hati.

Walau kewalahan diperlakukan seperti ini, namun tanpa dapat disangkal Heni juga merasakan nikmat yang tak terkira. Tak lama kemudian Maman menyiorongkan penisnya lalu berpindah ke mulut Heni. Heni kini bersimpuh di depan pria yang senjatanya mengarah padanya menuntut untuk diservis olehnya. Heni menggunakan tangan dan mulutnya bergantian melayani penis itu hingga akhirnya penis Maman meledak lebih dulu ketika ia menghisapnya.

Sperma si doketr langsung memenuhi mulut gadis itu, sebagian masuk ke kerongkongannya sebagian meleleh di bibir indah itu karena banyaknya. Pria itu melenguh dan berkelejotan menikmati penisnya dihisap gadis itu. Tak lama kemudian Pak Maman pun menyemburkan isi penisnya dalam kocokan Heni, cairan itu mengenai wajah samping dan sebagian rambutnya. Tubuh Heni pun tak ayal lagi penuh dengan keringat dan sperma yang berceceran.

“Sus hebat banget, sepongannya dahsyat, saya jadi kesengsem loh” puji Maman ketika beristirahat memulihkan tenaga.

“Sering-sering main sini yah Sus, saya kalau malem kan sering kesepian hehehe” goda Pak Maman.

Heni tersenyum dengan hanya melihat pantulan di cermin, katanya, “Kenapa nggak, saya puas banget malem ini, mulai sekarang saya pasti sering mendatangi dokter”
Jam telah menunjukkan pukul setengah dua kurang, berarti mereka telah bermain cinta selama hampir satu setengah jam. Heni pun berpamitan setelah memakai jaket pinknya dan memakai kembali jilbab putih panjangnya. Sebelum berpisah ia menghadiahkan sebuah ciuman di mulut. Manam membalas ciuman itu dengan bernafsu, dipeluknya tubuh padat dan montok itu sambil meremas pantatnya selama dua menitan.

“Nakal yah, ok saya masuk dulu yah !” katanya sebelum membalik badan dan berlalu.
Lelah sekali Maman setelah menguras tenaga dengan perawat alim yang cantik itu sehingga selama sisa waktu itu agak terkantuk-kantuk. Setelah pagi mereka pun pulang dan tertidur di tempat masing-masing dengan perasaan puas.

Setiap kali kalau ada jadwal piket bersama, mereka selalu ngentot. Dokter Maman bermaksud menjadikan Suster Heni yang alim berjilbab sebagai istri keduanya, oleh sebab itu dokter Maman tidak memakai alat kontrasepsi apa pun jika ngentot dengan Suster Heni. Maman ingin wanita alim itu hamil, hingga terpaksa mau menikah dengannya sebagai istri keduanya. Hebat Dokter Maman!

BU SISKA

Hari ini seorang guru baru diperkenalkan di sekolahku, tentu saja setiap guru baru apalagi seorang wanita mendapat perhatian lebih. Maklum di sekolahku wanita termasuk barang langka. Aku sekolah di STM dan ambil jurusan listrik. Namanya Bu Siska, guru bahasa inggris kami yang baru, wajahnya yang teduh, bibir tipisnya yang selalu menyungingkan senyum. Tampak anggun dengan baju safari dipadu jilbab pinknya. Tingginya sekitar 160-an, dan dari perawakannya yang tidak kurus dan tidak gemuk terpampang sosok tubuh yang ideal bagi seorang wanita. Kulitnya yang bersih, semakin memancarkan kecantikannya. Dia baru lulus kuliah dan baru menjadi tenaga honorer di sekolahku.

JILBABER BIKIN KONAK (1)
Pada pelajaran ini aku sulit sekali konsentrasi, pikiranku meracau kemana-mana membayangkan tubuhnya, apalagi ketika dia merunduk ketika melulis di papan yang agak bawah, hatiku semakin tidak karuan. Walaupun sudah memakai jilbab namun lekukan di dadanya masih sulit disembunyikan, aku bayangkan sepasang payudara yang menantang dan sangat indah, aku taksir sekitar 36 A atau 36 B. “Rusdi…apa yang kamu pikirkan? kamu sakit?” suaranya memanggilku, aku tersentak, cepat sekali dia hafal nama murid di sini. “Maaf Bu, tidak ada apa-apa” sahutku. “Oke guys, give me an attention please.” katanya untuk mengambil perhatian kami.
“Hai Rus, rumah kamu di sini juga ya?” seseorang memanggilku saat sedang duduk di halaman rumah. “Oh Ibu, ya Bu, Ibu tinggal disini juga?”, “Jangan panggil Ibu, panggil teteh aja, Panggil Ibunya di sekoah saja ya” sahutnya ramah, “i…iya Bu, eh…Teh”. Sosok wanita yang sangat diidamkan pria, cantik, ramah, dan shalehah. Ternyata dia kos di kontrakan yang tidak jauh dari rumahku, setiap sore rumahnya selalu ramai oleh anak-anak yang belajar mengaji padanya. Sedangkan aku sendiri semakin terlarut dalam fantasiku membayangkan Teh Siska, hampir setiap kesempatan. Apalagi setiap pagi selalu lewat depan rumahku, dan terkadang kita berangkat bersama ke sekolah. Dia sudah menganggapku seperti adiknya sendiri, padahal aku sendiri menyimpan perasaan yang tidak mungkin aku ungkapkan. Dia adalah guruku, 8 tahun lebih tua dariku.
Suatu siang, aku beranikan mengetuk pintu rumah kontrakannya, “Siang Teh”. “Eh Rusdi, ada apa? ada yang bisa teteh bantu?” “Enggak teh, cuma tadi masih ada yang blum mengerti tentang tenses yang teteh ajarkan, mau kan mengulangi lagi mengajarkan?” tanyaku sedikit berbohong, padahal aku ingin sekali bertemu dengannya. “Kenapa tadi tidak disekolah saja?”, “Gak enak teh terlalu banyak tanya, kasihan temen-temen jadi terganggu”. “Ohh..kalau begitu baiklah tapi diluar saja ya, tidak enak sama tetangga”, “Ba…baik Teh, sahutku” sayang sekali padahal aku ingin berdua dengannya di dalam. Siang ini dia begitu cantik dengan balutan gamis warna pink dan jilbab putih yang menjuntai, tak lupa kaos kaki yang semakin membuatku penasaran seperti apakah kakinya, yang pasti jenjang dan menarik. Bedua dengannya saja sudah membuatku berdebar, aroma tubuh wanita yang has tercium membangkitkan kelaki-lakianku. “Rus…gimana sudah faham?”, “eh…yang mana Teh”, “katanya mau belajar, kok malah melamun terus, kamu harus konsentrasi”, “I..iya teh”. Tak terasa hari beranjak sore. “Assalaamu’alaikum…” terdengar suara beberapa anak-anak yang memanggil, “Maaf yah Rus, teteh harus mengajar anak-anak, lain waktu dilanjutkan ya, jangan sungkan kalau masih ada yang tidak faham”, “Iya teh, terima kasih ya”

JILBABER BIKIN KONAK (2)
Kecantikannya dalam sekejap menjadi buah bibir di desaku, namun sayang setiap laki-laki yang menyatakan cinta padanya selalu ditolak dengan cara halus, bahkan seorang anak saudagar terkaya di desa kamipun tidak mampu menaklukan hatinya. dan tidak sedikit yang mulai sakit hati padanya. November ini hujan mulai sering turun, sore ini Teh Siska, mampir ke rumahku, menitipkan kunci, kebetulan ayahku adalah ketua RT di sini. “Teteh mau pulang dulu, sudah lama tidak menengok orang tua”, yang aku suka semakin hari kita semakin akrab, walaupun sebatas pertemanan saja. “Tidak besok pagi saja teh? hari ini hujan dan sudah gelap, nanti kalau ada apa-apa gimana?”, dia tersenyum manis padaku “Terima kasih atas perhatiannya adikku sayang…mudah-mudahn tidak ada apa-apa di jalan.”, akupun membalas senyumannya. Namun, hatiku tidak tenang, setelah teh siska pergi aku pun menyusulnya.
Ternyata, Bertus anak saudagar kaya itu sakit hati dan punya niat jahat padanya. Dia dan teman-temannya merencankan sesuatu. Tanpa curiga teh siska membenhentikan ojeg yang sebenarnya adalah anak buah Bertus. AKu berusaha mencari teh siska dengan menggunakan sepedaku namun sepeda motor yang membawanya keburu hilang dari pandangan mata. Hujan semakin lebat, tiba-tiba motor yang ditumpangi teh siska berbelok dari arah terminal yang dituju. “lho…ini mau kemana pak, saya mau ke termina, tolong antar saya”, “Lewat sini aja neng, lebih cepat” ujar si tukang ojek. Tiba-tiba muncul 2 sepeda motor yang masing-masing berisi dua orang mencegat ojeg itu, “Cepat turun jangan macam-macam”, sambil mengacungkan senjat tajam, keempat orang bertopeng itu segera menghentikan ojeg itu. “Tolong…ada apa ini pak, tolong jangan apa-apakan saya” teh siska mulai ketakutan. “Sudah jangan banyak cingcong ikut saja”, sambil menarik paksa teh siska, “Pak tolong saya” sambil memohon pada tukang ojeg, namun ternyata si tukang ojeg itu kini sudah mengenakan topeng. Hujan semakin lebat, payung yang dibawa juga sudah entah kemana. Hujan yang lebat membasahi seluruh pakaian teh siska, sehingga lekuk tubuhnya nampak tercetak di tubuhnya. Sambil menangis, teh siska memohon untuk dilepaskan. Sampai tiba di sebuah rumah tua ditengah kebun. Tampak rumah itu sangat tidak terurus, atpnya 80 persen sudah tidak pada tempatnya. Hujan yang besar membuat suasana semakin mencekam, hanya suara hujan yang terdengar, tangisan dan jeritan tolong teh siska hampir tidak terdengar.
Sesampainya di rumah itu telah menunggu seseorang yangjuga menggunakan topeng. “Hahaha…akhirnya si cantik datang juga, teruslah minta tolong jika ada yang bisa menolong”, “Siapa kamu, tolong lepaskan aku”, “kamu lupa sama saya ya? sekarang tidak hanya cintamu yang dapat aku miliki, bahkn tubuhmu hahaha…” sambil tangan bertus membelai pipi teh siska yang basah, teh siska hanya bisa memalingkan wajahnya karena kedua tangan teh siska dipegang erat dua orang dan yang lainnya mengamati situasi. “Lepaskan, tolong” jeritan itu tidak dihiraukan bertus, terus diciumi wajah teh siska, dengan sedikit keberanian teh siska menendang perut bertus hingga terjerembab ke belakng. “Sialan, aku balas sekarang dengan yang lebih menyakitkan”, ditampar wajah teh siska sehingga terhuyung dan jatuh ke tanah. Jilbabnya masih tampak rapih ditengah kuyup basah karena hujan yang membashi, saat jatuh betisnya yang putih tersingkap bahkan gelappun tak mampu menyembunyikannya.
Bertuspun mulai menindih teh siska dan menciumi pipi dan bibirnya, teh siska ters memalingkan wajahnya sambil berupaya mendorong bertus. “Joko…Jarot…pegang tangannya, Tunggul…Bondan pegang kakinya” bertus memberi perintah, teh siska semakin tidak berdaya. dia hanya bisa menangis sambil menggigit bibirnya. bertus mulai meraba betis hingga naik ke pahanya, sekaligus mnyingkap roknya yang lebar. “Hahaha sekarang aku bisa melakukan apa saja padamu”, tangan kiri bertus memegang payudara kanan teh siska dari luar jilbabnya sambil meremas, Aaa….saki… it….tolong lepasin” bertus semakin bersemangat meremas payudara teh siska. Teh siska hanya mengerang dan pasrah. bertus mulai leluasa menindih tubuh teh siska, kemudian menarik bagian atas gamsnya hingga robek, nampak dua buah payudara yang indah dan putih seakan ingin melompat dari bra yang dikenakannya, payudara gadis yang selalu terawat dan masih sangat kencang. bertus menyibak jilbab teh siska yang lebar ke ata sehingga bagian dada dan lehernya yang jenjang terlihat. tidak menunggu waktu lagi langsung mencium kedua payudara itu kemudian nik ke leher, dan menggigitnya. Sekali lagi teh siska hanya bisa mengerang kesakitan sambil mengggit bbir bawahnya. Tangan bertus semakin tidak erkendali, tangan kanannya yang sedari tadi mengelus paha teh siska mulai berani menyeruak ke selangkangan dan mengelus daerah vagina teh siska. “Tolong…jaaa…ngaann…apapun yang kamu mau, tapi tolong jangan renggut itu dariku, sekali lagi tolong,…apapun akan aku lakukan”, bertus tersentak, dan kemudian menghentikan kegiatannya. “Benar, mau melakukan apa saja?”, “ya…apa saja, amu mau ambil uangku, HPku silahkan saja semuanya, tapi tolong lepaskan aku” teh siska sedikit memiliki harpan. “Kalau itu aku sudah punya banyak, tapi aku hargai perkataanmu, ayo semua…lepaskan pegangannya” anak buah bertuspun melepaskan pegangannya.

JILBABER BIKIN KONAK (3)
Teh siska mulai dapat bernapas lega, dan beringsut menutupi bagian dadanya yang terbuka dan menarik ke bawah roknya yang tersingkap. Bertus mulai melepaskan celananya, terlihat penis bertus yang mengacung bak tombak yang akan menghujam saat pertempuran. teh siska mulai terduduk sambil terus menutupi dadanya menggunakan jilbabnya yang sudah tidak karuan warnanya. “Ayo sini mendekat…katanya kamu mau melakukan apapun”, teh siska mendekati bertus hingga tepat wajahnya di depan penis bertus yang mengacung. Wajah teh siska terus menunduk ke bawah dan terus menangis tersedu. “katanya kamu mau melakukan apapun, sekarang jilat penisku!” teh siska masih terdiam dan tidka berani melakukan apapun. “cepat! atau aku paksa kamu menyerahkan mahkotamu” teh siska mulai berani mendekat, dipegangnya penis bertus dengan tangan kiri dan mulai menjilatnya. “hahaha…sekarang kamu milikku” teh siska semakin terguncang, tangisnya mulai mengeras. “Kok cuma sekali, ayo teruskan” teh siska mulai menjilat-jilat kembali penis bertus, bertus mlai merasakan geli yang sangat di jung penisnya. Tanan kanan bertus memegang kepala belakang teh siska, kemudian mendorong sehingga wajah teh siska semakin masuk ke dalam selankangannya. “uhhmm….phhmmff…” seluruh mulut teh siska penuh oleh penis bertus yang hanya terlihat setengahnya saja. Tangan bertus mulai memaju mundurkan kepala teh siska sehingga penis bertus keluar masuk ke mulut teh siska yang mungil. “uhh…uh…mhhppp…” teh siska tak dapat berkata apapun. Sedangkan bertus mulai merasakan kenikamatan.
Sedanhgkan aku masih terus memacu sepedaku mengikuti jejak sepeda motor yang ditinggalkan, sudah lama aku berputar-putar tapi masih belum menemukannya teh siska. “mhh…bukannya ini payung yang dipakai teh siska” gumamku ketika menemukan payung kecil yang cantik teronggok dipinggir jalan. Ku merasa ni jalan yang sudah benar. Hari yang gelap dengan hujan yang deras semakin menyulitkan pencarianku, jas hujan yang kupakai sudah tidak mampu menahan air karena derasnya hujan sehingga tembus hingga kedalam.
“aahh…enak…terus sayang” teriak bertus, “hahaha lihat gadis alim itu, sok gaya menolak bos kita sekarang tau akibatnya” ujar kawanan anak buah bertus. “Bos, kalau sudah puas jangan lupa bagi-bagi ya, kita juga belum pernah nih ngerasain gadis alim yang sok suci ini”, Mata bertus mulai merem melek merasakan kenikmatan, sedangkan teh siska hanya pasrah ketika angan bertus memaksa kepalanya untuk maju mundur di depan selangkangan pria itu. Sampai akhirnya “Aaahh…siska aahh…” bertus mengejang, gerakan tangan yang memajumundurkan kepala siska semakin kencang, dan…”aahh…” mulut siska merasakan sesuatu yang hangat menyemprot ke dalam rongga mulutnya, sesuatu yang sangat menjijikkan. “huk….mhhh..ppff…huk” siska terbatuk. “Ayo telan, jangan dibuang sedikitpun” siska pun menjilati sisa sperma yang masih menetes di ujung penis bertus. Jilbabnya mulai acak-acakan, dan sesekali sisa sperma bertus yang muncrat mengenai wajah teh siska. Bertus terduduk dan menikmati hal fantastis yang baru dia alami, seorang gadis yang masih terbalut dengan jilbabnya melakukan oral padanya. Sedangkan teh siska terus menunduk dan menangis.
Aku terus menerobos pakatnya hujan dan menuju ladang milik orang tua bertus, aku curiga sesuatu terjadi dengan teh siska, aku tidk mau seseorang yang aku sayangi terluka. Tanpa mennggu komando, anak buah bertus menyerbu siska yang masih terpaku, ada yang mnarik tangannya, ada yang menarik kakinya, ada yang meremas-remas payudaranya. “Jangan dibuka jilbabnya, biarkan sja biar kita merasakan tubuh gadis alim ini hahaha” seru joko. teh siska semakin tak karuan dan menangis dalam diamnya. Aku mulai menemukan sebuah rumah tua yang nampak gelap dan tidak terurus, nampaknya seperti bekas gudang milik keluarga bertus. Aku mengendap-endap mendekati rumah kosong itu, sambil memperhatikan keadaan sekeliling. dan aku menemukan suara gaduh didalamnya. gelak tawa beberapa laki-laki dan jeritan yang terputus-putus dari seorang wanita yng suaranya saya kenal sekali.

JILBABER BIKIN KONAK (4)
“Ah….jangan sakit…tolong lepaskan…ahh…” pinta teh siska memelas, ketika dua tangan kasar meremas kedua payudaranya. sedangkan seorang lagi nampaknya mulai melepskan celana dalam teh siska. Aku yang melihat pemandangan itu segera berpikir dan cari akal apa yang harus aku lakukan karena untuk melawan mereka sangat tidak mungkin. Rok teh siska mulai disingkap ke atas, kedua kakinya direntangkan sehingga terlihat jelas selangkangannya yang samar oleh sedikit cahaya bulan. Hujan nampaknya mulai mereda, tapi tangis teh siska semakin menjadi. Ssosok tubuh gempal mulai menurunkan celananya, dan mendekati ke selangkangan teh siska. Teh siska hanya bisa memalingkan wajahnya dan tak tahan terhadap apa yang dia alami. Sihingga penis pria gempal itu mulai mendekati dan menempel pada bibir vagina teh siska. Aku semakin cepat berpikir, apa yang harus aku lakukan. Sesaat sebelum pria itu melepaskan hajatnya tiba-tiba Buu…ukk… tubuh gempal pria itu terjengkak. “Bodoh kau Bondan, itu bagianku tahu…!!!”, “Iy…iya boss, maafkan saya”, “hampir saja kamu merusak acaraku bodoh”, “sekali lagi maafkan saya”. Sekarang terlihat bertus yang mulai jongkok diantara selangkangan teh siska, teh siska hanya bisa menangis lemah. penis bertus yang masih loyo setelah tadi memuntahkan lahar hangat mulai ditempelkan dan digessek-gesekkan ke vagina teh siska. Teh siska terlihat pasrah terhadap nasibnya, dia hnya terus menangis.
Aku akhirnya menemukan ide, aku ambil besi yang teronggok disebelahku. Penis bertus yang mulai tegang kembali sepertinya siap menembus pertahanan terakhir teh siska yng mulai lemah tak berdaya. Aku mulai beraksi, ketika penis itu mulai menempel di bibir vagina teh siska, aku pukulkan keras-keras besi yang aku ambil tadi ke tiang listrik yang ada didekatku untuk membangunkan warga. Mendengar dentingan suara tiang listrik bertus dan kawannya kaget, dan segera melarikan diri. “Sialan…siapa itu, sambil” umpat bertus sambil membetulkan celananya. sedangkan teman-temannya sudah kabur duluan. Aku segera mendekati teh siska yang terbujur lemah, dan menutup badannya dengan jas hujan yang aku pakai. “Ayo teh cepat sebelum warga datang” aku memapah teh siska ke arah sepedaku dan memboncengkannya, sampai akhirnya saat warga datang aku sudah hilang dutelan malam.
“Sialan…ada apa sich sampai pukul tiang listrik segala, aku kira ada maling” umpat warga yang mulai berduyun-duyun datang ke sumber suara tadi. Namun mereka tidak menemukan apapun. Aku sendiri bersykur tidak diketahui bertus dan temantemannya jika saja mereka tahu bisa mampus aku. dan teh siska juga bisa selamat. “terima kasih ya Rus, entah jika tidak ada kamu apa yang terjadi”, ujar teh siska lemas ketika sampai di kosnya. “ya sudah teh siska istirahat saja, mau aku temani?”, “hus…jangan apa kata orang nanti kalau lihat kamu tidur di rumahku, bisa jadi fitnah”, “baiklah aku pulang, tapi aku panggil dulu ya si asih adikku ntuk menemani teteh”, kebetulan adikku juga sering diajar mengaji oleh teh siska. “Terima kasih ya Rus, tapi ingat peristiwa ini hanya kita saja yang tahu, teteh malu kalau orang lain sampai tahu”, “baiklah teh, aku janji”
Sejak itu aku semakin akrab saja dengan teh siska, bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Namn perasaanku terus berkecamuk, nampaknya teh siska belum menyadari apa yang aku rasakan. sebenarnya akupun menginginkan dia, bisa bersama dia, mereguk cinta terindah di dunia.
Sore itu hujan sangat lebat di bulan desember ini, ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Teh Siska, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak. “Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Teh Siska” ujar anak SD murid mengaji teh siska.
Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru bahasa inggris ini rupanya makin lengket dan akrab denganku. Sesampainya di rumah teh siska, “Rus…tadi waktu ngajar listriknya tiba-tiba mati, mana mau hujan lebat lagi, aku takut sendirian kalau lampu masih mati begini, tolong perbaiki ya”, “Oke teh, asal bayarannya jelas” aku berseloroh, “emang bayarannya berapa sih? sama teteh sendiri aja pake bayaran”, “mahal atuh teh, pokoknya sesuatu yang mahal”, “apa itu?” teh siska penasaran, “ada aja dech teh” ujarku, “awas kamu ya kalu mikir yang macem-macem” ancam teh siska sambil tersenyum, yang semakin memancarkan kecantikannya dalam balutan jilbab hitamnya, dan dia sat itu mengenakan kemeja longgar warna putih dipadu rok abu-abu polos ang napak ketat mengikuti lekung pinggulnya, hanya saja terturup oleh kemejanya yang diurai keluar. rok seperti itu maka lekukan panggul teh siska semakin nampak, seperti gitar spanyol yang indah, aku tertegun memandang tubuhnya yang penuh misteri. “Rusdi, please don’t look at me like that” dia mulai jengah ku perhatikan tubuhnya, “apa artinya tuh teh?” “makanya belajar anak bandel” sambil melihatku gemas yang membuat aku semakin berdegup dan gemas padanya.
Di rumah kontrakan teh siska, suasana sepi. hampir malam dan mendung membuat sore itu seakin pekat. “Boleh khan aku masuk teh?” “kalau kamu gak masuk gimana bisa diperbaiki?”, “ya biasanya khan aku gak boleh masuk sama teteh”, “iya tentu, tapi ini kan darurat,” pintanya.
Darahku mendesir ketika membuntuti langkah teh siska. Betapa tidak, walaupun tertutup darah pinggul dan pantat tetap membentuk dan terbayang sangat indah ketika kulihat dari belakang. “Anu, Rus… akhir-akhir ini listrik rumahku mati melulu. Mungkin ada ada kabel yang konslet. Tolong betulin, ya… Kau tak keberatan kan?” pinta teh siska kemudian.
Tanpa banyak basa-basi menunjukkan ku di tempat MCB dan Sekering berada yang kebetulan dekat sekali dengan kamarnya
“Nah saya curiga jaringan di kamar ini yang rusak. Buruan kau teliti ya. Nanti keburu mahrib dan hujan”
Aku hanya menuruti segala permintaannya. Setelah merunut jaringan kabel, akhirnya aku memutusukan untuk memanjat atap kamar melalui ranjang. Tapi aku tahu persis, kamar itu pasti tempat tidur teh siska jika dilihat dari tata letak ruangan yang rapih dan bau yang mewangi di sekitarnya. Celakanya, ketika aku menelusuri kabel-kabel, aku belum menemukan kabel yang lecet. Semuanya beres. Kemudian aku pindah ke ruangan sebelah. aku juga tak bisa menemukan kabel yang lecet. Kemudian pindah ke ruangan lain lagi. Celakanya lagi, ketika hari telah gelap, aku belum bisa menemukan kabel yang rusak. Akibatnya, rumah teh siska tetap gelap total. Dan aku hanya mengandalkan bantuan sebuah senter serta lilin kecil yang dinyalakan teh siska.
Lebih celaka lagi, tiba-tiba hujan deras mengguyur seantero desa. Tidak-bisa tidak, aku harus berhenti. Maunya aku ingin melanjutkan pekerjaan itu besok pagi. “Wah, maaf teh aku tak bisa menemukan kabel yang rusak. Ku pikir, kabel bagian puncak atap rumah yang kurang beres. Jadi besok aku harus bawa tangga khusus,” jelasku sambil melangkah keluar kamar. “Yah, tak apa-apa. Tapi sorry yah. Aku…. merepotkanmu,” balas teh siska. “Itu teh hangatnya diminum dulu.”
Sementara menunggu hujan reda, kami berdua berakap-cakap berdua di ruang tengah. Cukup banyak cerita-cerita masalah pribadi yang kami tukar, termasuk masalah yang sensitif. Entah bagiamana awalnya, tahu-tahu nada percakapan kami berubah mesra dan menjurus ke arah yang pribadi. Aku membeanikan diri memegang tangan teh siska, “ihh…rusdi apa-apaan sich” bentaknya agak kaget sambil menarik tangannya. “Maaf teh, hanya ingin aja memegang tangan teteh, abis menggemaskan sekali jari teteh yag lentik itu”, “mhh…kamu ini, hayo sudah berapa wanita yang kamu perdaya dengan rayuan gombalmu itu?” tanya teh siska, “wah gak keitung teh, cuma yang belum pernah yang seperti teteh”, “kamu nih…” sambil tangannya mulai berani mencubit lenganku, “aku tuh sudah menganggap kamu tuh seperti adik teteh sendiri”, “aku khan cuma bercanda teh, emang teteh belum pernah disentuh laki-laki ya?” tanyaku mulai memancing, “tidak juga” jawabnya singkat, “teteh gak pernah pacaran ya?” tanyaku lagi, “mhh…pernah juga sich dulu waktu SMU, tapi sejak kuliah aku sudah tidak mau pacaran lagi”, ungkapnya mulai terbuka. “kalau kamu pasti sering ya?” teh siska balik bertanya, aku hanya menjawab dengan senyuman. “waktu pacaran teteh gak pernah disentuh? cium atau apa gitu?”, “ya paling cium, sama pegangan tangan aja”, “apanya yang dicium?” aku semakin mencecar “bibir?”, teh siska hanya terdiam, aku yakin jawabannya pasti iya. “waktu teteh dicium itu, apa teteh tidak merasakan sesuatu?”. “ihh…rusdi kamu kok nanyain begituan sich?, teteh khan manusia normal juga, ya pasti merasakan lah, dan itu salah satu alasan teteh gak mau pacaran, takut tidak bisa terkontrol”, “berarti ada dong teh rasa terangsang, atau dorongan seksual?”, sambil agak melotot “ya iya atuuhh…teteh khan manusia bukan malaikat”, “Rusdi kira orang seperti teteh gak pernah merasakan itu”, sambil aku mulai memegang tangannya lagi. Tapi anehnya sekarang dia tidak menarik tangannya. Aku mulai berani melakukan belaian lembut ke tangan teh siska, teh siska tidak bergeming dan tidak marah, aku mulai berani menaikan tanganku ke arah lengannya yng tertutup lengan dari gamisnya. Suasana hening saat itu, aku menaksikan wajah teh siska yang bersemu merah dari cahaya lilin yang terpendar. Aku mulai berani naik keatas dan merangkul pundak teh siska, teh siska hanya terdiam saja ketika kepalanya mulai kusandarkan ke bahuku. yang ku rasakan badannya begitu panas seperti api yang membara, nafasnya mulai terengah-engah tanda dia tidak dapat mengontrol dirinya.
Merasa di atas anginm aku bahkan tak segan-segan membelai wajah teh siska, membelai hidungnya yang bangir, mata, hingga bibirnya dan sebagainya. Tak sadar, tubuh kami berdua jadi berhimpitan hingga menimbulkan rangsangan yang cukup berarti untukku. Apalagi setelah dadaku menempel erat pada payudaranya yang berukuran lebih besar dari yang aku kira. Dan tak ayal lagi, penisku pun mulai berdiri mengencang. Aku tak sadar, bahwa aku sudah terangsang oleh guru sekolahku sendiri! Namun hawa nafsu birahi yang mulai melandaku sepertinya mengalahkan akal sehatku. Teh Siska sendiri juga tampaknya juga mulai kehilangan akal sehatnya. bahkan dia tidak bergeming ketika aku dekatkan wajahku ke wajahnya dan mengecup lembut bibirnya yang tipis. Dia tidak bereaksi, tidak marah juga tidak membalas.
Akhirnya, nafsuku sudah tak tertahankan lagi. Sementara bibirku masih tetap terus memagut, tanganku mulai menggerayangi tubuh guru sekolahku itu. Kujamah gundukan daging kembar yang menghiasi dengan indahnya dada teh siska yang masih berpakaian lengkap. Dengan segera kuremas-remas bagian tubuh yang sensitif tersebut. Semua kulakukan masih dari luar pakaiannya dan masih terhalang oleh jilbabnya yang masih nampak rapih.
Tiba-tiba “Aaah…Rusdi…jangan…” Teh siska menepis tanganku yang berada di payudaranya, dan bibirnya melepaskan dari bibirku. matanya masih terpejam, nafasnya tidak teratur sepereti sehabis berlari. hujan semakin lebat disertai kilatan petir yang terus menggelegar, seorangpun tidak daat mendengar aktivitas yang kami lakukan. kubelai lembut wajahnya, matanya terpejam dan bibirnya masih membuka. Teh siska cantik sekali malam ini, aku tahu dia sebenarnya merasakan sesuatu yang sangat fantastis.
Aku beranikan kembali memagut bibirnya, bibir yang begitu tipis dan hangat. berganian kupagut bibir bawah dan bibir atasnya. Teh siska masih tidak bereaksi, hanya desah nafasnya semakin tidak beraturan, aku rasakan detak jantunya pun semakin kencang. Ku beranikan tanganku menyusup dibalik jilbabnya, masih dari luar kemejanya. Ku mulai meremas payudaranya yang sangat kencang dan menantang itu. Anehnya, kali ini teh siska tidak bereaksi menolak dan menepis tangaku. AKu pikir dia mulai menikmati itu. Mengetahui teh siska tidak menghalangiku, aku semakin berani. Remasan-remasan tanganku pada payudaranya semakin menjadi-jadi. Sungguh suatu kenikmatan yang baru pertama kali kualami meremas-remas benda kembar indah nan kenyal milik guru sekolahku itu yang selama ini selalu terlihat tertutup dibalik jilbab dan gamisnya. Ku usap-usap terus payudaranya yang begitu menggiurkan itu. Tubuh teh siska mulai bergerak menggelinjang tak beraturan.
“Uuuuhhh… Rus…..aaahh…” teh siska mendesah saat jamahan tangan kiriku mendarat di selangkangannya. Penisku pun bertambah menegang akibat pantat teh siska yang begitu kencang dan montok berulang kali menempel di selangkanganku, membuatku bagian selangkangan celana panjangku tampak begitu menonjol. Aku yakin teh siska juga merasakannya, membuatku semakin bernafsu meremas-remas payudaranya dengan tanganku itu dari kemejanya yang masih tertutup rapat. Nafsu birahi yang menggelora nampaknya semakin menenggelamkan kami berdua, sehingga membuat kami melupakan hubungan kami sebagai guru-murid.

JILBABER BIKIN KONAK (5)
“Aaauuhh… Rus… uuuh…..” teh siska mendesis-desis dengan desahannya karena remasan-remasan tanganku di payudaranya bukannya berhenti, malah semakin merajalela. Matanya terpejam merasa kenikmatan yang begitu menghebat.
Tanganku mulai membuka satu persatu kancing kemeja teh siska dari yang paling atas hingga kancing terakhir, kemudian aku sibak jilbabnya ke atas. Aku terpana sesaat melihat tubuh guru sekolahku itu yang putih dan mulus dengan payudaranya yang membulat dan bertengger dengan begitu indahnya di dadanya yang masih tertutup beha katun berwarna krem kekuningan. Tetapi aku segera tersadar, bahwa pemandangan amboi di hadapannya itu memang tersedia untukku, terlepas itu milik guru sekolahku sendiri.
Tidak ingin membuang-buang waktu, bibirku berhenti menciumi bibir teh siska dan mulai bergerak ke bawah. Kucium dan kujilati leher jenjang teh siska yang terbuka karena jilbabnya aku singkapkan, membuatnya menggelinjal-gelinjal sambil merintih kecil. Sementara itu, tanganku kuselipkan ke balik beha teh siska sehingga menungkupi seluruh permukaan payudara sebelah kanannya. Puting susunya yang tinggi dan mulai mengeras begitu menggelitik telapak tanganku. Segera ku elus-elus puting susu yang indah itu dengan telapak tanganku. Kepala teh siska tersentak menghadap ke atas sambil memejamkan matanya. Tidak puas dengan itu, ibu jari dan telunjukku memilin-milin puting susu teh siska yang langsung saja menjadi sangat keras. Memang baru kali ini aku menggeluti tubuh indah seorang wanita yang begitu menjaga kesuciannya. Berbeda dengan pacar-pacarku yang lain, begitu murah menjual tubuhnya demi kepuasan dan harta.
“Iiiihh….. auuuhhh….. aaahhh…..” teh siska tidak dapat menahan desahan-desahan nafsunya. Segala gelitikan jari-jemariku yang dirasakan oleh payudara dan puting susunya dengan bertubi-tubi, membuat nafsu birahinya semakin membulak-bulak. AKu yakin, baru kali ini dia merasakan sensasi yang begitu fantastis, sensasi manusia normal secara umum, yang mungkin dia sendiri tidak akan enyangka akan merasakan ini dengan seorang muridnya sendiri.
Kupegang tali pengikat beha teh siska lalu kuturunkan ke bawah. Kemudian beha itu kupelorotkan ke bawah sampai ke perut teh siska. Puting susu teh siska yang sudah begitu mengeras itu langsung mencelat dan mencuat dengan indahnya di depanku. Aku langsung saja melahap puting susu yang sangat menggiurkan itu. Kusedot-sedot puting susu teh siska. Kuingat saat aku menyedot payudara pacarku. Bedanya, payudara teh siska ini jauh lebih terawat dan kencang karena belum terjamah oleh siapapun. teh siska menggeliat-geliat akibat rasa nikmat yang begitu melanda kalbunya. Lidahku dengan mahirnya tak ayal menggelitiki puting susunya sehingga pentil yang sensitif itu melenting ke kiri dan ke kanan terkena hajaran lidahku.
“Oooh…. Ruuuuuuuus” desahan teh siska semakin lama bertambah keras. Untung saja hujan masih deras dan letaknya rumah kontrakannya yang memang agak berjauhan dari rumah yang paling dekat, sehingga tidak mungkin ada orang yang mendengarnya.
Belum puas dengan payudara dan puting susu teh siska yang sebelah kiri, yang sudah basah berlumuran air liurku, mulutku kini pindah merambah bukit membusung sebelah kanan. Apa yang kuperbuat pada belahan indah sebelah kiri tadi, kuperbuat pula pada yang sebelah kanan ini. Payudara sebelah kanan milik guru sekolahku yang membulat indah itu tak luput menerima jelajahan mulutku dengan lidahnya yang bergerak-gerak dengan mahirnya. Kukulum ujung payudara teh siska. Lalu kujilati dan kugelitiki puting susunya yang tinggi. Puting susu itu juga sama melenting ke kiri dan ke kanan, seperti halnya puting susu payudaranya yang sebelah kiri tadi. teh siska pun semakin merintih-rintih karena merasakan geli dan nikmat yang menjadi-jadi berbaur menjadi satu padu. Seperti tengah minum soft drink dengan memakai sedotan plastik, kuseruput puting susu guru sekolahku itu.
“Ruuusss….. Aaaahhhhh…..” teh siska menjerit panjang.
Lidahku tetap tak henti-hentinya menjilati puting susu teh siska yang sudah demikian kerasnya. Sementara itu tanganku mulai bergerak ke arah bawah. Ku singkap rok yang teh siska kenakan. Terpapang didepan mata paha yang putih mulus dan jenjang, paha yang belum tersentuh oleh lelaki manapun. Kemudian tanganku berpindah ke selangkangannya, kurasakan celana dalam yang teh siska kenakan sudah basah oleh cairan yang keluar dari vaginanya. Aku makin berani dengan menanggalkan celana dalamnya itu ke bawah hingga terlepas dari mata kaki. Tubuh bagian bawah teh siska sekarang tek tertutup sehelai benangpun. Samar-samar kulihat rambut di vaginanya tercukur rapih. Hanya menyisakan bulu-bulu yang kecil dan membuat geli ketika kupegang.
Tak ayal, jari tengahku mulai menjamah bibir vagina teh siska di selangkangannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu tipis kehitaman. Kutelusuri sekujur permukaan bibir vagina itu secara melingkar berulang-ulang dengan lembutnya. Tubuh teh siska yang masih terduduk di sofa melengkung ke atas dibuatnya, sehingga payudaranya semakin membusung menjulang tinggi, yang masih tetap dilahap oleh mulut dan bibirku dengan tanpa henti.
“Oooohhh….. Ruuusssdddyyyy….. Aaaahhh….. Ruuusss…..ssshhh…aaahhh….!”
Jari tengahku itu berhenti pada gundukan daging kecil berwarna kemerahan yang terletak di bibir vagina teh siska yang telah dibasahi cairan-cairan bening. Mula-mula kuusap-usap daging kecil yang bernama klitoris ini dengan perlahan-lahan. Lama-kelamaan kunaikkan temponya, sehingga usapan-usapan tersebut sekarang sudah menjadi gelitikan, bahkan tak lama kemudian bertambah lagi intensitasnya menjadi sentilan. Klitoris teh siska yang bertambah merah akibat sentuhan jariku yang bagaikan sudah profesional, membuat tubuh pemiliknya itu semakin menggelinjal-gelinjal tak tentu arahnya. Jilbabnya yang sudah tersingkap semakin tidak karuan, ku mulai melihat rambutnya yang panjang dan legam membuat penampilan teh siska malam itu semakin erotis. Wajah dan lehernya mulai ditumbuhi titik-titik keringat walaupun sesungguhnya malam itu cukup dingin.
Melihat teh siska yang tampak semakin merangsang, aku menambah kecepatan gelitikanku pada klitorisnya. Dan akibatnya, klitoris teh siska mulai membengkak. Sementara vaginanya pun semakin dibanjiri oleh cairan-cairan kenikmatan yang terus mengalir dari dalam lubang keramat yang masih perawan itu.
Puas menjelajahi klitoris teh siska, jari tengahku mulai merangsek masuk perlahan-lahan ke dalam vagina guru sekolahku itu. Setahap demi setahap kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Mula-mula sebatas ruas jari yang pertama. Ruusss…jangan sakkii..iitt…jangan Ruusss aku masih perawan” Dengan susah payah memang, sebab vagina teh siska memang masih teramat sempit. “Ruuss…..sakiitt….aahhh…” Kemudian perlahan-lahan jariku kutusukkan lebih dalam lagi. Pada saat setengah jariku sudah amblas ke dalam vagina teh siska, terasa ada hambatan. Seperti adanya selaput yang cukup lentur.

JILBABER BIKIN KONAK (6)
“Aiiihh… Ruusss…” teh siska merintih kecil seraya meringis seperti menahan rasa sakit. Saat itu juga, aku langsung sadar, bahwa yang menghambat penetrasi jari tengahku ke dalam vagina teh siska adalah selaput daranya yang masih utuh. Ternyata guru sekolahku satu-satunya itu benar-benar masih perawan. Dan untuk menghargainya, aku memutuskan tidak akan melanjutkan perbuatanku itu.
“Russs….. Kok distop…..” tanya teh siska dengan nafas terengah-engah. Aku yakin kalimat itu diluar kesadarannya, tapi itu adalah perkataan yang jujur terhadap apa yang dialaminya. “teteh, teteh kan masih perawan. Nanti kalo aku terusin kan teteh bisa…..”. “Teteh mau kalau aku teruskan?” aku tak mndengar jawaban dari mulutnya, nafasnya terus mendesah dan terengah.
Ku tuntun tangan teh siska menggapai selangkanganku. Begitu tangannya menyentuh ujung penisku yang masih ada di dalam celana pendek yang kupakai, penisku yang tadinya sudah mengecil, sontak langsung bergerak mengeras kembali. Ternyata sentuhan lembut tangannya itu berhasil membuatku terangsang kembali, membuatku tidak dapat membantah apapun lagi, bahkan aku seperti melupakan apa-apa yang kukatakan barusan.
Dengan secepat kilat, Aku memegang kolor celana pendekku, lalu dengan sigap pula celanaku itu ku lucutinya sebatas lutut. Yang tersisa hanya celana dalamku. Tanganku menuntun tangan teh siska untuk meremas-remasnya penisku, membuat penisku itu semakin bertambah keras dan bertambah panjang. Kutaksir panjangnya sekarang sudah bertambah dua kali lipat semula. Bukan main! Semua ini akibat rangsangan yang kuterima dari guru sekolahku itu sedemikian hebatnya. Kali ini aku lihat teh siska membuka matanya, dan terperangah melihat penisku yang sudah sangat menegang dan kaku. Mungkin baru kali ini dia melihat penis laki-laki didepan matanya langsung. Penisku ini memang sedikit diatas ukuran pada umumnya laki-laki di indonesia. Dengan anjang yang hampir mencapai 20 cm dan diameter 5 cm, aku yakin psti akan dapat memuaskan wanita yang kutiduri.
“Teh….. aku buka dulu ya,” tanyaku sambil menanggalkan celana dalamku. sehingga bagian bawahku tidak mengenakan apapun. Teh siska terdiam, yang aku tau jika wanita diam tandanya setuju, atau masih terkesima dengan penisku.
Penisku yang sudah begitu tegangnya seperti meloncat keluar begitu penutupnya terlepas.
“Aw!” teh siska menjerit kaget melihat penisku yang begitu menjulang dan siap tempur. Namun kemudian ku raih tanganya dan mengarahkan ke penisku kemudian perlahan-lahan ia menggosok-gosok batang ‘meriam’-ku itu tanpa aku perintah dan aku bimbing, sehingga membuat otot-otot yang mengitarinya bertambah jelas kelihatan dan batang penisku itu pun menjadi laksana tonggak yang kokoh dan siap menghujam siapa saja yang menghalanginya. Kali ini teh siska melakukannya denan melihat langsung penisku tanpa memejamkan matanya. Kemudian aku menarik tangan teh siska yang masih menggenggam penisku dan membimbingnya menuju selangkangannya sendiri. Diarahkannya penisku itu tepat ke arah lubang vaginanya.
“Ruus…aku masih perawan…jangan…” Sekilas, aku seperti sadar. Astaga! teh siska kan guru sekolahku sendiri! Apa jadinya nanti jika aku sampai menyetubuhinya? Apa kata orang-orang nanti mengetahui aku berhubungan seks dengan guru sekolahku sendiri? atau kalau dia sampai hamil, pasti akan heboh jika wanita yang selama ini menutup dan menjaga tubuhnya tenyata bobol juga.
Akhirnya aku memutuskan tidak akan melakukan penetrasi lebih jauh ke dalam vagina teh siska. Kutempelkan ujung penisku ke bibir vagina teh siska, lalu kuputar-putar mengelilingi bibir gua tersebut. teh siska menggerinjal-gerinjal merasakan sensasi yang demikian hebatnya serta tidak ada duanya di dunia ini.
“Aaahhh….. uuuhhhh…..” teh siska mendesah-desah dengan kerasnya sewaktu aku sengaja menyentuhkan penisku pada klitorisnya yang kemerahan dan kini kembali membengkak. Sementara bibirku masih belum puas-puasnya berpetualang di payudara teh siska itu dengan puting susunya yang menggairahkan. Terlihat payudara guru sekolahku itu dan daerah sekitarnya basah kuyup terkena jilatan dan lumatanku yang begitu menggila, sehingga tampak mengkilap. Kini jilbabnya sudah kusut tidak karuan walau masih tetap menutupi sebagian rambutnya, kemejanya sudah hampir telepas dari tubuhnya yang indah, dan roknya telah tersingkap ke atas. Selangkangannya terbuka seakan siap menerima hujaman tombak tumpulku, matanya terpejam dengan bibir yang terbuka, nafasnya naik turun tidka teratur. AKu tau dia sedang berada di puncak fantasinya.
Aku perlahan-lahan mulai memasukkan batang penisku ke dalam lubang vagina teh siska. “aaahh….Ruussdii…aahh…” ucapnya sambil semakin memejamkan matanya seperti sedang menahan rasa sakit. Sengaja aku tidak mau langsung menusukkannya. Sebab jika sampai kebablasan, bukan tidak mungkin dapat mengoyak selaput daranya. Aku tidak mau melakukan perbuatan itu, sebab bagaimanapun juga teh siska adalah guru sekolahku, seseorang yang sudah aku anggap seperti kakakku sendiri!
teh siska mengejan ketika kusodokkan penisku lebih dalam lagi ke dalam vaginanya. Ku rasakan sekali himpitan rongga vaginanya yang masih sangat sempit, sekian kali aku masukan sekian kali teh siska berteriak tertahan menahan rasa sakit. Sewaktu kira-kira penisku amblas hampir setengahnya, ujung “tonggak”-ku itu ternyata telah tertahan oleh selaput dara teh siska, sehingga membuatku menghentikan hujaman penisku itu. Segera saja kutarik penisku perlahan-lahan dari Yaning surgawi milik guru sekolahku itu. Gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku dengan dinding lorong vagina teh siska membuatku meringis-ringis menahan rasa nikmat yang yang tak terhingga. Baru kali ini aku merasakan sensasi seperti ini. Lalu, kembali kutusukkan penisku ke dalam vagina teh siska sampai sebatas selaput daranya lagi dan kutarik lagi sampai hampir keluar seluruhnya.
Ku lihat teh siska malah menikmati apa yang aku lakukan, giginya menggigit bibir bawahnya, tidak nampak rasa penderitaan dari wajahnya, hanya kenikmatan dan sesasi yang baru dialaminya. DIa sudha tidak ingat lagi komitmennya untuk memberikan kesucian hanya pada suaminya kelak, yang dia tau adalah bagaimana hasratnya saat itu tertuntaskan. Akal sehatnya sudah tidak bekerja lagi, kenikmatan duniawi yang baru dia rasakan telah merasuk keseluruh tubuhnya. Walau dalam hatinya menolak, tapi tubuhnya tidak dapat berbohong tentu agar syahwatnya terlepaskan.
Begitu terus kulakukan berulang-ulang memasukkan dan mengeluarkan setengah batang penisku ke dalam vagina teh siska. Dan temponya pun semakin lama semakin kupercepat. Gesekan-gesekan batang penisku dengan dinding vagina teh siska semakin menggila. Rasanya tidak ada lagi di dunia ini yang dapat menandingi kenikmatan yang sedang kurasakan dalam permainan cintaku dengan guru sekolahku sendiri ini. Kenikmatan yang pertama dengan kenikmatan berikutnya, disambung dengan kenikmatan selanjutnya lagi, saling susul-menyusul tanpa henti. Baru kali ini aku merasakan vagina seorang peraan, dan tidak tanggung vagina seorang yang selalu menjaga kesuciannya.
Tampaknya setan mulai merajalela di otakku seiring dengan intensitas gesekan-gesekan yang terjadi di dalam vagina teh siska yang semakin tinggi. Kenikmatan tiada taranya yang serasa tidak kesudahan, bahkan semakin menjadi-jadi membuat aku dan teh siska menjadi lupa segala-galanya. Aku pun melupakan semua komitmenku tadi.
Dalam suatu kali saat penisku tengah menyodok vagina teh siska, aku tidak menghentikan hujamanku itu sebatas selaput daranya seperti biasa, namun malah meneruskannya dengan cukup keras dan cepat, sehingga batang penisku amblas seluruhnya dalam vagina teh siska. “Ahh…russs…ddii” jeritnya tertahan sambil menggigit bibir bawahnya, rasanya cukup menyakitkan. Vaginanya yang amat sempit itu berdenyut-denyut menjepit batang penisku yang tenggelam sepenuhnya.

JILBABER BIKIN KONAK (7)
“Aaaauuuuwwww…..” teh siska menjerit cukup keras kesakitan. Tetapi aku tidak menghiraukannya. Sebaliknya aku semakin bernafsu untuk memompa penisku itu semakin dalam dan semakin cepat lagi penetrasi di dalam vagina teh siska. Tampaknya rasa sakit yang dialami guru sekolahku itu tidak membuat aku mengurungkan perbuatan setanku. Bahkan genjotan penisku ke dalam lubang vaginanya semakin menggila. Kurasakan, semakin cepat aku memompa penisku, semakin hebat pula gesekan-gesekan yang terjadi antara batang penisku itu dengan dinding vagina teh siska, dan semakin tiada tandingannya kenikmatan yang kurasakan.
Hujaman-hujaman penisku ke dalam vagina teh siska terus-menerus terjadi sambung-menyambung. Bahkan tambah lama bertambah tinggi temponya. teh siska tidak sanggup berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menjerit-jerit tidak karuan. Rupa-rupanya setan telah menguasai jiwa kami berdua, sehingga kami terhanyut dalam perbuatan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh dua guru dan murid.
“Aaaah….. Russdyyy….. aaahhh…..” teh siska menjerit panjang. Dia sudah tidak merasakan sakit namun kini telah berganti menjadi kenikmatan yang tiada taranya. Tampaknya ia sudah seakan-akan terbang melayang sampai langit ketujuh. Matanya terpejam sementara tubuhnya bergetar dan menggelinjang keras. Peluh mulai membasahi tubuh kami berdua. Kutahu, guru sekolahku itu sudah hampir mencapai orgasme. Namun aku tidak mempedulikannya. Aku sendiri belum merasakan apa-apa. Dan lenguhan serta jeritan teh siska semakin membuat tusukan-tusukan penisku ke dalam vaginanya bertambah menggila lagi. teh siska pun bertambah keras jeritan-jeritannya. Pokoknya suasana saat itu sudah gaduh sekali. Segala macam lenguhan, desahan, ditambah dengan jeritan berpadu menjadi satu.
Akhirnya kurasakan sesuatu hampir meluap keluar dari dalam penisku. Tetapi ini tidak membuatku menghentikan penetrasiku pada vagina teh siska. Tempo genjotan-genjotan penisku juga tidak kukurangi. “Russ…jangan keluarkan di dalam…aku takut hamil” keluh teh siska sambil terus menikmati orgasme panjang yang ia rasakan. Dan akhirnya setelah rasanya aku tidak sanggup menahan orgasmeku, kutarik penisku dari dalam vagina teh siska secepat kilat. Kemudian dengan tempo yang tinggi, kugosok-gosok batang penisku itu dengan tanganku. Tak lama kemudian, cairan-cairan kental berwarna putih bagaikan layaknya senapan mesin bermuncratan dari ujung penisku. Sebagian mengenai muka teh siska. Ada pula yang mengenai payudara dan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan celaka! Ada pula yang belepotan di jok sofa yang diduduki teh siska. Ditambah dengan darah yang mengalir dari dalam vaginanya, menandakan keperawanan guru sekolahku itu berhasil direnggut olehku, murid yang sudha dianggap adik kandungnya sendiri!
Dan akhirnya karena kehabisan tenaga, aku terhempas begitu saja ke atas sofa di samping teh siska. Tubuh kami berdua sudah bermandikan keringat dari ujung rambut ke ujung kaki. Aku hanya mengenakan kaus oblong saja, sedangkan teh siska hampir telanjang bulat dengan jilbab yang tersingkap keatas tak karuan, kemeja yang tidak dapat lagi menutupi kemolekan tubuhnya, serta rok yang tersingkap ke atas sampai di perutnya.
Sesaat teh siska merasakan kenikmatan yang baru ia rasakan, tak lama kemudia ia mulai tergugu menangis terhadap apa yang kami lakukan. AKu tahu rasanya seseorang yang baru saja kehilangan mahkotanya, anehnya dia tidak marah padaku. Mungkin karena diapun menikmatinya, mungkin karena aku pernah menolongnya, atau mngkin karena aku yang melakukannya. Aku mulai mendekap tubunya dan kamipun tertidur kelelahan dalam pikuknya suara hujan dan guntur yang terus bergemuruh.
Sejak itu, teh siska memang agak menarik diri dan menahan diri setiap bertemu denganku, mungkin karena malu, takut atau rasa bersalah. Tapi setiap aku “mengingikannya” aku selalu datangi rumah konrakannya, dan “melakukan” hal itu lagi dengannya walau dengan sedikit memaksa. Walau tidak setuju dan tidak merespon terhadap yang au lakukan, tapi dia tidak marah dan melaporkan atas apa yang aku lakukan. Dan akupun tahu diri, aku tidak pernah menumpahkan spermaku di rahimnya, tapi terkadang memintanya untuk mengulum dan menumpahkan dalam mulutnya, dadanya, atau bahkan perutnya.
Namun sejak sebulan lalu, dia diterima menjadi PNS di kota, akupun kesulitan untuk menghubunginya lagi. Demikian sekelumit ceritaku dengan guruku yang tak mungkin aku lupakan.

NAFISAH

Sudahkah ****-**** tahu,kalo ternyata syahwat para akhwat itu sangat besar.Dibalik balutan jilbab dan jubah nan anggun,tersimpan syahwat nan besar yang terpendam.Dan kalo bisa membuka potensi itu ***** akan merasakan sensasi ngentot yang sangat sangat lezat dan nikmat.Kepuasan agung yang akan didapat dan berlipat melebihi ngentot dengan siapa pun.Apa lagi dapet yang perawan.Seperti kisahku ini.

jilbab toket (13)
Pernikahanku dengan seorang akhwat cantik bernama Nida terbilang cukup bahagia.Kami menikah ketika kami masih kuliah.Ya istilah kerennya pacaran sambil nikah.Hubungan sexsual kami sangat hot dan kehidupan kami sangat harmonis.Maklum masih 3 bulan menikah.Boleh dibilang masih bulan madu.Kehidupan kami membuat iri teman2ku di kampus.Mereka sangat mengagumi kehidupan kami.Salah satu yang mengaguminya adalah Nafisah teman dekat istriku.Satu kampus tapi beda jurusan.Nah akan kuceritakan kisah ngentotku sama Nafisah ini.Setelah nikah kami langsung berpisah dan tinggal di rumah kontrakan.Ya biar bisa bebas dan hitung2 belajar mandiri.

jilbab toket (2)
Nafisah ini orangnya cantik juga.Sebanding sama istriku Nida.Cuma dia agak pendekan aja.Bahkan dalam hati ada keinginan untuk polygami sama dia.Hehehe.Padahal masih bulan madu loh.Ya emang dah sifat laki2.***** juga pasti sama lah.Di depan dia kami suka mengumbar kemesraan.Bahkan sampe peluk cium.Kadang istriku suka bercandain dia.Nafisah,cepetan nikah,entar nyesel loh.Katanya.Dan Nafisah cuman tersenyum aja.Gila juga ya.Kalo cewek dah nikah,gak canggung ovenbar tentang nikmatnya menikah.Bahkan aku suka mendengar,istriku suka bercerita tentang nikmatnya bercinta dan kegagahanku dalam memberi nafkah bathin.Nafisah ini sudah seperti saudara sendiri.Bahkan dia gak canggung dan sungkan kalo maen ke rumah.Cukup salam,langsung masuk ke rumah tanpa mendengar jawaban salam dulu,tau2 dah masuk rumah aja.Dan aku juga gak merasa keberatan.Toh dia dah seperti saudara sendiri.Kadang dia juga suka nginap di rumahku sambil ngerjain tugas.Biasa minjam komputer.Enak kan kalo gratis.

jilbab toket (3)
Pagi itu hari rabu pas libur kuliah sehari.Sekitar jam 8 pagi,kami sedang asyik masyuk bercinta dengan istriku setelah kami lebih dulu nonton BF.Karena dah kebelet,kami langsung ngelanjutin ngentotan di kamar tanpa lebih dulu mematikan DVD player.Pintu rumah juga gak dikunci.Lagian siapa yang mau dateng pagi2 pas liburan.

Cukup lama aku ngentot sama istriku.Kami melakukan berbagai macam gaya.Sampe kami merasa puas dan kelelahan.Bahkan istriku Nida sampe pulas tertidur karena kecapekan.Sampe2 digoyang2 badannya gak bangun.Mungkin saking lelahnya.Padahal aku pengen nambah loh.Karena haus,aku keluar dari kamar yang lupa kututup.Ketika nyampe ruang tengah aku kaget.Lho kok DVD sama TV mati?Siapa yang matiin ya?Batinku.Aku telanjang loh pas itu.

Ketika aku mau ke dapur,aku mendengar suara desahan dan rintihan dari kamar belakang.Lho,kok sepertinya aku mengenal suaranya.Tapi bagen lah.Karena semakin erotis,membuatku jadi penasaran.Siapa gerangan ya?Lalu dengan perlahan aku mendekati kamar yang pintunya terbuka sedikit.

jilbab toket (4)
Subhanallaah!!!Maa ajmalahaa.Alangkah indahnya.Kulihat Nafisah gak telanjang sih,cuman naekin jubahnya ke atas sebatas payudaranya.Kulihat dia lagi meluk guling.Tangan kanannya maenin memeknya.Tangan kirinya ngeremasin toketnya sendiri.Kadang dia meluk2 guling.Aku berdiri terpana melihat pemandangan indah ini.Kulihat memek Nafisah merekah merah nan indah dihiasi lebatnya bulu nan hitam.Payudaranya yang putih dan pentilnya yang berwarna pink.Ukurannya sekitar 36D.Tampak dia sangat menikmati yang dia lakukan tanpa menyadari aku yang berdiri mematung menyaksikan yang dia lakukan.Tak terasa kontolku jadi bangun dan berdiri kokoh.Sekitar 10 menitan aku menyaksikan Nafisah yang lagi asyik tanpa dia sadari.Perlahan aku dorong pintunya ke dalam untuk melihat lebih dekat dan jelas.

Nafisah tidak menyadari kalo aku dah masuk dan ada dekat dia.Maklum,disamping dia lagi horny berat dan asyik masturbasi,wajah dia ditutupi bantal.Entah apa maksudnya.Kutatap dan kulihat dengan jelas.Memek nafisah dah basah oleh lendir.Kulihat paha nafisah sangat putih mulus.Pantat dia tampak bergoyang2.Perlu diketahui,pantat Nafisah lebih bohay dari pantat istriku.

jilbab toket (5)

Kulihat jemari Nafisah menggesek2 memeknya dan memainkan itilnya.Mulutku jadi ngiler ngelihatnya.Jakunku naik turun.Aku berusaha mengatur nafas.Terasa kontolku semakin keras dan menegan.Dengan perlahan kututup pintu biar rapat.
Jantungku dagdigdug gak jelas.Karena aku sudah gak kuat dan horni berat melihat Nafisah yang lagi ngangkang dan maenin memek dan itilnya,maka dengan perlahan aku mendekatkan kepalaku diantara kedua paha nafisah yang mengangkang lebar.Tercium bau cairan khas yang keluar dari memek.Kepalaku semakin mendekati pangkal pahanya. Ambo….y!!!Seger banget!!!Gila gan!Memeknya merekah indah.Aku semakin mendekatkan kepalaku.Nafisah belum nyadar juga kalo kepalaku sejengkal depan memek dia.Telunjuk Nafisah asyik gesek2 itilnya.Asli sampe ngiler gan.Memek sempit dengan lobang kecil ditumbuhi bulu lebat hitam nan tertata rapi.

Gila gan,pahanya tuh!Putih dan muluz banget.Bikin gemez aja.Aku sampe ngiler dan ngaceng berat melihat memek indah Nafisah.Karena sudah gak kuat,aku langsung memegang erat kedua paha Nafisah dan mulutku langsung nyosor memeknya yang sudah sangat basah oleh lendir kenikmatan.

jilbab toket (6)
Nafisah tampak sangat kaget. “A…..w!!!” Teriak dia mendapat perlakuan begitu.Dia berontak dan meronta2.Tapi pegangan tanganku di pahanya sangat kuat dan mulutku dah aktif nyosor dan jilatin memeknya.Kusedot2 itilnya dan kusapu lobang memeknya dengan lidahku.Kuhisap habis cairan yang keluar dari memek Nafisah.Sekarang Nafisah gak meronta2 lagi malah ganti dengan desahan dan rintihan erotis. “A…..h,uo….h,sshhh a….h!!!.Terus A….!Teru….s!!!”. Dengan rakusnya aku jilatin dan nyedot2 memeknya.Tiba2 Nafisah mengapitkan kedua pahanya dan menjambak rambutku sehingga aku hampir sulit bernafas. “A…..h!” Nafisah berteriak merasakan kenikmatan.Dari memeknya keluar lagi cairan kenikmatan yang habis kusapu dan kuhisap sampe habis.

Aku langsung menaiki tubuh Nafisah.Dia tampak pasrah dan menantikan yang kulakukan selanjutnya.Kuremas payudaranya dengan kedua tanganku.Kadang kujilat dan kuhisap puting susunya.Sehingga Nafisah semakin merintih dan mendesah.Aku dah lupa diri terhanyut dalam buaian nafsu syahwat yang melandaku.Akal sehatku dah hilang sudah.

Kutarik dan kulepas jubah dan jilbab Nafisah ke atas.Kutarik BH-nya di atas dadanya sampe terlepas.Kini dalam dekapanku terbujur sesosok akhwat yang telanjang bulat dengan body yang sangat aduhai.Pantat semok dan payudara putih mengkal dengan puting berwarna pink.Kira2 gedenya sekitar 36D.Lehernya yang putih jenjang habis kujilat dan kucupangi.Sehingga nampak bekas tanda merah sisa cupanganku.

 Nafisah semakin pasrah aja.Dia menatapku nanar dan tidak menolak.Ketika ku kiz bibirnya,dia malah membalasnya dengan ganas.Tangan dia mencari2 sesuatu dan hinggap di kontolku.Dia tampak kaget memegang kontolku yang super tegang gede dan panjang.Tapi selanjutnya malah dia mengocok2 dan meremas2 kontolku.Kujilati telinga dia hingga dia tambah merintih.Lalu jilatanku beralih ke payudaranya yang putih mengkal.Tak luput aku mencupangnya juga dengan ganas.

jilbab toket (7)

“A Eggy,Nafisah sayang kamu A”. Kata dia dengan desahnya yang erotis.
Lalu aku bersiap mengarahkan dan membimbing kontolku ke arah lobang memek Nafisah.Kedua pahanya semakin kubuka lebar.Tampak mata Nafisah merem melek dan dia menggigit2 bibir bawahnya karena saking nikmatnya kala kontolku kuusap2 tepat di lobang memeknya. “A….h,uo….h,ssshhh a….kh!Cepet masukin kontolna A.Cepet ewe memek Nafisah”. Desahnya.Nafsu syahwat telah membuat Nafisah lupa kalo dia seorang akhwat.Seorang perempuan yang menjaga dan menutupi semua auratnya.Dia malah ngomong jorok pengen cepet2 kuentot.

jilbab toket (12)

“Aa masukin ya sayang?” Nafisah cuma mengangguk tanda setuju.Lalu aku semakin menggesek2 kontolku di lobang memeknya.Memek dia semakin basah dan licin aja.Maka dengan perlahan kutekan masuk kontolku ke dalam memeknya.Blep,kontolku masuk helemnya doang.Terasa sangat hangat dan nikmat.Memeknya meremas dengan kuat dan terasa ngempot2 mau nyedot kontolku kedalam.Karena sudah basah dan licin,tak sulit aku dalam mendorong masuk kontolku.Tampaknya memek nafisah dah bener2 siap untuk dimasukin kontol.Ketika kutekan lagi kedalam,terasa ada sesuatu yang mengganjal.Tapi dengan memompa secara perlahan dan disertai hentakan agak kuat,slep,pret blez!! “.A….kh!” Nafisah berteriak merasakan sedikit perih di memeknya tatkala kontolku berhasil masuk seluruhnya kedalam memek Nafisah Aku membiarkan sejenak kontolku didalam memek Nafisah merasakan sensasi nikmat yang tak terlukiskan.Kontolku terasa terjepit dan diremas memek Nafisah.Memeknya seperti menyedot kontolku.Kala aku mulai memompa keluar masuk kontolku,Nafisah mulai mendesah erotis lagi.Kami bermain bibir sama dia.Kadang kujilati telinganya dan ini semakin membuat Nafisah mendesah.

jilbab toket (8)

Ketika aku memompa dengan ritme cepat,tiba2 dia memeluk aku dan menghimpitkan kedua kakinya di pinggangku dan berteriak, “a…..h,A Eggy….!!!” Mungkin dia orgasme.Terasa memeknya berkedut2.Kubiarkan sejenak.Setelah itu aku memompa kontolku lagi.Walau terasa licin,tapi jepitan memeknya terasa kuat.Aku merasakan ngilu bercampur nikmat tiada tara.Aneh juga,aku belum mau keluar juga.Mungkin ini karena sebelumnya aku maen dulu sama istriku Nida.Pantat Nafisah tak berhenti bergoyang mengimbangi setiap sodokan kontolku.Mulut Nafisah tak berhenti mendesah.Kadang bercampur ucapan jorok.Membuat aku semakin mempercepat setiap sodokan kontolku.Sekitar 40 menitan aku memompa kontolku di memek Nafisah.Dan aku merasakan sesuatu mau keluar dari kontolku.Semakin kupercepat sodokanku. “Sayang,aa mau keluar ne!!!” Dan ketika pada hentakan terakhir,ser,crot crot crot,kontolku memuntahkan laharnya dengan banyak.Disertai teriakan Nafisah sambil mencakar punggungku dan menggigit pundakku. “A…..h,a Eggy….!!!” Lalu aku terkulai lemas diatas tubuh Nafisah.Dia memelukku dengan erat.Kami merasakan sisa2 orgasme kami.Setelah itu aku jatuh disamping tubuh Nafisah.Tiba2 setelah itu,Nafisah mengambil bantal dan menutupi memek dan teteknya dengan cara mendekap bantal itu.Dia terisak dan memalingkan mukanya.Aku juga seperti tersadar.Kulihat Nafisah memunggungiku.Kupegang dan kuusap pundaknya,tapi dia melepaskannya.Dia seperti ingin menangis dengan keras,tapi dia menahannya.

jilbab toket (9)

“Nafisah,maafin A Eggy ya!!!Aa bener2 khilaf.Sungguh aa sangat menyesal”. Kutarik tubuh dia dan memeluknya sambil membelai rambutnya.Dia terisak dan membenamkan wajahnya di dadaku.”Gak apa2 A.Lagian salah Nafisah juga.Datang ke rumah Aa tanpa memberi tahu dulu.Tadi Nafisah dah salam sampe beberapa kali,tapi gak ada jawaban.Tapi TV terus nyala.Nafisah masuk aja sapa tau Aa dan Nida gak dengar karena sibuk.Pas masuk ke rumah,liat film begitu.Terus ada suara Aa sama Nida di kamar.Pas diliat,lagi gituan.Ya udah,karna gak kuat,aku masuk kamar belakang.Tau2 pas sadar,kita dah ngelakuin begini”. Babarnya disertai isakan. “Sekali lagi maafin Aa ya!” “Gak apa2 a.Toh dah terjadi.Mau gimana lagi.Toh aku juga sama2 menikmatinya.Cuman aku gak enak sama Nida aja A”.

jilbab toket (11)
Aku langsung terperanjat.Sambil bilang tunggu sebentar,aku mengendap2 pergi ke kamar depan.Kulihat Nida masih tertidur pulas.Mungkin karena capek banget.Alhamdulillaah.Untung saja dia gak bangun.Kalo dia tahu,bisa kiamat nanti.

jilbab toket (10)

Lalu aku menutup pintu kamarku pelan2 sampe rapat.Lalu berjingkat2 kembali ke kamar belakang nyamperin Nafisah lagi.Kulihat dia duduk termenung dan matanya sembab.Kuhampiri dia dan duduk disampingnya.Kubelai rambutnya lalu kukecup keningnya.Dia diam saja.Dan pandangan matanya kosong kedepan.Sambil kubelai rambutnya,aku ngomong sama dia. “Nafisah,maafin Aa ya.Aa akan tanggung jawab dengan menikahimu.Walau secara siri dulu.Aa gak mau sampe Nida tahu dulu.Dan aa harap,kamu bisa mengerti”. “Beneran yang aa bilang?” “Bener Nafisah.Aa gak mau jadi lelaki yang gak bertanggung jawab.Aa gak mau rumah tangga aa yang baru 3bulan sama Nida hancur berantakan.Kuharap kamu mengerti”. Nafisah cuma mengang tanda mengerti.Aku memeluk dia sambil mengelus2 punggung dia.Kulihat dibekas CD dia yang dipake membersihkan sisa2 hubungan kami terlihat ada bercak darah kemerahan.Aku telah merenggut keperawanan Nafisah.Lalu kuusap2 payudaranya.Dia mendesah lagi. “Sudah a,nanti Nida bangun.Bisa gawat nanti”. Kata Nafisah. “Tenang aja sayang,dia lagi pules tidur”. Jawabku. “Jangan a,Nafisah takut” “.Takut apa sayang?Tenang aja.Kita maennya pelan2 ya”. Langsung kupeluk dan kutindih dia.Kami bermain cinta lagi walau disertai degdegan takut Nida bangun.Tapi sensasinya sangat luar biasa.Bahkan kalo Nafisah mendesah agak keras,lalu kulumat bibirnya.Ya takut Nida bangun dan ketahuan.Bisa gawat nanti.Kami melakukan dengan berbagai macam gaya.Terasa lebih nikmat karena terkejar waktu.Kami melakukannya hampir 1 jam.Kadang kami berhenti sambil melihat situasi.Setelah dirasa aman,kami lanjut lagi.Aku merasa sangat puas.Karena dapat menikmati seluruh lekuk tubuh Nafisah dengan sempurna gak seperti main yang pertama.Setelah puas,Nafisah membersihkan badannya dengan handuk.Lalu setelah merapikan pakaiannya kembali,dia pamit pulang.Ya takut ketauan Nida.Beruntung dia datang pake motor beatnya.Setelah pulang,aku kembali ke kamar tidurku dan tidur pulas.Tau2 aku dibangunin Nida. “Abi,bangun,cepet mandi gih.Kita sholat jamaah ya.Katanya.Lalu setelah mandi,aku sholat berjamaah sama istriku ini.Dilanjutkan dengan makan siang”.

jilbab toket (1)

Begitulah kisahku *****.Selanjutnya hubunganku sama Nafisah tetap berlanjut.Aku belum menikahinya,toh Nafisah juga gak menuntut.Kadang kami bercinta dengan Nafisah pas ada istriku loh,di dapur,di kamar mandi lah.Pokoknya setiap ada kesempatan dan memungkinkan kami lakukan.Tapi ya gak bisa sambil telanjang.Cukup singkap rok ke atas sama pelorotin celdam lalu nungging,jadi deh.Pokoknya sangat nikmat.
Percaya atau tidak,akhirnya aku menikahi Nafisah.Tentu dengan seizin istriku.Setelah melalui pendekatan Nafisah ke Nida melalui curhat dan sharing pendapat.Dalam jamaah kami,polygami adalah sesuatu yang wajar.

MUNIFAH

Gak kerasa usia si cikal anakku dari Nida istri pertamaku dah hampir 6 tahun.Dan istriku Nida nyekolahin Nazril anakku di RA/TPA.
Dan untuk semakin menunjang pendidikan anakku,istriku Nida memanggil guru prifat ngaji untuk anakku.
Abi,mulai maghrib nanti,kita bakal kedatangan guru ngaji buat si Nazril,biar ngaji dia semakin bagus.Begitu kata istriku.Ya sudah,terserah ummi aja.Jawabku.Memang selama ini aku terlalu sibuk bisnis dan usaha.Sehingga,untuk urusan pendidikan anak,aku kurang memperhatikan.Untung istri2ku sangat perhatian terhadap anak2ku.

jilbab toge (1)

Setelah berjamaah maghrib,agak lama kemudian,tiba2 terdengar bel berbunyi.Istriku Nida yang bukain pintu.Aku anteng aja liat berita di TV.Lagi anteng liatin TV,eh ada yang bilang salam.”Assalaamu’alaikum!” Pas kutengok dan hendak kujawab salamnya,alama….k,disamping istriku berdiri seorang gadis ayu dan anggun dengan jilbab dan gamisnya. “Wa’alaikum salam”. Jawabku.

“Abi,ini yang ummi ceritakan tadi.Ini guru ngajinya Nazril.Namanya Munifah”. Kata istriku. “O…h,ini guru ngajinya ya.Mas Eggy mah cuman bisa bilang nitip dan ajarin Nazril aja ya sampe pinter ngaji”.
Setelah itu,istrku mengantar ke ruang belajar anakku untuk mengajarinnya ngaji. “Gila,kirain laki,ternyata bidadari yang mrifat anakku ngaji”. Batinku.
Aku ngelanjutin nonton berita di TV.Munifah mungkin langsung ngajarin anakku ngaji.
Gak terasa,waktunya sholat isya.Setelah semua selesai berjamaah di mesjid dekat rumahku,kami langsung menuju ruang makan.Ya kata istriku,biar semua kenal dan gak kaku sama guru ngajinya Nazril.
Pas lagi makan,kuperhatikan si Munifah ini.Dia sangat cantik gan.Hidung mancung,mata lentik,bibir mungil dan seksi.Merah asli tanpa lipstik.Dan kalo senyum,ambo…y,ada lesung pipitnya.Kulit wajah dan tangan dia sangat putih.Ini yang membuat aku membayangkan bagaimana kalo pas dia telanjang.Ngeres lagi dah.Hehehe.Memang pesona wanita bergamis dan berjilbab selalu membuat rasa penasaran yang sangat.

jilbab toge (2)
Setelah makan malam,lalu kami ngobrol sebentar.Ternyata Munifah ini sangat mandiri.Dia lalu menceritakan dirinya.Munifah ternyata masih kuliah semester 4.Dan untuk membantu kuliahnya,dia menjadi guru TPA dan memberi prifat anak2 ngaji.Seperti yang dia lakukan sama anakku.Dia salah satu alumni sebuah ponpes modern di jawa timur.

Setelah itu,lalu dia pamitan.”Abi,anterin iffah ke kosan dia ya.Biar gak digangguin anak2 kampung”. Kata istriku. “Deket kok.Seperempat jam”. Tambah istriku.
Yah,walau malas beranjak,kalo disuruh nganterin bidadari mah,sapa yang mau nolak.Sapa tau nanti ada jalan dan kesempatan.Hehehe.
Kuanterin dia pake motor aja,biar cepet.Setelah ngidupin motor,lalu aku suruh dia naik.Ya…h,kampret,kirain dia naik motor mau nemplok.Ternyata duduk dia nyamping.Tapi lumayan,untuk pertama mah.Hehehe.Daripada lumanyun.
Setelah seperempat jam dan melalui jalanan gang,akhirnya nyampe juga ke tempat kos dia.Ternyata dia kos di rumah Ust Syafi’i saudaranya yang suka ngisi pengajian di mesjidku.Pantes saja istriku minta si munifah mrifat anakku ngaji.Begitu toh ceritanya.Setelah basa basi,aku langsung pamit sama beliau.
Sepanjang perjalanan pulang,aku keingetan sama si Munifah ini.Parfum yang dia pake,masih tercium brow.Fikiran kotorku membayangkan,andai aku bisa ngerasain tubuh dia,dukh nikmat kali.
Entah mengapa,aku suka sama cewek berjilbab.Apa lagi kalo yang berdandan kek akhwat,suka bikin penasaran.

jilbab toge (3)

Begitulah,dah sebulan Munifah memberi prifat ngaji anakku.Semakin kuperhatikan,aku jadi tambah kesengsem dan tertari sama dia.Tertarik pengen ngerasain tubuhnya.Hehehe Suatu hari,kalo gak salah hari Selasa sekitar jam dua siang,Istriku Nida dapet telpon penting.Katanya ada acara mendadak.Karena begitu pentingnya,hingga dia terburu-buru pergi.Ada urusan keluarga.
Karena Nazril anakku sorenya harus belajar di TPA,terpaksa gak ikut.Nida cuman nelpon ke toko nyuruh cepet pulang biar nemenin anakku.Pas kebetulan hari itu giliran di rumah Nida.
Akhirnya aku cepet pulang langsung menuju rumahku.Sesampainya di rumah,kulihat Nazril lagi nonton TV. “Assalaamu’alaikum!”. “Wa’alaikumsalam” jawab anakku. “Aa,ummi kapan berangkatnya?” Tanyaku. “Barusan bi,katanya disuruh ke rumah nenek”. Jawab Nazril. “Lho kamu gak ikut sama ummi?Nggak bi,kan Nazril harus sekolah TPA dan nanti ngaji sama teh Iffah”. Jawab anakku. “Ya sudah,abi mau mandi dulu”.
Setelah jamaah ashar,Nazril pergi ke TPA.Dia pulang biasanya jam 5 sore.Memang aku terlalu sibuk usaha,so jadi kurang perhatian sama anak.Nida gak mau ngambil pembantu lagi.Katanya biar jadi ibu rumah tangga sejati jawabnya.Ya begini ni jadinya.Pas kutelpon Nida ada urusan apa,jawabnya ibunya lagi sakit dan lagi dirawat.Kemungkinan dia gak bisa pulang.Terus besoknya aku disuruh dateng setelah si Nazril sekolah TK.Ya sudah jawabku.

jilbab toge (4)

Menj***** maghrib,Munifah dateng ke rumahku.Biasa mau prifat ngaji anakku.Dia suka sholat maghrib berjamaah di mesjid dekat rumahku dengan istriku kemudian ngajarin ngaji anakku.
“Assalaamu’alaikum”. Iffah memberi salam. “Wa’alaikumsalam” jawabku sama anakku. “E…h dek Iffah,ayo masuk”. Sambutku.Setelah duduk sambil nunggu datangnya maghrib,kami ngobrol sebentar. “Lho,mbak Nida nya kemana mas?” Tanya Munifah atau Iffah panggilannya. “O…h,ummi Nazril tadi berangkat ke Tangerang,ibu sakit mendadak”. Jawabku. “Lho mas sama Nazril gak ikut?” Tanyanya lagi. “Enggak Fah,kan sayang gak ikut TPA sama prifat ngaji sama kamu.Paling besok habis pulang sekolah Nazril” jawabku. “O…h gitu mas”.Kata Iffah. “Iya Fah,ya sudah,sekarang ke Mesjid dulu jamaah.Dah adzan”. Kataku.
Lalu kami bertiga menuju mesjid.Pas lagi sholat berjamaah maghrib,eh turun hujan.Pertama gerimis.Untung aja,pas udahan jamaah,hujan belum gede.Lagian jarak dari Mesjid ke rumah cuman 20meteran lah.Lalu kami langsung menuju rumah.Iffah dan Nazril langsung ke ruang belajarnya untuk belajar ngaji.
Diluar hujan tambah deres aja.Aku ke dapur wat nyiapin makan.Untung aja Nida pas pergi dah nyiapin lauk pauknya.Jadi kami tinggal makan aja.

Sambil nungguin Iffah dan Nazril selesai ngaji,aku nyalain TV.Mereka selesai biasa pas waktunya Isya.Diluar hujan semakin deres aja.Wah kampret juga.Alamat dingin neh.Mana Nida pergi lagi.Tapi sejurus kemudian,terlintas dalam fikiranku si iffah.Wa…h,kebetulan ne.Nida lagi gak ada.Semoga aja hujan gak berhenti dan tambah deras,so aku gak usah nganterin iffah pulang.Moga aja dapet kesempatan bisa berduaan sama Iffah.Hehehe.Syetan dah ngasih jalan dan gambaran aja neh.Wkwkwkwk.

jilbab toge (5)
Sekitar jam 7 lebih dah,pas waktunya isya.Iffah dah Nazril selesai ngaji.Biasanya kalo gak hujan,kami berjamaah isya di mesjid.Karena hujan,aku ngajakin makan malam mereka.
“Iffah,diluar hujan deras,ayo kita makan malam aja dulu ya.Biar nanti pas hujan berhenti,mas Eggy langsung nganter pulang”. “A…h,gak usah mas.Makasih.Iffah dah kenyang”. Jawabnya.Padahal aku tahu,dia gak enak coz gak ada istriku.Tapi dengan sedikit paksaan dan ajakan,akhirnya dia mau juga.Aku bilangin kasihan Mbak Nida yang dah capek2 nyiapin makanan.
Kami langsung ke ruang makan.Kulihat Iffah seperti gak nafsu makan.Apa lagi pas dia tahu kalo aku suka liatin dia terus.
Memang cantik ni anak.Moga malam ini gua bisa dikasih kesempatan.Batinku.Ternyata hujan malah makin deras,aku terus berharap dan berdoa,hujan,hujan,jangan berhenti.Mohon mengerti sama gue yang lagi horny.Hehehe.Kacau dah.

Selesai makan,karena hujan makin deres,aku ajakin mereka sholat isya dulu.Lalu nyuruh si Nazril tidur.Setelah anakku masuk kamar,aku ngajakin iffah ke ruang tengah. “Fah,sini aja.Kamu liat2 majalah dulu atau nonton TV sambil nungguin hujan berhenti”. Kataku.Yaa walau dia agak ogah2an akhirnya dia mau juga.
Untung pas tadi dia ngajar ngaji anakku,aku dah nyeting keadaan.Kusiapin majalah hot dibawah tabloid Nova dan TV dah kuseting sama Dvd player film hot.
“Sudah fah,kamu disini aja.Baca2 dulu sama liat tv.Kalo mau liat film,tinggal pilih aja,dvd nya tinggal pilih”. Padahal dvd nya dah kuganti semua dengan film hot.Jadi cuman covernya aja yang film biasa.Hehehe.Moga berhasil.Aku mengharap.

jilbab toge (6)
Akhirnya iffah mau juga. “Sudah kamu disini aja.Mas Eggy mau kedepan,pengen merokok”. Kataku.Tampaknya iffah seneng aku bilang mau kedepan.Hehehe.
Iffah lalu duduk di sofa.Kulihat dia dari depan cantik dan anggun banget.Memakai gamis warna ungu dan jilbab ungu pula serasi dengan warna gamisnya.
Diluar hujan semakin deras aja.Ayo hujan,jangan berhenti batinku.Lalu aku ambil hp dan menelepon pamannya iffah. “Pak Ustadz,maaf ni belum nganterin iffah pulang,hujan deres kataku.Kebetulan mobil lagi dipake ibu mertua”. Kataku berbohong. “Aku bilangin,kalo hujan terus,palingan iffah nginep biar tidur sama Nazril anakku”. Akhirnya paman iffah bilang,gak apa2.Toh istri beliau juga akrab sama istriku.Istrinya pimpinan majlis taklim istriku.Lagi pula beliau tahu,Nazril anak didik Munifah.
Kulihat jam tanganku dah pukul setengah sembilan.Dan ternyata hujan bukannya berhenti,malah tambah deres aja.Yes yes yes.Aku bersorak.

Pas aku masuk kedalam,aku mengendap liatin si iffah lagi ngapain.Pas kulihat,dia lagi anteng liatin majalah playboy.Asyi…k batinku.Kulihat dia juga asyik mindahin channel TV. Sambil nengok kanan kiri takut aku liat kali,dia nyetel DVD player.Kulihat dia milih2 dan lihat cover filmnya.Setelah itu dia duduk di sofa kembali.Aku tersenyum.Yes,kena juga dia jebakan bekmen.Hehehe.
Sambil meliat2 majalah,dia nyetel DVD.Swit swi….t,yang keluar ternyata film no yes.Hehehe.Dia nengok kanan kiri lagi,setelah dirasa sepi dan nyangka aku masih di teras rumah,dia anteng men,liatin film bokef.
Hujan tetep deres aja.Aku yakin,dia baru pertama liat2 majalah playboy sama film bokef.Gak tau dah kalo di HPnya,dia nyimpen file film gituan.

jilbab toge (7)
Coz ane tau,si iffah kan ketua LDK(Lembaga Dakwah Kampus) di tempat kuliahnya.Dah gitu,guru TPA,mrifat ngaji lagi.Hehehe.
Sambil terkadang nengok kanan kiri,terkadang juga mindhin chanel ke TV,trus balik lagi ke film bokef sama buka2 majalah playboy,kulihat dia meremas2 teteknya sendiri.Kulihat tangan kanan dia meremas2 pangkal pahanya dari balik gamis dia.
Aku yang ngintipin dia tanpa disadari bersorak dalam hati.Yes,yes.
Kulihat,dia ganti dvd lg,eh yang keluar film bokef lagi.Hehehe.Wa…h,kulihat dia anteng banget,tak lupa tangannya maenin tetek plus mekinya walau dari balik gamisnya.Kuliat juga,muka dia memerah.Du…kh,semakin cantik aja dia.Cukup lama aku liatin dia begitu.Dengan penuh kesabaran aku menunggu dia on dulu.Sekitar 3/4 jam aku liatin dia.Berapa kali ganti kaset dvd,ya tetep aja yang keluar film bokef.Hehehehe.

Pas dia lagi,anteng dan asyik liatin majalah porno dan film bokef,aku mengendap2 perlahan tanpa dia sadari sampe aku berdiri dibelakang sofa tempat dia duduk.
“Ehe…m,” aku berdehem.Si iffah kaget setengah mati,langsung matiin tv dan ngedudukin majalah playboy.Mukanya merah banget.
“Gimana fah,majalah sama filmnya bagus2 gak?” Aku tanya dia sambil tersenyum. “E…h,i…ya,eh bagus mas”. Jawab dia tergagap lalu nunduk. “Lho,kenapa tv nya dimatiin fah?” “A…anu mas”. Gapap dia. “Sudah,nyalain lagi fah”, kataku sambil ngambil remote tv dan langsung nyetel.Ternyata masih film bokef brow,dia gak matiin playernya coz keburu kaget pas aku tiba2 dateng.Wajah dia tambah merah.
“Lho,film ginian toh.Aduh,maaf,mas lupa nyimpen bekas kemarin malem sama mbak Nida.Untung Nazril gak liat”. Kataku sambil tersenyum.
“A…a…anu mas,maafin iffah ya dah lancang”. Dia masih tergagap dan makin nunduk karena malu mungkin.
“O…h,gak apa2 kok.Mas yang harusnya minta maaf naruh dvd sembarangan”. Ujarku sambil duduk di kurs samping sofa.
“Lho,kamu suka baca majalah itu ya?” Kataku sambil menunjuk majalah yang dia duduki.Wajah iffah semakin bertambah merah. “Sudah,gak apa2 kok.Lagian kamu dah dewasa.Kan pendidikan sex perlu buat orang dewasa mah”. Kataku lagi.
“Udah,biar mas eggy temenin ya nontonnya”. Aku langsung pindah ke sofa tempat duduk dia.Kuliat dia mau pindah duduk,tapi gak jadi coz dia malu lagi dudukin majalah playboy.
Untung diluar hujan semakin deras dan anakku Nazril mungkin dah tidur.Kutambah lagi volume tv nya.Si iffah semakin nunduk aja.Sudah,ayo liatin filmnya.Bagus tuh.Kataku sambil tersenyum.Kuliat di tv,seorang cowok lagi jilatin memek si cewek.Aku tambahin lagi volumenya.Terdengar si cewek mendesah dan mengerang.
Pertama si iffah nunduk aja.Aku pura2 anteng liatin film,tapi kadang kulihat dia sesekali nengokin tv.Yes,yes,ye….s.Kena kamu iffah.Batinku.Kami gak banyak ngomong,aku pura2 tanganku menyenggol tangan dia,e…h,dia diem aja.Kucoba tanganku menumpang di tangan dia,aku pura2 gak nyadar.Filmnya semakin hot aja.Diluar hujan semakin deras.Agak kuremas tangan dia,tapi dia diem aja.Aku makin berani.Semakin aku mepet kesamping dia.

JILBAB SEMOK (1)

Kudengar nafas iffah rada berat.Mungkin dia dah on lagi terpengaruh film.Tanganku menumpang diatas paha dia.Iffah mencoba melepaskan tanganku dari pahanya.Tapi kutaruh lagi disana.Lama2 kucoba mengelus dan meremas pahanya,pertama dia seperti gak mau,tapi akhirnya lama2 dia jadi terhanyut.Aku dan dia cuman diem aja.Kulihat dada dia naik turun seperti bernafas berat.
Aku taruh tanganku pas dipangkal paha dia,eh kedua tangan dia mau melepaskan tanganku dari sana,tapi aku keburu menekan tanganku dan langsung meremas pangkal pahanya.
Pertama dia terus berusaha mau menyingkirkan tanganku tanpa bicara,tapi tenagaku lebih kuat,aku tetap menekannya dan memainkan jemariku meremas dan ngobel2 dari balik gamisnya.Akhirnya dia seperti pasrah dan menikmati setiap remasan jemariku diatas pangkal pahanya.
Nafas dia semakin berat,dadanya naik turun,kudengar dia seperti menahan desahan biar gak keluar.Mata dia kadang terpejam manakala aku meremas pangkal pahanya agak kuat.
Begitu juga dengan aku,nafasku semakin terasa berat menahan gejolak dan hasratku.Tanpa dia sadari,tangan kiriku hinggap di payudaranya.Sementara tangan kananku tetap meremas pangkal pahanya.Ketika tanganku hinggap di payudaranya,tangan kanan iffah seperti mau menyingkirkan tangan kiriku dari atas payudara kirinya.
Langsung aku meremas2 pangkal paha dia dengan jemari tanganku agak kuat dan cepat.
Sekarang dia seperti terhanyut dan menikmati apa yang kulakukan.
Mau melepaskan tangan kiriku dari atas payudaranya,tangan kananku meremas pangkal pahanya.Begitu sebaliknya,ketika dia mau melepas tangan kananku dari atas pangkal pahanya,tangan kiriku meremas payudaranya yang sekal dan empuk.
Dia gak bisa ngapa2in.Cuma pasrah dan menikmati apa yang aku lakukan.Kami gak saling bicara.Aku terus meremas pangkal pahanya dan payudaranya.
Sesekali terdengar desahan pelan iffah walau agak ditahan. “Ssshhh mmmh a….h!” Nafas kami semakin memburu.Tiba2 iffah semakin merapatkan pahanya dan badan dia agak kejang.
Kulihat mata Iffah terpejam dan dia menggit bibir bawahnya.Aku tahu dia mengalami orgasme.Hal nikmat yang mungkin baru dia rasakan untuk pertama kalinya.

Aku gak diem aja,kedua tanganku semakin intens meremas pangkal paha dan payudaranya.Kini dari mulutnya mulai keluar suara desahan. “A….h,ssh….hhh mm…mhh”. Aku semakin semangat aja.Iffah semakin memejamkan matanya.Tak kusia-siakan,aku mencium pipinya.Ternyata diam aja.Dan ketika aku melumat bibirnya,dia juga diam.Kulumt bibirnya,tapi dia tidak membalas.Ketika aku semakin meremas pangkal paha dan payudaranya,tiba2 dia membalas lumatan bibirku.Pertama biasa aja.Karena kedua tanganku semakin aktif bermain,akhirnya dia membalas juga lumatan bibirku dengan ganas.A….h,sungguh sangat nikmat dan tidak bisa dilukiskan.Sambil kami berciuman,kedua tanganku aktif meremas2 bagian paling sensitif dia.
Sambil begitu,aku geser dia supaya berbaring di sofa sambil tetap melakukan ciuman bibir.
Dia seperti terhipnotis dan menuruti ketika kubaringkan di sofa.Aku duduk dibawah sofa dan agak menindih badan dia dengan merangkulnya.Tak lupa tangan kananku tetap meremas pangkal pahanya.
Iffah bagai terbius dan kesadarannya sudah hilang.Dia lupa akan dirinya siapa dan lupa apa yang sedang dia lakukan.Ifah kini merenggangkan kedua pahanya.Dan dengan secepat kilat tangan kananku menerobos gamis dia dari bawah dan langsung hinggap diatas gundukan kenyal yang tertutupi celana dalam.
Ternyata iffah hanya memakai celana dalam saja tanpa memakai kaos kaki panjang atau stoking yang biasa dia pakai sehari2.Mungkin karena malam dan gak beraktifitas diluar.
Ambo…y,kulit paha dia terasa halus dan licin.Pas jemariku hinggap dibukit kenyal dia,terasa celana dalam dia dah basah oleh cairan.Bulu2 jembut dia agak jarang.Langsung kuremas gundukan kenyal dia dari balik celana dalamnya.Iffah semakin ganas dalam membalas lumatan bibirku.

JILBAB SEMOK (3)
Apa lagi,ketika jemariku menerobos lewat bawah cenala dalamnya dan langsung hinggap diatas kemaluan dia,iffah semakin ganas melumat bibirku.Begitu pula ketika jari telunjukku mengobel dan memainkan klitoris dia.Iffah semakin ganas.Kemaluan dia semakin basah dan becek oleh lendir yang keluar.Aku menarik celana dalamnya kebawah.Dan tanpa sadar,iffah membantu melorotkan CD-nya kebawah.
Tangan kiriku melepas kain sarung yang melilit pinggangku.Juga menarik kebawah CD riderku sambil terus melumat bibir iffah.Kini aku cuman memakai atasan baju koko aja.Burungku sudah berdir tegak dan keluar lendir juga tanda dah siap pengen menerobos masuk.Aku menarik gamis iffah keatas.Lalu sambil tetap melakukan ciuman,aku naik keatas tubuh iffah dan menindihnya.
Iffah gak melawan sama sekali.Malah dia semakin melebarkan kedua pahanya.Lalu keeua pahaku kini sudah berada diantara kedua paha Munifah.

Tanpa menunggu waktu lama takut kesadaran iffah kembali,sambil terus ciuman,tangan kiri meremas payudara iffah yang berhasil menerobos lewat gamisnya yang telah berhasil kutarik dan kusingkap keatas.Melewati BH dia,tanganku kini tepat memegang payudaranya yang padat dan sekal,ketika kupegang putingnya,terasa sudah mengeras.Tanganku meremas2 dan memilin puting susunya.Kedua tangan iffah meremas2 rambut dikepalaku.Terkadang dia menjambak rambutku sambil terus berciuman.Aku membimbing burung dan mengarahkannya ke lobang kenikmatan munifah.Setelah tepat,lalu aku menggesek2kan ujung kemaluanku di bibir kemaluan iffah.
Dia semakin melebarkan pahanya.Terasa memeknya sudah sangat licin.Tanpa menunggu waktu,aku mencoba menekannya masuk.Tapi terus meleset karena licin.
Gila juga,lobang kemaluannya sangat sempit.Apa lagi pantat dia bergoyang2 terus.Sehingga aku agak kesulitan memasukkan batang kelakianku.
Tapi tangan kananku tetap membimbing supaya ujung kemaluanku tepat dilobang kenikmatan Munifah.
Dan ketika tepat berada di lobang kemaluan iffah yang sempit,dengan bantuan tangan kananku,aku menekannya masuk.Clep,gila sangat sempit tapi licin.Aku dah gak mikirin berapa kali munifah orgasme.Yang penting aku ingin segera memasukkan burungku di memeknya.
Ketika kutekan,akhirnya ujung kemaluanku berhasil menancap sebatas kepalanya.
Iffah semakin ganas melumat bibirku.
Jari telunjukku memainkan klitorisnya,dan ini membantu kemaluan munifah semakin banjir oleh cairan lendir.
Lalu aku menekan pantatku dan mendorng kontolku masuk,clep,kini batang kemaluanku hampir masuk setengahnya.Setelah dapat masuk setengahnya,tangan kananku menerobos masuk kebalik BH dia dan menariknya keatas.

Kini kedua payudara iffah sudah berada dalam genggaman kedua tanganku.Kedua payudaranya kuremas2 dan kupilin kedua puting susunya.Munifah semakin ganas melumat bibirku.
Lalu kontolku kutarik dan semakin kutekan kedalam.Gila,sangat2 sempit.Kontolku terasa sangat dijepit dan diremas memek munifah.Ketika kutekan lagi,kini kontolku bisa masuk setengahnya dan sepertinya ada sesuatu yang menghalangi.Mungkin ini karena ukuran burungku yang besar diatas rata2 orang indonesia Ketika aku menggenjot kontolku dengan perlahan,Iffah semakin ganas melumat bibirku.Tangan dia gak berhenti meremas dan menjambak rambutku.

JILBAB SEMOK (4)
Lobang kemaluan dia semakin licin dan basah oleh cairan,tapi sangat sempit dan sulit ditembus.
Sambil menaik turunkan genjotanku,kedua tanganku meremas2 kedua payudara Iffah.Kini dia semakin melebarkan kedua pahanya.Dia gak merasakan perih ketika batang kemaluanku dah menembus lobang kenikmatannya.Walau baru masuk setengah.Mungkin dia dah sangat bernafsu,sehingga memeknya basah dan licin oleh lendir kenikmatan.
Aku sampai kesulitan bernafas meladeni lumatan iffah yang super ganas.Apa lagi pas kugenjot kontolku secara perlahan.
Ketika kedua puting susunya kupilin dengan jemariku,iffah semakin ganas sajah.Pantatnya ikut bergoyang.Kedua pahanya semakin ngangkang.Dan ini agak memudahkanku untuk menekan terus kontolku semakin dalam.

Kugenjot dengan perlahan.Kutarik keatas lalu kutekan kedalam.Memeknya semakin basah dan licin saja.Dan pada suatu kesempatan,ketika aku menarik kontolku keluar,dengan sekali hentakan yang penuh tenaga,aku tekan kontolku dengan kuat.Slep,pret,blez,a…mmhh,munifah menjerit tapi tertahan karena bibir kami saling berpagutan.Dia mencakar punggungku ketika kontolku amblas seluruhnya kedalam memek Munifah.Untung aku masih memakai baju koko.Agak perih juga sih.
Kubiarkan kontolku didalam memeknya merasakan sensasi kedutan dan remasan memeknya.Kedua kakinya mengapit di pinggangku.
Kemudian aku mulai menggoyang pantatku naik turun.Aku menghentikan lumatan bibirku di bibirnya.Kulihat wajah dia yang cantik penuh keringat dalam balutan jilbab ungu.Matanya merem.Tampak gigi dia menggigit bibir bawahnya yang tipis dan seksi.
Sambil kugoyang memeknya,aku menarik lepas jilbabnya dan melemparnya kebawah sofa.Ambo…y,betapa cantiknya dia tanpa jilbab.Rambutnya lurus panjang sepunggung ketika aku menarik ikatan rambutnya.Kini tampak leher dia yang jenjang putih mulus.
Gak kuat melihatnya,aku langsung mencupang lehernya itu sambil tetap menggenjot pantatku dan meremas2 payudaranya.

Karena kurang bebas sebab dia masih memakai gamis,maka aku tarik lepas keatas.Dan iffah ikut membantu melepas gamisnya itu.Kini dia hanya memakai BH warna hitam yang tertarik diatas payudaranya yang sekal.Wo…w,betapa putih dan mulusnya tubuh dia.Payudara yang bulat dengan pentil berwarna pink berhias biru kehijauan urat2 payudaranya.Aku semakin semangat menggentot pantatku.
Dari mulut dia keluar desahan lembut. “Emm….mmmhhh a….h,sshhh a…h”. Ternyata dia tipe cewek yang gak berisik waktu bercinta.Tapi dia sangat penuh penghayatan.Dia meresapi setiap goyangan pantatku dan remasan tanganku di payudaranya.Karena gerah,aku juga menarik lepas baju koko ku dan melemparkannya kesamping.Aku juga melemparkan kaos dalamku yang berhasil kulepas.Kucupangi payudara dan lehernya.Kini di leher dan payudaranya ada tanda merah bekas cupanganku.
Pantat dia ikut bergoyang mengimbangi tusukan kontolku.A…w,terasa memeknya menyedot dan meremas kontolku.
Ketika aku semakin cepat menggenjot kontolku,iffah semakin memejamkan kedua matanya dan dia semakin menggigit bibir bawahnya.Dan waktu kujilati telinganya dengan lidahku sambil terus kugenjot kontolku,tiba2 dia menggigit leherku sambil kuat memegang punggungku dan kedua kakinya merapat dengan kuat di pinggangku.Tampaknya dia baru mengalami orgasme yang hebat.Maka aku pun semakin kencang memompa kontolku.Kini aku pun mau menyusul orgasme.Dan pada hentakan terakhir yang kuat ketika ujung kontolku mentok dalam memek iffah,ser,crot crot crot crot,kontolku memuntahkan laharnya dengan banyak. “A….h,iffa….h!!!” Aku berteriak menyebut namanya ketika aku pun mencapai orgasme.Tubuhku lemas dan ambruk diatas tubuh iffaah.Aku meresapi sisa2 orgasmeku.Kontolku tetap menancap dalam memek Munifah.Terasa memeknya berkedut2.Kami saling berpelukan dengan kuat.Hujan diluar gak membuat kami kedinginan,tapi justru kami bersimbah peluh setelah menggapai kenikmatan.
Setelah kontolku lemas dan keluar sendiri dari memek iffah,aku duduk tersandar di ujung sofa.Sementara iffah terbaring lemas sambil memejamkan matanya.

JILBAB SEMOK (2)
Tak berapa lama,iffah membuka matanya.Dan dia sangat kaget dengan keadaannya.Kini dia tersadar.Kemudian dia nengok kanan kiri.Dan ketika dia melihat gamisnya melumbuk dibawah sofa dan menyambarnya.Kemudian dia menutupi tubuhnya dan duduk diujung sofa sambil menangis.
Tampak dia sangat menyesali apa yang telah dilakukannya.Dia menangis tapi menahan suara tangisnya.Tampak kedua matanya bersimbah air mata.Mungkin dia sangat dan sangat menyesal dan tampak sangat shock.

Tapi apa daya,semuanya dah terjadi.Dan dia pun menikmatinya.Ketika aku menghampiri dia dan duduk disampingnya,tiba2 dia memukuliku dan meledak lah tangisnya.
Tapi kupegang tangannya dan menariknya supaya dia bersandar di dadaku.
Sambil kubelai rambut lurusnya yang acak2an.Aku bilang sama dia. “Dek Iffah,maafin mas eggy ya.Sungguh mas sangat khilaf dan gelap mata.Mas gak sadar iffah”. Lalu aku bilang, “tapi iffah jangan kuatir.Mas Eggy bener2 bakal bertanggung jawab sama kamu”. Dan dengan segala rayuan dan bujukan,akhirnya tangisnya berhenti.Tapi tetap saja,kedua matanya masih berlinang air mata.
Ketika kulihat diatas sofa ada lendir bercampur noda darah.Dan ketika kulihat kontolku,juga ada lendir bercampur darah.Aku hampir gak percaya dan seakan dalam mimpi saja bisa merenggut keperawanan iffah guru TPA dan ngaji anakku.Lalu kuambil celana dalam iffah dan dipakai membersihkan sisa2 hasil bercinta kami. Setelah itu,aku duduk kembali samping iffah.Dia masih terus tampak shock.Tapi terus kurayu dan kukasih harapan.
Dia menatap wajahku. “Beneran mas mau tanggung jawab?” Tanya dia dengan penuh harap. “Beneran sayang”. Jawabku.
“Gimana dengan mbak Nida?Iffah gak enak sama dia.Iffah dah ngerusak rumah tangga mas sama mbak Nida”. Tambahnya sambil terisak dan menyandarkan kepalanya di dadaku.Aku mengusap dan membelainya dengan lembut.

“Iffah,asal kamu mau bersabar dan menyimpan rahasia sampai ada kesempatan,mas bener2 akan menikahi kamu.Kamu mau kan?” Dia cuman mengangguk.Ya apa boleh buat.Dia gak punya pilihan.
Lalu aku mengajaknya mandi di kamar mandiku yang jadi satu dalam kamar tidur.Sebelumnya kulihat dulu Nazril di kamarnya.Ternyata dia dah pulas tidur.Aku membetulkan letak selimutnya.
Lalu aku mandi bareng sama iffah dan berendam air hangat.Kami saling menyabuni.Ketika dia sedang menyiram rambutnya dengan shower,kulihat betapa seksi dan langsingnya tubuh dia.Timbul hasratku kembali.Maka aku langsung menghampiri dia dan langsung memeluknya.Sekarang dia dengan sepenuh hati dan gak malu2 bercinta denganku.Kami melakukan percintaan dengan berbagai macam gaya.Di kamar mandi,juga di kamar tidur.Ternyata hasrat dan nafsu sex iffah sangat besar.Malam itu kami habiskan berdua dengan iffah,menikmati setiap lekuk tubuh dia.Dan iffah pun tak sungkan untuk mengulum kontolku.Dan hasrat dan nafsu sex nya yang besar,membuat dia menjadi cepat ahli dan profesional.Apa lagi aku stelin film hot pake laptop di kamar.
Begitulah,sebelum tidur,aku pasang alarm supaya bangun jam setengah empat.Biasanya anakku bangun jam 5 lebih.Biar dia gak tahu.Nanti bisa gawat kalo dia tahu dan ngomong sama ummi nya.Ketika alarm berbunyi,iffah masih tidur.Dan sebelum mandi,aku masih melakukan percintaan.Setelah azan shubuh,jam 5 pagi aku anterin iffah dulu.Dia memakai CD dan BH istriku.Punya dia kusimpan wat kenang2an.Sebelum aku pergi nganterin iffah,aku tulis pesan di kamar Nazril.Sayang,abi pergi keluar dulu mau beli bubur ayam wat sarapan.Kalo bangun,nazril langsung mandi aja ya.Kan sudah besar.
Kemudian aku nganterin iffah.Seperempat jam kalo pake motor ke rumah pamannya itu.Setelah itu aku kembali lagi sambil mampir dulu beli bubur ayam.
Sesampai di rumah,ternyata Nazril dah bangun dan menjalankan pesanku.
“Anak pintar,ini baru anak abi”. Kataku.Terus kami makan.Aku putuskan nazril gak sekolah dan menelpon gurunya minta izin dan langsung setelah itu menyusul ke rumah sakit tempat ibu mertua dirawat.
Setelah kejadian itu,kalo ada kesempatan,aku mencuri2 waktu untuk bisa bercinta dengan iffah.Untung pas bercinta pertama gak bikin dia hamil.Biar aman,aku suruh dia pakai KB.
Terkadang dia menuntutku kapan mau menikahinya.Tapi kujawab sabar dan sabar.Belum ada kesempatan dan memungkinkan.Anehnya dia gak nolak kalo diajak bercinta.Malah dia sering minta.Ya nafsunya emang besar.Terkadang kalo habis dia ngajar ngaji anakku,pas ada kesempatan,aku hajar aja.Kami melakukan hubungan intim.Walau terburu2 takut ketahuan.Tapi sensasinya sangat lain dan luar biasa.

NIDA

Namaku sebut aja Reggy.Saat ini kuliah di salah satu PTS Islam di kotaku.Aku pindah kuliah dari salah satu PTN di ibukota propinsi Jabar karena dah banyak kasus narkoba.Ya karena atas alasan ini dan supaya pergaulanku gak terjerumus dalam jurang nista,akhirnya ortuku memindahkanku ke tempat kuliah sekarang.Tentu setelah melalui proses rehabilitasi narkoba dulu.Setelah aku dinyatakan waras,akhirnya aku kuliah di kampusku yang baru di kota tempat tinggalku.Mungkin alasan orang tua biar lebih gampang mengawasi. Apa lagi di kampus ini,salah satu pamanku adalah pembantu rektor satu.Belum lagi aku masih kerabat yang punya yayasan kampus ini.Namanya kuliah di kampus Islam,tentu dandanan mahasiswanya pun harus Islami.Semua berdandan seperti ikhwan dan akhwat.Cuma aku sendiri yang lain, kadang suka pake jeans kalo kuliah.Tapi tetep pake kemeja.Biar dibilang sopan.

 Di kelasku ada salah satu gadis cantik. Sebut saja namanya Nida.Anaknya cukup tinggi sekitar 165cm.Kulit kuning langsat kalo lihat dari tangan dan mukanya.Kan dia pake jilbab gitu,hehehe.

JILBAB MODIS MANIS (1)

 Yang aku suka hidungnya mancung,alisnya tebel,bulu matanya lentik,bibirnya tipis merah tanpa lipstik,e…h punya lesung pipit.Ajib dah.Dah gitu pinter lagi.Aku sendiri paling oon.Apa lagi kalo pas mata kuliah yang ada hubungannya dengan agama.Mampus gua.Hehehe.Kan beda ekonomi konvensional sama ekonomi islam. Aku kadang jadi olok2an cewek2 kelasku kalo pas ditanya dosen jawabnya ngawur.Tapi cuek aja dah,emang gua gak ngarti.Tapi menyenangkan juga,temen2 baik laki or cowok,mau bantuin aku.Mungkin mereka dah dapet amanat dar pamanku yang pembantu rektor itu supaya bantuin aku dan mengarahkanku pada kebaikan.Biar gua gak balik ke narkoba lagi keknya.

 Walau aku dandan nyelenah dibanding mereka,aku dapet pengecualian.Fikir dosen sama temen2 mungkin nanti juga aku bisa terpengaruh lingkungan.

 Aku sering godain Nida,tapi ampu….n!!!.Dia ketus banget.Dan mungkin gak demen cowok kek aku ini.Tapi temen2 cowok pada dukung aku sama si bintang kampus ini.Entah karena mengolok2 ato apa gak penting.Yang jelas gue demen same die.Hehehe.

 Sering aku godain dia,eh malah dia tambah benci keknya.Pernah juga nembak dia didepan kelas kek ceramah pas dosen gak masuk,eh malah dia ngelempar pake penghapus.Dah gitu dapet sorak sorai temen2.Tapi bagen dah.Tambah bikin penasaran aja.

JILBAB MODIS MANIS (2)

 Suatu waktu pas dia lagi baca2 dibawah pohon sendirian aku samperin. “Assalamuallaikum bu haji.Ane temenin ya?” Aku basa basi.Dia cuma ngebales salaam.Lalu nyuekin.Bangzat zuga ne cewek.Bikin penazaran aza.Pas aku bilang, “Nid,kamu cantik banget” .Dia bilang makasih doank.Lalu nyuekin lagi.Anzing,pengen gue perkosa aze keknya.Apa lagi pas aku bilang, “Nid,bibirmu indah banget,mau donk ngesun!!!” Tiba2 plak,pla…k!!!Aku ditampar.Terus diludahin.Setan alaz.Dah gitu nyeramahin lagi.Ampyu….n,jdi :mumet: jadi pengen :takdung: dech.

 Aku makin penasaran aja.Tapi si Nida keknya tambah gedek aja sama diriku.Pernah saking kesel,aku liatin gambar orang lagi ngentot.Dia cuman istighfar doang plus dapet ludah lagi dah.Ini yang membuatku makin menggebu pengen dapetin dia.

 Suatu saat aku terus ngikutin dia tanpa disadarinya.Waktu itu dia ke perpustakaan.Terus dia duduk sambil buka2 hp.Mo OL keknya.Tapi aku liatin,dia serius banget.Dah gitu nafasnya kek berat gitu.Pas aku ngendap2 deketin tanpa dia sadarin dan berada dibelakang dia.Pas aku lihat,astaghfir e….h alhamdulillaah.Dia lagi liat video bokef bo.Anjri….t!!!.Ternyata cewek akhwat nan alim ini demen liat bokef.

 Aku liatin terus.Pas kebetulan perpus lagi sepi.Dan dia di ruangan sebelah sendiri sama aku yang gak dia sadarin.Pas dia lagi khusyuk liat bokef di HP-nya,aku ngendap2,lalu aku samber tuh hp dia diambil sama gue.Hehehehe.Dia kaget banget.Kataku: “Assalaamu’alaikum Nida,khusyuk banget.Lagi ngapain?” Kataku sambil cengengesan.Muka Nida langsung berubah merah.”Eggi kembalikan hendphon ku”. Katanya membentak.”Ei….t nanti dulu”.Kataku.”Wa….h!!Bisa jadi berita besar ne.Kampus bisa geger”. Kataku sambil ngeliatin hp dia yang lagi on film bokef.Wajah Nida tambah merah.Nida ngancam.”Reggy,kembalikan hp ku.Kalo enggak saya teriak kalo kamu ngerampas hp saya” .Katanya.”Ei…t,hehehehe.Tereak aja sayang.Biar Eggi teriak Nida cewek alim demen liat bokef”. Kataku penuh kemenangan.Akhirnya Nida diem.”Plis Reggy kembalikan hp ku”. Katanya memelas.

JILBAB MODIS MANIS (3)

 Tapi aku malah cengar cengir.”Nida sayang,kalo kamu mau hp mu kembali,ambil sendiri nanti sore ke tempat kost ku ya.Dada….h.Assalaamu’alaikum” kataku sambil ngeloyor ninggalin dia.

 Aku ketawa2 penuh kemenangan.Awas lo nanti batinku.Kebetulan hari itu dosen gak masuk.Aku pulang aja ke kostan.Jaraknya cukup dekat dengan kampusku sekitar 400 meteran dah.Walau banyak saudara,aku gak mau tinggal sama saudara.Gak bebas.Sesampainya di kamar,kubukain isi fail hp Nida.Anjri….t!!!Isinya banyak fail porno.Bener2 gak nyangka dech.Dan yang lebih mengagetkan sekaligus bikin senang,di dalamnya banyak foto2 dia pas lagi gak pake jubah ma jilbab.Anjri…t!Cantik bener.Rambutnya panjang lagi.Dan yang paling heppy,ada foto2 semi nude dia.Langsung aku copy ke laptopku semua fail otrehnya.

 Aku tunggu sorenya,si Nida gak dateng2.Besoknya pas hari minggu juga gak dateng.Kemana dia ya?Apa dia takut sama gua?Fikirku.Bagen dah.Yang penting aku dah punya kunci dia.Besok seninnya pas masuk kuliah,aku bersikap sebagaiman biasanya.Kek gak punya masalah.Tapi kulihat Nida murung banget gak ada semanget.Sebelum dosen dateng,aku maju ke depan kelas mo kultum gitu.”Assalaamu’alaikum Wr.Wb.Temen2 Reggy semua yang baik hati dikarenakan Reggy yang baik hati ini lagi senang karena dapet rizqi yang banyak.Sebagai tanda syukur,maka nanti istirahat antum semua Reggy traktir di kantin.Perorang jatah ceban.Kecuali wat Nida 100rebu juga gak apa2 dah.Lebih juga boleh”. Kataku.

JILBAB MODIS MANIS (4)

 Temen2 semuA bersorak. “Beneran Gi….!” Katanya kompak. “Kalo boleh bersumpah,demi Nida dah”. Jawabku. “Hu….h” ,temen2 menyorakiku. “Beneran temen2.Masa Reggy boong.Boong kan dosa” .Jawabku.

 Lalu pas istirahat semua aku traktir.Temenku si Rifky nanyain, “gi dapet apa kamu sampe nraktir begini?” “Ada deh.Yang penting halal” .Kataku.

 Nida juga ikut.Tapi dia diem terus.Gak kugodain.Sampe temen2 cewek bilang.”Nid,kalo kamu sakit,kenapa masuk?” .Jawab Nida.”Aku gak apa2 kok” .”Udah pulang aja kamu,jangan maksain”. Kata temen2 cewek.Aku seh cengar cengir aja.Tau rasa dia.

 Pas di kelas,aku sms Nida.Coz dia punya hp dua.Satunya yang Cdma.Nida,kalo gak kamu ambil sendiri,tunggu aja,foto2mu akan beredar di dunia maya.Dan inget,kampus akan geger melihat foto2 kamu.Bakal Reggy liatin juga isi hp kamu ke temen2 sekampus.Inget hp kamu masih sama aku.Pulangnya sesampe di kamar,aku liat2 foto2 dia dan rekaman video dia.Du…kh,bikin horny euy.Lagi khusuknya liatin laptop,tiba2 hp berdering,eh dari nida ternyata.”Wa allaikum salam sayang nida,pa kabar” candaku.”Udah deh gy.Jangan basa basi,kembalikan hp ku” kata Nida. “Ei…t,ambil sendiri ke kost ku”. Jawabku. “Gak mau….!” Jawab Nida. “Ya sudah,tunggu geger aja Nid.Bakal Reggy kasih kalo kamu ambil sendiri sama mau jadi pacar Reggy”. Kataku lagi.

JILBAB MODIS MANIS (5)

 Akhirnya setelah banyak diplomasi,Nida mau juga datang.Janjinya jam 4 dia mo dateng.Perlu diketahui,aku mengontrak rumah kecil buat tempat kostku.Lokasinya cukup sepi.Dan orang2 sekitar pada sibuk kerja.Pulangnya sorean jam limaan.Pas jam setengah empat Nida sms.gy,aku di jalan anu.”Udah jemput aku.Aku gak mau ngedatangin tempat tinggal cowok sendirian”. Yes,yes yes.Akhirnya aku bergegas menjemput dia pake vixionku.Kulihat nida pake jilbab kurung merah berpadu jubah ungu.Setelan akhwat dah.Pake sepatu plus stoking.Cantik banget. “Udah gy buruan”  kata Nida, “aku mau ngambil hp ku”. Kata nida ketus.”Sabar dong sayang”. Jawabku.Akhirnya dia mau aku bonceng.Tapi gila bo.Dadanya dihalangin tas.Terus tangannya pegangan sama behel.Gila amat tuh.Tapi gak apa2,tunggu sebentar lagi sayang.Sesampainya di rumah kontrakanku,aku persilahkan masuk.Eh Nida malah nyolot. “Sudah,sini mana hp ku.Cepet kembalikan!” katanya. “Du du du du…h.Masa bu haji gak salam sih”. Godaku.Tapi Nida malah ngejawab.”Gak perlu salam sama binatang kek kamu”. Awas lo bentar lagi batinku.Nida aku suruh duduk di kursi tamu.”Sebentar sayang,aku ambil di kamar”. Lalu aku menuju kamar dan keluar membawa laptop.Sengaja aku ulur2 dan dah disiapin nyetel rekaman dia mandi. “Udah gy,mana hp ku?” Kata Nida nyolot. “Sebentar donk sayang”. Kutaruh laptop di meja,aku ngeloyor ngunci pintu.Nida teriak, “apa apaan ne?Mau aku teriak?” Ancam Nida. “Teriak aja,orang2 lagi pada gak ada”. Jawabku. “Lagian orang2 sini mah nafsu2 sayang”. Jawabku cengengesan. “Sudah tenang aja.Reggy gak bakal ngapa2in.Tenang aja neng”. Kataku.Kuambil minuman dari kulkas.Kutawari Nida.Tapi dia gak mau.Takut dikasih obat kali.”Gy,buruan kembalikan hp ku!” Kata Nida. “Tenang sayang.Egy cuman mo ngomong bentar.Sayang,kamu mau gak jadi yayang Reggy?” Cui…h,nida ngeludahin lagi.”Naji…s”. Jawab Nida.”Ya sudah kalo gak mau.Temenin Reggy liat video kamu dulu ya”. Kataku sambil mengarahkan monitor laptop ke arah Nida.Aku duduk samping Nida,eh malah dia pindah ke kusi satunya.Ya sudah aku tarik.Sebenarnya bisa saja kuperkosa saat itu.Tapi itu gak menarik.

 “Sudah Nid.Aku bisa aja macam2 sama kamu sekarang.Kamu teriak aja gak bakal ada yang nolongin.Udah temenin Reggy bentar liat rekaman video kamu aja.Sumpah Demi Gusti Reggy gak bakal macam2”. Akhirnya walau terpaksa,Nida mau juga.Tapi duduknya dihalangin bantal.Kuputar video Nida lagi mandi.Muka Nida langsung merah padam.Malu kali ya. “Sayang,kamu cantik dah kalo telanjang”. Nida cuman menunduk aja.Lalu kupindah ke film bokef.Karena dah ku program tinggal klik.Nida malah membalikan badan.Kukerasin suaranya.Di film si cowok lagi masukin kontol ke memek ceweknya. “Sudah lah Nid,aku tau kamu jug senang nonton ginian”. Walau dia gak ngeliat,tapi nafas nida dah keliatan berat.Apa lagi mendengar suara2 erotis filem bokef.Pas dia lagi nengok kesamping,aku sun pipinya.Eh nida langsung nampar.Tapi kutangkis dan kupegang tangannya.Lalu kutarik biar duduk disampingku.Kupegangin biar dia gak bisa gerak.nida berontak,tapi apa daya,tenaga cewek men.Kupaksa Nida melihat film itu.Walaupun dia terus nunduk,tapi nafas dia berat banget.Ada sedikit merangsang mungkin gara2 liat film dan denger desahan dan rintihan erotis dari film itu.

JILBAB MODIS MANIS (6)

 Kupeluk dia dan kuremas toketnya.Sayang sekali dia pake baju kurung.Coba pake kaos.Dah kugasak tuh toketnya.Walaupun begitu,aku masih bisa meremas toketnya.Cukup besar juga rupanya. “Reggy,jangan gy”. Nida memelas.Tapi mana mau gua dengar.Dah nafsu.Aku tindih Nida di kursi,dan kupaksa nyiumin wajah nida.Nida berusaha berontak,tapi gak bisa.Kedua tangan dia dah dipegang kuat,dan dia dah ditindih sama aku.Kutarik jilbab dia dan kulemparkan.Maka tergerailah rambut dia yang panjang. “Reggy,jangan kurang ajar kamu”. Kata Nida terisak sambil berusaha berontak.Tapi mana menang tenaga cewek ma cowok gagah kek aku.Kusosor lehernya dan kucupang.Nida berusaha meronta biar gak bisa dicupang.Apa daya.Kucupang dan kusosor lehernya yang jenjang.Walau dia berusaha menghindar.Kuremas2 payudaranya dari balik jubahnya.Walau dia berusaha melawan,tapi dia rupanya agak terangsang juga.

 Apa lagi pas kusingkap jubahnya dan kukodok memeknya dari bawah,dia agak mengelinjang. “Jangan Reggy,nyebut gy”. Kata Nida memelas.Boro2 inget tuhan.Yang ada mah horny we.Ternyata Nida pake stoking alias kaos kaki panjang.Pake Cd tebel juga.Tapi yang jelas,kerasa dari luar,jembutnya lebat banget.Pas kuremas memeknya,dia mendesah,a…h, “jangan Reggy”. Dan dia sudah gak begitu meronta.Tanganku menelusup ke balik cd dia dan hinggap di memek dia.Kukobel itilnya dengan jari,tiba2 Nida mendesah, “ah,a…h,jangan Reggy”. Dengan nafas berat.Tapi terus aja kuremas2 memeknya.Sekarang Nida malah menggoyangkan pantatnya.Aku makin bernafsu.Lalu kutarik jubahnya.Nida seperti sadar.Tapi tetap kupaksa.Akhirnya lepas juga jubahnya.Nida ternyata memakai daleman kaos tangan panjang.

 Tapi kini nida tinggal memake kaos,cd dan stoking.Nida duduk ndeprok di pojok kursi. “Reggy jangan Reggy”. Sambil menangis.Tapi aku malah ketawa. “Rasain Nid,kamu dah sering ngeludahin aku”. Kutarik dan kutindih Nida.Tiba2 dia teriak “tolooooong….” Langsung kutampar. “Diam kamu.Percuma teriak juga.Nikmatin aja”. Nida menangis terisak.Kutarik kaosnya keatas menutupi wajahnya.Kulihat payudara nida indah membusung putih mulus dalam BH.Langsung kutarik Bh nya sehingga copot dan kusambar langsung lalu kusedot putingnya, “Reggy,janga….n!” Nida teriak.Kutarik kaosnya dari kepala Nida dan kulempar kesamping.Wajah nida tampak ketakutan.Kubiarkan dulu dia duduk menikmati ketakutannya.Dia duduk sambil menutup payudaranya dengan kedua tangannya.Lalu dengan tergesa,aku melepaskan kaosku,celanaku hingga tinggal memake cd saja.Dengan mendekati Nida kukeluarkan kontolku yang cukup besar.”Sayang,ini apa?” Kataku.”Hi….y”, katanya.Tapi kulihat mata Nida agak melotot.Kusamperin dia,duduk disampingnya dan menarik tangannya biar memegang kontolku.Nida ketakutan.Tapi kutarik tangannya dan langsung kubuat dia megang kontolku.Lalu setelah itu kutarik Nida ke kamarku.Nida gak mau dan melawan.Tapi kupaksa hingga dia ikut masuk ke kamar.Ku kunci dan melemparkannya ke kolong ranjang.Kupelorotkan cd ku dan melemparkannya ke muka Nida. “Reggy,jangan Reggy,pli….s”. Nida memohon.Tapi gak aku dengerin.Kukocok dan kumainkan kontolku depan Nida.”Apa namanya ini Nid?Jawab?” Bentakku.Nida malah menggeleng, “apa namanya?” Plak aku tampar.”Ampun gy….!” “Cepet,apa namanya?” Bentakku lagi. “Kontol gy”. Jawabnya ketakutan.Dengan penuh kemenangan kuhampiri dia. “Sekarang buka cd dan stoking kamu” “Ampun Reggy,janga….n!” Langsung kutampar dia. “Cepet buka.Jangan membuat kamu lebih menderita.Ngelawan gak ngelawan,kamu bakal Reggy ewe”. “Janga….n,jangan gy!” Katanya memelas sambil berlinang air mata.Karena gak sabar,kutarik dan kudorong Nida hingga terjengkang di kasur.Lalu dengan paksa,kutarik cd dan stokingnya.

 Kini Nida dah telanjang bulat.Badannya sungguh mulus gak ada cacat.Kulitnya kuning langsat.Rambutnya tergerai acak2kan.Toketnya kutaksir 34c.Bulat kek apel dengan puting berwarna pink.Sambil menyeringai kutatap seluruh tubuhnya.Nida nampak sangat ketakutan.Kuhampiri dan langsung kutindih dia.nida meronta2.Belum kuperkosa.Aku ingin nida juga menikmati perkosaanku.Kuremas teteknya dan kusedot puting susunya.Lehernya habis aku cupangin.Begitu juga toketnya.Tangan kananku meremas pantat Nida yang cukup semok.Lalu meremas2 memeknya yang penuh dengan jembut.Ternyata sekarang nida agak pasrah.Malah mendesah dan merintih lagi.Kubuka pahanya dan langsung kulumat memeknya.Baunya wangi sabun sirih.Ternyata nida pandai merawat barangnya.Tiba2 Nida menjambank rambutku,dan dari memeknya keluar cairan anyir dan asin.Kulumat dan kujilati semua.Akhirnya sekarang Nida pasrah.Dadanya naik turun.Dan matanya malah terpejam.Tampak dia menggigit bibirnya seakan menikmati setiap yang aku lakukan.Bahkan ketika kurenggangkan kedua pahanya,dia tak melawan sama sekali.Ketika pahanya terbuka lebar,kulihat lobang memeknya begitu indah.Lobangnya begitu sempit dan kecil.Tampak merah merekah indah.Langsung kucipok dan kujilatin lagi.”A….h,a…..h,a…..h…..” Kudengar nida mendesah.Dan ketika itilnya kusedot dan kugigit halus,dia orgasme lagi.Memeknya keluar air kenikmatan lagi.Aku telah bersiap.Kutaruh kontolku di mulut memeknya.Nida seakan pasrah dan siap menanti hujaman kontolku.Kugesek2 dan pantat nida bergoyang2 kekiri dan kekanan.Mata dia tetap terpejam tapi mulutnya tak berhenti mendesah dan merintih.Sambil menggesekan kontolku di memeknya,kadang kuremas dan kusedot teteknya.Tangan Nida kutarik,dan telapak tangannya kuarahkan ke kontolku.Sekarang Nida malah meremas dan mengelus2 kontolku. “Namanya apa sayang?” Tanyaku. “Kontol Reggy!” Katanya sambil tetep terpejam.Ternyata nida cewek akhwat bintang kampusku yang pinter dan banyak hafalannya bisa ngomong jorok juga kalo lagi horny.Ketika kugesek2 kontolku di lobang memeknya,kutanya lagi. “Sayang,Reggy masukin ya?” Nida cuma mengangguk pelan.Lalu dengan perlahan kutekan masuk.Memek Nida sudah basah dari tadi,sehingga tak begitu sulit untuk memasukkan kontolku sampe helmnya aja. “A…..h,mmmhhh,sssHHHH,A….h…” Desah Nida. “Sayang,memeknya lagi diapain sama kontol Reggy sayang?” “Lagi diewe gy”. Jawabnya.Gila ngomong jorok lagi. “Enak sayang?” “Enak gy….!A….h,ssshhh o….h.”. Kutarik kutekan,begitu terus.Sampe nida merintih2.Mau kutekan lagi sampe batas kepala kontolku seperti terhalang,ternyata Nida bener2 perawan.Aku gak ingin membuat Nida terlalu sakit ketika kujebol keperawanannya.Maka sambil kumainkan itilnya dengan tangan kiriku,aku juga meremas payudaranya.Terkadang sambil kusedot putingnya.

JILBAB MODIS MANIS (7)

 Ketika aku kecup bibirnya,tiba2 dengan penuh gairah ida melumat dan melahap bibirku Bener2 ganas.Aku sampe gak nyangka.Aku pun membalas lumatan bibirnya.Sambil kuremas payudaranya aku tetap memaju mundurkan kontolku dengan perlahan di memeknya.Ketika memek Nida semakin aku sodok dengan kuat,slep blez.”A….kh!” Nida menjerit.Kontolku berhasil menembus pertahanan terakhir Nida.Langsung kusosor bibir Nida.Dan kami berpagutan lagi.Sejenak kubiarkan kontolku dalam memek Nida.Terasa dipijat dan diremas2 dengan kuat.Memeknya berkedut.Lalu nida memelukku dengan erat sambil berciuman bibir denganku.Setelah agak lama kupompa kontolku naik turun. “Ah….Ah ah ah ah,uo…..h ssshhh ah ah”. Nida mendesah dan merintih keenakan.Nida gak sadar kalo aku rekam.Segalanya dah kupersiapkan semenjak aku mendapat hp Nida. “Sayang,enak gak?Ena…K,sshhh a….h”. “Nikmat gak ngewe ma Reggy?” “Nikmat gy,a….h”. Kugenjot dan kupompa dengan cepat,tiba2 Nida berteriak, “a…..h” dan merangkulku dengan kuat.Nida dah mencapai orgasme.Aku belum,karena sebelumnya aku dah minum obat kuat.Karena aku dah ada rencana mau merkosa Nida.Kudiamkan sejenak biar Nida merasakan orgasmenya dulu.Lalu kugenjot lagi.Nida merintih dan mendesah2 lagi. “Sayang,kita lagi ngapain?”  “Ewean Reggy”. “Mau gak ewean terus ma Reggy?” “Mau gy.Ah ah ah ssshh terus Reggy…..!A…..h”. Nida berteriak keenakan.Pantat Nida bergoyang2 membuat kontolku diremas2 dan disedot kuat.Sekitar 20 menitan aku menggenjot,sesuatu mau muntah dari kontolku.Maka semakin kupercepat genjotanku.Dan rintihan Nida pun semakin keras.Lalu ser,crot crot crot.Kontolku mengeluarkan laharnya dengan banyak dalam memek Nida.Nida memelukku dengan erat.Kedua kakinya diapitkan dipinggangku.Aku terkulai lemas diatas tubuh Nida.Kami orgasme secara bersamaan.Kubiarkan kontolku dalam memek Nida.Memek Nida berkedut2.Sungguh sangat nikmat.Setelah kontolku keluar dengan sendirinya dari memek Nida,aku mencium kening Nida.Kami terbaring lemas.Sungguh sangat nikmat.Perkosaan berakhir kepasrahan berujung kenikmatan.Ketika kuelus payudara Nida,tiba2 dia tersadar.Langsung dia menangis dan memukul2 tubuhku. “Reggy,kamu beja….t,kamu merkosa aku”  tangisnya.Aku pegangin tangan dia sambil kukecup keningnya. “Sudahlah Nida.Kata siapa Reggy merkosa kamu?” “Iya kamu merkosa Nida!Hiks hiks hiks”. Tangis Nida. “Sebentar sayang”. Lalu kuambil hp yang merekam kami ngentotan dan memutarnya sambil mengelus2 rambut nida. “Ini buktinya sayang”. Melihat rekaman itu,tangis Nida berhenti dan menunduk lesu.Ya dia terpukul melihat rekaman itu.Apa lagi lihat keganasan dia pas ngentot tadi.

 “Sudah sayang,kamu jangan kuatir,Reggy bakal tanggung jawab kalo terjadi sesuatu ma kamu”. Nida tiba2 nangis di dadaku.Kuusap dan kubelai rambutnya. “Tenang sayang,Reggy beneran bakal tanggung jawab.Kamu juga kan tahu,Reggy suka sama kamu semenjak aku kenal kamu”. Ya mau apa lagi,nasi dah jadi bubur. Kehormatan dia dah hilang sama aku.Walau dengan terpaksa,mau gimana lagi.Ternyata cewek akhwat itu bernafsu besar dibalik anggunnya balutan jubah dan jilbab.Setelah agak reda tangisnya,dan mendapat janji tanggung jawab,dengan rangsangan lagi,kami ngentot lagi sampe puas dengan berbagai macam gaya.Dan Nida sungguh pandai dalam bermain cinta.Hasil dari sering ngeliat bokef di hp.Hehehe.

 Jam setengah tujuh setelah kami mandi dan makan,aku mengantarkan Nida ke rumahnya.Sesampainya di rumahnya,aku disambut kecut orang tua nida.Dan menanyakan dari mana jam segini baru pulang.Nida berbohong dan menjawab ada rapat BEM di kampus.Padahal tidak. Dalam budayanya yang religius,aib wanita akhwat diantar cowok.

 Ortunya nanya aku.Walau agak kecut,dibantu Nida aku ngasih alasan sama bokap Nida bahwa aku temen Nida.Sekalian nganter Nida karena khawatir di jalan,juga pengen silaturrahmi.Aku beralasan,Nida bisa membuat perubahan besar dalam hidupku dan membimbing ke jalan yang baik.Aku juga menceritakan keluargaku.So akhirnya mereka mengerti.Ya walo bokis,kan yang penting selamat.

 Tapi yang jelas sekarang Nida dah jadi istriku.Hehehehe

NINGSIH

Namaku sebut saja ningsih (18) aku seorang pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kaya raya di jakarta. Pekerjaan ini terpaksa aku lalukan karena aku hanya lulusan SMA dan aku butuh uang untuk membantu ekonomi keluargaku di kampung. Aku berasal dari keluarga yang kuat agamanya. Oleh karena itu aku memakai jilbab setelah aku tumbuh remaja. Kata orang wajahku lumayan cantik dengan proporsi tubuh tinggi 167 cm dan berat 48 kg. Kulit ku juga bersih dan mulus.

jilbab pantai hot sexy (1)

Terus terang aku senang bekerja sebagai pembantu di keluarga Ibu Rini ini. Majikanku penyabar memberi gaji bulanan yang cukup dan memperlakukanku dengan baik. Suami majikanku seorang dokter yang tidak pelit sering memberiku bonus. Wajahnya juga ganteng dan terlihat macho. Sementara Nyonya Rini seorang pengusaha.

Kisah yang akan aku ceritakan ini bermula saat majikanku, Pak Rafy 52th, pulang kerja dari rumah sakit. Kedua majikanku itu ternyata juga ramah, Dia juga tampan dan tubuhnya atletis. Hanya beberapa minggu setelah bertemu aku sudah tidak canggung lagi denganya. Aku ngak menyangka kalau akau akan terlibat kisah denganya.

jilbab pantai hot sexy (2)

Ceritanya pagi itu aku di panggil oleh majikanku itu. Sampai di ruang kerjanya aku kaget banget karena waktu itu Pak Rafy menatapku tajam. Aku kikuk banget tapi Pak Rafy biasa saja. Aku jadi menundukkan kepala karena tegang. “Pak rafy memanggil saya ada apa” tanyaku dengan gugup sambil berusaha untuk tidak melihat tatapan mata majikanku itu. “Iya tolong..duduk, aku mau menyampaikan sesuatu.” Katanya setelah bangkit dari tempat duduknya. Ia lalu menepuk bahuku dan berdiri disampingku. Pak Rafi menyampaikan apa yang dia dapat dari bapakku “Bapakmu tadi jam 7 telepon kebetulan saya yang terima telepon. Bapakmu memberitahu bahwa ibumu sakit dan perlu di operasi segera. Bapakmu ingin pinjam duit kepadaku sebesar 25 juta. Bapak bisa saja meminjamkan Bapakmu duit tapi gajimu saja tidak terlalu besar apa bisa kamu membayarnya. Apalagi sampai ibu tahu, ibu tidak bakal memberinya karena kamu kerja disini baru 3 bulan. Bapak bisa meminjamkan duit dan tidak perlu membayar asal kamu mau mengantikan nyonya saat nyonya keluar kota. kamu tahu kalau nyonya sering keluar kota dan kadang dalam jangka waktu yang lama. Kamu saya kasih waktu untuk memutuskan selama 2 hari” Setelah Pak Rafy pergi meninggalkan ruang kerjanya aku lalu keluar dari tempat kerjanya .

jilbab pantai hot sexy (3)

Dua hari kemudian saya sekitar jam 2 siang saya terima telfon ternyata dari Pak Rafi yang menelfon dari rumah sakit “Ning, gimana keputusan kamu menerima tawaranku atau tidak? Tadi Bapakmu telfon dan menanyakan duit yang Bapakmu mau pinjam. Bapakmu perlu uangnya sekarang juga kalau tidak Ibumu bisa meninggal.” Sambil menangis saya menjawab ” Saya terima tawaran Pak Rafi tapi saya takut ketahuan Ibu!” Pak Rafi menjawabnya ” Itu menjadi rahasia kita berdua.” Saya menjawabnya lagi “Terserah Pak Rafi saja.” Lalu Pak Rafi berkata “Sekarang saya transfer duitnya ke Bapakmu!”

Pada malam harinya, Pak Rafi memanggilku dari kamar tidurnya. Pada hari itu Ibu Rini sedang pergi ke Singapore selama 3 hari. Saat di depan kamar tidur Pak Rafi, saya mengetok pintu dan Pak Rafi megatakan langsung masuk saja. Pada saat di dalam kamar, saya melihat Pak Rafi sedang menonton film dewasa. Adegan panas yang ada di TV bisa aku lihat dengan jelas menampilkan adegan sepasang pria dan wanita asia yang sedang berhubungan intim di atas ranjang. Saat itu tubuhku panas dingin menyaksikannya. Setelah Pak Rafy memintaku duduk di ranjang, tanpa sadar aku duduk di tepi ranjang dan justru menonton film dewasa yang baru pertama kalinya aku saksikan itu, sampai lupa ada Pak Rafy disampingku.

jilbab pantai hot sexy (4)

Adegan film panas itu membuat tubuhku panas dingin dan tanpa sadar aku lupa diri, tanpa sadar aku meremas-remas buah dadaku dengan tangan kiri sementara tangan kananku merabai selangkanganku sendiri. Kegiatan nonton dan merangsang diri sendiri itu tanpa sadar kulakukan beberapa menit hingga aku tidak tahu kalau Pak rafy sudah setengah telanjang hanya memakai cd. Tiba-tiba saja merangkul tubuhku dan menarik tubuhku agar bersandar di tubuhnya.

“Bagus ya filmnya..” katanya tiba-tiba yang membuat kaget setengah mati. Aku jadi malu sendiri. Aku tundukan kepalaku, tubuhku panas dingin dan wajahku waktu itu pasti merah karena malu dan juga karena adegan film itu membuatku terangsang sekali. “Maaf Pak, saya kaget..” kataku seraya bangkit dan hendak merapikan bajuku. “Ngak usah, nanti juga di buka…Filmnya khan belum selesai. tanggung temani aku nonton dulu ya” kata nya sambil memegangi tubuhku sambil berusaha meraih buah dadaku.

jilbab pantai hot sexy (5)

Bagai kerbau di congok hidungnya aku menurut saja dan kembali menyadar pada tubuhnya, saat itu aku salah tingkah, kikut dan tubuhku serasa panas dingin. Saat itu adegan film menampilkan adegan oral seks yang dilakukan si wanita pada pasangan prianya. Adegan film panas di tambah dengan pak rafy yang duduk di sampingku tengah sambil meremas-remas buahdadaku yang hanya di tutupi cd membuatku begitu terangsang.

Lalu majikanku itu mendekatkan mukanya hingga mepet dengan mukaku. Dia lalu meraih daguku dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. “Ningsih kamu cantik sekali” katanya dengan lembut. saat itu aku tidak tahu harus bagaimana. Pikiranku kacau, seharusnya aku segera berlari keluar dari kamarnya untuk menghindari hal-hal buruk yang akan terjadi tapi bapakku sudah menerima duit dari pak rafi dan aku harus melayaninya. tapi aku hanya bisa diam dan tubuhku terasa kaku. Akhirnya bibirku di kecup dan di kulum oleh pak Rafy.

jilbab pantai hot sexy (6)

Mungkin karena aku sudah terangsang gara-gara nonoton Blue film tadi, aku jadi pasrah dan diam saja waktu tubuhku direbahkannya dan ciumannya sudah pindah ke leherku. “Ohh..mas..” desahku tanpa sadar waktu tangan kiri majikanku itu mengusap pangkal pahaku dengan rangsangan yang hebat dan tangan kananya sedang melepaskan jilbabku. Tanpa aku sadari pak rafy telah melucuti pakaianku. Setelah Bh-ku di lepasnya dia lalu menciumi dan mengulum lembut puting susuku. Aku mendesah dan makin terangsang karena hal itu belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Aku mendesad dan mengeliat keenakan saat bibir dan lidah nya menyapu permukaan buah dadaku yang berukuran bra 36B itu. Apalagi saat puting susuku disedot dan di kenyotnya dengan penuh nafsu. Waktu itu aku sudah tidak bisa berpikir sehat yang ada dalam pikiranku adalah aku ingin mersakan kenikmatan. Aku jadi berani lalu menarik handuk yang melilit tubuh pak Rafy hingga terlepas, aku terkejut melihat ukuran alat vital majikanku itu yang begitu besar dan telah berdiri tegak denga gagahnya.

jilbab pantai hot sexy (7)

Dia lalu melolosi cenana dalamku dan mengarahkan alat vitalnya di ke arah kewanitaanku. saat ujung senjatanya yang digeser-geserkan di bibir kewaiitaanku aku jadi terangsang hebat. Tapi tiba-tiba aku merasakan sakit saat liang kewanitaanku di terobos oleh kejantanan mas Rafy. Aku merintih dan menjerit kecil saat pak Rafy menarik dan mendorong kepunyaanya itu. “Aduh pak.., sakit” rintihku. “Ngak apa-apa..nanti sebentar juga hilang sakitnya.” bisiknya di telingaku dengan maja melem-melek merasakan nikmat.

Benar juga katanya, lama lama rasa sakit dan perih dikewanitaanku berangsur-angsur hilang dan kini hanya rasa nikmat yang kurasakan. “Aaaaahhh…ohhhh” desahku sambil mulai mengoyangkan pinggulku untuk mengimbangi gerakan Mas Rafy.

Saat itu aku tak peduli dan tak memikirkan sama sekali bahwa aku telah kehilangan keperawananku. yang aku inginkan adalah kenikmatan yang semakin nikmat karena mau mencapai puncak. Pak rafy terus menyetubuhiku sambil bibirnya menngulum-ngulum bibirku. Akupun kini membalas lumatan bibirnya dan permainan lidahnya di dalam mulutku sambil sesekali terus mendesis dan merintih karena sodokan-sodokan kejantanannya di kewanitaanku.

jilbab pantai hot sexy (11)

Beberapa menit kemudian seluruh persendian tubuhku serasa menegang. “Ohhh..pak..Terus pak” desisku tanpa sadar. Majikanku itupun makin bernafsu dan menyetubuhiku dengan lebih beringas dan makin cepat gerakannya, sampai akhirnya “Aaaahhhhhh….” dengan lenguhan panjang aku mencapai puncak kenikmatan

Tahu kalau aku telah mencapai puncak, lalu Dia mencabut senjatanya dari liang vaginaku. Kulihat ada percikan darah di batang kemaluannya. Dia lalu memintaku untuk melakukan oral seks seperti yang tadi aku tonton di blue film. Aneh, Aku sama sekali tidak menolakknya dan justru ingin melakukannya. Lalu Pak Rafy merebahkan tubuhnya dengan punggung bersandar di tumpukan bantal. Sementara aku duduk bersimpuh di atara kedua kakinya. Ukuran alat vitalnya yang besar dan panjang itu rupanya membuatku jadi sangat bernafsu. Aku tidak menyangka kalau aku yang gadis dusun ini memiliki nafsu seks yang tinggio yang sebelumnya tidak aku sadari.

jilbab pantai hot sexy (10)

Lalu aku mempraktekkan apa yang tadi aku tonton di Blue film. Ujung Rudal Pak Rafy mulai aku cium dan aku jilati lalu aku masukan ke dalam mulutku dan aku kocok. Majikanku itu mengerang dan mengeliat merasakan nikmat. “Terus Ning..ohh..ohhh” desahnya. Aku juga di minta untuk menjilati bagian bawah kemaluannya dan buah zakarnya sedangkan tangganku mengocok batang kemaluannya.

Setelah puas dengan permainan oral seks-ku, aku di minta duduk diatas senjatanya. Permainanpun dilanjutkan dimana aku berada di atas. Kemuadian aku bergoyang naik turun sementara majikanku itu mendekap pantatku dan sesekali mendorongkan pantatnya ke atas mengimbangi goyanganku. Rintihan dan desahanku bersahutan dengan lenguhan Pak rafy yang tengah berpacu menuju puncak.

jilbab pantai hot sexy (9)

Beberapa saat kemudian aku sepertinya akan kembali mencapai puncak dan sepertinya pak rafy juga. Ia lebih agresif mendorongkan senjatanya ke atas. Tak berapa lama aku kembali menegang dan mencapai puncak lalu di susul dengan teriakan pak rafy yang juga mencapai puncak. “Ohhh..ohhh..Ningsih aku keluar sayang..ohhh..ahhh” teriaknya sambil menancapkan pelornya dalam dalam ke liang vaginaku yang masih mendudukinya. Air mani hangat menyembur membasahi bagian dalam kewanitaanku.

Dengan tubuh kelelahan dan lunglai seolah tak bertulang, aku terkulai diatas dada putra majikanku yang berbulu dan berkeringat itu. aku memeluknya erat seolah tidak mau kehilangan saat-saat yang penuh kenikmatan itu. sama sekali tidak ada penyesalan meski aku baru saja kehilangan keperawananku.

BU DIANA

Sebagai seorang kepala rumah tangga yang memiliki seorang anak laki-laki yang telah memasuki ke ajang pendidikan tentunya sangat membahagiakan. Ini terjadi denganku dikala anakku yang bernama Jerry telah memasuki SD kelas 1. Setelah istriku meninggal dunia karena terkena penyakit kanker payudara, akulah satu-satunya yang mesti mengurusi anakku, Jerry. Secara jujur, kehidupanku sangat menyedihkan dibandingkan sebelum istriku meninggal. Sekarang semuanya kulakukan sendiri seperti mengajari anakku mengerjakan PR-nya, memasak yang tentunya bercampur dengan kesibukanku di kantor sebagai salah satu orang terpenting di perusahaan Jepang yang berdomisili di Jakarta.

Kadang-kadang aku menjadi bingung sendiri karena bagaimanapun masakanku tidak sesempurna istriku dan untunglah Jerry, anakku satu-satunya tidak pernah mengkritik hasil masakanku walaupun aku tahu bahwa semua hasil masakanku tidak bisa dimakan karena kadang-kadang terlalu asin dan kadang-kadang gosong. Suatu hari Jerry memberitahuku bahwa aku mesti datang ke sekolahnya karena gurunya ingin bertemu denganku.

bu guru muslimah payudara besar (1)

Pada hari yang sudah ditentukan, aku pergi ke sekolah anakku untuk bertemu Ibu Diana, nama lengkapnya Diana Supangat dan sewaktu aku bertemu dengannya, aku menjadi cukup gugup dan untunglah perasaan itu dapat kukuasai karena bagaimanapun aku pergi dengan anakku dan aku tidak ingin anakku membaca kegugupanku itu. Akhirnya aku dipersilakan duduk oleh ibu guru yang ternyata belum menikah itu karena aku tidak melihat cincin kawin di jarinya dan juga dia mengaku sendiri bahwa dia masih single ketika kupanggil dia dengan sebutan Ibu Diana. Orangnya cantik, bertubuh padat dan montok dan terlihat nyata meskipun Ibu Diana mengenakan rok panjang serta jilbabnya yang longgar dan lebar. Membuat kontolku ngaceng selama bercakap-cakap dengan guru anakku itu.

Didalam percakapan itu, dia menceritakan mengenai pelajaran Jerry yang agak tertinggal dengan murid-murid lainnya. Ternyata baru ketahuan dari pengakuan Jerry, bahwa walaupun dia rajin mengerjakan PR tetapi dia tidak pernah mengulang pelajarannya karena waktunya dihabiskan untuk bermain Play Station yang kubelikan untuknya sehari setelah kepergian istriku supaya dia tidak menangis lagi.

Akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa Ibu Diana akan memberikan anakku les privat dan setelah kami sama -sama sepakat mengenai harga perjamnya, kami bersalaman dan meninggalkan sekolah itu. Selama perjalanan ke rumah, aku selalu teringat dengan wajah imut guru muda anakku yang alim itu. Cantik, montok, bertubuh padat dan alim.

bu guru muslimah payudara besar (2)

Sore harinya setelah aku tidur sore, aku teringat bahwa 1 jam mendatang guru anakku akan datang dan berarti aku juga harus bersiap -siap untuk menyambutnya. Setelah guru Jerry datang dan aku mengajaknya ngobrol untuk beberapa saat, dia kemudian minta izin untuk memulai les privat untuk anakku. Aku hanya mengangguk dan meninggalkan mereka berdua. Aku mulai membaca koran Kompas hari itu dan aku sekali-kali mencuri pandang pada guru anakku yang berjilbab lebar itu sedang mengajari Jerry. Kulihat bahwa Ibu Diana ini cukup pengertian dalam mengajari anakku yang kadang-kadang masih cukup bingung akan materi yang dipelajarinya.

Dua jam berlalu sudah dan kusadari bahwa ……jam privat les sudah usai dan ketika dia hendak pulang ke rumahnya, aku menawarkan kepadanya untuk mengantarkannya berhubung hari sudah malam dan aku tahu persis bahwa tidak ada lagi kendaraan umum pada jam-jam begitu di sekitar rumahku. Akhirnya aku mengeluarkan mobil BMW kesayanganku dan setelah aku bersiapsiap, aku menyuruh Jerry untuk mengulang pelajaran yang tadi sementara aku akan mengantarkan gurunya pulang. Jerry menuruti ucapan ayahnya dan tanpa basa basi, dia mulai membuka kembali bukunya dan mengulang materi yang baru saja dipelajarinya.

bu guru muslimah payudara besar (3)

Aku kemudian mulai menyuruh Ibu Diana untuk masuk dan kemudian aku memulai mengendarai mobil itu setelah aku menutup pintu gerbang tentunya karena aku tidak mempunyai pembantu rumah tangga saat itu. Di tengah perjalanan, kami bercakap-cakap mengenai segala hal dan mengenai perubahan yang dialami Jerry setelah ibunya meninggal dunia. Nampaknya Ibu Diana serius sekali mendengarkan curahan hatiku yang kesepian setelah ditinggal oleh istriku.

Tiba-tiba ketika kami sedang asyik bercakap-cakap, aku melihat sekilas seorang anak kecil yang sedang lari menyeberang sehingga dengan secepat kilat, aku langsung mengerem secara mendadak dan disaat aku mengerem mendadak itu, karena Ibu Diana lupa tidak memakai “Seatbelt” (sabuk pengaman), guru alim yang cantik itu langsung jatuh ke dalam pelukanku. Dia nampaknya malu sekali setelah kejadian itu tetapi setelah aku bilang tidak apa-apa, dia kembali seperti sediakala dan sekarang kami nampaknya semakin akrab dan aku menjadi sangat kaget dikala dia minta tolong untuk pergi ke motel terdekat karena dia ingin buang air dengan alasan bahwa rumahnya masih sangat jauh. Aku melihat ekspresi wajahnya seperti orang yang menahan sesuatu sehingga akhirnya aku menyetujui untuk pergi ke motel terdekat untuk menyelesaikan ‘ bisnis’nya.

bu guru muslimah payudara besar (5)

Akhirnya kami berada di dalam sebuah motel murah yang tidak jauh dari tempat aku mengerem mendadak tadi. Setelah berada di dalam kamar, aku langsung duduk di tepi ranjang sementara Ibu Diana dengan kecepatan yang luar biasa langsung pergi ke arah toilet yang berada di dalam kamar motel itu. Beberapa menit kemudian, aku dikagetkan oleh Ibu Diana yang keluar dari dalam toilet dengan mendadak.

“Bu.. ada apa?” aku mendadak gugup bercampur kepingin melihat tubuh Ibu Diana yang sangat indah itu. Ibu Diana sudah melepaskan jilbab lebar yang tadi dipakainya. Tapi tiba-tiba Diana menarikku dan langsung mencium bibirku. Sepertinya aku mau meledak! Ibu Diana yang tingginya 172 cm, rambut panjang dan tubuhnya sempurna sekali, padat, keras, sedikit berotot perut, pokoknya seksi sekali. Diana menuntun tanganku ke dadanya. Disuruhnya aku meremas-remas dadanya. Belakangan kuketahui ukuranya 34C. Kemudian dia sendiri melepas bajunya dengan senyumnya yang menggoda sekali. Aku hanya diam terpaku melihat caranya melepas pakaian dengan pelan -pelan dengan gaya yang menggairahkan sambil menggoyang pinggulnya.

Kemudian terlihatlah semua bagian tubuhnya yang biasanya tersembunyi dibalik pakaian longgar dan jilababnya. Dadanya yang montok kencang menggantung-gantung, bulu kemaluannya yang tipis rapi, tubuhnya yang putih mulus sangat menggairahkan. Batang kejantananku juga sudah membesar mengeras lebih dari biasanya. Lalu Diana kembali merapatkan tubuhnya ke arahku, ditempelkannya mulutnya ke kupingku, menjilatinya dan berbisik kepadaku, “Kamu akan merasakan seperti di surga.” Tapi aku masih berusaha menghindar walaupun sebenarnya aku mau kalau tidak pemalu. “Nanti kalau teman-teman datang bagaimana?” “Tenang saja saya sudah bilang mau tidur sebentar di sini dan jangan diganggu.” Gile sudah direncanakan!

bu guru muslimah payudara besar (6)

Tanpa kusadari kemejaku sudah lepas (ke mana-mana aku biasa memakai kemeja lengan pendek) Diana menjilati perutku dan terus ke bawah. Aku masih diam ketakutan. Sampai akhirnya dia membuka celana dalamku. “Wah, ini akan hebat sekali. Begitu besar, keras. Belum pernah aku melihat seperti ini di film porno.” Ternyata Ibu Diana yang alim ini senang juga nonton film-film porno.

Diana mulai mengisap -isap batang kemaluanku (baru-baru ini aku tahu namanya disepong karena almarhum istriku tidak pernah melakukannya). “Aaarghh.. argh..” aku baru sekali senikmat itu. “Kamu mulai bergairah kan, Sayang?” Baru kali itu dia memanggilku sayang. Aku benar-benar bergairah sekarang. Kuangkat tubuhnya ke kasur kujilati liang kewanitaannya yang sudah basah itu. “Nnngghhh.. ngghhh.. aaahh… ahhh” Diana mulai mengerang-ngerang. Tapi itu membuatku makin bergairah. Kuhisapi putting susunya yang berwarna pink. “Aahhh.. yeahh.. Tak kusangka kamu agresif sekali.” Kumasukkan jariku ke liang senggamanya. Kusodok-sodok makin lama makin cepat. Diana hanya bisa mengerang, mendesah-desah. “Ricky, cepat masukkan.. ahhnggh.. cepat, Diana udah nggak tahan.. ahhh.. Tapi pelan-pelan, Diana masih perawan.”
Waktu itu aku tidak memikirkan dia perawan atau tidak. Aku hanya memasukkan batang kemaluanku dengan pelan -pelan, sempit sekali. Benar-benar masih perawan, kupikir. Liang kewanitaannya begitu ketat menjepit batang kejantananku. Sampai akhirnya batang kemaluanku yang panjangnya 20 cm dan diameternya 3,8 cm amblas semua. “Aaakkhhh…” lagi -lagi teriakannya membuatku bersemangat sekali. Kusodok sekuat-kuatnya, sekancang-kencangnya kedalam meme wanita alim ini.

“Ngghhh.. Rickkk.. gede banget.. aanggghh.. indah sekali rasanya.”
Kemudian kami mengganti posisi nungging. “Plok.. plok.. plok..” suara waktu aku sedang menggenjotnya dari belakang. Dadanya berayun-ayun. Diana kadang meremasnya sendiri.
“Aahhh.. lagi.. lebih cepat.. Aaahhh.. Diana udah keluar.. Kamu keluarin di luar, ya!” Tidak lama kemudian akupun keluar juga.

bu guru muslimah payudara besar (7)

Kusemprot maniku ke sekujur tubuh Diana yang lemas tak berdaya. Dijilatinya lagi batang kenikmatanku sampai lama sekali sampai-sampai keluar lagi. Dengan nafas masih memburu terengah-engah, Diana memakai pakaiannya kembali. “Kamu hebat sekali Rick. Diana puas sekali. Sebenarnya aku sudah jatuh hati kepadamu pada pandangan pertama.” Kemudian sebelum keluar kamar Diana kembali mencium bibirku. Kali ini aku tidak malu lagi, kucium dia sambil kupegang payudaranya.

Setelah kenikmatan bersama itu, kami berpelukan …
…untuk beberapa menit dan kami berciuman lagi untuk beberapa lama. Sejujurnya aku sudah jatuh hati kepada guru anakku sejak pertama kali bertemu dan sekarang baru kusadari bahwa dia juga telah jatuh hati kepadaku. Setelah itu aku kemudian berkata kepadanya, “Diana, aku ingin kamu menjadi kekasihku yang bersedia mengajari Jerry..” Belum selesai aku menyelesaikan kata-kataku, Diana langsung menciumku dan aku membalasnya dengan penuh kemesraan dan tentunya berbeda dengan perlakuan kami yang baru saja terjadi.

Setelah kami berciuman untuk beberapa menit, Diana langsung berkata kepadaku, “Ricky, aku juga ingin memiliki kekasih dan ternyata aku sekarang menemukannya dan aku ingin menikah denganmu dan kita bisa bersama-sama mendidik Jerry.” Setelah kejadian itu, Diana sering pergi keluar bersamaku dan Jerry.